Pengaruh Krisis Keuangan Global Terhadap Pasar Valuta Asing Indonesia Nawir Mansyur

Pengaruh Krisis Keuangan Global Terhadap
Pasar Valuta Asing Indonesia
Nawir Mansyur
Dosen STIM NITRO Makassar

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh krisis
keuangan global terhadap pasar valuta asing di Indonesia
Penelitian merupakan penelitian kepustakaan yang mengkaji
dampak dari krisis keuangan global terhadap pasar valuta
asing di Indonesia
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa krisis keuangan
global memberikan dampak pada pasar valas di Indonesia, di
mana para investor asing yang berinvestasi di Pasar Modal
akan menjual sebagian besar portofolionya guna memenuhi
kebutuhan likuiditas induk perusahaannya. Penjualan
portofolio ini akan menyebabkan kebutuhan akan valuta
asing meningkat
dan pada akhirnya menyebabkan
terjadinya depresiasi nilai tukar rupiah.
Kata kunci : Krisis Keuangan, Pasar valuta asing, nilai
tukar

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tahun 1997 terjadi krisis ekonomi dunia di mana dampak dari
krisis ini sangat terasa khusus negara-negara di kawasan Asia. Krisis
ekonomi ini diawali oleh terjadinya depresiasi pada mata uang THB
(Thailand Bath). Krisis mata uang THB ini kemudian diikuiti oleh
beberapa negara ASEAN termasuk Indonesia. Hal ini yang menyebabkan
krisis ekonomi global jilid pertama.
Krisis keuangan jilid kedua terjadi pada tahun 2008, di mana
berbagai pihak mengaikatkan dengan kondisi perekonomian Amerika
Serikat yang mengalami krisis likuiditas. Kesulitas likuidtas ini dialami
oleh beberapa perusahaan keuangan raksasa Amerika Serikat khusus
invesment bank. Kesulitas likuiditas invesment bank seperti Lehman
Brothers dan perusahaan investement bank lain disebabkan oleh krisis
kredit perumahan (subprime mortgage)

========= PROGRESIF. 141
Vol.3, No.2 Pebruari 2010.

Krisis kredit macet pada sektor properti disebabkan oleh Undangundang Mortgage yang ada sejak tahun 1925. Undang-undang ini
berkaitan dengan sektor properti termasuk kredit kepemilikan rumah. Di
mana setiap warga negara AS memperoleh kemudahan untuk
mendapatkan kredit kepemilikan properti (kredit kepemilikan
perumahan).
Kemudahan untuk memperoleh kredit perumahan ini
menyebabkan terjadinya spekulan ketika harga properti naik di AS.
Kegiatan spekulasi pada sektor properti ini, karena penyedia kredit
properti menetapkan suku bunga tetap selama tiga tahun. Suku bunga
yang tetap selama tiga tahun ini membuat banyak orang membeli rumah
dan berharap dapat menjual kembali rumah tersebut sebelum suku
bunga disesuaikan.
Banyak lembaga keuangan yang menyalurkan kredit perumahan
kepada warga negara AS yang tidak layak memperoleh kredit tersebut
khususnya Ninja (non job-non income-no activity) yang tidak punya
kemampuan ekonomi untuk mengembalikan kredit tersebut, sehingga
menyebabkan terjadi kredit macet pada kredit sektor properti . Kredit
macet ini menyebabkan invesment bank kesulitas likuiditas.
Kesulitan likuiditas invesment bank terjadi karena banyak
tunggakan kredit properti,sehingga pembiayaan tidak mampu
memenuhi kewajibannya pada lembaga-lembaga keuangan, baik bank
invesment maupun assets management. Hal ini menyebakan terjadi
masalah likuiditas pada pasar modal maupun sistem perbankan AS.
Kesulitan likuiditas beberapa invesment bank di pasar modal
diakibatkan oleh jaminan yang diberikan perusahaan pembiayaan
properti adalah surat utang yang mirip subprime mortgage securities yang
merupakan dana jangka jangka pendek. Surat berharga tersebut dijual
kepada para investor dan lembaga-lembaga investasi diberbagai negara.
Kesulitan likuiditas lembaga-lembaga keuangan AS ini
mengiakibatkan
terjadi
ketidakmampuan
untuk
memenuhi
kewajibannya dengan assets yang tersedia. Ketidak mampuan
mengembalikan pinjaman akan memberikan pengaruh terhadap lembaga
keuangan lainnya yang memberikan pinjaman. Hal ini menyebabkan
bangkrutnya Lehman Brothers dan berapa perusahaan investment bank
lainya.
Keadaan keuangan lembaga-lembaga keuangan besar AS akan
memberikan pengaruh kepada yang lembaga keuangan yang berasal dari
AS maupun dari luar AS, khususnya lembaga yang menginvestasikan
dananya pada instrumen lembaga keuangan yang besar di AS. Hal
inilah, yang merupakan awal dari krisis keuangan global.

142 PROGRESIF. ========
Vol.3, No.2 Pebruari 2010

RUMUSAN MASALAH
Krisis keuangan global ini akan memberikan pengaruh pada pasar
keuangan internasional. Indonesia yang menganut pasar bebas akan
terkena imbas dari krisis keuangan AS. Oleh sebab itu, rumusan masalah
dari penelitian ini bagaimana pengaruh krisis keuangan global terhadap
pasar valuta asing di Indonesia.

TINJAUAN PUSTAKA
Pasar Keuangan Internasional
Bisnis internasional dipermudah dengan adanya pasar-pasar yang
mengalirkan dana dari satu negara ke negara lain. Transaksi-transaksi
yang terjadi dari bisnis internasional menyebab terjadi uang mengalir
dari satu negara ke negara lain. Oleh sebab itu kegiatan investasi,
penempatan dana ataupun pemenuhan kebutuhan dana dewasa ini
tidak mengenal lagi batas negara. Oleh sebab itu menajer keuangan
sangat berkepentingan dengan pasar uang internasional untuk
pengambilan keputusan keuangan.
Pasar keuangan internasional merupakan sarana untuk
melakukan kegiatan investasi, menempatkan dan meminjam dana serta
transaksi valuta asing. Pasar ini digunakan para kreditur dan investor
karena adanya peluang yang lebih menguntungkan jika dilakukan secara
internasional
dibanding kegiatan tersebut dilakukan secara lokal
(domestik). Jenis-jenis pasar keuangan internasional terdiri dari :
a.

Pasar valuta asing,
Pasar valuta asing merupakan sarana untuk melakukan
pertukaran valuta asing baik yang dilakukan oleh perorangan
maupun perusahaan atau pemerintah (bank sentral). Pasar valas
(valuta asing) menyediakan sarana fisik dan institusi untuk
melakukan perdagangan valas dan menentukan nilai tukar.
Pasar valas merupakan inti dari pasar keuangan intenasional,
sebab mekanisme di mana satu negara dapat memperdagangan
satu mata uang dengan mata uang negara lainnya.

b. Pasar uang,
Pasar uang sebagai tempat (dalam arti abstrak) di mana dana
dapat meminjam atau dipinjamkan/ditempatkan, juga tempat di
mana dapat dilakukan dealing instrument capital market seperti
FRN (Floating Rate Notes); FRCD (Floating Rate Certificate of
Deposit); bond; CD (Certificate of Deposit); NCD (Non Certificate of
Deposit). Kegiatan pasar uang domestik berbeda dengan pasar

========= PROGRESIF. 143
Vol.3, No.2 Pebruari 2010.

uang internasional dalam hal jenis transaksi, di mana pasar uang
internasional menerima dan menawarkan pinjaman dalam
berbagi mata uang asing dan dalam jumlah yang besar, sering
kali di atas USD 1 juta. dengan tingkat bunga tertentu dan jangka
waktu pendek (kurang dari satu tahun).
c. Pasar kredit,
Pasar kredit adalah bagian dari pasar uang yang khusus
memberikan pinjaman baik kepada perusahaan maupun
pemerintah. Pasar kredit merupakan sarana untuk memperoleh
pendanaan jangka menengah melalui bank yang berlokasi di
pasar asing. Pinjaman yang diberikan oleh bank Eropa untuk
perusahaan multinasional atau pemerintah dengan jangka waktu
satu tahun atau lebih disebut Eurocredit atau pinjaman Eurocredit
(Eurocredit Loan). Pinjaman ini diperoleh di pasar Eurocredit
(Eurocredit Market).
d. Pasar modal.
Capital Market (pasar modal) adalah pasar keuangan untuk danadana jangka panjang dan merupakan pasar konkret. Dana jangka
panjang adalah dana yang jatuh temponya lebih dari satu tahun.
Pasar modal dalam arti yangsempit adalah suatu tempat dalam
pengertian fisik yang terorganisasi dengan memperdagangkan
efek-efek yang disebut bursa efek. Pengertian bursa efek (stock
exchange) adalah suatu sistim yang terorganisasi yang
mempertemukan penjual dan pembeli efek yang dilakukan baik
secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan efek adalah
setiap surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan atau
pemerintah, misalnya surat pengakuan utang, Commercial paper,
saham, obligasi, tanda bukti utang, right issue dan warrant.
Pada pasar modal yang diperdagangan adalah jual beli sekuritas
(saham dan obligasi). Perusahaan multinasional dapat memperoleh dana
pinjaman jangka panjang dengan menjual obligasi di pasar lokal maupun
pasar modal internasional.
Pasar modal berbeda dengan pasar uang. Pasar uang berkaitan
dengan instrument keuangan jangka pendek (jatuh tempo kurang dari
satu tahun),. Sedangkan pasar modal berkaitan dengan instrumen
keuangan jangka panjang.
Tingkat suku pada pasar uang dan pasar kredit berubah sesuai
dengan pergerakan pada beberapa suku bunga pasar. Hal ini disebakan
kerena deposito yang diterima bank adalah simpanan jangka pendek
disisi lain pinjaman yang diberikan pinjaman jangka panjang, maka akan
menyebabkan perbedaan dalam jatuh tempo,. Perbedaan jangka waktu
ini menyebabkan terjadinya resiko likuiditas dan suku bunga. Untuk

144 PROGRESIF. ========
Vol.3, No.2 Pebruari 2010

menghindari resiko ini bank umunya menggunakan suku bunga
mengambang.
Dasar penentuaan suku bunga pada pasar uang dan pasar kredit
internasional adalah LIBOR (London Interbank Offer Rate) atau SIBOR
(Singapore Interbank Offer Rate) yang merupakan suku bunga pinjaman
antar bank di London dan Singapora. LIBOR dan SIBOR menjadi dasar
suku bunga dalam pemberian pinjaman pada perusahan dan
pemerintah. Biasanya bank menambahkan premi 2-3 % di atas suku
bunga LIBOR atau SIBOR. Suku bunga LIBOR maupun SIBOR berbeda
untuk setiap mata uang, hal ini disebabkan oleh permintaan dan
penawaran dan dalam pasar berbeda untuk setiap mata uang.
Pengaruh Krisis Keuangan Global Pada Pasar Valuta Asing Di
Indonesia
Krisis Keuangan Global
Sistem pasar bebas yang dianut hampir seluruh negara
menyebabkan aliran dana bebas masuk dari suatu negara ke negara
lainnya melalui pasar keuangan internasional. Masuk keluarnya dana
dari suatu negara sangat dipengaruhi oleh peraturan moneter yang
berlaku dinegara tersebut.. Deregulasi moneter suatu pemerintah
berbeda dengan pemerintahan lainnya.
Perusahaan-perusahaan AS dalam upaya memenuhi kebutuhan
akan modal, baik modal kerja maupun investasi dapat melalui dua cara,
yakni melakukan pinjaman ke bank komersial maupun investment bank
melalui surat berharga. Perusahaan yang menggunakan investment bank
untuk memperoleh dana melalui dua cara yang pertama adalah dengan
menjual saham kepada publik dengan proses IPO. atau dengan
meminjam kepada public dengan menerbitkan bond (surat utang).
Meningkatnya bisnis properti di AS banyak investment bank
menerbitkan subprime mortgage securities yang berbasiskan pembayaran
kredit KPR di Amerika untuk mendapat dana. Surat berharga ini dapat
diperjual belikan di pasar keuangan AS maupun internasional.
Rendahnya suku bunga di AS dan prospek bisnis properti yang
meningkat mengakibatkan banyak perusahaan pengelola keuangan
dunia melakukan investasi pada subprime mortgage securities.
Kemudahan memperoleh fasilitas kredit properti menyebabkan
terjadinya oversupply rumah di AS, sehingga terjadi penurunan harga
rumah. Penurunan harga rumah ini dan meningkatnya suku bunga
pinjaman menyebabkan
ketidakmampuan debitur properti untuk
mengembalikan kredit, sehingga banyak orang mengajukan default
(bangkrut).

========= PROGRESIF. 145
Vol.3, No.2 Pebruari 2010.

Banyaknya debitur yang default mengakibatkan asset debitur
dalam bentuk properti disita oleh lembaga keuangan.
Lembaga
keuangan mendapat begitu banyak properti yang nilainya sudah jatuh
menyebabkan lembaga keuangan tersebut kesulitan likuiditas untuk
memenuhi kewajiban akan surat-surat berharga yang telah diterbitkan
dan diperjual belikan pada pasar keuangan.
Ketidakmampuan membayar lembaga keuangan pemberi
pinjaman properti ini menyebabkan lembaga keuangan lainnya terancam
bangkrut. Kondisi kesulitan likuiditas ini menyebabkan New Century
Financial pada April 2007 mengalami kebangkrutan. Pada Agustus 2007
kebangkrutan juga dialami oleh Sachsen Landesbank di Jerman akibat
melakukan investasi pada kredit properti. Lembaga keuangan Jerman
mengalami kerugian sebesar USD 1 milyar karena berinvestasi pada
subprime mortgage securities.
Pada September 2008 The Fed (Bank Sentral AS) memberi
pinjaman USD 85 milyar AIG (American International Group) untuk
mengambil alih 80% saham perusahaan asuransi tersebut. Kebijakan lain
yang ditempu pemerintah AS adalah dengan melakukan Bailout (dana
talangan pemerintah) sebesar USD 700 milyar yang awal ditolak oleh
kongres AS.
Persetujuan bailout oleh kongres AS setelah ditandatanganinya
Undang-undang Stabilitas Ekonomi Darurat 2008 oleh Presiden Bush.
UU ini mengatur rencana pengucuran dana talangan sebesar USD 700
milyar untuk mengambil alih beberapa perusahaan dan lembaga
keuangan yang mengalami kerugiaan pada pasar modal AS
Krisis keuangan ini memberikan dampak pada Indeks bursa
beberapa negara. Pengaruh ini terlihat beberapa ideks bursa saham
mengalami penurunan (anjok) lagi pada tanggal 10 Oktober 2008.
Anjoknya harga saham pada beberapa negara ini, menyebabkan
beberapa bank sentral menurunkan tingkat suku bunganya dengan
tujuan agar beban utang para investor yang mengalami kerugian akibat
krisis ini tidak semakin berat.
Efek domino dari krisis keuangan di AS juga telah melanda
negara-negara Eropah Timur, di mana negara-negara yang dulu mudah
mendapatkan dana dari pasar keuangan, saat ini kesulitan untuk
mendapat dana dari pasar keuangan. Begitu pula dengan beberapa
negara yang mengandalkan pendapatannya dari minyak bumi dan gas
juga terpukul akibat kejatuhan harga komoditas tersebut.
Di kawasan Asia Pasifik beberapa negara yang menganut pasar
bebas terkena imbas dari krisis keuangan AS. Pengaruh krisis ini berasal
dari pasar keuangan di negara tersebut. Beberapa pasar modal seperti

146 PROGRESIF. ========
Vol.3, No.2 Pebruari 2010

indeks saham Nikkei turun hingga 11,4 %, di mana penurunan ini
merupakan yang terbesar sejak tahun 1987.
Penurunan indeks saham tidak saja di Jepang tetapi hampir di
semua pasar modal di Asia, seperti indeks Hang Seng di Hongkong
sudah turun sejak sepekan sebesar 10,78%. Indeks Strait Time Singapura
terkoreksi sebesar 9,53% dan indeks Kospi Korea turun sebesar 8,37%.
Penurunan indeks harga saham di pasar modal disebabkan kerena
banyak lembaga keuangan melepas portofolio guna memenuhi
kebutuhan akan likuiditas lembaga keuangan tersebut. Penjualan
portofolio tersebut menyebabkan terjadi kepanikan di pasar modal.
Kepanikan ini terjadi karena transaksi yang dilakukan pada suatu pasar
modal akan terekam di pasar modal lainnya.
Banyak investor asing melakukan aksi jual akan portofolionya di
pasar modal menyebabkan kebutuhan akan valuta asing juga meningkat.
Peningkatan permintaan akan valas tersebut menyebabkan beberapa
mata uang yang terkena dampak krisis tersebut terdepresiasi terhadap
mata uang asing.
Pasar Valuta Asing di Indonesia.
Forex Market (Foreign Exchange Market) adalah pasar yang
memfasilitasi pertukaran valuta untuk mempermudah transaksi
perdagangan dan keuangan internasional atau tempat (dalam arti
abstrak) di mana para pelaku pasar melakukan kegiatan tukar menukar
mata uang tanpa harus bertemu langsung, melainkan menggunakan
sarana komunikasi elektronik seperti telepon, faximile, satelit dan sarana
komunikasi lainnya.
Dalam praktek, Foreign Exchange Market (Pasar valas) adalah pasar
yang hanya terdiri atas bank-bank yang melayani perusahaan dan
nasabah perseorangan yang ingin membeli atau menjual berbagai mata
uang. Pasar ini memfasilitasi pertukaran valuta untuk mempermudah
kegiatan perdagangan dan investasi internasional.
Pasar valas terdapat di semua negara dan nilai setiap mata uang
selalu berfluktuasi. Transaksi perdagangan valas dilakukan setiap saat
pada setiap hari kerja. Kegiatan perdagangan valas dunia tidak pernah
tidur, karena berakhirnya kegiatan pada suatu negara akan diikuti
dimulainya kegiatan di negara yang lain.
Dewasa ini hampir semua negara-negara di dunia menganut
sistem pasar bebas, sehingga saling terkait satu dengan lainnya. Sistem
pasar bebas ini pula menyebabkan aliran dana bebas masuk dan keluar
pada setiap negara walaupun masih dibatasi oleh deregulasi moneter

========= PROGRESIF. 147
Vol.3, No.2 Pebruari 2010.

yang berlaku pada negara tersebut. Oleh sebab itu setiap negara memiliki
resiko terkena krisis likuiditas AS.
Krisis likuiditas perusahaan-perusahaan multinasional AS
memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi global dibeberapa
kawasan. Hal disebabkan kerena perdagangan suatu negara saling
terkait dengan negara lain. Oleh sebab itu jika suatu negara mengalami
resesi ekonomi, maka akan memberi pengaruh pada negara lainnya
sehingga krisis likuidastas ini dapat terjadi secara global
Krisis keuangan ini akan memberikan dampak yang berbeda pada
setiap negara. Hal ini disebabkan karena adanya tiga kegiatan utama
yang dilakukan perusahaan-perusahaan dalam sistem ekonomi global,
yakni ekspor-import, investasi langsung dan investasi tidak langsung.
Juga adanya peraturan dan perundang-undangan tentang lalu lintas
devisa yang berbeda setiap negara.
Nilai ekspor Indonesia pada bulan Agustus 2008 mencapai USD
12,5 milyar. Dan secara kumulatif nilai ekspor Indonesia mulai JanuariAgustus 2008 sebesar USD 95,4 milyar meningkat sebesar 29,9 % jika
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2007.
Walaupun fundamental ekonomi indonesia cukup kuat tetapi
derasnya arus modal masuk (capital inflow) portofolio yang ditaksiran
seluruh mencapai Rp132 triliun. Di mana dana asing tersebut masuk ke
berbagai sektor keuangan di Indonesia. Adapun perinciannya dalam
bentuk Sertifikat Bank Indonesia Rp 45 triliun, surat utang negara Rp 77
triliun, dan saham Rp10 triliun.
Dana yang masuk tersebut dapat menjadi capital outflow. Hal ini
terutama dipengaruhi oleh adanya aksi jual portofolio investor asing.
Aksi jual portofolio ini menyebabkan terjadinya arus modal keluar guna
memenuhi kebutuhan konsolidasi keuangan perusahaan multinasional.
Arus dana yang keluar ini disebabkan pula oleh keluarnya
sebagian investor asing dari bursa. Hal ini akan memberikan
berpengaruh pada IHSG (Indeks harga saham gabungan ) BEI (Bursa
Efek Indonesia). IHSGmembaik pada awal tahun 2008 dari 2.627,3 pada
bulan Januari 2008 menjadi 2.721,9 (3,6 persen) pada bulan Februari 2008,
menurun secara bertahap menjadi 2.165,9 (minus 20,4 persen) pada bulan
Agustus 2008.
Arus dana yang keluar dana yang keluar menyebabkan terjadi
peningkatan permintaan valuta asing.Peningkatan permintaan valuta
asing akan menyebabkan terjadi fluktuasi nilai IDR (Indonesia Rupiah)
yang semakin cepat karena Indonesia menganut sistem devisa bebas,
yakni manage floating exchange rate.

148 PROGRESIF. ========
Vol.3, No.2 Pebruari 2010

Fluktuasi nilai IDR terhadap mata uang asing memaksa Bank
Indonesia selaku otoritas moneter untuk melepas cadangan devisa yang
dimiliki untuk menjaga stabilitas nilai IDR.Kemampuan BI dalam
melakukan intervensi pada pasar valas sangat tergantung kepada
cadangan devisa yang dimilikinya. Cadangan devisa Indonesia per 30
April 2007 mencapai USD49,3 miliar dan Maret 2008 telah mencpai USD
60 milyar. Bandingkan ketika krisis ekonomi pada 1997, cadangan devisa
Indonesia hanya USD 21 miliar.
Pengaruh krisis keuangan global terhadap pasar valuta asing
Indonesia adalah terdepresiasinya IDR terhadap mata uang asing.
Terjadi depresiasi terhadap IDR disebabkan oleh banyak aksi jual yang
dilakukan investor pada pasar modal dan aksi beli valas di pasar uang
serta BI tidak melakukan intervensi pada pasar valas menyebabkan nilai
tukar IDR kemudian kembali melemah
Desember 2007 IDR menguat menjadi Rp 9.118,/USD, di mana
sebelumnya Rp 9.419,-/USD. IDR terdepresiasi selama 1 Januari - 10
Oktober 2008 sebesar 3%. IDR akan terdepresiasi pada bulan berikut
lebih besar antara Rp. 11.000-Rp.12.000/USD. Hal ini disebabkan karena
permintaan akan valas meningkat sebagai akibat penjual portofolio di
pasar modal guna memenuhi kebutuhan likuiditas induk
perusahaannnya. Terdepresiasinya IDR terhadap mata uang asing
disebabkan oleh faktor teknikal, di mana para pelaku pasar valas pada
transaksi spot dengan posisi short position sehingga bersifat jangka
pendek.
Rekomendasi
Indonesia yang menganut sistem pasar dan devisa bebas akan
terkena dampak dari krisis keuangan AS. Hal ini disebabkan karena
besarnya dana yang masuk merupakan investasi portofolio yang sifatnya
sangat rentan terhadap gejolak keuangan AS.
Krisis likuiditas AS akan memberikan dampak kepada pasar
keuangan di Indonesia. Hal disebabkan karena para pelaku pasar asing
melakukan aksi jual portofolio yang dimilikinya guna memenuhi
kebutuhan likuidtas induk perusahaan di AS. Akibat dari aksi jual ini
menyebabkan kebutuhan valas yang meningkat. Peningkatan
permintaan akan valas ini menyebabkan IDR terdepresiasi yang hal ini
akan meningkat inflasi di Indonesia.
Oleh sebab itu dalam upaya untuk mengstabilkan nilai IDR, maka
disarankan :
1.

Mengurangi kegiatan impor konsumsi dan meningkatkan ekspor
penurunan tarif ekspor beberapa komoditi ekspor andalan
Indonesia

========= PROGRESIF. 149
Vol.3, No.2 Pebruari 2010.

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Menjaga cadangan devisa yang ada pada BI dengan mengurangi
intervensi pada pasar valas.
Karena dampak krisis ini bersifat jangka pendek sebaik
dilakukan penurunan suku bunga BI rate sehingga dapat diikuti
penurunan suku bunga kredit perbankan.
Otoritas moneter melakukan pengawasan devisa pada transaksi
jangka pendek di pasar modal.
Devisa yang diperoleh dari hasil transaksi di pasar bursa tidak
dimasukkan sumber cadangan devisa.
Perlunya otoritas moneter mengambil langkah-langkah untuk
mengantisipasi melemahnya mata uang USD dan terapresiasinya
IDR terhadap beberapa mata uang konvertibel.
Pemerintah perlu mengantisipasi menguatnya IDR terhadap
mata uang lainnya dengan melakukan deregulasi khusus negaranegara tujuan ekspor, sehingga barang ekspor kita mempunyai
daya saing di pasar global.

DAFTAR PUSTAKA
Eiteman , David, K : Stonehill. A rthur I and Moffet, Michael, H (1992),
Multinational Business Finance, 6 TH, Edition, AddisonWesley Publishing Company, Massachusetts.
Hempel, GH, Donald,G S, & Alan B C, (1994) Bank Management, Fourth
Edition, John Wiley & Son, Inc, Singapore
Juttner, D Johannes, Kim MH, (1997), Financial Markets, Money and
Risk, Fourth Edition, Longman Australia, Sidney
Koch, Timothy W,(1988), Bank Management, The Dryden Press, New
York,
Kuncoro, Mudrajad, (1996), Manajemen Keuangan Intenasional, BPFE,
Yogyakarta.
Madura Jeff, (2006), Keuangan Perusahaan Internasional, (Terjemahan),
Edisi 8, Jilid Satu dan Dua, Salemba Empat , Jakarta,
Nugroho, Agus Eko, (2001), A Simple Economic Model of the Indonesian
Exchange Rate Fluctuation (1990-1988), International Journal
of Business, Gadjah Mada, Vol. 3 N0 1 Januari . 45-58
O’Connor, Denis, J: Bueso, Alberto T,(1990) International Dimensions of
Financial Management, Macmillan Publishing Company, New
York.
Saunder, Anthony, Marcia MC. (2001) , Financial Markets and
Institutions, Mac Graw-Hill -Irwin, New York.
Shapiro, Alan. C (2006), Multinational Financial Management. 9 TH
edition, John Wiley & Sons, Inc, Singapore

150 PROGRESIF. ========
Vol.3, No.2 Pebruari 2010

Wibowo, Tri dan Hidayat Amir, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Nilai Tukar Rupiah, Kajian Ekonomi dan Keuangan, Volume
9, Nomor 4 (Desember 2006) , hal 17- 41

========= PROGRESIF. 151
Vol.3, No.2 Pebruari 2010.

Dokumen yang terkait

Dokumen baru