kompetensi sumber daya manusia koperasi

Kompetensi Sumber Daya Manusia Koperasi di Kecamatan Klungkung
1)

I Nengah Aristana dan 2)I Wayan Arta Artana
Jurusan Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Triatma Mulya
Email: bli_aris@yahoo.com / nengah.aristana@triatma-mapindo.ac.id
ABSTRACT
Bali today is experiencing a growth in the number of cooperatives, but the growth of
the cooperative is not followed by the quality of the cooperative itself. Cooperatives often
experience problems in operations conducted so that it is difficult to develop cooperatives.
Particularly in Klungkung cooperatives is still having problems in the field of human
resources cooperatives, which are owned by the board still does not have sufficient
competence because of the lack of understanding of competence in accordance with the
needs of existing cooperatives. Therefore, this research intends to formulate the factors that
influence cooperative human resource competencies that will be able to be used as the basis
in finding or developing its human resources. After going through a series of analyzes were
performed that of the 17 variables used in this study there are two variables that can be
continued into the next test because it is not worthy of his deep variable results due diligence
under the MSA values below 0.5 while the value of the variable in question is variable
attitude (X 4) and motivation (X 17) so that the 15 variables are declared to be continued
into the next test. In the extraction of the factors that made the overall show variables can
explain the variety of form factors. After that is the determination of the number of factors,
which deserve to be called when the factor has a value of more than 1 can be computed as a
factor, so that only four factors were formed. Form factor given the name 1). Mastery of
work, 2). Self-awareness, 3). Personal capability and 4). Individual excellence. Assessments
factors indicate that the model has an accuracy of 61% on the error rate or alpha of 5%.
Keywords: Job tenure, Self-Awareness, Personal Ability, and Individual Excellence
PENDAHULUAN
Koperasi

karenakan
di

Bali

dewasa

ini

mengalami pertumbuhan yang sangat pesat
dalam hal pertumbuhan jumlah koperasi.

banyaknya

masyarakat

yang

membutuhkan dana segar baik untuk usaha
maupun kebutuhan sehari-hari.
Dalam

perkembangannya

kendala-kendala

Sampai saat ini tercatat jumlah koperasi di

mengalami

Bali mencapai 4.407 koperasi yang bergerak

dihadapi yaitu susah dalam mengembangkan

dalam segala jenis usahanya. Dari segala jenis

kegiatan

koperasi yang ada baik koperasi serba usaha

berkembang disebabkan kurangnya partisipasi

(KSU), koperasi unit desa (KUD) dan koperasi

anggota. Dalam kenyataan partisipasi anggota

simpan pinjam (KSP) yang mendapat respon

menjadi motor utama untuk menggerakan roda

yang paling besar dari masyarakat adalah

aktivitas koperasi secara keseluruhan. Masalah

koperasi simpan pinjam (KSP). Hal ini di

tersebut muncul karena sumber daya manusia

usahanya.

yang

koperasi

Susahnya

sering
koperasi

yang dimiliki koperasi masih belum mampu

penamaan faktor dan menetukan ketepatan

meyakinkan

model analisi faktor.

anggota

untuk

membawa

koperasi kearah yang lebih baik. Guna

Keseluruhan faktor tersebut nantinya

meningkatkan kepercayaan anggota sehingga

sebagai dasar kompetensi yang harus dimiliki

mampu meningkatkan partisipasi anggota

setiap sumber daya manusia yang ada didalam

koperasi haruslah memiliki sumber daya

koperasi. Melalui dasar kompetensi tersebut

manusia yang memiliki kompetensi. Dalam

koperasi juga di harapkan mampu menerapkan

penelitian

bahwa

sehingga dapat memenuhi standar kompetensi

kompetensi memiliki pengaruh yang positif

sumber daya manusia dalam hal ini pengurus.

dan signifikan terhadap kinerja sehingga hal

Hasil penelitian ini juga mampu sebagai

ini menunjukkan pentingnya SDM yang

masukan dan bahan pertimbangan kepada

memiliki kompetensi guna mengembangkan

seluruh pemimpin koperasi yang ada di

koperasi di masa depan, (Aristana:2013).

kecamatan

sebelumnya

ditemukan

Secara garis besarnya kompetensi yang
penting

dimiliki

sehingga

SDM

mengerjakan

setiap

klungkung

sehingga

koperasi

memiliki syarat dasar kompetensi sumber daya

SDM

koperasi

manusia yang harus dipenuhi setiap koperasi

yang

dimiliki

mampu

dalam

aktivitas

koperasi

dengan

pengurus

mencari
yang

maupun
ada

mengembangkan

selain

itu

mampu

maksimal sehingga tujuan koperasi mampu

menghasilkan bahan ajar atau modul pada

tercapai sesuai dengan harapan. Adapun

mata kuliah pengantar koperasi. Melihat

faktor yang mempengaruhi kompetensi yang

fenomena rendahnya kompentensi yang di

dimiliki sumber daya manusia koperasi antara

miliki koperasi maka dalam penelitian ini

lain: pengalaman, keterampilan, pelatihan,

mengambil judul “Kompetensi Sumber Daya

komunikasi, pendidikan, pengetahuan, etos

Manusia

kerja, sosial, kemampuan di bidang teknologi

Klungkung”.

Koperasi

Di

Kecamatan

informasi, motivasi kerja. Keseluruhan faktor
yang digunakan dalam penelitian ini akan di

Rumusan Masalah

analisis menggunakan metode analisis faktor

Dari latar belakang yang di paparkan diatas

dengan

data,

bahwa sumber daya manusia koperasi wajib

kelayakan variabel, menentukan variabel

memiliki kompetensi dasar sehingga mampu

yang tebentuk, metode ektraksi, rotasi faktor,

untuk melakukan kegiatannya dengan baik,

tahapan

menguji

kualitas

maka dari itu dapat di rumuskan masalah

sebagai berikut: faktor- faktor apa saja yang
mempengaruhi

kompetensi

sumber

Jenis – jenis kompetensi karyawan

daya

manusia koperasi di kecamatan klungkung.

Dalam Untung (2011) kompetensi
dibagi menjadi berberapa jenis yang mampu
secara

dasar

mempengaruhi

karyawan

KAJIAN PUSTAKA

seorang

Pengertian Kompetensi

kinerja sebuah perusahaan, antara lain:

Kompentesi secara toerinya mempengaruhi

1.

Kemampuan

dalam

kemampuan
meningkatkan

Intelektual

setiap kemampuan yang dimiliki karyawan

kemampuan

dalam melaksanakan tugas di dalam sebuah

kemampuan IQ (intelligence quotients)

organisasi sehingga apa yang menjadi tujuan

dan kemampuan EQ (emotional quotients)

utama sebuah perusahaan mampu tercapai

yang termasuk dalam IQ dan EQ adalah

secara efektif dan efisien. Berikut ini beberapa

sebagai berikut, (a). kecerdasan numeric,

pengertian kompetensi menurut beberapa ahli:

(b). pemahaman verbal,(c). kecepatan

Kompetensi

seperangkat

konseptual, (d). penalaran induktif, (e).

pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang

penalaran deduktif, (f). visualisasi ruang,

dimiliki

dan (g). ingatan.

merupakan

sumber

melaksanakan

daya

tugas

dibebankan

dalam

(Pramudyo:2010).

yang

didasarkan

adalah
kepada

manusia

untuk

professional

yang

2. Kemampuan Fisik adalah kemampuan

organisasi

secara jasmani yang digunakan untuk

sebuah

Sedangkan

Rivai

dan

menyelesaikan tugas dan tanggung jawab

Sagala (2009) menyatakan bahwa kompetensi

yang

merupakan dorongan yang dimiliki seseorang

meliputi (a). stamina, (b). kecakatan

untuk mampu melakukan setiap tugas dan

tangan, (c). bakat. Adapun menurut

tanggung jawabnya dan kemampuan untuk

Vathanophas

dan

mempengaruhi

menyatakan

bahwa

orang

lain

mau

untuk

dibebankan.

Thaingam
kompetensi

(2007)
fisik

meliputi:

kompetensi merupakan karakteristik

keterampilan, (c). sifat, dan (d). konsep

individu
tanggung

untuk melaksanakan
jawabnya

mempengaruhi

orang

tugas dan

baik
lain

dan

pengetahuan,

ini

berkerjasama. Jadi dapat disimpulkan bahwa
setiap

(a).

Kemampuan

(b).

diri.

dengan

Sedangkan dalam Marliana (2011)

juga

jenis kompetensi dibedakan menjadi 3

memadukan kemampuan, keterampilan dan

(tiga) kompetensi yang

didasari kepada

pengetahuan yang dimiliki.

dimensi manusia yang akan melakukan

interaksi

langsung

dalam

tugas

dan

1. Motif merupakan sesuatu yang membuat

tanggung jawabnya. Adapun 3 (tiga) jenis

seseorang untuk melakukan sesuatu yang

kompetensi yang dimaksud adalah (1).

dipikirkan sehingga mewujudkan dalam

Kompetensi intelektual, (2). Kompetensi

bentuk tindakan.

emosional, (3). Kompetensi sosial.

2. Watak adalah prilaku yang dibentuk

Kategori Kompetensi

melalui karakter mental yang dimiliki

Dalam Susanto (2008), kompetensi dibagi

setiap individu sehingga menggambarkan

menjadi dua kategori dimana kedua
kategori ini untuk memprediksi setiap

kecenderungan sifat yang dimiliki.
3. Konsep

diri

merupakan

nilai

yang

individu karyawan dengan karyawan yang

dijunjung tinggi oleh setiap individu, yang

lain. Adapun cara untuk memprediksi

secara

kemampuan setiap individu dengan cara

lingkungan. Secara tidak langsung akan

sebagai berikut: (1). Membandingkan

menggambarkan

karyawan yang berhasil dengan karyawan

membentuk

yang

jalan

menentukan

yang

sosial.

kurang

berhasil

mengidentifikasi

melalui

karakteristik

langsung

dibentuk

bahwa

pola
dan

konsep

individu
membina

oleh
diri
dalam

hubungan

menyebabkan individu tersebut berhasil.

4. Pengetahuan merupakan hal dasar yang

(2). Mengidintifikasi pola pikir yang

dimiliki individu dalam bidang kajian

mempengaruhi prilaku setiap individu

tertentu

untuk berhasil disetiap pekerjaan yang

pemberlajaran.

dilakukan.

(1993:9)

menyatakan

merupakan

yang

penelitian

dari

proses

bahwa

kemampuan

mampu

ditunjukan

dalam

Spencer

mengerjakan tugas dan tanggung jawab

kompetensi

yang dilakukan, yang mempengaruhi

individu

untuk

memadukan watak, konsep diri, motivasi
internal, kapasitas kemampuan, dan

motif.

Adapu karakteristik kompetensi yang dimiliki
sumber daya manusia dibentuk dari 5 (lima)
unsur yakni:

diperoleh

5. Keterampilan adalah kemampuan fisik

Karakteristik Kompetensi
Berdasarkan

yang

keterampilan ini adalah fisik, emosi dan
spiritual.
Faktor-Faktor

Yang

Mempengaruhi

Kompetensi
Faktor-faktor

yang

mempengaruhi

kompetensi merupakan hal mendasar sehingga
diketahui hal apa saja yang menciptakan atau

menjadi patokan dasar dari setiap karyawan

faktor yang tepat untuk kompetensi dasar yang

yang ada dalam sebuah organiasi/perusahaan.

harus dimiliki setiap pengurus koperasi

Menurut Yuvaraj (2011) menyatakan bahwa

Populasi dan Sampel Penelitian

kompetensi

di

keterampilan,

dasari oleh
karakter,

pengetahuan,

populasi

yang

digunakan

sikap.

dalam penelitian ini adalah seluruh koperasi

Sedangkan Fuji & Yanuar (2010), menyatakan

yang ada di Kecamatan Klungkung yang

bahwa

berjumlah 70 koperasi. Yang menjadi sampel

kompetensi

motif,

Jumlah

pengaruhi

oleh

pengetahuan, keterampilan dan sifat.
Selanjutnya

penelitian

adalah

seluruh

(1996)

pimpinan/manajer koperasi sehingga dapat

menyatakan bahwa kompetensi dipengaruhi

diketahui kompetensi yang sesuai dengan

faktor pengetahuan, keterampilan, konsep diri,

kebutuhan

sikap,

menurut

populasi lebih dari 100 maka akan digunakan

bahwa

sampel untuk, sesuai dengan Arikunto (2009)

kompetensi merupakan hal yang dimiliki oleh

apabila subyek penelitian kurang dari 100,

individu dalam meyelesaikan tugasnya melalui

maka diambil semua sekaligus sehingga

kemampuan teknis, kemampuan organisasi,

penelitiannya disebut penelitian populasi. Jika

kemampuan komunikasi dan sikap. Tippins

subyeknya lebih dari 100 maka bisa diambil

et.al

bahwa

10-15% atau 20-25% atau lebih dan teknik

kompetensi dipengaruhi pengetahuan, teknik

penentuan sampel menggunakan teknik kuota

opersional dan obyek. Munar et.al

sampling.

dan

Pinnington

Boulter

dalam

motif.

Selanjutnya

(2011)

(2003)

menyatakan

mengemukakan

(2009)

koperasi

saat

ini.

kompetensi merupakan hal lebih menekankan

METODELOGI PENELITIAN

kepada setiap individu yang menjadi bagian

Teknik Analisis

dari

1.

organisasi

mempengaruhi
adalah

sehingga

hal

faktor-faktor

disiplin,

yang

kompetensi

berpikir

analitik,

Mengingat

Analisis Desikriptif
Penggunaan teknik analisis deskriptif
dimaksudkan

untuk

memperoleh

mengenai

karakteristik

pengetahuan, kemampuan, kemauan, sosial

gambaran

dan etika. Martina,et al, 2012 menyatakan

responden penelitian dari berbagai aspek,

Knowledge, abilities, skills, traits, motives,

seperti: umur, jenis kelamin, pendidikan,

attitudes,

dalam

dan masa kerja. Dengan analisis deskriptif

penelitian ini akan menggabungkan seleruh

ini akan diperoleh gambaran persepsi

values

essential.

Maka

faktor yang ada sehingga ditemukan faktor-

2.

responden terhadap indikator-indikator

Signifikan (p) < 0,05 maka Ho

yang merefleksikan variabel penelitian.

ditolak ( data signifikan dan dapat

Analisis Faktor

dilajutkan pada analisis selanjutnya.

a. Menguji kelayakan variabel

Angka MSA berkisar 0 – 1 dengan

Proses analisis berdasarkan pada suatu

kreteria sebagai berikut:

korelasi antar variabel. Analsis faktor

MSA

dipergunakan dengan tepat apabila

diprediksi

variabel yang dianalisis berkorelasi

variabel lain

secara signifikan. Pengujian kelayakan

MSA > 0,5 variabel masih bisa

variabel menggunakan analisis KMO

diprediksi dan bisa dianalisis lebih

(Kaiser Meyer Olkin) dan Bartelett’s

lanjut.

test of sphericity, serta MSA (Measure

MSA < 0,5 variabel tidak bisa

of Sampling Adequency). Menurut

diprediksi dan tidak bisa dianalisis

Widayat (2004) KMO digunakan untuk

lebih

membantu menguji model faktor yang

kelompok variabel)

dibentuk berdasarkan korelasi antar
variabel.

=

KMO

menggunakan

akan

criteria

diuji
sebagai

variabel

tanpa

lanjut

tersebut

kesalahan

(dikeluarkan

oleh

dari

b. Metode ekstraksi
Pada

Formulasi

1,0

analisis

menentukan

faktor

harus

yang

akan

metode

dipergunakan. Ada dua metode dasar

berikut:

yang dapat digunakan dalam analisis

Ho = sampel belum memadai untuk

faktor yaitu Principal Components

dianalisis lebih lanjut

Analysis dan Common Faktor Analysis.

H1 = sampel sudah memadai untuk

Principal

di analisis lebih lanjut

berfungsi untuk menentukan jumlah

Ketentuan
dengan

pengujian
melihat

dilakukan
probabilitas

faktor

Components
minimal

Analysis

dengan

varian

maksimal, sedangkan pada Common

(signifikansi) sebagai berikut:

Faktor

Signifikan (p) > 0,05 maka Ho

diestiminasikan

diterima (data tidak signifikan dan

Common Variance. Jumlah faktor yang

tidak dapat dilanjutkan pada analisis

terbentuk

selanjutnya)

Analysis

dari

faktor

berdasarkan
hasil

bagi

yang
pada
antara

eigenvaleu mendapatkan hasil yaitu
variance.

Keluaran (outout) yang penting

c. Menentukan jumlah faktor yang
terbentuk
ini

mereduksi

dari analisis faktor yaitu matrik faktor
(Faktor Matrix). Faktor matrik ini

Menurut
analisis

d. Rotasi faktor

Widayat

(2004)

yaitu koefisien atau disebut factor

untuk

loading, yang memperlihatkan korelasi

variabel

antar variabel dengan faktor yang

dipergunakan
dari

banyak

menjadi satu atau beberapa faktor.

terbentuk.

Untuk lebih jelasnya model akan

berkorelasi dengan baik apabila nilai

dianalisis faktor dapat diformulasikan

loading absolute berniai tinggi.

sebagai berikut:

Variabel

dengan

faktor

e. Penamaan faktor

Xi = Aij Fi + Ai2 F2 + Ai3 F3 + …… + Aim Fm + Vi Ui

Meberikan nama pada masingmasing faktor yang terbentuk sesuai

Keterangan:
Xi = variabel terstandar ke i
Aij = koefisien regresi dari variabel ke I pada
common faktor j
F = Common faktor
Vi = koefisien regresi terstandar dari variabel i
pada faktor unik ke i
Ui = faktor unik untuk variabel kei
M = jumlah common faktor

dengan unsure pembentukannya.
f. Menentukan

ketepatan

model

analsis faktor
Tahap ini merupakan tahap akhir
dalam analisis faktor dimana langkah
ini berfungsi untuk menditeksi faktor
yang terbentuk apakah sudah fit. Untuk

Faktor unik adalah faktor yang
tidak

mempunyai

hubungan dengan
sedangkan

common

korelasi

atau

common

faktor,

faktor

adalah

kombinasi linier dari variabel-variabel.
Formulasi dari common faktor:
Fi = Wii Xi + Wi2 X2 + W3 F3 + ……… + Wik Xk ………

Keterangan:
Fi = faktor ke i estimasi
W = bobot faktor atau skor koefisien faktor
K = jumlah variabel

mengetahui hal tersebut dengan cara
melihat

Reproduce

Correlation.

Perbedaan

korelasi

awal

Reproduce

Correlation

dengan

dinamakan

residu. Apabila dalam residu terdapat
banyak nilai yang besar dinyatakan
faktor tersebut tidak fit.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Uji validitas dan reliabelitas
Dari hasil uji yang diperoleh bahwa seluruh
item yang di gunakan telah memenuhi

syarat uji validitas yaitu memiliki nilai

usia 39 – 49 berjumlah 18 orang dengan

Corrected Item-Total Correlation

presentasi sebesar 25,7%, selanjutnya renta

lebih

yang

usia 17 – 27 berjumlah 13 orang dengan

dan

presentase 18,6 dan yang terakhir renta usia

kesahian data. Begitu pula dengan uji

50 – 60 berjumlah 7 orang dengan

reliabelitas data yang digunakan telah

presentase 10%. Hal ini menunjukkan

memenuhi syarat yakni memiliki nilai

bahwa pengurus koperasi di Kecamatan

Cronbach's Alpha sebesar 0.924 dimana

Klungkung masih dalam usia produktif

hasil ini lebih besar dari 0,6 sehingga data

yakni renta 28 tahun sampai dengan 49

yang

tahun.

dari >0,3 sehingga item

digunakan

memiliki

digunakan

keandalan

memiliki

derajat

konsistensi atau stabilitas, hal ini sejalan
dengan Sigiyono (2010).

dominan SLTA/SMA sebanyak 31 orang

2. Gambaran umun responden
Adapun

Tingkat pendidikan pengurus koperasi

diukur

itu diikuti oleh tingkat pendidikan S1

jenis

sebanyak 29 orang dengan presentase 41.4

kelamin, usia, pendidikan dan masa kerja.

dan tingkat pendidikan diploma sebanyak

Sedangkan

10 orang dengan presentase 14.3%.

dalam

karakteristik

dengan presentase sebesar 44,3%. Setelah

penelitian

ini

jumlah

yang

meliputi:
responden

yang

digunakan adalah sebanyak 70 orang yang
merupakan
dimiliki

pimpinan

oleh

pengurus

koperasi

yang

yang

ada

di

Kecamatan Klunkung.

Pengurus koperasi memiliki masa kerja
yang paling banyak adalah renta 6 – 10
tahun ini ditunjukan dengan persentase
sebesar 52,9% atau sebanyak 37 orang,

Karakteristik responden berdasarkan

diikuti dengan responden yang memiliki

jenis kelamin didominasi oleh pengurus

masa kerja 11-15 tahun atau sebanyak 22

laki-laki dengan jumlah sebanyak 52 orang

orang

dengan presentasi 74,3% dan diikuti oleh

responden yang memiliki masa kerja 1 – 5

pengurus perempuan sebanyak 18 orang

tahun adalah sebanyak 11 orang atau

dengan presentase sebesar 25,7%.

14,7%.

Karakteristik resonden berdasarkan
usia

dimana

responden

yang

paling

dengan

persentase

31,4%

dan

3. Analisis Faktor
a. Uji kelayakan variabel

dominan adalah usia 28 – 38 berjumlah 32

Dari tabel 5.7 hasil uji kelayakan

orang dengan presentase 45.7%, diikuti

data terlihat angka KMO sebesar 0,721

dengan Bartlett of Sphericity sebesar
signifikan

motif (X3) 0,789, karakter (X5) 0,857,

sebesar 0,000. Maka dari hasil KMO

konsep diri (X6) 0,902, kemampuan

tersebut lebih besar dari 0,5 dan nilai

teknik

signifikan Bartlett of Sphericity jauh di

organisasi

bawah 0,05 (0,000 < 0,05). Manum

komunikasi

dari nilai MSA ada 2 variabel/faktor

operasional (X10) 0,802, pengetahuan

dinyatakan

untuk

obyek (X11) 0,724, disiplin (X12) 0,816,

dilanjutkan kedalam uji selanjutnya

berpikir analitik (X13) 0,917, kemauan

karena memiliki nilai MSA dibawah

(X14) 0,821, rasa sosial 0,821 dan etika

0,5.

yang

(X16) 0,788. Ini menunjukan variabel

dimaksud adalah X4 (sikap) dan X17

yang dibentuk oleh masing-masing

(motivasi). Maka dalam uji selanjutnya

faktor, ragamnya dapat dijelaskan oleh

ada 15 faktor yang akan dilanjutkan

faktor yang terbentuk. Adapun ragam

kedalam uji selanjutnya.

yang dibentuk dari motif (X3) 78,9%,

b. Metode ekstraksi faktor

karakter (X5) 85,7%, konsep diri (X6)

980.456

dengan

tidak

Adapun

nilai

terbetuk. Dan hal serupa terjadi pada

layak

variabel/faktor

(X7)

0,578,

kemampuan

(X8) 0,835, kemampuan
(X9)

0,763,

teknik

nilai extraction dari masing-masing

90,2%, kemampuan teknik (X7) 57,8%,

variabel

dan

kemampuan organisasi (X8) 83,5%,

menunjukan seberapa besar variabel

kemampuan komunikasi (X9) 76,3%,

dapat dijelaskan oleh faktor yang

teknik

terbentuk. Dari hasil ekstraksi pada

pengetahuan

dapat dijelaskan bahwa pengetahuan

disiplin (X12) 81,6%, berpikir analitik

(X1) memiliki nilai 0,882 yang berarti

(X13) 91,7%, kemauan (X14) 82,1%, rasa

bahwa sekitar 88,2% ragam variabel

sosial 0,821 dan etika (X16) 78,8%.

pengetahuan

yang

dapat

dianalisis

dijelaskan

dengan keterampilan menunjukkan nilai
sebesar

0,657

obyek

(X10)

80,2%,

(X11)

72,4%,

oleh

faktor yang terbentuk. Begitu juga
ekstraksi

operasional

c. Menentukan jumlah faktor yang
terbentuk

ini

Jumlah faktor yang terbentuk

menunjukkan bahwa ragam variabel

adalah 4 faktor. Dimana masing-

keterampilan dapat dijelaskan 65,7

masing faktor sudah terurut sesuai

dapat dijelaskan oleh faktor yang

dengan nilai Initial Eingenvalues dari

Total

Variance

pertama

Explained.

memiliki

nilai

Faktor

e. Penamaan faktor

Initial

Setelah faktor terbentuk, maka

Eingenvalues 6.569 dengan kontribusi

dilanjutkan dengan proses penamaan

variance

sebesar

43,795%,

faktor

faktor. Keempat faktor yang terbentuk

memiliki

nilai

Initial

akan diberikan nama sesuai dengan

Eingenvalues 3.078 dengan kontribusi

pendekatan keseluruhan variabel yang

variance

membentuk

kedua

20.518%,

faktor

ketiga

faktor

tersebut

sesuai

memiliki nilai Initial Eingenvalues

dengan interperstasi dari masing-masing

1.285

analisis

dengan

kontribusi

sebesar

dan

aspek

yang

bersifat

8.568% dan faktor terakhir yakni

subyektif.

faktor keempat memiliki nilai Initial

Berdasarkan

Eingenvalues 1.018 dengan kontribusi

keempat akan diberikan nama sebagai

variance sebesar 6.786. Hanya empat

berikut:

faktor yang terbentuk karena variabel

a.

Faktor

Initial

1

Eigenvalues

diberikan

nama

lain memiliki nilai kurang dari 1

Penguasaan Pekerjaan yang terdiri

sehingga

dari

dari

digunakan

akan

15

faktor
direduksi

yang
dan

diringkas menjadi 4 faktor.

Teknik

Operasional

(X10),

(X3),

Keterampilan

(X2),

Motif

Kemampuan Organisasi (X8), dan

d. Rotasi faktor

Kemampuan

Komunikasi

(X9).

Dari 15 variabel yang digunakan

Berdasarkan hasil loading factor

memiliki nilai korelasi yang cukup kuat

atau nilai korelasi yang dominan

karena memiliki nilai faktor loading

mempengaruhi

lebih

terbentuk adalah sebesar 0,785

dari

0,5.

Hal

ini

juga

menunjukkan pengelompokan variabel

b. Faktor

2

faktor
diberikan

1

yang
nama

yang digunakan tereduksi kedalam

Kesadaran Diri yang terdiri dari

empat faktor yang terbentuk mencapai

Kamauan (X14), Rasa Sosial (X15),

variance cumulative 65,164% yang

Etika (X16), dan Disiplin (X12).

memiliki arti bahwa kompetensi sumber

Untuk nilai loading factor atau nilai

daya manusia koperasi di Kecamatan

korelasi

Klungkung

mempengeruhi faktor ke 2 adalah

dapat

dijelaskan

keempat faktor yang terbentuk.

oleh

yang

sebesar 0,898.

paling

dominan

c.

Faktor

3

diberikan

nama

Kemampuan Pribadi yang terdiri
dari Konsep Diri (X6), Karakter

tingkat kesalahan atau alpha sebesar
5%.
Pembahasan

(X5), dan Kemampuan Teknik (X7).

Berdasarkan seluruh rangkaian yang

Nilai loading factor atau nilai

dilakukan dalam menetukan faktor apa saja

korelasi yang paling dominan untuk

yang menentukan kompetensi sumber daya

faktor ke 3 adalah sebesar 0,886

manusia koperasi di Kecamatan Klungkung.

d. Faktor

4

diberikan

nama

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan

Keunggulan Individu yang terdiri

seluruh koperasi di Kecamatan Klungkung

dari

(X13),

dengan mengambil sampel satu dari masing-

Pengetahuan (X1) dan Pengetahuan

masing koperasi yakni pimpinan pada koperasi

Objek (X11). Hasil nilai loading

tersebut. Setiap koperasi diberikan kuisioner

factor atau nilai korelasi yang

mengenai kompetensi sumber daya manusia

paling

yang dibutuhkan oleh koperasi saat ini.

Berpikir

Analitik

dominan

adalah

sebesar

0,889.

Maka diperoleh kompetensi sumber

f. Ketepatan model
Ketetapan

daya manusia koperasi di tentukan oleh 4
model

merupakan

faktor yang diberikan nama: (1). Penguasaan

langkah terakhir untuk mengetahui

Pekerjaan,

faktor yang terbentuk sudah tepat atau

Kemampuan

tidak. Dalam uji ini yang diperhatikan

Individu. Kempat faktor ini didapatkan dari

adalah besar nilai residual yang terjadi.

Extraksi

Residual adalah perbedaan korelasi

Eigenvalues nilai total faktor Penguasaan

yang diamati berdasarkan produksi

Pekerjaan sebesar 6.569 dengan % of variance

hasil estimasi matrik faktor. Dalam

43.795, faktor Kesadaran Diri dengan total

penelitian

persentase

3.078 dengan % of variance 20.518, faktor

residual yang tidak dapat dijelaskan

Kemampuan diri memiliki total 1.285 dengan

pada model adalah sebesar 37% atau

% of variance 8.568 serta faktor Keunggulan

sebanyak 39 residual atas dasar nilai

Individu memiliki total 1.018 dengan % of

absolut yang lebih besar dari 0,05. Hal

variance 6.786.

ini

ini

besarnya

mengindikasikan

bahwa

model

memiliki ketepatan sebesar 61% pada

(2).
diri

faktor

Adapun

Kesadaran
dan

(4)

dengan

variabel

Diri,

Keunggulan

melihat

yang

(3)

Intial

membentuk

masing-masing faktor dihasilkan dari uji

rotasi faktor. Variabel pembentuk faktor

memiliki ketepatan sebesar 61% pada tingkat

Kesadaran Diri adalah Teknik Operasional

kesalahan atau alpha sebesar 5%.

(X10) dengan nilai loading factor 0.785, Motif

Dengan

demikian

koperasi

di

(X3) dengan nilai loading factor 0.766,

Kecamatan

Klungkung

untuk

lebih

Keterampilan (X2) dengan nilai loading

menekankan

kompetensi

sumber

daya

factor 0.757, Kemampuan Organisasi (X8)

manusia dari ke empat faktor yang terbentuk.

dengan nilai loading factor 0.740, dan

Sehingga koperasi di Kecamatan Klungkung

Kemampuan Komunikasi (X9) dengan nilai

dalam meningkatkan operasional melalui

loading

faktor

sumber daya manusia yang dimiliki akan

variabel

lebih mudah untuk memprioritaskan faktor

Kamauan (X14) dengan nilai loading factor

apa saja yang masih kurang untuk segera

0,898 Rasa Sosial (X15) dengan nilai loading

ditingkatkan

factor 0.892, Etika (X16) dengan nilai loading

keberlangsungan hidup koperasi sehingga

factor 0,879, dan Disiplin (X12) dengan nilai

koperasi di Kecamatan Klungkung tidak

loading factor 0743. Faktor Kemampuan

terkesan

Pribadi yang terdiri dari Konsep Diri (X6)

memperhatikan kompetensi sumber daya

dengan nilai loading factor 0,886, Karakter

manusia yang dimiliki koperasi diharapkan

(X5) dengan nilai loading factor 0,844, dan

mampu berkembang susuai dengan rencana.

Kemampuan

KESIMPULAN DAN SARAN

factor

Kesadaran

loading

Diri

0.646.

Untuk

dibentuk

oleh

Teknik

factor

0,658.

(X7)

dengan

nilai

Dan Keunggulan

Individu yang terdiri dari Berpikir Analitik

untuk

bisa

berjalan

ditempat.

menjaga

Dengan

1. Kesimpulan
Dengan hasil yang diperoleh dari

(X13) dengan nilai loading factor 0,887,

tahapan

uji

yang

digunakan

untuk

Pengetahuan (X1) dengan nilai loading factor

mengetahui

hasil

faktor

yang

749 dan Pengetahuan Objek (X11) dengan

mempengaruhi

kompetensi,

maka

nilai loading factor 0,560. Maka dari hasil

penelitian ini dapat disimpulkan. Bahwa

dari penelitian ini menggambarkan dari model

faktor yang mempengaruhi kompetensi

yang terbentuk sesuai persentase residual

sumber daya manusia koperasi ada empat

yang tidak dapat dijelaskan

pada model

yaitu: (1). Penguasaan Pekerjaan yang

adalah sebesar 37% atau sebanyak 39 residual

terdiri dari teknik operasional, motif,

atas dasar nilai absolut yang lebih besar dari

keterampilan, dan kemampuan organisasi.

0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa model

(2) Kesadaran Diri yang terdiri dari

kamauan, rasa sosial, etika, dan disiplin.

kesalahan-kesalahan yang muncul dapat

(3) kemampuan pribadi yang terdiri dari

dicegah atau diminimalisasi.

konsep diri, karakter, dan Kemampuan
Teknik. Dan (4) Keunggulan Individu

DAFTAR PUSTAKA

yang

Ana María Munar, Juan J Montaño, Generic

terdiri

dari

berpikir

analitik,

pengetahuan dan pengetahuan objek.
Faktor

yang

paling

competences and tourism graduates,

dominan

Journal of

Hospitality, Leisure,

mempengaruhi kompetensi sumber daya

Sport and Tourism Education, ISSN:

manusia

1473-8376, Vol. 8, No. 1. 2009.

koperasi

adalah

faktor

penguasaan pekerjaan karena memiliki
eiginevalue tertinggi dari faktor yang

Arikunto,

terbentuk.

Suharsimi.

2009.

Prosedur

Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,

2. Saran

Rineka Cipta. Jakarta.
Dari hasil yang diperoleh maka

saran-sarang

yang

mampu

diberikan

Aristana Nengah, Pengaruh Rekrutmen dan

untuk koperasi terkait tentang sumber

Pengembangan

daya manusia yang dimiliki adalah:

Kompetensi

pertama

lebih

Dampak

Yang

SDM

Terhadap

Kinerja

koperasi

mempertimbangkan

kompetensi

Terhadap
Karyawan

Serta

Ditimbulkan
Karyawan

yang dimiliki sehingga masalah-masalah

Koperasi Pasar Srinadi Klungkung,

yang ditimbulkan dalam operasional yang

Penelitian Dosen Pemula Tahun

terkait dengan SDM mampu teratasi.

2013.

Kedua dalam meningkat kompetensi
lebih memperhatikan faktor yang paling

Ashly

H.

Pinnington

Competence

dominan yang mempengaruhi kompetensi

development

yaitu

yang

advancement in professional service

terbentuk dari variabel teknik operasional,

firms Personnel Review Vol. 40 No.

motif, keterampilan, dan kemampuan

4, 2011 pp. 443-465q Emerald Group

organisasi sehingga dengan penguasaan

Publishing Limited 0048-3486.

penguasaan

pekerjaan

yang

pekerjaan

dilakukan

maka

and

career

Boulter N., Dalziel M, dan Hill J.,1996,People
and

Competencies,

Bidlles,

Michael J. Tippins, Ravipreet S. Sohi, IT

Ltd.London.

COMPETENCY

AND

PERFORMANCE
Fudji Sri Mar’ati, Yanuar Surya Putra, Sri
Pendidikan

Kompetensi

Strategic

Management Journal, Strat. Mgmt.

Pujiasih Pengaruh Masa Kerja Dan
Tingkat

FIRM

J., 24: 745–761 (2003).

Terhadap

Karyawan

Dengan

Spencer, Lyle M. and Signe M. Spencer. 1993.

Competency Based Training Sebagai

Competence

Variabel Intervening (Studi Pada

Superior Performance. John Wiley

Karyawan Unit Spinning PT.APAC

and Sons, Inc.

Inti Corpora) Among Makarti, Vol.3

Work:

CV. Alfabeta, Bandung.

Konigove Martina, Urbancova Hana, Fejfar

-----------

Metode

Penelitian

Jiri, Identification of Managerial

Kualitatif

Competencies in Knowledge-based

ALFABETA

Journal

dan

R&D,

Penerbit

Untung Sriwidodo dan Agus Budhi Haryanto,

129-142, March 2012, ISSN 1804-

pengaruh

171X(Print), ISSN 1804-1728 (On-

komunikasi

line), DOI: 10.7441/joc.2012.01.10.

terhadap

kompetensi,
dan

kinerja

pendidikan
Marliana Budhiningtias Winanti, pengaruh
terhadap

Kuantatif

of

Competitiveness, Vol. 4, Issue 1, pp.

kompetensi

for

Sugiyono , Metode Penelitian Bisnis,2004.

No.6, Desember 2010.

Organizations

Model

kinerja

motivasi,
kesejahtraan

pegawai

Jurnal

dinas

Manajemen

Sumberdaya Manusia Vol. 4 No. 1
56 Juni 2010: 47 – 57.

karyawan (Survei pada PT Frisian
Flag Indonesia wilayah Jawa Barat).
Program

Studi

Manajemen

Vathanophas,

Vichita

Jintawee,

dan

2007,

Thaingam,
“Competency

Informatika Universitas Komputer

Requirements

Indonesia. Majalah Ilmiah UNIKOM

Performance in The Thai Public

Vol 7. No. 2.Tahun 2011.

Sector”,

for

Journal:

Effective

Job

Contemporary

Management Research, Bangkok,
Vol.3 , No.1, March 2007, p. 45-70.
Yuvaraj Competency Mapping International
Journal of Scientific & Engineering
Research,

Volume

2,

Issue

August-2011 4 ISSN 2229-5518.

8,


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

69 1647 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 427 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 385 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 239 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 349 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 492 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 440 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 279 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 449 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 519 23