PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PAKAIAN JADI (Study Kasus di UD Hardi, Ternate)

PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS
PRODUK PAKAIAN JADI (Study Kasus di UD Hardi, Ternate)
Oleh: Ahmad M. Iqbal ( 02540007 )
Industrial Engineering
Dibuat: 2009-10-05 , dengan 8 file(s).

Keywords: Kualitas, Defect, Six Sigma DMAIC, Kapabilitas
Kualitas merupakan jaminan yang harus diberikan dan dipenuhi oleh perusahaan untuk para
konsumen termasuk kualitas dari suatu produk. Oleh karena itu diperlukan perbaikan dan
peningkatan kualitas secara terus menerus dari perusahaan sesuai kebutuhan konsumen.
Permasalahan yang terjadi di UD. Hardi ini adalah tingginya tingkat kecacatan (Defect) produk
pakaian jadi meskipun perusahaan sudah menerapkan pengendalian yang terkendali. Dari hasil
pengamatan, pada proses produksinya ditemukan adanya ketidakstabilan proses mengakitbatkan
terjadinya cacat pada produk jadi (kaos oblong) berupa Cacat Deck, Cacat Obrasan, Cacat Kotor,
Cacat Neci dan Cacat Lubang.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengidentifikasikan cacat (defect) yang terdapat pada
produk pakaian jadi, factor- factor penyebabnya, mengukur kemampuan proses (kapabilitas) dan
memberikan usulan untuk memperbaiki kualitas produk dengan menggunakan metode Six Sigma
DMAIC, yaitu suatu metode yang berfokus pada cacat, menstabilkan kemampuan proses,
mendefenisikan, pengukur, menganalisa, memperbaiki dan mengendalikan proses.
Hasil penelitian menunjukan dalam proses produksi kaos oblong tingkat Kapabilitas Six Sigma
kecacatan proses selama bulan Mei 2008 sampai dengan Agustus cacat deck (35,60%), cacat
obrasan (24,77%), cacat kotor (17,34%), cacat neci (12,69%) dan cacat lubang (9,59%) dengan
kapabilitas perusahaan mencapai level 4,0130 sigma. Sedangkan proses yang mempunyai
kecacatan (defect) terbesar adalah Cacat Deck dengan nilai RPN tertinggi yaitu 192. Artinya
masih banyak terdapat kecacatan dalam produk, untuk itu perlu diadakan perbaikan proses
sehingga didapati peningkatan kualitas dalam level sigmanya.

Quality is represent guarantee which must be given and full filled by company to consumer.
Therefore, continuously improvement of quality from company is needed according to consumer
requirement.
The problem in UD. Hardi is height level storey defect. Though company have applied quality
control. From result of researching in production process founded the existence of instability
process that make deck defect, obrasan defect, dirty defect, neci defect and hole defect.
The large of this research is to identification defect that found on ready made clothes product,
cause factor measuring process of capability and give improvement suggestion, repairing the
quality of product by using six sigma DMAIC method. That is a method which focusing at defect
stabilizing capability process define, measure, analyze and improve the process of production.

Result of research show level of capability process during may – august 2008 are deck defect
(35,60%), obrasan (24,77%), dirty defect (17,34%), neci defect (12,69%), hole defect (9,59%)
with capability of process is 4,0130 sigma. Process with highest defect is deck defect with
highest RPN value 192. Its meaning still many defect in product then require to be performed
quality improvement

Dokumen yang terkait

Dokumen baru