Metode Analisis Perencanaan 1 Metode P

UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Metode Penelitian
Mata Kuliah: Metode Analisis Perencanaan 1
Destela Haurissa

Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Prodi Perencanaan
Wilayah dan Kota

Rasa ingin tahu merupakan salah satu sifat dasar yang dimiliki manusia. Sifat
tersebut akan mendorong manusia bertanya untuk mendapatkan pengetahuan. Setiap
manusia yang berakal sehat sudah pasti memiliki pengetahuan, baik berupa fakta,
konsep, prinsip, maupun prosedur tentang suatu obyek. Pengetahuan dapat dimiliki
berkat adanya pengalaman atau melalui interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
Secara universal, terdapat tiga jenis pengetahuan yang selama ini mendasari kehidupan
manusia yaitu: (1) logika yang dapat membedakan antara benar dan salah; (2) etika yang
dapat membedakan antara baik dan buruk; serta (3) estetika yang dapat membedakan
antara indah dan jelek. Kepekaan indra yang dimiliki, merupakan modal dasar dalam
memperoleh pengetahuan tersebut.

A. Pengertian Metode Penelitian
Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara
atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan
suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian,
sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara
ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosdy Ruslan,2003:24).
Penelitian (research) merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka
pemecahan suatu masalah. Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan,
dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode
ilmiah ( Sutrisno Hadi, 2007:3 ). John Dewey di dalam bukunya How We Think
(1910) mengatakan bahwa metode ilmiah ialah langkah-langkah pemecahan suatu
masalah yaitu sebagai berikut:
a. Merasakan adanya suatu masalah atau kesulitan, dan masalah atau kesulitan ini
mendorong perlunya pemecahan.
b. Merumuskan dan atau membatasi masalah/kesulitan tersebut. Di dalam hal ini
diperlukan observasi untuk mengumpulkan fakta yang berhubungan dengan
masalah itu.

c. Mencoba mengajukan pemecahan masalah/ kesulitan tersebut dalam bentuk
hipotesis-hipotesis. Hipotesis-hipotesis ini adalah merupakan pernyataan yang
didasarkan pada suatu pemikiran atau generalisasi untuk menjelaskan fakta
tentang penyebab masalah tersebut.
d. Merumuskan alasan-alasan dan akibat dari hipotesis yang dirumuskan secara
deduktif.
e. Menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan, dengan berdasarkan fakta-fakta yang
dikumpulkan melalui penyelidikan atau penelitian. Hasil penelitian ini bisa
menguatkan hipotesis dalam arti hipotesis diterima, dan dapat pula
memperlemah hipotesis, dalam arti hipotesis ditolak. Dari langkah terakhir ini
selanjutnya dapat dirumuskan pemecahan masalah yang telah dirumuskan
tersebut.
Adapun Noto Atmojo mengungkapkan bahwa metode ilmiah memiliki
criteria, antara lain :
a. Berdasarkan fakta d. Menggunakan hipotesis
b. Bebas dari prasangka e. Menggunakan ukuran objektif
c. Menggunakan prinsip analisis
Webster’s New Collegiate Dictionary yang mengatakan bahwa penelitian adalah
“penyidikan atau pemeriksaan bersungguh-sungguh, khususnya investigasi atau
eksperimen yang bertujuan menemukan dan menafsirkan fakta, revisi atas teori atau
dalil yang telah diterima”.
Penelitian (research) merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka
pemecahan suatu masalah. Jadi penelitian merupakan bagian dari usaha pemecahan
masalah. Fungsi peneitian adalah mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap
permasalahan serta memberikan alternative bagi kemungkinan yang dapat digunakan
untuk pemecahan masalah. Penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan ini dapat

bersifat abstrak dan umum sebagaimana halnya dalam penelitian dasar dan dapat
pula sangat konkret dan spesifik seperti biasanya ditemui pada penelitian terapan.
Penelitian (ilmiah) mempunyai delapan karakteristik utama yaitu: tujuan,
keseriusan, dapat diuji, dapat direplikasikan, mengandung presisi dan keyakinan
objektif, berlaku umum dan efsien.
Penelitian dapat didefinisikan sebagai upaya mencari jawaban yang benar atas
suatu masalah berdasarkan logika dan didukung oleh fakta empirik. Dapat pula
dikatakan bahwa penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis melalui
proses pengumpulan data, pengolah data, serta menarik kesimpulan berdasarkan data
menggunakan metode dan teknik tertentu. Pengertian tersebut di atas menyiratkan
bahwa penelitian adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah.
Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal pokok yaitu
logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara empiris (Sudjana,
2001).
Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses
berpikir ilmiah yang dituangka dalam metode ilmiah. Metode ilmiah adalah kerangka landasan
bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah
mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning).
Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin diterima sebagai
suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat diverifikasi atau diuji kebenarannya
secara empirik (berdasarkan fakta).
Terdapat empat langkah pokok metode ilmiah yang akan mendasari langkah-langkah
penelitian yaitu:
1. Merumuskan masalah; mengajukan pertanyaan untuk dicari jawabannya. Tanpa adanya
masalah tidak akan terjadi penelitian, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan
masalah. Rumusan masalah penelitian pada umumnya diajukan dalam bentuk
pertanyaan..
2. Mengajukan hipotesis; mengemukakan jawaban sementara (masih bersifat dugaan) atas
pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan

mengkaji berbagai teori berkaitan dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam
perumusan masalah. Peneliti menelusuri berbagai konsep, prinsip, generalisasi dari
sejumlah literatur, jurnal dan sumber lain berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kajian
terhadap teori merupakan dasar dalam merumuskan kerangka berpikir sehingga dapat
diajukan hipotesis sebagai alternatif jawaban atas masalah.
3. Verifikasi data; mengumpulkan data secara empiris kemudian mengolah dan
menganalisis data untuk menguji kebenaran hipotesis. Jenis data yang diperlukan
diarahkan oleh makna yang tersirat dalam rumusan hipotesis. Data empiris yang
diperlukan adalah data yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis. Dalam hal ini,
peneliti harus menentukan jenis data, dari mana data diperoleh, serta teknik untuk
memperoleh data. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan cara-cara tertentu
yang memenuhi kesahihan dan keterandalan sebagai bahan untuk menguji hipotesis.
4. Menarik kesimpulan; menentukan jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang
diajukan (menerima atau menolak hipotesis). Hasil uji hipotesis adalah temuan
penelitian atau hasil penelitian. Temuan penelitian dibahas dan disintesiskan kemudian
disimpulkan. Kesimpulan merupakan adalah jawaban atas rumusan masalah penelitian
yang disusun dalam bentuk proposisi atau pernyataan yang telah teruji kebenarannya.

Untuk mendapatkan kebenaran ilmiah, penelitian harus mengandung unsur keilmuan dalam
aktivitasnya. Penelitian yang dilaksanakan secara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan
pada karakeristik keilmuan yaitu:
1. Rasional: penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh
penalaran manusia.
2. Empiris: menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan
menggunakan panca indera manusia.
3. Sistematis: menggunakan proses dengan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Penelitian dikatakan tidak ilmiah jika tidak menggunakan penalaran logis, tetapi
menggunakan prinsip kebetulan, coba-coba, spekulasi. Cara-cara seperti ini tidak tepat
digunakan untuk pengembangan suatu profesi ataupun keilmuan tertentu. Suatu penelitian
dikatakan baik (dalam arti ilmiah) jika mengikuti cara-cara yang telah ditentukan serta
dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan bukan secara kebetulan.

B. Jenis-Jenis Penelitian
Dibawah akan diuraikan jenis metode penelitian menurut tujuan, metode, dan tingkat
eksplanasi.
1.

Penelitian Menurut Tujuan:
a.

Penelitian Murni

Penelitian Murni merupakan penelitian yang dilakukan atau diarahkan sekedar untuk
memahami masalah organisasi secara mendalam dan hasil penelitian tersebut untuk
pengembangan ilmu administrsi atau manajemen.Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan
bahwa penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah
diketahui.
b.

Penelitian Terapan

Penelitian Terapan merupakan penelitian yang diarahkan untuk mendapakan informasi yang
dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Gay (1977) menyatakan bahwa sulit untuk
membedakan antara penelitian murni (dasar) dan terapan secara terpisah, karena keduanya
terletak pada satu garis kontinum. Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan
tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Penelitian dasar pada umumnya

dilakukan pada laboratorium yang kondisinya ketat dan terkontrol. Penelitian terapan dilakukan
dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan
dalam memecahkan masalah masalah praktis. Jadi penelitian dasar berkenan dengan penemuan
dan pengembangan ilmu. Setelah ilmu tersebut digunakan untuk memecahkan masalah, maka
penelitian tersebut akan menjadi penelitian terapan.
2.

Penelitian Menurut Metode:
a.

Penelitian Survey

Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi
data yang dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari populasi tersebut, sehingga
ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variable. Contoh:
penelitian untuk mengungkapkan kecenderungan masyarakat dalam memilih pemimpin nasional
dan daerah, kualitas SDM masyarakat Indonesia
b.

Penelitian Ex post facto

Penelitian Ex post facto merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliyi
peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui factor-faktor
yang

dapat

menyebabkan

timbulnya

kejadian

tersebut.

Contoh:

penelitian

untuk

mengungkapakn sebab-sebab terjadinya kebakaran gedung di suatu lembaga pemerintah,
penelitian untuk mengungkapakan sebab-sebab terjadinya kerusuhan di suatu daerah.
c.

Penelitian Eksperimen

Penelitian Eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable
tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Contoh:
penelitian penerapan metode kerja baru terhadap produktifitas kerja, penelitian pengaruh mobil
berpenumpang tiga terhadap kemacetan lalu lintas di jalan.
d.

Penelitian Naturalistic

Penelitian naturalistic sering juga disebut metode kualitatif yaitu metode penelitian yang
digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah. Contoh: penelitian untuk
mengungkapakn makna upacara ritual dari kelompok masyarakat tertentu, penelitian untuk
menemukan factor-faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi.
e.

Policy research

Policy research (penelitian kebijaksanaan) merupakan suatu proses penelitian yang
dilakukaan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah social yang mendasar, sehingga
temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam
menyelesaikan masalah. Contoh: penelitian untuk membuat undang-undang atau peraturan
tertentu, penelitian untuk pengembangan struktur organisasi.
f.

Action research

Action research adalah penelitian yang bertujuan untu mengembangkan metode kerja yang
paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat
meningkat. Contoh: penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metode kerja dalam pelayanan
masyarakat, penelitian mencari metode mengajar yang baik.
g.

Penelitian evaluasi

Penelitian evaluasi adalah penelitian yang berfungsi untuk menjelaska fenomena suatu
kejadian, kegiatan dan product. Contoh: penelitian proses pelaksanaan suatu peraturan atau
kebijakan, penelitian keluarga berencana.
h.

Penelitian sejarah

Penelitian sejarah adalah penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap
kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Contoh: penelitian untuk mengetahui kapan
berdirinya kota tertentu yang dapat digunakan untuk menentukan hari ulang tahun, penelitian
untuk mengetahui perkembangan peradaban kelompok masyarakat tertentu.
3.

Penelitian Menurut Tingkat Explanasinya :
a.

Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable
mandiri, baik satu variable atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau
menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain. Contoh: penelitian yang berusaha
menjawab bagaimanakah profil presiden Indonesia, bagaimanakah etos kerja dan prestasi kerja
para karyawan di suatu departemen.
b.

Penelitian Komparatif

Penelitian komparatif merupakan suatu penelitian yang bersifat membandingkan sesuatu.
Contoh: adakah perbedaan profil presiden Indonesia dari waktu ke waktu, adakah perbedaan
kemampuan kerja antara lulusan SMK dengan lulusan SMU.
c.

Penelitian Asosiatif

Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua
variable atau lebih. Contoh: apakah ada hubungan antara datangnya kupu-kupu dengan
tamu, atau adakah pengaruh insentif terhadap prestasi kerja pegawai.
Penelitian Berdasarkan Fungsinya
Dasar

Terapan

Evaluasi

Topik
Ilmu pengetahuan
 Bidang terapan:
Pelaksanaan berbagai
Penelitian
eksakta, perilaku,
kedokteran,
kegiatan, program
Tujuan
Untuk menguji teori,  Menguji
Mengukur manfaat,
Penelitian
dalil, dan prinsip
kegunaan teori
sumbangan, dan
Tingkat
Abstrak, umum
 Umum, terkait
 Konkrit, spesifik
Generalisasi
dengan bidang
dalam aspek tertentu
Kegunaan
Menambahkan
 Menambahkan
Menambahkan pengetahuan
Penelitian
pengetahuan
pengetahuan yang
yang didasarkan penelitian
didasarkan
penelitian
tentang
praktek
tertentu
Berdasarkandengan
fungsinya, penelitian dapat
dibedakan
dalam tiga jenis,
yaitu
penelitian
dasar, penelitian terapan, dan penelitian evaluatif. Secara lebih luas, perbedaan antara ketiga
jenis penelitian tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:

Macam - macam Metode Penelitian
Banyak metode penelitian yang biasa digunakan dalam penelitian social dan
pendidikan. Mc. Milan membagi macam-macam metode penelitian berdasarkan pendekatan
yang digunakan, antaralain:
1. Metode Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah peneltian yang menggunakan data kualitatif (data yang
berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar). Metode ini disebut juga sebagai metode
artistik, karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola) dan disebut sebagai
metode interpretive karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi
terhadap data yang ditemukan di lapangan.

Dasar penelitian kualitatif adalah konstruktivisme yang berasumsi bahwa kenyataan itu
berdimensi jamak, interaktif dan suatu pertukaran pengalaman sosial yang diinterpretasikan
oleh setiap individu (Sukmadinata, 2005). Peneliti kualitatif percaya bahwa kebenaran
adalah dinamis dan dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang
melalui interaksinya dengan situasi social mereka (Danim, 2002). Penelitian kualitatif
mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel.
Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut
pandang partisipan. Dengan demikian penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan
untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti merupakan instrumen kunci
(Sugiyono, 2005). endekatan kuantitatif dimulai dengan proses berpikir deduktif untuk
mendapatkan hipotesis, kemudian melakukan verifikasi data empiris, dan menguji hipotesis
berdasarkan data empiris, serta menarik kesimpulan atas dasar hasil pengujian hipotesis.
Untuk itu, peranan statistika sangat diperlukan dalam proses analisis data.
Atas dasar uraian di atas, dapat dikemukakan beberapa ciri pokok sebagai karakteristik
penelitian kualitatif yaitu:
1. Naturalistic inquiry yaitu mempelajari situasi dunia nyata secara alamiah, tidak
melakukan manipulasi,; terbuka pada apapun yang timbul.
2. Inductive analysis yaitu mendalami rincian dan kekhasan data guna menemukan
kategori, dimensi, dan kesaling hubungan.
3. Holistic perspective yaitu seluruh gejala yang dipelajari dipahami sebagai sistem yang
kompleks lebih dari sekedar penjumlahan bagian-bagiannya.
4. Qualitative data yaitu deskripsi terinci, kajian/inkuiri dilakukan secara mendalam
5. Personal contact and insight yaitu peneliti punya hubungan langsung dan bergaul erat
dengan orang-orang, situasi dan gejala yang sedang dipelajari.
6. Dynamic systems yaitu memperhatikan proses; menganggap perubahan bersifat konstan
dan terus berlangsung baik secara individu maupun budaya secara keseluruhan.
7. Unique case orientation yaitu menganggap setiap kasus bersifat khusus dan khas.

8. Context Sensitivity yaitu menempatkan temuan dalam konteks sosial, historis dan
waktu.
9. Emphatic Netrality yaitu penelitian dilakukan secara netral agar obyektif tapi bersifat
empati
10. Design flexibility yaitu desain penelitiannya bersifat fleksibel, terbuka beradaptasi
sesuai perubahan yang terjadi (tidak bersifat kaku)
Berdasarkan ciri di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif tidak dimulai dari
teori yang dipersiapkan sebelumnya, tapi dimulai dari lapangan berdasarkan lingkungan alami.
Data dan informasi lapangan ditarik maknanya dan konsepnya, melalui pemaparan deskriptif
analitik, tanpa harus menggunakan angka, sebab lebih mengutamakan proses terjadinya suatu
peristiwa dalam situasi yang alami. Generalisasi tak perlu dilakukan sebab deskripsi dan
interpretasi terjadi dalam konteks dan situasi tertentu. Realitas yang kompleks dan selalu
berubah menuntut peneliti cukup lama berada di lapangan.
Paling tidak terdapat tiga tahap utama dalam penelitian kualitatif yaitu (Sugiyono,
2007):
1) Tahap deskripsi atau tahap orientasi. Pada tahap ini, peneliti mendeskripsikan apa yang
dilihat, didengar dan dirasakan. Peneliti baru mendata sepintas tentang informasi yang
diperolehnya.
2) Tahap reduksi. Pada tahap ini, peneliti mereduksi segala informasi yang diperoleh pada
tahap pertama untuk memfokuskan pada masalah tertentu.
3) Tahap seleksi. Pada tahap ini, peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi
lebih rinci kemudian melakukan analisis secara mendalam tentang fokus masalah.
Hasilnya adalah tema yang dikonstruksi berdasarkan data yang diperoleh menjadi suatu
pengetahuan,hipotesis, bahkan teori baru.

2. Metode Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang
berbentuk angka atau data yang diangkakan). Metode ini disebut kuantitatif karena data
penelitiannya berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Jadi, metode kuantitatif
merupakan metode yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik
pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan
instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik dengan tujuan untuk menguji
hipotesis yang telah diterapkan.
Pendekatan kuantitatif merupakan salah satu upaya pencarian ilmiah (scientific inquiry)
yang didasari oleh filsafat positivisme logikal (logical positivism) yang beroperasi dengan
aturan-aturan yang ketat mengenai logika, kebenaran, hukum-hukum, dan prediksi (Watson,
dalam Danim 2002). Fokus penelitian kuantitatif diidentifikasikan sebagai proses kerja yang

berlangsung secara ringkas, terbatas dan memilah-milah permasalahan menjadi bagian yang
dapat diukur atau dinyatakan dalam angka-angka. Penelitian ini dilaksanakan untuk
menjelaskan, menguji hubungan antar variabel, menentukan kasualitas dari variabel, menguji
teori dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif (untuk meramalkan suatu gejala).
Berikut adalah beberapa ciri penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif,
antara lain:
1. Metode penelitian kuantitatif dilakukan untuk mngukur satu atau lebih variable
penelitian. Lebih dari itu penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur hubungan atau
korelasi atau pengaruh antara dua variabel atau lebih
2. Metode penelitian kuantitatif Permasalahan penelitiannya adalah menanyakan tentang
tingkat pengaruh atau keeratan hubungan antara dua variabel atau lebih
3. Penelitian muantitatif dilakukan untuk menguji teori yang sudah ada yang dipilih oleh
peneliti
4. Metode penelitian kuantitatif memfungsikan teori sebagai titik tolak menemukan konsep
yang terdapat dalam teori tersebut, yang kemudian dijadikan variabel.
5. Penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis sejak awal ketika peneliti telah
menetapkan teori yang digunakan.
6. Penelitian kuantitatif lebih mengutamakan teknik pengumpulan data kuesioner.
7. Penelitian kuantitatif penyajian datanya berupa table distribusi pilihan jawaban para
responden yang ditentukan oleh peneliti berupa angka.
8. Penelitian kuantitatif menggunakan prespektif etik, yaitu data yang dikumpulkan
dibatasi atau ditentukan oleh peneliti dalam hal pilihan indicator atau atribut variabel bai
jumlah maupun jenisnya.
9. Metode penelitian kuantitatif menggunakan definisi operasionalisasi kerana hendak
mengukur variabel, karena definisi operasional pada dasarna merupakan petunjuk untuk
mengukur variabel

10. Penelitian kuantitatif penentu ukuran jumlah responden atau sampel dengan
menggunakan presentase, rumus atau table populasi-sampel, sebagai penerapan prinip
keterwakilan.
11. Peneliti kuantitatif menggunakan alur penarikan kesimpulan berproses secara deduktif,
yaitu konsep, variabel ke data.
12. Metode penelitian kuantitatif instrument penelitiannya berupa kuesioner atau angket,
yang juga berfungsi sebagai teknik pengumpulan data
13. Analisis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dilakukan setelah data terkumpul,
dengan menggunakan perhitungan angka-angka atau analisis statistic.
14. Penelitian kuantitatif kesimpulannya berupa timgkat hubungan antar variabel, sedangkan
dalam penelitian kualitatif kesimpulannya berupa temuan konsep yang tersembunyi di
balik data rinci berdasarkan interpretasi atau kesepakatan dari para responden atau
informan.
Penelitian kuantitatif menggunakan instrumen (alat pengumpul data) yang
menghasilkan data numerikal (angka). Analisis data dilakukan menggunakan teknik
statistik untuk mereduksi dan mengelompokan data,menentukan hubungan serta
mengidentifikasikan perbedaan antar kelompok data. Kontrol, instrumen, dan analisis
statistik digunakan untuk menghasilkan temuan-temuan penelitian secara akurat. Dengan
demikian kesimpulan hasil uji hipotesis yang diperoleh melalui penelitian kuantitatif
dapat diberlakukan secara umum.

Daftar Pustaka

Adityo, sutrisno. 2012. Metode Penelitian. Bekasi: universitas gunadharma.
Direktorat Tenaga Pendidikan. 2008. Pendekatan, Jenis, dan Metode Penelitian Pendidikan.
Jakarta.
http://adikasimbar.wordpress.com/2010/08/31/metode-penelitian-jenis-penelitian-macammacam-data-penelitian
http://library.binus.ac.id/
http://meweks.blogspot.com/2012/04/jenis-jenis-metode-penelitian.html
http://nilamarifani.wordpress.com/2013/06/26/ciri-ciri-metode-penelitian-kualitatif-dankuantitatif/
http://raf-amalia-ik.blogspot.com/2010/12/langkah-langkah-penelitian-kualitatif.html
http://wacanakeilmuan.blogspot.com/2011/01/macam-macam-metode-penelitian.html
http://www.informasi-pendidikan.com/2013/08/macam-macam-metode-penelitian.html
http://www.yohanli.com/metode-riset.html

Dokumen yang terkait

Dokumen baru