BAB V - BAB V - Deteksi dan Koreksi Error

BAB V DETEKSI DAN KOREKSI KESALAHAN IF Pengertian Kesalahan Ket ika m elakukan pent ransm isian dat a seringkali kit a m enj um pai dat a yang

  t idak sesuai dengan yang kit a harapkan ( salah sasaran) . Hal ini disebabkan karena adanya gangguan dalam suat u saluran t ransm isi. I st ilah e r r or at au kesalahan m em ang m ungkin t erj adi pada suat u t ransm isi dat a. Kesalahan ( galat ) adalah hal yang t erj adi apabila suat u hal t idak bert indak sem est inya, ent ah salah sasaran, kehilangan sat u bit , at au j uga berubah dat anya.

  Tent unya ket ika t erj adi kesalahan m aka kesalahan t ersebut harus t erdet eksi oleh sist em kom unikasi dat a unt uk kem udian dikoreksi supaya kem bali m enj adi dat a yang benar. Sist em kom unikasi seringkali m em buat kesalahan, m em ilik i dat a rat e yang berbeda, dan t erdapat delay ( t undaan) yang t erj adi ket ika suat u bit dikirim kan dengan saat bit dit erim a. Ket erbat asan ini m em pengaruhi sekali bagi efisiensi pem indahan dat a.

Data Link Control

  Pengirim an dat a m elalui link kom unikasi dat a yang t erlaksana dengan penam bahan kont rol layer dalam t iap perangkat keras kom unikasi dinyat akan sebagai da t a lin k con t r ol at au da t a link pr ot ocol. Dat a link adalah m edium t ransm isi ant ara st asiun- st asiun ket ika suat u prosedur dat a link digunakan. Ket ika m enggunakan dat a link prot ocol ada beberapa hal yang harus diperhat ikan, yait u:

  a. Fram e synchronizat ion Dat a dikirim kan dalam blok- blok yang disebut fram e. Awal dan akhir t iap fram e harus dapat diident ifikasikan.

  b. Mem akai variasi dari konfigurasi line

  c. Flow cont rol St asiun pengirim harus t idak m engirim fram e- fram e pada kecepat an yang lebih cepat daripada kecepat an penerim aan dat a pada st asiun penerim a. d. Error cont rol Bit - bit error yang dihasilkan oleh sist em t ransm isi harus diperbaik i

  e. Kont rol dan dat a t erlet ak pada link yang sam a Sinyal- sinyal kont rol t idak diharapkan m em punyai j alur kom unikasi yang t erpisah. Karena it u, receiver har us m am pu m em bedakan kont rol inform asi dari dat a yang sedang dit ransm isi.

  f. Addressing ( pengalam at an) Pada j alur kom unikasi yang m ult ipoint ( banyak j alur) , ident it as dari dua st asiun ( baik st asiun pengirim at au penerim a) harus m am pu m em bedakan kont rol inform asi dari dat a yang sedang t ransm isi.

  g. Manaj em en link Perm ulaan, pem eliharaan, dan penghent ian dari pert ukaran dat a m em erlukan koordinasi dan kerj asam a di ant ara st asiun pengirim dengan st asiun penerim a. Diperlukan prosedur unt uk m anaj em en pert ukaran dat a.

Konfigurasi-konfigurasi Line

  Ada t iga karakt erist ik yang m em bedakan berbagai konfigurasi dat a link, yait u: a. Topology

  Menyat akan pengat uran fisik dari st asiun pada suat u link. Ada dua konfigurasi t opologi yait u:

  1. Point t o point Jika dalam suat u t ransm isi hanya ada sat u st asiun pengirim dan sat u st asiun penerim a.

  Gam bar 5.1 Konfigurasi point t o point

  2. Mult ipoint Jika dalam suat u t ransm isi ada lebih dari dua st asiun. Dipakai dalam suat u kom put er dan suat u rangkaian t erm inal.

  Gam bar 5.2 Konfigurasi m ult ipoint

  b. Duplexit y Menyat akan arah dan t im ing dari aliran sinyal. Jenis- j enisnya adalah sebagai berikut :

  1. Sim plex t ransm ission

  2. Half duplex link 3. Full duplex link. Unt uk t ransm isi yang m enggunakan sinyal digit al dapat m em akai full duplex dan half duplex. Unt uk yang m enggunakan sinyal analog penent uan duplexit y t ergant ung pada frekuensi bila st asiun pengirim ( t ransm isi) dan penerim aan pada frekuensi yang sam a.

  c. Line Discipline Beberapa t at a t ert ib yang diperlukan dalam penggunaan link t ransm isi. Pada m ode half duplex hanya sat u st asiun yang dapat m ent ransm isi pada sat u w akt u. Baik m ode hal at au full duplex, suat u st asiun hanya m ent ransm isi j ika m enget ahui bahw a receiver t elah siap unt uk m enerim a.

Flow Control

  Flow cont rol adalah suat u t eknik unt uk m em ast ikan/ m eyakinkan bahwa suat u st asiun t ransm isi t idak m enum puk dat a pada suat u st asiun penerim a. Tanpa flow cont rol, buffer ( m em ori penyangga) dari receiver akan penuh sem ent ara m asih banyak dat a lam a yang akan diproses. Ket ika dat a dit erim a, harus dilaksanakan sej um lah proses sebelum buffer dapat dikosongkan dan siap m enerim a banyak dat a.

  Gam bar 5.3 Ant arm uka kom unikasi dat a Gam bar 5.4 Model t ransm isi fram e Ada beberapa bent uk dari flow cont rol ant ara lain:

  a. St op and wait flow cont rol Cara kerj anya suat u sum ber m engir im kan fram e. Set elah dit erim a, penerim a m em beri isyarat unt uk m enerim a fram e lainnya dengan m engirim acknowledgem ent ke fram e yang baru dit erim a. Pengirim at au sum ber harus m enunggu sam pai m enerim a acknowledgem ent sebelum m engirim fram e berikut nya. Penerim a kem udian dapat m enghent ikan aliran dat a dengan t idak m em beri acknow ledgem ent . Fram e yang dikir im kan t idak akan m enj adi m asalah j ik a ukuran dat anya t idak t erlalu besar. Jika dat a yang dikirim besar, m aka secara ot om at is j um lah fram enya akan bert am bah sehingga m enyebabkan st op and w ait cont rol m enj adi t idak efisien.

  Gam bar 5.5 Penggunaan st op and wait cont rol

  b. Sliding w indow flow cont rol Masalah ut am a yang dim iliki oleh st op and wait cont rol adalah bahwa hanya sat u fram e yang dapat dikirim k an pada saat yang sam a. Dalam keadaan ant rian bit yang akan dikir im kan lebih besar daripada panj ang fram e ( a> 1) m aka diperlukan suat u langkah efisiensi ( m em perbolehkan pengirim an lebih dari sat u fram e pada saat yang sam a) . Dalam langkah ini, dit am bahkan j uga label pada set iap fram e yang t elah m asuk sebagai penanda sudah sej auh m ana fram e t ersebut dit erim a. Sliding w indow flow cont rol ini m engizinkan unt uk pengirim an lebih dari sat u fram e. Receiver j uga m em iliki sebuah buffer unt uk m enam pung ant rian fram e yang m asuk dengan syarat set iap fram e yang m asuk diberi nom or. Nom or t ersebut nant inya akan digunakan sebagai penanda yang akan diloncat i t iap ukuran field ( k) . fram e yang m asuk akan k dinom ori dengan m odulo 2 .

  Gam bar 5.6 Diagram sliding window Gam bar 5.7 Cont oh sliding w indow

Deteksi Error

  Pada subbab sebelum nya dibahas t ent ang penggunaan flow cont rol, sekarang akan dibahas bagaim ana cara m endet eksi kesalahan yang t erj adi pada flow cont rol t ersebut . Ada dua pendekat an yang bisa digunakan unt uk m endet eksi error, yait u:

  a. Forward Error Cont rol Karakt er yang dit ransm isikan at au disebut j uga fram e, berisi inform asi t am bahan sehingga apabila pener im a m engalam i kesalahan, penerim a t idak hanya bisa m endet eksi kesalahannya saj a t et api j uga bisa m enj elask an let ak kesalahan t ersebut .

  b. Feedback ( backward) Error Cont rol Set iap karakt er at au fram e m em iliki inform asi yang cukup unt uk m em perbolehkan penerim a m endet eksi bila m enem ukan kesalahan t et api t idak lokasi kesalahannya. Feedback error cont rol dibagi m enj adi 2 bagian, yait u:

  1. Teknik yang digunakan unt uk det eksi kesalahan

  2. Kont rol algorit m a yang t elah disediakan unt uk m engont rol t ransm isi ulang.

Metode Pendeteksian Error

  Ada dua m et ode det eksi kesalahan yang sering digunakan, yait u:

  a. Echo Met ode sederhana dengan sist em int erakt if. Operat or m em asukkan dat a m elalui sebuah t erm inal dan m engirim kan ke kom put er lain, set elah it u kom put er akan m enam pilkan dat a yang dikirim kem bali ke t erm inal sehingga operat or dapat m em eriksa apakah dat a yang dikir im kan benar at au t idak.

  b. Error ot om at is Met ode dengan t am bahan bit parit i ( parit i ganj il at au parit i genap) . Ada beberapa m et ode yang bisa digunakan dalam pendet eksian error, ant ara lain:

  1. Vert ical redundancy checking

  2. Longit udinal redundancy checking

  3. Cyclic redundancy checking

Vertical Redundancy Checking

  Met ode ini lebih um um disebut dengan parit y checking karena m enggunakan sist em pengecekan parit as dan m erupakan sist em unt uk m encari kesalahan dat a yang paling sederhana. Dalam sat u byt e t erdapat sat u bit parit i. Bit ini nilainya t ergant ung kepada ganj il at au genapnya j um lah bit sat u dalam sat u byt e. Pengecekan parit y t erbagi m enj adi dua yait u:

  a. Odd parit y ( parit i ganj il) Jum lah bit sat u dalam sat u byt e dat a harus berj um lah ganj il.

  b. Even parit y ( parit i genap) Jum lah bit sat u dalam sat u byt e dat a harus berj um lah genap.

  Sebenarnya ham pir sem ua sist em kom put er m am pu m enj alankan m et ode ini, j adi j ika di dalam salur an t ransm isi t erj adi suat u gangguan m aka j um lah bit yang dit erim a akan m enj adi t idak sesuai. Tet api m et ode ini punya kelem ahan t erut am a j ika j um lah bit yang rusak j um lahnya genap, m aka kerusakan ini m enj adi t idak t erdefinisi ( t ergant ung dari j enis pengecekannya) . Karakt er yang m engandung kesalahan 2 at au 5 bit bila hanya dilihat dari sisi genap at au ganj ilnya j um lah bit sat unya saj a m aka kesalahannya t idak akan t erlihat .

  Gam bar 5.8 Karakt er ‘M’ dengan parit i genap Sebagai cont oh pada pengirim an t eks CAT m aka pendet eksian errornya sebagai berikut :

Tabel 5.1 Pengecekan error dengan VRC dan HRC

  1

  Walaupun m asih m em ilik i beberapa kelem ahan nam un sist em LRC lebih baik dari VRC sebab apabila t erj adi k esalahan yang t idak t erlihat oleh parit y bit m aka akan diket ahui oleh parit i byt e. Dalam pent ransm isian dat a, LRC m em but uhkan

  Met ode ini sebenarnya digunakan unt uk m em perbaiki kelem ahan yang ada pada VRC. Pada m et ode LRC ini, dat a dikirim kan per blok ( fram e) berisi 8 byt e dan set iap fram e t erdapat sat u bit parit i. Fungsi dari bit parit i t ersebut adalah sebagai kont rol kesalahan sepert i pada parit y checking.

  e. Set elah m elakukan pengecekan parit i m aka bagi HRC m enj adi 2 bagian ( m asing- m asing 4 bit ) set elah it u ubah 4 digit t ersebut m enj adi bilangan hexadesim al. Set elah it u susunlah dua digit t ersebut dari arah bawah ke at as. I t ulah yang akan m enj adi H RC V a lu e . HRC value harus m engandung sat u digit bilangan ganj il dan sat u digit bilangan genap ( urut an t idak diperm asalahkan) . Kalau t idak m em enuhi persyarat an t adi, m aka dat a dianggap error.

  d. Pada t it ik pert em uan ant ara HRC dan VRC ada sat u bit yang disebut BCC.

  c. VRC m elakukan pem eriksaan dengan parit y ganj il, sedangkan HRC m elakukan pem eriksaan dengan parit y genap.

  b. Set elah it u buat t abel sepert i pada t abel 5.1.

  Penj elasan: a. Ubah t eks CAT m enj adi kode ASCI I ( dalam biner) .

  6 D

  1

  1 V RC 0 1 0

  1

  

D a t a C A T H RC

b0

  1

  b5 0 0 0 0 b6

  1

  1

  b3 0 0 0 0 b4

  1

  1

  b1 1 0 0 1 b2

  1

  1

Longitudinal Redundancy Checking

  banyak t am bahan bit pada set iap dat a yang dikir im , m isalkan unt uk m engirim k an 7 karakt er ( 49 bit ) m aka diperlukan bit t am bahan sebanyak 15 bit sehingga m et ode LRC ini t idak banyak dipakai walupun berm anfaat .

Cyclic Redundancy Checking

  Sist em ini banyak dipakai dalam kom unikasi dat a karena prosesnya cu k up sederhana dan t idak m em but uhkan banyak t am bahan bit sebagai bit parit i. Pada sist em CRC dat a dikirim kan per fram e dan set iap fram e t erdir i dari deret an bit panj ang. Pada akhir blok dit am bahkan beberapa cont rol bit unt uk m enj am in kebenaran dat a. Cont rol bit dibent uk oleh kom put er pengirim berdasarkan perhit ungan at as dat a yang dikirim . Set elah dat a sam pai pada kom put er penerim a akan dilakukan perhit ungan sepert i perhit ungan di sisi pengirim . Hasil perhit ungan yang didapat kan dibandingkan dengan cont rol bit , bila sam a berart i dat a dikirim t anpa m engalam i kesalahan.

  Gam bar 5.9 Met ode CRC Unt uk bisa m enghit ung dengan m et ode CRC ada baiknya m enget ahui t erlebih dahulu t ent ang operasi XOR. Adapun t abel eksklusif XOR adalah sebagai berikut :

Tabel 5.2 Tabel XOR

  X OR

  1

  1

  1 1 0 Beberapa ist ilah dalam CRC:

  a. T( x) Dat a at au aliran bit .

  b. P( x) Bit konst ant a berpola polynom ial ( cont oh: 110011) .

  c. CRC = P( x) / T( x) _Bit 0 P( x) \ 1

  d. T ( x) = T( x) _CRC 1

  e. CRC 1 1 = P( x) / T ( x) \ . Apabila nilai CRC m enghasilkan 0 m aka dat a yang dikirim bebas error.

  Sebagai cont oh dilakukan suat u pengirim an pesan sebagai berikut : T( x) : 10110111 P( x) : 110011 ( 5 bit ) Æ 1 1 0 0 1 1 5 4 3 2 1 5

  2

  2

  2

  2

  2 2 t ert inggi adalah 2 CRC: 110011 / 1011011100000 \ Æ bit dat a + bit 0 sebanyak pangkat 2 t ert inggi 110011

  111101 110011 111010 110011 100100

  110011 101110 110011 111010 110011 1001 Æ karena j um lahnya harus sam a dengan pangkat 2 1 Tert inggi m aka t am bahkan 1 digit 0 di awal ( 01001) .

  T ( x) = 1011011101001

  CRC 1 : 11011 / 1011011101001 \ 110011

  111101 110011 111010 110011 100110 110011 101010 110011

  110011 110011 0 Æ karena CRC 1 0 m aka dat a bebas error.

Koreksi Kesalahan

  Bila dij um pai kesalahan pada dat a yang t elah dit erim a, m aka perlu adanya error r ecovery at au pengkoreksian kesalahan agar j angan sam pai kesalahan ini m enyebabkan dam pak yang besar bagi pengirim an dat anya. Met ode yang digunakan ant ara lain: a. Subt it usi sim bol

  Bila ada dat a yang rusak m aka kom put er penerim a m enggant i bagian t ersebut dengan karakt er lain, sepert i karakt er SUB yang nerupa t anda t anya t erbalik. Jika pem akai m enj um pai karakt er ini ( pada program pengolah kat a) , m aka berart i dat a yang dit erim a m engalam i kerusakan, selanj ut nya perbaikkan dilakukan sendiri.

  b. Mengirim dat a koreksi Dat a yang dikirim kan harus dit am bah dengan kode t ert ent u dan dat a duplikat . Bila penerim a m enj um pai kesalahan pada dat a yang dit erim a m aka perbaikkan dilakukan dengan m enggant i bagian yang rusak dengan dat a duplikat . Cara ini j arang digunakan. c. Kirim ulang Cara ini m erupakan cara yang paling sederhana, yait u apabila kom put er penerim a m enem ukan kesalahan pada dat a yang dit erim a m aka selanj ut nya m em int a kom put er pengirim unt uk m engulang pengirim an dat a.

Forward Error Correction

  Salah sat u cara unt uk m engkoreksi kesalahan adalah dengan m enggunakan m et ode forward error correct ion. Ada beberapa not asi yang harus t erlebih dahulu dipaham i, yait u: a. m : Jum lah bit sam ple.

  b. n : Jum lah bit ham m ing.

  c. Bit sam ple : ½ * j um lah bit dat a. n d. Bit ham m ing : 2 > m + n+ 1. Adapun langkah perhit ungannya adalah sebagai berikut :

  a. Cont oh karakt er yang akan dikoreksi adalah CAT. Ubah karakt er CAT m enj adi biner kode ASCI I dan t am bahkan parit i ganj il ( let akkan t erbalik dari bit parit i sam pai bit pert am a) .

Tabel 5.3 Karakt er CAT

  bit Pa r it i b6 b5 b4 b3 b2 b1 b0 C

  1

  1

  1 A 1 1 0 0 0 0 0 1

  T

  1

  1

  1

  b. Gabungkan seluruh bit dalam sat u deret . Set elah it u hit ung j um lah bit dari keseluruhan karakt er. Unt uk karakt er CAT j um lah bit nya adalah 24 bit .

  c. Hit ung m dengan rum us yang disediakan: M = ½ * j um lah bit dat a = ½ * 24 = 12 bit .

  Maka bit sam plenya adalah 12 bit pert am a dari karakt er CAT yait u 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 .

  d. Hit ung n dengan rum us yang disediakan dim ulai dari n= 1: n

  1. 2 > m + n + 1 1 2 > 12 + 1 + 1 ( n t idak t erpenuhi. Lanj ut kan ke n= 2) n 2. 2 > m + n + 1 2 2 > 12 + 2 + 1 ( n t idak t erpenuhi. Lanj ut kan ke n= 3) n

  3. 2 > m + n + 1 3 2 > 12 + 3 + 1 ( n t idak t erpenuhi. Lanj ut kan ke n= 4) n 4. 2 > m + n + 1 4 2 > 12 + 4 + 1 ( n t idak t erpenuhi. Lanj ut kan ke n= 5) n

  5. 2 > m + n + 1 5 2 > 12 + 5 + 1 ( n t erpenuhi. Maka n= 5) .

  Kesim pulan: 1. n= 5 Æ bit ham m ing berj um lah 5 bit ( h5 h4 h3 h2 h1) .

  2. m + n = 17 bit .

  e. Gabungkan bit sam ple dengan bit ham m ing secara acak ( khusus bit sam ple) .

  Sebagai cont oh lihat t abel di baw ah ini:

Tabel 5.4 Gabungan bit sam ple dengan bit ham m ing

  1 7 1 6 1 5 1 4 1 3 1 2 1 1 1 0

  

9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  1 h5 0 h4 0 0 h3 0 1 h2 1 1 h1 1 0 0 f. Set elah it u hit ung bit ham m ing. Tent ukan let ak bit 1 pada deret t ersebut .

  Pada deret di at as, let ak bit 1 ada pada posisi ke 3, 5, 6, 8, 16. Ubah posisi t ersebut m enj adi biner 5 bit lalu kenakan operasi XOR t erhadap posisi t ersebut . Sebagai cont oh lihat perhit ungan di baw ah ini:

Tabel 5.5 Perhit ungan XOR posisi bit ‘1’

  Posisi bit ‘1 ’ Bin e r 5 bit

  3

  1

  1

  5

  1

  1 X OR

  1

  1

  6

  1

  1 X OR

  8

  1 X OR

  1 1 6

  1 X OR

  1

  1

  1 Bit H a m m in g h 5 h 4 h 3 h 2 h 1 g. Set elah bit ham m ing diket ahui, m aka t erbent uklah dat a kirim . Dat a kirim adalah bit sam ple digabungkan dengan bit ham m ing. Jadi dat a kirim dari cont oh kasus ini adalah sebagai berikut :

Tabel 5.6 Dat a kirim

  1 7 1 6 1 5 1 4 1 3 1 2 1 1 1 0

  9

  8

  7

  6

  5

  4

  3

  2

  1

  1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0

  h. Langkah t erakhir adalah t ent ukan lagi let ak bit ‘1’ pada deret di at as kecuali unt uk bit ham m ing t idak perlu dihit ung. Lalu ubah posisi t ersebut m enj adi 5 bit biner lalu kenakan operasi XOR. Unt uk perm ulaanya lakukan operasi XOR t erhadap bit ham m ing dengan posisi yang pert am a kali dij um pai.

Tabel 5.5 Perhit ungan XOR posisi bit ‘1’ set elah dit am bah bit ham m ing

  Posisi bit ‘1 ’ Bin e r 5 bit Bit h a m m in g

  1

  1

  3

  1

  1 X OR

  1

  1

  1

  1

  5

  1

  1 X OR

  1

  1

  1

  1

  6

  1

  1 X OR

  1

  1

  8

  1 X OR

  1 1 6

  1 X OR

  H a sil Ak h ir

  i. Jika hasil akhir sam a dengan 0 m aka t idak ada kesalahan yang t erj adi dan t idak perlu adanya koreksi t erhadap dat a yang dikirim at au dit erim a.

  Sedangkan apabila hasil akhir t idak sam a dengan 0 m aka t erj adi kesalahan dan perlu adanya koreksi kesalahan. Karena m enggunakan koreksi kesalahan dengan m et ode forward error correct ion m aka penerim a dat a bisa m em bet ulkan kesalahannya sendiri karena sudah m enget ahui let ak kesalahan kalau m enghit ung m anual sepert i ini m em ang t idak akan t erlihat let aknya, akan t et api peralat an kom unikasi dat a di sisi penerim a akan bisa m endet eksi dan m engkoreksi kesalahannya m elalui bit ham m ing) .

Lanjutkan membaca

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

56 1234 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 346 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 285 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4 197 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 268 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 363 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 331 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 190 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 343 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 385 23