Pemeliharaan Larva Kerapu Sunu Turunan Ketiga (F-3)

  Jurnal Riset Akuakult ur, 12 (2), 2017, 131-137

Tersedia online di: ht t p://ej ournal-balit bang.kkp.go.id/index.php/j ra

  

PERTUM BUHAN DAN SINTASAN LARVA DAN BENIH IKAN KERAPU SUNU

Plectropomus leopardus TURUNAN KETIGA (F-3) DARI INDUK HASIL SELEKSI

#

  

Ahmad M uzaki , Sari Budi M oria Sembiring, Ida Kom ang Wardana, dan Haryanti

Balai Besar Riset Bu didaya Laut dan Penyu luhan Pe rikanan

  

(Naskah dit erima: 9 Desember 2016; Revisi final: 4 Sept ember 2017; Diset ujui publikasi: 4 Sept ember 2017)

ABSTRAK

Pertumbuhan dan sintasan larva dan benih kerapu sunu turunan ketiga (F-3) dari induk turunan kedua

(F-2) hasil seleksi telah diamati di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut, Gondol. Induk F-2

diseleksi menggunakan marka indikator tumbuh cepat PL-03 (alel tunggal berukuran 370 bp). Penelitian ini

bertujuan untuk mengevaluasi keragaan pertumbuhan dan sintasan larva dan benih kerapu sunu F-3 serta

pewarisan sifat tumbuh cepat dari induk kerapu sunu (F-2) kepada benih kerapu sunu F-3. Pembenihan

menggunakan induk kerapu sunu F-2 dengan sifat tumbuh cepat (membawa marka PL-03) dan tanpa sifat

tumbuh cepat. Telur dan larva yang dihasilkan dipelihara sebagai turunan F-3 hingga berukuran benih dan

dibesarkan selama 10 bulan pemeliharaan. Hasil pengamatan sintasan larva kerapu sunu F-3 dari induk

membawa marka PL-03 adalah sebesar 10,6% ± 9,1%; sedangkan larva F-3 dari induk yang tidak membawa

sifat tumbuh cepat hanya sebesar 2,7% ± 1,7%. Benih F-3 dari induk membawa marka PL-03 dapat dipanen

saat mencapai ukuran 2,5-3,0 cm pada umur 38 ± 2 hari, sedangkan benih F-3 dari induk tanpa marka

PL-03 pada umur 40 ± 1 hari. Selanjutnya benih kerapu sunu F-3 dari induk yang mempunyai marka PL-03

yang dipelihara selama 10 bulan memiliki laju pertumbuhan harian lebih baik (3,11%) dibandingkan benih

kerapu sunu F-3 tanpa marka PL-03 (3,01%). Sintasan benih kerapu sunu F-3 dengan marka PL-03 tidak

berbeda nyata dengan yang tidak mempunyai marka PL-03. Persentase benih F-3 turunan dari induk F-2

dengan sifat tumbuh cepat yang membawa marka PL-03 sebesar 45%.

  KATA KUNCI: pertumbuhan; sintasan; larva; benih; kerapu sunu turunan ketiga (F-3); marka indikator tumbuh cepat

ABSTRACT: The growth and survival rate of the third generation (F-3) larvae and fry produced from genetically

selected coral trout (

  Plect ropomus leopardus) broodstock. By: Ahmad M uzaki, Sari Budi M oria Sembiring, Ida Komang Wardana, and Haryanti

  

The growt h and survival rat e of t he t hird generat ion (F-3) of coral t rout grouper larvae and fry from t he genet ically

select ed broodst ock were observed at t he Inst it ut e for M aricult ure Research and Development , Gondol. The F-2

broodst ock were select ed using t he fast -growing marker indicat or, PL-03 (single allele of 370 bp in size). The aim of

t his st udy was t o det ermine t he growt h performance and survival rat e of larvae and fry of F-3 coral t rout groupers, as

well as inherit ance of fast growt h t rait from t he F-2 broodst ock t o t he F-3. The eggs and larvae of F-3 produced from

F-2 broodst ock wit h fast growt h t rait (having PL-03 marker) and wit hout fast growt h t rait were reared t o reach fry

st age for 10 mont hs. The result s showed t hat t he survival rat e of t he F-3 larvae from broodst ock wit h PL-03 marker

was 10.6% ± 9.1%, while F-3 larvae from t he broodst ock wit hout fast growt h t rait only reached 2.7% ± 1.7%. Fry (F-

3) wit h PL-03 marker reached t he opt imum harvest size of 2.5-3.0 cm at 38 ± 2 days old, while t he F-3 fry of

broodst ock wit hout PL-03 marker t ook relat ively longer t o reach t hat size (40 ± 1 days age). The F-3 from t he

broodst ock wit h PL-03 marker reared for 10 mont hs had bet t er growt h rat e (3.11%) compared t o F-3 fry wit hout PL-

03 marker (3.01%). The survival rate of F-3 fry wit h PL-03 marker was not significantly different t o F-3 fry wit hout PL-

03 marker. The percent age of F-3 fr y from t he broodst ock of F-2 wit h fast growt h t rait was 45%.

  KEYW ORDS: growth; survival rate; larvae; fry; coral trout grouper third generation; fast-growing marker # indicator Ko r esp o n d e n si: Balai Be sar Riset Bu d id aya Lau t d an Pe n yu lu h an Pe r ikan an . Jl. Br. Go n d o l Ke c. Ge ro kg ak Kab . Bu le le n g , Po . Bo x 1 4 0 , Sin g ar aja 8 1 1 5 5 , Bali, In d o n e sia. Te l. + (0 3 6 2 ) 9 2 2 7 8 gondol i sme@ yahoo.com

  E-m ail: Co p yright @ 201 7, Jurn al Rise t Akuakult ur, e-ISSN 25 02-6534

  131 Co p yright @ 2 017 , Ju rnal Riset Akuaku ltu r, e-ISSN 250 2-65 34 Pert umbuhan dan sintasan larva dan benih ikan kerapu sunu ..... (Ahmad M uzaki) PENDAHULUAN

  Tingginya permint aan pasar t erhadap ikan kerapu su n u m e n ye b ab kan se m akin in t e n sifn ya ke giat an penangkapan di alam yang berakibat pada penurunan po pu lasinya di alam. Pengem bangan b udidaya ikan kerapu sunu merupakan alt ernat if so lusi yang dapat dilakukan unt uk mengurangi kegiat an penangkapan d an m e m e n u h i p e r m in t aa n p a sa r. Na m u n d a la m p erkem b angann ya m asih m e ne m ui ke n dala d alam k e t e r s e d ia a n b e n ih . Un t u k m e n g a t a s i m a s a la h t e r s e b u t , d ip e r lu k a n p e n ye d ia a n b e n ih ya n g m e n c u k u p i b a ik d a r i s e g i k u a lit a s m a u p u n kuant itasnya. Sejak tahun 2005, penelit ian kerapu sunu telah dilakukan dimulai dengan pemijahan induk kerapu sunu pada bak pemeliharaan (Suwir ya, 2005).

  2 0 1 2 ). Pe m e lih araan lar va kerapu sunu F-3 menggunakan bak bet o n vo lume 6 m 3 . Te lu r yang d it eb ar sebanyak 5 0.00 0 bu t ir/bak. Pe n am b ah an

  Penelit ian ini menggunakan t elur hasil pemijahan alami induk-induk kerapu sunu t urunan kedua (F-2) baik yang mempunyai sifat maupun tanpa sifat t umbuh cepat (PL-03), sedangkan benih yang digunakan dalam ke giat an in i m e ru p akan h asil p e m e lih araan lar va kerapu sunu t urunan ket iga (F-3). Induk kerapu sunu F-2 yang dipijahkan berumur 4 t ahun dengan ukuran 49,3 ± 4 ,8 cm dan 2,7 ± 0,7 kg un t uk induk F-2 dengan sifat t umbuh cepat dan ukuran 47,6 ± 3,9 cm dan 2,3 ± 0,5 kg unt uk induk F-2 t anpa sifat t umbuh cepat .

  Pemeliharaan Larva Kerapu Sunu Turunan Ket iga (F-3)

  In d u k ke r a p u s u n u F-2 m e m b a w a d a n t id a k membawa sifat t umbuh cepat (marka PL-03) masing- masing dipelihara pada bak berbeda. Induk kerapu sunu F-2 m emb awa marka PL-03 seb anyak 5 6 e ko r, d an induk kerapu sunu F-2 yang t idak membawa marka PL-03 sebanyak 31 eko r. Pemijahan induk dilakukan secara alami set iap bulan pada fase bulan gelap/mat i. Pemanenan t elur dilakukan eso k hari set elah induk memijah dan telur ditebar pada bak pemeliharaan larva (Suwir ya

  et al.,

  20 06). Kegiat an pem eliharaan lar va kerapu sunu F-3 mengikuti meto de pemeliharaan larva ke rap u (Su gam a

  et al.,

  Nannochl or opsis

  Kegiat an ini dilaksanakan di Balai Besar Penelit ian dan Pengembangan Budidaya Laut , Go ndo l-Bali pada Januari-No vember 2015. Met o de penelit ian meliput i pemeliharaan lar va dan benih ikan kerapu sunu F-3, dan analisis marka t umbuh cepat .

  sp . ke d a lam m e d ia pemeliharaan larva dilakukan mulai umur 2 hari sampai 25 hari. Pakan awal lar va set elah mulut t erbuka yait u pada umur 3 hingga 5 hari diberikan ro t ifer dengan kepadat an awal 5-6 ind/ml dan meningkat 7-10 ind./ mL ro t ifer pada umur 7-14 hari dan sekit ar 15 ind/ml ro t ifer pada umur 15-30 hari. Ro t ifer diberikan dua kali sehari pada pagi dan so re dan jumlah pemberian disesuaikan dan dipertahankan sesuai dosis pemberian ro t ife r. Pa ka n b u a t a n b e r u p a m ik ro p e le t m u la i diberikan set elah lar va berumur 8 hari. Pakan buat an ko mersial yang berukuran kecil dengan ukuran part ikel

  200-400 µm, pakan ditaburkan ke permukaan air dalam

  jumlah 2-3 g. Ukuran pakan meningkat menjadi 400-

  800 µm pada umur 30-45 hari. Pakan buatan diberikan 4-6 kali sehari.

  Nau pli

  Art emia

  Hewan Uji

  BAHAN DAN M ETODE

  Balai Besar Penelit ian dan Pengembangan Budidaya Laut , Go ndo l t elah melakukan upaya perbaikan sifat genetik ikan kerapu sunu untuk meningkatkan kualit as benih melalui aplikasi marka indikat o r t umbuh cepat (lo kus PL-03 berukuran 370 bp) menggunakan met ode micro sat elit /SSRs (

  Penelit ian ini merupakan penelit ian lanjut an dari t ahun sebelumnya yait u penggunaan marka t umbuh cep at (lo ku s PL-03) pada indu k hasil b udid aya dan evaluasi repro duksi induk kerapu sunu t urunan kedua (Sem biring

  Simple Sequence Repeat s

  ) (Sembiring

  et al., 2 012). Pe nggunaan marka ind ikat o r t umb uh

  cepat tersebut kemudian diaplikasikan lebih lanjut pada induk-induk ikan kerapu sunu hasil budidaya (t urunan pert ama dan kedua) sehingga akhirnya diperoleh benih ikan kerapu sunu dengan sifat feno t ipe dan geno t ipe yan g le b ih b aik . Pa d a t a h u n 2 0 1 4 t e lah b e rh a sil menghasilkan benih ikan kerapu sunu t urunan ket iga (F-3) dengan sint asan lar va (D-40) masih rendah yait u 0%-4% (Sembiring

  et al.,

  2014). Oleh karena it u dat a dan info rmasi t ent ang benih kerapu sunu F-3 masih sangatlah terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian lan ju t an u n t u k m e n d ap at kan d at a d an in fo rm asi t ent ang lar va dan benih kerapu sunu t urunan ket iga.

  et al.,

  Tujuan penelit ian ini adalah unt uk mengevaluasi keragaan pert umbuhan dan sint asan lar va dan benih kerapu sunu F-3 sert a penurunan sifat t umbuh cepat dari induk kerapu sunu (F-2) kepada benih kerapu sunu F-3 .

  2 01 4; 2 01 5). Pada p en elit ian in i dilakukan pengamatan terhadap larva dan benih kerapu t urunan F-3 yang induknya t elah diseleksi berdasarkan marka t umbuh cepat. Beberapa penelitian kerapu sunu yang telah dilakukan adalah pengaruh intensit as cahaya t e rh a d ap p e rt u m b u h a n d an p e rke m b a n ga n lar va (Yo seda

  et al.,

  2008), perkembangan awal saluran cerna lar va ke r a p u s u n u (Qu et al ., 2 0 1 2 ), p e m b e ria n karo t e no id (Ku sumawat i

  et al.,

  2 015 ), pe nggunaan induk induk hasil budidaya F-1 (Suwir ya

  et al., 2009).

  seb an yak 0,2 -0 ,5 in d./m L m u lai diberikan set elah lar va berumur 17 hari hingga lar va Co p yright @ 201 7, Jurn al Rise t Akuakult ur, e-ISSN 25 02-6534

  133

  Sequencer ABI Pr ism

  ., 2008). Kualitas pakan induk yang digunakan sangat berpengaruh t erhadap proses pemat angan go nad dan kualitas telur yang dihasilkan (Wat anabe, 1985; 1988).

  et al

  Dat a pemeliharaan lar va kerapu sunu turunan ket iga disajikan pada Tabel 1. Dari 8 kali siklus pemeliharaan lar va ke rap u su n u F-3 se lam a t ah u n 20 1 5 , han ya perio de penebaran bulan Januari yang menghasilkan benih kerapu sunu F-3, yait u 3 bak menghasilkan benih kerapu sunu F-3 dari induk F-2 yang mempunyai lo kus ind ikat o r t u m bu h cep at (m arka PL-0 3 ), d an 2 bak menghasilkan benih kerapu sunu F-3 dari induk F-2 t id a k m e m p u n yai lo ku s in d ikat o r t u m b u h ce p at . Tingkat penet asan t elur kerapu sunu F-3 membawa dan tidak membawa marka t idak berbeda nyata dengan F-3 dengan lokus indikat o r t umbuh cepat sebesar 62,7 ± 35,4% dan F-3 t anpa lo kus indikat o r t umbuh cepat se b e s ar 8 8 ,2 % ± 1 0 ,5 %. Tin gkat p e n e t asan t e lu r t ergant ung pada kualit as t elur yang dihasilkan o leh in d u k n ya . Tin g g in ya t in g k a t p e n e t a s a n t e lu r menunjukkan telur yang dihasilkan o leh induk kerapu su nu F-2 su dah cuku p baik. Hal in i berkait an erat dengan pemberian pakan segar dengan kualit as baik ya n g d ile n gka p i d e n ga n vit am in E d a n C se la m a pemeliharaan induk kerapu sunu F-2 (Set iadharma

  HASIL DAN BAHASAN Keragaan Pertum buhan dan Sintasan Larva Kerapu Sunu Turunan Ketiga

  Dat a-dat a p en et asan t elu r, sin t asan lar va, lam a pemeliharaan lar va, pert umbuhan, dan sint asan benih ikan kerap u sunu F-3 d ianalisis me nggunakan uji t pada t araf kepercayaan 95% unt uk membandingkan a n t a r a b e n ih ke r a p u s u n u F -3 d a r i in d u k ya n g mempunyai dan t idak mempunyai sifat t umbuh cepat (marka PL-03). Dat a disajikan dalam bent uk t abel dan grafik.

  Analisis Dat a

  . Paramet er yang d iam a t i ad ala h p e r se n t as e in d ivid u d e n ga n sifat t umbuh cepat pada benih kerapu sunu t urunan ket iga (F-3 ).

  1 st Base Singapore

  yang dilakukan di

  Ko n firm as i m ar ka t u m b u h ce p at d iawa li d e n g an a m p lifik a s i PCR p a d a t a r g e t b e r u k u r a n 3 7 0 b p (Sembiring et al. , 2012). Hasil amplifikasi kemudian dise parasi menggunakan mesin

  Jurnal Riset Akuakult ur, 12 (2), 2017, 131-137

  ) pada lo kus PL-03 (Sembiring et al. , 2012). Ekst raksi geno me DNA d ila k u k a n m e n g ik u t i m e t o d e Ove n d e n (2 0 0 0 ).

  Simple Sequence Repeat s

  Analisis marka t umbuh cepat PL-03 dilakukan pada 20 eko r benih kerapu sunu t urunan ket iga dari induk kerapu sunu F-2 yang mempunyai sifat t umbuh cepat . An alisis sifat t u mb uh ce pat m enggu nakan me t o de mikro sat elit /SSRs (

  Analisis M arka Indikat or Tum buh Cepat

  (masing-masing 5 buah bak untuk pemeliharaan benih yang mempunyai dan t idak mempunyai sifat t umbuh cepat (marka PL-03) yang dilengkapi dengan 4 t it ik a e r a s i, p ip a p e m a s u k a n d a n p e n g e lu a r a n a ir. Pembesaran benih menggunakan sist em sirkulasi air, dengan pergant ian air sebanyak 200% per hari. Pakan yang diberikan adalah pelet ko mersial kadar pro t ein 40% dengan frekuensi pemberian 2 kali sehari pada pagi dan so re. Pakan diberikan sampai sekenyangnya. Se t ia p 2 m in gg u s e k ali b e n ih ik an k e r a p u s u n u ditreat men menggunakan 50 ppm larutan formalin 37% selama 15 menit dan dibilas dengan air t awar unt uk menghilangkan parasit yang menempel di t ubuh ikan. Sampling pertumbuhan (panjang total dan bobot tubuh) d ilaku kan p ad a 2 0 e ko r ikan se t iap b u lan sekali. Pemeliharaan benih kerapu sunu F-3 pada kegiat an penelitian ini dilakukan selama 10 bulan pemeliharaan. Pada akh ir pemeliharaan diamat i laju pert umbuhan h a ria n d a n s in t asa n b e n ih ikan ke r ap u su n u F-3 (Effendie, 1997).

  Benih hasil pemelih araan lar va kerapu sunu F-3 selanjut nya dipindahkan ke dalam bak pembesaran dengan kepadatan 1.000 eko r/bak. Bak yang digunakan ad alah b ak fib e r vo lu m e 6 m 3 se b an yak 1 0 b u ah

  Pem eliharaan Benih Kerapu Sunu Turunan Ket iga (F-3)

  Paramet er yang diamat i adalah t ingkat penet asan (%), sint asan lar va dan benih (%), jumlah benih yang dipanen (eko r), umur panen (hari), sert a bo bo t t ubuh dan panjang t o t al benih ikan kerapu sunu F-3 pada saat panen.

  berumur 35 hari yang diberikan 2 kali sehari (pagi dan so re). Set elah berumur 30 hari, lar va diberi rebo n 2- 5 in d ./L s e t ia p p a gi d an s o re h ar i. Pe n ja r a n g a n dilakukan apabila larva dalam bak pemeliharaan terlihat t erlalu padat dengan cara memindah lar va kerapu sunu F-3 secara hat i-hat i ke bak pemeliharaan lainnya yang t e lah dipe rsiapkan seb elum nya. Lar va kerap u su nu t u r u n a n k e t ig a (F -3 ) d a p a t d ip a n e n s e t e la h b e r m e t am o r fis is s e m p u r n a m e n ja d i b e n ih ya n g berukuran sekit ar 2,5-3,0 cm.

  Sin t asan b e n ih ke rap u su n u F-3 d e n gan lo ku s indikat o r t umbuh cepat t idak berbeda nyat a dengan p e me lih araan b e n ih ke rap u sun u F-3 t anp a lo ku s t umbuh cepat . Selain kualit as t elur yang digunakan, ke be rh asilan pem elih araan lar va kerap u sun u ju ga d ip e n g a r u h i o le h m e t o d e p e m e lih a r a a n la r va . Pemeliharaan lar va kerap u sunu F-3 mengacu pada met o de pembenihan ikan kerapu yang baik (Sugama Co p yright @ 2 017 , Ju rnal Riset Akuaku ltu r, e-ISSN 250 2-65 34 Pert umbuhan dan sintasan larva dan benih ikan kerapu sunu ..... (Ahmad M uzaki) et al

  ., 2 0 1 2 ). De n g a n m e n g g u n a k a n t e lu r ya n g berkualit as dan met o de pemeliharaan yang baik dapat meningkatkan keberhasilan pemeliharaan larva kerapu sunu. Sint asan lar va kerapu sunu F-3 pada penelit ian tahun ini lebih baik bila diibandingkan dengan sintasan lar va F-3 pada pe nelit ian seb elumn ya yan g han ya menghasilkan sint asan 0,3%–4,0% (Sembiring

  (p cs)

  (d ays) 38 ± 2 a

  Um ur p an en (h ari) / Harvested age

  3 .9 7 5 ± 2.9 35 a

  Ju mlah lar va (ekor ) ( Number of larvae ) (p cs) 1 .7 1 4 ± 18 1 a

  2 ,7 ± 1,7 a

  Sintasan lar vae ( Survival rate of fish f ry ) (%) 1 0 ,6 ± 9 ,1 a

  88 ,5 ± 10 ,5 a

  2 Tin gkat pen etasan ( Hatching rate ) (%) 6 2 ,7 ± 3 5 ,4 a

  3

  Ju mlah wad ah p em elih araan (b ak) / Number of rearing tanks

  et al., 2014).

  Beni h t urunan F-3 t anpam arka PL-03 Thir d generation F-3 larvae without PL-0 3 m ar ker

  Thir d gener ation F-3 larvae with PL-0 3 marker

  

Table 1. Performance of hat ching rat e, sur vival rat e, and rearing period of coral t rout grouper (P. leopardus)

of t he t hird generat ion (F-3) derived from (F-2) select ed broodst ock Param et er ( Parameter ) Benih t urunan F-3 dengan m arka PL-03

  t urunan ket iga (F-3) dari induk t urunan F-2 hasil seleksi

  leopardus

  , 2 0 1 4 ). Ha l in i menunjukkan bahwa sifat t umbuh cepat pada lo kus PL-03 dapat diaplikasikan dalam menghasilkan benih- b e n ih ika n k e r a p u s u n u t u m b u h ce p a t . Se le k s i me nggu nakan m arka t u mbu h cepat le bih baik bila dib andingkan de ngan sele ksi berdasarkan karakt er fen o t ipik at au se cara ko n ven sio nal yang me miliki beberapa kelemahan diantaranya: 1. Memerlukan waktu yang cukup lama; 2. Kesulit an memilih dengan t epat g e n -g e n ya n g m e n ja d i t a r g e t s e le k s i u n t u k diekspresikan pada sifat -sifat mo rfo logi; 3. Rendahnya frekuensi individu yang diinginkan yang berada dalam po pulasi seleksi yang besar sert a 4. Feno mena paut an gen ant ara sifat yang diinginkan dengan sifat yang t idak diinginkan sulit dipisahkan khususnya saat melakukan persilangan. Oleh karena it u pemanfaat an marka DNA sebagai alat bant u seleksi lebih mengunt ungkan (lebih t epat , cepat dan relat if lebih hemat biaya dan wakt u) (Ho lland, 2005). Sint asan benih kerapu sunu F-3 t idak berbeda nyat a ant ara benih F-3 dengan marka PL-03 dan t anpa marka PL-03. Pemberian pakan yang baik dan cukup sert a kualit as air pemeliharaan yang o pt i- mal mendukung t ingginya sint asan benih kerapu sunu selama 10 bulan pemeliharaan. Selanjutnya benih-benih ikan ke rapu su n u F-3 d en gan sifat t um b u h ce p at dip elih ara hingga me ncapai st adia indu k yang siap digunakan unt uk pembenihan ikan kerapu sunu. Tabel 1. Keragaan t ingkat penet asan t elur, sint asan, dan lama pemeliharaan lar va ikan kerapu sunu P.

  Hasil an alisis uji t t erhadap pert umbuh an benih ke r ap u su n u F-3 se la m a 1 0 b u lan p e m e lih ar aa n menunjukkan hasil yang b erbeda nyat a. Be nih ikan kerapu sunu F-3 dengan sifat t umbuh cepat memiliki laju pe rt u m b uh an h arian le bih baik d iban din gkan dengan benih ikan kerapu sunu t anpa sifat t umbuh cepat . Penelit ian sebelumnya juga menyat akan bahwa ind uk kerap u su nu F-2 de ngan sifat t umbu h ce pat memiliki pert umbuhan bo bo t yang lebih baik (7,2%) dibandingkan dengan induk kerapu sunu F2 tanpa sifat t u m b u h ce p a t (Se m b ir in g et a l .

  Dat a laju pert umbuhan d an sint asan benih ikan ke rap u su n u t u ru nan ke t iga (F-3) yan g d ip e lih ara selama 10 bulan t ersaji pada Tabel 2.

  Keragaan Pert umbuhan dan Sintasan Benih Kerapu Sunu Turunan Ketiga (F-3)

  Um u r p a n e n la r va k e r a p u s u n u F -3 s a n g a t d ip e ngaru h i o le h p e rt um b uh an d an me t am o rfo sis lar va. Lar va dipanen ket ika bermet amo rfo sis secara sempurna menjadi benih ikan kerapu sunu berukuran sekit ar 2,5–3 cm. Umur panen benih kerapu sunu F-3 dengan sifat t umbuh cepat t idak berbeda nyat a dengan F-3 t anpa sifat t umbuh cepat , namun benih kerapu sunu f-3 dengan sifat t umbuh cepat dapat dipanen lebih cepat pada umur 38 ± 2 hari dibandingkan dengan benih F-3 t anpa sifat t umbuh cepat yang dipanen pada umur 40 ± 1 hari. Hal ini menunjukkan bahwa lar va ke r a p u s u n u F-3 m e m b aw a s ifa t t u m b u h ce p a t bermet amo rfo sis menjadi benih dengan wakt u yang lebih pendek dibandingkan dengan lar va kerapu sunu F-3 t id ak sifat t u m b u h ce p at . Pe rt um b u h an lar va kerapu sunu F-3 yang bersifat t umbuh cepat juga lebih baik dibandingkan dengan pert umbuhan lar va kerapu sunu F-3 t anpa sifat t umbu h cepat , sepert i t erlihat pada Gambar 1. Gambar 1 menunjukkan bahwa bo bo t tubuh (0,24 g) dan panjang t otal (2,28 cm) benih kerapu sunu pada saat panen (umu r 40 hari), dengan sifat t umbuh cepat lebih baik bila dibandingkan dengan benih kerapu sunu F-3 yang t anpa sifat t umbuh cepat .

  4 0 ± 1 a

  Jurnal Riset Akuakult ur, 12 (2), 2017, 131-137

3 Series1

  marker

  F-3 marka ( )

  Series2

  2.5 non marker

  F-3 t anpa marka ( )

  2.28

  2.01

  2

  1.5

  1

  0.5

  0.24

  0.13

  1

  2 Body weight Tot al lengt h

  Bo bo t t ubuh ( ) Pan jang t o t al ( ) Gambar 1. Bo bo t t ubuh dan panjang t o t al benih kerapu sunu F-3 pada saat panen (umur 40 hari) dari induk yang membawa marka

  PL-0 3 (F-3 m arka), d an t idak m emp unyai marka (F-3 n o n marka).

  

Figure 1. Body weight and t ot al lengt h of F-3 coral t rout fry at harvest (40

days age) from broodst ock wit h PL-03 marker (F-3 marka) and wit hout PL-03 marker (F-3 non marka).

  Analisis M arka Indikat or Tum buh Cepat ked ua (F-2 ). Nam u n t e rjadi p en u ru nan pro se nt ase

  marka PL-03 pada kerapu sunu F-3 dibandingkan pada Hasil analisis sifat t umbu h cep at den gan marka kerapu sunu F-2. Pada kerapu sunu t urunan kedua, lo kus PL-03 t erhadap ikan kerapu sunu F-3 t urunan sebanyak 63,3% (dari 90 eko r sampel) yang t eramat i dari induk F-2 yang mempunyai sifat dan t anpa sifat et al. membawa marka PL-03 (Sembiring , 2014). Pada t umbuh cepat dit unjukkan o leh Gambar 3. Marka PL- p e n e lit ia n s e b e lu m n ya , Ha r ya n t i et al . (2 0 1 2 ) 03 merupakan marka alel t unggal yang berukuran 370 m en ggu nakan p en yan di t u m bu h cep at pada lo cu s

  et al., bp (Sembiring 2014).

  Pm MS-1 1 A (1 4 4 b p ) d e n gan m e t o d e m ikro sat e lit Hasil analisis lo kus indikat o r t umbuh cepat PL-03 t eramat i sebanyak 60% pada benih t urunan pert ama pada ben ih F-3 t u run an in duk F-2 yang me mbawa Penea us m on odon u d a n g w in d u . Pe w a r is a n g e n marka menunjukkan sebanyak 45% benih (9 sampel) pert umbuhan dipengaruhi o leh banyak fakt o r yait u masih membawa sifat t umbuh cepat yang dit urunkan diant aranya adalah fakt o r lingkungan. Hal ini sesuai dari induk F-2 dan 55% (11 sampel) menunjukkan t anpa et al. dengan pendapat Falaki (1997), yang menyatakan sifat t umbuh cepat . Teramat inya marka t umbuh cepat bahwa pert umbuhan merupakan sifat yang diko nt ro l

  PL-0 3 p a d a b e n ih k e r a p u s u n u t u r u n a n k e t ig a o leh banyak gen, dengan demikian ekspresi dari set iap me mbu kt ikan bah wa sifat t umb uh cep at ini masih in dividu yang t u mb u h ce p at d it e n t u kan o le h t iga diwariskan o leh induknya yait u kerapu sunu t urunan k o m p o n e n u t a m a m e n ca k u p fa k t o r g e n e t ik ,

  Tabel 2. Laju pert umbuhan harian dan sint asan benih kerapu sunu F-3 pada akhir pemeliharaan

  Table 2. Growt h rat e and survival rat e of coral t rout fry at t he end of experiment Kerapu sunu F-3 Laj u pert um buhan hari an Si nt asan

  F-3 coral tr out Growt h rat e (%) Survi val rat e (%)

  F-3 d en g an marka PL-0 3 a a

  3 ,1 1 ± 0 ,0 3 8 5,6 ± 2,3 F3 with PL -0 3 marker F3 tan p a mar ka tu mb u h cep at b a

  3 ,0 1 ± 0 ,0 4 8 2 ,8 ± 3 ,0 3 F3 without PL – 0 3 marker

  Co p yright @ 201 7, Jurn al Rise t Akuakult ur, e-ISSN 25 02-6534

  135

  Pert umbuhan dan sintasan larva dan benih ikan kerapu sunu ..... (Ahmad M uzaki)

  Memb awa marka PL-03 Tan pa marka PL-03

  Wit h PL-03 mar ker Wit hout PL-03 marker

  45% 55%

  Gambar 3. Hasil analisis marka indikat o r t umbuh cepat pada benih kerapu sunu F-3 menggunakan met o de mikro sat elit SSR

  

Figure 3. The result of fast grow t h marker indicat or on F-3 coral t r out fry using

microsat elit e/SSR method

  lin g ku n ga n d an in t e ra ksi a n t ara k e d u an ya . Sifat menggunakan mikro sat elit unt uk sifat pert umbuhan kodo minan pada lokus yang mengindikasikan t umbuh p ad a be b erap a he wan vert eb rat a t e lah dilap o rkan

  et al .

  ce p at se h aru s n ya t e rd ap at p a d a ke d u a a le l yan g s e ju m la h p e n e lit i s e p e r t i Ma s k u r (2 0 0 7 ), et al. et al. diekspresikan pada individu het ero zigo t . Pada kasus Ge ldermann (2006 ), Zhang (2 00 9), d an et al. do minan penuh, ket urunan yang didapat pada F-2 akan Chao ui (2012). me nunjukkan p erbandin gan fen o t ip e d o min an d an

KESIM PULAN

  resesif 3:1 at au perbandingan geno t ipe 1:2:1. Namun, dari hasil penelit ian yang dipero leh bahwa pewarisan

  Plect r ophomus leopar dus

  Ke rap u su n u ( ) t uru n an sifat t umbuh cepat t idak mengikuti segregasi Mendel. ket iga (F-3) yang m em bawa marka PL-03 (t um bu h

  Hal in i didu ga t e rjad i pe nyim pan gan se mu h ukum ce pat ) m enu nju kkan p ert umb uhan yang le bih baik Me n d e l o le h a d a n ya in t e r a k s i g e n , s e h in g g a dibandingkan dengan yang t anpa marka. menghasilkan rasio feno t ipe yang berbeda dari dasar hukum Mendel. Ke depan, agar dapat dihasilkan benih UCAPAN TERIM A KASIH secara massal dengan sifat t umbuh cepat (marka PL-

  Penelitian ini dibiayai dari anggaran DIPA Balai Besar 03), maka diperlukan pula induk kerapu sunu dengan

  Penelit ian dan Pengembangan Budidaya Laut Go ndo l jumlah yang lebih banyak (100 pasang induk) dengan t ahun 2015. Terima kasih disampaikan kepada semua sifat t umbuh cepat. Dengan demikian dapat dipero leh pihak yang telah membantu pelaksanaan penelit ian ini pewarisan sifat yang sesuai secara feno t ipe maupun t erut ama rekan-rekan teknisi litkayasa di pemeliharaan g e n o t ip e . Pe n g g u n a a n g e n p e n a n d a ya n g in d u k , p e m b e n ih a n la r va k e r a p u s u n u , d a n mengendalikan suatu karakt er akan sangat membant u Labo rat o rium Bio t ekno lo gi BBPPBL. d a la m e fe k t ivit a s d a n e fis ie n s i p r o s e s s e le k s i, sehingga pro duk dan wakt u seleksi dapat lebih valid

  DAFTAR ACUAN

  dan singkat (Gupt a & Varshney, 2000) t erut ama dalam Chao ui, L, Gagnaire, P.A., Guinand, B., Quignard, J.P., pembenihan kerapu sunu. Banyak gen t erident ifikasi

  Tsigeno po ulo s, C., Kara, M.H., & Bo nho mme , F. m e m p u n ya i p o t e n si se b ag ai p e n ciri ge n e t ik at au

  (201 2). Micro sat ellit e le ngt h variat io n in candi-

  M arker-assist ed Select ion

  (MAS) yang akan bermanfaat dat e genes co rrelat es wit h habit at in t he gilt head d a la m m e m p e r ce p a t k e g ia t a n s e le k si d a r i s ifa t

  Sparus aurat a M olecular Ecology,

  sea bream . 21(22), pro duksi dan bernilai eko no mis. Gen-gen penyandi 5497-5511. t umbuh cepat merupakan kandidat ut ama marka DNA

  Quantitat if Traits Loci Falaki, M., Gen gler, N., & Sneye rs, M. (199 7). Re la-

  unt uk analisis pautan dengan (QTL) t io nships o f po lymo rphisms fo r gro wt h ho rmo ne disebabkan signifikansi pengaruh bio logisnya t erhadap re ce p t o r ge n e wit h milk pro d u ct io n t rait s fo r sifat -sifat bernilai eko no mis. Pemet aan QTL dengan

  Co p yright @ 2 017 , Ju rnal Riset Akuaku ltu r, e-ISSN 250 2-65 34

  Co p yright @ 201 7, Jurn al Rise t Akuakult ur, e-ISSN 25 02-6534

  Suwir ya, K. (2005). Spawning and lar val rearing o f co ral t ro u t at Go n do l.

  Su w ir ya , K., Pr ijo n o , A., Se la m e t , B, Se m b ir in g , S.B.M., Hut apea, J.H., & Har yant i. (2009). Performa calo n induk kerapu sunu, Plect ropomus leopardus h asil se le ksi dari b ud id aya.

  ). Balai Besar Riset Perikanan Budidaya laut Go ndo l, 18 hlm.

  Plect ropomus leopar dus

  Me lia n a wa t i, R., Mar zu q i, M., Su ga m a , K., & Giri I N.A. (2006 ). Pedo man t eknis pemb enihan ikan kerap u sunu (

  . 13 Januar y 2005, 52 pp. Su wir ya, K., Prijo n o , A., Han afi, A., And am ari, R.,

  SPC Live Reef Fish Infor mat ion Bullet in

  Epinephelus fuscogut t at us ): a best -pract ice manual. ACIAR . Canberra, 66 pp.

  . Ba la i Be s a r Pe n e lit ia n d a n Pengembangan Budidaya Laut Go ndo l. Unpublish, 14 hlm.

  Ha t c h e r y m a n a g e m e n t o f t ig e r g r o u p e r (

  Sugama, K., Rimmer, M.A., Ismi, S., Ko eshar yani, I., Su wir ya, K., Giri, I N.A., & Alava, V.R. (2 0 1 2 ).

  Jurnal Riset Akuakult ur, 3(1), 13-18.

  u n t u k p e n in g k a t a n pemijahan dan kualitas t elur.

  Epi nephel us f uscog ut t at us

  (2008). Manajemen pakan induk kerapu macan,

  Lapor an Hasil Riset Ang g a r an 2 0 0 9

  Qu, M., Ding, S., Xu, X., Shen, M., Yo u, Y., & Su, Y.

  Pl ect r opom us l eopar dus g e n e ra s i ke d u a (F-2 ). Pr osi di ng For um I novasi Teknol og i Akuakul t ur, hlm. 201-209.

  Yo sed a, K., Yam amo t o , K., Asami, K., Ch imu ra, M., Hashimo t o , K., & Ko saka, S. (2008). Influence o f ligh t in t e n s it y o n fe e d in g , g ro wt h , an d e ar ly sur vival o f le o pard co ral gro u p e r

  General and Comparat ive Endo- crinology,

  Nibea co ibo r gro wt h ho rmo ne: it s phylo genet ic s ign ifica n ce m icr o s a t e llit e va r ia t io n a n d e x- pressio n analysis.

  Zhang, D., Shao , Y., Jiang, S., Li, J., & Xu, X. (2009).

  Aquacult ure, 279, 55-62.

  lar vae u nd e r m ass-scale rearin g co n - dit io ns.

  Plect ropomus leopardus

  Depart ment of Aquatic Bioscience . To kyo, p. 191-233.

  (201 2). On t o gene t ic develo pme nt o f t he diges- t ive system and gro wt h in co ral t ro ut (

  . Lo ndo n, p. 396- 414. Wat anabe, T. (1988). Fish nut rit io n and maricult ure.

  Academic Press

  Wa t a n a b e , T. (1 9 8 5 ). Im p o r t a n c e o f s t u d y o f bro o dst o ck nut rit io n fo r furt her develo pment o f aquacult ure. In Co wey, CB. (Eds.). Nut rit io n and Feeding in Fish.

  Aquacult ur, 334-337, 132-141.

  ).

  Plectropomus leopardus

  Set iadharma, T., Prijo no , A., Giri, I N.A., & Tridjo ko .

  Eva lu a s i r e p r o d u k s i in d u k k e r a p u s u n u ,

  137

  Penggunaan gen penyandi t umbuh cepat dalam pro du ksi be nih ud ang windu

  ).

  Plect r opomus leopardus

  Ku su m aw at i, D., Is m i, S., Asih , Y.N., Mu za ki, A., Ha r ya n t i, & Gir i, N. A. (2 0 1 5 ). Pe n g g u n a a n karo t e n o id se b agai su m b e r p igm en t asi warn a m e r a h p a d a lar va ke r ap u s u n u (

  Tr aining M anual on Advances in M arker-Asist ed Select ion Work- shop , 21-24 Februar y, IRRI, Lo s Bano s, Filipina.

  Ho lland , J.B. (20 05 ). Imp lem en t at io n o f mo le cu lar Marke r fo r Quan t it at ive Trait s in Bree ding Pro - gram s Ch alle n ge s an d Op p o rt u n it ie s.

  Penaeus monodon. Jurnal Riset Akuakult ur, 7(3), 345-358.

  113, 163-185. Har yan t i, Mah ard ika, K., Fach ru d in , Wardan a, I.K., Pe rm a n a, I G.N., & Se m b ir in g, S.B.M. (2 0 1 2 ).

  . Balai Besar Penelit ian dan Pengembangan Budidaya Laut Go ndo l. Unpublish, 15 hlm. Maskur, Mu lad n o , & Tap p a, B. (20 0 7). Id en t ifikasi ge net ik me nggunakan marker mikro sat e lit d an hubungannya dengan sifat kuant it at if pada sapi.

  Euphyt ic,.

  Gu p t a , P. K. & Va r s h n e y, R.K. (2 0 0 0 ). Th e develo pment and use o f micro sat ellit e markers fo r genet ic analysis and plant breeding wit h empha- sis o n bread wheat .

  Genet ics Select ion Evolut ion . 38, 431-444.

  H. (20 06). OLA-DRB1 micro sat e llit e varian t s are asso ciat ed wit h o vine gro wt h and repro duct io n t rait s.

  It alian Ho lst ein-Friesian bulls. Journal Dairy Science . 79,1446-1453. Geldermann, H., Mer, M.R., Kuss, W., & Bart enschlager,

  Jurnal Riset Akuakult ur, 12 (2), 2017, 131-137

  Laporan Teknis Akhir Kegiat an Anggaran 2015

  M edia Pet ernakan, 30, 147-155.

  Sembiring, S.B.M., Muzaki, A., & Wardana, I.K. (2015).

  Jurnal Riset Akuakult ur,

  . Ba la i Be s a r Pe n e lit ia n d a n Pengembangan Budidaya Laut Go ndo l. Unpublish, 19 hlm.

  Lap or an Tek n i s H a si l Pen el i t i an Tah u n Ang g a r an 2 0 1 4

  turunan kedua (F-2 ).

  Plectropomus leopardus

  & Se t ia w a t i, K.M. (2 0 1 4 ). Ka r a k t e r is a s i d a n evaluasi penyandi gen cepat t umbuh pada induk kerapu sunu,

  7(1), 01-09. Sembiring, S.B.M., Har yant i, Muzaki, A., Wardana, I.K.,

  I.K., Sut armat , T., & Yudha, H.T. (2012). Penggunaan penand a genet ik t umbuh cepat unt uk pro duksi calo n induk kerapu sunu, Plect ropomus leopardus dalam pro gram seleksi.

  Ovend en, J. (20 00). Develo pment o f rest rict io n en- z ym e m a r k e r s fo r r e d s n a p p e r (

  Sout h- ern Fisheries Cent re, 36 pp. Se mbirin g, S.B.M., Har yan t i, Su wir ya, K., Wardan a,

  Molecular Fisheries Laboratory.

  ) st o ck discrim in at io n u sin g gen et ic variat io n in m it o - chondria DNA.

  Lut j anus m al abar icus

  an d

  Lu t j a n u s er yt hr opt er us

  163(3), 233-241.

Dokumen yang terkait

Dokumen baru