Peranan Studi Amdal Dalam Menentukan Kebijakan Penyaluran Kredit Perbankan

Peranan Studi Amdal Dalam Menentukan Kebijakan Penyaluran Kredit Perbankan
Zulhendry

Program Pasca Sarjana Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan
Universitas Sumatera Utara

Abstrak Dalam menjalankan fungsinya bank selaku institusi keuangan berperan dalam
menghimpun dana masyarakat (ekspansi perkreditan pasif) dan di sisi lain menyalurkan (membiayai) suatu proyek (ekspansi perkreditan aktif), dan lain-lain (Undang-undang Perbankan No. 10 tahun 1998). Sudah selayaknyalah dalam menjalankan fungsinya tersebut bank menjadi institusi pertama dan utama dalam merencanakan, menapis dan menyatakan suatu proyek layak atau tidak untuk didanai. Karena sebelumnya sudah menjalani proses analisa kelayakan segi ekonomi, teknis (rekayasa) dan studi kelayakan dari segi lingkungan (AMDAL).
Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah banyak dilakukan di Indonesia dan di negara lain. Akan tetapi pengalaman menunjukkan AMDAL tidak selalu memberikan hasil yang kita harapkan sebagai alat perencanaan. Bahkan tidak jarang terjadi, studi AMDAL hanyalah merupakan dokumen formal saja, yaitu sekedar untuk pelengkap administrasi pembangunan saja. Dengan perkataan lain pelaksanaan AMDAL hanyalah pro forma saja. Setelah laporan AMDAL didiskusikan dan disetujui, laporan tersebut disimpan dan tidak digunakan lagi. Laporan itu tidak mempunyai pengaruh terhadap perencanaan dan pelaksanaan proyek selanjutnya.
Ada beberapa tujuan yang jngin dicapai dalam pelaksanaan penelitian ini, yaitu untuk melihat kontribusi Studi AMDAL dalam menentukan kebijakan penyaluran kredit bank dan melihat pelaksanaan analisa kelayakan kredit sudah atau belum memasukkan AMDAL atau UKL dan UPL sebagai salah satu syarat dalam menentukan diterima atau ditolaknya suatu kredit, untuk melihat secara faktual bagaimana sistem penyaluran kredit bank tersebut kini dijalankan (analisa sistem) dan untuk mengkaji dan memberi gambaran yang jelas tentang proses penyaluran kredit perbankan guna mengetahui kekurangan dan kelemahan sistem penyaluran kredit dalam penerapan analisa ekonomi teknis dan lingkungan.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian analisa sistem dan analisa kuantitatif yaitu dengan menggunakan model ekonomi untuk menguji hipotesis. Sumber data dalam penelitian ini berupa data intern (bank-bank) yang dijadikan sampel penelitian dan data ekstern dari lembaga terkait, misal Bank Indonesia Medan dan Departemen Keuangan. Data-data dan peraturan yang diambil adalah dari tahun 1995-1998 Pengumpulan data dilakukan dengan cara purposive sample (sampel bertujuan) yaitu dikhususkan untuk melihat sistem (prosedur) pemberian kredit di bank. Bank yang dijadikan sampel dibatasi berdasarkan : 1. Bentuk bank devisa saja, sedangkan bank umum dan BPR tidak diikutsertakan. 2. Bentuk bank berdasarkan kepemilikan. Sampel yang diambil adalah :
Bank milik pernerintah diambil 1 sampel yang mewakili 3 bank pemerintah yang ada, BNI 1946, BRI dan Bank Mandiri yang merupakan penggabungan dari 4 bank pemerintah terdahulu.

e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara

1

Bank milik swasta nasional diambil 4 sampel dari 47 bank devisa yang ada di Kotamadya Medan. Dari hasil pengumpulan data melalui instrumen penelitian, observasi, kuesioner dan wawancara. Dan kemudian dianalisa dengan cara skala Likert maka terbukti : 1. Dalam prosedur penyaluran kredit bank-bank milik pemerintah ternyata Peranan Studi AMDAL kurang berperan dalam menentukan kebijaksanaan penyaluran kredit. 2. Dalam prosedur penyaluran kredit bank-bank milik swasta nasional ternyata Peranan Studi AMDAL kurang berperan dalam menentukan kebijaksanaan penyaluran kredit. 3. Dalam prosedur penyaluran kredit bank-bank milik swasta asing ternyata Peranan Studi AMDAL berperan dalam menentukan kebijaksanaan kredit.
Kata Kunci: AMDAL, penyaluran, kredit, perbankan, ekonomi, teknis, formal, faktual. lingkungan, kurang berperan, berperan, analisa

e-USU Repository ©2004 Universitas Sumatera Utara


2