TUGAS KELOMPOK CARING APLIKASI SOFT SKIL

TUGAS KELOMPOK CARING

APLIKASI SOFT SKILL DALAM TEORI CARING
MENURUT SIMONE ROACH

KELOMPOK IV :

1. ANGGITA KELANG

(201712004)

2. ELISABET ENI

(201712012)

3. HERSYANI SUKUN

(201712021)

4. MARIA MARGARETA MITA

(201712029)

5. PENTA LUIS SANDI

(201712037)

6. ROHANI FOSTER

(201712045)

7. VIONA EKA RISTI

(201712053)

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN SINT CAROLUS
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN JALUR B
JAKARTA
2017

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Caring merupakan suatu sikap rasa peduli, hormat, menghargai orang lain, artinya
memberi perhatian dan mempelajari kesukaan-kesukaan seseorang dan bagaimana
seseorang berpikir dan bertindak. Karena caring merupakan perpaduan antara
pengetahuan biofisik dengan pengetahuan mengenai perilaku manusia yang berguna
dalam peningkatan derajat kesehatan dalam membantu klien yang sakit. Caring
sangatlah penting untuk keperawatan. Sikap caring juga digunakan untuk
meningkatkan kepercayaan klien terhadap penggunaan caring dalam keperawatan,
maka perawat sendiri harus memahami hal tersebut untuk memperkuat mekanisme
koping.
Dukungan sikap kerja ditunjukan melalui kemampuan perawat melakukan suatu
interaksi yang positif dengan pasien, keluarga pasien maupun dengan anggota tim
kesehatan lainnya. Sikap kerja inilah yang disebutkan sebagai soft skill.
Soft Skill merupakan keterampilan diluar keterampilan teknis dan akademis, dan
lebih mengutamakan keterampilan intra dan inter personal. Keterampilan intra personal
mencakup kesadaran diri (kepercayaan diri, penilaian diri, sifat dan preferensi, serta
kesadaran emosi) dan keterampilan diri (peningkatan diri, pengendalian diri,
manajemen sumber daya, perilaku pro aktif). Sedangkan keterampilan inter personal
mencakup kesadaran

sosial

(kesadaran

politik, memanfaatkan

keberagaman,

berorientasi pelayanan) dan keterampilan sosial (kepemimpinan, pengaruh positif,
komunikasi, kooperatif, kerja sama tim dan sinergi). Soft Skill mutlak harus dimiliki
oleh manusia sebagai modal untuk mengarungi berbagai bidang kehidupan seperti
pekerjaan, rumah tangga, organisasi masyarakat dan lain-lain.
Sebagai perawat kita harus memahami konsep caring dan mampu menanamkan
dalam hati, disirami dan dipupuk untuk mampu memperlihatkan kemampuan soft skill
sebagai perawat yaitu Jujur, disiplin, peka/peduli, percaya diri dan tangguh.

B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :
1. Menjelaskan konsep caring secara umum

2. Menjelaskan pengertian caring menurut Simonee Roach
3. Kategori 6C menurut Simone Roach
4. Menjelaskan Pengertian Soft Skill secara umum
5. Menjelaskan 5 Soft Skills yg dianut oleh STIK Sint Carolus
6. Menganalisa nilai soft skills ke dalam teori caring menurut Simonee Roach
7. Memahami nilai soft skills dalam konsep caring sehingga mampu mempraktekkan
kehidupan sehari-hari terutama dalam memberikan asuhan keperawatan kepada
pasien dan keluarga

C. Manfaat Penulisan
Melalui makalah ini diharapkan kelompok dapat mengetahui dan memahami
aplikasi Soft Skill dalam konsep caring secara umum terutama teori Simonee Roach
sehingga dapat mengaplikasikan dalam melakukan asuhan keperawatan kepada pasien
dan keluarga.

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Konsep Caring secara umum
Caring merupakan bahasa Inggris, pengertian caring menurut bahasa Indonesia
adalah peduli. Menurut

kamus Besar bahasa

Indonesia peduli adalah sikap

mengindahkan, menghiraukan, memprihatikan sesuatu yg terjadi kepada orang lain.
Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdedikasi
bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, serta suatu perasaaan empati pada orang
lain.
Caring adalah sentral dalam praktik keperawatan karena caring merupakan suatu
cara pendekatan yang dinamis, dimana perawat bekerja untuk lebih meningkatkan
kepedulian kepada klien. Dalam keperawatan, caring merupakan bagian inti yang
penting terutama dalam praktik keperawatan.

B. Pengertian Caring Menurut Simone Roach
Simone Roach menyatakan bahwa caring adalah cara menjadi seorang manusia. Caring
adalah tindakan memelihara, memajukan pertumbuhan dan penyembuhan kesehatan
seseorang dan melindungi mereka yang terluka. Caring juga dapat memberdayakan
orang-orang yang diberikan perawatan. Menurut Simone Roach “Dengan belarasa,
seorang menjadi sahabat kemanusiaan”.
Menurut Simone Roach caring ada dalam kategori 6 C yaitu: Compassion,
Competence, Confidence, Consience, Commitment dan Comportment.

C. Kategori 6C menurut Simone Roach
Simone Roach mendefinisikan caring dalam kategori 6 C, yaitu:
1. Compassion (kasih sayang)
Compassion adalah kepekaan terhadap kesulitan dan kepedihan orang lain dapat
berupa membantu seseorang untuk tetap bertahan, memberikan kesempatan untuk
berbagi, dan memberi ruang bagi orang lain untuk berbagi perasaan, serta
memberikan dukungan secara penuh. Compassion juga mencoba untuk mengerti
apa yang pasien alami dan keluarga menyesuaikan diri dengan mengenali
kebutuhan keluarga dan pasien. Artinya perawat mempunyai rasa cinta dan
perhatian terhadap orang lain sehingga memungkinkannya untuk menghayati

pengalaman orang lain. Memberi ruang bagi orang lain untuk berbagi perasaan,
membantu seseorang untuk tetap bertahan disaat terluka, sedih, takut dan bingung.
Memiliki empati dan kepekaan terhadap kesulitan dan kepedihan orang lain serta
memberi dukungan. Compassion adalah unsur penting dari relasi antara pasien
dengan perawat.

2. Competence (kemampuan)
Competence adalah memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, energi
dan motivasi sebagai rasa tanggung jawab terhadap profesi. Compassion tanpa
competence akan terjadi kelalaian klinis, sebaliknya competence tanpa compassion
menghasilkan suatu tindakan. Competence dapat diperoleh dengan belajar terus
untuk memenuhi tingkat keahlian yang dibutuhkan perawat dalam berperan sebagai
pendidik, manajer, peneliti, dan praktisi. Kemampuan untuk memperoleh dan
menggunakan petunjuk berdasarkan pengetahuan ilmiah dan humanis serta
keterampilan dalam menerapkan tindakan, kompeten tercermin pada segi kognitif,
afektif dan psikomotorik.

3. Confidence (kepercayaan diri)
Confidence adalah suatu keadaan untuk memelihara hubungan antar manusia
dengan penuh percaya diri. Confidence dapat berupa ekspresi caring yang
meningkatkan kepercayaan tanpa mengabaikan kemampuan orang lain untuk
tumbuh dan menyampaikan kebenaran. Kepercayaan diri akan kemampuan seorang
perawat untuk merawat dan peduli pada orang lain. Dengan pelayanan yang
profesional, kepercayaan diri

akan kemampuan seorang perawat

dalam

keterampilan dapat membuat perbedaan. Kepercayaan diri dibutuhkan untuk
menerapkan secara efektif peran perawat sebagai pemelihara, guru, konselor,
pemimpin, manajer dan peneliti. Kepercayaan diri juga memampukan kita dan
orang lain untuk menentukan dan mencapai tujuan pelayanan kesehatan.
Ekspresi caring dalam confidence, yaitu:
a. Meningkatkan kepercayaan tanpa ketergantungan
b. Membuat lingkungan yang memungkinkan orang lain untuk tumbuh
c. Menyampaikan kebenaran tanpa pelanggaran.

4. Concience (suara hati)
Perawat memiliki standar moral yang tumbul dari sistem humanistik, altruistik
(peduli kesejahteraan orang lain) yang dianut dan direfelksikan pada tingkah
lakunya. Suara hati terkait dengan mengambil keputusan yang bermoral etika dan
keputusan yang legal, mengarahkan kita untuk menanggapi ketidakadilan sosial,
rasa tanggung jawab dan rasa kepemimpinan bagi kepedulian pada pasien.
Memahami hak pasien, selalu menjadi pelindung untuk pasien, dan mengerti apa
yang pasien butuhkan untuk mengetahui kondisinya dan membantu dia
memutuskan bagaimana menanganginya. Perawat caring juga waspada bahwa
pengetahuan dan keterampilan dalam pertimbangan moral diperlukan untuk
tanggung jawab keputusan etik atau dalam menerapkan prinsip- prinsip moral etik.

5. Commitmen (komitmen)
Melakukan tugas secara konsekuen dan berkualitas terhadap tugas, orang atau
pasien, dan karir yang dipilih. Commitmen adalah usaha memelihara dan
mengangkat standar keperawatan dan memastikan adanya pelayanan terbaik dalam
merawat pasien. Commitmen juga merupakan usaha yang terus menerus dalam
membaktikan diri pada kesejahteraan pasien, dengan membina hubungan yang baik
pada keluarga, dan menghadirkan diri untuk mendegarkan keluhan-keluhan pasien.
Dalam commitmen perawat harus memasukkan nilai- nilai human care kedalam
praktik profesionalnya, dan nilai dalam diri seorang perawat untuk melaksanakan
kewajiban tanpa beban.

6. Comportment (penampilan)
Comportment adalah menunjukan penampilan kita sebagai perawat kepada orang
lain dalam bersikap, bertindak, berpakaian, sikap penampilan, dan bertutur kata
yang diberikan perawat dengan sopan dan hormat, penghargaan dan respek
terhadap pasien.

D. Pengertian Soft Skill
Softskill adalah keterampilan kecakapan hidup baik untuk diri sendiri, berkelompok
atau bermasyarakat yaitu berupa keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain
(interpersonal skill) maupun keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intra
personal skill) agar mampu mengembangkan produktifitas kerja secara maksimal.
(Hartiti, 2013)

E. Komponen Soft Skill
Dari berbagai soft skill yang ada, STIK SInt Carolus menganut 5 soft skill yang
harus dimiliki oleh semua mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga
kesehatan yang profesional dan handal. Adapun 5 Soft skill itu adalah :

1. Jujur
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesi Jujur di definisikan sebagai : lurus
hati; tidak berbohong (misalnya dengan berkata apa adanya); tidak curang.Secara
baku, arti jujur adalah mengakui, berkata jujur adalah berkata atau memberikan
suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Dalam prakteknya, secara
hukum tingkat kujujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau
apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila
berpatokan pada arti kata yang baku maka jika seseorang berkata tidak sesuai
dengan kebenaran dan kenyataan, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai
tidak jujur. Di dalam jiwa seseorang yang jujur itu terdapat komponen nilai rohani
yang memantulkan berbagai sikap yang berpihak kepada kebenaran dan sikap
moral yang terpuji.
Dalam konteks berkata jujurada suatu istilah yang disebut desepsi, berasal
dari kata decieve yang berarti membuat orang percaya terhadap suatu hal yang
tidak benar, meniru, atau membohongi. Desepsi meliputi berkata bohong,
mengingkari, atau menolak, tidak memberikan informasi dan memberikan jawaban
tidak sesuai dengan pertanyaan atau tidak memberikan penjelasan sewaktu
informasi dibutuhkan. Berkata bohong merupakan tindakan desepsi yang paling
dramatis karena seseorang dituntut untuk membenarkan sesuatu yang di yakni
salah.

Alasan berkata jujur :
a. Hal penting dalam menciptakan hubungan saling percaya antara perawat dan
pasien
b. Hak pasien untuk mengetahui informasi
c. Kewajiban moral
d. Menghilangkan cemas dan penderitaan pasien
e. Meningkatkan kerjasama pasien maupun keluarga
f. Memenuhi kebutuhan perawat.
Alasan berkata bohong (desepsi) :
a. Pasien tidak mungkin dapat menerima kenyataan.
b. Pasien menghendaki untuk tidak diberitahu bila itu menyakitkan.
c. Desepsi mungkin bermanfaat untuk meningkatkan kerjasama pasien.

2. Disiplin
Disiplin merupakan sikap, tingkah laku dan perbuatan sesuai dengan
peraturan baik secara tertulis maupun tidak tertulis.
Dsiplin dalam pekerjaan dapat dibedakan menjadi disiplin waktu,disiplin tugas dan
disiplin tingkah laku.

Disiplin kerja yang dapat diterapkan oleh Perawat :
a. Disiplin waktu
● Memberikan obat sesuai jam
● Memeriksa cairan infus secara berkala
● Mendengar keluhan pasien
● Bila dibutuhkan pasien mudah dihubungi

b. Disiplin Tugas
● Melaksanakan semua tugas sesuai dengan prosedur
● Kemampuan dalam melaksanakan semua tugas yang menjadi tanggung
jawabnya
● Bersama dengan tim kesehatan lainnya memberikan pelayanan maksimal
kepada pasien
● Cekatan dalam memberikan tindakan

c. Disiplin Tingkah laku
● Bersikap ramah kepada pasien
● Bersikap sopan kepada pasien
● Memberikan perasaan nyaman dan terhindar dari ketakutan terhadap
tindakan yang dilakukan.

3. Peka/Peduli
Peka adalah sensitive atau mudah merasa, berpengaruh dan mudah bereaksi
atas suatu rangsangan kondisi tertentu (KKBI). Peduli adalah mengindahkan;
memperhatikan; menghiraukan (KKBI)
Peka dan Peduli adalah nilai yang sangat penting dipunyai seseorang. Pada nilai ini
terkait banyak nilai lainnya, antara lain: kedisiplinan, kejujuran, kerendahan hati,
cinta kasih, keramahan, kebaikan hati, kebijaksanaan, dan sebagainya. Kebahagiaan
yang dialami seseorang sebagian besar adalah hasil kepekaan dan kepedulian orang
tersebut terhadap perasaan, kesempatan, dan kebutuhan orang lain dan dunia di
sekitarnya.
Sikap peka/peduli yang dapat ditunjukan oleh perawat melalui :
a. Kehadiran
Kehadiran perawat tidak hanya dalam bentuk fisik, melainkan juga
komunikasi dan pengertian. Komunikasi yang digunakan dalam keperawatan
adalah komunikasi terapeutik yang berarti komunikasi yang bersifat terapi,
misalnya penggunaan komunikasi dengan nada suara sopan dan lembut, serta
senantiasa memberikan motivasi kepada pasien. Perawat juga harus selalu
selalu bersedia dan ada untuk pasien. Bersedia mendengar keluh kesah pasien
dan memberikan solusi, itulah makna kehadiran perawat bagi pasien.

b. Sentuhan,
Sentuhan merupakan salah satu pendekatan yang menenangkan dimana perawat
dapat mendekatkan diri dengan klien untuk memberikan perhatian dan
dukungan. Ada dua jenis sentuhan, yaitu sentuhan kontak dan sentuhan nonkontak. Sentuhan kontak merupakan sentuhan langsung kullit dengan kulit.
Sedangkan sentuhan non-kontak merupakan kontak mata. Melalui kontak mata
seorang perawat dapat menunjukan tingkat kepeduliannya pada pasien.

c. Mendengarkan,
Mendengar untuk lebih mengerti dan memahami kebutuhan pasien,
mendengarkan merupakan kunci, sebab hal ini menunjukkan perhatian penuh
dan ketertarikan perawat. Mendengarkan membantu perawat dalam memahami
dan mengerti maksud klien dan membantu menolong klien mencari cara untuk
mendapatkan kedamaian.

4. Percaya diri
Percaya diri adalah keyakinkan pada kemampuan dan Penilaian
(judgement) diri sendiri dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan yang
efektif. Hal ini termasuk kepercayaan atas kemampuannya menghadapi
lingkungan yang semakin menantang dan kepercayaan atas keputusan atau
pendapatnya.

Karakteristik orang yang memiliki percaya diri :


Selalu bersikap tenang dalam menghadapi sesuatu



Mempunyai potensi dan kemampuan yang memadai



Mampu menetralisasi ketegangan yang muncul di dalam berbagai situasi



Mampu menyesuaikan diri dan berkomunikasi di berbagai situasi



Memiliki kondisi mental dan fisik yang cukup menunjang penampilannya



Memiliki kecerdasan yang cukup



Memiliki tingkat pendidikan formal yang cukup



Memiliki keahlian atau keterampilan lain yang menunjang kehidupannya.



Memiliki kemampuan bersosialisasi



Memiliki latar belakang pendidikan keluarga yang baik



Memiliki pengalaman hidup yang menempa mentalnya menjadi kuat dan
tahan di dalam menghadapi berbagai cobaan hidup



Selalu bereaksi positif dalam menghadapi berbagai masalah

5. Tangguh
Tangguh adalah kuat, Kokoh, tahan banting, bertekat untuk berdiri tegak
dan gigih serta Pantano menyerah (KBBI).
Karakteristik perilaku tangguh:
1. Kerja keras, ulet dan disiplin
2. Berpikir positif dan tanggungjawab
3. Mencari jalan keluar dari setiap permasalahan
4. Merencanakan sesuatu sebelum bertindak
5. Kreatif dan inovatif
6. Kerja efektif dan efisien

BAB III
PEMBAHASAN

Dari Teori Caring menurut Simone Roach yang dikategorikan dalam 6 C maka soft
skill yang harus diterapkan pada masing-masing kategori adalah sebagai berikut :

1. Compassion (kasih sayang)
Soft Skill yang harus diterapkan adalah Jujur, peka peduli karena ini menyangkut
hubungan komunikasi dan perasaan empati antara pasien dengan perawat

2. Competence (kemampuan)
Soft Skill yang harus diterapkan adalah percaya diri dan Tangguh.
Percaya diri dan tangguh karena perawat memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan,
pengalaman, energi dan motivasi sebagai rasa tanggung jawab terhadap profesi
sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang maksimal kepada pasien

3. Confidence (kepercayaan diri)
Soft Skill yang harus diterapkan adalah percaya diri dan Jujur.
Percaya diri dan sikap Jujur dapat meningkatkan kepercayaan tanpa mengabaikan
kemampuan orang lain untuk tumbuh dan menyampaikan kebenaran. Dengan
pelayanan yang profesional, kepercayaan diri dan juga sikap jujur maka kemampuan
seorang perawat dalam keterampilan dapat membuat memberikan asuhan keperawatan
kepada pasien dan keluarga

4. Concience (suara hati)
Soft Skill yang harus diterapkan adalah Jujur,peka peduli, disipling, percaya diri dan
tangguh.
Kelima soft skill harus diterapkan karena Perawat memiliki standar moral yang timbul
dari sistem humanistik, altruistik (peduli kesejahteraan orang lain) yang dianut dan
direfleksikan pada tingkah lakunya. Memahami hak pasien, selalu menjadi pelindung
untuk pasien, dan mengerti apa yang pasien butuhkan untuk mengetahui kondisinya
dan membantu dia memutuskan bagaimana menanganginya.

5. Commitmen (komitmen)
Soft Skill yang harus diterapkan adalah Jujur,peka peduli, disipling, percaya diri dan
tangguh.
Kelima soft skill

juga harus diterapkan karena perawat melakukan tugas secara

konsekuen dan berkualitas terhadap tugas, orang atau pasien, dan karir yang dipilihnya.
Dalam commitmen perawat harus memasukkan nilai- nilai human care kedalam praktik
profesionalnya, dan nilai dalam diri seorang perawat untuk melaksanakan kewajiban
tanpa beban.

6. Comportment (penampilan)
Soft Skill yang harus diterapkan adalah Peka peduli, disiplin dan percaya diri aerena
ini merujuk kepada perawat untuk menunjukan penampilan kita kepada orang lain
dalam bersikap, bertindak, berpakaian, sikap penampilan, dan bertutur kata yang
diberikan perawat dengan sopan dan hormat, penghargaan dan respek terhadap pasien.

BAB IV
PENUTUP

Caring merupakan perpaduan antara pengetahuan biofisik dengan pengetahuan
mengenai perilaku manusia sedangkan soft skill merupakan keterampilan diluar
keterampilan teknis dan akademis, dan lebih mengutamakan keterampilan intra dan inter
personal

Caring dan soft skill dalam profesionalisme perawat adalah dua hal yang saling
terkait dan mendukung dalam pemberian asuhan keperawatan yang maksimal kepada
pasien dan keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

Dwidayanti, M. (2007). Caring : Kunci sukses perawat/ners mengamalkan ilmu.
Semarang: Hasani.
Hartiti, T. (2013). Peningkatan Soft Skill perawat melalui kepimpinan transformasional
kepala ruangan pada RS swasta di Semarang. Jurnal Managemen Keperawatan.
Morisson&Burnard. (2009). Caring & communicating. Jakarta: EGC.
Puspita, M. P. (2013). Strategi Pengembangan Softskills pada Dokter dan Perawat dalam
Rangka Peningkatan Kinerja di RSUD Karangasem Bali. Jurnal Unair.
Smith, T. W. (2013). Caring in nursing classics : An essential resources. New york:
Springer published company.


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

58 1234 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 346 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 285 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4 197 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 268 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 363 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 331 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 190 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 343 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 385 23