6 bab v dan vi RPA RPM

BAB V
RENCANA PENGWASAN AKADEMIK (RPA) DAN RENCANA
PENGAWASAN MANAJERIAL (RPM)
Pencana Pengawasan Akademik mrupakana kegiatan supervisi tatap muka
pengawas sekolah setiap minggu dengan sasaran guru secara individu maupun
kelompok setiap guru binaan melalui pembinaan , pendampingan dan supevisi klinis ,
serta pembimbingan dan pelatihan guru sesuai dengan kompetensi dan tugas pokom
guru

yang merupakan uraian kegiatan dalam aspek/materi program semester

pengawasan.
A. RENCANA PENGWASAN AKADEMIK (RPA)
I.

Aspek/Masalah :

1.

Pembinaan


guru

menyusun

administrasi

perencanaan

pembelajaran sesuai dengan ketentuan .
2.

Pembinaan

guru

menyusun

administrasi

penilaian


pembelajaran sesuai dengan ketentuan
II. Tujuan

1.

:

:

Meningkatnya kemampuan guru menyusun kelengkapan administrasi
perencanaan pembelajaran sesuai dengan ketentuan

2.

Meningkatnya kemampuan guru menyusun kelengkapan administrasi
perencanaan pembelajaran sesuai dengan ketentuan

III. Indikator


1.

:

Guru mampu menyusun perencanaan dan Penilaian pembelajaran sesuai
dengan ketentuan.

2.

Guru melengkapi dokumen perencanaan dan penilaian pembelajaran
sesuai dengan kebutuhan pembelajaran setiap semestar

IV. Semester/ Tahun

: Ganjil/Genap , Tahun : 2016/2017

V. Waktu , Tempat dan Sasaran

:
46


1.

Penagawasan Akademik Berdasarkan Rumpun Mata Pelajaran matematika,
pembinaan dilakukan secara bergiliran pada guru matematika sebanyak 53
SMA/SMK/SLB

yang tersebar di 8 kecamatan mulai hari senin sampai hari

kamis selama 1 semester
2. Pengawasan akademik rumpun/mata pelajaran atematika dan mata pelajaran lain
selain matematika yang tidak ada pengawas rumpun/mata pelajaran.Dilakukan di
3 (tiga) sekolah binaan khusus sesuai SK pembagian Tugas.

VI. Strategi/Metode Kerja /Teknik Supervisi :
1. Dokumenter & wawancara
2. Pengamatan dan diskusi

VII. Skenario Kegiatan :
1. Pendahuluan

a. Penyampaian pembinaan awal perlunya guru menyusun kelengkapan
Administrasi Perencanaan Pembelajaran (APP) dan kelengkapan Perencanaan
Penilaian (AP)
b. . Pemberian motivasi pembiasaan menyusun kelengkapan APP dan
kelengkapan AP
c. Penyampaian informasi hasil penilaian APP dan AP sekaligus pembinaan
2. Kegiatan Inti
a. Penilaian perangkat APP dan AP semua guru menggunakan Intrumen .
b. Wawancara dengan setiap guru terkait dengan kelengkapan APP dan AP yang telah
disusun.
c. Usai penilaian, penyampaian informasi hasil penilaian sekaligus pembinaan
3. Penutup
47

a. Penguatan dan motivasi pentingnya penyusunan APP dan APP
b. Pengawas melakukan refleksi pelaksanaan penilaian APP san APP serta pembinaan

VIII. Sumber daya yang diperlukan :
- Buku Kerja Pengawasan
- Media Lap top

- Apliksi Instrumen Pengawasan

IX. Penilaian dan Instrumen
Penilaian : 1. Produk guru berupa perencanaan pembelajaran
2. Produk guru berupa penilaian pembelajaran
Instrumen : Format evaluasi penyusunan APP dan AP (sesuai dengan di Buku Kerja
Pengawas dan dikembangkan)

X. Rencana Tindak Lanjut :
Pengawas sekolah melakukan monitoring , penguatan dan pembinaan berkala
kelengkapan APP dan AP.

B. RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA)
1.Aspek/Masalah :

Peningkatan pembelajaran..
48

2. Tujuan


3.Indikator

:

:

:
Meningkatnya
kemampuan guru melaksanakan KBM

1. Guru dalam melaksanakan KBM sesuai dengan RPP yang
disusun.
2. Guru mampu mengembangkan KBM dengan baik
3. Guru mampu melaksanakan pembelajaran aktif

4. Semester/ Tahun

: Ganjil/Genap , Tahun : 2016/2017

5. Waktu dan sekolah Yang dikunjungi

a. Penagawasan

Akademik

Berdasarkan

Rumpun

Mata

Pelajaran

matematika,

pembinaan dilakukan secara bergiliran pada guru matematika sebanyak 53
SMA/SMK/SLB yang tersebar di 8 kecamatan mulai hari senin sampai hari kamis
selama 1 semester
b. Pengawasan akademik rumpun/mata pelajaran atematika dan mata pelajaran

lain


selain matematika yang tidak ada pengawas rumpun/mata pelajaran.Dilakukan di 3
(tiga) sekolah binaan khusus sesuai SK pembagian Tugas.
6. Tempat

:

Di setiap sekolah binaan

7. Sasaran

: 40 guru

8. Strategi/Metode Kerja /Teknik Supervisi : Pengamatan dan diskusi
9. Skenario Kegiatan :
a. Pendahuluan
1).. Pra supervisi KBM penyampaian informasi untuk supervisi KBM
2). Melihat persiapan pembelajaran yang akan disupervisi KBM-nya
3). Pemberian motivasi pembiasaan menyusun kelengkapan APP
4). Penyampaian informasi hasil supervisi sekaligus pembinaan

49

:

b. Kegiatan Inti
a. Supervisi kunjungan kelas menggunakan program e_Pengawasan
b. Diskusi hasil supervise bersama guru yang disupervisi sekaligus pembinaan
c. Penutup
a. Penguatan dan motivasi pentingnya supervise kunjungan kelas
b. Pengawas melakukan refleksi pelaksanaan supervisi

9. Sumber daya yang diperlukan :
- Buku Kerja Pengawasan
- Media Lap top
- Soft ware program e_Pengawasan
10. Penilaian dan Instrumen
Penilaian : Kesesuaian RPP dengan KBM
Instrumen : Format evaluasi menggunkan RPP KTSP 2016 (sesuai dengan di Buku Kerja
Pengawas dan dikembangkan)
11. Rencana Tindak Lanjut :

Pengawas sekolah melakukan monitoring, penguatan dan pembinaan berkala
tentang KBM.

C. RENCANA PENGAWASAN MANAJERIAL (RPM)

50

Rencama pengawasan manajerial merupakan kegiatan supervisi tatap muka pengawas
sekolah dengan kepala sekolah binaan secara individu maupun kelompok (MKKS) memlaui
pembinaan,pendampingan, Focus Group Discussion (FGD) , Benchmarking sesuai dengan
tugas pokok dan kompetensi yang haus dimiliki olej kepla sekolah.

RENCANA PENGAWASAN MANAJERIAL (RPM)

A. Aspek/Masalah

:

Perkembangan pelaksanaan 4 SNP.

B. Tujuan

:

Meningkatnya pelaksanaan 4 SNP.

C. Indikator

: 1. Sekolah dapat melaksanakan 4 SNP denga baik.
2. Sekolah dapat m,eningkatkan 4 SNP sesuai dengan renca
yang disusun.

D. Semester/ Tahun

:

Semester : Ganjil, Tahun : 2016/2017

E. Waktu dan sekolah binaan

:

1. Pengawasan Manajerial pada Sekolah Binaan
No.
1
2
3

Sekolah Binaan
SMAN 1 Dompu

SMAN 3 Woja
SMA IT Adda'wah

Waktu
Setiap sabtu minggu I & III
Setiap sabtu minggu II
Setiap Minggu IV

Keterangan

F. Tempat

:

Di setiap sekolah binaan

G. Sasaran

: Kepala Sekolah dan Pokja SNP

H. Strategi/Metode Kerja /Teknik Supervisi : Dokumenter dan wawancara

I. Skenario Kegiatan :
1. Pendahuluan
a. Penyampaian pembinaan awal perlunya melaksanaan SNP dengan efektif
51

b. Pemberian motivasi melaksanakan SNP
c. Penyampaian informasi hasil pemantauan
2. Kegiatan Inti
a. Pemantauan dan penilaian dokumen 4 SNP dan implementasinya menggunakan
program e_Pengawasan
b. Wawancara dengan setiap Koordinator kelompok kerja (Pokja) 4 SNP.
c. Usai pemantauan dan penilaian, penyampaian informasi hasil penilaian sekaligus
pembinaan
3. Penutup
a. Penguatan dan motivasi pentingnya melaksanakan SNP secera fektif dan terprogram
b. Pengawas melakukan refleksi pelaksanaan pemantauan

J. Sumber daya yang diperlukan :
- Buku Kerja Pengawasan
- Media Lap top
- Instrumen Aplikasi Pengawas.
K. Penilaian dan Instrumen
Penilaian : Dokument 4 SNP dan wawancara
Instrumen : Menggunakan instrument akriditasi
L. Rencana Tindak Lanjut :
Pengawas sekolah melakukan monitoring, penguatan dan pembinaan
berkala dokumen SNP dan pelaksanaannya .

BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
52

Setelah tersusunnya program pengawasan tahun pelajaran 2016/2017 untuk
kegiatan pengawasan yang mengacu pada Permendiknas Nomo 143 tahun 2017 serta
memperhatikan unsur-unsur kegiatan pengawasan pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)
yang meliputi : (1) Pembinaan guru dan atau Kepala Sekolah; (2) Pemantauan SNP; (3)
pembimbingan professional guru dan atau Kepala Sekolah; (4) Penilaian Kinerja Guru
dan atau Kepala Sekolah; (5) Pembimbingan Kompetensi guru dan atau Kepala
Sekolah; (6) Penyusunan program pembimbingan dan (7)) Evaluasi hasil pembimbingan
guru dan atau Kepala Sekolah maka dalam pelaksanaannya diharapkan dapat
berlangsung baik dan efektif.
Untuk menunjang dan membantu pelaksanaan pengawasan agar berlangsung
secara efektif dengan hasil semaksimal mungkin maka dalam pelaksanaan program
menggunakan Instrumen Pengawasan yang mengacu pada Permendiknas 143 thn 2014
dan Buku Kerja Pengawas Sekolah. Intrimen tersebut telah dibuatkan aplikasinya
sehinggan membantu sampai pada pelaksanaan analisis, pembahasan sampai dengan
simpulan dan rekomendasi.
Dengan dukungan semua pihak khususnya untuk sekolah binaan maka diharapkan
program pengawasan yang telah disusun ini dapat dilaksanakan dengan baik
danmaksimal. Terima kasih.

B. Saran-Saran

53

1. Peningkatan penerapan iman dan taqwa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah
dari seluruh kinerja sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa dan
pengawas sekolah dengan dijiwai semangat ibadah, ikhlas karena Alloh.
2. Perlunya koordinasi, kerjasama dan sinergi berbagai komponen pendidikan /
pembelajaran di sekolah yang bagus, baik antara guru, siswa, kepala sekolah dan
pengawas sekolah serta stakeholder dari sekolah.
3. Perlunya keteladanan, pembiasaan kerja yang professional dengan menerapkan
prinsip-prinsip

manajemen

seperti,

semua

kegiatan

di

sekolah

harus

direncanakan dengan baik, diorganisasi dengan jelas, terukur serta dilaksanakan
dengan penuh kesungguhan dan amanah.

DAFTAR RUJUKAN
54

1.

Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional,

2.

Undang-Undang Nomor: 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah,

3.

Undang-Undang Nomor: 25 Tahun 2000 Tentang Program Pembangunan
Nasional (Propenas),

4.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen

5.

Peraturan Pemerintah Nomor: 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional
Pendidikan (SNP)

6.

Peraturan Pemerintah Nomor: 74 Tahun 2009 Tentang Guru,

7.

Keputusan Mendikbud Nomor: 020/U/1998 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanan
Jabatan Funsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya.

8.

Keputusan

Menpan

Nomor:

091/KEP/M.PAN/10/2001

Tentang

Jabatan

Fungsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya
9.

Keputusan Mendiknas Nomor: 097/U/2002 Tentang Pedoman Pengawasan
Pendidikan, Pembinaan Pemuda Dan Pembinaan Olah Raga.

10.

Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Kurikulum Pendidikan
Dasar Dan Menengah.

11.

Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompeensi Lulusan
Pendidikan Dasar Dan Menengah.

12.

Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksananaan Permendiknas
Nomor 22 Dan 23 Tahun 2006.

13.

Permendiknas No. 12 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi Pengawas
Sekolah

14.

Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi Kepala
Sekolah

15.

Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Kualifikasi Dan Standar
Kompetensi Guru

16.

Permendiknas Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan.

17.

Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan
Dasar Dan Menengah

18. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan

Kepala

Badan

Kepegawaian Negara Nomor 01/III/Pb/2011 Dan Nomor 6 Tahun 2011 tentang
55

Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka
Kreditnya
19. Permendiknas No. 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan
Angka Kreditnya
20. Permendikbud Nomor 143 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pengawas
Pengawas dan Angka Kreditnya.
21. Program kepengawasan tahun pelajaran 2013/2017.

22.

Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Evaluasi Pendidikan Dasar
Dan Menengah.

23.

Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar
Dan Menengah

24.

Peraturan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu

Tentang Tentang Sistem

Pengelolaan Pendidikan Di Pemerintah Kabupaten Dompu .

GLOSARIUM

56

1. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di
seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang
terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
3. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat
dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
4. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
5. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan
dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi
mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik
pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
6. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar
kompetensi lulusan.
7. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan
kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.
8. Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan
dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat
beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat
berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk
menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi.
9. Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat
satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi
dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
10. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya
operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.
11. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan
dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

57

12. Biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang
diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat
berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara
teratur dan berkelanjutan.
13. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
14. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan dalam Peraturan
Pemerintah ini untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat
satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan.
15. Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun
oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
16. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi
diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis
pendidikan tertentu.
17. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian hasil belajar peserta didik.
18. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu
pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan
jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan.
19. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau
kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik .
20. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu
satuan pendidikan.
21. Akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan program dan/atau satuan pendidikan
berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
22. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan
mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan, memantau pelaksanaan,
dan mengevaluasi standar nasional pendidikan;
23. Departemen adalah departemen yang bertanggung jawab di bidang pendidikan;
24. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut LPMP adalah unit
pelaksana teknis Departemen yang berkedudukan di provinsi dan bertugas untuk
58

membantu Pemerintah Daerah dalam bentuk supervisi, bimbingan, arahan, saran,
dan bantuan teknis kepada satuan pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan
nonformal, dalam berbagai upaya penjaminan mutu satuan pendidikan untuk
mencapai standar nasional pendidikan;
25. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah yang selanjutnya disebut BAN-S/M
adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan
pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu
pada Standar Nasional Pendidikan.
26. Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal yang selanjutnya disebut BANPNF adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau
satuan pendidikan jalur pendidikan nonformal dengan mengacu pada Standar
Nasional Pendidikan.
27. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut BAN-PT
adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan
pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional
Pendidikan.

59

LAMPIRAN :
1. Surat Tugas Pengawasan
2. Pembagian Tugas Pengawasan
3. Daftar Sekolah Binaan (Akademik dan Manajerial)
4. Rincian Tugas Pengawas Sekolah
5. Jadwal Kunjungan Supervisi Akademik dan Manajerial
6. Kalender Pendidikan Thn 2016/2017
7. Instrumen Pembinaan Guru dan Kepala Sekolah
8. Instrumen Pemantauan Pelaksanaan SNP
9. Instrumen Penilaian Kenirja Guru dan Kepala Sekolah
10. Blanko daftar Hadir
11. Blangko Suraat Keterangan Telah melaksananakan pembinaan
12. Blangko Suraat Keterangan Telah melaksananakan pemanatauan
13. Blangko Suraat Keterangan Telah melaksananakan telah melakukan penilaian
kinerja

60

61