PERBEDAAN TINGKAT STRES ANTARA MAHASISWA TINGKAT AWAL DAN TINGKAT AKHIR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG

ABSTRACT

DIFFERENCES IN STRESS LEVEL BETWEEN FIRST YEAR AND LAST
YEAR MEDICAL STUDENTS IN MEDICAL FACULTY OF
LAMPUNG UNIVERSITY

By

GITA AUGESTI

Stress can not be separated from each aspect of life. Stress can be
experienced by anyone and have negative implications if it accumulates in the
lives of individuals without proper solution. Students in their activities can not be
separated from the stress. The prevalence of stress in medical students is still quite
high. Stressors in students can be sourced from academic life, especially from the
external demands and the demands of their own hope. This study was conducted
to determine the differences in stress level between first and last year medical
students of Lampung University.
This study was a comparative analytical study with cross sectional
approach. The subjects were 142 first year students and 100 last year students in
the Faculty of Medicine of University of Lampung. The stress level of students
was identified through HASS / Col questionnaires. The data were than analyzed
by univariate and bivariate by using chi-square test.
There was a significant difference in stress level between first and last
year medical students in medical faculty of Lampung University with p value =
0.016 (< 0.05 ). The stress level of first year students was higher than the last year
students. The sources of stress in each level of students need to be explored.
Keywords: stress level, medical students, stress, stressor.

ABSTRAK

PERBEDAAN TINGKAT STRES ANTARA MAHASISWA TINGKAT
AWAL DAN TINGKAT AKHIR FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMPUNG

Oleh

GITA AUGESTI

Stres tidak dapat dipisahkan dari setiap aspek kehidupan. Stres dapat
dialami oleh siapa saja dan memiliki implikasi negatif jika berakumulasi dalam
kehidupan individu tanpa solusi yang tepat. Mahasiswa dalam kegiatannya juga
tidak terlepas dari stres. Prevalensi stres pada mahasiswa kedokteran masih cukup
tinggi. Stresor atau penyebab stres pada mahasiswa dapat bersumber dari
kehidupan akademiknya, terutama dari tuntutan eksternal dan tuntutan dari
harapannya sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan
tingkat stres antara mahasiswa tingkat awal dan tingkat akhir di Fakultas
Kedokteran Universitas Lampung.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan
pendekatan secara cross sectional pada 142 mahasiswa tingkat awal dan 100
mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Tingkat
stres mahasiswa diketahui melalui kuesioner HASS/Col. Data dianalisis secara
univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.
Terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat stres antara mahasiswa
tingkat awal dan tingkat akhir fakultas kedokteran Universitas Lampung dengan
nilai p=0,016 (26)
c. Hassles Assessment Scale for Student in College (HASS/Col)
Hassles Assessment Scale for Student in College (HASS/Col)
terdiri dari 54 pertanyaan yang merupakan suatu skala yang
terdiri dari kejadian umum yang tidak menyenangkan bagi para
mahasiswa. Setiap kejadian tersebut diukur berdasarkan frekuensi
terjadinya dalam satu bulan, dalam bentuk skala sebagai berikut:

21

1) Tidak pernah diberi skor 0
2) Sangat jarang diberi skor 1
3) Beberapa kali diberi skor 2
4) Sering diberi skor 3
5) Sangat sering diberi skor 4
6) Hampir setiap saat diberi skor 5
Semua penilaian diakumulasikan, kemudian disesuaikan dengan tingkatan
stres. Skor kurang dari 75 menunjukkan seseorang mengalami stres
ringan, skor 75-135 menunjukkan seseorang mengalami stres sedang,
skor lebih dari 135 menunjukkan seseorang mengalami stres berat
(Silalahi, 2010).
2.2.

Stres pada mahasiswa fakultas kedokteran
2.2.1 Prevalensi stres pada mahasiswa fakultas kedokteran
Penelitian mengenai tingkat stres pada mahasiswa kedokteran telah
dilakukan di berbagai universitas di dunia. Menurut hasil penelitian
Stephani (2006) didapatkan prevalensi terjadinya stres pada
mahasiswa kedokteran Universitas California di Amerika sebesar
51%. Sementara itu, penelitian sejenis ini juga pernah dilakukan di
Asia. Seperti yang sudah dijelaskan pada latar belakang
sebelumnya, berdasarkan penelitian Sherina (2004) prevalensi stres
mahasiswa fakultas kedokteran sebesar 41,9%.

22

Penelitian tentang hal serupa juga sudah pernah dilakukan di
Lampung, yaitu oleh Maulana (2013) tentang perbandingan stres
antara mahasiswa tingkat pertama dan tingkat kedua mahasiswa
fakultas

kedokteran

dengan

sampel

masing-masing

92

mahasiswa untuk tingkat pertama dan 92 mahasiswa untuk
tingkat kedua. Hasilnya pada mahasiswa tingkat pertama
didapatkan 4,3% mahasiswa mengalami stres ringan, 71,7%
mahasiswa mengalami stres sedang dan 23,9% mahasiswa
mengalami

stres

berat.

Pada

mahasiswa

tingkat

kedua

didapatkan 10,9% mahasiswa mengalami stres ringan, 77,2%
mahasiswa mengalami stres sedang dan 12% mahasiswa
mengalami stres berat.

Berdasarkan hasil tersebut dapat

disimpulkan bahwa stres pada mahasiswa kedokteran masih
cukup tinggi, terutama pada mahasiswa tingkat pertama.

Keluhan yang biasanya dirasakan pada mahasiswa adalah tidak
adanya alasan untuk merasa senang, tidak bisa tidur ketika sedang
merasa cemas, merasa sedih dan depresi, tidak bisa konsentrasi,
merasa tidak nyaman dalam melakukan kegiatan sehari-hari,
hilangnya rasa percaya diri, merasa tidak mampu dalam
menghadapi masalah, tidak mampu membuat keputusan dan
merasa diri sendiri tidak berguna. Pada penelitian tersebut, keluhan
yang banyak dialami mahasiswa kedokteran adalah tidak bisa tidur
ketika sedang merasa cemas. Alasan tingginya prevalensi gejala

23

pada mahasiswa kedokteran tersebut bisa karena kekhawatiran
mahasiswa terhadap gejala-gejala stres dan pada akhirnya akan
menjadi sugesti dalam dirinya (Sherina, 2004).

2.2.2 Etiologi stres pada mahasiswa fakultas kedokteran

Mahasiswa dalam kegiatannya juga tidak terlepas dari stres.
Stresor atau penyebab stres pada mahasiswa dapat bersumber dari
kehidupan akademiknya, terutama dari tuntutan eksternal dan
tuntutan dari harapannya sendiri. Tuntutan eksternal dapat
bersumber dari tugas-tugas kuliah, beban pelajaran, tuntutan orang
tua untuk berhasil di kuliahnya dan penyesuaian sosial di
lingkungan kampusnya. Tuntutan ini juga termasuk kompetensi
perkuliahan dan meningkatnya kompleksitas materi perkuliahan
yang semakin lama semakin sulit. Tuntutan dari harapan
mahasiswa dapat bersumber dari kemampuan mahasiswa dalam
mengikuti pelajaran (Heiman, 2005). Stres pada mahasiswa dapat
disebabkan oleh berbagai faktor yaitu tuntutan institusi, masalah
keuangan, tuntutan sosial, tuntutan yang berasal dari diri sendiri,
tuntutan keluarga, manajemen waktu, konflik budaya, masalah
agama dan tuntutan fakultas (Carolin, 2010).

Berbagai
mahasiswa

penyesuaian

yang

harus

dihadapi oleh

para

dapat berhubungan juga dengan faktor personal

seperti jauhnya para mahasiswa dari orang tua dan sanak saudara,

24

pengelolaan keuangan, masalah interaksi dengan teman dan
lingkungan baru serta masalah-masalah personal lainnya. Faktor
akademik di sisi lain juga menyumbangkan potensi stres misalnya
tentang perubahan gaya belajar dari sekolah menengah ke
pendidikan tinggi, tugas-tugas perkuliahan, target pencapaian nilai
dan masalah-masalah akademik lainnya (Santrock, 2003).

Masalah yang dihadapi oleh mahasiswa antara lain :
1. Bersumber pada kepribadian
Aspek motivasi penting agar gairah untuk belajar dan
menekuni ilmu bisa berlangsung lancar. Kegairahan yang
ditandai oleh disiplin diri yang kuat dan ditampilkan dalam
ketekunan belajar dan menyelesaikan tugas-tugas.
2. Prestasi akademik
Kegagalan dalam prestasi akademik bisa disebabkan karena
kemampuan dasarnya tidak menyokong atau bakatnya kurang
menunjang. Kegagalan juga bisa disebabkan mahasiswa
yang kurang bisa mempergunakan cara belajar yang tepat atau
kurangnya fasilitas.
3. Kondisi yang kurang menunjang
Keadaan lingkungan perumahan yang tidak mendukung
mahasiswa belajar dengan baik, misalnya penerangan, ventilasi,
meja belajar, bising. Demikian pula keadaan psikologis di
rumah, baik dalam hubungan dengan orang tua maupun dengan

25

saudara-saudara. Bahkan juga lingkungan sosial dengan
tuntutan yang memaksa untuk menyesuaikan diri. Universitas
dengan ketersediaan fasilitas yang terbatas

bisa

menjadi

sumber yang menghambat kelancaran belajar mahasiswa
(Gunarsa, 2000).

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan pendekatan
secara cross sectional (studi potong lintang) yaitu penelitian yang dilakukan
secara bersama-sama atau sekaligus dalam satu waktu (Dahlan, 2013).

3.2 Tempat dan Waktu

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung pada
bulan November - Desember 2014.\

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi
Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat awal
(angkatan 2014) yang berjumlah 233 orang dan seluruh mahasiswa
tingkat akhir (angkatan 2011) yang berjumlah 139 orang di Fakultas
Kedokteran Universitas Lampung sehingga total populasi terdiri dari
372 orang.

27

3.3.2

Sampel
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara probability sampling jenis
simple random sampling yaitu menentukan kriteria dan jumlah subyek
sebelumnya, kemudian tiap subyek dipilih secara acak (Dahlan, 2013).
Responden atau subyek ditentukan dalam kriteria inklusi, yaitu :
Kriteria inklusi :
a. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung angkatan 2014
dan mahasiswa angkatan 2011.

Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah:
a. Tidak bersedia menjadi subjek penelitian dan tidak menandatangani
lembar informed consent.
b. Sedang atau pernah mengalami penyakit kronis (sakit lebih dari 3
minggu) dalam satu bulan terakhir.
c. Mahasiswa fakultas kedokteran yang ikut mengulang blok pada tahun
perkuliahan pertama dan keempat.
d. Kehilangan keluarga dekat (orangtua bercerai/meninggal, kakak/adik
meninggal) dalam satu bulan terakhir
e. Mengalami gangguan kejiwaan.

28

Penentuan besar sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan rumus
yang dikutip dari Sugiyono (2013) :

λ2.N.P.Q
S = --------------------d2 (N-1) + λ2 .P.Q

Keterangan:
Dengan dk=1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, 10%.
P = Q = 0,5
D = 0,05
S = jumlah sampel

Jumlah sampel dari populasi tertentu dengan taraf kesalahan 1%, 5%, dan
10% sudah terdapat dalam tabel yang dikutip dari Sugiyono (2013).
Mahasiswa angkatan 2014 berjumlah 233 mahasiswa, maka sampel yang
diambil berdasarkan tabel yang sudah ada adalah 142 orang karena taraf
kesalahan yang dipakai peneliti sebesar 5%. Mahasiswa angkatan 2011
berjumlah 139 orang, maka sampel yang diambil berdasarkan tabel yang
sudah ditentukan adalah 100 orang karena taraf kesalahan yang dipakai
peneliti sebesar 5%.
Besar sampel yang ditentukan berdasarkan ketentuan di atas adalah untuk
tingkat awal (angkatan 2014) berjumlah 142 orang dan untuk tingkat akhir
(angkatan 2011) berjumlah 100 orang.

29

3.4

Metode Pengambilan Data
Pada penelitian ini, akan dilakukan pengambilan data primer dengan
memberikan kuesioner yang telah disediakan kepada responden, yaitu
mahasiswa angkatan 2014 sebanyak 142 dan mahasiswa angkatan 2011
sebanyak 100 mahasiswa. Sebelum menyerahkan kuesioner, peneliti akan
menjelaskan tentang penelitian yang akan dilakukan dan kuesioner yang
akan dibagikan dengan sejelas-jelasnya kepada responden sampai benarbenar dimengerti dan peneliti juga akan menjelaskan menfaat dari
penelitian ini terhadap peneliti dan responden. Setelah itu responden
mengisi informed consent yang menunjukkan bahwa responden bersedia
mengisi kuesioner dengan sebaik-baiknya. Responden akan dikumpulkan
di dalam satu ruangan pada saat mengisi kuesioner sehingga didapatkan
respon rate yang tinggi. Data sekunder didapatkan dari bagian
kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung berupa jumlah
mahasiswa untuk perkiraan besarnya populasi dan sampel.

3.4

Instrumen Penelitian.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner
Hassles Assessment Scale for Student in College (HASS/Col) yang sudah
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia (Silalahi, 2010). Hassles
Assessment Scale for Student in College (HASS/Col) terdiri dari 54
pertanyaan yang merupakan suatu skala yang terdiri dari kejadian umum
yang tidak menyenangkan bagi para mahasiswa. Soal dalam kuesioner ini
menanyakan tentang seberapa kejadian umum yang tidak menyenangkan

30

bagi mahasiswa menyebabkan masalah dalam satu bulan terakhir ini.
Responden akan diminta untuk mengindikasikan seberapa sering
kejadian-kejadian tersebut menyebabkan masalah dengan membulatkan
jawaban atas pertanyaan. Semua penilaian diakumulasikan, kemudian
disesuaikan dengan tingkatan stres. Skor kurang dari 75 menunjukkan
seseorang mengalami stres ringan, skor 75-135 menunjukkan seseorang
mengalami stres sedang, skor lebih dari 135 menunjukkan seseorang
mengalami stres berat (Silalahi, 2010).
3.5

Alur Penelitian.

Penyusunan proposal penelitian

Mengurus perizinan

Pengisian lembar informed consent

Pengisian kuesioner HASS/Col

Pencatatan Hasil

Input data

31

Analisis data dengan uji chi-square

Gambar 3. Bagan Alur Penelitian

3.6

Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel

3.6.1

Identifikasi Variabel
Variabel bebas adalah variabel yang bila ia berubah, akan
mengakibatkan perubahan variabel lain. Dalam penelitian ini,
variabel bebasnya adalah mahasiswa tingkat awal dan tingkat akhir
fakultas kedokteran Universitas Lampung.
Variabel terikat adalah variabel yang berubah akibat perubahan
variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah
tingkat stres.

32

3.6.2 Definisi Operasional

Tabel 1. Definisi Operasional
Variabel
Definisi
Alat Ukur Hasil Ukur
Penelitian Operasional
Mahasiswa
FK Unila

Tingkat
Stres

Mahasiswa
Data
yang terdaftar mahasiswa
dan
mengikuti
proses belajar
mengajar di
FK
Unila.
Mahasiswa
kedokteran
Unila terdiri
dari
1. Mahasiswa
angkatan
2014
2. Mahasiswa
angkatan
2011
Bentuk
interaksi
antara
individu
dengan
lingkungan
yang dinilai
individu
sebagai
sesuatu yang
membebani
atau
melampaui
kemampuan
yang
dimiliki, serta
mengancam
kesejahteraan
(Lumonga,
2009)

Kuesioner
Hassles
Assessmen
t Scale for
Student in
College
(HASS/Co
l) terdiri
dari
54
pertanyaan
yang
bernilai
antara 0
sampai 5

Skala
Pengukuran

1=
Nominal
Mahasiswa
tingkat awal
2=
Mahasiswa
tingkat
akhir

Ordinal
•Stres
ringan
(total skor
1-75)
•Stres
sedang
(total skor
76-135)
• Stres berat
(total skor
>135)

33

3.7 Analisis Dat

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

69 1617 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 416 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 376 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 237 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 345 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 487 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 429 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 276 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 446 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 511 23