Manajemen biaya dan manajemen mahe

MATA KULIAH : MANAJEMEN BIAYA

“ANALISIS STRATEGI DAN STRATEGI BIAYA MANAGEMENT”

Kelompok I
Anggota Kelompok :







Putu Meliana Dewi
Lucky Julian Fernando G
Ni Made Rustini
Desak Putu Dewanti D
Desya Ayu Swandewi

(E2/1433122011)
(E2/1433122053)

(E2/1433122061)
(E2/1433122062)
(E2/1433122207)

JURUSAN AKUNTANSI REGULER B
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WARMADEWA
DENPASAR
2016/2017

ANALISIS STRATEGI DAN MANAJEMEN BIAYA STRATEGI

1. Pengertian Analisis SWOT Dan Manfaatnya
Pengertian analisis SWOT dan manfaatnya – Analisis SWOT adalah suatu bentuk
analisis di dalam manajemen perusahaan atau di dalam organisasi yang secara sistematis
dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai
tujuan, baik itu tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.
A. Penjelasan lain Analisi SWOT
Atau definisi analisis SWOT yang lainnya yaitu sebuah bentuk analisa situasi dan
juga kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran). Analisa ini
menempatkan situasi dan juga kondisi sebagai sebagai faktor masukan, lalu kemudian

dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang perlu diingat baikbaik oleh para pengguna analisa ini, bahwa analisa SWOT ini semata-mata sebagai suatu
sebuah analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi, dan
bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang bagi
permasalahan yang sedang dihadapi.
B. Penjelasan mengenai 4 (empat) komponen analisis SWOT, yaitu :
a. Strenght (S)
Yaitu analisis kekuatan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kekuatan dari
suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Yang perlu di lakukan di dalam
analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan
dan kelemahan di bandingkan dengan para pesaingnya. Misalnya jika kekuatan
perusahaan tersebut unggul di dalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat di
manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan
juga kualitas yang lebih maju.

b. Weaknesses (W)

Yaitu analisi kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan
dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis
kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala
yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.

c. Opportunity (O)
Yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar
suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi
organisasi dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan
yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang di masa
yang akan depan atau masa yang akan datang.
d. Threats (T)
Yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus
dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai
macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan pada suatu perusahaan atau
organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera di atasi, ancaman
tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik di masa
sekarang maupun masa yang akan datang.
C. Manfaat analsis SWOT
Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg paling
dasar, yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4
empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun
rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari
segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari
ancaman. Jika digunakan dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat

sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas tadi,
analisis SWOT merupakan instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis
strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang
terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancaman
yang timbul dan harus dihadapi.

A. Proses Menciptakan dan Memilih Strategi
Para penyusun strategi tidak pernah dapat mempertimbangkan seluruh
alternatif yang dapat menguntungkan perusahaan karena akan sangat banyak tindakan
yang mungkin dan tak terbatasnya cara untuk menerapkan tindakan-tindakan tersebut.
Oleh karena itu, serangkaian strategi alternatif paling menarik yang bisa di kelola
harus dikembangkan. Keuntungan,kerugian, trade-off, biaya, dan manfaat strategistrategi ini harus ditentukan. Bagian ini membahas proses yang di gunakan banyak
perusahaan untuk menentukan serangkaian strategi alternatif yang tepat.
Mengidentifikasi dan mengevaluasi strategi alternatif hendaknya melibatkan
banyak manjer dan karyawan yang sebelumnya merumuskan pernyataan visi dan misi
organisasi, melakukan audit eksternal, dan melakukan audit internal. Perwakilan dan
setiap departemen dan divisi dalam perusahaan harus diikut sertakan dalam proses ini,
sebagaimana juga terjadi dalam aktivitas perumusan strategi yang di bahas
sebelumnya. Ingat bahwa partisipasi memberi peluang terbaik bagi para manajer dan
karyawan untuk memperoleh pemahaman tentang apa yang perusahaan lakukan dan

mengapa serta untuk berkomitmen dalam membantu perusahaan mencapai tujuan
yang di tetapkannya.
Seluruh partisipan dalam analisis dan pemilihan strategi harus memiliki informasi
audit eksternal dan internal di hadapan mereka. Informasi ini di tambah dengan
pernyataan misi perusahaan, akan membantu para partisipan mengkristalisasi di dalam
benak mereka sendiri berbagai strategi yang mereka yakini paling bermanfaat bagi
perusahaan. Kreativitas seluruhnya didorong dalam proses pemikiran ini.
Strategi-strategi

alternatif

yang

diajukan

oleh

para

pertisipan


harus

dipertimbangkan dan didiskusikan dalam satu atau serangkaian rapat. Berbagai
strategi tersebut dapat disusun dalam bentuk tertulis. Ketika semua strategi yang
masuk akal diidentifikasikan oleh partisipan telah disampaikan dan dimengerti,
strategi-strategi tersebut hendaknya diperingkat berdasarkan daya tarik masingmasing menurut semua partisipan.

B.

Perumusan Strategi yang Komprehensif
Teknik-teknik perumusan strategi yang penting dapat diintegrasikan ke dalam

kerangka pengambilan keputusan tiga tahap, yaitu:
1. Tahap input (Input Stage), berisi informasi input dasar yang dibutuhkan untuk
merumuskan strategi.

2.

Tahap pencocokan (Matching Stage), berfokus pada penciptaan strategi alternatif


yang masuk akal dengan memperhatikan faktor-faktor eksternal dan internal utama.
3.
Tahap keputusan (Decision Stage), melibatkan satu teknik saja, matrik
perencanaan, strategi kuantitatif (Quantitative strategic Planing matrix – QSPM).
Akan tetapi pada makalah ini, hanya akan membahas bagian dari perumusan staregi
yang komprehensip yaitu tekait dalam pencocokan analisis.
Dimana, analisis dan intiusi menjadi landasan bagi pengambilan keputusan perumusan
strategi. Teknik-tekni pencocokan yang baru saja di bahas memaparkan berbagai
alternatif strategi yang bisa ditempuh. Banyak dan strategi ini kemungkinan akan
diusulkan oleh para manajer dan karyawan yang berpartisipasi ddalam analisis dan
aktivitas pemilihan strategi. Setiap strategi tambahan yang dihasilkan dari analisisanalisis pencocokan dapat didiskusikan dan ditambahkan pada daftar pilihan alternatif
yang masuk akal.
C. Matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (SWOT)
Matrik SWOT adalah sebuah alat pencocokan yang penting yang membantu
para manajer mengembangkan empat jenis strategi, yaitu strategi SO (kekuatan
peluang), strategi WO (kelemahan peluang), strategi ST (kekuatan ancaman), dan
strategi WT (kelemahan ancaman).1[2]
Strategi SO memanfaatkan kekuatan internal perusaan untuk menarik keuntungan dari
peluang eksternal. Semua manajer menginginkan organisasi yang mereka pimpin

berada dalam posisi di mana kekuatan internal dapat digunakan untuk mengambil
keuntungan dari berbagai trend dan

kejadian eksternal. Jika sebuah perusahaan

memiliki kelemahan besar, maka perusahaan akan berjuang untuk mengatasinya dan
mengubahnya menjadi kekuatan. Ketika organisasi di hadapkan pada ancaman yang
besar, maka perusahaan akan berusaha menghindarinya untuk berkonsentrasi pada
peluang.
Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan cara mengambil
keuntungan dari peluang eksternal. Terkadang peluang-peluang besar muncul tetapi
perusahaan memiliki kelemahan internal yang menghalanginya memanfaatkan peluang
tersebut.
Strategi ST menggunakan kekuatan sebuah perusahaan untuk menghindari atau
mengurangi dampak ancaman eksternal. Hal ini bukan berarti bahwa suatu organisasi yang
kuat harus selalu menghadapi ancaman secara langsung di dalam lingkungan eksternal.
Strategi WT merupakan taktik defensif yang diarahkan untuk mengurangi kelamahan
internal serta menghindari ancaman eksternal. Sebuah organisasi yang menghadapi berbagai
1


ancama eksternal dan kelemahan internal benar-benar dalam posisi yang membahayakan.
Dalam kenyataannya, perusahaan yang semacam itu mungkin harus berjuang untuk bertahan
hidup, melakukan merger, penciutan, menyatakan diri bangkrut atau memilih likuidasi.
Walaupun matrik SWOT digunakan secara luas dalam perencanaan strategis, analisis
tersebut memiliki bebrapa keterbatasan. Pertama, SWOT tidak menunjukkan cara mencapai
suatu keunggulan kompetitif. Matriks itu harus dijadikan titik awal untuk diskusi mengenai
bagai strategi yang diusulkan dapat diterapkan serta berbagai pertimbangan biaya manfaat
yang pada akhirnya mengarah pada keunggulan kompetitif. Kedua, SWOT merupakan
penilaian yang statis (atau terpotong-potong) dan tunduk oleh waktu. Matriks SWOT bisa
jadi mempelajari sebuah gambar film dimana anda bisa melihat pameran utama dan
penataannya tetapi tidak mungkin dapat memahami alur ceritanya. Ketiga, analisis SWOT
bisa membuat perusahaan memberi penekanan yang berlebih pada satu faktor internal atau
eksternal tertentu dalam merumuskan strategi. Terdapat interelasi di antara faktor-faktor
internal dan eksternal utama yang tidak ditunjukkan dalam SWOT namun penting dalam
penggunaan strategi.

2. Pengertian Manajemen Strategis
Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan
pengevaluasian keputusan-keputusan lintas sahashanashsafinisinya, manajemen strategis
berfokus pada proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan

perencanaan untuk mencapai sasaran, serta mengalokasikan sumber daya untuk
menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen
strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu
bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Ada tiga tahapan dalam manajemen strategis,
yaitu perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi.
Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun
oleh dewan direksi dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut.
Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat
dengan bidang perilaku organisasi.
Manajemen strategis berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen strategis
adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana sumber daya
yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi tujuan strategis.

Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk
pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan
terus-menerus. Rencana strategis organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu
dikunjungi dan kembali dikunjungi. Bahkan mungkin sampai perlu dianggap
sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang terus harus dimodifikasi. Seiring dengan
adanya informasi baru telah tersedia, dia harus digunakan untuk membuat penyesuaian
dan revisi.

Berikut ini adalah beberapa pengertian manajemen strategi dari beberapa ahli:


Menurut Thomas Wheelen dkk (2010:105), Manajemen strategi adalah serangkaian
dari pada keputusan manajerial dan kegiatan-kegiatan yang menentukan keberhasilan
perusahaan dalam jangka panjang. Kegiatan tersebut terdiri dari
perumusan/perencanaan strategi, pelaksanaan/implementasi dan evaluasi.



Menurut Bambang Haryadi (2003:3), strategi manajemen adalah suatu proses yang
dirancang secara sistematis oleh manajemen untuk merumuskan strategi, menjalankan
strategi dan mengevaluasi strategi dalam rangka menyediakan nilai-nilai yang terbaik
bagi seluruh pelanggan untuk mewujudkan visi organisasi.



Menurut Mulyadi (2001:40), Manajemen strategi adalah suatu proses yang digunakan
oleh manajer dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi
dalam penyediaan costumer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen strategi
adalah seni dan ilmu untuk formulasi, implementasi dan evaluasi keputusan-keputusan
yang bersifat lintas fungsional, yang digunakan sebagai panduan tindakan bagi fungsi
SDM, pemasaran keuangan, produksi, dan lain-lain agar organisasi dapat mencapai
tujuannya.

3. Definisi Analisis Manajemen Strategi
Beberapa pakar dalam ilmu manajemen mendefinisikan manajemen strategis dengan
cara yang berbeda-beda. Ketchen (2009) mendefinisikan manajemen strategis sebagai

analisis, keputusan, dan aksi yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan dan
mempertahankan keunggulan kompetitif.[2] Definisi ini menggambarkan dua elemen
utama manajemen strategis. Pertama, manajemen strategis dalam sebuah perusahaan
berkaitan dengan proses yang berjalan (ongoing processes): analisis, keputusan, dan
tindakan. Manajemen strategis berkaitan dengan bagaimana manajemen menganalisis
sasaran strategis (visi, misi, tujuan) serta kondisi internal dan eksternal yang dihadapi
perusahaan. Selanjutnya, perusahaan harus menciptakan keputusan strategis. Keputusan
ini harus mampu menjawab dua pertanyaan utama: (1) industri apa yang digeluti
perusahaan dan (2) bagaimana perusahaan harus bersaing di industri tersebut. Terakhir,
tindakan diambil untuk menjalankan keputusan tersebut. Tindakan yang perlu dilakukan
akan mendorong manajer untuk mengalokasikan sumber daya dan merancang organisasi
untuk mengubah rencana menjadi kenyataan.
Elemen kedua, manajemen strategis adalah studi tentang mengapa sebuah perusahaan
mampu mengalahkan perusahaan lainnya. Manajer perlu menentukan bagaimana
perusahaan bisa menciptakan keunggulan kompetitif yang tidak hanya unik dan berharga,
tetapi juga sulit ditiru atau dicari subtitusinya sehingga mampu bertahan lama.
Keunggulan kompetitif yang mampu bertahan lama biasanya didapatkan dengan
melakukan aktivitas berbeda dengan apa yang dilakukan pesaing, atau melakukan
aktivitas yang sama dengan cara yang berbeda.

4. Posisi Analisis Manajemen Strategis
Porter (1996) mendefinisikan strategi sebagai "penciptaan posis unik dan berharga
yang didapatkan dengan melakukan serangkaian aktivitas."[3]. Porter menjabarkan tiga
basis posisi strategis. Ketiganya tidak mutually exclusive dan seringkali saling
bersinggungan. Basis pertama didapatkan dengan memproduksi bagian kecil (subset)
sebuah produk dari industri tertentu. Porter menyebutnya sebagai variety-based
positioning karena posisi ini berasal dari pemilihan produk, bukan berdasarkan
segmentasi konsumen. Dengan kata lain, perusahaan berusaha memenuhi sedikit
kebutuhan dari banyak orang. Porter menyontohkan Jiff Lube International yang hanya
memproduksi pelicin (lubricant) otomotif dan tidak menawarkan produk perawatan
lainnya. Variety-based positioning efektif bila perusahaan memiliki kemampuan

menciptakan produk subset tersebut dengan baik, jauh lebih unggul dibanding
pesaingnya.
Basis kedua adalah melayani sebagian besar atau bahkan seluruh kebutuhan dari seke
konsumen tertentu, yang disebut sebagai needs-based positioning. Contohnya adalah
IKEA yang berusaha memenuhi seluruh kebutuhan mebel, bukan hanya sebagian (subset),
untuk target pasarnya. Posisi ini didapatkan dengan melakukan serangkaian aktivitas
dengan cara berbeda dengan yang dilakukan pesaing. Apabila tidak ada perbedaan dalam
aktivitas, konsumen tidak akan mampu membedakan perusahaan bersangkutan dengan
pesaing. Varian dari model ini adalah memenuhi kebutuhan target pasar untuk waktu yang
berbeda-beda. Seorang konsumen, misalnya, memilki kebutuhan yang berbeda ketika ia
melakukan perjalanan untuk bisnis dan ketika dia melakukan perjalanan untuk liburan.
Perusahaan bisa mengambil posisi untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda dari
target pasar yang sama.
Basis ketiga didapatkan dengan menarget konsumen yang dapat diakses dalam cara yang
berbeda, yang disebut sebagai access-based positioning. Konsumen-konsumen ini,
meskipun memiliki kebutuhan dan keinginan yang hampir sama dengan konsumen
lainnya, membutuhkan konfigurasi aktivitas yang berbeda untuk memenuhi keinginan dan
kebutuhan tersebut. Porter mencontohkannya lewat Carmike Cinemas, yang
mengoperasikan bioskop hanya di kota-kota kecil yang padat, namun dengan populasi
kurang dari 200.000 orang. Meskipun pasarnya kecil dengan kemampuan pembeliannya
di bawah kota besar, Carmike Cinemas berhasil meraih keuntungan karena melakukan
aktivitas berbeda dengan yang ditawarkan bioskop-bioskop di kota besar, misalnya
dengan melakukan standardisasi, membuka hanya sedikit studio, dan menggunakan
teknologi proyektor yang lebih rendah dibanding dengan bioskop di kota besar.

5. Pembentukan Analisis Manajemen Strategi

Tugas pertama dalam manajemen strategis pada umumnya adalah kompilasi dan
penyebarluasan pernyataan misi. Aktivitas ini mendokumentasikan kerangka dasar
organisasi dan mendefinisikan lingkup aktivitas yang hendak dijalankan oleh organisasi.
Setelah itu, organisasi bersangkutan akan melakukan pemindaian lingkungan untuk
membangun keselarasan dengan pernyataan misi yang telah dibuat.
Pembentukan strategi adalah kombinasi dari tiga proses utama sebagai berikut:


Melakukan analisis situasi, evaluasi diri dan analisis pesaing: baik internal
maupun eksternal; baik lingkungan mikro maupun makro.



Bersamaan dengan penaksiran tersebut, tujuan dirumuskan. Tujuan ini harus
bersifat paralel dalam rentang jangka pendek dan juga jangka panjang. Maka di
sini juga termasuk di dalamnya penyusunan pernyataan visi (cara pandang jauh ke
depan dari masa depan yang dimungkinkan), pernyataan misi (bagaimana peran
organisasi terhadap lingkungan publik), tujuan perusahaan secara umum (baik
finansial maupun strategis), tujuan unit bisnis strategis (baik finansial maupun
strategis), dan tujuan taktis.

6. Komponen proses manajemen strategis
Manajemen strategis secara umum didefinisikan sebagai suatu proses yang
berorientasi masa depan yang memungkinkan organisasi untuk membuat keputusan hari
ini untuk memposisikan diri untuk kesuksesan pada masa mendatang. Pandangan yang
lebih tradisional dari manajemen strategis menggunakan pendekatan linear dimana
pertama dilakukan pemantauan terhadap lingkungan organisasi (baik internal dan
eksternal), strategi dirumuskan, strategi yang diimplementasikan dan lantas kemajuan
organisasi terhadap strategi kemudian dievaluasi. Kecepatan pacu saat ini dari perubahan
menyatakan bahwa tahap perumusan dan pelaksanaan harus lebih diintegrasikan lebih
erat untuk memastikan bahwa sejalan terjadinya perubahan dan timbulnya masalah di
implementasi, strategi tersebut kembali dikunjungi secara terus menerus.

Pemantauan lingkungan harus mencakup baik internal dan komponen eksternal.
Sementara sebagian besar organisasi merasa nyaman dengan pemindaian lingkungan
internal, mereka masih memiliki lebih banyak kesulitan dengan bagian eksternal.
Organisasi yang hanya melihat ke dalam masih kehilangan setengah dari persamaan utuh
untuk membuat keputusan yang lebih efektif bagi perusahaan. Beberapa elemen yang
biasa digunakan untuk memeriksa kondisi eksternal meliputi industri sebagai suatu
keseluruhan (termasuk tren yang berdampak pada industri), dan tren sosial dalam empat
bidang utama: ekonomi, teknologi, tren politik-hukum, serta sosial-budaya.
Ada tiga tingkatan strategi dibuat dalam organisasi yang lebih besar, yakni meliputi
strategi perusahaan, bisnis, dan fungsional (atau operasional). Sementara strategi
perusahaan akan menentukan bisnis apakah yang perusahaan akan benar-benar beroperasi
di sana, strategi bisnis akan menentukan bagaimana perusahaan akan bersaing di masingmasing bisnis yang telah dipilih. Dan strategi tingkat operasional akan menentukan
bagaimana masing-masing bidang fungsional (seperti sumber daya manusia atau
akuntansi) benar-benar akan mendukung strategi-strategi bisnis dan korporasi. Semua
strategi ini harus berkaitan erat untuk memastikan bahwa organisasi bergerak ke arah
yang menyatu.
Data dari pemantauan lingkungan ini kemudian digunakan untuk membuat rencana
strategis bagi organisasi - yang kemudian dilaksanakan. Sebuah pepatah lama menyatakan
bahwa "gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan untuk gagal”. Jika
sebuah organisasi tidak merencanakan arahnya, dia juga terbilang tidak mengambil
kendali atas masa depannya. Tahap implementasi melibatkan hampir semua anggota
organisasi. Akibatnya, perusahaan akan perlu melibatkan lebih banyak karyawan dalam
tahap perencanaan. Sementara perhatian historis lebih diberikan untuk tahap perencanaan,
organisasi saat ini yang cerdik juga menyadari sifat kritis dari aspek pelaksanaan.
Rencana terbaik tak ada artinya jika implementasinya cacat.
Komponen terakhir dari manajemen strategis adalah evaluasi dan pemantauan kemajuan
perusahaan ke arah sasaran strategisnya. Organisasi-organisasi yang meyakini bahwa
proses terbilang selesai setelah rencana diimplementasikan hanya akan menemukan diri
mereka menemui kegagalan. Penting sekali bagi organisasi untuk terus memantau
kemajuannya

Tujuan Manajemen Strategi
Menurut Suwandiyanto (2010:02), terdapat empat tujuan manajemen strategi, yaitu:
1. Memberikan arah pencapaian tujuan organisasi/perusahaan. Dalam hal ini,
manajer strategi harus mampu menunjukkan kepada semua pihak kemana arah tujuan
organisasi/perusahaan. Karena, arah yang jelas akan dapat dijadikan landasan untuk
pengendalian dan mengevaluasi keberhasilan.
2. Membantu memikirkan kepentingan berbagai pihak. Organisasi/perusahaan harus
mempertemukan kebutuhan berbagai pihak, pemasok, karyawan, pemegang saham,
pihak perbankan, dan masyarakat luas lainnya yang memegang peranan terhadap
sukses atau gagalnya perusahaan.
3. Mengantisipasi setiap perubahan kembali secara merata. Manajemen strategi
memungkinkan eksekutif puncak untuk mengantisipasi perubahan dan menyiapkan
pedoman dan pengendalian, sehingga dapat memperluas kerangka waktu/berpikir
mereka secara perspektif dan memahami kontribusi yang baik untuk hari ini dan hari
esok.
4. Berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Tanggung jawab seorang manajer
bukan hanya mengkonsentrasikan terhadap kemampuan atas kepentingan efisiensi,
akan tetapi hendaknya juga mempunyai perhatian yang serius agar bekerja keras
melakukan sesuatu secara lebih baik dan efektif.

Model Manajemen Strategi
Manajemen strategi berawal dari mengidentifikasi visi organisasi yang sudah ada, misi,
tujuan, dan strategi adalah titik awal yang logis untuk manajemen strategis karena situasi
sekarang perusahaan dan kondisi dapat menghalangi strategi tertentu dan bahkan mungkin
mendikte tindakan tertentu. Setiap organisasi memiliki visi, misi, tujuan, dan strategi,bahkan
jika unsur-unsur ini tidak sadar dirancang, ditulis, atau dikomunikasikan.
Manajemen strategi memiliki tahapan atau proses yang disusun dan terstruktur dalam bentuk
model seperti gambar di bawah ini (David, 2011:15):

Model Manajemen Strategi
Proses dan Tahapan Manajemen Strategi
David (2011:6) menjelaskan bahwa proses manajemen strategis terdiri dari tiga tahapan, yaitu
:
a. Perumusan Strategi (Strategy Formulation)
Perumusan strategi adalah tahap awal pada manajemen strategi, yang mencakup
mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang eksternal organisasi dan ancaman,
menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang,
menghasilkan strategi alternatif, dan memilih strategi tertentu untuk mencapai tujuan.
b. Implementasi Strategi (Strategy Implemented)
Implementasi strategi adalah tahap selanjutnya sesudah perumusan strategi yang ditetapkan.
Penerapan strategi ini memerlukan suatu keputusan dari pihak yang berwenang dalam
mengambil keputusan untuk menetapkan tujuan tahunan, menyusun kebijakan, memotivasi
karyawan, dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang dirumuskan dapat
dilaksanakan. Pada tahap ini dilakukan pengembangan strategi pendukung budaya,
merencanakan struktur organisasi yang efektif, mengatur ulang usaha pemasaran yang
dilakukan, mempersiapkan budget, mengembangkan dan utilisasi sistem informasi serta
menghubungkan kompensasi karyawan terhadap kinerja organisasi.
c. Evaluasi Strategi (Strategy Evaluation)
Evaluasi strategi adalah tahap akhir dalam manajemen strategis. Manajer sangat
membutuhkan untuk tahu kapan strategi tertentu tidak bekerja dengan baik; Evaluasi strategi

adalah alat utama untuk memperoleh informasi ini. Hal tersebut dapat dilakukan dengan
penilaian atau melakukan proses evaluasi strategi. Dalam penilaian strategi terdapat tiga
aktivitas penilaian yang mendasar, yaitu: Peninjauan ulang faktor-faktor eksternal dan
internal yang menjadi landasan bagi strategi saat ini, Pengukuran kinerja, dan 3).
Pengambilan langkah korektif. Penilaian strategi sangat diperlukan oleh suatu perusahaan
karena strategi yang berhasil untuk saat ini tidak selalu berhasil untuk di masa yang akan
datang.