RESENSI NOVEL tahap klimak

RESENSI NOVEL “I For You”
Karya Orizuka
Judul: I For You
Penulis: Orizuka
Tebal: 380 halaman
Tahun terbit: 2012
Penerbit: Gagas Media



Sinopsis
Benjamin Andrews dan Princessa Setiawan adalah sepasang sahabat dekat yang sering
disebut pasangan ideal karena mereka berdua sama-sama sempurna. Mereka berasal dari
latar belakang keluarga yang kaya serta masing-masing memiliki wajah yang cantik dan
tampan. Mereka selalu bersama-sama bagaikan seorang putri dan pangeran. Benji dan Cessa
bersekolah di SMA Pelita Kita. Semenjak masuk sekolah ini, mereka berdua dinobatkan
menjadi pasangan fenomenal dimana seluruh siswa mengetahui bahwa mereka berdua
sangat mustahil untuk dapat dijangkau. Dimana ada Cessa maka disitu ada Benji, begitupun
sebaliknya.
Pada suatu saat Cessa bertemu dengan Surya, seorang siswa pintar penerima beasiswa
sekolah yang berasal dari keluarga miskin. Cessa tidak menyukainya karena Surya adalah
orang miskin. Memang terlihat sombong, namun sebenarnya ada alasan lain mengapa Cessa
membenci orang miskin, dan itu karena masa lalunya. Begitupun dengan Surya, ia sangat
membenci Cessa karena Cessa adalah orang kaya. Antara Surya dan Cessa masing-masing
memiliki karakter yang bertolak belakang sehingga mereka terkadang saling berargumen.
Seiring berjalannya waktu, Cessa menjadi dekat dengan Surya. Hal ini karena Cessa dan
Surya sering dipasangkan menjadi teman belajar. Surya adalah murid pintar sedangkan Cessa
adalah murid dengan ranking terbawah. Oleh karena itu, Surya harus membantu Cessa
meningkatkan rankingnya dengan selalu mengajarinya pelajaran sekolah. Perlahan-lahan,
Cessa mulai menyukai Surya yang selalu mengajarinya dan memberikan berbagai
pengetahuan hingga membuat gadis itu terkagum-kagum. Selain itu, Cessa jatuh cinta pada

Surya ketika Surya melindunginya dari lemparan bola basket. Benji semakin khawatir
terhadap kondisi Cessa karena harus selalu dekat dengan Surya. Hal ini karena Benji tahu
bahwa Surya adalah seseorang yang bersikap dingin. Namun, karena Cessa memohon pada
Benji maka akhirnya Benji terpaksa mengizinkan Cessa dekat dengan Surya. Kini Benji dan
Cessa tidak lagi terlihat sering bersama. Benji pun bertemu dengan Bulan yang merupakan
adik Surya. Berbeda dengan Cessa, Bulan adalah gadis yang mandiri dan berprestasi di
bidang olahraga panah. Dan hal itulah yang membuat Benji menyukai Bulan, karena Bulan
adalah gadis yang dewasa dan tidak manja.
Masing-masing dari mereka kemudian menjalani hubungan berpacaran. Cessa dengan
Surya juga Benji dengan Bulan. Selama menjalani hubungan, Surya dan Cessa seringkali
mendapatkan berbagai masalah. Surya adalah kekasih Cessa namun Cessa tidak pernah
memilih Surya ketika membutuhkan bantuan. Cessa selalu meminta bantuan Benji dan hal
inilah yang membuat Surya cemburu, marah, yang akhirnya memutuskan hubungan dengan
Cessa. Sebenarnya, bukan karena Cessa tidak mau meminta bantuan pada Surya, melainka
hanya Benjilah yang dapat membantu Cessa. Ada hal yang disembunyikan Cessa selama 17
tahun hidupnya, Cessa tak mau memberitahu Surya karena Cessa takut menjadi beban dan
pengganggu bagi Surya dalam mewujudkan cita-citanya. Sama seperti halnya Cessa dengan
Surya, hubungan antara Benji dan Bulanpun harus kandas karena waktu Benji yang ada
hanya untuk Cessa. Terlalu rumit memang. Setelah masing-masing dari mereka putus, Cessa
menjadi sering jatuh sakit sementara Surya mendapati nilai-nilai akademiknya turun hingga
harus kehilangan beasiswa. Di sekolah, Cessa dijauhi oleh teman-teman karena mereka kesal
dengan sifat ketuanputrian Cessa. Hingga Cessa meminta Benji agar mereka berdua
memutuskan untuk keuar dari sekolah. Sebagai ucapan perpisahan, Cessa pun meminta
pada Surya untuk pergi kencan bersama. Tentu saja, kencan pertama dan terakhir kalinya.
Setelah satu bulan sejak Cessa keluar dari sekolah, Cessa kemudian pergi berkencan
dengan Surya. Namun, ketika mereka sedang berkencan Cessa tersandung batu dan terjatuh
hingga dahinya membentur bangku beton. Cessa mengalami pendarahan dan dibawa ke
rumah sakit. Benang kusut yang ada di benak Surya kini mulai terurai. Terungkap alasan
mengapa Cessa harus selalu bersama dengan Benji. Rupanya Cessa mengidap penyakit von
Willebrand Disease dan rumitnya golongan darah Cessa adalah AB rhesus negatif. Benjilah
yang menjadi pendonor untuk Cessa. Sudah dua minggu berlalu Cessa terbaring koma di
rumah sakit. Ketika ia terbangun, Cessa mengalami amnesia hingga ketika ia kembali
mengingat semuanya ia memutuskan untuk meneruskan studi ke Amerika.
Waktu pun berlalu, kini Cessa melanjutkan sekolahnya di fakultas fashion Parsons the
New School for Design. Sementara itu, Surya berkesempatan sekolah di Columbia University
setelah setahun mengikuti program pertukaran pelajar. Di sebuah taman di Manhattan,
Amerika Serikat Surya pun bertemu dengan Cessa yang sedang duduk membuat sketsa
pakaian. Penantian dan kerja kerasnya selama ini berbuah manis. Bagi Surya, Cessa adalah
satu dari sejuta dan bagi Cessa, Surya adalah pangeran untuknya.




Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik novel “I For You” merupakan sebuah cerita yang bukan berasal dari
latar belakang pengarang. Pada novel ini terkandung nilai sosial, yaitu hubungan antara
teman.
Unsur Intrinsik
A. Tema

Tema yang diangkat dalam cerita ini adalah kisah cinta murid SMA.
B. Tokoh
 Protagonis : Cessa, Surya
 Antagonis : Bulan, Benji
 Tritagonis
: Herman, Dirga, Sasha, Friska
 Figuran
: Abdul, Kelly, Omar, Rose, Samir, Syahrul, Dahlia, Pak Ale,
Tety, Kendra, Pak Tarjo, Profesor Jenkins, Reid
D. Alur
Alur yang ada dalam novel ini adalah alur maju, karena cerita dalam novel ini
menceritakan tentang perjalanan kisah cinta pertama antara Cessa dengan Surya sejak
mereka SMA hingga melanjutkan studi ke Amerika Serikat.
Tahapan Alur :
1) Pengenalan Cerita
Beberapa anak yang berjalan di koridor menatap mereka dengan kagum. Cessa dan Benji
merupakan pasangan fenomenal di sekolah ini. Cessa adalah anak seorang direktur
perusahaan tekstil ternama yang memiliki beberapa cabang di luar negeri. Darah Prancis
yang mengaliri tubuhnya membuat ia seperti boneka: matanya hazel, rambutnya cokelat
tubuhnya tinggi dan langsing, kulitnya pun putih mulus walaupun tampak pucat. Sementara
itu, Benji adalah anak pemilik perusahaan kelapa sawit sahabat ayah Cessa. Ayahnya yang
berkebangsaan Amerika membuatnya memiliki fitur mirip dengan Cessa, hanya saja matanya
hitam, mengikuti mata ibunya yang orang Jawa asli.
2) Cerita mulai bergerak
Cessa kemudian bertemu dengan Surya, siswa pintar namun berasal dari keluarga miskin.
Keduanya memiliki sifat yang saling bertolak belakang. Cessa membenci Surya karena miskin
dan Suryapun membenci Cessa karena kaya. Mereka sering beradu argumen hingga suatu
saat mereka disatukan dalam kelompok belajar. Seiring berjalannya waktu, karena mereka
menjadi sering bersama, Cessa pun jatuh hati pada Surya begitupun dengan Surya yang
ternyata menyadari perasaannya pada Cessa. Namun, semuanya tampak mustahil karena
perbedaan status sosial diantara mereka dan adanya Benji yang harus selalu di samping
Cessa.
3) Muncul permasalahan (Konflik)
Cessa dan Surya memulai hubungan mereka, tanpa harus mempermasalahkan status
sosial. Pada mulanya, semua berjalan romantis dan indah hingga semuanya harus kandas
karena kecemburuan Surya terhadap hubungan ‘tak masuk akal’ antara Cessa dan Benji.
Cessa tak pernah meminta bantuan pada Surya melainkan selalu menyebutkan nama Benji.
Surya kehilangan kepercayaan terhadap Cessa dan memutuskan hubungannya. Bukannya
menjadi lebih baik, Surya pun juga menyalahkan Cessa atas turunnya nilai-nilai akademik
dan hangusnya beasiswa yang ditujukan pada Surya.
4) Klimaks (Puncak Cerita)
Sebagai ucapan perpisahan, Cessa mengajak Surya untuk berkencan. Bagi mereka berdua,
ini adalah kencan pertama dan terakhir kalinya. Setelah selesai kencan dan hendak pulang,
Cessa tersandung batu dan jatuh membentur bangku beton. Kepalanya terluka dan

mengalami pendarahan. Surya berusaha menolong Cessa dengan membawanya ke rumah
sakit. Cessa harus menjalani operasi dan tepat saat itu benang kusut dalam otak Surya mulai
terurai. Terungkap alasan dibalik hubungan ‘tak masuk akal’ antara Benji dengan Cessa.
Ternyata Cessa mengidap penyakit langka bernama von Willebrand Disease dan bergolongan
darah AB rhesus negatif. Bagi Cessa, Benji adalah donor panggilan untuknya karena Benji
memiliki golongan darah yang sama dengan Cessa. Setelah bangun dari koma, Cessa
mengalami amnesia yang membuat hati Surya semakin hancur. Dan ketika Cessa mengingat
semua kenangannya bersama Surya, ia memutuskan untuk tetap berpura-pura amnesia agar
Surya dapat melupakan Cessa dan fokus pada cita-citanya.
5) Akhir Cerita
Setelah tiga tahun berlalu, kini Cessa dan Surya sama-sama menempuh pendidikan di
Amerika Serikat. Selama itu pula, mereka saling menahan rindu dan tidak pernah bertemu
lagi. Mereka sama-sama bekerja keras untuk menggapai cita-cita dan impian mereka. Hingga
suatu hari di taman di Manhattan, takdir mempertemukan lagi Cessa dengan Surya. Ketika
itu kebahagiaan menyelimuti keduanya. Kini, Surya akan selalu ada untuk Cessa kapanpun
gadis itu membutuhkannya. Karena bagi Surya, Cessa adalah satu dari sejuta dan bagi Cessa,
Surya adalah pangeran pelindungnya.
E. Latar
No.
1.

Latar Waktu
Pagi Hari

2.

Siang Hari

3.

Malam hari

4.

Petang

5.

Sore hari

No.
1.

Latar Suasana
Senyap

2.

Riuh

3.

Heboh

4.

Hening

Bukti Pendukung
Cessa mencium pipi kanan Dirga, lalu segera duduk di depan
Benji.
“Pagi,
Ben.”
”Pagi,” balas Benji, senang melihat Cessa memulai hari
dengan ceria.
Terik matahari menyengat kulitnya hingga kepalanya terasa
sedikit pening. Benji pasti akan memarahinya.
Bulan melirik Benji yang sudah mulai fokus pada jalanan di
kompleks Senayan yang mulai gelap dan padat.
Awan mulai mengeluarkan semburat jingga, membuat Cessa
merasa waktunya sebentar lagi habis.
Langit sore ini tampak cerah. Hujan tidak akan turun dalam
waktu dekat.
Bukti Pendukung
Suasana kelas yang tadinya riuh rendah khas situasi awal
masuk sekolah, segera senyap saat Cessa melangkah lebih
jauh ke dalam kelas.
Riuh penuh kecemasan terus menggema, rupanya anak-anak
sama sekali tidak merasa perkataan Herman menenangkan.
Kehebohan itu biasanya hanya berlangsung satu-dua menit.,
tetapi kali ini, sudah hampir lima menit anak-anak masih
terus berbisik seru.
Selama beberapa saat, keheningan yang canggung
menyeruak di ruangan berukuran tiga kali tiga itu. Semuanya
menatap Benji tak mengerti, kecuali Cessa yang hanya

5.

Menegangkan

6.

Mengejutkan

7.

Menyedihkan

8.

Mengharukan

No.
1.

Latar Tempat
SMA Pelita Kita

2.
3.
4.
5.

6.
7.
8.

9.

tertunduk.
Walaupun awam, Surya tahu pembedahan adalah hal gila
untuk penderita kelainan darah seperti Cessa. Ia bisa
kehilangan darah lebih banyak lagi karena luka yang terbuka.
Dan ini kepala yang sedang dipertaruhkan, dimana di
dalamnya terdapat otak, pusat dari sistem syaraf.
“Cessa, mereka....teman sekelas kita.” Benji tersadar dari
kekagetannya. “Kamu nggak ingat?”
“Teman sekelas?” Cessa kembali menatap Surya, lalu
menelengkan kepala. “Memangnya kita pernah sekolah?”
Semalam, saat Cessa mendadak demam tinggi, Cessa
bermimpi. Sebagian demi sebagian, ingatannya tentang Surya
kembali. Dan saat Cessa akhirnya terjaga di tengah malam
dengan sebagian kenangan itu, Cessa memutuskan.
Ia akan membiarkan Surya menyangka ia lupa.
Cessa menundukkan kepala, masih tak memercayai Surya
yang ada disini, di sampingnya. Setelah bertahun-tahun
merindu, akhirnya mereka bertemu juga.

Bukti Pendukung
Sebuah Audi A6 putih mengilap berbelok anggun di pelataran
parkir SMA Pelita Kita dan berhenti tepat di samping pos
satpam.
Kelas XII IPA 2
Tak berapa lama, Cessa dan Benji sampai di kelas baru
mereka, XII IPA 2. Benji membuka pintu kelas dan
membiarkan Cessa masuk terlebih dahulu.
Ruang Makan
Benji mengangguk, lalu mengambil tempat duduk di samping
Dirga. Benji selalu suka sarapan bersama keluarga Setiawan
karena keluarganya sendiri jarang berkumpul.
Lapangan basket
Semuanya asyik mengobrol di tengah lapangan basket sambil
menunggu guru, kecuali Cessa dan Benji.
Ruang Tamu
Bulan berlari ke ruang tamu untuk menatap Surya tak
percaya, meninggalkan tempe yang tengah digorengnya.
Mulutnya separuh terbuka. Informasi yang barusan kakaknya
sampaikan begitu mengejutkan hingga hampir tak bisa
dipercaya oleh akalnya.
Kamar Cessa
Benji menatap langit-langit kamar Cessa yang berkelip indah,
lalu melirik ke arah ranjang. Anak perempuan itu sudah
tertidur lelap.
Perpustakaan
“Ini perpustakaan, tempat orang baca buku” sindir Surya,
membuat Cessa menoleh. “Lo nggak baca buku?”
Rumah Surya dan Untuk pertama kalinya, Benji menyadari, bahwa saat ini ia
Bulan
sedang berada di dalam rumah sederhana milik Surya dan
Bulan, duduk di atas sofa yang kulitnya sudah mulai
mengelupas.
Lapangan
Setelah memberi air mineral, ia melangkahkan kaki menuju
belakang sekolah
lapangan belakang sekolah yang tak pernah diinjaknya lagi

10.

Kantin sekolah

11.

Kompleks Ancol

12.

Rumah Sakit

13.

Bryant Park,
Manhattan,
Amerika Serikat

semenjak ospek hampir tiga tahun lalu.
Sambil tersenyum lelah, Surya mengangguk dan
memasukkan roti terakhir ke dalam keranjang. Surya
mengangkatnya, lalu membawanya menuju kantin yang
masih sepi.
Mobil berbelok ke dalam kompleks Ancol. Tak berapa lama,
mereka sampai di area parkir pantai Marina Ancol.
Surya hanya bisa menatap nanar saat Cessa ditandu menuju
ranjang dorong di depan gedung unit gawat darurat sebuah
rumah sakit di barat Jakarta.
Kaki Surya membawanya ke arah Bryant Park, area terbuka
publik yang berada di antara 5th dan 6th Avenue. Surya
disambut oleh sebuah air mancur yang menari-nari indah.

Dokumen yang terkait

Dokumen baru