ANALISIS RESPON DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SLOW LEARNER TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN KELAS 4 DI SDN SUMBERSARI 1 MALANG

(1)

i

ANALISIS RESPON DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SLOW LEARNER TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN KELAS 4 DI SDN

SUMBERSARI 1 MALANG

SKRIPSI

OLEH:

FIRMAWATI RAHAYU NIM 201210430311130

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG APRIL 2016


(2)

ii

ANALISIS RESPON DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SLOW LEARNER TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN KELAS 4 DI SDN

SUMBERSARI 1 MALANG

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar sarjana pendidikan guru sekolah dasar

OLEH:

FIRMAWATI RAHAYU NIM 201210430311130

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG APRIL 2016


(3)

iii

LEMBAR PERSETUJUAN

ANALISIS RESPON DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SLOW LEARNER TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN KELAS 4 DI SDN

SUMBERSARI 1 MALANG

Oleh:

FIRMAWATI RAHAYU NIM 201210430311130

Telah memenuhi persyaratan untuk dipertahankan di depan dewan penguji dan disetujui

di Malang, 16 April 2016

Menyetujui,

Pembimbing I

Dra. Sri Wahyuni, M. Kes

Pembimbing II


(4)

iv

LEMBAR PENGESAHAN

ANALISIS RESPON DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SLOW LEARNER TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN KELAS 4 DI SDN

SUMBERSARI 1 MALANG

OLEH:

FIRMAWATI RAHAYU 201210430311130

Dipertahankan di depan dewan penguji Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah

Malang dan diterima untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Mengesahkan:

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang

Malang, 26 April 2016

Dekan FKIP,

Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes

Dewan Penguji Tanda Tangan

1. Dyah Worowirastri E, M.Pd 1. ... 2. Delora Jantung Amelia, M.Pd 2. ... 3. Dra. Sri Wahyuni, M. Kes 3. ...


(5)

v

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Firmawati Rahayu

Tempat dan tanggal lahir : Trenggalek, 24 September 1993

NIM : 201210430311130

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa:

1. Skripsi dengan judul “Analisis Respon Siswa Slow Learner Terhadap Proses Pembelajaran Kelas 4 di Sdn Sumbersari 1 Malang” adalah hasil karya saya, dan dalam naskah skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, baik sebagian atau keseluruhan, kecuali secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan atau daftar pustaka.

2. Apabila ternyata di dalam naskah skripsi ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur plagiasi, saya bersedia skripsi ini digugurkan dan gelar akademik yang telah saya peroleh dibatalkan, serta diproses dengan ketentuan hukum yang berlaku.

3. Skripsi ini dapat dijadikan sumber pustaka yang merupakan hak bebas royalty non eksklusif.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Malang, 16 April 2015 Yang Menyatakan


(6)

vi

MOTTO

ا ي ا ل

ِ

فا

ّ

ف فف

سف

ا ف

إ

َ

ا وف

س وف

هاف

ِ

ه ف

ف

ا فف

سف

ا ف

َ

وف

س وف

هف

ل وف

ه ف

ا م اا ْت وا تف

ْ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari


(7)

vii

PERSEMBAHAN

Alhamdulillah, rasa syukur kepada Allah SWT yang memberikan Rahmat-Nya, nikmat-Nya dan Rosulullah SAW yang memberikan petunjuk ke jalan terang dan benar sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini.

Kupersembahkan skripsi ini untuk:

1. Ayahanda Haryoto dan Ibunda Insiati tercinta terima kasih karena tidak pernah henti untuk selalu menyayangi, membimbing, dan mendo’akan demi masa depanku. Skripsi ini kupersembahkan untuk kalian sebagai wujud bakti saya.

2. Kakak ku Haris Yuni Arti, Tatag Nurwidianto dan Satria Bangkit Pambudi yang telah setia mendukungku dengan do’a dan motivasi selama menempuh pendidikan.

3. Teman dekatku Ainul Yakin yang setia mendukung, memberi motivasi, tidak pernah henti untuk menyayangi dengan memberi semangat dalam suka dan duka serta inspirasi tiada henti memberikan dukungan doa.

4. Sahabatku Septa, Rivada, Ayu, Tika, Ayomi yang selalu membantu, berbagi pengetahuan dan pengalaman serta semangat yang tiada henti.

5. Sahabat-sahabatku angkatan 2012 PGSD kelas A yang tidak dapat kusebut satu persatu atas dukungan dalam menyusun skripsi ini, serta kebersamaannya selama ini semoga terjalin selamanya.

6. Terakhir, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu.


(8)

x

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala penulis panjatkan karena hanya berkat dan rahmat, hidayah dan inayahnya skripsi dengan judul “ Analisis Kegiatan Ekstrakurikuler Apresiasi Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Pembinaan Kreativitas Siswa di SD Muhammadiyah 4 Batu” dapat terselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam tidak lupa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabiyullah Muhammad SAW.

Penulis menyadari bahwa Skripsi ini dapat diselesaikan berkat bimbingan, bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat:

1. Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes, selaku dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberi izin dalam proses penelitian.

2. Dr. Ichsan Anshory AM.M.Pd, selaku ketua jurusan pendidikan guru sekolah dasar yang telah membantu menyelesaikan segala urusan administrasi yang peneliti butuhkan dalam menulis skripsi.

3. Dra. Sri Wahyuni, M.Kes, selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, motivasi dan kesabaran dalam membimbing penulis.

4. Erna Yayuk, M.Pd, selaku pembimbing II yang telah sabar memberikan arahan masukan, dan bimbingan dalam membimbing penulis.

5. Ayahanda Haryoto, ibunda Insiati, dan kakakku Haris Yuni Arti, Tatag Nurwidianto dan Satria Bangkit Pambudi yang penulis cintai yang senantiasa mendo’akan tiada henti untuk kelancaran dan kemudahan menyelesaikan skripsi ini.

6. Ainul Yakin yang telah setia mendukung, memberikan motivasi serta kasih sayang, memberi semangat dalam suka dan duka serta inspirasi tiada henti memberikan dukungan doa.

7. Ibu Dra. A. Dwi Handayani, M.Si selaku kepala sekolah SDN Sumbersari 1 Malang beserta staf yang telah memberikan tempat dan waktu pelaksanaan penelitian.

8. Bapak Budi Santoso, S.Psi selaku guru kelas 4, selaku guru pembimbing khusus SDN Sumbersari 1 Malang yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian.

9. Sahabat Septa, Rivada, Ayu, Tika, Ayomi yang selalu membantu, memotivasi, berbagi pengetahuan dan pengalaman.

10. Mahasiswa PGSD angkatan 2012 khususnya Kelas A yang selalu memberikan dukungan, doa dan motivasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

11. Semua pihak yang terkait yang tidak mungkin dapat penulis sebutkan satu per satu.


(9)

xi

Semoga apa yang telah diberikan kepada peneliti, senantiasa mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Penulis sadar bahwa skripsi ini masih belum sempurna maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun. Akhirnya penulis mengharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi peneliti lain maupun bagi orang lain yang membacanya saat ini ataupun di kemudian hari.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Malang, 16 April 2015


(10)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN ... v

MOTTO ... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian... 8

F. Definisi Istilah ... 8

BAB II. LANDASAN TEORI ... 10

A. Kajian Teori ... 10

1. Respon Belajar Siswa ... 10

a. Pengertian Respon Belajar Siswa ... 10

2. Proses Pembelajaran ... 12

a. Pengertian Proses Pembelajaran... 12

b. Materi Kelas IV Sekolah Dasar ... 13

3. Pendidikan Inklusi ... 14

a. Pengertian Pendidikan Inklusi ... 14

b. Tujuan Pendidikan Inklusi ... 16

c. Landasan Pendidikan Inklusi ... 17

4. Anak Berkebutuhan Khusus ... 20

a. Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus ... 20

b. Macam-macam Anak Berkebutuhan Khusus ... 21

5. Slow Learner. ... 22

a. Pengertian Slow Learner. ... 22

b. Faktor Penyebab Slow Learner ... 23

c. Karakteristik Slow Learner ... 25

B. Kajian Penelitian yang Relevan ... 28


(11)

xiii

BAB III METODE PENELITIAN ... 32

A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian ... 32

B. Kehadiran Peneliti ... 32

C. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 33

1. Lokasi Penelitian ... 33

2. Waktu Penelitian ... 33

D. Subjek Penelitian. ... 33

E. Data Dan Sumber Data ... 33

1. Sumber Data Primer ... 34

2. Sumber Data Sekunder ... 34

F. Teknik Pengumpulan Data. ... 35

1. Observasi... 35

2. Wawancara ... 35

3. Dokumentasi ... 36

G. Instrumen Penelitian. ... 36

H. Prosedur Penelitian ... 38

1. Tahap Pra Penelitian/Perencanaan ... 38

2. Tahap Kerja Lapang/Pelaksanaan... 38

3. Tahap Akhir ... 39

4. Penyusunan Laporan ... 39

I. Uji Validitas Data ... 39

1. Perpanjangan Pengamatan ... 40

2. Meningkatkan Ketekunan ... 40

3. Triangulasi Data... 40

4. Analisis Kasus Negatif ... 40

5. Menggunakan Bahan Referensi ... 41

J. Teknik Analisis Data ... 41

1. Pengumpulan Data ... 41

2. Reduksi Data ... 41

3. Paparan Data atau Penyajian Data ... 42

4. Penarikan Kesimpulan ... 42

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 43

A. Hasil Penelitian ... 43

1. Respon Siswa Slow Learner Terhadap Proses Pembelajaran Kelas 4 ... 43

2. Interaksi Sosial Siswa Slow Learner Terhadap Teman Sebaya... 53

B. Pembahasan ... 56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 61

A. Kesimpulan ... 61

B. Saran ... 62

DAFTAR PUSTAKA ... 63


(12)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian... 31

Gambar 4.1 Saat Proses Pembelajaran di Kelas 4... 44

Gambar 4.2 Siswa Slow Learner Mengerjakan Latihan Soal. ... 49

Gambar 4.3 Saat Siswa Slow Learner Menuliskan Hasil Latihan Soal ... 49

Gambar 4.4 Guru Menjelaskan Kembali Materi ... 50

Gambar 4.5 Kegiatan Proses Pembelajaran ... 51

Gambar 4.6 Siswa Slow Learner Saat Istirahat ... 54


(13)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kompetensi Dasar Kelas IV Semester II Tema 7 Subtema 3 ... 14

Tabel 3.1 Instrumen Observasi Respon Siswa ... 36

Tabel 3.2 Instrumen Observasi Guru ... 37

Tabel 3.3 Instrumen Wawancara Dengan Guru Kelas 4, GPK ... 37

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Pengumpulan Data Analisis Respon Siswa Slow Learner Terhadap Proses Pembelajaran ... 37

Tabel 4.1 Respon Siswa Slow Learner Terhadap Proses Pembelajaran Kelas 4 .. 43


(14)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Instrumen Observasi Siswa Slow Learner Terhadap Proses

Pembelajaran ... 66

Lampiran 2 Instrumen Observasi Guru Kelas 4 ... 71

Lampiran 3 Instrumen Wawancara Untuk Guru Kelas 4 ... 73

Lampiran 4 Instrumen Wawancara Untuk Kepala Sekolah ... 79

Lampiran 5 Instrumen Wawancara Untuk Guru Pembimbing Khusus ... 80

Lampiran 6 Kisi-Kisi Pengumpulan Data Analisis Respon Siswa Slow Learner Terhadap Proses Pembelajaran Kelas 4 Di SDN Sumbersari 1 Malang ... 81

Lampiran 7 RPP Kelas 4 ... 85

Lampiran 8 Foto-Foto Saat Penelitian ... 111

Lampiran 9 Data Siswa Berkebutuhan Khusus ... 114

Lampiran 10 Nilai UTS, UAS Siswa Slow Learner ... 115

Lampiran 11 Surat Penelitian ... 123


(15)

DAFTAR PUSTAKA

Alfian. 2013. Pendidikan Inklusif di Indonesia. 4. 70-75

Anggraini, L.R. 2014. ProsesPembelajaran Inklusi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kelas V SD Negeri Giwangan Ypgyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. KBBI. Jakarta: Balai Pustaka

Deplhie, Bandi. 2006. Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Setting Pendidikan Inklusi. Bandung: Refika Aditama

Hadits, Abdul. 2006 Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Autistik. Bandung: Alfabeta

Jannah, Miftakhul. 2004. Tumbuh Kembang Anak Usia Dini dan Deteksi Dini pada Anak Berkebutuhan Khusus. Surabaya: Insight Indonesia

Lampiran Peraturan Menteri No. 22 Tahun 2006. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Lexy. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Mulyadi. 2010. Diagnosis Kesulitan Belajar dan Bimbingan Terhadap Kesulitan Belajar Khusus. Yogyakarta: Nuha Litera

Mumpuniarti (dkk). Kebutuhan Belajar Siswa Lamban Belajar (Slow Learner) di Kelas Awal Sekolah Dasar Daerah Istemewa Yogyakarta.

Permendiknas. 2013. Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud Permendiknas No. 70 Tahun 2009. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Praptiningrum, P. 2010. Fenomena Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Bagi

Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Perndidikan Khusus, 7 (2):32

Purwatiningtyas, Maylani. 2014. Strategi Pembelajaran Anak Lamban Belajar (Slow Learners) Di Sekolah Inklusi Sd Negeri Giwangan Yogyakarta.


(16)

Reddy, G. Lokanadha, R. Ramar, dan A. Kusuma. (2006). Slow Learners: Their Psychology and Instruction. New Delhi: Discovery Publishing House. Santi, Apsi. 2006. Pembelajaran Band di TK Batik PPBI Yogyakarta. Disertasi

tidak diterbitkan. Yogyakarta

Saragih. 2008. Kompetensi minimal seorang guru dalam mengajar. Jurnal Tabularasa PPS Unimed, 5 (1):23-24

Smart, Aqila. 2010. Anak Cacat Bukan Kiamat (Metode Pembelajaran dan Terapi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus). Yogyakarta: Kata Hati

Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum dalam Litasan sejarah. Bandung: CV. Pusaka Setia

Somaryati dan Astutik, Sri. 2013. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Family Therapy dalam Menangani Pola Asuh Orang Tua Yang Salah Pada Anak Slow Learner. 03 Nomor 01 24-25

Subini, Nini. 2013 . Mengatasi Kesulitan Belajar pada Anak. Jogjakarta: Javalitera

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Supranata, Sumana. 2006. Analisis, Validitas, Reliabilitas dan Interpretasi Hasil Tes. Bandung: Rosdakarya.PT

Susanti. 2004. Perilaku Slow Learner pada Anak Remaja. Forum Penelitian Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Wahidah, Anna. 2013. Pengaruh Pemberian Pelatihan “Memahami dan

Membantu dalam Belajar” Terhadap Peningkatan Pemahaman Guru Kelas di Sekolah Inklusif tentang Anak Berkebutuhan Khusus. 2 (3) 170 diakses tanggal 12-11-2015 jam 21:21


(17)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu alat merubah suatu pola pikir ataupun tingkah laku manusia dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan menjadi memiliki pengetahuan dan keterampilan. Pendidikan sangatlah penting bagi anak bangsa, karena dengan pendidikan mereka dapat menggenggam dunia.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,bangsa dan negara. (Sisdiknas Bab 1 Pasal 1 Ayat 1)

Pendidikan bukan hanya untuk kalangan orang kaya atau untuk orang yang tidak memiliki keterbatasan, namun pendidikan juga untuk orang yang tidak mampu atau orang yang memilki keterbatasan fisik atau keterbatasan mental. Semua orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak serta sama, dan diperlakukan sama antara yang normal maupun yang memiliki keterbatasan. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Repuplik Indonesia Nomor 19 tahun 2011 tentang Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilities.

Di samping itu, juga tercantum dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Sisdiknas Bab IV Pasal 5 ayat 1 dan ayat 2 yang menyatakan bahwa:

1. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

2. Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.


(18)

2

Dari Undang-Undang tersebut memberikan makna bahwa anak yang berkebutuhan khusus sangat memerlukan pendidikan dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga mereka memiliki kecerdasan yang sama dengan anak normal serta memiliki suatu keterampilan. Berdasarkan UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional, keterampilan atau vokasional merupakan program pendidikan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki keterampilan sebagai bekal untuk dirinya sendiri.

Setiap anak itu unik, karena berbeda antara satu dengan yang lain. Ada yang mampu menangkap respon dengan cepat, ada juga yang lamban. Ada yang paham apa yang dijelaskan oleh gurunya, ada juga yang ilmunya akan menghilang setelah pelajaran selesai dan tidak mampu bertahan walau hanya sebentar saja. Ada yang memiliki interaksi sosial yang baik dan ada juga yang hanya diam serta tidak memiliki teman.

Pendidikan inklusif merupakan suatu sistem layanan pendidikan khusus yang mensyaratkan semua anak berkebutuhan khusus dilayani di sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya (Praptinirum N. 2010:32). Pendidikan inklusi merupakan hasil dari pernyataan Salamanca pada tahun 1994, sejak saat itu pendidikan inklusi mulai diperkenalkan secara meluas keseluruh penjuru dunia. Dalam Pernyataan Salamanca menyebutkan sebagai berikut prinsip mendasar dari pendidikan inklusif adalah semua anak seyogyanya belajar bersama-sama, sejauh memungkinkan, apapun kesulitan atau perbedaan yang ada pada diri mereka.

Peneliti melakukan penelitian di SDN Sumbersari 1 karena di SD tersebut lokasinya mudah dijangkau, dan merupakan salah satu sekolah dasar


(19)

3

yang sudah menyelenggarakan pendidikan inklusi kurang lebih dari tahun

2004 serta juga sudah ada 2 guru pembimbing khusus dan juga guru shadow

dari pihak keluarga anak berkebutuhan khusus. Peneliti mengambil anakslow learner karena rata-rata di SD terdapat siswa yang mengalami ketunaan tersebut.

Berdasarkan hasil observasi di SDN Sumbersari 1 pada tanggal 10 November 2015 dan tanggal 12 Januari 2016, didapatkan fakta bahwa SDN Sumbersari 1 merupakan salah satu sekolah dasar di Malang yang di tunjuk untuk menyelenggarakan pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi yang di jalankan di SDN Sumbersari 1 ini sudah berjalan dari tahun 2004 yang terdiri dari 2 Guru Pembimbing Khusus (GPK), dan terdapat 18 anak berkebutuhan khusus dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Anak berkebutuhan khusus yang

ada di SDN Sumbersari 1 adalah slow learner, Tunagrahita ringan, ADHD,

dan Autis. Selain mempunyai prestasi akademik yang rendah, namun anak

slow learner ini mempunyai prestasi di bidang nonakademik contohnya

dalam hal menggambar dan menyanyi, walaupun anakslow learnerini belum

pernah mengikuti perlombaan.

Di SDN Sumbersari 1 guru kelas bersama guru pembimbing khusus (GPK) melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum modifikasi antara anak reguler dan anak berkebutuhan khusus. Guru kelas bersama guru pembimbing khusus memberikan pelayanan yang sama bagi anak yang berkebutuhan dengan anak reguler lainnya. Smith (2006: 53) mengemukakan pencapaian program layanan pendidikan individual bagi setiap siswa merupakan suatu proses yang dinamis, karena itu keputusan-keputusan


(20)

4

mengenai perpaduan layanan pendidikan khusus yang efektif dan praktik inklusif harus terus dikaji kembali dan diperbarui untuk memberikan yang terbaik bagi siswa.

Anak berkebutuhan khusus yang terdapat di SDN Sumbersari 1 anak yang memiliki keterbatasan seperti slow learner harus memiliki perhatian khusus bagi para guru kelas, guru mata pelajaran serta guru pembimbing khusus (GPK). Dalam hambatan yang dimilikinya, maka membutuhkan sebuah pendekatan untuk mengetahui hambatan anak tersebut. Kelemahan yang dimiliki anak slow learner berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas menyatakan bahwa anak slow learner tidak mampu dalam hampir keseluruhan mata pelajaran, selain tidak mampu hampir seluruh mata pelajaran siswaslow learnerini dalam hal hubungan sosial juga kurang baik.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Delphie, 2006:24 yang menyatakan bahwa anak slow learner tidak hanya lemah dalam 1 mata pelajaran saja, namun hampir menyeluruh mata pelajaran.

Anak yang berprestasi rendah umumnya kita temui di sekolah karena mereka pada umumnya tidak mampu menguasai bidang studi tertentu yang diprogramkan oleh guru berdasarkan kurikulum yang berlaku. Ada sebagian besar dari mereka nilai pelajaran yang sangat rendah ditandai pula dengan tes

IQ dibawah rata-rata normal. Untuk golongan ini disebut dengan slow learner

(Delphie, Bandi. 2006:24).

Untuk membantu mengembangkan potensi dan mengurangi hambatan yang dialami oleh anak diperlukan adanya Program Pembelajaran Individual (PPI). Pembelajaran yang diusahakan oleh guru bagi anak yang lamban belajar (slow learner) sebagai salah satu upaya mengkondisikan siswa slow learner sesuai dengan kebutuhan belajarnya dan sebagai tempat siswa untuk meningkatkan respon siswa ataupun hubungan sosial antar siswa. Mereka


(21)

5

lebih membutuhkan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuannya dan

dengan menggunakan metode atau pendekatan yang sesuai. Anak slow

learner biasanya kesulitan dalam hal pembelajaran yang berhitung, abstrak atau membayangkan, dan mereka lebih unggul dalam bidang nonakademik dari pada mata pelajaran yang akademik.

Anak yang slow learner termasuk anak kebutuhan khusus yang banyak

dijumpai diberbagai sekolah dan biasanya diberi julukan ‘anak bodoh’ oleh teman-temannya. Mereka kurang berkonsentrasi dan tidak bisa berfikir abstrak. Dengan adanya julukan ‘anak bodoh’ ataupun dapat tekanan dari temannya biasanya siswaslow learnerlebih memilih diam dan menjadi patah semangat. Mereka sangat peka terhadap lingkungannya, maksudnya apabila disekitarnya mengolok-olok dan berpikiran negatif serta membandingkannya kemampuannya. Hal ini akan membuat mereka menjadi patah semangat dan menarik diri dari lingkungannya (Somaryati, 2013:25).

Terkadang ilmu yang didapat hari ini akan lupa dengan mudahnya. Siswa lambat belajar mengikuti pembelajaran di sekolah umum, karena mereka masih memungkinkan untuk belajar dengan menggunakan kurikulum yang diberlakukan di sekolah umum. Penggunaan kurikulum di sekolah umum untuk siswa lambat belajar membutuhkan beberapa penyesuaian atau adaptasi beberapa aspek program pembelajaran (dalam Mumpuniarti dkk, 3).

Anak slow learner yang dididik bersama-sama dengan anak normal di sekolah reguler maka, prestasi yang didapatkannya berada pada urutan akhir.

Bagi anak slow learner dalam pembelajaran hasilnya akan mengalami


(22)

6

ditetapkan. Pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus harus dilakukan dengan usaha-usaha yang dirancang secara individual yang sebenarnya, yang dapat menjamin baik kebutuhan inklusi, kebutuhan bagi layanan pembelajaran khusus, maupun lingkungan yang mendukung sehingga siswa dapat memperoleh keberhasilan akademis (J. David Smith, 2006: 52-53).

Siswa slow learner selain memiliki hambatan kognitif, mereka juga memiliki hambatan pada interaksi sosial siswa. Bila kita memandang anak

slow learner dari aspek emosi, anak slow learnerini tidak mudah marah saat temannya mengejeknya. Menurut Somaryati (2013:25) menyatakan bahwa anak slow learner kemampuan sosialnya tergolong kurang baik, ada yang over pasif dan ada juga yang over aktif.

Berdasarkan wawancara awal dengan guru kelas 4, hubungan siswaslow

learner dengan temannya kurang baik, lebih cenderung diam, tidak pernah berkelahi dan tidak pernah berkata jelek. Seperti yang dikatakan oleh Nani Triani dan Amir (2013:10) menyebutkan karakteristik siswa slow learner

dalam hal bersosialisasi kurang baik, mereka lebih menjadi pemain pasif, penonton, saat bermain atau bahkan menarik diri.

Dengan alasan seperti yang ada di latar belakang, peneliti berminat untuk

meneliti guna mendeskripsikan Respon dan Interaksi Sosial Siswa Slow

Learner Terhadap Proses Pembelajaran Kelas 4 Di SDN Sumbersari 1


(23)

7

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, yang menjadi fokus penelitian ini sebagai berikut.

1. Bagaimana respon siswaSlow Learnerterhadap proses pembelajaran kelas 4 di SDN Sumbersari 1?

2. Bagaimana interaksi sosial siswa Slow Learner kepada teman sebaya di SDN Sumbersari 1?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, maka penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yaitu sebagai berikut.

1. Mendeskripsikan respon siswaSlow Learnerterhadap proses pembelajaran kelas 4 di SDN Sumbersari 1.

2. Mendeskripsikan interaksi sosial siswaSlow Learnerkepada teman sebaya di SDN Sumbersari 1.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini dibagi menjadi 2 yakni manfaat teoritis dan manfaat praktis yang akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis penelitian ini akan memberikan khasana keilmuan

pemaham tentang siswaSlow Learnerserta bagaimana responnya terhadap


(24)

8

2. Manfaat Praktis a. Bagi Guru

Dapat dijadikan sebagai solusi dalam pembelajaran di kelas inklusi. Dan dapat membentuk kelas yang bisa menerima siswa berkebutuhan khusus.

b. Bagi Sekolah

Dapat mensukseskan pendidikan inklusi di SDN Sumbersari 1 Malang.

c. Bagi Peneliti

Dapat menambah wawasan ilmu peneliti mengenai anak berkebutuhan khusus Slow Learner.Selain itu hasil penelitian diharapkan bisa dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.

E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini, ruang lingkupnya hanya akan dilakukan pada kelas 4 di SDN Sumbersari 1 Malang, dimana di kelas itu ada siswa berkebutuhan khusus slow learner. Keterbatasan penelitian ini yaitu yang diteliti hanya 1 anak saja dalam satu kelas dan peneliti hanya meneliti mata pelajaran yang memuat tentang berhitung (matematika), ilmu pengetahuan (IPA) serta bahasa (Bahasa Indonesia). Penelitian ini meliputi respon siswa slow learner

terhadap proses pembelajaran di kelas 4 SDN Sumbersari 1 Malang dan

interaksi sosial siswa slow learner kepada teman sebayanya di SDN

Sumbersari 1 Malang.

F. Definisi Operasional

Istilah-istilah dalam penelitian ada banyak, untuk memperjelas pemahaman dan menimalisasi kesalahan pengertian maka perlu memberikan


(25)

9

sebuah penjelasan definisi istilah yang jelas. Berikut adalah definisi istilah dalam penelitian:

1. Analisis

Analisis adalah adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.

2. Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif adalah suatu layanan pendidikan dimana dalam suatu lembaga atau sekolah terdapat anak normal dan anak berkebutuhan khusus tanpa ada perlakuan yang tidak sama.

3. Slow Learner(Lambat Belajar)

Anak Slow Learner adalah anak yang memiliki hambatan dalam

perkembangan kognitifnya (memiliki kecerdasan sedikit dibawah rata-rata) sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memahami pelajaran.

4. Respon SiswaSlow Learner

Respon belajar siswa Slow Learner adalah jawaban atau tanggapan

peserta didik terhadap suatu rangsangan yang diberikan guru kepada anak yang lambat belajar dimana dalam proses belajar tersebut mengalami hambatan intelektual.

5. Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran adalah suatu interaksi antara siswa dan guru dalam suatu lingkungan atau sekolah.


(1)

mengenai perpaduan layanan pendidikan khusus yang efektif dan praktik inklusif harus terus dikaji kembali dan diperbarui untuk memberikan yang terbaik bagi siswa.

Anak berkebutuhan khusus yang terdapat di SDN Sumbersari 1 anak yang memiliki keterbatasan seperti slow learner harus memiliki perhatian khusus bagi para guru kelas, guru mata pelajaran serta guru pembimbing khusus (GPK). Dalam hambatan yang dimilikinya, maka membutuhkan sebuah pendekatan untuk mengetahui hambatan anak tersebut. Kelemahan yang dimiliki anak slow learner berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas menyatakan bahwa anak slow learner tidak mampu dalam hampir keseluruhan mata pelajaran, selain tidak mampu hampir seluruh mata pelajaran siswaslow learnerini dalam hal hubungan sosial juga kurang baik.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Delphie, 2006:24 yang menyatakan bahwa anak slow learner tidak hanya lemah dalam 1 mata pelajaran saja, namun hampir menyeluruh mata pelajaran.

Anak yang berprestasi rendah umumnya kita temui di sekolah karena mereka pada umumnya tidak mampu menguasai bidang studi tertentu yang diprogramkan oleh guru berdasarkan kurikulum yang berlaku. Ada sebagian besar dari mereka nilai pelajaran yang sangat rendah ditandai pula dengan tes IQ dibawah rata-rata normal. Untuk golongan ini disebut dengan slow learner (Delphie, Bandi. 2006:24).

Untuk membantu mengembangkan potensi dan mengurangi hambatan yang dialami oleh anak diperlukan adanya Program Pembelajaran Individual (PPI). Pembelajaran yang diusahakan oleh guru bagi anak yang lamban belajar (slow learner) sebagai salah satu upaya mengkondisikan siswa slow learner sesuai dengan kebutuhan belajarnya dan sebagai tempat siswa untuk meningkatkan respon siswa ataupun hubungan sosial antar siswa. Mereka


(2)

lebih membutuhkan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuannya dan dengan menggunakan metode atau pendekatan yang sesuai. Anak slow learner biasanya kesulitan dalam hal pembelajaran yang berhitung, abstrak atau membayangkan, dan mereka lebih unggul dalam bidang nonakademik dari pada mata pelajaran yang akademik.

Anak yang slow learner termasuk anak kebutuhan khusus yang banyak dijumpai diberbagai sekolah dan biasanya diberi julukan ‘anak bodoh’ oleh teman-temannya. Mereka kurang berkonsentrasi dan tidak bisa berfikir abstrak. Dengan adanya julukan ‘anak bodoh’ ataupun dapat tekanan dari temannya biasanya siswaslow learnerlebih memilih diam dan menjadi patah semangat. Mereka sangat peka terhadap lingkungannya, maksudnya apabila disekitarnya mengolok-olok dan berpikiran negatif serta membandingkannya kemampuannya. Hal ini akan membuat mereka menjadi patah semangat dan menarik diri dari lingkungannya (Somaryati, 2013:25).

Terkadang ilmu yang didapat hari ini akan lupa dengan mudahnya. Siswa lambat belajar mengikuti pembelajaran di sekolah umum, karena mereka masih memungkinkan untuk belajar dengan menggunakan kurikulum yang diberlakukan di sekolah umum. Penggunaan kurikulum di sekolah umum untuk siswa lambat belajar membutuhkan beberapa penyesuaian atau adaptasi beberapa aspek program pembelajaran (dalam Mumpuniarti dkk, 3).

Anak slow learner yang dididik bersama-sama dengan anak normal di sekolah reguler maka, prestasi yang didapatkannya berada pada urutan akhir. Bagi anak slow learner dalam pembelajaran hasilnya akan mengalami program remedial untuk memperoleh nilai yang sesuai dengan yang


(3)

ditetapkan. Pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus harus dilakukan dengan usaha-usaha yang dirancang secara individual yang sebenarnya, yang dapat menjamin baik kebutuhan inklusi, kebutuhan bagi layanan pembelajaran khusus, maupun lingkungan yang mendukung sehingga siswa dapat memperoleh keberhasilan akademis (J. David Smith, 2006: 52-53).

Siswa slow learner selain memiliki hambatan kognitif, mereka juga memiliki hambatan pada interaksi sosial siswa. Bila kita memandang anak slow learner dari aspek emosi, anak slow learnerini tidak mudah marah saat temannya mengejeknya. Menurut Somaryati (2013:25) menyatakan bahwa anak slow learner kemampuan sosialnya tergolong kurang baik, ada yang over pasif dan ada juga yang over aktif.

Berdasarkan wawancara awal dengan guru kelas 4, hubungan siswaslow learner dengan temannya kurang baik, lebih cenderung diam, tidak pernah berkelahi dan tidak pernah berkata jelek. Seperti yang dikatakan oleh Nani Triani dan Amir (2013:10) menyebutkan karakteristik siswa slow learner dalam hal bersosialisasi kurang baik, mereka lebih menjadi pemain pasif, penonton, saat bermain atau bahkan menarik diri.

Dengan alasan seperti yang ada di latar belakang, peneliti berminat untuk meneliti guna mendeskripsikan Respon dan Interaksi Sosial Siswa Slow Learner Terhadap Proses Pembelajaran Kelas 4 Di SDN Sumbersari 1 Malang.


(4)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, yang menjadi fokus penelitian ini sebagai berikut.

1. Bagaimana respon siswaSlow Learnerterhadap proses pembelajaran kelas 4 di SDN Sumbersari 1?

2. Bagaimana interaksi sosial siswa Slow Learner kepada teman sebaya di SDN Sumbersari 1?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, maka penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yaitu sebagai berikut.

1. Mendeskripsikan respon siswaSlow Learnerterhadap proses pembelajaran kelas 4 di SDN Sumbersari 1.

2. Mendeskripsikan interaksi sosial siswaSlow Learnerkepada teman sebaya di SDN Sumbersari 1.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini dibagi menjadi 2 yakni manfaat teoritis dan manfaat praktis yang akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis penelitian ini akan memberikan khasana keilmuan pemaham tentang siswaSlow Learnerserta bagaimana responnya terhadap proses pembelajaran kelas 4 di SDN Sumbersari 1 Malang.


(5)

2. Manfaat Praktis a. Bagi Guru

Dapat dijadikan sebagai solusi dalam pembelajaran di kelas inklusi. Dan dapat membentuk kelas yang bisa menerima siswa berkebutuhan khusus.

b. Bagi Sekolah

Dapat mensukseskan pendidikan inklusi di SDN Sumbersari 1 Malang.

c. Bagi Peneliti

Dapat menambah wawasan ilmu peneliti mengenai anak berkebutuhan khusus Slow Learner.Selain itu hasil penelitian diharapkan bisa dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.

E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini, ruang lingkupnya hanya akan dilakukan pada kelas 4 di SDN Sumbersari 1 Malang, dimana di kelas itu ada siswa berkebutuhan khusus slow learner. Keterbatasan penelitian ini yaitu yang diteliti hanya 1 anak saja dalam satu kelas dan peneliti hanya meneliti mata pelajaran yang memuat tentang berhitung (matematika), ilmu pengetahuan (IPA) serta bahasa (Bahasa Indonesia). Penelitian ini meliputi respon siswa slow learner terhadap proses pembelajaran di kelas 4 SDN Sumbersari 1 Malang dan interaksi sosial siswa slow learner kepada teman sebayanya di SDN Sumbersari 1 Malang.

F. Definisi Operasional

Istilah-istilah dalam penelitian ada banyak, untuk memperjelas pemahaman dan menimalisasi kesalahan pengertian maka perlu memberikan


(6)

sebuah penjelasan definisi istilah yang jelas. Berikut adalah definisi istilah dalam penelitian:

1. Analisis

Analisis adalah adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.

2. Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif adalah suatu layanan pendidikan dimana dalam suatu lembaga atau sekolah terdapat anak normal dan anak berkebutuhan khusus tanpa ada perlakuan yang tidak sama.

3. Slow Learner(Lambat Belajar)

Anak Slow Learner adalah anak yang memiliki hambatan dalam perkembangan kognitifnya (memiliki kecerdasan sedikit dibawah rata-rata) sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memahami pelajaran.

4. Respon SiswaSlow Learner

Respon belajar siswa Slow Learner adalah jawaban atau tanggapan peserta didik terhadap suatu rangsangan yang diberikan guru kepada anak yang lambat belajar dimana dalam proses belajar tersebut mengalami hambatan intelektual.

5. Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran adalah suatu interaksi antara siswa dan guru dalam suatu lingkungan atau sekolah.