PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PERKALIAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU BILANGAN PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS III SDN 01 KEMBANG TANJUNG LAMPUNG UTARA

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN OPERASI
HITUNG PERKALIAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA
KARTU BILANGAN PADA PEMBELAJARAN
TEMATIK KELAS III SDN 01 KEMBANG
TANJUNG LAMPUNG UTARA

(Elektonik Tugas Akhir)

OLEH
JUNIWATI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2012

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN OPERASI
HITUNG PERKALIAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA
KARTU BILANGAN PADA PEMBELAJARAN
TEMATIK KELAS III SDN 01 KEMBANG
TANJUNG LAMPUNG UTARA
Oleh
JUNIWATI

Elektonik Tugas Akhir
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Jurusan Ilmu Pendidikan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2012

ABSTRAK
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN OPERASI
HITUNG PERKALIAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA
KARTU BILANGAN PADA PEMBELAJARAN
TEMATIK KELAS III SDN 01 KEMBANG
TANJUNG LAMPUNG UTARA
OLEH
JUNIWATI
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan terhadap mata pelajaran
matematika pada semester 1 khususnya di kelas III SDN 01 Kembang Tanjung
Kotabumi Lampung Utara diperoleh gambaran bahwa selama ini guru kurang
optimal dalam penggunaan media pembelajaran. Tujuan penelitian tindakan kelas
ini untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung perkalian dengan
menggunakan media kartu bilangan pada pembelajaran tematik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas
(Classroom Action Research) yang difokuskan pada situasi kelas. Kegiatan ini
dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Alat pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan tes hasil belajar.
Analisis data dalam penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian dapat diketahui bahwa melalui penggunaan media kartu
bilangan dapat meningkatkan aktivitas siswa, kinerja guru, dan nilai kemampuan
operasi hitung perkalian siswa kelas III SD Negeri 01 Kembang Tanjung.
Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran terlihat semakin meningkat, pada
siklus I sebesar 68,25% dengan kategori “ Cukup” dan pada siklus II sebesar
79,50% dengan kategori “Baik” . Terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II
sebesar 21,25%. Kinerja guru dalam proses pembelajaran terlihat semakin
meningkat, pada siklus I sebesar 72,07% dengan kategori “Baik” dan pada siklus
II sebesar 82,76% dengan kategori “Baik. Terjadi peningkatan dari siklus I ke
siklus II sebesar 10,69%. Begitu pula dengan nilai kemampuan operasi hitung
perkalian siswa meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I siswa yang tuntas
belajar sebesar 48% dan pada siklus II sebesar 88%. Terjadi peningkatan dari
siklus I ke siklus II siswa yang tuntas belajar sebesar 40%.
Berdasarkan hasil temuan di atas disarankan kepada guru dapat
menggunakan media kartu bilangan pada pembelajaran tematik sebagai salah satu
alternatif media pembelajaran di sekolah.
Kata kunci: kemampuan operasi hitung, media kartu bilangan.

Judul e-TA

: PENINGKATAN AKTIVITAS DAN
KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PERKALIAN
DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU
BILANGAN PADA PEMBELAJARAN TEMATIK
KELAS III SDN 01 KEMBANG TANJUNG
LAMPUNG UTARA

Nama Mahasiswa

: Juniwati

Nomor Pokok Mahasiswa : 0813056705
Program Studi

: S1 PGSD PJJ berbasis ICT

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI

Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan,

Pembimbing

Drs. Baharuddin Risyak, M. Pd.
NIP 19510507 198103 1 002

Dra. Sulistiasih, M. Pd.
NIP 19550508 198103 2 001

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji
Penguji

: Dra. Sulistiasih, M. Pd.

Penguji
Bukan Pembimbing : Dra. Asmaul Khair, M. Pd.

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. Hi. Bujang Rahman, M. Si.
NIP 19600315 198503 1 003

Tanggal Lulus Ujian e-TA:

___________________

___________________

HALAMAN PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini saya :
Nama

: Juniwati

NIM

: 0813056705

Program Studi

: S1 PGSD

Jurusan

: Ilmu Pendidikan

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Judul e-TA

: Peningkatan Aktivitas dan Kemampuan Operasi Hitung
Perkalian dengan Menggunakan Media Kartu Bilangan
Kelas III SDN 06 Kembang Tanjung Kotabumi Lampung
Utara

menyatakan bahwa penelitian elektronik-Tugas Akhir (e-TA) ini adalah hasil
pekerjaan saya sendiri, dan sepanjang pengetahuan saya tidak berisi materi yang
telah dipublikasikan atau ditulis oleh orang lain atau telah dipergunakan dan
diterima sebagai persyaratan penyelesaian studi pada universitas atau institut lain.
Demikian pernyataan ini saya buat untuk dapat digunakan seperlunya dan
apabila di kemudian hari tidak benar, saya bersedia dituntut berdasarkan undangundang dan peraturan yang berlaku.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun
2003 Pasal 3 bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab. Undang-undang tersebut secara tersirat telah mengamanatkan kepada para pendidik
untuk menjadikan peserta didik menjadi manusia yang cerdas, dalam memahami suatu teori.
Untuk mencapai tujuan di atas maka diselenggarakan pembelajaran pada lembagalembaga pendidikan, salah satunya adalah Sekolah Dasar. Sekolah Dasar merupakan
lembaga yang utama dan pertama. Dikatakan demikian karena di SD anak pertama kali
diperkenalkan berbagai macam mata pelajaran seperti matematika, IPA, bahasa Indonesia
dan lain-lainnya. Salah satu pelajaran yang wajib di SD adalah matematika, yang bertujuan
untuk melambangkan kemampuan komunikasi dengan menggambarkan bilangan-bilangan
dan simbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat memberi kejelasan dan
menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu membantu siswa untuk
memiliki pola pikir yang kritis, sistematis, logis, dan kemampuan bekerja sama
(http/www.docstoc.com).

Dalam rangka mencapai tujuan ini diselenggarakan pembelajaran matematika sesuai
dengan tuntutan KTSP. Salah satu tuntutan KTSP adalah pembelajaran di kelas rendah yaitu
kelas I sampai kelas III menggunakan model pembelajaran Tematik. Pembelajaran Tematik
merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan pada siswa kelas rendah
(yaitu: siswa kelas I, II dan III) di sekolah dasar. Konsep pembelajaran tematik telah
tercantum di dalam KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Dalam KTSP, dijelaskan
bahwa pembelajaran tematik adalah pendekatan yang harus digunakan dalam pelaksanaan
pembelajaran di kelas rendah sekolah dasar. Oleh karena itu, guru perlu mempelajarinya
terlebih dahulu sehingga dapat memperoleh pemahaman baik secara konseptual maupun
praktikal (Sukayati, 2004).
Pendekatan tematik dapat diartikan sebuah cara/model pembelajaran yang tidak
membatasi anak dalam mempelajari sesuatu. Misalnya, seorang anak sambil belajar
menyanyi juga belajar alfabet, atau sambil belajar mengenal hewan anak juga belajar
mewarnai. Proses pembelajaran berlangsung secara alamiah sehingga peserta didik tidak
merasa sedang mempelajari satu mata pelajaran saja. Hal itu diharapkan agar peserta didik
dapat memperoleh berbagai pengetahuan atau keterampilan hanya dalam satu pertemuan
saja. Agar tujuan dari proses pembelajaran dapat dicapai sesuai dengan yang diinginkan,
guru

harus benar-benar mengerti dan paham tentang model pembelajaran tematik,

memahami cara menerapkan model pembelajaran tematik, mengerti konsep dari tematik
agar dalam aplikasinya tidak terjadi kekeliruan sehingga berpengaruh pada keluaran “hasil”
bagi peserta didik.
Model pembelajaran tematik memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
1. Menyenangkan karena berangkat dari minat dan kebutuhan peserta didik.

2. Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan
tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
3. Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna.
4. Mengembangkan keterampilan berpikir peserta didik sesuai dengan persoalan yang
dihadapi.
5. Menumbuhkan keterampilan sosial melalui kerja sama.
6. Memiliki sikap toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
7. Menyajikan kegiatan yang bersifat nyata sesuai dengan persoalan yang dihadapi
dalam lingkungan peserta didik (Kunandar, 2007: 315).
Dalam menanamkan konsep pengetahuan, keterampilan dan sikap, tidak seharusnya
anak diberi latihan terus menerus, melainkan anak harus belajar melalui pengalaman
langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dimilikinya (pembelajaran
kontekstual). Model penerapan ketiga aspek tersebut dapat dilaksanakan secara terpadu,
yaitu dengan memadukan beberapa materi pelajaran berdasarkan satu tema, suatu bentuk
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak terutama siswa kelas
awal/rendah.
Usia sekolah dasar adalah usia di mana anak melihat segala sesuatu sebagai suatu
keutuhan (holistik). Demikian halnya perkembangan diri anak itu sendiri, perkembangan
fisik tidak pernah dapat dipisahkan antara perkembangan mental, sosial, dan emosionalnya.
Sebaliknya perkembangan diri anak juga akan terpadu dengan kehidupan dan dengan
pengalaman serta lingkungannya.
Menurut Mujiono (1994: 31) dalam pembelajaran ada empat komponen penting yang
berpengaruh bagi keberhasilan belajar siswa, yaitu bahan belajar, media dan sumber belajar,
serta guru sebagai subjek pembelajaran. Komponen-komponen tersebut sangat penting
dalam proses belajar, sebagai upaya untuk mengurangi melemahnya satu atau lebih
komponen yang menghambat tercapainya tujuan belajar yang optimal.

Menurut Rahadi (2004: 31) bahwa belajar merupakan usaha yang dilakukan
seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya untuk merubah perilaku. Berdasarkan
hal-hal tersebut di atas maka untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran
matematika, dikhususkan pada operasi hitung perkalian dan digunakan media kartu
bilangan. Berdasarkan pengamatan pada hasil belajar mata pelajaran matematika kelas III
SD Negeri 01 Kembang Tanjung Kotabumi Lampung Utara, tahun pembelajaran 2009-2010
masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu (1) saat pembelajaran
berlangsung, sebagian siswa kurang memperhatikan; (2) siswa tidak ikut aktif/tidak terlibat
secara aktif; (3) jarang sekali siswa yang dapat menjawab pertanyaan dari guru; (4) nilai
ulangan harian atau formatif rendah yaitu nilai rata-rata 60 dicapai oleh 15 siswa, sedangkan
10 siswa yang mencapai nilai di atas KKM 65; (5) guru kurang optimal dalam penggunaan
media pembelajaran.
Berdasarkan beberapa alasan tersebut, sehingga hanya ada beberapa siswa di kelas III
yang dapat mencapai tingkat penguasaan materi untuk mata pelajaran matematika. Oleh
karena itu, untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, peneliti
melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan media “Kartu Bilangan” untuk
meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas III SDN 01
Kembang Tanjung Lampung Utara, tahun pembelajaran 2010-2011. Dengan penggunaan
media mampu membuat proses belajar menjadi lebih menarik, efektif dan efisien. Oleh
sebab itu, peneliti mengambil judul “Peningkatan Aktivitas dan Kemampuan Operasi Hitung
Perkalian dengan Menggunakan Media Kartu Bilangan Pada Pembelajaran Tematik Siswa
Kelas III SDN 01 Kembang Tanjung Lampung Utara”.
1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut.
1.2.1 Pengetahuan siswa tentang pelajaran matematika menghitung perkalian masih rendah.
Hal ini terbukti dari nilai pembelajaran matematika yang rendah yaitu dari 25 siswa
kelas III hanya 10 siswa yang nilainya di atas KKM yang ditentukan oleh sekolah
yaitu 65. Sedangkan 15 siswa lainnya hanya mencapai rata-rata 60.
1.2.2 Guru kelas belum menggunakan media Kartu Bilangan dalam pembelajaran
matematika.
1.2.3 Proses pembelajaran matematika di kelas kurang menarik karena tidak optimalnya
penggunaan media Kartu Bilangan.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah penelitian sebagai
berikut: “Apakah penggunaan media Kartu Bilangan dapat meningkatkan kemampuan
operasi hitung perkalian pada pembelajaran Tematik siswa kelas III SDN 01 Kembang
Tanjung Lampung Utara?”
Untuk mengatasi masalah yang terjadi di kelas dalam pembelajaran tematik pada
materi menghitung perkalian maka peneliti menggunakan media kartu bilangan. Dengan
menggunakan kartu bilangan diharapkan akan dapat menyelesaikan masalah.
1.4 Tujuan Penelitian
Sebagaimana rumusan masalah di atas penelitian ini bertujuan untuk:
1.4.1 Meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam operasi hitung perkalian pada
pembelajaran tematik kelas III SDN 01 Kembang Tanjung Lampung Utara dengan
menggunakan media Kartu Bilangan.

1.4.2 Meningkatkan kemampuan siswa dalam operasi hitung perkalian pada pembelajaran
tematik kelas III SDN 01 Kembang Tanjung Lampung Utara dengan menggunakan
media Kartu Bilangan.
1.4.3 Meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan media kartu bilangan pada
proses pembelajaran tematik tentang operasi hitung perkalian.
1.5 Manfaat Penelitian
Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian yang dikemukakan di atas, hasil penelitian
ini diharapkan bermanfaat:
1.5.1 Bagi Siswa
Dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa khususnya kelas III SDN 01 Kembang
Tanjung Lampung Utara setelah digunakannya media Kartu Bilangan dalam operasi
hitung perkalian melalui pembelajaran Tematik.
1.5.2 Bagi Guru
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran operasi hitung
perkalian dengan menggunakan media Kartu Bilangan pada siswa kelas III SDN 01
Kembang Tanjung Lampung Utara. Wawasan guru meningkat sehingga guru menjadi
lebih profesional
1.5.3 Bagi Sekolah
Penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang berguna dalam upaya meningkatkan
mutu pembelajaran di SDN 01 Kembang Tanjung Lampung Utara.
1.6 Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian ini adalah aktivitas dan kemampuan operasi hitung dengan
menggunakan media Kartu Bilangan dalam pembelajaran Tematik kelas III semester 2 di SD
Negeri 01 Kembang Tanjung Kotabumi Lampung Utara, Tahun Pembelajaran 2010-2011.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Aktivitas Belajar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003: 23), aktivitas adalah kegiatan. Jadi
aktivitas belajar adalah kegiatan-kegiatan siswa yang menunjang keberhasilan belajar.
Sardiman (2010: 100) mengemukakan bahwa aktivitas belajar adalah aktivitas yang
bersifat fisik maupun mental. dalam kegiatan belajar kedua aktivitas itu harus selalu
berkait. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran merupakan salah satu indikator
adanya keinginan siswa untuk belajar. Kunandar (2010: 277) menyebutkan bahwa aktivitas
belajar adalah keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas
dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan
memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa aktivitas belajar
adalah segala bentuk keterlibatan siswa baik fisik maupun mental yang ditunjukkan dalam
kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses pembelajaran untuk mencapai
tujuan belajar.

2.2

Kemampuan Operasi Hitung
2.2.1 Pengertian Kemampuan
Kemampuan berasal dari kata “mampu” yang berarti kuasa (bisa, sanggup
melakukan sesuatu, berada, kaya). Kemampuan adalah kesanggupan dalam

melakukan sesuatu, seseorang dikatakan mampu apabila ia bisa melakukan sesuatu
yang harus ia lakukan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1984: 138). Menurut Chaplin
(dalam Petra, 2010), ability (kemampuan, kecakapan,
kesanggupan)

merupakan

tenaga

ketangkasan,

bakat,

(daya kekuatan) untuk melakukan suatu

perbuatan. Sedangkan menurut Robbins (dalam Petra, 2010), kemampuan bisa
merupakan kesanggupan bawaan sejak lahir, atau merupakan hasil latihan atau
praktik.
Ada pula pendapat lain menurut Sudrajat, menghubungkan kemampuan
dengan kata kecakapan. Setiap individu memiliki kecakapan yang berbedabeda

dalam

Kecakapan
tersebut.
segala

ini
Proses

kecakapan

melakukan

mempengaruhi

potensi

pembelajaran

suatu
yang

ada

mengharuskan

dalam
siswa

tindakan.
diri

individu

mengoptimalkan

yang dimiliki (Sudrajat: 2008). Jadi, kemampuan adalah

kesanggupan dalam melakukan suatu kegiatan.
2.2.2 Pengertian Operasi Hitung
Operasi hitung dalam matematika merupakan cara-cara yang digunakan dalam
penyelesaian

masalah

mengenai

bilangan

dan

hubungan

antarbilangan

(http://www.belajar-matematika.com).
Jadi, pengertian kemampuan operasi hitung adalah kesanggupan dalam
melakukan penyelesaian masalah mengenai bilangan dan hubungan antarbilangan.
2.3 Tujuan Pembelajaran Matematika

Dalam kegiatan pembelajaran, dikenal adanya tujuan pembelajaran, atau yang sudah
umum dikenal dengan tujuan instruksional. Pembelajaran merupakan perpaduan dari dua
aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Aktivitas mengajar menyangkut peranan guru
dalam konteks mengupayakan terciptanya jalinan komunikasi harmonis antara belajar dan
mengajar. Jalinan komunikasi ini menjadi indikator suatu aktivitas atau proses pembelajaran
yang berlangsung dengan baik. Dengan demikian tujuan pembelajaran adalah tujuan dari
suatu proses interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran dalam rangka
mencapai tujuan pendidikan.
Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang pesat baik
materi maupun kegunaannya. Mata pelajaran matematika berfungsi melambangkan
kemampuan komunikasi dengan menggambarkan bilangan-bilangan dan simbol-simbol
serta ketajaman penalaran yang dapat memberi kejelasan dan menyelesaikan permasalahan
dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun

tujuan

dari

pembelajaran

matematika

menurut

Suprapto

(http//www.docstoc.com) sebagai berikut:
1. Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan dan pola pikir
dalam kehidupan dunia yang selalu berkembang.
2. Mempersiapkan siswa menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam
kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.
Dari uraian di atas jelas bahwa kehidupan di dunia akan terus berjalan sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu siswa harus memiliki
kemampuan memperoleh, memilih, dan mengelola informasi untuk bertahan pada keadaan
yang selalu berubah. Kemampuan ini membutuhkan pemikiran yang kritis, sistematis, logis,

kreatif dan kemampuan bekerja sama yang efektif. Dengan demikian, maka seorang guru
harus terus mengikuti perkembangan matematika dan selalu berusaha agar kreatif dalam
pembelajaran yang dilakukan sehingga dapat membawa siswa ke arah yang diinginkan.
(http//www.docstoc.com).
2.4 Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik merupakan implementasi dari Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Dasar pertimbangan pelaksanaan pembelajaran tematik ini merujuk
pada tiga landasan, yaitu landasan filosofis, psikologis, dan yuridis. Ditinjau dari
pengertiannya, pembelajaran adalah pengembangan pengetahuan, keterampilan, atau sikap
baru pada saat seseorang individu berinteraksi dengan informasi dan lingkungan.
Pembelajaran tematik merupakan pendekatan belajar yang memberi ruang kepada anak
untuk berperan aktif dalam kegiatan belajar. “Tema adalah pokok pikiran atau gagasan
pokok yang menjadi pokok pembicaraan” (Depdiknas, 2007: 226).
Menurut Kunandar (2007: 311), tema merupakan alat atau wadah untuk
mengedepankan berbagai konsep kepada anak didik secara utuh.” Dalam pembelajaran,
tema diberikan dengan maksud menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh,
memperkaya perbendaharaan bahasa anak didik dan membuat pembelajaran yang
melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada
siswa. Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses atau waktu,
aspek kurikulum, dan aspek pembelajaran.

Pembelajaran tematik adalah pembelajatan

terpadu yang menggunakan tema sebagai pemersatu materi yang terdapat di dalam beberapa
mata pelajaran dan diberikan dalam satu kali tatap muka. Pembelajaran tematik dikemas
dalam suatu tema atau bisa disebut dengan istilah tematik. Pendekatan tematik ini

merupakan satu usaha untuk mengintegrasikan pengetahuan, kemahiran dan nilai
pembelajaran serta pemikiran yang kreatif dengan menggunakan tema.
Dengan kata lain pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan
tema dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman
bermakna bagi peserta didik. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran tematik,
peserta didik akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman
langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Pendekatan
ini berangkat dari teori pembelajaran yang menolak proses latihan/hafalan (drill) sebagai
dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak. Teori pembelajaran ini
dimotori para tokoh Psikologi Gestalt, termasuk Piaget yang menekankan bahwa
pembelajaran itu haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan
anak. Pendekatan pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar
sambil melakukan sesuatu (learning by doing).
Dalam pelaksanaannya, pendekatan pembelajaran tematik ini bertolak dari suatu
tema yang dipilih dan dikembangkan oleh guru bersama peserta didik dengan
memperhatikan keterkaitannya dengan isi mata pelajaran. Tema dalam pembelajaran
tematik menjadi sentral yang harus dikembangkan. Tema tersebut diharapkan akan
memberikan banyak keuntungan, di antaranya :
1. Peserta didik mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu.
2. Peserta didik mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai
kompetensi dasar antar-mata pelajaran dalam tema yang sama.
3. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.
4. Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata
pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik.
5. Peserta didik lebih mampu merasakan manfaat dan makna belajar karena materi
disajikan dalam konteks tema yang jelas.

6. Peserta didik mampu lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam
situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata
pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain.
7. Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara
tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga
pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial,
pemantapan, atau pengayaan.(dalam KTSP 2006 untuk tingkat SD kelas rendah
1, 2 dan 3 ).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran tematik
siswa mudah memahami pelajaran dalam satu tema tertentu. Siswa mampu mengembangkan
kemampuan berpikir menjadi lebih kreatif dan berfikir secara kritis.
2.5 Media Kartu Bilangan
2.5.1 Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata
medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima
sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat sehingga proses
belajar dapat terlaksana (Sadiman, dkk., 1993: 7). Menurut Rahadi (2004: 30), media
adalah alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber
belajar ke penerima pesan (siswa), sehingga proses pembelajaran menjadi lebih
menarik, interaktif, efektif dan efisien.
Dari pengertian media yang dikemukakan dari para ahli di atas, dapat
disimpulkan bahwa media berfungsi menyalurkan pesan, sekaligus merangsang minat
belajar siswa. Dengan adanya rangsangan dari media yang digunakan dapat
membangkitkan minat siswa serta mampu menuangkan ide-idenya dengan baik dalam
bahasa lisan maupun tulisan.

2.5.2 Fungsi Media
Menurut Kemp dan Dayton (dalam Prasasti, 2005: 6) fungsi media
pembelajaran adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pemberian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
Pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
Pembelajaran menjadi lebih interaktif.
Jumlah waktu belajar-mengajar dapat dikurangi.
Kualitas belajar anak dapat ditingkatkan.
Pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Sikap positif siswa terhadap bahan belajar maupun proses belajar itu sendiri
dapat ditingkatkan.
8. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif dan produktif.
2.6 Pengertian Kartu Bilangan
Kartu bilangan adalah salah satu alat peraga dalam pembelajaran matematika. Tujuan
pembelajaran menggunakan Kartu Bilangan adalah untuk membantu penalaran siswa dalam
memahami pembelajaran matematika. Kartu bilangan dapat membentuk pola pikir siswa
menjadi lebih kreatif dan memiliki daya imajinasi yang kuat untuk menyelesaikan soal-soal
matematika. Manfaat kartu bilangan dalam pembelajaran matematika di SD dapat
menumbuhkan

rasa

senang

peserta

didik

untuk

belajar

matematika

(http//www.docstoc.com).
2.6.1 Karakteristik Kartu Bilangan
Karakteristik kartu bilangan ini adalah memvisualisasikan sesuatu yang bersifat
abstrak atau tidak dapat dilihat, hingga tampak jelas dan dapat menimbulkan
pengertian atau meningkatkan persepsi seseorang. Pembelajaran harus dimulai dari
masalah yang nyata. Masalah yang digunakan sebagai titik awal pembelajaran harus
nyata bagi siswa agar mereka dapat langsung terlibat dalam situasi yang sesuai dengan

pengalaman

mereka.

Siswa

dapat

menggunakan

kartu

bilangan

dalam

mengekspresikan cara berpikir siswa agar lebih kreatif. Proses pembelajaran harus
interaktif baik antar guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa lainnya
(http//www.docstoc.com).
2.6.2 Kelebihan dan Kelemahan Kartu Bilangan
Dalam proses pembelajaran media kartu bilangan memiliki kelebihan dan
kelemahan sebagai berikut. Kelebihan media kartu bilangan adalah Penyampaian
materi dapat diseragamkan. Proses pembelajaran semakin jelas dan menarik,
merangsang siswa secara fisik maupun emosional. Dengan demikian dapat
menciptakan suasana belajar yang hidup, tidak monoton dan membosankan.
Sedangkan kelemahan media kartu bilangan adalah mengubah peran guru ke arah yang
pasif dan kurang produktif. Siswa yang memiliki kemampuan pemahaman yang
lambat,

tidak

mampu

mengikuti

proses

pembelajaran

dengan

baik

(http//www.docstoc.com).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa guru akan lebih mudah
menyampaikan materi yang akan diajarkan dan memiliki waktu untuk memberi
perhatian kepada siswa seperti membantu kesulitan belajar menambah kemampuan
menghitung perkalian menggunakan kartu bilangan.
2.6.3 Langkah-langkah Penggunaan Kartu Bilangan
Pembelajaran dengan menggunakan media kartu bilangan harus mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Guru menyiapkan media Kartu Bilangan yang akan digunakan sesuai dengan
materi pembelajaran matematika yang akan dijelaskan.

2. Guru menjelaskan materi pembelajaran matematika kepada siswa dengan
penggunaan media Kartu bilangan.
3. Pemberian soal-soal (operasi hitung perkalian).
(http//www.docstoc.com)
Guru akan lebih banyak memiliki waktu untuk memberi perhatian kepada aspekaspek edukatif seperti membantu kesulitan belajar menambah aktivitas belajar dan
prestasi belajar akan optimal.
2.7 Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian pustaka tersebut, dapat dirumuskan hipotesis penelitian tindakan
kelas sebagai berikut: “Apabila pada pembelajaran tematik

kelas III SD Negeri 01

Kembang Tanjung Lampung Utara, guru menggunakan media Kartu Bilangan, maka
aktivitas dan kemampuan operasi hitung perkalian dapat meningkat”.

1

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas
(Classroom Action Research) yang bersifat reflektif dan kolaboratif yang
difokuskan pada situasi kelas. Penelitian tindakan kelas diartikan sebagai
suatu

kegiatan

ilmiah

yang

dilakukan

dengan

jalan

merancang,

melaksanakan, mengamati, merefleksikan tindakan melalui beberapa siklus
untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas
(Kunandar, 2010: 10).
3.2 Setting Penelitian
3.2.1 Subjek Penelitian
Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah guru dan siswa kelas III
semester 2 SDN 01 Kembang Tanjung Kotabumi Lampung Utara,
tahun pembelajaran 2010-2011, dengan jumlah 25 orang siswa yang
terdiri dari 11 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan.
3.2.2 Objek Penelitian
Objek penelitian tindakan kelas ini adalah aktivitas dan kemampuan
operasi hitung perkalian dengan menggunakan media kartu bilangan
pada pembelajaran tematik.
3.2.3 Waktu Penelitian

2

Penelitian ini dilakukan selama empat bulan yaitu mulai bulan
September sampai dengan Desember 2011. Kegiatan dalam penelitian
tindakan kelas ini, yaitu observasi awal, penyusunan proposal, seminar
proposal, pengurusan surat izin penelitian, pelaksanaaan tindakan, dan
penyusunan hasil penelitian, serta seminar hasil penelitian hingga
penggandaan laporan penelitian.
3.2.4 Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas III SDN 01
Kembang Tanjung Kotabumi Lampung Utara.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data siswa dan guru dilaksanakan bersama dengan
pelaksanaan pembelajaran. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini
adalah

deskriptif

kuantitatif,

yang

artinya

semua

gejala

yang

tampak/diperoleh akan dicatat berdasarkan kenyataan yang ada. Peneliti
menggunakan metode ini sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak
dicapai yaitu mendeskripsikan tingkat kemampuan operasi hitung perkalian
bagi siswa dalam proses pembelajaran tematik.
Untuk mempermudah pengumpulan data, peneliti menggunakan
beberapa metode pengumpulan data di antaranya: observasi, dokumentasi,
latihan serta pre-tes maupun post-tes. Selama mengadakan pengamatan
peneliti menggunakan beberapa perlengkapan instrumen, antara lain:
a. Lembar observasi siswa untuk mengumpulkan data tentang aktivitas
siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

3

b. Lembar observasi guru digunakan untuk mencatat tindakan dan kinerja
guru selama pembelajaran berlangsung.
c. Kamera digital dan Handycam untuk mendokumentasikan kegiatan
pembelajaran yang juga akan membantu tahap refleksi di setiap
pertemuan/siklus.
d. Soal latihan di setiap pertemuan yang terdiri dari soal untuk mengetahui
peningkatan kemampuan operasi hitung perkalian. Soal latihan disusun
sesuai dengan materi yang diajarkan di setiap pertemuan. Disediakan
lembar tugas untuk mengerjakan operasi hitung perkalian.
e. Tes hasil belajar terdiri dari pre-tes dan post-tes pada setiap siklusnya.
3.4 Teknik Analisis Data
Analisis data adalah suatu kegiatan untuk mencermati setiap langkah
yang dibuat, mulai dari tahap persiapan, proses, sampai hasil pekerjaan tes
dalam pembelajaran. Dengan tujuan apakah kegiatan beserta langkahlangkahnya sudah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai atau belum.
Demikian juga dengan analisis PTK terhadap kegiatan pembelajaran, analisis
dilakukan untuk menginterpretasikan apakah semua aspek pembelajaran yang
terlibat di dalamnya sudah sesuai dengan kapasitasnya (Aunurrahman, dkk.,
2009: 14). Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan
pembelajaran, perlu dilakukan analisis data. Pada penelitian tindakan kelas
(PTK), digunakan teknik analisis data deskriptif, yaitu menganalisis beberapa
hal yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam operasi hitung perkalian
dengan bantuan media kartu bilangan. Nilai akhir penelitian hasil kerja siswa
dapat dihitung dengan rumus berikut.

4

1. Analisis Kualitatif
a) Kriteria Penilaian Aktivitas Siswa dan Kinerja Guru
Untuk menghitung persentase hasil observasi siswa dan guru
digunakan rumus:

P=

∑skor perolehan
∑skor total

Keterangan:
86% - 100%

= Baik sekali

71% - 85%

= Baik

56% - 70%

= Cukup

41% - 55%

= Kurang

32% - 40%

= Sangat Kurang

Adaptasi dari Departemen Pendidikan Nasional (2011: 5)
2. Analisis Kuantitatif
Analisis data kuantitatif digunakan untuk membuktikan adanya
peningkatan kemampuan operasi hitung campuran. Analisis data diperoleh
dengan melihat hasil nilai siswa selama pelaksanaan siklus. Data hasil
penelitian yang tergolong data kuantitatif dilakukan secara deskriptif,
yakni dengan menghitung ketuntasan klasikal dan ketuntasan individual
dengan rumus sebagai berikut:
a) Ketuntasan Individual
=

× 100

5

Keterangan:
S = Nilai yang diharapkan
R = Jumlah skor/ item yang dijawab benar
N = Skor maksimum dari tes
b) Ketuntasan Klasikal
=
Keterangan:




KK

= Ketuntasan Klasikal

STB

= Siswa yang Tuntas Belajar

SS

= Seluruh Siswa

× 100 %

(Mulyasa, 2002: 56)
3.5 Indikator Keberhasilan
Pembelajaran dalam penelitian ini dikatakan berhasil jika:
3.5.1 Adanya peningkatan persentase aktivitas siswa dan kinerja guru disetiap
siklusnya mencapai persentase sebesar ≥76%.
3.5.2 Adanya peningkatan persentase evaluasi hasil belajar siswa setiap
siklusnya mencapai persentase sebesar ≥76% dari seluruh siswa
mencapai KKM yang telah ditetapkan yaitu 65.

6

3.6 Prosedur Penelitian
Rencana pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini menggunakan
model Kemmis dan Mc Taggart. Menurut Kemmis dan Mc Taggart (dalam
Wibawa, 2003:16) di dalam satu siklus atau putaran terdiri dari empat
komponen, yaitu: (1) perencanaan (planning); (2) aksi/tindakan (acting); (3)
observasi (observing); dan (4) refleksi (reflecting).

Alur/Siklus dalam PTK

PeRencanaan i

RefLeKsi i

siKLUs i

PeLaKsanaan
i

Pengamatan i

PeRencanaan
ii
RefLeKsi ii

siKLUs ii

PeLaKsanaan
ii

Pengamatan
ii

Gambar 3.1 Alur Penelitian Tindakan Kelas (Kemmis dalam Wiriaatmadja, 2006:
66)

7

3.7 Urutan Penelitian Tindakan Kelas
Prosedur tindakan pada siklus ini terdiri dari 2 siklus sebagai berikut.
1. Siklus I
a. Perencanaan
1) Mendiskusikan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan teman
sejawat/guru mitra.
2) Menyediakan perangkat pembelajaran (silabus, RPP, dan bahan
ajar).
3) Menyiapkan lembar observasi aktivitas siswa dan kinerja guru serta
catatan lapangan dengan menyiapkan media Kartu Bilangan yang
akan digunakan dalam pembelajaran sebagai penunjang aktivitas dan
hasil belajar sesuai dengan materi yang diberikan.
b. Pelaksanaan
Materi pembelajaran pada siklus I bertema “Hiburan” dengan pokok
bahasan “Operasi Hitung Perkalian sampai dengan 50”. Penyampaian
materi pembelajaran dalam siklus I adalah sebagai berikut:
1) Menyajikan

pertanyaan-pertanyaan

tentang

sesuatu

yang

berhubungan dengan operasi hitung sebagai apersepsi untuk
menggiring pemikiran dan kesiapan siswa dalam mengikuti
pembelajaran mengenai operasi hitung perkalian.
2) Untuk mengingat siswa mengenai perkalian, guru mengajak siswa
bernyanyi bersama-sama.
3) Membuat kelompok kerja siswa.
4) Guru menyiapkan Kartu Bilangan yang akan digunakan sesuai
dengan materi pembelajaran matematika yang akan dijelaskan.

8

5) Menjelaskan materi secara garis besar tentang Operasi Hitung
Perkalian sampai dengan 50.
6) Guru membagikan media Kartu Bilangan pada setiap kelompok.
7) Guru memberikan soal-soal Operasi Hitung Perkalian yang hasilnya
sampai dengan 50.
8) Tanya jawab tentang nama-nama hewan.
9) Siswa mengamati gambar-gambar hewan yang ditunjukkan guru.
10) Siswa menggolongkan hewan berdasarkan persamaan ciri, misalnya:
jumlah kaki, cara bergerak, penutup tubuh, jenis makanannya dan
tempat hidupnya.
11) Guru membagikan lembar kerja siswa.
12) Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan.
13) Guru menyempurnakan

hasil

kerja siswa

dan memberikan

kesimpulan.
c. Observasi
1. Melakukan pengamatan terhadap setiap langkah kegiatan sesuai
dengan rencana khususnya aktivitas siswa dan kinerja guru.
2. Mencatat

setiap

kegiatan

dan

perubahan

pada

pembelajaran

matematika dengan menggunakan Kartu Bilangan.
d. Refleksi
1. Menganalisis temuan saat pelaksanaan pembelajaran.
2. Menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan
model pembelajaran tematik dengan media Kartu Bilangan.

9

3. Melakukan refleksi terhadap pembelajaran tematik dengan tema
Hiburan dan pokok bahasan operasi hitung perkalian sampai 50.
4. Melakukan diskusi dengan guru/teman sejawat dan pembimbing untuk
membahas kelemahan atau kekurangan yang dilakukan guru dan
memberikan saran.
2. Siklus II
a. Perencanaan Tindakan
Pada tahap perencanaan akan ditetapkan hal-hal sebagai berikut:
1) Mendiskusikan rencana pelaksanaan pembelajaran tematik dengan
tema Hiburan dan pokok bahasan “Operasi Hitung Perkalian sampai
100” yang telah disepakati bersama.
2) Membuat perangkat pembelajaran (silabus, RPP, dan bahan ajar).
3) Menyiapkan lembar observasi aktivitas siswa dan kinerja guru serta
catatan lapangan dengan menyiapkan media Kartu Bilangan yang
akan digunakan dalam pembelajaran sebagai penunjang aktivitas dan
hasil belajar sesuai dengan materi yang diberikan.
b. Pelaksanaan Tindakan
Materi pembelajaran pada siklus II bertema “Hiburan” dengan pokok
bahasan “Operasi Hitung Perkalian sampai 100”. Penyampaian materi
pembelajaran dalam siklus I adalah sebagai berikut:
1) Menyajikan

pertanyaan-pertanyaan

tentang

sesuatu

yang

berhubungan dengan operasi hitung sebagai apersepsi untuk

10

menggiring pemikiran dan kesiapan siswa dalam mengikuti
pembelajaran mengenai operasi hitung perkalian.
2) Untuk mengingatkan siswa mengenai perkalian, guru mengajak
siswa bernyanyi bersama-sama.
3) Membentuk kelompok kerja siswa.
4) Guru menyiapkan Kartu Bilangan yang akan digunakan sesuai
dengan materi pembelajaran matematika yang akan dijelaskan.
5) Menjelaskan materi secara garis besar tentang Operasi Hitung
Perkalian sampai dengan 100.
6) Guru membagikan media Kartu Bilangan kepada setiap kelompok.
7) Guru memberikan soal-soal Operasi Hitung Perkalian yang hasilnya
sampai dengan 100.
8) Tanya jawab tentang ciri-ciri hewan.
9) Siswa mengamati gambar-gambar hewan yang ditunjukkan guru.
10) Siswa menggolongkan hewan berdasarkan persamaan ciri, misalnya:
jumlah kaki, cara bergerak, penutup tubuh, jenis makanannya dan
tempat hidupnya.
11) Guru membagikan lembar kerja siswa.
12) Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan.
13) Guru

menyempurnakan

hasil

kerja siswa

dan

memberikan

kesimpulan.
c. Observasi
1. Melakukan pengamatan terhadap setiap langkah kegiatan sesuai
dengan rencana.

11

2. Memperhatikan alokasi waktu yang ada dengan kegiatan yang
dilaksanakan.
3. Mengantisipasi dengan melakukan solusi apabila menemui kendala
saat melakukan tahap tindakan.
d. Refleksi
1. Menganalisis temuan saat pelaksanaan pembelajaran.
2. Menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan
operasi hitung perkalian dalam bentuk soal pilihan ganda dengan
menggunakan media kartu bilangan.
3. Melakukan refleksi terhadap model pembelajaran tematik, kegiatan
guru dan hasil belajar.

12

69

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan pada Bab IV peneliti mengambil
kesimpulan, antara lain:
5.1.1 Pembelajaran menggunakan media kartu bilangan dapat meningkatkan
aktivitas belajar siswa kelas III SDN 01 Kembang Tanjung dalam
pembelajaran tematik. Hal ini sesuai dengan hasil rekapitulasi atau
pembahasan dari siklus I sampai dengan siklus II. Pada siklus I,
diperoleh nilai rata-rata sebesar (68,25%) dengan kategori “Cukup” dan
siklus II sebesar (79,50%) dengan kategori “Baik”. Dengan demikian,
peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar (21,25%).
5.1.2 Pembelajaran menggunakan media kartu bilangan dapat meningkatkan
kemampuan operasi hitung perkalian siswa kelas III SDN 01 Kembang
Tanjung dalam pembelajaran tematik. Pada siklus I persentase
ketuntasan sebesar (48%) dan pada siklus II sebesar (88%). Dengan
demikian, peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar (40%).
5.1.3 Setelah dilakukannya penelitian tindakan kelas pada siswa kelas III
SDN 01 Kembang Tanjung dalam pembelajaran tematik dengan
menggunakan media kartu bilangan dapat meningkatkan kinerja guru.

70

Pada siklus I, diperoleh nilai rata-rata sebesar (72,07%) dengan kategori
“Baik” dan siklus II sebesar (82,76%) dengan kategori “Sangat Baik”.
Dengan demikian, peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar
(10,69%).
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, maka saran
yang dapat diberikan adalah :
5.2.1 Bagi Siswa, hendaknya senantiasa memperkaya ilmu pengetahuan dan
aktif dalam mengikuti proses pembelajaran agar memperoleh hasil
belajar yang lebih baik.
5.2.2 Bagi Guru, sebaiknya diusahakan dalam setiap kegiatan pembelajaran
selalu menggunakan mdia yang menarik agar dapat meningkatkan
motivasi dan minat siswa.
5.2.3 Bagi Sekolah, khususnya kelas rendah (kelas 1, 2 dan 3) sebaiknya
melaksanakan model pembelajaran Tematik untuk meningkatkan
minat belajar siswa.

71

DAFTAR GRAFIK

Grafik
3.1 Alur Penelitian Tindakan Kelas .......................................................
4.1 Rekapitulasi persentase aktivitas siswa dalam pembelajaran
Tematik siklus I dan II .....................................................................
4.2 Rekapitulasi persentase kinerja guru siklus I dan II ........................
4.3 Rekapitulasi nilai kemampuan operasi hitung perkalian siswa
dalam pembelajaran tematik siklus I dan II .....................................

Halaman
23
61
63
65

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR TABEL .......................................................................................... v
DAFTAR GRAFIK ........................................................................................ vi
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .............................................................................
1.2 Identifikasi Masalah .....................................................................
1.3 Rumusan Masalah .........................................................................
1.4 Tujuan Penelitian...........................................................................
1.5 Manfaat Hasil Penelitian ...............................................................
1.6 Ruang Lingkup ..............................................................................

1
5
6
6
6
7

BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Aktivitas Belajar...........................................................
2.2 Kemampuan Operasi Hitung ..........................................................
2.2.1 Pengertian Kemampuan .......................................................
2.2.2 Pengertian Operasi Hitung ...................................................
2.3 Tujuan Pembelajaran Matematika ..................................................
2.4 Pembelajaran Tematik ....................................................................
2.5 Media Kartu Bilangan ....................................................................
2.5.1 Pengertian Media...................................................................
2.5.2 Fungsi Media .........................................................................
2.6 Pengertian Kartu Bilangan .............................................................
2.6.1 Karakteristik Kartu Bilangan ................................................
2.6.1 Kelebihan dan Kelemahan Kartu Bilangan ...........................
2.6.3 Langkah-langkah Penggunaan Kartu Bilangan .....................
2.7 Hipotesis Tindakan .........................................................................

8
9
9
9
10
11
14
14
14
15
15
16
16
17

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian ....................................................................
3.2 Setting Penelitian...........................................................................
3.3 Teknik Pengumpulan Data ............................................................
3.4 Teknik Analiais Data .....................................................................
3.5 Indikator Keberhasilan ..................................................................
3.6 Prosedur Penelitian ........................................................................
3.7 Urutan Penelitian Tindakan Kelas.................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian ..........................................................................
4.1.1 Profil SDN 01 Kembang Tanjung ....................................
4.1.2 Deskripsi Awal .................................................................
4.1.3 Implementasi Siklus I dan Siklus II .................................

18
18
19
20
22
23
24
29
29
31
32
i

4.1.3.1 Siklus I ..................................................................
4.1.3.2 Siklus II.................................................................
4.2 Hasil Analisis Siklus I dan II ....................................................
4.2.1 Aktivitas Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tematik
Siklus I dan II ....................................................................
4.2.2 Kinerja Guru dalam Proses Pembelajaran .........................
4.2.3 Kemampuan Operasi Hitung Perkalian Siswa dalam
Pembelajaran Tematik Siklus I dan II ...............................
4.3 Pembahasan ................................................................................
4.3.1 Aktivitas Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tematik
Siklus I dan II ....................................................................
4.3.2 Kinerja Guru dalam Proses Pembelajaran .........................
4.3.3 Kemampuan Operasi Hitung Perkalian Siswa dalam
Pembelajaran Tematik Siklus I dan II ...............................
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ................................................................................
5.2 Saran ..........................................................................................

32
46
59
59
62
64
66
66
66
67
69
71

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii

3

69

DAFTAR PUSTAKA

Aqib. 2009. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SD, SLB, dan TK. Bandung:
CV. Yrama Widya.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1984. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Departemen Pendidikan Nasional 2007. Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional, 2004. Undang-undang Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2003. Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2006. www.sdn-cisarua. sch.id/....guru.... guru
..../265-penilaian-kinerja-guru.html, (tanggal akses 12 Maret 2012. @ 14.00).
Departemen Pendidikan Nasional. 2006.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2007 Kapita Selekta Pembelajaran di SD.
Jakarta : Balai Pustaka.
http//www.docstoc.com/karakteristik-media-kartu-bilangan. diakses pada tanggal
28 Maret 2011.
http//www.docstoc.com/kartu-bilangan. diakses pada tanggal 17 Maret 2011.
http//www.docstoc.com/tujuan-pembelajaran. diakses pada tanggal 20 Maret 2 011.
http://www.belajar-matematika.com/matematika-sd/Operasi-Hitung-%28bag1%2
9.pdf. diakses pada tanggal 28 Maret 2011.
Kunandar. 2007. Guru Profesional. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Kunandar. 2010. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai
Pengembangan Profesi Guru. PT Rajawali Pers. Jakarta.
Mujiono. 1994. Peningkatan Hasil Belajar . Bandung: Sinar Baru.
Mulyasa. 2006. Kurikulum yang Disempurnakan. Rosda. Bandung.
Petra. 2010. http://www.digilib.petra.ac.id/pengertian-kemampuan. diakses pada
tanggal 28 Maret 2011.
Rahadi, Aristo. 2004. Media Pendidikan. Departemen Pendidikan. Jakarta.

70

Sadiman, Arif, dkk.1993. M
edia Pendidikan . PT.Raja Gratmindo Persada. Jakarta.
Sadirman. 2010. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Pers. Jakarta.
Sowiyah. 2010. Pengembangan Kompetensi Guru SD. Lembaga Penelitian
Universitas Lampung. Bandar lampung.
Sudrajat. Akhmad. 2008. http://www.akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/25
/kemampuan/. diakses pada tanggal 28 Maret 2011.
Sukayati, 2004. Pembelajaran Tematik. http://www.worddpress.com file diakses
tanggal 26 Februari 2011.
Sunyono. 2005. Perancangan PTK dan Penulisan Karya Ilmiah. Universitas
Lampung. Bandar Lampung.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2003. KBBI Edisi Ketiga. Balai Pustaka.
Jakarta.
Wiriaatmadja, Rochiati. 2006. Metode Penelitian Tindakan Kelas. PT Rosdakarya.
Bandung.

DAFTAR TABEL

Tabel

4.1
4.2
4.3
4.4
4.5
4.6
4.7
4.8
4.9
4.10
4.11
4.12
4.13

Halaman
Data keadaan guru SD Negeri 01 Kembang Tanjung .....................
Rekapitulasi aktivitas siswa pada siklus I pertemuan 1...................
Rekapitulasi kinerja guru pada siklus I pertemuan 1.......................
Rekapitulasi aktivitas siswa pada siklus I pertemuan 1 dan 2 .........
Rekapitulasi kinerja guru pada siklus I pertemuan 1 dan 2 .............
Rekapitulasi evaluasi hasil belajar siswa pada siklus I ...................
Rekapitulasi aktivitas siswa pada siklus II pertemuan 1 .................
Rekapitulasi kinerja guru pada siklus II pertemuan 1 .....................

Rekapitulasi aktivitas siswa pada siklus II pertemuan 1 dan 2 ................

Rekapitulasi kinerja guru pada siklus II pertemuan 1 dan 2 ...........
Rekapitulasi evaluasi hasil belajar siswa siklus II ...........................
Rekapitulasi aktivitas siswa pada siklus I dan II ............................
Rekapitulasi persentase kinerja guru dalam proses pembelajaran
pada siklus I dan II .........................................................................
Rekapitulasi evaluasi hasil belajar sis

30
35
36
42
43
45
49
50
55
57
58
60
62

KATA PENGANTAR

Puji Syukur peneliti ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan
hidayah-Nya elektronik-Tugas Akhir ini dapat terselesaikan. elektronik Tugas Akhir ini adalah
salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Lampung. Dalam
Kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung.
2. Bapak Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Unila
yang telah memberikan arahan dan berbagai urusan dalam penyusunan PTK ini.
3. Bapak Dr. Darsono, M. Pd., selaku K

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

99 3015 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 767 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 662 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 432 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 587 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 983 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 901 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 548 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 802 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 971 23