LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI TENTANG CARA K

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI TENTANG CARA KERJA ENZIM
KELOMPOK 1 :
Astri Lestari
Davina puteri A
Nabila Luqman
Muhammad Hanif
Selvi Diah Ratnasari
Yudhistira Sukma

I. Tujuan Percobaan : Mengetahui Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Kerja Enzim katalase

II. Dasar Teori :

Enzim adalah molekul komples berbasis protein yang dihasilkan oleh sel-sel. Enzim ikut terlibat
dalam berbagai reaksi biokimia. Tiap-tiap enzim yang terdapat dalam tubuh kita dapat
mempengaruhi reaksi kimia tertentu.

Enzim berperan sebagai katalis organik, enzim mempercepat kecepatan reaksi yang terjadi. Jika
tidak ada enzim, reaksi kimia akan menjadi sangat lambat. Berbagai reaksi juga mungkin tidak akan
terjadi jika tidak terdapat enzim yang tepat di dalam tubuh.


Enzim dapat meningkatkan kecepatan reaksi kimia berkali-kali lipat. Studi telah menemukan
bahwa enzim dapat mempercepat reaksi kimia sampai 10 milyar kali lebih cepat. Zat kimia yang
hadir pada awal proses biokimia disebut sebagai substrat, yang mengalami perubahan kimia
membentuk produk akhir.

Konsentrasi substrat atau enzim dapat berdampak pada aktivitas enzim. Selain itu, kondisi
lingkungan seperti suhu, pH, kehadiran inhibitor, dll turut mempengaruhi aktivitas enzim.

Dibawah ini dibahas lebih lanjut mengenai masing-masing faktor yang mempengaruhi aktivitas
enzim:

· Suhu
Semua enzim membutuhkan suhu yang cocok agar dapat bekerja dengan biak. Laju reaksi
biokimia meningkat seiring kenaikan suhu. Hal ini karena panas meningkatkan energi kinetik dari
molekul sehingga menyebabkan jumlah tabrakan diantara molekul-molekul meningkat.

Sedangkan dalam kondisi suhu rendah, reaksi menjadi lambat karena hanya terdapat sedikit
kontak antara substrat dan enzim.

Namun, suhu yang ekstrim juga tidak baik untuk enzim. Di bawah pengaruh suhu yang sangat

tinggi, molekul enzim cenderung terdistorsi, sehingga laju reaksi pun jadi menurun. Enzim yang
terdenaturasi gagal melaksanakan fungsi normalnya. Dalam tubuh manusia, suhu optimum di mana
kebanyakan enzim menjadi sangat aktif berada pada kisaran 35°C sampai 40°C. Ada juga beberapa
enzim yang dapat bekerja lebih baik pada suhu yang lebih rendah daripada ini.

· Nilai pH
Efisiensi suatu enzim sangat dipengaruhi oleh nilai pH atau derajat keasaman sekitarnya. Ini
karena muatan komponen asam amino enzim berubah bersama dengan perubahan nilai pH. Secara
umum, kebanyakan enzim tetap stabil dan bekerja baik pada kisaran pH 6 dan 8. Tapi, ada beberapa
enzim tertentu yang bekerja dengan baik hanya di lingkungan asam atau basa.

Nilai pH yang menguntungkan bagi enzim tertentu sebenarnya tergantung pada sistem biologis
tempat enzim tersebut bekerja. Ketika nilai pH menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka
struktur dasar enzim dapat mengalami perubahan. Sehingga sisi aktif enzim tidak dapat mengikat
substrat dengan benar, sehingga aktivitas enzim menjadi sangat terpengaruhi. Bahkan enzim dapat
sampai benar-benar berhenti berfungsi.

· Konsentrasi Substrat
Jelas saja konsentrasi substrat yang lebih tinggi berarti lebih banyak jumlah molekul substrat
yang terlibat dengan aktivitas enzim. Sedangkan konsentrasi substrat yang rendah berarti lebih

sedikit jumlah molekul substrat yang dapat melekat pada enzim, menyebabkan berkurangnya
aktivitas enzim.

Tapi ketika laju enzimatik sudah mencapai maksimum dan enzim sudah dalam kondisi paling
aktif, peningkatan konsentrasi substrat tidak akan memberikan perbedaan dalam aktivitas enzim.
Dalam kondisi seperti ini, di sisi aktif semua enzim terus terdapat substrat, sehingga tidak ada tempat
untuk substrat ekstra.

· Konsentrasi Enzim

Semakin besar konsentrasi enzim maka kecepatan reaksi akan semakin cepat pula. Konsentrasi
enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi, tentunya selama masih ada substrat yang perlu
diubah menjadi produk.

· Aktivator & Inhibitor
Aktivator merupakan molekul yang membantu enzim agar mudah berikatan dengan substrat.

Inhibitor adalah substansi yang memiliki kecenderungan untuk menghambat aktivitas enzim.
Inhibitor enzim memiliki dua cara berbeda mengganggu fungsi enzim. Berdasarkan caranya,
inhibitor dibagi menjadi 2 kategori: inhibitor kompetitif dan inhibitor non-kompetitif.


Inhibitor kompetitif memiliki struktur yang sama dengan molekul substrat, inhibitor ini melekat
pada sisi aktif enzim sehingga menghalangi pembentukan ikatan kompleks enzim-substrat.

Inhibitor non-kompetitif dapat melekat pada sisi enzim yang bukan merupakan sisi aktif, dan
membentuk kompleks enzim-inhibitor. Inhibitor ini mengubah bentuk/struktur enzim, sehingga sisi
aktif enzim menjadi tidak berfungsi dan substrat tidak dapat berikatan dengan enzim tersebut.

III.

Alat dan Bahan

Alat :
1. Mortar
2. Pipet tetes
3. Tabung reaksi
4. Spatula
5. 2 buah Gelas kimia
6. Termometer
7. Lidi

8. Lilin
9. Korek api
Bahan :
1. Hati ayam

2.
3.
4.
5.
6.

Air panas
Es batu
H2O2 30&
H2SO4 5 M
NaOH 5 M

IV.

Prosedur Kerja


1. Ambillah hati ayam secukupnya, lalu gunakan mortar untuk membuat hati ayam menjadi
lebih halus ( ekstrak hati ayam ).
2. Masukkan ekstrak hati ayam ke dalam tabung reaksi A, B, C, D, dan E ( masing – masing
setinggi 1 cm tabung reaksi ).
3. Masukkan air panas ke dalam salah satu gelas kimia lalu taruhlah tabung reaksi A ke dalam
gelas kimia yang berisi air panas.
4. Selanjutnya masukkan es batu ke dalam gelas kimia satu lagi lalu taruhlah tabung reaksi B
ke dalam gelas kimia yang berisi es batu.
5. Teteskanlah 20 tetes H2SO4 dengan menggunakan pipet tetes ke dalam tabung reaksi C.
6. Teteskanlah 20 tetes NaOH ke dalam tabung reaksi D.
7. Teteskanlah 10 tetes H2O2 ke dalam tabung reaksi E.
8. Usahakan agar tetesan larutan kimia tidak mengenai dinding tabung reaksi.
9. Setelah itu, tambahkan 10 tetes H2O2 ke semua tabung reaksi.
10. Selanjutnya, amatilah gelembung gas pada setiap tabung reaksi dan catat hasil pengamatan.
11. Lalu siapkan lidi yang membara untuk uji nyala bara api terhadap semua tabung reaksi dan
catat hasil pengamatan.

V.


Data Percobaan

Tabung
Perlakuan percobaan
A

Hati + H2O2

B
C

Hati + NaOH + H2O2
Hati + H2SO4 + H2O2

D
E

Hati + H2O2 (dalam air
panas)
Hati + H2O2 (dalam es


Gelembung
gas
++
+++
+
+
++

Nyala bara
api
Menyala
terang
Menyala
sangat terang
Tidak menyala
Tidak menyala
Menyala

terang

batu)

VI.
1.
-

Analisis data percobaan
Dari percobaan yang anda lakukan, tentukan :
Variabel Bebas : NaOH, H2SO4, dan suhu
Variabel Terikat : Banyak gelembung dan nyala bara api
Variabel Kontrol : H2O2 dan ektrak hati ayam

2. Bandingkan hasil reaksi tabung A,B,C,D, dan E. Manakah yang menghasilkan gelembung
gas paling banyak? Jelaskan alasanya !
Dari kelima tabung tersebut, yang menghasilkan gelembung terbanyak pada tabung ke B
dimana merupakan campuran dengan NaOH. Tabung B terdapat gelembung terbanyak karena Enzim
laktase bekerja optimal pada keadaan ph basa.
3. Bandingkan hasil reaksi tabung A, B, C, D, dan E. Manakah yang menunjukkan nyala bara
api paling besar? Jelaskan alasanya.
Dari kelima tabung tersebut, nyala bara api terbesar pada ekstrak hati dalam keadaan basa.

Alasanya karena kerja enzim laktase optimum dalam keadaan basa.
4. Gas apakah yang dihasilkan pada reaksi tersebut ?
Gas yang dihasilkan pada reaksi tersebut adalah gas oksigen hal ini dibuktikan dengan nyala
bara api.
5. Bandingkan ukuran rata rata gelembung gas yang dihasilkan tabung A, B, C, D, dan E.
Apakah perbedaan ukuran gelembung gas menunjukkan perbedaan kandungan oksigennya ?
Tabung berisikan H2O2 memiliki ukuran gelembung yang besar. Tabung berisikan NaOH
memiliki ukuran gelembung yang kecil. Tabung berisikan H2SO4 memilik ukuran gelembung yang
kecil. Tabung yang berada di dalam air panas memiliki ukuran gelembung yan kecil. Tabung yang
berada di dalam es batu memiliki ukuran gelembung yang kecil.
Menurut kami, perbedaan ukuran gelembung gas tidak menunjukkan perbedaan kandungan
oksigennya. Tetapi yang menunjukkan perbedaan kandungan oksigennya adalah jumlah gelembung
yang dihasilkan.
6.

Apa fungsi enzim katalase yang terdapat dalam ekstrak hati ?
Fungsi enzim katalase adalah untuk mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2)
menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Penguraian peroksida (H2O) ditandai dengan timbulnya
gelembung


Bentuk reaksi kimianya adalah: 2 H2O2 –> 2 H2O + O2
7. Jelaskan faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase.
a.
Konsentrasi enzim
Seperti pada katalis lain, kecepatan suatu reaksi yang menggunakan enzim tergantung pada
konsentrasi enzim tersebut. Pada suatu konsentrasi substrat tertentu, kecepatan reaksi bertambah
dengan bertambahnya konsentrasi enzim.
b.

Konsentrasi Substrat
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa dengan konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahan
konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi.
Untuk dapat terjadi kompleks enzim substrat, diperlukan adanya kontak antara enzim dengan
substrat.Kontak ini terjadi pada suatu tempat atau bagian enzim yang disebut bagian aktif.Pada
konsentrasi substrat rendah, bagian aktif enzim ini hanya menampung sedikit substrat.Bila
konsentrasi substrat diperbesar, makin banyak substrat yang dapat berhubungan dengan enzim pada
bagian aktif tersebut.Dengan demikian, konsentrasi kompleks enzim substrat makin besar dan hal ini
menyebabkan makin besarnya kecepatan reaksi.Namun dalam keadaan ini, bertambah besarnya
konsentrasi susbstrat tidak menyebabkan bertambah besarnya konsentrasi kompleks enzim substrat,
sehingga jumlah hasil reaksinya pun tidak bertambah besar.

c.
Suhu
Oleh karena reaksi kimia dapat dipengaruhi oleh suhu, maka reaksi yang menggunakan katalis
enzim dapat dipengaruhi oleh suhu.Pada suhu rendah reaksi kimia berlangsung lambat, sedangkan
pada suhu yang lebih tinggi reaksi berlangsung lebih cepat. Disamping itu, karena enzim itu adalah
suatu protein, maka kenaikan suhu dapat menyebabkan terjadinya proses denaturasi. Apabila terjadi
proses denaturasi, maka bagian aktif enzim akan terganggu dan dengan demikian konsentrasi efektif
enzim menjadi berkurang dan kecepatan reaksinya pun akan menurun.
Kenaikan suhu sebelum terjadinya proses denaturasi dapat menaikkan kecepatan reaksi.
Peningkatan suhu meningkatkan reaksi enzim yang terkatalisis dan yang tidak terkatalisis dengan
cara meningkatkan energi kinetic dan frekuensi tubrukan dari besarnya molekul. Bagaimanapun
energy panas dapat meningkatkan energy kinetic dari enzim ke titik yang mana kelebihan energy
pelindung untuk dapat mengganggu interaksi non-kovalen yang berfungsi mengatur struktur tiga
dimensi dari enzim.Cincin polipeptida kemudian mulai terbuka atau terdenaturasi, yang disertai
dengan pengurangan kecepatan dari aktivitas katalisis.Pada temperatur tertentu sebuah enzim berada
dalam keadaan stabil, konformasi, kompetensor katalisis tergantung suhu normal sel, yang mana
enzim itu berada.Enzim pada umumnya stabil pada temperatur 45-55oC.Sebaliknya, enzim pada
mikroorganisme termofilik yang berada pada sumber mata air panas gunung berapi, atau pada lubang
hidrotermal bawah laut dapat stabil pada suhu kurang lebih 100oC.

d.
Pengaruh Ph
Seperti protein pada umumnya, struktur ion enzim tergantung pada pH lingkungannya.Enzim
dapat berbentuk ion positif, ion negatif, atau ion bermuatan ganda. Dengan demikian perubahan pH
lingkungan akan berpengaruh terhadap efektivitas bagian aktif enzim dalam membentuk kompleks
enzim substrat. Disamping pengaruh terhadap struktur ion pada enzim, pH rendah, atau pH tinggi
dapat pula menyebabkan terjadinya proses denaturasi dan ini akan mengakibatkan menurunnya
aktifitas enzim. Terdapat suatu nilai pH tertentu atau daerah pH yang dapat menyebabkan kecepatan
reaksi paling tinggi.pH tersebut dinamakan pH optimum.

e.
Pengaruh Inhibator
1.
Hambatan Reversibel
Molekul atau ion yang dapat menghambat reaksi dinamakan inhibitor.Hambatan terhadap
aktivitas enzim dalam suatu reaksi kimia mempunyai arti yang penting, karena hambatan tersebut
merupakan mekanisme pengaturan reaksi-reaksi yang terjadi pada tubuh.Disamping itu hambatan
dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang mekanisme kerja enzim.Hambatan reversible dapat
berupa hambatan bersaing atau hambatan tidak bersaing.
Hambatan bersaing
Disebabkan karena adanya molekul yang mirip dengan substrat, yang dapat pula membentuk
kompleks, yaitu kompleks enzim inhibitor. Pembentukan kompleks enzim inhibitor ini sama dengan
pembentukan kompleks enzim substrat,
yaitu melalui penggabungan inhibitor dengan enzim pada bagian aktif enzim. Dengan demikian
terjadi persaingan antara inhibitor dengan substrat terhadap bagian aktif enzim.Inhibitor yang
menyebabkan hambatan bersaing disebut inhibitor bersaing. Inhibitor bersaing menghalangi
terbentuknya kompleks enzim substrat dengan cara membentuk kompleks enzim inhibitor yang tidak
dapat membentuk hasil reaksi P. Dengan demikian adanya inhibitor bersaing dapat mengurangi
peluang bagi terbentuknya kompleks enzim substrat dan hal ini menyebabkan berkurangnya
kecepatan reaksi.
Hambatan tidak bersaing
Tidak dipengaruhi oleh besarnya konsentrasi substrat dan inhibitor yang melakukannya disebut
inhibitor tidak bersaing.Dalam hal ini inhibitor dapat bergabung dengan enzim pada suatu bagian
enzim diluar bagian aktif.
Penggabungan antara inhibitor dengan enzim ini terjadi pada enzim bebas, atau pada enzim yang
telah mengikat substrat yaitu kompleks enzim substrat.
2.
Hambatan Irreversibel

Hambatan irreversible ini dapat terjadi karena inhibitor bereaksi tidak reversible dengan bagian
tertentu pada enzim, sehingga mengakibatkan berubahnya bentuk enzim.Dengan demikian
mengurangi aktivitas katalitik enzim tersebut.
a.
Konsentrasi Ion Hidrogen
Kecepatan dari hampir semua reaksi enzim yang terkatalisis menunjukkan ketergantungan yang
signifikan dari konsentrasi ion hydrogen.Kebanyakan enzim intraseluler menunjukkan aktivitas
optimal pada nilai pH 5 dan 9.Hubungan dari aktivitas konsentrasi ion H menunjukkan
keseimbangan antara denaturasi enzim pada pH yang tinggi dan rendah serta efek pada enzim,
substrat, atau keduanya.
b.
Ion Logam
Ion-ion logam, yang menjalankan peranan katalitik dan structural pada lebih seperempat dari
semua enzim yang dikenal dapat pula mengisi peranan pengatur, khususnya bagi reaksi dimana ATP
merupakan substrat. Kalau kompleks ATP ion logam tersebut merupakan substrat, aktifitas maksimal
secara khas akan terlihat pada rasio molar ATP terhadap logam di sekitar satu. Kelebihan logam atau
kelebihan ATP merupakan hambatan karena senyawa-senyawa nukleosida di– dan trifosfat
membentuk kompleks yang stabil dengan kation-kation dwi-valensi, konsentrasi intraseluler
nukleotida dapat mempengaruhi konsentrasi intraseluler ion-ion logam bebas dan dengan demikian
mempengaruhi pula aktivitas enzim-enzim tertentu.
c.
Efektor Alosterik
Aktivitas katalitik enzim-enzim pengatur tertentu diatur oleh efektor alosterik berbobot molekul
rendah yang umumnya tanpa atau mempunyai sedikit kemiripan structural dengan substrat ataupun
koenzim bagi enzim yang diatur itu.Inhibisi umpan balik merupakan istilah yang mengacu pada
penghambatan aktivitas suatu enzim dalam lintasan biosintesis oleh produk akhir dari lintasan
terakhir.

8. Di dalam sel hidup, dihasilkan hidrogen peroksida (H2O2). Hasil dari bioproses apakah zat
tersebut? Apa akibatnya jika di dalam tubuh terdapat banyak H2O2
Peroksid dihasilkan pada proses ekskresi, apaila tidak ada enzim katalase maka racun di
dalam tubuh tidak akan terurai yang mengakibatkan racun akan tertimbun di dalam tubuh dan akan
menyebabkan berbagai macam penyakit.

9. Selain di dalam sel hati, dimanakah enzim katalase dapat ditemukan ?
Selain di dalam sel hati ,katalase ditemukan di darah, sumsum tulang, membran mukosa,
ginjal, dan juga didalam organel sel yaitu peroksisome kaya akan enzim katalase.

10. Selain enzim katalase, sebutkan contoh enzim lainya yang terlibat dalam metabolisme dan
jelaskan fungsinya masing masing!
Enzim oksidase.
Enzim oksidase berfungsi mempergiat penggabungan O2 dengan suatu substrat yang pada saat
bersamaan juga mereduksikan O2, sehingga terbentuk H2O. Enzim hidrase. Enzim hidrase berfungsi
menambah atau mengurangi air dari suatu senyawa tanpa menyebabkan terurainya senyawa yang
bersangkutan. Contoh: fumarase, enolase, akonitase.

Enzim dehidrogenase.
Enzim dehidrogenase berfungsi memindahkan hidrogen dari suatu zat ke zat yang lain. Enzim
transphosforilase. Enzim transphosforilase berfungsi memindahkan H3PO4 dari molekul satu ke
molekul lain dengan bantuan ion Mg2+.

Enzim karboksilase.
Enzim karboksilase berfungsi dalam pengubahan asam organik secara bolak-balik. Contoh
pengubahan asam piruvat menjadi asetaldehida dibantu oleh karboksilase piruvat.

Enzim desmolase.
Enzim desmolase berfungsi membantu dalam pemindahan atau penggabungan ikatan karbon.
Contohnya, aldolase dalam pemecahan fruktosa menjadi gliseraldehida dan dehidroksiaseton.

Enzim peroksida.
Enzim peroksida berfungsi membantu mengoksidasi senyawa fenolat, sedangkan oksigen yang
dipergunakan diambil dari H2O2.

11. Bagaimanakah cara kerja enzim pada umunya?
Cara kerja enzim umunya seperti pada 2 teori dibawah yaitu :
Teori Lock and Key (Gembok dan kunci)

Substrat masuk ke dalamm sisi aktif enzim, sehingga terbentuk enzim subrat. Setelah terjadi
reaksi, salah satu ikatan dari subrat putus. Setelah putus, molekul hasil reaksi akan keluar dari sisi
aktif.
Teori Inducet Fit
Substrat masuk ke dalam sisi aktif enzim dan membentuk kompleks enzim substrat. Sisi aktif
mengubah bentuknya, sehingga molekul akan pas dengan sisi aktif.

12. Jelaskan sifat sifat enzim!
Enzim merupakan biokatalisator yang mempercepat jalannya reaksi tampa ikut bereaksi
Thermolabil. Mudah rusak bila dipanskan lebih dari 60 C
Merupakan senyawa protein, sehingga sifat protein masih melekat pada enzim
Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sbg biokatalisator , rekasinya menjadi sangat cepat dan
berulang ulang
Bekerja didalam sel (endoenzim) dan diluar sel (ektoenzim)
Umumnya enzim bekerja mengkatalis reaksi satu arah, meskipun ada yang mengkatalis
reaksi dua arah
Bekerjanya spesifik, karena sisi aktif enzim setangkup dengan permukaan subtrat tertentu
Umumnya enzim tidak dapat bekerja tampa adanya suatu zat non protein tambahan yang
disebut kofaktor
Sangat aktif walaupun dalam konsentrasi yang sangat rendah
Molekul enzim biasanya dihasilkan dalam jumlah terbatas oleh tubuh. Namun molekul tersebut
dapat bekerja berulangkali untuk mengolah substrat menjadi produk dalam tempo yang sangat
singkat. Setelah selesai mengolah satu substrat, enzim tersebut akan langsung mengolah substrat lain
yang ada di dekatnya.

Sangat spesifik terhadap substrat tertentu
Enzim tertetu hanya spesifik mengolah substrat tertentu. Seperti enzim maltase di atas, hanya
spesifik untuk mengolah maltosa menjadi glukosa saja. Enzim lain, aspartase hanya bekerja untuk
mengolah fumarat menjadi aspartat saja. Dengan adanya ribuan molekul kimia berbeda yang ada di
dalam tubuh, menunjukkan adanya banyak sekali jenis enzim yang dimiliki makhluk hidup.

Bekerja dalam keadaan reaksi yang ringan
Enzim terbuat dari protein sehingga sangat terpengaruh oleh keadaan lingkungan sekitarnya.
Enzim bekerja dengan optimum pada keadaan tubuh yang biasa dan tanpa adanya racun-racun dalam

bentuk logam berat. Logam berat dapat mendenaturasi struktur enzim sehingga kehilangan
kemampuan untuk mengolah substrat.

Aktif pada rentang suhu dan pH yang sempit
Enzim bekerja optimal pada suhu dan pH (kaasaman) tertentu. Enzim dalam tubuh hewan bekerja
optimal pada suhu 37OC dan akan kurang aktif saat suhu tubuh rendah dan rusak saat suhu tubuh
terlalu tinggi. Inilah penyebab suhu tubuh terlalu tinggi dapat mematikan hewan, dapat merusak
enzim dalam tubuh. Enzim-enzim yang aktif di lambung, akan bekerja optimal pada pH 2 (kondisi
yang sangat asam), sedangkan enzim yang bekerja di dalam usus halus akan bekerja optimal pada pH
yang lebih tinggi.

Enzim adalah molekul organik yang sangat penting, keberlangsungan hidup organisme
dipengaruhi oleh aktivitas enzim-enzim di dalam tubuh. Tubuh yang tidak mampu manghasilkan
jenis-jenis enzim tertentu dapat mengakibatkan penyakit yang mematikan seperti diabetes tipe 1,
dimana tubuh kehilangan kemampuan untuk memproduksi insulin dalam jumlah cukup. Diabetes
merupakan salah satu penyakit yang banyak menyebabkan kematian karena dapat menimbulkan
berbagai macam komplikasi seperti buta, rusaknya jaringan, dan stroke.

13. Jelaskan komponen penyusun enzim
a. Komponen utama enzim adalah protein
b. Protein yang sifatnya fungsional, bukan protein struktural
c. Tidak semua protein bertindak sebagai enzim
Contoh koenzim
1. NAD (koenzim 1)
2. NADP (koenzim 2)
3. FMN dan FAD
4. Cytokrom: cytokrom a, a3, b, b6, c, dan f
5. Plastoquinon, plastosianin, feredoksin
6. ATP: senyawa organik berenergi tinggi, mengandung 3 gugus P dan adenin ribose

VII.

Kesimpulan

Enzim laktase adalah enzim yang akan rusak pada suhu panas, karena dari hasil
percobaan kami, suhu air kira kira 76 derajat celcius dimana enzim tersebut rusak, hal itu dapat
dilihat dari perubahan warna dari ekstrak hati tersebut. Pada suhu dingin enzim dalan keadaan
instirahat. Hal ini dibuktikan dengan gelombang yang lebih banyak dan warna ekstrak hati yang tak
berubah. PH atau tingkat keasaman juga mempengaruhi kerja enzim laktase, karena enzim laktase
pada PH asam lebih sedikit dan basa jauh lebih banyak. Dan juga kerja enzim laktase lebih optimum
pada keadaan basa. Hal ini dibuktikan dengan gelembung terbanyak yang terdapat pada keadaan
basa.