T1 682010061 Full text

(1)

ANALISA KELAYAKAN INVESTASI TEKNOLOGI

INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE

INFORMATION ECONOMICS (Studi Kasus : RSUD

Tidar Magelang)

Artikel Ilmiah

Oleh Fandi Orianto NIM : 682010061

Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana

Salatiga Juni 2016


(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

Analisa Kelayakan Invetasi Teknologi Informasi Dengan

Menggunakan Metode Information Economics (Studi

Kasus: RSUD Tidar Magelang

)

1)

Fandi Orianto, 2)Andeka Rocky Tanaamah

Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50771, Indonesia

E-mail : 1)682010061@student.uksw.edu, 2) atanaamah@staff.uksw.edu Abstract

Investment in information technology is often underestimated until now, because information technology is only perceived as a waste without commensurate results. Magelang Tidar Hospital is a hospital that has implemented information technology-based applications to meet their needs rapid information and continuity of patient data, but they do not know for sure if they are doing investment profitable or not in the smooth operation of the Hospital Tidar own. To find out about these problems Information Economics (IE) is a method that can measure whether an investment is worth it. which will help hospitals understand the benefits and advantages of their application both tangible and intangible, the final result of the analysis is a score that can be used as a reference if the old system is still running or replaced with a better system,

Keywords: Investment, Feasible, Tangible, Intangible, Information Economics Abstrak

Investasi di bidang teknologi informasi sering diremehkan baik dari dulu maupun hingga sekarang, sebab teknologi informasi hanya dirasa sebagai pemborosan tanpa hasil yang sepadan. RSUD Tidar Magelang adalah rumah sakit yang telah menerapkan aplikasi berbasis teknologi informasi guna memenuhi kebutuhan mereka yang cepat akan informasi dan keberlangsungan data pasien, tetapi mereka tidak tahu pasti apakah Investasi yang mereka lakukan menguntungkan atau tidak dalam kelangsungan kegiatan RSUD Tidar sendiri. Untuk mengetahui tentang permasalahan tersebut Information Economics (IE) adalah metode yang dapat mengukur apakah suatu investasi layak. yang akan membantu rumah sakit mengetahui manfaat dan keuntungan dari aplikasi mereka baik tangible dan intangible, hasil akhir dari analisis adalah skor yang dapat digunakan sebagai referensi jika sistem lama masih berjalan atau diganti dengan sistem yang lebih baik,

Kata Kunci : Investasi, Kelayakan, Tangible, Intangible, Information Economics

1

Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana 2


(8)

1.

Pendahuluan

Di era modern seperti sekarang ini perkembangan Teknologi Informasi(TI) sangatlah cepat sehingga sangat mempengaruhi kondisi perekonomian yang menimbulkan semakin kompleksnya persaingan bisnis yang ada. Maka dari itu peranan TI sangat diperlukan dalam mengefisiensikan waktu dan biaya dalam kegiatan bisnis di perusahaan sekarang ini. Salah satu manfaat dengan diterapkannya TI pada perusahaan antara lain dapat mengubah sistem yang tadinya manual menjadi otomatis serta menghemat berbagai macam pengeluaran yang tidak perlu yang berguna bagi keuntungan perusahaan itu sendiri. Pengambilan keputusan yang lebih cepat serta dengan menggunakannya TI seluruh sistem akan dapat terintegrasi disemua kantor yang akan menghilangkan biaya transpotasi.

Untuk dapat memperoleh keuntungan serta manfaat seperti itu maka dalam sebuah persahaan perlu mengeluarkan biaya yang digunakan untuk membangun aplikasi TI yang berguna bagi keberlangsungan perusahaan itu sendiri. Tentu biaya yang dikeluarkan tidak kecil, namun dilema yang dihadapi oleh perusahaan sekarang ini adalah apakah biaya yang sudah dikeluarkan tadi sesuai dengan keuntungan yang akan didapat nanti.

Banyak organisasi dan perusahaan yang harus menerapkan sebuah investasi teknologi informasi salah satunya adalah sebuah rumah sakit(RS) yang melayani banyak sekali pasien, apabila dalam sebuah RS tidak memiliki sebuah aplikasi teknologi informasi tentu segala macam urusan pelayanan dan administrasi akan repot dan kacau, RSUD Tidar Magelang adalah rumah sakit yang terletak pada jalur strategis yang menghubungkan kota Semarang dan Yogyakarta, pada mulanya rumahsakit ini dimiliki oleh yayasan Zending pada masa kolonial belanda (Zendingziekenhuis), yang kemudian diresmikan menjadi rumah sakit umum pada tanggal 25 mei 1932, dipimpin oleh dr. G.J. Dreckmeiers. Pada masa pendudukan jepang di indonesia, pada tahun 1983 menjadi rumah sakit type C, dan pada tanggal 30 januari 1995 meningkat kelasnya menjadi rumah sakit type B sejalan dengan perkembangan rumah sakit dan tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan, maka sarana dan prasarana gedung dan sumber daya manusia dan fasilitas peralatan kedokteran untuk menunjang operasional rumah sakit diupayakan ditambah agar memenuhi standar pelayanan yang dipersyaratkan, salah satu hal yang perlu ditambahkan adalah dengan menerapkan sebuah aplikasi sistem informasi pada rumah sakit yang dapat berfungsi dan membantu kinerja rumah sakit tersebut dalam hal menerima pasien dan memeriksa kamar pasien yang kosong untuk ditempati pasien baru, serta menyimpan data pasien, pasien dapat dibedakan menjadi 2 yaitu pasien lama dan pasien yang baru dan yang terakhir dapat mengintegrasikan unit-unit pada rumah sakit itu untuk menempatkan pasien baru yang membutuhkan secara cepat, unit yang dimaksud adalah seperti unit rontgen, radiologi, dan bedah sentral.

Dengan sudah berdirinya RSUD Tidar selama lebih dari 80 tahun maka sebuah aplikasi TI sangatlah perlu diterapkan, untuk saat ini RSUD Tidar sudah menerapkan sebuah aplikasi SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) yang sudah berjalan lama namun belum bisa diketahui apakah aplikasi TI tersebut memang sudah layak untuk dijalankan atau harus diperbaiki lagi serta apakah


(9)

aplikasi tersebut memberikan manfaat bagi RS sendiri dalam segi Intangible

(tidak dapat dihitung ) ataupun Tangible (dapat dihitung).

Untuk menjawab masalah tersebut maka perlu dilakukan sebuah analisa akan sebuah teknologi informasi yang diterapkan, salah satunya adalah dengan menggunakan metode Information Economics. Metode Information Economics

digunakan dalam menganalisa manfaat yang diberikan dari sebuah investasi TI, pentingnya menggunakan metode ini adalah karena metode ini tidak hanya menghitung keuntungan secara finansial (Uang) namun jauh dari itu metode ini dapat menghitung manfaaat non finansial yang diberikan dari aplikasi yang telah dinvestasikan walaupun RSUD tidar adalah milik pemerintah sehingga keuntungan nya masuk kedalam kas pemerintah akan tetapi penghematan biaya tetap harus dilakukan. Kelebihan dari metode Information Economics dapat kita lihat dari beberapa segi atau sudut pandang. salah satunya apabila kita lihat dari sudut pandang biaya (cost) maka metode Information Economics mengenal 3 macam biaya dalam mengaplikasikan metodenya contohnya seperti Biaya pengembangan, Biaya implementasi, dan Biaya operasional. Sedangkan apabila kita lihat dari sudut pandang manfaat, maka metode Information Economics

mengenal 3 macam manfaat seperti Tangible benefits, Quasi-tangible benefits, dan Intangible benefits. Selain dua sudut pandang tersebut perhitungan metode

Information Econmics menggunakan simpel ROI dan juga menganalisa 2 domain penting yaitu domain bisnis dan domain teknologi Dalam menghitung Biaya pengembangan, Biaya implementasi, dan Biaya operasional dapat dilakukan dengan worksheet yang ada, dalam menghitung manfaat non-finansial serta menghitung 2 domain kita dapat menggunakan scoring worksheet yang ada.

2.

Tinjauan Pustaka

2.1.

Penelitian Terdahulu

Penelitian untuk menganalisa sebuah kelayakan teknologi informasi telah banyak dilakukan salah satunya adalah penelitian yang berjudul “Analisis Kelayakan Investasi Aplikasi Sistem Informasi Finansial Menggunakan Metode Information Economics” yang bertujuan untuk mengetahui manfaat dari

pemasangan sebuah aplikasi sistem informasi pada CV Rinjani Agro Sentosa kemudian untuk menganalisa tingkat kekurangan dari sistem informasi yang di implementasikan serta mengetahui nilai resiko dari penerapan sistem informasi yang dilakukan(hoolil nur ali, ahmad 2012).

Penelitian lain yang menggunakan metode Information Economics adalah

Analisis Efektivitas Teknologi Informasi Dengan Menggunakan Metode Information Economics” yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana nilai dari

implementasi AutoSell System bagi Jumbo Swalayan Manado.(Rembang, Chandra S 2012).

Penelitian sebelumnya tentang analisa sebuah kelayakan investasi teknologi

informasi adalah peneliian dengan judul “Analisis Investasi Sistem Informasi

Dengan menggunakan Metode Information Economics Di PT Nasa” tujuan dari


(10)

Informasi baik biaya langsung maupun biaya tidak langsung dari aplikasi

Industrial Footwear Business Management Solution yang di implementasikan dan dengan hasil akhir berupa pengukuran lini bisnis kedalam kuadran-kuadran serta menghitung ROI di setiap tahap value linking, value restructuring, dan value acceleration(Hendarty, henny 2011).

Penelian lain tentang Information Economics juga dilakukan dengan judul

Analisis Kelayakan Investasi Aplikasi Navision Bagian Produksi Menggunakan Metode Information Economics pada PT Frina Lestari Nusantara” yang

bertujuan untuk mengukur manfaat ekonomis dari aplikasi Navision serta untuk mengetahui manfaat tangible dan intangible dengan menggunakan information economics( Hudiarto 2011).

Kemudian penelitian yang lebih awal dilakukan dengan judul ”Kajian Kelayakan Investasi Proyek Teknologi Informasi Dengan Menggunakan Metode Information Economics” yang bertujuan untuk mengetahu manfaat tangible dan

intangible dari sistem baru yang dilakukan oleh perusahaan X (yulia 2005). dari semua penelitian yang ada dapat disimpulkan bahwa alasan menggunakan metode Information Economics dalam mengukur kelayakan Investasi TI adalah karena metode ini dapat mengukur manfaat yang tidak hanya di hitung secara finansial namun juga intangible bagi keberlangsungan proses bisnis perusahaan. Kesamaan dari penelitian-penelitian yang sudah ada adalah menggunakan metode IE sebagai metode ukur dalam mengukur manfaat suatu aplikasi Teknologi Informasi

2.2.

Kajian Teori

Investasi TI. Banyak definisi tentang investasi salah satunya adalah proses pengelolaan uang.(Frank J.Fabozzi). definisi lain oleh (Smith dan Skousen) yang

mengatakan “investing activities: transaction and events the purchase and sale of

securities(excluding cash equivalent), and building equipment, and other asset not generally held for sale and the making and collection of loans, they are not classified as operating activities since the relate only indirectly to the central on going operation ofentity”, sedang menurut Abdul Halim investasi pada hakekatnya merupakan penempatan sejumlah dana dengan harapan memperoleh keuntungan dimasa mendatang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa investasi teknologi informasi adalah pengeluaran sejumlah dana oleh perusahaan untuk menerapkan sebuah aplikasi software ataupun jaringan dalam tujuan nya mengefisienkan kerja perusahaan serta meningkatkan pelayanan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dari sebelumnya.

Dalam melakukan investasi kita memerlukan biaya. Biaya merupakan pengukuran atas jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk memperoleh sebuah produk biaya biasanya dinyatakan dalam ukuran mata uang (contoh Rp, $, ). Dalam information economics terdapat dua jenis biaya yaitu Biaya Pengembangan (Development Cost), dan Biaya Berjalan(Ongoing Expense). Beban Pemeliharaan Termasuk dalam Biaya Berjalan(Parker et al. 1988, p90).

Manfaat merupakan istilah yang digunakan untuk mengidentifikasikan suatu keuntungan, laba atau sesuatu yang didapatkan oleh individu maupun organisasi. Suatu pemikiran dasar atas manfaat bahwa manfaat dari investasi teknologi informasi harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.


(11)

Ada 3 macam manfaat menurut parker et al. (1988, p92) yaitu:

a.Tangible Benefits , Merupakan manfaat yang memiliki dampak rupiah yang diketahui terhadap arus kas.

b. Quasi-Tangible Benefits , Berfokus pada peningkatan efisiensi proses kerja dalam perusahaan.

c. Intangible Benefits , Berfokus pada peningkatan efektivitas proses kerja dalam perusahaan

Dalam menghitung Metode Information Econimics Terdapat beberapa teknik justifikasi finansial yaitu yaitu traditional cost-benefit analysis, value linking, value acceleration, dan value restructuring.

1. Value linking adalah nilai yang mengevaluasi manfaat yang merupakan efek penerapan TI pada perusahaan secara gabungan, dari peningkatan kinerja dari sebuah fungsi dan hasil yang berurutan dari fungsi yang terpisah. Misalnya, terciptanya komunikasi antar departemen yang lebih efisien.

2. Value Acceleration adalah evaluasi secara financial setiap percepatan waktu dari manfaat dan biaya karena dari menggabungkan 2 departemen atau fungsi

– fungsi dalam hubungan efek sebab akibat, yang pengaruhnya meningkatkan produktifitas yang dapat berupa penyelesaian kerja lebih cepat. Manfaat

Value Linking dan Value Acceleration dapat berbentuk penghematan, kinerja yang lebih baik, peningkatan keuntungan (Parker et al.. 1988, p111). 3. Value Restructuring adalah nilai yang berkaitan dengan fungsi – fungsi

tugas departement Value restructuring mengukur nilai peningkatan produktifitas yang dihasilkan dari perubahan organisasi. Value restructuring mengikat efek – efek dari teknologi informasi untuk pengukuran hasilmelalui peningkatan produktivitas. Value restructuring menilai pergerakan dari aktivitas – aktivitas kerja dari yang nilainya lebih rendah beralih menjadi aktivitas yang lebih tinggi.( Parker et al. (1988, p122))

Gambar 1 Teknik IE untuk Menghitung Simple ROI

(Sumber:Parker et al. 1988, p102)

Dalam menghitung skor proyek setelah nilai dari input simple ROI didapatkan maka selanjutnya terdapat perhitungan dari tiga variabel dimana tiga variabel tadi dijumlahkan untuk menghitung skor ptoyek. Variabel–variabel tersebut adalah weighted simple ROI, weighted Business Domain, dan weighted Technology domain (Parker et al. 1988, p102).

Gambar 2. Faktor-faktor dalam perhitungan proyek (Sumber:Parker et al. 1988, p102).


(12)

Weighted simple ROI merupakan justifikasi finansial yang menggunakan ketiga lembar kertas kerja untuk mencari ROI investasi proyek yang diselesaikan sebelumnya. Ketiga kertas kerja itu antara lain

a. Development Cost Worksheet

Development Cost Worksheet terdiri dari 5 kategori, yaitu usaha pengembangan (development effort), perangkat keras baru (new hardware), perangkat lunak baru (new purchased software), pelatihan user, dan biaya-biaya lainnya.

Gambar 3. Development Cost Worksheet

(Sumber:Parker et al. 1988, p96).

b. Ongoing Expense Worksheet

Ongoing Expense Worksheet dibagi menjadi 6 kategori, yaitu pemeliharaan aplikasi perangkat lunak (application software maintenance), beban –beban penyimpanan data (incremental data storage expenses), komunikasi (incremental communication), penyewaan perangkat lunak dan perangkat keras (new software and hardware lease), perlengkapan (supplies).


(13)

Gambar 4. Ongoing Expense Worksheet

(Sumber:Parker et al. 1988, p96).

c. Economic Impact Worksheet

Kertas kerja ini meringkas dampak ekonomis suatu proyek. Pemberian skor dampak ekonomis didasarkan pada perhitungan ROI dari arus kas bersih proyek yang diaplikasikan secara periodik selama 5 periode tahunan pada umumnya. Pertama, investasi bersih yang dibutuhkan ditetapkan. Angka ini diperoleh dari kertas kerja biaya pengembangan. Lalu arus kas tahunan ditetapkan. Angka ini diperoleh dari manfaat ekonomis bersih dikurangi biaya operasi. Selisihnya, pendapatan sebelum pajak, dikurangi dengan beban –beban berjalan, menghasilkan arus kas bersih per tahun.


(14)

Gambar 5. Economic Impact Worksheet

(Sumber:Parker et al. 1988, p97).

Faktor Weighted Business Domain meliputi penilaian dari nilai dan resiko yang berhubungan dengan Strategic Match, Competitive Advantage, Management Information, Competitive Response, Organizational Risk, sedangkan pada

Faktor Weighted Technology Domain meliputi Strategic IS Archistructure, Definitional Uncertainly, Technical Uncertainly, IS Infrastructure Risk


(15)

d. Quadrant Corporate Value

Menurut parket et al ada 4 macam quadrant dalam menentukan corporate value seperti gambar dibawah ini:

Gambar 6. Estabilishing corporate value (Sumber:Parker et al. 1988, p187).

Quadrant A:investment. Kegiatan bisnis kuat akan tetapi dukungan komputer lemah (Parker et al. 1988, p187). Quadrant B:Strategic. Kegiatan bisnis kuat dan didukung dengan komputer yang kuat(Parker et al. 1988, p188). Quadrant C:Infrastucture kegiatan bisnis lemah dan juga dukungan komputernya pun lemah. Quadrant D:Breaktru or Management kegiatan bisnis lemah akan tetapi dukungan komputer kuat(Parker et al. 1988, p189).

e. Information Economics Scorecard

Proses terakhir dari Information Economics adalah memasukkan semua nilai hasil pembobotan Simple ROI dan pembobotan variabel domain teknologi dan bisnis ke dalam sebuah scorecard untuk mendapatkan skor akhir dari proyek TI tersebut. Semua nilai positif dan negatif yang mewakili nilai dan resiko dijumlahkan.


(16)

Gambar 7 Information Economics Scorecard (Sumber : Parket et al. 1988, p145)

3.

Metodologi Penelitian

Pada skripsi ini menggunakan teknik studi dokumentasi investasi teknologi informasi. Studi dokumentasi adalah penelitian yang menggunakan data-data dokumen yang berhubungan dengan data-data yang berkaitan dengan objek yang di teliti, dan objek yang diteliti dalam skripsi ini adalah SIMRS RSUD Tidar Magelang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya dalam bentuk angka. Untuk mendapatkan kelengkapan informasi sesuai dengan fokus penelitian maka yang dijadikan teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut: 1) Teknik wawancara, Percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara dan yang terwawancara. Teknik ini dilakukan untuk mengetahui informasi tentang Business domain dan Technology domain, serta data-data untuk mengetahui Development Cost, Reduction Cost, Value linking, Value Acceleration, Value Restructuring, dan ongoing expense,

wawancara dilakukan kepada 8 orang yang terkait antara lain a).Kepala bagian TI RSUD magelang mengisi domain technology, b).dua orang Staff pendaftaran rawat inap mengisi domain teknologi. c)Kepala bagian keuangan RSUD magelang mengisi bagian bisnis. d).dua orang Staff kasir RSUD magelang mengisi bagian bisnis. e).staff laboratorium mengisi bagian teknologi. f).staff bangsal mengisi bagian bisnis. 2) teknik Observasi, Pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis, mengenai fenomena psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan. Teknik ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan aplikasi yang mendukung


(17)

proses bisnis perusahaan 3) Teknik Dokumentasi, Merupakan pencatatan peristiwa yang sudah berlalu, bisa berbentuk tulisan atau gambar. Dokumentasi dalam hal ini adalah mendapatkan segala jenis data yang berhubungan dengan aplikasi yang mendukung proses bisnis perusahaan. Kemudian mencatatnya sebagai hasil dari penelitian.

Dilihat dari teori yang ada pada Bagian sebelumnya dapat diketahui bahwa dalam menganalisa sebuah investasi dengan menggunakan Information Economics harus diketahui dahulu material-material supaya teknik Information Economics ini dapat dilakukan. Adapun material yang akan digunakan untuk mendukung metode Information Economics ini antara lain 1) Daftar barang dan biaya yang digunakan (Development Cost) untuk membentuk suatu aplikasi yang digunakan dalam mendukung proses bisnis perusahaan atau organisasi. 2) Biaya berjalan (Ongoing Expense) yang digunakan untuk keperluan pemeliharaan aplikasi yang digunakan dalam mendukung proses bisnis perusahaan atau organisasi. 3) Penghematan biaya(Operating Cost Reduction) akan sesuatu untuk mendukung aplikasi yang dapat dikurangi jumlah pembelian atau pembayarannya. 4) Nilai Value linking, Value Acceleration, dan Value Restructuring yang faktor penentunya tergantung dari apa yang suatu aplikasi kerjakan. 5) Score dari kedua domain yaitu Business Domain dan Technology Domain yang dapat diperoleh dengan wawancara. 6) Menginputkan hasil dari Value Linking, Value Acceleration, dan Value Restucturing yang dikenal sebagai Net Economic Benefits

kedalam Economic Impact Worksheet. 7) Menginputkan hasil dari penghematan biaya kedalam Economic Impact Worksheet. 8) Menjumlahkan Nilai dari (Net Economic Benefit + Operating Cost Reduction) sehingga diperoleh nilai dari Pre-tax Income. 9) Menginputkan hasil dari biaya berjalan kedalam Economic Impact Worksheet. 10) Mengurangkan Nlai dari (Pre-tax income – Ongoing Expense) sehingga diperoleh nilai dari Net Cash Flow yang merupakan hasil akhir dari

Economic Impact Worksheet. 11) mengtiyung ROI dengan Cara : ROI = (Net Cash Flow/Year/Development Cost Dan menentukan hasilnya dengan Tabel

Scoring Economicimpact seperti pada (Tabel 3.1)

Score Simple ROI 0 Zero or less 1 1% to 299% 2 300% to 499% 3 500% to 699% 4 700% to 899%

5 ever

Tabel 1. Economic Impact Scoring

12) Menginputkan score simple ROI dan score dari Domain Business dan Domain Technology kedalam Information Economics Scorecard 13)Menentukan

Corporate Value berdasarkan domainnya dan hitung sesuai factornya dan akan diperoleh sebuah nilai. 14)hitung dan tentukan interval dari nilai MAXIMUM dan nilai MINIMUM

Dalam menggunakan metode Information Economics untuk menganalisa sebuah investasi digunakanlah tiga bagian utama. Tahapan untuk menghitung simple ROI dan menghitung Information Economic scorecard sudah dijelaskan diatas namun sekarang yang menjadi permasalahan adalah bagaimana cara


(18)

mendapatkan data selain simple ROI nya. Dalam Information Economics mengenal dua bagian penting yaitu: Business Domain, dan Technology domain. Business Domain terdapat 5 kategori SM, CA, MI, CR, OR 1) Strategic Match Dalam mencari factor pada bagian ini terdapat 5 pertanyaan yang masing – masing memiliki score 0 – 5 seperti pada (Gambar 8)

Gambar 8. Strategic Match Scoring Worksheet

2) Competitive advantage Dalam mencari factor pada bagian ini terdapat 5 pertanyaan yang masing – masing memiliki score 0 – 5 tetapi dengan pertanyaan yang berbeda seperti pada (Gambar 9)

Gambar 9. Competitive Advantage Scoring Worksheet

3) Management Information Support Pada bagian ini terdapat 5 pertanyaan yang masing – masing memiliki score 0 – 5 seperti pada (Gambar 10)


(19)

4) Competitive Response Pada bagian ini terdapat 5 pertanyaan yang masing – masing memiliki score 0 – 5 seperti pada (Gambar 11)

Gambar 11. Competitive Response Scoring Worksheet

5)

Project or Organizational Risk Pada bagian ini terdapat 5 pertanyaan namun sedikit berbeda dengan worksheet sebelumnya sebab no 1-4 tergantung dari keadaan

Gambar 12. Organizational Risk Scoring Worksheet

Teknologi Domain terdapat 4 kategori yaitu SA, DU, TU, IR. 1) Strategic IS Architecture Sama seperti pada Business Domain. Pada bagian ini terdapat 5 pertanyaan yang memiliki score 0 – 5 seperti pada (Gambar 13)


(20)

2) Definitional Uncertainly Pada bagian ini terdapat 5 pertanyaan yang memiliki score 0 – 5 seperti pada (Gambar 14)

Gambar 14. Definitional Uncertainly Scoring Worksheet

3) Technical Uncertainy Pada bagian ini terdapat 4 kategori yang masing – masing memiliki 5 pertanyaan, kemudian untuk score akhir adalah rata – rata dari ke empat kategori yang ada seperti pada (Gambar 15)


(21)

4) Infrastucture Risk Pada bagian ini terdapat 5 pertanyaan yang memiliki score 0

– 5 seperti pada (Gambar 16)

Gambar 16 Infrastucture Risk Scoring Worksheet

4.

Pembahasan

4.1. Development cost.

Kemudian dalam penerapan Sebuah aplikasi SIMRS RSUD magelang, mereka membutuhkan sejumlah biaya untuk membangun aplikasi SIMRS baik dalam bentuk hadrware ataupun software yang bersangkutan untuk digunakan dalam aplikasi SIMRS, dapat dilihat rincian sepeti pada tabel DEVELOPMENT COST dibawah :

A Biaya Pembangunan

Jumlah Harga

Satuan Total

1. Teknisi Komputer dan Programmer 50.000.000

B Perangkat Keras Jumlah

Harga

Satuan Total 1. Bill up PC 41 8.000.000 328.000.000 2. LQ 300 epson 2 875.000 1.750.000 3. Printer Cannon Pixma ip-1200 1 467.000 467.000

4. Kabel LAN 8 100.000 800.000

5. SW Hub 5 640.000 3.200.000

6. Server 2 12.000.000 24.000.000

C Perangkat Lunak Jumlah

Harga

Satuan Total 1. Database + Program 550.000.000

Total 958.217.000

Tabel 2. Development Cost


(22)

4.2. Ongoing Expense.

Kemudian selain adanya biaya investasi awal tadi terdapat juga biaya berjalan yang digunakan untuk memelihara Aplikasi tersebut setiap tahunnya. Biaya yang berjalan diambil dalam kurun waktu lima tahun yaitu dari tahun 2011 hingga tahun 2015. Biaya pemeliharaan difungsikan untuk pemeliharaan hardware dan software yang berkaitan dengan SIMRS. Berikut adalah rincian biaya pemeliharaan SIMRS

Tabel 3. Ongoing Expense

(Sumber: Bagian Keuangan RSUD Tidar Magelang) 4.3. Reducing Cost.

Dengan menggunakan sebuah aplikasi SIMRS bagi rumah sakit, pertama tentu adanya sebuah biaya pembangunan, kemudian biaya pemeliharaan dan faktor lain yang tidak kalah penting adalah apa yang biasa dikurangi dari penerapan aplikasi tersebut atau secara umum manfaatnya. Manfaat dapat diartikan salah satunya adalah dengan adanya pengurangan biaya dari hal-hal yang sudah tidak diperlukan lagi atau dapat dikurangi setelah menerapkan aplikasi tersebut. Sebelum menerapkan aplikasi SIMRS didapatkan data bahwa pengeluaran RSUD Magelang untuk biaya cetak adalah sebesar Rp 528.353.750. sedangkan data yang diambil didapat dalam kurun waktu 5 tahun antara tahun 2011 hingga 2015. Berikut adalah apa saja yang dapat dikurangi dengan menerapkan aplikasi SIMRS setiap tahunnya:


(23)

Tabel 4.. Reducing cost

(Sumber: Bagian Rumah Tangga RSUD Tidar Magelang) 4.4. Value Linking, Value Acceleration.

Selanjutnya setelah ke tiga data diatas didapat, selanjutnya adalah menentukan nila dari masing-masing value (nilai). Dalam mencari ke tiga value ini sangat berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya karena bergantung pada keadaannya 1).Value linking. Dalam mencari nilai ini didapatkan sebuah data untuk mengamati peningkatan pendapatan serta kinerja orang-orang yang berhubungan dengan SIMRS dari data yang ada yang ada setiap harinya rata-rata rumah sakit mendapatkan pendapatan sebesar Rp.48.264.670 tiap harinya dengan keuntungan sekitar 5% dari jumlah tersebut dapat dihitung sebagai berikut Jml Pendapatan= 48.264.670 x 5% = 2.413.233 x 26 hari = 62.744.058 perbulan x 12bulan =752.928.696 pertahun. 2).value Acceleration. Dalam mencari nilai ini didapatkan data bahwa rata-rata setiap orang yang menjalani rawat inap di RSUD magelang menghabiskan biaya sebesar Rp.2.838.655 per orangnya dan keuntungan bersih adalah 5%. = 2.838.655 x 5% = Rp141.932. Dengan menggunakan SIMRS kegiatan dilakukan selama 5 menit = 300detik dimisalkan penelitian dilakukan dalam 1 jam maka karena pendaftaran rawat inap RSUD melayani senin – sabtu dan dihari minggu tutup maka terdapat 317 hari dalam 1 tahun maka 317 x 3600 detik = 1.141.200 detik. Kemudian dalam waktu 1 jam dalam 1 tahun tersebut dapat dihitung jumlah pasien yang dapat dilayani 1.141.200 detik : 300 detik per orang = 38.040 orang yang dapat dilayani dalam waktu 1 jam dalam 1 tahun. Kembali ke data sebelumnya dalam menghitung jumlah percepatan rata-rata pendapatan dapat kita hitung dengan mengalikan kuntungan bersih per orang dengan jumlah orang yang dapat dilayani dalam wakktu 1 jam selama 1 tahun 141.932 x 38.040 = 5.399.093.280 maka kita sudah memperoleh nilai dari value linking dan value acceleration sebagai berikut


(24)

Keterangan jumlah Value Linking 757.928.696 Value

Acceleration 5.399.093.280 Tabel 5 Value Linking, Value Acceleration 4.5. Economic Impact Worksheet.

Langkah berikutnya setelah nilai dari value linking dan value acceleration didapat adalah dengan menjumlahkannya sehingga didapatkan nilai dari NET Economic Benefit untuk dapat dimasukkan ke dalam tabel dampak ekonomis tidak lupa juga data-data yang sebelumnya di dapat dimasukkan ke tabel ini dengan tujuan untuk menghitung Simple ROI

Tabel 6 Economic Impact

ROI=(31.116.489.880 / 5 / 958.217.000) =6,49466454466

=649,46%

Score Simple ROI 0 Zero or less 1 1% to 299% 2 300% to 499% 3 500% to 699% 4 700% to 899%

5 ever

Dari perhitungan diatas dapat di dapatkan hasil bahwa Simple Roi dari perhitungan diatas adalah 649,46% dengan score proyek = 3

4.6. Faktor Domain Business dan Domain Technology.

Langkah berikutnya adalah melakukan survei langsung ke beberapa pihak yang terkait dengan penggunaan aplikasi SIMRS tersebut. Pertanyaan untuk melakukan survei ada dibagian sebelumnya. Tujuan dari kuesioner ini adalah untuk memperoleh skor dan faktor dai tiap-tiap domain.. Adapun rincian datanya adalah sebagai berikut:


(25)

Tabel 7. Domain Bisnis

Pada (Tabel 7) diatas menyajikan data yang ada dalam domain bisnis. Ada 5 faktor, sebagai contoh adalah faktor Strategic Match yang di isi oleh kepala bagian keuangan yang memberi skor 4, Staff kasir I memberi skor 4 dan Staff kasir II memberi skor 4, dan staff bangsal memberi skor 4 menghasilkan total skor sebanyak 16, kemudian skor 16 dibagi dengan jumlah responden sebanyak 4 orang dalam yang mengisi domain bisnis saja sehingga menghasilkan skor akhir yaitu 4. Untuk faktor lainnya Competitive Advantage, Management Information Support, Competitive Response, dan Project Organizational Risk didapatkan dengan cara yang sama.

Tabel 8. Domain Teknologi

Sedangkan pada (Tabel 8) diatas menyajikan data yang ada dalam domain Teknologi. Ada 4 faktor, sebagai contoh adalah faktor Strategic is Architecture

yang di isi oleh kepala bagian Teknologi Informasi yang memberi skor 2, Staff rawat inap I memberi skor 2 dan Staff rawat inap II memberi skor 2, dan staff Laboratorium(Lab) memberi skor 2 menghasilkan total skor sebanyak 8, kemudian skor 8 dibagi dengan jumlah responden sebanyak 4 orang dalam yang mengisi domain teknologi saja sehingga menghasilkan skor akhir yaitu 2. Untuk faktor lainnya Definitional Uncertainly, Technical Uncertainly, dan IS Infrastructure Risk didapatkan dengan cara yang sama. Yang membedakan dari kedua domain diatas adalah responden dari domain bisnis tidak memberikan penilaian di domain teknologi dan sebaliknya responden dari domain teknologi tidak memberikan penilaian pula ke domain bisnis.


(26)

4.7. Menentukan Corporate Value pada IE Worksheet.

Setelah kita melakukan survey untuk menentukan faktor pada domain bisnis dan teknologi, langkah sebelum langkah terakhir adalah menentukan corporate value

pada RSUD magelang.

Melihat dari teori yang ada sebelumnya maka kita dapat mengamati keadaan kegiatan bisnis di RSUD Magelang saat ini. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa RSUD memiliki bagian atau staff khusus yang menangani perencanaan TI serta pemeliharaannya, serta adanya perencanaan TI kedepannya, memiliki staff dengan latar belakang TI, serta pasien yang selalu datang setiap hari membuat RSUD magelang sibuk. Dari segi computer support ada beberapa data pasien yang secara tidak langsung dikaitkan dengan SIMRS namun dicatat kedalam buku dengan arti walaupun SIMRS rusak kegiatan Rumah Sakit tetap dapat dijalankan, SIMRS tidak pernah mengalami error yang serius dengan melihat beberapa hal tersebut dapat disimpulkan bahwa RSUD magelang dalam menerapkan SIMRS nya memiliki kegiatan bisnis yang kuat namun computer support yang tidak sangat kuat namun dapat membantu kegiatan bisnis maka dapat disimpulkan nilai corporate SIMRS adalah berada pada Quadrant A:Investment.

Gambar 17. Investment quadrant corporate value (Sumber:Parker et al. 1988, p187).

4.8. Information Economics Scorecard.

Tahap akhir dari penelitian ini adalah memasukkan simple ROI yang didapat tadi, Survey domain bisnis dan domain teknologi, dan corporate value kedalam IE score card untuk mendapatkan hasil akhir dari penelitian:


(27)

Tabel 9. Final IE Score card

Hasil akhir dari IE score card adalah 50 namun sebelum mentukan apakah score ini baik atau buruk kita harus membuat tabel predikat proyeknya terlebih dahulu. Tabel Predikat proyek dihitung dengan cara menentukan interval bedasarkan nilai maximum dan minimum dari nilai corporate dengan cara ((nilai max)-(nilai min))/5, dengan bobot didapatkan dari pengamatan data Corporate Value dan

Nilai didapat dari nilai max tiap faktor domain dan bisnis adalah 5 Maka berdasarkan nilai corporate yang kita dapat nilai maximum dan minimumnya adalah:

Tabel 10. Nilai max dan min

Dengan tabel diatas maka dapat ditentukan intervalnya = (100-(-50))/5 = 30. Kemudian jumlahkan intervalnya dengan nilai minimumnya (-50 + 30 = -20). (-20

+ 30 = 10). (10 + 30 = 40). (40 + 30 = 70). (70 + 30 = 100). Maka akan diperoleh tabel predikat proyek sebagai berikut:


(28)

Skor Predikat 71 -> 100 Sangat Baik 41 -> 70 Baik 11 -> 40 Cukup (-19) -> 10 Kurang 50) ->

(-20)

Sangat Kurang

Dari scorecard IE telah didapatkan hasil sebesar 50 aplikasi SIMRS pada RSUD Magelang berada pada interval 41 -> 70 yang artinya penerapan SIMRS adalah

BAIK dan SIMRS memberikan manfaat bagi RSUD Magelang dalam menjalankan kegiatannya. Dengan adanya SIMRS dampak yang dapat di rasakan secara nyata adalah kegiatan komunikasi antar suatu Bagian dengan bagian yang lain (misal antara bagian pendaftaran rawat inap dengan bagian bangsal) dalam RSUD magelang dapat terorganisir dengan baik, kemudian dengan adanya penerapan SIMRS pihak rumah sakit tidak perlu repot-repot dalam mencari data-data pasien, dan yang terakhir dengan menerapkan sebuah SIMRS walaupun membutuhkan biaya lebih dalam pemeliharaan namun akan mendatangkan keuntungan yang jauh lebih besar bukan hanya secara finansial namun dari segi kepercayaan pasien yang berobat di RSUD Magelang.

5.

Simpulan

Dari analisa yang dilakukan pada RSUD magelang terhadap investasi aplikasi SIMRS mereka memiliki beberapa kesimpulan yaitu 1)SIMRS membantu dalam kinerja rumah sakit dalam melakukan pelayanan rawat inap. 2)SIMRS membantu mengurangi kebutuhan yang sebelumnya ada menjadi lebih ringkas atau sedikit. 3)SIMRS membantu staff dalam mendapatkan kembali data pasien lama dengan lebih mudah dari pada mencari secara manual yang akan membuat pendaftaran lebih lama. 4)nilai ROI sebesar 649,46% serta keuntungan dalam waktu 5 tahun dapat mencapai Rp.958.217.000

Dengan Penelitian ini SIMRS menghasilkan hasil yang baik. dan Investasi dianggap layak untuk dapat diteruskan kedepan dalam menjalankan kegiatan di RSUD Tidar Magelang.


(29)

6.

Daftar Pustaka

[1].Parker, Marlyn., and Benson, Robert J., (1988). Information Economics, Linking business Performance to Information Technology. New Jersey: Prentice Hall

[2].Yulia, Kajian Kelayakan Investasi Proyek Teknologi Informasi dengan Menggunakan Metode Information Economics, Universitas kristen Petra. 2010

[3].Hudiarto, Analisis kelayakan investasi aplikasi navision bagian produksi menggunakan metode information economics pada PT.Frina Lestari Nusantara, Binus University. 2011

[4].Heny hendarty, Analisis investasi sistem informasi dengan menggunakan metode information economics (Studi Kasus : PT Nasa), Binus University. 2011

[5]. Chandra, S. Rembang, Analisis Efektifitas Investasi Proyek Teknologi Informasi Dengan Menggunakan Metode Information Economics, Universitas Sam ratulangi. 2012.

[6].Ahmad holil Noor Ali, Analisis Kelayakan Investasi Aplikasi Sistem Informasi Finansial Menggunakan Metode Information Economics (IE) Pada CV. Rinjani Agro Santosa, Univesitas Sepuluh Nopember. 2012.


(1)

Keterangan jumlah Value Linking 757.928.696 Value

Acceleration 5.399.093.280 Tabel 5 Value Linking, Value Acceleration 4.5. Economic Impact Worksheet.

Langkah berikutnya setelah nilai dari value linking dan value acceleration didapat adalah dengan menjumlahkannya sehingga didapatkan nilai dari NET Economic Benefit untuk dapat dimasukkan ke dalam tabel dampak ekonomis tidak lupa juga data-data yang sebelumnya di dapat dimasukkan ke tabel ini dengan tujuan untuk menghitung Simple ROI

Tabel 6 Economic Impact ROI=(31.116.489.880 / 5 / 958.217.000)

=6,49466454466 =649,46%

Score Simple ROI 0 Zero or less 1 1% to 299% 2 300% to 499% 3 500% to 699% 4 700% to 899%

5 ever

Dari perhitungan diatas dapat di dapatkan hasil bahwa Simple Roi dari perhitungan diatas adalah 649,46% dengan score proyek = 3

4.6. Faktor Domain Business dan Domain Technology.

Langkah berikutnya adalah melakukan survei langsung ke beberapa pihak yang terkait dengan penggunaan aplikasi SIMRS tersebut. Pertanyaan untuk melakukan survei ada dibagian sebelumnya. Tujuan dari kuesioner ini adalah untuk memperoleh skor dan faktor dai tiap-tiap domain.. Adapun rincian datanya adalah sebagai berikut:


(2)

Tabel 7. Domain Bisnis

Pada (Tabel 7) diatas menyajikan data yang ada dalam domain bisnis. Ada 5 faktor, sebagai contoh adalah faktor Strategic Match yang di isi oleh kepala bagian keuangan yang memberi skor 4, Staff kasir I memberi skor 4 dan Staff kasir II memberi skor 4, dan staff bangsal memberi skor 4 menghasilkan total skor sebanyak 16, kemudian skor 16 dibagi dengan jumlah responden sebanyak 4 orang dalam yang mengisi domain bisnis saja sehingga menghasilkan skor akhir yaitu 4. Untuk faktor lainnya Competitive Advantage, Management Information Support, Competitive Response, dan Project Organizational Risk didapatkan dengan cara yang sama.

Tabel 8. Domain Teknologi

Sedangkan pada (Tabel 8) diatas menyajikan data yang ada dalam domain Teknologi. Ada 4 faktor, sebagai contoh adalah faktor Strategic is Architecture yang di isi oleh kepala bagian Teknologi Informasi yang memberi skor 2, Staff rawat inap I memberi skor 2 dan Staff rawat inap II memberi skor 2, dan staff Laboratorium(Lab) memberi skor 2 menghasilkan total skor sebanyak 8, kemudian skor 8 dibagi dengan jumlah responden sebanyak 4 orang dalam yang mengisi domain teknologi saja sehingga menghasilkan skor akhir yaitu 2. Untuk faktor lainnya Definitional Uncertainly, Technical Uncertainly, dan IS Infrastructure Risk didapatkan dengan cara yang sama. Yang membedakan dari kedua domain diatas adalah responden dari domain bisnis tidak memberikan penilaian di domain teknologi dan sebaliknya responden dari domain teknologi tidak memberikan penilaian pula ke domain bisnis.


(3)

4.7. Menentukan Corporate Value pada IE Worksheet.

Setelah kita melakukan survey untuk menentukan faktor pada domain bisnis dan teknologi, langkah sebelum langkah terakhir adalah menentukan corporate value pada RSUD magelang.

Melihat dari teori yang ada sebelumnya maka kita dapat mengamati keadaan kegiatan bisnis di RSUD Magelang saat ini. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa RSUD memiliki bagian atau staff khusus yang menangani perencanaan TI serta pemeliharaannya, serta adanya perencanaan TI kedepannya, memiliki staff dengan latar belakang TI, serta pasien yang selalu datang setiap hari membuat RSUD magelang sibuk. Dari segi computer support ada beberapa data pasien yang secara tidak langsung dikaitkan dengan SIMRS namun dicatat kedalam buku dengan arti walaupun SIMRS rusak kegiatan Rumah Sakit tetap dapat dijalankan, SIMRS tidak pernah mengalami error yang serius dengan melihat beberapa hal tersebut dapat disimpulkan bahwa RSUD magelang dalam menerapkan SIMRS nya memiliki kegiatan bisnis yang kuat namun computer support yang tidak sangat kuat namun dapat membantu kegiatan bisnis maka dapat disimpulkan nilai corporate SIMRS adalah berada pada Quadrant A:Investment.

Gambar 17. Investment quadrant corporate value (Sumber:Parker et al. 1988, p187).

4.8. Information Economics Scorecard.

Tahap akhir dari penelitian ini adalah memasukkan simple ROI yang didapat tadi, Survey domain bisnis dan domain teknologi, dan corporate value kedalam IE score card untuk mendapatkan hasil akhir dari penelitian:


(4)

Tabel 9. Final IE Score card

Hasil akhir dari IE score card adalah 50 namun sebelum mentukan apakah score ini baik atau buruk kita harus membuat tabel predikat proyeknya terlebih dahulu. Tabel Predikat proyek dihitung dengan cara menentukan interval bedasarkan nilai maximum dan minimum dari nilai corporate dengan cara ((nilai max)-(nilai min))/5, dengan bobot didapatkan dari pengamatan data Corporate Value dan Nilai didapat dari nilai max tiap faktor domain dan bisnis adalah 5 Maka berdasarkan nilai corporate yang kita dapat nilai maximum dan minimumnya adalah:

Tabel 10. Nilai max dan min

Dengan tabel diatas maka dapat ditentukan intervalnya = (100-(-50))/5 = 30. Kemudian jumlahkan intervalnya dengan nilai minimumnya (-50 + 30 = -20). (-20 + 30 = 10). (10 + 30 = 40). (40 + 30 = 70). (70 + 30 = 100). Maka akan diperoleh tabel predikat proyek sebagai berikut:


(5)

Skor Predikat 71 -> 100 Sangat Baik 41 -> 70 Baik 11 -> 40 Cukup (-19) -> 10 Kurang 50) ->

(-20)

Sangat Kurang

Dari scorecard IE telah didapatkan hasil sebesar 50 aplikasi SIMRS pada RSUD Magelang berada pada interval 41 -> 70 yang artinya penerapan SIMRS adalah BAIK dan SIMRS memberikan manfaat bagi RSUD Magelang dalam menjalankan kegiatannya. Dengan adanya SIMRS dampak yang dapat di rasakan secara nyata adalah kegiatan komunikasi antar suatu Bagian dengan bagian yang lain (misal antara bagian pendaftaran rawat inap dengan bagian bangsal) dalam RSUD magelang dapat terorganisir dengan baik, kemudian dengan adanya penerapan SIMRS pihak rumah sakit tidak perlu repot-repot dalam mencari data-data pasien, dan yang terakhir dengan menerapkan sebuah SIMRS walaupun membutuhkan biaya lebih dalam pemeliharaan namun akan mendatangkan keuntungan yang jauh lebih besar bukan hanya secara finansial namun dari segi kepercayaan pasien yang berobat di RSUD Magelang.

5.

Simpulan

Dari analisa yang dilakukan pada RSUD magelang terhadap investasi aplikasi SIMRS mereka memiliki beberapa kesimpulan yaitu 1)SIMRS membantu dalam kinerja rumah sakit dalam melakukan pelayanan rawat inap. 2)SIMRS membantu mengurangi kebutuhan yang sebelumnya ada menjadi lebih ringkas atau sedikit. 3)SIMRS membantu staff dalam mendapatkan kembali data pasien lama dengan lebih mudah dari pada mencari secara manual yang akan membuat pendaftaran lebih lama. 4)nilai ROI sebesar 649,46% serta keuntungan dalam waktu 5 tahun dapat mencapai Rp.958.217.000

Dengan Penelitian ini SIMRS menghasilkan hasil yang baik. dan Investasi dianggap layak untuk dapat diteruskan kedepan dalam menjalankan kegiatan di RSUD Tidar Magelang.


(6)

6.

Daftar Pustaka

[1].Parker, Marlyn., and Benson, Robert J., (1988). Information Economics, Linking business Performance to Information Technology. New Jersey: Prentice Hall

[2].Yulia, Kajian Kelayakan Investasi Proyek Teknologi Informasi dengan Menggunakan Metode Information Economics, Universitas kristen Petra. 2010

[3].Hudiarto, Analisis kelayakan investasi aplikasi navision bagian produksi menggunakan metode information economics pada PT.Frina Lestari Nusantara, Binus University. 2011

[4].Heny hendarty, Analisis investasi sistem informasi dengan menggunakan metode information economics (Studi Kasus : PT Nasa), Binus University. 2011

[5]. Chandra, S. Rembang, Analisis Efektifitas Investasi Proyek Teknologi Informasi Dengan Menggunakan Metode Information Economics, Universitas Sam ratulangi. 2012.

[6].Ahmad holil Noor Ali, Analisis Kelayakan Investasi Aplikasi Sistem Informasi Finansial Menggunakan Metode Information Economics (IE) Pada CV. Rinjani Agro Santosa, Univesitas Sepuluh Nopember. 2012.