KERJASAMA ANTARA PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM (KERJASAMA PEMERINTAH KOTA MALANG DAN KOTA BATU DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR)

KERJASAMA ANTARA PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGELOLAAN
SUMBER DAYA ALAM (KERJASAMA PEMERINTAH KOTA MALANG DAN
KOTA BATU DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR)
Oleh: RINI ANGGRIANI ( 03230019 )
Goverment Science
Dibuat: 2008-08-12 , dengan 2 file(s).

Keywords: KERJASAMA
Bahwa didalam kerjasama antara Kota Malang dan Kota Batu dalam pengelolaan sumber daya
air, semata-mata untuk kepentingan masyarakat dan pemerintah daerah yang bertanggung jawab
untuk masyarakatnya. Pemerintah Daerah diberikan peluang untuk melakukan kerjasama antar
daerah. Berdasarkan UU Pemerintah Kota Batu dalam Pengelolaan Sumber Daya Air untuk
pemenuhan kebutuhan air dalam kehidupan masyarakat. Air sebagai kebutuhan pokok mahkluk
hidup yang sebagian telah menjadi komoditas ekonomi dan diperdagangkan, akibatnya akses
masyarakat terhadap Sumber Daya Air menjadi terganggu. Untuk itu telah telh terbit UU tentang
air. UU No.7 tahun 2004, tentang sumber daya air tercantum bahwa tanggung jawab
penyelenggaraan sistem penyediaan air minum pada prinsipnya adalah tanggung jawab
Pemerintah dan Pemerintah Daera. Peran serta koperasi, badan usaha swasta dan masyarakat
hanyalah bersifat terbatas dalam hal Pemerintah belum dapat menyelenggarakan sendiri. Dan
Pemerintah masih tetap memungkinkan menjalankan kewenangan dalam pengaturan, pelaksana,
dan pengawasan dalam pengelolaan sumber daya air secara keseluruhan.
Pemerintah dan Pemerintah Daerah harus bertanggung jawab dalam pengadaan air minum,
karena dengan penyedian air minumn yang memadai dan pemenuhan hak ayas air akan dapat
meningkatkan kehidupan kesejahteraan masyarakat. Persoalan yang timbul dalam masyarakat
adalah besarnya atau jumlah rupiah yang harus dibayar oleh pemakai dalam masyarakat adalah
besaran atau jumlah rupiah yang harus dibayar untuk membayar biaya tersebut.
Dengan adanya otonomi daerah ini menekankan pada semangat demokrasi, tanggung jawab dan
hak-hak daerah, sehingga itu Pemerintah Pusat yang walaupun secara politik dinilai ada beberapa
hal yang masih terjadi tarik ulur anatara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah seoerti
perimbangan keuangan daerah.
Untuk itu mewujudkan dimungklinkan adanya kerjasama antara pemerintah daerah dalam hal ini
pengelolaan sumber daya alam khususnya sumber daya air. Demikian juga dalam Pasal 17
Undang-undang No.32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menyatakan bahwa daerah
memiliki kewenangan untuk kerjasama antar daerah dalam hal pengelolaan sumber daya alam
mulai dari pemanfaatan budidaya. Pengedaliaan dampak, dan pelestariaan. Bahwa daerak
otonom diperbolehkan untuk melakukan bagi hasil atas pemanfaatan sumber daya alam tersebut.
Namun daerah juga wajib melakukan penyelarasan lingkungan dan tata serta rehabilitasi lahan.
Dengan demikian pengelolaan sumber daya air tidak hanya dilakukan oleh masyarakat tetapi
juga dilakukan antar pemerintah daerah. Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kota Batu
menjadi kerjasama yang berusaha untuk beroriantasi pada kepentingan publik serta keberlanjutan
lingkungan.

In cooperation among Malang City and Batu City Regional Government in Water Resource
Processing was dedicated for the society importance and regional government responsibility.
Regional government was given a chance to do cooperation among region. According to the
Batu City Regional Government Act in water resource processing to fulfill water needs in society
life. Water as living creature’s needs has become economic commodity and traded, so that
people access to water resource was disturbed. Related with this, rule about water arrangement
has been issued, Act No.7 / 2004 about Water Resources stated that the responsible of drinking
water preparation system basically was Regional Government’s responsible. The role of
cooperation organization, private business and society were limited since the government wasn’t
able to hold it and the government also possible to do duty in role, implementation and
supervision in water resource processing in whole.
Government and regional government should be responsible in drinking water production, since
by proper drinking water production and fulfilling rights about water, society’s life would be
better. The problem existed in society was the price should be paid by water user, connected with
society’s economic level to pay the money.
Regional autonomy focused on democratic spirit, responsibility and regional rights, so that the
central government could be run as hoped by regional financial balancing principles, though
politically there were some things still un-decided by central government and regional
government.
One strategy used by regional government to succeed the development was through natural
resource processing and distributing for the wealth of regional society.
To develop it, there should be a cooperation between regional government in natural resource
arrangement, especially water resource. In section 17 Act No.32 / 2004 about Regional
Government, stated that region has rights to do cooperation between region in natural resource
processing, starting from cultural utilization, effect controlling, and the maintenance. That
autonomy region was allowed to do sharing for natural resource utilization. But region should do
an environment harmonization and rehabilitation.
The water natural resource not just for the society, but also regional government. Malang City
Government and Batu City Government was doing cooperation which was public oriented and
environmental linkage


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1891 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 497 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 438 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 265 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 381 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 583 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 511 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 323 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 502 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 594 23