JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIP

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS MERCU BUANA

2
MODUL 2

REKAYASA TRANSPORTASI (3 SKS)
Ir. Sylvia Indriany, M.T.

POKOK BAHASAN :

PENGERTIAN ARUS LALU LINTAS
MATERI KULIAH :
Pendahuluan,

karakteristik

arus

lalu

lintas,

volume,

kecepatan,kerapatan,

hub.fundamental parameter primer

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sylvia Indriany, M.T
REKAYASA TRANSPORTASI

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS MERCU BUANA

2

PENGERTIAN ARUS LALU LINTAS

2.1.

PENDAHULUAN
Pengertian mengenai arus kendaraan pada suatu jalur gerak merupakan

suatu hal penting terhadap desain yang rasional untuk sarana-sarana yang baru
maupun modifikasi sarana yang ada untuk dapat memenuhi dan mengatasi
perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi lalu lintas.
Karakteristik desain sarana fisik, cara bagaimana gerakan kendaraan diatur pada
sarana tersebut(mis. Peraturan lalu lintas jalan, jadwal kereta api) dan karakteristik
kendaraan itu sendiri semuanya berinteraksi untuk menentukan kemampuan sarana
tersebut dalam menampung beban arus lalu lintas yang bekerja padanya. Karena itu
pada desain sarana dan menentukan rencana operasi, hubungan interaksi ini harus
diperhitungkan.

Hubungan tersebut akan menjadi karakteristik arus lalu lintas yang
menjelaskan ciri arus lalu lintas secara kualitatif maupun kauntitatif dalam kaitannya
dengan kecepatan, besarnya arus dan kerapatan lalu lintas dalam hubungannya
dengan waktu maupun jenis kendaraan yang menggunakan ruang.
Alat yang penting untuk menganalisa arus kendaraan dan menerangkan variabelvariabel utamanya serta hubungan-hubungan pada arus kendaraan adalah diagram
waktu ruang yang menggambarkan gerakan semua kendaraan pada suatu jalur
gerak dimana ditunjukkan lokasi dari setiap kendaraan sebagai fungsi dari waktu.

1

RUANG
(lokasi)

kendaraan dan tujuannya

3

2

4

5

panjang
kendaraan

d3

6

7

d3

8

Ir. Sylvia Indriany, M.T
REKAYASA TRANSPORTASI
WAKTU

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
d3
t1

t2

t3

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS MERCU BUANA

2

Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa pengertian arus lalu lintas adalah jumlah
kendaraan yang terdapat dlm ruang yang diukur dalam interval waktu tertentu. Arus
lalu lintas dalam penyediaan transportasi dapat dibagi dalam 2 kategori :

1. Uninterupted flow (arus tidak terganggu)
Arus lalu lintas dihasilkan oleh interaksi antar kendaraan dan antara kendaraan
dengan karakteristik sistem geometrik jalan raya. Pola arus lalu lintas hanya dikontrol
oleh karakteristik tata guna lahan yang membangkitkan perjalanan. tidak ada faktor
eksternal yang secara periodik menghentikan sementara arus lalu lintas tersebut.

2. Interupted flow (arus terganggu)
Arus lalu lintas tidak hanya dihasilkan oleh interaksi antar kendaraan tetapi juga
pengatur ekternal yang secara periodik menghentikan sementara arus lalu lintas.
Contohnya adalah kendaraan diharuskan berhenti secara periodik di simpang yang
diatur oleh lampu lalu lintas.

2.2. KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS
Merupakan hasil interaksi yang komplek dari 4 elemen utama sistem lalu
lintas (traffic system), yaitu pengemudi, kendaraan, jalan dan lingkungan.
Karakteristik diperlukan sebagai acuan dalam perencanaan lalu lintas.

Parameter arus lalu lintas terbagi 2 kategori :


parameter makroskopik, yang mencirikan arus lalu lintas sebagai suatu
kesatuan

(sistem),

sehingga

diperoleh

gambaran

operasional

sistem

keseluruhan.
Contoh : tingkat arus (flow rates),kecepatan rata-rata(average speeds),tingkat
kepadatan (density rates)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sylvia Indriany, M.T
REKAYASA TRANSPORTASI

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS MERCU BUANA



2

Parameter microskopik, yang mencirikan perilaku setiap kendaraan dalam arus
lalu lintas yang saling mempengaruhi.
Contoh: waktu antara(time headway), kecepatan masing-masing(individual
speed),jarak antara(space headway)

Ada 3 variabel atau karakteristik primer dari arus lalu lintas yang saling terkait yaitu
volume, kecepatan dan kerapatan. Masing masing dapat dijelaskan sebagai berikut

2.2.1. Volume
Volume adalah jumlah kendaraan yang melalui suatu titik tetap pada jalan
dalam satuan waktu. Volume biasanya dihitung dalam kendaraan/hari atau
kendaraan/jam. Namun volume dapat juga dinyatakan dalam satuan yang lain
tergantung kepada kedalaman analisa yang diinginkan. Volume dirumuskan sebagai

q=
dimana :

1
---h

n
atau q = ------T

q = volume
h = headway/waktu antara
T= interval waktu pengamatan
N= jumlah kendaraan yang melewati titik pengamatan

Karena volume ini berinteraksi dengan sistem jaringan jalan, maka ketika
arus meningkat pada suatu ruas jalan dengan sendirinya waktu tempuh akan
meningkat karena kecepatan turun.
Ada cara lain untuk menyatakan volume yaitu :rate of flow . Merupakan
jumlah kendaraan yang melewati suatu titik tertentu selama interval kurang dari 1
jam tetapi biasanya dinyatakan dalam nilai jam ekivalen. Dan biasanya dinyatakan
dalam kend/hari atau kend/jam atau periode waktu yang lain.
Volume lalu lintas bervariasi, tergantung pada volume total dua arah, arah
arus, volume harian,bulanan, tahunan dan komposisi kendaraan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sylvia Indriany, M.T
REKAYASA TRANSPORTASI

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS MERCU BUANA

2

Variasi harian, untuk menyatakan kondisi lalu lintas yang bervariasi dalam seminggu,
baik untuk orang maupun barang. Terdapat 4 parameter volume harian yang biasa
digunakan :






Avg annual daily traffic (AADT)
Avg annual weekday traffic (AAWT)
Avg daily traffic (ADT)
Average weekday traffic (AWT)

Kadangkala diinginkan penentuan volume kendaraan yang lebih detail dalam
perencanaan atau evaluasi suatu ruas jalan, sehingga arus perlu dinyatakan dalam
variasi jam-an. Dengan variasi ini, dapat ditentukan volume pada jam tersibuk atau
arus lalu lintas puncak.

2.2.2. Kecepatan
Kecepatan adalah perubahan jarak dibagi waktu. Kecepatan dapat diukur
sebagai kecepatan titik, kecepatan perjalanan, kecepatan ruang dan kecepatan
gerak. Rumus untuk kecepatan dapat ditulis :
dx
V=

---dt

dimana : V=kecepatan
dx= jarak yang ditempuh
dt=waktu untuk menempuh dx

Karena kecepatan masing-masing kendaraan yang terdistribusi secara luas
bervariasi, maka diperhitungkan sebuah kecepatan perjalanan rata-rata.

Jika terdapat waktu tempuh t1, t2, t3…tn yang diobservasi untuk n kendaraan yang
melewati sebuah segmen dg panjang L, maka kecepatan perjalanan rata-rata dapat
dinyatakan :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sylvia Indriany, M.T
REKAYASA TRANSPORTASI

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS MERCU BUANA



2

Time mean speed : kecepatan rata-rata semua kendaraan yang melewati
sebuah titik pada jalan pada waktu tertentu



space mean speed :kecepatan rata-rata dari semua kendaraan yang menempati
suatu segmen jalan pada waktu tertentu



Average travel speed dan average running speed
Keduanya merupakan bentuk dari SMS yang sering digunakan dalam teknik lalu
lintas dan ditentukan sebagai jarak dibagi rata-rata waktu melewati suatu segmen
jalan.. AVS didasarkan pada average travel time, sedangkan ARS berdasarkan
average running time.
Travel time adalah total waktu yang dibutuhkan untuk melalui suatu segmen jalan
sedangkan running time merupakan total waktu yang digunakan selama
kendaraan bergerak melewati suatu segmen jalan.



Operating speed: Kecepatan maksimum yang aman bagi kendaraan yang
masuk dalam arus lalu lintas tanpa melebihi kecepatan rencana jalan.



Percentile speed : kecepatan dibawah prosen kendaraan yang ditetapkan dalam
arus lalu lintas. Jadi 85 kecepatan persentil, artinya 85% kendaraan berada pada
atau dibawah kecepatan ini.

Cara untuk menunjukka kecepatan biasanya dipakai kecepatan rata-rata ruang
(SMS)

2.2.3.Kerapatan
Kerapatan merupakan rata-rata jumlah kendaraan per satuan panjang jalan.
Atau dirumuskan sebagai :
1
k=

----

n
atau k = -------

s

dimana :

L

k=kerapatan (kend/km)
n=jumlah kend. Pada lintasan
L= panjang lintasan
S= jarak antara (space headway)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sylvia Indriany, M.T
REKAYASA TRANSPORTASI

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS MERCU BUANA

2

2.2.4. Karakteristik sekunder
Selain karakteristik primer yang telah disampaikan sebelumnya ada beberapa
pearameter sekunder yang penting untuk diketahui yaitu :



Waktu antara kendaraan (headway/time headway), yaitu waktu yang diperlukan
antara satu kendaraan dengan kend. Berikutnya untuk melalui satu titik tertentu



yang tetap. (1/volume)
Jarak antara kendaraan (spacing/space headway), yaitu jarak antara bagian
depan



satu

kendaraan

dengan

bagian

depan

kendaraan

berikutnya..

(1/kerapatan)
Occupancy

2.3. Hubungan fundamental antar variabel
Suatu hubungan penting terdapat diantara ketiga variabel primer yang telah
diterangkan sebelumnya. Walaupun dalam arus lalu lintas ketiganya akan terus
bervariasi, karena jarak antara kendaraan yang acak. Untuk merangkum dan
menganalisis arus lalu lintas maka nilai rata-rata volume, kecepatan dan kepadatan

Kecepatan v

R
R

Arus q

Kecepatan k

Arus q

R

Kecepatan k

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sylvia Indriany, M.T
REKAYASA TRANSPORTASI

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS MERCU BUANA

2

harus dihitung dalam periode waktu.

Nilai rata-rata kecepatan yang digunakan dalam menggambarkan hubungan
antar variabel tersebut adalah Kecepatan rata-rata ruang (SMS).
Dari diagram waktu dan ruang yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat ditentukan
kecepatan rata-rata yang dinyatakan dengan dua cara, yaitu Time mean speed
(TMS) dan Space mean speed.(SMS).

TMS adalah kecepatan rata-rata dimana diasumsikan semua kendaraan
melewati satu titik tertentu dalam periode waktu tertentu.

TMS 



d
ti
n

Sedangkan SMS adalah kecepatan rata-rata semua kendaraan yang
menempati suatu bagian tertentu badan jalan dalam periode waktu tertentu.

SMS 

n
d

ti



nd
 ti

dimana : d = jarak pengamatan
n = jumlah kendaraan yang diamati
ti= waktu tempuh

2.4.Penerapan TMS dan SMS
Contoh sederhana tentang TMS dan SMS adalah seperti ilustrasi berikut :
Lajur 1
44 fps
Lajur 2

88 fps

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sylvia Indriany, M.T
REKAYASA TRANSPORTASI

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS MERCU BUANA

2

Pada lajur 1, kendaraan menempuh jarak 88ft dengan kecepatan 44 fps (30 mph).
Dikatakan bahwa kendaraan itu akan melewati setiap titik tetap dengan waktu
tempuh 88/44 = 2 detik.
Pada lajur 2, menempuh jarak 176 ft dengan kecepatan 88 fps (60 mph). Dengan
demikian kendaraan ini telah melampaui tititk tetap dengan waktu tempuh 176/88 = 2
detik.
Dengan demikian kita bisa menghitung TMS sebagai berikut :
TMS = 44 + 88

= 66,0 fps

2

Sedangkan untuk SMS, dapat dilihat bahwa yang menempati lajur 1, 2 kali lebih
banyak dari lajur 2, dengan kecepatan 44 fps. Sehingga
SMS = 2 (44) + 88 = 58,7 fps.
3

Contoh lain untuk sekumpulan data pengamatan dapat dilihat pada contoh berikut
ini.
Kend. no

Jarak (ft)

Waktu tempuh (dt)

Kecepatan

1

1000

18,0

1000/18 = 55,6

2

1000

20,0

1000/20 = 50,0

3

1000

22,0

1000/22 = 45,5

4

1000

19,0

1000/19 = 52,6

5

1000

20,0

1000/20 = 50,0

6

1000

20,0

1000/20 = 50,0

Total

6000

119,0

303,7

119/6 = 19,8

303,7/6 =50,6

Rata2

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sylvia Indriany, M.T
REKAYASA TRANSPORTASI

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS MERCU BUANA

2

Dari data tersebut dapat dihitung bahwa TMS = 50,6 fps

Sedangkan SMS dapat dicari dengan 2 cara yaitu :



SMS = 1000/19,8 = 50,4 fps
SMS = 6000/119 = 50,4 fps

Dari kedua contoh diatas dapat dilihat bahwa SMS selalu lebih rendah dari TMS,
dan dalam rekayasa lalu lintas yang dipakai adalah SMS. Contoh pemakainanya
adalah pada penentuan model persamaan hubungan parameter arus lalu lintas yang
akan diterangkan lebih lanjut dalam modul selanjutnya.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Sylvia Indriany, M.T
REKAYASA TRANSPORTASI

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3867 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1027 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 924 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 617 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 772 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1320 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1214 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 803 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1084 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1317 23