PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

ABSTRAK

PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA
KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH
DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK
KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Oleh
Ranti Febriani

Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh hasil belajar
Pendidikan Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter siswa kelas
XI dalam lingkungan sekolah di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten
Lampung Tengah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMA
Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah TP 2012/2013. Data dalam
penelitian ini dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, adapun teknik
analisa data menggunakan rumus korelasi Product Moment.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar Pendidikan
Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter siswa kelas XI dalam
lingkungan sekolah di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung
Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013. Pengaruh hasil belajar Pendidikan
Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter siswa kelas XI dalam
lingkungan sekolah berada pada kategori sangat kuat. Hal ini berarti semakin
tinggi hasil belajar yang diperoleh siswa dalam mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan maka semakin tinggi pula tingkat aplikasi nilai karakter siswa
kelas XI dalam lingkungan sekolahnya.

Kata Kunci: Hasil belajar, Pendidikan Kewarganegaraan, dan nilai karakter

PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA
KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA
NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN
LAMPUNG TENGAH TAHUN
PELAJARAN 2012/2013

Oleh:
RANTI FEBRIANI
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Program Studi PPKN
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013

PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA
KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA
NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN
LAMPUNG TENGAH TAHUN
PELAJARAN 2012/2013
(Skripsi)

Oleh:
RANTI FEBRIANI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013

Judul Skripsi

:

Nama Mahasiswa

: Ranti Febriani

No. Pokok Mahasiswa

: 0913032063

Jurusan

: Pendidikan IPS

Program Studi

: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

PENGARUH
HASIL
BELAJAR
PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN
TERHADAP
TINGKAT
APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI
DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1
SEPUTIH
BANYAK
KABUPATEN
LAMPUNG
TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013.

MENYETUJUI
1. Komisi Pembimbing

Pembimbing I,

Pembimbing II,

Drs. Holilulloh, M.Si
NIP 19610711 198703 1 003

M. Mona Adha, S.Pd, M.Pd
NIP 19791117 200501 1 002
2. Mengetahui

Ketua Jurusan Pendidikan IPS,

Ketua Program Studi PPKn,

Drs. Hi. Buchori Asyik, M.Si
NIP 19560108 198503 1 002

Drs. Holilulloh, M.Si
NIP 19610711 198703 1 003

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Ketua

: Drs. Holilulloh, M.Si

.…………..……

Sekretaris

: M. Mona Adha, S.Pd, M.Pd

…..…………......

Penguji
Bukan Pembimbing : Dr. Irawan Suntoro, M.S

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si.
NIP 19600315 198503 1 003

Tanggal Lulus Ujian Skripsi: 24 April 2013

……………….…

Motto

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik
daripada sedekah yang diiringi tindakan yang
menyakiti. Allah Maha Kaya, Maha
Penyantun ”
(Q.S. Al-Baqarah: 263)
“Kemenangan yang seindah–indahnya dan
sesukar–sukarnya yang boleh direbut oleh
manusia ialah menundukkan diri sendiri

(Ibu Kartini )
“Gemilangnya kesuksesan yang diraih seseorang tak
pernah lepas dari do’a dan harapan orang-orang
disekitarnya terutama kedua orang tuanya”
(Ranti Febriani)

PERSEMBAHAN

Haturan rasa syukur atas rahmat, nikmat, dan hidayah Allah SWT, Tuhan
semua makhluk ciptaan-Nya, ku persembahkan karya kecil ini sebagai wujud
baktiku dan kasih sayangku kepada:

Ayah & Almh. Emak tercinta
Yang selalu memberikan untaian do’a dalam setiap sujud dan harapan di setiap
langakah perjuangan demi tercapainya sebuah citaku, semoga untaian do’a
dan harapan disetiap langkah perjuangan tersebut menghantarkan
anandamu menjadi pribadi yang diharapakan.

Kakak & Adik tersayang
Yang senantiasa memberi motivasi dalam setiap langkahku dan sejuta do’a
untuk keberhasilanku, semoga setiap motivasi dan do’a tersebut menjadikan
diri ini bermanfaat untuk keluarga, agama, nusa dan bangsa.

Almamater tercinta

RIWAYAT HIDUP

Peneliti dilahirkan di Desa Binjai Kecamatan Lemong
Kabupaten Lampung Barat yang sekarang sudah pemekaran
menjadi Kabupaten Pesisir Barat pada tanggal 14 Februari
1991. Peneliti merupakan anak keempat dari lima bersaudara
pasangan Bapak Daseni dan Almh. Ibu Nilam Jauhari.

Pendidikan formal yang pernah ditempuh, Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Pugung
Penengahan Kecamatan Lemong Kabupaten Lampung Barat yang diselesaikan pada
tahun 2003 berijazah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Lemong
Kabupaten Lampung Barat diselesaikan pada tahun 2006 berijazah, Sekolah
Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 1 Lemong Kabupaten Lampung Barat yang di
selesaikan pada tahun 2009 berijazah.

Pada tahun 2009, peneliti diterima di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung pada Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program
Studi Pendidikan Kewarganegaraan melalui jalur SNMPTN. Skripsi ini adalah salah
satu batu loncatan bagi peneliti untuk segera menamatkan pendidikannya pada
jenjang S1.

SANWACANA

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Hasil
Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Tingkat Aplikasi Nilai
Karakter Siswa Kelas XI Dalam Lingkungan Sekolah Di SMA Negeri 1 Seputih
Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013”. Skripsi ini
disusun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan
pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

Di dalam penulisan ini, penulis banyak mengalami kesulitan hingga menuju tahap
penyelesaian. Berkat bimbingan, saran serta bantuan baik moral maupun spiritual
serta arahan dan motivasi dari berbagai pihak, segala kesulitan yang ada dapat
diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih
kepada Bapak Drs. Holilulloh, M.Si selaku Ketua Program Studi PPKn sekaligus
Pembimbing I, Bapak M. Mona Adha, S.Pd, M.Pd selaku Pembimbing II, terima
kasih atas pengarahan dan bimbingan kepada penulis. Ucapan terima kasih juga
penulis sampaikan kepada :
1. Bapak Dr. Hi Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
2. Bapak Dr. M. Thoha B.S. Jaya, M.S. selaku Pembantu Dekan I Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

3. Bapak Drs. Arwin Achmad, M.Si. selaku Pembantu Dekan II Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
4. Bapak Drs. Hi Iskandar Syah, M.H. selaku Pembantu Dekan III Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
5. Bapak Drs. Hi Buchori Asyik, M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan
Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung.
6. Bapak Dr. Irawan Suntoro, M.S. selaku Pembahas I yang telah
memberikan saran dan masukan kepada penulis.
7. Bapak Hermi Yanzi, S.Pd, M.Pd. selaku Pembahas II yang telah
memberikan saran dan masukan kepada penulis.
8. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Lampung, khususnya Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan.
9. Kepala SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah yang
telah memberi izin penelitian, Bapak Edy Saptono, S.Pd dan Bapak Drs. I
Wayan Putra selaku Guru Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI yang
telah memberikan segala bantuan kepada penulis.
10. Teristimewa untuk kedua orang tuaku tercinta, Bapak Daseni dan Almh.
Ibu Nilam Jauhari yang selalu memberikan untaian do’a dalam setiap
sujud dan harapan di setiap langkah perjuangan tiada tara demi tercapainya
sebuah impian dan citaku.
11. Kakak-kakakku, Cuwo Ninda, Udo Lukhy, Cengah Devi, dan adikku
Rojulan Siddik yang selalu kusayangi sampai akhir menutup mata.
12. Keluarga besarku yang selalu menantikan gemilangnya keberhasilanku.

13. Sahabat-sahabat terbaikku: Evvi Ari Widyawati, Azkiya Maisari, Reni
Setiawati, dan Meirindi, yang selalu memberikan untaian do’a, motivasi
dan semangat untuk meyelesaikan skripsi ini.
14. Keluarga besar SMAN 1 Way Jepara dan rekan-rekan PPL SMAN 1 Way
Jepara: Wahyu Cahya, Ria, Dian Jeplia, Tri Epri, Bassma, Era Oktariani,
Rezqi, Sandi B.M, Andalan dan Nanang yang selalu memberikan motivasi
kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
15. Teman-teman PPKn angkatan 2009 yang tidak dapat penulis sebutkan satu
persatu, terima kasih untuk kebersamaan kita selama ini dalam canda dan
tawa yang menjadikan hari-hari lebih berwarna dan istimewa.
16. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah
banyak membantu sehingga penulisan skripsi ini dapat selesai.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi
penulis berharap semoga skripsi yang sederhana ini dapat berguna dan bermanfaat
bagi kita semua. Amin.

Bandar Lampung,
Penulis

Ranti Febriani

April 2013

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, adalah:
Nama
NPM
Prodi/ Jurusan
Fakultas
Alamat

: Ranti Febriani
: 0913032063
: PPKn/ Pendidikan IPS
: Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung
: Perum Glora Persada Blok D.20 Rajabasa Raya Bandar
Lampung

Dengan ini menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya
diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan
sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat
ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis
naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.

Bandar Lampung,

Ranti Febriani
NPM 0913032063

yang pernah
tinggi, dan
yang pernah
diacu dalam

April 2013

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan karakter merupakan suatu upaya penanaman nilai-nilai karakter
kepada generasi penerus bangsa yang berakar pada nilai karakter dari budaya
bangsa dan nilai karakter dari agama.Pendidikan karakter ini adalah salah satu
alternatif untuk membangun karakter generasi penerus bangsa. Pendidikan
karakter harus diberikan kepada seluruh generasi penerus bangsa dengan cara
penanaman nilai-nilai karakter bangsa.

Nilai-nilai karakter bangsa dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan. Nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan
untuk siswa tingkat sekolah menengah atas adalah religius, jujur, toleransi,
disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat
kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komuniktif, cinta
damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab. Nilai-nilai karakter yang tertanam dalam diri siswa tersebut dapat
mewujudkan tujuan dari pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan
potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

2

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan
pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa,
usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas,
terampil, dan berkarakter sesuai dengan amanat Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pendidikan kewarganegaraan yang bersifat sosial dan
mengandung norma-norma kesopanan perlu dikembangkan dan dikaitkan
dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa sehingga pembelajaran nilai-nilai
karakter

yang

diintegrasikan

dalam

mata

pelajaran

Pendidikan

Kewarganegaran tidak hanya terfokus pada tataran kognitif saja, tetapi
terwujud dalam pengamalan nyata siswa di kehidupan sehari-hari terutama di
lingkungan sekolah.

Pada dasarnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi sebagai
wahana untuk membentuk warga negara yang cerdas, terampil, dan
berkarakter serta setia kepada bangsa dan negara Indonesia dengan
merefleksikan dirinya dalam kebiasaan berpikir dan bertindak berdasarkan
pandangan hidup bangsa indonesia yakni Pancasila dan Undang-Undang
Dasar 1945.

Tujuan dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk
memberikan berbagai kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa
sebagai kemampuannya. Kompetensi-kompetensi tersebut tercantum dalam
Standar Isi Pendidikan Kewarganegaraan yang meliputi (1) berpikir secara
kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan; (2)
berpartisipasi secara bermutu dan bertanggung jawab, dan bertindak secara

3

cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; (3)
berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan
pada karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan
bangsa-bangsa lainnya; (4) berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam
percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan dari mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan ini akan tercapai apabila siswa-siswa telah memiliki
kompetensi-kompetensi yang diberikan guru Pendidikan Kewarganegaraan
dan mampu memperoleh hasil belajar yang baik.

Hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
merupakan hasil yang diperoleh siswa setelah mengalami pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan yang ditunjukkan dalam bentuk prestasi nilai
tertentu yang tampak pada perubahan tingkah laku siswa baik di sekolah
maupun di luar sekolah. Idealnya hasil belajar siswa dapat diperoleh dari
sejumlah aktivitas pembelajaran yang ia ikuti dan disajikan guru yang
melibatkan aspek kognitif maupun afektifnya.

Hasil belajar yang diperoleh siswa juga merupakan suatu tolak ukur atas
keberhasilan atau ketidakberhasilan siswa dalam menguasai dan memahami
materi pelajaran setelah melalui proses pembelajaran. Hasil belajar siswa ini
dapat mempengaruhi perubahan perilaku siswa karena dalam setiap ranah
pendidikan terdapat unsur-unsur yang dihasilkan. Khusus dalam ranah
kognitif, unsur yang dihasilkan melalui pendidikan adalah meningkatnya
pemahaman keilmuan sesuai dengan bidang yang telah dipelajari.

4

Hakikatnya hasil belajar itu memiliki beberapa ciri tentang hasil belajar yang
baik. Oleh karena itu, hasil belajar yang diperoleh siswa harus dapat
menunjukkan ciri dari hasil belajar yang baik agar hasil belajar tersebut tidak
hanya terfokus pada ranah kognitif saja, tetapi teraplikasikan dalam kehidupan
nyata siswa sehari-hari terutama dalam lingkungan sekolah.

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di SMA Negeri 1 Seputih
Banyak Kabupaten Lampung Tengah didapat data tentang hasil belajar siswa
yang bervariasi, ada yang sudah mencapai standar ketuntasan minimal dan ada
yang belum mencapai standar ketuntasan minimal. Standar ketuntasan
minimal untuk kelas XI adalah 73. Berikut data tentang hasil ujian tengah
semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013.

Tabel 1. Hasil Ujian Tengah Semester Ganjil Kelas XI SMA Negeri 1
Seputih Banyak Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013.
Kelas
Rentang
nilai

XI
IPA
1

XI
IPA
2

XI
IPA
3

XI
IPA
4

XI
IPS
1

XI
IPS
2

XI
IPS
3

XI
IPS
4

Jumlah
siswa

Persentase

≥ 90
8
3
2
6
0
0
7
1
27
80-89
20
11
20
16
3
2
8
3
83
70-79
1
10
6
8
4
5
5
11
50
60-69
0
5
1
0
4
12
4
5
31
50-59
0
1
0
0 16
8
3
9
37
< 50
0
0
0
0
3
3
0
0
6
Jumlah
29
30
29
30 30
30
27
29
234
Sumber : Guru Pendidikan Kewarganegaraan SMA Negeri 1 Seputih Banyak

Berdasarkan tabel 1 di atas dapat dijelaskan bahwa hasil belajar dalam mata
pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diperoleh siswa kelas XI untuk
kelas XI IPA dan kelas XI IPS sangat beragam. Hasil belajar siswa dapat

11,54
35,47
21,37
13,25
15,81
2,56
100

5

dilihat dari rentang nilai yang dimulai dari nilai < 50, 50-59, 60-69, 70-79, 8089, ≥ 90.

Hasil belajar yang paling banyak diperoleh siswa adalah rentang nilai 80-89
yakni 83 siswa dengan persentase sebesar 35,47 % yang terdiri dari 20 siswa
kelas XI IPA 1, 11 siswa kelas XI IPA 2, 20 siswa kelas XI IPA 3, 16 siswa
kelas XI IPA 4, 3 siswa kelas XI IPS 1, 2 siswa kelas XI IPS 2, 8 siswa kelas
XI IPS 3, dan 3 siswa kelas XI IPS 4. Sedangkan untuk hasil belajar yang
paling sedikit diperoleh siswa adalah rentang nilai < 50 dengan persentase
sebesar 2, 56 % dan berjumlah 6 siswa yakni 3 siswa dari kelas XI IPS 1 dan 3
siswa dari kelas XI IPS 2.

Selanjutnya, guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan khususnya
kelas XI IPA dan XI IPS juga mengungkapkan bahwa siswa-siswa yang
mempunyai hasil belajar yang baik, mayoritas karakter atau perilaku siswasiswa tersebut mencerminkan karakter siswa yang baik sesuai dengan nilainilai karakter bangsa.

Pada saat pelaksanaan Ulangan Harian ataupun Ujian Tengah Semester, siswasiswa yang memperoleh hasil belajar tinggi menunjukkan nilai karakter jujur,
percaya diri, kerja keras dan disiplin. Begitupula sebaliknya, siswa-siswa yang
memperoleh hasil belajar rendah atau dibawah standar ketuntasan minimal
lebih banyak mencerminkan karakter siswa yang kurang baik bahkan tidak
mengaplikasikan nilai-nilai karakter bangsa seperti nilai karakter jujur. Nilai
karakter jujur tidak diaplikasikan karena siswa berusaha mencari contekan
melalui alat komunikasi (handphone) atau mencontek dengan teman yang

6

posisi duduknya berada di depan, di samping kiri dan di samping kanan
ataupun dengan teman yang duduk di belakang siswa tersebut.

Menurut guru Pendidikan Kewarganegaraandi SMA Negeri 1 Seputih Banyak
Lampung Tengah, siswa-siswa yang belum mengaplikasikan nilai-nilai
karakter bangsa dalam lingkungan sekolah perlu mendapatkan perhatian
khusus atau perhatian yang lebih agar siswa tersebut merasa diperhatikan dan
lebih giat lagi untuk menyesuaikan perilaku atau karakter dirinya sesuai
dengan nilai-nilai karakter bangsa dan akhirnya memiliki karakter yang baik
seperti siswa-siswa yang lainnya. Selain dalam mata pelajaran, nilai-nilai
karakter bangsa juga dapat diintegrasikan dalam program pengembangan diri
dan budaya sekolah.

Di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Lampung Tengah, berdasarkan hasil
observasi diketahui bahwa nilai-nilai karakter bangsa diintegrasikan dalam
program pengembangan diri yang dilakukan melalui kegiatan rutin sekolah
seperti upacara bendera setiap hari senin, sholat bersama/ibadah bersama bagi
yang beragama Islam pada saat sholat dzuhur, berdo’a waktu mulai dan
berakhirnya pelajaran,

mengucap salam bila bertemu

guru, tenaga

kependidikan, atau teman. Akan tetapi dalam pelaksanaan kegiatan rutin
tersebut masih banyak siswa yang belum mengaplikasikan nilai-nilai karakter
pada saat kegiatan rutin itu berlangsung.

Contoh untuk aplikasi nilai karakter cinta tanah air yakni pada saat upacara
bendera setiap hari senin, masih banyak siswa-siswa yang terlambat dan tidak
mengikuti upacara bendera. Siswa-siswa yang terlambat dan tidak mengikuti

7

upacara bendera diberi sanksi berupa point dan diberikan waktu khusus untuk
upacara sendiri serta bersih-bersih lingkungan sekolah. Siswa-siswa yang
terlambat telah mencerminkan rendahnya nilai karakter disiplin siswa. Siswa
yang tidak mengikuti upacara peringatan hari-hari besar nasional seperti
peringatan hari pendidikan nasional

juga

dikenakan sanksi

berupa

pengembangan kreativitas yakni membuat sapu.

Aplikasi dari nilai karakter religius oleh siswa dapat dilihat dari pelaksanan
sholat bersama bagi yang beragama Islam pada saat sholat dzuhur, berdo’a
waktu mulai dan berakhirnya pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru,
tenaga kependidikan yang lain di sekolah, dan teman. Faktanya, masih ada
siswa yang tidak mengikuti sholat bersama pada waktu dzuhur padahal agama
siswa yang tidak mengikuti sholat bersama tersebut adalah Islam dan jadwal
sholat bersama juga sudah ada. Selanjutnya, dalam pengucapan salam jika
bertemu guru, tenaga kependidikan yang lain seperti staff Tata Usaha, dan
teman juga belum membudaya. Siswa akan mengucap salam atau menyapa
hanya dengan guru, tenaga kependidikan, dan teman yang mereka kenal.

Pengintegrasian nilai karakter dapat dilihat dalam budaya sekolah yang ada di
SMA Negeri 1 Seputih Banyak Lampung Tengah seperti guru menunggu
siswa datang di pintu gerbang sekolah. Nilai karakter yang dikembangkan
dalam kebiasaan ini adalah nilai karakter kedisiplinan. Akan tetapi, budaya
sekolah melalui pelaksanaan kegiatan tersebut belum membudaya bagi seluruh
warga sekolah. Hal ini dikarenakan pada saat penyambutan kedatangan siswa
ke sekolah, guru yang menunggu di depan pintu gerbang hanya beberapa guru

8

saja, biasanya lebih diutamakan pada guru yang piket berdasarkan hari yang
bersangkutan. Alangkah baiknya jika sebagian besar guru ikut menyambut
kedatangan siswa di depan pintu gerbang agar siswa senantiasa termotivasi
semangat belajarnya dan membudaya dalam diri siswa nilai karakter
disiplinnya.

Sejalan fakta yang ada, terdapat alasan mengapa siswa banyak yang belum
mengaplikasikan nilai karakter bangsa dalam lingkungan sekolah padahal nilai
karakter bangsa tersebut telah diintegrasikan dalam setiap pembelajaran
khususnya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan dan beberapa siswa kelas XI diketahui alasan atau faktor
penyebab mengapa siswa kelas XI baik kelas XI IPA maupun kelas XI IPS
SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah banyak yang
belum mengaplikasikan nilai karakter bangsa dalam lingkungan sekolah, hal
tersebut dikarenakan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan masih terfokus pada tataran kognitif atau belum terwujud
dalam pengamalan nyata siswa terutama di lingkungan sekolah, kurangnya
peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam penanaman nilai-nilai
karakter bangsa, kurangnya pemahaman dan kesadaran siswa dalam
pengaplikasian nilai-nilai karakter bangsa di lingkungan sekolah, kurangnya
keteladanan guru, dan tenaga kependidikan dalam memberikan contoh
terhadap tindakan-tindakan yang baik kepada siswa di sekolah.

9

Salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan pengaplikasian nilai karakter
bangsa oleh siswa dalam lingkungan sekolah adalah dengan peningkatan
pemahaman dan menumbuhkan kesadaran siswa untuk mengaplikasikan nilai
karakter bangsa di lingkungan sekolah melalui penyisihan waktu minimal lima
sampai lima belas menit pertama dalam mengajar digunakan khusus untuk
penanaman nilai-nilai karakter bangsa oleh guru khususnya guru Pendidikan
Kewarganegaraan kepada siswa di kelas pada saat pembelajaran dengan
harapan hasil belajar siswa tidak hanya terfokus pada ranah kognitif tetapi
terwujud dalam pengamalan nyata siswa di kehidupan sehari-harinya terutama
di lingkungan sekolah.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti secara lebih
mendalam ke bentuk tulisan ilmiah (skripsi) mengenai pengaruh hasil belajar
Pendidikan Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter siswa
kelas XI dalam lingkungan sekolah di SMA Negeri 1 Seputih Banyak
Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan tersebut, maka
permasalahan penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1.

Hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
terhadap tingkat aplikasi nilai karakter dalam lingkungan sekolah.

2.

Peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam menanamkan nilai-nilai
karakter bangsa kepada siswa pada saat pembelajaran di kelas.

10

3.

Pemahaman dan kesadaran siswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai
karakter bangsa dalam lingkungan sekolah.

4.

Keteladanan guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan contoh
terhadap tindakan-tindakan yang baik kepada siswa dalam lingkungan
sekolah.

1.3 Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah, faktor yang mempengaruhi aplikasi nilai
karakter cukup banyakyang merupakan variabel bebas, maka dalam penelitian
ini dibatasi pada hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter dalam lingkungan
sekolah.
1.4 Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah, maka dapat
dirumuskan masalah sebagai berikut:
Apakah terdapatpengaruh hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap
tingkat aplikasi nilai karakter siswa kelas XI dalam lingkungan sekolah di
SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran
2012/2013?

11

1.5 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menguji pengaruh hasil belajar
Pendidikan Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter siswa
kelas XI dalam lingkungan sekolah di SMA Negeri 1 Seputih Banyak
Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013.

1.6 Kegunaan Penelitian

1.6.1 Kegunaan teoritis

Secara teori penelitian ini berguna untuk menerapkan konsep, teori,
prinsip

dan

prosedur

ilmu

pendidikan

khususnya

Pendidikan

Kewarganegaraan pada kajian pendidikan nilai moral pancasila karena
berkaitan dengan upaya membina pengetahuan, keterampilan dan watak
atau karakter warga negara yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila baik
disekolah maupun di masyarakat.

1.6.2 Kegunaan praktis

Secara praktis penelitian ini berguna untuk memberikan informasi
kepada:
1. Siswa: agar memahami pentingnya nilai-nilai karakter bangsa
untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam
lingkungan sekolah.

12

2. Guru: untuk mengoptimalkan penanaman nilai-nilai karakter dalam
diri siswa agar diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama
dalam lingkungan sekolah sehingga kewajiban guru sebagai
pendidik yang mengemban tugas untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi siswa agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab dapat terwujud.
3. Sekolah: sebagai salah satu referensi guna memahami pentingnya
hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan bagi siswa dan
pentingnya mengaplikasikan nilai-nilai karakter bangsa dalam
kehidupan sehari-hari terutama dalam lingkungan sekolah agar
siswa-siswa saat berada di tengah-tengah masyarakat mampu
menempatkan diri dan menjadi warga negara yang baik.

1.7 Ruang Lingkup Penelitian

1.7.1 Ruang Lingkup Ilmu

Ruang lingkup ilmu dalam penelitian ini adalah ilmu pendidikan
khususnya Pendidikan Kewarganegaraan dalam kajian pendidikan
nilai moral pancasila.

13

1.7.2 Ruang Lingkup Objek

Ruang lingkup objek penelitian ini adalah hasil belajar Pendidikan
Kewarganegaraan (X) dan tingkat aplikasi nilai karakter siswa dalam
lingkungan sekolah (Y).

1.7.3 Ruang Lingkup Subjek

Ruang lingkup subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI
IPA dan kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten
Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013.

1.7.4

Ruang Lingkup Tempat

Ruang lingkup tempat dalam penelitian ini adalah di SMA Negeri 1
Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah.

1.7.5

Ruang Lingkup Waktu

Waktu dalam pelaksanaan penelitian ini adalah sejak dikeluarkannya
surat izin penelitian pendahuluan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Lampung sampai dengan selesai
Penelitian ini.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Deskripsi Teori
2.1.1 Tinjauan UmumTentang Nilai Karakter
2.1.1.1 Konsep Nilai
a.

Pengertian Nilai

Sesuatu yang dianggap benar, baik, dihormati, dihargai,
diharapkan dan senantiasa dicita-citakan keberadaannya adalah
nilai. Setiap individu ataupun masyarakat mempunyai nilai
yang berbeda-beda. Suatu nilai dapat terwujud apabila
dilaksanakan melalui seperangkat aturan, kaidah ataupun hukum
yang harus ditaati oleh individu ataupun masyarakat demi
tercapainya suatu nilai yang diharapkan.

Pengertian nilai dikemukakan oleh Pepper dalam Munandar
Soelaeman (2005: 35) “nilai adalah segala sesuatu tentang yang
baik atau yang buruk”.

Nilai adalah segala sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai
subjek, menyangkut segala sesuatu yang baik atau yang buruk
sebagai abstraksi, pandangan, atau maksud dari berbagai

15

pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat (Munandar
Soelaeman, 2005: 35).

Robert M.Z.Lawangdalam Yukimanda (2010) mendefinisikan
bahwa

“nilai

diinginkan,yang

adalah

gambaran

mengenai

pantas,berharga,dan

dapat

apa

yang

mempengaruhi

perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut”.

Dikemukakan pula oleh Hendropuspito dalam Yukimanda
(2010) bahwa “nilai adalah segala sesuatu yang dihargai
masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi
perkembangan kehidupan manusia”.

Berdasarkan beberapa pengertian nilai menurut para ahli diatas,
dapat disimpulkan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang
abstrak, berharga dan berdaya guna sebagai petunjuk atau
penuntun tingkah laku manusia menuju arah yang lebih baik
dalam kehidupan bermasyarakat.

b. Klasifikasi atau Pembagaian Nilai

Menurut Lindadalam Zaim Elmubarok (2008: 7) nilai dapat
dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai berikut:
1. Nilai-nilai nurani (values of being) adalah nilai yang ada
dalam diri manusia kemudian berkembang menjadi
perilaku serta cara kita memperlakukan orang lain seperti
kejujuran, keberanian, cinta damai, keandalan diri,
potensi, disipilin, tahu batas, kemurnian dan kesucian.
2. Nilai-nilai memberi (values of giving)adalah nilai yang
perlu dipraktikkan atau diberikan yang kemudian

16

akanditerima sebanyak yang diberikan. Yang termasuk
pada kelompok nilai-nilai memberi adalah setia, dapat
dipercaya, hormat, cinta, kasih, sayang, peka, tidak
egois, baik hati, ramah, adil dan murah hati

De Finance dalam Munandar Soelaeman (2003: 34) juga
mengklasifikasikan nilai sebagai berikut:
1. Nilai-nilai pra-manusiawi (pra-hukum)
Yang berlaku untuk manusia tetapi tak membuatnya
manusiawi(nilai-nilai hedonis dan biologis).
2. Nilai-nilai manusiawi pra-moral (humam value pramoral)
Berkaitan dengan kepentingan sosial atau kultural yaitu:
nilai-nilai ekonomis, intelektual, nilai-nilai estetis.
3. Nilai-nilai moral (moral values)
Meliputi nilai-nilai yang merupakan tindak pelaksanaan
kebebasan dalam realisasinya terhadap kewajiban (duty)
dan kebaikan.
4. Nilai-nilai spiritual dan religius: nilai-nilai dalam lingkup
yang “suci” dan “Tuhan”.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli mengenai klasifikasi atau
pembagian nilai, dapat disimpulkan bahwa klasifikasi dari nilai
yaitu nilai-nilai nurani, nilai-nilai memberi, nilai-nilai pramanusiawi, nilai-nilai manusiawi pra-moral, nilai-nilai moral,
nilai-nilai spiritual dan religious.

2.1.1.2 Konsep Karakter

a.

Pengertian Karakter

Setiap individu, kelompok masyarakat atau suatu bangsa memiliki
karakter yang berbeda-beda. Karakter yang ditunjukkan akan
tercermin dalam cara berperilaku dan cara berpikir serta tindakan

17

yang dilakukan secara terus-menerus dalam segala bidang
kehidupan.

Thomas Lickona dalam Agus Wibowo (2012: 32) mendefinisikan
bahwa“karakter merupakan sifat alami seseorang dalam merespons
situasi secara bermoral. Sifat alami itu dimanifestasikan dalam
tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung
jawab, menghormati orang lain dan karakter mulia lainnya”.

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan
dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia,
lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap,
perasaan, perkataan, dan perbuatan, berdasarkan norma-norma
agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat (Masnur
Muslich, 2011: 84)
Pendapat lain tentang karakter dikemukakan oleh Tadkiroatun
Musfiroh dalam Agus Wibowo (2012: 34) sebagai berikut:
Karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes),
perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan
keterampilan (skills). Karakter, lanjut Musfiroh, sebenarnya
berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau
menandai, dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan
nilai kebaikan itu dalam bentuk tindakan atau tingkah laku.
Itulah sebabnya orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan
perilaku jelek lainnya dikatakan orang yang berkarakter
jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan
kaidah moral disebut sebagai orang yang berkarakter mulia.

18

Dikemukakan pula oleh Suyanto dalam Agus Wibowo (2012: 33)
bahwa:
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi
ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik
dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa
membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan
tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas mengenai pengertian
karakter dapat disimpulkan bahwa karakter adalah suatu perilaku
manusia yang tercermin dalam cara berpikir dan dalam tindakan
nyata seseorang berupa sikap, perkataan dan perbuatan serta
perasaan yang menjadi ciri khas tersendiri untuk hidup dan bekerja
sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara
sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat baik
norma agama, norma hukum maupun adat istiadat atau kebiasaan
yang terus menerus dilakukan.

b. Komponen Karakter menurut Para Ahli

Dalam pendidikan karakter, Lickona dalam Masnur Muslich (2011:
133) menekankan pentingnya tiga kompenen karakter yang baik
(components of good character) yaitu sebagai berikut:
1. Moral knowing atau pengetahuan tentang moral.
Moral knowing merupakan hal yang penting untuk
diajarkan. Moral knowing ini terdiri dari enam hal, yaitu
(1) moral awareness (kesadaran moral), (2) knowing
moral values (mengetahui nilai-nilai moral), (3)
perspective taking, (4) moral reasoning, (5) decision
making, dan (6) self knowledge.

19

2. Moral feeling atau perasaan tentang moral.
Moral feeling adalah aspek yang lain yang harus
ditanamkan kepada anak yang merupakan sumber energi
dari diri manusia untuk bertindak sesuai dengan prinsipprinsip moral. Terdapat enam hal yang merupakan aspek
emosi yang harus mampu dirasakan oleh seseorang untuk
menjadi manusia berkarakter, yakni (1) concscience
(nurani), (2) self esteem (percaya diri), (3) empathy
(merasakan penderitaan orang lain), (4) loving the good
(mencintai kebenaran), (5) self control (mampu
mengontrol diri), dan (6) humility (kerendahan hati).
3. Moral action atau perbuatan moral.
Moral action adalah bagaimana membuat pengetahuan
moral dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata.
Perbuatan tindakan moral ini merupakan hasil (outcome)
dari dua komponen karakter lainnya. Untuk memahami
apa yang mendorong seseorang dalam perbuatan yang
baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek lain dari
karakter, yaitu kompetensi (competence), keingiinan
(will), dan kebiasaan (habit).
Tiga komponen tersebut sangat diperlukan agar anak mampu
memahami, merasakan, dan mengerjakan sekaligus nilai-nilai
kebajikan. Oleh karena itu dalam Deklarasi Aspen dihasilkan enam
nilai etik utama (core ethical values) yang disepakati untuk
diajarkan dalam sistem pendidikan karakter di Amerika yang
meliputi: (1) dapat dipercaya (trustworthy) meliputi sifat jujur
(honesty) dan integritas (integrity); (2) memperlakukan orang lain
dengan hormat (treats people with respect); (3) bertanggungjawab
(responsibility); (4) adil (fair); (5) kasih sayang (caring); dan (6)
warga negara yang baik (good citizen).

Ratna Megawangi dalam Zaim Elmubarok (2008: 111) sebagai
pencetus pendidikan karakter di Indonesia telah menyusun karakter

20

mulia yang selayaknya diajarkan kepada anak, yang kemudian
disebut sebagai sembilan pilar yaitu sebagai berikut:
1. Cinta Tuhan dan kebenaran (love Allah, trust, reverence,
loyalty)
2. Tanggungjawab,
kedisiplinan,
dan
kemandirian
(responsibility, excellence, self reliance, discipline,
orderliness)
3. Amanah (trustworthiness, reliablity, honesty)
4. Hormat dan santun (respect, courtessy, obedience)
5. Kasih sayang, kepedulian, dan kerjasama (love,
compassion, caring, empathy, genereousity, moderation,
cooperation)
6. Percaya diri, kreatif, dan pantang menyerah (confidence,
assertiveness, resourcefulness, courage, determination
and enthusiasm)
7. Keadilan dan kepemimpinan (justice, fairness, mercy,
leadership)
8. Baik dan rendah hati (kindness, friendliness, humility,
modesty)
9. Toleransi dan cinta damai (tolerance, flexibility,
peacefullness, unity)

2.1.1.3 Konsep Pendidikan Karakter
a. Pengertian Pendidikan Karakter
Alternatif jawaban mengenai tantangan krisis multidimensional
yang terjadi pada bangsa kita adalah pendidikan karakter.
Pendidikan karakter juga dipandang sebagai suatu strategi untuk
membangun karakter bangsa berperadaban karena pada dasarnya
pendidikan merupakan suatu proses internalisasi budaya ke dalam
diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan
masyarakat menjadi beradab sesuai dengan karakter yang baik
dalam kehidupan sehari-hari.

21

Pengertian pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Suyanto
dalam Agus Wibowo (2012: 33) “pendidikan karakter adalah
pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek
pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action)”,
sedangkan menurut Jamal Ma’mur Asmani (2011: 31) “pendidikan
karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh guru untuk
mempengaruhi karakter peserta didik”.
Pendapat lain mengenai pendidikan karakter dikemukakan oleh
Masnur Muslich (2011: 84) sebagai berikut:
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilainilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi
komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan
tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama,
lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi insan
kamil.

Selanjutnya, T.

Ramli

dalam Agus Wibowo

(2012:

34)

mengungkapkan bahwa:
Pendidikan karakter itu memiliki esensi dan makna yang
sama dengan pendidikan moral atau pendidikan akhlak.
Adapun tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk
membentuk pribadi anak agar menjadi pribadi yang baik,
jika di masyarakat menjadi warga yang baik, dan jika dalam
kehidupan bernegara menjadi warga negara yang baik.

Berdasarkan penjabaran di atas mengenai pengertian pendidikan
karakter, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah
suatu upaya yang dilakukan para pahlawan tanpa tanda jasa untuk
menanamkan nilai-nilai karakter bangsa kepada warga sekolah

22

terutama siswa-siswa yang sedang menuntut ilmu pengetahuan,
biasanya terwujud dalam komponen pengetahuan, kesadaran atau
kemauan dan tindakan siswa dalam menerapkan nilai-nilai karakter
tersebut di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga
dapat membentuk watak dan karakter siswa sesuai dengan tujuan
pendidikan nasioanal.

b. Tiga Area Pengembangan Pendidikan Karakter Thomas
Lickona
Thomas Lickona dalam Doni Koesoema Albertus (2012: 157-159)
secara sederhana menyebut ada tiga hal penting dalam pendidikan
karakter, yaitu unsur pengetahuan tentang yang baik (knowing the
good), tindakan yang baik (doing the good), dan unsur motivasi
internal dalam melakukan yang baik (loving the good).
Jika ingin disimbolkan secara otomatis, ketiga hal tersebut ingin
mengatakan sebagai berikut:
1. Pendidikan karakter mesti mengembangkan otak manusia
sebagai salah satu cara untuk mengolah informasi, memahami,
dan memaknai realitas di dalam diri dan di luar dirinya.
2. Pendidikan karakter mesti memaksimalkan fungsi tangan dan
kaki sebagai sebagai sebuah tindakan bermakna.
3. Pendidikan karakter mesti menumbuhkan rasa indah, nyaman,
mantap dalam hati karena ia tahu bahwa apa yang dilakukannya
itu bermakna dan membuatnya bahagia.

23

Tiga domain pendidikan karakter Lickona membidik tiga kerja sama
sekaligus dalam diri manusia yaitu otak, tangan, dan hati. Gagasan
Lickona tersebut mencoba menjelaskan bahwa dalam tiga domain
tersebut ada hubungan erat yang semestinya dikembangkan dalam
kerangka pendidikan karakter.Otak, tangan, dan hati mesti
bertumbuh bersama-sama sehingga terbentuk pribadi dengan
pendidikan karakter yang memiliki pemahaman, kemampuan untuk
melakukan, serta kegemaran atau kesenangan dalam melakukan halhal yang dianggap baik.

Lickona menganggap bahwa pengetahuan tentang apa yang baik itu
perlu diajarkan. Jika seseorang tidak mengetahui mana yang baik
dan mana yang buruk, orang tersebut tidak akan memiliki kriteria
bagi tindakan dan keputusannya. Oleh karena itu, mengetahui apa
yang baik adalah awal dari sebuah proyek hidup manusia dalam
kerangka mengembangkan diri menjadi individu yang bermoral.

Lickonajuga memahami pendidikan karakter sebagai usaha bersama
untuk menumbuhkan keutamaan, dan hal ini menyerambah di setiap
fase kehidupan sekolah melalui keteladanan orang dewasa,
hubungan antar rekan sebaya, tata cara pengelolaan peraturan dan
disiplin, isi kurikulum, tuntutan standar akademik yang tinggi,
perilaku dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan keterlibatan para orang
tua.

24

c. Pengintegrasian Pendidikan Karakter

Pengembangan pendidikan karakter tidak dimasukkan sebagai
pokok bahasan, tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran,
pengembangan diri, dan budaya sekolah. Oleh karena itu, guru dan
sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan
dalam pendidikan karakter bangsa ke dalam Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP), Silabus Dan Rencana Program
Pembelajaran (RPP) yang sudah ada(Agus Wibowo, 2011: 83).

Model pengintegrasian pendidikan karakter di sekolah menurut
Agus Wibowo (2011: 83-95) dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
1.

Integrasi dalam program pengembangan diri
a. Kegiatan rutin sekolah
Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan anak
didik secara terus-menerus dan konsisten setiap saat.
Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari besar
kenegaraan, beribadah bersama setiap dhuhur (bagi yang
beragama islam), berdo’a waktu mulai dan selesai pelajaran.
b. Kegiatan spontan
Kegiatan spontan adalah kegiatan yang dilakukan secara
spontan pada saat itu juga. Kegiatan ini biasanya dilakukan
pada saat guru atau tenaga kependidikan yang lain
mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta
didik, yang harus dikoreksi pada saat itu juga dan

25

sebaliknya berlaku juga bagi peserta didik yang berperilaku
baik harus direspon secara spontan dengan memberikan
pujian.
c. Keteladanan
Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga
kependidikan yang lain dalam memberi contoh terhadap
tindakan-tindakan yang baik, sehingga diharapkan menjadi
panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya.
d. Pengkondisian
Sekolah harus dikondisikan dalam upaya mendukung
keterlaksanaan pendidikan karakter.Sekolah juga harus
mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter
bangsa yang diinginkan.Misalnya, tolilet yang selalu bersih,
dan bak sampah ada diberbagai tempat dan lain-lain.

2.

Pengintegrasian dalam mata pelajaran
Pengembangan nilai-nilai budaya dan

karakter bangsa

diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata
pelajaran.Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan
RPP.

3.

Pengintegrasian dalam budaya sekolah
Pengembangan nilai-nilai pendidikan karakter dalam budaya
sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala
sekolah,

guru,

konselor,

tenaga

administrasi

ketika

26

berkomunikasi dengan peserta didik dan menggunakan fasilitas
sekolah.

d. Indikator Keberhasilan Pendidikan Karakter

Kemendiknas dalam Agus Wibowo,(2011: 98) ada dua jenis
indikator yang dikembangkan dalam pendidikan karakter di
sekolah yaitu sebagai berikut:
1. Indikator untuk sekolah dan kelas
Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan
oleh kepala sekolah, guru, dan personalia sekolah dalam
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sekolah
sebagai lembaga pelaksana pendidikan karakter.Indikator ini
juga berkenaan dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan,
maupun kegiatan sehari-hari atau rutinitas sekolah.

2.

Indikator mata pelajaran.
Indikator ini menggambarkan perilaku apektif seorang
peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu.
Indikator ini dirumuskan dalam bentuk perilaku peserta didik
di kelas dan sekolah, yang dapat diamati melalui pengamatan
guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan
di sekolah, tanya jwab dengan peserta didik, jawaban yang
diberikan peserta didik terhadap tugas atau pertanyaan guru,
dan tulisan peserta didik dalam laporan atau pekerjaan rumah
(PR).

27

Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian pendidikan karakter
adalah terbentuknya budaya sekolah, yaitu perilaku, tradisi,
kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh
semua warga sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah harus
berlandaskan nilai-nilai tersebut (Jamal Ma’mur Asmani, 2011: 56).

e. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Karakter

Kementerian Pendidikan Nasional memberikan prioritas pada 20
nilai-nilai yang ingin diterapkan dalam lembaga pendidikan. Nilainilai bagi pembentukan karakter dibagi berdasarkan lima bidang
pengelompokan (Doni Koesoema Albertus, 2012: 187-190) sebagai
berikut:
1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan (religius)
a. Religiositas
Pikiran, perkataan dan tindakan seseorang yang diupayakan
selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/ajaran
agamanya.
2. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri
a. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya
sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan,
tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri maupun pihak
lain.

28

b. Bertanggung jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan
kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan,
terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial,
dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
c. Bergaya hidup sehat
Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam
menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan
buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
d. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada
berbagai ketentuan dan peraturan.
e. Kerja keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam
mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas
(belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.
f. Percaya diri
Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap
pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.
g. Berjiwa wirausaha
Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atau berbakat
mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru,
menyusun

operasi

untuk

pengadaan

barang

memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

baru,

29

h. Berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif
Berfikir dan melakukan sesuatu secara nyata atau logika
untuk menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari
apa yang telah dimiliki.
i. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang
lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
j. Ingin tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui
lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya,
dilihat, dan didengar.
k. Cinta ilmu
Cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan
kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap
pengetahuan.
3.

Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Sesama
a. Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain
Tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi
milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban
diri sendiri serta orang lain.
b. Patuh pada aturan-aturan sosial
Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan
dengan masyarakat dan kepentingan umum.

30

c. Menghargai karya dan prestasi orang lain
Sikap dan tindakan

yang mendorong dirinya

untuk

menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan
mengakui seerta menghormati keberhasilan orang lain.
d. Santun
Sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa
ataupun tata perilakunya ke semua orang.
e. Demokratis
Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak
dan kewajiban dirinya dan orang lain.
4.

Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Lingkungan
a. Cinta lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah
kerusakan

pada

lingkungan

alam

di

sekitrnya,

dan

mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan
alam yang sudah terjadi, serta selalu ingin memberi bantuan
bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
5.

Nilai Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak dan wawasan yang menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan
kelompoknya.
a. Nasionalis
Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menuunjukkan
kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap

31

bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan
politik bangsanya.
b. Menghargai keragaman
Sikap memberikan respek/hormat terhadap berbagai macam
hal, baik yang berbentuk fisik, sifat, adat, budaya, suku dan
agama.

2.1.2

Tinjauan

Umum

Tentang

Hasil

Belajar

Pendidikan

Kewarganegaraan

2.1.2.1 Konsep Hasil Belajar

a.

Pengertian Hasil Belajar

Proses belajar dapat dikatakan berhasil apabila tujuan dari
pemebelajaran sudah tercapai. Salah satu tujuan dari pembelajaran
adalah meningkatkan hasil belajar siswa pada akhir kegiatan belajar
sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal belajar yang telah
ditetapkan.
Pengertian hasil belajar diungkapkan oleh Anni (2004: 4) “Hasil
belajar adalah perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah
mengalami aktivitas belajar”
(http://www.sarjanaku.com/2011/03/pengertian-definisi-hasilbelajar.html).

32

Hasil belajar menurut Nawawi (1981: 100) adalah “Keberhasilan
murid dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang
dinyatakan dalam bentuk nilai atau skor dari hasil tes mengenai
sejumlah pelajaran tertentu.
(http://mbegedut.blogspot.com/2011/02/pengertian-hasil-belajarmenurut-para.html

Dokumen yang terkait

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 PURBOLINGGO KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 9 90

PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA DI SMAN 1 TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

4 26 72

PENGARUH KARAKTERISTIK GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS XI SMA NEGERI 2 GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TP 2012/2013

2 25 84

PENGARUH KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS X SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK LAMPUNG TENGAH TP 2012/2013

0 10 80

PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

23 225 82

PENGARUH METODE MENGAJAR GURU, PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN, DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SEPUTIH AGUNG KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 25 83

PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN FUNGSI MEDIA MASSA TERHADAP WAWASAN KEBANGSAAN PADA SISWA KELAS XI DI SMA KEMALA BHAYANGKARI KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 5 81

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH DENGAN HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 NATAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 9 202

PENGARUH PEMBINAAN ROHANI TERHADAP SIKAP SISWA DALAM MENGAPLIKASIKAN NILAI RELIGIUS DI SMAN 1 SEPUTIH RAMAN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 14 56

PENGARUH PARTISIPASI PADA KEGIATAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) TERHADAP SIKAP DEMOKRATIS SISWA DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH MATARAM KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015

0 10 67

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

91 2514 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 647 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 557 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 356 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 482 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 813 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 724 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 452 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 653 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 802 23