Pengaruh rasio poloxamer 407 Kitosan dalam sistem dispersi padat ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) terhadap disolusi kurkumin

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENGARUH RASIO POLOXAMER 407/KITOSAN DALAM SISTEM
DISPERSI PADAT EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb)
TERHADAP DISOLUSI KURKUMIN

SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)
Program Studi Farmasi

Oleh:
Titi Estetikaningtyas
NIM: 138114170

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN JUDUL
PENGARUH RASIO POLOXAMER 407/KITOSAN DALAM SISTEM
DISPERSI PADAT EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb)
TERHADAP DISOLUSI KURKUMIN
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)
Program Studi Farmasi

Oleh:
Titi Estetikaningtyas
NIM: 138114170
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016
i

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

iii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku
Filipi 4:13

Saya persembahkan skripsi ini untuk:
Tuhan Yesus yang selalu menjadi sumber kekuatan dan pengharapan
Papa, Mama, dan Kakak yang selalu mendukungku
Sahabat-Sahabat
Dan Almamaterku tercinta

iv

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

v

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PRAKATA
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, kasih, dan
pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Pengaruh Rasio Poloxamer 407/Kitosan Dalam Sistem Dispersi Padat Ekstrak
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Terhadap Disolusi Kurkumin”.
Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana
Farmasi (S.Farm.) Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Penulis menyadari benar bahwa dalam menjalankan penelitian sampai
penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan, bimbingan, dan
dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis tidak
lupa mengucapkan terimakasih kepada:
1.

Aris Widayati, M.Si., Ph.D., Apt., selaku Dekan Fakultas Farmasi Sanata
Dharma.

2.

Dr. Dewi Setyaningsih, M.Sc., Apt., selaku dosen pembimbing utama atas
bimbingan, saran, masukan, dan kritik selama proses pembuatan proposal dan
naskah skripsi.

3.

Dr. Dewi Setyaningsih, M.Sc., Apt., atas pembiayaan proyek penelitian ini.

4.

Beti Pudyastuti, M.Sc., Apt., selaku dosen penguji skripsi atas saran, kritik, dan
masukan selama proses pembuatan proposal dan naskah skripsi.

5.

Dr. Yustina Sri Hartini, M.Si., Apt., selaku dosen penguji skripsi atas saran,
kritik, dan masukan selama proses pembuatan naskah skripsi.

6.

Dina Christin Ayuning Putri, M.Sc., Apt., selaku dosen penguji proposal atas
saran, kritik, dan masukan selama proses pembuatan proposal.

7.

Dr.rer.nat. Yosi Bayu Murti, M.Si., Apt., atas pemberian baku kurkumin yang
digunakan dalam penelitian ini.

8.

Dr.rer.nat. Roni Martien, M.Si., atas pemberian kitosan yang digunakan dalam
penelitian ini.

vii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

9.

PT. Konimex atas pemberian Poloxamer 407 yang digunakan dalam penelitian
ini.

10.

Mas Bima Widura, Bapak Wagiran, Bapak Musrifin, dan Mas Agung selaku
laboran atas segala bantuan yang diberikan selama melakukan penelitian.

11.

Papah, Mamah, Mas Yose dan Mba Ayu yang selalu memberikan kasih sayang,
doa, motivasi, dukungan, dan semangat bagi penulis serta senantiasa
mendoakan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, sehingga

penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga bisa membuat
karya yang lebih baik. Penulis mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan
yang terdapat dalam skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap penelitian ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak.
Yogyakarta, 7 Juni 2017

Penulis

viii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENGARUH RASIO POLOXAMER 407/KITOSAN DALAM SISTEM
DISPERSI PADAT EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb)
TERHADAP DISOLUSI KURKUMIN
Titi Estetikaningtyas
Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia

ABSTRAK
Kurkumin merupakan salah satu kandungan utama dalam ekstrak temulawak
yang telah terbukti memiliki aktivitas farmakologis antioksidan, hepatoprotektor,
anti-inflamasi, dan antimikroba. Kurkumin termasuk dalam BCS kelas II di mana
kecepatan disolusi menjadi rate limiting step dalam bioavailabilitas oral. Upaya
peningkatan disolusi kurkumin penting dilakukan dalam meningkatkan
bioavailabilitas oral. Dispersi padat merupakan salah satu metode untuk
meningkatkan disolusi kurkumin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
pengaruh rasio Poloxamer 407/kitosan dalam dispersi padat terhadap disolusi
kurkumin dibandingkan campuran fisik.
Dispersi padat dalam penelitian ini dibuat dengan drug load 8,3%. Metode
yang digunakan untuk membuat dispersi padat adalah solvent evaporation . Pada
penelitian ini parameter yang diukur yaitu drug load, kelarutan, dan disolusi. Analisis
sampel dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran Poloxamer 407/kitosan
dalam dispersi padat dapat meningkatkan disolusi kurkumin dibandingkan campuran
fisik dan terdapat perbedaan nilai dissolution efficiency (DE) antar rasio dispersi
padat (p value < 0,05). Dispersi padat dengan rasio 1:4,5 menunjukkan dissolution
efficiency (DE) paling tinggi sebesar 56,79 ± 1,52%.
Kata kunci: kurkumin, disolusi, dispersi padat, kitosan, Poloxamer 407.

ix

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

EFFECT OF POLOXAMER 407 / CHITOSAN RATIO IN SOLID
DISPERSION SYSTEM (Curcuma xanthorrhiza Roxb) ON CURCUMIN
DISSOLUTION

Titi Estetikaningtyas
Department of Pharmacy, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia

ABSTRACT
Curcumin is one of the principle component in temulawak extract that has
been shown to have pharmacological activity of antioxidants, hepatoprotectors, antiinflammatory, and antimicrobial. Curcumin is included in BCS Class II where the
dissolution rate is rate limiting step in oral bioavailability. Enhancement of curcumin
dissolution are important in improving oral bioavailability. Solid dispersion is one of
the methods to increase curcumin dissolution. This study aims to determine the effect
of Poloxamer 407 / chitosan ratio in solid dispersion on curcumin dissolution
compared to physical mixture.
Solid dispersion in this study was made with a drug load of 8.3%. Method
used to make solid dispersion is solvent evaporation. In this study, the parameters
measured are drug load, solubility, and dissolution. Sample analysis was performed
by UV-Vis spectrophotometer.
The results showed that the mixture of Poloxamer 407 / chitosan in solid
dispersion can increase curcumin dissolution compared to the physical mixture and
there is difference in the dissolution efficiency (DE) value between solid dispersion
ratio (p value 0,99. Berdasarkan kurva baku yang telah
dibuat, didapatkan persamaan y = 0,1307x + 0,0015 dengan nilai r sebesar 0,9981
(Gambar 1), hal tersebut memenuhi persyaratan Association of Official Analytical
Chemist (AOAC). Sehingga dapat dikatakan metode spektofotometri UV-Vis ini

memiliki linearitas yang baik dalam menetapkan kadar kurkumin.

8

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Kurva Baku Kurkumin dalam Medium
Disolusi

1
Absorbansi

0,8
0,6
y = 0.1307x + 0.0015
R² = 0.9963
R = 0.9981

0,4
0,2
0

0

2
4
6
Konsentrasi (µg/mL)

8

Gambar 1. Kurva Baku Kurkumin dalam Medium Disolusi

2. Penetapan akurasi dan presisi
Penetapan akurasi dilihat berdasarkan kedekatan hasil analisis dengan kadar
analit yang sebenarnya. Akurasi dinyatakan sebagai % recovery terhadap sampel
yang kadarnya telah diketahui dengan pasti (Rohman, 2009). Suatu metode
dikatakan memiliki akurasi yang baik apabila nilai % recovery untuk konsentrasi 1
µg/ml sebesar 80-110% (AOAC, 2016). Nilai % recovery yang didapatkan dalam
penelitian ini antara 98,84-108,26% (Tabel II). Hasil tersebut masih memenuhi
persyaratan yang ditetapkan oleh Association of Official Analytical Chemist
(AOAC).
Penetapan presisi dilihat berdasarkan kedekatan antar serangkaian hasil
analisis yang diperoleh dari beberapa kali pengukuran. Presisi biasanya dinyatakan
dalam Coefficient of Variation (CV) (Rohman, 2009). Menurut AOAC (2016) nilai
CV yang baik sebesar 11% untuk kadar sampel 1 µg/ml. Nilai CV yang
didapatkan pada penelitian ini sebesar 0,83-2,42% (Tabel II). Hasil tersebut masih
memenuhi rentang persyaratan yang ditetapkan oleh Association of Official
Analytical Chemist (AOAC), maka disimpulkan metode ini akurat dan presisi

sehingga metode valid untuk digunakan dalam penelitian ini.

9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel II. Data Akurasi dan Presisi (n=3)

Konsentrasi
teoritis
(µg/mL)
0,54

3,23

5,38

Konsentrasi
yang didapat
(µg/mL)
0,53
0,54
0,53
3,29
3,35
3,42
5,58
5,82
5,83

Akurasi
(% recovery)

Presisi
(SD)

Presisi
(CV)

98,84
100,26
98,84
102,01
103,67
105,80
103,71
108,11
108,26

0,00

0,83

0,06

1,83

0,14

2,42

Uji Drug Load
Uji drug load bertujuan untuk mengetahui kandungan zat aktif yang
sebenarnya dalam rasio yang dikehendaki dan mengetahui stabilitas zat aktif selama
proses pembuatan. Untuk mengetahui hasil drug load sesuai atau tidak dengan teoritis
maka dihitung % recovery. Berdasarkan table III, homogenitas campuran fisik dan
dispersi padat sudah sesuai yaitu dibuktikan dari nilai CV yang rendah. Hasil untuk %
recovery CF secara keseluruhan sudah memenuhi yaitu mendekati 100%. Akan tetapi

untuk % recovery DP ada beberapa yang tidak sesuai yaitu DP 3 (1:8), DP 4 (1:12),
dan DP 5 (1:21). Ketidaksesuaian yang terjadi pada drug load DP 3 (1:8), DP 4
(1:12), dan DP 5 (1:21) karena adanya kerusakan kurkumin selama proses
pembuatan. Rusaknya kurkumin bisa terjadi karena fotodegradasi dan oksidasi
(Priyadarsini, 2014). Oksidasi dapat disebabkan karena adanya panas saat oven
vakum. Waktu pengeringan menggunakan oven vakum untuk setiap formula DP
berbeda-beda, semakin besar jumlah kitosan semakin lama pengeringannya. Selain
itu, ketidaksesuaian yang terjadi DP 3, DP 4, dan DP 5 karena semakin menurunnya
konsentrasi Poloxamer 407, akibatnya semakin kecil jumlah kurkumin yang dapat
terdispersi ke dalam kitosan.

10

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel III. Hasil Uji Drug Load Campuran Fisik (CF) dan Dispersi Padat (DP) (n=3)

Sampel

Rata-rata
Recovery ±
SD (%)
84,59 ± 1,40

CV

Sampel

1,65

DP 1
(1:4,5)

CF 2
(1:6)

88,03 ± 2,30

2,61

CF 3
(1:8)

80,01± 2,45

CF 4
(1:12)
CF 5
(1:21)

CF 1
(1:4,5)

Rata-rata
Recovery ±
SD (%)
96,69 ± 1,22

CV

1,27

DP 2
(1:6)

84,08 ± 1,64

1,95

3,18

DP 3
(1:8)

79,48 ± 1,13

1,42

94,32 ± 1,58

1,68

DP 4
(1:12)

66,31 ± 0,97

1,47

99,59 ± 0,66

0,66

DP 5
(1:21)

65,98 ± 1,14

1,73

Uji Kelarutan
Uji kelarutan bertujuan untuk mengetahui kelarutan dispersi padat
dibandingkan campuran fisik. Uji kelarutan dilakukan tanpa SLS karena ingin
melihat kelarutan sediaan tanpa adanya bantuan peningkatan kelarutan apapun.
Gambar 2 menunjukkan bahwa kelarutan kurkumin meningkat setelah dibuat menjadi
DP dibandingkan dengan CF. Peningkatan terjadi secara signifikan pada DP 1 (1:4,5),
DP 2 (1:6), DP 3 (1:8), DP 4 (1:12), DP 5 (1:21) yaitu 5,8; 4,1; 4,6; 6,9; 5,0 kali CF
(p

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

58 1234 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 346 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 285 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4 197 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 268 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 363 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 331 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 190 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 343 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 385 23