Perancangan Pedestrian Walk di Lingkar Luar Kebun Raya Bogor

MOCHAMAD ICHWAR NUR EFFENDIE.

Perancangan Pedestrian walk di

Lingkar Luar Kebun Raya Bogor. ( Di bawah bimbingan SIT1 NURISJAH).
Perancangan pedesh?'mz walk merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan
dalam mgka memanfhhn sumber daya tapak untuk memaksimalkan hngsi pedesbian
wak

Sistem pedestrian walk yang terbentuk diharapkan manlpu mendukung aktivitas

pengyna dengan tetap melestarikan lingkungan alam di sekitamya.
Studi ini bertujuan untuk merancang kembali pedesn?'an walk yang berada di pusat
kota dengan memperhatikan elemen-elemen pembentuk disain yang dapat rnemb&an
pengalaman visual yang lebii biuk, dan memperhatikan kesesuaian fungsi, sehingga dapat
meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna Studi ini dilakukan di wilayah
administratif Kotamadya Bogor, yaitu di lingkar luar Kebun Raya Bogor. Tapak berbentuk
melingkar dengan panjang 2275 m dan luas 12408 mZ,sedangkan lebarnya bervariasi antara
1,5 m sarnpai 9,5 m. Skdi ini dilaksanakan dengan waktu efektii4 (empat) bulan
Metode studi yang digunakan men-


pendekatan yang diiemukakan oleh

Brambilla and Longo (1977) meliputi tahap collecting and mlalpir~g&data;

determining

fean'bilia design program, d m Design project. Data yang diambil pada tapak dianalisis

berdasarkan kepentingan desain badan pedestrian

walk, jalur hijau, badan jalan, fasilitas

pedestrian walk dan desain utilitas pedestrr'an walk. S i e s i s data menghasilkan suatu
rekomendasi tindakan yang perlu dilakukan dan dipertimbangkan dalam

mendesain

pedesttian walk. Penentuan tujuan desain, konsep m u m desain, dan pengembangan konsep
desain di lakukan berdawkan permasalahan utama dan potensi yang dimiliki tapak.
Tapak berada pada lokasi yang sangat strategis yaitu di pusat kota, namun

merupakan bagian dari sistem transportasi (trotoar), sehinggapedestrian walk menjadi tidak
optimal diliit dari fungsi dan kegunaannya
Kenyamanan dan keamanan di pede*an

walk belum cukup memadai karena:

sempitnya lebar badanpedesm.m walk, tidak adanya akses untuk kursi roda, banyaknya
penyalahgunaan badan pedestrian walk oleh pedagang kaki lima, adanya polusi udara dan
kebisingan akibat kernacetan, tidak terrsedianya halte kendaraan m u m yang memadk

PETA