Sistem Informasi Penjualan Buku Online Di Balai Bahasa Bandung

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Perkembangan dunia informasi dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan dan perkembangan. Hal tersebut didukung dengan berkembangnya teknologi yang semakin maju. Sehingga informasi dapat diakses secara cepat, tepat, terkini, serta akurat. Selain berdasarkan pada hal tersebut, penyajian suatu informasi juga perlu mendapatkan perhatian serius untuk menarik pelanggan, salah satunya dengan penjualan secara online.

  Balai Bahasa Bandung berkedudukan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional, berada di bawah Pusat Bahasa.

  Instansi ini bergerak di bidang bahasa dengan maksud mengembangkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Dalam pengembangan bahasa, instansi ini juga mendapatkankan adanya kendala.

  Berdasarkan hasil penelitian di Balai Bahasa Bandung terdapat masalah yang mengahambat kerjanya instansi ini dalam mengembangkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah salah satunya adalah belum adanya penjualan buku yang dilakukan secara online. Dengan cara menjual buku seperti ini akan mempermudah instansi untuk mengembangkan bahasa, selain itu juga dapat mempermudah orang banyak untuk mendapatkan buku. Berdasarkan hasil wawancara, pihak Balai Bahasa Bandung menginginkan adanya sebuah sistem informasi yang dapat menyelesaikan kendala tersebut. Oleh sebab itu, maka perlu dibangun sebuah aplikasi sistem informasi penjualan buku online di Balai Bahasa Bandung.

  1.2 Perumusan Masalah

  Dari latar belakang ditemukan beberapa masalah yang dirumuskan dalam suatu rumusan masalah yaitu bagaimana membangun sebuah aplikasi sistem informasi penjualan buku online di Balai Bahasa Bandung.

  1.3 Maksud dan Tujuan

  1.3.1 Maksud Maksud dari penelitian ini adalah untuk membangun Sistem Informasi Penjualan Buku Online Di Balai Bahasa Bandung.

  1.3.2 Tujuan

  Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mempermudah instansi dalam mengembangkan bahasa.

  2. Membuat orang banyak tidak kesulitan dalam mendapatkan buku.

  3. Meningkatkan pelayanan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

  4. Dengan adanya sistem ini, diharapkan mampu meningkatkan kinerja di Balai Bahasa Bandung.

  1.4 Batasan Masalah

  Dalam pembuatan aplikasi ini, perlu diberikan beberapa batasan agar alur pembicaraan tidak terlalu meluas, batasan - batasan itu antara lain :

  1. Penjualan hanya dilakukan di area dalam kota.

  2. Pengimplementasian sistem informasi penjualan buku online ini menggunakan bahasa PHP dan MySQL sebagai Server Database

  Management System.

  1.5 Metode Penelitian

  1.5.1 Metodologi Pengumpulan Data

  Metodologi yang digunakan dalam mengumpulkan data yang berhubungan dengan penyusunan laporan kerja praktek ini adalah sebgai berikut :

  1. Wawancara Pengumpulan data dengan cara berkomunikasi secara langsung dengan staf Balai Bahasa Bandung.

  2. Studi Kepustakaan Mengumpulkan data melalui buku

  • – buku, catatan kuliah serta bacaan lainnya yang berkaitan dengan permasalahan.

  1.5.2 Metodologi Perancangan Perangkat Lunak

  Dalam pengembangan aplikasi ini digunakan metode The Classic Life

  Cycle (Paradigma Waterfall). Pada metode ini terdapat lima tahap untuk mengembangkan suatu perangkat lunak. Kelima tahapan itu tersusun dari atas kebawah, diantaranya : Analysis, Design, Coding, Testing, Maintenance.

  Tahap-tahap pengembangan perangkat lunak metode waterfall dapat dilihat pada gambar :

  Analysis Design Coding Testing

  Maintenance

Gambar 1.1 Metode The Classic Life Cycle / Waterfall

  1. Analysis adalah tahap menganalisa hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan atau pengembangan software.

  2. Design adalah tahap penerjemah dari keperluan-keperluan yang dianalisis ke dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti oleh pemakai. Yaitu dengan cara menampilkan ke dalam Diagram Konteks, Data Flow Diagram (Diagram Aliran Data), Entity Relationship Diagram, Struktur Tabel, dan Struktur Menu.

  3. Coding adalah tahap penerjemah data/pemecahan masalah software yang telah dirancang ke dalam bahasa pemograman yang telah ditentukan.

  4. Testing adalah tahap pengujian terhadap program yang telah dibuat. Pengujian ini dimulai dengan membuat suatu uji kasus untuk setiap fungsi pada perangkat lunak, kemudian dilanjutkan dengan pengujian terhadap modul- modul dan terakhir pada tampilan antar muka untuk memastikan tidak ada kesalahan dan semua berjalan dengan baik dan input yang diberikan hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.

  5. Maintenance adalah perangkat lunak yang telah dibuat dapat mengalami perubahan sesuai permintaan pemakai. Pemeliharaan dapat dilakukan jika ada permintaan tambahan fungsi sesuai dengan keinginan pemakai ataupun adanya pertumbuhan dan perkembangan baik perangkat lunak maupun perangkat keras.

1.6 Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan secara umum adalah sebagai berikut :

  BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan secara singkat latar belakang masalah, maksud dan

  tujuan, identifikasi masalah, batasan masalah, metodologi penelitian, serta sistematika penulisan.

  BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  Bab ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu: tinjauan umum perusahaan dan landasan teori. Tinjauan umum perusahaan berisi tentang sejarah singkat instansi,

  

logo instansi, badan hukum instansi , struktur organisasi dan job description.

S edangkan landasan teori berisi teori-teori pendukung dalam membangun sistem

informasi penjualan buku online di balai bahasa bandung.

  BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Bab ini berisi analisis kebutuhan dalam membangun aplikasi ini, analisis

  sistem yang sedang berjalan pada aplikasi ini sesuai dengan metode pembangunan perangkat lunak yang digunakan. Selain itu terdapat juga perancangan antarmuka untuk aplikasi yang akan dibangun sesuai dengan hasil analisis yang telah dibuat.

  BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan tentang keseluruhan dari pembangunan aplikasi ini dan saran tentang aplikasi ini untuk masa yang akan datang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Profil Tempat Bekerja

1.1.1 Sejarah Instansi

  Pasal 36 Undang

  • – Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa bahasa resmi negara adalah bahasa Indonesia. Berlandaskan pada pasal itu, Pemerintah Indonesia berusaha melestarikan, membina, dan mengembangkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Sebagai tindak lanjut, pemerintah membentuk lembaga yang bernama Pusat Bahasa (sebelumnya sempat berganti nama). Lembaga ini berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional. Pusat Bahasa mempunyai tugas utama mengembangkan dan membina bahasa dan sastra Indonesia dan daerah. Mengingat wilayah yang harus dijangkau meliputi seluruh Indonesia. Pusat Bahasa mendirikan balai – balai bahasa di seluruh Indonesia.

  Balai Bahasa yang ada di Provinsi Jawa Barat adalah Balai Bahasa Bandung (yang nantinya akan bernama Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat).

  Pendirian Balai Bahasa Bandung diawali dengan surat permohonan Nomor : 8276/102/I/95, tanggal 17 Februari 1995 dari Kepala Kanwil Depdikbud Provinsi Jawa Barat kepada Sekretaris Jenderal Depdikbud RI yang menginginkan adanya sebuah lembaga yang khusus menangani masalah

  • – masalah kebahasaan dan kesastraan di Jawa Barat. Kemudian, pada tahun 1999 Balai Bahasa Bandung dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor : 226/0/1999 tanggal 23 September 1999, Balai Bahasa Bandung berkedudukan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional, berada di bawah Pusat Bahasa.

  Visi

  Visi Balai Bahasa Bandung adalah terwujudnya lembaga penelitian yang unggul dan pusat informasi serta pelayanan di bidang kebahasaan dan kesastraan (Indonesia dan daerah) di Jawa Barat.

  Misi

  Misi Balai Bahasa Bandung adalah 1. meningkatkan mutu bahasa dan sastra; 2. meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa dan sastra; 3. mengembangkan bahan informasi kebahasaan dan kesastraan; 4. mengembangkan tenaga kebahasaan dan kesastraan; 5. meningkatkan kerja sama.

1.1.2 Logo Instansi

  

Gambar 2 1 logo instansi

  1.1.3 Badan Hukum Instansi

  Balai Bahasa Bandung merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional, berada di bawah Pusat Bahasa.

  Berdasarkan SK MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI tanggal 23 September 1999 Nomor 226/0/1999.

  1.1.4 Struktur Organisasi dan Job Description

1.1.4.1 Struktur Organisasi

  Struktur organisasi Balai Bahasa Bandung tidaklah rumit dan kompleks hanya terdiri dari bagian yang penting saja misalnya Kepala, Sub Bagian, serta kelompok Jabatan Fungsional. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari gambar berikut.

  KEPALA SUB BAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Di Balai Bahasa Bandung

1.1.4.2 Job Description

  Berikut ini adalah job description yang terdapat pada Balai Bahasa Bandung di bagian kelompok jabatan fungsional :

  • Menyusun program rencana penelitian, pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra di daerah.
  • Mengkaji, menganalisis, menyusun bahan kebijakan teknis pembinaan bahasa dan sastra di daerah.
  • Mengkaji, menganalisis, dan meyusun konsep, pedoman, standar dan norma pembinaan bahasa dan sastra di daerah.
  • Melakukan penyusunan penelitian, pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra di daerah.
  • Melakukan inventarisasi masalah bahasa dan sastra di daerah.
  • Melakukan penelitian bahasa dan sastra di daerah.
  • Melakukan evaluasi hasil penelitian, pembinaan, dan pengembangan bahasa dan sastra di daerah.
  • Menyajikan data dan informasi jaringan kebahasan dan kesastraan di daerah.

1.2 Landasan Teori

1.2.1 PHP

  PHP singkatan dari PHP Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang menyatu dengan HTML dan berada pada server (server side HTML web yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru/up to date. Semua script PHP dieksekusi pada server dimana script tersebut dijalankan. Sebagian besar sintaksnya mirip dengan bahasa pemrograman C, Java, asp dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik dan mudah dimengerti.

1.2.1.1 Sejarah PHP

  Dilihat dari perkembangannya, bahasa pemrograman ini memiliki perkembangan yang sangat cepat dengan jumlah pemakai yang terus bertambah, yakni :

1. PHP/FI

  Ini merupakan cikal bakal PHP yang sekarang. Pertama dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada 1995, pada a walnya dia menamakan script ini “Personal Home Page Tool” yang merupakan bahasa sederhana dari bahasa pemrograman C dimana Personal Home Page Tool ini dapat berkomunikasi dengan database dan bersipat Open Source. Pada awalnya Rasmus membuat bahasa pemrograman ini bertujuan untuk menyimpan data pengunjung yang melihat biodata pada web sitenya.

  Perkembangannya, pada pertengahan tahun 1997 pemakai bahasa bahasa PHP semakin banyak, terlihat dari jumlah statistik domain yang menggunkan PHP hampir lebih dari 50.000 web site. Kemudian karena perkembangannya yang sangat pesat, Rasmus mengembangkan bahasa pemrograman ini, dan pada bulan November tahun 1997 muncul PHP/FI versi 2.0 yang merupakan cikal bakal PHP 3.

  2. PHP Versi 3

  PHP Versi 3 merupakan versi penyempurna dari bugs-bugs pada PHP/FI versi 1.0 dan PHP/FI versi 2.0. PHP Versi 3 ini dikembangkan oleh Andi Gutmans and Zeev Suraski pada tahun 1997 yang berhasil ditulis secara sempurna pada waktu itu. Fasilitas tambahan PHP Versi 3 dibandingkan versi sebelumnya, selain tambahan fungsi-fumgsi baru, juga mendukung beberapa akses ke banyak database, pengelolaan protokool, dan API. Dari versi 3 lah singkatan PHP muncul, yaitu PHP: Hypertext Preprocessor, dan pada tahun 1998 hampir 10% web site di dunia menggunakan PHP sebagai web servernya.

  3. PHP Versi 4

  Pada musim dingin di tahun 1998, menulis ulang bahasa pemrograman PHP ini untuk membuat ketangguhan bahasa pemrograman ini. Akhirnya pada pertengahan tahun 1999 diperkenalkanlah PHP versi 4.0 yang menggunakan script engine Zend untuk meningkatkan penampilan (performance) dan mempunyai dukungan yang sangat banyak terhadap ekstensi dan berbagai library beserta modul. PHP versi 4.0 ini juga mempunyai keunggulan dibandingkan versi-versi sebelumnya, diantaranya mendukung ke beberapa web server, fasilitas HTTP session, output buffer dan sistem keamanan. Pada perkembangannya, pada saat itu hampir 20% web server menggunakan bahasa pemrograman PHP sebagai interpreternya.

4. PHP Versi 5

  Pada bulan Juli tahun 2005 muncul PHP versi 5.0 yang menggunakan Zend Engine 2.0 dengan penambahan beberapa featur dan beberapa objek baru.

  Untuk informasi featur-featur baru dari PHP versi 5.0 ini, Anda bisa lihat di http://www.zend.com/zend/future.php. PHP Versi 5 ini sangat mendukung pemrograman berbasis Object Oriented Programming alias OOP dan memang di peruntukan untuk OOP.

  PHP memiliki 8 (delapan) tipe data yaitu : Integer, Double, Boolean, String, Object, Array, Null, Nill, Resource.

1.2.2 MySQL

  MySQL adalah sebua (database management system) atau DBMS yangmembuat MySQL tersedia sebagai (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.

  Tidak sama dengan proyek-proyek seperti untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersialdimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang

  

1.2.2.1 Sistem manajemen basis data relasional

  MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (General Public License). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.

  Kehandalan suatu sistem basisdata dapat diketahui dari cara kerja pengoptimasi-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL yang dibuat oleh pengguna maupun program-program aplikasi yang memanfaatkannya. Sebagai peladen basis data, MySQL mendukung operasi basisdata transaksional maupun operasi basisdata non-transaksional. Pada modus operasi non- transaksional, MySQL dapat dikatakan unggul dalam hal unjuk kerja dibandingkan perangkat lunak peladen basisdata kompetitor lainnya. Namun demikian pada modus non-transaksional tidak ada jaminan atas reliabilitas terhadap data yang tersimpan, karenanya modus non-transaksional hanya cocok untuk jenis aplikasi yang tidak membutuhkan reliabilitas data seperti aplikasi blogging berbasis web CMS, dan sejenisnya. Untuk kebutuhan sistem yang ditujukan untuk bisnis sangat disarankan untuk menggunakan modus basisdata transaksional, hanya saja sebagai konsekuensinya unjuk kerja MySQL pada modus transaksional tidak secepat unjuk kerja pada modus non- transaksional.

1.2.2.2 Keistimewaan MySQL

  MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :

  1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.

  2. Perangkat lunak sumber terbuka. MySQL didistribusikan sebagai sehingga dapat digunakan secara gratis.

  3. Multi-user. MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.

  4. 'Performance tuning', MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.

  5. Ragam tipe data. MySQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.

  6. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).

  7. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.

  8. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.

  9. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol

  10. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.

  11. Antar Muka. MySQL memiliki antar muka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi (Application Programming Interface).

  12. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan ang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.

  13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam

  1.2.2.3 Bahasa pemrograman

  Terdapat beberapa (Application Programming Interface) tersedia yang memungkinkan aplikasi-aplikasi komputer yang ditulis dalam berbagai yang memungkinkan setiap bahasa pemrograman yang mendukung

  1.2.2.4 Penggunaan

  MySQL sangat populer dalamdan berfungsi sebagai komponen basis data dalam sehingga seringkali disebut sebagai Dynamic Duo.

BAB III PEMBAHASAN

  3.1 Jadwal Kerja Praktek

  Pelaksanaan kerja praktek dilaksanakan di Balai Bahasa Bandung yang beralamat di Jalan Sumbawa No.11 Bandung. Adapun pelaksanaan kerja praktek dimulai pada tanggal 1 Juli 2010 sampai dengan tanggal 31 Juli 2010.

  3.2 Cara/Teknik Kerja Praktek

  Dalam pelaksanaan kerja praktek ini dibagi kedalam beberapa tahapan kegiatan, yang antara lain :

  1. Pembuatan surat permohonan kerja praktek ditujukan untuk Balai Bahasa Bandung

  2. Pengajuan permohonan Kerja Praktek ke Balai Bahasa Bandung yang beralamat di Jalan Sumbawa No. 11 Bandung

  3. Balai Bahasa Bandung memberikan surat balasan permohonan kerja praktek.

  4. Pelaksanaan kerja praktek Dalam pelaksanaan kerja praktek ini dibagi kedalam beberapa tahapan kegiatan untuk mengetahui permasalahan yang ada di dalam pelaksanaan kegiatan harian di Balai Bahasa Bandung yang layak untuk diangkat menjadi topik dalam kegiatan kerja praktek ini. Adapun tahapan yang dilakukan antara lain, yaitu : a. Pengumpulan data yang dibagi ke dalam 2 tahapan, yaitu :

  1. Wawancara Pengumpulan data dengan cara berkomunikasi secara langsung dengan staf Balai Bahasa Bandung.

  2. Studi Kepustakaan Mengumpulkan data melalui buku

  • – buku, catatan kuliah serta bacaan lainnya yang berkaitan dengan permasalahan.

  b. Tahap analisis sistem Setelah mendapatkan data yang cukup, langkah selanjutnya adalah kegiatan analisis, kegiatan analisis terdiri dari: analisis perangkat keras, analisis perangkat lunak pembangun sistem, analisis user dan analisis sistem yang sedang berjalan.

  c. Perancangan sistem dan perangkat lunak Setelah menganalisis sistem, selanjutnya adalah merancang sistem informasi penjualan buku online dan menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan. Perancangan perangkat lunak melibatkan identifikasi dan deskripsi abstraksi sistem perangkat lunak yang mendasar. d. Implementasi dan Pengujian Unit Setelah membuat perancangan sistem dan perangkat lunak, langkah selanjutnya adalah perancangan perangkat lunak yang sudah dirancang direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program dan pengujian unit melibatkan verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasi sistem informasi penjualan buku online.

3.3 Data Hasil Kerja Praktek

  3.3.1 Analisis Masalah

  Berdasarkan hasil penelitian di Balai Bahasa Bandung terdapat masalah yang mengahambat kerjanya instansi ini dalam mengembangkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah salah satunya adalah belum adanya penjualan buku yang dilakukan secara online. Dengan cara menjual buku seperti ini akan mempermudah instansi untuk mengembangkan bahasa, selain itu juga dapat mempermudah orang banyak untuk mendapatkan buku.

  3.3.2 Analisis Sistem

3.3.2.1 Analisis Prosedur yang Sedang Berjalan

  Analisis prosedur atau proses sistem memberikan gambaran tentang sistem yang saat ini sedang berjalan. Analisis sistem bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut, sehingga kelebihan dan kekurangan sistem dapat diketahui. Adapun prosedur sistem yang masih berjalan di Balai Bahasa Bandung adalah sebagai berikut :

1. Petugas bagian buku memberikan data – data buku baru kepada admin.

  2. Admin mengecek apakah data tersebut sudah ada dalam sistem atau belum. Jika data tersebut sudah ada, maka proses penambahan data dibatalkan.

  3. Jika semua data telah selesai di periksa dan tidak ada kesalahan, maka kemudian data tersebut akan disimpan kedalam database.

  3.3.2.2 Flow Map Sistem yang Sedang Berjalan Data Buku

Data buku baru Data buku baru

Petugas Admin

  Cek data buku Ya buku tersebut sudah ada ? Apakah data Tidak Menyimpan database buku ke file data File data buku

Gambar 3.1 Flowmap Sistem yang berjalan

  3.3.2.3 Analisis Kebutuhan Non Fungsional

  Analisis kebutuhan non fungsional dilakukan untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan non fungsional. Spesifikasi kebutuhan non fungsional adalah spesifikasi yang rinci tentang hal-hal yang akan dilakukan sistem ketika diimplementasikan. Analisis ini diperlukan untuk menentukan keluaran yang akan dihasilkan sistem, masukan yang diperlukan sistem, lingkup proses yang digunakan untuk mengolah masukan menjadi keluaran, volume data yang akan ditangani sistem, jumlah pemakai serta kontrol terhadap sistem.

  3.3.2.4 Analisis Perangkat Keras

  Adapun spesifikasi perangkat keras yang diperlukan untuk menjalankan sistem aplikasi yang dibangun adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1 Perangkat Keras

  

Kebutuhan Minimal Tempat Kerja Praktek Keterangan

Processor Intel Pentium IV 1.80 Processor Intel Pentium IV 2.0 Memenuhi Ghz Ghz Memory RAM DDR 256 MB Memory RAM DDR 512 MB Memenuhi Harddisk 40 GB Harddisk 80 GB Memenuhi

  VGA onboard atau VGA Card

  VGA onboard atau VGA Card Memenuhi 128 MB 128 MB Keyboard dan Mouse Keyboard dan Mouse Memenuhi

  3.3.2.5 Analisis Perangkat Lunak

  Analisis perangkat lunak pembangun sistem pada penjualan buku online ini adalah Windows XP sebagai sistem operasinya, Adobe Dreamweaver CS3, MySQL sebagai database, PHP, HTML, CSS dan AJAX sebagai bahasa pemrogramannya.

  Perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem ini adalah Windows XP sebagai sistem operasinya, WAMP server untuk localhost, Mozilla Firefox untuk menjalankan sistem aplikasi ini.

  Analisis Pengguna / User User Profile

  Penjualan buku online ini akan digunakan oleh dua level pengguna yaitu admin dan user. Admin dapat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan data master. User dapat melakukan kegiatan pembelian buku itu sendiri secara online.

Tabel 3.2 User Profile

  

Pengguna Hak Tingkat Tingkat Jenis

Pendidikan Keterampilan Akses

  Pelatihan Admin Login Admin Minimal Berpengalaman Tidak

  SMA menggunakan diperlukan sistem pelatihan operasi Windows khusus

  XP, tidak asing dengan internet

  browsing User Melakukan Minimal Berpengalaman Tidak

  Transaksi SMA menggunakan diperlukan sistem pelatihan operasi Windows khusus

  XP, tidak asing dengan internet

  browsing

  Human Information Processing System

  1. Perceptual System (Read - Scan)

  Tampilan yang sederhana memudahkan user untuk memahami task

system, sehingga user yang awam pun mudah mengerti aplikasi ini.

  2. Cognitive System (Think)

  Tampilan dibuat berpola agar mudah dimengerti user, sehingga user yang memiliki STM (Short Term Memory) dan LTM (Long Term Memory) yang kurang pun dapat dengan mudah berinteraksi dengan aplikasi ini.

  3. Motor System (Response)

  Aplikasi penjualan buku online ini berbahasa Indonesia sehingga memudahkan user memahami setiap task yang ada pada aplikasi.

  User Psychology Characteristic

  Menurut karakteristik psikologi user, dapat diuraikan profile user yang menjadi target user sistem ini adalah sebagai berikut :

  1. Attitude User lebih cenderung cepat bosan,sehingga tampilan yang digunakan lebih

  menarik dan sederhana.

  2. Motivation User interface cocok dengan user yang memiliki low motivation, karena interface ini menyediakan control dan power penuh pada user, serta mudah di mengerti.

  Berdasarkan uraian tersebut, dampak terhadap impelementasi desain antarmuka adalah menghadirkan desain yang sederhana, mudah untuk diingat dan sesuai dengan kegiatan proses kerja user.

  User Knowledge and Experience

Tabel 3.3 User Knowledge and Experience Education Level Tingkat pendidikan minimal SMA.

  Reading Level Dapat membaca dengan baik dan benar.

Typing Skiils User tidak harus memiliki kemampuan mengetik yang

baik, karena tidak diperlukan pengetikan dalam aplikasi ini.

  

Computer Literacy User dapat mengoperasikan fungsi komputer dasar, dalam

hal ini tingkat computer literacy menengah ke bawah.

  

Task Experience User familiar dengan penggunaan sistem operasi Windows

dan internet browsing.

  

System Experience User pernah menggunakan komputer untuk melakukan

fungsi-fungsi dasar, seperti browsing dsb.

  

Application Experience User sudah cukup fasih dalam penggunaan aplikasi

pengelolaan data sebelumnya.

  Native Language Fasih berbahasa Indonesia.

Use of other system Sudah mengerti sistem yang mendukung aplikasi ini,

dalam hal ini web browser yang digunakan untuk membuka aplikasi penjualan buku online.

  User Job and Task

Tabel 3.4 User Job and Task Frequency of Use Sedang, karena sistem ini digunakan ketika ada

  perubahan pada data.

  

Primary Training Informal, user tidak perlu melakukan pelatihan

apapun sebelum menggunakan aplikasi ini.

  

System Use Discretionary, user pernah menggunakan sistem,

namun tidak sering.

  

Task Importance Tinggi, karena aplikasi ini digunakan sebagai

  indikator kemajuan Balai Bahasa Bandung dalam segi mengembangkan bahasa.

  

Task Structure Rendah, user tidak sulit dalam mengikuti struktur

tugas.

  

Job Categories Excecutive, karena user bertindak sebagai pengambil

keputusan.

  Turn Over Rate Sedang, karena user tidak sering berganti-ganti task.

Other Tools User tidak perlu menggunakan tool lain dalam

menggunakan aplikasi ini.

  User Physical Characteristic

1. Color blind

  Interface penjualan buku online ini menggunakan kombinasi warna

  sehingga user yang buta warna tidat dapat menggunakan interface ini secara maksimal.

  2. Handedness User dapat menggunakan tangan kanan, tangan kiri, atau kedua tangannya.

  3. Gender Interface ini bisa digunakan oleh pria maupun wanita.

  User Physical Environment

  1. Noise level Beberapa task memiliki informasi dalam penggunaannya.

  2. Privacy

  Data-data yang ditampilkan bersifat sensitif, tingkat keamanan pada aplikasi sangat tinggi.

  3. Lighting

  Kondisi lighting user harus senyaman mungkin, agar user dapat menggunakan aplikasi secara maksimal.

4. Workspace dimension & layout

  Ukuran dan tata letak aplikasi dibuat senyaman mungkin, agar user yang memiliki dimensi dan resolusi layar monitor yang berbeda-beda dapat menggunakannya.

3.3.2.6 Analisis Basis Data

  Usulan untuk diagram E-R yaitu terdapat kunci yang unik (primary key) pada setiap entitas (tabel induk) yang dapat membedakan dengan atribut lainnya sehingga tabel tersebut dapat dijadikan referensi untuk tabel yang lainnya. Usulan untuk tabel yang akan dibuat untuk membantu dalam pengolahan data penjualan buku online yaitu tabel buku, tabel kategori, tabel keranjang, tabel pelanggan, tabel admin.

  Dari usulan diatas maka dapat dibuat diagram E-R untuk sistem baru yang terdri dari beberapa tabel yang dibutuhkan untuk menyimpan data. Untuk melihat keterhubungan antar tabel yang ada maka akan digambarkan sebagai berkut:

  Kode* idjenis nama penulis penerbit buku pelanggan email firstname lastname kota prov kpos Order_total alamat deskripsi gambar harga stok membeli N N kategori Idjenis* Jenis_buku 1 memiliki N admin fullname No_id* alamat telp email uname ttl pass N 1 entry data buku keranjang kode* nama jumlah harga total mendapatkan 1 N

Gambar 3.2 ERD Sistem

3.3.3 Perancangan Basis Data

3.3.3.1 Skema Relasi

  Dari diagram E-R di atas maka dapat digambarkan hubungan antar tabel yang ada seperti di bawah ini: tbuku kode* idjenis nama penulis penerbit gambar harga deskripsi stok tkategori idjenis* jenis_buku tadmin no_id* uname pass fullname alamat email telp ttl tpelanggan idpelanggan* email firstname lastname alamat kota prov kpos order_total tkeranjang kode* nama jumlah harga total

1 N

  N

  1 N

  1

  1 N membeli kode** idpelanggan** kode**

  1 N

Gambar 3.3 Skema Basis Data Relasional

  a) Tabel admin, yaitu tabel yang menyimpan data admin

Tabel 3.5 Tabel Admin

  

Field Name Data Type Size Description

  no_id Integer

  11 Primary Key uname Varchar 50 pass Text fullname Varchar

  50 alamat Text email Varchar

  25 telp Varchar 20 ttl Date b) Tabel buku, yaitu tabel yang menyimpan data buku

Tabel 3.6 Tabel Buku

  

Field Name Data Type Size Description

  kode Varchar

  8 Primary Key idjenis Integer 11 nama Varchar 100

  penulis Varchar 100 penerbit Varchar 100 gambar Text harga Bigint

  10 deskripsi Text stok Integer

  10

  c) Tabel kategori, yaitu tabel yang menyimpan data jenis buku

Tabel 3.7 Tabel Kategori

  

Field Name Data Type Size Description

  id_jenis Integer

  11 Primary Key Jenis_buku Varchar 100

  d) Tabel keranjang, yaitu tabel yang menyimpan data keranjang

Tabel 3.8 Tabel Keranjang

  Field Name Data Type Size Description

  kode Varchar

  8 Primary Key nama Varchar 100 jumlah Integer

  3 harga Bigint 10 total Bigint

  10

  e) Tabel pelanggan, yaitu tabel yang menyimpan data pelanggan

Tabel 3.9 Tabel Pelanggan

  

Field Name Data Type Size Description

  email Varchar

  20 firstname Varchar 20 lastname Varchar

  20

  alamat Text kota

  25 Varchar prov

  25 Varchar kpos Integer 7 order_total Bigint

  20

3.3.4 Analisis Kebutuhan Fungsional

  Analisis kebutuhan fungsional akan dimulai setelah tahap analisis terhadap sistem selesai dilakukan, analisis kebutuhan fungsional dapat didefinsikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Tahapan ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan dari rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem. Alat bantu yang digunakan untuk menggambarkan sistem secara umum yang akan dibangun yaitu diagram konteks dan data flow diagram. Untuk menjelaskan bagaimana suatu masukan diproses pada sistem maka digunakan spesifikasi proses dan kamus data untuk mengetahui aliran data yang mengalir pada sistem.

3.3.4.1 Diagram Konteks

  Diagram konteks merupakan pola penggambaran yang berfungsi untuk memperlihatkan interaksi tersebut dengan lingkungan dimana sistem tersebut ditempatkan. Dalam diagram konteks, sistem dianggap sebuah objek yang tidak dijelaskan secara rinci karena yang ditekankan adalah interaksi sistem dengan lingkungan yang akan mengaksesnya. Berikut merupakan diagram konteks pada sistem informasi penjualan buku online di Balai Bahasa Bandung.

  Admin User Sistem Informasi Penjualan Buku Online Info Login Valid / Invalid Data Buku & Pelanggan Laporan Stok Buku Login Valid / Invalid Data Buku & Admin Katalog Buku List Transaksi Pembelian Transaksi Pembelian Data Pemesanan

Gambar 3.4 Diagram Konteks Sistem

  Data Flow Diagram Data flow diagram digunakan untuk menggambarkan sistem secara lebih

  detail yang ada pada diagram konteks menjadi beberapa proses yang terjadi antara entitas yang terlibat dalam penjualan buku ini.

  Data Flow Diagram Level 1 Respon Data Login Valid / Invalid Data Login Request Data Admin Respon Data Admin Request Data Pelanggan Respon Data Pelanggan Login Valid Request Data Pelanggan Respon Data Pelanggan

  Request Data Buku Login Valid Respon Data Buku Respon Data Stok Request Data Stok Request Data Buku Respon Data Buku Login Valid Request Data Buku Respon Data Buku Respon Data Admin Request Data Admin Respon Data Admin Request Data Admin Respon Data Buku Request Data Buku Request Data Buku Respon Data Buku Respon Data Buku Request Data Buku Request Pencarian Buku Respon Pencarian Buku Request Pembelian Buku Respon Pembelian Buku Respon Data Buku Request Data Buku Request Data Pelangan Respon Data Pelanggan Login Valid Respon Kategori Request Kategori Request Keranjang Respon Keranjang 1 Login Admin admin Pelanggan 2 Data pelanggan 3 Stok Data Buku 4 Data Buku Admin 5 Data User 6 Katalog 7 Pencarian 8 Keranjang Kategori Keranjang

Gambar 3.5 DFD Level 1 Sistem

  Data Flow Diagram Level 2 Proses 4.0 Data Buku

  4.3 Hapus Data Request Hapus Data Buku Buku Respon Hapus Data Buku

  Request Ubah Data Buku Admin Respon Ubah Data Buku

  Request Data Buku Request Tambah Data Buku Respon Data Buku

4.2 Ubah Data

  Respon Tambah Data Buku Buku Request Data Buku

  4.1 Tambah Data Buku Respon Data Buku Data Buku

  Respon Data Buku Request Data Buku Request Kategori Respon Kategori

  Kategori

Gambar 3.6 DFD Level 2 Proses 4.0 Data Buku

  Data Flow Diagram Level 2 Proses 5.0 Data Admin Request Tambah Data Admin Respon Data Admin

  Request Ubah Data Admin Respon Ubah Data Admin Request Hapus Data Admin Respon Hapus Data Admin

  Request Data Admin Respon Data Admin Request Data Admin Respon Data Admin

  Request Data Admin

Respon Data Admin

Admin admin

  5.1 Tambah Data Admin

  5.2 Ubah Data Admin

  

5.3

Hapus Data

Admin

Gambar 3.7 DFD Level 2 Proses 5.0 Data Admin

  Data Flow Diagram Level 2 Proses 8.0 Keranjang Request Tambah Buku Respon Tambah Buku Request Transaksi Pelanggan Respon Transaksi Pelanggan Request Data Pelanggan Respon Data Pelanggan Respon Data Buku Request Data Buku

Respon Keranjang

Request Keranjang User Data Buku pelanggan 8.1 Tambah Buku 8.2 Transaksi Pelanggan Keranjang

3.3.5 Spesifikasi Proses

  Spesifikasi proses digunakan untuk menggambarkan proses model aliran yang terdapat pada DFD. Spesifikasi dari gambar DFD di atas akan dijelaskan pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.10 Spesifikasi proses

  No. Proses Keterangan 1.

  No. Proses

  1.0 Nama Proses Login Source Admin Input Login admin valid, id admin, password admin Output Menu data admin, menu data pelanggan, menu data stok, menu buku Destination Admin Logika Proses Setelah login admin valid, sistem akan menampilkan keseluruhan menu admin

  2. No. Proses

  2.0 Nama Proses Data Pelanggan Source Admin Input Login admin valid, id admin, password admin Output Menu lihat data pelanggan Destination Admin Logika Proses Setelah login admin valid sebagai admin memilih menu data pelanggan, sistem akan menampilkan isi dari menu tersebut

  No. Proses

  3.0 Nama Proses Stok Source Admin Input Login admin valid, id admin, password admin

  3. Output Menu lihat stok Destination Admin Logika Proses Setelah login admin valid sebagai admin memilih menu stok, sistem akan menampilkan isi dari menu tersebut

  No. Proses

  4.0 Nama Proses Data Buku Source Admin Input Login admin valid, id admin, password admin Output Menu tambah data buku, menu ubah data buku, 4. menu hapus data buku

  Destination Admin Logika Proses Setelah login admin valid sebagai admin memilih menu data buku, sistem akan menampilkan isi dari menu tersebut

5. No. Proses

  5.0 Nama Proses Data Admin Source Admin Input Login admin valid, id admin, password admin Output Menu tambah data admin, menu ubah data admin, menu hapus data admin Destination Admin Logika Proses Setelah login admin valid sebagai admin memilih menu data admin, sistem akan menampilkan isi dari menu tersebut 6. No. Proses

  6.0 Nama Proses Katalog Source User Input Output Menu lihat deskripsi buku Destination User Logika Proses User memilih menu katalog, sistem akan menampilkan isi dari menu tersebut

  7.0 Nama Proses Pencarian Source User Input Output Mendapatkan buku yang dicari

7. No. Proses

  Destination User Logika Proses User memilih menu pencarian, sistem akan menampilkan isi dari menu tersebut

  8. No. Proses

  8.0 Nama Proses Keranjang Source User Input Output List pembelian dan total harga yang harus di bayar Destination User Logika Proses User memilih menu keranjang, sistem akan menampilkan isi dari menu tersebut

  9. No. Proses

  4.1 Nama Proses Tambah Data Buku Source Admin Input Login admin valid, id admin, password admin Output Info data admin Destination Admin Logika Proses Setelah login admin valid, admin memilih menu tambah data buku, mengisi form isian.

  4.2 Nama Proses Ubah Data Buku Source Admin

10. No. Proses

  Input Login admin valid, id admin, password admin Output Info data admin Destination Admin Logika Proses Setelah login admin valid, admin memilih menu ubah data buku, mengisi form isian.

  11. No. Proses

  4.3 Nama Proses Hapus Data Buku Source Admin Input Login admin valid, id admin, password admin Output Info data admin Destination Admin Logika Proses Setelah login admin valid dan data buku sudah di

  entry, selanjutnya memilih menu hapus data buku

  yang ada pada menu data buku dan sistem akan menampilkan info data buku.

  12. No. Proses

  5.1 Nama Proses Tambah Data Admin Source Admin Input Login admin valid, id admin, password admin Output Info data admin Destination Admin Logika Proses Setelah login admin valid, admin memilih menu tambah data admin, mengisi form isian. No. Proses

  5.2 Nama Proses Ubah Data Admin Source Admin Input Login admin valid, id admin, password admin 13. Output Info data admin Destination Admin Logika Proses Setelah login admin valid, admin memilih menu ubah data admin, mengisi form isian.

  No. Proses

  5.3 Nama Proses Hapus Data Admin Source Admin Input Login admin valid, id admin, password admin Output Info data admin 14. Destination Admin Logika Proses Setelah login admin valid dan data admin sudah di

  entry, selanjutnya memilih menu hapus data admin

  yang ada pada menu data admin dan sistem akan menampilkan info data admin.

  No. Proses

  8.1 Nama Proses Tambah Buku 15.

  Source User

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2991 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 763 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 657 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 428 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 585 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 979 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 895 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 546 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 801 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 969 23