Tugas Plan LayOut Menggambar Teknik

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

LANDASAN TEORI
1.

Pendahuluan
Gambar adalah suatu metode yang digunakan seseorang untuk
menyampaikan maksud gambar dalam proses komunikasi, penyampaian
informasi agar tujuan dapat sampai dengan benar dan dapat dipahami.
Gambar teknik merupakan sebuah alat atau media untuk menyatakan
maksud atau menyampaikan ide atau gagasan dari ahli teknik, dalam dunia
industri penyampaian seperti di atas dikenal dalam bahasa teknik yang artinya
cara atau metode penggambaran untuk menyampaikan informasi dalam
proses produksi, kerja mesin dan kerja manusia pada produk akhir.
Gambar teknik memiliki aturan-aturan menggambar yang disebut standar
gambar, dengan demikian standar gambar dapat pula disebut sebagai tata
bahasa teknik, yang akan mengatur penyampaian keterangan-keterangan
melalui gambar serta dapat dijadikan sebagai alat untuk berkomunikasi
seperti halnya bahasa lisan atau tulisan. Salah satu contoh penerapan gambar
teknik, yaitu sebuah perusahaan konstruksi yang ada di Jepang mempunyai
perusahaan manufaktur di Indonesia, maka designer di Jepang cukup dengan
mengirim dokumen gambar teknik ke Indonesia untuk membuat konstruksi
tersebut di Indonesia tanpa harus memberi instruksi secara langsung.
(Santoso, 2013)

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

2.

Tujuan Gambar Teknik
Sebuah gambar tentu memiliki tujuan yang akan disampaikan. Tujuan
gambar secara umum, antara lain:
a. Internasionaliasi gambar
Peraturan-peraturan gambar dimulai dengan persetujuan bersama antara,
orang-orang yang bersangkutan dan kemudian dijadikan sebagai bentuk
standar perusahaan. Agar tujuan ini dapat tercapai, penunjukan dalam gambar
harus sama secara internasional, maupun ketentuan dari pengertian cara-cara
penunjukan dan lambang harus diseragamkan secara internasional.
b. Perumusan gambar
Hubungan yang erat antara bidang-bidang industri seperti permesinan,
struktur perkapalan, perumahan, atau arsitektur dan teknik sipil, masingmasing

dengan

kemajuan

teknologi

tidak

memungkinkan

untuk

menyelesaikan suatu proyek dari suatu bidang saja secara terbatas. Bahkan
dari itu, telah menjadi suatu keharusan untuk menyediakan keteranganketerangan gambar yang dapat dimengerti, terlepas dari bidang-bidang diatas.
Tujuan ini untuk masing-masing bidang akan mencoba untuk mempersatukan
dan mengidentifikasi standar-standar gambar.
c. Mempopulerkan gambar
Dalam lingkungan teknologi tinggi, akibat dikenalnya teknologi, golongan
yang harus membaca dan mempergunakan gambar meningkat jumlahnya.
Oleh karena itu, diperlukan untuk mempopulerkan gambar. Gambar itu harus
jelas dan mudah serta peraturan-peraturan, standar sederhana dan eksplisit
sangat diperlukan.

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

d. Sistematika gambar
Pentingnya gambar dengan lambang grafis sangat diperlukan secara luas
bagi diagram balok atau aliran proes dalam berbagai bidang industri.
Mengingat gambar saja, isi gambar menyajikan banyak perbedaanperbedaan, tidak hanya dalam penyajian bentuk dan ukuran, tetapi tandatanda toleransi ukuran, toleransi bentuk dan keadaan permukaan juga. Disisi
lain, bersamaan dengan sistematika teknologi, pentingnya gambar dengan
lambang grafis telah meningkat, dan lambang-lambang ini dipergunakan
secara luas sebagai diagram balok atau aliran proses dalam berbagai industri.
e. Penyederhanaan gambar
Penyederhanaan gambar digunakan untuk menghemat tenaga kerja,
hingga mempersingkat waktu serta meningkatkan mutu rencana. Menghemat
tenaga kerja dalam gambar adalah penting, tidak hanya untuk mempersingkat
waktu, tetapi juga untuk meningkatkan mutu rencana.
f. Modernisasi gambar
Bersamaan dengan kemajuan teknologi, standar gambar juga telah dipaksa
mengikutinya. Standar kerja dapat disebutkan disini cara baru yang telah
dikembangkan seperti pembuatan film mikro, berbagai macam mesin gambar
otomatis dengan bantuan komputer, perencanaan dengan Computer CADComputer Aided Design. (Luzadder, 1996).

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

3.

Peralatan dan Perlengkapan Gambar
Alat-alat gambar yang digunakan dalam gambar teknik yaitu:
1. Kertas gambar
Terdapat beberapa jenis kertas yang biasa digunakan, yaitu:
a. Kertas gambar putih (manila/padalarang), kertas sketsa dan kertas
milimeter digunakan untuk gambar tata letak yang digambar dengan
pensil.
b. Kertas kalkir digunakan untuk gambar asli, yang kemudian dapat dibuat
gambar cetak biru (blue print) atau cetak kontak (contact print).
c. Film gambar : digunakan untuk mendokumentasikan gambar yang teliti
dan keawetannya sangat diperlukan, serta tidak boleh memuai atau
menyusut.
2. Jangka
Ada tiga macam jangka yang digunakan untuk menggambar, tergantung
besar kecilnya lingkaran yang akan digambar. Jangka besar untuk
menggambar lingkaran dengan diameter 100 – 200 mm, jangka menengah
untuk lingkaran dari 20 – 100 mm, dan jangka kecil untuk lingkaran 5 –
30 mm. Disamping itu terdapat sebuah jangka untuk membuat lingkaran
dengan jari-jari kecil, seperti misalnya untuk pembulatan. Ada dua macam
jangka yaitu jangka orleon dan jangka pegas. Dengan alat penyambung
dapat dihasilkan lingkaran dengan jari-jari 250 mm.
3. Pensil mekanik
Untuk menggambar dengan pensil, digunakan pensil mekanik dengan
isian. Ada beberapa tingkat kekerasan. Penggunaannya didasarkan atas
permukaan dan jenis kertas gambar. Jenis isian pensil gambar terdapat dari
9H (sangat keras) sampai 8B (sangat lunak). Untuk menggambar
sebaiknya digunakan tingkat kekerasan berikut:
a. Garis bantu → 2H
b. Garis → F
c. Tulisan dan garis penuh tebal → HB
“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

4. Pena
Pena gambar terutama digunakan untuk menggambar di atas kertas
transparan. Tinta yang dipakai harus bebas radiasi ultra violet agar tidak
menimbulkan hambatan.
5. Penggaris-T
Sebuah penggaris – T terdiri dari sebuah kepala dan sebuah daun. Garisgaris horizontal ditarik dengan penggaris –T ini, dengan menekankan
kepalanya pada tepi kiri dari meja gambar, dan menggesernya keatas atau
ke bawah. Supaya hasil dari garis-garis dapat sejajar benar, kepala dari
penggaris ini harus betul-betul diikat pada daunnya.
6. Penggaris Segitiga
Sepasang segitiga terdiri dari segitiga siku sama kaki dan sebuah
segitiga siku 600. Ukuran segitiga ini ditentukan oleh panjang 1, dan
berkisar antara 100 sampai 300 mm.
7. Sablon
Sablon atau yang digunakan untuk teknik elektro antara lain: mal
lengkungan, mal bentuk, mal huruf dan mal untuk simbol-simbol elektro
dan elektronika. (Sujiyanto, 2001).

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

4.

Standardisasi Gambar Teknik
Standarisasi gambar ialah peraturan-peraturan gambar yang telah dibuat atas
dasar persetujuan bersama antara orang-orang yang bersangkutan. Peraturanperaturan itu selanjutnya dijadikan dasar atau standar dalam lingkup dimana
orang yang bersangkutan berada.
Fungsi standardisasi gambar, yaitu (Juhana, 2000) :
1. Memberikan kepastian tentang kebenaran/kesesuaian gambar.
2. Menyeragamkan

penafsiran

terhadap

cara-cara

penunjukan

dan

penggunaan simbol sesuai standar.
3. Memudahkan komunikasi teknis antar perancang.
4. Memudahkan kerjasama antar perusahaan dalam memproduksi bendabenda teknik dalam jumlah banyak.
Terdapat beberapa hal yang perlu distandarisasi, yaitu (Zamtinah, 1990) :
1. Standarisasi Ukuran Kertas
Tabel 1 Ukuran Kertas dan Garis Tepi
Seri

Ukuran Kertas

A0

Ukuran Garis Tepi
Kiri

Kanan

1.189 x 841

20

10

A1

841 x 594

20

10

A2

594 x 420

20

10

A3

420 x 297

20

20

A4

297 x 210

15

5

A5

210 x 148

15

5

(Sumber: Zamtimah, 1990)

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

2. Standarisasi Huruf dan Angka
Gambar teknik mempunyai tujuan menjelaskan maksud pelaksanaan
dalam kegiatan teknik, atau menuntun suatu kegiatan keteknikan pada
umumnya. Karena itu mengandung suatu petunjuk yang berfungsi penting
dalam kegiatan penyelesaian keteknikan. Untuk melengkapi keteranganketerangan pada gambar teknik supaya tidak terjadi salah tafsir maka perlu
adanya keterangan berupa huruf, angka serta lambang-lambang teknik
dalam susunan yang meyakinkan. Ciri-ciri yang perlu pada huruf dan
angka pada gambar teknik:
a. Jelas.
b. Seragam.
c. Dapat dibuat microfilmnya, atau cara lain reproduksi.
d. Huruf dan angka gambar teknik senantiasa menjadi cara untuk
menunjukan maksud dan tujuan gambar teknik yang bersangkutan
sejelas-jelasnya.
e. Huruf dan angka gambar teknik selain berfungsi seperti diatas, juga
akan menjadi hiasan bagi gambar teknik itu.
3. Standarisasi Garis Gambar
Lembar garis ialah 10 % tinggi tulisan. Bila anda menggambar dengan
tinta cina atau komputer, lebar garis ini dapat diberikan sebelumnya,
misalnya: tinggi tulisan 5 m, lebar garis 0,5 mm. Pada penggambaran
dengan pensil, lebar garis diperkirakan dari penglihatan, sedangkan lebar
atau tebal garis dengan tinta atau CAD.

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

Tabel 2 Standarisasi Garis Gambar
Nama Garis

Garis penuh

Garis penuh
Garis penuh
Garis penuh
Garis penuh
Garis titik-titik
Garis titik
garis
Garis putus
Garis titik-titik
garis

Pengguna
Garis batas (kontur) untuk tembok,
plafon, dinding san sebagainya yang
berhubungan dengan pekerjaan tukang
kayu
Garis batas (kontur) bidang potongan
bagian potongan dalam skala 1 : 1 dan
1 : 10
Pandangan dan garis batas (kontur)
dalam skala 1 : 10 dan 1 : 20
Sisi yang terlihat, garis pembatas pada
semua garis ukuran
Garis ukuran
As potongan
Sumbu tengah pada pengeboran, garis
tengah sumbu simetri, titik putar, ukuran
pasak
Garis yang tidak terlihat pada
perlengkapan, sambungan-sambungan,
sisi dan garis kontur
Sisi yang terletak di depan atau di atas
bidang potong, ggaris batas untuk
bagian yang berbatasan

Tebal Garis
dengan CAD
1,0

0,5
0,35
0,25
0,25
0,5
0,35

0,35

0,35

(Sumber: Juhana, 2000)

Dalam gambar teknik dipergunakan beberapa jenis garis, yang masingmasing mempunyai arti dan penggunaannya sendiri. Oleh karena itu,
penggunaannya harus sesuai dengan maksud dan tujuannya. Jenis-jenis
garis yang dipergunakan dalam gambar elektro, ditentukan oleh gabungan
bentuk dan tebal garis. Tiap jenis dipergunakan menurut peraturan tertentu.

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

Ada lima jenis garis gambar, yaitu:
a. Garis Gambar: Untuk membuat batas dari bentuk suatu benda dalam
gambar
b. Garis Bayangan: Berupa garis putus-putus dengan ketebalan garis 1/2
tebal garis biasa. Garis ini digunakan untuk membuat batas sesuatu
benda yang tidak tampak langsung oleh mata.
1) Garis Hati : Berupa garis “ strip, titik, strip, titik “ dengan ketebalan
garis 1/2 garis biasa. Garis ini misalnya digunakan untuk
menunjukkan sumbu suatu benda yang digambar.
2) Garis Ukuran : Berupa garis tipis dengan ketebalan 1/2 dari tebal
garis biasa. Garis ini digunakan untuk menunjukkan ukuran suatu
benda atau ruang. Garis ukuran terdiri dari garis petunjuk batas
ukuran dan garis petunjuk ukuran. Garis petunjuk batas ukuran
dibuat terpisah dari garis batas benda, dengan demikian maka tidak
mengacaukan pembaca gambar. Sedang garis petunjuk ukuran
dibuat dengan ujung pangkalnya diberi anak tanda panah tepat pada
garis petunjuk batas ukuran.
3) Garis Potong: Garis ini berupa garis “strip, titik-titik, strip” dengan
ketebalan 1/2 tebal garis biasa. Semua gambar teknik yang
dikehendaki dengan pemotongan, batas potongan harus digaris
dengan garis potong ini. (Sato, 1986).

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

Tabel 3 Jenis Garis dan Penggunaannya
Jenis Garis

Keterangan
Tebal kontinyu
Tebal 0.7
Tipis Kontinyu
(Lurus/lengkung)
Tebal 0.35

Tipis kontinyu bebas
Tebal 0.35

Tipis
kontinyu
dengan zig-zag
Tebal 0.35
Garis gores tebal
Tebal 0.5
Garis gores tipis
Tebal 0.35
Garis bergores titik
tipis Tebal 0.35
(Sumber: Sato, 1986)

“Give Innovation Without Limit”

Penggunaan
Garis nyata
Garis tepi
Garis
potongan
khayal,
ukur
proyeksi/bantu,
penunjuk, arsir, garis
nyata
dari
penampang
yang
diputar
ditempat,
garis sumbu pendek.
Garis batas dari
potongan sebagian
bila batasnya bukan
garis bergores tipis
Garis batas dari
potongan sebagian
Garis nyata dan tepi
terhalang
Garis nyata dan tepi
terhalang
Garis sumbu, simetri,
dan lintasan

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

4. Standarisasi Ukuran/Dimensi
Terdapat

beberapa

hal

yang

perlu

diperhatikan

dalam

aspek

ukuran/dimensi, yaitu (Zamtinah, 1990) :
a. Ukuran harus dapat dibaca dari depan dan kanan.
b. Jarak antara garis ukur ± 8 mm.
c. Tinggi angka ukuran 3 mm, diletakkan di atas garis ukur ± 1,5 mm dan
di tengah.
d. Ukuran-ukuran ditempatkan sebanyak mungkin pada pandangan depan,
selebihnya dapat ditempatkan pada pandangan lainnya.
e. Garis ukurnya ditarik tegak lurus pada garis bantu.
f. Garis ukur dibuat dengan garis tipis dan ujungnya diberi anak panah
penuh dengan panjang ± 5 × tebal garis gambar yang dipakai dan
tebalnya ± 1/3 × panjang anak panah.
g. Garis Bantu ditarik sedikit melebihi (± 2 mm ) dari garis ukur.
h. Garis-garis sumbu dan garis-garis gambar tidak boleh dipakai sebagai
garis ukur.
i. Ukuran ditempatkan sebanyak mungkin pada pandangan depan,
selebihnya dapat ditempatkan pada bagian pandangan lainnya.
j. Garis ukuran tidak boleh berpotongan satu sama lain.
k. Tiap-tiap ukuran hanya boleh tampil satu kali saja.
l. Apabila suatun ukuran karena suatu hal tidak cocok dengan skala
gambar, maka angka ukuran itu diberi garis dibawahnya.

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

5.

Jenis Potongan
Terdapat beberapa jenis potongan pada gambar teknik, yaitu :
1. Potongan Dalam Satu Bidang
a. Potongan oleh bidang potong melalui garis sumbu dasar.
Jika bidang potong melalui garis sumbu dasar, pada umumnya garis
potongnya dan tanda-tandanya tidak perlu dijelaskan pada gambar,
potongan demikian disebut potongan utama.
b. Potongan yang tidak melalui sumbu dasar.
Jika diperlukan potongan yang tidak melalui sumbu dasar, letak bidang
potongnya harus dijelaskan pada garis potongnya.
2. Potongan Oleh Lebih Dari Satu Bidang
a. Potongan Meloncat
Untuk menyederhanakan gambar dan penghematan waktu potonganpotongan dalam beberapa bidang disatukan.

Gambar 1 Potongan Meloncat
(Sumber: Zamtinah, 1990)

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

b. Potongan Oleh Dua Bagian Berpotongan
Bagian-bagian simetrik dapat digambar pada dua bidang potong yang
saling berpotongan. Satu bidang potong merupakan potongan utama,
sedangkan bidang yang lain menyudut dengan bidang yang pertama.
Proyeksi pada bidang terakhir ini, setelah diselesaikan menurut aturanaturan yang berlaku, diputar hingga berhimpit pada bidang proyeksi
yang pertama.
c. Potongan Pada Bidang Berdampingan
Potongan pada pipa dapat dibuat dengan bidang-bidang yang
berdampingan melalui garis sumbunya.
3. Potongan Separuh
Bagian-bagian simetrik dapat digambar setengahnya sebagai gambar
potongan dan setengahnya lagi sebagai pandangan. Dalam gambar ini
garis-garis yang tersembunyi tidak perlu digambar dengan garis gores lagi,
karena sudah jelas pada gambar potongan.

Gambar 2 Potongan Separuh
(Sumber: Zamtinah, 1990)

4. Potongan Oleh Lebih Dari Satu Bidang
Kadang-kadang diperlukan gambaran dari bagian kecil saja dari benda,
yang tersembunyi. Potongan setempatjuga dilakukan pada bagian-bagian
yang tidak boleh dipotong.

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

5. Potongan Yang Diputar Ditempat Atau Dipindahkan
Bagian-bagian benda tertentu seperti ruji-ruji roda, tuas, peleg, rusuk
penguat. Penampangnya dapat digambarkan setempat, atau setelah
dipotongnya diputar kemudian dipindah ketempat lain.
6. Susunan Potongan-Potongan Berurutan
Potongan-potongan berurutan dapat disusun sejajar dengan garis sumbu
atau diletakkan pada masing-masing garis potong dibagian bawahnya. Hal
ini diperlukan untuk memberi ukuran atau alasan lain.
Bagian benda atau benda yang tidak boleh dipotong:
a. Bola tidak boleh dipotong seluruhnya, tetapi dapat dipotong setempat.
b. Poros, paku keeling, baut tidak boleh dipotong membujur akan tetapi
dapat dipotong melintang atau setempat.
c. Sirip/rusuk penguat, tidak boleh dipotong membujur tetapi dapat
dipotong melintang (Zamtinah, 1990).

6.

Proyeksi Eropa dan Amerika
Proyeksi Eropa dan Amerika merupakan proyeksi yang digunakan untuk
memproyeksikan pandangan dari sebuah gambar tiga dimensi terhadap
bidang dua dimensi.
a. Proyeksi Eropa
Proyeksi Eropa disebut juga proyeksi sudut pertama, juga ada yang
menyebutkan proyeksi kuadran I, perbedaan sebutan ini tergantung dari
masing pengarang buku yang menjadi refrensi. Proyeksi Eropa ini
merupakan proyeksi yang letak bidangnya terbalik dengan arah
pandangannya (lihat gambar 4).

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

Keterangan :

P.A
P.Be
P.Ka
P.Ki

P.A

= Pandangan Atas

P.Ki

= Pandangan Kiri

P.Ka

= Pandangan Kanan

P.Ba

= Pandangan Bawah

P.Be

=.Pandangan Belakang

P.D
P.Ba

Gambar 3 Proyeksi Eropa
(Sumber: Anonim, 1992)

Gambar 4 Proyeksi Eropa
(Sumber: Anonim, 1992)

a. Proyeksi Amerika
Proyeksi Amerika dikatakan juga proyeksi sudut ketiga dan juga ada
yang menyebutkan proyeksi kuadran III. Proyeksi Amerika merupakan
proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah pandangannya. Proyeksi
Amerika merupakan proyeksi yang mudah dipahami, karena tata letaknya
sama dengan arah pandang kita (lihat gambar 6).

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

Keterangan

P.A
P.Be
P.Ka
P.Ki

P.D

P.A

= Pandangan Atas

P.Ki

= Pandangan Kiri

P.Ka

= Pandangan Kanan

P.Ba

= Pandangan Bawah

P.Be

= Pandangan Belakang

P.Ba

Gambar 5 Proyeksi Amerika
(Sumber: Anonim, 1992)

Gambar 6 Proyeksi Amerika
(Sumber: Anonim, 1992)

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

a. Simbol proyeksi
Untuk membedakan proyeksi Eropa dan proyeksi Amerika, perlu diberi
lambang proyeksi. Lambang proyeksi dalam standar ISO (ISO/DIS 128),
telah ditepkan bahwa cara kedua proyeksi boleh dipergunakan sedangkan
keseragaman ISO, gambar-sebaiknya digambar menurut proyeksi Eropa
(Kuadran I atau dikenal dengan proyeksi sudut pertama). Sebuah
gambartidak diperkenankan terdapat gambar dengan menggunakan kedua
proyeksi secara bersamaan. Simbol proyeksi ditempatkan disisi kanan
bawah kertas gambar. Simbol/lambang proyeksi tersebut adalah sebuah
kerucut terpancung.

Gambar 7 Simbol Proyeksi
(Sumber: Anonim, 1992)

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

b. Anak panah
Anak panah digunakan untuk menunjukkan batas ukuran dan
tempat/posisi atau arah potongan, sedangkan angka ukuran ditempatkan
diatas garis ukur atau disisi kiri garis ukur.

1/3L

L

Gambar 8 Anak Panah
(Sumber: Anonim, 1992)

c. Pemilihan pandangan
Ada beberapa pilihan pandangan dalam gambar teknik, yaitu:
1. Pandangan Depan (Pusat)
a. Menunjukan syarat dan karakteristik terbanyak
b. Memiliki pandangan maya sedikit
c. Menunjukan panjang dan tinggi benda
2. Pandangan atas
Menunjukan panjang dan lebar benda
3. Pandangan samping
a. Menunjukan lebar dan tinggi benda
b. Menggunakan pandangan kiri apabila garis yang tersembunyi lebih
sedikit
c. Terkadang tidak diperlukan 3 pandangan untuk suatu gambar teknik.

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

7.

Petunjuk Ukuran dalam Gambar Teknik
Pendimensian bertujuan untuk mengetahui ukuran dan bentuk sebenarnya
dari sebuah benda atau mesin industri. Jenis ukuran dibagi dua yaitu ukuran
bentuk dan ukuran posisi. Ukuran bentuk yaitu ukuran yang menunjukan
panjang dan lebar suatu obyek, termasuk didalamnya ukuran diameter, radius,
dan lain-lain. Sedangkan ukuran posisi adalah ukuran yang menunjukan jarak
obyek tersebut dari suatu bidang referensi tertentu.Ukuran bentuk memiliki
contoh seperti obyek kotak segi empat akan memiliki ukuran bentuk panjang
dan lebar, lingkaran akan memiliki ukuran bentuk diameter atau radius,
segitiga akan memiliki ukuran bentuk panjang dan tinggi atau panjang dan
sudut, dan lain-lain.

Gambar 9 Contoh ukuran bentuk
(Sumber: Sato dan Hatanto, 1981)

Untuk memberikan ukuran posisi kita harus menentukan posisi datum terlebih
dahulu. Datum adalah bidang referensi. Datum ini bisa berupa titik sudut, garis,
ataupun bidang pada suatu benda. Penentuan datum didasarkan oleh hal-hal
berikut ini:
a. Fungsi dari benda
b. Kemudahan pengerjaan
c. Kemudahan perakitan

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

Gambar 10 Posisi Datum
(Sumber: Sato dan Hatanto, 1981)

Aturan-aturan dalam pemberian ukuran:
a. Ukuran harus cukup jelas untuk bisa dibaca dengan mudah
b. Hindari pemberian ukuran ganda
c. Usahakan untuk menempatkan ukuran diluar area benda

Gambar 11 Bentuk Penyederhanaan Ukuran Yang Distandarkan oleh ISO
(Sumber: Sato, Hatanto.1981)

Hal penting yang lain dalam penunjukan ukuran adalah penyederhanaan
ukuran. Penyederhanaan ukuran artinya penunjukan ukuran dibuat sedemikian
rupa hingga tidak memakan banyak area gambar. Sehingga dapat
membuatgambar menjadi lebih lapang dan mudah dibaca. Selain itu dengan
efisiensi ukuran, gambar benda yang ditampilkan bisa lebih besar (skala) dan
pembacaan akan lebih mudah. Penyederhanaan boleh dilakukan dengan tanpa
mengurangi fungsi dari ukuran itu sendiri.

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

1. Supporting files
Supporting files merupakan file-file yang mendukung program

AutoCAD. Supporting files ada yang berasal dan program itu seradiri
(misal fonts.txt, acad.pgp) atau yang disisipkan dan luar (acad.bp,
amcadd.lsp). Drawing files adalah file hasil gambar yang dilakukan
dengan program P.AutoCAD. Nama extensionnya adalah DWG.
a. Langkah-langkah membuat gambar teknik dengan AutoCAD:
Langkah–langkah dalam membuat gambar teknik melalui software
AutoCAD secara sederhana dapat menggunakan command atau
perintah sebagai berikut:
1. EXTEND untuk memperpanjang objek.
2. FILLET untuk mempertemukan 2 objek secara lurus atau lengkung.
3. OFFSET untuk membuat bentuk sejajar suatu objek.
4. LINE untuk membuat garis lurus.
5. CIRCLE untuk membuat lingkaran.
6. RECTANGLE untuk membuat persegi.
7. ELLIPSE untuk membuat objek berbentuk elips.
8. MOVE untuk memindahkan objek.
9. COPY untuk menduplikasi objek.
10. MIRROR untuk mecerminkan objek.
11. SCALE untuk memperbesar dan memperkecil objek.
12. ROTATE untuk memutar objek.
13. TEXT untuk membuat tulisan dan kata.

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

b. Beberapa kelebihan AutoCAD dalam menggambar teknik antara lain:
1. Gambar yang dihasilkan mempunyai kualitas jauh lebih baik
dibanding dengan hasil gambar manual karena gambar lebih baik
dan presisi.
2. Gambar desain yang diihasilkan mempunyai tingkat akurasi yang
tinggi karena AutoCAD mempunyai tingkat presisi hingga tiga belas
digit sehingga gambar lebih sempurna dan tepat ukurannya.
3. Gambar yang dihasilkan akan terjamin kerapian dan kebersihannya
karena sangat memungkinkan direvisi maupun pengeditan gambar
untuk kesesuaian cetak yang dikehendaki. Bidang gambar kerja
AutoCAD tidak terbatas sehingga memungkinkan untuk membuat
gambar dengan ukuran yang sangat luas dan kompleks, tetapi dalam
pencetakannya bisa dipilih bagian tertentu saja.
4. Skala gambar yang dihasilkan fleksibel karena dapat mencetak
gambar desain yang dihasilkan dengan jenis skala yang sangat
variatif.
5. Gambar yang dihasilkan bisa disimpan dengan cara yang sangat
mudah, dimana hasil penyimpanan gambar tersebut bisa dibuka
dengan software lain serta dipublikasikan untuk kerja.

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

c. Layar AutoCAD terdiri dari:
1. Layar Gambar
Bagian layar gambar ini adalah tempat untuk menggarnbar dan
AutoCAD menampilkan cursor. Di daerah ini, kursor dapat
digerak-gerakkan lewat pointing device.
2. Command Line/ Prompt
Command line/ prompt yaitu tempat untuk memasukkan

perintah-perintah

lewat

keyboard.

Kemudian

AutoCAD

menampilkan prompt untuk dipilih dan keterangan-keterangan
lainnya. Command line berada di sebelah bawah dan kiri layar
AutoCAD.
3. Status Line
Status line letaknya di sebelah atas layar gambar. Bagian ini

dapat menampilkan keterangan-keterangan tentang nama layar,
koordinat dan keberadaan kursor dan lain-lain.
4. Pull-Down Menu
Bagian ini berada di sebelah atas layar gambar. Jika kita ingin
menggambar sualu objek, maka kita klik Pull-Down Menu
kemudian pilih salah satu objek yang hendak digambar (misalnya
menggambar garis, maka klik line).
5. Cursor Menu
Menu ini akan tampil di layar gambar (dimana saja dan layar
gambar) bila kita klik tombol mouse sebelah kanan.

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

8.

Pengertian Etiket
Kata etiket berasal dari bahasa Perancis etiquette. Etiket merupakan tata
cara atau tingkah laku yang baik. Etiket dapat pula diartikan sebagai peraturan
atau ketentuan yang menetapkan tingkah laku yang baik dalam bergaul atau
berhubungan dengan orang lain.
Selama kita bergabung atau bekerja pada suatu organisasi tertentu, kita
pasti melakukan komunikasi dan hubungan dengan orang atau individu yang
lain, baik dengan sesama karyawan, atsan, bawahan, maupun orang atau
individudari luar tempat kerja kita. Di samping itu, selama kita menjalin
hubungan kerja dengan suatu institusi tertentu, kita pasti juga tidak bisa
mengelak dan menepis hubungan secara institusional dengan organisasi
tempat kita bekerja. Dalam proses hubungan, baik yang sifatnya individual
maupun institusional tersebut, muncul berbagai aturan dan ketentuan yang
merupakan rambu-rambu normatif sebagai pedoman untuk bersikap,
berperilaku, dan bertindak bagi setiap personal. (Dwiantara dan Sumarto,
2006)
Contoh gambar Etiket

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 1992. Gambar Teknik Mesin. Bandung: Politeknik Manufaktur Bandung
ITB, Industrial Training Service.
Dwiantara, Lukas dan Sumarto, Rumsari Hadi. 2006. Etiket di Tempat Kerja.
Yogyakarta: Kanisius
Harahap, Sorimuda, 2006. Perencanaan Pabrik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Juhana. 2000. Menggambar Teknik Mesin dengan Standar ISO . Jakarta: Pustaka
Grafik.
Juhanda. 2000. Menggambar Teknik Mesin dengan Standar ISO . Jakarta: Pustaka.
Luzadder, Warren J. 1996. Menggambar Teknik. Edisi Kedelapan. Jakarta:
Erlangga.
Santoso, Joko. 2013. Gambar teknik mesin. Malang: Kementerian pendidikan dan
kebudayaan
Sato, G Takeshi dan Hartanto, N Sugiarto. 1981. Mengganbar Mesin menurut standar
ISO. Jakarta: PT Pradaya Pramitra.
Sujiyanto. 2001. Menggambar Teknik Mesin. Yogyakarta: Kanisius.
Zamtinah. 1990. Diktat Gambar Teknik. Yogyakarta: FPTK IKIP.

“Give Innovation Without Limit”

PT KIREI SYNERGY
ENGINEERING CONSULTANT
Kawasan Industri Pulogadung Jalan Pulo Lentut Nomor 03 Jakarta
Telepon (021) 4604888 Faksimile (021) 4605999
E-mail: kireisyn@gmail.com

Nomor

: 02/SPP/PT.KIREISYN/IX/2017

Lampiran

:-

Perihal

: Surat Penawaran Gambar Teknik

Jakarta 18 September 2017

Yth.
Ir. Rachmat S Ekoputro, M.B.A.
Galih Dino Pratomo
di Tempat

Dengan Hormat,
Melalui surat ini, kami PT KIREI SYNERGY yang bergerak di bidang
Engineering Consultant ingin mengajukan penawaran kerja sama dalam hal

perencanaan tata letak pabrik produksi kursi kuliah dengan kemampuan kapasitas
produksi kami sebesar 68 unit/jam dan efisiensi 77,76 %.
Sebagai bentuk tahap awal dalam merealisasikan proyek ini, kami berniat
mengajukan gambar teknik dari produk kursi kuliah yang bertujuan untuk
mengetahui komponen-komponen yang dibutuhkan dalam pembuatannya.
Demikian penawaran ini kami sampaikan, besar harapan kami agar Bapak
mempertimbangkannya. Terima kasih atas perhatiannya.

Hormat Kami,

Direktur

Manajer Operasional

Bidari Lesmana

Nur Afifa

1214034

1114040

“Give Innovation Without Limit”