PENINGKATAN KUALITAS WARNA KUNING DAN MERAH SERTA PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOI MELALUI PENGAYAAN TEPUNG KEPALA UDANG DALAM PAKAN

  Peningk atan k ualitas war na kuning dan m er ah ..... (I Way an Subam ia)

PENINGKATAN KUALITAS WARNA KUNING DAN MERAH SERTA PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOI MELALUI PENGAYAAN TEPUNG KEPALA UDANG DALAM PAKAN

  I Wayan Subam ia, Nina M eilisz a, dan Asep Perm ana Balai Penelit ian dan Pengem bangan Budidaya Ikan Hias Jl. Perikanan No. 13, Pancoran Mas, Depok 16436

  E- mail: sir unina@yahoo.com (Naskah dit er ima: 7 Januar i 2013; Diset ujui publikasi: 10 Okt ober 2013 )

ABST RAK

  Ikan hias koi merupakan salah satu produk perikanan yang budidayanya telah dikuasai ol eh pet ani ik an di beber ap a d aer ah. Tuj uan ut am a penel it i an ini adalah unt uk meningkatkan kualit as war na benih ikan hias koi m elalui pengayaan t epung kepala udang d alam pakan. Penelit ian d ilakukan dengan m enggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan dosis tepung kepala udang dalam formulasi pakan sebagai sum ber karotenoid yait u: 0% (kontr ol), 5%, 10%, 15%. Pakan yang diberikan diformulasikan dengan isoprotein (30%), dan isolipid (15%). Ikan yang digunakan adalah benih dan ditempatkan dalam hapa- hapa di kolam. Pengamatan yang dilakukan selama pemeliharaan adalah parameter kualitas warna yang dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan TCF (Toca Color Finder ), sedangkan pengukuran kuantitatifnya dilakukan dengan pengukuran total karotenoid pakan dan jaringan tubuh ikan. Selain itu, dilakukan pula pengamatan parameter pertumbuhan panjang, dan bobot yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas warna pada ikan koi optimal pada pemberian t epung kepala udang sebesar 10% dicirikan dar i nilai warna kuning dan mer ah. Selama penelitian juga diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap pert umbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik bobot dan panjang tubuh, dan sint asan pada semua perlakuan.

  KATA KUNCI: k ualitas, benih , pak an, k oi (Cyprin us carpi o) ABST RACT : The quality improvement on red and yellow colour performances to juveniles of koi carp through feed improvem ent. By: I Wayan

  Sub am i a, Ni na M ei li sz a, an d Asep Per m an a The k oi car p is t he aquacult ur e f isher ies pr oduct which have be m anaged by f ish f ar m er s in t he sever al localit y . This aim r esear ch is im pr oving t he colour qualit y j uveniles of koi car p t hr ough shr im p head m eal in. Random ized com plet e design in t r ipli cat es d one wit h dosages of sh r im p hea d m eal in f eed as car ot en oid sour ce nam ely 0% (contr ol), 5%, 10%, and 15% in f eed. Fish f ed the ar tif icial f eed f or m ulated by i sopr ot ein (3 0 %), and i soli pi d (1 5 %). Juvenil es st ock ed in n et s at pond s. The obser vation done dur ing r esear ch with the par am eter s of colour quality also conducted in qua li t a t i ve d at a used TCF (Toca Color Fin der ), wh er ea s t he qua nt it at iv e da t a m easur ed by t he t ot al car ot enoid m easur em ent s on f eed and tissues of f ish body . Par am et er of weight and lengt h also obser ved. Result s showed t hat 1 0% dosage of shr im p head m eal in f eed was the optim al colour im pr ovem ent on k oi car p. Dur ing r esear ch also shows t hat no signif icant dif f er ent on gr owt h of weight , lengt h and sur vival r at e on all of t r eatm ent s.

  KEYWO RD S: quality, juveniles, f eed, k oi carp

  PENDAHULUAN

  Ikan koi merupakan jenis ikan hias dari sekian banyak ikan hias yang sudah mam pu d i m asyar ak at k an d an d i k u asai t ek n ol o g i budidayanya oleh m asyarakat . Ikan hias koi sudah lama dikenal masyarakat karena bentuk yang berm acam- m acam dan warnanya yang indah sehingga permintaan akan ikan hias ini semakin meningkat. Kualitas ikan hias akan menentukan nilai ekonomis dan est etiknya, tampilan warna yang indah m erupakan salah satu indikator yang menjadi daya tarik. Warna pada ikan disebabkan oleh adanya sel pigmen atau chr omatophor e yang terdapat dalam der- mis pada sisik, di luar maupun di bawah sisik.

  Warn a m erah at au k un in g m eru pakan warna yang banyak mendominasi ikan hias. Komponen utama pembent uk pigmen merah dan kuning ini adalah pigmen karotenoid. Pada ikan, karotenoid tidak dapat disintesis secara de novo (Goodwin, 1984; Kalinowski et al., 2007). Penambahan sumber peningkat warna dalam pakan ikan akan mengakibatkan adanya peningkat an pigmen warna pada t ubuh ikan t erseb ut , m in im al ik an m am p u m em per- tahankan pigmen warna pada tubuhnya selama masa pem eliharaan. Keberadaan ast aksant in adalah yang terbesar dan terserap pada hewan- hewan air seperti udang- udangan, krill, trout, atau salmon.

  Tepung kepala udang m erupakan salah satu jenis sumber karoten yang berasal dari hasil pengolahan limbah t ubuh udang yang sudah tidak dim anf aat kan dan mengandung bahan- bahan sepert i mineral, protein, khit in, dan karotenoid (Damuningrum, 2002). Bagian udang yang dimanfaatkan pada produk beku hanya berkisar 20- 30% yang berupa daging ut uh, sedangkan kulit, kepala dan kotoran lainnya dianggap sebagai limbah. Tingginya lim bah dari indust ri udang beku ini perlu ditangani sebaik m ungkin untuk mencegah timbulnya pencemaran lingkungan. Peman- faatan limbah udang merupakan salah satu alternatif yang dapat meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomisnya. Perkembangan lebih lanjut menunjukkan bahwa dari limbah udang dapat diproduksi khit in, khit osan, prot ein konsentrat, flavoran (zat perasa) dan pigm en karotenoid (Desiana, 2000).

  Seiring dengan perkembangan teknologi pembuatan pakan ikan, sumber- sumber karo- tenoid dapat dif ormulasikan dan dim asukkan ke dalam pakan. Selain itu kelengkapan dan keseimbangan nutrien pakan buatan (protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral) untuk ikan yang dipelihara lebih m udah diatur dan dik et ahu i sesuai kebut uhan deng an ik an. Penggunaan t epung kepala udang yang di- tambahkan ke dalam pakan buatan sebagai sumber karotenoid alami, diharapkan dapat memberi nilai lebih dari sisi kualitas dan dapat meminimasi biaya produksi karena dianggap ramah lingkungan, mendaur ulang limbah, dan masih mengandung nutrisi yang tinggi (pro- tein ± 49%, lipid ± 5% berat kering) (Sachindra & Mahendrakar, 2005; Sánchez- Camargo et al., 2011).

  Diket ahui bahwa kadar protein yang baik bagi pertumbuhan benih ikan koi, maskoki, dan b eb erapa j en is Cyp ri ni d l ain n ya berk i sar antara 29- 43% (Lochmann & Phillips, 1994; Yanong, 1996; Min Xue & Yibo Cui, 2001; Sales & Janssens, 2003; Bandyopadhyay et al., 2005) maka penggunaan kadar protein sebesar 30% dalam penelitian ini dinilai lebih efisien. Selain itu, untuk mendapatkan hasil yang baik dalam penelitian ini, kadar lipid juga dipertim bang- kan. Kadar lipid merupakan salah sat u f akt or yang mem pengaruhi penyerapan karot enoid dalam tubuh ikan, kadar lipid yang optim al sekit ar 15% untuk menghasilkan penyerapan canthaxantin yang tinggi sepert i pada kasus ikan rainbow trout (Tonissen et al., 1990).

  Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan p en el i t i an u n t u k m en g et ah u i p en g ar u h pemberian pakan yang mengandung kepala udang dengan konsentrasi berbeda terhadap performansi warna, dan pertumbuhan ikan koi.

  Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Penelitian d an Pen g em b an g an Bu d i d aya Ik an Hi as (BPPBIH), Depok dengan menggunakan jenis ikan hias koi (Cypr inus sp.). Penelitian di- lakukan dengan m enggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan dosis tepung kepala udang dalam f orm ulasi pakan sebagai sumber karotenoid yaitu: 0% (kontrol), 5%, 10%, dan 15%. Jenis ikan yang digunakan adalah benih ikan koi dan ditem patkan dalam hapa- hapa di kolam . Benih yang digunakan berukuran bobot ± 30,5 g; dan panj ang ± 10 cm per individu dengan padat tebar sebanyak sepuluh ekor per hapa.

  Pakan yang diberikan adalah pakan buatan yang diformulasikan dengan isoprotein (30%), isolipid (15%), dan isoenergi (20 MJ/ kg) (Tabel

  J. Ris. Akuakultur Vol. 8 No. 3 Tahun 20 13: 42 9-4 38

BAHAN DAN METODE

  tubuh, laju pertumbuhan spesifik panjang, dan sintasan pada benih ikan koi seperti tertera pada Tabel 2.

  (g) 14.25±3.40 a 15.07±5.88 a 15.23±1.92 a 11.18±1.43 a

  Paramet er Pa r a m et er s

  0.28±0.10 a 0.30±0.07 a 0.22±0.07 a 0.27±0.04 a Sintasan (Sur vival r at e ) (%) 100±0.00 a 100±0.00 a 100±0.00 a 100±0.00 a

  Spesific gr owt h r at e of lengt h (%)

  Laju pertumbuhan spesifik panjang

  (%) 0.80±0.19 a 0.84±0.21 a 0.79±0.08 a 0.65±0.08 a

  Spesific gr owt h r at e of weight

  1.49±0.54 a 1.53±0.40 a 1.19±0.41 a 1.4±0.17 a Laju pertumbuhan spesifik bobot

  Lengt h gain (c m)

  Pertambahan panjang mutlak

  Weight gain

  Hasil penelitian pada ikan koi dalam Tabel 2 menunjukkan bahwa semua parameter per- tumbuhan bobot (mutlak, laju pertum buhan spesifik), pert umbuhan panjang (mut lak, laju pertumbuhan spesifik panjang), dan sintasan tidak memperlihat kan perbedaan yang nyata (P> 0,05). Gambaran pertambahan bobot indi- vidu rata- rata selama penelitian memperlihat- kan adanya pertum buhan dan berlangsung naik selama penelitian. Pertam bahan bobot mem perlihatkan bahwa pada masing- masing perlakuan pergerakan bobot relatif sam a dan berhimpit satu sama lain meskipun garis ter- tinggi dicapai pada perlakuan t epung kepala udang dalam pakan 10% namun jika dibanding- kan dengan perlakuan lain cenderung tidak signifikan (Gambar 1).

  Pertambahan bobot mutlak

  D (SHM 15%)

  C (SHM 10%) D ( T KU 15%)

  B (SHM 5%) C ( T KU 10%)

  A (SHM 0%) B ( T KU 5%)

  

Table 2. The par am et er s of weight , lengt h, and sur vival r at e on t he j uveniles of koi car p fish

dur ing r esear ch A ( T KU 0%)

  Tabel 2. Parameter pertumbuhan bobot, panjang, dan sintasan benih ikan koi selama penelitian

  Penam bahan t epung kepala udang diper- kirakan ikut m em berikan kontribusi dalam m en yum b ang nilai nu t risi pakan. Tep ung kepala udang adalah limbah udang memiliki banyak komponen yaitu: bahan mineral, khitin, protein, dan pigmen karotenoid. Komponen- komponen tersebut dapat mem punyai nilai ek o n o m i yan g cu k u p t i n g g i ap ab i l a d i -

  Pemberian pakan buatan yang diperkaya dengan tepung kepala udang dalam pakan telah menghasilkan pertumbuhan baik bobot maupun panjang di semua perlakuan pada ikan koi. Hal ini membuktikan bahwa ikan ini mampu memanfaatkan pakan yang diberikan unt uk pemeliharaan t ubuh maupun pert umbuhan. Pakan dalam penelit ian ini dianggap t elah memenuhi semua kebutuhan gizi ikan, hal ini terlihat dari nilai nutrisi yang terkandung dalam pakan dan perf orm ansi yang dihasilkannya. Seperti pernyataan Yandes et al. (2003) bahwa pert umbuhan terjadi apabila ada kelebihan energi setelah energi yang tersedia digunakan untuk metabolisme standar, pencernaan, serta untuk beraktivitas.

  Hal yang sam a j uga dit unj uk kan p ada gambaran pertambahan panjang individu rata- rata selama penelitian yang memperlihatkan adanya pert um buhan dan naik selam a pe- nelitian. Pertambahan panjang memperlihatkan bahwa pada masing- masing perlakuan laju per- gerakan panj ang relat if sam a dan berhimpit satu sama lain meskipun garis tertinggi dicapai pada perlakuan tepung kepala udang dalam pakan 10% namun jika dibandingkan dengan perlakuan lain cenderung juga tidak signifikan (Gambar 2).

  Perlakuan ( T r ea t m en t s) Ket er angan (Note): TKU = Tepung kep ala ud ang; SHM = Shr imp head meal

Angka yang diikuti huruf super scr ipt yang sama pad a b aris yang sama menunjukkan nilai yang tid ak

berbeda nyata (P> 0,0 5) (The values under the same super scr ipt in the same r ow indicate no signif icant dif f er ence (P>0.05)) J. Ris. Akuakultur Vol. 8 No. 3 Tahun 20 13: 42 9-4 38 manfaatkan sebaik mungkin (Karmas, 1982). Komponen- kom ponen yang terdapat dalam kulit udang adalah t otal N kasar non protein 4,3%; lemak 0,5%; protein kasar 26,8%; khit in nitrogen 2,4%; khitin 34,9%; abu 29,3%; pospor 0,8%; kalium 8,2%; kalsium 1,7% (Benjakul & So p h ar o d o r a, 1 9 9 3 ). Men u r u t Sh ah i d i & Synowicki (1992), limbah udang mengandung protein 41,9%; khitin 17,0%; abu 29,2%; dan lemak 4,5% dari bahan kering. Hal ini mem- berikan informasi bahwa penambahan tepung kepala udang dalam pakan selain sebagai sumber karot enoid juga m em berikan nilai nut risi sebagai bahan baku alt ernat if pakan.

  Selain pertumbuhan, kualitas ikan hias juga dinilai berdasarkan warna yang ditampilkannya. Berbagai warna- warni indah pada ikan dalam hal ini ikan koi pada dasarnya dihasilkan oleh sel- sel pigmen (kromatofor) yang terletak pada lapisan dermis. Sel- sel tersebut masing- masing mempunyai nama sesuai dengan jenis- jenis pigm en yang dikandungnya, yaitu: melanofor yang m enyi m pan p igm en hit am , erit r of or menyimpan pigmen merah, xantofor menyim- pan pigm en kuning, dan iridofor yang tidak m en gandun g pigm en t et api m engand ung kristal- kristal guanin yang mampu memantul- kan at au m em en dar kan cah aya k e d al am

  Pa n ja n g i n d iv id u r at

  B (TKU 5%) (SHM 5%) C (TKU 10%) (SHM 10%) D (TKU 15%) (SHM 15%) A (TKU 0%) (SHM 0%)

  9.5 B (TKU 5%) (SHM 5%) C (TKU 10%) (SHM 10%) D (TKU 15%) (SHM 15%) A (TKU 0%) (SHM 0%)

  10.0 6 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0

  10.5

  11.0

  11.5

  9.0

  12.0

  A v e r a g e o f in d iv id u a l le n g th ( cm )

  a- ra ta

  

Figur e 2. The aver age of individual t ot al lengt h of koi car p fish dur ing

r esear ch per iod Hari ke- (Days)

  Gambar 1. Bobot individu rata- rata benih ikan koi selama penelitian

  Gambar 2. Panjang total rata- rata individu benih ikan koi selama penelitian

  30.0 6 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0

  35.0

  40.0

  45.0

  25.0

  50.0

  A v e r a g e o f in d iv id u a l w e ig h t (g )

  a- ra ta

  Bo b o t in d iv id u r at

  

Figur e 1. The aver age of individual weight of koi car p fish dur ing r esear ch

per iod Hari ke- (Days)

  Peningk atan k ualitas war na kuning dan m er ah ..... (I Way an Subam ia) k om po n en war n a pen yu su n nya (An on im , 2002).

  Sel- sel penyandang pigmen ini berbentuk menyerupai bint ang. Perubahan warna yang terjadi pada ikan dipengaruhi oleh persebaran granula pigm en dalam sel tersebut. Menurut Sally (1997), pergerakan granula pigmen pada kromatofor dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu kromatofor dengan granula pigmen yang berkumpul di dekat nukleus dan kromatof or yang tersebar di seluruh bagian sel. Granula pigmen yang tersebar di dalam sel menyebab- kan sel tersebut dapat menyerap sinar dengan sempurna sehingga terjadi peningkatan warna sisik, sedangkan granula pigmen yang ber- kumpul dalam sel menyebabkan penurunan warna sisik.

  Hasil kuantifikasi visual menggunakan TCF (Toca Colour Finder ) diketahui bahwa warna m erah pada i kan ko i t er lebi h dahu lu d i- t am pilkan dalam warna kuning kem erahan selanjut nya mengarah ke warna merah. Hasil kuant if ikasi in i t elah m enam pilkan em pat perankingan warna dimulai dari warna t eren- dah m enuju tinggi yaitu ranking 1 (kuning kemerahan), 2 (merah pudar), 3 (merah sedang), 4 (merah). Gambar 3 menunjukkan bahwa warna k u n i n g m er ah p ad a i k an k o i m en i n g k at dibandingkan awal penelit ian pada sem ua perlakuan. Ranking tertinggi (warna m erah) d icap ai o leh k et ig a perl ak u an m ul ai d ar i perlakuan t epung kepala udang 5% hingga 15% dalam pakan pada akhir penelitian. Pakan dengan persentase 0% t epung kepala udang dalam pakan menghasilkan performansi warna terendah.

  Pada ikan koi warna kuning merah menga- lami peningkatan dibandingkan kondisi awal penelitian. Hasil ini menunj ukkan bahwa ada p en g aru h p em ber ian su m ber kar ot en oi d tepung kepala udang dalam pakan terhadap warna ikan koi. Karotenoid yang terdapat dalam tepung kepala udang mempunyai sifat sebagai provit am in A dan dapat berf ungsi sebagai antikanker (antioksidan) (Iwasaki & Murakoshi, 1992). Karot enoid yang bersif at provitamin A dalam pencernaan akan larut dalam lemak. Di lambung proses pencernan lemak tidak begitu ef ek t i f . Pro ses pencern aan lem ak secar a intensif dimulai pada segmen usus. Dengan dem ikian penggunaan sum ber karot enoid t epung kepala udang dalam penelitian di- harapkan j uga mem berikan nilai t ambah bagi kesehatan ikan.

  Penyerapan karotenoid dalam sel- sel j a- ringan ini akan mempengaruhi sel- sel pigmen (kromat of ora) dalam kulit ikan. Kandungan astaksantin dalam karotenoid akan mening- katkan pigmen merah pada sel pigmen merah (erit rof ora), sehingga warna yang dihasilkan akan tampak lebih jelas. Menurut Vevers (1982), k ar o t en o i d p ad a h ewan b er p er an d al am pemberian warna kuning, jingga dan m erah, namun bila berikat an dengan protein akan menjadi karotenoprotein, yang m enghasilkan warna biru dan ungu. Karot enoid tersebut d i i d en t i f i k asi seb ag ai ast ak san t i n d an cant haksantin.

  Gambar 3. Nilai warna kuning merah dalam kuantifikasi visual selama penelitian

  

Figur e 3. Colour value of r ed yellow in visual quant ificat ion dur ing

r esear ch per iod N ila i w ar na k un in g m er ah d al am T C F C o lo u r va lu e o f re d y el lo w i n T C F

  Hari ke- (Days)

  4 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0

  3

  2

  1 A (TKU 0%) (SHM 0%) B (TKU 5%) (SHM 5%) C (TKU 10%) (SHM 10%) D (TKU 15%) (SHM 15%)

  J. Ris. Akuakultur Vol. 8 No. 3 Tahun 20 13: 42 9-4 38

  Menurut Evans (1993), pergerakan granula pi gm en m engak ibat kan perubahan war na disebabkan oleh suhu, cahaya dan lain- lain yang d ik en dali kan oleh si st em sar af d an hormon. Beberapa penelitian banyak meng- gunakan sum ber- sumber karot enoid unt uk meningkat kan warna pada ikan. Karot enoid m erupakan suat u kelom pok pigm en yang berwarna kuning, orange, atau merah orange, mempunyai sifat larut dalam lemak atau pelarut organik, tet api tidak larut dalam air (Anonim, 2009). Selain itu Latscha (1991), karot enoid adalah kelompok karoten yang berupa xantofil dan t erdiri dari gugus karbon, hidrogen dan oksigen, contohnya taraxanthin, lutein, dan astaksant in. Sedangkan pada perkembangan seksualnya ikan jantan dewasa akan menyim- pan karotenoid pada kulit tubuhnya (Bjerkeng et al., 1992 ).

  Untuk menghasilkan data yang objektif, sel ai n m en g g u n ak an k u an t i f i k asi vi su al dengan TCF, warna ikan j uga diukur secara spekt rom et ri dengan panj ang g elom b ang tertentu. Nilai pengukuran warna pada alat ini adalah nilai total karot enoid yang terdapat dalam tubuh ikan. Nilai karotenoid ikan m e- nunjukkan perbedaan satu sam a lain di mana nilai karotenoid akan sem akin besar seiring d en g an p en i n g k at an p er sen t ase t ep u n g kepala udang dalam pakan (Gambar 4). Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang cukup sig n if i kan t erh adap war n a i kan k o i yan g diberikan berbagai perlakuan dosis kepala udang dalam pakan.

  Penyimpanan karotenoid dalam tubuh ikan koi dalam penelitian ini telah dit ampilkan di bagian kulit di mana warna akan meningkat. Guillaume et al. (2001) m enyatakan bahwa karot enoid adalah pigmen yang larut dalam lemak yang memiliki kisaran warna dari kuning hingga m erah t ua. Karot enoid hanya dapat dideposisikan pada jaringan spesifik (kulit, otot, eksoskeleton, dan kelenjar pencernaan). Jenis karotenoid yang dapat diserap oleh ikan adalah astaksantin dan dapat dikonversi dari canthaxanthin yang sum bernya banyak ter- dapat pada sebagian besar krustase (udang- udangan).

  Astaksantin adalah karoten yang paling banyak digunakan dan diaplikasikan (Johnson, 1 9 9 1 ). Ast ak san t i n (3 ,3 ’ -d i hy d r oxy- ,-

  kar ot ena-4,4-dione) m erupakan pigm en merah

  orange pada alga, mikroorganisme dan krus- tase. Pigmen ini digunakan sebagai makanan tambahan untuk pigmentasi hewan- hewan, seperti ikan salem, udang, dan hewan- hewan yang tak bisa m ensint esa - karoten sendiri (Storebakken, 1992). Astaksantin warna dasar- nya adalah m erah, yang akan diserap dan di- sim pan sebagai pigmen merah, sehingga bila terjadi perubahan pigmen dalam tubuh ikan dapat t erlihat pigmentasi warna pada ikan (Latscha, 1990).

  Gambar 4. Nilai total karotenoid ikan koi dalam spektrofotometer pada akhir penelitian

  

Figur e 4. Tot al car ot enoid value of koi car p in spect r ophot om et r e on

t he last r esear ch per iod N ila i t ot al k ar ot en oi d ik an k oi

  T o ta l c a ro te n o id v a lu e o f k o i c a rp (m g/ L)

  Perlakuan tepung kepala udang dalam pakan Tr eatm ents of shr im p head m eal in f eed (%)

  70 0 5 1 0 1 5 60 0 50 0 40 0 30 0 20 0 10 0

  433.81 447.89 537.69 620.07

  Peningk atan k ualitas war na kuning dan m er ah ..... (I Way an Subam ia) Tabel 3. Data kualitas air pada pemeliharaan ikan koi

  Table 3. Dat a of wat er qualit y on t he r ear ing of koi car p

  Paramet er Pa r a m et er s

  J. Ris. Akuakultur Vol. 8 No. 3 Tahun 20 13: 42 9-4 38

  NO 2 - (mg/ L) 0.002-0.003 < 0.005 Alkalinitas (Alcalinit y ) (mg/ L) 22.66-33.98 < 100

  Kesadahan (Hardness ) (mg/ L) 52.68-61.00 < 100 NH 3 -N (mg/ L) 0.000-0.002 < 0.002

  C) 27.0-27.5 25.0-30.0 pH - 7.00 6-8

  Oksigen (Ox y gen ) (mg/ L) 2.00-4.00 > 3.50 Suhu (Tem perat ur e ) ( o

  Ki saran kelayakan

  • * Ra n g e of pr oper n ess *

  Kisaran nilai Ra ng e of va l ues

  Sat uan U n it s

  • Boyd (199 0); Mills & Lam ner t (200 4)

  2005. Growth and dietary ut ilization in goldf ish (Car assius aur at us Linn.) f ed diets formulated with various local agro-

  Penggunaan tepung kepala udang yang digunakan dalam penelitian ini adalah seba- g ai su m b er k ar o t en oi d (ast ak sant i n d an cantaksanthin) alami yang diharapkan akan m em u d ah k an p r o ses p en yer ap an m et a- b ol i sm en ya di d al am t ub u h . Ast aksan t i n memiliki fungsi biologis yang berhubungan dengan pert umbuhan, reproduksi, dan ant i- oksidan pada salmon dan udang (Bell, 2000). Ast ak sant in m ur ni m aupun sint et ik dapat ditambahkan dalam pakan ikan unt uk m e- ningkatkan warna ikan hias (Torrissen, 1988). Sedangkan canthaksant in ( ,-kar otena-4,4-

  Bandyopadhyay, P., Swain, S.K., & Mishra, S.

  nakedfisher .blogspot .com ), 19 Maret 2010, pk 15.00 WIB.

  Anonim. 2002. (htt p:/ / www.o-fish.com/ Spesies/ war na.php), 20 Agustus 2009, pk 11.13 WIB. Anonim. 2009. Pigm en Karotenoid. (ht t p:/ /

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pe- ningkatan kualitas warna pada ikan koi optimal pada pemberian tepung kepala udang sebesar 10% dalam pakan. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada pertum buhan bobot (bobot m ut lak, laju pertum buhan spesif ik t ubuh), pertumbuhan panjang (panjang m utlak, laju pertumbuhan spesif ik panjang) dan sintasan pad a sem ua per lakuan per sent ase kep ala udang dalam pakan pada benih ikan koi.

  Kemam puan hidup ikan koi pada peneliti- an ini juga didukung oleh nilai kualitas ling- kungan dalam hal ini kualit as f isika dan kimia air seperti pada Tabel 3. Data kualitas air pada Tabel 3 menunjukkan paramet er fisika kim ia yang m asih ber ada dalam kisaran n orm al khususnya pada pemeliharaan ikan di dalam kolam.

  Dengan penambahan karoten dalam tubuh ikan m aka dapat meningkat an penyerapan sel- sel pigm en sehingga kualitas warna ikan pun akan meningkat , dibandingkan dengan pem berian pakan tanpa karoten. Hal t ersebut berlaku pada penelitian ini, di mana ikan koi yang diberikan pakan tanpa sum ber karot en yang berasal dari tepung kepala udang, pe- ningkatan warnanya lebih lambat dibanding- kan yang menggunakan tepung kepala udang. Pemberian tepung kepala udang sebesar 10% menunjukkan performansi warna yang sama atau ham pir sama baik secara kuant if ikasi visual m enggunakan TCF at aupun analisis nilai t otal karotenoid menggunakan spektro- fotometer.

  Berdasarkan hasil penelitian pada ikan koi diket ahui bahwa pem berian t epung kepala u dang d al am p ak an d ap at m en in gk at kan kualitas warna ikan. Peningkatan kualitas warna terukur dengan kuantifikasi visual mengguna- kan TCF untuk memudahkan penilaian warna. Selain it u pengukuran kualitas warna j uga dilakukan dengan alat spekt rof otom etri dan telah menghasilkan perubahan warna yang cukup signifikan antar perlakuan pada ikan koi.

  dan m enyerap cahaya pada panjang gelom- bang yang lebih tinggi (Guillaume et al., 2001).

  dione) m emiliki kromatofora yang lebih panjang

KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR ACUAN

  produces. Bioresource Technology, 96: 731- 740. Bell, J.G. 2000. Depletion of tocapherol and ast aksan t i n i n At lan t ic Sal m o n af f ect autoxidative defence and fatty acid me- tabolism. Jour nal of Nutrition, 130(7): 1,800- 1,808. Benjakul, S. & Sopharodora, P. 1993. Chitosan production from carapace and shell of black tiger shrimp. Asean Food Jour nal, 8: 4. Bjerkeng, B., Storebakken, T., & Jensen, S.L.

  Aquacultur e Feed Pr ocessing and Nut r it ion Wor kshop. Am erican Soybean Association,

  Co m p osi on a l Ch a r a ct er i st i c of New- faunland Shellfish Pr ocessing Discar d in “advance in chit in and chit osan”. Elsevier Applied Science. London.

  Shahidi, F. & Synowicki, I. 1992. Qualit y and

  penaeus paulensis). Jour nal of Food Engi- neer ing, 102: 87- 93.

  2011. Proximate composition and extrac- tion of carotenoids and lipids from Brazil- ian red spotted shrimp waste (Far fant e-

  Sánchez- Camargo, A.P., Almeida Meireles, M.Â., Fontoura Lopes, B.L., & Antonio Cabral, F.

  Cr om at ophor es. Departm ent of Biolo gy, Bucknell University, Lewisburg.

  Sally, E. 1997. Pigmen Gr anula Tr anspor t in

  ing Resour ,16: 533- 540.

  Rosa Cejas, J., Almansa, E., Tejera, N., Jerez, S., Bolan, A., & Lorenzo, A. 2003. Effect of di- etary supplementation with shrimp on skin pigmentation and lipid composition of red porgy (Pagr us pagr us) alevins. Aquacultur e, 218: 457- 469. Sachindra, N.M., & Mahendrakar, N.S. 2005. Pro- cess optimization for extraction of caro- tenoids from shrimp waste with vegetable oils. Bior esour ce Technology, 96: 1,195- 1,200. Sales, J., & Janssens, G.P.J. 2003. Nutrient re- quirements of ornamental fish. Aquat . Liv-

  Aquacultur e, 198: 281- 292.

  256 pp. Min Xue & Cui, Y. 2001. Effect of several feed- ing stimulants on diet preference by juve- nile gibel carp Car assius aur at us gibelio, fed diets with or without partial replace- ment of fish meal by meat and bone meal.

  Mills, D. & Lamnert, D. 2004. The Aquar ium Fish Handbook. Grange Books. United Kingdom.

  cult ur e, 128: 277- 285.

  Singapore, p. 68- 79. Lochmann, R.T. & Phillips, H. 1994. Dietary pro- tein requirement of juvenile golden shin- ers (Not emigonus cr ysoleucas) and gold- fish (Car assius aur at us) in aquaria. Aqua-

  Latscha, T. 1991. Carotenoids In Aquatic Ani- mal Nutrition. Dalam: D.M. Akiyama dan R.K.H. Tan (eds.). 1991. Pr oceedings of The

  1992. Pigmentation of Rainbow Trout From Start Feeding to Sexual Maturation. Aqua- cult ur e, 108: 333- 346.

  dar i lim bah kulit udang windu (Penaeus m on o d on Fa b r i cu s) d en g a n b a n t u a n enzim papain. Skr ipsi. Fakultas Perikanan

  Boyd, C.E. 1990. Wat er qualit y in ponds for

  aquacult ur e. Alabam a Agricultural Ex peri-

  ment Station: Auburn University. Birming- ham Publishing Co, 482 pp. Damuningrum, A. 2002. Mempelaj ar i kar ak-

  t er i st ik ba k so ik an ni la (Or eochr om is n il ot icu s) d en g an p ena m b ah a n bu bu k flavor dar i ekst r ak kepala udang windu (Pe n a e u s m on od on ). Sk r ip si . Bo g o r :

  Fakult as Perikanan dan Ilm u Kelaut an, Institut Pertanian Bogor. Tidak dipublika- sikan.

  Desiana. 2000. Ekst r aksi pigmen kar ot enoid

  dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor. Tidak di- publikasikan. Evans, D.H. 1993. The Physiologi of Fishes. CCR Press, London. Goodwin, T.W. 1984. The Biochemistry of Caro- tenoids, 2 nd ed. Chapman & Hall, London, p. 64- 96. Guillaume, J., Kaushik, S., Bergot, P., & Metailler,

  significance in anim al feeds. F Hoffm an- La Roche Ltd. Swittzerland.

  R. 2001. Nut r it ion and Feeding of Fish and Cr ustaceans. UK: Prax is Publishing, 408 pp. Iwasaki, R. & Murakoshi, M. 1992. Palm Oil Yields

  Carotene For World Markets. Infor m, 3(2): 210- 217. Johnson, E.A. 1991. Astaksantine from micro- bial source. Cr it . Rev. in Biot echnology,

  11(4): 297- 326. Kalinowski C.T., Izquierdo, M.S., Schuchardt,

  D., & Robaina, L.E. 2007. Dietary supple- mentation time with shrimp shell meal on red porgy (Pagr us pagr us) skin colour and carot enoid concentration. Aquacult ur e, 272: 451- 457. Karmas, E. 1982. Meat Poullt r y and Seafood

  Technology. Recent Developm ent, Dept of

  Food Sci. Rutgers University. Park Ridge, New Jersey. Latscha, T. 1990. Car otenoids t heir nat ur e and

  Peningk atan k ualitas war na kuning dan m er ah ..... (I Way an Subam ia) Soet omo, M. 1990. Teknik Budidaya Udang Windu. Sinar Baru, Bandung. Storebakken, T. 1992. Pigmentation of rainbow trout. Aquacultur e, 100: 209- 229. Tonissen, O.J., Hardy, R.W., Shearer, K.D., Scott,

  T.M., & Stone, F.E. 1990. Effects of dietary canthaxanthin level and lipid level on ap- parent digestibility coefficients for cantha- xanthin in rainbow t rout (Oncor hynchus

  mykiss). Aquacultur e, 88: 35 l- 362.

  Torrissen, J. 1988. Pigmentation of Salmonoid Carotenoid Deposition and metabolism.

  Aquat ic Sciences Vol I, Washington.

  Vevers, G. 1982. The Colour s of Anim als.

  Edward Arnold (publisher), London. Yandes, Z.R., Affandi, R., & Mokoginta, I. 2003.

  Pengaruh pemberian sellulosa dalam pakan t erhadap kondisi biologis ikan guram e (Osphr onemus gour amy lac). J. Ikht iologi Indonesia. 3(1): 27- 32. Yanong, R.P.E. 1996. Reproductive Manage- ment of Freshwater Ornamental Fish. Semi- nars in Avian and Ex otic Pet Medicine, 5(4)(October): p. 222- 235.

  J. Ris. Akuakultur Vol. 8 No. 3 Tahun 20 13: 42 9-4 38

Dokumen yang terkait

Dokumen baru