Dampak Pemberian Pupuk Urea Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap C organik, Total Dan Serapan N, Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Inceptisol Asal Kwala Bekala Chapter III V

BAHAN DAN METODE
Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Rumah Kasa, Laboratorium Kimia dan
Kesuburan Tanah, PT. Nusa Pusaka Kencana Analytical & QC Laboratory (Asian
Agri Group) serta Balai Penelitian dan Riset Fakultas Pertanian Universitas
Sumatera Utara.
Bahan Dan Alat
Bahan yang digunakan adalah benih jagung (Zea mays L.) Pioneer P32,
contoh tanah Inceptisol Kwala Bekala Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli
Serdang, pupuk Urea, SP-36, KCL, kotoran ayam, serta bahan kimia yang
digunakan untuk keperluan analisis tanah dan tanaman di laboratorium.
Alat yang digunakan adalah cangkul, polybag, meteran, timbangan, dan
sejumlah alat-alat yang digunakan di laboratorium untuk analisis kimia tanah dan
tanaman.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan
dua faktor, yaitu :
Faktor I

: Pupuk Urea (U)
U0


= 0 g/polybag

U1

= 1g/polybag

U2

= 1,5g/polybag

U3

= 2g/polybag\

Universitas Sumatera Utara

Faktor II

:Pupuk Kandang ayam (A)

A0

= 0 ton/ha (0 g/polybag)

A1

= 10 ton/ha (50 g/polybag)

A2

= 20 ton/ha (100 g/polybag)

A3

= 30 ton/ha (150 g/polybag)

Sehingga diperoleh kombinasi perlakuannya sebagai berikut :
U 0 A0

U 0 A1


U 0 A2

U 0 A3

U 1 A0

U 1 A1

U 1 A2

U 1 A3

U 2 A0

U 1 A1

U 2 A2

U 2 A3


U 3 A0

U 3 A1

U 3 A2

U 3 A3

Jumlah Ulangan

:3

Total Perlakuan

: 4 x 4 x 3 = 48 perlakuan

Model linier Rancangan Acak Kelompok :
Yijk = μ + αi + βj + (αβ) ij + γk + εijk
Dimana:

Yijk

= respon tanaman yang diamati

μ

= nilai tengah umum.

αi

= pengaruh perlakuan ke-i dari faktor U

βj

= pengaruh ulangan ke-j dari faktor S

(αβ) ij = pengaruh interaksi taraf ke- i dari faktor U dan taraf j dari faktor S
γk

= pengaruh blok


εijk

= pengaruh galat taraf ke-i dari faktor U dan taraf j dari faktor S pada blok
ke-k

Universitas Sumatera Utara

Data yang diperoleh dianalisis secara statistik berdasarkan analisis Varian
pada setiap peubah amatan yang diukur dan diuji lanjutan bagi perlakuan yang
nyata dengan menggunakan uji beda Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada
taraf 5%
Pelaksanaan Penelitian
Persiapan Tanah dan Pupuk Kandang Ayam
Pengambilan contoh tanah dilakukan secara zig-zag pada kedalaman 0-20
cm lalu di kompositkan, kemudian tanah di kering udara kan dan diayak dengan
ayakan 10 mesh. Pupuk kandang ayam diambil dari Peternakan Ayam Kecamatan
Simalingkar. Kemudian pupuk kandang ayam di kering udarakan.
Analisis Tanah, Tanaman, dan Pupuk Kandang Ayam
Tanah yang telah kering udara dan telah diayak lalu di analisis % KL

dan% kadar air nya untuk mengetahui kebutuhan air untuk penyiraman dan
menentukan berat tanah yang dimasukkan ke tiap polibeg setara 10 kg BTKO.
Analisis tanah dilakukan sebanyak dua kali, yang pertama analisis tanah awal,
yang kedua setelah inkubasi perlakuan dan pupuk dasar meliputi pH H 2 O, N-total,
% C-Organik tanah. Analisis tanaman dilakukan pada fase akhir vegetatif yang
meliputi analisis N daun. Analisis pupuk kandang ayam meliputi %KA, pH H2O,
%C, %N, rasio C/N.
Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam
Aplikasi pupuk kandang ayam terlebih dahulu diberikan ke dalam tanah
dan dicampur secara merata ke dalam tanah 2 minggu sebelum tanam. Pupuk KCl
diberikan pada saat tanam dan pupuk SP-36 diberikan sepuluh hari sebelum
penanaman benih. Dosis pupuk kandang Ayam dan Urea yang diberikan sesuai

Universitas Sumatera Utara

dengan dosis perlakuan sedangkan pupuk dasar SP-36 dengan dosis 20g/ 10 kg
BTKO dan KCL 3g/ 10 kg BTKO.
Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman
Benih jagung ditanam 2 benih per polibeg, setelah berumur 2 minggu
dilakukan penjarangan dengan hanya meninggalkan satu tanaman saja yang paling

bagus. Tanaman ditanam selama 7 minggu atau hingga akhir masa vegetatif.
Penyiraman dilakukan setiap hari sampai mencapai kondisi kapasitas lapang.
Pengambilan Sampel Tajuk dan Akar
Pengambilan sampel dilakukan setelah tanaman berumur 6-7 minggu.
Bagian tajuk dipotong dan bagian akar diambil lalu dibersihkan dan dikeringkan
untuk selanjutnya diovenkan guna mendapatkan berat konstan. Dihitung berat
kering tajuk dan berat kering akarnya setelah diovenkan. Setelah itu bagian tajuk
dibawa ke laboratorium PT. Nusa Pusaka Kencana Analytical & QC Laboratory
(Asian Agri Group).
Parameter Penelitian
Peubah amatan yang diukur meliputi :
1. Tanah
Parameter amatan tanah diambil sehari sebelum tanam
-

pH H 2 O (1:2,5) metode elektrometri

-

N-Total metodeKjeldahl


-

C-Organik Tanah (%) metode Walkley and Black

2. Tanaman
Parameter pertumbuhan tanaman jagung diambil pada akhir masa vegetatif
-

Tinggi tanaman (cm)

Universitas Sumatera Utara

-

Bobot kering tajuk tanaman (g) ditimbang setelah di ovenkan ± 48
jam dengan temperatur 70oC

-


Bobot kering akar tanaman (g) ditimbang setelah di ovenkan ± 48 jam
dengan tempratur 70oC

-

Serapan N-Tanaman (mg N/tanaman) dihitung dengan cara:
% N tanaman x Berat kering tanaman

Universitas Sumatera Utara

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun analisis kimia tanah yang dilakukan adalah pH, C-organik, dan
N tanah, sedangkan pada tanaman analisis yang dilakukan meliputi serapan N,
tinggi tanaman, berat kering tajuk serta berat kering akar yang dilakukan setelah
panen.
pH Tanah
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 1 dan 2 memperlihatkan bahwa
aplikasi pupuk urea dan interaksi pupuk urea dan pupuk kandang ayam tidak
berpengaruh nyata terhadap peningkatan pH tanah, sedangkan aplikasi pupuk

kandang ayam berpengaruh sangat nyata terhadap pH tanah, seperti pada Tabel 1.
Tabel 1. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam
terhadap pH Tanah pada Akhir Masa Vegetatif
U0
U1
U2
U3
Rataan
A0
4.57
4.28
4.27
4.46
4.39b
A1
4.60
4.52
4.56
4.57
4.56a
A2
4.55
4.45
4.52
4.73
4.56a
A3
4.68
4.56
4.62
4.71
4.64a
Rataan
4.60
4.45
4.49
4.62
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak
nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 1 menunjukkan bahwa aplikasi
pupuk kandang ayam pada taraf A 0 (kontrol) berbeda nyata dengan semua taraf
lainnya (A 1, A2, dan A3 ). Taraf A1 tidak berbeda nyata dengan taraf A2 dan A 3
N Tanah
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 3 dan 4 memperlihatkan bahwa
aplikasi pupuk urea dan interaksi pupuk urea dengan pupuk kandang ayam tidak
berpengaruh nyata terhadap N tanah, sedangkan aplikasi pupuk kandang ayam
berpengaruh sangat nyata terhadap N tanah, seperti pada Tabel 2.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam
terhadap N Tanah pada Akhir Masa Vegetatif
U0
U1
U2
U3
Rataan
..........................................%...............................................
A0
0.11
0.10
0.11
0.10
0.10b
A1
0.10
0.11
0.09
0.11
0.10b
A2
0.10
0.11
0.10
0.12
0.11b
A3
0.11
0.13
0.14
0.15
0.13a
Rataan
0.11
0.11
0.11
0.12
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak
nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 2 menunjukkan bahwa aplikasi
pupuk kandang ayam pada taraf A3 berbeda nyata dengan taraf A 0 , A1 , dan A 2 .
Sedangkan pada taraf A0 tidak berbeda nyata dengan A1 dan A2 ..
Serapan N
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 5 dan 6 memperlihatkan bahwa
aplikasi pupuk urea dan kotoran ayam nyata meningkatkan serapan N sedangkan
interaksi pupuk urea dan pupuk kandang ayam tidak nyata meningkatkan serapan
N, seperti pada Tabel 3.
Tabel 3. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam
terhadap serapan N Tanaman pada Akhir Masa Vegetatif
U0
U1
U2
U3
Rataan
..........................................%...............................................
A0
11.98
18.47
13.43
12.07c
4.40
A1
55.52
165.04
87.96
84.96
98.37cb
A2
81.82
182.47
71.74
108.39
111.10ba
A3
110.25
187.57
99.79
140.69
134.57a
Rataan
63.00b
136.76a
69.49a
86.87ba
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak
nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 3 menunjukkan bahwa aplikasi
pupuk kandang ayam pada taraf A0 berbeda nyata dengan A2 dan A 3 , tetapi tidak
berbeda nyata A1 , A1 tidak berbeda nyata dengan A0 dan A 2 , tetapi berbeda
nyata dengan A 3 . A2 berbeda nyata dengan A 0 , tetapi berbeda nyata dengan A1

Universitas Sumatera Utara

dan A 3 tidak berbeda nyata dengan A 2 , tetapi berbeda nyata dengan A0 , A 1 dan
A2 .
Pada aplikasi pupuk urea pada taraf U 0 tidak berbeda nyata dengan U 3
tetapi berbeda nyata dengan U 1 dan U 2 , U 1 tidak berbeda nyata dengan U 2 dan
U 3 , tetapi berbeda nyata dengan U 0 , U 2 tidak berbeda nyata dengan U 3 dan U 1 ,
tetapi berbeda nyata dengan U 0 ,U 3 tidak berbeda nyata dengan semua perlakuan.
C-Organik
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 7 dan 8 memperlihatkan bahwa
aplikasi pupuk kandang ayam sangat nyata meningkatkan C organik, tetapi
aplikasi pupuk urea dan interaksi pupuk urea dan kandang ayam tidak nyata
meningkatkan C organic, seperti pada Tabel 4.
Tabel 4. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam
terhadap C-Organik pada Akhir Masa Vegetatif
U0
U1
U2
U3
Rataan
..........................................%...............................................
AO
0.51
0.46
0.44
0.48c
0.50
A1
0.53
0.62
0.50
0.58
0.56cb
A2
0.63
0.69
0.54
0.67
0.63b
A3
0.69
0.81
0.88
0.79
0.80a
Rataan
0.59
0.66
0.60
0.62
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak
nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 4 menunjukkan bahwa aplikasi
pupuk kandang ayam pada taraf A0 tidak berbeda nyata dengan A1 , tetapi berbeda
nyata dengan A 2 dan A3 , A1 tidak berbeda nyata dengan A 0 dan A2 tetapi berbeda
nyata dengan A3 . A 2 tidak berbeda nyata dengan A 1 dan A 0 tetapi berbeda nyata
dengan A3 . A3 tidak berbeda nyata dengan semua perlakuan.

Universitas Sumatera Utara

Tinggi Tanaman
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 9 dan 10 memperlihatkan bahwa
aplikasi pupuk kandang ayam nyata meningkatkan tinggi tanaman, tetapi aplikasi
pupuk urea dan interaksi pupuk urea dengan pupuk kandang ayam tidak
berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman jagung, seperti pada Tabel 5.
Tabel 5. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam
terhadap Tinggi Tanaman pada Akhir Masa Vegetatif
U0
U1
U2
U3
Rataan
..........................................cm...............................................
75.33
A0
88.67
102.33
88.67
88.75b
A1
141.67
171.67
167.00
155.67
159.00a
A2
167.67
167.33
142.67
174.33
163.00a
A3
181.33
185.00
159.67
187.33
178.33a
Rataan
141.50
153.17
142.92
151.50
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak
nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 5 menunjukkan bahwa aplikasi
pupuk kandang ayam pada taraf A0 berbeda nyata dengan semua perlakuan, tetapi
pada perlakuan A1 tidak berbeda nyata dengan semua perlakuan.
Berat Kering Akar
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 11 dan 12 memperlihatkan
bahwa aplikasi pupuk kandang ayam nyata meningkatkan berat kering akar
tanaman, tetapi aplikasi pupuk urea dan interaksi pupuk urea dan kandang ayam
tidak nyata meningkatkan berat kering akar, seperti pada Tabel 6.
Tabel 6. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam
terhadap Berat Kering Akar pada Akhir Masa Vegetatif
UO
U1
U2
U3
Rataan
..........................................g...............................................
AO
1.13
1.07
1.37
1.13
1.18b
A1
5.90
6.37
7.83
7.13
6.81ba
A2
8.83
7.30
5.73
12.77
8.66ba
A3
12.27
26.30
9.30
11.63
14.88a
Rataan
7.03
10.26
6.06
8.17

Universitas Sumatera Utara

Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak
nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 6 menunjukkan bahwa aplikasi
pupuk kandang ayam pada taraf A0 berbeda nyata dengan semua perlakuan tetapi
pada perlakuan A1 tidak berbeda nyata dengan A 2 dan A 3
Berat Kering Tajuk
Hasil sidik ragam seperti pada Lampiran 13 dan 14 memperlihatkan bahwa
aplikasi pupuk kandang ayam nyata meningkatkan berat kering tanaman dan
pemberian pupuk urea nyata meningkatkan berat kering tanaman tetapi interaksi
pupuk urea dan kandang ayam tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering
tanaman jagung, seperti pada Tabel 7.
Tabel 7. Uji Beda Rataan Aplikasi Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam
terhadap Berat Kering Tajuk pada Akhir Masa Vegetatif
U0
U1
U2
U3
Rataan
..........................................g...............................................
A0
2.27
7.10
6.40
5.31b
5.47
A1
25.10
66.37
39.37
34.93
41.44a
A2
36.90
68.07
28.97
42.60
44.13a
A3
46.07
69.53
34.93
57.03
51.89a
Rataan
27.58b
52.36a
27.59b
35.24b
Keterangan : angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti berbeda tidak
nyata(5%)menurut uji DMRT
Dari hasil uji beda rataan pada Tabel 7 menunjukkan bahwa aplikasi
pupuk kandang ayam pada taraf A0 berbeda nyata dengan semua perlakuan tetapi
pada perlakuan A1 tidak berbeda nyata dengan A 2 dan A 3
Pada aplikasi pupuk urea pada taraf U 0 . tidak berbeda nyata dengan U 2
dan U 3 , tetapi berbeda nyata dengan U 1 , U 1 berbeda nyata dengan semua taraf.

Universitas Sumatera Utara

Pembahasan
Dari hasil analisis sidik ragam pada Tabel 1 menunjukkan bahwa
pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata dalam meningkatkan pH
tanah, dimana pH tertinggi terdapat pada A3 (4,64) dan terendah terdapat pada A0
(4,39).
Peningkatan pH tanah inceptisol Kwala Bekala yang tergolong rendah
dikarenakan pemberian pupuk kandang ayam dapat meningkatkan kandungan
bahan organik tanah, bahan organik tanah yang bersifat humus dapat mengkelat
logam logam berat seperti Aluminium sehingga Hal ini sesuai dengan literatur
Tan (1995) dalam Ginting (2003) melaporkan bahwa bahan organik tanah
mempunyai pengaruh terhadap pelapukan pupuk kandang . Melalui dekomposisi
bahan organik, sejumlah senyawa organik dilepaskan atau dibentuk. Kebanyakan
dari senyawa tersebut, seperti asam fulfat dan humat mempunyai kapasitas untuk
mengkhelat atau mengkompleksi ion logam. Sehingga dengan terjadinya
pengkhelatan ion logam oleh bahan organik pH tanah dapat meningkat.
Dari hasil sidik ragam pada Tabel 2 menunjukkan bahwa aplikasi pupuk
kandang ayam juga berpengaruh nyata meningkatkan N tanah dimana N tanah
tertinggi terdapat pada aplikasi A3 (0,13%) dan yang terendah pada A 0 (0,10%)
dan A1 (0,10%). Hal ini sesuai dengan penelitian Tufaila (2014) yang menyatakan
bahwa semakin tinggi dosis pupuk cenderung diikuti dengan meningkatnya N
tanah.
Dari hasil analisis sidik ragam pada Tabel 3 menunjukkan bahwa
pemberian pupuk kandang ayam dan pemberian pupuk urea berpengaruh nyata
dalam meningkatkan serapan N tanaman, dimana serapan N tanaman tertinggi

Universitas Sumatera Utara

terdapat pada A 3 (134,57) dan U 3 (86,87) sedangkan yang terendah terdapat pada
A 0 (12,07) dan U 0 (63,00). Hal Ini di karenakan pupuk urea dan kotoran ayam
yang diaplikasikan akan segera terhidrolisis dan mengalami proses nitrifikasi
membentuk

ion

NH4

+

dan

NO3

-

Bentuk

ion

inilah

menurut

Poerwowidodo (1992) yang umum diserap akar tanaman dan selanjutnya diubah
kedalam bentuk NH2, selain itu kandungan N di kotoran ayam mengandung unsur
nitrogen

yang

lebih

banyak

dibandingkan

pupuk

kandang

lainnya.

Seperti Buckman and Brady (1982). Yang menyatakan Nitrogen pada pupuk
kandang ayam pada tanah lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pupuk
kandang sapi atau pupuk kandang kambing.
Dari hasil analisis sidik ragam pada Tabel 4 menunjukkan bahwa
pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata dalam meningkatkan
C-organik tanah, dimana C-organik tanah tertinggi terdapat pada A3 (0,80) dan
terendah terdapat pada A0 (0,48). Peningkatan kandungan C-organik yang
terdapat di dalam tanah inceptisol di sebabkan pupuk kandang ayam merupakan
pupuk yang berbahan organik yang memiliki kandungan C-Organik yang tinggi
yaitu (lampiran sekian) sehingga dapat memberikan kandungan C-organik untuk
tanah inceptisol agar aktivitas microorganisme pada tanah inceptisol meningkat.
Hal ini sesuai dengan Nursyamsi, (2005) yang menyatakan bahwa Di daerah
tropika tingkat pelapukan bahan organik sangat tinggi sehingga turn over Corganik dalam tanah berlangsung singkat akibatnya kadar bahan organik tanah
rendah. Mengingat peranannya yang begitu besar terhadap perbaikan fisik, kimia,
dan biologi tanah, maka bahan organik (pupuk kandang dan atau pupuk hijau)
perlu ditambahkan dalam jumlah banyak.

Universitas Sumatera Utara

Dari hasil analisis sidik ragam pada Tabel 5 menunjukkan bahwa
pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata dalam meningkatkan tinggi
tanaman, dimana tinggi tanaman tertinggi terdapat pada A3 (178,33) dan terendah
terdapat pada A 0 (88,75). Hal ini disebabkan oleh kandungan nitrogen yang tinggi
dari pupuk kandang ayam. Unsur hara N lebih mendukung untuk masa
pertumbuhan vegetatif tanaman jagung, tinggi tanaman jagung juga dipengaruhi
oleh pemberian air dan pemberian pupuk kandang Ayam yang tinggi akan
aktivitas mikroorganisme yang juga berperan untuk menyimpan air agar unsur
hara dapat diserap oleh tanaman jagung. Hal ini sesuai dengan Asroh (2010) yang
menyatakan bahwa Unsur hara yang diperlukan tanaman sudah mulai tersedia, di
mana pupuk hayati mengandung mikroba yang mampu menghasilkan senyawa
aktif yang berperan dalam menyediakan/menguraikan unsur hara. Aktivitas
mikroorganisme juga dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan
air, sehingga unsur hara lebih mudah diserap oleh tanaman.
Dari hasil analisis sidik ragam pada Tabel 6 menunjukkan bahwa
pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata dalam meningkatkan bobot
kering akar, dimana bobot kering akar tertinggi terdapat pada A3 (14,88) dan
terendah terdapat pada A0 (1,18). Hal ini disebabkan karena kotoran ayam
merupakan pupuk hayati yang mengandung nitrogen yang cukup tinggi, Nitrogen
merupakan unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif tanaman terutama
daun, pertambahan tunas, pertumbuhan akar dan menambah tinggi tanaman. Hal
ini sesuai dengan (Jumin 2002) yang menyatakan bahwa tersedianya nitrogen
maka tanaman akan membentuk bagian-bagian vegetatif yang cepat, yang
disebabkan karena jaringan meristem yang akan melakukan pembelahan sel,

Universitas Sumatera Utara

perpanjangan

dan

pembesaran

sel-sel

baru

dan

protoplasma

sehingga

pertumbuhan tanaman berlangsung dengan baik.
Dari hasil analisis sidik ragam pada Tabel 7 menunjukkan bahwa
pemberian pupuk kandang ayam dan pemberian pupuk urea berpengaruh nyata
dalam meningkatkan bobot kering tanaman, dimana bobot kering tanaman
tertinggi terdapat pada A3 (51,89) dan U 3 (35,24) sedangkan yang terendah
terdapat pada A0 (5,31) dan U 0 (27,58). Hal ini diakibatkan karena kandungan
nitrogen dari pupuk urea dan pupuk kandang ayam yang merangsang
pertumbuhan tanaman. Hal ini sesuai dengan Nurshanti (2009) yang menyatakan
bahwa Unsur N yang dominan terkandung dalam pupuk kandang berfungsi dalam
meningkatkan

pertumbuhan

vegetatif tanaman

terutama

untuk

memacu

pertumbuhan daun. Diasumsikan semakin besar luas daun maka makin tinggi
fotosintat yang dihasilkan, sehingga semakin tinggi pula fotosintat yang
ditranslokasikan. Fotosintat tersebut

digunakan untuk pertumbuhan dan

perkembangan tanaman, antara lain pertambahan ukuran panjang atau tinggi
tanaman, pembentukan cabang dan daun baru.

Universitas Sumatera Utara

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Pemberian pupuk kandang ayam dengan perlakuan A3 (30 ton/ha) nyata
meningkatkan pH tanah, C-organik, N tanah, serapan N, bobot kering
tajuk, dan bobot kering akar.
2. Pemberian pupuk urea dengan perlakuan U1 (1 gr/ tanaman) nyata
meningkatan serapan N dan berat kering tanaman.
3. Interaksi pupuk urea dengan pupuk kandang ayam tidak nyata dalam
meningkatkan pH tanah, C-organik, N tanah, serapan N, bobot kering
tajuk, dan bobot kering akar.
Saran
Untuk meningkatkan serapan N serta pertumbuhan tanaman jagung pada
tanah Inceptisol asal Kwala Bekala disarankan menggunakan pupuk Urea serta
pupuk kandang ayam dengan dosis yang lebih tinggi.

Universitas Sumatera Utara

Dokumen yang terkait

Dampak Pemberian Pupuk TSP dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap aaKetersediaan dan Serapan Fosfor Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada aaTanah Inceptisol Kwala Bekala

0 3 59

Dampak Pemberian Pupuk TSP dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap aaKetersediaan dan Serapan Fosfor Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada aaTanah Inceptisol Kwala Bekala

0 0 9

Dampak Pemberian Pupuk TSP dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap aaKetersediaan dan Serapan Fosfor Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada aaTanah Inceptisol Kwala Bekala

0 0 2

Dampak Pemberian Pupuk TSP dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap aaKetersediaan dan Serapan Fosfor Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada aaTanah Inceptisol Kwala Bekala

0 0 3

Dampak Pemberian Pupuk Urea Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap C organik, Total Dan Serapan N, Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Inceptisol Asal Kwala Bekala

0 0 11

Dampak Pemberian Pupuk Urea Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap C organik, Total Dan Serapan N, Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Inceptisol Asal Kwala Bekala

0 0 2

Dampak Pemberian Pupuk Urea Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap C organik, Total Dan Serapan N, Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Inceptisol Asal Kwala Bekala

0 0 4

Dampak Pemberian Pupuk Urea Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap C organik, Total Dan Serapan N, Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Inceptisol Asal Kwala Bekala

0 0 10

Dampak Pemberian Pupuk Urea Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap C organik, Total Dan Serapan N, Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Inceptisol Asal Kwala Bekala

0 1 3

Dampak Pemberian Pupuk Urea Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap C organik, Total Dan Serapan N, Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Inceptisol Asal Kwala Bekala

0 0 8