- 1 - MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
1. NAMA JABATAN : Direktur Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah 2. IKHTISAR JABATAN :
Menyiapkan perumusan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, pemantauan, analisis dan evaluasi di bidang pajak daerah dan retribusi daerah.
3. TUJUAN JABATAN :
Terwujudnya kebijakan pajak daerah dan retribusi daerah sesuai dengan prinsip- prinsip pajak daerah dan retribusi daerah dalam rangka mendukung pelaksanaan
desentralisasi fiskal.
4. URAIAN TUGAS DAN KEGIATAN : 4.1. Menetapkan Rencana Stratejik Renstra, Rencana Kerja Renja,
Rencana Kinerja Tahunan RKT dan Laporan Akuntabilitas Instansi keuangan LAKIP Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sesuai
rencana stratejik Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.
4.1.1. Mempelajari rencana stratejik Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan;
4.1.2. Mempelajari bahan masukan untuk penyusunan Renstra, Renja, RKT dan Lakip Direktorat;
4.1.3. Menugaskan Kepala Sub Direktorat sesuai dengan bidang tugasnya untuk mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan Renstra,
Renja, RKT dan Lakip Direktorat; 4.1.4. Meneliti konsep bahan penyusunan Renstra, Renja, RKT dan Lakip
Direktorat dari Kepala Sub Direktorat; 4.1.5. Membahas konsep bahan penyusunan Renstra, Renja, RKT dan
Lakip Direktorat dengan Kepala Sub Direktorat; 4.1.6. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyempurnakan sesuai
rapat pembahasan; 4.1.7. Mengoreksi dan menetapkan konsep bahan penyusunan Renstra,
Renja, RKT dan Lakip Direktorat dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
4.2. Merumuskan konsep kebijakan dalam rangka penyempurnaan peraturan perundang-undangan di bidang PDRD.
4.2.1. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk merumuskan konsep kebijakan di bidang PDRD;
4.2.2. Meneliti dan mengoreksi rumusan konsep kebijakan di bidang PDRD;
4.2.3. Membahas dan merumuskan konsep kebijakan di bidang PDRD bersama Kepala Sub Direktorat;
4.2.4. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyempurnakan rumusan konsep kebijakan di bidang PDRD berdasarkan hasil
pembahasan; 4.2.5. Meneliti dan mengoreksi konsep kebijakan di bidang PDRD dan
menyampaikan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan; 4.2.6. Membahas rumusan konsep kebijakan dengan Instansi Teknis terkait
untuk mendapatkan masukan dan tanggapan; Lampiran II.2
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 433PM.12007 tentang Uraian
Jabatan di Lingkungan Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
- 2 - MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
4.2.7. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyempurnakan rumusan kebijakan sesuai hasil pembahasan;
4.2.8. Mengoreksi dan menyampaikan rumusan konsep kebijakan di bidang PDRD kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
4.3. Merumuskan standardisasi format Peraturan Daerah Perda danatau pedoman penyusunan Perda tentang PDRD.
4.3.1. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyusun konsep standardisasi format Perda danatau pedoman penyusunan Perda
tentang PDRD; 4.3.2. Meneliti dan mengoreksi rumusan standardisasi format Perda
danatau pedoman penyusunan Perda tentang PDRD; 4.3.3. Membahas dan merumuskan rumusan standardisasi format Perda
danatau pedoman penyusunan Perda tentang PDRD dengan Kepala Sub Direktorat;
4.3.4. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyempurnakan konsep standardisasi format Perda danatau pedoman penyusunan Perda
tentang PDRD berdasarkan hasil pembahasan; 4.3.5. Meneliti dan mengoreksi konsep standardisasi format Perda
danatau pedoman penyusunan Perda tentang PDRD dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan;
4.3.6. Membahas rumusan standardisasi format Perda danatau pedoman penyusunan Perda tentang PDRD dengan Instansi Teknis terkait
untuk mendapatkan masukan dan tanggapan; 4.3.7. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyempurnakan konsep
standardisasi format Perda danatau pedoman penyusunan Perda tentang PDRD sesuai hasil pembahasan;
4.3.8. Mengoreksi dan menyampaikan konsep standardisasi format Perda danatau pedoman penyusunan Perda tentang PDRD kepada
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
4.4. Pemantauan pelaksanaan kebijakan PDRD.
4.4.1. Menyusun rencana kegiatan pemantauan pelaksanaan kebijakan PDRD untuk seluruh Direktorat PDRD;
4.4.2. Menugaskan Kepala Sub Direktorat sesuai dengan wilayah kerjanya untuk menginventarisir jumlah Perda yang belum disampaikan
kepada Menteri Keuangan untuk dievaluasi, jumlah Perda yang telah direkomendasikan batal, namun masih diberlakukan di daerah dan
merumuskan kuesioner serta menyiapkan surat bagi Instansi Pemerintah Daerah yang akan dikunjungi;
4.4.3. Meneliti dan mengoreksi seluruh bahan-bahan kegiatan pemantauan;
4.4.4. Membahas bahan-bahan persiapan pemantauan ke daerah dengan Kepala Sub Direktorat di lingkungan Direktorat PDRD;
4.4.5. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyempurnakan bahan- bahan persiapan pemantauan ke daerah sesuai hasil pembahasan;
4.4.6. Meneliti dan mengoreksi seluruh bahan-bahan persiapan pemantauan ke daerah dan menyampaikannya kepada Direktur
Jenderal Perimbangan Keuangan; 4.4.7. Melakukan danatau menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk
melakukan pemantauan ke daerah untuk mengumpulkan data dan melakukan wawancara dengan aparat Pemerintah Daerah sesuai
kuesioner yang telah disiapkan;
- 3 - MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
4.4.8. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk mengolah data yang diterima dari daerah, menganalisis dan mengevaluasi serta
menyiapkan konsep laporan hasil pelaksanaan pemantauan sesuai daerahnya masing-masing;
4.4.9. Meneliti dan mengoreksi laporan pelaksanaan pemantauan kebijakan PDRD dan menyampaikan hasil laporan pelaksanaan
pemantauan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
4.5. Merumuskan kegiatan analisisstudikajian di bidang PDRD dalam rangka penyempurnaan dan penyusunan kebijakan di bidang PDRD.
4.5.1. Menyusun rencana kegiatan analisisstudikajian di bidang PDRD; 4.5.2. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyiapkan databahan
yang dibutuhkan untuk menyusun kerangka acuan dan kuesioner analisisstudikajian di bidang PDRD;
4.5.3. Mempelajari dan mengoreksi databahan, konsep kerangka acuan dan kuesioner analisisstudikajian di bidang PDRD;
4.5.4. Membahas dan merumuskan kerangka acuan dan kuesioner analisisstudikajian di bidang PDRD dengan Kepala Sub Direktorat;
4.5.5. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyempurnakan kerangka acuan dan kuesioner analisisstudikajian di bidang PDRD
berdasarkan hasil pembahasan; 4.5.6. Meneliti dan mengoreksi kerangka acuan dan kuesioner
analisisstudikajian serta menyampaikan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan;
4.5.7. Membahas kerangka acuan dan kuesioner analisisstudikajian dengan Kepala Sub Direktorat di lingkungan Direktorat PDRD;
4.5.8. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk memperbaiki kerangka acuan dan kuesioner analisisstudikajian sesuai hasil pembahasan;
4.5.9. Melakukan pengumpulan data dan informasi serta wawancara dengan responden di daerah;
4.5.10. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk mengolah data dan informasi serta membuat laporan hasil kunjungan lapangan dan
konsep laporan akhir analisisstudikajian; 4.5.11. Meneliti dan mengoreksi konsep laporan hasil kunjungan lapangan
dan laporan akhir analisisstudikajian; 4.5.12. Membahas konsep laporan akhir analisisstudikajian dengan
Instansi Teknis terkait untuk mendapatkan masukan dan tanggapan; 4.5.13. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyempurnakan konsep
laporan akhir analisisstudikajian sesuai hasil pembahasan; 4.5.14. Mengoreksi dan menyampaikan laporan akhir analisisstudikajian
kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
4.6. Merumuskan rekomendasi pembatalan Peraturan Daerah tentang PDRD.
4.6.1. Mempelajari Surat dari Gubernur, BupatiWalikota, Departemen Dalam Negeri dan Instansi lainnya yang dilampiri Perda tentang
PDRD; 4.6.2. Menugaskan Kepala Sub Direktorat sesuai dengan wilayah kerjanya
untuk mengevaluasi Perda tentang PDRD dan menyusun konsep rekomendasi pembatalan Perda tentang PDRD apabila bertentangan
dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi dan kepentingan umum;
- 4 - MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
4.6.3. Meneliti dan mengoreksi hasil evaluasi Perda tentang PDRD dan konsep rekomendasi pembatalan Perda tentang PDRD;
4.6.4. Membahas hasil evaluasi Perda tentang PDRD dan konsep rekomendasi pembatalan Perda tentang PDRD dengan Kepala Sub
Direktorat; 4.6.5. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk memperbaiki hasil
evaluasi Perda PDRD dan konsep rekomendasi pembatalan Perda tentang PDRD sesuai hasil pembahasan;
4.6.6. Mengoreksi hasil evaluasi Perda tentang PDRD dan konsep rekomendasi pembatalan Perda tentang PDRD;
4.6.7. Membahas hasil evaluasi Perda tentang PDRD dan konsep rekomendasi pembatalan Perda tentang PDRD dengan Departemen
Teknis terkait untuk mendapatkan masukan dan tanggapan; 4.6.8. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyempurnakan hasil
evaluasi Perda tentang PDRD sesuai rapat pembahasan dan menyiapkan konsep nota dinas Direktur PDRD kepada Dirjen
Perimbangan Keuangan dan konsep Surat Rekomendasi Dirjen Perimbangan Keuangan atas nama Menteri Keuangan kepada
Menteri Dalam Negeri perihal rekomendasi pembatalan Perda PDRD;
4.6.9. Menandatangani nota dinas Direktur PDRD kepada Dirjen Perimbangan Keuangan dan memaraf konsep Surat Rekomendasi
Dirjen Perimbangan Keuangan atas nama Menteri Keuangan kepada Menteri Dalam Negeri perihal rekomendasi pembatalan Perda PDRD
dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
4.7. Merumuskan hasil evaluasi Raperda tentang PDRD.
4.7.1. Mempelajari Surat dari Menteri Dalam Negeri dan Gubernur yang dilampiri Raperda tentang PDRD yang akan dievaluasi;
4.7.2. Menugaskan Kepala Sub Direktorat sesuai dengan wilayah kerjanya untuk menginventarisir dan menyiapkan konsep hasil evaluasi
Raperda tentang PDRD; 4.7.3. Meneliti dan mengoreksi konsep hasil evaluasi Raperda tentang
PDRD; 4.7.4. Membahas konsep hasil evaluasi Raperda tentang PDRD dengan
Kepala Sub Direktorat; 4.7.5. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk memperbaiki hasil
evaluasi Raperda tentang PDRD sesuai hasil pembahasan; 4.7.6. Mengoreksi hasil evaluasi Raperda tentang PDRD;
4.7.7. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk memperbaiki hasil evaluasi Raperda tentang PDRD sesuai rapat pembahasan dan
konsep nota dinas Direktur PDRD kepada Dirjen Perimbangan Keuangan dan konsep Surat Rekomendasi Dirjen Perimbangan
Keuangan atas nama Menteri Keuangan lepada Mendagri dan Gubernur perihal persetujuanrevisipenolakan Raperda tentang
PDRD;
4.7.8. Menandatangani nota dinas Direktur PDRD kepada Dirjen Perimbangan Keuangan dan memaraf konsep Surat Rekomendasi
Dirjen Perimbangan Keuangan atas nama Menteri Keuangan kepada Mendagri dan Gubernur perihal persetujuanrevisipenolakan
Raperda Provinsi dan KabupatenKota tentang PDRD dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
- 5 - MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
4.8. Merumuskan kegiatan bimbingan teknis tentang peraturan yang berkaitan dengan PDRD.
4.8.1. Mempelajari Surat permintaan sebagai tenaga pengajar dalam kegiatan bimbingan teknis dari Pemerintah Daerah dan DPRD;
4.8.2. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyiapkan bahan-bahan bimbingan teknis;
4.8.3. Meneliti dan mengoreksi seluruh bahan-bahan bimbingan; 4.8.4. Menyampaikan rencana dan bahan bimbingan teknis kepada
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan; 4.8.5. Memberikan bimbingan teknis kepada aparat Pemerintah Daerah
dan anggota DPRD dan menjawab pertanyaantanggapan yang disampaikan oleh peserta bimbingan teknis;
4.8.6. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyusun laporan pelaksanaan bimbingan teknis;
4.8.7. Mengoreksi dan menyampaikan hasil laporan pelaksanaan
bimbingan teknis kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. 4.9. Merumuskan kegiatan diseminasi tentang Rancangan Undang-undang
RUU, Rancangan peraturan, dan hasil evaluasi Perda tentang PDRD, serta hasil studianalisiskajian di bidang PDRD.
4.9.1. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan diseminasi; 4.9.2. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyiapkan
materisubstansi dan hal-hal terkait dengan pelaksanaan kegiatan diseminasi;
4.9.3. Meneliti dan mengoreksi materisubstansi diseminasi; 4.9.4. Membahas seluruh persiapan diseminasi dengan Kepala Sub
Direktorat; 4.9.5. Menyampaikan materisubstansi dan rencana diseminasi kepada
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan; 4.9.6. Memberikan diseminasi kepada aparat Pemerintah Daerah dan
anggota DPRD dan menjawab pertanyaantanggapan yang disampaikan oleh peserta diseminasi;
4.9.7. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyusun laporan pelaksanaan diseminasi;
4.9.8. Mengoreksi dan menyampaikan hasil laporan pelaksanaan
diseminasi kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. 4.10. Merumuskan sosialisasi tentang substansi peraturan perundang-
undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah.
4.10.1. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan sosialisasi; 4.10.2.
Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyiapkan materisubstansi dan hal-hal terkait dengan pelaksanaan kegiatan
sosialisasi; 4.10.3. Meneliti dan mengoreksi materisubstansi sosialisasi;
4.10.4. Membahas seluruh persiapan sosialisasi dengan Kepala Sub Direktorat;
4.10.5. Menyampaikan materisubstansi dan rencana sosialisasi kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan;
4.10.6. Memberikan sosialisasi kepada aparat Pemerintah Daerah dan anggota DPRD dan menjawab pertanyaantanggapan yang
disampaikan oleh peserta diseminasi;
- 6 - MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
4.10.7. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyusun laporan pelaksanaan sosialisasi;
4.10.8. Mengoreksi dan menyampaikan hasil laporan pelaksanaan
sosialisasi kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
4.11. Menyiapkan rekomendasi PDRD bagi Sekretariat Bidang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dan Dewan Pertimbangan Otonomi
Daerah. 4.11.1. Menugaskan Kepala Sub Direktorat sesuai dengan wilayah kerjanya
untuk menyiapkan bahan dan menyusun konsep kebijakan rekomendasi tentang PDRD;
4.11.2. Meneliti dan mengoreksi bahan dan konsep kebijakan rekomendasi tentang PDRD;
4.11.3. Membahas konsep kebijakan rekomendasi tentang PDRD dengan Kepala Sub Direktorat;
4.11.4. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyempurnakan bahan dan konsep rekomendasi kebijakan tentang PDRD sesuai dengan
hasil pembahasan; 4.11.5. Mengoreksi dan menyampaikan konsep surat rekomendasi PDRD
kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
4.12. Merumuskan kebijakan PDRD dalam rangka penyusunan Nota
Keuangan dan pokok-pokok kebijakan fiskal. 4.12.1. Mempelajari kebijakan dan perkembangan PDRD pada tahun lalu
dan tahun berjalan serta mencatat hal-hal penting di Direktorat PDRD;
4.12.2. Menugaskan Kepala Sub Direktorat sesuai dengan wilayah kerjanya untuk menyiapkan bahan kebijakan PDRD dalam rangka
penyusunan Nota Keuangan dan pokok-pokok kebijakan fiskal; 4.12.3. Meneliti dan mengoreksi konsep kebijakan PDRD dalam rangka
penyusunan Nota Keuangan dan pokok-pokok kebijakan fiskal; 4.12.4. Membahas konsep kebijakan PDRD dalam rangka penyusunan Nota
Keuangan dan pokok-pokok kebijakan fiskal dengan Kepala Sub Direktorat di lingkungan Direktorat PDRD untuk mendapatkan
masukan dan tanggapan; 4.12.5. Menugaskan Kepala Sub Direktorat untuk menyempurnakan konsep
kebijakan PDRD dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan pokok-pokok kebijakan fiskal; sesuai hasil pembahasan;
4.12.6. Mengoreksi konsep kebijakan bahan kebijakan PDRD dalam rangka penyusunan Nota Keuangan dan pokok-pokok kebijakan fiskal dan
menyampaikan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
4.13. Menyiapkan perumusan pelaksanaan tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan LHP Aparat Pengawasan Fungsional dan Pengawasan
Masyarakat. 4.13.1. Mempelajari LHP aparat pengawas fungsional dan laporan dari
pengawasan masyarakat yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan;
4.13.2. Menugaskan para Kepala Sub Direktorat sesuai dengan tugasnya untuk melaksanakan penyiapan perumusan mengenai tindak lanjut
LHP aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat;
- 7 - MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
4.13.3. Meneliti dan mengoreksi tanggapan LHP aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat;
4.13.4. Menugaskan Kepala Subbagian Tata Usaha sebagai koordinator untuk membuat konsep nota dinas kepada Sekretaris Direktorat
Jenderal Perimbangan Keuangan mengenai tanggapan LHP aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat;
4.13.5. Mengoreksi dan menandatangani nota dinas mengenai tanggapan LHP aparat pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat;
4.13.6. Menyampaikan nota dinas mengenai tanggapan LHP Aparat Pengawasan Fungsional dan pengawasan masyarakat kepada
Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.
4.14. Melaksanakan urusan tata usaha Direktorat.
4.14.1. Menugaskan Kasubbag Tata Usaha Direktorat untuk menyiapkan rencana kegiatan pelaksanaan urusan tata usaha;
4.14.2. Mengoreksi rencana kegiatan pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat tersebut;
4.14.3. Mengarahkan pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat; 4.14.4. Menandatangani nota dinas dan laporan pelaksanaan urusan tata
usaha Direktorat.
5. BAHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
5.1. Pengarahan dan disposisi dari Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan; 5.2. Surat dari Mendagri dan Gubernur beserta lampirannya berupa Raperda
tentang PDRD provinsi dan kabupatenkota; 5.3. Surat dari Pemerintah Provinsi dan KabupatenKota di Indonesia serta dari
Pihak terkait lainnya beserta lampirannya berupa Peraturan Daerah Pemerintah Provinsi dan KabupatenKota tentang PDRD oleh masing-masing
Gubernur dan BupatiWalikota; 5.4. Surat tanggapan atas keberatan dari Pemerintah Provinsi dan
KabupatenKota atas hasil evaluasi Raperda tentang PDRD; 5.5. Surat pengaduankeberatan dan atau usulan pembatalan dari pihak ketiga
masyarakatpengusaha atas pungutan PDRD bermasalah yang diberlakukan di wilayah Provinsi dan KabupatenKota;
5.6. Surat dari Pemerintah Provinsi dan KabupatenKota tentang permintaan sebagai tenaga pengajarnarasumber untuk memberikan
diseminasibimbingan teknissosialisasi; 5.7. Konsep suratnota dinas dan laporan kegiatan dari bawahan;
5.8. Laporanberita dari media massa dan masyarakat.
6. ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
6.1. Undang-Undang Dasar 1945; 6.2. PROPENAS dan RAPETA;
6.3. UU APBN dan peraturan pelaksanaanya; 6.4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2000 tentang
Perubahan Atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1997 tentang PDRD;
6.5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
6.6. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
- 8 - MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
6.7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah;
6.8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah;
6.9. Undang-undang Republik Indonesia Sektoral yang terkait dengan PDRD; 6.10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang
Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;
6.11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia sektoral yang terkait dengan PDRD;
6.12. Surat Direktur Jenderal PKPD atas nama Menteri Keuangan Nomor S- 37MK.72001 tentang Penyampaian Peraturan Daerah tentang PDRD;
6.13. Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 371KMK.012002 tentang Pelimpahan Wewenang kepada Pejabat Eselon 1 di Lingkungan Departemen
Keuangan untuk dan atas nama Menteri Keuangan Menandatangani Surat danatau Keputusan Menteri Keuangan khususnya untuk rekomendasi
pembatalan Perda-perda tentang PDRD yang bermasalah;
6.14. Surat Edaran Kepala Bapekki atas nama Menteri Keuangan Nomor S- 0712MK.122005 tentang Mekanisme Pengawasan Perda dan Raperda
tentang PDRD yang ditujukan kepada Gubernur dan BupatiWalikota se Indonesia;
6.15. Peraturan Menteri Sektoral yang terkait dengan PDRD; 6.16. Peraturan Daerah tentang PDRD;
6.17. Rancangan Peraturan Daerah tentang PDRD; 6.18. Data Realisasi APBD beserta penjabarannya;
6.19. Teknologi Informasi; 6.20. Buku Pedoman Administrasi Umum PAU Departemen Keuangan;
6.21. Peraturan Kepegawaian.
7. HASIL KERJA :