Peran Pemuda Pancasila dalam Mendukung Pencalonan Kepala Daerah (Studi tentang, Kemenangan Pangonal Harahap dan Andi suhaimi Dalimunte Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhan Batu 2015).

BAB II
DINAMIKA SOSIAL, POLITIK DAN SEJARAH PEMUDA PANCASILA
KABUPATEN LABUHAN BATU

2.1. Interaksi Organisasi Kemasyarakatan

Partisipasi atau keterlibatan masyarakat dalam berpolitik merupakan
ukuran demokrasinya suatu Negara. Dapat kita lihat dari pengertian demokrasi itu
sendiri yang secara normatif adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan
untuk rakyat, ungkapan ini diterjemahkan dalam setiap negara yang menganut
demokrasi, di Indonesia tercantum di dalam UUD 1945 (setelah Amandemen)
pada Pasal 1 ayat (2): “Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan
menurut Undang-Undang Dasar”. Rakyat membuat kontrak sosial lewat
perwakilannya untuk mendelegasikan kekuasaannya kepada pemerintah yang
dipilih. Maka akan ada aturan main yang berupa Undang-Undang Dasar,
Peraturan Hukum dan sebagainya. Kemudian dibuat dan ditetapkan dengan
maksud agar dengan sarana-sarana kekuasaan titipan yang dilaksanakan oleh
pejabat atau penguasa itu benar-benar mulus lurus, benar dan jujur demi
kepentingan dan kesejahteraan rakyat, dan tidak dimanipulasikan untuk

Universitas Sumatera Utara


kepentingan pribadi para pemimpin dan pejabat untuk mengeruh keuntungan dan
memperkaya diri 41.
Begitu kuatnya keingingan warga untuk berpolitik, dalam arti merebut
pengaruh dan kekuasaan dalam negara, menyebabkan perhatian pada ekonomi
nyaris terabaikan Strategi-strategi untuk mengembangkan sumber daya ekonomi
negara kurang mendapat perhatian dalam arus pemikiran umum elit politik pada
masa itu. Aktivitas-aktivitas ekonomi kurang terprogram secara berarti dalam
kebijakan pemerintah. Ia dibiarkan berkembang begitu saja seperti sediakala,
meniru dan mengikuti keadaan yang ada di masa-masa sebelumnya. Tetapi dalam
keadaan itu sentralisasi ekonomi oleh negara justru terus berlangsung sehingga
ketimpangan ekonomi antara pusat dan daerah menjadi begitu terasa. Akibatnya
kekuatan

ekonomi

di

masing-masing


daerah

semakin

melemah

untuk

mensejahterakan penduduk yang hidup di daerah tersebut.
Fenomena pengangguran pemuda di setiap kampung atau dikantongkantong pemukiman kelompok etnis, menjadi salah satupenyebab munculnya
perkelahian antar kampung. Anak-anak muda ditiap kampung/pemukiman
kelompok etnis di pinggiran Kota Medan, padawaktu itu, membentuk satuansatuan pemuda dengan dasar solidaritas teritorial/etnis. Sebut saja seperti di
beberapa kampung terdapat satuansatuan pemuda dengan nama: Cross-Boys
Medan Baru, Jati Boys di JalanJati, Seri Boys, Viking Boys, Mongol Boys, Tar Tar
Boys di Sukarame,dan lain-lain. Satuan-satuan pemuda kampung itu juga

41

Kartini Kartono, Pendidikan Politik, Bandung :Mandar Maju, 1996, hal 156-158


Universitas Sumatera Utara

merekrut pemuda pelajar yang pada dasarnya terikat oleh kesadaran etnis dan
teritorialnya
Tetapi dalam praktiknya, berbagai masalah muncul dalam pnerapan
desentralisasi tidak berbanding positif dengan tujuan yang semestinya di tingkat
lokal. Pemilihan kepala daerah secara langsung yang di harapkan akan
menjalankan nilai-nilai kearifan lokal malah menjadi ruang untuk tujuan
kekuasaan semata-mata dalam mencapai tujuannya. Berbagai praktik dilakukan
untuk kepentingan yang praktis dengan cara-cara yang inkontitusional yaitu
dengan pemaksaan, uang, lobi-lobi, curang dan sebagainya dengan mengatas
namakan Demokrasi
Dalam buku Vedi R Hadiz yang mengatakan bahwa peran elit-elit politik
dalam menggerakkan lembaga-lembaga politik dengan uang dan kekerasan agar
saling menguntungkan 42. Pasca runtuhnya orde baru kelompok kekerasan dapat
beradaptasi dengan perubahan sistem yang ada. Konsep preman disebut vrijman
dalam bahasa Belanada yang berkonotasi orang yang tidak memiliki pekerjaan
yang perilakunya kasar, licik, curang, berkata kotor dan sebagainya.
Dalam situasi sosial segregatif itu kebudayaan masing-masing kelompok
etnis mengalami proses retribalisme. Kebudayaan leluhur dari masing-masing

kelompok etnis tidak mengalami pengikisan, melainkan justru menguat kembali.
Identitas etnis semakin terpelihara dan loyalitas kepadanya pun semakin
dipertinggi oleh warga masing-masing kelompok etnis. Oleh sebab itu, persaingan

42

Vedi R Hadiz op cit hal. 92-93

Universitas Sumatera Utara

antar kelompok etnis yang identik dengan persaingan antar kampong. Daerahdaerah perbatasan teritori antar kelompok etnis termasuk wilayah yang paling
mudah dijangkiti oleh kerusuhan berupa “perang massal” antar kampung. “Perang
massal” ini biasanya dipelopori oleh para pemuda yang senantiasa siap tempur
sekalipun berawal dari hal-hal yang sepele dalam kehidupan sehari-hari. 43
Pemuda-pemuda yang disebut dengan istilah cross-boys yang merupakan
bagian integral dari “pemuda kampung” tumbuh pada dasawarsa 1950-an hingga
awal 1960-an. Di waktu itu sebagian anak anak muda pelajar memperlihatkan
gaya dan tingkah polanya yang“nakal” seperti kumpul-kumpul di persimpangan
jalan, lepas dari control orang tua, merokok, cari uang tidak bisa, suka iseng
menggoda perempuan dan juga mengganggu orang-orang yang sedang lewat.

Tidak jarang kelakuan mereka memancing marah orang lain sehingga
menimbulkan perkelahian, seperti gaya “mejeng” anak muda dewasa ini.Berkelahi
keroyokan di bawah seorang pemimpinnya yang disebut chips.Begitupun, yang
namanya perkelahian, selalu dapat menimbulkan keresahan. Anak-anak “nakal”
seperti ini sering juga dijuluki sebagai“preman lontong 44.
Kesatuan dan persatuan yang solid dari suatu kelompok adalah satu
kesatuan yang tak ternilai harganya bagi para “preman”. Dengan persatuan dan
kesatuan yang kuat, mereka dapat mempertahankan atau mengembangkan
sumber-sumber penghidupannya di bioskop-bioskop maupun di tempat-tempat

43

Muryanto Amin, Politik Simbiosis Mutualisme Dan Transaksional (studi Reslasi Organisasi
pemuda dengan Calon Anggota DPR RI Dapil 1 Sumatera Utara) Vote Institute : hal 38-39
44
Ibid, hal 40-41

Universitas Sumatera Utara

yang lain. Hal ini menjadi suatu keharusan karena biaya penghidupan untuk

menopang gaya hidup mereka kian hari kian bertambah besar. Tidak berbeda
seperti kehidupan para ambtenar umumnya, para preman tampil dengan pakaian
necis, rambut klimis,sepatu mengkilap ditambah wewangian. Mengisap rokok
kelas menengah dan meminum minuman keras, menikah dan berketurunan,
membina rumah tangga dengan satu atau lebih perempuan. Oleh karenanya,
keinginan untuk merebut dan menguasai sumber-sumber daya yang lebih banyak
tak dapat dihindari. Akibatnya perkelahian dengan kelompok 45
Reformasi sebagai proses demokratisasi menjadi label terhadap berbagai
kepentingan yang kemudian menjustifikasi tindakan-tindakan sosial, politik, dan
ekonomi yang bertolak belakang dengan demokrasi itu sendiri, Konseptualisasi
tentang Preman (Organisasi Kemasyarakatan) dalam bahasa Belanda, preman
disebut vrijman. Pada saat itu,vrijman berkonotasi netral sebagai tuna karya atau
orang yang tidak memiliki pekerjaan. Preman pada gilirannya dicap sebagai
orang-orang tak bermoral. Orang yang tidak memiliki sopan-santun, arogan, licik,
bengis, curang, culas, rakus, dan bermuka tembok. Preman dimaknai dari sikap
atau tingkah lakunya, bukan hanya sebagai istilah semata.
Menurut Muryanto Amin preman merupakan konsep sumber kekuasaan
yang mengandalakan kekuataan, keberanian, dan fisik semata 46.seorang preman
sering sekali merintah, memaksa, dan mengintimidasi agar seseorang mengikuti
sesuai kehendaknya dalam rangka mencapai tujuan praktisnya. Walaupun

45
46

Ibid
Muriyanto Amin. Op cit hal 39-41

Universitas Sumatera Utara

demikian eksetensi mereka tidak hilang, sebab tidak sedikit dari para preman
dapat menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan.
.Otonomi daerah sejatinya memberikan kewenangan kepada pemangku
kekuasaan di daerah malah memeperkuat peran masyarakat sebagai pemilik
kewenangan dan kedaulatan di tingkat lokal. Munculnya kelompok kekerasan
bukan tanpa sebab, karena kelompok ini sengaja direkrut oleh kekuasaan orde
baru untuk melancarkan kegiatan politiknya. Akibatnya para preman ini begitu
leluasa dalam menjalankan praktik-praktik kegiatannya yang illegal. Hal ini juga
ditemui dalam organisasi pemuda pancasila yang membasmi dan membunuh
komunisme di sumatera utara 47.
Organisasi kemasyarakatan sebagai paramiliter ini berfungsi sebagai
operator politik Orde Baru. Bersama dengan aparat keamanan melakukan

intimidasi tidak resmi untuk penguasa kepada para pejabat di tingkat lokal 48.
Preman memiliki watak kekerasan yang selama ini lazim dipraktekan oleh rezim
Orde Baru. Salah satu bentuk tempaan orde baru terlihat bagaiman preman
dirangkul dan kemudian dilatih sebagai mesin pembersih proyek-proyek Negara.
Mulai dari kerusuhan, pembunuhan, hingga penculikan. Setelah mereka selesai
melaksanakan tugas, satu persatu mereka pun dibinasakan, lewat modus
penembak misterius (Petrus). Beberapa tokoh organisasi tersebut yang berlatar
47

Muriyanto Amin. 2014, Relasi jaringan Organisasi Pemuda Dalam Pemilihan Gubernur
Sumatera Utara. Jurnal Komunitas Research & Learning Sosiology and Antropology : hal 152
48
Okamoto Masaaki dan Abdur Rozaki. 2006. Kelompok Kekerasan dan Bos Lokal di Era
Reformasi.IRE Press. hal. 16.

Universitas Sumatera Utara

belakangkan seorang preman melakukan tindakan filantropi berupa amal kepada
masyarakat, seperti bantuan berobat bagi keluarga tidak mampu, trasportasi dan
keuangan bagi para korban konflik Aceh, khitanan massal, dan sebagainya.

Sebagai operator politik penguasa, organisasi pemuda yang memiliki cukup
banyak anggota ini berperan penting dalam setiap pemilihan umum masa itu.
Mereka disebar kesemua tempat untuk memastikan tidak ada penyelewengan
keinginan rezim penguasa. Sebagai sebuah organisasi preman, tentu saja kerjaan
mereka dekat dengan dunia kriminal. Akan tetapi mereka selain berprofesi dalam
dunia kriminal, juga mendapatkan kedudukan tersendiri dalam sistem Orde Baru,
dimana mereka dapat bolak-balik antara dunia kriminal dan dunia masyarakat
terhormat, seperti pengusaha atau tokoh masyarakat
Preman yang memiliki watak kekerasan digunakan produk orde baru yang
sudah di tempah dan dirangkul untuk dilatih untuk menjalankan kegiatan politik
orde baru yang tak jarang melakukan kerusuhan, penculikan dan pembunuhan.
Tetapi tidak jarang mereka di anggap sebagai pahlawan bagi masyarakat karena
sering melakukan kegiatan-kegiatan sosial berupa bantuan terhadap anak yatim,
kaum dhuaffa, transportasi gratis,dan sebagainya 49. Ini yang membuat organiasi
ini mendapat simpatik di tengah-tengah masyarakat karena selalu siap untuk
membantu masyarakat yang membutuhkan.
Preman dalam dinamika politik lokal pasca runtuhnya orde baru memiliki
kebebasan yang sering melanggar aturan-aturan hukum. Tetapi mereka juga

49


Ibid hal 61-62

Universitas Sumatera Utara

memiliki aturan tersendiri dalam komunitas mereka yang sulit terdeteksi karena
preman dalam melakukan kegiatanya lebih mengandalkan kemampuan fisik. Oleh
karena itu para preman sering digunakan sebagai alat politik dalam memproleh
sumber daya.
Dalam bukunya Muryanto Amin menjelaskan bahwa para preman
merupakan para pengangguran yang hidup di jalan sambil mencari makan untuk
memenuhi kehidupannya sendiri seperti menjaga keaamanan, jasa parkir 50. Sistem
yang digunakan preman ini dalam rangka untuk menguasai sumber daya yang
berpotensi ekonomi memudahkan dalam bertahan hidup di jalanan sebab para
preman ini memiliki kelompok yang terorganisir dalam melancarkan kegiatannya.
Orde baru seperti yang di ceritakan diatas telah menggunakan mesin
organisasi preman untuk tujuan kekuasaannya. Hal ini menjadi warisan habitus
kekerasan yang memicu sekelompok masyarakat untuk melakukan kekerasan
dalam meraih ambisi ekonomi dan politiknya. Kelompok kekerasan ini, kerapkali
menggunakan identitas tertentu sebagai dalih legitimasi tindakan anarkis yang

dilakukannya.

Dalam

konteks

Sumatera

Utara

konstalasi

organisasi

kemasyarakatan tumbuh subur dan berkembang. Berbeda dengan daerah lain di
Indonesia, Sumatera Utara memiliki banyak koleksi organisasi kemasyarakatan
seperti contoh, Pemuda Pancasila (PP), Ikatan Pemuda Karya (IPK), Pemuda
Panca Marga (PPM), FKPPI, PMS (Pemuda Marga Silima), AMPI, dan
sebagainya.

50

Lihat Muryanto Amin Op CIit hal 40

Universitas Sumatera Utara

Organisasi-organisasi ini tetap memiliki pengaruh yang besar dalam
konstalasi politk dan stabilitas keamanan. Selain memiliki jumlah anggota yang
besar. Hal ini beralasan karena perebutan lahan ekonomi antar organisasi akan
menjadi konflik dalam masyarakat. Tetapi tidak dengan tokoh organisasi yang
lebih memiliki akses ke atas. Preman mendapat tempat khusus dalam sebuah
sistem kekuasaan lokal yang didalamnya mereka memiliki kemampuan paling
tidak untuk mengancam.
Organisasi ini dicari mengingat militer tidak dapat lagi berperan dalam
ranah politik. Penyediaan tenaga bagi calon-calon pejabat, para tokoh organisasi
ini juga memiliki usaha gelap yang akan berfungsi sebagai penyandang dana dan
penggunaan otot mereka. Hal demikian berpengaruh terhadap intervensi kedalam
pemerintahan atas hasil keputusan politik yang diambil, sehingga mereka
merupakan satu bagian integral dalam sistem pemerintahan lokal.
Dalam penjelasan di atas dapat dilihat pola kelompok preman yang
sengaja di organisir oleh produk orde baru membuat kelompok ini memudahkan
mempunyai hubungan terhadap kekuasaan di tingkat elit, karena memiliki jiwa
militansi tinggi serta mempunyai basis massa yang cukup besar, tak jarang mereka
juga digunakan untuk memobilisasi massa. Organisasi-organisasi preman tetap
eksiss keberadaanya sampai saat ini mengingat peran militer tidak terlibat dalam
dunia politik. Penyedian tenaga-tenaga calon terhadap kepala daerah dan tidak
sedikit juga para organisasi ini terlibat dalam pengambilan kekuasaan

Universitas Sumatera Utara

Labuhan Batu merupakan kabupaten induk dari dua Kabupaten hasil
pemekaran yaitu Kabupaten Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan.
Dalam beberapa studi tentang pemekaran daerah yang terjadi di Indonesia
banyak dorongan pemekaran terjadi oleh faktor kepentingan politik dan dinamika
politik lokal yang tinggi 51. Beberapa faktor yang dominan terjadi adalah
perebutan insentif sumber daya yang ada didaerah tersebut. Dalam konteks
Labuhan Batu

merupakan daerah perkebunan yang banyak beroperasi

perusahaan-perusahaan perkebunan. Hal ini sama dengan beberapa penelitian
yang dilakukan oleh Luky Djani di Kabupaten Bau-Bau dimana ditemukan bahwa
jaringan politik dan bisnis yang dibangun oleh kepala daerah untuk menguasai
konsensi tambang di Kabupaten Bau-Bau 52. Hubungan politik dan bisnis yang
semakin intensif dilakukan, pada tahap yang lebih lanjut biasanya dalam banyak
kasus akan memunculkan orang kuat lokal (local strongmen) yang menguasai
konfigurasi politik lokal dengan jaringan-jaringan yang dibangun. 53.

51

Partnership for Governance Reform (Kemitraan). 2008. “Design Besar Penataan Daerah Baru
di Indonesia”. Policy Brief. Kemitraan: Jakarta
52
Luky Djani, Jurnal Prisma
53
Vedi R Hadiz dan Richard Robinson. “Ekonomi Politik Oligarki dan Pengorganisasian Kembali
Kekuasaan di Indonesia”. Jurnal Prisma.Vol.33.No.1 2014. Pp 36-56. Hal 39.

Universitas Sumatera Utara

2.2. Sejarah Pemuda Pancasila di Labuhan Batu.
Organisasi Pemuda Pancasila yang dibentuk pertama sekali pada tanggal
28 Oktober 1959 di Jakarta setelah dekrit presiden 54. Di Labuhan Batu Pemuda
Pancasila untuk pertama kali diperkenalkan oleh M O Siregar 55 yang pada waktu
itu menjabat sebagai ketua Seksi IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan
Indonesia).
Pada tahun 1962 seorang pemuda bernama M O Siregar yaitu orang yang
diutus oleh Kerani Bukit di tunjuk sebagai ketua Pemuda Pancasila. Karena
beredar kabar ada ancaman terhadap ideologi pancasila Organisasi Pemuda
Pancasila ini merupakan onderbow 56 IPKI yang pada mulanya bernama Pemuda
Patriotik.
Mengingat aksi-aksi kampanye terror dan show of forcenya dengan
maksud tidak diketahui sama sekali tetapi dengan adanya konfrontasi anatara
Indonesia dan Malaysia maka PKI berdalih dalam rangka peningkatan ganyang
Malaysia apalagi kabupaten Labuhan Batu merupakan satu daerah yang dekat
dengan Malaysia yang diisukan PKI sebagai pintu gerbang Sumatera Utara
mengganyang Malaysia.maka saat menjelang menjelang ulang tahun proklamasi
17 agustus 1964 pihak PKI menunjukkan keganasannya.

54

Lihat dalam Muryanto Amin, kekuasaan dan Politik Lokal hal 83
M O Siregar merupakan ketua pertama MPC Pemuda Pancasila Labuhan Batu periode (19621972) pada tahun 1960 beliau juga merupakan kepala seksi partai IPKI
56
Onderbouw berasal dari bahasa Belanda yang artinya sub-struktur. Kata onderbouw sering
digunakan oleh para politisi partai politik untuk menyatakan suatu organisasi kemasyarakat yang
menjadi binaannya. Seperti AMPI pada Partai Golkar
55

Universitas Sumatera Utara

Didalam pidatonya sebagai pimpinan IPKI Sumatera Utara. Kerani Bukit
menegaskan akan adanya ancaman terhadap keselamatan bangsa dan Negara dari
gerakan komunis (PKI) beserta dengan antek-anteknya. Untuk itu Brigjen A
Manaf Lubis meminta kepada Pemuda Pancasila membentuk cabang-cabang di
daerah-daerah secepatnya untuk mengantisipasi kegiatan PKI. Maka untuk
Labuhan Batu pada tanggal 16 agustus 1964 M O Siregar beserta teman-teman
antara lain Husni HSB, Sariffuddin, H. Enteng, Bakmi, H. Thamrin
bermusyawarah untuk membentuk kepengurusan Pemuda pancasila dan
membentuk komando aksi yang beralamat jalan Imam Bonjol kota Rantau Parapat
sebagai ketua adalah M O siregar, sekjen Husni Hsb dan Bendahara H. Thamrin.
Pada tanggal 16 agustus 1964 terbentuklah cabang Pemuda Pancasila
Labuhan Batu. Sehingga di perintahkan untuk tetap dapat mengikuti upacara hari
ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Maka tanggal 17
agustus 1964 dengan keadaan yang sangat sederhana penuh semangat dan
keyakinan muncullah barisan Pemuda Pancasila di antara barisan yang ada dengan
beranggotakan 30 orang saja. Semenjak itu mulailah di bentuk anak Cabang dan
Ranting dan diutamakan pendiriaanya pada setiap basis partai rakyat/PKI..
Demekianlah setelah terjadinya pengkhianatan PKI terhadap pemerintah
dengan gerakan 30 sepetembernya. Maka dengan adanya komando aksi maka
Labuhan Batu pun segera membentuk komando aksi penumpasan PKI beserta
ormas-ormas yang terdiri dari, P3I, SOKSI, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda
Pancasila, Ormas Kristen dan lain-lain. Setelah komandi aksi di dirikan untuk

Universitas Sumatera Utara

menghancurkan basis-basis PKI di semua daerah-daerah yang selama ini
merupakan basis PKI. Tokoh PKI sendiri Simargolang ditangkap oleh para
pemuda dan diamankan massa dan sebagian diserahkan kepada pihak keamanan.
Pada tahun 1971 Pemuda Pancasila berpisah dari partai IPKI karena kalah
dalam pemilu. Ini artinya Pemuda Pancasila berdri sendiri tidsk lagi tunduk dari
partai mana pun. Baru tahun 1972 akhirnya M O Siregar menyerahkan tampuk
kekuasaan Pemuda Pancasila kepada Tamtam Siregar 57 yang memiliki hubungan
keakraban, di bawah kepemimpin Tamtam Siregar Pemuda Pancasila kurang
mendapat tempat bagi masyarakat karena sering terjadi kerusuhan-kerusuhan
antar pemuda-pemuda yang masih mengedepankan istilah “PS’ (Pemuda
Setempat) dan berujung dengan pertikaian untuk mempertahankan wilayah masigmasing. Pada tahun 1977 diadakan Musyawarah Daerah (Musda) dan terpilihnya
Almarhum H. Enteng 58 yang merupakan salah satu kader Pemuda Pancasila.
Dibawah kepemimpinannya Pemuda Pancasila semakin berkembang dan
merekrut pemuda-pemuda untuk menjadi bagian dari Pemuda Pancasila sampai ke
tingkat anak ranting. Apalagi hubungan beliau dengan elit. Lalu kepemompinan
Pemuda Pancasila dilanjutkan oleh Hamamisul Bahsan periode (1982-1987)
Kemudian Sofyan Nst

1987-1992), Buyung Syahruddin (1992-1998), Ucok

Muklis (1998-2003), Almarhum Jon Kenedi (203-2008), Tengku Fahlevi (20082013), lalu sekarang Andi Suhaimi Dalimunte ketua MPC Pemuda Pancasila
57

Almarhum Tamtam Siregar merupkan ketua ke2 MPC Pemuda Pancasila Labuhan Batu
Almarhum H. Entrng merupakan ketua ke-3 MPC Pemuda Pancasila Labuhan Batu yang
merupakan politisi partai Golkar dan pernah mencalonkan diri sebagi Bupati Labuhan Batu
periode (2005-2010) walupun pada akhirnya harus menerima kekalahan dengan pasangan
H.T.Milwan dan H.Sudarwanto.
58

Universitas Sumatera Utara

Labuhan Batu yang terpilih menjadi Wakil Bupati Labuhan Batu periode (20152020.
Sesuai dengan latar belakang dibentuknya Pemuda Pancasila adalah untuk
membatasi pergerakan PKI dalam merongrong ideologi bangsa Indonesia yaitu
Pancasila 59. karena isu ideologi dan politik itulah maka Pemuda Pancasila
semakin membesar sesuai dengan tantangan yang dihadapinya. Dengan itu pula
Pemuda Pancasila membuat motto “ SEKALILAYAR TERKEMBANG SURUT
KITA BERPANTANG “ yang artinya kalau sudah dimulai, maka kata-kata
mundur tidak akan pernah terjadi. Kemudian ditambah lagi dengan yel-yel
kebesaran organisasi Pemuda Pancasila atau tekad dari para anggota yaitu
“PANCASILA ABADI”. Yang artinya bahwa ideologi Pancasila harus ABADI
dibumi Indonesia ini dan setiap bangsa Indonesia harus mempertahankan
keabadiannya. Maka Pemuda Pancasil
Selain dari motto dan yel-yel Pemuda Pancasila juga mempunyai resep
yang dinamakan motto dan yel-yel ini masih dipakai sampai sekarang oleh
anggota organisasi dengan 3 “O” yaitu “ OTOT “ “ OMONG “ “ OTAK “ yang
maksudnya adalah organisasi Pemuda Pancasila membutuhkan anggotaanggotanya yang harus berani mengadu fisik atau kuat, harus pandai ngomong
atau berbicara, dan harus pula mempunyai intelektual yang tinggi atau pintar.
59

Pemuda Pancasila yang terbentuk atas instruksi Jendral A.H. Nasution semakin berutal karena
dibantu oleh militer, di Kota Medan korban pertama jatuh pasca pesristiwa G30/SPKI adalah Zakir
Sobo (Sekretaris dua Pimpinan PKI Kota Medan). Lihat dalam Majalah Bhinneka. 2015. Setengah
Abad Genosida ’65. Surabaya: Yayasan Bhinneka Nusantara. hal. 39.

Universitas Sumatera Utara

Organisasi Pemuda Pancasila juga mempunyai ikrar yang isinya hampir
sama dengan sumpah pemuda yaitu: Kami Pemuda Pancasila berikrar, Bertanah
air satu , 40 tanah air Indonesia. Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Berbahasa
satu, bahasa Indonesia. Berideologi satu, ideologi Pancasila. Dapatlah dilihat
bahwa semua yang ada pada ikrar itu menunjukkan bahwa organisasi Pemuda
Pancasila siap mengawal dan mengamankan Pancasila.
Untuk menghandalkan kekuatan fisik dari anggota Pemuda Pancasila
bukanlah hal yang sulit, karena mereka sudah ditempa oleh kekerasan di jalanan
dan perkelahian bukanlah hal yang baru bagi mereka, tetapi berbicara atau
ngomong para pemuda ini sebenarnya sudah terbiasa tetapi sebatas berbicara atau
omong-omong di dalam pertemuan-pertemuan tidak resmi seperti di warung atau
kedai kopi. Akan tetapi untuk ngomong atau berbicara di dalam forum resmi
mereka tidak pernah dan agak canggung serta kurang berani, karena mereka takut
salah, dan ditertawakan oleh teman-temannya.
Pada masa-masa pembentukan Pemuda Pancasila, sistem organisasinya
belumlah sebaik sekarang. Upaya organisasi ini pertama sekali masih terarah pada
pembentukan dan pembenahan organisasi Pemuda Pancasila tentang pelaksanaan
pembentukannyapun tidak terbatas hanya oleh pengurus Pancasila yang sudah ada
sebelumnya. Pengurus IPKI masih sangat berperan dalam pembentukan Pemuda
Pancasila.Tentang hubungan- hubungan organisatoris atau hirarkis antara Pemuda
Pancasila ditempat yang satu dengan tempat yang lain tidak begitu jelas.

Universitas Sumatera Utara

. Hubungan antara mereka hanya sama-sama berinduk kepada organisasi
yang sama yaitu IPKI dalam menentang pemuda rakyat 60 yang digerakkan oleh
PKI.Hal ini terjadi karena belum jelasnya garis kordinasi dalam organisasi
Pemuda Pancasila yang ada, dan belum adanya konsilidasi dengan IPKI sebagai
induk organisasi terhadap kepengurusan Pemuda Pancasila seperti yang dikatakan
Pendi Keling atau M. Y. Effendi Nasution dalam wawancaranya yang ada dalam
buku yang di terbitkan oleh ( DPW Pemuda Pancasila dan Pusat Kajian
Antropologi Fisip USU, 2002 : 30 )
Dulu mana tahu kita dek...Organisasi kata orang, ya organisasi. Lantik
katanya ya lantik lah, kan sekarang baru kita tahu organisasi itu apa,
setelah pelantikan lalu latihan atau penataran dan sebagainya. Sebelumnya
mana ada tatar-tatar,karena preman, crossboy, pencuri, perampok.dan
pembunuh ada semua disitu.Apa itu DPW, DPC mana kita tahu itu iya
kan...? Yang penting bikin saja dulu, dirikan di mana-mana. Jadi lain dek
...tidak seperti sekarang, sekarang ini orang sudah banyak yang tahu:
bahwa DPW melantik DPC...DPC melantik Anak Cabang. Dulu mana ada
itu...Preman semuanya disitu dek ...”

60

Pemuda Rakyat adalah sayap pemuda dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Awalnya organisasi
ini dibentuk dengan nama Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) yang di gagas oleh inisiatif
Menteri Pertahanan saat itu, Amir Sjarifuddin Sebagai sayap pemuda dari Partai Sosialis
Indonesia (PSI). Organisasi ini dimusnahkan secara brutal bersama dengan PKI pada tahun 19651966. Lihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Pemuda_Rakyat diaksespada 29 Oktober 2016. Pukul
23.13 WIB

Universitas Sumatera Utara

Dokumen yang terkait

Peran Pemuda Pancasila dalam Mendukung Pencalonan Kepala Daerah (Studi tentang, Kemenangan Pangonal Harahap dan Andi suhaimi Dalimunte Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhan Batu 2015).

1 15 107

PERAN NAHDLATUL ULAMA SIDOARJO DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SIDOARJO TAHUN 2005-2015.

0 2 69

BUPATI DAN WAKIL BUPATI

0 0 1

Peran Pemuda Pancasila dalam Mendukung Pencalonan Kepala Daerah (Studi tentang, Kemenangan Pangonal Harahap dan Andi suhaimi Dalimunte Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhan Batu 2015).

0 0 10

Peran Pemuda Pancasila dalam Mendukung Pencalonan Kepala Daerah (Studi tentang, Kemenangan Pangonal Harahap dan Andi suhaimi Dalimunte Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhan Batu 2015).

0 0 2

Peran Pemuda Pancasila dalam Mendukung Pencalonan Kepala Daerah (Studi tentang, Kemenangan Pangonal Harahap dan Andi suhaimi Dalimunte Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhan Batu 2015).

0 0 33

Peran Pemuda Pancasila dalam Mendukung Pencalonan Kepala Daerah (Studi tentang, Kemenangan Pangonal Harahap dan Andi suhaimi Dalimunte Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhan Batu 2015). Chapter III IV

0 0 35

Peran Pemuda Pancasila dalam Mendukung Pencalonan Kepala Daerah (Studi tentang, Kemenangan Pangonal Harahap dan Andi suhaimi Dalimunte Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhan Batu 2015).

0 0 3

Peran Pemuda Pancasila dalam Mendukung Pencalonan Kepala Daerah (Studi tentang, Kemenangan Pangonal Harahap dan Andi suhaimi Dalimunte Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhan Batu 2015).

0 0 8

PENETAPAN PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KAB BULUKUMBA TAHUN 2015 (1)

0 0 1