RESUME BUKU Komunikasi Bisnis Bab 6 7 Di

RESUME BUKU
“ Komunikasi Bisnis Bab 6-7”
(Komunikasi Bisnis- Djoko Purwanto,M.B.A. edisi ketiga)

Disusun oleh:
JENNI TIFANI
140502043

DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2016

BAB 6
PENGORGANISASIAN PESAN BISNIS
A. Hal-Hal Menyebabkan Pesan-Pesan Tak Terorganisasi Dengan Baik
Komunikasi yang tidak diorganisasikan dengan baik bermasalah dalam isi,
pengelompokan, dan urutan butir-butir pesan. Pesan yang tidak diorganisasikan dengan baik
akan sulit dipahami dan dapat berakibat adanya rasa frustasi pada penerima. Mwngapa hal ini
bisa terjadi ? tidak terorganisasinya dengan baik dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai
brikut:
1. Bertele-tele
Bagian awal terlalu panjang ( bertele-tele) Seringkali pesan pembuka terlalu panjang
hingga beberapa paragraf. Bagian awal yang terlalu panjang akan menyulitkan penerima
dalam memahami ide pokoknya.
2. Memasukkan Bahan-Bahan Yang Tidak Relevan
Hal-hal yang tidak relevan dan tidak logis hanya akan memperpanjang pesan bisnis,
membuang waktu, dan mengaburkan pesan pokok. Oleh karena itu, sbaiknya hanya informasi
yang relevan dan penting saja yang disampaikan kepada audiens
3. Menyajikan ide-ide secara tidak logis
Informasi penting terlupakan Informasi penting sering terlupakan karena perhatian
terpusat pada penyajian ide-ide pendukung atau pelengkap, hal ini menyebabakan
ketidaklancaran komunikasi karena audiens akan sulit memahami poin-poin penting yang
disampaikan.
4. Info penting yang kadang tidak tercakup di dalam pembahasan.
Pengelompokan dan urutan pesan tidak menunjukan satu kesatuan yang logis. Butir-butir
pesan bisnis yang tidak dikelompokkan dengan baik dan tidak disajikan secara kronologis
bisa membingungkan penerima.
B. Pentingnya Pengorganisasian Yang Baik

Dengan mengatur ide-ide secara logis, berurutan, dan tidak bertele-tele, ide yang
disampaikan akan dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan informasi, motifasi maupun
praktis bagi para audiens. Mengorganisasi pesan-pesan secara baik adalah suatu tantanngan
bagi komunikator. Untuk dapat meng organisasi pesan dengan baik, ada empat hal yang perlu
diperhatikan, yaitu :
a. Subjek dan tujuan haruslah jelas.
b. Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan.
c. Ide-ide harus di kelompokkan dan disajikan dengan cara yang logis.
d. Semua informasi yang penting harus sudah mencakup.
Suatu pesan yang disusun dengan baik akan membantu audiens memahami pesan yang
disampaikan, mmbantu audiens menerima pesan, menghemat waktu audiens, dan
mempermudah pekerjaan komunikator.
C. Pengorganisasian Pesan-Pesan Melalui Out Line
Pada dasarnya, untuk mencapai pengorganisasian yang baik diperlukan dua proses
tahapan, yaitu anda mendefinisikan dan menggolaongkan ide-ide kemudian anda menetapkan
urutan ide-ide dengan perencanaan organisasional terpilih secara hati-hati.
1. Mendefinisikan dan mengelompokkan ide-ide
Memutuskan apa yang harus dikatakan adalah masalah mendengar bagi setiap
komunikator yang harus di pecahkan. Jika materinya memang lemah, tidak memiliki suatu
gaya yang menarik, maka akan mengaburkan fakta yang ada. Apabila anda menyusun pesan
yang panjang dan koimplek, maka out line sangat diperlukan dan menjadi penting artinya.
Mengapa dengmikian ? hal ini karena dengan adanya aot line akan membantu anda
memvusualisasikan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya.
Susunan suatu out line secara garis besar dapat di golongakan kedalam tiga golongan :
a. Mulailah dengan ide Ide pokok
ide pokok akan membantu anda dalam menetapkan tujuan dan strategi umum dari
suatu pesan. Ide pokok tersebut dapat dirangkum kedalam dua hal, yaitu : (1) apa
yang anda inginkan terhadap audiens untuk melakukannya atau memikirkannya. (2)
alasan yang mendasar mengapa mereka harus melakukan atau memikarkannya.ide
pokok merupakan titik awal untuk membuat out line.

b. Nyatakan poin-poin yang penting
Setelah menetapkan ide pokok pesa yang disampaikan, maka tahap kedua adalah
menyusun poin-poin pendukung yang penting sebagai pendukung ide-ide pokok
tersebut.
c. Ilustrasi dengan bukti-bukti
Tahap ketiga dalam menyusun outline adalah memberikan ilustrasi dengan
mengemukakan bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan. Semakin banyak bukti-bukti
yang dapat disajikan, maka outline yang Anda buat akan menjadi semakin baik.
2. Menentukan Urutan dengan Rencana Organisasional
Setelah anda mendefinisikan dan menggolongkan ide-ide anda, anda siap untuk
memutuskan bagaimana urut-urutannya. Untuk dapat menetukan urutannya, ada dua
pendekatan penting, yaitu:
a. Pendekatan Langsung
Pendekatan langsung sering disebut juga dengan istilah pendekatan deduktif, dimana
ide pokok muncul paling awal, kemudian diikuti bukti-bukti pendukungnya. Gunakan
pendekatan ini bila reaksi audiens cenderung positif atau menyenangkan.
b. Pendekatan Tak Langsung
Pendekatan Tak Langsung sering disebut juga dengan istilah pendekatan induktif,
dimana bukti-bukti muncul terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan ide pokoknya.
Gunakan pendekatan ini, bila reaksi audiens cenderung negative atau tidak
menyenangkan.
Secara umum, pendekatan langsung itu baik, jika para audiens mempunyai hasrat,
tertarik, senang atau netral terhadap pesan yang akan disampaikan. Jika mereka menolak
pesan-pesan yang anda sampaikan, tidak senang, tidak tertarik, atau acuh tak acuh, anda lbih
baik menggunakan pendekatan langsung dan sebaliknya jika audiens negatif gunakan
pendekatan tidak langsung.
Berdasarkan reaksi audiens, terdapat empat bentuk organisasi pesan bisnis, yaitu:
a. Direct Request

Direct Request atau permintaan langsung adalah pesan yang penyampaiannya
langsung pada poin yang dituju, dapat berbentuk surat dan memo. Misalnya, membuat
surat penawaran kepada audiens yang tertarik dan memiliki hasrat tinggi terhadap
suatu produk. Permintan langsung sebaiknya menggunakan pendekatan langsung.
b. Pesan Rutin, good news, atau good will
Pesan rutin adalah pesan atau informasi yang disampaikan secara rutin yang
merupakan bagian dari bisnis tetap. Penerima pesan rutin pada umumnya bersikap
netral. Good news atau good will adalah berita baik yang menimbulkan reaksi positif
dari penerimanya.
c. Pesan-pesan Bad news
Bad news adalah pesan-pesan yang tidak menyenangkan dan berpotensi menimbulkan
kekecewaan. Misalnya, penolakan lamaran kerja, penolakan kredit, penurunan
pangkat, dan rasionalisasi pekerja. Pesan seperti itu sebaiknya menggunakan
pendekatan tak langsung. Inti pesan dibuat dengan bahasa yang halus dan tidak
ditempakan dibagian awal.
d. Pesan-Pesan Persuasif
Bila audiens benar-benar sangat tidak tertarik terhadpa pesan-pesan yang anda
sampaikan, pesan-pesan persuasif (persuasive messages) dapat digunakan dan
pendekatannya adalah dengan cara tidak langsung. Bertujuan membujuk dan
penerima tidak tetarik pada pesan tersebut. Ada kemungikanan penerima akan
bereaksi negatif.
Tabel 6.1 Empat rencana organisasional untuk pesan-pesan singkat
Reaksi

Rencana

Audiens

Organisasional

Tertarik

Direct Request

Pembuka
Mulai dengan permintaan atau

Isi
Rinci/detail

ide pokok

Penutup
Rasa hormat dan
adanya tindakan
khusus

Senang

Pesan rutin, good news,

Mulai dengan ide pokok atau

good will

good news

Rinci/dtail

Rasa hormat,
referensi ke
good news

Tidak senang

Bad News, pernyataan

Mulai dengan pernyataan

Beri alasan

netral sebagai transisi ke

netral, nyatakan bad news dan

yang rasional

bad news

beri saran positif

dan logis

Rasa hormat

Tidak

Pesan persuasif

tertarik

Mulai dengan pernyataan yang

Tumbuhkan

Perlu tindakan

mengundang perhatian

hasrat audiens

BAB 7
REVISI PESAN-PESAN BISNIS
A. Keterampilan Merevisi
Menulis pesan bisnis sangatlah berbeda dengan dan tidaklah semudah menulis pesanpesan yang bersifat pribadi (personal), seperti penulisan surat kepada orang tua, saudara
sekandung, paman atau kawan akrab. Penulisan surat-surat bisnis yang baik diperlukan
proses pemikiran, tenaga dan waktu yang cukup. Akan berbahaya apabila penyampaian
pesan-pesan bisnis cnderung dilakukan scara asal-asalan dan ceroboh, baik dari sisi
subsatansi isi pesan maupun format penulisannya.
1. Pesan-Pesan Bisnis Tertulis
Ada hal-hal yang prlu diperhatikan dalam merevisi pesan-pesan bisnis antara lain:
a. Mengedit isi, pengorganisasian, dan gaya penulisan,
untuk mengevaluasi efektivitas suatu pesan-pesan bisnis secara menyeluruh,
keseluruhan dokumen perlu terlebih dahulu dibaca dengan cepat (skimming). Dalam
komunikasi bisnis, perlu anda masukkan bahan-bahan yang pnting, dan relevan
dengan pesan-pesan yang ingin anda sampaikan dan jangan lakukan sebaliknya.
Pada tahap awal pengeditan, perhatikan secara seksama pesan-pesan awal dan akhir,
karena pesan-pesan tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap audiens. Perhatikan
surat pembuka memo, apakah sudah relevan, menarik, dan mengundang reaksi
pembaca. Pada pesan-pesan yang lebih panjag beberapa paragraf pertama mencakup
subjek, maksud dan organisasi bahan. Disamping untuk lebih memudahkan audiens
dalam menangkap pesan-pesan anda perlu dibuat, judul, sub-sub pembahasan,
indentsi, huruf tebal, garis bawah, huruf berwarna dll.
b. Mengedit mekanik/tekhnik penulisan.
Setelah melakukan pengeditan isi, pengorganisasian, dan gaya penulisan nya, langkah
berikut adalah melakukan pengeditan dari sudut mekanik atau teknis penulisan suatu
pesan-pesan bisnis. Kesalahan mekanik dalam penulisan pesan-pesan bisnis akan
berdampak

pada

pemahaman

maksud

dan

tujuan

penulisan

pesan-pesan

bisnistersebut, bahkan dapat berdampak pada memudarnya kepercayaan dan citra
suatu organisasi.
c. Mengedit format dan layout.

Langkah terakhir dalam mengedit suatu pesan bisnis adalah mengedit format dan
layout secara keseluruhan ,terhadap bahasa dan ejaan, kesalahan tulisan.
2. Pesan-pesan Bisnis Lisan
Pesan-pesan bisnis yang disampaikan secara lisan antara lain penyampaian pesanpesan bisnis melalui rapat/pertemuan bisnis, negosiasi, dan persentasi bisnis. Meskipun
pesan-pesan bisnis tersebut disampaikan secara lisan, namun diperlukan juga kerangka dasar
(outline) tentang subsatansi pesan-pesan bisnis yang akan disampaikan. Oleh karena itu,
harus dilakukan pengorganisasiannya.
a. Substansi pesan
langkah pertama adalah melakukan pengeditan (editing) pesan-pesan bisnis adalah
mengedit substansi pesan yang akan disampaikan pada audiens:
 Apakah substansi pesan yang disampaikan telah tercantum di dalamnya?
 Apakah data pendukung (tabel, grafik, bagan, gambar, audio) juga sudah
tercantum didalamnya?
b. Pengorganisasian pesan
pengorganisasian pesan-pesan bisnis yang akan disampaikan secara lisan mencakup
tiga poin penting, yaitu:
 Pembuka (salam, pembuka, perkenalan diri).
 Penyampaian substansi pesan ( pengantar pesan dilanjutkan dengan subsatansi
pesan).
 Penutup ( kesimpulan, saran, rekomendasi, implikasi).
d. gaya bahasa
gaya bahasa yang digunakan dalam penyajian pesan-pesan bisnis secara lisan lebih
menarik dan dinamis daripada yang berbentuk tertulis, karena cara penyampaiannya
yang lebih santai luwes dan tidak monoton.
B. Pemilihan Kata Yang Tepat
Pemilihan kata adalah penggunaan kata-kata tertentu untuk mencurahkan ide atau
pikiran ke dalam sebuah kalimat. Dalam menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada audiens,
peran kata menjadi penting. Penggunaan kata yang sama sekali tidak diketahui atau sangat
asing bagi audiens bukan saja pemborosan atau membuang-buang waktu, tetapi yang lebih
penting dari itu adalah penyampaian maksud/tujuan komunikasi menjadi terganggu. Oleh

karena itu, agar maksud komunikasi dapat tercapai, perlu diperhatikan beberapa hal berikut
ini, antara lain:
1. pilihlah kata yang sudah familiar/dikenal.
2. pilihlah kata-kata yang singkat.
3. hindari kata-kata yang bermakna ganda.
C. Membuat Kalimat Yang Efektif
Kalimat merupakan sarana untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Kalimat
dapat dibuat untuk memanggil, memarahi, menasihati, menyiruh, dan memperingatkan
seseorang, juga untuk mengemukakan pendapat, dan mengummumkan sesuatu.
Apa yang disebut kalimat efektif (effective sentence)? Kalimat efektif merupakan
bentuk kalimat yang dengan sadar dan sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang
tepat dan baik. Dalam menyusun suatu kalimat perlu diperhatikan tiga hal, yaitu kesatuan
pikiran, kesatuan susunan, dan kelogisan. Sebagaimana diketahui bahwa setiap kalimat paling
tidak terdiri atas subjek dan predikat. Subjek dalam suatu kalimat akan menjawab pertanyaan
“siapa” atau “apa” yang dilakukan oleh kata kerja dan merupakan topik suatu bahasan atau
sesuatu yang sedang dikatakan dan biasanya berupa kata benda.
Bagaimana kita mengenali subjek suatu kalimat? Untuk dapat mengenali subjek suatu
kalimat, jawablah pertanyaan “siapa” atau “apa” yang dibicarakan oleh predikat. Contoh nya:
Johni Mathis melakukan tur musik ke beberapa kota besar di Amerika Serikat.
Pada tanggal 17 maret 1997, gempa bumi tektonik berkekuatan 6.0 skala Richter
melanda jakarta.
Siapa yang melakukan tur musik ke kota besar Amerika Serikat? Apa yang melanda
Jakarta? Jawaban atas kedua pertanyaan tersebut merupakan subjek kalimat. Jadi Johni
Mathis dan gempa bumi adalah subjek kalimat diatas.
1. Tiga Jenis Kalimat
Secara umum, ada tiga jenis kalimat yaitu kalimat tunggal/ sederhana (simple
sentence), kalimat majemuk (compound sentence), dan kalimat kompleks (complex
sentence).
a. Kalimat sederhana
suatu kalimat sederhana hanya memiliki sebuah subjek dan sebuah predikat. Namun
tidak menutup kemungkinan suatu kalimat dilengkapi dengan objek baik langsung
maupun tak langsung.

b. Kalimat majemuk
kalimat majemuk berisi dua atau lebih klausa independen dan tidak mempunyai
klausa dependen. Klausa independen merupakan klausa yang dapat berdiri sendiri
atau mempunyai pengertian yang utuh, sedangkan klausa dependen adalah klausa
yang tidak dapat berdiri sendiri, sehingga tidak meiliki pengertian yang utuh. Suatu
kalimat majemuk dihubungkan dengan kata penghubung seperti “dan”, “tetapi”,
“atau”.
c. Kalimat kompleks
kalimat kompleks berisi sebuah klausa independen dan satu atau lebih klausa
dependen anak kalimat.
2. Cara Mengembangkan Paragraf
Secara umum ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan suatu
paragraf, yaitu pendekatan induktif dan deduktif. Pendekatan induktif denganmengemukakan
berbagai alasan terlebih dahulu, kemudian baru dibuat kesimpulan, sedangkan pendekatan
deduktif dimulai dari kesimpulan kemudian baru diikuti dengan alasan-alasannya.
Pendekatan yang akan anda pilih sangat tertgantung pada subjek anda, maksud audiens, dan
maksud suatu pesan.
a. ilustrasi
Untuk mengembangkan suatu paragraf dapat digunakan suatu ilustrasi atau contoh
yang dapat memberikan gambaran terhadap ide atau gagasan umum.
b. Perbandingan
Anda dapat membandingkan suatu paragraf dengan cara membandingkan persamaan
maupun perbedaan terhadap suatu pemikiran dengan pemikiran yang lain.
c. Pembahasan sebab-akibat
Ketika mengembangkan suatu paragraf, anda dapat memfokuskan perhatian pada
alasan-alasan mengenai suatu hal.
d. Klasifikasi
Paragraf dapat dikembangkan dengan cara melakukan klasifikasi atau pengelompokan
ide-ide umum ke dalam ide-ide yang lebih khusus. Mengapa hal tersebut harus dipilih
atau dilakukan? Paling tidak pola pengembangan paragraf dengan sebab-akibat akan
membantu memberikan arah yang jelas terhadap suatu pokok bahasan tertentu.
e. Pembahasan pemecahan masalah.

Cara lain untuk mengembangkan paragraf adalah dengan menyajikan masalah,
kemudian menjelaskan cara pemecahan masalah tersebut. cara pengembangan
paragraf ini akan mampu memberikan latihan analitis yang sangat diperlukan bagi
seseorang dalam pengambilan keputusan-keputusan penting bagi suatu organisasi.

Dokumen yang terkait

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGRIBISNIS PERBENIHAN KENTANG (Solanum tuberosum, L) Di KABUPATEN LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

26 305 21

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)

47 436 21

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) TERHADAP SIKAP MASYARAKAT DALAM PENANGANAN KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS (Studi Di Wilayah RT 05 RW 04 Kelurahan Sukun Kota Malang)

43 381 31

PENGALAMAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA (SKIZOFRENIA) Di Wilayah Puskesmas Kedung Kandang Malang Tahun 2015

27 248 11

STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

13 134 24

PENILAIAN MASYARAKAT TENTANG FILM LASKAR PELANGI Studi Pada Penonton Film Laskar Pelangi Di Studio 21 Malang Town Squere

17 151 2

APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)

8 123 2

PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)

127 496 26

Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kerajinan Tangan Di Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember.

7 70 65

Komunikasi antarpribadi antara guru dan murid dalam memotivasi belajar di Sekolah Dasar Annajah Jakarta

15 88 92

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2753 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 710 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 600 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 394 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 535 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 908 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 817 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 500 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 744 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 894 23