SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PERBAIKAN R

SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN PERBAIKAN RUANG KERJA ESELON I LT. 2
GEDUNG TOWER DEPARTEMEN LUAR NEGERI RI

Pasal 1
Syarat Umum
1.1.

Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan persiapan ini meliputi penyediaan tenaga kerja,bahan-bahan, peralatan
dan alat-alat Bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat
dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.

1.2.

Peraturan-Peraturan Yang Dipakai :
1. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia : NI-5.
2. Petunjuk-petunjuk dan peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan
Pengawas.
3. Pekerjaan-pekerjaan Keramik harus sesuai dengan peraturan ASTM, NI-19,
PUBI 1982 Pasal 31 dan SII-0023-81.
4. Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai dengan persyaratan dalam NI-5
(PPKI tahun 1961), PUBI 82 pasal 37 dan memenuhi persyaratan pada PUBI
1982 pasal 54 dan NI-4.
5. Pengendalian seluruh pekerjaan Cat, harus memenuhi ketentuan-ketentuan
dari Pabrik yang bersangkutan dan memenuhi persyaratan pada PUBI 1982
pasal 54 dan NI-4.
6. Bahan cat yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan
dalam PUBI 1982 pasal 533, BS NI.3900 : 1970/1971, AS. K-41. Serta
mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
Pasal 2
Pekerjaan Persiapan

2.1.

Pemberitahuan.
Sebelum memulai pekerjaan pembongkaran, pelaksana pekerjaan harus
memberitahukan kepada pemberi tugas dan tembusan kepada pemilik bangunan
beserta konsultan pengawas guna pemeriksaan awal dan izin pelaksanaan
pekerjaan.

2.2.

Pemeriksaan tempat kerja.
Pelaksanaan pembongkaran sebelumnya harus yakin akan kesiapan dan segala
akibat yang mungkin dapat timbul dalam proses pelaksanaan pekerjaan
pembongkaran, persetujuan izin mulai pelaksanaan pekerjaan setelah
pemeriksaan kondisi lokasi bersama-sama dengan konsultan pengawas dan
pelaksanaan pekerjaan. Perizinan menjadi tanggung jawab dari Kontraktor.
1

2.3.

2.4.

Pengamanan/pemutusan jalur-jalur instalasi.
Amankan jalur-jalur air, air conditioning (AC) atau instalasi lain yang dapat
menutup jalur dengan izin konsultan pengawas, pemilik bangunan dan pihak-pihak
lain yang berkepentingan.
Pengamanan Barang-barang kantor/peralatan lainnya dalam tempat kerja.
Pelaksanaan pekerjaan wajib mengamankan / melindungi peralatan kantor yang
ada di dalam ruang dari kerusakan atau cacat lainnya, akibat pekerjaan
pembongkaran. Jika hal tersebut diatas terjadi, maka segala perbaikan /
penggantian menjadi tanggung jawab
pelaksana pekerjaan.
Karena sifat bangunan yang dilindungi, maka dalam melakukan pemasangan
batas-batas perlindungan sementara maupun pemasangan scaffolding atau tangga
untuk melakukan pekerjaan konstruksi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Scaffolding atau bekisting harus sedapat mungkin tidak boleh dipakukan ke
dinding/keramik.
Pasal 3
Pekerjaan Pembongkaran

3.1.

Pemutusan jalur-jalur instalasi.
Amankan jalur-jalur instalasi air, listrik,dan instalasi lain di lapangan sebelum
pekerjaan pembongkaran dimulai. Cara memutus aliran dan menutup jalur dengan
izin Konsultan Pengawas, Penguasa setempat dan pihak-pihak lain yang
berkepentingan.

3.2.

Pengamanan Peralatan.
Pelaksanaan pekerjaan wajib mengamankan/melindungi peralatan kantor yang
ada di dalam ruang dari kerusakan atau cacat lainnya, akibat pekerjaan
pembongkaran.
Jika
hal
tersebut
di
atas
terjadi,
maka
segala
perbaikan/penggantian menjadi tanggung jawab pelaksana pekerjaan.

3.3.

Pembongkaran.
a. Pembongkaran dilakukan dengan alat-alat yang mencukupi, tepat guna dan
aman, Pengawasan dilakukan terhadap timbulnya debu, suara, atau getaran
yang mempengaruhi lingkungan sekelilingnya. Pembongkaran harus mencapai
syarat-syarat yang telah ditentukan, kebersihan, keamanan dan persyaratan
lainnya.
b. Agar diusahakan alat-alat atau cara-cara pengamanan baik untuk bagian
bangunan yang tidak dibongkar atau kesiapan pekerjaan-pekerjaannya.
Bagian-bagian yang tidak dibongkar harus tetap utuh dan bila terjadi kerusakan
menjadi tanggung jawab pelaksana pembongkaran.
c. Puing-puing hasil bongkaran harus segera dibuang keluar dari lokasi Pekerjaan
(Proyek).
d. Semua bongkaran seperti seperti lampu dan lain sebagainya yang masih utuh
dan dapat dipergunakan kembali, diserahkan kepada Pemberi Tugas.

3.4.

Pemindahan Barang-barang.
Pemindahan barang-barang di ruangan harus disetujui dan disaksikan oleh orangorang yang ditunjuk dan Konsultan Pengawas. Apabila barang-barang
2

berhubungan dengan penarikan/pencopotan kabel-kabel terutama kabel
data/computer harus dilaksanakan oleh orang-orang yang diberi wewenang.
3.5.

Perapihan.
Perapihan dan pembersihan barang-barang akibat bongkaran harus dilaksanakan
oleh kontraktor.Untuk jenis bongkaran yang tidak berharga dan tidak digunakan
lagi harus segera dikeluarkan dari lokasi, sedangkan pada waktu jalannya proyek
sampai selesainya proyek tidak ada bekas maupun tumpukan puing akibat
bongkaran di lokasi proyek.
Pasal 4
Pekerjaan Plafond Gypsum

4.1.

Syarat Kualitas.
4.1.1. Plafond gypsum board.
a. Gypsum Board
• Ukuran sesuai dengan gambar ditujukan pada gambar rancangan.
• Ketebalan : 9 mm per panel.
• Bahan :
Plaster board type Fire Stop berfungsi sebagai bahan Sound Proof,
memenuhi standar spesifikasi untuk Gypsum Wall Board ASTM C-36.
• Fire Resistance : 3 jam
• Type : JAYA BOARD atau setara (kontraktor wajib mengajukan
contoh disetujui oleh Konsultan Perencana).
b. Rangka Plafond.
• Bahan : Besi Hollow 40x40 mm (rangka utama).
Besi Hollow 20x40 mm (bila diperlukan).
c. Tipe Serat Fibre.
Bahan :
Serat Fibre memenuhi persyaratan sesuai ketentuan manufacture untuk
kebutuhan menutup alur yang terjadi pada pertemuan lembaranlembaran gypsum board ex. JAYA BOARD atau setara.
d. Pasta Plester :
• Bahan :
Pasta putih, memenuhi persyaratan sebagai plester cement untuk
membuat rata seluruh permukaan gypsum board Joint Multibond M
400.
e. Finishing.
• Bahan finishing plafond gypsum adalah cat setara Dulux warna putih
White 300.

4.2.

Syarat Pemasangan.
4.2.1. Contoh Bahan :
Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor terlebih dahulu harus menyerahkan
contoh-contoh bahan yang akan digunakan pada pekerjaan ini untuk
mendapatkan persetujuan perencana. Contoh-contoh bahan tersebut harus
disertai brosur-brosur dan sertifikat-sertifikat (dari produsen) yang berisi
keterangan-keterangan tentang kualitas bahan.
3

4.2.2. Tenaga Peralatan.
a. Pemasangan harus dilaksanakan oleh Kontraktor yang mempunyai
pengalaman spesialis dibidang pekerjaan ini dan tenaga-tenaga ahli
khusus pekerjaan tersebut.
b. Kontraktor
harus
mempunyai
workshop
lengkap
dengan
peralatan/mesin-mesin khusus untuk pekerjaan sehingga dapat
menghasilkan pekerjaan bermutu baik dan mempunyai gudang untuk
penyimpanan barang-barang yang diperlukan untuk pelaksanaan
pekerjaan ini. Bila diperlukan workshop dapat ditinjau oleh Perencana.
4.2.3. Persiapan.
a. Sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor lebih dahulu wajib
membuat shop drawing untuk mendapat persetujuan Perencana
sebelum pelaksanaan dimulai.
Shop drawing dilengkapi :
• Ukuran dan lay-out peletakan arah lembaran gypsum board serta
penyesuaian gambar rancangan terhadap kondisi lapangan.
• Detai-detail penjelas pekerjaan plafond.
• Detail mainhole/access panel.
• Detai penjelas hubungan pekerjaan plafond terhadap M&E, dan
pekerjaan finishing lainnya yang terkait baik pada permukaan plafond
maupun yang berada di dalam ruangan di dalam plafond.
b. Sebelum
memulai
pekerjaan,
kontraktor
harus
memperhatikan/mengamati kondisi ruangan yang akan dilakukan untuk
pekerjaan plafond ini. Pekerjaan persiapan (ketetapan peil permukaan
plafond, pemasangan rangka) dilakukan dengan pengarahan dan
mendapatkan persetujuan dari Perencana.
c. Sebelum dilaksanakan pemasangan lembaran gypsum board, pekerjaan
lain yang terletak diatas plafond harus sudah terpasang dengan
sempurna (Sparing, MSE, outlet, dan sebagainya).
4.2.4. Pelaksanaan.
a. Seluruh material yang dipasang pada pekerjaan ini sesuai dengan
contoh-contoh bahan yang telah ditetapkan pada persyaratan bahan dan
telah mendapat persetujuan Perencana.
b. Pelaksanaan oleh tenaga ahli terampil dan dapat selalu menjaga
kebersihan dan kerapihan terhadap mutu hasil pekerjaan.
c. Bila diperlukan material tambahan untuk terlaksananya pekerjaan ini
dengan baik, maka pemborong wajib mengadakan peralatan / material
tambahan itu dan melaksanakannya sesuai dengan kebutuhan di
lapangan.
d. Type lembaran gypsum board yang dipasang pada penutup plafond
adalah gypsum board dalam bentuk utuh dengan jalur sambungan harus
rapat membentuk garis lurus. Celah yang terjadi pada pertemuan
lembaran gypsum board ditutup dengan “tape” yang khusus dibuat untuk
pekerjaan ini dari bahan yang mengandung serat fiber.
Untuk melaksanakan rata permukaan, dipergunakan pasta semen
sesuai dengan standar pabrik untuk pelaksanaan gypsum board.
4

e. Rangka plafond digantungkan pada plat beton menggunakan
penggantung dari bahan galvanized suspension yang dapat diatur
ketinggiannya (standard original fabric).
Seluruh rangka dipasang dengan baik, kuat serta digantung pada plat
beton dan memenuhi persyaratan konstruktif.
Modul/jarak peletakan rangka dan penggantung dilaksanakan sesuai
standar manufacturer.
f. Ukuran dari material/bahan yang dipasang sesuai dengan yang
ditunjukkan dalam gambar dan dari produk yang telah disetujui
perencana.
g. Setelah seluruh rangka plafond dipasang, seluruh permukaan rangka
rata, lurus dan waterpass (tidak bergelombang).
h. Lembaran gypsum board adalah gypsum board yang telah dipilih dan
dilaksanakan pemasangannya, dengan syarat bentuk serta ukuran
setiap lembaran harus sama, tidak ada bagian yang cacat atau gompal.
Pelaksanaan pemasangan gypsum board sesuai dengan cara/instruksi
yang diterbitkan oleh pabrik.
i. Pada tempat tertentu dibuat manhole/access panel pada plafond dapat
dibuka tanpa merusak lembaran gypsum board disekitarnya. Ukuran
disesuaikan dilapangan.
j. Penyelesaian plafond dengan pasangan dinding tegak diselesaikan
dengan gambar rancangan.
k. Finishing plafond dilaksanakan dengan pengecatan, cat acrylic emulsion.
Pengecatan dilaksanakan dengan mempergunakan roll dari bahan wool
(sesuai peralatan khusus untuk cat Acrylic Emulsion).
4.3.

Syarat Penerimaan.
Penerimaan pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan
sebagai berikut :
4.3.1. Hasil pelaksanaan memenuhi persyaratan standar toleransi pemasangan
permukaan : penurunan maksimum 1 mm untuk luasan 1 m x 2 m pada titik
tengah.
4.3.2. Hasil pekerjaan plafond yang terpasang harus rapi, rata untuk seluruh
permukaan tidak terdapat flek/kotor/gompal dan retak pada permukaan.
Profil yang dipasang dalam kondisi baik dan mulus tanpa cacat.
4.3.3. Semua kegiatan pelaksanaan telah memenuhi persyaratan gambar
perancangan, shop drawing, dan pengarahan yang diterbitkan oleh
Perencana.
Pasal 5
Pekerjaan Partisi Gypsum

5.1.

Gypsum Board
5.1.1. ukuran
5.1.2. tebal
5.1.3. Lokasi

: 1200X2400 mm.
: 12 mm.
: semua dinding penyekat ruangan yang bukan
Dinding kaca atau pasangan tembok
5

5.1.4. Type
5.1.5. Mutu
5.1.6. Berat
5.1.7. Standart/material
5.1.8. pemasangan

: recessed edge untuk type sambungan rata
(flush)
: Ketahanan terhadap api minimal 1 jam.
: 10,5 kg/m2
: jayaboard atau yang setara dengan persetujuan
Konsultan perencana
: kontraktor harus memberikan contoh bahan
kepada konsultan untuk mendapat persetujuan
bahan yang masuk ke lapangan harus sudah
kering. Pemasangan harus menggunakan
rangka hollow. Penyambungan antara 2 panel
dan pemotongan panel harus rata (flush joint).

5.2.

Rangka Hollow 40 X 40 mm
Rangka hollow dimaksud adalah untuk pemasangan panel gypsum, dimana
seluruhnya terbuat dari metal. Jarak pemasangan rangka vertical adalah 60 cm,
setiap pelubangan harus diberi rangka. Tebal : untuk floor dan ceiling : runner
hollow section (SWG standart) t=0,6 mm untuk vertical.

5.3.

Pekerjaan Pelapis Dinding
Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan wallpaper. Wallpaper yang
dipakai untuk pekerjaan ini seluruhnya harus setara Colorado. Kontraktor harus
mengajukan contoh bahan untuk mendapatkan persetujuan dari pemberi
tugas/pengawas lapangan. Semua material dan peralatan yang dipasang harus
dalam keadaan baru, dari mutu terbaik, bebas dari cacat akibat pembuatan,
transportasi dan pemasangan serta harus memenuhi ketentuan spesifikasi,
gambar rencana dan peraturan yang berlaku.

5.4.

Pekerjaan Pelengkap Dinding
1. Plint Lantai (Skirting)
Lokasi
: bagian bawah dinding
Ukuran
: tinggi = 15 cm
Bahan
: kayu sungkai tanpa cacat, finishing melamik, bentuk sesuai
Gambar rencana
Pemasangan
: sebelum pemasangan kontraktor harus memberikan contoh
Bahan dan warna untuk persetujuan pengawas

Pasal 6
Pekerjaan Lantai
6.1.

Pekerjaan Waterprofing
6.1.1. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahanbahan peralatan dan alat-alat Bantu lainnya yang diperlukan untuk
menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan yang dinyatakan dalam gambar
rencana dan spesifikasi.
6

6.1.2. Waterprofing harus dipasang dan digunakan pada seluruh area pekerjaan
yang berhubungan dengan air dengan jenis waterproofing yang sesuai.
6.1.3. Standart bahan dan prosedur adalah yang ditentukan pabrik seperti NI.3,
ASTM 828, ASTME, TAPP I 803 dan 407. Kontraktor tidak dibenarkan
merubah standart dengan cara apaun tanpa ijin dari Pengawas Lapangan.
6.1.4. Jenis waterproofing adalah coating system. Bila ada perbedaan dalam hal
apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya, kontraktor harus segera
melaporkan kepada pengawas lapangan sebelum pekerjaan dimulai.
6.1.5. Kontraktor wajib mengajukan contoh dari semua bahan, brosur lengkap dan
jaminan dari pabrik.
6.1.6. Pelaksanaan pemasangan harus dikerjakan oleh ahli yang berpengalaman.
6.1.7. kontraktor diwajibkan melakukan percobaan-percobaan/pengetesan terhadap
hasil pekerjaan atas biaya sendiri, seperti dengan cara memberi siraman
diatas permukaan yang telah diberi lapisan kedap air.
6.1.8. Pekerjaan percobaan dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis
dari pengawas.
6.1.9. Pada waktu penyerahan maka Kontraktor harus memberikan jaminan atas
semua pekerjaan perlindungan terhadap kemungkinanbocor, pecah dan cacat
lainnya, akibat kegagalan dari bahan maupun hasil pekerjaan yang berlaku,
selama 10 (sepuluh) tahun termasuk mengganti dan memperbaiki segala
jenis kerusakan yang terjadi.
6.2.

Pekerjaan Lantai Keramik
a. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan dan pemasangan berbagai jenis
keramik pada tempat-tempat sesuai petunjuk gambar kerja dan Spesifikasi
Teknis. Jenis keramik yang digunakan haruslah sama dengan jenis, type dan
motif yang ada dalam Spesifikasi Teknis.
Prosedur Umum.
• Contoh bahan dan data teknis.
Contoh bahan dan data teknis atau brosur yang akan digunakan harus
diserahkan kepada MK untuk disetujui terlebih dahulu sebelum dikirimkan
ke lokasi proyek. Contoh Bahan ubin harus diserahkan sebanyak 3 (tiga)
buah dengan 4 (empat) gradasi warna untuk setiap bahan. Biaya
pengadaan contoh bahan menjadi tanggung jawab kontraktor.
• Pengiriman dan penyimpanan.
Pengiriman ubin ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik
yang belum dibuka dan dilindungi dengan label atau merk dagang yang utuh
dan jelas. Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2,5 % dari
keseluruhan bahan terpasang untuk diserahkan kepada Pemilik Proyek.
b. Persyaratan Bahan.
• Ubin Keramik.
Ubin keramik harus dari kualitas baik menggunakan setara Roman. Ubin
yang tidak rata permukaannya dan warnanya, sisinya tidak lurus, sudutsudutnya tidak siku, retak atau cacat-cacat lainnya tidak boleh dipasang
atau harus dikembalikan.
• Adukan.
Adukan terdiri dari campuran semen dan pasir yang diberi tambahan
penguat dalam jumlah sesuai petunjuk dari Pabrik Pembuat. Bahan-bahan
adukan tambahan harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis.
7







Bahan Perekat.
Menghasilkan lapisan perekat ubin yang kedap air, tahan getaran,serta
muai susut yang mengakibatkan perubahan temperatur.
1. Setara AM Product – AM 40 Cerama Cement dengan lapisan awal AM
100 Cementtious Waterproofing atau setara.
Bahan Pengisi Celah.
1. Tidak mengatur pasir cilica untuk naad ubin sampai dengan 3 mm.
2. Mengandung bahan anti jamur, tahan terhadap sinar sinar ultra violet
(UV) serat bersifat lentur dan berdaya lekat tinggi.
3. Grouting untuk ubin keramik : AM Product – AM 50 Colored Ceramic
Grout + AM 54 Liqiuid Grout Additive atau yang setara dengan warna
yang sama/mirip dengan warna keramik.
Syarat Pelaksanaan.
1. Persiapan.
a. Pekerjaan pasangan keramik baru boleh dilakukan setelah pekerjaan
lainnya benar-benar selesai.
b. Pemasangan keramik harus menunggu sampai semua alat
penggantung, dan semua pekerjaan pemipaan air bersih/air kotor
atau pekerjaan lainnya terletak di belakang atau di bawah pasangan
ubin ini telah terselesaikan terlebih dahulu.
c. Pemasangan ubin keramik.
d. Sebelum pemasangan ubin keramik pada lantai, dinding luar dan
bagian lain harus kedap air yang terdiri dari campuran 1 semen : 2
pasir dan sejumlah bahan tambahan, kecuali bila ditentukan lain
dalam gambar kerja.
e. Adukan untuk pasangan ubin keramik pada dinding harus diberikan
pada permukaan plesteran dan permukaan belakang ubin, kemudian
dilekatkan pada tempat sesuai petunjuk gambar kerja.
f. Tebal adukan untuk semua pasangan tidak kurang dari 2,5 cm,
kecuali bila ditentukan lain dalam gambar kerja.
g. Adukan untuk pasangan ubin keramik pada lantai harus ditempatkan
di atas lapisan pasir dengan ketebalan sesuai gambar kerja.
h. Ubin keramik harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak boleh
berongga. Harus dilakukan pemeriksaan untuk menjaga agar bidang
keramik yang terpasang tetap lurus/rata. Ubin keramik yang salah
letaknya,cacat atau pecah harus dibongkar dan diganti.
i. Sambungan atau celah-celah antara ubin keramik harus lurus,rata
dan seragam, saling tegak lurus. Lebar celah tidak boleh lebih dari
1,6 mm. Adukan harus rapih, tidak boleh keluar dari celah
sambungan.
j. Pemotongan ubin keramik harus dengan keahlian dan dilakukan
hanya pada satu sisi, bila tidak terhindarkan. Pada pemasangan
khusus seperti pada sudut-sudut pertemuan, pengakhiran dan
bentuk-bentuk lainnya harus dikerjakan serapih dan sesempurna
mungkin.
k. Siar antara keramik di cor dengan semen pengisi atau grout yang
berwarna sama dengan warna keramiknya dan disetujui Konsultan
Pengawas.
l. Pengecoran dilakukan sedemikian rupa sehingga mengisi penuh
garis – garis siar.
8

m. Setelah semen pengisi cukup mengeras, bekas-bekas pengecoran
segera dibersihkan dengan kain lunak yang baru dan bersih.

6.3.

Pekerjaan Lantai Parket
a. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan dan pemasangan parket pada
tempat-tempat sesuai petunjuk gambar kerja dan Spesifikasi Teknis. Jenis
parket yang digunakan haruslah sama dengan jenis, type dan motif yang sesuai
dengan rencana.
b. Prosedur Umum.
• Contoh bahan dan data teknis.
Contoh bahan dan data teknis atau brosur yang akan digunakan harus
diserahkan kepada MK untuk disetujui terlebih dahulu sebelum dikirimkan
ke lokasi proyek. Contoh Bahan Parket harus diserahkan sebanyak 3 (tiga)
buah untuk setiap bahan. Biaya pengadaan contoh bahan menjadi tanggung
jawab kontraktor.
• Pengiriman dan penyimpanan.
Pengiriman Parket ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan
pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label atau merk dagang
yang utuh dan jelas. Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2,5
% dari keseluruhan bahan terpasang untuk diserahkan kepada Pemilik
Proyek.
c. Persyaratan Bahan.
• Parket.
Parket harus dari kualitas baik menggunakan parket Teka Jatoba Quick
LHD 155 ukuran 10 X 155 X 1800 mm/220mm atau setara. Parket yang
tidak rata permukaannya, sisinya tidak lurus, sudut-sudutnya tidak siku,
retak atau cacat-cacat lainnya tidak boleh dipasang.
• Bahan Perekat.
Menghasilkan lapisan perekat parket yang kedap air, tahan getaran,serta
muai susut yang diakibatkan perubahan temperatur.
• Syarat Pelaksanaan.
1. Persiapan.
a. Pekerjaan pasangan parket baru boleh dilakukan setelah pekerjaan
lainnya benar-benar selesai.
b. Pemasangan parket harus menunggu sampai semua alat
penggantung, dan semua pekerjaan pemipaan air bersih/air kotor
atau pekerjaan lainnya yang terletak di belakang atau di bawah
pasangan parket ini telah terselesaikan terlebih dahulu.
2. Pemasangan parket.
1. Sebelum pemasangan parket pada lantai, dinding luar dan bagian
lain harus kedap air terdiri dari campuran 1 semen : 2 pasir dan
sejumlah bahan tambahan, kecuali bila ditentukan lain dalam gambar
kerja.

9

b. Lapisan bawah parket harus terdiri atas foam setebal 3mm, diatas
foam terdapat plywood tebal 6 mm, kemudian masing-masing
dilekatkan pada tempat sesuai petunjuk gambar kerja.
b. Sistem pemasangan parket pada lantai harus diberikan dengan
menggunakan lem atau Glue Down System. kemudian dilekatkan
pada tempat sesuai petunjuk gambar kerja.
c. Parket harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak boleh
berongga. Harus dilakukan pemeriksaan untuk menjaga agar bidang
parket yang terpasang tetap lurus/rata. Parket yang salah
letaknya,cacat atau pecah harus dibongkar dan diganti.
d. Sambungan atau celah-celah antara parket harus lurus,rata dan
seragam, saling tegak lurus. Lem harus rapih, tidak boleh keluar dari
celah sambungan.
e. Pemotongan parket harus dengan keahlian dan dilakukan hanya
pada satu sisi. Pada pemasangan khusus seperti pada sudut-sudut
pertemuan, pengakhiran dan bentuk-bentuk lainnya harus dikerjakan
serapih dan sesempurna mungkin.

Pasal 7
Pekerjaan Kusen dan Kelengkapannya
7.1.

Kusen.
7.1.1 Mutu kayu yang digunakan harus kayu dengan mutu A sesuai dengan
P.K.K.I.
7.1.2 Semua kayu harus bebas dari getah-getah, cacat-cacat kayu seperti mata
kayu, retak-retak, bengkok dan sebagainya dan harus sudah mengalami
proses pengeringan udara minimum tiga bulan.
7.1.3 Bahan kusen pintu dibuat dari balok kayu sungkai.
7.1.4 Ukuran dan bentuk dari pada kusen pintu disesuaikan dengan gambar
pelaksanaan.
7.1.5 Hasil akhir pembuatan kusen pintu harus benar-benar siku dan rapi.
7.1.6 Pemasangan kusen pintu harus benar-benar rata (waterpas) dan tegak lurus
terhadap dinding.

7.2.

Daun Pintu
7.2.1 Bentuk dan ukuran daun pintu harus disesuaikan dengan gambar rencana
atau gambar-gambar detail.
7.2.2 Pelaksanaan pekerjaan daun pintu harus baik, halus dan disetujui oleh
Direksi.
7.2.3 Semua permukaan daun pintu harus rata di semua bidang dan bebas dari
cacat-cacat yang disebabkan oleh penggergajian serta siap untuk di
finishing.
Pemasangan daun pintu harus dipasang pada kusen-kusen dengan baik.
Antara daun-daun pintu dan kusen-kusen harus ada jarak untuk menjamin
agar mudah dibuka atau ditutup.
10

7.3.

Kunci, Engsel, Grendel dan Door Closer.
7.3.1 Kunci pintu dipasang sedemikian rupa memakai baut dan skrup atau
kelengkapan lainnya yang diperlukan harus dari mutu yang disetujui oleh
Direksi atau setara paloma
7.3.2 Engsel, grendel dan door closer dipasang disetiap pintu terdiri dari
galvanized steel, untuk engsel-engsel yang menerus dipakai besi yang
terbuat dari kuningan.
7.3.3 Seluruh material kunci harus dilindungi dari kerusakan yang diakibatkan
proses pemasangan.

Pasal 8
Pekerjaan Cat & Melamik
8.1.

Lingkup Pekerjaan
8.1.1 Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan, penyediaan
tenaga kerja, peralatan dan alat-alat Bantu lainnya yang digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan
yang bermutu baik.
8.1.2 Meliputi pekerjaan pengecatan plafond, partisi,dinding dan dilakukan pada
bagian seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar.


Persyaratan Bahan.
Semua bahan yang digunakan adalah :
Setara dengan ICI-Dulux untuk semua plafond.



Syarat-syarat Pelaksanaan.
2. Bahan.
a. Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata, tidak terdapat
cacat kayu, retak lubang dan pecah-pecah.
b. Sebelum bahan dikirim ke lokasi pekerjaan, kontraktor harus
menyerahkan / mengirimkan contoh bahan dari beberapa macam
hasil produk dengan warna sesuai table atau petunjuk Perencana
atau pengawas, selanjutnya akan diputuskan jenis bahan dan
warna yang akan digunakan, dan akan menginstruksikan kepada
Kontraktor selama tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender setelah
contoh bahan diserahkan.
c. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari
pengawas.
d. Contoh bahan yang telah disetujui, dipakai sebagai standar untuk
pemeriksaan / penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ke
tempat pekerjaan.
e. Hasil pengerjaan yang baik, warna dan pola tekstur merata,
permukaan benar-benar halus dan licin, tidak terlihat noda-noda
kotoran dan tidak terdapat debu pasir atau serbuk kayu yang
tertempel pada permukaan pengecatan. Harus dihindarkan
terjadinya kerusakan akibat dari pekerjaan-pekerjaan lain.
Pengecatan akhir dengan berulang kali (2 atau 3 kali) sampai
11

f.
g.
h.
i.

mencapai warna yang dikehendaki. Pekerjaan pengecatan
dilakukan dengan roller.
Setelah selesai dalam pengerjaan finishing cat permukaan dan
daerah sekitarnya harus dibersihkan kembali.
Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam
pengerjaan dan perawatan/kebersihan pekerjaan sampai
penyerahan pekerjaan.
Bila terjadi ketidaksempurnaan dalam pengerjaan atau kerusakan,
Kontraktor harus memperbaiki / mengganti dengan bahan yang
sama mutunya tanpa adanya tambahan biaya.
Kontraktor harus menggunkan tenaga-tenaga kerja terampil /
berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan pengecatan
tersebut, sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaan yang baik
dan sempurna.

8.2.

Melamik
8.2.1. Sebelum pekerjaan melamik dilaksanakan terlebih dahulu harus
menyiapkan peralatan Bantu dan material yang dibutuhkan.
8.2.2. Bidang yang akan dilaksanakan dalam pekerjaan melamik adalah bidang
kayu seperti kusen dan daun pintu.
8.2.3. Kontraktor Pelaksana harus memeriksa kembali permukaan yang akan
dimelamik dan harus diperbaiki atau di finishing sampai sempurna apabila
masih terdapat permukaan yang cacat.
8.2.4. Pekerjaan dasar memakai dempul impra sampai rata dan di amplas sampai
halus. Setelah pekerjaan dempul impra selesai warna dasar dilaksanakan.
8.2.5. Warna dari pada pekerjaan melamik ditentukan kemudian setelah mendapat
persetujuan dari Direksi.
8.2.6. Pekerjaan Melamik baru akan dikerjakan setelah permukaan seluruh kayu
benar-benar telah selesai.
8.2.7. Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pekerjaan melamik dalam
kondisi cuaca yang baik hasil pekerjaan yang benar-benar rapi dan halus.

8.3.

Pekerjaan Duco
8.4.1 Sebelum pekerjaan duco dilaksanakan terlebih dahulu harus menyiapkan
peralatan Bantu dan material yang dibutuhkan.
8.4.2 Bidang yang akan dilaksanakan dalam pekerjaan duco adalah bidang kayu
seperti kusen dan daun pintu.
8.4.3 Kontraktor Pelaksana harus memeriksa kembali permukaan yang akan
diduco dan harus diperbaiki atau di finishing sampai sempurna apabila
masih terdapat permukaan yang cacat.
8.4.4 Pekerjaan dasar memakai dempul polyester lengkap dengan bahan
campuran untuk pengenceran dari merk sanpolac atau merk lain yang
setara dan disetujui. Dempul tidak boleh mengandung bahan
beracun/berbahaya seperti timah, air raksa dan sebagainya
8.4.5 Semua permukaan bidang yang akan dilapisi cat harus dalam keadaan
halus, bersih, kering serta rata atau datar
12

8.4.6 Pelaksanaan pengecatan harus sesuai dengan aturan yang dikeluarkan dari
pabriknya, baik mengenai aturan pakai, tahapan maupun kondisi
permukaan bidang pengecatannya.
8.4.7 Prinsip dasar tahapan pengecatan pada permukaan kayu yang
menggunakan cat adalah sebagai berikut :

Pembersihan permukaan bidang cat

Dicat dasar

Didempul dengan sanpolac dan diamplas, epoxy

Dicat dasar

Dicat akhir minimal 3 lapisan tebal lapisan cat minimal 3 mikron, doff
produk setara danagloss

Hasil pengecatan harus rata dan halus serta kuat dan tahan terhadap
cuaca atau keadaan sekelilingnya

Hasil terakhir pengerjaaan coating anti gores, dilakukan seperti
diisyaratkan pada fabrikannya dan dikerjakan ditempat tertentu saja
yang dijelaskan dalam dokumen spesifikasi ataupun gambar

Pasal 9
Pekerjaan Furniture dan Glass Board
9.1.

Furniture Permanen.
9.1.1 Pekerjaan Show case.
a. Ketentuan.
1. Semua pekerjaan kayu finishing harus dilaksanakan di pabrik yang
memenuhi standard dikerjakan secara masinal, pekerjaan perbaikan
kecil-kecilan serta penyetelan boleh dilakukan di site.
2. Jangan mengukur dengan skala gambar-gambar yang ada,
pergunakanlah ukuran-ukuran yang sudah tercantum di gambar
detail, semua ukuran harus di cek di lapangan oleh Kontraktor.
Apabila terdapat perbedaan terhadap lay out dengan gambar detail
dan kondisi lapangan, maka kontraktor wajib memberitahukan
kepada Konsultan Perencana/Pengawas untuk dapat dipecahkan
bersama.
3. Kontraktor wajib membuat mock-up untuk setiap satu model furniture
dan harus dilihat dan disetujui oleh Perencana dan Pengawas
sebelum melanjutkan pekerjaan.
b. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud dengan spesifikasi ini mencakup pengadaan
barang-barang, tenaga kerja, perabotan, serta perlengkapan pengiriman
serta instalasi dari furniture / mebelair di site sesuai dengan lay out.
c. Pengiriman, Penyimpanan serta Pengamanan.
• Pengiriman, penyimpanan serta pengamanan satuan mebelair harus
dilakukan sehingga tidak mengakibatkan kerusakan.
• Mebelair harus disimpan hingga pekerjaan fisik sudah siap untuk
menerimanya.
13




Lindungi semua permukaan mebelair untuk mencegah kotoran,
goresan serta panas matahari dan hujan selama pengirimannya.
Simpan di tempat yang bersih dan kering hingga tidak akan merusak
mebelair.

9.1.2 Kualitas.
a. Kayu yang dipakai harus sudah dikeringkan, melalui proses pengawetan
dan pengeringan baik secara alami maupun mesin hingga mencapai
kelembaban antara 10 % - 12 % (WMC), dan bebas dari cacat.
Demikian pula plywood yang akan digunakan harus berkualitas baik
(tidak cacat). Yang dimaksud dengan plywood adalah kayu lapis bukan
woodblock, kontraktor harus dapat menunjukkan contoh kepada
pengawas maupun pemberi tugas sebelum melaksanakan tugas.
b. Plywood yang digunakan harus tidak cacat, pecahan pinggiran rusak,
menggelembung dan lain kerusakan.
c. Rel laci dari besi type double shock dengan ball bearing yang tidak akan
menimbulkan bunyi.
d. Semua laci dan daun pintu dari plywood (finishing lihat gambar detail
rancangan).
e. Kayu solid yang dipakai harus bebas dari cacat retak dan pecah.
f. Ukuran laci file harus mengikuti standar. Apabila terdapat perbedaan
ukuran standar dengan gambar detail rancangan. Kontraktor wajib
memberi tahukan Konsultan Perencana.
9.1.3 Bahan.
a. Kayu sungkai (ukuran ketebalan sesuai dengan gambar detail)
b. Pengencangan sekrup, lem “haverin”, aica aibon atau sejenis yang telah
disetujui.
c. Kunci Central Lock “Havele” untuk laci atau setara yang telah disetujui.
d. Kayu dan material :
Plywood 1.5 mm untuk samping-samping laci.
Plywood 9 mm untuk dasar laci.
e. Rel Laci : Double Shock “Havele” atau sejenis yang telah disetujui.
f. Tarikan laci dan pintu “U” Type, chrome finish, atau yang lain sesuai
dengan spesifikasi.
g. Engsel : 168 derajat, 360 derajat Havele Scharniere ; Ferari atau sejenis
yang telah disetujui.
h. Flap, Bracket : Havele atau yang disetujui.
i. Handle/detail lain : Custom made.
9.1.4 Ukuran / Dimensi
a. Untuk dimensi furniture lihat gambar-gambar detail dan Kontraktor
diwajibkan untuk mengecek dengan ukuran terakhir di site sebelum
mengerjakan furniture.
b. Kontraktor wajib menunjukkan semua pekerjaan sebelum melakukan
pekerjaan finishing.
14

9.1.5 Fabrikasi.
General.
a. Kontraktor harus menyediakan semua bahan komplit dengan peralatan,
perlengkapannya serta instalasinya.
b. Semua pekerjaan konstruksi harus secara mekanikal, dipotong secara
ukuran-ukuran yang uniform, komplit dengan finishing material dan joint.
Dan hindari penggunaan paku sebagai alat sambung.
c. Kayu yang dipakai harus searah tanpa sambungan, kecuali bila diakhiri
dengan bagian yang lain.
d. Hasil pekerjaan mebelair harus dijamin kerapihan, kekuatan dan
kepresisiannya.
e. Hasil finishing terakhir harus mempunyai derajat kesamaan warna yang
sama antara satu sama lainnya (kualitas yang sama).
9.2.5. Pengerjaan
a. Instalasi.
Perabot harus diletakkan dan diatur tempatnya masing-masing sesuai
dengan lay-out yang telah disetujui.
9.2.6. Penyetelan dan Pembersihan.
a. Semua permukaan kayu harus bebas dari goresan-goresan, noda-noda
dan cacat.
b. Semua perabot harus dilindungi/ditutup dari kemungkinan kerusakan,
hingga saat serah terima.
c. Pembungkus serta lindungan harus digunakan untuk menjaga di dalam
pengiriman.
d. Semua bagian-bagian lain harus bebas dari kotoran dan flek.
e. Semua sampah akibat pekerjaan instalasi dan perabot harus
dikumpulkan dan disingkirkan dari lokasi setiap hari.
f. Setiap ruangan atau area yang telah siap instalasi perabotnya harus
dibersihkan secara teratur dan siap pakai dalam tempo yang minimal.
g. Kontraktor harus menyetel semua perabotan sesuai perencanaan.
9.2 Pekerjaan Glassboard
Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan papan tulis
Lokasi
: di Ruang Rapat Eselon I lt. 2
Ukuran
: 120 X 240 cm
Bahan
: kaca tempered tebal 10 mm asahi atau setara, finish glasscoat
Pemasangan
: sebelum pemasangan kontraktor harus memberikan contoh
Bahan dan warna untuk persetujuan pengawas, pemasangan
ditempel didinding dengan menggunakan paku fisher dilapis
stainless (lihat dansesuaikandengan gambar kerja).

15

Pasal 10
Instalasi Listrik dan Armature
10.1
10.2

10.3
10.4
10.5
10.6
10.7
10.8
10.9
10.10
10.11
10.12
10.13

Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai terlebih dahulu Kontraktor Pelaksana
harus membuat gambar pelaksanaan.
Semua kabel yang dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi persyaratan
PUIL/LMK/SNI yaitu : supreme, tranka, kabelindo, kabel metal dan semua kabel
harus baru dan harus jelas pintalannya. Ukuran kabel 3X2,5 mm dan jenis kabel
yang digunakan adalah jenis NYM.
Penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak penyambungan khusus
(misalnya junction box dan lain-lain).
Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau namanya masingmasing dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah
penyambungan hasil pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh Direksi.
Lampu utama yang digunakan adalah lampu halogen 50w dan TL 1 x 36 w dengan
armature.
Stop kontak dinding, saklar memakai material setara Clipsal dengan pengaman.
Pemasangan lampu, stop kontak dan saklar harus kuat dan rapi tidak terdapat
celah-celah.
Jumlah gantungan-gantungan, stop kontak, saklar disesuaikan dengan gambar
dipakai yang berkwalitas baik. Demikian pula sekeringnya boxnya harus build-in
dan memenuhi Standart Industri Indonesia (SII).
Perletakan stop kontak dan saklar harus sesuai dengan gambar yang telah ada /
sesuai dengan kebutuhan.
Stop kontak dinding terletak pada ketinggian 0,35 m dari lantai, dan saklar terletak
pada ketinggian 1,50 m.
Instalasi harus dilengkapi dengan dop-dopnya, sampai dengan dapat dinyalakan.
Pipa-pipa pelindung kabel yang tertanam di dalam tembok harus terpasang
dengan rapi (hingga tidak terlihat / permukaan dinding rata). Dalam kaitan ini tidak
diperkenankan adanya sambungan kabel di dalam pipa.
Instalasi Telephone menggunakan kabel 4 pair setara supreme yang dilindungi
dengan pipa conduit setara clipsal. Outlet telephone menggunakan material setara
clipsal.
Pasal 11
Pekerjaan Instalasi Air dan Sanitair

11.1.

Instalasi Air kotor.
11.1.1 Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai terlebih dahulu Kontraktor
Pelaksana harus membuat gambar pelaksanaan.
11.1.2 Material yang dipakai untuk instalasi air kotor adalah setara Wavin,
sedangkan untuk fitting dipakai setara Rucika, apabila kombinasi fitting
dipasaran tidak memungkinkan maka Kontraktor Pelaksana diperbolehkan
memakai material spesifikasi yang ada.
11.1.3 Instalasi pipa-pipa dipasang sedemikian kuat agar pada waktu terjadi
tekanan atau dorongan sambungan pipa tidak berubah.
11.1.4 Apabila memungkinkan untuk ditambah material Bantu seperti tahanan
besi maka Kontraktor Pelaksana harus membuat tahanan tersebut.
16

11.1.5 Harus diperhitungkan volume air terhadap daya tampung diameter pipa
agar aliran air lancar.
11.2.

Instalasi Air Bersih.
11.2.1. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai terlebih dahulu Kontraktor
Pelaksana harus membuat gambar pelaksanaan.
11.2.2. Material pipa air bersih terbuat dari pipa GIP dengan ukuran diameter
disesuaikan dengan kubikasi air yang akan mengalir dalam pipa.
11.2.3. Sambungan pipa harus dibuat drat dalam dan luar sebagaimana ukuran
pipa.
11.2.4. Apabila dianggap memerlukan material tambahan demi kekuatan instalasi
maka Kontraktor Pelaksana harus memasang alat Bantu tambahan
tersebut.

11.3.

Closet duduk, Shower.
11.3.1. Material closet duduk dan Shower dipakai setara Toto standard.
11.3.2. Sebelum mendatangkan material Kontraktor Pelaksana harus
menyerahkan brosur material yang akan dipakai kepada Direksi.
11.3.3. Harus diperhatikan cara pemasangan terutama sambungan antara closet
dengan permukaan lantai agar tidak terjadi rembesan air.
11.3.4. Hasil akhir pemasangan closet duduk harus kuat dan rapi.

11.4.

Floor Drain.
11.4.1. Floor Drain dipasang pada setiap kamar mandi dan disesuaikan dengan
gambar rencana.
11.4.2. Apabila dalam gambar pelaksanaan kurang jelas maka Kontraktor
Pelaksana harus minta persetujuan kepada Direksi.
11.4.3. Type floor drain adalah Toto atau setara TX 1 B

11.5.

Jet Washer.
11.6.1 jet washer adalah setara toto tipeTHX 20 NPIV

17

Lanjutkan membaca

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

56 1234 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 346 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 285 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4 197 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 268 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 363 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 331 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 190 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 343 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 385 23