Perancangan Interior Institut Musik Indonesia Dengan Konsep KOntemporer.

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik. Tugas akhir ini dibuat sebagai prasyarat akademis dalam mencapai gelar Sarjana Desain Interior, Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Adapun judul tugas akhir ini adalah “PERANCANGAN INTERIOR INSTITUT MUSIK INDONESIA DENGAN KONSEP KONTEMPORER”.

Tugas akhir ini dapat terlaksana berkat dukungan dan kerjasama yang baik dari dosen pembimbing, teman-teman serta pihak-pihaklain sehingga dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini, penulis juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan berkat dan membimbing penulis di jalan yang benar.

2. Bapak Gai Suharja, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha

3. Bapak Krismanto K,ST.,MT., selaku Ketua Jurusan Desain Interior

4. Ibu Yunita Setyoningrum M.Ds., selaku Sekretaris Jurusan Desain Interior 5. Ibu Tantri Oktavia, ST.,M.Ars., selaku Koordinator Tugas Akhir Desain

Interior atas konsultasi dan sarannya.

6. Bapak Tri Haryotedjo, SD.Int., selaku dosen Pembimbing I yang telah bersedia membimbing dan memberikan pengetahuan serta saran-saran yang berharga.


(2)

7. Ibu Isabella Isthipraya Andreas, S.DS., selaku dosen Pembimbing II yang telah bersedia membimbing dan memberikan pengetahuan serta saran-saran yang berharga.

8. Ibu Irena VG Fajarto, ST.,M.Ecom., selaku dosen penguji I atas koreksi dan sarannya.

9. Ibu Ferlina, ST.,MT., dosen penguji II atas koreksi dan sarannya.

10.Dosen-dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha lainnya yang telah mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan.

11.Keluarga dan orang tua yang selalu mengasihi, mendampingi dan mendukung baik secara material dan rohani.

12.Teman-teman dan pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat memberikan informasi yang diperlukan. Penulis memohon maaf apabila ada kesalahan ataupun kekurangan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Segala kritik dan saran sangat diharapkan sebagai masukan yang berharga.

Bandung, 16 Juli 2008

Penulis


(3)

ABSTRAK

Pendidikan menjadi suatu harapan dan jalan bagi seseorang untuk dapat mewujudkan cita-citanya karena lewat pendidikan inilah manusia sebagai individu dipersiapkan untuk dapat terjun ke lingkungan masyarakat. Perancangan suatu sarana pendidikan yang layak dan memadai bagi terselenggaranya proses di dalamnya, tak lepas dari peran serta rancangan interior. Selain itu bertujuan untuk memfalitasi kegiatan belajar-mengajar, menunujang sistem pembelajaran dan kurikulum serta menciptakan suasana yang kondusif, perancangan interior Institut Musik Indonesia juga bertujuan untuk memfasilitasi pendidikan non formal yaitu proses sosialisasi atau interaksi sosisal yang diperlukan untuk menjadi seorang individu yang berkualitas.


(4)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PERNYATAAN

LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI

KATA PENGANTAR……….……….i

ABSTRAK………ii

DAFTAR ISI………iv

DAFTAR GAMBAR……….viii

DAFTAR LAMPIRAN……….x

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………..…....1

1.2 Rumusan Masalah………...4

1.3 Tujuan Perancangan Interior IMI….………..…5

1.4 Batasan Masalah………...6

1.5 Sumber Desain………...6

1.6 Metode Penelitian………...7

1.7

Sistematika Penulisan..………..8

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Gaya Desain Arsitektur Post-Modern...9

2.2 Konsep Filosofos-Ideologis Desain Post-Modern...10

2.3 Gaya (Style)...11

2.4 Hybrid...12

2.5 Kondisi Ideal Auditorium...12

2.6 Kekerasan Bunyi (loudness) yang cukup...14

2.7 Distribusi Bunyi yang merata di setiap bagian Ruang (Difusi Bunyi)...16

2.7.1 Karakteristik waktu dengung...17


(5)

2.7.2 Ruangan bebas cacat akustik

(eliminasi cacat akustik ruang)...17

2.7.3 Gema...17

2.7.4 Gaung...18

2.7.5 Pemusatan bunyi...19

2.7.6 Distorsi Bunyi...19

2.7.7 Resonansi Ruang...20

2.7.8 Bayangan Bunyi...20

2.7.9 Serambi Bisikan (Whispering Gallery)...20

2.8 Jenis Auditorium...20

2.9 Bentuk Denah Auditorium...21

2.9.1 Pentas Prosenium...22

2.9.2 Pentas Terbuka...22

2.9.3 Pentas Area...23

2.9.4 Multiple use Theater...24

2.10 Bentuk Auditorium………..24

2.10.1 Bentuk segi empat...24

2.10.2 Bentuk Lingkaran...24

2.10.3 Bentuk segitiga...25

2.10.4 Bentuk Hexagonal...25

2.10.5 Bentuk Tapal Kuda...25

2.10.6 Bentuk Tidak Beraturan...26

2.11 Tata Ruang Dalam...26

2.11.1 Terhadap Akustik Ruang...26

2.11.2 Terhadap Pandangan...27

2.11.3 Penataan Tempat Duduk...27

2.11.4 Sirkulasi dalam bangunan...28

2.11.5 Elemen Ruang Dalam...29

2.12 Utilitas...30

2.12.1 Sistem Pencahayaan...30

2.12.2 Sistem Penghawaan...31


(6)

2.13 Pengendalian Bising...32

2.13.1 Pengaruh Bising...32

2.14 Rancangan Arsitektur...34

2.15 Penggunaan Material Penyerap Bunyi...35

2.16 Konstruksi Insulasi Bunyi...38

2.17 Lantai dan Plafond...39

2.18 Dinding...39

2.19 Kaca...40

2.20 Pintu...41

2.21 Pengertian Gaya Desain POST-MODERN...41

2.22 Sejarah Musik………...44

2.23 Perkembangan Musik Modern...46

2.24 Musik Kontemporer...48

BAB III DATA DAN ANALISA 3.1 Deskripsi Proyek...51

3.2 Struktur Organisasi...51

3.3 Sistem Perkuliahan dan Proses Pengajaran...52

3.4 Program Studi dan Kurikulum...53

3.4.1 Program Studi S1...53

3.5 Informasi Fisik...57

3.5.1 Lokasi Tapak...57

3.5.2 Besaran Tapak...57

3.5.2.1 Data Teknis Tapak...57

3.5.2.2 Garis Sempadan Bangunan (GSB)...58

3.5.2.3 Batas Fisik Tapak...58

3.5.3 Karakteristik Tapak...58

3.5.4 Pencapaian...59

3.5.5 Kondisi Lingkungan Sekitar dan Potensi Tapak...59

3.5.5.1 Potensi Tapak...59

3.5.5.2 Bangunan dan Kondisi Sekitar...60

3.5.5.3 Infrastrustur dan Vegetasi Sekitar...61

3.6 Informasi User...62


(7)

3.6.1 Data Mahasiswa...62

3.6.2 Data dosen...62

3.6.3 Data Staff...62

3.7 Aktivitas...63

3.8 Analisa Kebutuhan Ruang...64

3.9 Analisa Kedekatan Ruang dan Sirkulasi...68

3.10 Flow Activity...69

BAB IV KONSEP DAN DESAIN 4.1 Konsep Organisasi Ruang………70

4.1.1 Horizontal………..70

4.1.2 Vertikal………..70

4.2 Konsep Bentuk………..72

4.3 AUDITORIUM...72

4.3.1 Konsep Berpikir...72

4.3.2 Konsep Visual...72

4.3.2.1 Konsep Warna………...73

4.3.2.2 Konsep Material………74

4.4 Titik Tujuan Pandangan………..75

4.5 Waktu Dengung...78

4.6 Ketinggian Ramp……….………..81

4.7 Pencahayaan General………...81

4.8 Sistem Kebakaran……….82

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan………85

5.2 Saran………..85

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP PENULIS


(8)

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 2.1 SOUND LOCK ROOM...35

GAMBAR 2.2 PENYERAP BUNYI DAN INSULATOR BUNYI...36

GAMBAR 2.3 POROUS ABSORBER………...…...36

GAMBAR 2.4 MEMBRANE ABSORBERS………...…37

GAMBAR 2.5 CAVITY RESONATORS………...……….…..…37

GAMBAR 2.6 PERFORATED PANEL ABSORBERS………...………….…38

GAMBAR 2.7 TIPIKAL KONSTRUKSI INSULASI BUNYI PADA RUANG SIARAN...38

GAMBAR 2.8 BEBERAPA SUSUNAN PARTISI GANDA DENGAN DETAIL YANG BERKONTRIBUSI DALAM MENAMBAH INSULASI BUNYI...39

GAMBAR 2.9 TEBAL DINDING MEMPENGARUHI TINGKAT INSULASI BUNYI...40

GAMBAR 2.10 PENGGUNAAN KACA 2 LAPIS...40

GAMBAR 2.11 POTONGAN KACA 2 LAPIS...40

GAMBAR 2.12 PINTU GANDA ...41

GAMBAR 2.13 SEJARAH MUSIK………...…………...46

GAMBAR 2.14 PERKEMBANGAN MUSIK MODERN…………...……….47

GAMBAR 2.15 PERKEMBANGAN MUSIK MODERN 2………...………..48

GAMBAR 2.16 MUSIK KONTEMPORER……….……….50

GAMBAR 3.1 STRUKTUR ORGANISASI………..51

GAMBAR 3.2 KONDISI SEKITAR………..60

GAMBAR 3.3 INFRASTRUKTUR SEKITAR……….61

GAMBAR 3.4 AKTIVITAS MAHASISWA……….63

GAMBAR 3.5 AKTIVITAS DOSEN DAN PENGELOLA………..63

GAMBAR 3.6 AKTIVITAS PENGUNJUNG AUDITORIUM DAN PENGISI…..64

GAMBAR 3.7 ANALISA KEDEKATAN RUANG……….68

GAMBAR 3.8 FLOW ACTIVITY………69


(9)

GAMBAR 4.1 KONSEP ORGANISASI RUANG VERTIKAL………..71 GAMBAR 4.2 LOGO IMI……….73 GAMBAR 4.3 TITIK TUJUAN PANDANGAN……….75 GAMBAR 4.4 POTONGAN PEMANTULAN BUNYI YANG BAIK…………...76 GAMBAR 4.5 SUDUT PEMANTULAN………..77 GAMBAR 4.6 PERBANDINGAN PEMANTULAN………...77


(10)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A, OUTPUT DESAIN


(11)

BAB I PENDAHULUAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perguruan tinggi ini bukanlah sekedar lembaga kursus biasa, tapi adalah sebuah pembelajaran musik yang memfokuskan diri pada gaya musik kontemporer. Ilmu-ilmu yang bisa didapat di fakultas ini merupakan bekal utama para musisi untuk dapat survive dan 'bertempur' di industri musik Indonesia yang kian berkembang dengan pesat saat ini.

Fasilitas perguruan tinggi musik sangat mendukung proses pembelajaran. Diantaranya adalah Auditorium yang luas dan eksklusif yang dilengkapi dengan alat musik lengkap, lighting, sound system dan video camera. Disana anda dapat menikmati clinic, seminar, master class, concert dan bahkan anda sendiri dapat tampil disana bersama musisi-musisi favorite anda. Tentu saja, penampilan anda akan direkam oleh kamera video dan dapat menyaksikan sendiri bagaimana performance anda disana.

Masih banyak lagi fasilitas yang dapat anda nikmati disana antara lain adalah Perpustakaan yang dilengkapi dengan ratusan video instruksional dari musisi2 dunia, buku, cd dan vcd yang dapat anda tonton, dengarkan dan baca habis di ruangan tersebut yg juga dilengkapi dengan Tv, video, cd player dan vcd player.

Laboratorium Sequencing andalah tempat dimana anda dapat membuat komposisi

musik dgn fasilitas yang computer, termasuk mengaransemen, berkesperimen dgn musik-musik baru dan program musik, dan bahkan merekam sendiri lagu yang anda


(12)

BAB I PENDAHULUAN

ciptakan langsung ke CD. Laboratorium Ear Training yang merupakan tempat untuk mengasah kepekaan pendengaran mengenai nada, cord, interval, melodi dan lain-lain

Perencanaan fasilitas yang telah di rencanakan oleh desainer tidak cukup untuk memenuhi kriteria sebuah perencanaan sekolah tinggi musik. terdapat beberapa problem yang harus dituntaskan oleh desainer. Dalam hal tersebut desainer harus memikirkan bagaimana sebuah pemikiran tentang fasilitas-fasilitas

yang sudah terpikirkan dapat dituangkan ke dalam sebuah konsep yang dapat mencakupi semua itu. Situasi yang akan diharapkan bagaimana sebuah fakultas musik dapat memberikan suasana dalam pengajaran yang ringan, dan serius. di samping itu pun bagaimana suasana di luar pembelajaran dapat tercipta suasana yang nyaman dan memberikan unsur kekerabatan. Aplikasi tata cahaya sebagai unsur pendukung desain sebuah ruangan, sangat menentukan hasil akhir dalam interior sebuah ruangan. Penempatan lampu tidak sekedar indah dilihat tetapi lebih daripada itu, pencahayaan umum maupun pencahayaan khusus pada spot-spot tertentu akan menambah nilai tampilan desain secara keseluruhan.

Perancangan sebuah sistem akustik haruslah diutamakan, karena erat hubungannya antara alunan musik dan akustik sebuah ruangan. Tidak lupa juga merancang sistem kedap suara yang tidak menimbulkan kebising keluar dari area sekolah. Musik tidak lengkap tanpa pengaturan atau penempatan peralatan musik, di sini desainer harus memikirkan penempatan sebuah peralatan musik yang tepat dan ideal, karena bila salah penempatan peralatan musik terutama amplifier dapat menimbulkan suara yang mendengung. maka dari itu harus diperhatikan antara sistem akustik ruangan dan penempatan. Tidak enak bila sebuah alunan musik yang


(13)

BAB I PENDAHULUAN

terdengar lembut tiba-tiba karena ada kesalahan akustik ruangan dan penempatan dapat menimbulkan suara yang bergema, berdengung, dan tidak jelas.

Dalam suasana pengajaran para pelajar pasti mendengarkan intruksi dari seorang pengajar, maka harus diperhatikan suara dan sudut pandang dari pelajar. Suara yang sampai ke pelajar haruslah jelas dan dapat dimengerti, serta sudut pandangan yang jelas.

Perkembangan dan pengaruh suatu gaya desain cenderung cepat menyebar oleh makin pesatnya perkembangan teknologi, komunikasi, dan informasi serta berbagai perubahan geopolitik serta ekonomi. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah makin homogennya selera dunia akibat berkembangnya sistem ekonomi global serta ekspansi korporasi multinasional yang boleh dikatakan ikut mempengaruhi wajah dunia dewasa ini. Sementara perkembangan dan pengaruh suatu gaya desain dalam suatu wilayah tertentu dan suatu negara ditentukan oleh faktor percepatan pertumbuhan dan perubahan ekonomi-politik-sosial dan budaya. Oleh sifatnya yang universal, maka desain merupkan suatu bidang yang tidak mengenal batas geografis meskipun di sana-sini terdapat berbagai perbedaan yang bersumber pada akar budaya lokal dan regional.

Gaya intenational style yang berakar dari modernisme telah mengubah wajah dunia ke dalam satu bentuk desain yang seragam. Dunia menjadi makin homogen dan monoton. Desain gedung-gedung yang dibangun hanya berdasarkan peniruan atau pengulangan atas bangunan modern yang ada. Gaya international style sendiri akhirnya terjebak, berkembang hanya seputar penyempurnaan teknik semata dan mengabaikan aspek-aspek yang hidup di masyarakat.


(14)

BAB I PENDAHULUAN

Sebagai disiplin ilmu yang salah-satu cirinya adalah mengalami perkembangan, desain interior merupakan disiplin ilmu yang memiliki sejarah dan arah perkembangan yang menarik. Oleh sifat estetikanya yang tidak bebas nilai, karena berhubungan langsung dengan pemenuhan kebutuhan manusia dalam pengertian yang paling kompleks, maka desain interior memiliki peluang yang besar dalam menerima konsep gaya desain Post-Modern, terutama dalam penekanan terhadap aspek komunikasi yang menjadi titik sentral dalam konsep desain

Post-Modern.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut ,maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam laporan ini yaitu :

1. Fungsi

o Apakah institut musik dapat menarik minat bagi para musisi ?

2. Fisik

o Apakah luas bangunan dapat memenuhi kebutuhan ruang untuk institut

musik ?

o Apakah standar akustik dari gedung sudah memenuhi syarat ? 3. Eksternal

o Apakah dengan adanya institut musik dapat merubah citra permusikan tanah air ?

o Dapatkah masyarakat mengenal dengan adanya institut ini ?


(15)

BAB I PENDAHULUAN

1.3 Tujuan Perancangan Interior IMI

Tujuan Perancangan Interior Institut Musik Indonesia :

1. Fungsi

o Merancang sebuah institut musik yang dapat menarik peminat bagi para musisi untuk dapat mengetahui lebih lanjut dan mendalam pengetahuan tentang musik kontemporer

2. Fisik

o Merancang sebuah institut musik yang sesuai dengan bentuk luar atau fisik gedung, sehingga interior bangunan dan eksterior bangunan menjadi menyatu o Merancang sebuah institut musik dengan sistem akustik yang baik, karena musik di sini sangat berhubungan erat dengan pendengaran. Jika sistem akustik tidak baik, maka musik yang akan di sampaikan tidak akan jelas sampai ke pedengar.

3. Eksternal

o Merancang sebuah institut musik yang bertujuan untuk dapat merubah citra permusikan tanah air dengan cara meningkat proses pembelajar dengan kurikulum yang baik

o Merancang sebuah institut musik yang dapat diterima oleh masyarakat

nasional maupun internasional


(16)

BAB I PENDAHULUAN

1.4 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam proyek ini adalah sebagai berikut :

1. Perancangan desain interior yang mampu menjawab dan memberikan solusi bagi permasalahan yang terjadi dalam sebuah institusi pendidikan tinggi yang bergerak dalam bidang seni musik.

2. Perancangan desain interior yang baik, aman dan menunjang sistem

pembelajaran yang berlangsung.

3. Perancangan desain interior yang mendorong kreatifitas mahasiswa dan

kinerja dosen serta staff yang berada di lingkungan institut.

1.5 Sumber Desain

Sumber data yang diperoleh penulis terdiri dari :

1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dengan sumber-sumber yang terkait seperti staff-staff, dosen, mahasiswa dan mahasiswi.

2. Data Sekunder, data yang diperoleh dari hasil studi pustaka maupun media lainnya seperti situs internet.


(17)

BAB I PENDAHULUAN

1.6 Metode Penelitian

Langkah-langkah penelitian yang dilakukan dalam proyek ini dapat dilihat dari skema di bawah ini :

Penentuan Proyek

Informasi / Data

(Manusia, Kegiatan, Lingkungan, Eksternal)

Observasi Studi Literatur Studi Proyek sejenis Wawancara

Problem Statement

(Merumuskan Permasalahan)

Problem Requirement

(Analisa Kebutuhan)

Problem Solving

(Merumuskan Konsep dan Output Desain)

Kesimpulan dan Saran

GAMBAR 1.1 METODOLOGI PENELITIAN


(18)

BAB I PENDAHULUAN

1.7 Sistematika Penulisan

Penulisan laporan Tugas Akhir ini terdiri dari beberapa bagian yaitu :

1. Bab I Pendahuluan, terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan perancangan interior, batasan masalah, sumber desain, metodologi penelitian, serta sistematika penulisan.

2. Bab II Landasan Teori, berisi tentang hasil studi literature dan studi terhadap standar yang dibutuhkan dalam perancangan interior.

3. Bab III Data dan Analisa, berisi tentang data proyek serta hasil analisa terhadap user, kegiatan, lingkungan dan analisa kebutuhan proyek IMI.

4. Bab IV Konsep dan Desain, membahas tentang konsep perancangan interior, keputusan-keputusan desain, skema warna dan material serta hasil output desain.

5. Bab V Kesimpulan dan Saran, berisi tentang hasil kesimpulan terhadap

proses yang dilakukan dan saran terhadap IMI.


(19)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil studi, analisis sampai dengan proses percangan, penulis menyimpulkan bahwa perancangan interior merupakan suatu rangkaian proses perancangan yang kompleks yang mana melibatkan banyak aspek di dalamnya. Tujuan tugas akhir perancangan interior Institut Musik Indonesia ini adalah memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar, menunjang sistem pembelajaran dan kurikulum, menciptakan suasana yang kondusif, memberikan kontribusi dalam usaha pemenuhan kebutuhan mahasiswa sebagai individu untuk terjun di tengah-tengah masyarakat serta menginterpretasikan visi dan misi IMI dalam rancangan desain interior yang sesuai.

5.2 Saran

Sebagai sebuah institut pendidikan formal, IMI hendaknya juga memperhatikan bahwa kebutuhan sebagian besar usernya yaitu mahasiswa bukan hanya kurikulum tetapi juga sosialisasi atau interaksi social yang berlangsung di dalamnya, karena pendidikan dapat diperoleh bukan hanya dari kurikulum saja tetapi juga dari proses social. Penulis menyarankan bahwa perancangan interior IMI dapat melibatkan beberapa aspek lain seperti aspek estetik, aspek sosisal, aspek lingkungan dan lain-lain selain dari aspek fungsional, sehingga perancangan interior dapat memberikan kontribusi bagi lahirnya individu-individu yang berkualitas.


(20)

DAFTAR PUSTAKA

DR. Rhoderick, J. McNeil, 1998. Sejarah Musik 1. Jakarta : PT. TBK Gunung Mulia. Madam Sarup, Postrukturalisme & Posmodernisme

Georgia, 1993. The University of Greogia Press. Yogyakarta : Jala Sutra. Leslie L. Doelle,Eng., M.Arch, 1985. Akustik Lingkungan. Jakarta : Erlangga Roderick Ham, 1987. Theater Planning. London : The Architectural Press Imelda Akmal, 2006. Lighting. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Kraus Sikes, 1994. The Guild 9, The Architect’s og Artist and Artisans. Winconsin : Madison

Francisco Asensio Cenver, 1991. Places Of Entertainment. Spain : Atrium

Edwards D Mills, 1976. Planning : Buildings for Administration Entertainment and

Recereation. New York : Krieger Publishing Company.

Neufert,Ernts ; alih bahasa, Sunarto Tjahjadi;editor,Purnomo Wahyu Indarto.1996. Data Arsitek. Cet.1--,Jakarta : Erlangga

Prasasto Satwiko, 2004. Fisika Bangunan 1 edisi 2. Yogyakarta : Andi Prasasto Satwiko, 2005. Fisika Bangunan 2 edisi 1. Yogyakarta : Andi


(1)

1.3 Tujuan Perancangan Interior IMI

Tujuan Perancangan Interior Institut Musik Indonesia : 1. Fungsi

o Merancang sebuah institut musik yang dapat menarik peminat bagi para musisi untuk dapat mengetahui lebih lanjut dan mendalam pengetahuan tentang musik kontemporer

2. Fisik

o Merancang sebuah institut musik yang sesuai dengan bentuk luar atau fisik gedung, sehingga interior bangunan dan eksterior bangunan menjadi menyatu o Merancang sebuah institut musik dengan sistem akustik yang baik, karena musik di sini sangat berhubungan erat dengan pendengaran. Jika sistem akustik tidak baik, maka musik yang akan di sampaikan tidak akan jelas sampai ke pedengar.

3. Eksternal

o Merancang sebuah institut musik yang bertujuan untuk dapat merubah citra permusikan tanah air dengan cara meningkat proses pembelajar dengan kurikulum yang baik

o Merancang sebuah institut musik yang dapat diterima oleh masyarakat nasional maupun internasional


(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.4 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam proyek ini adalah sebagai berikut :

1. Perancangan desain interior yang mampu menjawab dan memberikan solusi bagi permasalahan yang terjadi dalam sebuah institusi pendidikan tinggi yang bergerak dalam bidang seni musik.

2. Perancangan desain interior yang baik, aman dan menunjang sistem pembelajaran yang berlangsung.

3. Perancangan desain interior yang mendorong kreatifitas mahasiswa dan kinerja dosen serta staff yang berada di lingkungan institut.

1.5 Sumber Desain

Sumber data yang diperoleh penulis terdiri dari :

1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dengan sumber-sumber yang terkait seperti staff-staff, dosen, mahasiswa dan mahasiswi.

2. Data Sekunder, data yang diperoleh dari hasil studi pustaka maupun media lainnya seperti situs internet.


(3)

1.6 Metode Penelitian

Langkah-langkah penelitian yang dilakukan dalam proyek ini dapat dilihat dari skema di bawah ini :

Penentuan Proyek

Informasi / Data

(Manusia, Kegiatan, Lingkungan, Eksternal)

Observasi Studi Literatur Studi Proyek sejenis Wawancara

Problem Statement (Merumuskan Permasalahan)

Problem Requirement (Analisa Kebutuhan)

Problem Solving

(Merumuskan Konsep dan Output Desain)

Kesimpulan dan Saran

GAMBAR 1.1 METODOLOGI PENELITIAN


(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.7 Sistematika Penulisan

Penulisan laporan Tugas Akhir ini terdiri dari beberapa bagian yaitu :

1. Bab I Pendahuluan, terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan perancangan interior, batasan masalah, sumber desain, metodologi penelitian, serta sistematika penulisan.

2. Bab II Landasan Teori, berisi tentang hasil studi literature dan studi terhadap standar yang dibutuhkan dalam perancangan interior.

3. Bab III Data dan Analisa, berisi tentang data proyek serta hasil analisa terhadap user, kegiatan, lingkungan dan analisa kebutuhan proyek IMI.

4. Bab IV Konsep dan Desain, membahas tentang konsep perancangan interior, keputusan-keputusan desain, skema warna dan material serta hasil output desain.

5. Bab V Kesimpulan dan Saran, berisi tentang hasil kesimpulan terhadap proses yang dilakukan dan saran terhadap IMI.


(5)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil studi, analisis sampai dengan proses percangan, penulis menyimpulkan bahwa perancangan interior merupakan suatu rangkaian proses perancangan yang kompleks yang mana melibatkan banyak aspek di dalamnya. Tujuan tugas akhir perancangan interior Institut Musik Indonesia ini adalah memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar, menunjang sistem pembelajaran dan kurikulum, menciptakan suasana yang kondusif, memberikan kontribusi dalam usaha pemenuhan kebutuhan mahasiswa sebagai individu untuk terjun di tengah-tengah masyarakat serta menginterpretasikan visi dan misi IMI dalam rancangan desain interior yang sesuai.

5.2 Saran

Sebagai sebuah institut pendidikan formal, IMI hendaknya juga memperhatikan bahwa kebutuhan sebagian besar usernya yaitu mahasiswa bukan hanya kurikulum tetapi juga sosialisasi atau interaksi social yang berlangsung di dalamnya, karena pendidikan dapat diperoleh bukan hanya dari kurikulum saja tetapi juga dari proses social. Penulis menyarankan bahwa perancangan interior IMI dapat melibatkan beberapa aspek lain seperti aspek estetik, aspek sosisal, aspek lingkungan dan lain-lain selain dari aspek fungsional, sehingga perancangan interior dapat memberikan kontribusi bagi lahirnya individu-individu yang berkualitas.


(6)

DAFTAR PUSTAKA

DR. Rhoderick, J. McNeil, 1998. Sejarah Musik 1. Jakarta : PT. TBK Gunung Mulia. Madam Sarup, Postrukturalisme & Posmodernisme

Georgia, 1993. The University of Greogia Press. Yogyakarta : Jala Sutra. Leslie L. Doelle,Eng., M.Arch, 1985. Akustik Lingkungan. Jakarta : Erlangga Roderick Ham, 1987. Theater Planning. London : The Architectural Press Imelda Akmal, 2006. Lighting. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Kraus Sikes, 1994. The Guild 9, The Architect’s og Artist and Artisans. Winconsin : Madison

Francisco Asensio Cenver, 1991. Places Of Entertainment. Spain : Atrium

Edwards D Mills, 1976. Planning : Buildings for Administration Entertainment and Recereation. New York : Krieger Publishing Company.

Neufert,Ernts ; alih bahasa, Sunarto Tjahjadi;editor,Purnomo Wahyu Indarto.1996. Data Arsitek. Cet.1--,Jakarta : Erlangga

Prasasto Satwiko, 2004. Fisika Bangunan 1 edisi 2. Yogyakarta : Andi Prasasto Satwiko, 2005. Fisika Bangunan 2 edisi 1. Yogyakarta : Andi