ANALISA BAKTERI COLIFORM (Escherichia coli) DAN KADAR ION LOGAM PADA DEPO AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN DAU MALANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA

ANALISA BAKTERI COLIFORM (Escherichia coli) DAN KADAR ION
LOGAM PADA DEPO AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN DAU
MALANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA
SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Biologi

OLEH:
Ikliyah
09330023

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2015

LEMBAR PERSETUJUAN

Nama

: Ikliyah

Nim

: 09330023

Jurusan

: Biologi

Fakultas

: Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Judul

:Analisa Bakteri Coliform (Escherichia coli) Dan Kadar Ion Logam Pada Depo Air
Minum Isi Ulang Di Kecamatan Dau Malang Sebagai Sumber Belajar Biologi
SMA

Diajukan untuk di pertanggung jawabkan di hadapan dewan penguji guna memperoleh gelar
sarjana pendidikan strata satu (S1). Pada jurusan biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan.

Menyetujui
Pembimbing 1

Dr.Yuni Pantiwati, M.M, M.Pd

Pembimbing II

Dr.Rr.Eko Susetyarini, M.Kes

LEMBAR PERNYATAAN

Nama : Ikliyah
Tetala : Pamekasan 16 Noveber 1988
Nim

: 09330023

Fakulas/Jurusan :FKIP/ Biologi
Menyatakan Bahwa Tugas Akhir Skripsi Saya Dengan Judul :

ANALISA BAKTERI COLIFORM(ESCHERICHIA COLI)DAN KADAR ION LOGAM
PADA DEPO AIR MINUM ISI ULANG

DI KECAMATAN DAU MALANG

SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA

adalah bukan merupakan karya tulis orang lain baik sebagian maupun keseluruhann, kecuali
dalam bentuk kutipan yang telah kami sebutkan sumbernya.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini
tidak benar, saya bersedia mendapat sanksi akademis.

Malang 26 Agustus 2015
Mahasiswa

LEMBAR PENGESAHAN

Dipertahankan di depan dewan penguji Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang Pendidikan dan
diterima untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi

Mengesahkan
Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang
Malang, 31 Agustus 2015

Dekan FKIP

Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes

Dewan Penguji
1. Dra. Sri Wahyuni, M.Kes

1…………..
2…………….

2. Husamah, SPd, M.Pd
3. Dr.Yuni Pantiwati, M.M, M.Pd
4. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Kes

3…………….
4……………..

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

‫وإ ْ تأ ن ربك ْم لئ ْن شك ْ ت ْم َ ي نك ْم ولئ ْن كف ْ ت ْم إن عَبب‬
)7(ٌ ‫لش ي‬
(Qs. Ibrahim : 7)
[Artinya: “dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka
Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
“Suatu pekerjaan yang paling tak kunjung bisa diselesaikan adalah
pekerjaan yang tak kunjung pernah dimulai”
(JRR Tolkien, penulis Novel The Lord of the Rings)

Kupersembahkan skripsi ini kepada :
 Allah SWT sebagai ibadahku
 Suami dan anakku tercinta
 Teman-teman kosan dan Almamater

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan
rahmat serta hidayah-Nya, shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAWsehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
skripsi ini dengan judul “Analisa Bakteri Coliform (Escherichia coli)Dan Kadar
Ion Logam Pada Depo Air Minum Isi Ulang Di Kecamatan Dau Malang Sebagai
Sumber Belajar Biologi SMA”, dilaksanakan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Program Studi Sarjana Biologi Universitas Muhammadiya
Malang.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak melibatkan pihak yang telah rela
meluangkan waktu untuk memberikan bantuan, saran, bimbingan serta informasi-informasi yang
diperlukan. Oleh karena itu penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.

Bapak Prof. Muhadjir Effendy, M.A.P., selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang

2.

Bapak Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang

3.

Dr.Yuni Pantiwati, M.M, M.Pd. sebagai Pembimbing I yang telah iklas dalam meluangkan
waktunya serta sabar dalam membimbing, memberi nasehat, memberi arahan seta motivasi
dalam penyusunan skripsi ini.

4.

Dra. Rr. Eko Susetyarini, M.Si. sebagai Pembimbing II yang telah iklas dalam meluangkan
waktunya serta sabar dalam membimbing, memberi nasehat, memberi arahan seta motivasi
dalam penyusunan skripsi ini.

5.

Dra. Sri Wahyuni, M.Kes. sebagai Penguji I yang telah meluangkan waktunya untuk
menguji, member i nasehat dan memberikan arahan dalam penyusunan skripsi ini.

6.

Husamah, S.Pd,M.Pd sebagai Penguji II yang telah meluangkan waktunya untuk menguji,
memberi nasehat dan memberikan arahan dalam penyusunan skripsi ini.

7.

Ayahanda (Ghasim) dan Ibunda (Alm. Munawaroh), ibunda Mertuaku (Sumriyah) yang

teramat besar jasa dan do´anya serta pengorbanan yang tiada batasnya.
8.

Suamiku (Mukafi Ibrohim) dan adikku (Siti Aisyah) tersayang yang selalu memberiku
keceriaan dan kebahagiaan saat aku mulai letih dan penyemangat hidupku yang tak pernah
lelah mendampingiku dengan penuh kesabaran dan kesetiaan serta yang berjasa dan
pengorbanan yang tiada bataasnya

9.

Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah
memberikan bekal ilmu dan pengetahuan selama kuliah.

10. Ibu Kos (Bu Jufri ) dan Teman-teman kosan(Tlogo Alkausar) yang telah memberi dorongan
serta semangat.
11. Teman-teman Biologi angkatan 2009 dan 2011.
Akhir kata semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat-Nya dalammenuntut ilmu dan
semoga Skripsi ini bermanfaat. Terima kasih.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .....................................................................................
LEMBAR PERSETUJUAN .........................................................................
LEMBAR PENGESAHAN ..........................................................................
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN ........................................................
MOTTO ..........................................................................................................
HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................
ABSTRAK ......................................................................................................
KATA PENGANTAR ...................................................................................
DAFTAR ISI ..................................................................................................
DAFTAR TABEL .........................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................
BAB IPENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ........................................................................ 8
1.3. Tujuan .......................................................................................... 8
1.4. Manfaat ........................................................................................ 9
1.4.1. Manfaat Praktis ................................................................ 9
1.4.2. Manfaat Teoritis .............................................................. 9
1.5. Batasan Penelitian ......................................................................... 9
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
2.1. Air ............................................................................................... 11
2.2. Pengolahan Air Minum ............................................................... 14
2.3. Kandungan Klorida (Cl) dalam Air .............................................. 16
2.4. Kandungan Kalsium (Ca) dalam Air ............................................ 18
2.5. Bakteri Coliform (Escherichia coli) ............................................. 20
2.6. Metode MPN (Most Probeble Nomber) ....................................... 22
2.7. E.Coli Strip ................................................................................... 23
2.8. Metode Gavimetri dan Metode Titrasi ......................................... 24
2.9. Tinjauan Sumber Belajar ............................................................. 25

2.10. Tinjauan Handout ....................................................................... 26
2.11. Kerangka Konseptual ................................................................. 29
BAB IIIMETODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian ............................................................................. 30
3.2. Waktu dan Tempat penelitian ..................................................... 30
3.3. Populasi dan Sampel ................................................................... 30
3.3.1. Populasi .............................................................................. 30
3.3.2. Sampel ................................................................................ 30
3.4. Instrumen Penelitian .................................................................... 31
3.4.1. Varibel Penelitian .............................................................. 31
3.4.2. Definisi Operasional Variabel ............................................ 31
3.5. Prosedur Penelitian ..................................................................... 31
3.5.1. Tahap Persiapan ............................................................... 31
3.5.2. Pengambilan Sampel ........................................................... 32
3.5.3. Cara Kerja .......................................................................... 32
3.6. Tehnik pengumpulan Data ........................................................... 36
3.7. Data Uji Laboratorium ................................................................ 36
3.7.1. Hasil analisa Uji Total Koliform Menggunakan Metode
MPN ................................................................................. 36
3.7.2. Hasil Analisis Ion Logam (Ca dan Cl) ............................... 37
3.8. Analisis Data ................................................................................ 38
3.9. Gambaran Umum Lokasi Depo Air Minum Isi Ulang di
Kecamatan Dau Kabupaten Malang .......................................... 40
3.10. Peta Lokasi ................................................................................ 41
3.11. Pembuatan Sumber Belajar Berupa Handout ............................. 42
BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian ............................................................................ 44
4.2. Pembahasan .................................................................................. 48
4.2.1. Cemaran Bakteri Choliform (Eschercia coli) ........................... 48
4.2.2. Endapan Ion Logam Cad an Cl ................................................. 50
4.2.3. Penerapan Hasil Penelitian Analisa Bakteri Choliform

(Escherchia Coli) Sebagai Sumber Belajar Hend Out ........... 51
BAB VPENUTUP
5.1. Kesimpulan .................................................................................. 54
5.2. Saran ............................................................................................ 55
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 56
LAMPIRAN ................................................................................................... 59

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Analisa Total Koliform Pada (DMUI) Depo Air Mium Isi Ulang . 36
Tabel 3.2 Penentuan Bakteri Eschercia coli Pada Air Minum Isi
Ulang Menggunakan E.Coli Strip. ................................................. 37
Tabel 3.3. Hasil Analisis Ca Pada Air Minum Isi Ulang Dengan
Mengunakan Gravimetri ................................................................. 37
Tabel 3.4. Hasil Analisis Cl Pada Air Minum Isi Ulang Dengan
Mengunakan Titrasi ....................................................................... 38
Tabel 4.1. Hasil Uji Analisa Total Koliform Pada (DMUI) Depo Air
Mium Isi Ulang Metode MPN 5 Seri Tabung ............................... 44
Tabel 4.2.Hasil Penentuan Bakteri Eschercia Coli Pada Air Minum Isi
Ulang Menggunakan E.Coli Strip. ................................................ 45
Tabel 4.3. Hasil Analisis Ca Pada Air Minum Isi Ulang Dengan
Mengunakan Gravimetri ................................................................ 46
Tabel 4.4. Hasil Analisis Cl Pada Air Minum Isi Ulang Dengan
Mengunakan Titrasi ....................................................................... 46
Tabel 4.5. Hasil Penelitian dan Kejelasan Potensinya .................................... 52

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Peta lokasi Kecamatan Dau Malang ........................................... 41
Gambar 3.2 Peta Kota Malang ....................................................................... 41

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Perhitungan ................................................................................... 60
Lampiran 2 Alat dan Bahan ............................................................................. 68

DAFTAR PUSTAKA
Agung, Titis Utami. 2009 Analisis Kadar Klorida pada Air dan Air Limbah. Jakarta.Erlangga.
Almatsier, S. (2012). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Atastina S.B, Praswasti P.D.K. Wulan ,danSyarifudin, 2005. PenghilanganKesadahan Air
yangMengandung Ion CaDenganMenggunakanZeolitAlam Lampung SebagaiPenukar,
JURNAL PENELITIAN FakultasTeknik - UI, depok .hal 1-5.
Athena, Sukar, Hendro, M.D, Anwar, M dan Haryono. 2003. Kandungan Bakteri Total Coli
dan Escherichia coli pada air minum dari depot air minum isi ulang di Jakarta,
Tangerang, dan Bekasi. Puslitbang Ekologi Kesehatan. Jakarta.
Day, R.A. dan Underwood, A.L. 2006.Analisis kimia kuantitatif (Edisi Keenam). Jakarta
:Erlangga.
Departemen Kesehatan. 2004. Kumpulan Perundang-Undangan dibidang Makanan. Bhakti
Husada. Jakarta.
Dinas Kesehatan Kota Malang. 2014. Laporan Kesehatan Kota Malang. Malang.
Doyle, M.P., Erickson, M.C. 2006. Closing The Door On The Fecal Coliform Assay. Microbe 1,
hal. 162-163.
Farida N. 2009. Uji MPN coliform dan fecal coli dalamsampel air limbah, air bersihdan air
minum.Yogyakarta:SMTI
Gobinathan P., Murali P. V., & Panneerselvam,R. (2009). Interactive effects of
calciummetabolism in pennisetum typoidies. Advances in Biological Research.
Hajna, A.A., Perry, C.A. 1943. Comparative Study Of Presumptive And Confirmative Media For
Bacteria Of The Coliform Group And For Fecal Streptococci. Am J Publ Hlth 33, hal.
550-556.
Hardyanti, N dan Nurmeta, DF.2006. Studi Evaluasi Instalasi Pengolahan Air
BersihUntukKebutuhanDomestik Dan Nondomestik Jurnal Ilmu Lingkungan,
Ecotrophic., ISSN.
Hartini, S. 2009. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kontaminasi Deterjen Pada Air
Minum Isi Ulang di Depot Air Minum Isi Ulang di Kabupaten Kendal. Tesis Program
Magister Kesehatan Lingkungan. Universitas Diponegoro. Semarang.
Harlay, Persoc, 2002. Microbiologi . The Mcgraw Hill Companies.
Hastuti, Utami Sri. 2012. Penuntun Praktikum Mikrobiologi.UMM Press

Indirawati SM. 2009. AnalisisHigieneSanitasidanKualitas Air Minum Isi Ulang
(AMIU)BerdasarkanSumber Air Baku Pada Depot AirMinum di Kota
Medan.Tesis.UniversitasSumatera Utara:Medan.
Kherid, Zaitun. 2011. Y. A. Sumber Belajar
Htp//www.google.com. acsess in 24-05-2015.

dari

Berbagai

Macam

Sumber.

Kompas. 2011. Mengamankan Air Minum Isi Ulang. Kamis 29 Mei. Jakarta
Nasution.2013. Metode Research, Penelitian Ilmiah, Thesis.Bandung : Jemmars.
Pracoyo, N.E. 2006. Penelitian Bakteriologik Air Minum Isi Ulang di Daerah Jabotabek. Cermin
Dunia Kedokteran 152, hal. 37-40
Prastowo andi. 2012. Pengembangan Sumber Belajar. Pedagogia.Yogyakarta
Purwana dan Rahmadi. 2010.Pedoman dan Pengawasan Hygien Sanitasi Depot Air
Minum.Depkes RI-WHO.Jakarta.
Sanjaya Wina. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran Jakarta: Kencana Prenada
Media Group.
Sanjaya Wina. 2006. Strategi pembelajaran Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Shodikin MA. 2007. Kontaminasi Bakteri Choliformpada air es yang digunakan oleh pedagang
kaki lima di sekitar kampus Universitas Jember. Jurnal Biomedis.
Simbolon
VA.
2012.
Pelaksanaan
Hygiene
SanitasiDepot
danpemeriksanKandunganBakteriE.coliPada Air Minum Isi Ulang di KecamatanTanjung
Pinang Barat.Skripsi.FKM:Universitas Sumatera
Siswanto. 2012.Mencegah Depot Air Minum Isi Ulang Tercemar. Renika Cipta. Jakarta.
Sundra, I.K, 2006. Kualitas Air Tanah di Wilayah Pesisir.KabupatenBadung,
Suprihatin.2008. Sebagian Air Isi Ulang Tercemar Bakteri Coliform.Tim
Teknologi dan Menejemen Lingkungan IPB. Jakarta.

Laboratorium

Sutjahyo, B. 2012. Air Minum “ Kebijakan Kementrian Pemerintah dan Swasta dalam
Penyediaan Air Minum Perkotaan.” Tirta Dharma. Jakarta.
Taib DA. 2012. Aspek kualitas dan hygiene sanitasidepot air minum isi ulang (DAMIU)
dikecamatan kota utara kota Gorontalo. Publi cHealth Journal.
Waluyo L. 2009. Mikrobiologi lingkungan. UMM Press: Malang.

Waluyo L. 2010. Tehnik Metode Dasar Dalam Mikrobiologi . UMM Press: Malang
Widianti .P.M dan Ristiati.N.P. 2004.Analisis Kualitatif Bakteri Koliform Pada Depo Air Minum
Isi Ulang di Kota Singaraja Bali. Jurnal Jurusan Pendidikan Biologi. Fakultas P-MIPA
IKIP Negri Singaraja.Bali.
Yaswir, R., & Ferawati, I. (2012). Fisiologi dan gangguan keseimbangan natrium,kalium dan
klorida serta pemeriksaanlaboratorium. Jurnal Kesehatan Andalas.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Air
Air merupakan kebutuhan paling vital bagi kehidupan manusia dan
mahluk hidup lainnya. Tubuh manusia terdiri dari sekitar 65% air mahluk hidup
yang kekurangan air cukup banyak dapat berakibat fatal atau bahkan
mengakibatkan kematian. Manusia memerlukan 2,5-3 liter air untuk minum dan
makan kebutuhan air minum setiap orang bervariasi tergantung pada berat badan
dan aktivitasnya dari 2,1 liter hingga 2,8 liter per hari. Air minum harus
memenuhi persyaratan fisik, kimia, maupun bakteriologis (Sutjahyo, 2012).
Air menutupi sekitar 70% permukaan bumi dengan jumlah sekitar 1.368
juta km3. Dari jumlah tersebut 97.23% adalah air laut. 2.15% es dan salju dan
sisanya 0.625 adalah air tawar yang berada di daratan (danau, sungai dan air
tanah). Prosentase bentuk air tawar terhadap air di bumi adalah air tanah 0.695%,
air permukaan 0.027%, air atmusfer 0.001% dan salju 2.063%. di dalam perairan,
terdapat ion utama (major ion), ion renik (trac) dan minor ion atau ion yang
terdapat dalam jumlah sedikit dalam perairan. Ion utama terdiri dari Kalsium
(Ca2+),

Magnesium,

(Mg2+),

Natrium

(Na+),

Kalium

(K+),

Klorida

(Cl),Bikarbonat (HCO), dan Sulfat (SO42-). Di perairan kandungan ion -ion
tersebut dinyatakan dalam satuan mg/liter (Yaswir & Ferawati, 2012).
Data Departemen Kesehatan (2004) rata-rata keperluan air Indonesia
adalah 60 liter per kapita meliputi 30 liter untuk keperluan mandi 15 liter untuk
keperluan minum dan sisanya untuk keperluan lainnya. Indonesia harus

memenuhi persyaratan yang tertuang di dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI
No.173/Men.Kes/Per/VIII/77 dimana setiap komponen yang diperkenankan
berada di dalamnya harus sesuai. Air tawar bersih yang layak minum, kian langka
di perkotaan. Sungai-sungai yang menjadi sumbernya sudah tercemar berbagai
macam limbah, mulai dari buangan sampah organik, rumah tangga hingga limbah
beracun dari industri. Air tanah sudah tidak aman dijadikan bahan air minum
karena telah terkontaminasi rembesan dari tangki septic maupun air permukaan.
Menurut Purwana dan Purwadi (2010) sanitasi makanan dan minuman
adalah semua usaha atau tindakan pencegahan ditujukan untuk menjamin dan
mempertahankan nilai gizi makanan dan minuman dari kuman-kuman
(Mikroorganisme) penyebab penyakit, bahan-bahan beracun dan menjaga agar
terwujud dalam bentuk stabil. Pada umumnya mikroalgae mempunyai klorofil,
sehingga dapat melakukan fotosintesis dengan menghasilkan oksigen. Kegiatan
fotosintesis akan menambah jumlah oksigen, sehingga nilai kelarutan oksigen
akan naik bertambah, ini yang diperlukan oleh kehidupan di dalam air. Kehadiran
senyawa hasil rombakan bakteri atau fungi dimanfaatkan oleh jasad konsumen.
Tanpa adanya jasad pemakai kemungkinan besar akumulasi hasil uraian tersebut
dapat mengakibatkan keracunan terhadap jasad lain, khususnnya ikan.
Air permukaan yang mengandung bahan organik mudah terurai dalam
konsentrasi tinggi secara normal akan mengandung bakteri dalam jumlah yang
tinggi pula yang mempunyai pengaruh cukup besar terhadap kualitas air
permukaan. Faktor biotik air yang terdapat di dalam air terdiri dari bakteria,
Fungi, Mikroalgae, Protozoa dan Firus, Serta tumbuhan-tumbhan air lainnya yang

kehadirannya dapat menguntungkan tetapi juga dapat merugikan. Ada keterkaitan
yang sangat kuat antara lapisan air dimana air berada dengan lapisan tanah,
dimana keduanya dipengaruhi oleh kegiatan manusia. Air juga merupakan pelarut
universal karena dapat melarutkan berbagai macam zat kimia, seperti garamgaram, gula, asam, dan beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.
(Hardianti, 2006).
Warna air dapat berubah menjadi warna hijau, biru atau warna lain yang
sesuai dengan warna yang dimiliki oleh mikroalgae. Suatu proses yang sering
terjadi pada danau atau kolam besar yang seluruh permukaannya ditumbuhi oleh
algae yang sangat banyak dinamakan blooming. Keadaan blooming sering terjadi
kasus-kasus ikan mati, terutama yang masih kecil yang disebabkan karena jenisjenis mikroalgae tersebut dapat menghasilkan toksin yang dapat meracuni ikan.
Air jernih belum tentu bersih. Ini dihubungkan dengan keadaan bahwa air, sejak
keluar dari mata air, sumur, ternyata sudah mengandung mikroba, khususnya
bakteri atau mikroalgae. Air yang kotor atau sudah tercemar, misal air sungai, air
kolam, air danau dan sumber-sumber lainnya, disamping akan didapati mikroba
seperti pada air jernih, juga kelompok mikroba lainnya yang tergolong penyebab
penyakit, penghasil toksin, dan penyebab blooming (Taib, 2012).

2.2. Pengolahan Air Minum

Pengolahan air adalah usahaa-usaha teknis yang dilakukan untuk
mengubah suatu zat karena itu pengelolaan sumber daya air sangat penting.
Pengolahan air minum dilakukan tergantung dari kualitas air baku yang digunakan
baik pengolahan sederhana sampai dengan pengolahan yang kompleks.
Pengolahan air baku ini dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas air sehingga
aman

dan

tidak

membahayakan

bagi

kesehatan

masyarakat

yang

menggunakannya (Indrawati, 2009). Prinsip pengolahan air minum terdiri
dari beberapa jenis (Indrawati, 2009) :
1. Pengolahan Fisik: Pengolahan ini bertujuan untuk mengurangi atau
menghilangkan

kotoran-kotoran

kasar,

penyisiran

lumpur

serta

mengurangi zat-zat organik.
2. Pengolahan Kimia: Pengolahan kimia yaitu suatu tingkat pengolahan
dengan menggunakan zat kimia untuk membantu proses selanjutnya,
misalnya dengan pembubuhan kapur.
3. Pengolahan Bakteriologis: Suatu pengolahan untuk membunuh atau
memusnahkan bakteri-bakteri yang terkandung dalam air minum yakni
dengan cara pembubuhan bahan desinfektan.
Menurut Widianti dan Ristiati (2004) sanitasi air dapat dilakukan dengan
beberapa cara yaitu :
1. Sanitasi air yang paling sederhana dengan memanaskan air hingga titik didih.
2. Klorinasi atau pencampuran kaporit kedalam air
3. Penggunaan senyawa perak dan ini jarang digunakan, perak nitrat biasanya
digunakan dengan mencampurkan ke dalam air.

4. Pengolahan Ultraviolet dimana air dialirkan melalui tabung dengan lampu
ultraviolet. Sanitasi air yang efektif diperlukan intensitas sebesar 30.000
MW sec/cm2 (micro watt detik per sentimeter persegi). Radiasi sinar
ultraviolet dapat membunuh semua jenis mikroba bila intensitas dan
waktunya cukup.
5. Ozonisasi yaitu merupakan oksidan kuat yang mampu membunuh bakteri
patogen, termasuk virus. Penggunaan ozon menguntungkan karena pipa,
peralatan dan kemasan akan ikut di sanitasi sehingga produk yang
dihasilkan akan lebih terjamin selama tidak ada kebocoran di kemasan,
ozon merupakan bahan sanitasi air yang efektif disamping sangat aman.
Proses

pengolahan

air

minum

pada

prinsipnya

harus

mampu

menghilangkan semua jenis polutan, baik pencemaran fisik kimia maupun
mikrobiologis. Air minum yang baik tidak tercemar secara berlebihan oleh zat-zat
kimia yang dan mineral yang berbahaya bagi kesehatan dan diharapkan bahan
kimia yang terdapat didalam air minum tidak sampai menimbulkan kerusakan
pada tempat penyimpanan air, sedangkan bahan kimia dan mineral yang
dibutuhkan oleh tubuh harus terdapat dalam kadar yang sewajarnya (Simbolon,
2012).

2.3. Kandungan Klorida (Cl) dalam Air
Klorida adalah salah satu ion yang penting bagi tubuh karna merupakan
anion yang paling berperan dalam mempertahankan keseimbangan elektrolit.

Kehilangan klorida berlebihan dapat disertai dengan natrium. Klorida beredar
bersama sodium dan air untuk menjaga tekanan osmosis dalam cairan tubuh.
Klorida juga bagian penting dalam asam lambung yang berupa asam hidroklorida
(HCl) dimana asam lambung ini merupakan salah satu bagian utama dalam sistem
pencernaan manusia (Atastina, 2005).
Klorida merupakan ion yang terbentuk dari unsur klor yang mendapatkan
satu elektron untuk membentuk suatu anion atau ion yang bermuatan negative.
Klorida dapat pula diartikan sebagai senyawa kimia dimana satu atau lebih atom
klornya memiliki ikatan kovalen dalam molekul, tingkat toksisitas klorida
tergantung pada gugus senyawanya, misalnya Natrium Klorida (NaCl) sangat
tidak beracun, tetapi karbonil khlorida sangat beracun. Di Indonesia,Klor
digunakan sebagai desinfektan dalam penyediaan air minum. Dalam jumlah
banyak,klorida akan menimbulkan rasa asin. Sebagai desinfektan, residu klor di
dalam penyediaan air sengaja dipelihara, tetapi khlor ini dapat terikat pada
senyawa organik dan membentuk halogen-hidrokarbon (CL-HC) banyak
diantaranya dikenal sebagai senyawa-senyawa karsinogenik (Day, 2006 )
Efek kekurangan klorida pada keadaan hipokloremik dapat menyebabkan
alkalosis metabolik yang ditandai dengan kebingungan, pernapasan lambat,
paralisis, dan kejang otot. Alkalosis metabolik hipokloremik dapat terjadi setelah
muntah yang lama atau penggunaan diuretik berlebihan. Hiperkloremik dapat
menyebabkan asidosis metabolik dengan gejala badan lemah, sakit kepala, mual,
dan serangan jantung. Klorida banyak ditemukan sehari-hari dalam berbagai
bahan, seperti pada garam dapur, roti, mentega, keju, susu, telur, daging sapi,

ikan, tembakau, anggur,kacang-kacangan, sayuran, pakan ternak, pupuk, larutan
pemutih, tanah, dan air. Kandungan maksimal klorida yang diperbolehkan oleh
SNI 01-3553-1996 adalah 0,7 mg/L. Ion klorida bersama dengan natrium dan
kalium adalah elektrolit yang banyak terdapat dalam tubuh manusia maupun
hewan, didapatkan dalam bentuk ion terdisosiasi penuh (Almatsier, 2012).
Konsentrasi ion klorida dalam plasma adalah 100 -107 mmol/L. Klorida
juga banyak terdapat pada sediaan farmasi, misalkan infus NaCl 0,9 %, minuman
isotonis pengganti ion, tablet effervescent, bedak pemutih, deodoran, larutan
pencuci mulut, dan desinfektan. Proses pertukaran ion melibatkan reaksi kimia
antara ion dalam fasa cair dengan ion dalam fasa padat. Ion-ion tertentu dalam
larutan lebih mudah terserap oleh solid penukar ion, dan karena elektronetralitas
harus dijaga, solid penukar melepas ion dan dipertukarkan ion dalam larutan.
Dalam proses demineralisasi, kation Na+ dan anion Cl- disisihkan dari air dan
solid resin melepas ion H+ untuk ditukar dengan ion Na+, serta OH- ditukar
dengan Cl- dari air sehingga kandungan Na+ dan Cl- dalam air menjadi berkurang
atau hilang (Yaswir & Ferawati, 2012).

2.4. Kandungan Kalsium (Ca) dalam Air
Kalsium merupakan mineral yang diperlukan di dalam tubuh manusia,
pada manusia normal kandungan kalsium adalah 1,5%-2,2% dari berat tubuh
(totalnya sekitar 700-1400 gr). Peraturan WHO kandungan Ca yang dianjurkan
pada air minum adalah 75 mg/l, dan standart maksimum yang diperbolehkan

adalah 250 mg/l. Kalsium banyak terdapat di dalam tulang dan gigi ( 99%),dan
sisanya tersebar dalam darah dan jaringan lunak. Sayuran juga banyak
mengandung kalsium, khususnya bok choy (kubis cina), lobak cina, kangkung,
bayam, dan brokoli. Sementara sayuran dan buah yang mengandung sedikit
kalsium ada banyak, termasuk buncis, jeruk, minyak wijen, minyak zaitun, lemon,
dan bawang putih. Mineral terdapat di dalam tubuh dan memegang peranan
penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik tingkat sel,jaringan, organ maupun
fungsi tubuh secara keseluruhan. Keseimbangan mineral di dalam tubuh sangat di
perlukan untuk pengaturan kerja enzim, pemeliharaan keseimbangan asam basa,
pemeliharaan kepekaan otot dan saraf terhadap rangsangan. Kalsium berperan
dalam pembentukan tulang dan gigi (Almatsier, 2012).
Tingkat kecukupan kalsium pada umumnya yang dibutuhkan tubuh setiap
hari berkisar antara 800 mg hingga 1200 mg, tetapi kebutuhn tersebut berbeda
pada setiap jenis kelamin dan golongan umur. Pada orang dewasa (sampai awal
empat puluhan), asupan kalsium yang cukup dapat membantu mempertahankan
kepadatan tulang, khususnya di bagian pinggul, tempat sebagian pengeroposan
terjadi. Di kalangan wanita pramenopause, pascamenopause dan tua, asupan
kalsium yang cukup dapat mengurangi laju pengeroposan tulang meskipun tidak
benar-benar mencegah keropos tulang. Tingkat kecukupan kalsium dapat pula
dikategorikan berdasarkan tingkat konsumsi zat gizi makro dan mikro.Zat gizi
makro terdiri dari karbohidrat, protein, lemak dan air.Sedangkan kelompok zat
gizi mikro terdiri atas vitamin dan mineral. Kalsium merupakan salah satu nutrient
esensial yang dibutuhkan untuk berbagai fungsi tubuh (Gobinathan et al. 2009).

Jumlah kalsium harian yang dianjurkan kelompok populasi jumlah
kalsium (mg/hari) wanita :
1. 25 – 50 tahun

: 1000

2. Menopause

: 1500

3. Wanita hamil/ menyusui

: 1200 - 1500

Fungsi kalsium :
1. Pembentukan tulang dan gigi.
2. Mempertahankan struktur normal sel
3. Penyampaian pesan syaraf
4. Kontraksi otot jantung
Akibat kekurangan kalsium
1. Pada wanita hamil : gigi linu, sakit punggung pinggang ngilu, mual,
insomnia dan keram
2. Masa menyusui : gigi sakit, linu, sakit pinggang,
3. Pengeroposan tulang (osteoporosis), tulang mudah patah
4. Masa pertumbuhan : pertumbuhan terlambat,
5. Menurunnya kekebalan tubuh (imunitas), pertumbuhan tulang tidak baik,
kebusukan gigi.
6. Orang dewasa : keram otot, tegang, dan sulit tidur, jantung berdebar tidak
normal, badan pegal.
7. Menopouse : sakit pinggang, insomnia, tegang, suasana hati tidak baik.
8. Manula : Insomnia, osteoporosis, tulang mudah patah, tinggi badan
menyusut ( Yaswir & Ferawati, 2012 )

2.5. Bakteri Coliform (Escherichia coli)
Bakteri Coliform merupakan suatu grup bakteri yang digunakan sebagai
indikator adanya polusi kotoran dan kondisi yang tidak baik terhadap air dan
makanan. Coliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri batang,
gram

negatif,

tidak

membentuk

spora

dan

anaerobik

fakultatif

yang

memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam
pada suhu 35oC. Bakteri koliform yang berada di dalam makanan/minuman
menunjukkan kemungkinan adanya mikroba yang bersifat enteropatogenik dan
atau toksigenik yang berbahaya bagi kesehatan. Bakteri Coliform mempunyai
banyak spesies diantaranya Escherichia coli. Bakteri ini indikator sanitasi yang
keberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut
pernah tercemar oleh feses manusia. Bakteri sanitasi bakteri yang dapat ditemukan
dalam usus besar manusia. Kebanyakan Escherichi coli tidak berbahaya, tetapi
beberapa, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia
yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin.
Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S
rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein (Widianti, 2014).
Bakteri coliform dalam air minum dikategorikan menjadi tiga golongan,
yaitu coliform total, fecal coliform, dan E. coli. Masing-masing memiliki tingkat
risiko yang berbeda. Coliform total kemungkinan bersumber dari lingkungan dan
tidak mungkin berasal dari pencemaran tinja. Sementara itu, fecal coliform dan E.
coli terindikasi kuat diakibatkan oleh pencemaran tinja, keduanya memiliki risiko

lebih besar menjadi patogen di dalam air. Bakteri fecal coliform atau E. coli yang
mencemari air memiliki risiko yang langsung dapat dirasakan oleh manusia yang
mengonsumsinya. Kondisi seperti ini mengharuskan pemerintah bertindak melalui
penyuluhan kesehatan, investigasi, dan memberikan solusi untuk mencegah
penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air (Hartini, 2009).
Escherichia coli adalah kuman oportunis yang banyak ditemukan di
dalam usus besar manusia sebagai flora normal. Bakteri ini bersifat unik karena
dapat menyebabkan infeksi primer pada usus, misalnya diare pada anak, seperti
juga kemampuannya menimbulkan infeksi pada jaringan tubuh lain di luar usus.
Escherichia coli terdiri dari 2 spesies yaitu : Escherichia coli dan Escherichia
hermanis. Kedua spesies ini digunakan sebagai patokan dalam menentukan syarat
bakteriologis karena pada umumnya bibit penyakit ini ditemukan pada kotoran
manusia dan relatif lebih sukar dimatikan dengan pemanasan air. Bakteri
golongan coli ini berasal dari usus besar dan tanah. Air yang mengandung
golongan coli dengan kadar yang melebihi batas yang telah ditentukan, dianggap
telah terkontaminasi dengan kototan manusia. Demikian dalam pemeriksaan
bakteriologi, tidak langsung diperiksa apakah air itu mengandung bakteri
pathogen, tetapi diperiksa dengan indikator bakteri golongan Coli (Hartini, 2009).

2.6. Metode MPN (Most Probeble Nomber)
Metode Most Problable Number (MPN) digunakan untuk uji kualitas
bakteriologis air minum isi ulang. Metode MPN terdiri dari 3 tahapan, yaitu uji
pendugaan (Presumtive Tes), uji penguat (Confirmed Tes), dan uji kelengkapan

(Completed tes). Khusus untuk uji air minum isi ulang, metode MPN dilakukan
sampai pada metode uji penguat, dikarenakan metode ini sudah cukup kuat
digunakan sebagai pengujian ada tidaknya bakteri coliform dalam sampel air
minum isi ulang (Shodikin 2007). Perhitungan didasarkan pada tabung yang
positif, yaitu tabung menunjukkan pertumbuhan mikroba setelah inkubasi pada
suhu dan waktu tertentu dan dapat diketahui dari gelembung gas yang dihasilkan
pada tabung Durham. Nilai MPN ditentukan dengan kombinasi jumlah tabung
positif (asam dan gas) tiap serinya setelah diinkubasi (Waluyo, 2009).
Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah koloni mikroba
yang terdapat diantara campuran mikroba lainnya. Sebagai contoh, jika digunakan
Lactose Broht maka adanya bakteri yang dapat memfermentasi lactosa
ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung durham. Cara ini bisa
digunakan untuk menentukan MPN Choliform terhadap air atau minuman karena
bakteri Choliform termasuk bakteri yang dapat memfermentasi laktosa. Dalam
metode MPN menghitung jumlah jasad renik biasa digunakan dalam contoh yang
berbentuk cair, Meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan
terlebih dahulu membentuk suspensi 1:10 dari contoh tersebut (Waluyo, 2009).

2.7. E.Coli Strip
Ecoli Strip merupakan metode baru untuk pengujian Escherchea Coli
secara cepat, telah dikembangkan oleh sebuah kelompok di McMaster University.
Tes ini menggunakan kertas strip sederhana yang berdasarkan pada aktivitas
enzim intraseluler (β-galactosidase (B-GAL) atau β-glucoronidase (GUS)) dan

dapat mendeteksi E. coli pada tempat-tempat rekreasi dalam hitungan menit dan
jam. Tanda-tandanya diketahui dari perubahan warna dari yang semula tidak
berwarna menjadi biru (XG terhidrolisis oleh GUS, mengindikasikan E. coli
nonpatogen) dan/atau kuning menjadi merah-keunguan (CPRG terhidrolisis oleh
B-GAL, mengindikasikan total koliform). Dengan menggunakan nanopartikel
imunomagnetik untuk prekonsentrasi selektif, batas deteksi adalah 5 cfu/ml untuk
E. coli O157:H7 dan 20 cfu/ml untuk E. coli BL21 selama 30 menit tanpa perlu
kultur sel (Anonim, 2015).
Media yang dapat menditeksi adanya E.Coli telah banyak ditemukan,
dengan cara cukup rumit dan lama. E.Coli Strip merupakan cara tercepat dan
praktis bisa dilakukan di luar Leb. Tes dengan strip kertas ini akan sangat cocok
digunakan untuk deteksi total koliform fecal dan pathogen di sampel air
pemandian atau tempat rekreasi lainnya. Selain itu, denga dilengkapi tahap kultur
sel yang memungkinkan deteksi kurang dari 1 cfu/100 ml selama 8 jam akan
membuat tes ini relevan untuk deteksi pathogen dan bakteri koliform total di
sampel makanan dan minuman (Harlay, 2002).

2.8. Metode Gavimetri dan Metode Titrasi
Metode Gravimetri merupakan cara pemeriksaan jumlah zat paling tua dan
paling sederhana dibandingkan dengan cara pemeriksaan lainnya. Kesederhanaan itu
jelas kelihatan karena dalam gravimetri jumlah zat ditentukan dengan menimbang
langsung massa zat yang dipisahkan dari zat-zat lain. Analisis kuantitatif selalu
memfokuskan pada jumlah atau kuantitas dari sebuah sampel, pengukuran sampel

dapat dilakukan dengan menghitung berat zat, menghitung volume atau menghitung
konsentrasi. Gravimetri merupakan penetapan kuantitas atau jumlah sampel melalui
penghitungan berat zat. Sehingga dalam gravimetri produk harus selalu dalam bentuk
padatan (solid). Alat utama dalam gravimetri adalah timbangan dengan tingkat
ketelitian yang baik. Umumnya reaksi kimia tidak dalam ukuran besar seperti
kilogram, namun dalam satuan yang lebih kecil seperti gram dan mili gram.
Timbangan yang dipergunakan memiliki ketelitian yang tinggi atau kepekaan yang
tinggi dan disebut dengan neraca analitik atau analytical balance ( Atastina, 2005).
Metode titrasi merupakan analisis titrimetri berdasarkan bentuknya
endapan antara reagen dengan analit dan reagen dengan indikator dan dengan
warna yang berbeda . Dasar argentometri adalah yang pembentukan endapan yang
tidak mudah larut seperti Cl dan lainnya, Titrasi argentometri menjadi beberapa
metode penetapan disesuaikan dengan indikator yang diperlukan dalam penentuan
kadar yaitu metode dengan endapan berwarna. Sebelum dilakukan titrasi kembali,
endapan harus disaring terlebih dahulu atau dilapisi dengan penambahan
dietiftalat untuk mencegah disosiasi. Halogen yang terikat dengan cincin aomatis
tidak dapat dibebaskan dengan hidrolisis sehingga harus dibakar dengan labu
oksigen untuk melepaskan halogen sebelum titrasi (Agung, 2009).

2.9. Tinjauan Sumber Belajar
Disadari bahwa untuk menuju suatu keberhasilan pembelajaran bukan
merupakan hal mudah, Sebab banyak komponen yang harus dipadukan antara lain
guru, siswa, materi, metode, sumber belajar, media pembelajaran, alat evaluasi

dan lain sebagainya. Pada umumnya guru-guru di SMA pada topik pelajaran
bakteri dan pencemaran lingkungan masih banyak menggunakan buku paket saja
tidak ada buku penunjang atau sumber belajar lainnya. Selain itu guru juga
memanfaatkan laboratorium IPA untuk lebih mengenalkan bakteri- bakteri dengan
menggunakan lembar kerja siswa (LKS) bukan buku panduan praktikum dan
sumber belajar lainnya. Proses pengembangan pembelajaran akan berlangsung
secara efektif dan efisien apabila ditunjang dengan sumber belajar yang dikelola
dengan baik lewat pusat sumber belajar. Pemanfaatan pusat sumber belajar
diharapkan mampu untuk melayani sagala keinginan dan harapan siswa dalam
proses pembelajaran (Kherid, 2011).
Sumber belajar yang baik adalah semua sumber belajar baik itu berupa
data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar,
baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa
dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Dalam
pembelajaran

siswa

dituntut

lebih

aktif

dalam

mencari

masalah

dan

menyelesaikan masalah baik yang ada di lingkungan sekolah maupun di
lingkungan masyarakat. Berarti siswa dituntut belajar aktif, sehingga media yang
digunakan harus lebih baik. Dalam penggunaan media pembelajaran tidak hanya
mengandalkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah, lingkungan luar, alam
sekitar, maupun fenomena alam dapat dijadikan sumber media pembelajaran yang
baik bagi siswa. Sumber belajar adalah bahan-bahan yang dimanfaatkan dan
diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak,

media elektronik, narasumber, lingkungan sekitar, dan sebagainya yang dapat
meningkatkan kadar keaktifan dalam proses pembelajaran (Sanjaya, 2008).

2.10. Tinjauan Handout
Handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk
memperkaya pengetahuan peserta didik. Menurut kamus Oxford hal 389, handout
is prepared statement given. Handout adalah pernyataan yang telah disiapkan oleh
pembicara. Handout biasanya diambilkan dari beberapa literatur yang memiliki
relevansi dengan materi yang diajarkan/ KD dan materi pokok yang harus
dikuasai oleh peserta didik. Saat ini handout dapat diperoleh dengan berbagai
cara, antara lain dengan cara down-load dari internet, atau menyadur dari sebuah buku.
Bahan ajar handout bersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap
kompetensi dan materi pokok yang diajarkan kepada peserta didik ( Prastowo, 2012).
Fungsi handout yaitu membantu peserta didik agar tidak perlu mencatat,
sebagai pendamping penjelasan pendidik, sebagai rujukan peserta didik,
memotifasi peserta didik agar lebih giat belajar, mengingat pokok- pokok materi
yang diajarkan, memberi umpan balik, dan menilai hasil belajar (Prastowo, 2012).
Langkah-langkah menyusun handout dan komponen adalah sebagai berikut:
1. Melakukan analisis kurikulum
2. Menentukan judul handout, sesuaikan dengan KD dan materi pokok yang
akan dicapai.
3. Mengumpulkan referensi sebagai bahan penulisan. Upayakan referensi
terkini dan relevan dengan materi pokoknya.

4. Menulis handout, dalam menulis upayakan agar kalimat yang digunakan
tidak terlalu panjang, untuk siswa SMA diperkirakan jumlah kata per
kalimatnya tidak lebih dari 25 kata dan dalam satu paragraf usahakan
jumlah kalimatnya antara 3 – 7 kalimat saja.
5. Mengevaluasi hasil tulisan dengan cara dibaca ulang, bila perlu dibaca
orang lain terlebih dahulu untuk mendapatkan masukan.
6. Memperbaiki handout sesuai dengan kekurangan-kekurangan yang ditemukan.
7. Gunakan berbagai sumber belajar yang dapat memperkaya materi handout
misalnya buku, majalah, internet, jurnal hasil penelitian
Komponen handot yaitu :
1. Cover/judul

: Sesuai dengan materi

2. Nama

: Berisi nama pengarang

3. SK /KD

: Menentukan kompetensi yang sesuai dengan materi yang
akan disampikan dalam handout.

4. Indicator

: Tujuan yang di capai dalam pembuatan handot.

5. Pendahuluan : Berisi penjelasan sekilas materi yg akan dismpaikan.
6.

isi /materi

: Penyajian isi handout merupakan hasil dari penelitian.

7. Daftar pustaka : Semua sumber yang di pakai dalam handout (Prastowo,
2012).

2.11. Kerangka Konseptual

Air Minum Isi Ulang

Kualitas Air

Rasa

Sumber Air

Air
Pegunungan

Suhu

Bau

Air Sumur
Dangkal

Air Sumur
Dalam

Cemaran Bakteri Choliform
Kandungan Ion Logam

Metode Gavimetri dan
Titrasi

Ca (Kalsium)

Metode MPN

Cl (Clorida)

Tabel MPN

Sesuai standar SNI

Hasil

Sumber
Belajar

Tabel 1.1. . Kerangka Konsep Penelitian Cholfom dan Ion Logam

18

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23