New Product Development di KPBS Pangalengan.

(1)

ABSTRAK

Dalam dunia bisnis sering kali perusahaan mengalami persaingan, oleh kerena itu setiap perusahaan dapat melakukan pengembangan produk baru untuk mempertahankan pasar dan meningkatkan pertumbuhan pelanggan. Perubahan seperti ciri produk ataupun menambah tipe produk untuk memenuh ikebutuhan dan keinginan pelanggan merupakan salah satu cara untuk mempertahankan posisi perusahaan. Strategi pemasaran menjadi factor pendukung dalam pengembangan produk baru, antara lain, promosi, penetapan harga, dan saluran distribusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produk baru apa yang tepat untuk dikembangan dari KPBS Pangalengan dengan pemanfaatan susu yang tidak masuk standarisasi SNF (Solid Non Fat) kurang dari 7.88 melalui delapan tahapan pengembangan produk baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara verbatim notes. Hasilnya konsumen mengharapkan adanya produk baru dari bahan dasar susu yaitu yogurt dengan rasa strawberry. Kemasan juga harus mengikuti gaya hidup konsumen yang menginginkan kemasan yang bagus dan menarik, yaitu dengan botol kaca, promosi dengan menggunakan bundling, Buy 1 get 1 , poster dan banner, dengan kisaran harga antara Rp.6000 sampai dengan Rp.9000 yang akan mulai diproduksi tahun 2016.

Kata kunci: Pengembangan produk baru, yogurt, jenis produk, bentuk produk, strategi pemasaran, gagasan produk, harga produk.


(2)

ABSTRACT

In the business world is often the company experienced competition, by any company because they were able to develop new products to maintain market and enhance customer growth. Changes such as the characteristics of products or types of products to suit adds ikebutuhan and desires of customers is one way to maintain the company's position. Marketing strategy into a supporting factor in the development of new products, among others, promotion, pricing, and distribution channels. The purpose of this study was to determine what new products are right for KPBS Pangalengan developed from the use of milk that does not make standardization SNF (Solid Non Fat) is less than 7.88 through eight stages of new product development. This study uses qualitative interviews verbatim notes. The result of consumers expecting their new product from dairy ingredients are yogurt with strawberry flavor. Packaging must also follow the lifestyle of consumers who want a nice and attractive packaging, namely with a glass bottle, promotion using bundling, Buy 1 get 1, posters and banners, with a price range between Rp.6000 until Rp. 9000 which will begin production 2016.

Keywords: New product development, yogurt, product type, product form, marketing strategies, promotion, product price.


(3)

DAFTAR ISI

PENGESAHAN………...ii

PERNYATAAN……….………iii

ABSTRAK……….….……….………...iv

ABSTRACT………...……….……….v

KATA PENGANTAR………….……….vi

DAFTAR ISI………viii

DAFTAR GAMBAR….………xii

DAFTAR TABEL……..………..………...……….xiii

BAB I PENDAHULUAN………...1

1.1 Latar Belakang Masalah ………...1

1.2 Identifikasi Masalah……….………...5

1.3 Tujuan penelitian………...6

1.4 Manfaat Penelitian……….……….………...6

1.5 Lokasi Dan Jadwal Penelitian………7

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN, KERANGKA PEMIKIRAN DAN MODEL PENELITIAN………...8

2.1 Entrepreneur Marketing……….……….…….……..……...8

2.2 Pemasaran………...9

2.3 Bauran Pemasaran………...9

2.4 Produk………9

2.4.1 Tingkatan Produk………..……10

2.4.2 Klasifikasi Produk……….11


(4)

2.5. Harga (Price)………...……….…..14

2.6. Distribusi (Place)………....15

2.7. Promosi (Promotion)…..…………..………...………...15

2.8. Sarana Fisik (Physical Evidence)………15

2.9. Orang (People)………16

2.10. Proses (Process)………16

2.11. Pengembangan Produk………..…………...16

2.11.1 Proses PengembanganProduk……….……..……….….17

2.11.2 Proses Pengembangan ProdukBaru………...….………..………...20

2.11.3 Tujuan Pengembangan Produk………....………22

2.12 Segmentasi pasar………...……….26

2.12.1 Dasar-dasar untuk Mensegmentasikan Pasar Konsumen…….……….26

2.14. PenelitianTerdahulu……….………....26

2.15. Kerangka Pemikiran………..………...27

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN………...32

3.1. Objek/SubjekPenelitian………...32

3.2. Jenis Penelitian………...………....….32

3.3. Teknik Pengambilan Sample………...…………..33

3.4. Jenis Data………...……….33

3.5. Teknik Pengumpulan Data………..34

3.6. Cetak Biru/BluePrint………...34

3.7. Guideline Wawancara...…...………...35


(5)

3.9 Analisis Data………...39

3.10 Teknik analisis Data...………...……….41

3.11 Uji Keabsahan Data………...………...42

3.12 Teknik Pengumpulan Dan Tringulasi………...42

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………...44

4.1 Profil Perusahaan……….44

4.2 Hasil Penelitian Dan Pembahasan………...…44 4.2.1 Faktor Idea Generation……….45

4.2.2 Faktor Idea Screening………...….46

4.2.3 Faktor Pengembangan Dan Pengujian Konsep……….………...48

4.2.4 Faktor Pengujian Pasar……….……….50

4.2.5 Faktor Komersialisasi………51

4.3 Hasil Wawancara Pihak Perusahaan…………..……….………53

4.3.1 Pemunculan gagasan (idea generation)………54

4.3.2 Penyaringan gagasan (idea screening)………..54

4.3.3 Pengembangan dan pengujian konsep (concept development and testing)……...…..55

4.3.4 Pengembangan strategi pemasaran (marketing strategy development)……….…55

4.3.5 Analisis usaha (business analysis)……….…………...57

4.3.6 Pengembangan produk (product development)……….………57

4.3.7 Pengujian pasar (market testing)……….………...58

4.3.8 Komersialisasi……….………...58

4.4 Observasi Dan Dokumentas……….59


(6)

4.6 Implikasi Manajerial………61

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………63

5.1 Kesimpulan………..63

5.2 Saran………....64

Daftar Pustaka………65


(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Saluran Distribusi Susu Murni KPBS Pangalengan………3

Gambar 1.2 Proses Pengembangan Produk Baru………5

Gambar 2.1 The Product Development Process………18

Gambar 2.2 Proses Pengembangan Produk Baru………..22

Gambar 2.3 Kerangka PemikiranNew Product Development KPBS Pangalengan…...28

Gambar 4.1 Hasil Observasi Varian Yogurt dipasar……….…59


(8)

DAFTAR TABEL

Table 1.1 Index Daya Saing Global Negara-negara ASEAN………..1

Tabel 1.2 Tabel Hasil Produksi Susu Anggota KPBS……….3

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu New Product Development……….………....27

Tabel 3.1 Indikator Pertanyaan……….………...35

Tabel 3.2 Panduan Wawancara Pihak Perusahaan KPBS Pangalengan………36

Tabel 3.3 Panduan Wawancara Untuk FGD (Focus Group Discusion) ……….37

Tabel 4.1 Tabel Hasil Wawancara Konsumen Berdasarkan idea generation……..………45

Tabel4.2 Tabel Hasil Wawancara Konsumen Berdasarkan idea screening………..47

Tabel 4.3 Tabel Hasil Wawancara Konsumen Berdasarkan Pengembangan Dan Pengujian Konsep………...………48

Tabel 4.4 Tabel Hasil Wawancara Konsumen Berdasarkan analisis usaha……..………..50

Tabel 4.5 Tabel Hasil Wawancara Konsumen Berdasarkan Pilihan Lokasi Penjualan.…..…...52


(9)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Persaingan Pengembangan produk baru di Indonesia yang dilihat dari pergerakan siklus pasar global. Strategi kunci untuk menjadi pemenang di dalam sistem pasar bebas adalah dengan mengidentifikasi dan memperkuat keunggulan kompetitif produk barang dan jasa Indonesia.Kekuatan produk barang dan jasa dalam negeri harus terus ditingkatkan untuk dapat bersaing baik di pasar domestik maupun di pasar global (Nur, 2014).

Tabel 1.1

Table Index Daya Saing Global Negara – Negara ASEAN Dari 148 Negara

Sumber: The global competitiveness report 2013-1014, World Economi Forum Pada table tabel 1 di atas menjelaskan posisi Indonesia di tingkat regional dan global dalam pengembangan produk berada pada posisi 38 dari 148 Negara dan berada pada posisi 5 jika di bandingkan dengan negara – negara ASEAN. Untuk meningkatkan


(10)

persaingan antar setiap negara Indonesia perlu melakukan suatu terobosan, Seperti halnya pengembangan produk baru dari produk yang sudah ada sebelumnya.

Setiap perusahaan harus melaksanakan pengembangan produk untuk membentuk masa depan perusahaan, dimana pelanggan selalu mengharapkan produk baru dengan perubahan-perubahan seperti ciri khusus produk, meningkatkan mutu produk, menambah tipe produk, dan mengubah ukuran produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan jika tidak ingin perusahaan yang dikelolanya mengalami kemunduran Kotler & Keller (2012).

Kotler & Keller (2012) menjelaskan bahwa “Pengembangan produk merupakan pengembangan dari produk yang sudah ada atau menciptakan produk yang sama sekali baru melalui riset dan penelitian yang dilakukan oleh para manajer pemasaran maupun melalui departemen penelitian dan pengembangan. Tujuan pokok dari sebagian besar upaya pengembangan produk baru adalah mengamankan volume dan pertumbuhan laba, mempertahankan posisi perusahaan saat ini sebagai inovator dan mempertahankan pangsa pasar yang ada pada saat sekarang.

Di Indonesia, susu segar yang dihasilkan para peternak hampir 90 persen dipasarkan melalui ke Industri Pengolahan Susu (IPS) dan digunakan sebagai bahan baku industry mereka (Boediyana, 2006). Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan atau yang disingkat KPBS Pangalengan merupakan sebuah koperasi yang beranggotakan para peternak sapi perah yang berada di Kecamatan Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Setiap pagi dan sore para peternak menyetorkan hasil perahan sapi kepada masing - masing koperasi yang ada di daerahnya untuk selanjutnya disetorkan ke KPBS.


(11)

Gambar 1.1

Saluran distribusi susu murni KPBS Sumber.www.kpbs.co.id

Pada Gambar di atas menjelaskan KBPS Pangalengan mendapatkan supply susu dari beberapa peternak sapi yang ada di wilayah Pangalengan, yang masuk kedalam anggota koperasi. Setiap pagi dan sore hari susu disetorkan ke masing-masing koperasi yang ada di wilayah, untuk selanjutnya di ukur dan disetorkan ke KPBS Pangalengan.

Susu yang di setorkan ke KPBS merupakan susu yang memenuhi standar yaitu dengan tingkatan SNF (solid non fat) 7.88 untuk selanjutnya di proses melalui Pasteurisasi. Sedangkan yang tidak memenuhi standar, susu akan di buang atau tidak masuk kedalam standarisasi proses produksi susu KPBS Pangalengan.

Tabel 1.3

Tabel Hasil Produksi Susu anggota KPBS bulan Juli Produksi

Tanggal Produksi FAT SNF

Pagi Sore Pagi Sore Pagi Sore

1 16 3.38 4.68 7.76 7.91

2 16 3.38 4.68 7.76 7.91

3 16 3.38 4.68 7.76 7.91

4 16 3.38 4.68 7.76 7.91

5 16 3.38 4.68 7.76 7.91

6 17 3.38 4.68 7.76 7.91

7 18 3.38 4.68 7.76 7.91

8 17 3.38 4.68 7.76 7.91

9 17 3.38 4.68 7.76 7.91

10 17 3.38 4.68 7.76 7.91

Sumber : Aa Jumara (anggota KPBS Pangalengan) no. 211247 Peternak Peternak Peternak Peternak Wilayah 1 Wilayah 2

KPBS


(12)

Dari penjelasan diatas, maka objek penelitian tersebut akan di analisis tentang New Product Development di KPBS Pangalengan yang berlokasi di Jl. Raya Pangalengan No. 340, Kec.Pangalengan, Bandung, jawa Barat, Indonesia. Dengan pemanfaatan susu yang tidak masuk ke standarisasi KPBS pangalengan untuk dikembangkan menjadi suatu produk baru yang akan di produksi oleh KPBS Pangalengan.

Kotler & Keller (2012) menjelaskan bahwa “Pengembangan produk merupakan pengembangan dari produk yang sudah ada atau menciptakan produk yang sama sekali baru melalui riset dan penelitian yang dilakukan oleh para manajer pemasaran maupun melalui departemen penelitian dan pengembangan.

Penjelasan di atas didukung oleh pendapat Wessel (2014) Pengembangan produk baru menunjukkan adanya hubungan antara perusahaan yang memberikan akses untuk memberikan kontribusi informasi dan bagaimana struktur jaringan antar perusahaan yang berdampak pada pengembangan produk baru dengan cara yang berbeda. Pengembangan produk baru ini meliputi inovasi produk baru, waktu pengembangan, dan kinerja pasar.

Kotler (2009) mengemukakan bahwa ada delapan proses pengembangan produk baru yaitu mencakup: pemunculan gagasan (idea generation), penyaringan gagasan (idea screening), pengembangan dan pengujian konsep (concept development and testing), pengembangan strategi pemasaran (marketing strategy development), analisis bisnis (business analysis), pengembangan produk (product development), pengujian pasar (market testing), dan komersialisasi (commercialization). Dalam setiap tahapan proses tersebut, manajemen akan mereview dan mengambil keputusan apakah lanjut atau menghentikan proses pengembangan produk baru tersebut.


(13)

Gambar 1.2

Proses Pengembangan Produk Baru Sumber : Kotler (Marketing Management, 2009)

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian yang sudah diteliti sebelumnya oleh Stevanus Trisna Chandra dengan jurnal berjudul “Analisa Proses dan Evaluasi Pengambangan Produk Baru ( New Product Development ) Pada UD Raja Maritim”, dimana pada penelitian ini ingin membuktikan dari penelitian sebelumnya tentang ide gagasan pada suatu perusahaan untuk mengembangkan produknya (New Product Development ).

Berdasarkan latar belakang tersebut, menarik untuk dikaji mengenai pengembangan produk baru. Oleh karena itu diajukan penelitian dengan judul “New Product Development di KPBS Pangalengan”.

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang, maka identifikasi masalah penelitian tersebut adalah Bagaimana Pengembangan Produk Baru di KPBS


(14)

Pangalengan.berdasarkan hal tersebut peneliti merumuskan permasalahan yang akan diteliti antara lain:

New product development dari susu yang tidak masuk standar SNF di KPBS Pangalengan.

1.3Tujuan penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan produk baru di KPBS Pangalengan dengan memanfaatkan susu yang tidak masuk pada standar SNF dengan tingkatan SNF (solid non fat) 7.88 menggunakan delapan tahapan pengembangan produk baru.

1.4Manfaat Penelitian

Adapun hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi kegunaan sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

a. Diharapkan dapat memberikan kontribusi dan referensi yang berkaitan dengan New Product Development dalam dunia nyata.

b. Dapat memberikan variasi produk terhadap KPBS Pangalengan. 2. Manfaat praktis

bagi KPBS Pangalengan yaitu diharapkan dapat memberikan kontribusi dan tambahan informasi yang berguna bagi KPBS Pangalengan untuk selalu mengembangkan produk baru di KPBS Pangalengan. serta menambah pengetahuan penulis mengenai teori kewirausahaan serta dapat menjadi konstribusi dalam bidang ilmu manajemen, khususnya dibidang kewirausahaan dan memberikan tambahan informasi kepada peneliti di bidang


(15)

New Product Development serta sebagai pijakan untuk penelitian selanjutnya terutama penelitian tentang New Product Development.

1.5Lokasi dan Jadwal Penelitian

Lokasi penelitian ini di lakukan di KBPS Pangalengan. Jadwal penelitian ini akan mulai di laksanakan pada tangga 1 September 2015.


(16)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian kualitatif berdasarkan teori pada perusahaan KPBS Pangalenganyang berjudul “New Product Development Di KPBS Pangalengan”, Maka diperoleh kesimpulan bahwa konsumen mengharapkan suatu produk yang akan di kembangkan dari Susu Murni yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka. Kebutuhan konsumen akan susu meliputi, jenis produk, rasa, kemasan, harga, dan lokasi penjualan.

1. Produk yang diinginkan konsumen dari pengembangan produk berbahan dasar susu KPBS yang tidak masuk standar SNF adalah yogurt rasa stroberry dengan menggunakan botol kaca dan rangeharga Rp.6000 sampai dengan Rp.9000. 2. Promosi yang digunakan untuk produk ini meliputi bundling dengan susu

KPBSyang sudah ada di pasaran seperti buy 2 Get 1, poster, banner dan event. 3. Proses produksi menggunakan mesin yang bertujuan untuk menjaga kualitas

produk agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik yang membutuhkan 6 orang SDM (sumber daya manusia) yang ahli di bidangnya.

4. Segmentasi dari produk tersebuat adalah konsumen yang berada di daerah Pangalengan dan Bandung.


(17)

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah di simpulkan diatas dalam upaya mengembangkan produk Susu KPBS Pangalengan. Di kemukakan beberapa saran sebagai berikut :

1. Perusahaan KPBS Pangalengan harus melakukan pengembangan produk baik dari produk yang sudah ada ataupun produk baru agar konsumen tidak cepat bosan baik itu dari segi kemasan ataupun rasa. Begitupun dengan jenis produk baru yang akan di kembangankan untuk menarik lebih banyak konsumen baru dan dapat mempertahankan posisi perusahaan. KPBS harus memperhatikan keinginan atau harapan konsumen terhadap produk yang akan di kembangkan dalam penelitian ini yaitu yogurt.

2. Perusahaan harus memperhatikan produk yogurt yangsudah ada di pasar, seperti pesaing-pesaingnya agar produk yang diproduksi memiliki sesuatu hal yang berbeda seperti dari segi bentuk, rasa ataupun kemasannya, agar konsumen tidak merasa jenuh dengan produk-produk yang sudah ada.

3. Dengan melakukan pengembangan produk sesuai dengan hasil penelitian diharapkan produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan dan respon konsumen juga dapat diterima dipasar secara luas.


(18)

DAFTAR PUSTAKA

A.Gima Sugiama, (2008), Metode Riset Bisnis dan Manajemen, Bandung: Guardaya Intimarta

Alex, (2006).“Pengembangan Produk Abon Sapi Berdasarkan Preferensi Konsumen Pada PT. Juara Food Industri”.

Barrios, K. (2008). The Business Analysis Process of New Product Development, p. 3. Bäckbrö and Nyström (2006), Entrepreneur Marketing p. 13

Fox, S. (2011). new product development by screening. Improving new product development by screening manufactured goods for potential disbenefits and negative consequences, 1.

Gunawan, A. (2010). Pengembangan Produk Bumbu Berdasarkan Preferensi Pelanggan. jakarta.

Kotler, Philip., and Amstrong. 2012. Prinsip –Prinsip Pemasaran, Terjemahan. Jilid 1. Edisi Kedua Belas. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Kotler & Keller, 2012.Marketing Management Edisi 14, Global Edition. Pearson Prentice Hall.

Kotler, Philip dan Armstrong Gary. 1996. Dasar-Dasar Pemasaran-Jilid 2 Edisi 6, Jakarta : Erlangga.

Kotler, Philip. 2012. Manajemen Pemasaran, Jakarta: Salemba Empat.

Massey, G. R. (2007). Interpersonal trust between marketing and R&D during new product development projects, 4.

Massey, G. R. (2007). Interpersonal trust between marketing and R&D during new product development projects, 2.

Moleong, L.J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Psikologi komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Spanjol, J. (2003). Idea Generation In the new product development; A cognitive ZZY


(19)

Stanton, William, J.,(2001),Prinsip-prinsip Pemasaran,Jilid Ketujuh, Jakarta: Erlangga

Simamora, B. 2002.Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono, (2009). Statistika untuk Penelitian, Bandung : Alfa Beta.

Sutanto, Tribuana, Alex. 2006. Pengembangan Produk Abon Sapi Berdasarkan Preferensi Konsumen Pada PT. Juara Food Industri. Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta

Sugiyono, ( 2008 ). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Tjiptono, Fandy. (2002), Strategi Pemasaran,Edisi Kedua, Penerbit Andi Offset,Yogyakarta.

Trisna, Chandra, Stevanus. 2015. Analisa Proses dan Evaluasi Pengembangan Produk Baru (New Product Development) Pada UD Raja Maritim. Universitas Kristen Petra

Ulrich, K. T. & Eppinger, S. D. (2008). Product Design and Development Fourth Edition. New York : the Mcgraw-Hill Companies Inc.

Yeniyurt, W. H. (2013). A longitudinal analysis of supplier involvement in buyers’ new product development: working relations, inter-dependence,co-innovation, and performance outcomes. 1.

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/03/09/implikasi-tahun-politik-dalam-kesiapan-menyambut-afta-2015-640169.html Nur, B. B. (2014, march 9). Implikasi Tahun Politik dalam Kesiapan Menyambut AFTA 2015. Retrieved mei 20, 2015, from http://ekonomi.kompasiana.com/:

http://www.wawasanpendidikan.com/2014/11/Pengertian-Harga-Pokok-Harga-Pokok-Produksi-dan-Harga-pokok-penjualan.html

www.business.qld. (2014, 0ctober 3). Retrieved mei 16, 2015, from New Product

Development:https://www.business.qld.gov.au/business/business-improvement/new-product-development

www.Kompasinia.com.(2015,meiFriday).Retrieved from

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/03/09/implikasi-tahun-politik-dalam-kesiapan-menyambut-afta-2015-640169.html


(20)

www.pendidikanekonomi.com.(2015,may,wednesday).Retrievedfrom

http://www.pendidikanekonomi.com/2012/07/pengertian-dan-manfaat-atribut-produk.html


(1)

New Product Development serta sebagai pijakan untuk penelitian selanjutnya terutama penelitian tentang New Product Development.

1.5Lokasi dan Jadwal Penelitian

Lokasi penelitian ini di lakukan di KBPS Pangalengan. Jadwal penelitian ini akan mulai di laksanakan pada tangga 1 September 2015.


(2)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian kualitatif berdasarkan teori pada perusahaan KPBS Pangalenganyang berjudul “New Product Development Di KPBS Pangalengan”, Maka diperoleh kesimpulan bahwa konsumen mengharapkan suatu produk yang akan di kembangkan dari Susu Murni yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka. Kebutuhan konsumen akan susu meliputi, jenis produk, rasa, kemasan, harga, dan lokasi penjualan.

1. Produk yang diinginkan konsumen dari pengembangan produk berbahan dasar susu KPBS yang tidak masuk standar SNF adalah yogurt rasa stroberry dengan menggunakan botol kaca dan rangeharga Rp.6000 sampai dengan Rp.9000. 2. Promosi yang digunakan untuk produk ini meliputi bundling dengan susu

KPBSyang sudah ada di pasaran seperti buy 2 Get 1, poster, banner dan event. 3. Proses produksi menggunakan mesin yang bertujuan untuk menjaga kualitas

produk agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik yang membutuhkan 6 orang SDM (sumber daya manusia) yang ahli di bidangnya.

4. Segmentasi dari produk tersebuat adalah konsumen yang berada di daerah Pangalengan dan Bandung.


(3)

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah di simpulkan diatas dalam upaya mengembangkan produk Susu KPBS Pangalengan. Di kemukakan beberapa saran sebagai berikut :

1. Perusahaan KPBS Pangalengan harus melakukan pengembangan produk baik dari produk yang sudah ada ataupun produk baru agar konsumen tidak cepat bosan baik itu dari segi kemasan ataupun rasa. Begitupun dengan jenis produk baru yang akan di kembangankan untuk menarik lebih banyak konsumen baru dan dapat mempertahankan posisi perusahaan. KPBS harus memperhatikan keinginan atau harapan konsumen terhadap produk yang akan di kembangkan dalam penelitian ini yaitu yogurt.

2. Perusahaan harus memperhatikan produk yogurt yangsudah ada di pasar, seperti pesaing-pesaingnya agar produk yang diproduksi memiliki sesuatu hal yang berbeda seperti dari segi bentuk, rasa ataupun kemasannya, agar konsumen tidak merasa jenuh dengan produk-produk yang sudah ada.

3. Dengan melakukan pengembangan produk sesuai dengan hasil penelitian diharapkan produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan dan respon konsumen juga dapat diterima dipasar secara luas.


(4)

DAFTAR PUSTAKA

A.Gima Sugiama, (2008), Metode Riset Bisnis dan Manajemen, Bandung: Guardaya Intimarta

Alex, (2006).“Pengembangan Produk Abon Sapi Berdasarkan Preferensi Konsumen Pada PT. Juara Food Industri”.

Barrios, K. (2008). The Business Analysis Process of New Product Development, p. 3. Bäckbrö and Nyström (2006), Entrepreneur Marketing p. 13

Fox, S. (2011). new product development by screening. Improving new product development by screening manufactured goods for potential disbenefits and negative consequences, 1.

Gunawan, A. (2010). Pengembangan Produk Bumbu Berdasarkan Preferensi Pelanggan. jakarta.

Kotler, Philip., and Amstrong. 2012. Prinsip –Prinsip Pemasaran, Terjemahan. Jilid 1. Edisi Kedua Belas. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Kotler & Keller, 2012.Marketing Management Edisi 14, Global Edition. Pearson Prentice Hall.

Kotler, Philip dan Armstrong Gary. 1996. Dasar-Dasar Pemasaran-Jilid 2 Edisi 6, Jakarta : Erlangga.

Kotler, Philip. 2012. Manajemen Pemasaran, Jakarta: Salemba Empat.

Massey, G. R. (2007). Interpersonal trust between marketing and R&D during new product development projects, 4.

Massey, G. R. (2007). Interpersonal trust between marketing and R&D during new product development projects, 2.

Moleong, L.J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Psikologi komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Spanjol, J. (2003). Idea Generation In the new product development; A cognitive ZZY


(5)

Stanton, William, J.,(2001),Prinsip-prinsip Pemasaran,Jilid Ketujuh, Jakarta: Erlangga

Simamora, B. 2002.Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono, (2009). Statistika untuk Penelitian, Bandung : Alfa Beta.

Sutanto, Tribuana, Alex. 2006. Pengembangan Produk Abon Sapi Berdasarkan Preferensi Konsumen Pada PT. Juara Food Industri. Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta

Sugiyono, ( 2008 ). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Tjiptono, Fandy. (2002), Strategi Pemasaran,Edisi Kedua, Penerbit Andi Offset,Yogyakarta.

Trisna, Chandra, Stevanus. 2015. Analisa Proses dan Evaluasi Pengembangan Produk Baru (New Product Development) Pada UD Raja Maritim. Universitas Kristen Petra

Ulrich, K. T. & Eppinger, S. D. (2008). Product Design and Development Fourth Edition. New York : the Mcgraw-Hill Companies Inc.

Yeniyurt, W. H. (2013). A longitudinal analysis of supplier involvement in buyers’ new product development: working relations, inter-dependence,co-innovation, and performance outcomes. 1.

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/03/09/implikasi-tahun-politik-dalam-kesiapan-menyambut-afta-2015-640169.html Nur, B. B. (2014, march 9). Implikasi Tahun Politik dalam Kesiapan Menyambut AFTA 2015. Retrieved mei 20, 2015, from http://ekonomi.kompasiana.com/:

http://www.wawasanpendidikan.com/2014/11/Pengertian-Harga-Pokok-Harga-Pokok-Produksi-dan-Harga-pokok-penjualan.html

www.business.qld. (2014, 0ctober 3). Retrieved mei 16, 2015, from New Product

Development:https://www.business.qld.gov.au/business/business-improvement/new-product-development

www.Kompasinia.com.(2015,meiFriday).Retrieved from

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/03/09/implikasi-tahun-politik-dalam-kesiapan-menyambut-afta-2015-640169.html


(6)

www.pendidikanekonomi.com.(2015,may,wednesday).Retrievedfrom

http://www.pendidikanekonomi.com/2012/07/pengertian-dan-manfaat-atribut-produk.html