Sistem Jaringan Komputer Pada PT. Pupuk Kujang Cikampek

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan
Perkembangan teknologi saat ini semakin cepat berkembang di berbagai aspek membuat
segala sesuatu lebih mudah, cepat dan akurat. Hal ini tentu saja harus seimbang dengan
Sumber Daya Manusia (SDM), serta harus di dukung dengan adanya pembelajaran yang
lebih untuk memahami dan mengerti perkembangan apa saja yang dirasakan di era
globalisasi ini. Salah satu diantaranya perkembangan ilmu dan teknologi di bidang teknologi
informasi, alangkah baiknya infrastruktur yang ada untuk mendukung layanan data yang
lebih cepat, akurat dan real-time / online setiap saat, ini sangat membantu sekali khususnya
untuk menunjang kebutuhan informasi yang berguna untuk berbagai pihak, secara praktisi di
salah satu PERSERO (PT. Pupuk Kujang Cikampek) adanya jaringan komunikasi yang
membentang di wilayah sekitar kawasan PT. Pupuk Kujang Cikampek memberikan nilai
lebih untuk akses informasi maupun data.
Adanya mata kuliah KP (Kerja Praktek) yang di masukan dalam kurikulum UNIKOM
(Universitas Komputer Indonesia) di Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Jurusan
Management Informatika sangatlah memberi nilai lebih, sehingga dapat menambah ilmu dan
pengetahuan selain itu dapat mengetahui keadaan nyata di lapangan. Kerja praktek
membantu pula untuk menambah pengalaman dan menambah kesiapan mahasiswa untuk
kelak berkecimpung di dunia kerja yang sebenarnya.
Pelaksanaan Program Kerja Praktek adalah sebagai perwujudan kebijaksanaan dalam proses
yang dilaksanakan pada dua tempat yaitu di kampus (UNIKOM) dan di dunia kerja (PT.

1

2

Pupuk Kujang Cikampek). Kerja praktek adalah suatu cara penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihan yang memadukan kegiatan belajar melalui bekerja langsung pada bidang serta
lingkungan yang sesungguhnya.

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah
mengenal lebih jauh tentang sistem jaringan yang ada di PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK
meliputi kegiatan yang ada di bagian IT. Yang dalam hal ini penulis mencoba menganalisa
bagaimana sistem jaringan komputer yang sebenarnya berjalan pada perusahaan tersebut.

1.3 Batasan Masalah
Dalam hal ini penulis,

membatasai masalah menjadi terperinci yaitu bagaimana

pemanfaatan sistem jaringan komputer yang lebih baik bagi PT. PUPUK KUJANG agar
meningkatkan kinerja perusahaan menjadi perusahaan yang berbasis teknologi informasi
yang memadai. Mengingat jaringan komputer yang ada di PT. PUPUK KUJANG sudah
sangat memumpuni

1.4 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek
Maksud dan tujuan dilaksanakannya Kerja Praktek (KP) di PT. Pupuk Kujang Cikampek
adalah sebagai sarana untuk melatih mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah
diperoleh dibangku kuliah kedalam dunia kerja, melatih kemampuan, displin, tanggung
jawab dalam melaksanakan tugas dan memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa agar

3

siap dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Secara spesifik maksud kerja
praktek sebagai berikut:
i. Mempersiapkan mental untuk siap menghadapi dunia kerja yang sebenarnya.
ii. Mengetahui keadaan nyata dilapangan dunia kerja yang sebenarnya, khususnya di bidang
Teknik Informatika.
iii. Mengasah pola pikir untuk berfikir lebih realistik dalam menghadapi tantangan dunia
kerja.
iv. Menambah wawasan ilmu serta teknologi yang ada di instansi terkait sebagai acuan
perkembangan teknologi yang ada di salah satu Badan Usaha Milik Negara yaitu di PT.
Pupuk Kujang Cikampek.
Secara spesifik tujuan kerja praktek sebagai berikut:
i.

Memberikan peluang kepada mahasiswa untuk menerapkan dan mengembangkan ilmu
yang telah di dapat selama study di UNIKOM (Universitas Komputer Indonesia) di dunia
kerja nyata (PT Pupuk Kujang Cikampek).

ii. Untuk memenuhi salah satu mata kuliah di UNIKOM (Universitas Komputer Indonesia)
yang berusaha mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja nyata yaitu Kerja Praktek.
iii. Agar mahasiswa dapat lebih mengenal situasi dan kondisi dunia kerja, baik di dunia
usaha, dunia industri, dan lain sebaginya.
iv. Mengembangkan diri baik dari segi mental maupun sikap profesionalisme dalam bekerja
di dunia nyata.

1.5 Sistem Pelaksanaan Kerja Praktek
Pelaksanaan Kerja Praktek bertempat di :

4

Perusahaan

: PT. Pupuk Kujang Cikampek

Alamat

: Jl. Ahmad Yani No.39 Dawuan Cikampek, Kabupaten Karawang.

Bagian

: Biro Teknologi ( TI )

Waktu

: 5 Juli 5 agustus 2010

Metode penelitian dilakukan dengan 3 cara yaitu:
i.

Pengamatan ( Observasi )
Melakukan penelitian dari data

data serta infrastruktur yang ada, baik dari segi internal

Gedung Pusat ( GPA ), maupun gedung lain meskipun tidak secara keseluruhan.
ii.

Wawancara
Selain melakukan pengamatan, metode penelitian pun dilakukan dengan cara bertanya
langsung kepada pembimbing praktek di tempat kerja.

iii.

Metode Literatur
Melakukan study pustaka dengan cara mengumpulkan data yang sudah ada di
perusahaan, dokumen-dokumen perusahaan, buku-buku dan sumber-sumber lainnya
(buku).

5

Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Kerja Praktek
No

aktifitas

1
2
3
4

Mempelajari tatatertib
Membuat badge tanda pengenal pengenal praktek
Mengenal ruang lingkup biro IT
Mempelajari cara kerja biro IT

5
6
7
8
9

Penjelasan mengenai jaringan secara keseluruhan
Penjelasan server-server jaringan
Penjelasan backbon jaringan
Penjelasan hardware jaringan
Pengumpulan data

10
11
12
13
14

Pengenalan software aplikasi IFS
Penjelasan software aplikasi IFS
Penjelasan software aplikasi IFS
Penjelasan software aplikasi IFS
Pengumpulan data

15
16
17
18

Pengumpulan data
Pengumpulan data
Pelengkapan data
Penyusunan data

Waktu Juni-Juli
I
II
III
IV

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Jaringan
Widerhold (2002 : 12) Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer,
software dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu
tujuan yang sama.

2.2 Jenis Jenis Jaringan
A. LAN (Local Area Network)
Sebuah Lan, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relative kecil, umumnya
dibatasi oleh area lingkungan, seperti sebuah kantor pada sebuah gedung, atau tiap

tiap

ruangan pada sebuah sekolah. Biasanya jarak antar node tidak lebih jauh dari sekitar 200
m.

Gambar 2.1 Contoh Jaringan LAN
Sember (http://fadel05.tripod.com/network/jaringan.html)

B. MAN (Metropolitan Area Network)
6

7

Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar gedung
dalam suatu daerah (wilayah seperti provinsi atau Negara bagian). Dalam hal ini jaringan
menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih
besar, sebagai contoh yaitu : jaringan beberapa kantor cabang sebuah bank di dalam
sebuah kota besar yang dihubungkan antara satu dengan yang lainnya.

Gambar 2.2 Contoh Jaringan MAN
Sumber (http://fadel05.tripod.com/network/jaringan.html)
A. WAN (Wide Area Network)
WAN adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana
satelit ataupun kabel serat optik, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya
meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau
area/wilayah otoritas 26 negara lain.

8

Gambar 2.3 Contoh Jaringan WAN
Sumber (http://fadel05.tripod.com/network/jaringan.html)
Tabel 2.1 Perbedaan Jarak Yang Dipakai dalam Jaringan

Nilai

nilai

yang

terdapat

pada
atas,

tabel

di

bukan

merupakan nilai
mutlak

bagi

jarak

yang

menghubungkan antar computer, karena jarak tersebut bisa saja lebih pendek tergantung
kondisi area suatu wilayah.

2.3 Hardware Jaringan Komputer
2.3.1

Kabel
Ada beberapa tipe (jenis) kabel yang banyak digunakan dan menjadi standar

dalam penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer. Kabel
sebelumnya harus lulus uji kelayakan sebelum dipasarkan dan digunakan.

kabel ini

9

Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, oleh karena
itulah dibuat pengenalan kabel. Ada dua jenis kabel yang dikenal secara umum dan sering
di pakai untuk LAN, yaitu coaxial dan twisted pair (UTP unshielded twisted pair dan
STP shielded twisted pair).
i.

Coaxial Cable
Dikenal dua jenis tipe kabel coaxial yang dipergunakan buat jaringan 28thernet,
yaitu:

ii.

Thick coaxial cable (kabel koaksial gemuk )
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3

BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata

10

rata 12mm. Kabel jenis ini biasa

disebut sebagai standard 29thernet atau thick 29thernet, atau hanya disingkat ThickNet,
atau bahkan Cuma disebut sebagai yellow cable karena warnanya yang kuning.
iii.

Thin coaxial cable (kabel koaksial kurus )
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan dikalangan radio amatir, terutama

untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Jenis yang banyak di
gunakan RG-8 atau RG-9 dengan impedansi 75 ohm. Jenis kabel untuk televisi juga
termasuk jenis coaxial dengan impedansi 75 ohm.
Namun untuk perangkat jaringan, kabel jenis coaxial yang dipergunakan adalah
(RG-58) yang telah memenuhi standar IEEE 802.3

10BASE2, dimana diameter rata-

rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna hitam. Setiap perangkat (device) dihubungkan
dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau
ThinNet.

10

Gambar 2.4
2.4 Contoh Kabel Thin Coaxial
Sumber (http://yudi.ohlo
http://yudi.ohlog.com/kabel
g.com/kabel-coaxial.oh33706.html
coaxial.oh33706.html)
coaxial.oh33706.html
iv. Twisted Pair Cable
Se
Selain
kabell koaksial, Ethernet
E
juga
ga dapat men
enggunakan jenis
j
kabell lain yaknii UTP
(U
(Unshielded
T
Twisted Pair
air) dan STP
P ((Shielded Twisted
Tw
Pair).
ir). Kabel UTP
TP atau STP
P yang
y
biasa di gunakan adalah kabel yang ter
terdiri
diri dari 4 pasang kabel yang terpilin.
Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel ini , hanya digunakan 4 buah saja yang digunakan
untuk dapat mengirim dan menerima data (Ethernet).
Perangkat

pperangkat lain
la yang ber
erkenaan den
engan penggu
gunaan jeniss kabel ini ad
adalah

konektor RJ-45
RJ 45 dan HUB.

Gambar 2.5
2.5 Contoh Kabel Twisted Pair
Sumber (http://yudi.ohlog.com/kabel
http://yudi.ohlog.com/kabel
http://yudi.ohlog.com/kabel-utp..html
..html)

11

Kabel UTP (kategori 5) dan konektor RJ-45 standar EIA/TIA 568 menjelaskan
spesifikasi kabel UTP sebagai aturan dalam instalasi jaringan komputer. EIA/TIA
menggunakan istilah kategori untuk membedakan beberapa tipe kabel UTP, kategori
untuk twisted pair (hingga saat ini), yaitu:
Tabel 2.2 Spesifikasi Kabel
Type Cable

Keterangan

UTP

Analog, Biasanya digunakan diperangkat telephone pada

Category 1

jalur ISDN (Integrated Service Digital Network), juga
untuk menghubungkan modem dengan line telephone.

Tabel 2.2 Spesifikasi Kabel (lanjutan)
Type Cable

Keterangan

UTP

Bisa mencapai 4 Mbits (sering digunakan pada topologi

Category 2

token ring)

UTP/ STP

10 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi

Category 3

token ring 10 BaseT)

UTP/ STP

16 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi

Category 4

token ring)

UTP/ STP

Bisa mencapai 100 Mbits data transfer atau 22 db (sering

Category 5

digunakan pada topologi star atau tree) ethernet 10 Mbps,
fast Ethernet 100 Mbps, token ring 16 Mbps

12

UTP/ STP

1 Gigabit Ethernet (1000Mbps), jarak 100m

Category 5e
STP

2,5 Gigabit Ethernet, menjangkau jarak hingga 100m,

Category 6

atau 10 Gbps (Gigabit Ethernet) 25 meter, 20,2 db Up to
155 Mhz atau 250 Mhz

STP

Gigabit Ethernet 20,8 db (Gigabit Ethernet) Up to 200

Category 7

MHz atau 700 MHz

Ada dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan local,
ditambah satu jenis pemasangan khusus untuk cisco router, yakni:

1. Straight Through Cable
2. Cross Over Cable dan
3. Roll Over Cable
1. Straight Through Cable
Untuk pemasangan jenis ini, biasanya digunakan untuk menghubungkan
beberapa unit komputer melalui konektor Hub/ Switch yang berfungsi sebagai
konsentrator maupun repeater.

13

Gambar 2.6 Straight through Cable T56B
Sumber (ID.wikipedia.org)
Penggunaan kabel UTP model Straight Through pada jaringan local akan
membentuk topologi star (bintang) atau tree (pohon) dengan Hub/Switch sebagai
pusatnya. Jika sebuah Hub/Switch tidak berfungsi, maka seluruh komputer yang
terhubung dengan Hub/Switch tersebut tidak dapat saling berhubungan.
Penggunaan Hub/Switch harus sesuai dengan kecepatan dari Ethernet card
yang digunakan pada masing

masing komputer. Karena perbedaan kecepatan pada

NIC dan Hub/Switch berarti kedua perangkat tersebut tidak dapat saling
berkomunikasi sacara maksimal.

Gambar 2.7 Pemasangan Straight Through Cable dengan SWITCH
Sumber (http://riksaonline.co.cc/penggunaan-kabel- straight -dan- crossed /)
Penggunaan Straight Through Cable
a. PC

Hub

b. PC

Switch

14

c. Hub

Hub

d. Switch

Modem

e. Switch

Router

2. Cross Over Cable
Berbeda dengan pemasangan kabel lurus (Straight Through), penggunaan kabel
menyilang ini digunakan untuk komunikasi antar komputer (langsung tanpa
konektor), atau dapat juga digunakan untuk meng-casecade Hub/Switch jika
diperlukan. Sekarang ini ada beberapa jenis Hub/Switch yang dapat di-cascade tanpa
harus menggunakan kabel menyilang (Cross Over), tetapi juga dapat menggunakan
kabel lurus.

Gambar 2.8 Cross Over Cable dan Penggunaanya
Sumber (id.wikipedia.org)
3. Roll

Over Cable

15

Pada sistem CISCO, ada satu cara pemasangan kabel UTP, yang digunakan
untuk menguhubungkan sebuah terminal (PC) dan modem ke console Cisco Router
atau console switch managible, cara ini disebut dengan Roll

Over. Kabel Roll

Over tersebut sebelumnya terkoneksi dengan DB-25 atau DB-9 Adapter sebelum ke
terminal (PC).
Anda dapat mengenali sebuah kabel roll

over dengan melihat kedua ujung

kabel. Dimana warna kabel dari sisi yang satu akan berbalik pada sisi kabel di ujung
yang lain. Misalnya kabel putih orange yang berada pada pin 1 ujung kabel A, akan
berada pada pin 8 ujung kabel B.

Gambar 2.9 Roll-Over Cable dari Console Switch ke PC
Sumber (http://riksaonline.co.cc/penggunaan-kabel- straight -dan- crossed / )
Penggunaan kabel roll-over
a. PC

console router

b. PC

console switch managible

c. Router
v.

modem

Fiber Optic Cable
Kabel yang memiliki inti serat kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal
antar terminal, sering dipakai sebagai saluran BACKBONE karena kehandalannya

16

yang tinggi dibandingkan dengan coaxial cable atau UTP. Karakteristik dari kabel ini
tidak terpengaruh oleh adanya cuaca dan panas.

Gambar 2.10 Konektor dan Kabel Fiber Optik
Sumber (http://delima-pomeee.blogspot.com/2010/04/fiber-optic.html)
Kemampuan Kabel Serat Optik (FO)
Fiber optik menunjukan kualitas tinggi untuk berbagai macam aplikasi, hal ini
disebabkan:
a. Dapat mentransmisi bit rate yang tinggi.
b. Tidak sensitif pada gangguan elektromagnetik.
c. Memiliki bit eror rate (kesalahan) kecil.
d. Reliabilitas lebih baik dari kabel koaksial.
Kondisi dan tempat pemasangan kabel FO
a. Di wilayah kota, terdapat banyak lekukan dan saluran yang biasanya
dipenuhi oleh kabel lain, sehingga pemasangan infrastruktur baru selalu

17

dibuat dalam jumlah kecil, sehingga radius belokan fiber dan kabel
diusahakan tetap kecil.
b.

Kabel terpasang dalam bermacam

macam kondisi, seperti: diluar, di

bawah tanah, di udara, dalam ruangan. Konsekuensinya banyak kondisi
ternal, mekanikal dan tekanan lain yang harus diterima.
c.

Hindari kondisi banyaknya penyambungan, sehingga tidak memerlukan
teknisi yang terlatih dan persiapan yang mudah.

d.

Jangan sampai terjadi banyak tekukan dan kebocoran jacket pelindung
yang bisa menyebabkan kebocoran cahaya.

e.

Biaya jalur koneksi global harus menjadi lebih rendah.

Berikut ini merupakan table standarisasi kabel dari IEEE untuk kabel jenis coaxial,
UTP/STP maupun Fiber Optik.
Tabel 2.4 Tipe Standarisasi Kabel 2
Sumber (http://delima-pomeee.blogspot.com/2010/04/fiber-optic.html)

18

2.3.2

Ethernet Card/ Network Interface Card (Network Adapter)
Kartu jaringan Ethernet biasanya dibeli terpisah dengan

komputer, kecuali

network adapter yang sudah onboard. Komputer macintosh juga sudah mengikutkan
kartu jaringan Ethernet di dalamnya. Kartu jaringan Ethernet model 10Base umumnya
telah menyediakan port koneksi untuk kabel coaxial ataupun kabel twisted pair, jika
didesain untuk kabel coaxial konektornya adalah BNC, dan bila didesain untuk kabel
twisted pair maka akan punya port konektor RJ-45.
Beberapa kartu jaringan Ethernet kadang juga punya konektor AUI. Semua itu
dikoneksikan dengan coaxial, twisted pair, ataupun dengan kabel fiber optik.

Gambar 2.11 Network Interface Card (dari atas ke bawah konektor RJ-45, konektor AUI, dan
konektor BNC
Sumber (http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_jaringan)

2.3.3

Hub dan Switch (Konsentrator)

19

Sebuah konsentrator (Hub atau Switch) adalah sebuah perangkat yang menyatukan
kabel

kabel network dari tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi

bintang, kabel twisted pair dating dari sebuah workstation masuk kedalam hub atau
switch.
Hub dan Switch mempunyai banyak lubang port RJ-45 yang dapat di pasang konektor
RJ-45 dan terhubung ke sejumlah komputer. Beberapa jenis hub dapat dipasang
bertingkat (stackable) hingga 4 susun. Biasanya hub atau switch memiliki jumlah lubang
sebanyak 4 port, 8 port, 16 port, sampai 24 port.

Gambar 2.12 beberapa komputer yang terhubung melalui hub/switch
Sumber (http://www.rezafauzi.com/2009/05/pengertian-topologi-jaringan.html)
Switch merupakan konsentrator yang memiliki kemampuan manajemen trafic
data lebih baik bila di bandingkan hub. Saat ini telah terdapat banyak tipe switch yang
managible, selain dapat mengatur trafic data juga dapat di beri IP Address.

2.3.4

Repeater
Fungsi utama repeater yaitu untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima

sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang

20

sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain. Dengan cara ini jarak antara kabel
dapat di perjauh.
Penggunaan repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan
penggunaan protocol physical layer yang sama antara segmen

segmen kabel tersebut

misalnya repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10 BASE2.

Gambar 2.13 Penggunaan Repeater antara dua segmen
Sumber (http://www.total.or.id/info.php?kk=repeater)

2.3.5

Bridge

Fungsi dari bridge itu sama dengan fungsi repeater tapi bridge lebih fleksibel dan
lebih cerdas dari pada repeater. Bridge dapat menghubungkan jaringan yang
menggunakan metode transmisi yang berbeda. Misalnya bridge dapat menghubungkan
Ethernet baseband dengan Ethernet broadband.
Bridge mampu memisahkan sebagian dari trafic karena mengimplementasikan
mekanisme frame filtering. Mekanisme yang digunakan di bridge ini umum disebut
sebagai store and forward. Walaupun demikian broadcast trafic yang di bangkitkan dalam
LAN tidak dapat di filter oleh bridge.

21

Terkadang pertumbuhan network sangat cepat sehingga diperlukan jembatan
untuk itu. Kebanyakan bridge dapat mengetahui masing

masing alamat dari tiap

segmen komputer pada jaringan sebelahnya dan juga pada jaringan

tiap

yang lain

disebelahnya pula. Dia mengatur agar informasi di antara kedua sisi network tetap jalan
dengan baik dan teratur.
Bridge juga dapat digunakan untuk mengkoneksi network yang menggunakan tipe kabel
yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula. Bridge dapat mengetahui alamat
masing

2.3.6

masing komputer di masing

masing sisi jaringan.

Router
Sebuah router mampu mengirimkan data / informasi dari satu jaringan ke jaringan

yang lain yang berbeda, router hampir sama dengan bridge, meski tidak lebih pintar di
bandingkan bridge, namun pengembangan perangkat router saat ini sudah mulai
mencapai bahkan melampaui batas tuntutan teknologi yang diharapkan.
Router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang
berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal. Router mengetahui alamat masing
masing komputer dilingkungan jaringan lokalnya, mengetahui alamat bridge dan router
lainnya.

Gambar 2.14 Cisco Router perspektif dari belakang

22

Sumber (http://www.sysneta.com/d-link-dir-412-mobile-wireless-router)
Router juga dapat mengetahui keseluruhan jaringan dengan melihat sisi mana
yang paling sibuk dan bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi
tersebut bersih /clean. Router memiliki kemampuan, diantaranya:
1. Router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan internet.
2. Router akan mencarikan alternative jalur yang terbaik untuk mengirimkan data
melewati internet.
3. Mengatur jalur sinyal secara effisien dan dapat mengatur data yang mengalir diantara
dua buah protocol.
4. Dapat mengatur aliran data diantara topologi jaringan liniear Bus dan Star.
5. Dapat mengatur aliran data melewati kabel fiber optic, kabel coaxial, atau kabel
twisted pair.

Simbol 2.15 Simbol Network Device
Sumber (http://www.eunyusuf.wordpress.com/simbol_jaringan.html)

2.4

Topologi Jaringan

23

Topologi jaringan atau arsitektur jaringan adalah gambaran perencanaan
hubungan antar komputer dalam Local Area Network, yang umumnya menggunakan
kabel (sebagai media transmisi), dengan konektor, Ethernet card dan perangkat
pendukung lainnya.
Ada beberapa jenis topologi yang sering terdapat pada hubungan komputer pada jaringan
local area, seperti :

2.4.1

Topologi Bus
Topologi ini merupakan bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup,

dimana sepanjang kabel tersebut terdapat node

node. Signal dalam kabel dengan

topologi ini dilewati satu arah sehingga memungkinkan sebuah collision terjadi.
Keuntungan :
a. Murah, karena tidak memakai banyak media, kabel yang dipakai sudah
umum (banyak tersedia dipasaran)
b. Setiap komputer dapat saling berhubungan langsung.
Kerugian :
a. Sering terjadi hang / crass talk, yaitu bila lebih dari satu pasang
memakai jalur diwaktu yang sama, harus bergantian atau di tambah
relay.

2.4.2

Topologi Ring

24

Topologi jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node node. Signal
mengalir dalam dua arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision,
sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan data yang sangat cepat.
Semua komputer saling tersambung membentuk lingkaran (seperti bus tetapi ujung
ujung bus disambung). Data yang dikirim diberi address tujuan sehingga dapat
menuju komputer yang dituju. Tiap station (komputer) dapat diberi repeater
(transceiver) yang berfungsi sebagai:
1. Listen State
Tiap bit dikirim kembali dengan mengalami delay waktu.
2. Transmisi State
Bila bit yang berasal dari paket lebih besar dari ring maka repeater akan
mengembalikan ke pengirim. Bila terdapat beberapa paket dalam ring,
repeater yang tengah memancarkan, menerima bit dari paket yang tidak
dikirimnya harus menampung dan memancarkan kembali.
3. Bypass State
Berfungsi untuk menghilangkan delay waktu dari station yang tidak aktif.
Keuntungan :
a. Kegagalan koneksi akibat gangguan media, dapat diatasi dengan jalur
lain yang masih terhubung.
b. Penggunaan sambungan point to point membuat transmission error
dapat diperkecil.
Kerugian :

25

a. Data yang dikirim bila malalui banyak komputer, transfer data menjadi
lambat.

2.4.3

Topologi Star
Karakteristik dari topologi jaringan ini adalah node (station) berkomunikasi

langsung dengan station lain melalui central node (hub/switch), traffic data mengalir dari
node ke central node dan diteruskan ke node (station) tujuan. Jika salah satu segmen
kabel putus, jaringan lain tidak akan terputus.
Keuntungan :
a. Akses ke station lain (client atau server) cepat.
b. User dapat lebih banyak dibanding topologi bus, maupun ring.
c. Hub / switch dapat disusun seri (bertingkat) untuk menambah jumlah
station yang terkoneksi di jaringan.
d. Dapat menerima workstation baru selama port di centralnode
(hub/switch) tersedia.
e. Hub / switch bertindak sebagai konsentrator.
Kerugian :
2.5 Bila traffic data cukup tinggi dan terjadi collision, maka semua
komunikasi akan di tunda, dan koneksi akan dilanjutkan/ dipersilahkan
dengan cara random, apabila hub/ switch mendetect tidak ada jalur yang
sedang dipergunakan oleh node lain.

2.4.4

Topologi Tree / Hierarchical (Hirarki)

26

Tidak semua station mempunyai kedudukan yang sama. Station yang
kedudukannya lebih tinggi menguasai station yang berada di bawahnya, sehingga
jaringan sangat tergantung dengan station yang kedudukannya lebih tinggi (hierarchical
topology) dan kedudukan station yang sama disebut peer topology.

2.4.5

Topologi Mesh dan Full Connected
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah

saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral
dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan
meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang
ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.
Topologi mesh ini merupakan teknologi khusus (ad hock) yang tidak dapat dibuat
dengan pengkabelan, karena sistemnya yang rumit, namun dengan teknologi wireless
topologi ini sangat memungkinkan untuk diwujudkan (karena dapat dipastikan tidak akan
ada kabel yang berseliweran).
Biasanya untuk memperkuat sinyal transmisi data yang dikirimkan, ditengah
tengah (area) antar komputer yang kosong di tempatkan perangkat radio (air point) yang
berfungsi seperti repeater untuk memperkuat sinyal sekaligus bisa mengatur arah
komunikasi data yang terjadi.

BAB III
PROFIL PERUSAHAAN
3.1 Tinjauan Umum Perusahaan
Pemerintah pada masa Repelita pertama (sekitar tahun 1960an) telah mengalahkan
pembangunan disegala sektor, baik di bidang pangan maupun industri. Hal ini
ditindaklanjuti dengan usaha peningkatan produksi pertanian menuju swasembada pangan.
Oleh karena itu dilakukan berbagai usaha perbaikan hasil di bidang pertanian, baik secara
intersifikasi maupun ektensifikasi. Perbaikan secara intensifikasi didukung dengan
pemberian pupuk secara teratur. Dengan demikian pemerintah berusaha agar kebutuhan
pupuk sekaligus meningkatkan pembangunan disektor industri. Pada waktu itu kebutuhan
pupuk urea hanya dipasok dari pabrik PUSRI I, yang ternyata tidak mencukupi.
Berdasarkan surat keptusan No. 16/1975 tertanggal 17 April 1975, pelaksanaan proyek
pabrik pupuk kujang Jawa Barat dialihkan dari Departemen Pertambangan ke Departemen
Perindustrian. Pada tanggal 19 Juni 1975 lahirlah PT. Pupuk Kujang, sebuah BUMN (Badan
Usaha Milik Negara) di lingkungan departemen Perindustrian. Menyusul kebijaksanaan
Presiden ini maka pada bulan April 1975 Mentri Perindustrian mengeluarkan SK NO.
25/M/SK/4/1975 Mentri Perindustrian membentuk tim penyelesaian proyek pupuk Jawa
Barat dengan Dirjen Industri Kimia sebagai ketua team, yaitu Ir. A. Salmon Mustafa sebagai
pimpinan proyek, dan Ir. Didi Suwardi sebagai pimpinan lapangan. Pemilihan Cikampek
sebagai lokasi proyek pupuk Jawa Barat adalah dengan pertimbangan :
i. Dekat dengan sumber bahan baku gas alam lepas pantai Cilamaya.
ii. Dekat dengan Waduk Jatiluhur sebagai sumber tenaga listrik dan sumber air.
iii. Terdapat jaringan transportasi darat (kereta api dan jalan raya).

27

28

iv. Berada di daerah pemasaran pupuk, karena daerah Karawang dan sekitarnya
adalah daerah pertanian.
Proyek yang dibiayai dari pinjaman kegiatan Iran sebesar us $200 juta dalam bentuk two
step

loan, termasuk biaya gas transmission dari Cilamaya ke Cikampek. Disamping itu

juga dibiayai dari dana rupiah dalam bentuk Penyertaan Modal Pemerintah sebesar Rp.
38.102.970.000,-, sehingga total investasi sebesar Rp. 124.785.537.000,-, dengan debt

to

equity ratio sebesar fifty fifty.
Proyek pabrik pupuk urea ini mulai dibangun pada awal Juli 1976 oleh kontraktor utama
Kellogg Overseas Corperation (KOC) USA untuk unit ammonia dari Toyo Enggenering
Corporation (TEC) Japan untuk unit area dan pembangunan pabrik urea Pupuk Kujang ini
berjalan lancar, sehingga pada tanggal 7 November 1978, 3 bulan lebih cepat dari jadwal,
pabrik sudah mulai berproduksi dengan kapasitas 570.000 ton/tahun. Pada tanggal 12
Desember 1978, Presiden Republik Indonesia Soeharto berkenan untuk meresmikan
pembukaan pabrik dan pada tanggal 1 April 1979 serta PT. Pupuk Kujang mulai dengan
operasi komersial.
3.1.1 Bentuk dan Badan Hukum Perusahaan
Guna mengelola pabrik pupuk urea yang akan dibuat dari proyek pupuk Jawa Barat, perlu
di bentuk sebuah badan hukum (PERSERO). Maka keluarlah peraturan pemerintah RI
No.19 tahun 1975 2 juni 1975 yang mengatur pendirian badan hokum (PERSERO) tersebut.
Untuk memperoleh nama bagi badan hukum (PERSERO) tersebut Mentri Perindustrian
telah meminta pertimbangan Gubernur Jawa Barat Bapak Aang Kunaefi dan mengajukan
nama

nama alternative, yaitu : Pupuk Indonesia, Pupuk Nusantara, Pupuk Jawa Barat,

Pupuk Pajajaran, Pupuk Siliwangi, Pupuk Karawang, Pupuk Cikampek, Pupuk Dawuan.

29

Bapak Aang Kunaefi yang baru menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pada saat itu
menyarankan nama Badan Hukum (PERSERO). Tersebut menggunakan nama

Pupuk

Kujang , dan saran ini diterima baik oleh Mentri perindustrian pada saat itu.
Tanggal 9 Juni 1975 dibentuk PT. Pupuk Kujang (PERSERO) dengan Akte Notaris
Sulaiman Ardjasasmita S. H. No. 19 dan keluar pula surat Keputusan Mentri Keuangan
dengan No. 1372/MK/IV/II/1975 tanggal 28 November 1975 mengangkat Dewan
Komisaris PT. Pupuk Kujang (PERSERO) :
1. Drs. Irzan Tanjung, MA. Dari Departemen Keuangan sebagai Presiden Komisaris.
2. Drs. Syahbudin Arifin dari Departemen Luar Negeri Sebagai Komisaris.
3. Ir. Agil Dahlan dari Departemen Luar Negeri sebagai Komisaris.
Sedangkan SK Mentri Keuangan NO. 616/MK/IV/6/1975 tanggal 5 Juni 1975 dan NO.
147/MKM/77 tanggal 20 Mei 1977 mengangkat :
1. Ir. A. Salmon Mustafa sebagai Presiden Direktur.
2. Ir. Didi Suwardi sebagai Direktur Teknik.
3. Drs. Soekarwadi Kartowardojo sebagai Direktur Finek.
4. Brigjen L. I Anwar sebagai Direktur Umum.

3.1.2 Bidang Pekerjaan Perusahaan
Bahan baku utama dalam proses produksi Urea adalah Gas Alam, Air, dan Udara. Ketiga
bahan baku tersebut diolah menghasilkan Nitrogen (N2), Hidrogen (H2), dan Karbon
Dioksida (CO2). Pabrik ini terdiri dari unit Ammonia dan unit Urea. Ammonia diproduksi
dalam pabrik Ammonia yang merupakan hasil reaksi gas Nitrogen dan Hidrogen.

30

Tahap selanjutnya, Ammonia dan Karbon Dioksida diproses di pabrik urea yang
menghasilkan butiran urea dengan diameter 1

2 mm. Pabrik Ammonia dirancang oleh

Kellogg Overseas Corporation dari Amerika Serikat sedangkan proses pembuatan urea
oleh Toyo Enggineering Corporation dari Jepang.
a. Penyediaan Air Baku
Untuk penyediaan air baku pabrik telah membangun Stasiun Pompa Air, yakni daerah
Parungkadali, Bendung Curug dan di Cikao sebelah hilir Jatiluhur. Untuk mengalami
masalah kekurangan air telah dibuat 8 kolam penampungan air yang bertempat di
sekitar kawasan pabrik. Jumlah air yang dibutuhkan adalah 9000 m3 / jam.
b. Penyediaan Gas Alam
Untuk penyediaan gas ala mini Pertamina mengambil dari tiga tempat sebagai
sumbernya yaitu Offshore : Arco dan L. Parigi di lepas pantai Cilamaya sekitar 70 Km
dari kawasan pabrik dan sumber gas alam di Mundu Kabupaten Indramayu. Dengan
penyediaan gas alam ini telah dipasang pipa bawah tanah sepanjang 114 Km,
sedangkan Stasiun Meterannya dibangun di sekitar kawasan pabrik. Jumlah gas alam
yang diperlukan 60 MMSCF/hari.
c. Industri Peralatan Pabrik
PT. Pupuk Kujang telah mengembangkan industry peralatan pabrik untuk Fabrikasi
peralatan pabrik bagi keperluan industry pupuk dan industri kimia lainnya. Kapasitas
produksi 500/tahun.
d. Unit Produksi
i. Unit Pembangkit Listrik

31

Satu unit Gas Turine generator Kap. 15 Mw. Tiga unit Diesel Standby Generator
Kap. 750 Kw/Unit. Satu Diesel Emergency Kap. 375 Kw.
ii. Unit Penjernihan Air
Menghasilkan berbagai jenis kualitas air untuk keperluan antara lain : Air
pendingin, kapasitas 573 m3/jam. Air minum kapasitas 75 m3/jam. Air pemadam
kebakaran. Air bebas mineral untuk umpan ketel Pembangkit Uap kapasitas 180
Ton/jam.
iii. Unit Pembangkit Uap
Unit ini terdiri dari satu unit Waste Heat Boiler kapasitas 97 Ton/jam. Dua unit
Package Boiler kapasitas 100 Ton/jam/unit.
iv. Unit Ammonia
Unit ini menghasilkan Ammonia dengan kapasitas terpasang 1.000 Ton/hari,
menghasilkan 330.000 ton/tahun, serta menghasilkan Karbon Dioksida dan
Hidrogen.
v. Unit Urea
Ammonia dan Karbon Dioksida yang diperoleh dari unit Ammonia kemudian
diproses di unit urea yang menghasilkan butiran urea dengan kapasitas terpasang
1.725 ton/hari atau 570.000 ton/tahun.
vi. Unit Pengantongan
Urea butiran yang dihasilkan Unit Urea disalurkan ke unit pengantongan melalui
Belt Convenyor. Disini urea butiran dikemas dalam karung plastik dengan berat
masing

masing 50 Kg untuk kemudian dipasarkan.

32

3.2 Sruktur Organisasi Perusahaan
Prinsip organisasi perusahaan PT. Pupuk Kujang adalah sebagai berikut :
1. Susu
sunan organisa
isasi adalah susunan
su
pem
mbagian tuga
gas atau peker
erjaan untukk mencapai tu
tujuan
perusahaan.
2. Untu
tuk mencapai
ai tujuan terse
sebut dan tang
n g g u n g jaw aabb direksi dide
idelegasikan kepada
k
pembbantu
yang terdiri dari unit

unit

a. Tugas pokok organisasi adalah sebagai berikut :
1. Untuk
Un
mencap
capai tujuan perusahaan,
p
, bbaik dalam jangka w akt
ktu penyelesa
esaian pebangu
gunan
pabrik, maupun
maupun dalam jangka waktu lama.
2. Berusaha
Be
men
encapai targe
rget produksi,
si, distribusid
idan rehabilit
litasi sebagaim
aimana ditetap
tapkan
dalam rapat unsur unsur organisasi PT. Pupuk Kujang terdiri atas :
1. Unsur Pimpinan
2. Unsur Pembantu Pimpinan
3. Pelaksanaan Operasional
4. Unsur Penunjang

BIRO TEKNOLOGI INFORMASI

Stru
ktur

STAFF

ADMINISTRASI

Org
anis
asi

BAGIAN OPERASIONAL

BAGIAN BANTUAN TEKNIS

BAGIAN PENGEMBANGAN
SISTEM

Biro
IT

BIDANG PEMELIHARAAN &
OPERASIONAL KOMPUTER

BIDANG DATABASE
ADMINISTRATOR &
JARINGAN

33

Direktur Utama
Unsur pimpinan dalam hal ini adalah Dewan Direksi yang berasa di bawah Direktur
Utama terdiri atas :
a. Direktur Produksi
b. Direktur Teknik dan Pengembangan
c. Direktur Keuangan
d. Direktur Sumber Daya Manusia & Umum
Disamping membawahi keempat direksi tersebut, Direktur Utama juga sebagai
komando langsung terhadap unit

unit kerja (Biro Ketenagakerjaan) yang terdiri

dari :
a. Satuan Pengawasan Intern
b. Sekertaris Perusahaan
c. Kompartemen Produksi
d. Kompartemen Teknik dan Pelayanan Jasa
e. Kompartemen Administrasi Keuangan
f. Kompartemen SDM dan Umum
1. Direktur Produksi
Direktur Produksi adalah salah satu direksi yang berada dibawah komando Direktur
Utama, yang sekaligus menaungi unit
seperti berikut :
a. Biro Pengawasan Proses
b. Biro Inspeksi

unit kerja atau biro

biro ketenaga kerjaan

34

c. Biro Keselamatan dan Lingkungan Hidup
d. Biro Material
e. Divisi produksi 1
f. Divisi Produksi 1

B

g. Divisi Pemeliharaan
2. Direktur Teknik dan Pengembangan
Unit kerja dan pelaksana dibawah komando Direktorat dan Teknik adalah sebaga
berikut :
a. Biro Sistem dan Manajemen
b. Biro Pengadaan
c. Biro Pengembangan
d. Divisi Konstruksi
e. Biro Rancang Bangun
f. Divisi Industri Peralatan Pabrik
g. Divisi Jasa Pelayanan Pabrik
3. Direktur Keuangan
Unit kerja dan pelaksanaan yang bertanggung jawab langsung dibawah komando
direktur teknik dan pengembangan adalah :
a. Biro Pemasaran
b. Kantor Pupuk Kujang Jakarta
c. Biro Anggaran
d. Biro Keuangan
e. Biro Akutansi

35

f. Biro teknologi Informasi
g. Biro Asministrasi Perusahaan
4. Direktur Sumber Daya manusia dan Umum
Unit kerja dan pelaksanaan atau operasi yang bertanggung jawab langsung di
bawah komando direktur sumber daya manusia dan umum, yang terdiri dari :
a. Biro Ketenagakerjaan
b. Biro Pendidikan dan Latihan
c. Biro Umum

BAB IV
ANALISIS JARINGAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

4.1 Jadwal Kerja Praktek
Pelaksanaan kerja praktek di PT. Pupuk Kujang Cikampek dimulai 5 juni 210 sampai
dengan 05 Juli 2010.

4.2 Hasil Analisis Kerja Praktek
Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan dalam proses
mengolah informasi. Baik itu mencari, mengirim dan menerima informasi dalam waktu
yang selektif dan seefisien mungkin tanpa harus ke sumber informasi. Pada mulanya
sistem informasi di PT. PUPUK KUJANG hanay terdapat di unit pengendali pabrik dan
kantor pusat serta beberapa tempat lainnya. Pemakainnya pun terbatas hanya pada
bagian-bagian tertentu saja, namun seiringdengan perkembangan jaman dan teknologi
informasi serta kebutuhan pabrik yang terus meningkat meka komputerisasi di
lingkungan PT. PUPUK KUJANG semakin ditingkatkan dan menjadi kebutuhan utama
dalam mengelola segala bidang yang berkaitan dengan produksi pabrik, sehingga dengan
adanya peningkatan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan sistem tata kerja
pabrik yang lebih berkualitas, aman, cepat dan efisien.

4.2.1 Jaringan LAN PT. PUPUK KUJANG

36

37

Untuk lebih memudahkan dalam pekerjaan maka komputerisasi di PT. PUPUK
KUJANG dihubungkan dengan suatu jaringan lokal atau biasa disebut dengan LAN
(local area network). Jaringan ini menghubungkan semua komputer yang ada
dilingkungan PT. PUPUK KUJANG menjadi satu kesatuan dalam sutu wilayah intern,
sistem operasi jaringan yang dipakai adalah client-server alasan ini disebabkan karena
jaringan di PT. PUPUK KUJANG merupakan jaringan yang mempunyai wilayah
jangkauan cukup besar dengan kebutuhan-kebutuhan besar sehinggga dibutuhkan sistem
distribusi jaringan yang benar-benar kuat, aman, cepat dan tingkat kesalahan yang relatif
kecil. Banyaknya komputer yang akan terhubung menjadi alasan penting dalam
penggunaan client-server di PT. PUPUK

KUJANG ini.

Jaringan komputer di PT. PUPUK KUJANG tidak hanya terhubung dalam wilayah lokal
saja, untuk mencapai tujuan usaha yang lebih baik dengan dunia luar maka PT. PUPUK
KUJANG menghubungkan system jaringan komputernya hingga ke wilayah global
(internet). Jaringan komputer LAN di PT. PUPUK KUJANG terdiri dari beberapa unsur
penting mulai dari hardware dan software sereta komponen pendukung lainnya.
Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut :

4.2.1.1 Server Yang Dimiliki
Karena PT. PUPUK KUJANG merupakan sebuah organisasi yang besar dengan
kebutuhan-kebutuhan besar maka PT. PUPUK KUJANG menyediakan beberapa server
yang terpisah sesuai dengan fungsi-fungsi kebutuhan , server-server yang dimiliki dan
digunakan PT. PUPUK KUJANG diantaranya adalah :

38

1. Main server aplication
Server ini digunakan untuk menjalankan dan menyediakan program aplikasi IFS
yang merupakan media pendistribusian dan penghitungan dalam kegiatan
produksi di PT. PUPUK KUJANG.
2. Replikasi server
server ini merupakan back up keseluruhan dari main server PT. PUPUK
KUJANG.
3. File server
Digunakan untuk memudahkan manajemen data dan pencarian file serta back up
data. Serta sebagai media penyimpanan data di dalam jarigan PT. PUPUK
KUJANG.
4. Web server
Digunakan sebagai host PT. PUPUK KUJANG yang pada aplikasi Web dalam
jaringan internet maupun intranet (LAN) sekaligus untuk menyimpan dan
mengirimkan dokumen HTML (Hyper Text Markup Language).
5. Mail Server
Digunakan sebagai pusat surat elektronik (e-mail) dalam lingkungan jaringan
local (LAN) PT. PUPUK KUJANG maupun jaringan public (internet). Pengguna
server e-mail ini bertujuan untuk memudahkan koordinasi antara bagian dalam
satu jaringan local maupun publik.
Sesuai dengan kegunaannya maka server ini dibagi menjadi dua bagian yaitu mail
internal dan mail external. Mail internal digunakan untuk distribusi e-mail di
dalam jaringan local saja, sedangkan mail external digunakan hingga ke jaringan

39

publik. Penggunanya pun disesuaikan dengan sistem operasi yang dipakai oleh
masing-masing client.
6. Absensi
Server ini digunakan sebagai pencatat data kehadiran per hari para karyawan PT.
PUPUK KUJANG. Karyawan yang masuk dan keluar akan selalu terdata dalam
komputer.
Pencatatan dilakukan oleh semua karyawan setiap akan masuk ataupun keluar
dengan manggunakan kartu identitas yang sudah diberikan oleh perusahaan
dengan cara menggesekan kartu tersebut ke sebuah mesin mirip ATM. Mesin
tersebut akan langusng mendata setiap kartu yang masuk ke dalam komputer dan
mencatatnya sesuai waktu pada saat kartu tersebut digesekan.
7. Eprocment
Digunakan untuk kepentingan pelanggan seperi penjualan produk, penunjang
bahan baku produksi yang berasal dari perusahaan-perusahaan lain, serta untuk
memantau stock barang disetiap gudang yang tersebar di daerah jawa barat dan
sekitarnya.
8. SMS server (Mailing Stock)
Digunakna untuk kepentingan pengecekan suata barang (pupuk) di dalam gudanggudang cabang PT. PUPUK KUJANG diluar daerah dan ditempat lainnya dengan
hanya menggunakan SMS via ponsel. Sehingga seorang karyawan dapat
mengetahui berapa jumlah barang yang tersedia (yang masuk dan keluar)
disebuah gudang penyimpanan ataupun di distributor-distributor langsung dari
ponselnya.

40

Server server tersubut membentuk sebuah jaringan intranet dimana server-server
bertindak sebagai penyedia fasilitas yang dibutuhkan oleh workstation (client)
dalam jaringan PT. PUPUK KUJANG. Pusat server berada di gedung GPA
(Gedung Pusat Administrasi) tepatnya diruang 1.A45 Biro Teknologi informasi
lantai 4
HUB

PPFO

GPA Lantai 5

100MBps
UTP Cat.5

F.O Module

ROUTERS

Server :
1. Main Server
2. WEB Server
3. Mail server
4. File server
5. Eprochment
6. Mobile Server
7. Absensi

PPFO : Patch Panel Fiber Optic

Gedung CR101K

Gedung Pemasaran

PPFO

PPFO
HUB

100 MBps F.O Multimode(outdoor)

Gedung Pengantongan

PPFO
HUB

HUB

HUB
Lantai 2

Gedung Maintenance Office
HUB
PPFO

PPFO

GPA Lantai 4

HUB

HUB

GPA Lantai 3
HUB

GPA Lantai 2

100MBps F.O Multimode (indoor)

MODEM
RADIO

Lantai 1
Lantai 2

Lingkup ini hanya
memakai
kecepatan
10MBps UTP

HUB
Lantai 1

HUB

PPFO
HUB

HUB

HUB

HUB
Gudang

Gudang

Gudang

GPA Lantai 1

Gambar 4.1 Skema Network Jaringan PT.PUPUK KUJANG

Koperasi

41

Koneksi radio
Poin to multi poin
Frekuensi 3,3 GHz

INTERNET

Internet
Bandwidth
64KBps

GPA
Network sisi INDOSATnet

Fiber Optic
Multimode

SERVER

Pusat Server
GPA Lantai 4

Maintenance office

CR101K

Pemasaran

Pengantongan

Koperasi
Network sisi PT. PUPUK KUJANG

Gambar 4.2 Topologi Jaringan PT. PUPUK KUJANG
4.2.1.2 Topologi Jaringan PT. PUPUK KUJANG
Topologi jaringan yang digunakan PT. PUPUK KUJANG adalah topologi
star(bintang), karena setiap komputer client terhubung langsung dengan server
menggunakan Hub, dimana HUB tersebut berfungsi sebagai konsentrator antara server
dan workstation

4.2.2 Perangkat Keras (Hardware)
A. NIC (Network Interface Card)
NIC (network interface card) adalah sebuah kartu jaringan yang digunakan
menghubungkan komputerdengan media tranmisi (kabel). Dalam jaringan pada PT.

42

PUPUK KUJANG umumnya NIC yang digunakan adalah NIC yang terdapat pada
modherboard (onvoard)
B. Hub dan Switch
Untuk penambahan node atau client dalam jaringan maka digunakanlah HUB sebagai
media penghubungnya. Model Hub yang dipakai adalah 3COM dengan tipe-tipe
sebagai berikut :
1. 3COM

4400TX

2. 3COM

3300TX

3. 3COM

3300FX (untuk model fiber optik)

4. 3COM

1100TX

5. 3COM

OC16TP

C. KABEL
UTP (unshielded twisted pair) cat5 untuk sambungan NIC ethernet dan Fiber Optic
untuk fiber channel multi

node

D. MODEM
Modem yang digunakan pada PT. PUPUK KUJANG adalah modem ADSL. Dimana
PT. PUPUK KUJANG mempunyai 2 provider yaitu speddy dan ASTinet.
E. Bridge/ Cisco Router 2081.
Untuk koneksi jaringan agr lebih cepat

4.2.3 Perangkat Lunak (Software)

43

a.

Komputer server
Untuk sistem operasi servernya (network operating system) menggunakan
Windows Server 2000, Microsoft Windows NT server dan Redhat linux V5.1

b.

Komputer client
Sistem operasi yang dipakai oleh komputer-komputer workstation di PT. PUPUK
KUJANG mengambil dari vendor Microsoft, diantaranya adalah Microsoft
Windows NT, Microsoft Windpws 95, Microsoft Windows 98, Microsoft
Windows 2000, Microsoft WindowsXP profesional SP1 dan SP2 dan Microsoft
Windows7.

4.2.4 Pengkabelan Jaringan
PT. PUPUK KUJANG memiliki beberapa server, server-server ini saling
berhubungan dalam satu jaringan dan membentuk sebuah jaringan internet, yaitu jaringan
local yang memiliki lebih dari satu server sebagai penyedia layanan untuk clientnya.
Penggunaan server dalam jumlah lebih dari satu ini dimaksudkan agar server tidak terlalu
banyak beban dalam menjalankan sistem untuk clientnya, karena PT. PUPUK KUJANG
merupakan perusaan besar dengan beban pekerjaan besar, sehingga dengan adanya
server-server tersebut akan sangat membantu dalam pekerjaan terutama yang
berhubungan langsung dengan jaringan dan komputer.
Jalur-jalur fiber optic yang masuk ke gedung kemudian dihubungkan ke HUB untuk
kemudian diteruskan ke masing-masing komputer workstation di dalam gedung.
Penggunaan kabel fiber optic ini tidak hanya untuk penyambungan jarak jauh dan luar

44

(outdoor space) saja, ada juga yang menggunakan fiber optic walau jaraknya dekat
sekalipun dan berada didalam gedung (indoor), seperti pada penyambungan gedung
GPA, HUB di tiap lantai dihubunkan dengan menggunakan fiber optic, hal ini dimaksud
agar kinerja jaringan di tempat tersebut lebih cepat dan aman karena gedung GPA
merupakan gedung pusat dengan beban pekerjaan yang lebih banyak menggunakan
jaringan dibandingkan dengan yang lainnya, dengan rata-rata pemakaian jaringan hampir
90% tiap harinya.

Gambar 4.3 Blok Diagram Jaringan PT. PUPUK KUJANG
Kabel-kabel fiber optic tersebut kemudian dihubungkan ke HUB utama ditiap gedung
(menggunakan converter FO), kemudian dihubungkan ke tipa-tiap komputer client (biro)
dengan menggunakan kabel UTP, variasi kecepatan kabel UTP berkisar antara 10 Mbps
sampai 100Mbps.

45

Penyambungan antara HUB ke HUB di beberapa gedung yang letaknya cukup jauh
menggunakan kabel fiber optic, sedangkan untuk penghubungan jarak dekat serta serta
penghubungan dari HUB ke komputer client menggunakan kabel UTP. Namun ada
beberapa diantaranya yang tetap memakai kabel UTP untuk penyambungan dari HUB ke
HUB tapi dengan syarat kabel tidak boleh lebih dari 100 meter, hal ini dikarenakan pada
efektivitas dan kinerja UTP yang hanya dapat bekerja dengan baik pada jarak maksimal
100 meter.
Beberapa biro yang terdapat di ke 6 gedung tersebut dan sudah terintegrasi dengan
jaringan diantaranya sebagai berikut :
1. Biro Akuntansi
2. Biro Anggaran
3. BAPP (Biro Administrasi Perusahaahn Patungan )
4. Biro Pendidikan dan Latihan (Diklat)
5. Humas
6. Biro Inspeksi Safety
7. Divisi IPP (industri pelayanan pabrik)
8. Divisi JPP (jasa pelayanan pabrik)
9. Biro keuangan
10. KKP
KLH (bagian keselamatan lingkungan hidup)
11. Divisi keuangan IB
12. Divisi kujang 2000/1A

46

13. Biro material
14. Divisi pemasaran
15. Divisi pemeliharaan
16. Biro pengawasan proses
17. Biro pengadaan
18. Biro pengembangan
19. Personalia
20. Kompartemen produksi
21. Sekretaris perusahaan
22. Sisman (Sistem Managemen)
23. Siudin01 (sistem upah digital nusantara)
24. SPI (satuan pengawas intern)
25. Biro teknologi informasi
26. Biro Hukum dan Tata usaha
Satu divisi dapat mewakili beberapa biro, begitu pula dalam beberapa biro dapat
mewakili beberapa staf biro bawahannya dalam suatu kompartemen sehingga dalam
suatu biro terdapat beberapa komputer client yang terhubung. Namun tidak semua biro
dapat mewakili bawahannya, ada beberapa diantaranya yang tidak memiliki bawahan
dan hanya ada satu hubungan (satu komputer) saja dalam satu jaringannya.

47

8

3

25

14

2

15

4
1

18

FO

17
6

5

2
1

1

10

= Fiber

Optic

= Jalan
19

20

21

Gambar 4.4 gambar network jaringan PT.PUPUK KUJANG
Semua biro saling berhubungan dan bersama-sama menggunakan jaringan seperti :
mengirim dan menerima pesan lewat e-mail, menggunakan aplikasi-aplikasi yang tersedia
dalam jaringan, copy data dari dan ke komputer lain. Download data dan aplikasi dari
komputer lain, bersama-sama dapat menggunakan printer dan perangkat lainnya dalam
jaringan, dll berikut ini adalah tempat biro di PT. PUPUK KUJANG :
1.a. Gedung GPA Lt1
Sekretaris pemasaran
Biro komunikasi
Biro Keuangan
Kantor Bersama
Ruang Tunggu Vendor dan Tamu
Ruang Kabag Perlengkapan Asisten PKC
Ruang Kabag Pengadaan
Staf KKAK
Ruang Payrol

48

Gambar 4.5 network cable gedung GPA lt1
2.a. Gedung GPA lt 2
Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan
Kepala Kompartemen SDM dan Umum
Biro Anggaran
Divisi Pemasaran
Biro Akuntansi
Biro Ketanaga Kerjaan
Staf Personalia

Gambar 4.6 network cable gedung GPA lt2
3.a. Gedung GPA Lt.3
Direksi
Ruang rapat Lt.3

49

Gambar 4.7 network cable gedung GPA lt.3
4.a. Gedung GPA Lt.4
Kepala Kopartemen Teknik dan Pelayanan Jasa
Biro Teknolgi Informasi
Biro Pengadaan
Biro Administrasi Perusahaan Patungan
Ruang rapat Lt.4

Gambar 4.8 network cable gedung GPA lt.4

5.a. Gedung GPA Lt.5
Satuan Pengawasan Intern
Biro Pengawasan Financial
Biro Pengawasan Operasional

50

Biro Hukum dan Tata usaha

Gambar 4.9 network cable gedung GPA lt.5
6.a. Gedung MO Lt 1
Laboraturium
PPM
Perbengkelan
Staf Direktur Produksi
Inspeksi Teknik
IIP
Gudang (Adm)
Gudang (Kabag)
Gudang (Recieving)
Gudang (bulk material)

51

Gambar 4.10 network cable gedung MO lt.1
7.a. Gedung MO Lt.2
General Enginering
Biro Pengadaan Proses
Staf KKP
Staf Direktur Tekbang
Kepala Divisi Pemeliharaan
Kepala Kompartemen Produksi
Kepala IPP
Biro Rancang Bangun
Biro Material
Gambar
4.11
network
cable

52

gedung MO lt.2
8.a. Gedung pemasaran
Administrasi pemasaran
Kepala Bagian Rencana dan Evaluasi Pemasaran
Kepala Bagian Sarana dan Distribusi
Kepala Divisi Pemasaran

Gambar 4.12 network cable gedung pemasran

9.a. Gedung Pengantongan
Ruang Kabag Pemeliharaan Lapangan
Ruang Proses Enginering
Kepala Divisi Produksi
Kepala NH3 (Amonia)
Kabag Urea

53

Gambar 4.13 Network Cable Gedung Prngantongan
10.a.

Gedung KPK (Koperasi Pupuk Kujang)

Staf koperasi

Gambar 4.14 Network Cable Gedung KPK

4.2.5 Pemakaian Jaringan Komputer
Pada awal di saat jaringan komputer PT. PUPUK KUJANG dibangun
pemakaiaannya hanay terfokus pada sistem aplikasi IFS dan e-mail saja. Sistem aplikasi
IFS dibangun unuk mengatasi masalah-masalah produksi mulai dari pendataan bahan

54

baku sampai hasil produksi yang diperoleh meliputi keuntungan dan kerugian dari hasil
produksi di perusahaan, serta digunakan untuk sistem managemen keuangan perusahaan.
Sedangkan pemakaian e-mail sebagai fasilitas komunika

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

85 2179 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 560 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 484 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 313 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 433 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 690 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 598 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 386 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 567 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 686 23