PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY).

(1)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHANTERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN

(AGILITY)

SKRIPSI

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga

Oleh :

MAKMUR SUDRAJAT 0907325

JURUSAN PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG


(2)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Oleh:

Makmur Sudrajat

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

© Makmur Sudrajat 2014 Universitas Pendidikan Indonesia

Juni 2014

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian, dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis.


(3)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Makmur Sudrajat NIM : 0907325

Judul : Pengaruh Latihan Kombinasi Plyometrics dan Kelincahan terhadap peningkatan kelincahan (agility)

Disetujui dan Disahkan Oleh: Dosen Pembimbing I

( Drs. Yadi Sunaryadi, M.Pd. ) NIP. 196510171992031004

Dosen Pembimbing II

( Drs. Satriya ) NIP. 196002101987031004

Mengetahui,

Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga

( Dr. R. Boyke Mulyana, M.Pd. ) NIP. 196210231989031001


(4)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK …….……… i

KATA PENGANTAR ..……… ii

UCAPAN TERIMA KASIH ……… iii

DAFTAR ISI ………. v

DAFTAR GAMBAR ……… vii

DAFTAR TABEL ………. viii

DAFTAR GRAFIK ……….. ix

DAFTAR LAMPIRAN ……… x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian ……… 1

B. Rumusan Masalah ……… 5

C. Tujuan Penelitian ………. 6

D. Manfaat Penelitian ………... 6

E. Struktur Organisasi Skripsi ……….. 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN dan HIPOTESIS PENELITIAN A. Kajian Pustaka ……….. 9

1. Hakikat Latihan dan Metode Latihan ………. 9

2. Hakikat Kondisi Fisik ………. 10

3. Hakikat Kelincahan (Agility) ………. 12

4. Hakikat Kekuatan (Strength) ……….. 14

5. Plyometrics ………. 15

6. Dukungan Power terhadap Peningkatan Kelincahan …… 18

B. Kerangka Pemikiran ………. 20

C. Hipotesis ……….. 21

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subkek Populasi / Sampel ………. 22

1. Populasi ……….. 22

2. Sampel ……… 22

B. Desain Penelitian ……….. 22

C. Metode Penelitian ………. 24

D. Definisi Operasional ………. 25


(5)

vi

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

F. Pelaksanaan Penelitian ………. 28

G. Teknik Pengumpulan Data ……… 32

H. Analisis Data ………... 32

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pengolahan dan Analisis Data ……….. 36

B. Diskusi Temuan ……… 41

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ………... 43

B. Saran ………. 43

DAFTAR PUSTAKA ……… 45

LAMPIRAN ………..……… 47

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ………. 75


(6)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

Gambar 2.1 Bentuk Latihan Kelincahan (Zigzag run) ……….. 13 Gambar 2.2 Norma pemberian beban latihan Plyometrics ………... 16 Gambar 2.3 Latihan plyometrics bentuk side hop ………. 18 Gambar 2.4 Ilustrasi interdependensi antara komponen-komponen

biomotorik ………. 19

Gambar 2.5 Latihan Kombinasi Plyometrics bentuk side hop dan

Zigzag-run………. 20

Gambar 3.1 Langkah-langkah penelitian yang dilakukan penulis ……. 23 Gambar 3.2 Desain penelitian Pretest-Posttest Control Group

Design………... 23


(7)

viii

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel 3.1 Program latihan penelitian kelompok eksperimen ……….. 30

Tabel 3.2 Program latihan penelitian kelompok kontrol ………. 31 Tabel 4.1 Hasil penghitungan nilai rata-rata, simpangan baku

dan varians kedua kelompok ………... 36

Tabel 4.2 Tabel hasil penghitungan uji normalitas Liliefors ……….. 39 Tabel 4.3 Hasil Penghitungan Uji Homogenitas ………. 40 Tabel 4.4 Hasil Penghitungan Uji Kesamaan


(8)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR GRAFIK

Grafik Halaman

Grafik 4.1 Diagram peningkatan kelincahan kelompok eksperimen ….. 37 Grafik 4.2 Diagram perbandingan Tes Awal dan Tes Akhir

kelincahan kelompok eksperimen ………. 37

Grafik 4.3 Diagram peningkatan kelincahan kelompok kontrol …...….. 38 Grafik 4.4 Diagram perbandingan Tes Awal dan Tes Akhir


(9)

x

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

Lampiran I Penghitungan Nilai Rata-rata, Simpangan Baku

dan Varians Tes Awal Kelompok Eksperimen ...………. 47 Lampiran II Penghitungan Nilai Rata-rata, Simpangan Baku

dan Varians Tes Awal Kelompok Kontrol ………... 48 Lampiran III Hasil Penghitungan uji normalitas uji liliefors

pre-test Kelompok eksperimen ………... 49 Lampiran IV Hasil Penghitungan uji normalitas uji liliefors

pre-test Kelompok Kontrol ………. 50 Lampiran V Hasil Penghitungan uji normalitas uji liliefors

post-test Kelompok eksperimen ………. 51 Lampiran VI Hasil Penghitungan uji normalitas uji liliefors

post-test Kelompok Kontrol ………... 52 Lampiran VII Hasil penghitungan uji homogenitas uji kesamaan

dua varians pada pre-test kelompok eksperimen

dan kelompok kontrol ……… 53 Lampiran VIII Hasil penghitungan uji homogenitas uji kesamaan

dua varians pada post-test kelompok eksperimen


(10)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Lampiran IX Hasil penghitungan uji homogenitas uji kesamaan

dua varians pada nilai beda pre-test dan post-test

kelompok eksperimen dan kelompok control ………….. 55 Lampiran X Hasil pengujian hipotesis (uji beda)

Kelompok Eksperimen ………. 56 Lampiran XI Hasil pengujian hipotesis (uji beda)

Kelompok Kontrol ……… 57

Program Latihan Penelitian ……….. 66


(11)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Penelitian

Olahraga sudah menjadi suatu keperluan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Olahraga juga telah menjadi kebutuhan setiap lapisan masyarakat, baik untuk kesehatan bagi dirinya sendiri, untuk hiburan, bahkan mempunyai pengaruh terhadap gengsi sebuah Negara. Olahraga pada umumnya mengandung tiga unsur pokok, yaitu bermain, latihan fisik dan kompetisi. Bagi sebagian orang awam, olahraga merupakan sebuah kegiatan yang kompetitif yang menekankan pada sebuah juara yang dicapai oleh atlet elit. Namun, terdapat suatu hal yang paling utama dari semua asumsi di atas yaitu pembinaan olahraga. Salah satu permasalahan dalam pembinaan olahraga khususnya praktik pelatihan fisik adalah penerapan yang masih belum jelas karakternya dari setiap metode dan bentuk latihan. Keterbatasan pengetahuan tentang metode dan bentuk latihan yang dipahami merupakan bagian dari keterbatasan pelatih dalam menerapkan cara pelatihan.

Apabila berbicara tentang olahraga prestasi, tentunya akan sangat berhubungan dengan masalah kondisi fisik. Begitu pula sebaliknya, apabila berbicara tentang kondisi fisik maka salah satunya akan berhubungan dengan olahraga prestasi. Hal ini dikarenakan komponen kondisi fisik merupakan salah satu faktor penting dalam pencapaian prestasi maksimal suatu cabang olahraga. Pelatihan fisik merupakan suatu hal yang sangat penting keberadaannya ketika pelatihan yang dilakukan untuk tingkatan elit atlet. Hal ini dikarenakan pelatihan kondisi fisik merupakan dasar dari semua program latihan sebelum menginjak pada program selanjutnya.

Mengenai pentingnya latihan kondisi fisik, Harsono (1988:153) mengatakan: “Tanpa persiapan kondisi fisik yang seksama dan serious atlet harus dilarang untuk mengikuti suatu pertandingan”. Selanjutnya Sajoto (1988:57) menjelaskan bahwa: “Kondisi fisik adalah salah satu prasyarat yang sangat diperlukan dalam setiap usaha peningkatan prestasi seorang atlet, bahkan dapat dikatakan dasar


(12)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

landasan titik tolak suatu awalan olahraga prestasi”. Program latihan kondisi fisik harus direncanakan dengan baik dan sistematis agar kesegaran jasmani dan kemampuan fungsional dari system tubuh dapat meningkat, sehingga memungkinkan atlet untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Menurut Harsono (1988:153) :

Kalau kondisi fisik baik maka:

1. Ada peningkatan dalam kemampuan system sirkulasi dan kerja jantung. 2. Akan ada peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan,

dan lain-lain komponen kondisi fisik.

3. Akan ada ekonomi gerak yang lebih baik pada waktu latihan.

4. Akan ada pemulihan yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan.

5. Akan ada respons yang cepat dari organisme tubuh kita apabila sewaktu-waktu respons demikian diperlukan.

Setiap pelatihan olahraga tentunya bertujuan untuk pencapaian maksimal baik prestasi atau sebagainya. Untuk mendukung tercapai hal tersebut maka perlu dipersiapkan kondisi fisik yang baik. Dengan dilakukannya pelatihan kondisi fisik, diharapkan kondisi fisik atlet selalu dalam keadaan prima. Seperti yang dikemukakan oleh Sajoto (1988:57) bahwa:

Komponen kondisi fisik adalah suatu kesatuan utuh dari komponen kesegaran jasmani dan komponen kesegaran motorik yang harus dimiliki olahragawan prestasi dengan status setiap komponennya harus berada dalam keadaan baik atau baik sekali.

Dalam proses pelatihan kondisi fisik, haruslah direncanakan dengan baik dan sistematis agar dapat tercapai target prestasi yang diharapkan. Atlet dan pelatih harus berusaha dengan keras demi tercapainya prestasi maksimal yang diinginkan. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan waktu persiapan yang relatif lama. Persiapan tersebut salah satunya adalah persiapan kondisi fisik. Atlet harus dilatih kondisi fisiknya sebelum terjun dalam pertandingan yang sesungguhnya, sehingga atlet tersebut telah siap menghadapi tekanan-tekanan yang timbul dalam pertandingan baik tekanan fisik maupun tekanan mental. Harsono (1988:153) menjelaskan:


(13)

3

Jadi, sebelum diterjunkan ke gelanggang pertandingan, seorang atlet harus sudah berada dalam suatu kondisi fisik dan tingkatan fitness yang baik untuk menghadapi intensitas kerja dan segala macam stress yang bakal dihadapinya dalam pertandingan.

Untuk mencapai perkembangan kemampuan fisik secara menyeluruh, maka diperlukan usaha yang serius, kesadaran dari semua pihak yang terlibat di dalamnya termasuk pelatih. Dalam pelatihan fisik diperlukan suatu metode pelatihan yang benar-benar di program sedemikian rupa sehingga tercapai tujuan dalam peningkatan kondisi fisik secara sempurna. Hal tersebut merupakan faktor yang sangat penting dalam peningkatan kondisi fisik atlet demi tercapainya prestasi yang lebih baik. Kajian ilmu pengetahuan yang berkembang dalam olahraga prestasi saat ini adalah tentang pelatihan kondisi fisik, yaitu tentang bagaimana menciptakan dampak yang positif dari pelatihan fisik terhadap peningkatan prestasi. Dalam pelatihan olahraga prestasi, khususnya dalam pelatihan kondisi fisik, sangat diperlukan perencanaan program latihan yang akan dilakukan atlet. Kemampuan fisik dapat ditingkatkan jika penerapan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dilakun secara tepat dan cermat.

Dalam pelatihan fisik banyak metode dan bentuk latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kondisi fisik tergantung pada tujuan latihannya, seperti untuk meningkatkan fleksibilitas dapat dilakukan dengan menerapkan metode peregangan baik secara statis, dinamis, ataupun kontraksi relaksasi. Untuk meningkatkan kemampuan kekuatan dapat dilakukan antara lain dengan metode latihan beban (weight training) atau latihan tahanan (resistance training) dengan system set, pyramid, burn out, multiple poundage, sirkuit, dan yang lainnya. Untuk meningkatkan kemampuan daya tahan dapat dilakukan dengan penerapan metode repetisi, fartlek, cross country, speed play, interval

training, dan sebagainya. Kemudian untuk meningkatkan kemampuan kecepatan

gerak antara lain dapat dilakukan dengan bentuk speed, agility, dan quickness dengan penggunaan metode latihan repetisi dan juga termasuk pelatihan kekuatan-kekuatan dinamis karena latihan-latihan kekuatan-kekuatan pada hakikatnya juga dapat meningkatkan kemampuan kecepatan gerak. Jika kita berbicara tentang olahraga


(14)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

yang menuntut atletnya untuk bergerak secara konstan di lapangan, maka salah satu komponen kondisi fisik yang dibutuhkan adalah kelincahan seperti dalam cabang olahraga sepak bola.

Dalam cabang olahraga sepak bola, kelincahan diperlukan dalam berbagai situasi dan kondisi permainan seperti hendak mengecoh dan menerobos pertahanan lawan, juga untuk menghindari hadangan lawan. Sajoto (1988:59) menjelaskan bahwa: “Komponen keseimbangan, koordinasi, dan kelincahahan (agility) adalah komponen fisik yang lebih banyak mendekati cabang-cabang olahraga yang dilakukannya”. Selanjutnya Harsono (1988:172) menjelaskan: “Dalam olahraga permainan diperlukan manuver-manuver yang mengharuskan orang untuk bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan tangkas”.

Mengenai komponen kelincahan, Brown et al (2000:80) mengemukakan : “Agility is the ability to decelerate, accelerate, and change direction quickly while

maintaining good body control without decreasing speed”. Selanjutnya Harsono

(2001:21) menjelaskan bahwa: “Kelincahan adalah kemampuan mengubah arah dan posisi tubuhnya dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak, tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran akan posisi tubuhnya”. Sedangkan menurut Sajoto (1988:59): “Kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah, dalam posisi-posisi di arena tertentu”. Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat kita ketahui bahwa kelincahan merupakan kemampuan seseorang dalam merubah arah dengan cepat pada saat bergerak tanpa kehilangan keseimbangan. Oleh karena itu, latihan untuk meningkatkan kelincahan harus gerakan-gerakan yang merubah arah dengan cepat dan tangkas seperti salah satunya adalah bentuk latihan zigzag-run.

Kelincahan merupakan gabungan dari beberapa komponen kondisi fisik lainnya. Harsono (1988:175) menjelaskan: “Agilitas adalah kombinasi dari kecepatan, kekuatan, kecepatan reaksi, keseimbangan, fleksibilitas, dan koordinasi neuromuscular”. Berdasarkan pendapat di atas kita ketahui bahwa kelincahan merupakan gabungan dari beberapa komponen kondisi fisik lainnya seperti salah satunya adalah komponen kekuatan. Harsono (1988:177) menjelaskan bahwa:


(15)

5

Meskipun banyak aktivitas olahraga lebih memerlukan agilitas, fleksibilitas, kecepatan, keseimbangan, koordinasi, dan sebagainya, akan tetapi faktor-faktor tersebut tetap harus dikombinasikan dengan faktor kekuatan agar diperoleh hasil yang baik. Jadi, kekuatan tetap merupakan basis dari semua komponen kondisi fisik.

Selama ini penulis merasa belum melihat pelatih yang mencoba untuk memberikan materi latihan kelincahan yang dimodifikasi dengan bentuk latihan kondisi fisik pendukung lainnya seperti kekuatan. Penulis merasa komponen kelincahan merupakan salah satu komponen yang penting untuk diteliti seberapa pengaruhnya jika dalam proses latihannya dimodifikasi. Oleh sebab itu, penulis beranggapan jika latihan kondisi fisik khususnya kelincahan dikombinasikan dengan bentuk latihan kondisi fisik yang mendukungnya akan meningkatkan kelincahan itu sendiri seperti menggunakan bentuk latihan kekuatan yang cepat

(power). Dalam hal ini penulis menawarkan tentang latihan Kombinasi

Plyometrics dan Kelincahan. Bentuk latihan tersebut mengharuskan atlet untuk

mengerahkan kekuatan yang eksplosif (plyometrics) namun dilanjutkan dengan latihan kelincahan (zigzag-run). Dari latihan tersebut diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kelincahan.

Penulis yang merupakan mahasiswa olahraga merasa perlu untuk mencoba dan mengkaji pengembangan ilmu kepelatihan olahraha khususnya dalam pelatihan kondisi fisik, sehingga lebih bermakna dan bermanfaat untuk peningkatan prestasi olahraga khususnya di Indonesia. Masalah tersebut menggugah penulis untuk kemudian dijadikan sebagai langkah-langkah strategis dalam upaya penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu, peneliti merasa penting untuk mengkaji lebih dalam tentang latihan peningkatan kondisi fisik khususnya kelincahan yang dirancang secara bervariasi.

B.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan di atas, maka variable yang terdapat dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas 1 tentang Latihan Kombinasi Plyometrics (Side Hop) dan Kelincahan (Zigzag-run), variabel bebas 2 tentang Latihan kelincahan (Zigzag-run), sedangkan variabel terikatnya adalah


(16)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kemampuan kelincahan (agility). Sehingga masalah penelitiannya adalah : Apakah penerapan latihan kombinasi plyometrics dan kelincahan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan kelincahan (agility)?

C. Tujuan Penelitian

Atas dasar latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah :

1. Secara umum diharapkan dapat memberikan informasi secara teoritis berdasarkan kondisi aplikasi di lapangan sehingga diketahui tentang berbagai macam metode dan bentuk pelatihan kondisi fisik khususnya komponen kelincahan gerak (agility).

2. Secara khusus untuk melihat hasil dari penerapan Latihan Kombinasi

Plyometrics dan Kelincahan terhadap peningkatan kelincahan (agility).

D.Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang penulis paparkan di atas, maka penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa khususnya FPOK dan umumnya bagi pihak lain yang berkepentingan dalam cabang olahraga sepak bola. 1. Secara teoritis dapat dijadikan sumbangan informasi dan keilmuan yang berarti bagi para atlet maupun pelatih sepak bola dalam upaya menambah keilmuan di bidang kepelatihan.

2. Secara praktis dapat menjadi acuan bagi atlet, pelatih, serta para pembina sepak bola dimanapun berada.

E.Struktur Organisasi Skripsi

Untuk mempermudah dalam pembahasan dan penulisan selanjutnya, maka penulis membuat kerangka penulisan yang akan diuraikan berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Dalam pendahuluan, penulis membahas tentang: a. Latar Belakang Penelitian


(17)

7

c. Tujuan Penelitian d. Manfaat Penelitian

e. Struktur Organisasi Skripsi

BAB II Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran, dan Hipotesis Penelitian

Pada bahasan ini berisi tentang teori-teori yang berhubungan dengan penelitian dengan susunan:

a. Kajian Pustaka, yang meliputi:

1. Hakekat Latihan dan Metode Latihan 2. Hakekat Kondisi Fisik

3. Hakekat Kelincahan 4. Hakekat Power

5. Plyometrics

6. Dukungan Power terhadap kelincahan b. Kerangka Pemikiran

c. Hipotesis Penelitian BAB III Metode Penelitian

Pada bahasan ini penulis membahas tentang metode penelitian dan teknik pengumpulan data dengan susunan sebagai berikut:

a. Metode Penelitian b. Populasi dan Sampel c. Desain Penelitian d. Definisi Operasional e. Instrumen Penelitian f. Pelaksanaan Penelitian g. Teknik Pengumpulan Data h. Analisis Data

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bab ini penulis membahas tentang pengolahan data hasil penelitian dan juga pembahasannya dengan susunan sebagai berikut:

a. Pengolahan dan Analisis Data b. Pembahasan atau Diskusi Temuan


(18)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini penulis akan menyimpulkan hasil yang diperoleh dari penelitian juga saran yang disampaikan penulis kepada para pembaca dengan susunan sebagai berikut:

a. Kesimpulan Penelitian b. Saran


(19)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODE PENELITIAN

A.Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel 1. Populasi

Populasi adalah semua subjek yang akan diteliti. Menurut Sugiyono

(2011:117) : “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas :

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Sedangkan menurut Arikunto (2010:173) : “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”. Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan oleh penulis adalah siswa anggota ekstrakurikuler sepak bola SMA Negeri 4 Garut.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari subjek penelitian. Menurut Sugiyono (2011:118):

“Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Selanjutnya menurut Arikunto (2010:174) : “Sampel adalah sebagian

atau wakil populasi yang diteliti”. Sedangkan menurut Fathoni (2006:103) :

“Sampel merupakan wakil sah bagi populasi”. Adapun cara penentuan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Sugiyono (2011:120) menjelaskan bahwa: “Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada

dalam populasi itu”. Dalam penelitian ini sampel yang akan digunakan yaitu siswa anggota ekstrakurikuler sepak bola SMA Negeri 4 Garut sebanyak 20 orang yang dibagi dalam dua kelompok sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

B.Desain Penelitian

Penelitian eksperimen mempunyai berbagai macam desain penelitian. Penggunaan desain penelitian di sesuaikan dengan aspek penelitian serta pokok masalah yang hendak diteliti. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Pemilihan


(20)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

desain tersebut dikarenakan dalam penelitian ini terdapat dua kelompok sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang diteliti dengan didahului tes awal sebelum diberikan perlakuan dan di akhiri dengan tes akhir setelah diberikan perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan (treatment) dapat diketahui lebih akurat. Adapun langkah-langkah penelitiannya adalah sebagai berikut :

Gambar 3.1 Langkah-langkah penelitian yang dilakukan penulis Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:

Populasi

Pretest Agility Sampel

Posttest Agility

Analisis Dan Pengolahan Data Kelompok A

(Kelompok Eksperimen)

Kelompok B (Kelompok Kontrol )

Kelompok A (Treatment Latihan kombinasi side hop dan Zigzag-run)

Kesimpulan

Kelompok B (Latihan Zigzag-run)

R

1

O

1

X

1

O

2

R

2

O

3

X

2

O

4


(21)

25

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3.2 Desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design (Sumber : Sugiyono,2011:112-113)

Keterangan :

R1 : Kelompok Eksperimen O1 dan O3 : Pretest agility

R2 : Kelompok Kontrol O2 dan O4 : Posttest agility

X1 : Perlakuan (treatment) Latihan kombinasi plyometrics (side hop) dan kelincahan (zigzag run)

X2 : Latihan kelincahan (zigzag run).

Pengaruh latihan kombinasi plyometrics dan kelincahan terhadap peningkatan agilitas = ( O2 - O1) – (O4 - O3).

C.Metode Penelitian

Metode adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan penelitian adalah kegiatan untuk mengungkapkan, menggambarkan, dan menyimpulkan data guna memecahkan suatu masalah melalui cara-cara tertentu yang sesuai dengan prosedur penelitian. Mengenai metode penelitian,

Sugiyono (2011:3) mengatakan: “Secara umum metode penelitian diartikan

sebagai cara alamiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan

tertentu”. Sedangkan menurut Fathoni (2006:99) : “Metode penelitian ialah cara

kerja yang digunakan dalam melakukan suatu penelitian”. Berdasarkan tujuan penelitian, metode penelitian terdiri atas metode penelitian dasar, metode penelitian pengembangan, dan metode penelitian terapan. Sedangkan berdasarkan tingkat kealamiahan tempat penelitian, metode penelitian terdiri atas metode penelitian eksperimen, metode penelitian survey, dan metode penelitian naturalistic.

Dalam penelitian yang akan dilakukan penulis, metode penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah metode eksperimen. Sugiyono (2011:107) mengemukakan bahwa: “Metode penelitian eksperimen dapat


(22)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh

perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan”.

Selanjutnya Arikunto (2010:9) menjelaskan:

Eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu.

Sedangkan menurut Fathoni (2006:99) : “Metode eksperimen berarti metode percobaan untuk mempelajari pengaruh dari variabel yang lain, melalui uji coba

dalam kondisi khusus yang sengaja diciptakan”.

Alasan penulis menggunakan metode eksperimen karena dalam penelitian yang akan dilakukan penulis terdapat perlakuan (treatment) yang diberikan selama penelitian dilakukan. Dalam hal ini perlakuaan yang diberikan adalah latihan

(power) plyometrics bentuk side hop yang dikombinasikan dengan latihan

kelincahan bentuk zigzag run. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan penelitian, maka langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Menentukan populasi dan sampel 2. Mengumpulkan data awal

3. Memberikan perlakuan (treatment) 4. Mengumpulkan data akhir

5. Menyusun dan mengolah data 6. Menganalisa dan menafsirkan data 7. Menarik kesimpulan.

D.Definisi Operasional

Penafsiran seseorang tentang suatu istilah sering berbeda-beda, untuk menghindari salah pengertian penafsiran istilah-istilah dalam penelitian ini, maka peneliti menjelaskan istilah-istilah tersebut dengan mengacu pada penjelasan para ahli sebagai berikut:


(23)

27

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak kepercayaan atau perbuatan seseorang. (Poerwadarminta, 1882:731). Dalam hal ini daya yang ditimbulkan dari latihan

plyometrics dan kelincahanterhadap peningkatan kelincahan.

2. Latihan menurut Harsono (1988:176) adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja, yang dilakukan secara berulang-ulang dengan hari ke hari menambah jumlah beban latihan atau pekerjaannya. Dalam latihan ini latihan yang dilakukan adalah latihan kombinasi plyometrics bentuk side hop dan kelincahan bentuk zigzag run.

3. Power menurut Harsono (1988:200) adalah kemampuan otot untuk

mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat.

4. Plyometrics adalah metode latihan untuk meningkatkan power. Menurut

Radcliffe dan Farentinos (1999:1) : “Plyometrics is a method of developing explosive power”.

5. Side hop adalah loncat ke samping melewati rintangan.

6. Agility menurut Oxedine ( 1968) serta Broer dan Zernicke (1979) dalam

Harsono (1988:171) adalah “…. speed in changing body position or direction”

atau kecepatan dalam merubah arah atau posisi tubuh. Lebih jauh Harsono

(1988:172) menjelaskan bahwa : “Agilitas adalah kemampuan untuk mengubah

arah dan posisi tubuh dengan cepat dan tepat pada waktu yang sedang bergerak, tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran akan posisi

tubuhnya”.

7. Zigzag run adalah lari belak-belok dengan cepat diantara beberapa titik yang bertujuan untuk meningkatkan kelincahan atau agility. (Setiawan, 2005:70).

E.Instrumen Penelitian

Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, diperlukan alat ukur yang benar– benar dapat mengukur apa yang hendak diukur, dengan alat ini kita akan memperoleh data yang merupakan hasil pengukuran. Nurhasan (2007: 5) mengemukakan bahwa:


(24)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pengukuran adalah proses pengumpulan data/informasi dari suatu obyek tertentu, dalam proses pengukuran diperlukan suatu alat ukur. Alat ukur ini berupa a) tes dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan, b) tes dalam bentuk psikomotor, c) berupa skala sikap dan berupa alat ukur yang bersifat standar misalnya ukuran meter, berat, ukuran suhu derajat Fahrenheit (°F), derajat Celcius (°C).

Dalam penelitian ini, instrument yang akan digunakan penulis adalah tes kelincahan shuttle-run yang terdiri dari dua kali pelaksanaan tes yaitu tes awal (pretest) sebelum diberikan perlakuan (treatment) dan tes akhir (post test) setelah diberikan perlakuan. Tes yang akan dilakukan penulis adalah sebagai berikut :

6 x 10 meter

Gambar 3.3

Diagram Lapangan Tes Shuttle-Run (Sumber : www.google.com)

Adapun prosedur pelaksanaan tes dan pengukurannya sebagai berikut : Tes Shuttle Run

Tujuan : Mengukur kelincahan dan koordinasi Alat/fasilitas : 1. Stop watch

2. Lintasan lari dengan panjang 10 - 15 meter. 3. Cones / patok

4. Meteran Pelaksanaan :

Ketika diberikan aba – aba “ya”, subyek dengan segera dan secepatnya lari ke depan menuju garis akhir. Jarak antara garis awal dan garis akhir 10 meter kemudian menyentuh


(25)

29

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

garis tersebut dengan tangan. Setelah itu segera kembali ke garis start dan menyentuh garis tersebut, kemudian berputar lagi dan lari menuju garis akhir, lalu berputar lagi dan segera lari lagi. Demikian seterusnya dilakukan dengan lari bolak balik sehingga mencapai frekuensi lari 6 x 10 meter. Subyek diberi kesempatan melakukan tes tersebut sebanyak dua kali. Waktu terbaik dari dua kali kesempatan yang dicatat sampai 1/10 detik.

Tujuan dari tes kelincahan adalah untuk mengukur kemampuan mengubah arah dalam keadaan berlari. Tes ini untuk anak laki-laki dan perempuan usia 10 tahun hingga mahasiswa, reliabilitas 0,93 untuk anak laki-laki dan 0,92 untuk anak wanita. Adapun validitas nya adalah 0,82 untuk anak laki-laki dan 0,72 untuk wanita.

F. Pelaksanaan Penelitian

Pembinaan fisik dan mental, serta peningkatan prestasi hanyalah dapat dikembangkan melalui suatu program latihan yang direncanakan dengan baik. Program latihan tersebut harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. Materi latihan yang akan diberikan oleh penulis yaitu mengenai plyometrics bentuk side hop dan kelincahan bentuk zigzag run.

Plyometrics merupakan salah satu metode latihan untuk meningkatkan power

(kekuatan yang cepat) yang dalam hal ini bentuk latihan yang digunakan adalah

side hop, sedangkan zigzag run merupakan salah bentuk latihan kelincahan.

Mengenai latihan power Harsono (1988:200) menjelaskan : “Latihan untukpower dapat diberikan pada minggu ke 5, 6, 7 dalam preseason yaitu musim jauh sebelum pertandingan”. Selanjutnya penulis menyusun jadwal latihan yang akan dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan per minggu yaitu hari selasa, kamis, dan sabtu. Latihan yang dilakukan dalam penelitian ini akan berlangsung selama 6 minggu. Mengenai uraian singkat program latihan yang dilakukan adalah sebagai berikut :


(26)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. Latihan Pendahuluan (Pemanasan)

Para pemain yang mengikuti latihan terlebih dahulu melakukan pemanasan sebelum melakukan latihan inti. Hal tersebut bertujuan untuk menyiapkan semua anggota tubuh dalam keadaan siap untuk menerima materi latihan. Latihan pemanasan yang diberikan berupa peregangan statis, yaitu meregangkan seluruh anggota badan secara sistematis yang dapat dilakukan mulai dari kepala sampai ke kaki. Selanjutnya lari mengelilingi lapangan dan di akhiri oleh peregangan dinamis, yaitu suatu bentuk latihan yang meliputri gerakan memantul-mantulkan anggota badan secara berulang-ulang. Penekanan latihan yaitu pada bagian kaki karena latihan inti menuntut kesiapan kaki untuk menerima beban latihan.

2. Latihan Inti

Latihan inti yang diberikan penulis dalam latihan ini adalah latihan untuk kelompok eksperimen berupa latihan plyometrics bentuk side hop dikombinasikan dengan latihan kelincahan bentuk zigzag run. Rangkaian gerakan dimulai dengan latihan side hop kemudian dilanjutkan dengan zigzag run. Sedangkan latihan untuk kelompok kontrol berupa latihan kelincahan bentuk zigzag run saja. Adapun volume dan intensitas latihan yang diberikan pada kelompok eksperimen sama dengan volume dan intensitas kelompok kontrol. Latihan yang dilakukan pun menerapkan berbagai aspek sesuai prinsip-prinsip latihan.

3. Latihan Penutup (Pendinginan)

Setelah latihan inti selesai, maka atlet yang mengikuti latihan diinstruksikan untuk melakukan latihan penutup atau pendinginan yang berupa gerakan-gerakan ringan. Gerakan-gerakan yang dilakukan dalam latihan pendinginan kurang lebih sama dengan gerakan latihan pendahuluan yaitu gerakan-gerakan ringan yang membantu mempercepat proses pembuangan sampah-sampah sisa olahdaya dari otot-otot yang aktif digunakan. Adapun program latihan yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini akan digambarkan pada halaman berikutnya.


(27)

31

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel 3.1 Program latihan penelitian kelompok eksperimen Minggu /

Pertemuan Materi / Bentuk latihan

Jumlah

Intensitas Keterangan Waktu Set Repetisi

Tes Awal

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Tes awal shuttle run 1 2 100%

60 menit (masing-masing 3 kali

kesempatan)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 1 pertemuan ke

1-3

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 4 100%

45 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 2 pertemuan ke

4-6

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 5 100%

54 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 3 pertemuan ke

7-9

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 6 100%

62 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 4 pertemuan ke

10-12

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 5 100%

54 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 5 pertemuan ke

13-15

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 7 100%

70 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest


(28)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 6 pertemuan ke

16-18

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 8 100%

80 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

Tes Akhir

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Tes akhir shuttle run 1 2 100%

60 menit (masing-masing 3 kali

kesempatan)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

Tabel 3.2 Program latihan penelitian kelompok kontrol Minggu /

Pertemuan

Materi / Bentuk latihan

Jumlah

Intensitas Keterangan Waktu Set Repetisi

Tes Awal

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Tes awal shuttle

run 1 2 100%

60 menit (masing-masing 3 kali kesempatan)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 1 pertemuan ke

1-3

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 4 100%

39 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 2 pertemuan ke

4-6

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 5 100%

45 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 3 pertemuan ke

7-9

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 6 100%

52 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 4 pertemuan ke

10-12

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 5 100%

45 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 5 pertemuan ke

13-15

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 7 100%

58 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest


(29)

33

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 6 pertemuan ke

16-18

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 8 100%

65 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

Tes Akhir

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Tes akhir shuttle

run 1 2 100%

60 menit (masing-masing 3 kali kesempatan)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

G.Teknik Pengumpulan Data

Dalam suatu penelitian dibutuhkan data yang akurat mengenai objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan harus bisa menghasilkan data yang cukup akurat. Mengenai pentingnya teknik pengumpulan data Sugiyono (2011:308) mengatakan : “Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data”. Oleh karena itu teknik pengumpulan data yang digunakan harus bisa menghasilkan data yang akurat untuk diteliti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah observasi. Menurut

Nasution (2009:106) : “Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang

kelakuan manusia seperti terjadi dalam kenyataan”. Adapun jenis observasi yang

dilakukan oleh penulis adalah observasi terus terang.

Dalam observasi terus terang peneliti menyatakan maksud dan tujuan dari penelitian yang akan dilakukannya. Mengenai observasi terus terang Sugiyono

(2011:312) menjelaskan : “Dalam hal ini, peneliti dalam melakukan pengumpulan

data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang

aktivitas penelitian”. Dengan demikian jelaslah bahwa ketika mengumpulkan data

peneliti dan sumber data mengetahui dengan jelas penelitian yang dilakukan peneliti.


(30)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu H.Analisa Data

Data yang diperoleh dari hasil tes merupakan data yang sesuai dengan hasil di lapangan. Data-data tersebut diolah dan dianalisis untuk memperoleh informasi dalam rangka menguji hipotesis dan menyimpulkan hasil penelitian. Setelah data diperoleh, langkah selanjutnya adalah mengolah dan menganalisis data sehingga data-data tersebut dapat mengandung arti. Untuk mengolah dan menganalisis data-data tersebut diperlukan beberapa pendekatan statistika sehingga dapat diketahui besarnya pengaruh latihan kombinasi plyometrics dan kelincahan terhadap peningkatan agilitas.

Adapun langkah-langkah rumus penghitungan statistik yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Menghitung nilai rata-rata dengan menggunakan rumus : X = Σ X

n Keterangan :

X = Nilai rata-rata yang dicari

Σ X = Jumlah skor yang didapat N = Banyaknya sampel

2. Menghitung simpangan baku dengan rumus sebagai berikut : s = ∑ ( X1– X ) ²

n - 1 Keterangan :

s = simpangan baku

X1 = skor yang dicapai seseorang X = nilai rata-rata

n = banyaknya jumlah sampel

3. Menghitung varians dengan rumus sebagai berikut : n Σ X12 –( Σ X1 )2

S2 =


(31)

35

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Keterangan :

S2 = Varians yang dicari

X1 = Skor yang diperoleh seseorang n = Jumlah orang

4. Menguji normalitas data menggunakan pendekatan uji Liliefors dengan prosedur sebagai berikut :

a. Menyusun data hasil pengamatan dengan dimulai dari nilai pengamatan yang paling kecil sampai nilai pengamatan yang paling besar

b. Nilai pengamatan X (X1,X2,….Xn) dijadikan angka baku Z (Z1,Z2,…Zn) dengan pendekatan Z-skor yaitu :

X - X Z =

S

c. Hitung peluang dari masing-masing Z (Fzi) dengan nilai Z adalah negatif dengan rumus Fzi = 0,5 – luas daerah distribusi Z pada table

d. Tentukan proporsi masing-masing nilai Z (Szi) dengan melihat kedudukan nilai Z pada nomor urut sampel dibagi dengan banyaknya sampel yang dinyatakan dengan rumus :

Z1 ,Z2,…. Zn Szi =

n

e. Hitung selisih Fzi dan Szi dan tentukan harga mutlaknya dan ambil harga mutlak yang paling besar kemudian diberi tanda LO

g. Bandingkan LO dengan L nilai table kritis untuk taraf nyata α yang dipilih dengan kriteria :

Terima HO jika LO < Lα = normal Tolak HO jika LO > Lα = tidak normal 5. Uji Homogenitas Variansi

Uji kesamaan dua varians yang dalam uji ini digunakan pendekatan uji F dengan rumus sebagai berikut:


(32)

Makmur Sudrajat, 2014

PENGARUH LATIHAN “KOMBINASI PLYOMETRICS DAN KELINCAHAN” TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Variansi besar

F =

Variansi kecil

Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesisnya adalah:

Terima hipotesis (HO) jika F < Fα dalam hal lain hipotesis ditolak 6. Pengujian Hipotesis

Pengujian Hipotesis dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan dari data yang diperoleh. Pengujian hipotesis ini ditentukan oleh hasil uji normalitas dan uji homogenitas. Dalam uji hipotesis ini penulis membandingkan hasil tes kelincahan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan (pretest dan posttest). Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan kombinasi plyometrics dan kelincahan terhadap peningkatan kelincahan (agilitas).

Untuk data dari hasil tes awal dan tes akhir digunakan penghitungan uji kesamaan dua rata-rata skor berpasangan (uji beda ) sebagai berikut:

B

t =

SB / n

Keterangan :

t = nilai t yang dicari ( t hitung ) B = nilai rata-rata beda

SB = Simpangan Baku beda

Dengan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis:

Terima hipotesis (HO) jika t (1 –½ α) < t (1 –½ α), dk (n - 1) , dan Tolak hipotesis (HO) jika t (1 –½ α) > t (1 –½ α), dk (n - 1)


(1)

Makmur Sudrajat, 2014

Tabel 3.1 Program latihan penelitian kelompok eksperimen Minggu /

Pertemuan Materi / Bentuk latihan

Jumlah

Intensitas Keterangan Waktu

Set Repetisi

Tes Awal

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Tes awal shuttle run 1 2 100%

60 menit (masing-masing 3 kali

kesempatan)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 1 pertemuan ke

1-3

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 4 100%

45 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 2 pertemuan ke

4-6

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 5 100%

54 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 3 pertemuan ke

7-9

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 6 100%

62 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 4 pertemuan ke

10-12

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 5 100%

54 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 5 pertemuan ke

13-15

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 7 100%

70 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest


(2)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit minggu ke 6

pertemuan ke 16-18

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan side hop dan

zigzag run 5 8 100%

80 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

Tes Akhir

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Tes akhir shuttle run 1 2 100%

60 menit (masing-masing 3 kali

kesempatan)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

Tabel 3.2 Program latihan penelitian kelompok kontrol Minggu /

Pertemuan

Materi / Bentuk latihan

Jumlah

Intensitas Keterangan Waktu

Set Repetisi

Tes Awal

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Tes awal shuttle

run 1 2 100%

60 menit (masing-masing 3 kali kesempatan)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 1 pertemuan ke

1-3

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 4 100%

39 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 2 pertemuan ke

4-6

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 5 100%

45 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 3 pertemuan ke

7-9

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 6 100%

52 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 4 pertemuan ke

10-12

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 5 100%

45 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 5 pertemuan ke

13-15

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 7 100%

58 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest


(3)

Makmur Sudrajat, 2014

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

minggu ke 6 pertemuan ke

16-18

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Latihan Zigzag run 5 8 100%

65 menit (Rest tiap repetisi 60 detik, Rest

antar set 3 menit)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

Tes Akhir

Pemanasan 1 1 60% 15 menit

Tes akhir shuttle

run 1 2 100%

60 menit (masing-masing 3 kali kesempatan)

Pendinginan 1 1 60% 10 menit

G.Teknik Pengumpulan Data

Dalam suatu penelitian dibutuhkan data yang akurat mengenai objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan harus bisa menghasilkan data yang cukup akurat. Mengenai pentingnya teknik pengumpulan data Sugiyono (2011:308) mengatakan : “Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data”. Oleh karena itu teknik pengumpulan data yang digunakan harus bisa menghasilkan data yang akurat untuk diteliti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah observasi. Menurut Nasution (2009:106) : “Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kelakuan manusia seperti terjadi dalam kenyataan”. Adapun jenis observasi yang dilakukan oleh penulis adalah observasi terus terang.

Dalam observasi terus terang peneliti menyatakan maksud dan tujuan dari penelitian yang akan dilakukannya. Mengenai observasi terus terang Sugiyono (2011:312) menjelaskan : “Dalam hal ini, peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas penelitian”. Dengan demikian jelaslah bahwa ketika mengumpulkan data peneliti dan sumber data mengetahui dengan jelas penelitian yang dilakukan peneliti.


(4)

H.Analisa Data

Data yang diperoleh dari hasil tes merupakan data yang sesuai dengan hasil di lapangan. Data-data tersebut diolah dan dianalisis untuk memperoleh informasi dalam rangka menguji hipotesis dan menyimpulkan hasil penelitian. Setelah data diperoleh, langkah selanjutnya adalah mengolah dan menganalisis data sehingga data-data tersebut dapat mengandung arti. Untuk mengolah dan menganalisis data-data tersebut diperlukan beberapa pendekatan statistika sehingga dapat diketahui besarnya pengaruh latihan kombinasi plyometrics dan kelincahan terhadap peningkatan agilitas.

Adapun langkah-langkah rumus penghitungan statistik yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Menghitung nilai rata-rata dengan menggunakan rumus :

X = Σ X n Keterangan :

X = Nilai rata-rata yang dicari

Σ X = Jumlah skor yang didapat

N = Banyaknya sampel

2. Menghitung simpangan baku dengan rumus sebagai berikut : s = ∑ ( X1– X ) ²

n - 1

Keterangan :

s = simpangan baku

X1 = skor yang dicapai seseorang

X = nilai rata-rata

n = banyaknya jumlah sampel

3. Menghitung varians dengan rumus sebagai berikut : n Σ X12 –( Σ X1 )2

S2 =


(5)

Makmur Sudrajat, 2014 Keterangan :

S2 = Varians yang dicari

X1 = Skor yang diperoleh seseorang

n = Jumlah orang

4. Menguji normalitas data menggunakan pendekatan uji Liliefors dengan prosedur sebagai berikut :

a. Menyusun data hasil pengamatan dengan dimulai dari nilai pengamatan yang paling kecil sampai nilai pengamatan yang paling besar

b. Nilai pengamatan X (X1,X2,….Xn) dijadikan angka baku Z (Z1,Z2,…Zn)

dengan pendekatan Z-skor yaitu : X - X

Z = S

c. Hitung peluang dari masing-masing Z (Fzi) dengan nilai Z adalah negatif

dengan rumus Fzi = 0,5 – luas daerah distribusi Z pada table

d. Tentukan proporsi masing-masing nilai Z (Szi) dengan melihat kedudukan

nilai Z pada nomor urut sampel dibagi dengan banyaknya sampel yang dinyatakan dengan rumus :

Z1 ,Z2,…. Zn

Szi =

n

e. Hitung selisih Fzi dan Szi dan tentukan harga mutlaknya dan ambil harga

mutlak yang paling besar kemudian diberi tanda LO

g. Bandingkan LO dengan L nilai table kritis untuk taraf nyata α yang dipilih

dengan kriteria :

Terima HO jika LO < Lα = normal

Tolak HO jika LO > Lα = tidak normal

5. Uji Homogenitas Variansi

Uji kesamaan dua varians yang dalam uji ini digunakan pendekatan uji F dengan rumus sebagai berikut:


(6)

Variansi besar F =

Variansi kecil

Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesisnya adalah:

Terima hipotesis (HO) jika F < Fα dalam hal lain hipotesis ditolak

6. Pengujian Hipotesis

Pengujian Hipotesis dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan dari data yang diperoleh. Pengujian hipotesis ini ditentukan oleh hasil uji normalitas dan uji homogenitas. Dalam uji hipotesis ini penulis membandingkan hasil tes kelincahan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan (pretest dan posttest). Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan kombinasi plyometrics dan kelincahan terhadap peningkatan kelincahan (agilitas).

Untuk data dari hasil tes awal dan tes akhir digunakan penghitungan uji kesamaan dua rata-rata skor berpasangan (uji beda ) sebagai berikut:

B

t =

SB / n

Keterangan :

t = nilai t yang dicari ( t hitung ) B = nilai rata-rata beda

SB = Simpangan Baku beda

Dengan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis:

Terima hipotesis (HO) jika t (1 –½ α) < t (1 –½ α), dk (n - 1) , dan