Sistem Informasi Penjualan Buku Agama Islam Di Pt.Sinar Buku Algensindo Bandung

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Perkembangan teknologi informasi sekarang ini semakin lama semakin meningkat. Hal ini sesuai dengan perkembangan komputer yang semakin hari semakin mengalami perkembangan yang begitu sangat cepat. Perkembangan teknologi informasi yang semakin meningkat, secara tidak langsung akan menuntut sumber daya manusia dapat mengikuti perkembangan teknologi dengan cepat.

  Dalam suatu perusahaan, komputer adalah alat bantu yang sangat diperlukan. Tidak terbayangkan bagaimana berbagai perusahaan dapat tumbuh dan berkembang tanpa adanya komputer. Dalam kenyataannya bahwa manusia memiliki keterbatasan waktu, ketelitian dan ingatan untuk mengolah informasi yang cukup banyak maka tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan komputer akan lebih mempercepat proses kerja dengan hasil yang lebih cepat, tepat dan akurat.

  Di era globalisasi sekarang ini menyebabkan perkembangan dunia

  2 Sebagai perusahaan swasta PT Sinar Baru Algensindo merupakan

  sebuah perusahaan yang bergerak dibidang penjualan buku-buku agama islam. Buku yang dijual oleh PT Sinar Baru Algensindo merupakan buku- buku yang diproduksi sendiri. Buku-buku yang diproduksi setiap bulannya ± 69,700 buku dan yang terjual ± 62,866 buku. Buku-buku yang persediaannya masih ada akan dilayani dengan penjualan langsung.

  Sedangkan yang buku-buku yang persediaanya sudah habis atau kurang akan dilayani dengan pemesanan terlebih dahulu. Sehingga bagian pemasaran dapat meminta bagian produksi untuk memproduksi kembali. Buku-buku yang telah selesai diproduksi akan dicatat sebagai buku yang masuk ke gudang dan juga buku-buku yang sudah dipesan dan siap kirim akan dicatat sebagai buku yang keluar dari gudang. Buku-buku yang telah dipesan akan diserahkan kepada bagian pemasaran untuk dikirim dan dicatat pada faktur penjualan. Setelah dikirim buku-buku yang kondisinya tidak baik akan dikembalikan oleh pelanggan dan dibuatkan returnya.

  Seluruh pencatatan mulai dari pemesanan buku hingga retur masih dilakukan dengan cara manual atau belum terkomputerisasi, seluruhnya dicatat dalam sebuah buku sehingga dalam pengolahannya tidak efektif

  3

  jumlah antara data penjualan dengan data buku yang keluar dari gudang, dan dalam proses pencarian buku-buku, buku yang terjual, harus dilakukan satu persatu sehingga dalam pembuatan laporannya memakan waktu yang lama.

  Dengan meningkatkan sistem pengolahan yang ada, maka sistem pengolahan tersebut harus diperbaharui dan disesuaikan dengan kemajuan teknologi pada saat ini agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Peningkatan kualitas tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengolahan data dan meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan, dan juga dapat mempermudah pihak-pihak dalam pelayanan informasi secara efisien dan akurat dan memperkecil kesalahan yang mungkin saja terjadi.

  Berdasarkan uraian diatas, maka perlu dibuat sebuah aplikasi yang dapat mempermudah pengolahan proses penjualan buku. Sehingga dalam pengolahannya tidak akan terjadi lagi kesalahan dan tidak ada lagi terjadi masalah yang akan datang. Oleh karena itu, berdasarkan permasalahn diatas, penulis membuat sistem informasi dengan judul “SISTEM

  

INFORMASI PENJUALAN BUKU AGAMA ISLAM DI PT SINAR

  4

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah a. Identifikasi Masalah

  Berdasarkan latar belakang penelitian diatas maka permasalahan yang dapat diidentifikasi sebagai berikut :

  1. Untuk memeriksa persediaan buku yang akan dibeli oleh pelanggan, maka bagian pemasaran diharuskan menghubungi bagian gudang untuk menanyakan persediaannya masih ada atau tidak. Ini mengakibatkan lamanya waktu tunggu pelanggan untuk mendapatkan buku yang akan dibeli.

  2. Terjadi ketidaksesuaian antara data pemesanan dan data penjualan karena kesalahan penginputan jumlah buku.

  3. Terjadi selisih jumlah antara data penjualan buku dengan buku yang keluar dari gudang karena kesalahan penginputan jumlah buku.

  4. Dalam proses pencarian buku, buku yang dijual harus dilakukan satu persatu sehingga dalam pembuatan laporannya memakan waktu yang lama.

b. Rumusan Masalah

  5

  2. Bagaimana perancangan sistem informasi penjualan buku agama islam pada PT Sinar Baru Algensindo Bandung.

  3. Bagaimana implementasi sistem informasi penjualan buku agama islam pada PT Sinar Baru Algensindo Bandung.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian a. Maksud

  1. Mengaplikasikan suatu sistem informasi penjualan pada PT Sinar Baru Algensindo Bandung, sehingga proses penjualan menjadi terkomputerisasi dan persediaan barang menjadi terintegrasi dengan adanya suatu database.

  2. Untuk membuat sistem informasi pengolahan data penjualan pada PT Sinar Baru Algensindo Bandung.

b. Tujuan

  Sedangkan tujuan dilaksanakannya penelitian adalah

  1. Untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan pada PT Sinar Baru Algensindo Bandung.

  2. Untuk membuat perancangan sistem informasi penjualan buku agama islam pada PT Sinar Baru Algensindo Bandung.

  6

1.4 Kegunaan Penelitian

  1.4.1 Keguanaan Praktis

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya perbaikan masalah terkait dengan Sistem Informasi Penjualan Buku Agama Islam di PT Sinar Baru Algensindo Bandung.

  1.4.2 Kegunaan Akademis

  Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka di dapat suatu kegunaan penelitian, yaitu sebagai berikut : a. Bagi Penulis

  Berguna dalam menambah atau memperkaya wawasan pengetahuan baik teori maupun praktek, belajar menganalisa dan melatih daya fikir dalam mengambil kesimpulan atas permasalahan yang ada didalam perusahaan, khususnya di PT Sinar Baru Algensindo Bandung.

  b. Bagi Peneliti Lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada peneliti lain atau para akademis yang akan

  7

  di lapangan (praktek). Sehingga dengan adanya perbandingan tersebut akan lebih memajukan ilmu Manajemen Informatika yang sudah ada untuk ditahapkan pada dunia nyata dan dapat menguntungkan berbagai pihak.

1.5 Batasan Masalah

  Berdasarkan rumusan masalah di atas penulis membatasi permasalahan dalam penelitian yang berjudul “SISTEM INFORMASI PENJUALAN BUKU AGAMA ISLAM DI PT SINAR BARU ALGENSINDO BANDUNG”. Pembatasan masalah tersebut antara lain:

  a. Membahas mengenai data pemesanan dan data permintaan produksi buku.

  b. Membahas mulai dari buku yang masuk ke gudang dan keluar dari gudang untuk siap dijual.

  c. Membahas mengenai data penjualan sampai dengan laporan penjualan.

  d. Membahas mengenai retur penjualan.

  8 Tabel 1.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Tahun 2010 No Nama Kegiatan Febuari Maret April Mei Juni Juli

  4

  1

  2

  3

  4

  

1

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  1

  2

  3

  4

  1

  2 Mengidentifikasi 1 kebutuhan pemakai Merancang

  2 prototype Menentukan

  3 prototype Mengadakan 4 sistem operasional Menguji sistem

  5 operasional Menentukan 6 sistem operasional Implementasi

  7 sistem

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Sistem

  Pada saat ini banyak pihak yang telah mendalami masalah sistem untuk kebutuhannya sehingga definisinya menjadi beragam. Definisi- definisinya antara lain adalah :

  Menurut Jerry FithGerald (1981) “Sistem adalah suatu jaringan

  kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.” (Jogiyanto, 2005 : 1)

  Sistem dapat didefinisikan dengan dua pendekatan yaitu sistem yang menekan pada prosedur dan sistem yang menekan pada elemen atau komponennya. Masih menurut Jogiyanto (2005 : 1), sistem yang menekan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut : “Suatu sistem adalah jaringan kerja pada prosedur-prosedur yang saling

  berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

  10

  2.1.1 Bentuk Umum Sistem

  Bentuk umum dari sistem terdiri dari atas masukan (input), proses, dan keluaran (output). Dalam bentuk umum sistem ini biasa melakukan satu atau lebih masukan yang akan diproses dan menghasilkan keluaran sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Gambaran umum mengenai sistem ditunjukan pada gambar berikut ini :

Gambar 2.1 Bentuk Umum Sistem [sumber : Jogiyanto MBA, Ph.D,2005, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi : Yogyakarta]

  2.1.2 Elemen Sistem

  Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen atau elemen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan.

  Komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa : a. Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem.

  Misalnya, sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkat

  11

2.1.3 Karakteristik Sistem

  Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (components), batasan sistem (system boundary), lingkungan luar sistem

  (evironments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolahan (process), dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal).

  1. Komponen (components) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang artinya saling bekerja sama dalam membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

  Setiap sistem tidak peduli betapa pun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem.

  Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

  2. Batasan (system boundary)

  12

  3. Lingkungan Luar (evironments) Lingkungan luar (environment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga besifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

  4. Penghubung (interface) Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber data mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lain. Keluaran dari subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

  13

  supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang harus di proses untuk didapatkan keluaran.

  6. Keluaran (input) Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

  7. Pengolahan (process) Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.

  8. Sasaran (objectives) Suatu sistem pasti mempunyai suatu tujuan (goal) dan sasaran

  (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka

  operasi sistem tidak ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan

  14

2.1.4 Klasifikasi Sistem

  Menurut Jogiyanto (2005 : 6) : Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide – ide yang tidak tampak secara fisik. Contohnya sistem teknologi, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan. Dan sistem secara fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Contohnya sistem komputer, sistem akutansi, sistem produksi dan lain sebagainya.

  2. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia misalnya sistem perputaran bumi, sedangkan Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia, sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan man-machine system. Contohnya sistem informasi.

  15

  lakunya dapat dipastikan berdasarkan program – program yang dijalankan, sedangkan Sistem tak tertentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diproduksi karena mengandung unsure probabilitas.

  4. Sistem tertutup dan sistem terbuka Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Dan bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan dari pihak luarnya, sedangkan Sistem terbuka adalah sistem yang menghubungkan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

2.2 Pengertian Informasi

  Informasi merupakan hasil suatu proses. Proses itu terdiri dari kegiatan-kegiatan mulai dari pengumpulan data, menyusun serta menghubungkannya, meringkas, mengambil inti sarinya, dan mengimplementasikannya sesuai dengan presepsi sistem informasi penerima agar menjadi sebuah informasi yang berguna.

  16

  2.2.1 Siklus Informasi

  Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui satu model untuk dihasilkan informasi.

  Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.

  2.2.2 Kualitas Informasi

  Kualitas suatu informasi tergantung dari hal berikut :

  1. Relevan (relevancy) Berarti informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya.

  2. Akurat (accuracy) Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.

  3. Tepat waktu (timeliness)

  17

  5. Efisien (efficiency) Adalah berapa banyak produksi meningkat karena tambahan unit sumber daya dalam proses produksinya.

  6. Dapat dipercaya (reliability) Sebuah indikator penting dari sistem informasi adalah dengan memperhatikan masalah realibilitasnya.

  Nilai Informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.

2.3 Pengertian Sistem Informasi

  Menurut Jogiyanto (2005 : 11) : Sistem Informasi adalah “Suatu

  sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan teransaksi harian, mendukung oprasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan.

  18

  b. Perangkat Lunak (Software) Sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.

  c. Prosedur Sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.

  d. Orang Semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.

  e. Basis Data (Data Base) Sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.

  f. Jaringan Komputer dan Komunikasi Data Sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

  19

2.4 Pengertian Sistem Informasi Manajemen

  Sistem informasi manajemen merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. SIM (Sistem Informasi Manajemen) didefinisikan oleh George M.Scott sebagai berikut :

  “SIM adalah kumpulan dari interaksi-interaksi sistem-sistem informasi yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan manajerial maupun kebutuhan operasional.” (Jogiyanto : 2005 : 14)

  Menurut Barry E.Cushing

  “SIM adalah kumpulan dari manusia dan sumber-sumber daya modal di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen didalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.”

  (Jogiyanto : 2005 : 14) Menurut Frederick H.Wu

  “SIM adalah kumpulan-kumpulan dari sistem-sistem yang menyediakan informasi untuk mendukung manajemen.” (Jogiyanto : 2005 : 14)

  Maka dapat disimpulkan bahwa SIM (Sistem Informasi Manajemen) adalah

  20 Karakteristik Sistem informasi Manajemen

  Menurut Abdul Kadir (2002 : 115) karakteristik sistem informasi, yaitu :

  a. Beroperasi pada tugas-tugas terstruktur, yakni pada lingkungan yang telah mendefinisikan hal-hal berikut secara tegas dan jelas. Prosedur operasi, aturan pengambilan keputusan, dan arus informasi.

  b. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya.

  c. Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk pengambilan keputusan tetapi tidak secara langsung.

  2.5 Pengertian Sistem Informasi Penjualan “Sistem informasi penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan, dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan.”

  2.6 Pengertian Teknologi Infomasi

  Berdasarkan Abdul Kadir (2002 : 12) pengertian teknologi informasi, yaitu :

  21

  b. Menurut Alter, teknologi informasi mencangkup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti manangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data.

   Peranan Teknologi Informasi

  Secara garis besar, dapat dikatakan bahwa :

  a. Teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.

  b. Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas atau proses.

  c. Teknologi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia.

  Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan- perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.

2.7 Pengertian Jaringan Komputer

  Menurut Abdul Kadir (2002 : 346), jaringan komputer (computer

  network) atau sering juga disebut jaringan saja adalah hubungan dua buah

  22

  a. Local Area Network (LAN) LAN adalah jaringan komputer mencangkup area dalam satu ruang, satu gedung, atau beberapa gedung yang berdekatan. Sebagai contoh, jaringan dalam satu kampus yang terpadu atau di sebuah lokasi perusahaan tergolong sebagai LAN. LAN pada umumnya menggunakan media transmisi berupa kabel. Namun, ada juga yang tidak menggunakan kabel dan disebut wireless LAN atau LAN tanpa kabel.

  Kecepatan LAN berkisar dari 10 Mbps sampai 1 Gbps.

  b. Metropolitan Area Network (MAN) MAN adalah jaringan uang mencangkup area satu kota atau dengan rentang sekitar 10-45 km. jqringan yang menghubungkan beberapa bank yang terletak dalam satu kota atau kampus yang tersebar dalam beberapa lokasi tergolong termasuk sebagai MAN. Jaringan seperti ini umumnya menggunakan media transmisi dengan mikrogelombang atau gelombang radio. Namun ada juga yang menggunakan jalur sewa

  (leased line).

  c. Wide Area Network (WAN) Jaringan yang mencangkup antarkota. Antarprovinsi, antarnegara, dan

  23

  2.8 Client Server

  Arsitektur jaringan client server merupakan model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi komputer sebagai client dan server.

  Arsitektur ini menempatkan sebuah komputer sebagai server. Server ini yang bertugas memberikan pelayanan kepada terminal-terminal lainnya dan terhubung dalam sistem jaringan atau yang disebut dengan client.

  Pada model arsitektur ini, client tidak dapat berfungsi sebagai server, tetapi server dapat berfungsi menjadi client (server non-dedicated). Prinsip kerja pada arsitektur ini sangat sederhana, dimana Server akan menunggu permintaan dari client, memproses dan memberikan hasil kepada client, sedangkan client akan mengirimkan permintaan ke server, menunggu proses dan melihat visualisasi hasil prosesnya.

  Sistem Client Server ini tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan jaringan komputer skala luas. Sistem ini menggunakan protokol utama

  Transmision Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP).

  2.9 Pengertian Analisis Sistem

  Menurut Jogiyanto (2001 : 129), analisis sistem didefinisikan

  24

  2.10 Pengertian Perancangan Sistem

  Pengertian perancangan sistem atau desain berasal dari kata design, design merupakan outline, sketsa, perancangan dari bentuk atau struktur sebuah pekerjaaan (Definisi “Random House College Dictionary”).

  Menurut John Bruch dan Gary Grudnitski, “Perancangan sistem

  adalah penggambaran, perencanaan, pembuatan sketsa atau pengaturan beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.” ( Jogiyanto, 2001 : 196 )

  Perancangan merupakan penghubung antara spesifikasi kebutuhan dan implementasi. Perancangan merupakan rekayasa representasi yang berarti terhadap sesuatu yang hendak dibangun. Hasil perancangan harus ditelusuri sampai ke spesifikasi kebutuhan yang dapat diukur kualitasnya berdasarkan kriteria-kriteria rancangan yang bagus. Perancangan menekannkan solusi logik mengenai cara sistem memenuhi kebutuhan.

  2.11 Basis Data

  Basis data menurut Abdul Kadir (2002 : 254) basis data merupakan suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga

  25

2.12 Sekilas tentang Visual Basic 6.0

  Tim Divisi Penelitian dan Pengembangan MADCOMS (2008 : 1) menjelaskan tentang Microsoft Visual BasiC 6.0 sebagai berikut : Microsoft Visual Basic merupakan salah satu aplikasi pemrograman visual yang memiliki bahasa pemrograman yang cukup populer dan mudah dipelajari. Basis bahasa pemrograman yang digunakan dalam visual basic adalah bahasa BASIC (Beginners All-Purpose Simbolic IntructionCode) yang merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi yang sederhana dan mudah dipelajari. Dengan Visual Basic, kita bisa membuat program dengan aplikasi GUI (Graphical User Interface) atau program yang memungkinkan pengguna komputer berkomunikasi dengan komputer tersebut menggunakan grafik atau gambar.

  Microsoft Visual Basic 6.0 menyediakan berbagai perangkat kontrol yang dapat digunakan untuk membuat program aplikasi dalam sebuah form baik aplikasi kecil, sederhana hingga ke aplikasi pengolahan database.

  26 Elemen-Elemen Visual Basic 6.0

Tile Bar Menu Bar Main Toolbar Form Project Jendela Properties

Tool Box

  Jendela Form Layout

Gambar 2.3 Tampilan Visual Basic 6.0

  a. Tile Bar Merupakan batang judul yang terletak pada bagian atas jendela program

  27

  b. Menu Bar Merupakan batang menu yang berisi menu-menu utama, seperti File, Edit, View, Project, dan lain-lain yang berfungsi untuk mengoperasikan program Visual Basic 6.0

  c. Main Toolbar Merupakan sebuah batang tool yang berisi tombol-tombol dengan gambar ikon yang dapat diklik untuk melakukan suatu perintah khusus secara cepat.

  d. Toolbox Merupakan kotak perangkat yang terdiri atas beberapa class object yang digunakan dalam proses pembuatan aplikasi.

  e. Project Merupakan jendela yang digunakan untuk menampilkan proyek-proyek, form-from, atau modul-modul yang terlibat dalam proses pembuatan aplikasi.

  f. Form Merupakan tempat yang digunakan untuk merancang aplikasi yang sedang dibuat. Didalam form kita dapat merancang sebuah program aplikasi dengan menempatkan kontrol-kontrol yang ada di bagian toolbox.

  28

  h. Jendela Form Layout Merupakan jendela yang digunakan untuk mengatur posisi form pada layar monitor saat program dijalankan. Pada saat mengarahkan pointer mouse ke bagian form jendela form layout view, pointer mouse akan berubah menjadi tanda anak panah empat arah (pointer pengatur posisi).

2.13 SQL Server 2000

  Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak relational database management sistem (RDMS) yang didesain untuk melakukan proses manipulasi database berukuran besar dengan berbagai fasilitas. Microsoft SQL Server 2000 merupakan produk andalan Microsoft untuk database server. Kemampuannya dalam manajemen data dan kemudahan dalam pengoperasiannya membuat RDMBS ini menjadi pilihan para database administrator.

  Objek-objek yang ada di dalam SQL Server 2000 adalah sebagai berikut :

  1. Database Database berisi berbagai objek yang digunakan untuk mewakili

  29

  3. Data Diagram Data diagram secara grafis menampilkan database sehingga bisa memanipulasi tanpa harus menggunakan perintah Transact-SQL

  4. Indeks Indeks merupakan file-file tambahan yang dapat meningkatkan kecepatan akses baris tabel.

  5. View View menyediakan cara untuk melihat data yang berbeda dengan melibatkan satu atau lebih dari satu tabel.

  6. Stored Prosedure Stored prosedure merupakan program-program Transact-SQL yang disimpan dalam server untuk menjalankan tugas-tugas tang telah ditentukan.

  7. Fungsi Kumpulan perintah yang mengandung input atau tidak menggunakan input baik satu atau lebih dari satu dan mengeluarkan nilai baik berupa skalar maupun tabular (berbentuk tabel).

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

  Pada bab ini akan menjelaskan beberapa uraian yang menyangkut PT Sinar Baru Algensindo yang terdiri dari Sejarah Perusahaan, Visi dan Misi Perusahaan, Strategi Perusahaan, Struktur Organisasi Perusahaan, dan Deskripsi Tugas.

3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

  PT SINAR BARU ALGENSINDO adalah perusahaan swasta yang berdiri pada tahun 1982 yang bergerak dibidang perdagangan umum, dimana perusahaan tersebut lebih memfokuskan diri pada kegiatan perdagangan barang khususnya penjualan buku-buku agama islam.

  PT SINAR BARU ALGENSINDO didirikan oleh (Alm) Bapak HAJI ADJUAR selaku pemilik perusahaan dengan yang beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani no.44-46 Kelurahan Burangrang Kecamatan Lengkong Kota Bandung. Latar belakang

  31

  buku-buku islami untuk menambah pengetahuan tentang agama islam.

  Sasaran yang ingin dicapai oleh pemilik perusahaan adalah dapat memanfaatkan peluang bisnis dibidang perdagangan umum khususnya dalam penyediaan kebutuhan masyarakat akan kebutuhan ilmu agama islam.

3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

  Dalam menjalankan perusahaan kearah yang lebih maju maka diperlukanlah sebuah Visi, Misi, dan Strategi yang jelas agar kemajuan suatu perusahaan dapat tercapai, adapun Visi, Misi, dan Strategi PT SINAR BARU ALGENSINDO adalah sebagai berikut :

  Visi Perusahaan

  Menjadikan buku-buku terbitan PT SINAR BARU ALGENSINDO sebagai guru otodidak dan terpercaya dalam bidang agama islam.

  Misi Perusahaan

  1. Memberi solusi kepada setiap orang yang menghadapi masalah dalam mencari dan mengejar ilmu pengetahuan agama islam.

  2. Menyediakan produk dan layanan yang memenuhi standar

  32

  4. Meningkatkan kekayaan perusahaan, dan menjadi sumber kemakmuran bagi orang-orang yang bekerja pada perusahaan.

  5. Sumber daya manusia merupakan unsur strategis yang sangat menentukan arah dan masa depan dari perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan akan memberdayakan dan memotivasi orang- orang yang bekerja untuk perusahaan agar memberikan potensi produktivitas dan kreativitas terbaik secara berkesinambungan.

3.1.3 Struktur Organisasi

  Struktur organisasi suatu perusahaan menggambarkan dan menjelaskan garis tanggung jawab dan wewenang yang ada, disamping itu juga struktur organisasi menunjukan jalur arus komunikasi serta tingkat bagian yang ada dalam perusahaan.

  Struktur organisasi merupakan susunan yang terdiri dari fungsi dan hubungan antar bagian yang ada dalam suatu perusahaan serta menggambarkan keseluruhan bagian dari perusahaan. Secara fisik struktur organisasi dapat digambarkan dalam bentuk bagan yang memperlihatkan hubungan unit-unit organisasi beserta garis-garis wewenang dan komando yang ada dalam perusahaan.

  33

  bertugas memberikan pandangan sebagai bahan masukan untuk perkembangan perusahaan.

  Pada gambar 3.1 dapat dilihat struktur organisasi PT SINAR BARU ALGENSINDO

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT SINAR BARU ALGENSINDO BANDUNG

3.1.4 Deskripsi Tugas

  Pembagian Tugas dan wewenang masing-masing bagian, yaitu :

  1. Pimpinan Pimpinan merupakan bagian tertinggi yang mempunyai wewenang penuh terhadap seluruh kegiatan dan aktivitas perusahaan. Pimpinan juga merupakan orang yang secara langsung mengelola dan mengkoordinasi seluruh kegiatan

  34

  a. Menetapkan kebijakan-kebijakan seluruh kegiatan, bersama staf di bawahnya menyusun anggaran dan rencana kerja dan mengadakan pembaharuan apabila diperlukan.

  b. Membuat rencana kerja dalam setiap periode tertentu.

  c. Memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan bawahan.

  d. Mengawasi secara langsung operasional bagian-bagian yang ada dan mengevaluasi hasil kerja bagian-bagian tersebut secara berkala.

  e. Mempertimbangkan dan menerima usulan dari bawahan yang bermanfaat bagi kepentingan perusahaan.

  f. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja, mengendalikan lingkungan kerja dan melakukan pembinaan terhadap bawahan.

  2. Bagian Keuangan Bagian Keuangan memiliki tugas-tugas sebagai berikut :

  a. Melakukan pencatan kedalam buku jurnal, setiap transaksi keuangan berdasarkan bukti-bukti yang diterima.

  35

  e. Menyusun pemeriksaan berkala secara fisik terhadap aktivitas perusahaan.

  f. Menyusun laporan-laporan keuangan berkala.

  3. Bagian Administrasi

  Bagian ini bertangguang jawab kepada pimpinan dalam hal pembuatan pembukuan perusahaan yang nantinya akan diolah menjadi suatu bentuk laporan lengkap yang akan diserahkan kepada pimpinan.

  Adapun tugas dari bagian administrasi, diantarannya:

  a. Mengelola pembukuan yang menyangkut keuangan dan anggaran perusahaan.

  b. Menyusun rencana anggaran dan belanja perusahaan berdasarkan anggaran dari bagian penjualan dan bagian pembelian.

  c. Memantau relasi anggaran dan membuat laporannya secara berkala.

  d. Membuat dan melaporkan keadaan keuangan perusahaan secara berkala.

  36

  g. Menyelenggarakan administrasi kepegawaian dan pembayaran gaji karyawan.

  4. Bagian Pembelian Bagian pembelian memiliki tugas sebagai berikut:

  a. Menyiapkan order pembelian berdasarkan permintaan pembelian barang-barang yang telah disetujui oleh pimpinan.

  b. Melakukan pembelian barang ke supplier yang telah dipilih berdasarkan perbandingan suplier-suplier lain dan atas persetujuan dari pimpinan perusahaan.

  c. Mengawasi ketetapan pelaksanaan pengiriman barang dari supplier untuk barang-barang yang memiliki tenggang waktu pengiriman sejak pembelian dilakukan.

  d. Membuat catatan-catatan pembelian dan retur untuk setiap pembelian yang dilakukan dan melaporkannya ke bagian administrasi.

  5. Bagian Gudang Secara garis besar bagian gudang memiliki tugas-tugas yang

  37

  b. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh pengeluaran barang.

  c. Melakukan pemeriksaan secara fisik, terhadap jumlah barang baik barang yang akan dijual ataupun barang untuk kebutuhan perlengkapan kantor setiap periode tertentu dan melakukan pelaporan mengenai keluar masuknya barang.

  6. Bagian Pemasaraan

  Bagian ini bertanggung jawab kepada pimpinan terutama dalam hal menjalankan tugasnya yaitu menerima pesanan dari pelanggan, mengawasi rencana penjualan, mencari pelanggan. Adapun realisasi tugas bagian penjualan ini adalah :

  a. Membuat laporan mengenai seluruh kegiatan penjualan kepada pimpinan secara berkala.

  b. Menerima pesanan yang berasal dari pelanggan.

  c. Memeriksa kredibilitas pelanggan dengan cara memeriksa saldo piutang yang dimiliki pelanggan ke bagian Keuangan.

  d. Mempersiapkan seluruh keperluan yang bersangkutan dengan pengiriman barang yang akan dilakukan ke

  38

3.2 Metode Penelitian

  Metode penelitian adalah cara ilmiah dalam mendapatkan suatu data, Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :

3.2.1 Desain Penelitian

  Dalam melakukan penelitian diperlukan metode-metode penelitian yang bertujuan agar peneliti dapat mengetahui sifat permasalahan yang terjadi dalam sebuah sistem yang sedang berjalan. Antara lain metode-metode yang digunakan adalah : a. Metode penelitian Deskritif

  Metode ini bertujuan agar peneliti dapat melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada sistem informasi yang sedang berjalan.

  Dan peneliti dapat dengan mudah memperoleh data yang akan dipakai untuk melakukan perkembangan sistem yang akan diusulkan.

  b. Metode Penelitian Eksperimental Metode ini bertujuan agar peneliti dapat melakukan rancangan terhadap suatu sistem informasi yang akan diusulkan.

  39

3.2.2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data

  Metode yang digunakan penulis dalam pengumpulan data adalah mencari dan menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder, untuk itu akan dijelaskan secara singkat mengenai pemahaman metode tersebut sebagai berikut, yaitu :

3.2.2.1 Sumber Data Primer

  Data primer adalah data yang diambil secara langsung dari objek penelitian. Data tersebut di peroleh dengan cara sebagai berikut :

  a. Wawancara Teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan pertanyaan secara langsung pada bagian pemasaran guna mengumpulkan data dan informasi mengenai kebutuhan sistem.

  b. Observasi Teknik pengumpulan data dengan cara melakukan peninjauan langsung mengenai proses penjualan buku agama islam di PT Sinar Baru Algensindo Bandung.

  40

3.2.3 Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem

  Adapun metode pendekatan dan pengembangan sistem yang digunakan oleh penulis, yaitu:

  3.2.3.1 Metode Pendekatan Sistem

  Metode pendekatan sistem yang digunakan oleh penulis adalah Analisis dan Perancangan Terstruktur. Tahapan- tahapan yang digunakan dalam pendekatan analisis dan perancangan terstruktur adalah Flow Map, Diagram Konteks, Data Flow Diagram (DFD), Kamus Data, Normalisasi, Tabel Relasi, Entity Relationship Diagram (ERD)

  3.2.3.2 Metode Pengembangan Sistem

  Metode pengembangan sistem yang di gunakan dalam penyelesain skripsi ini adalah Metode prototype paradigma yaitu suatu teknik analisis dan rancangan yang memungkinkan pemakai ikut serta dalam mementukan kebutuhan dan pembentukan sistem apa yang akan di kerjakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Metode

  41 Metodologi yang digunakan adalah paradigma

  prototyping. Langkah umum paradigma prototyping adalah sebagai berikut : a. Mengidentifikasi kebutuhan pemakai. Pada tahap ini analisis sistem akan melakukan studi kelayakan terhadap kebutuhan pemakai, baik yang meliputi model interface, teknik prosedur maupun dalam teknologi yang akan digunakan.

  b. Merancang prototype. Pada tahap ini analisis sistem bekerja sama dengan pemograman mengembangkan

  prototype sistem untuk memperlihatkan kepada pemesan model sistem yang akan dibangunnya.

  c. Menetukan apakah prototype dapat diterima oleh pemesan atau pemakai.

  d. Mengadakan sistem operasional. Melalui pemogram berdasarkan model sistem yang telah disepakati oleh pemesan sistem.

  e. Menguji sistem opersional. Pada tahap ini pemogram

  42

  f. Menetukan sistem operasional. Apakah dapat diterima oleh pemesan atau harus dilakukan beberapa perbaikan atau bahkan harus dibongkar semuanya mulai dari awal lagi.

  g. Jika sistem telah disetujui, maka tahap terakhir adalah melakukan implementasi sistem.

  Mengidentifikasi kebutuhan pemakai Mengembangkan kebutuhan Tidak pemakai Prototype dapat diterima

  Ya Mengadakan sistem operasional Tidak

  Menguji sistem operasional Prototype dapat diterima Ya

  43 Keunggulan prototyping adalah :

  1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.

  2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.

  3. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem.

  4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem.

  5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.

3.2.3.3 Alat Bantu Analisis dan Perancangan

  Alat bantu yang digunakan pada analisis dan perancangan adalah pendekatan sistem yang terstruktur diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Flow Map Flow map atau bagan alir dokumen merupakan alir yang menunjukan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.

  2. Diagram Kontek

  44 Mengidentifikasikan awal dan akhir data, awal dan akhir yang masuk dan keluaran sistem.

  Diagram ini merupakan gambaran umum sistem yang nantinya akan dibuat. Secara uraian dapat dikatakan bahwa diagram kontek ini berisi siapa saja yang memberikan data

  (input) ke sistem serta kepada siapa data informasi yang harus dihasilkan sistem.

  Jadi dalam diagram ini yang dibutuhkan adalah : a. Siapa saja pihak yang akan memberikan data ke sistem.

  b. Data apa saja yang diberikannya kesistem

  c. Kepada siapa sistem harus memberikan informasi atau laporan d. Apa saja isi atau jenis laporan yang harus dihasilkan sistem.

  3. Data Flow Diagram Diagram Arus Data (Data Flow Diagram) menggambarkan sistem yang berjalan dengam lebih terinci.

  Terdapat 4 (empat) macam simbol yang digunakan dalam

  45

  akan memberikan input atau menerima output dari sistem.

  b. Arus Data (Data Flow) mengalir diantara proses

  (process), simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity) yang menunjukkan arus dari data yang

  berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan sebaiknya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti.

  c. Proses (process) adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.

  d. Simpanan data (Data Store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa : 1) Suatu file atau database di sistem komputer 2) Suatu arsip atau catatan manual 3) Suatu kotak tempat data di meja seseorang 4) Suatu tabel acuan manual

  46

  a. Kamus data elementer yaitu daftar tentang semua elemen data yang berhubungan dengan sistem sehingga data yang mengalir dapat didefinisikan dan dapat tersimpan secara lengkap.

  b. Kamus Data Komposit, yaitu daftar tentang semua elemen data yang berhubungan dengan system dimana elemen data komponen ini terdiri dari dua elemen data elementer yang saling berkaitan.

  5. Perancangan Basis Data

  a. Normalisasi Normalisasi adalah peralatan yang dipergunakan untuk melakukan proses pengelompokan data menjadi table-tabel yang menunjukan entitas dan relasinya. Normalisasi merupakan cara pendekatan lain yang dalam membangun desain logik basis data relasional dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standar untuk menghasilakan struktur tabel yang normal.

  47

  format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya. 2) Bentuk Normal Pertama (1NF/First Normal Form)

  Bentuk ini menghilangkan duplikasi data yang terjadi pada tahap tidak normal dengan cara menghapuskan data-data sama. 3) Bentuk Normal Kedua(2NF/Second Normal Form)

  Tahap normalisasi kedua adalah menentukan kunci dari normalisasi pertama yang digunakan sebagai primary key pada tabel, membentuk tabel berdasarkan primary key dan mengelompokkan data pada tabel-tabel yang sudah dibentuk. 4) Bentuk Normal Ketiga (3NF / Third Normal Form)

  Pada tahap ketiga dilakukan penentuan relasi antar tabel sehingga memungkinkan adanya field kunci sekunder.

  b. Tabel Relasi

  48

3.2.4 Pengujian Software

  Pengujian perangkat lunak (software) menggunakan metode pengujian Black Box. Metode ujicoba Black Box memfokuskan pada keperluan fungsional dari software. Ujicoba Black Box berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya :

  1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang

  2. Kesalahan interface

  3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal

  4. Kesalahan performa 5. kesalahan inisialisasi dan terminasi Ujicoba didesain untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

  1. Bagaimana validitas fungsionalnya diuji?

  2. Jenis input seperti apa yang akan menghasilkan kasus uji yang baik ?

  3. Apakah sistem secara khusus sensitif terhadap nilai input tertentu ?

  4. Bagaimana batasan-batasan kelas data diisolasi?

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2930 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 746 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 645 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 419 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 574 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 964 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 879 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 533 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 787 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 952 23