Pertemuan 7,8 basis bilangan, konversi dan operasi aritmatika dan logika

  PENGANTAR TEKNOLOGI KOMPUTER &

INFORMASI 1A

  Representasi data Alur Pemrosesan data Sistem bilangan Teori Bilangan

KOVERSI BILANGAN

  Representasi Data

  Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan.

  Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka,

matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita

gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian

ataupun suatu konsep.

  Representasi data adalah lambang untuk memberi tanda bilangan

biner yang telah diperjanjikan yakni 0 (nol) untuk bilangan positif atau plus

  Representasi Data Pada bilangan n-bit, jika susunannya dilengkapi dengan bit

  • tanda maka diperlukan register dengan panjang n+1 bit.
  • Dalam hal ini, n bit digunakan untuk menyimpan bilangan biner itu sendiri dan satu bit untuk tandanya. Pada representasi bilangan biner yang dilengkapi dengan
  • tanda bilangan, bit tanda ditempatkan pada posisi paling kiri.

  Alur Pemrosesan Data

  Alur Pemrosesan Data

  • Input : data yang akan di proses atau dibuat.
  • Arithmatic Logic Unit
  • I/O : Input / Output.

    Proses : Pengolahan data yang

  • dimasukkan.

    Memori : Tempat menyimpan

  • data sementara pada saat data

    diproses.
  • Storage : Tempat menyimpan

    data secara permanen seteah

    diproses.
  • Output : Hasil dari proses yang berupa tampilan, suara, cetakan.

Penjelasan

  • Input : data yang akan di proses atau dibuat.
  • I/O : Input / Output.
  • Proses : Pengolahan data yang dimasukkan.
  • Memori : Tempat menyimpan data sementara pada saat data diproses.
  • Storage : Tempat menyimpan data secara permanen seteah diproses.

  • Output : Hasil dari proses yang berupa tampilan, suara, cetakan.

  Penjabaran

  • ALU : melakukan semua perhitungan aritmatika atau matematika yang terjadi sesuai dengan instruksi program.
  • CU : salah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk memberikan

  arahan/kendali/ kontrol terhadap operasi yang dilakukan di bagian ALU (Arithmetic Logical Unit) di dalam CPU tersebut.

  • ROM : menyimpan program yang sifatnya tetap atau permanen,

  tidak tergantung pada keberadaan arus listrik (nonvolatile), dan program yang tersimpan dalam ROM mempunyai sifat hanya bisa

  Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Proses

  1. Register

Menyimpan instruksi selama proses berjalan, ukuran sesuai dengan jumlah

data yang dapat diproses dalam satu waktu (Reg. Ukuran 32 bit berarti dapat

memproses 4 byte data dalam satuan waktu. Ex : 1 Byte = 8 bit. Jadi, 32 bit = 4 byte.

  2. RAM

Semakin besar RAM maka semakin banyak data yang disimpan sehingga akses

ke data lebih cepat (dibandingkan dengan mengakses ke Secondary Storage).

  

Jika ukuran aplikasi besar dan tidak cukup untuk diload sekalian ke dalam

  Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Proses

  3. CPU Clock Semakin tinggi clock CPU maka semakin cepat/semakin banyak perintah yang dapat dieksekusi.

  4. Bus/Datapath Menentukan besarnya data yang dapat ditransmisikan antara CPU dan device yang lain. (Seperti Jalan Raya).

  Tipe Data

  • Disetiap bahasa pemrograman, disediakan berbagai jenis tipe data. Penentuan tipe data yang tepat (sesuai dengan karakterisitik data yang akan diolah) akan menjadikan sebuah program dapat dieksekusi secara efektif.

TIPE DATA

  Tipe Data

  1. Data Numerik Mempresentasikan Integer dan pecahan Fixed-point, real foating-point dan decimal berkode biner.

  2. Data Logikal Digunakan oleh operasi logika dan untuk menentukan atau memeriksa kondisi seperti yang dibutuhkan untuk instruksi bercabang kondisi.

3. Data Bit-Tunggal Untuk Operasi SHIFT, CLEAR, dan TEST.

  Jenis-Jenis Tipe Data

1. Integer

  Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan,

dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu

pada obyek data dengan range -32768 s/d 32767. Operasi yang dapat

dilaksanakan :

  • Penambahan ( + )
  • Pengurangan ( - ) Perkalian ( * )

  Pembagian Integer ( / )

  • Pemangkatan ( ^ )

  Jenis-Jenis Tipe Data (LNJT)

  • Operasi sebelumnya disebut dengan operasi Binar atau arimatic operator yaitu operasi yang bekerja terhadap 2 Integer ( operand ). Sedangkan operator yang mempunyai satu operand disebut Unar ( Negasi = Not ). Selain itu ada juga operasi tambahan yang disediakan oleh bahasa pemrograman tertentu, yaitu : MOD : sisa hasil pembagian bilangan

  DIV : hasil pembagi bilangan

  • ABS : Mempositifkan bilangan negative
  • SQR : menghitung nilai akar dari bilangan Penulisan di dalam bahasa

  Jenis-Jenis Tipe Data (LNJT)

2. Real

  • Data numerik yang mengandung pecahan digolongkan dalam jenis data Real (foating point). Operasi yang berlaku pada bilangan integer juga berlaku pada bilangan real. Selain itu ada operasi lainnya seperti :

  INT : membulatkan bilangan real , misal INT(34.67) = 35

  Jenis-Jenis Tipe Data (LNJT)

3. Boolean

  • melakukan pengecekan suatu kondisi dalam suatu program. Elemen

    datanya hanya ada 2 yaitu True dan False, biasanya dinyatakan pula

    sebagai 1 dan 0. Operatornya terdiri dari : AND, OR, NOT. Dalam urutan

    operasi, Not mendapat prioritas pertama, kemudian baru AND dan OR

    kecuali bila diberi tanda kurung. Sama halnya seperti table logika, Nilai

    true dan false dapat juga dihasilkan oleh operator Relational.

  

Type ini dikenal pula sebagai “ Logical Data Types”, digunakan untuk

  Operator tersebut : < , > , <= , >= , = , <> , = 

  Jenis-Jenis Tipe Data (LNJT)

4. Karakter dan String 

  • Type karater mempunyai elemen sebagai berikut : (0,1,2,3,…,9,A,B,C,…,X,Y,Z,?,*,/,…)

  

Data type majemuk yang dibentuk dari karakter disebut STRING. Suatu

string adalah barisan hingga simbol yang diambil dari himpunan

karakter yang digunakan untuk membentuk string dinamakan Alfabet.

  Jenis-Jenis Tipe Data (LNJT)

  Contoh : Himpunan string {A,B,1} dapat berisi antara lain : 

  (AB1), (A1B), (1AB),…dst. 

  • Termasuk string Null ( empty / hampa / kosong ) = { } Secara umum suatu string S dinyatakan : S : a1, a2, a3,… an,
  • Panjang dari string dilambangkan S =N atau Length (S) = N dimana N adalah banyaknya karakter pembentuk string. Untuk string Null = 0, untuk blank (spasi)=1.

  Sistem Bilangan

  • System bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fsik.
  • Sistem bilangan yang banyak dipergunakan oleh manusia adalah sistem bilangan desimal, yaitu sisitem bilangan yang menggunakan 10 macam symbol untuk mewakili suatu besaran.
  • Sistem ini banyak digunakan karena manusia mempunyai sepuluh jari untuk dapat membantu perhitungan. Lain halnya dengan komputer, logika di komputer diwakili oleh
  • bentuk elemen dua keadaan yaitu of (tidak ada arus) dan on (ada arus).

  Teori Bilangan

  • Teori Bilangan adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item phisik. Sistem bilangan yang paling banyak dipergunakan oleh manusia adalah sistem bilangan desimal , yaitu sistem bilangan yang banyak menggunakan 10 macam simbol untuk mewakili suatu besaran. Basis yang digunakan masing- masing sistem bilangan tergantung dari jumlah nilai bilangan yang dipergunakan.

  Teori Bilangan

  • Bilangan Desimal

  (0 .. 9)

  • Bilangan Biner

  (0 & 1)

  • Bilangan Oktal

  (0 .. 7)

  • Bilangan Hexadesimal

  (0 .. 9 dan A .. F) Bilangan Desimal

  • Sistem ini menggunakan 10 macam symbol yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,dan 9.
  • System ini menggunakan basis 10.
  • Bentuk nilai ini dapat berupa integer desimal atau pecahan .

  Bilangan Desimal (Lnjt)

  Integer Desimal : 

  Nilai desimal yang bulat, misalnya 8598 dapat diartikan :

  Bilangan Desimal (Lnjt)

  • digit bilangan, sedangkan,

  Absolute value merupakan nilai untuk masing-masing

  • Position value adalah merupakan penimbang atau bobot

  dari masing-masing digit tergantung dari letak posisinya, yaitu bernilai basis dipangkatkan dengan urutan posisinya.

  Bilangan Desimal (Lnjt)

  • Pecahan desimal :
    • Adalah nilai desimal yang mengandung nilai pecahan dibelakang koma, misalnya nilai 183,75 adalah pecahan desimal

  yang dapat diartikan :

  • Example : ->

  Bilangan Binar

  • Sistem bilangan binary menggunakan 2 macam symbol bilangan berbasis 2 digit angka, yaitu 0 dan 1.
  • Contoh bilangan 1001 dapat diartikan :
  • Example :

  Bilangan Oktal

  • Sistem bilangan Oktal menggunakan 8 macam symbol bilangan berbasis 8 digit angka, yaitu 0 ,1,2,3,4,5,6,7.
  • Position value system bilangan octal adalah perpangkatan dari nilai 8.
  • Example : ->

  Bilangan Hexadesimal

  • Sistem bilangan Oktal menggunakan 16 macam symbol bilangan berbasis

  8 digit angka, yaitu 0 ,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,Edan F

  • Dimana A = 10, B = 11, C= 12, D = 13 , E = 14 dan F = 15
  • >Position value system bilangan octal adalah perpangkatan dari nilai 16. Example : -&

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Biner

   Penjumlahan

  Dasar penjumlahan biner adalah : 0 + 0 = 0 0 + 1 = 1 1 + 0 = 1 1 + 1 = 0 -> dengan carry of 1, yaitu 1 + 1 = 2, karena digit terbesar Binari 1, maka harus dikurangi dengan 2

  (basis), jadi 2 – 2 = 0 dengan carry of 1

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Biner (Lnjt)

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Biner (Lnjt)

   Pengurangan

  Bilangan biner dikurangkan dengan cara yang sama dengan pengurangan bilangan desimal. Dasar pengurangan untuk masing- masing digit bilangan biner adalah :

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Biner (Lnjt)

   Perkalian Dilakukan sama dengan cara perkalian pada bilangan desimal.

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Biner (Lnjt)

  Dasar perkalian bilangan biner adalah :

  • 0 x 0 = 0
  • 1 x 0 = 0
  • 0 x 1 = 0
  • 1 x 1 = 1

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Biner (Lnjt)

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Biner (Lnjt)

   Pembagian

  Pembagian biner dilakukan juga dengan cara yang sama dengan bilangan desimal. Pembagian biner 0 tidak mempunyai arti, sehingga dasar pemagian biner adalah : 0 : 1 = 0

  1 : 1 = 1

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Biner (Lnjt)

  

Operasi Aritmatika pada Bilangan Oktal

   Penjumlahan

  • Langkah-langkah penjumlahan octal :
  • tambahkan masing-masing kolom secara desimal rubah dari hasil desimal ke octal

  tuliskan hasil dari digit paling kanan dari hasil octal

  • kalau hasil penjumlahan tiap-tiap kolom terdiri dari dua digit, maka digit paling kiri merupakan carry of untuk penjumlahan

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Oktal (Lnjt)

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Oktal (Lnjt)

   Pengurangan Pengurangan Oktal dapat dilaukan secara sama dengan pengurangan bilangan desimal.

  

Operasi Aritmatika pada Bilangan Oktal

(Lnjt)

  Perkalian

  • Langkah – langkah :
  • kalikan masing-masing kolom secara desimal rubah dari hasil desimal ke octal
  • tuliskan hasil dari digit paling kanan dari hasil octal

  kalau hasil perkalian tiap kolom terdiri dari 2 digit, maka digit paling kiri merupakan carry of untuk ditambahkan pada hasil

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Oktal (Lnjt)

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Oktal (Lnjt)

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Oktal (Lnjt)

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Oktal (Lnjt) 

   Pembagian (8) ( 8) Contoh : 250 /

  14 ? Tahapan Langkah-Langkah Pengerjaan :

1. Konversi ke dalam bilangan desimal

  Operasi Aritmatika pada Bilangan Oktal (Lnjt) 

   Pembagian (8) 8) (8) ( Contoh : / 250 14 ?

  16 Tahapan Langkah-Langkah Pengerjaan :

  2. Kemudian hasil konversi masing-masing bilangan yang sudah diubah ke desimal tadi , lalu dibagi. (10) (10) (10) / = 168

  12

  14

3. Hasil Pembagian dari bilangan desimal, diubah kedalam bilangan Octal.

(10)

  14

  

Operasi Aritmetika pada Bilangan

Hexadesimal

   Penjumlahan

  Penjumlahan bilangan hexadesimal dapat dilakukan secara sama dengan penjumlahan bilangan octal, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  Langkah-langkah penjumlahan hexadesimal : tambahkan masing-masing kolom secara desimal

  rubah dari hasil desimal ke hexadesimal

  • tuliskan hasil dari digit paling kanan dari hasil hexadesimal
  • kalau hasil penjumlahan tiap-tiap kolom terdiri dari dua digit, maka digit paling kiri merupakan carry of untuk penjumlahan

  Operasi Aritmetika pada Bilangan Hexadesimal (Lnjt) Operasi Aritmetika pada Bilangan

Hexadesimal (Lnjt)

   Pengurangan Pengurangan bilangan hexadesimal dapat dilakukan secara sama dengan pengurangan bilangan desimal.

  

Operasi Aritmetika pada Bilangan

Hexadesimal (Lnjt)

   Perkalian

  Langkah – langkah :

  • kalikan masing-masing kolom secara desimal rubah dari hasil desimal ke hexadesimal
  • tuliskan hasil dari digit paling kanan dari hasil hexadesimal

  kalau hasil perkalian tiap kolom terdiri dari 2 digit, maka digit paling kiri merupakan carry of untuk ditambahkan

  Operasi Aritmetika pada Bilangan Hexadesimal (Lnjt)

  Operasi Aritmetika pada Bilangan Hexadesimal (Lnjt)

  Operasi Aritmetika pada Bilangan Hexadesimal (Lnjt) Operasi Aritmetika pada Bilangan Hexadesimal (Lnjt)

   Pembagian (

  (16) 16)

  Contoh : 52B / 9

   ? Tahapan Langkah-Langkah Pengerjaan :

1. Konversi ke dalam bilangan desimal

  

Operasi Aritmetika pada Bilangan

Hexadesimal (Lnjt)

   Pembagian (16) ( 16) (16)

  Contoh : 52B / 9 ? 93 Tahapan Langkah-Langkah Pengerjaan :

  

2. Kemudian hasil konversi masing-masing bilangan yang sudah diubah ke

desimal tadi , lalu dibagi. (10) / (10) = (10) 1323 9 147

  3. Hasil Pembagian dari bilangan desimal, diubah kedalam bilangan Hexadesimal. (10) 147 (16)

  16 Sisa 3 , Jadi hasilnya 93

  Latihan

  Kerjakan soal berikut dengan benar !

  1. Sebutkan dan jelaskan empat macam system bilangan !

  2. Konversikan bilangan berikut :

  4. BC1 X 2A

  a. 10101111(2) = ………….(10) 5. 245 (8) : 24 (8) =……..(8) b. 11111110(2) = ………….(8)

  c. 10101110101(2) = …………(16)

3. Konversi dari :

  a. ACD (16) = ………(8)

  b. 174 (8) = ……..(2)

  Konversi Bilangan

  Konversi bilangan adalah suatu proses dimana satu sistem bilangan

dengan basis tertentu akan dijadikan bilangan dengan basis yang lain.

   Konversi dari bilangan Desimal

1. Konversi dari bilangan Desimal ke biner

  Konversi Bilangan

  Konversi bilangan adalah suatu proses dimana satu sistem bilangan

dengan basis tertentu akan dijadikan bilangan dengan basis yang lain.

  Konversi Bilangan (Lnjt)

2. Konversi bilangan Desimal ke Oktal

  Konversi Bilangan (Lnjt)

3. Konversi bilangan Desimal ke Hexadesimal

  Konversi Bilangan (Lnjt)

   Konversi dari sistem bilangan Biner

1. Konversi ke desimal

  Konversi Bilangan (Lnjt)

   Konversi dari sistem bilangan Biner

2. Konversi ke Oktal

  Konversi Bilangan (Lnjt)

   Konversi dari sistem bilangan Biner

3. Konversi ke Hexadesimal

  Konversi Bilangan (Lnjt)

   Konversi dari sistem bilangan Oktal

1. Konversi ke Desimal

  

Yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan

dengan position valuenya.

  Konversi Bilangan (Lnjt)

   Konversi dari sistem bilangan Oktal

2. Konversi ke Biner

  

Dilakukan dengan mengkonversikan masing-masing digit octal ke tiga

digit biner.

  Konversi Bilangan (Lnjt)

   Konversi dari sistem bilangan Oktal

3. Konversi ke Hexadesimal

  

Dilakukan dengan cara merubah dari bilangan octal menjadi bilangan

biner kemudian dikonversikan ke hexadesimal.

  Konversi Bilangan (Lnjt)

   Konversi dari sistem bilangan Oktal

3. Konversi ke Hexadesimal

  

Dilakukan dengan cara merubah dari bilangan octal menjadi bilangan

biner kemudian dikonversikan ke hexadesimal.

  Konversi Bilangan (Lnjt)

   Konversi dari sistem bilangan Hexadesimal

1. Konversi ke Desimal

  

Yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan

dengan position valuenya.

  Konversi Bilangan (Lnjt)

   Konversi dari sistem bilangan Hexadesimal

2. Konversi ke Binari

  Konversi dari bilangan hexadesimal ke Binari dapat dilakukan dengan mengkonversi masing-masing digit hexadesimal ke 4 digit binari.

  Konversi Bilangan (Lnjt)

   Konversi dari sistem bilangan Hexadesimal

3. Konversi ke Oktal

  

Dilakukan dengan cara merubah dari bilangan hexadesimal menjadi

biner terlebih dahulu kemudian dikonversikan ke octal.

  Konversi Bilangan (Lnjt)

   Konversi dari sistem bilangan Hexadesimal

3. Konversi ke Oktal

  

Dilakukan dengan cara merubah dari bilangan hexadesimal menjadi

biner terlebih dahulu kemudian dikonversikan ke octal.

  Konversi Bilangan Biner Ke Desimal

  Konversi Bilangan Octal Ke Desimal

  Konversi Bilangan Hexadesimal Ke Desimal

  Konversi Bilangan Desimal Ke Biner Konversi Bilangan Desimal Ke Octal

Konversi Bilangan Desimal Ke Hexadesimal

  Komplemen Komplemen digunakan pada komputer digital untuk

  • memeprmudah operasi pengurangan dan manipulasi logika.
  • Ada dua tipe komplemen untuk setiap basis-r sistem :
  • Akar komplemen dan Akar komplemen yang dikurangi.
Komplemen Komplemen yang pertama dilambangkan dengan

  • komplemen R dan yang kedua dengan Komplemen (R-1).
  • Untuk angka biner, keduanya disebut komplemen 2 dan komplemen 1.
  • Sedangkan untuk desiman disebut komplemen 10 dan komplemen 9.
Contoh Singkat

  • Akar komplemen yang dikurangi (diminished

  radix complement) atau komplemen (r-1) didapat dari rumus (r^n – 1) – N.

  • Untuk angka decimal, r = 10 dan r-1 = 9. Contoh jika dipunyai 10^4 = 10.000 dan 10^4 – 1 = 9999. Examp
Contoh Konversi Bilangan Ubahlah bilangan decimal 0,8125 menjadi bilangan biner.

  • , [8125] x 2

  1 , [6250] x 2 1 , [2500] x 2

  , [5000] x 2

  1 , [0000]

  Jadi, 2

  08125 = , 1101

  10 Komplemen R

  • Untuk semua bilangan positif N dalam radix R dengan bagian bulatnya terdiri dari n angka, komplemen R pada N didefnisikan sebagai :
  • n

  R – N untuk N = 0 untuk N = 0

  • Contoh : Komplemen 10 untuk 43210
  • 10

  adalah !

  N = 43210

Contoh Konversi Bilangan

  • Contoh : Komplemen 10 untuk 765,43

  10 adalah :

  • N = 765,43
  • N = 3
  • Komplemen N =

  10 n

  • – N

  =

  10 3 – 765,43 = 234,57 10 Contoh Konversi Bilangan

  • Contoh : Komplemen 2 untuk 1100110

  2 adalah :

  • N = 1100110

  2

  • N = 7
  • Komplemen N =

  2 n

  • – N

  = (

  2 3 ) 10 – 1100110 Contoh Konversi Bilangan

  • Contoh : Komplemen 2 untuk 0,1010

  2 adalah :

  • N = 0,1010

  2

  • N = 0
  • Komplemen N =

  2 n

  • – N

  = (

  2 ) 10 – 0,1010 Komplemen R-1 Untuk suatu bilangan positif N dalam radix R dengan bagian bulat

  • terdiri n angka dan bagian pecahan terdiri dari m angka, komplemen (R-1) untuk N didefnisikan sebagai :
  • n -m

  R – R - N Contoh : Komplemen 9 untuk 43210 adalah !

  • 10
  • N = 43210
  • Contoh : Komplemen 9 untuk 23,456

  Contoh Konversi Bilangan

  10 adalah !

  • N = 23,456

  10

  • n = 2 ; m = 3

  n

    <

    • Komplemen N = 10
      • – 10

  • N = 10

  2

    <

    • – 10

  • 23,456

  10

  = 76,543

  Contoh Konversi Bilangan

  • Contoh : Komplemen 1 untuk 101100
  • N = 101100
  • n = 6 ; m = 0

  2 adalah !

  2

  n

    <

    • Komplemen N = 2
      • – 2

  • N = 2

  6

  • 0
    • – 2
    • – 101100

  2

  = 111111

  • 101100
Contoh Konversi Bilangan

  • Contoh : Komplemen 1 untuk 0,0110

  2 adalah !

  • N = 0,0110

  2

  • n = 0 ; m = 3

  n

    <

    • Komplemen N = 2
      • – 2

  • N = 2

  6

  • 0
    • – 2
    • – 0,0110

  2 = 0,1001 Pengurangan dengan Komplemen R

  • Pengurangan dua bilangan positif ( M – N), dimana kedua-duanya mempunyai radix R yang sama, dapat dilakukan sebagai berikut:

  

1. Tambahkan bilangan yang dikurang, M, ke komplemen R untuk

pengurang N

  

2. Periksa hasil yang diperoleh pada langkah 1 itu untuk simpanan

akhirnya : 1. Jika ada simpanan akhir, abaikan saja.

  Contoh

  • Dengan Komplemen 10 hitunglah 72532 – 3250
  • M = 72532
  • 10 N = 03250 10<
  • 5

  Komplemen 10 untuk N = 10 – 03250 = 96750

  • 72532 -&gt; M 96750 -&gt; - N ------------- +

  1 69282 Simpanan Akhir Contoh

  • Dengan Komplemen 10 hitunglah 03250 - 72532
  • N = 72532
  • 10 M = 03250 10 5<
  • Komplemen 10 untuk N =

  10 – 72532 = 27468

  • 03250 -&gt; M

  27468 -&gt; - N

  • ------------- + 30718
  • 5<

    • Komplemen 10 untuk 30718 adalah = 10 – 30718 = 69282

  Simpanan Akhir

  Pengurangan dengan komplemen R-1

  • dengan komplemen R kecuali suatu variasi yang disebut dengan simpanan keliling akhir.

  Prosedur pengurangan dengan komplemen R-1 tepat sama

  • Pengurangan (M-N) dimana kedua bilangan itu positif dan mempunyai radix yang sama, R dapat dihitung dengan cara
Pengurangan dengan komplemen R-1

  

1. Tambahkan bilangan M yang dikurang itu komplemen (R-1) untuk

pengurang N.

  

2. Periksa hasil yang diperoleh pada langkah 1 untuk suatu simpanan

akhir :

  1. Jika ada simpanan akhir, tambahkan 1 ke angka pada kedudukan terendah (simpanan keliling akhir).

  2. Jika tidak ada simpanan akhir, ambil komplemen *R-1) pada Contoh

  • Dengan Komplemen 10 hitunglah 72532 – 3250
  • M = 72532
  • 10 N = 03250 10<
  • Komplemen 9 untuk N =

  10 5 - 10 – 03250 = 96749

  • 72532 -&gt; M 96749 -&gt; - N ------------- +

  1 69281

  1

  • ------------- + -&gt; 69282

  Simpanan Akhir

  Contoh

  • Dengan Komplemen 9 hitunglah 03250 - 72532
  • N = 72532
  • 10 M = 03250 10 5<
  • Komplemen 9 untuk N =

  10 – 10 – 72532 = 27467

  • 03250 -&gt; M

  27467 -&gt; - N

  • ------------- + 30717
  • 5<

    • Komplemen 10 untuk 30717 adalah = 10 – 30718 = 69282

  Simpanan Akhir

  Tugas

  End Of File

  • Terima Kasih


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

91 2523 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 650 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 557 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 356 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 482 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 816 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 724 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 452 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 657 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 804 23