XI Semester 2 Negara Kesatuan dan Negara

NEGARA KESATUAN
DAN
NEGARA SERIKAT

Pembimbing :
Drs. Bambang Suhindro

Penyusun :
1. Kania Audrya Sarsa
2. Nur Rina Martyas Ningrum

(XI MIA 3/32)
(XI MIA 3/32)

SMA NEGERI 3 SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

1. AWAL TERBENTUKNYA NEGARA KESATUAN DAN NEGARA SERIKAT
a. Awal terbentuknya Negara Kesatuan
Negara kesatuan adalah negara berdaulat yang diselenggarakan sebagai satu
kesatuan tunggal, di mana pemerintah pusat adalah yang tertinggi dan satuansatuan subnasionalnya hanya menjalankan kekuasaan-kekuasaan yang dipilih
oleh pemerintah pusat untuk didelegasikan. Bentuk pemerintahan kesatuan
diterapkan oleh banyak negara di dunia.
Negara kesatuan bertentangan dengan negara federal (federasi):
- Di negara kesatuan, satuan subnasional diciptakan dan dihapus oleh
pemerintah pusat, dan kekuasaan subnasional itu dapat diperluas atau
dipersempit oleh pemerintah pusat. Meskipun kekuasaan politik di negara
kesatuan dapat didelegasikan melalui proses devolusi kepada pemerintah
daerah berdasarkan perundang-undangan yang dibuat parlemen, pemerintah
pusat tetaplah yang paling berkuasa; pemerintah pusat dapat membatalkan
peraturan-peraturan daerah atau membatasi kekuasaan mereka.
 Britania Raya adalah contoh negara kesatuan. Skotlandia, Wales,
dan Irlandia Utara, bersama-sama dengan Inggrisadalah negara-negara
konstituen dari Britania Raya, mereka memiliki satu taraf kekuasaan
devolutif otonom - yakniPemerintah Skotlandia dan Parlemen
Skotlandia di Skotlandia, Majelis Pemerintah Wales dan Majelis
Nasional Walesdi Wales, dan Eksekutif Irlandia Utara dan Majelis
Irlandia Utara di Irlandia Utara. Tetapi kekuasan devolutif itu hanya
didelegasikan oleh Pemerintah Britania Raya, lebih spesifiknya
oleh Parlemen Britania Raya, yang tertinggi di bawah
doktrin kedaulatan parlementer. Lebih jauhnya, pemerintah-pemerintah
devolutif secara
konstitusional tidak
dapat
menentang undangundang yang dihasilkan oleh parlemen Britania Raya, dan kekuasaan
pemerintah-pemerintah devolutif tidak dapat diperluas atau dipersempit
oleh pemerintah pusat (parlemen dengan suatu pemerintahan yang
terdiri dari Kabinet, yang dikepalai oleh perdana menteri). Misalnya,
Majelis Irlandia Utara pernah dibubarkan sebanyak empat kali, dan
kekuasaannya dialihkan kepada Kantor Irlandia Utara yang dijalankan
pemerintah pusat.
- Sebaliknya, di negera federal, negara bagian (atau satuan subnasional lainnya)
berbagi kedaulatan dengan pemerintah pusat, dan negara bagian memiliki
fungsi kewujudan dan fungsi kekuasaan yang tidak dapat diubah secara
sepihak oleh pemerintah pusat. Di dalam beberapa kasus, misalnya di Amerika
Serikat, hanya pemerintah federal yang secara langsung memiliki kekuasaankekuasaan pendelegasian.
 Satu contoh negara federal adalah Amerika Serikat; di
bawah Konstitusi Amerika Serikat, kekuasaan dibagi antarapemerintah
federal Amerika Serikat dan semua negara bagiannya. Terdapat
beberapa negara federal yang juga memiliki satuan-satuan pembagian
wilayah yang lebih rendah yang berbentuk kesatuan; Amerika Serikat
adalah federal, sedangkan semua negara bagiannya adalah kesatuan-

kesatuan di bawah Aturan Dillon - county danmunisipalitas hanya
memiliki wewenang yang diberikan kepada mereka oleh masingmasing pemerintah
negara bagian di Amerika Serikat
berdasarkan konstitusi negara bagian atau peraturan daerah.
Sebagian besar negara yang menjalankan sistem Westminster adalah negara
kesatuan kecuali India, Australia, Kanada, danMalaysia, yang berbentuk federal.
Negara-negara ini dapat dipandang sebagai campuran kedua-dua sistem itu,
menggunakan sentralitas sistem kesatuan pada tingkatan federal, dan berbagi
kekuasaan dengan negara bagian, provinsi, atau teritori yang dijumpai di dalam
sistem federal.
Devolusi (seperti federasi) bisa saja simetris, dengan semua satuan subnasional
yang memiliki kekuasaan dan status yang sama, bisa juga tak-simetris, dengan
status dan kekuasaan tiap-tiap wilayah tidak seragam.
Contoh Negara kesatuan :
Afghanistan Kolombia
Yunani
Lithuania
Paraguay
Sri Lanka
Albania
Republik
Grenada
Luxembourg Peru
Suriname
Algeria
Kongo
Guatemala
Makedonia
Filipina
Swaziland
Angola
Kosta Rika
Guinea
Madagaskar Poland
Swedia
Antigua dan Pantai Gading GuineaMalawi
Portugal
Suriah
Barbuda
Kroasia
Bissau
Maladewa
Qatar
Republik
Armenia
Kuba
Guyana
Mali
Romania
Tiongkok
Aruba
Curaçao
Haiti
Malta
Rwanda
Tajikistan
Azerbaijan
Siprus
Honduras
Kepulauan
Saint Lucia
Tanzania
Bangladesh
Republik
Hungaria
Marshall
Saint Vincent Thailand
Belarus
Czech
Islandia
Mauritania
dan
Gambia
Belize
Denmark
Indonesia
Mauritius
Grenadines
Togo
Benin
Djibouti
Iran
Moldova
Samoa
Tonga
Bhutan
Dominika
Irlandia
Monako
San Marino Trinidad dan
Bolivia
Republik
Israel
Mongolia
Sao Tome
Tobago
Botswana
Dominika
Italia
Montenegro dan Principe Tunisia
Brunei
Kongo
Jamaika
Moroko
Arab Saudi
Turkey
Bulgaria
Timor Leste Jepang
Mozambik
Senegal
Turkmenistan
Burkina Faso Ekuador
Jordan
Myanmar
Serbia
Tuvalu
Burundi
Mesir
Kazakhstan
Namibia
Seychelles
Uganda
Kamboja
El Salvador Kenya
Nauru
Sierra Leone Ukraine
Kamerun
Equatorial
Kiribati
Belanda
Singapura
Britania Raya
Cape Verde Guinea
Kuwait
Selandia Baru Sint Maarten Uruguay
Republik
Eritrea
Kirgizstan
Nikaragua
Slovakia
Uzbekistan
Afrika
Estonia
Laos
Niger
Slovenia
Vanuatu
Tengah
Fiji
Latvia
Korea Utara Kepulauan
Vatikan
Chad
Finlandia
Lebanon
Norwegia
Solomon
Vietnam
Chili
Perancis
Lesotho
Oman
Afrika
Yemen
Republik
Gabon
Liberia
Palau
Selatan
Zambia
Rakyat
Georgia
Libya
Panama
Korea Selatan Zimbabwe
Tiongkok
Ghana
Liechtenstein Papua Nugini Spanyol
b. Awal terbentuknya Negara Serikat
Federasi,
dari bahasa
Belanda, federatie dan
berasal
dari bahasa
Latin; foeduratio yang artinya "perjanjian". Federasi pertama dari arti ini adalah
"perjanjian" daripada Kerajaan Romawi dengan suku bangsa Jerman yang lalu
menetap di provinsi Belgia, kira-kira pada abad ke 4 Masehi. Kala itu, mereka
berjanji untuk tidak memerangi sesama, tetapi untuk bekerja sama saja.

Dalam pengertian modern, sebuah federasi adalah sebuah bentuk pemerintahan di
mana beberapa negara bagian bekerja sama dan membentuk kesatuan yang disebut
negara federal. Sedangkan menurut C.F.Strong negara serikat/federal adalah suatu
negara dimana terdapat 2 (dua) atau lebih negara atau lebih yang sederajat, bersatu
karena tujuan-tujuan tertentu yang sama.
Federasi mungkin multi-etnik, atau melingkup wilayah yang luas dari sebuah
wilayah, meskipun keduanya bukan suatu keharusan. Federasi biasanya ditemukan
dalam sebuah persetujuan awal antara beberapa negara bagian "berdaulat".
Masing-masing negara bagian bergabung membentuk negara serikat dengan
pemerintahan tersendiri yang disebut pemerintahan federal sehingga dalam negara
serikat terdapat dua pemerintahan, yaitu pemerintahan negara bagian dan
pemerintahan negara federala. Masing-masing negara bagian memiliki
beberapa otonomi khusus dan pemerintahan pusat mengatur beberapa urusan yang
dianggap nasional. Di sini negara-negara bagian mempunyai kekuasaan untuk
membuat dan memiliki undang-undang dasar sendiri, kepala negara sendiri, dewan
perwakilan sendiri, dan dewan menteri (kabinet) sendiri. Sementara itu untuk
urusan Angkatan Perang dan keuangan, mereka tidak memiliki kekuasaan sendiri,
urusan ini lazimnya ada di tangan negara federalDalam sebuah federasi setiap
negara bagian biasanya memiliki otonomi yang tinggi dan bisa mengatur
pemerintahan dengan cukup bebas.Perlu untuk dipahami bahwa hubungan antara
negara bagian dan negara federal adalah independent, yaitu merdeka dan tidak
dibawah kekuasaan dengan sifat hubungan koordinatif. Ini berbeda dengan sebuah
negara kesatuan, di mana biasanya hanya ada provinsi saja
Bentuk pemerintahan atau struktur konstitusional ditemukan dalam federasi dikenal
sebagai federalisme.
Contoh Negara republic federal diantaranya :
Tahun

Federasi

Unit Feredasi

Unit Feredasi mayor

Unit Feredasi
minor

1853

Argentina

Provinces of Argentina

23 provinsi

1 kota otonomi

1825

Brasil

States of Brazil

26 negara bagian

1 federal distrik and
5,561 munisipalitas

1995

Ethiopia

Regions of Ethiopia

9 regional

2 kota carteran

1950

India

States and territories of

28 negara bagian

7 uni teritori,

India

termasuk wilayah
ibukota nasional

1821
2008

Meksiko
Nepal

States of Mexico

31 negara bagian

1 federal distrik

Zones of Nepal

14 zona

75 distrik

1963

Nigeria

States of Nigeria

36 negara bagian

1 teritori

1956

Pakistan

Provinces and

4 provinsi

4 federal yang

territories of Pakistan

wilayah termasuk
wilayah ibukota
federal

1787

Amerika
Serikat

States of the United
States

50 negara bagian

1 federal distrik; 1
teritori tergabung,

13 teritori tidak
tergabung
1863

Venezuela

States of Venezuela

23 negara bagian

1 federal distrik, 1
federal dependensi

Contoh Negara monarki federal diantaranya :
Tahun

Federasi

Unit Feredasi

Unit Feredasi mayor

Unit Feredasi
minor

1901

Australia

States and territories

6 negara bagian

10 territori

10 provinsi

3 teritori

13 negara bagian

3 federal teritori

of Australia
1867

Kanada

Provinces and
territories of Canada

1963

Malaysia

States of Malaysia

2. MACAM-MACAM SISTIM NEGARA KESATUAN
Negara kesatuan adalah Negara yang bersusunan tunggal artinya hanya ada
satukekuasaan pemerintahan pusat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur seluruh
ddaerah dan tidak ada negara-negara bagian ataupun daerah yang bersifat
negara.pemerintah memiliki tingkat tertinggi dan dapat memutuskan segala sesuatu
yang terjadi dalam negara. Negara kesatuan juga disebut juga sebagai negara bersusun
tunggal sehingga hanya ada satu kepala negara, satu undang-undang dasar, satu kepala
pemerintahan, dan satu parlemen yang mewakili seluruh rakyat.
Adapun penyelenggaraan negara kesatuan dapat dilakukan melalui dua cara yaitu:
1. Sentralisasi
Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer
atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi
banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi
daerah.
Kelemahan dari sistem sentralisasi adalah di mana seluruh keputusan dan kebijakan
di daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat, sehingga
waktu yang diperlukan untuk memutuskan sesuatu menjadi lama. Kelebihan sistem
ini adalah di mana pemerintah pusat tidak harus pusing-pusing pada permasalahan
yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan
dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pemerintah pusat.
2. Desentralisasi
Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan
kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam
suatu struktur organisasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi
yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki
serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi.
Namun kelemahan dari sistem desentralisasi pada otonomi khusus untuk daerah
adalah euforia yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya mementingkat
kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk mengeruk keuntungan
pribadi atau oknum. Hal tersebut terjadi karena sulit untuk dikontrol oleh
pemerintah di tingkat pusat.

3. MODEL/CIRI-CIRI NEGARA SERIKAT
Ciri-ciri negara serikat/ federal:
1. Tiap negara bagian memiliki kepala negara, parlemen, dewan menteri (kabinet)
demi kepentingan negara bagian;
2. Tiap negara bagian boleh membuat konstitusi sendiri, tetapi tidak boleh
bertentangan dengan konstitusi negara serikat;
3. Hubungan antara pemerintah federal (pusat) dengan rakyat diatur melalui negara
bagian, kecuali dalam hal tertentu yang kewenangannya telah diserahkan secara
langsung kepada pemerintah federal.
Dalam praktik kenegaraan, jarang dijumpai sebutan jabatan kepala negara bagian
(lazimnya disebut gubernur negara bagian). Pembagian kekuasaan antara pemerintah
federal dengan negara bagian ditentukan oleh negara bagian, sehingga kegiatan
pemerintah federal adalah hal ikhwal kenegaraan selebihnya (residuary power).
Pada umumnya kekuasaan yang dilimpahkan negara-negara bagian kepada pemerintah
federal meliputi:
1. Hal-hal yang menyangkut kedudukan negara sebagai subyek hukum internasional,
misalnya: masalah daerah, kewarganegaraan dan perwakilan diplomatik;
2. Hal-hal yang mutlak mengenai keselamatan negara, pertahanan dan keamanan
nasional, perang dan damai;
3. Hal-hal tentang konstitusi dan organisasi pemerintah federal serta azas-azas pokok
hukum maupun organisasi peradilan selama dipandang perlu oleh pemerintah
pusat, misalnya: mengenai masalah uji material konstitusi negara bagian;
4. Hal-hal tentang uang dan keuangan, beaya penyelenggaraan pemerintahan federal,
misalnya: hal pajak, bea cukai, monopoli, matauang (moneter);
5. Hal-hal tentang kepentingan bersama antarnegara bagian, misalnya: masalah pos,
telekomunikasi, statistik.
Menurut C.F. Strong, yang membedakan negara serikat yang satu dengan yang lain
adalah:
1. Cara pembagian kekuasaan antara pemerintah federal dan pemerintah negara
bagian;
2. Badan yang berwenang untuk menyelesaikan perselisihan yang timbul antara
pemerintah federal dengan pemerintah negara bagian.
Berdasarkan kedua hal tersebut, lahirlah bermacam-macam negara serikat, antara lain:
1. Negara serikat yang konstitusinya merinci satu persatu kekuasaan pemerintah
federal, dan kekuaasaan yang tidak terinci diserahkan kepada pemerintah negara
bagian. Contoh negara serikat semacam itu antara lain: Amerika Serikat, Australia,
RIS (1949);
2. Negara serikat yang konstitusinya merinci satu persatu kekuasaan pemerintah
negara bagian, sedangkan sisanya diserahkan kepada pemerintah federal. Contoh:
Kanada dan India;
3. Negara serikat yang memberikan wewenang kepada mahkamah agung federal
dalam menyelesaikan perselisihan di antara pemerintah federal dengan pemerintah
negara bagian. Contoh: Amerika Serikat dan Australia;
4. Negara serikat yang memberikan kewenangan kepada parlemen federal dalam
menyelesaikan perselisihan antara pemerintah federal dengan pemerintah negara
bagian. Contoh: Swiss.

4. KELEBIHAN
DAN
KEKURANGAN
MASING-MASING
NEGARA
KESATUAN DAN NEGARA SERIKAT
 Keunggulan Negara Kesatuan secara umum :
1. Semua urusan dikendalikan pusat sehingga diharapkan bisa terjadi
pemerataan di berbagai bidang di seluruh wilayah Indonesia;
2. Kualitas tokoh nasional lebih bermutu karena seleksinya dilakukan secara
nasional;
3. Biaya demokrasi lebih murah;
4. Kepemimpinan pusat dan daerah dalam ”satu komando” sehingga koordinasi
lebih mudah;
5. Biaya kegiatan perekonomian lebih murah sehingga bisa meningkatkan daya
saing bangsa;
6. Kesejahteraan rakyat diharapkan lebih merata dan relatif lebih stabil untuk
mengurangi kecemburuan kemajuan antar daerah, karena bagi daerah yang
kurang maju dapat dimintakan anggaran dari pusat dan subsidi-subsidi lainnya
atau karena daerah yang minus akan dibantu pemerintahan pusat;
7. Korupsi lebih bisa dikendalikan karena daerah tidak bersifat otonom;
8. Konflik masyarakat karena pemilihan pejabat bisa diminimalkan.
9. Negara kesatuan secara struktural lebih sederhana.
10. Mengurangi timbulnya sikap provinsialisme dan separatisme bagi Negara
Kesatuan Republik
 Kelemahan Negara Kesatuan secara umum :
1. Implementasi yang salah mengakibatkan pemerataan tidak terjadi, kualitas
pemimpin nasional buruk.
2. Kewenangan daerah dibatasi kepentingan pusat;
3. Daerah kurang ditonjolkan karena yang diutamakan adalah kesatuan.
 Kelebihan Negara Kesatuan secara khusus :
 Negara kesatuan system sentralisasi:
1. Adanya kesatuan pemerintahan diseluruh wilayah Negara
2. Adanya kesederhanaan hukum, karena hanya ada satu lembaga yang
berwenang membuatnya.
3. Pengasilan salah satu daerah dapat digunakan untuk kepentingan seluruh
daerah.
4. Perekonomian lebih terarah dan teratur karena pada sistem ini hanya pusat
saja yang mengatur perekonomian.
5. Pemerintah daerah tidak harus pusing-pusing pada permasalahan yang
timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan
dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pemerintah pusat. Sehingga
keputusan yang dihasilkan dapat terlaksana secara maksimal karena
pemerintah daerah hanya menerima saja.
6. Keamanan lebih terjamin karena pada masa di terapkannya sistem ini,
jarang terjadi konflik antar daerah yang dapat mengganggu stabilitas
keamanan nasional Indonesia.
 Negara kesatuan system desentralisasi:

1. Pembangunan daerah akan berkembang sesuai dengan ciri khas daerah itu
sendiri.
2. Peraturan dan kebijakan didaerah sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi lokal/daerah itu sendiri.
3. Tidak bertumpuknya pekerjaan pemerintah pusat, sehingga jalannya
pemerintahan menjadi lancar.
4. Pemerintahan daerah berjalan dengan demokratis dari adanyaPartisipasi dan
tanggung jawab masyarakat terhadap daerahnya.
5. Pemerintahan daerah akan mudah untuk mengelola sumber daya alam yang
dimilikinya, dengan demikian apabila sumber daya alam yang dimiliki telah
dikelola secara maksimal maka pendapatan daerah dan pendapatan
masyarakat akan meningkat.
6. Akan memperkuat ikatan sosial budaya pada suatu daerah. Karena dengan
diterapkannya sistem desentralisasi ini pemerintahan daerah akan dengan
mudah untuk mengembangkan kebudayaan yang dimiliki oleh daerah
tersebut. Bahkan kebudayaan tersebut dapat dikembangkan dan di
perkenalkan kepada daerah lain. Yang nantinya merupakan salah satu
potensi daerah tersebut
7. Merupakan suatu upaya untuk mempertahankan kesatuan Negara Indonesia,
karena dengan diterapkannya kebijaksanaan ini akan bisa meredam daerahdaerah yang ingin memisahkan diri dengan NKRI, (daerah-daerah yang
merasa kurang puas dengan sistem atau apa saja yang menyangkut NKRI).
8. Sebagian besar keputusan dan kebijakan yang berada di daerah dapat
diputuskan di daerah tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan di
pusat. Hal ini menyebabkan pemerintah daerah lebih aktif dalam mengelola
daerahnya.
 Kelemahan Negara Kesatuan secara khusus
 Kelemahan Negara Kesatuan Sistem Sentralisasi
1. Banyaknya tugas/pekerjaan pemerintah pusat yang harus diselesaikan sesuai
kebutuhan masing-masing daerah, sehingga sering menghambat kelancaran
jalannya pemerintahan nasional
2. Pembangunan daerah dalam mewujudkan pembangunan nasional akan
terhambat.
3. Kebijakan dari pusat sering tidak sesuai dengan keadaan atau kebutuhan
daerah dan masyarakat
4. Peran masyarakat daerah dalam pembangunan daerahnya sangat sedikit.
5. Daerah seolah-olah hanya di jadikan sapi perahan saja dan tidak dibiarkan
mengatur kebijakan perekonomiannya masing- masing sehingga terjadi
pemusatan keuangan pada Pemerintah Pusat.
6. Pemerintah pusat begitu dominan dalam menggerakkan seluruh aktivitas
negara. Dominasi pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah telah
menghilangkan eksistensi daerah sebagai tatanan pemerintahan lokal yang
memiliki keunikan dinamika sosial budaya tersendiri,
7. Keadaan ini dalam jangka waktu yang panjang mengakibatkan
ketergantungan kepada pemerintah pusat yang pada akhirnya mematikan
kreasi dan inisiatif lokal untuk membangun lokalitasnya.

8. Sehingga daerah lebih bersifat pasif, karena menunggu perintah dari pusat
sehingga melemahkan sendi-sendi pemerintahan demokratis karena
kurangnya inisiatif dari rakayat.
9. Waktu yang dihabiskan untuk menghasilkan suatu keputusan atau kebijakan
memakan waktu yang lama dan menyebabkan realisasi dari keputusan
tersebut terhambat.
10. Menonjolnya organisasi-organisasi kemiliteran. Sehingga, organisasiorganisasi militer tersebut mempunyai hak yang lebih daripada organisasi
lain.
 Kelemahan Negara Kesatuan Sistem Desentralisasi
1. Terjadinya kesenjangan pembangunan masing-masing daerah karena tingkat
SDA dan SDM masyarakat yang berbeda
2. Terjadinya imigrasi besar-besaran dari daerah yang miskin ke daerah yang
memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah yang menunjang kehidupan
mereka.
3. Ketidak seragaman peraturan dan kebijakan.
4. Akan timbulnya satu persaingan antara daerah satu dengan daerah lainnya.
Co: masing- masing daerah berlomba-lomba untuk menonjolkan
kebudayaannya masing-masing. Sehingga, secara tidak langsung ikut
melunturkan kesatuan yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri.
5. Membukan peluang yang sebesar-besarnya bagi pejabat daerah (pejabat
yang tidak benar) untuk melalukan praktek KKNSegi Sosial Budaya
6. Euforia yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya mementingkat
kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk mengeruk
keuntungan pribadi atau oknum. Hal tersebut terjadi karena sulit untuk
dikontrol oleh pemerintah di tingkat pusat.
 Keunggulan Negara Serikat
1. Kewenangan pejabat daerah lebih luas sehingga diharapkan lebih kreatif.
2. Tokoh daerah di tingkat nasional merata berasal dari seluruh daerah walaupun
sebenarnya ada yang tidak berkualitas.
3. Daerah yang memiliki potensi alam yang baik bisa lebih cepat berkembang.
4. Dengan adanya Negara serikat ini, maka Negara gabungan akan secara
langsung menyerahkan urusannya kepada pemerintah federal.
5. Urusan mengenai keuangan, pertahanan Negara diserahkan kepemerintahan
pusat atau federal.
 Kelemahan Negara Serikat
1. Tidak semua bidang dikendalikan pusat sehingga bisa terjadi kesenjangan
dalam bidang yang urusannya diserahkan kepada daerah, misalkan:
pendidikan, kesehatan, dll;
2. Kualitas tokoh nasional tidak terjamin karena yang diutamakan merupakan
perwakilan daerah;
3. Biaya demokrasi mahal karena pemilihan pejabat dilakukan berkali-kali;
4. Kepemimpinan pusat dan daerah bisa tidak sejalan karena merasa memiliki
kepentingan masing-masing;
5. Biaya kegiatan perekonomian menjadi tinggi karena pejabat daerah menjadi
“raja-raja kecil”;
6. Kesejahteraan rakyat bisa tidak merata sehingga terbentuk kelompok daerah
kaya, sedang, dan miskin;
7. Korupsi semakin meningkat, baik pelaku maupun jumlah nilai uang yang
dikorupsi;

8. Seringkali ketidak-puasan terhadap apa yang terjadi di daerah disikapi dengan
amuk massa yang akibatnya merusak kesinambungan kerja bangsa, dan
anggaran negara terkuras untuk merenovasi akibat kerusakan yang terjadi.
9. Setiap Negara bagian bersetatus tidak berdaulat, dengan tidak berdaulatnya
tersebut Negara bagian dapat memisahkan diri dari Negara gabungannya
10. Setiap Negara bagian boleh membuat konstitusi sendiri, sehingga didalam
Negara serikat tersebut akan banyak terdapat peraturan atau UU (undamgundang).
Sumber :
-

-

http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_kesatuan
https://www.google.co.id/search?
q=awal+terbentuknya+negara+kesatuan&oq=awal+terbentuknya+negara+kesa
tuan&aqs=chrome..69i57j0l5.13786j0j7&sourceid=chrome&es_sm=122&ie=
UTF-8#q=negara+kesatuan+ikipedia
http://id.wikipedia.org/wiki/Federasi
https://www.google.co.id/search?
q=ciri+negra+federasi&oq=ciri+negra+federasi&aqs=chrome..69i57j0l5.4659j
0j4&sourceid=chrome&es_sm=122&ie=UTF-8
https://www.google.co.id/search?
q=macam+egara+kesatuan&oq=macam+egara+kesatuan&aqs=chrome..69i57j
69i60j69i65j69i60l3.3284j0j7&sourceid=chrome&es_sm=122&ie=UTF-8
dll


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

58 1234 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 346 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 285 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4 197 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 268 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 363 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 331 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 190 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 343 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 385 23