ANALISIS KESESUAIAN ISI PRESS RELEASE BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PROVINSI LAMPUNG DENGAN PEMBERITAANNYA PADA SKH RADAR LAMPUNG PERIODE JANUARI – FEBRUARI TAHUN 2015

(1)

ABSTRAK

ANALISIS KESESUAIAN ISI PRESS RELEASE BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PROVINSI LAMPUNG DENGAN PEMBERITAANNYA

PADA SKH RADAR LAMPUNG PERIODE JANUARI – FEBRUARI TAHUN 2015

Oleh

Ayu Tia Wahyu Ningsih

Press release yang telah dibuat oleh praktisi humas dengan berita yang ditulis oleh wartawan agar dimuat di surat kabar, diindikasikan terdapat kesenjangan dan perbedaan dalam hal waktu, isi atau konten serta penulisan pada berita. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif dimana peneliti akan mengetahui isi press release Biro Humas dan Protokol dengan isi pemberitaannya pada SKH Radar Lampung berdasarkan ketentuan penulisannya masing-masing dan menganalisis kesesuaian isi diantara keduanya berdasarkan kelengkapan anatomi berita yang terdiri dari indikator judul, indikator jenis lead, indikator kelengkapan unsur 5W+1H serta indikator unsur nilai berita. Sampel dalam penelitian ini sebesar masing-masing 10 (sepuluh) sampel. Hasil penelitian ini adalah keseluruhan isi press release dengan pemberitaannya telah mengikuti prosedur ketentuan penulisannya masing-masing namun berdasarkan kelengkapan anatomi berita, sebanyak 10 atau 100 % isi press release dan pemberitaannya tidak memiliki kesesuaian dan 8 atau 80% isi press release dan pemberitaannya tidak memiliki kelengkapan. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan pada judul (headline), jenis teras (lead) yang digunakan, serta ketidaklengkapan unsur 5W+1H dan nilai berita pada tubuh (body). Hasil ketidaksesuaian ini menunjukkan bahwa isi press release tidak dijadikan acuan bagi pemberitaan sehingga isi press release berbeda dengan isi berita yang telah diberitakan pada media massa. Sedangkan adanya ketidaklengkapan menunjukan bahwa keduanya tidak mengikuti standar penulisan yang berlaku yaitu kelengkapan anatomi berita.


(2)

ABSTRACT

THE ANALYSIS OF PRESS RELEASE CONTENT SUITABILITY AT PUBLIC RELATIONS AND PROTOCOL BUREAU IN LAMPUNG PROVINCE WITH THE NEWS RELEASE ON RADAR LAMPUNG

PAPERS PERIOD JANUARY – FEBRUARY 2015 By

Ayu Tia Wahyu Ningsih

Press release which is written by the practitioner at Public Relation Division and the news which emerges in the papers that written by the journalist, there are some differences, such as the content, the time, and also the writing on papers. This research used qualitative analysis method in order to the researcher can know the content of Public Relations and Protocol Bureau’s press release and the news content of Radar Lampung Papers according to the writing regulations of theirs, and to analyze their content suitability based on the completeness of news anatomy which consist of the title, kinds of lead, the completeness of an 5W+IH unsure, and the news value. The sample of this research are 10 samples. The result of this research is both of them, the press release and the news have followed the writing regulations of theirs but based on the completness of news anatomy, 100 percent of the press release content and the news are not suitable and 80 percent not complete. It is caused by the difference in the title of headline, type lead used, and incompleteness element 5W+1H and value the news on the body. This unsuitable result shows that this press release can’t be the reference for the news because of the different contents which are emerged on papers. Even if the incomplete shows that both of them don’t follow the writing regulations, that is the completeness of the news anatomy.


(3)

Analisis Kesesuaian Isi Press Release Biro Humas Dan Protokol Provinsi Lampung Dengan Pemberitaannya Pada SKH Radar Lampung Periode Januari – Februari

Tahun 2015

Oleh

Ayu Tia Wahyu Ningsih Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA ILMU KOMUNIKASI

Pada

Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Lampung

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDARLAMPUNG 2015


(4)

(5)

(6)

(7)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandar Lampung sebagai anak pertama dari empat bersaudara pasangan Bapak Agus Gunawan dan Ibu Siti Fatimah.

Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) penulis selesaikan pada tahun 1999 di TK Dharma Wanita Bandar Lampung, Sekolah Dasar (SD) diselesaikan di SD Negeri 2 Kampung Baru Bandar Lampung pada tahun 2005, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 22 Bandar Lampung pada tahun 2008 dan pada tahun 2011 menyelesaikan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 12 Bandar Lampung.

Pada tahun 2011, penulis terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Lampung. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi sebagai anggota di Bidang Advertising. Pada Januari 2014, penulis melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata di Desa Bumiasri, Kecamatan Palas, Kalianda. Pada bulan Agustus s/d September penulis melakukan Praktek Kuliah Lapangan di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Lampung.


(8)

PERSEMBAHAN

Seiring dengan Puja, Puji serta ucapan Syukur kepada Allah SWT, atas segala kelancaran dan kemudahan serta nikmat sehat yang telah diberikan untuk

menyelesaikan skripsi ini.

Dengan seluruh rasa bangga penulis persembahkan karya skripsi ini untuk:

Diriku Sendiri.

Kedua orang tuaku, Agus Gunawan dan Siti Fatimah. Seluruh teman-temanku.


(9)

Work Until You No Longer Have to

Introduce Yourself


(10)

SANWACANA

Alhamdulillahhirobbil’alamin. Segala puji dan syukur penulis hanturkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan berkah dan karunia-Nya lah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat waktunya sesuai dengan harapan penulis dengan judul “Analisis Kesesuaian Isi Press Release Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung Dengan Pemberitaannya Pada SKH Radar Lampung Periode Januari – Februari Tahun 2015” sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini tak luput dari kesalahan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan yang lebih baik lagi nantinya. Semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat dikemudian hari.

Berbekal pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki, tanpa adanya bantuan,dukungan, motivasi, dan semangat dari berbagai pihak yang terlibat dalam penyusunan skripsi ini tidak mungkin dapat terselesaikan. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada :

1. Bapak Drs. Agus Hadiawan, M.Si, Selaku dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung.

2. Bapak Drs. Teguh Budi Raharjo, M.Si selaku ketua jurusan Ilmu Komunikasi dan Dosen Pembahas skripsi penulis. Terimakasih pak untuk segala keramahan, kesabaran, serta


(11)

3. Ibu Nanda Utaridah, S.Sos., M.Si, selaku Dosen Pembimbing skripsi yang telah meluangkan banyak waktu untuk sabar membimbing dan memberikan saya banyak ilmu dan pengetahuan baru yang bermanfaat. Terimakasih bu untuk setiap semangat yang ibu berikan dalam setiap pertemuan. Sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih.

4. Ibu Dhanik Sulistyarini, S.Sos., MComn&MediaSt, selaku sekretaris jurusan Ilmu Komunikasi, Bapak Drs. Agung Wibawa, selaku dosen pembimbing akademik penulis dan seluruh jajaran dosen FISIP Universitas Lampung khususnya jurusan Ilmu Komunikasi yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan bermanfaat selama penulis menuntut ilmu di jurusan ini.

5. Bapak Yana Ekana dan Bapak M. Syarif Makhya, terimakasih untuk segala bantuan, saran dan masukannya dalam skripsi ini.

6. Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung, terimakasih telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk melakukan penelitian.

7. Kedua orang tua saya, Bapak Agus Gunawan dan Ibu Siti Fatimah. Serta adik saya, Gilang Setiawan, Ninis Kurnia Sukma dan M. Rahman Rhenata. Mungkin terimakasih saja tidak cukup untuk mewakilkan semua kasih sayang, perhatian, dan pengorbanan yang telah Bapak Ibu berikan kepada Ayu. Semoga di kehidupan kelak Ayu bisa menerjemahkan ucapan terima kasih itu menjadi suatu tindakan yang bisa membalas atas

semua yang telah diberikan dan membuat kalian semua bangga. Ayu selalu berdoa agar

bapak, ibu dan adik selalu bahagia, sehat, dijauhkan dari segala hal yang buruk dan diberikan umur yang panjang, Amiiin.


(12)

Terimakasih sudah kurang lebih 6 tahun menjadi sahabat yang terbaik, sahabat yang selalu menjadi tempat pertama yang tepat untuk berbagi susah ataupun senang. Tidak berasa satu-satu bakalan lulus kemudian mengejar cita-citanya masing-masing, dan kita mungkin ga bisa seintens kemarin, but i always believe that a strong friendship doesn’t need daily conversation or being together, as long as the relationship lives in the heart, true friends never part, Ameeen.

9. Nine Years and Still Counting, Melati Cataleya dan Fadhilah Syakirah. Mel, kita memang ga so sweet tapi terimakasih untuk semua semangatnya sekaligus udah jadi orang pertama yang mau dengerin segala masalah, kabar baik ataupun keluh kesah selama ini. Dil, terimakasih atas segala bantuannya, terimakasih sudah menjadi sahabat yang super baik dan partner skripsi yang kuat, maaf ya dil selalu direpotkan. Sekali lagi terimakasih banyak, just remember our promises for being a bestfriend whose accepted all of the weakness and always be there wherever and whenever in every condition, i love you both, so damn much.

10.Kakak-kakak komunikasi 2010, Rina Puteri Octarina, Tia Lidarni, Oemar Madri, Deka Vivi, Dendi Prayoga, Sayu Putu dan Dewi Alifia. Terkhusus untuk Rina, terimakasih banyak sudah menjadi sahabat layaknya kakak yang selalu mengingatkan, sahabat yang merangkap menjadi pembimbing skripsi ini dan tempat sharing hal apapun. Sekali lagi terimakasih atas segala kontribusi yang telah disalurkan dalam pembuatan skripsi ini, maaf sudah banyak merepotkan, saya sangat bersyukur bisa kenal kalian.


(13)

Ramadhan, Ade Saputera, M Syahid Abdurahman dan Reza Tantowi. Kalian adalah bukti bahwa kenyataannya memang tidak mudah untuk nyatuin kemauan dari isi kepala yang berbeda-beda dan sungguh, lewat kalian saya bisa belajar apa arti kesabaran menghadapi 11 sahabat dengan berbagai watak yang out of the box termasuk watak saya sendiri whaha. I love you all, ga ada kalian, kuliah ga seru! Terimakasih untuk segala kebaikan dan laugh of loud nya, maaf untuk segala kekurangan yang saya punya, but time flies so fast, semoga kita tetap jadi sahabat yang kompak dan makin mengerti satu sama lain. Kita harus sukses semua ya guys, Amiiin!

12.Communication Class2011! Kepada Theresia Windy, Issa Juliana, Ninik Ambar, Wahyu Eka, Mifta, Rizka, Prita, Sheila, Yessy, Jaya Aji, Rizal Fahmi, Hilda, Meta, Aprika, Inka, Arya, Prayoga, Yazid, Fahri Adli, Novian, Isa Dede. Gigih, Dicky, Metal, Pije, Ilman, Nanang, Ivona, Bobby, Irwin, Amoy, Hamham, Imel, Amy, Alif, Trihana, Nita, Herdiani, Venta, Cita, Arum, Amel, Ageta, Day, Sartika, Vio, Uti, Uwi, dan Dian Ertha, saya sangat berterimakasih untuk semangat, motivasi, masukan dan segala kebaikannya, God bless you all. Tidak ketinggalan juga untuk Black Dragon Family: Aji, Adel, Bowo, Arta, Bayu, Calvien, Fajri, Imam, Rama, Ridho, Ramanda, Risky, Ricky, Satya, Teddy, Riksa dan Duta. Terimakasih untuk grup line “Yang Penting Ketawa” yang isinya dosa semua, kurang-kurangin resehnya, terus-terusin buat palengnya. Lagi dan lagi saya ucapkan terimakasih atas kebersamaan yang mungkin tidak bisa diulang dua kali, bangga udah jadi bagian dari Komsebelas. See you on top guys! Tetap rendah hati dan tidak saling melupakan, Amiiin.


(14)

14.SF! Atikah Zahra, Dechi Yulpratiwi, Oryza Leovita, Friska Andhini dan Nurul Hidayah. Walaupun sekarang udah susah ketemu, tapi kalian tetap dihati, terimakasih untuk segala ketulusan yang tidak akan saya lupakan. Miss you guys! Andai waktu bisa diulang.. 15.Teman-teman KKN Desa Bumiasri, Kec. Palas, Kalianda. Tanti Yosella, Fatwa Marratus,

Dhia Fadhilah, Ferina Dwi, Alhadi Pratama, Feri Feriza, Eko, Edi dan Fahri Adli. Terimakasih untuk 40 hari yang menyenangkan dan kebersamaan layaknya saudara. Teruntuk Bapak Erman dan keluarga, saya sangat bersyukur bisa tinggal dirumah Bapak dan Ibu yang baiknya luar biasa ini, terimakasih karena sudah menganggap saya dan teman-teman yang lain seperti layaknya anak sendiri, semoga Bapak dan Ibu diberikan kebaikan yang berlimpah pula dari Allah SWT, selalu sehat dan diberikan umur yang panjang, Amiiin.

Pada akhirnya, terlalu banyak orang baik yang terlibat dalam penulisan skripsi ini yang namanya tidak bisa saya tuliskan satu per satu. Untuk kalian semua, semoga beruntung di jalan yang masing-masing kalian tempuh. Semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.

Aamiin, Aamiin Ya Rabbal Al-Aamiin.

Penulis,


(15)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Data Press Release Biro Humas dan Protokol ... 3 2. Kajian Penelitian Terdahulu ... 8 3. Press Release Beserta Publikasi Media Massa di Lampung ... 35 4. Kode Press Release Biro Humas dan Protokol Periode

Januari-Februari 2015 ... 56 5. Kode Berita SKH Radar Lampung Periode Januari-Februari 2015 ... 57 6. Press Release Biro Humas dan Protokol Berdasarkan Ketentuan

Penulisannya ... ... ... 60 7. Berita SKH Radar Lampung Berdasarkan Ketentuan Penulisannya .. ... 61 8. Hasil Penelitian Kesesuaian Isi Press Release dan Isi Berita

Berdasarkan Indikator Anatomi Berita ... ... ... 67 9. Persentase Hasil Analisis Isi Press Release dan Isi Berita Berdasarkan


(16)

DAFTAR BAGAN

Bagan Halaman 1. Bagan Kerangka Pikir ... 29


(17)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ... i

DAFTAR BAGAN ... iii

DAFTAR TABEL ... iv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Kegunaan Penelitian... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7

2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu ... 7

2.2 Tinjauan Tentang Analisis Isi ... 9

2.3 Tinjauan Tentang Humas ... 12

2.3.1Definisi Humas ... 12

2.3.2 Tugas dan Fungsi Humas ... 14

2.4 Tinjauan Tentang Press Release ... 16

2.4.1 Definisi Press Release ... 16

2.4.2 Ketentuan Isi Press Release ... 17

2.5 Tinjauan Tentang Berita 2.7 Tinjauan Teori ... 27

2.8 Kerangka Pikir ... 29

... 20

2.5.1 Ketentuan Isi Berita ... 21 2.6 Tinjauan Tentang Surat Kabar ... 24


(18)

BAB III METODE PENELITIAN ... 31

3.1 Metode Penelitian... 31

3.2 Jenis Penelitian ... 33

3.6 Teknik Analisa Data ... 34

3.7 Uji Keabsahan Data... 44

BAB IV GAMBARAN UMUM ... 45

4.1 Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung ... 45

4.1.1 Sejarah Terbentuknya Biro Humas dan Protokol ... 45

4.1.2 Struktur Oganisasi ... 46

4.1.3 Tugas Pokok dan Fungsi ... 47

4.1.4 Visi dan Misi ... 50

4.1.5 Indikator Kinerja Biro Humas dan Protokol ... 51

4.1.6 Kegiatan Press Release Biro Humas dan Protokol ... 52

4.2 Surat Kabar Harian (SKH) Radar Lampung ... 53

4.2.1 Sejarah Terbentuknya SKH Radar Lampung ... 53

4.2.2 Profil SKH Radar Lampung ... 55

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 56

5.1 Hasil Penelitian ... 56

5.1.1 Isi Press Release dan Isi Berita Berdasarkan Ketentuan Penulisannya ... 58

5.1.2 Kesesuaian Isi Press Release dan Isi Berita ... 62

5.2 Pembahasan Hasil Penelitian ... 70

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN... 115

6.1 Kesimpulan ... 115

6.2 Saran ... 116

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ... 31

3.3 Fokus Penelitian ... 32 3.4 Subyek dan Obyek Penelitian ... 32


(19)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Istilah hubungan masyarakat atau humas sebagai profesi telah dikenal di Indonesia sejak awal kemerdekaan. Pesatnya perkembangan humas terlihat dengan makin banyaknya organisasi atau lembaga yang membentuk unit khusus humas. Unit humas telah menduduki posisi penting dalam struktur organisasi, sehingga peran dan fungsinya semakin maksimal. Peran dan fungsi humas yang maksimal dapat dilihat dari aktivitas yang dilakukan oleh humas tersebut. Aktivitas humas berhubungan dengan publik internal dan eksternal, pada publik internal dilakukan dengan karyawan dan stakeholder, sedangkan aktivitas pada publik eksternal salah satunya dengan wartawan melalui pembuatan press release (Nurudin, 2008:12).

Press release adalah informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh humas suatu organisasi/ perusahaan yang disampaikan kepada pengelola pers/ redaksi media massa (tv, radio, media cetak, media online) untuk dipublikasikan dalam media massa tersebut. Press release merupakan bagian penting pada kegiatan eksternal humas, karena sistem pemberian berita harus melalui press release untuk dapat disebarluaskan (Kriyantono, 2008:138).


(20)

Keahlian menulis sangat penting dalam profesi humas, karena 70% kegiatan praktisi kehumasan adalah menulis, sedangkan 30% sisanya adalah komunikasi lainnya (Kasali, 2000:162). Kemampuan menulis naskah kehumasan sangat diperlukan bagi seorang Public Relations Officer, karenanya mutlak menguasai dasar-dasar teknik penulisan berita, antara lain untuk pembuatan press release, artikel, atau pun feature (Ruslan, 2002:216).

Oleh karena itu, humas harus memiliki kemampuan menulis serta ketepatan dalam pengiriman press release yang sesuai dengan standar penulisan berita, mengingat media massa merupakan kekuatan keempat di suatu negara yang dapat dengan mudah mempengaruhi opini publik dalam rangka memberi pengetahuan mengenai apa yang hendak dipublikasikan oleh suatu instansi, baik mengenai produk atau kegiatan khusus yang diselenggarakan oleh humas.

Pada penelitian ini, peneliti memilih humas pemerintahan yaitu Dinas Komunikasi dan informatika yang kini telah berganti nama menjadi Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung dalam kegiatan eksternalnya membuat press release, serta kesesuaian pemberitaannya pada media Surat Kabar Harian (SKH) Radar Lampung periode Januari - Februari tahun 2015 sebagai obyek penelitian. Alasan peneliti menggunakan press release pada bulan Januari dan Februari karena kegiatan Biro Humas dan Protokol baru berjalan efektif pada awal tahun 2015.

Kegiatan press release merupakan kegiatan rutin Biro Humas dan Protokol yang dilakukan dengan media massa, baik media cetak atau media elektronik. Press release berisi tentang informasi atau kegiatan yang terjadi di Pemerintah Provinsi Lampung dan dianggap perlu untuk diketahui oleh publik, sehingga peneliti


(21)

mengkhususkan pembuatan press release yang berkenaan dengan kegiatan Gubernur, Wakil Gubernur serta Sekertaris Daerah Provinsi Lampung. Biro Humas dan Protokol menjalin kerjasama dengan wartawan dari masing-masing media massa di Provinsi Lampung baik cetak maupun elektronik. Namun, disini peneliti memilih pemberitaan pada salah satu surat kabar yaitu SKH Radar Lampung karena dari seluruh media massa yang telah bekerjasama dengan Biro Humas dan Protokol, SKH Radar Lampung lebih banyak dalam mempublikasikan berita berdasarkan press release telah dibuat oleh Biro Humas dan Protokol.

Berdasarkan klasifikasi di atas, terdapat data press release yang telah dibuat oleh Biro Humas dan Protokol pada bulan Januari - Februari tahun 2015:

Tabel 1. Data Press Release Biro Humas dan Protokol No Tanggal/

Bulan/Tahun

Judul Press Release

1 05/01/2015 Penandatanganan Pakta Integritas Swasembada Pangan 2 19/01/2015 Gubernur Tepis Isu Perpecahan Dengan Wagub-Sekda 3 27/01/2015 Gubernur Lampung Serahkan SK CPNSK-2

4 28/01/2015 Pemprov Lampung Peringati Maulid Nabi Muhammad 5 30/01/2015 Dua Kabupaten Pemekaran Lamteng Penuhi Syarat 6 31/01/2015 APBN Lampung Meningkat 35,72%

7 02/02/2015 Mengurangi Pengangguran Dengan Perbaikan Pertanian 8 04/02/2015 Pemerintah Provinsi Lampung Kembangkan Wisata di

Pesisir Barat

9 05/02/2015 Satker Pemprov Adakan Rapat Koordinasi 10 10/02/2015 Gubernur Lampung Minta Optimalkan HPN 11 12/02/2015 Pengurus HIMPAUDI Lampung Dikukuhkan 12 12/02/2015 Bandarlampung Siap Gelar MTQ ke 46 di Kemiling 13 12/02/2015 Menteri Pertanian Kunjungan Kerja di Tanggamus 14 17/02/2015 Gubernur Lampung Resmikan Gedung PKK dan Taman

Horti

15 21/02/2015 Gubernur Minta PPP Ikut Majukan Lampung

16 13/02/2015 Pemprov Tanggung Rehabilitasi 1.567 Pengguna Narkoba 17 25/02/2015 Pemprov Bahas Peraturan Gubernur Tentang Perkopian 18 25/02/2015 Pemprov Bangun Sekolah


(22)

Diantara press release yang telah dibuat oleh praktisi humas dengan berita yang ditulis oleh wartawan agar dimuat di surat kabar, diindikasikan terdapat kesenjangan dan perbedaan dalam hal waktu, isi atau konten serta penulisan pada berita. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan fungsi dan tugas antar wartawan dengan pihak humas. Secara umum wartawan berfungsi memberikan informasi dan penyebaran informasi, sama hal nya dengan wartawan Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung. Wartawan tentunya membutuhkan informasi baik untuk kepentingan dirinya ataupun kepentingan perusahaan, dalam hal informasi yang menyangkut perusahaan, ada beberapa informasi yang harus disampaikan kembali oleh para wartawan pada publik (Ruslan 2003: 151).

Sedangkan dimensi fungsi humas akan bertolak belakang dengan fungsi pers, karena publikasi yang berkaitan dengan humas justru bersifat positif. Hal tersebut dapat dilakukan dengan penyebaran informasi atau pesan untuk meningkatkan pengenalan (awareness), pengetahuan (knowledge), bujukan (persuasive), pendidikan (education). Semua itu dilakukan sebagai upaya menciptakan dan opini masyarakat kepada sesuatu yang positif, serta menghindarkan unsur-unsur pemberitaan atau publikasi yang bersifat negatif, sensasional dan kontroversial di masyarakat (Rachmadi, 1992:21). Adanya perbedaan tersebut maka peneliti perlu mengetahui isi press release yang telah dibuat oleh Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung berikut pemberitaannya pada SKH Radar Lampung berdasarkan ketentuan penulisannya masing-masing serta menganalisis kesesuaian isi antara keduanya.


(23)

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah penelitian ini adalah:

a. Bagaimanakah isi press release Biro Humas dan Protokol serta isi pemberitaannya pada SKH Radar Lampung berdasarkan ketentuan penulisannya masing-masing?

b. Bagaimanakah kesesuaian isi press release Biro Humas dan Protokol dengan isi pemberitaannya pada SKH Radar Lampung Periode Januari - Februari Tahun 2015?

1.3Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:

a. Untuk mengetahui isi press release Biro Humas dan Protokol serta isi pemberitaannya pada SKH Radar Lampung berdasarkan ketentuan penulisan masing-masing.

b. Untuk menganalisis kesesuaian isi press release Biro Humas dan Protokol dengan isi pemberitaannya pada SKH Radar Lampung Periode Januari - Februari Tahun 2015.


(24)

1.4Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penelitian ini yaitu:

a. Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu komunikasi dan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya khususnya yang berkaitan dengan kehumasan atau kinerja public relation dalam penyajian press release.

b. Secara praktis, diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumbangan pemikiran dalam memberikan gambaran, pengetahuan serta menambah wawasan dan informasi mengenai ketepatan serta kesesuaian isi press release dan pemberitaannya pada surat kabar.


(25)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1Tinjauan Penelitian Terdahulu

Peneliti menggunakan penelitian terdahulu sebagai perbandingan dan tolak ukur serta mempermudah peneliti dalam menyusun penelitian. Tinjauan pustaka harus mengemukakan hasil penelitian lain yang relevan dalam pendekatan permasalahan penelitian yakni teori, konsep-konsep, analisa, kesimpulan, kelemahan dan keunggulan pendekatan yang dilakukan orang lain. Peneliti harus belajar dari peneliti lain, untuk menghindari duplikasi dan pengulangan penelitian atau kesalahan yang sama seperti yang dibuat oleh peneliti sebelumnya (Masyhuri dan Zainuddin. 2008:100).

Penelitian sebelumnya dipakai sebagai acuan dan referensi peneliti dan memudahkan peneliti dalam membuat penelitian. Peneliti telah menganalisis dua penelitian terdahulu yang berkaitan dengan bahasan di dalam penelitian ini yang mencakup tentang penyajian press release.


(26)

Tabel 2. Kajian Penelitian Terdahulu No Nama

Peneliti/Universitas/ Tahun Penelitian

Aulia

Rachman/Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang/2012

Fhata Z’AF al’ALI/ Universitas Lampung /2011

1 Judul Kegiatan Press Release Bagian Pemasaran Pelayanan Humas RSUP Nasional Dr. Cipto Mangun Kusumo Sebagai Proses Pengorganisasian Informasi.

Analisis Kesesuaian Foto Dan Isi Berita Dalam Pemberitaan Development

Basketball League (DBL) Lampung 2011 Pada Surat Kabar

Harian Radar

Lampung. 2 Fokus

Fenelitian

Fokus penelitian ini adalah pada cara yang dilakukan RSCM selama kegiatan press release

dilaksanakan dengan tujuan-tujuan yang diharapkan serta kendala-kendala yang mungkin terjadi.

Fokus penelitian ini melihat bagaimana kesesuaian foto dan isi berita dalam

pemberitaan Development Basketball League (DBL) Lampung 2011 pada Surat Kabar Harian Radar Lampung. 3. Teori Teori Informasi Organisasi

menurut Karl Weick

Model Semiotika Ferdinand de Saussure mengenai petanda dan penanda.

4 Kontribusi Penelitian Menjadi referensi bagi penelitian peneliti serta membantu dalam proses penelitian.

Menjadi referensi bagi penelitian terutama bagaimana melihat kesesuaian antara dua hal yang akan

dianalisis. 5 Perbedaan Penelitian Pada penelitian ini hanya

memfokuskan kegiatan press release pada bagian pemasaran RSCM.

Penelitian ini hanya mendeskripsikan ilustrasi foto dan narasi berita dalam

pemberitannya pada Surat Kabar Harian Radar Lampung 6 Persamaan Penelitian Sama-sama membahas

press release dalam hal penyaluran informasi pada sebuah organisasi. Sama-sama menggunakan metode penelitian kualitatif mengenai analisis kesesuaian


(27)

7 Hasil Penelitian Tujuan dibuatnya press release adalah untuk menyampaikan informasi kepada publik yang tersebar secara geografis, meningkatkan rasa bangga karyawan yang bekerja di organisasi, mendorong pembentukan citra positif dan reputasi organisasi, mencegah ataupun mengatasi ketidakjelasan informasi dan

mendapatkan pemberitaan yang layak di media

Foto-foto yang dimuat pada Surat Kabar Harian Radar Lampung dalam pemberitaan mengenai DBL mampu menampilkan foto dan berita yang memiliki kesesuaian dan saling mengisi dikeduanya. Foto menjadi penguat berita dan berita menjadi narasi sebuah foto jurnalistik.

2.2Tinjauan Tentang Analisis Isi

Pengertian analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Pelopor analisis isi adalah Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi. Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi, baik surat kabar, berita radio, iklan televisi maupun semua bahan-bahan dokumentasi yang lain (Eriyanto, 2011:15).

Hampir semua disiplin ilmu sosial dapat menggunakan analisis isi sebagai teknik/metode penelitian. Holsti menunjukkan tiga bidang yang banyak mempergunakan analisis isi, yang besarnya hampir 75% dari keseluruhan studi empirik, yaitu penelitian sosio antropologis (27,7 persen), komunikasi umum (25,9%), dan ilmu politik (21,5%). Sejalan dengan kemajuan teknologi, selain secara manual kini telah tersedia komputer untuk mempermudah proses penelitian


(28)

analisis isi, yang dapat terdiri atas 2 macam, yaitu perhitungan kata-kata, dan kamus yang dapat ditandai yang sering disebut General Inquirer Program (Eriyanto, 2011:18).

Analisis isi tidak dapat diberlakukan pada semua penelitian sosial. Analisis isi dapat dipergunakan jika memiliki syarat berikut:

1. Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi (buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript). 2. Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan

tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut.

3. Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan-bahan/data-data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat khas/spesifik. (Eriyanto, 2011:16).

Desain analisis isi setidaknya dapat diidentifikasi tiga jenis penelitian komunikasi yang menggunakan analisis isi. Ketiganya dapat dijelaskan dengan teori 5 unsur komunikasi yang dibuat oleh Harold D. Lasswell, yaitu who, says what, to whom, in what channel, with whateffect. Ketiga jenis penelitian tersebut dapat memuat satu atau lebih unsur “pertanyaan teoretik” Lasswell tersebut (Eriyanto, 2011:19).

Pertama, bersifat deskriptif yaitu deskripsi isi-isi komunikasi. Dalam praktiknya, hal ini mudah dilakukan dengan cara melakukan perbandingan. Perbandingan tersebut dapat meliputi hal-hal berikut ini:

1. Perbandingan pesan (message) dokumen yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam hal ini analisis dapat membuat kesimpulan mengenai kecenderungan isi komunikasi.


(29)

2. Perbandingan pesan (message) dari sumber yang sama/tunggal dalam situasi-situasi yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang pengaruh situasi terhadap isi komunikasi.

3. Perbandingan pesan (message) dari sumber yang sama terhadap penerima yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang pengaruh ciri-ciri audience terhadap isi dan gaya komunikasi.

4. Analisis antar-message, yaitu perbandingan isi komunikasi pada waktu, situasi atau audience yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang hubungan dua variabel dalam satu atau sekumpulan dokumen (sering disebut kontingensi (contingency).

5. Pengujian hipotesis mengenai perbandingan message dari dua sumber yang berbeda, yaitu perbedaan antarkomunikator. (Eriyanto, 2011:32)

Kedua, penelitian mengenai penyebab message yang berupa pengaruh dua message yang dihasilkan dua sumber (A dan B) terhadap variabel perilaku sehingga menimbulkan nilai, sikap, motif, dan masalah pada sumber B. Ketiga, penelitian mengenai efek message A terhadap penerima B. Pertanyaan yang diajukan adalah apakah efek atau akibat dari proses komunikasi yang telah berlangsung terhadap penerima (with what effect). (Eriyanto, 2011:33).

Terdapat tiga langkah strategis dalam penelitian analisis isi:

1. Penetapan desain atau model penelitian. Di sini ditetapkan berapa media, analisis perbandingan atau korelasi, objeknya banyak atau sedikit dan sebagainya.


(30)

2. Pencarian data pokok atau data primer, yaitu teks itu sendiri. Sebagai analisis isi maka teks merupakan objek yang pokok bahkan terpokok. Pencarian dapat dilakukan dengan menggunakan lembar formulir pengamatan tertentu yang sengaja dibuat untuk keperluan pencarian data tersebut.

3. Pencarian pengetahuan kontekstual agar penelitian yang dilakukan tidak berada di ruang hampa, tetapi terlihat kait-mengait dengan faktor-faktor lain. (Eriyanto, 201: 56)

2.3 Tinjauan Tentang Humas 2.3.1 Definisi Humas

Hubungan masyarakat atau disingkat humas memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah perusahaan atau organisasi, humas juga memiliki fungsi dari menejemen dimana efektivitasnya untuk menciptakan dan membina hubungan baiknya dengan publiknya baik internal maupun eksternal instansi. Bidang profesi humas merupakan salah satu aspek manajemen yang diperlukan oleh setiap organisasi. Humas merupakan salah satu elemen yang menentukan kelangsungan suatu organisasi secara positif (Ruslan, 2007:15).

Pada dasarnya humas ataupun public relations adalah dua istilah yang sama, memiliki tujuan dan fungsi yang sama dalam setiap instansi ataupun perusahaan. Humas dipakai untuk instansi pemerintahan, lembaga dan organisasi sedangkan untuk istilah public relations sering digunakan pada perusahaan- perusahaan swasta komersial serta industri. Penjelasannya karena humas dalam sebuah


(31)

instansi pemerintahaan menitik beratkan pada memberikan pelayanan yang bersifat sebagai pembentuk perhimpunan dan penyalur pendapat yang diambil dari aspirasi masyarakat, sedangkan sebutan untuk public relations dipakai untuk perusahaan swasta komersial industri karena public relations itu sendiri bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain yang bernilai persaingan (Ruslan, 2003:141).

Salah satu lembaga atau instansi yang menggunakan istilah humas ini adalah Kantor Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung. Organisasi yang menitik beratkan pada perkembangan daerah dan kualitas masyarakatnya ini adalah instansi pemerintahan yang bertugas sebagai penyeberang antara masyarakat kepada Pemerintahan Provinsi Lampung untuk perkembangan daerah setempat. Ilmu humas adalah bagian dari ilmu komunikasi yang dikatakan bahwa ilmu humas merupakan salah satu bentuk spesialisasi dan merupakan ilmu praktika atau terapan dari ilmu komunikasi. Definisi humas menurut Institute Of Public Relations (OPR) adalah seluruh kegiatan efektivitas yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.

Humas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah humas pemerintahan yang bertujuan untuk membina dan memelihara hubungan baik dengan khalayak internal maupun eksternal dan menjembatani unit yang satu dengan unit yang lainnya agar kelak dapat tercapai tujuan kegiatan-kegiatan organisasi yang dilakukan di instansi tersebut (Institute Of Public Relations, 2009:134). Peneliti dapat menyimpulkan bahwa humas memiliki tugas yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah perusahaan atau organisasi yang sedang pegangnya,


(32)

selain sebagai pembentuk citra sebuah perusahaan. Humas berperan besar sebagai ujung tombak perusahaan yang menjadikan pihak penghubung antara publik internal dan eksternal (Effendy, 1998:36).

2.3.2 Tugas dan Fungsi Humas

Fungsi humas adalah menjalin komunikasi dan relasi antara publik dan organisasi. Dampak dari terwujudnya fungsi ini adalah pencapaian tujuan organisasi. Tujuan organisasi itu dibantu pencapaiannya melakukan kegiatan humas dengan meningkatkan, menjaga atau memperbaiki prestise organisasi, mendeteksi dan menangani isu-isu yang berkembang, dan mengharapkan kesalahpahaman dan prasangka (Iriantara, 2004:17).

Fungsi pokok Humas Pemerintahan Indonesia menurut Rusady Ruslan (2010:343-344) antara lain sebagai berikut:

a) Mengamankan kebijaksanaan pemerintahan.

b) Memberikan pelayanan dan menyebarluaskan pesan atau informasi mengenai kebijaksanaan dan hingga program-program kerja secara nasional kepada masyarakat.

c) Menjadi komunikator dan sekaligus sebagai mediator yang proaktif dalam menjebatani kepentingan instansi pemerintahan di satu pihak, dan menampung aspirasi, serta memperhatikan keinginan-keinginan publiknya di lain pihak.


(33)

d) Berperan serta dalam menciptakan iklim yang kondusif dan dinamis demi mengamankan stabilitas dan keamanan politik pembanguna nasional baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Peneliti menarik kesimpulan bahwa humas juga berfungsi menumbuhkan hubungan baik kepada setiap komponen pada suatu instansi pemerintahan atau organisasi serta membina hubungan baik pada public internal maupun public external, membina hubungan harmonis antara organisasi dan segenap komponen pada suatu instansi, menciptakan komunikasi dua arah yang dapat menumbuhkan motivasi dan partisipasi antar pegawai, selain itu bertujuan untuk mengembangkan goodwill publiknya (Ruslan, 2010:343-344). Kegiatan pada humas terdiri dari kegiatan internal dan kegiatan eksternal. Kegiatan ke dalam (internal) adalah untuk lebih mengeratkan hubungan antara para karyawan dan pimpinan, agar dapat mengenal satu sama lain (termasuk keluarganya), sedangkan kegiatan keluar (eksternal) dilakukan dengan khalayak di luar perusahaan dengan tujuan untuk mengeratkan hubungan dengan orang-orang diluar badan badan/instansi hingga terbentuknya opini publik yang favorable terhadap badan tersebut, yakni diantaranya adalah:

a) Menyiarkan press release

b) Government

c) Press Relations

d) Artikel Surat kabar atau majalah.


(34)

f) Media Relations

Kegiatan eksternal humas melalui press release merupakan kegiatan media relations yang sangat penting. Strategi yang akan dibuat oleh seorang humas tidak akan memiliki arti apabila humas tersebut tidak melakukan kegiatan hubungan dengan media (Ruslan 2010:367).

2.4Tinjauan Tentang Press Release 2.4.1 Definisi Press Release

Press release menurut Soemirat dan Ardianto (2004) adalah informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh humas suatu organisasi/ perusahaan yang disampaikan kepada pengelola pers/ redaksi media massa (tv, radio, media cetak, media online) untuk dipublikasikan dalam media massa tersebut, sedangkan pengertian dari press release menurut Effendy adalah bahan berita yang dikirimkan pihak instansi atau organisasi, biasanya biasanya dikerjakan oleh bagian humas ke media massa dengan harapan dapat disiarkan (Effendy,1898:80).

Press release biasanya hanya berupa lembaran siaran berita yang disampaikan kepada wartawan atau media massa. Press release dikenal juga dengan istilah news-release atau press release, ini adalah produk tulisan yang paling banyak dibuat oleh praktisi humas yang memiliki fungsi sebagai wahana informasi tentang kegiatan humas yang dikirim ke media, dengan maksud agar informasi yang ada dalam press release dimuat dalam bentuk berita oleh media (Kriyantono, 2008:80).


(35)

Press release merupakan informasi yang diproduksi oleh organisasi yang biasanya dilakukan oleh humas. Informasi tersebut pada umumnya adalah informasi yang berkaitan dengan perkembangan organisasi, peristiwa atau kejadian khusus, pergantian manajemen/kebijakan atau hal lain yang memiliki nilai berita yang tinggi. Pesan-pesan organisasi yang ditulis oleh praktisi humas dalam bentuk berita, artikel atau foto-foto untuk dipublikasikan di media massa melalui wartawan (Kriyantono, 2008:58)

Persyaratan press release adalah harus menyajikan suatu berita yang bermutu seperti yang biasa ditulis oleh jurnalis. Informasinya harus jelas (akurat, aktual, terkait dengan kepentingan masyarakat banyak dan memiliki dampak yang luas), serta menaati kaidah penelitian yang baik. Media press release dijadikan tolak ukur untuk dapat mengetahui keberhasilan dari suatu tugas dan fungsi humas, yaitu untuk menilai efektif tidaknya pekerjaan humas pada suatu lembaga. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari pemberitaan pers dalam suatu instansi melalui komunikasi yang efektif. (Kriyantono, 2008:65)

2.4.2 Ketentuan Penulisan Press Release

Press release yang dikirimkan mungkin dianggap telah memenuhi syarat, namun belum tentu press release tersebut secara otomatis dimuat, hal ini disebabkan karena pihak media massa atau wartawan mempunyai hak untuk tidak memuat suatu press release dan menganggapnya tidak atau belum memenuhi persyaratan media massa tersebut (Effendy, 1993:125).


(36)

Menurut Kriyantono (2008), press release yang dikirimkan ke media massa besar kemungkinan disiarkan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. Mengandung nilai berita (news value)

Kunci pokok menulis press release adalah memposisikan diri sebagai reporter dengan tidak mengandung upaya promosi dan memilih tema yang menarik sesuai target media. Tujuan pokok press release disini adalah menyebarkan kisah berbilai berita tentang sebuah instansi pemerintah di mata khalayak media.

2. Faktanya termasa/terkini (timely)

Waktu terjadinya peristiwa dalam berita relatif baru, ketermasaan atau timelines suatu berita terukur waktu 24 jam.

3. Disusun secara piramida terbalik

Dalam susunan berita, didahulukan segi terpenting atau klimaks, disusul kemudian secara berturut-turut oleh bagian yang berkadar semakin rendah. 4. Press release harus informatif

Berkaitan dengan unsur kelengkapan berita. Tulisan harus bisa menjelaskan peristiwa secara jelas dan detail sehingga editor media memahaminya, sehingga release harus bersifat informatif dengan mencakup kelengkapan unsur 5W+1H. Namun unsur why tidak diketahui pada saat peristiwa terjadi. Sedangkan untuk mencari sebab-sebab kejadian tersebut memerlukan cukup waktu. Oleh karena itu, press release yang tidak mengandung unsur why oleh redaksi media massa akan dimaklumi sebab banyak juga berita yang tidak mengandung unsur why dibuat oleh wartawan.


(37)

5. Disusun dengan kata-kata yang umum

Karena menghadapi massa yang heterogen (beraneka ragam), maka bahasa yang digunakan harus sederhana dengan kata-kata yang lazim atau umum dikenal oleh masyarakat.

6. Disusun dengan paragraf singkat

Membuat press release jangan terlalu panjang, usahakan satu lembar halaman atau sekitar 400-500 kata. Tulislah release singkat, padat namun jelas dan informatif.

7. Memiliki tanggal release

Setiap release hendaknya diberi tanggal kapan release itu dibuat. Dimungkinkan untuk menulis tanggal menunjukkan kapan kita inginkan release tersebut dimuat media.

8. Waktu pengiriman atau timing yang tepat dalam pemberian press release. Press release harus dikirim berdasarkan deadline media. Jika kita bermaksud mengirim ke lebih dari satu media, jangan mengirim release terlalu jauh dari hari H kegiatan. Kirimlah release antara H-3 atau H-1 kegiatan. Hal ini memberikan peluang yang besar untuk dimuat lebih dari satu media karena pada dasarnya media bersaing memuat berita paling awal.

9. Tidak mengandung pesan-pesan menjual

Hindari isi release yang hiperbola (membesar-besarkan fakta), kata-kata klise, jargon-jargon kosong, bohong, promosi berlebihan dan terkesan beriklan. Berikan informasi faktual dan jangan beropini.


(38)

10.Press release memiliki format tidak ditulis tangan

Agar mudah dibaca dan terjaga keindahannya gunakan komputer sehingga terkesan tidak gagap teknologi. Release yang ditulis tangan menunjukkan anda tidak serius.

2.5Tinjauan Tentang Berita

Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik, dan atau penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televisi, atau media online internet. Berita berasal dari bahasa sansekerta, yaitu urit yang dalam bahasa Inggris disebut write, yang berarti sebenarnya adalah ada atau terjadi. Sebagian ada yang menyebut dengan Writta, artinya kejadian atau yang telah terjadi. Dalam kamus besar bahasa Indonesia karya Poerwadarminto, berita diperjelas menjadi laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat (Kriyantono, 2008:65).

Sedangkan menurut McQuail (1999:189) berita merupakan sesuatu yang bersifat metafistik dan sukar dijawab kembali dalam kaitannya dengan institusi dan kata putus mereka yang bersifat rasa dan sulit diraba karena kehalusannya. Berita bukanlah cermin kondisi sosial, tetapi laporan tentang salah satu aspek yang telah menonjolkannya sendiri. Suatu fakta dapat dikatakan berita, apabila memenuhi syarat antara lain telah dipublikasikan oleh seseorang atau institusi yang jelas identitasnya, alamat, dan penanggungjawabnya, fakta tersebut ditemukan oleh jurnalis dengan cara yang sesuai dengan standar operasional dan prosedur dalam profesi jurnalistik (Kriyantono, 2005:67).


(39)

Dari beberapa definisi tersebut dapat dirangkum bahwa berita adalah laporan dari kejadian yang penting atau peristiwa hangat, dapat menarik minat atau perhatian para pembaca. Berita merupakan gudang informasi, dan berita merupakan bagian terpenting dari tabloid atau surat kabar.

2.5.1 Ketentuan Penulisan Berita

Menurut Iriantara (2006), berita dipublikasikan atau tidak biasanya berdasarkan anatomi berita yang didalamnya terkandung kelengkapan unsur 5W+1H dan nilai berita. Dengan menguraikan bagian-bagian berita artinya kita melihat secara anatomis dan akan memudahkan kita mempelajari berita.

A. Anatomi Berita

1. Judul Berita (Headline)

Kemampuan dan keterampilan wartawan diuji sejak ia memilih sebuah judul untuk peristiwa yang diberitakannya. Semakin kreatif dan cermat, maka semakin besar peluang pembaca agar menyimak penjelasan lebih lanjut yang terletak di bagian selanjutnya dari berita yaitu teras (lead) berita dan tubuh (body) berita. Selain menyimpulkan inti berita, judul juga harus mencerminkan berita sehingga judul harus menggunakan pemilihan kata yang sesuai dengan isi berita.

2. Teras Berita (Lead)

Teras berita atau lead adalah alinea pertama dalam sebuah berita yang sering hanya terdiri atas satu kalimat. Lead merupakan “agen promosi” atau “etalase” yang berusaha menarik orang agar membaca keseluruhan


(40)

berita. Tentunya, apa yang ditawarkan mewakili inti atau sudut pandang berita.

3. Tubuh Berita (Body)

Tubuh berita adalah bagian yang menyajikan pokok tulisan secara lengkap dan menyeluruh. Di dalamnya berbagai uraian tentang masalah yang dibahas, disusun secara runtut dan logis. Semua argumentasi yang mendukung penjelasan mengenai pokok pikiran disajikan juga sejumlah bukti (data angka, kutipan ucapan seseorang atau fakta berdasarkan hasil pengamatan) dipakai untuk memperkuat argumentasi itu.

Selain unsur-unsur tersebut wartawan juga harus memikirkan kelengkapan unsur 5W+1H dan nilai berita, agar tersirat pesan yang ingin disampaikan wartawan kepada pembacanya. Iriantara (2006: 81) merumuskan kelengkapan unsur 5W+1H dan nilai-nilai berita sebagai berikut:

B. Kelengkapan Unsur 5W+1H

1. What (apa), yaitu apa yang terjadi atau apa yang diselenggarakan oleh instansi tersebut? misalnya mengumumkan kesempatan bagi masyarakat.

2. Who (siapa), yaitu siapa yang menyelenggarakan kegiatan tersebut? atau siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? misalnya sebuah instansi pemerintahan.

3. When (kapan), yaitu kapan kegiatan atau peristiwa itu terjadi/berlangsung? misalnya hari ini (13 Agustus). Perhatikan tanggal ditulis dalam kurung agar bila redaksi memuat berita keesokan harinya, maka ia hanya perlu mengganti kata hari ini menjadi kemarin.


(41)

4. Where (dimana), yaitu keterangan yang menyangkut tempat dimana berlangsungnya suatu kegiatan atau terjadinya suatu peristiwa. Bisa diletakkan pada isi berita, tidak perlu pada kalimat pertama (lead).

5. Why (mengapa), yaitu mengapa peristiwa itu terjadi? apa yang menyebabkan peristiwa itu terjadi? atau mengapa berita ini penting?

6. How (bagaimana), yaitu penjelasan-penjelasan lain yang dimasukkan dalam isi berita atau bagaimana berlangsungnya peristiwa tersebut

C. Nilai Berita

1. Aktualitas, berita tak ubahnya seperti es krim yang gampang meleleh, bersamaan dengan berlalunya waktu nilainya semakin berkurang. Bagi surat kabar, semakin aktual berita-beritanya, artinya semakin baru peristiwa itu terjadi, maka semakin tinggi nilai beritanya.

2. Kedekatan (human interest), peristiwa yang mengandung unsur kedekatan dengan pembaca akan menarik perhatian. Kedekatan yang dimaksud tidak hanya kedekatan secara geografis tapi juga kedekatan emosional.

3. Keterkenalan, kejadian yang menyangkut tokoh terkenal (prominent names) memang akan banyak menarik pembaca. Hal ini tidak hanya sebatas nama orang saja, demikian pula dengan tempat-tempat terkenal, 4. Dampak, suatu peristiwa yang diakibatkan dari pengaruh suatu berita.

Berita-berita yang dapat mempengaruhi khalayak seperti ini artinya mempunyai nilai berita.


(42)

2.6Tinjauan Tentang Surat Kabar

Kegiatan komunikasi adalah penciptaan interaksi perorangan dengan mengunakan tanda-tanda yang tegas. Komunikasi juga berarti pembagian unsur-unsur perilaku, atau cara hidup dengan eksistensi seperangkat ketentuan dan pemakaian tanda-tanda. Dari segi komunikasi, rekayasa unsur pesan sangat tergantung dari siapa khalayak sasaran yang dituju, dan melalui media apa sajakah iklan tersebut sebaiknya disampaikan. Karena itu, untuk membuat komunikasi menjadi efektif, harus dipahami betul siapa khalayak sasarannya, secara kuantitatif maupun kualitatif. Komunikasi massa berfungsi menyiarkan infomasi, gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan media (Effendy, 2003:80).

Menurut Gerbner (1967) dalam Rakhmat (2002:188), komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri. Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang dilakukan melalui media massa modern meliputi surat kabar yang mempunyai sirkulasi yang luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada umum dan film yang dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop (Effendy, 2003:79). Definisi tentang komunikasi massa sering dikemukakan para ahli komunikasi, banyak ragam dan titik tekan yang dikemukakannya. Namun, dari sekian banyak definisi itu ada benang merah kesamaan definisi satu sama lain. Pada dasarnya komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (mdia cetak dan elektronik). Sebab, awal perkembangannya saja, komunikasi massa berasal dari pengembangan kata media


(43)

of mass communication (media komunikasi massa) yang dihasilkan oleh teknologi modern (Nurudin, 2007:4).

Secara teoritis, berbagai media massa memiliki fungsi sebagai saluran informasi, saluran pendidikan, dan saluran hiburan, namun kenyataannya media massa memberikan efek lain di luar fungsinya itu. Efek media massa tidak hanya mempengaruhi sikap seseorang namun pula dapat mempengaruhi perilaku, bahkan pada tataran yang lebih jauh efek media massa dapat mempengaruhi sistem-sistem sosial maupun sistem budaya masyarakat. Hal tersebut dapat mempengaruhi seseorang dalam waktu pendek sehingga dengan cepat dapat mempengaruhi mereka, namun juga memberi efek dalam waktu yang lama, sehingga memberi dampak pada perubahan-perubahan dalam waktu yang lama (Nurudin, 2007:6).

McQuail menjelaskan bahwa efek media massa memiliki andil dalam pembentukan sikap, perilaku, dan keadaan masyarakat. Antara lain terjadinya penyebaran budaya global yang menyebabkan masyarakat berubah dari tradisional ke modern. Selain itu, media massa juga mampu mengubah masyarakat dari kota sampai ke desa, sehingga menjadi masyarakat konsumerisme (Bungin, 2006 : 320). Keterkaitan dengan efek media massa maka salah satu media massa yang juga dapat memberikan efek kepada khalayaknya adalah surat kabar. Surat kabar merupakan kumpulan dari berita, artikel, cerita, iklan dan sebagaibnya yang dicetak ke dalam lembaran kertas ukuran plano yang diterbitkan secara teratur, bias terbit setiap hari atau seminggu satu kali (Bungin, 2006 : 40). Surat kabar


(44)

merupakan salah satu kajian dalam studi ilmu komunikasi, khususnya pada studi komunikasi massa.

Buku “Ensiklopedi Pers Indonesia” menyebutkan bahwa pengertian surat kabar sebagai sebutan bagi penerbit pers yang masuk dalam media massa cetak

yaitu berupa lembaran-lembaran berisi berita-berita, karangan-karangan dan iklan yang diterbitkan secara berkala: bias harian, mingguan dan bulanan, serta diedarkan secara umum (Rakhmat (2002:189). Surat kabar pada perkembangannya menjelma sebagai salah satu bentuk dari pers yang mempunyai kekuatan & kewenangan untuk menjadi sebuah kontrol sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut disebabkan karena falsafah pers yang selalu identik dengan kehidupan sosial, budaya dan politik.

Menurut Kusumaningrat (2005:32-35) dalam Jurnalistik Indonesia menunjukkan 5 fungsi dari pers yaitu:

1. Fungsi Informasi, sebagai sarana untuk menyampaikan informasi secepat cepatnya kepada masyarakat yang seluas-luasnya yang aktual, akurat, faktual dan bermanfaat.

2. Fungsi Edukasi, maksudnya disini informasi yang disebarluaskan pers hendaknya dalam kerangka mendidik. Dalam istilah sekarang pers harus mau dan mampu memerank an dirinya sebagai guru pers.

3. Fungsi Hiburan, pers harus mampu memerankan dirinya sebagai wahana hiburan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan bagi semua lapisan masyarakat.


(45)

4. Fungsi Kontrol Sosial atau koreksi, pers mengemban fungsi sebagai pengawas pemerintah dan masyarakat. Pers akan senantiasa menyalahkan ketika melihat penyimpangan dan ketidakadilan dalam suatu masyarakat atau negara.

5. Fungsi mediasi, dengan fungsi mediasi, pers mampu menjadi fasilitator atau mediator menghubungkan tempat yang satu dengan yang lain, peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain, atau orang yang satu dengan yang lain.

2.7 Tinjauan Teori

Menurut Iriantara (2006:198-199), menulis press release pada dasarnya adalah menulis berita, sehingga dalam menulis press release seorang praktisi humas akan melihat apa yang ditulisnya itu dari perspektif wartawan. Sebaliknya dengan berita, wartawan memiliki teknik penulisan sebagai ketentuannya dalam menulis berita. Media massa adalah organisasi yang memiliki standard kerja sendiri sehingga kita berupaya untuk menyesuaikan berita yang ditulis itu dengan standard yang berlaku di media massa.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan press release selain bahasa jurnalistik adalah kelengkapan isi anatomi berita yang terdiri dari judul (headline), semakin kreatif dan cermat judul dibuat maka semakin besar peluang pembaca agar menyimak penjelasan lebih lanjut. Kemudian di bagian selanjutnya adalah bagian awal berita yang sering disebut sebagai teras berita (lead) yang terbagi menjadi beberapa jenis. Lalu yang terakhir adalah tubuh berita (body), pada


(46)

bagian inilah kelengkapan unsur 5W+1H dan nilai berita terkandung. Selain itu, unsur nilai berita juga menjadi pertimbangan dalam menulis press release karena hal tersebut menentukan apakah press release tersebut layak atau tidak untuk dimuat di media massa khususnya surat kabar (Iriantara, 2005:200-202).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka sudah menjadi tanggung jawab praktisi humas untuk dapat membuat sebuah press release yang sesuai dengan standard penulisan yang berlaku yaitu kelengkapan isi dari anatomi berita. Sehingga, penelitian ini menggunakan metode analisis isi yang didasarkan pada kategorisasi anatomi berita yang terdiri dari judul (headline), teras (lead) dan tubuh (body) yang didalamnya terkandung kelengkapan 5W+1H, serta nilai berita (Iriantara 2006:200-202).

Peneliti menganalisis kesesuaian setiap isi press release Biro Humas dan Protokol dengan pemberitaan yang dihasilkan oleh media massa SKH radar Lampung periode Januari – Februari Tahun 2015 dengan menggunakan kategori kelengkapan isi anatomi berita tersebut untuk menjadi dasar dalam penelitian isi press release dan berita yang akan dipublikasikan. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah praktisi humas dan wartawan dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan press release serta berita yang telah dibuat, selain itu juga dapat menjadi bahan evaluasi atas hasil kerja khususnya dalam kegiatan penelitian suatu berita (Iriantara 2006:198-199).


(47)

2.8Kerangka Pikir

Bagan 2.8 Kerangka Pikir

Peneliti merumuskan kerangka pemikiran berdasarkan bagan diatas dalam penelitian yang berjudul ”Analisis Kesesuaian Isi Press Release Biro Humas dan Protokol dengan Pemberitaannya Pada SKH Radar Lampung Periode Januari – Februari Tahun 2015”. Terlebih dahulu isi press release dan berita dibagi berdasarkan ketentuan penulisannya masing-masing, hal ini bertujuan untuk mengetahui isi press release dan isi berita berdasarkan ketentuan penulisannya. Selanjutnya peneliti menganalisis kesesuaian isi antara press release yang ditulis oleh Biro Humas dan Protokol dengan berita yang dibuat oleh SKH Radar Lampung dari isi press release tersebut.

Press Release Berita

Ketentuan Penulisan Press Release Menurut

Kriyantono (2008)

Ketentuan Penulisan Berita Menurut Iriantara (2006)

Kesesuaian

Anatomi Berita 1. Judul (headline) 2. Teras (lead) 3. Tubuh (body):

Kelengkapan 5W+1H dan Nilai Berita


(48)

Penelitian ini menggunakan metode analisis isi, sehingga dapat dilihat bagaimana kesesuaian isi antara press release dengan berita yang telah dimuat di surat kabar dari press release tersebut dengan menggunakan kesamaan isi dari kelengkapan indikator pada anatomi berita yang terdiri dari judul (headline), jenis teras (lead) dan unsur 5W+1H (who, what, when, where, why, how), dan nilai berita (aktualitas, promience, human interest dan dampak) dalam tubuh (body). Kategori-kategori tersebut dipilih berdasarkan salah satu syarat menentukan kategori, yaitu kategori harus ada dalam bahan penelitian. Kemudian kategori tersebut akan didefinisikan pada bab berikutnya, sehingga menjadikan penelitian ini objektif. Dasar pemilihan unsur-unsur diatas menjadi kategori karena dalam penelitian ini, dan digunakan untuk meneliti mengenai bentuk dan isi dari press release dan pemberitaannya (Iriantara 2006:200-207).


(49)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif yaitu sebuah penelitian dimana peneliti berinteraksi dengan berbagai material yang berupa dokumen-dokumen, sehingga pernyataan-pernyataan spesifik dapat diletakkan pada konteks yang tepat untuk dianalisis. Pendekatan ini bersifat sistematis-analitis tetapi tidak kaku seperti dalam kuantitatif. Kategorisasi hanya dimaksudkan sebagai acuan/ arahan (guide) yang memudahkan analisis, sehingga tidak menutup kemungkinan muncul kategorisasi selama proses penelitian (riset). (Rakhmat, 2002:24).

3.2 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini bertujuan membuat paparan yang sistematis, faktual dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat objek penelitian. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran dan memaparkan bagaimana kesesuaian isi press release Biro Humas dan Protokol dalam pemberitaan pada SKH Radar Lampung, kemudian dianalisis untuk menemukan kesesuaian diantara keduanya (Moleong, 2007:4).


(50)

3.3 Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui isi press release yang dibuat oleh Biro Humas dan Protokol dan isi pemberitaannya di SKH Radar Lampung periode Januari – Februari tahun 2015 berdasarkan ketentuan penulisannya masing-masing serta menganalisis isi keduanya berdasarkan kelengkapan indikator anatomi berita. Isi press release yang akan diteliti hanya mencakup berita berkenaan kegiatan Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekertaris Daerah.

3.4 Subyek dan Objek Penelitian

Subyek penelitian pada penelitian ini adalah press release Biro Humas dan Protokol serta berita pada SKH Radar Lampung. Sedangkan objek penelitian, yakni permasalahan yang harus dipecahkan melalui penelitian, adalah bagaimana kesesuaian isi press release pada pemberitaan yang telah dipublikasikan oleh SKH Radar Lampung tahun 2015. Tema berita mengenai seluruh kegiatan Gubernur, Wakil Gubernur serta Sekertaris Daerah Provinsi Lampung sengaja dipilih oleh peneliti didasarkan pada fokus isi press release hanya memberitakan mengenai hal tersebut.


(51)

Pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: a. Dokumentasi.

Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data-data primer yang berasal dari press release Biro Humas dan Protokol serta pemberitaan SKH Radar Lampung periode Januari - Februari tahun 2015, serta berbagai data sekunder/pendukung dari media cetak maupun elektronik. Penelitian terhadap isi berita ini bersifat kualitatif, oleh karena itu sampel penelitian diambil sesuai dengan pertimbangan kebutuhan peneliti. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel bertujuan (purposive sampling). Pemilihan sampel didasarkan pada pencocokan antara press release yang telah dibuat oleh Biro Humas dan Protokol dengan berita yang hanya dimuat di SKH Radar Lampung. Total sampel yang diambil dari isi press release Biro Humas dan Protokol periode Januari - Februari tahun 2015 berjumlah 18 berita. Sampel tersebut kemudian akan dicocokan kembali pada berita yang sama di SKH Radar Lampung.

b. Observasi.

Berangkat dari masalah bagaimana isi press release dan kesesuaiannya pada pemberitaan yang telah dipublikasikan oleh SKH Radar Lampung, maka perlu diadakan observasi/ pengamatan terhadap isi press release dan berita yang mempublikasikannya. Melalui pengamatan, memungkinkan peneliti untuk mengetahui sendiri isi setiap press release dan berita yang dipublikasikan maupun kecenderungan pemberitaannya, untuk kemudian 3.5 Teknik Pengumpulan Data


(52)

menganalisisnya sesuai dengan kategori yang akan digunakan yang didasarkan pada rumusan masalah atau pertanyaan penelitian, dan acuan tertentu. Selanjutnya, pengumpulan atau coding data dilakukan dengan menggunakan lembar pengkodean (coding sheet) yang sudah dipersiapkan. Setelah semua data diproses, kemudian diinterpretasikan maknanya.

Analisis data kualitatif menurut Bogdan & Biklen adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang diceritakan kepada orang lain (Eriyanto, 2005:67). Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif yang terdiri atas 6 tahapan langkah, yaitu:

1. Unitizing

Upaya untuk mengambil data yang tepat dengan kepentingan penelitian yang mencakup teks, gambar, suara, dan data-data lain yang dapat diobservasi lebih lanjut. Unit adalah objek penelitian yang dapat diukur dan dinilai dengan jelas. Unit pada penelitian ini adalah press release Biro Humas dan Protokol serta pemberitaan nya di SKH Radar Lampung periode Januari – Februari Tahun 2015.


(53)

2. Sampling

Cara peneliti untuk menyederhanakan penelitian dengan membatasi observasi yang merangkum semua jenis unit yang ada lalu terkumpul unit-unit yang memiliki tema/karakter yang sama. Pada pendekatan kualitatif, sampel tidak harus digambarkan dengan proyeksi statistik. Dalam perdekatan ini kutipan-kutipan serta contoh-contoh, memiliki fungsi yang sama sebagai sampel.

Pemilihan sampel didasarkan pada pencocokan antara press release yang telah dibuat oleh Biro Humas dan Protokol dengan berita yang hanya dimuat di SKH Radar Lampung. Total sampel yang diambil dari isi press release Biro Humas dan Protokol periode Januari - Februari tahun 2015 berjumlah 18 berita. Sampel tersebut kemudian akan dicocokan kembali pada berita yang sama di SKH Radar Lampung.

Terdapat 18 press release Biro Humas dan Protokol yang telah diberitakan pada bulan Januari – Februari Tahun 2015 oleh seluruh media massa di Lampung:

Tabel 3. Press Release Beserta Publikasi Media Massa di Lampung No Tanggal/

Bulan/Tahun

Judul Press Release Nama Media 1 05/01/2015 Penandatanganan Pakta Integritas

Swasembada Pangan

Bandar Lampung News

2 19/01/2015 Gubernur Tepis Isu Perpecahan Dengan Wagub-Sekda

Medinas 3 27/01/2015 Gubernur Lampung Serahkan SK

CPNSK-2 Radar Lampung Bongkar Post Kupas Tuntas Pelita Nusantara Lampung Ekspress


(54)

4 28/01/2015 Pemprov Lampung Peringati Maulid Nabi Muhammad

Radar Lampung Swara Lampung 5 30/01/2015 Dua Kabupaten Pemekaran

Lamteng Penuhi Syarat

Abadi News 6 31/01/2015 APBN Lampung Meningkat

35,72%

Radar Lampung Koran Editor Bongkar Post Swara Lampung 7 02/02/2015 Mengurangi Pengangguran

Dengan Perbaikan Pertanian

Koran Editor

8 04/02/2015 Pemerintah Provinsi Lampung Kembangkan Wisata di Pesisir Barat Radar Lampung Rakyat Lampung Kupas Tuntas Haluan Lampung Swara Lampung 9 05/02/2015 Satker Pemprov Adakan Rapat

Koordinasi

Radar Lampung Swara Lampung 10 10/02/2015 Gubernur Lampung Minta

Optimalkan HPN

Kupas Tuntas 11 12/02/2015 Pengurus HIMPAUDI Lampung

Dikukuhkan

Rakyat Lampung 12 12/02/2015 Bandarlampung Siap Gelar MTQ

ke 46 di Kemiling

Lampung Post 13 12/02/2015 Menteri Pertanian Kunjungan

Kerja di Tanggamus

Radar Lampung Lampung Post Koran Editor Rakyat Lampung 14 17/02/2015 Gubernur Lampung Resmikan

Gedung PKK dan Taman Horti

Radar Lampung Pelita Nusantara Rakyat Lampung Haluan Lampung Koran Editor 15 21/02/2015 Gubernur Minta PPP Ikut

Majukan Lampung

Pelita Nusantara 16 13/02/2015 Pemprov Tanggung Rehabilitasi

1.567 Pengguna Narkoba

Radar Lampung Lampung Post Medinas 17 25/02/2015 Pemprov Bahas Peraturan

Gubernur Tentang Perkopian

Radar Lampung Medinas

Pelita Nusantara Koran Editor 18 25/02/2015 Pemprov Bangun Sekolah Radar Lampung

Lampung Ekspress Bandar Lampung News


(55)

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat 10 press release berikut 10 pemberitaan dari SKH radar Lampung yang akan menjadi sampel analisis dalam penelitian ini.

3. Recording

Pada tahap ini peneliti mencoba menjembatani jarak (gap) antara unit yang ditemukan dengan pembacanya. Perekamaan di sini dimaksudkan bahwa unit-unit dapat dimainkan/digunakan berulang ulang tanpa harus mengubah makna. Kita mengetahui bahwa setiap rentang waktu memiliki pandangan umum yang berbeda. Oleh karenanya recording berfungsi untuk menjelaskan kepada pembaca/pengguna data untuk dihantarkan kepada situasi yang berkembang pada waktu unit itu muncul dengan menggunakan penjelasan naratif dan atau gambar pendukung. Dengan demikian penjelasan atas analisis isi haruslah tahan lama dapat bertahan disetiap waktu. Penelitian ini menggunakan unit yang objektif, sehingga makna yang ditafsirkan berdasarkan kategori yang telah ditentukan dan bersifat tetap tidak berubah seiring berkembangnya jaman (Eriyanto, 2005:70).

4. Reducing

Tahap ini dibutuhkan untuk penyediaan data yang efisien. Secara sederhana unit-unit yang disediakan dapat disandarkan dari tingkat frekuensinya, dengan begitu hasil dari pengumpulan unit dapat tersedia lebih singkat, padat, dan jelas. Tahap ini dilakukan melalui pemilihan press release dan pemberitaannya berdasarkan kategori kelengkapan


(56)

anatomi berita yang didalamnya telah terdapat beberapa indikator yang telah ditentukan. Adapun kategori yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Kategorisasi Judul (headline) Indikator :

Peneliti menetapkan indikator ketentuan judul dengan pemilihan kata yang sesuai yaitu menggunakan kata yang jelas dan lengkap, tidak menyingkat apalagi mengubah sehingga tidak mengurangi makna dalam isi berita yang terkandung.

2. Kategorisasi Jenis Teras (Lead) dengan menggunakan satu unsur saja dari unsur-unsur berita 5W+1H, yang dapat dijadikan macam gaya penulisan teras berita.

Indikator :

a. What Lead (Teras Berita Apa)

Teras berita apa (what lead) dipilih dengan pertimbangan unsur apa memiliki nilai berita lebih besar, kuat atau lebih tinggi dibandingkan dengan unsur-unsur yang lain seperti unsur siapa (who), kapan (when), tempat (where), mengapa (why), dan bagaimana (how). Teori jurnalistik mengingatkan, nilai berita tidak hanya menunjuk pada siapa yang menjadi pelaku peristiwa, tetapi nilai berita juga bisa ditentukan oleh apa peristiwa yang terjadi.

b. Who Lead (Teras Berita Siapa)

Teras berita siapa dipilih dengan pertimbangan unsur siapa atau pelaku peristiwa memiliki nilai berita (news value) yang lebih besar, kuat atau


(57)

lebih tinggi dibandingkan dengan unsur-unsur yang lain. Teras berita siapa (who lead) dibagi menjadi teras berita siapa individu dan teras berita siapa institusi.

c. When Lead (Teras Berita Kapan)

Teras berita kapan (when lead) dipilih dengan pertimbangan unsur waktu (when) memiliki nilai berita jauh lebih besar, kuat atau lebih tinggi diban-dingkan dengan unsur-unsur yang lain. Cara termudah mengenali when lead adalah dengan menemukan pernya-taan tentang waktu pada awal kalimat teras berita seperti pukul (jam-menit-detik), nama hari, pecan, bulan, tahun, windu, dasawarsa, abad.

d. Why Lead (Teras Berita Mengapa)

Teras berita mengapa (why lead) dipilih dengan pertimbangan unsur mengapa atau sesuatu yang menjadi penyebab dan latar belakang peristiwa, diasumsikan memiliki nilai berita yang lebih besar, kuat atau lebih tinggi dibandingkan dengan unsur-unsur yang lain. Teras berita mengapa (why lead) paling sering ditemukan pada berita-berita criminal (crime news). Cara termudah untuk mengenali teras berita why lead adalah dengan menemukan kata karena atau akibat pada kalimat pertama teras berita tersebut.


(58)

3. Kategorisasi Tubuh (body) atau bagian yang menyajikan pokok tulisan secara lengkap dan menyeluruh yang terdiri dari kelengkapan unsur 5W+1H dan nilai berita.

Kelengkapan unsur 5W+1H Indikator :

a. What (apa), yaitu apa yang terjadi atau apa yang diselenggarakan oleh instansi tersebut? misalnya mengumumkan kesempatan bagi masyarakat.

b. Who (siapa), yaitu siapa yang menyelenggarakan kegiatan tersebut? atau siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? misalnya sebuah instansi pemerintahan.

c. When (kapan), yaitu kapan kegiatan atau peristiwa itu terjadi/berlangsung?

d. Where (dimana), yaitu keterangan yang menyangkut tempat dimana berlangsungnya suatu kegiatan atau terjadinya suatu peristiwa.

e. Why (mengapa), yaitu mengapa peristiwa itu terjadi? apa yang menyebabkan peristiwa itu terjadi? atau mengapa berita ini penting?

f. How (bagaimana), yaitu penjelasan-penjelasan lain yang dimasukkan dalam isi berita atau bagaimana berlangsungnya peristiwa tersebut.


(59)

Nilai Berita Indikator :

a. Aktualitas (Timelines).

Secara sederhana aktual berarti menunjuk pada peristiwa yang baru atau yang sedang terjadi. Sesuai dengan definisi jurnalistik, media massa haruslah memuat atau menyiarkan berita-berita aktual yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bagi surat kabar, semakin aktual berita-beritanya maka semakin baru peristiwanya terjadi dan semakin tinggi nilai beritanya. Aktualitas terbagi menjadi dua yaitu aktualitas kalender menyangkut berita yang berhubungan dengan hari besar nasional dan aktualitas waktu yang menyangkut peristiwa atau kegiatan yang sedang terjadi dalam hal ini seperti kebijakan atau peraturan yang akan ditetapkan.

b. Keterkenalan (Promience).

Kejadian yang menyangkut tokoh terkenal atau orang yang berpengaruh di dalam sebuah daerah yang akan menarik minat pembacanya (Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekertaris Daerah) dimana kegiatan atau apa yang dilakukan oleh orang-orang tersebut selalu dijadikan bahan pemberitaan.

c. Human Interest.

Yaitu apabila berita tersebut mengandung unsur yang menarik empati, simpati atau mengggugah perasaan khalayak yang membacanya. Diantara berita-berita tersebut mengandung salah satu unsur human interest yaitu ketegangan, ketidaklaziman, konflik, simpati, dan kemajuan.


(60)

d. Dampak.

suatu peristiwa yang diakibatkan dari pengaruh suatu berita. Berita-berita yang dapat mempengaruhi dan bermanfaat bagi khalayak artinya mempunyai nilai berita.

4. Inferring

Tahap ini mencoba menganalisa data lebih jauh, yaitu dengan mencari makna data unit-unit yang ada. Dengan begitu, tahap ini akan menjembatani antara sejumlah data deskriptif dengan pemaknaan, penyebab, mengarah, atau bahkan memprovokasi para audience/pengguna teks. Inferring bukan hanya berarti deduktif atau induktif, namun mencoba mengungkap konteks yang ada dengan menggunakan konstruksi analitis (analitical construct). Untuk menentukan sesuai atau tidaknya serta lengkap atau tidaknya indikator anatomi berita dalam isi press release dan pemberitaannya pada media massa, peneliti menetapkan empat parameter atau tolak ukur sebagai acuan yang digunakan dalam pembahasan ini, parameternya sebagai berikut:

Press release dan berita dapat dikatakan sesuai dan lengkap apabila:

a. Adanya kesamaan indikator anatomi berita yaitu dalam pemilihan kata pada judul (headline), jenis teras (lead) yang digunakan serta isi kelengkapan 5W+1H dan nilai berita pada tubuh (body).

b. Isi press release dan berita saling memiliki semua indikator dalam kategori anatomi berita.


(61)

Press release dan berita dapat dikatakan sesuai dan tidak lengkap apabila: a. Adanya kesamaan indikator anatomi berita yaitu dalam pemilihan kata

pada judul (headline), jenis teras (lead) yang digunakan serta isi kelengkapan 5W+1H dan nilai berita pada tubuh (body).

b. Isi press release dan berita atau salah satu dari keduanya tidak saling memiliki semua indikator dalam kategori anatomi berita

Press release dan berita dapat dikatakan tidak sesuai dan lengkap apabila: a. Tidak adanya kesamaan indikator anatomi berita yaitu dalam

pemilihan kata pada judul (headline), jenis teras (lead) yang digunakan serta isi kelengkapan 5W+1H dan nilai berita pada tubuh (body).

b. Isi press release dan berita saling memiliki semua indikator dalam kategori anatomi berita.

Press release dan berita dapat dikatakan tidak sesuai dan tidak lengkap apabila:

a. Tidak adanya kesamaan indikator anatomi berita yaitu dalam pemilihan kata pada judul (headline), jenis teras (lead) yang digunakan serta isi kelengkapan 5W+1H dan nilai berita pada tubuh (body).

b. Isi press release dan berita atau salah satu dari keduanya tidak saling memiliki semua indikator dalam kategori anatomi berita


(62)

5. Naratting

Merupakan tahap yang terakhir. Narasi merupakan upaya untuk menjawab pertanyaan penelitian. Dalam narasi biasanya juga berisi informasi-informasi penting bagi pengguna penelitian agar mereka lebih paham atau lebih lanjut dapat mengambil keputusan berdasarkan hasil penelitian yang ada dengan melakukan evaluasi dan interpretasi terhadap data yang telah disusun dengan menggunakan kerangka teori yang semula telah disiapkan untuk menjawab rumusan masalah sebagai hasil kesimpulan ((Eriyanto, 2005:80).

Dalam penelitian ini, keabsahan data dilakukan dengan mengukur derajat kepercayaan (credibility). Credibility merupakan proses dan hasil penelitian dapat diterima dan dipercaya. Uji keabsahan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan pengamat lain, yaitu dosen pembimbing untuk pengecekan data. (Ritonga, 2004:34)


(63)

BAB IV

GAMBARAN UMUM

4.1 Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung 4.1.1 Sejarah Terbentuknya Biro Humas dan Protokol

Diberlakukannya peraturan daerah Provinsi Lampung Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pembentukan Organisasi, dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Lampung merupakan dasar hukum perubahan humas Dinas Komunikasi dan Informatika menjadi Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung pada awal tahun yakni bulan Januari 2015. Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung beralamatkan di Jalan WR Monginsidi No. 69 Telukbetung.

Mencermati perubahan Nomenklutar Dinas sebagaimana tersebut diatas merupakan salah satu bentuk kebijaksanaan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung dalam rangka efisiensi dan menghindari tumpang tindih tugas, dan fungsi sejenis. Demikian jelas bahwa tugas dan fungsi Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung semakin lebih luas, bahkan memungkinkan untuk melakukan operasional pelayanan informasi secara aktif.


(64)

4.1.2 Struktur Organisasi

Organisasi Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Lampung terdiri dari Kepala Biro, 3 (tiga) Kepala Bagian yang masing-masing membawahi 3 (tiga) Kepala Sub Bagian. Adapun susunannya sebagai berikut:

1. Kepala Biro

2. Kepala Bagian Pengumpulan dan Penyaringan Informasi a. Kepala Sub Bagian Informasi Pemerintahan dan Umum

b. Kepala Sub Bagian Informasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat

c. Kepala Sub Bagian Analisa Data dan Informasi

3. Kepala Bagian Media dan Dokumentasi a. Kepala Sub Bagian Media b. Kepala Sub Bagian Dokumentasi c. Kepala Sub Bagian Penerbitan

4. Kepala Bagian Protokol a. Sub Bagian Acara

b. Sub Bagian Pelayanan Tamu


(1)

yang saling terhubung dari seluruh penjuru kota dan daerah, setiap saat. Penerbitan dalam jaringan Radar Lampung Group beredar luas hingga ke kota-kota di Lampung, menjangkau masyarakat pelosok dan daerah-daerah baru yang terus tumbuh.

Radar Lampung Group adalah jaringan media terbesar di Lampung yang merupakan bagian dari Jawa Pos National Network (JPNN). Saat ini, Radar Lampung Group sudah memiliki 11 koran harian dan 1 stasiun televisi. Selain Radar Lampung, terdapat juga Rakyat Lampung, Lampung News Paper, Trans Lampung, Radar Tuba, Radar Kotabumi, Radar Lambar, Radar Lamteng, Radar Metro, Radar Tanggamus, dan Radar Lamsel.

Pada tanggal 2 Februari 2012 atau ulang tahunnya ke 12, moto Radar Lampung berubah dari "Selalu Ada yang Baru" menjadi "Satu untuk Semua". Terbitnya harian Rakyat Lampung pada tanggal 18 November 2002 merupakan cikal bakal Radar Lampung Group. Kemudian berturut-turut terbit Radar Lamsel (Lampung Selatan), Radar Tuba (Tulang Bawang), Radar Tanggamus, Radar Lambar (Lampung Barat), Radar Lamteng (Lampung Tengah), Radar Kotabumi (Lampung Utara), Radar Metro (Kota Metro), dan Trans Lampung kemudian Lampung Newspaper dan Senator.

Keberadaan 12 harian itu menjadikan Radar Lampung Group sebagai jaringan media terbesar di Lampung, diperkuat lagi dengan keberadaan Radar Lampung TV dan Radar FM Radio portal berita online www.radarlampung.co.id lengkap dengan koran digitalnya atau yang lebih sering disebut E-paper.


(2)

Redaktur : Ary Mistanto

Didirikan : 2000

Kantor pusat : Bandar Lampung, Lampung Situs web resmi : www.radarlampung.co.id Data Teknis Penerbit : PT. Wahana Semesta Lampung Nama Koran : Radar Lampung

Bahasa : Bahasa Indonesia Waktu Terbit : Pagi hari

Periode Terbit : Setiap hari kecuali hari libur nasional Jumlah Halaman : 32 halaman

Ukuran Kolom : 7 kolom x 540 mm Percetakan : PT. Lampung Intermedia Terbitan Perdana : 2 Februari 2000

Kantor Pusat : Graha Pena Lampung, Jl. Sultan Agung No.18 Kedaton Bandar Lampung Telp. 0721 782306, 787987, 789750

Fax. 0721 773930, 78975. Sumber: Hasil olah data penulis, 2015.


(3)

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan peneliti terhadap isi press release Biro Humas dan Protokol pada pemberitaanya pada SKH Radar Lampung Periode Januari-Februari 2015, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Keseluruhan isi press release yang dibuat oleh Biro Humas dan Protokol dengan pemberitaannya pada SKH Radar Lampung Periode Januari-Februari 2015 telah mengikuti prosedur ketentuan penulisannya masing-masing.

2. Berdasarkan hasil analisis isi dari 10 press release Biro Humas dan Protokol berikut 10 pemberitaannya pada SKH Radar Lampung peneliti mendapatkan hasil sebanyak 10 atau 100 % isi press release dan pemberitaannya tidak memiliki kesesuaian dan 8 atau 80% isi press release dan pemberitaannya tidak memiliki kelengkapan. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan pada judul (headline), jenis teras (lead) yang digunakan, serta ketidaklengkapan unsur 5W+1H dan nilai berita pada tubuh (body).


(4)

penulisan yang berlaku yaitu kelengkapan anatomi berita. 6.2 Saran

1. Penelitian ini mengangkat masalah kesesuaian isi press release Biro Humas dan Protokol pada pemberitaanya pada SKH Radar Lampung Periode Januari-Februari Tahun 2015, baiknya untuk ketidaksesuaian yang masih ditemukan dalam beberapa press release dan berita kedepannya harus lebih memperbaiki kembali sehingga memiliki kesesuaian serta kelengkapan diantara keduanya khususnya pada press release yang cakupan isinya terlalu singkat sehingga masih adanya unsur 5W+1H dan unsur nilai berita yang tidak lengkap serta untuk berita yang masih menggunakan pemilihan kata pada judul yang tidak sesuai.

2. Diharapkan isi press release dan pemberitaannya mampu memberikan kontribusi kepada pembaca dengan menyajikan isi yang sesuai sehingga dapat menyamakan maksud dari isi press release yang dibuat oleh Biro Humas dan Protokol dengan persepsi pembaca mengenai berita yang telah disajikan pada SKH Radar Lampung.


(5)

DAFTAR PUSTAKA

BUKU:

Bungin, Burhan. 2001. Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya : Universitas Airlangga.

Effendy, Onong Uchajana. 1998. Hubungan Masyarakat: Suatu Studi Komunikologis. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Eriyanto. 2011. Analisis Isi. Jakarta: Kencana.

Iriantara, Yosal. 2005. Media Relations: Konsep, Pendekatan dan Praktik. Bandung: Simbiosa.

Kovach, Bill dan Tom Rosenstiel. 2004. Sembilan Elemen Jurnalisme. Jakarta: Pantau.

Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations, Advertising, Komunikasi

Organisasi, Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Kencana.


(6)

Nurudin. 2008. Hubungan Media: Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo.

Rakhmat, Jalaluddin. Metode Penelitian Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2002.

Ritonga, Jamiluddin. Riset Kehumasan. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2004.

Ruslan, Rosady. 2007. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi: Konsepsi dan Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo.

Skripsi:

Rachman, Aulia. 2012. Kegiatan Press Release Bagian Pemasaran Pelayanan Humas RSUP Nasional Dr. Cipto Mangun Kusumo Sebagai Proses Pengorganisasian Informasi. Skripsi. Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang.

Z‟AF, Fhata. 2011. Analisis Kesesuaian Foto Dan Isi Berita Dalam Pemberitaan

Development Basketball League (DBL) Lampung 2011 Pada Surat Kabar Harian Radar Lampung. Skripsi. Jurusan Ilmu Komunikasi Fakutas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Lampung.