Kondisi Geografis Daerah Kondisi Ekonomi

I-6

III. Gambaran Umum

1. Kondisi Geografis Daerah

Berdasarkan wilayah administrasi, Provinsi Jawa Barat memiliki daratan seluas 3.709.528,44 Hektar dan daerah pesisir serta laut sepanjang 12 dua belas mil dari garis pantai seluas 18.153 km 2 , batas koordinat Daerah adalah 104  48’ 00” BT - 108  48’ 00” Bujur Timur dan 5 50’ 00” LS - 7 50’ 00” Lintang Selatan, dengan batas-batas daerah terdiri atas: a. Sebelah Utara, berbatasan dengan Provinsi Daerah Khusus Ibukota DKI Jakarta dan Laut Jawa; b. Sebelah Timur, berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah; c. Sebelah Selatan, berbatasan dengan Samudera Indonesia; dan d. Sebelah Barat, berbatasan dengan Provinsi Banten. Provinsi Jawa Barat terdiri dari 17 kabupaten dan 9 kota, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bekasi, serta Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya dan Kota Banjar. Jawa Barat memiliki iklim tropis, dengan suhu rata-rata berkisar antara 17,4 -30,7 C dan kelembaban udara 73-84. Kondisi topografi Jawa Barat dibedakan atas wilayah pegunungan curam sebesar 9,5 dari luas wilayah berada di bagian Selatan dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut, wilayah lereng bukit yang landai sebesar 36,48 dari total luas wilayah terletak di bagian Tengah dengan ketinggian 10-1.500 m dibawah permukaan laut, dan wilayah daratan landai sebesar 54,03 dari total luas wilayah terletak di bagian Utara dengan ketinggian 0-10 M di atas permukaan laut.

2. Gambaran Umum Demografis

a. Kependudukan

Penduduk Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 0,59 dari tahun sebelumnya, yaitu 44.286.519 jiwa pada tahun 2011 menjadi 44.548.431 jiwa pada tahun 2012, Jumlah penduduk laki- laki sebesar 22.609.621 jiwa atau 50,75 dari jumlah penduduk Jawa Barat, I-7 dan penduduk perempuan sebanyak 21.938.810 jiwa atau 49,25, dengan sex ratio sebesar 103, yang berarti setiap 100 penduduk perempuan berbanding dengan 103 penduduk laki-laki. Laju Pertumbuhan Penduduk LPP Tahun 2012 sebesar 1,66, lebih rendah bila dibandingkan dengan LPP Tahun 2011 mencapai angka 1,90. Jawa Barat masih merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Jumlah penduduk Jawa Barat terus meningkat baik akibat adanya kelahiran maupun karena migrasi. Migrasi merupakan variabel pokok perubahan dan pertumbuhan penduduk yang sulit diukur, karena faktor-faktor yang mempengaruhi untuk migrasi sangat beragam dan rumit. Migrasi juga merupakan suatu proses yang secara selektif mempengaruhi setiap individu dengan ciri-ciri ekonomi, sosial, pendidikan dan demografi tertentu. Peningkatan penduduk harus ditangani dengan baik dan komprehensif, pemerintah melalui dinasinstansi terkait perlu melakukan upaya pengendalian jumlah penduduk secara terpadu dan berkesinambungan serta diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Dengan pertambahan jumlah penduduk, akan menimbulkan permasalahan bagi pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung, pemerintah harus menyediakan berbagai fasilitas yang diperlukan guna memenuhi kebutuhan hidup penduduknya. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain: fasilitas perumahan, pendidikan, lapangan pekerjaan, sarana sosial, kesehatan dan sebagainya. Tabel. 1.1 Data Jumlah Penduduk Jawa Barat Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2011-2012 NO INDIKATOR SATUAN TAHUN 2011 TAHUN 2012 1. Jumlah Penduduk Jiwa 44.286.519 44.548.431 a. Laki-laki Jiwa 22.534.319 22.609.621 b. Perempuan Jiwa 21.752.200 21.938.810 2. Laju Pertumbuhan Penduduk LPP 1,90 1,66 Sumber: BPS Provinsi Jawa Barat I-8

b. Ketenagakerjaan

Masalah ketenagakerjaan merupakan masalah yang rumit dan perlu mendapat perhatian serta penanganan yang tepat. Karena masalah-masalah dasar selama ini terutama berkisar pada pemutusan hubungan kerja PHK, sempitnya lapangan kerja, lambannya transformasi tenaga kerja dari sektor primer ke sektor sekunder, produktivitas yang rendah dan masalah pengangguran. Tingkat partisipasi Angkatan Kerja TPAK, menunjukkan proporsi angkatan kerja terhadap usia kerja 15 tahun keatas di Jawa Barat pada Tahun 2012 adalah sebesar 63,78. Dengan 3 tiga lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan sebanyak 4.595.508 orang atau sebesar 25,08, selanjutnya sektor pertanian sebanyak 3.966.550 orang atau sebesar 21,65, dan sektor industri sebanyak 3.863.392 orang atau 21,09. Tabel. 1.2 Data Jumlah Penduduk Jawa Barat Berdasarkan Ketenagakerjaan Tahun 2011-2012 NO INDIKATOR SATUAN TAHUN 2011 TAHUN 2012 1. Penduduk Usia Kerja 15 tahun ke atas Juta orang 31,08 31,59 2. Penduduk Angkatan Kerja Juta orang 19,36 20,15 3. Penduduk Bekerja 15 tahun ke atas Juta orang 17,45 18,32 4. Penganggur Mencari Kerja Juta orang 1,90 1,83 5. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja TPAK 62,27 63,78 6. Tingkat Pengangguran Terbuka 9,83 9,08 Sumber: BPS Provinsi Jawa Barat Tingkat Pengangguran Terbuka TPT menunjukkan proporsi penduduk yang sedang mencari pekerjaan secara aktif maupun mereka yang sedang mempersiapkan suatu usaha terhadap angkatan kerja. Tinggi rendahnya TPT memiliki kepekaan terhadap dinamika pasar kerja dan tingkat kesejahteraan masyarakat. I-9

3. Kondisi Ekonomi

IPM adalah indeks komposit yang mencakup tiga bidang pembangunan manusia yang dianggap paling mendasar dilihat dari kualitas fisik dan non fisik yang meliputi indeks pendidikan, indeks kesehatan, dan indeks ekonomi. Indeks pendidikan dilihat dari rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf, indeks kesehatan dilihat dari angka harapan hidup, dan indeks ekonomi dilihat dari paritas daya beli atau kemampuan daya beli masyarakat. Tabel. 1.3 CAPAIAN INDIKATOR MAKRO PEMBANGUNAN PROVINSI JAWA BARAT Tahun 2011-2012 NO INDIKATOR Satuan TAHUN 2011 2012 1. Indeks Pembangunan Manusia IPM: poin 72,82 73,19 a. Indeks Kesehatan IK poin 72,34 72,67 b. Indeks Pendidikan IP poin 82,55 82,75 c. Indeks Daya Beli IDB poin 63,57 64,17

2. Jumlah Penduduk