PENGARUH PROPORSISUSU SKIM DENGAN SARI BUAH KERSEN (Muntingiacalabura L.) TERHADAP PERTUMBUHAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN MUTU YOGHURT DRINK - Repository UNRAM

  1 PENGARUH PROPORSI SUSU SKIM DENGAN SARI BUAH KERSEN (

  Muntingia calabura L.) TERHADAP PERTUMBUHAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN MUTU YOGHURT DRINK ARTIKEL ILMIAH OLEH PUTRI JANNATIN SALEHA J1A 014 099 FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI UNIVERSITAS MATARAM MATARAM 2018

  2 HALAMAN PENGESAHAN PUBLIKASI Dengan ini kami menyatakan bahwa artikel yang berjudul “Pengaruh Proporsi Susu Skim dengan Sari Buah Kersen ( Muntingia calabura L.

  ) terhadap Total Bakteri Asam Laktat dan Mutu Yoghurt

  Drink ”

  disetujui untuk di publikasikan.

  Nama : Putri Jannatin Saleha Nomor Mahasiswa : J1A014099 Program Studi : Ilmu dan Teknologi Pangan Minat Kajian : Mikrobiologi Pangan

  Mengesahkan dan Menyutujui: Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping Ir. Nazarudin. MP.

  NIP. 19590305 198403 1 012 Wiharyani Werdiningsih, SP., M.Si.

  NIP. 19820822 200812 2 001

  

PENGARUH PROPORSI SUSU SKIM DENGAN SARI BUAH KERSEN ( Muntingia calabura L.)

TERHADAP PERTUMBUHAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN MUTU YOGHURT DRINK

THE EFFECT OF MILK AND CHERRY EXTRACT (Muntingia Calabura L.) PROPORTION ON THE LACTIC ACID

BACTERIA AND THE SOME QUALITIES OF YOGHURT DRINK

1*) 2) 3)

  Putri Jannatin Saleha , Nazaruddin , Wiharyani Werdiningsih 1) 2) Mahasiswa Progra Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, FATEPA, UNRAM

  Staf Pengajar Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, FATEPA, UNRAM Jl. Majapahit No. 58 Mataram

  • Email:

  

ABSTRACT

The aimed of this study was to determine the effect of the proportion of milk and cherry extract

(Muntingia Calabura L.) on the Lactic Acid Bacteria and some qualities of yoghurt drink. The design used was

  

Completely Randomized Design (CRD) with one factor and it was repeated 4 times. The factor which consisted

of five proportion of milk and cherry extract were 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, and 30:70. The observed

parameters were lactic acid total, viscosity, lactic acid bacteria (LAB) and organoleptic test of flavor, aroma and

color (hedonic test and scoring). Data was analyzed using Co-Stat software with 5% significance differences.

The treatments that were significantly different was then analyzed using Honestly Significance Difference (HSD).

The results showed that the proportion of milk and cherry extract were significantly different on lactic acid total,

viscosity, and organoleptic test of color (hedonic and scoring test), and flavor (scoring test), but they were not

significantly different on organoleptic test of aroma and color (hedonic and scoring test).and taste (hedonic test)

of yogurt drink. Yoghurt drink with proportion of milk and cherry extract 50:50 was the best treatment and

  10

produced 0.81% of acid total, 14150 Cp of viscosity, 1.0 x10 CFU/g of LAB total, with the color of white and

scent which was liked by the panelist.

  Key Words: Cherry, Lactic acid bacteria, Milk, Quality, Yogurt drink

ABSTRAK

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi susu skim dengan sari buah kersen

  Muntingia calabura L.) drink.

  ( terhadap total bakteri asam laktat dan mutu yoghurt Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yang terdiri dari 5 perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen yaitu: 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, dan30:70 yang dilakukan pengulangan sebanyak4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi total asam, viskositas, mutu organoleptic warna, aroma, dan rasa (metode hedonic dan skoring), dan total bakteri asam laktat. Data hasil pengamatan diuji dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% menggunakan software Co-Stat . Apabila hasil pengamatan terdapat perbedaan yang nyata, maka diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap total asam, viskositas, mutu organoleptik warna (uji hedonic dan skoring), mutu organoleptik rasa (skoring) namun memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap

  drink mutu organoleptik aroma (uji hedonik dan skoring) dan mutu organoleptic rasa (ujihedonik) yoghurt .

  Yoghurt drink dengan proporsi susu skim dan sari buah kersen 50:50 merupakan perlakuan yang terbaik dan 10 menghasilkan total asam 0,81%, viskositas 14150 Cp, total BAL 1,0 x10 CFU/g, warna putih dengan aroma kersen yang disukai oleh panelis.

  Kata Kunci : Bakteri asam laktat, Kersen, Mutu, Susu, Yoghurt drink

  1

  2 PENDAHULUAN Pohon kersen ( Muntingia calabura L. ), adalah tanaman jenis neotropik yaitu suatu jenis tanaman yang tumbuh baik di daerah tropis seperti Indonesia.

  Tanaman kersen berasal dari Filipina dan dilaporkan masuk ke Indonesia pada akhir abad ke-19. Di Indonesia, pohon kersen sangat mudah tumbuh, tanpa penanaman khusus dengan menghasilkan buah tanpa mengenal musim (Dwi dan Istikhomah 2010). Buah kersen berwarna kuning kemerahan dan apabila dimakan rasanya sangat manis, memiliki aroma yang khas tetapi tidak tajam, bijinya sangat halus. Buah kersen selain memiliki rasa yang manis juga mempunyai nilai gizi yang baik, yaitu mengandung vitamin A, vitamin C, dan mineral seperti kalsium dan fosfor (Rahman, Fakir, dan Rahman, 2010).

  Buah kersen dimanfaatkan dalam pembuatan produk seperti jus, selai, maupun minuman serbuk. Pemanfaatan buah kersen juga sudah digunakan dalam pembuatan cider, yaitu suatu minuman beralkohol ringan. Selain itu, buah kersen dimanfaatkan dalam pembuatan produk seperti manisan, jam atau jelli untuk olesan roti, dodol buah kersen (Rosandari, Thayib, dan Krisdiawati, 2013). Dari pendekatan diatas karena buah kersen memiliki kandungan air dan gula yang tinggi tidak menutup kemungkinan buah kersen mampu diolah menjadi sari buah kersen yang dimana sari buah tersebut dapat menjadi bahan tambahan untuk membuat yoghurt.

  Yoghurt adalah hasil dari proses fermentasi terkontrol susu oleh dua jenis spesies bakteri yaitu

  Lactobacillus bulgaricus

  dan

  Streptococcus thermophilus

  . Yoghurt dibuat dengan berbahan dasar susu, stater BAL (Bakteri Asam Laktat), dan sedikit tambahan gula. Yoghurt bermanfaat untuk perbaikan gizi, menyeimbangkan mikroflora dalam usus,menurunkan kolesterol, dan mampu mencegah sel kanker. Yoghurt memiliki kelemahan yaitu karena pada awalnya dibuat tanpa penambahan flavor yang menyebabkan rasa pada yoghurt menjadi plain (tawar) hanya rasa asam yang didapatkan pada saat mengkonsumsi yoghurt tersebut. Oleh karena itu, produsen biasanya menambahkan berbagai macam sari buah kedalam yoghurt. Sari buah yang dicampurkan ke dalam yoghurt adalah jenis buah yang memiliki gizi yang cukup tinggi agar mampu menaikan nilai gizi yang ada pada yoghurt sebelumnya (Adriani dkk, 2008).

  Menurut Harjanti (2013) proses pembuatan yoghurt berbahan dasar susu dapat ditambahkan ekstrak buah sirsak, apel, atau buah lainnya termasuk kersen untuk meningkatkan citarasa, aroma, dan tekstur serta nilai gizi. Menurut (Kartikasari dan Nisa 2014). Sedangkan menurut Kinanti (2016) penambahan sari buah sirsak 10% pada bahan baku susu memberikan pengaruh terbaik terhadap kualitas yoghurt yang dihasilkan. Adapun penambahan ekstrak buah apel sebesar 15% berdasarkan memberikan hasil yang terbaik dari segi nilai pH dan total BAL (Kinanti, 2016). Pada penelitian Kumala, Setyaningsih, dan Susilowati (2004), penambahan susu skim sebesar 20% mampu meningkatkan jumlah Lactobacillus casei per ml yoghurt.

  Oleh karena itu, telah dilakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Proporsi Susu Skim dengan Sari Buah Kersen (

  Muntingia calabura L.)

  Terhadap Total Bkteri Asam Laktat (BAL) dan Mutu

  Yoghurt Drink ”.

  METODOLOGI Bahan dan Alat

  Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini yakni buah kersen yang didapat di tepi jalan, susu skim merek Lactona, gula pasir merek Gulaku, air merek Aqua, starter dari Cimory, aquades, phenolphthalein 1%, NAOH 0,1 N, larutan amilum 1%,

  0,01 yodium, methanol, larutan buffer , media De Man

  Buah kersen yang dipilih pada saat sortasi ini adalah buah kersen yang tanpa cacat, warna yang sama dan tanpa batang. Tujuan dilakukan sortasi untuk mendapatkan buah kersen dengan mutu yang baik.

  4. Pendinginan Pendinginan atau penurunan suhu hingga mencapai suhu 40 o

  3. Pasteurisasi Dilakukan pasteurisasi pada suhu 90°C selama 15 menit. Tujuan dari pasteurisasi adalah agar susu skim yang akan dijadikan media pertumbuhan bakteri yang ada pada Cimory terhindar dari kontaminan.

  2. Pengenceran Pengenceran dilakukan untuk melarutkan susu skim 1:4 dengan 100ml aquades. Tujuan dari pengenceran ini adalah untuk melarutkan susu skim.

  Streptococcus thermophilus yang ada pada dalam Cimory.

  dan

  Lactobacillus bulgaricus

  Persiapan Susu Skim Susu skim ditimbang sebanyak 20% dari jumlah larutan yang akan dibuat. Tujuan menggunakan susu skim untuk mengganti media pertumbuhan dua bakteri asam laktat yang terdiri dari

  Pembuatan Kultur 1.

  sehingga diperoleh sari buah kersen. Tujuan ekstraksi untuk mendapatkan sari buah kersen.

  juicer,

  5. Ekstraksi Buah kersen kemudian diekstraksi dengan cara dimasukkan ke dalam

  4. Penimbangan Buah kersen yang telah bersih kemudian ditimbang sebanyak (±7kg). Tujuan dilakukan penimbangan untuk mengetahui berat dari buah kersen tersebut.

  3. Pencucian menggunakan air yang mengalir. Tujuan pencucian dengan air mengalir adalah untuk menghilangkan seluruh kotoran yang menempel pada kulit buah.

  Persiapan Bahan Baku Bahan baku yang diambil dipohon kersen pinggir jalan yang bewarna merah dan kuning kemerahan serta bertekstur lunak.

  Rogosa and Sharpe Broth

  Pelaksanaan penelitian : Pembuatan Sari Buah Kersen 1.

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilaksanakan di laboratorium.

  Metode

  , gelas beker (50 mL, 100 mL, 250 mL) (Iwaki, Jepang), pipet volume 10 mL (Smart, Indonesia), plastik, kertas label dan tisu.

  magnetic stirer

  , vortex (Heidolph, Jerman), Waterbath (GFL, Jerman),

  stirrer

  (STREAMLINE, Jerman), timbangan analitik (Kern, Jerman), tabung reaksi (Iwaki, Amerika), rak tabung reaksi, erlenmeyer (100 mL,250 mL,300 mL) (Iwaki, Thailand), labu ukur 100 mL (Iwaki, Jepang) , aluminium foil, alat titrasi, pipet tetes, pemanas balik, kertas saring, hotplate (IEC, London), hotplate stirrer (Heidolph, Jerman),

  flow

  , pipet tetes, botol timbang, cawan petri (Anumbra, Jerman) Erlenmeyer (Iwaki, Jepang), alat titrasi (Iwaki, Jepang), kertas label, laminar

  yellow tip

  Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah panci, pisau stainless steel , baskom piring, sendok, gelas kaca, kompor gas, blender ( Philips, Belanda), juicer merk ( philips, Belanda), nampan, kain saring, inkubator (Memmert, Jerman), gelas ukur (Iwaki, Thailand), pipet volume, pipet mikro (Vitlab), blue tip ,

  De Man Rogosa and Sharpe Agar (Oxoid, Indonesia).

  (MRSB) (Oxoid, Indonesia),

  C. Tujuan dari pendinginan dimaksudkan agar kultur yang akan dimasukkan kedalam susu tersebut dapat menyesuaikan diri dengan mudah.

  5. Inokulasi kedalam susu skim yang telah diturunkan suhunya.

  8. Kultur Siap Pakai

  2.1. Pengenceran

  2. Pembuatan Yoghurt drink Sari Kersen

  Proses penghancuran dilakukan dengan menggunakan blender sampai didapatkan hasil bubur karagenan.

  1.4. Pengancuran

  Penirisan dilakukan untuk membuang sisa air pada karagenan setelah proses perendaman.

  1.3. Penirisan

  Setelah karagenan siap digunakan kemudian dilakukan perendaman dengan air matang selama ±45 menit hingga karagenan bertekstur lunak.

  1.2. Perendaman

  Karagenan kertas dibeli dari UD. Harkat Makmur Sayang-Sayang

  1.1. Persiapan Karagenan Kertas

  1. Pembuatan Bubur Karagenan

  Pembuatan yoghurt drink dengan penambahan sari buah kersen terdiri dari 2 tahap yaitu pembuatan bubur karagenan sebagai penstabil dan pembuatan yoghurt drink sari buah kersen (Said, 2012)

  Pembuatan Yoghurt Drink Sari Buah Kersen

  Setelah dilakukan proses inkubasi kemudian dihasilkan kultur siap pakai.

  Tujuan dari inkubasi adalah agar media yang telah diinokulasi pada media, mendapatkan suhu yang optimum untuk tumbuh dengan baik sehingga didapatkan mikroba yang diinginkan.

  Digunakan Cimory sebagai kultur dikarenakan didalam Cimory terdapat dua bakteri asam laktat yang terdiri dari Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus

  7. Inkubasi Diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam.

  Sari kersen yang telah didinginkan, kemudian diinokulasikan dengan kultur propagasi 3 sebanyak 3%. Tujuan dari inokulasi ini adalah untuk menumbuhkan BAL yang ada pada kultur propagasi 3 ke dalam sari kersen, diambil kultur sebanyak 3% (Andriani, dan Khasanah, 2009).

  6. Inokulasi

  Setelah proses pendinginan kemudian dihasilkan sari kersen dingin. Tujuan sari kersen dingin untuk memudahkan proses inokulasi bakteri.

  4. Sari Kersen Dingin

  Sari kersen yang telah dipasteurisasi didinginkan sampai suhu 40°C. Tujuan dari penurunan suhu adalah untuk memberikan suhu yang optimal bagi pertumbuhan BAL yang akan diinokulasi pada sari kersen.

  3. Pendinginan

  Sari kersen yang sudah disiapkan kemudian dipasteurisasi pada suhu 75°C selama 15 menit. Tujuan dari pasteurisasi ini adalah sari kersen yang digunakan terhindar dari kontaminan.

  2. Pasteurisasi

  Sari kersen yang digunakan sebanyak 600ml adalah sari kersen yang diekstrak di Laboratorium Pengolahan Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri

  1. Persiapan Sari Kersen

  Proses Pembuatan Kultur Siap Pakai

  6. Inkubasi Setelah dilakukan inokulasi kemudian kultur cimory tersebut diinkubasi pada suhu 37 o C selama 24 jam. Kemudian didapatkan kultur Induk. Kegiatan ini diulang sebanyak 3 kali dengan proses inokulasi menggunakan hasil proses sebelumnya.

  thermophilus .

  Proses pengenceran ini bertujuan untuk mendapatkan total padatan yang rendah dan sifat yoghurt drink (encer/cair). Pada proses pengenceran

  ini perlakuan proporsi susu skim dengan sari kersen 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, 30:70 ditambahkan air o diaduk hingga merata.

  P 5 = susu skim 30 : sari kersen 70 Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali ulangan sehingga jumlah unit keseluruhan adalah

  Keterangan: S = Signifikan (Berbeda nyata) NS = Non Signifikan (Tidak Berbeda nyata)

  Total Asam Laktat 35,06 3,06 S

  Tabel 1. Analisis Keragaman Pengaruh Proporsi Susu Skim dengan Sari Kersen terhadap Total Asam Yoghurt Drink Parameter F hitung F tabel Signifikansi

  Analisis keragaman Pengaruh Proporsi susu skim dengan sari buah kersen terhadap total asam yoghurt drink

  HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Mutu Kimia

  dengan uji lanjut BNJ untuk parameter organoleptik, parameter mikrobiologi, serta parameter kimia (Hanafiah, 2005).

  Analysis of Variance atau ANOVA) pada taraf 5% dilanjutkan

  20 unit percobaan. Percobaan data dianalisis dengan menggunakan metode analisis ragam (

  Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) susu skim dengan sari buah kersen dengan perlakuan sebagai berikut : P 1 = susu skim 70 : sari kersen 30 P 2 = susu skim 60 : sari kersen 40 P 3 = susu skim 50 : sari kersen 50 P 4 = susu skim 40 : sari kersen 60

  2.2. Pemanasan (Pasteurisasi)

  Rancangan Percobaan dan Analisis Data

  Susu yang telah ditanami kultur starter kemudian diinkubasi, inkubasi merupakan proses fermentasi. Proses inkubasi berlangsung selama 15 jam pada suhu 37˚C. Kondisi inkubasi diatur, khususnya suhu dan waktu agar mikroba yang diinginkan dapat tumbuh dengan baik sehingga dihasilkan koagulum (susu yang mengumpal) yang lembut dan cukup kental serta flavor (aroma dan rasa) yang disukai, setelah itu dihasilkan susu yang menggumpal yaitu yoghurt.

  2.5. Inkubasi

  Inokulasi bertujuan untuk penanaman starter bakteri pada susu skim yang telah diturunkan suhunya, setelah suhu susu diturunkan mencapai suhu 40˚C, kultur starter ditambahkan ke dalam susu dengan dosis yang telah ditentukan, yaitu jumlah bakteri yang ditambahkan sebesar 3% campuran kultur starter siap pakai (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus) (Said, 2012) .

  2.4. Inokulasi

  Penurunan suhu dilakukan untuk menurunkan suhu pasca pasteurisasi, penurunan suhu dilakukan hingga suhu turun mencapai 40˚C. Suhu tersebut merupakan suhu paling optimum untuk media pertumbuhan starter yoghurt.

  2.3. Penurunan Suhu

  Proporsi susu skim dengan sari kersen 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, 30:70 yang telah diencerkan (dimasukkan kedalam waterbath pada suhu 75˚C selama 15 menit. Hal ini bertujuan agar protein yang terdapat dalam susu tidak pecah. Pada proses pasteurisasi sebelumnya dilakukan penambahan gula 5% dan karagenan 0,2% sebagai penstabil.

  Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter total asam laktat yoghurt drink. Data yang berbeda nyata diuji lanjut dengan menggunakan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5% yang dapat dilihat pada Tabel 2.

  Proporsi Susu Skim dengan Sari Kersen terhadap Total Asam Yoghurt Drink

  Analisis keragaman pengaruh proporsi susu skim dengan sari buah kersen terhadap mutu fisik yoghurt dapat dilihat pada Tabel 3.

  drink

  dengan 70:30, 60:40, dan 50:50 akan tetapi tidak berbeda nyata terhadap nilai viskositas yoghurt

  drink

  Berdasarkan Tabel 4 Perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap nilai viskositas. Dengan perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen sebesar 70:30 memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap nilai viskositas yoghurt drink pada perlakuan proporsi 50:50, 40:60, dan 30:70 akan tetapi tidak berbeda nyata terhadap nilai viskositas yoghurt drink pada perlakuan proporsi 60:40. Perlakuan proporsi 40:60 berbeda nyata terhadap nilai viskositas yoghurt

  Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf-huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukan tidak ada perbedaan nyata pada taraf nyata 5%.

  BNJ 2764,38

  (70 : 30) 23037,50 a (60 : 40) 21387,50 a (50 : 50) 14150,00 b (40 : 60) 2137,50 c (30 : 70) 1462,50 c

  Tabel 4. Hasil Uji Lanjut BNJ 5% Pengaruh Proporsi Susu Skim dengan Sari Kersen terhadap Total Asam Yoghurt Drink Proporsi susu skim : sari buah kersen (%) Viskositas (cp)

  . Data hasil uji lanjut dapat dilihat pada Tabel 4.

  perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen memberikan penggaruh yang berbeda nyata terhadap viskositas yoghurt drink

  Berdasarkan Tabel 3, menunjukkan bahwa

  Keterangan: S = Signifikan (Berbeda nyata) NS = Non Signifikan (Tidak Berbeda nyata)

  Viskositas 125,42 3,06 S

  Tabel 3. Analisis Keragaman Pengaruh Proporsi Susu Skim Dengan Sari Buah Kersen Terhadap Viskositas Yoghurt Drink Parameter F hitung F tabel Signifikansi

  Mutu Fisik

  Proporsi Susu

  drink .

  dengan perlakuan proporsi 50:50 memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap nilai total asam yoghurt drink dengan perlakuan proporsi 70:30 dan 60:40 akan tetapi tidak berbeda nyata terhadap nilai total asam yoghurt drink dengan perlakun proporsi 40:60 dan 30:70 pada yoghurt

  drink

  . Yoghurt

  drink

  dengan perlakuan proporsi 60:40 pada yoghurt

  drink

  Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap nilai total asam yoghurt drink. Yoghurt drink dengan perlakuan proporsi susu skim dengan buah kersen sebesar 70:30 memberikan pegaruh yang berbeda nyata terhadap nilai total asam yoghurt drink dengan perlakuan proporsi 50:50, 40:60, dan 30:70 akan tetapi tidak berbeda nyata terhadap nilai total asam yoghurt

  Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf-huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukan tidak ada perbedaan nyata pada taraf nyata 5%.

  BNJ 0,12

  (70 : 30) 1,22 a (60 : 40) 1,09 a (50 : 50) 0,81 b (40 : 60) 0,74 b (30 : 70) 0,63 b

  Purata Total Asam Laktat (%)

  Kersen (%)

  Skim : Sari Buah

  dengan perlakuan proporsi 30:70 pada yoghurt drink.

  

Mutu Organoleptik Hasil perlakuan proporsi susu skim dengan

  Analisis keragaman pengaruh proporsi susu sari buah kersen terhadap aroma yoghurt drink . Uji skim dan sari buah kersen yoghurt drink dapat dilihat hedonik maupun uji skoring didapatkan hasil tidak pada Tabel 5.

  drink Tabel 5. Analisis Keragaman Pengaruh Proporsi

  semua perlakuan yaitu 70:30, 60:40, 50:50, 40:60,

  Susu Skim dengan Sari Buah Kersen Drink terhadap Organoleptik Yoghurt 30:70.

  Sedangkan untuk rasa secara skoring

  Parameter F hitung F tabel Signifikansi

  menunjukkan hasil perlakuan proporsi 70:30 berbeda

  Sifat Organoleptik:

  nyata terhadap rasa yoghurt drink dengan perlakuan

  Warna (Hedonik) 6,96 2,47 S

  • Aroma (Hedonik) 1,92 2,47 NS

  40:60 dan 30:70 akan tetapi tidak berbeda nyata

  • Rasa (Hedonik) 2,40 2,47 NS
  • Warna (Skoring) 22,73 2,47 S

  terhadap rasa yoghurt drink dengan perlakuan

  • Aroma (Skoring) 2,74 2,47 NS
  • Rasa (Skoring) 6,03 2,47 S

  proporsi 60:40 dan 50:50, untuk aroma secara hedonik didapatkan hasil yang tidak berbeda nyata

  Keterangan: S = Signifikan (Berbeda nyata) NS = Non Signifikan (Tidak Berbeda nyata) drink

  terhadap rasa yoghurt pada semua perlakuan Berdasarkan Tabel 5, perlakuan proporsi susu yaitu pada 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, 30:70. skim dengan sari buah kersen menunjukkan hasil yang berbeda nyata dari tingkat kesukaan (hedonik)

  Pengujian Mikrobiologi

  terhadap warna dan skoring terhadap warna dan rasa Hasil pengamatan dan analisis hasil pengaruh

  drink

  yoghurt . Akan tetapi tidak terdapat perbedaan proporsi susu skim dengan sari buah kersen terhadap yang nyata dari tingkat kesukaan (hedonik) terhadap total bakteri asam laktat pada yoghurt drink dapat aroma dan rasa yoghurt serta dari tingkat skoring dilihat pada Tabel 10.

  drink

  terhadap aroma yoghurt . Data hasil uji lanjut

  Tabel 7. Data Pengaruh Proporsi Susu Skim

  BNJ 5% untuk parameter organoleptik warna, aroma,

  dengan Sari Buah Kersen terhadap

  dan rasa dengan menggunakan uji hedonik dan

  Total Bakteri Asam Laktat Yoghurt skoring dapat dilihat pada Tabel 6. Drink Parameter Tabel 6. Hasil Uji Lanjut BNJ 5% Pengaruh Proporsi Susu Skim dengan Sari Buah Kersen terhadap Mutu Organoleptik

  Purata (CFU/g)

  Yoghurt Drink

  Proporsi susu skim : sari kersen (%) 10 70 : 30 1,5x 10 10 60 : 40 1,1 x 10 10 50 : 50 1,0 x 10

  Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf-huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukan tidak ada perbedaan nyata pada taraf nyata 5%. 9

  40 : 60 2,9 x 10 Tabel 6. menunjukkan bahwa hasil analisis keragaman (ANOVA) pada taraf nyata 5% menunjukkan hasil perlakuan proporsi 70:30 berbeda 8 30 : 70 <1,8 x 10 nyata terhadap warna yoghurt drink dengan perlakuan proporsi 40:60, dan 30:70 akan tetapi tidak berbeda nyata terhadap warna yoghurt drink dengan perlakuan proporsi 60:40 dan 30:70.

  Pembahasan

  Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis yang terbatas pada ruang lingkup penelitian ini serta pembahasan sebagai berikut:

  Vi sko si ta s (C p ) proporsi susu skim : sari buah kersen

  5000 10000 15000 20000 25000 70 : 30 60 : 40 50 :50 40 : 60 30 : 70

  [VALUE] a [VALUE] a [VALUE] b [VALUE] c [VALUE] c

Total Asam Laktat

  Berdasarkan Gambar 8. menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi susu skim dengan semakin tinggi konsentrasi sari buah kersen memberikan total asam yoghurt yang semakin menurun. Hal ini disebabkan karena semakin rendah susu, maka semakin sedikit laktosa yang dapat dirombak oleh bakteri menjadi asam laktat. Sehingga menyebabkan total asam pada yoghurt

  0,63 b

  Perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap total asam laktat yoghurt

  drink

  yang dapat dilihat pada Gambar 1.

  1.5 70 : 30 60 : 40 50 : 50 40 : 60 30 : 70 T ot al As am (% ) proporsi susu skim : sari buah kersen

  1

  0.5

  1,22 a 1, 09 a 0,81 b 0,74 b

  drink

  Perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap uji organoleprik pada warna yoghurt drink yang dapat dilihat pada Gambar 3.

  Mutu Organoleptik Warna

  Gambar 1. Grafik Pengaruh Proporsi Susu Skim dengan Sari Buah Kersen terhadap Total Asam Laktat Yoghurt Drink

  Gambar 2. Grafik Pengaruh Proporsi Susu Skim dengan Sari Buah Kersen terhadap Viskositas Yoghurt Drink

  Perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap viskositas yoghurt drink yang dapat dilihat pada Gambar 2.

  Viskositas

  semakin menurun.

  Berdasarkan Gambar 2. menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi susu skim dan semakin tinggi sari buah kersen maka akan menurunkan viskositas dari yoghurt drink . Hal ini disebabkan karena konsentrasi susu yang semakin rendah menyebabkan laktosa yang diubah oleh bakteri menjadi asam laktat yoghurt yang semakin menurun, sehingga berpengaruh terhadap koagulasi protein susu. Hal ini sesuai dengan pendapat Wahyudi dan Samsundari (2008) dalam Jannah, Nurwanto, dan Pramono (2012) bahwa terbentuknya asam laktat oleh bakteri asam laktat menyebabkan peningkatan total asam sehingga kasein mengalami koagulasi pembentuk gel. Semakin rendah total asam pada yoghurt maka viskositas yoghurt juga semakin rendah karena semakin sedikit pembentukan gel yang terjadi.

  Gambar 3. Grafik Pengaruh Proporsi Susu Skim dengan Sari Buah Kersen terhadap Warna Yoghurt Drink

  3.25

  4

  5 70 : 30 60 : 40 50 : 50 40 : 60 30 : 70 Wa rn a proporsi susu skim : sari buah kersen skoring hedonik

  3.4

  3.4

  3.05

  2.95

  2.8

  3.1

  2

  3

  2.75

  2.7

  1

  2

  3

  4

  3

  1

  Pada Gambar 3. menunjukkan warna yoghurt

  kersen memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap aroma yoghurt

  drink

  yang dihasilkan pada perlakuan proposi susu skim dengan buah kersen dengan proporsi 70:30, 60:40, dan 50:50 berwarna putih sedangkan warna yoghurt drink dengan proporsi 40:60 dan 30:70 berwarna agak putih. Warna yang disukai oleh panelis adalah warna putih dikarenakan warna terebut merupakan warna dasar dari yoghurt

  drink .

  Berdasarkan Gambar 3. menunjukkan bahwa pada uji organoleptik warna, semakin rendah konsentrasi susu skim dan semakin tinggi sari buah kersen maka mengikabatkan warna pada yoghurt yang semakin coklat. Hal ini disebabkan karena warna sari buah kersen yang pada dasarnya berwarna coklat dan susu berwarna putih, sehingga ketika diberi perlakuan proporsi susu yang semakin rendah dan semakin tinggi konstrasi sari buah kersen pada yoghurt menghasilkan warna yoghurt

  drink

  yang berwarna agak coklat.

  Aroma om Perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah

  drink

  3,85 a 3,50 ab 3,50 ab 2,85 b 2,85 b

  baik secara skoring maupun secara hedonik yang dapat dilihat pada Gambar 4.

  Gambar 4. Grafik Pengaruh Proporsi Susu Skim dengan Sari Buah Kersen terhadap Aroma Yoghurt Drink

  Pada Gambar 4. menunjukkan aroma yang dihasilkan pada perlakuan proposi susu skim dengan buah kersen dengan proporsi 70:30, 60:40, dan 50:50 menghasilkan aroma kersen dan disukai oleh panelis. Sedangkan proporsi 40:60 dan 30:70 menghasilkan aroma yang agak beraroma kersen dan agak disukai oleh panelis.

  Gambar 4. menunjukkan bahwa aroma yang dihasilkan pada yoghurt dengan perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen tidak berbeda nyata. Menurut panelis aroma yoghurt drink yang dihasilkan adalah agak beraroma kersen. Hal ini disebabkan karena komponen volatil yang ada pada kersen tersebut. Menurut Widodo (2003), substansi yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat adalah komponen volatil yang memberikan karakteristik asam dan aroma yang khas pada yoghurt drink .

  Rasa

  Perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap uji organoleptik pada rasa yoghurt drink secara skoring akan tetapi memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata pada uji hedonik yang dapat dilihat pada Gambar 5.

  3,85 a [VALUE] a 3,55 a 2,40 b 2,10 b

  5 70 : 30 60 : 40 50 : 50 40 : 60 30 : 70 Aroma proporsi susu skim : sari buah kersen skoring hedonik

  Gambar 5. Grafik Pengaruh Proporsi Susu Skim dengan Sari Buah Kersen terhadap Rasa Yoghurt Drink

  Pada Gambar 5. Menunjukkan bahwa perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen menghasilkan rasa yang sangat manis pada proporsi 70:30 dan 60:40, sedangkan menghasilkan rasa yang netral pada proporsi 50:50, 40:60, dan 30:70. Panelis agak suka terhadap proporsi yang menghasilkan rasa manis sedangkan tidak menyukai rasa pada proporsi 30:70.

  5 70 : 30 60 : 40 50 : 50 40 : 60 30 : 70 Ras a proporsi susu skim : sari buah kersen skoring hedonik

  4

  3

  2

  1

  1.95

  2.3

  2.5

  2.55

  2.6

  4,50 a [VALUE] ab 3,85 abc [VALUE]0 bc 3,50 c

Kesimpulan

  Terbatas pada cakupan penelitian ini, maka dikemukakan saran sebagai berikut: Pada proses pembuatan yoghurt drink ini disarankan untuk menggunakan proporsi susu skim dengan sari buah kersen sebesar 60:40. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh proporsi susu skim dengan sari buah kersen terhadap mutu yoghurt drink dengan menggunakan alat shaking incubator pada saat inkubasi agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

  karena total sam berkisar 0,5-2,0% dan total BAL >10 7 CFU/g.

  drink

  Perlakuan pengaruh proporsi susu skim 50% dengan sari buah kersen 50% merupakan perlakuan yang terbaik dikarenakan memilki hasil total asam laktat sebesar 0,81% serta memiliki Total BAL sebesar 1,0x10 10 CFU/g dari parameter diatas yoghurt drink dengan perlakuan ini memenuhi SNI yoghurt

  drink.

  . Perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen pada yoghurt memenuhi SNI 01.2981.2009 pada parameter total asam laktat, viskositas dan total BAL yoghurt

  drink

  Berdasarkan hasil analisa serta uraian pembahasan yang terbatas pada lingkup penelitian ini maka ditarik kesimpulan sebagai berikut : Perlakuan proporsi susu skim dengan sari buah kersen memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap nilai pH, total asam laktat, viskositas, organoleptik warna (hedonik dan skoring), dan rasa (skoring) yoghurt, akan tetapi memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap organoleptik aroma (hedonik dan skoring), rasa (hedonik) dan total bakteri asam laktat yoghurt

  Berdasarkan Tabel 10. menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi susu skim dan semakin tinggi konsentrasi sari buah kersen mengakibatkan menurunnya total bakteri asam laktat yoghurt drink . Hal ini disebabkan karena semakin rendah susu pada yoghurt maka pertumbuhan bakteri juga semakin menurun karena nutrisi untuk pertumbuhan bakteri semakin berkurang. Hal ini berkaitan dengan total asam yang semakin menurun diakibatkan semakin sedikit tersedianya laktosa pada yoghurt drink mengakibatkan semakin sedikit nutrisi untuk pertumbuhan bakteri asam laktat terebut. Selanjutnya dengan semakin rendahnya jumlah bakteri asam laktat ini mengakibatkan rasa yoghurt yang semakin

  Total bakteri Asam Laktat

  Gambar 5. menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi susu skim dan semakin tinggi konsentrasi sari buah kersen maka rasa yoghurt drink semakin menuju rasa asam. Hal ini disebabkan karena semakin rendahnya susu yang diberikan. Hal ini sesuai dengan nilai total asam dan ph yang semakin rendah sehingga mengakibatkan rasa yoghurt yang semakin asam.

Saran

  

DAFTAR PUSTAKA Rahman, M. M., Fakir, M.S.A., dan M. Rahman, 2010.

  Fruit Growth Of China Cherry ( Muntingia

  calabura ). Jurnal Botany Research Adriani, L., N. Indrayati, U. H. Tanuwiria, dan N. International, 3 (2) : 56-60.

  Mayasari. 2008. Aktivitas Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium terhadap Rosandari. T., H.M., Thayib dan N Krisdiawati, 2013,

  Kualitas Yoghurt dan Penghambatannya Variasi Penambahan Gula dan Lama Inkubasi

  Jurnal Bionatura, pada Helicobacter pylori.

  pada Proses Fermentasi Cider Kersen 10 (2) : 129-140 ( Muntingia

  Andriani, M. dan L.U Khasanah. 2009. Kajian

  calabura )

  Karakteristik Fisiko Kimia dan Sensori Yoghurt dengan Penambahan Ekstrak Ubi

  (Diakses 1 Oktober Ipomoea batatas L. Skripsi. Jalar ( ). Fakultas

  2017) Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

  Said, M. 2012. Proses Pengolahan Susu Kambing

  Standar Mutu Badan Standarisasi Nasional. 2009.

  Menjadi Yoghurt dan Pengemasan .

  Yoghurt (SNI-01-2981-2009).

  Skripsi. Program Studi Ilmu dan

  https://www.academia.edu/16510989/4751 Teknologi Pangan. Fakultas Pertanian. 8497-SNI-Yogurt (Diakses 1 Oktober 2017).

  Universitas Gorontalo. Gorontalo. Dwi, N. dan M. Istikhomah, 2010. Sirup Kersen

  (Muntingia calabura L. ) Sebagai Alternatif Bioteknologi Industri Susu

  Widodo., 2003. . Lactia Minuman Kesehatan Keluarga.

  Press. Depok. Jawa Barat.

  .

   wordpress.com (Diakses 1 Oktober 2017).

  Rancangan Percobaan dan Teori Hanafiah, K.A., 2005. Aplikasi . PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

  Harjanti, S. 2013. Pembuatan Yoghurt Kacang Merah dengan Penambahan Ekstrak Kelopak Bunga Rosella Sebagai Pewarna Alami. Skripsi . Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta. Jannah, A.M., Nurwantoro, dan Y.B. Pramono. 2012.

  Kombinasi Susu dengan Air Kelapa pada Proses Pembuatan Drink Yoghurt terhadap Kadar Bahan Kering, Kekentalan, dan pH.

  Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 1(3) : 69-

  71 Kartikasari, D. I. dan F. C. Nisa, 2014. Pengaruh Penambahan Sari Buah Sirsak dan Lama Fermentasi terhadap Karakteristik Fisik dan

  . Jurnal Pangan dan

  Kimia Yoghurt

  Agroindustri , 2 (4) : 239-248.

  Kinanthi, D. 2016. Pengaruh Penambahan Sarai Buah Apel terhadap Nilai pH dan Jumlah Bakteri Asam Laktat pada Soyghurt . Skripsi . Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

  Kumala, N. T., Setyaningsih, R, dan A, Susilowati.

  2004. Pengaruh Konsentrasi Susu Skim dan Madu terhadap Kualitas Hasil Yoghurt Kedelai ( Glycine max (L.) Merr ) dengan Penambahan

  Lactobacilllus casei BioSMART

  Inokulum . 6 (1)

  13


Dokumen yang terkait

PENGARUH SARI BUAH STROBERI (Fragaria ananassa) DAN PENAMBAHAN SUSU SKIM TERHADAP MUTU YOGHURT SUSU SAPI (Dikembangkan Sebagai Media Pembelajaran Biologi Dalam Bentuk Leaflet Pada Materi Bioteknologi)

8 67 30

ISOLASI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI FERMENTASI BUAH SIRSAK (Annona muricata L.) DAN PENENTUAN AKTIVITAS ANTIMIKROBANYA.

2 7 5

PENGARUH PENAMBAHAN DADIH TERHADAP KADAR AIR, pH, TOTAL KOLONI BAKTERI ASAM LAKTAT DAN KADAR GULA PERMEN JELI.

0 1 10

PENGARUH WAKTU FERMENTASI YOGHURT DAN PENAMBAHAN SARI BUAH NAGA MERAH TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN YOGHURT TERFORTIFIKASI SARI BUAH NAGA MERAH - repository UPI S KIM 1104595 Title

0 0 3

PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS) TERHADAP JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) DAN NILAI pH

0 0 7

MUTU ORGANOLEPTIK DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT YOGURT SARI JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN SUSU SKIM DAN KARAGENAN Sensory Evaluation and Total Lactic Acid Bacteria Quality of Corn Concentrate Yogurt with Skim milk and Carrageenan

0 0 8

PENGARUH KOMBINASI SUSU DENGAN AIR KELAPA TERHADAP TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL), TOTAL GULA DAN KEASAMAN DRINK YOGHURT

0 0 6

View of ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) DARI BUAH MANGGA (Mangifera indica L.)

0 0 5

PENGARUH PERBANDINGAN SARI BIJI NANGKA DENGAN SARI BUAH NAGA MERAH DAN PERBANDINGAN ZAT PENSTABIL TERHADAP MUTU YOGHURT BUAH NAGA

0 0 14

PENGARUH PERLAKUAN FILTRASI DAN PENAMBAHAN KASEIN TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT, TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, DAN PENERIMAAN KONSUMEN TERHADAP YOGHURT SAWO (ACHRAS ZAPOTA L.)

0 0 6

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

64 1374 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 370 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 327 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 210 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 306 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 408 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 374 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 226 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 378 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 430 23