Usulan Penerapan Metode Six Sigma dan Kaizen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1.

Sejarah Perusahan
Sesuai dengan program pemerintah untuk meningkatkan devisa yang besar

dari produk nonmigas, didirikanlah PT. Suryamas Lestari Prima yang
menggunakan bahan baku kayu yang memang cukup tersedia di Indonesia. Selain
ketersediaan bahan baku, pendirian perusahaan ini juga dilandasi oleh peluang
bisnis yang cerah pada masa yang akan dating yang dapat memberikan
kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat sehingga dapat membantu
pemerintah dalam pembangunan PT. Suryamas Lestari Prima ini didirikan secara
bersama Yayasan Kemusuk Yogyakarta dengan perusahaan yang dikelola
keluarga besar di Jalan Malaka, Medan. Sebelum mendirikan perusahaan, yayasan
dengan perusahaan terlebih dahulu mengadakan studi perbandingan untuk pulau
Jawa, dan Sumatera, dimana pada kedua pulau ini telah berdiri beberapa
perusahaan pengelola kayu. Studi perbandingan yang dilakukan ini bertujuan
untuk mengetahui luasnya pemasaran hasil produksi yang mendapatkan informasi
mengenai penyediaan bahan baku.
Dari hasil studi perbandingan ini dapat diketahui bahwa masa depan
perusahaan sangat positif. Maka atas kerjasama tersebut pada tanggal 10 Agustus
1988 mereka memutuskan untuk membentuk suatu perusahaan industri dengan
nama PT. Suryamas Lestari Prima yang menghasilkan produk Solid door (daun
pintu) dan Moulding. Pada tahun 1988 bangunan tahap pertama selesai. Dengan

Universitas Sumatera Utara

adanya surat izin usaha No. 472/DJHI/IUT-6/NON PMDN/1989 dari Departemen
Perindustrian, maka perusahaan dapat berporduksi akhir 1989. Produksi perdana
adalah moulding, sedangkan solid door baru diproduksi pada januari 1990. Ekspor
perdana moulding sejumlah 142,25 m3 ke Singapura pada Februari 1990,
sedangkan ekspor perdana solid door dilakukan pada bulan Maret 1990. Sekarang
PT. Suryamas Lestari Prima juga telah memproduksi frame door (kosen pintu).
Perusahaan ini mengekspor produknya ke berbagai negara seperti
Australia, Amerika, TImur Tengah, Eropa, Thailand, Korea, Jepang, dan lain-lain.
Australia merupakan negara tujuan ekspor dan yang paling banyak memesan
produk (sekitara 80%) dari PT. Suryamas Lestari Prima.
PT. Suryamas Lestari Prima ini tepatnya berkedudukan di Jalan Malaka
no. 40, Medan, dan lokasi aktivitas produksi adalah di Jalan Batang Kuis Km 5,5
Desa Dalu XA no.18 Tanjung Morawa, Sumut. Pabrik ini didirikan di atas tanah
yang luasnya 31.015,55 m2 dengan luas bangunan 12.031,55 m2. Penempatan
pabrik di lokasi tersebut didasarkan pertimbangan sebagai berikut :
1. Bahan bakunya cukup tersedia dan dapat diangkut ke lokasi pabrik.
2. Pemilik umumnya berdomisili di Medan.
3. Tenaga kerja yang dibutuhkan berdomisili tidak jauh dari lokasi pabrik.

2.2.

Bahan Baku, Bahan Tambahan, dan Bahan Penolong
Dalam sistem produksi, kualitas produk sangat tergantung pada bahan

baku, bahan tambahan dan bahan penolong selain dari faktor-faktor lainnya.

Universitas Sumatera Utara

2.2.1. Bahan Baku
Seperti dikatakan di atas PT. Suryamas Lestari Prima merupakan pabrik
pengolahan kayu untuk dijadikan daun pintu dan moulding. Daun pintu yang
diproduksi ada 2 tipe yakni tipe solid dan engineer (veneer) sedangkan model dan
ukurannya sesuai dengan permintaan atau yang telah tersedia di perusahaan.
Moulding adalah komponen-komponen mebel yang tidak dirakit yang dapat
berupa lat, bingkai, dan lain-lain. Kegunaan moulding ini antara lain adalah untuk
lantai kapal, dinding atau bangku kapal, tiang untuk kebun anggur dan lain-lain.
Bahan baku yang digunakan untuk produk daun pintu maupun moulding
adalah kayu gelondongan dan kayu ½ jadi atau kayu belahan berupa broti atau
papan. Kayu belahan ini berukuran panjang 16 feet (4,8 meter) untuk setiap kayu,
dimana lebar serta tebalnya bervariasi, seperti: 9”x 1”, 9”x 1,5”, 9”x 2”, 12”x 2”,
3”x 2”, atau 5”x 2”. Jenis kayu untuk daun pintu biasanya digunakan kayu
meranti sedangkan untuk moulding umumnya adalah damar laut. Jenis kayu lain
juga dipakai apabila meranti dan damar laut tidak mencukupi permintaan, seperti
kayu merbau atau kayu sebarang lainnya.
Kayu-kayu tersebut di atas berasal dari Aceh, Riau, Sumut bahkan ada
yang dari Kalimantan. Pemasok kayu-kayu ini adalah perusahaan penyuplai kayu
yang menawarkan secara langsung ke PT. Suryamas Lestari Prima atau menerima
pesanan terlebih dahulu dari PT. Suryamas Lestari Prima.

Universitas Sumatera Utara

2.2.2. Bahan Tambahan
Bahan Tambahan yang dipergunakan antara lain:
a. Silikon
Silikon digunakan pada penyambungan panel dengan komponen-komponen
yang lainnya. Fungsi silikon ini adalah sebagai bantalan sehingga walaupun
panel tersebut mengalami pemuaian, produk tidak akan mengalami
perenggangan.
b. Lem Syntheco
Lem ini digunakan sebagai bahan pelekat antara komponen-komponen
produk, terutama untuk penyambungan rail, mullion dan style dengan
menggunakan dowel. Lem syntheco ini terdiri dari beberapa jenis yang
disesuaikan dengan kondisi pemakaiannya.
c. Tepung Dempul
Tepung dempul ini bewarna kuning yang digunakan untuk menutupi
sambungan dari kayu supaya produk yang terbentuk kelihatannya tidak
bersambung. Tepung dempul ini dapat dibeli di took-toko besi. Untuk
pemakaiannya tepung dempul biasanya dicampur dengan air sebelum
digunkan.
d. Kertas Ampelas
Kertas ini dipergunkan untuk menghaluskan permukaan kayu dari produk
yang dihasilkan dengan tujuan supaya mutu produk lebih baik.

Universitas Sumatera Utara

2.2.3. Bahan Penolong
Bahan penolong pada proses pembuatan solid pada umumnya dibutuhkan
pada proses finishing dan proses pengepakan, yang antara lain:
a. Label
Label digunakan untuk menunjukkan spesifikasi dari produk yang akan
dikirim.
b. Karton Pengaman Siku
Karton ini digunakan untuk melindungi produk dari goresan pada sisi daun
pintu saat pengiriman.
c. Kawat Baja
Bahan ini digunakan untuk mengikat bundelan solid door yang telah
dibungkus plastik.
d. Plastik.
Digunakan untuk membungkus solid door yang telah selesai dirakit atau
dicat.

2.3.

Uraian Proses Produksi
Model-model daun pintu yang diproduksi PT. Suryamas Lestari Prima

sangat beragam dan terus bertambah karena disesuaikan dengan permintaan.
Model pintu yang paling banyak dipesan adalah model Colonial, Acacia, dan
SLP001. Proses produksi untuk moulding tanpa dirakit telah siap dijual. Namun
mesin dibagian pemotongan dan pembuatan profil berbeda untuk moulding dan
daun pintu karena bentuk dan profil keduanya berbeda.

Universitas Sumatera Utara

Untuk menggambarkan uraian proses produksi daun pintu ini, disini
diambil contoh model colonial 8P yang dianggap dapat memberikan gambaran
proses produksi model lainnya.
Gambar pintu beserta perincian komponen-komponennya adalah sebagai
berikut:

TR

P1

M1

P1

MR 1

P2

M2

P2

CR

ST

P3

P3

ST

MR 2

P4

M3

P4

BR

Gambar 2.1. Solid Door Jenis Colonila 8P

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.1. Perincian Komponen Daun Pintu Model Colonial 8P
Ukuran 36 x 930 x 2135 mm
Nama Komponen

Jumlah

Tebal (mm)

Lebar (mm)

Panjang (mm)

ST (Style)

2

37

114

2135

TR (Top Rail)

1

37

114

720

CR (Center Rail)

1

37

114

720

MR (middle Rail)

2

37

140

720

BR (Bottom Rail)

1

37

180

720

M1 (Mullion 1)

1

37

114

260,5

M2 (Mullion 2)

1

37

114

578,5

M3 (Mullion 3)

1

37

114

803,5

P1 (Panel 1)

2

20

309

300

P2 (Panel 2)

2

20

309

300

P3 (Panel 3)

2

20

309

300

P4 (Panel 4)

2

20

309

300

Keterangan untuk setiap komponen-komponen daun pintu tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Style adalah bingkai yang paling luar dari sebuah pintu sebelah kiri dan
kanan. Pada sebuah pintu terdapat dua buah style yang masing-masing
beralur dan sudah dibor pada kedua ujungnya sebagai pasak yang
disebut dowel.

Universitas Sumatera Utara

2. Rail (pen) adalah balok beralur yang dipasang pada bagian atas,
tengah, dan bawah dari sebuah daun pintu. Komponen ini berfungsi
untuk menghubungkan panel-panel pintu. Pada sebuah pintu model
colonial terdapat 3 jenis rail.
3. Mullion adalah balok beralur pada kedua sisinya yang berfungsi
sebagai penyangga rail dengan menghubungkan panel kiri dengan
kanan. Pada sebuah daun pintu model colonial terdapat 3 buah mullion
dengan panjang yang berbeda sesuai dengan panjang panelnya.
4. Panel adalah lembaran kayu berbentuk segi empat yang telah diberi
profil bentuk sudut. Pada sebuah pintu ini terdapat 3 pasang panel
yang berbeda ukurannya.
Seperti dijelaskan sebelumnya tipe daun pintu yang diproduksi di PT.
Sutyamas Lestari Prima ada 2 yakni solid dan veneer. Untuk pemanfaatan bahan
baku yang lebih efisien perusahaan ini membuat daun pintu tipe veneer.
Komponen panel tipe veneer dapat dibuat dari kayu-kayu yang cacat dan kayukayu kecil sisa pemotongan yang masih dapat dilem, dimampatkan, dan dilapis
dengan lembaran kayu yang gradenya bagus sehingga menyerupai komponen
yang solid. Uraian produksi untuk daun pintu model colonial dengan bahan baku
kayu gelondongan dapat dilihat dari block diagram pada gambar 2.2.

Universitas Sumatera Utara

PENGGERGAJIAN

PENGERINGAN

PENGETAMAN
DAN
PEMOTONGAN

PENGELEMAN

PENGEBORAN

PEMBUATAN
PROFIL

PERAKITAN

FINISHING

PENGEPAKAN

Gambar 2.2. Blok Diagram Pembuatan Daun Pintu Solid

1. Penggergajian
Penggegajian adalah proses pengubahan atau konversi kayu gelondongan
menjadi papan, lat atau menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dari sebelumnya.
Di PT. Suryamas Lestari Prima kayu gelondongan yang diperoleh dari pemasok

Universitas Sumatera Utara

biasanya terlalu panjang untuk setiap digergaji (sekitar 20-25 feet). Kayu ini
dipotong atau dikurangi panjangnya menjadi 8,10,11 feet.
Kayu gelondongan yang telah diperpendek tersebut kemudian digergaji
dengan mesin gergaji (saw mill). Cara penggergajian kayu disesuaikan dengan
keadaan kayu sehingga tidak banyak kayu yang tersisa/terbuang. Jadi di saw mill
juga telah dilakukan pemilihan grade untuk melihat keadaan kayu seperti : mata
kayu, lobang jarum atau cacat yang disebut dengan kantong damar. Dengan
melihat keadaan kayu, mutunya dapat diketahui sehingga dapat dilakukan cara
penggergajian yang benar (tidak merusak mutu kayu dan tidak banyak kayu yang
tersisa).
Cara penggergajian awal adalah dengan memotong sisi luar kayu
gelondongan sehingga berbentuk balok yang disebut dengan kayu balok. Balok
kayu ini kemudian di gergaji menjadi papan atau broti. Bagian sisi luar yang
disebut dengan bangkang dapat digergaji sedemikian rupa sehingga dapat
dimanfaatkan untuk proses selanjutnya. Sisa-sisa kayu yang tidak dapat digunakan
lagi, dipakai sebagai bahan bakar untuk tungku pengeringan (Kiln Drier).
Mesin yang digunakan adalah saw mill dan cross cut. Hasil penggergajian
dari mesin ini disebut dengan sawn timber. Sawn timber ini kemudian diangkut ke
bagian pengeringan dengan menggunakan forklift.

Universitas Sumatera Utara

2. Pengeringan
Dalam pengolahan kayu proses pengeringan sangat penting dilakukan
untuk :
1. Memperkecil kadar air pada kayu menjadi 11-20%
2. Mencegah serangan jamur dan serangga-serangga penggerek kayu.
3. Menaikkan kekuatan kayu dan agar kayu lebih mudah dikerjakan
untuk proses berikutnya.
PT. Suryamas Lestari Prima melakukan dua jenis pengeringan yaitu
pengeringan secara alami di lapangan dan pengeringan dalam tungku-tungku
pengeringan. Pengeringan alami memang lambat dan tergantung udara sekitar
yang dipanaskan oleh matahari juga sirkulasi udara di sekeliling dan di sel-sel
susunan kayu. Namun pengeringan di lapangan ini sangat perlu karena selain
murah biayanya, penguapan air yang terjadi tidak terlalu cepat sehingga
penyusutan yang tiba-tiba dan tidak merata tidak terjadi. Pengringan di lapangan
dilakukan selama ± 3 hari. Kayu-kayu gergajian dari saw mill atau yang langsung
dari pemasok disusun sesuai dengan gradenya dan antara kayu dipasang stik agar
sirkulasi udara baik. Jadi pekerjaan di lapangan ini selain melakukan bongkar
muat kayu dari truk-truk juga memilih grade dan kemudian menyusunnya.
Apabila mutu kayu sudah ada yang tidak sesuai atau rusak yang disebut dengan
mutu afkir (lokal) maka kayu tersebut disusun tersendiri untuk menunggu
pelelangan atau penjualan langsung dengan menegosiasikan harganya. Setelah 3
hari kayu kemudian diangkut ke KD dengan forklift untuk pengeringan lebih
lanjut.

Universitas Sumatera Utara

Di KD yang jumlahnya 9 buah kamar dengan ukuran tiap kamar ± 80 m3.
Proses pengeringan di KD berguna untuk mengurangi kadar air sampai 12%
dimana hasil pengeringan dari lapangan kadar airnya masih sekitar 30%, bahkan
ada yang masih 50%. Jumlah air yang dihasilkan pada pengeringan KD
disesuaikan dengan permintaan. Semakin lama kayu dalam KD maka kadar air
semakin menurun, namun pengeringan biasanya dilakukan ± 20 hari. Untuk
mengukurkadar air digunakan alat ukur jenis tokok atau letak. Alat ukur jenis
tokok bentuknya seperti jarum suntik yang dimasukkan ke dalam kayu sehingga
kadar air dapat diketahui. Sedangkan alat ukur jenis letak, cara pemakaiannya
hanya dengan meletakkan alat tersebut di atas kayu dan kadar air langsung dapat
diketahui. Hasil pengeringan di KD kemudian diangkut ke bagian pengetaman
dan pemotongan dengan menggunakan forklift. Selain mengurangi kadar air, di
KD juga dilakukan pemberian anti rayap.

3. Proses Pembuatan Komponen Solid Door
Untuk produk solid door, meskipun terdapat berbagai tipe namun proses
produksinya adalah sama. Hanya saja mungkin pada beberapa tipe produk ada
bagian yang bentuknya tidak lurus (lengkung), yang harus dibentuk dengan suatu
mesin potong khusus, yaitu mesin Band Saw. Ukuran panjang, lebar dan tinggi
daun pintu rata-rata 2134 mm, 114 mm, dan 41 mm.
Proses pembuatan komponen solid door ini meliputi :
1. Pembuatan panel.
2. Pembuatan stile, rail, dan mulion

Universitas Sumatera Utara

3. Pembuatan rail lengkung.

a. Pembuatan Panel
-

Pengetaman awal (Mesin Blanking Planner)
Pengetaman yang dimaksud disini adalah pengetaman kasar, dengan
menggunakan mesin blanking planner, untuk menghilangkan permukaan
yang kotor dan kasar, karena sisi pengetaman hanya satu, maka satu
batang kayu harus dimasukkan dua kali ke dalam blanking planner.

-

Pemotongan kasar (Mesin Under Cutter)
Kayu dipotong dengan toleransi tertentu (tidak dalam ukuran sebenarnya),
untuk mendapatkan panjang yang diinginkan.

-

Pengetaman sisi samping kayu dengan menggunakan alat ketam khusus
yang disebut Srface Planner.

-

Pengeleman (Mesin Clamping Press)
Potongan kayu yang telah dipotong lalu diberi perekat (lem) disisinya,
kemudian direkatkan serta di press satu dengan yang lain dalam mesin
Clamping Press. Biasanya untuk pembuatan panel ini disatukan tiga buah
kayu.

-

Pembelahan (Mesin Rip Saw)
Setelah proses di Clamping Press, kayu telah berbentuk lembaran yang
kemudian diangkut ke mesin Rip Saw untuk dibelah. Pembelahan yang
dimaksud di sini adalah untuk mengurangi ketebalan kayu, sekaligus
meratakan permukaan kayu yang akan dibentuk menjadi panel.

Universitas Sumatera Utara

-

Pemotongan bersih (Mesin Table Saw)
Pemotongan yang dimaksud di sini adalah pemotongan dalam ukuran yang
sebenarnya, sesuai dengan standard yang telah ditentukan.

-

Penghalusan permukaan (Mesin Thicknesser)
Setelah dipotong dengan mesin table saw, kayu lalu diketam kembali
sesuai dengan tebal yang diinginkan di mesin thicknesser. Proses
pengetaman inin bertujuan untuk lebih menghaluskan permukaan panel.

-

Pembentukan Profil (Mesin Single Shapper)
Setelah melalui proses pengetaman, pemotongan maka bahan tersebut
sudah berbentuk komponen dengan ukuran-ukuran yang sesuai dengan
ketentuan. Pada bagian pembuatan profil ini panel yang sudah terbentuk
dibentuk profil sisi panjang dan sisi pendeknya dengan menggunakan
meisn single sharper.

-

Penghalusan sisi (Mesin Panel Sander)
Keempat sisi panel yang dibentuk lalu dihaluskan kembali, sebagai
sentuhan penghalusan akhir sebelum assembly untuk dirakit menjadi solid
door.

b. Pembuatan Stile, Rail, dan Mullion
Pembuatan ketiga jenis komponen ini hampir sama. Prosesnya adalah :
-

Pengetaman keempat (Mesin Moulder)

Universitas Sumatera Utara

Kayu persegi yang telah dikeringkan lalu diketam keempat sisinya dengan
menggunakan mesin khusus yaitu moulder. Pada proses ini, bahan juga
diketam sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
-

Pemotongan sesuai ukuran (Mesin Radial Arm Saw)
Untuk mendapatkan ukuran panjang yang diinginkan (sesuai dengan
ukuran sebenarnya), kayu yang telah halus dipotong di mesin radial arm
saw. Dari mesin ini, stile diangkut ke mesin bor, sedangkan rail dan
mullion dibawa ke mesin double end.

-

Pembentukan profil pada kedua ujung rail dan mullion (Mesin Double
End)
Proses ini dimaksudkan untuk membuat suatu profil pada kedua ujung rail
dan mullion, sebagai pengikat pada saat perakitan. Setelah proses ini, rail
dan mullion diangkut ke mesin bor, untuk diberi lubang.

-

Pemberian lubang (mesin bor)
Bagian yang akan dilubangi adalah bagian yang dimasukkan dowel (palu
kayu), pada saat perakitan. Bagian ini antara lain : stile (pada sisi tempat
melekatnya ujung rail) mesin yang digunakan mesin six head borer, rail
yaitu pada kedua ujung dan tengahnya, tempat melekatnya stile dan
mullion, mesin yang digunakan yaitu untuk kedua ujungnya mesin double
head borer, dan untuk bagian tengahnya mesin Chelsea Borer, mullion
yaitu pada kedua ujungnya tempat melekatnya rail, mesin yang digunakan
yaitu mesin double head borer.

-

Pembentukan profil sisi panjang (Mesin Single Shapper)

Universitas Sumatera Utara

Profil yang akan dibentuk di sini adalah profil negative, yaitu dengan
menoreh bagian tengah sisi panjangnya, sebagai tempat melekatnya sisi
panel. Pada stile, top, rail, dan bottom rail yang diperoleh adalah bagian
sisi dalamnya. Sedangkan pada mullion, rail yang berada di tengah, yang
ditoreh adalah kedua sisi panjangnya.

c. Rail Lengkung
Khusus untuk pembentukan rail dengan model melengkung (tidak lurus),
maka prosesnya harus melalui pengeleman terlebih dahulu, baru dipotong dengan
mesin band saw, untuk membentuk lengkung yang diinginkan. Setelah itu
dihaluskan kembali dan diberi profil di mesin single sharper.

4. Perakitan
Pada proses assembling (perakitan) ini dimulai dengan perakitan dowel
pada style dan rail bagian bawah dan dilanjutkan dengan komponen lain, berurut
sampai ke bagian atas. Setelah dirakit kemudian daun pintu di press dengan mesin
door press table. Selain perakitan dengan dowel ada juga perakitan dengan
mortise namun di PT. Suryamas Lestari Prima lebih banyak menggunakan
perakitan dengan dowel.

5. Proses Finishing
Pada prose finishing dilakukan penyisipan atau revisi, pembersihan/
penghalusan dengan menggunakan kertas pasir dan hand sanders. Selanjutnya

Universitas Sumatera Utara

adalah pembersihan debu dengan air gun dan pembersihan label sekaligus karton
pengaman siku dan terakhir pemberian plastik dan pemanasan plastik sebagai
pembungkus daun pintu. Dan hasil dari bagian finishing ini kemudian dibawa ke
bagian pengepakan.

6. Pengepakan
Proses pengepakan dimulai dengan proses pengetatan plastic dengan
menggunakan mesin hot wrapping dan kemudian sebanyak 58 pintu dibundel
untuk pesanan dan grade yang sama dengan menggunakan kawat baja. Setelah itu
bundelan tersebut dibawa ke dalam container yang telah disediakan untuk dibawa
ke Pelabuhan Belawan dan Kemudian diangkut ke negara-negara yang
memesannya.

2.4.

Mesin dan Peralatan
PT. Suryamas Lestari Prima menggunakan susunan mesin dan peralatan

tipe process layout, dimana mesin dan peralatan yang digunakan disusun
berdasarkan pengelompokan proses atau pekerjaan yang sama dalam suatu daerah
kerja (departemen). Jadi semua mesin yang digunakan misalnya untuk proses
blangking dan pemotongan diletakkan dan disusun dalam satu departemen yaitu
blanking dan pemotongan.
Perawatan pada mesin dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

1. Perbaikan Langsung
Hal ini dilakukan bila terdapat kerusakan pada saat produksi. Disini pihak
maintenance dari bengkel pabrik langsung memperbaiki mesin tersebut supaya
proses produksi dapat berjalan kembali.
2. Pemeliharaan terencana
Pemeliharaan ini meliputi :
-

Pemeriksaan, yaitu pemeriksaan terhadap peralatan produksi yang
dilakukan satu kali dalam seminggu, jika ditemui kerusakan maka
langsung diperbaiki.

-

Pemeliharaan, yaitu membersihkan mesin-mesin setelah selesai beroperasi
dari kotoran-kotoran seperti serbuk-serbuk kayu.

-

Pelumasan, yaitu member pelumas pada mesin berdasarkan jadwal
pelumasan, cara-cara pelumasan dan jenis minyak pelumas yang sudah
ditentukan menurut petunjuk-petunjuk dari mesin dengan tujuan untuk
memelihara komponen-komponen mesin dan mempelancar kerja mesin.

-

Pemberian minyak solar sebagai pelican supaya bahan baku yang akan
diproses dapat masuk ke mesin dengan lancar. Minyak solar juga
berfungsi sebagai zat pelindung mesin dari peristiwa perkaratan karena
bahan baku yang masih basah ataupun lembab dapat menimbulkan
perkaratan terhadap mesin.

-

Penjadwalan penggantian suku cadang mesin. Hal ini dilakukan untuk
mencegah terjadinya kerusakan yang diakibatkan habisnya masa pakai

Universitas Sumatera Utara

suku cadang suatu mesin, karena kerusakan komponen yang satu akan
mempengaruhi komponen yang lain.

2.5.

Organisasi dan Manajemen
Dalam suatu perusahaan, organisasi dan manajemen mempunyai peranan

yang sangat penting dalam mencapai target yang sudah disepakati bersama.

2.5.1.

Struktur Organisasi
Dengan adanya organisasi setiap tugas dan kegiatan dapat didistribusikan

secara teratur, efisien, dan efektif sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat
dicapai. Dalam hal ini pengorganisasian dari bagian yang berbeda-beda
diperlukan struktur organisasi yang dapat mempersatukan sumber daya dengan
cara teratur. Struktur organisasi merupakan gambaran skematis tentang hubunganhubungan dan kerjasama diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi
maupun orang-orang yang berada dalam organisasi untuk mencapai tujuan.
Dengan struktur organisasi tersebut juga diharapkan dapat diarahkan orang-orang
yang berada dalam organisasi tersebut juga diharapkan dapat diarahkan orangorang yang berada dalam organisasi tersebut kepada keaadaan sedemikian rupa
sehingga mereka dengan baik melaksanakan aktivitas yang mendukung tercapaina
sasaran perusahaan disamping melaksanakan aktivitas masing-masing.
Struktur organisasi PT. Suryamas Lestari Prima berbentuk fungsional, hal
ini dapat dilihat dari pengelompokan orang-orang yang mempunyai keahlian dan
pengalaman yang sama pada suatu kelompok tertentu. Seperti orang-orang yang

Universitas Sumatera Utara

berpengalaman dibagian produksi akan dikelompokkan dalam bagian produksi,
orang yang berpengalaman dalam bidang keuangan akan dikelompokkan dalam
bagian keuangan. Struktur Organisasi PT. Suryamas Lestari prima dapat dilihat
pada gambar 2.3.

Universitas Sumatera Utara

KOMISARIS

DIREKTUR UTAMA

DIREKTUR PEMBELIAN

DIREKTUR KEUANGAN

DIREKTUR PRODUKSI

DIREKTUR MARKETING

DIREKTUR UMUM DAN
PERSONALIA

Quality

Kabag
Bahan Baku

Kabag
Material

Kabag
Lapangan

Kabag
Akuntansi

Kabag
F. Control

Kabag
Sawmill

Marketing Dokumentasi

Kabag
MIS

Kabag
PPC

Kabag
Produksi

Kabag
Utilitas

Kabag
Gudang

Transpotasi

Umum

Personalia

Pengend. Biaya
dan ADM

Gambar 2.3. Struktur Organisasi PT. Suryamas Lestari Prima

II-20
Universitas Sumatera Utara

2.5.2.

Pembagian Tugas, Wewenang, dan Tanggungjawab
Tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari berbagai jabatan yang

terdapat dalam struktur organisasi dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Komisaris
-

Bertugas melakukan pengawasan terhadap segala kebijaksanaan dan
tindakan dari setiap direktur.

-

Mempunyai wewenang untuk menentukan garis kebijaksanaan umum dari
program kerja perusahaan.

2. Direktur Utama
-

Bertugas mengawasi kebijaksanaan dan tindakan setiap direksi yang
dibawahinya dan menjalin hubungan kerja yang baik.

-

Melaksanakan kontrak-kontrak dengan pihak lur.

-

Mempunyai wewenang dalam merencanakan, mengarahkan, menganalisa,
dan mengevaluasi serta menilai kegiatan-kegiatan yang berlangsung pada
perusahaan.

-

Bertanggungjawab atas keberhasilan perusahaan.

3. Direktur Umum dan Personalia
-

Bertugas mengkoordinir dan mengawasi tugas-tugas yang didelegasikan
kepada tiap bagian departemen umum.

-

Memimpin dan mengawasi semua karyawan yang ada di perusahaan.

-

Mengatur hal-hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan.

-

Mengatur hal-hal yang berhubungan dengan transportasi perusahaan.

-

Universitas Sumatera Utara

V-48

4. Kepala Bagian Personalia
-

Mengatur hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan karyawan.

-

Mengadakan

pengangkatan

dan

pemberhentian

karyawan

dan

menyelesaikan konflik antar sesame karyawan atau antara bawahan
dengan atasan.
-

Membantu pimpinan dalam promosi dan mutasi karyawan.

-

Melaporkan

keadaan

personalia

perusahaan

dan

kemudian

mempertanggungjawabkan kepada Direktur Umum.
-

Membuat laporan jumlah karyawan ke Departemen Tenaga Kerja.

-

Mencatat lowongan kerja serta menetapkan syarat bagi karyawan baru.

-

Mencetak daftar absensi yang ditunjukkan dalam time recordered card
untuk menentukan jumlah jam kerja biasa dan jam kerja lembur serta
mencatatnya dalam daftar gaji.

5. Kepala Bagian Umum
-

Bertugas dalam hubungan kemasyarakatan.

-

Melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan keamanan dan
kebersihan

-

Melakukan hal-hal yang berhubungan dengan keamanan dan kebersihan.

-

Melakukan hal-hal yang berhubungan dengan instansi terkait.

-

Melakukan hal-hal yang berhubungan dengan izin-izin perusahaan.

6. Kepala Bagian Transportasi
-

Melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan transportasi seperti
pemakaian transportasi.

Universitas Sumatera Utara

V-49

7. Direktur Produksi
-

Bertugas mengawasi semua kegiatan yang berlangsung di pabrik baik
kegiatan produksi, pengendalian maupun gudang.

-

Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan produksi untuk mengetahui
kekurangan dan penyimpangan sehingga dapat dilakukan perbaikan.

-

Mempunyai wewenang untuk mengkoordinir dan mengarahkan setiap
bagian bawahannya serta menentukan pembagian tugas bagi setiap
bawahannya.

-

Merekrut, memberhentikan serta menenmpatkan karyawan sesuai dengan
bakat dan kemauannya berdasarkan tingkat keterampilan dan pengalaman
karyawan.

-

Bertanggungjawab atas segala hal yang berhubungan dengan produksi,
pemenuhan kebutuhan langganan dalam hal waktu dan mutu produk.

-

Berwenang memberikan saran-saran kepada direktur utama untuk
peningkatan produksi.

8. Kepala Bagian Sawmill
-

Mengawasi serta mengevaluasi pelaksanaan serta hasil kerja dibagian
sawmill.

-

Mengatur dan mengawasi bahan baku yang masuk dari bagian material.

-

Mengkoordinir tugas-tugas yang terdapat di lapangan di seksi Sawmill.

Universitas Sumatera Utara

V-50

9. Kepala Bagian Lapangan
-

Mengawasi pelaksanaan tugas pada bagian KD.

-

Mengangkut bahan baku untuk dikeringkan di ruang KD sehingga kadar
airnya sudah memenuhi standard (moisturize containing = 12%)

-

Memberikan hasil pengeringan pada bagian produksi.

-

Memberikan laporan stock lapangan

-

Melakukan grading kayu yang masuk dan menganalisa hasilnya.

-

Melakukan penyusunan bahan dan perawatan lokasi.

10. Kepala Bagian Produksi
-

Mengawasi semua jalannya proses yang berhubungan dengan kegiatan
produksi.

11. Kepala Bagian PPC
-

Melakukan Penjadwalan

-

Membuat laporan produksi dan analisa kebutuhan bahan.

-

Melakukan pemeriksaan terhadap persediaan bahan baku, bahan setengah
jadi, dan produksi.

-

Melakukan pemesanan terhadap bahan penolong dan tambahan serta
bahan untuk sawmill.

-

Membuat proyeksi biaya produksi.

12. Kepala Bagian Utilitas
-

Bertanggungjawab terhadap sarana kantor dan sarana pabrik.

Universitas Sumatera Utara

V-51

13. Kepala Bagian Gedung
-

Menyeleksi jumlah orderan sesuai dengan jumlah yang ada pada surat
perintah produksi.

-

Membuat bundelan daun pintu agar muat di container.

14. Quality Control (QC)
-

Memeriksa proses pengerjaan daun pintu.

-

Memeriksa proses mutu (grade) setiap pintu dan bahan baku.

15. Pengendalian Biaya dan Administrasi
-

Melakukan analisa biaya, rendemen, dan administrasi produksi

16. Direktur Pembelian
-

Mencari calon penjual material yang diperlukan apabila kabag menyatakan
untuk membeli suatu material tertentu.

-

Melakukan analisa harga.

-

Melakukan negosiasi harga material

17. Kepala Bagian Material
-

Memeriksa persediaan material sehingga apabila diperlukan selalu tersedia
dan apabila reorder level tercapai maka segera dilaporkan kepada kabag
material.

-

Mencatat jumlah persediaan material yang masuk dan yang keluar.

18. Kepala bagian Material
-

Bertanggungjawab atas kebutuhan material (bahan-bahan keperluan dalam
proses produksi)

-

Membuat surat izin untuk pemasukan bahan baku.

Universitas Sumatera Utara

V-52

19. Direktur Keuangan
-

Bertugas merencanakan annual budget (anggaran tahunan) dan penyaluran
dan (Cash Flow Forecasting).

-

Mempunyai wewenang dalam mengawasi penggunaan dana, barang dan
peralatan pada masing-masing departemen dalam perusahaan.

-

Bertanggungjawab atas semua hal yang berhubungan dengan administrasi
dan keuangan perusahaan.

20. Kepala Bagian Akuntansi
-

Bertugas membantu direktur keuangan dalam hal kegiatan administrasi
dan keuangan.

-

Mengkoordinir seksi pembukuan dan kasir.

21. Kepala Bagian F. Controller
-

Bertugas mengenai asuransi, bank, pajak, bapeksta dan aliran uang
perusahaan.

-

Mengontrol pembayaran.

22. Kepala bagian MIS
-

Menetapkan budget tahunan, laporan manajemen.

-

Pengawasan budget.

-

Memahami system perusahaan dan melakukan monitoring terhadapnya.

23. Direktur Marketing
-

Bertugas untuk melakukan analisis padar, meneliti persaingan dan
kemungkinan perubahan permintaan dan pengaturan distribusi produksi.

Universitas Sumatera Utara

V-53

-

Mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan tingkat persaingan sehingga
dapat ditentukan rencana volume penjualan.

-

Menentukan kebijaksanaan dan strategi pemasaran perusahaan yang
mencakup jenis produk yang akan dipasarkan, pendistribusian dan
promosi.

-

Bertanggungjawab atas segala yang berhubungan dengan pemasaran
produk dalam perusahan sampai kepada konsumen.

24. Kepala Bidang Marketing.
-

Melakukan korespondensi dengan konsumen.

-

Negosiasi harga dan menangani masalah kontrak.

25. Kepala Bagian Dokumentasi
-

Mempersiapkan dokumen untuk negosiasi, beacukai, letter or credit,
stuffing, dan lain lain.

-

Mempersiapkan dokumen pelayaran dan lain-lain.

2.5.3. Tenaga Kerja dan Jam Kerja
Jumlah tenaga kerja PT. Suryamas Lestari Prima pada akhir tahun 2000
sebanyak 865 orang yang berupa tenaga kerja tetap dan karyawan lepas. Tenaga
kerja tetap terdiri dari staf dan operator. Sedangkan karyawan lepas ini digunakan
pada waktu penyelesaian suatu proyek sesuai dengan kontrak. Jika proyek sudah
selesai maka ia tidak lagi bekerja dengan perusahaan itu kecuali ada kontrak baru.

Universitas Sumatera Utara

V-54

Jam kerja di PT. Suryamas Lestari Prima mulai hari senin sampai hari
Jumat adalah 8 jam kerja sedangkan sabtu 6 jam kerja, dan untuk satuan
keamanan atau satpam yaitu 12 jam sehari.
`

Penjadwalan jam kerja untuk tenaga kerja setiap hari adalah sebagai

berikut :
1. Karyawan kantor (Tenaga Kerja Tidak Langsung)
Karyawan kantor ini mulai bekerja pukul 09.00 sampai pukul 17.00 WIB.
Waktu istirahat pukul 12.00 – 13.00, kecualli pada hari Jumat istirahat pukul
12.00 – 13.30.
2. Karyawan Bagian Produksi bekerja
Shift I :

Shift II :

Kerja

: 08.00 – 12.00

Istirahat

: 12.00 – 13.00

Kerja

:13.00 – 16.00

Kerja

: 16.00 – 20.00

Istirahat

: 20.00 – 21.00

Kerja

: 21.00 – 24.00

Kerja antara pukul 24.00 – 08.00 atau pada hari libur adalah merupakan
kerja lembur. Dalam hal ini perusahaan cenderung menambah jumlah tenaga kerja
borongan.

2.5.4.

Sistem Pengupahan, Fasilitas dan Jaminan Karyawan
Sistem pengupahan di PT. Suryamas Lestari Prima diatur berdasarkan

status karyawan, yakni karyawan harian, bulanan, dan borongan. Karyawan harian

Universitas Sumatera Utara

V-55

adalah sebagian dari tenaga kerja langsung sedangkan karyawan bulanan adalah
tenaga kerja tidak langsung dan tenaga kerja langsung yang berprestasi baik
(memepunyai keahlian khusus) serta supervisor. Tenaga kerja borongan adalah
tenaga kerja langsung pada bagian sawmill, sebagian pada bagian packing dan
sebagian pada bagian laminating.
Pengupahan pada perusahaan terdiri atas :
1. Upah pokok
2. Tunjangan jabatan
3. Tunjangan transport, makanm premi dan lain-lain.
Penempatan upah pada dasarnya ditetapkan berdasarkan jabatan, keahlian,
kecakapan, prestasi, kerja, dan sebagian dari karyawan yang bersangkutan. Pajak
atas upah menjadi tanggungjawab karyawan masing-masing. Bagi karyawan yang
melakukan kerja lembur dan mendapatkan tambahan yang dihitung berdasarkan
tarif lembur (TUL).
Disamping upah pokok yang diterima karyawan, perusahaan memberikan
jaminan social dan tunjangan kepada karyawan. Adapun tunjangan yang diberikan
antara lain :
a.

Tunjangan Hari Raya dan Tahun Baru
Bagi karyawan yang sudah bekerja di perisahaan selama 12 bulan atau lebih
besarnya minimal sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan. Adapun
pembayaran yang dilakukan selambat-lambatnya 2 minggu sebelum hari raya
masing-masing tiba.

b.

Biaya pengobatan yang bersifat insidential.

Universitas Sumatera Utara

V-56

c.

Pertanggung kecelakaan kerja.

d.

Tunjangan kemalangan, dan lain-lain
Apabila karyawan sakit dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan

dokter, maka upahnya akan dibayar. Bila sakit dalam jangka waktu yang lama
yang dapat dibuktikan dengan surat dokter yang ditentukan oleh perusahaan,
maka upahnya dibayar sesuai dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Tiga bulan pertama dibayar sebesar 100%
2. Tiga bulan kedua dibayar 75%
3. Tiga bulan ketiga dibayar sebesar 50%
4. Tiga bulan keempat dibayar sebesar 25%
Dan apabila setelah lewat 12 bulan ternyata karyawan yang bersangkutan
belum mampu untuk bekerja kembali, maka perusahaan dapat memutuskan
hubungan kerja dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur UU No. 12/1964.
Usaha-usaha lain yang dilakukan PT. Suryamas Lestari Prima untuk
meningkatkan kesejahteraan karyawannya seperti : Jaminan Sosial Tenaga Kerja
(JAMSOSTEK) dan cuti.

Universitas Sumatera Utara

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3877 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1031 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 925 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 774 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1215 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 805 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1086 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1320 23