3.1 ARAHAN RENCANA TATA RUANG DAN WILAHAH KABUPATEN SOLOK (RTRW) - DOCRPIJM 4d4e57c431 BAB III3. BAB III KETERPADUAN STRATEGI PEMBANGUNAN KAB SOLOK

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  Tujuan penataan ruang wilayah Kabupaten Solok adalah untuk mewujudkan Kabupaten Solok sebagai sentra komoditas pertanian dan pengembangan sektor pariwisata yang ditunjang industri dan pemanfaatan sumber daya alam lainnya dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup serta diselaraskan dengan RTRWP dan RTRWN.

  Rencana pola ruang wilayah kabupaten merupakan rencana distribusi peruntukan ruang dalam wilayah kabupaten yang meliputi rencana peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan rencana peruntukan ruang untuk fungsi budidaya. Kebijakan penataan ruang Kabupaten Solok, adalah : a. pengembangan organisasi ruang yang efisien melalui susunan pusat kegiatan yang berhirarki mencakup seluruh ruang wilayah Kabupaten Solok; b. pengembangan sistem jaringan prasarana yang mengintegrasikan seluruh pusat kegiatan wilayah Kabupaten Solok dan memberikan layanan sebesar- besarnya bagi permukiman yang ada pada wilayah Kabupaten Solok;

  c. pemantapan kawasan lindung di wilayah Kabupaten Solok yang telah ditetapkan dalam RTRWN dan RTRWP dan menambah kawasan lindung sesuai kewenangan daerah;

  d. pengelolaan kawasan budidaya mendukung pengembangan ekonomi melalui pengelolaan sumber daya alam berbasis pertanian, pariwisata, dan industri dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup;

  e. perwujudan usaha untuk perubahan fungsi dari kawasan hutan ke kawasan bukan hutan untuk kawasan budidaya yang diperlukan untuk kepentingan pembangunan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan; f. dan peningkatan fungsi kawasan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  Adapun strategi penataan ruang Kabupaten Solok adalah : Strategi pengembangan organisasi ruang yang efisien melalui susunan pusat kegiatan yang berhirarki mencakup seluruh ruang wilayah Kabupaten Solok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf a meliputi:

  a. mengembangkan PKL sesuai arahan RTRWP dan mempromosikan pusat utama lainnya sesuai dengan potensinya;

  ARAHAN KEBIJAKAN DAN RENCANA STRATEGIS

INFRASTRUKTUR BIDANG CIPTA KARYA

3.1 ARAHAN RENCANA TATA RUANG DAN WILAHAH KABUPATEN SOLOK (RTRW)

3.1.1 TUJUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  b. menetapkan minimal 1 (satu) pusat kegiatan sebagai PPK pada masing-masing kecamatan; c. menetapkan pusat permukiman yang memiliki wilayah layanan antar nagari dan/atau lebih dari satu nagari sebagai PPL; d. dan menetapkan pusat permukiman yang memiliki tingkat layanan mendekati pusat kegiatan di atasnya, dipromosikan menjadi pusat kegiatan di atasnya.

  Strategi pengembangan sistem jaringan prasarana yang mengintegrasikan seluruh pusat kegiatan wilayah Kabupaten dan memberikan layanan bagi sebesar-besarnya permukiman yang ada pada wilayah Kabupaten Solok sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 3 ayat (2) huruf b meliputi:

  a. mendukung pengembangan jaringan jalan akses ke Kabupaten Solok sesuai kebijakan Nasional dan Provinsi serta pengembangan rintisan jalan baru ke dan/atau dari Kabupaten Solok dengan Kabupaten/Kota lain yang bersebelahan; b. mengembangkan jalan multi akses dari dan ke pusat kegiatan yang mengintegrasikan seluruh wilayah Kabupaten Solok; c. mendukung pengembangan sistem jaringan kereta api Nasional dan Provinsi yang melintasi wilayah Kabupaten Solok; d. mengembangkan sistem transportasi air di Danau Singkarak, Danau Diatas dan

  Danau Dibawah untuk mendukung kegiatan ekonomi wilayah dan pariwisata;

  e. mengembangkan sistem jaringan energi untuk memenuhi kebutuhan listrik di seluruh kecamatan; f. mengembangkan sistem jaringan telekomunikasi seluler yang melayani seluruh wilayah Kabupaten Solok dan meningkatkan jaringan telekomunikasi kabel terutama untuk layanan kegiatan industri di PKL dan PKLp;

  g. mengembangkan sistem jaringan air baku untuk memenuhi kebutuhan air minum di PKL, PKLp, PPK, dan PPL serta untuk wilayah-wilayah yang sulit air, serta mengembangkan jaringan irigasi Kabupaten Solok pada kawasan potensi pertanian lahan basah; h. mengembangkan TPA Regional bekerjasama dengan Kabupaten/Kota yang berdekatan dan membangunan serta mengembangan TPA lokal dalam memberikan pelayanan persampahan; i. mengembangkan prasarana ekonomi pada pusat kegiatan dan pusat pelayanan sesuai dengan tingkatan dan wilayah layanannya; dan j. mengembangkan prasarana sosial budaya, peribadatan, kesehatan, dan olah raga untuk menunjang kehidupan sosial budaya masyarakat yang nyaman dan berkelanjutan. Strategi pemantapan kawasan lindung di wilayah Kabupaten Solok yang telah ditetapkan dalam RTRWN dan RTRWP dan menambah kawasan lindung sesuai kewenangan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf c meliputi:

  a. mempertahankan kawasan lindung yang telah ada dan sesuai RTRWN dan RTRWP;

  b. mengembalikan fungsi lindung untuk kawasan lindung yang telah ditetapkan pada RTRWN dan RTRWP yang telah mengalami perubahan pemanfaatan non

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  lindung, sepanjang syarat dan ketentuan sebagai kawasan lindung terpenuhi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; c. mengelola dan mengembangkan potensi fungsi kawasan lindung skala

  Kabupaten sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

  d. mengusahakan terjaganya kawasan hutan paling sedikit 30% pada setiap DAS dalam keseluruhan wilayah Kabupaten Solok. Strategi pengelolaan kawasan budidaya mendukung pengembangan ekonomi melalui pengelolaan sumber daya alam berbasis pertanian, pariwisata, dan industri dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf d meliputi: a. mengembangkan budidaya pertanian diarahkan untuk terjaganya daerah sebagai bagian dari lumbung padi Provinsi dan Nasional serta ketahanan pangan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian;

  b. mengembangkan kawasan budidaya perkebunan diarahkan untuk pengembangan ekonomi produktif wilayah yang memiliki daya dukung tinggi terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah;

  c. mengembangkan kawasan peternakan diarahkan untuk tercapainya swasembada daging dan telur, guna pengembangan ekonomi produktif yang memiliki daya dukung tinggi terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah; d. mengembangkan kawasan perikanan diarahkan untuk tercapainya kebutuhan protein, guna pengembangan ekonomi produktif yang memiliki daya dukung tinggi terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah;

  e. mengembangkan kawasan pariwisata diarahkan untuk pembangunan kepariwisataan dan menghasilkan nilai-nilai agama dan budaya setempat sekaligus menjadi bagian pengembangan ekonomi produktif wilayah yang dapat menstimulasi kegiatan ekonomi produktif di dalam kawasan wisata maupun wilayah yang lebih luas;

  f. mengembangkan kawasan peruntukan industri diarahkan untuk industri pengelolaan potensi sumber daya alam dengan mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan;

  g. mengembangkan kawasan permukiman diarahkan untuk mendukung pengembangan pusat-pusat kegiatan dan pusat pelayanan yang tersebar sebagaimana Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Solok;

  h. mengembangkan kawasan budidaya kehutanan diarahkan untuk dapat menstimulasi kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan dan peningkatan produktivitas daerah pada sektor kehutanan; dan i. mengembangkan kawasan pertambangan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan hidup secara berkelanjutan sesuai peraturan perundang-undangan.

  Strategi perwujudan usaha untuk perubahan fungsi dari kawasan hutan ke kawasan bukan hutan untuk kawasan budidaya yang diperlukan untuk kepentingan pembangunan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf e meliputi:

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  a. menetapkan kembali kawasan hutan yang termasuk dalam kawasan budidaya di wilayah Kabupaten Solok, sebagaimana dalam RTRWP yang telah disetujui oleh Menteri Kehutanan; dan

  b. mewujudkan pengelolaan kawasan sebagaimana dimaksud pada huruf a sebagai kawasan yang dilepaskan statusnya dari kawasan hutan, sebesar- besarnya untuk pengembangan ekonomi produktif masyarakat berbasis pertanian, pariwisata dan industri.

  Strategi peningkatan fungsi kawasan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf f meliputi:

  a. mendukung penetapan kawasan strategis nasional dengan fungsi khusus pertahanan keamanan; b. mengembangkan kawasan lindung dan/atau kawasan budidaya tidak terbangun disekitar kawasan khusus pertahanan dan keamanan; c. mengembangkan budidaya secara selektif di dalam dan di sekitar kawasan khusus pertahanan untuk menjaga fungsi pertahanan dan keamanan; dan d. turut serta menjaga dan memelihara aset-aset pertahanan/TNI.

3.1.2. RENCANA STRUKTUR RUANG KABUPATEN SOLOK

  Rencana struktur ruang wilayah Kabupaten Solok terdiri atas:

  a. rencana pengembangan sistem pusat permukiman; dan b. rencana pengembangan sistem jaringan prasarana. Kawasan peruntukkan permukiman di wilayah Kabupaten Solok meliputi :

  a. kawasan peruntukkan permukiman perkotaan dan b. kawasan peruntukkan permukiman perdesaan. Kawasan peruntukkan permukiman perkotaan di wilayah Kabupaten Solok seluas kurang lebih 1.348 Ha yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Solok khususnya pada masing – masing PKL, PKLp, dan PPK yang ada di wilayah Kabupaten Solok. Kawasan peruntukkan permukiman perdesaan di wilayah Kabupaten Solok dengan luas kurang lebih 3.690 Ha yang tersebar di masing – masing PPL di wilayah Kabupaten Solok. Pengembangan kawasan permukiman diarahkan untuk mendukung pengembangan pusat-pusat kegiatan dan pusat pelayanan yang tersebar sebagaimana Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten. Rencana kawasan permukiman di wilayah Kabupaten Solok hingga tahun 2030, terdiri atas permukiman perkotaan dan permukiman perdesaan. Guna mendukung perwujudan struktur ruang wilayah , maka sebaran kawasan permukiman perkotaan dan perdesaan di Kabupaten Solok dikembangkan seperti pada tabel 3.1.

  .

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  No Kecamatan Pusat Kegiatan Fungsi/Peran Klasifikasi permukiman

  Laing Gando

  10 Payung Sekaki Sirukam PPK Permukiman Perkotaan

  Batu banyak PPL Permukiman Perdesaan

  9 Lembang Jaya Bukit Sileh PPK Permukiman Perkotaan

  Koto Panjang PPL Permukiman Perdesaan

  8 Bukik Sundi Muara Panas PKLp Permukiman Perkotaan

  PPL Permukiman Perdesaan

  Tarung-tarung Utara Tarung-tarung Selatan

  Sungai Lasi PPK Permukiman Perkotaan

  7 IX Koto Sungai Lasi

  PPL Permukiman Perdesaan

  Pintu Rayo Saningbakar

  Singkarak PPK Permukiman Perkotaan

  X Koto Singkarak

  PPL Permukiman Perdesaan 6 Kec.

  5 X Koto Diatas Sulit Air PPL Permukiman Perkotaan

  1 Gunung Talang Arosuka PKL Permukiman Perkotaan

Tabel 3.1. Pengembangan Kawasan Permukiman pada Pusat-pusat Kegiatan di Kabupaten Solok hingga Tahun 2031

  Kp Tangah Parumahan

  4 Junjung Sirih Paninggahan PPK Permukiman Perkotaan

  PPL Permukiman Perdesaan

  Batu Palano Tigo Kajai

  3 Kubung Selayo PKK Permukiman Perkotaan

  PPL Permukiman Perdesaan

  Parak tabu lipek pageh Aia Dingin Timur

  PKLp Permukiman Perkotaan

  Alahan Panjang- Sungai Nanam

  2 Lembah Gumanti

  PPL Permukiman Perdesaan

  Kayu Jao Lubuk Selasih

  Talang PPK Permukiman Perkotaan

  PPL Permukiman Perdesaan RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  Subarang bancah PPL Permukiman Koto Ib Pulai Perdesaan

  11 Pantai Cermin Surian PPK Permukiman Perkotaan

  Tanam Batu Lolo PPL Permukiman Perdesaan

  12 Hiliran Gumanti Talang Babungo PPK Permukiman Perkotaan

  Talang Timur PPL Permukiman Rantau Kimpalan Perdesaan

  13 Tigo Lurah Batu Bajanjang PPK Permukiman Perkotaan

  Tanjuan Balik PPL Permukiman Garabak data Perdesaan

  14 Danau Kembar Sp Tanjung Nan IV PPK Permukiman Perkotaan

  Paubungan Danau PPL Permukiman Diateh Perdesaan

  Sumber : RTRW Kabupaten Solok Tahun 2012 – 2031

  Rencana sistem jaringan prasarana Kabupaten Solok, terdiri atas rencana sistem jaringan transportasi sebagai prasarana utama, dan rencana pengembangan prasarana lainnya, meliputi rencana pengembangan sistem jaringan energi/kelistrikan, rencana sistem jaringan telekomunikasi, rencana sistem jaringan sumber daya air, dan rencana sistem Jaringan prasarana wilayah lainnya mencakup prasarana lingkungan, seperti air bersih, drainase, pengelolaan persampahan, air limbah, listrik, dan telepon.

  R R e e n n c c a a n n a a S S i i s s t t e e m m J J a a r r i i n n g g a a n n T T r r a a n n s s p p o o r r t t a a s s i i

  Rencana pengembangan sistem jaringan transportasi dimaksudkan untuk meningkatkan keterkaitan kebutuhan dan peningkatan transportasi antar wilayah dan antar kawasan permukiman yang dikembangkan dalam ruang wilayah Kabupaten, serta keterkaitannya dengan sistem jaringan transportasi Provinsi. Selain itu, pengembangannya juga untuk mewujudkan keselarasan dan keterpaduan antar pusat permukiman dengan sektor kegiatan ekonomi daerah.

  1 . S i s t e m J a r i n g a n J a l a n 1 . S i s t e m J a r i n g a n J a l a n

  Rencana pengembangan sistem jaringan jalan, dilakukan melalui peningkatan fungsi jaringan jalan dan pembangunan jaringan jalan baru sesuai dengan kebutuhan pengembangan untuk menunjang perwujudan struktur ruang. Peningkatan fungsi jaringan jalan dapat dilakukan melalui kegiatan peningkatan fungsi, status, maupun kelas jalan, serta kegiatan rehabilitasi atau pemeliharaan jalan. Sedangkan pembangunan jaringan jalan dilakukan pada ruas-ruas jalan yang belum terhubung, untuk mendukung pengembangan pusat-pusat kegiatan dalam sistem perkotaan di Kabupaten Solok untuk mewujudkan struktur ruang wilayah kabupaten yang optimal.

  Rencana pengembangan jaringan jalan di Kabupaten Solok perlu juga mengacu dan memperhatikan rencana pengembangan jaringan jalan yang telah ditetapkan pada

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  RTRW Provinsi Sumatera Barat, sebagai kebijakan makro dari tata ruang wilayah kabupaten. Dalam merumuskan rencana pengembangan jaringan jalan dalam rencana tata ruang perlu memperhatikan kebijakan UU No 38 Tahun 2004 tentang Jalan, PP 34 Tahun 2006 tentang Jalan, dan PP No 26 Tahun 2008 tentang RTRWN. Mengacu pada UU No 38 Tahun 2004, sistem jaringan jalan terdiri atas sistem jaringan jalan primer dan sistem jaringan jalan sekunder.

  (1) Sistem Jaringan Jalan Primer

  Sistem jaringan jalan primer merupakan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-pusat kegiatan. Sistem jaringan jalan primer adalah sistem jaringan jalan bersifat menerus yang memberikan pelayanan lalu lintas tidak terputus walaupun masuk ke dalam kawasan perkotaan. Pusat-pusat kegiatan adalah kawasan perkotaan yang mempunyai jangkauan pelayanan nasional, wilayah, dan lokal

  (2) Sistem Jaringan Jalan Sekunder

  Sistem jaringan jalan sekunder merupakan sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa di dalam kawasan perkotaan. Yang dimaksud dengan kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, serta kegiatan ekonomi.

  Berdasarkan kebijakan tersebut, yang akan digunakan untuk rumusan rencana pengembangan jaringan jalan di Kabupaten Solok, dapat diklasifikasikan menjadi: A. Pengembangan Jaringan Jalan yang menghubungkan antar pusat kegiatan, meliputi: jalan arteri primer, jalan kolektor primer, dan jalan lokal primer

  1. Jalan arteri primer diarahkan untuk melayani pergerakan antar kota antar provinsi, dengan kriteria sebagai berikut : a. Menghubungkan antar-PKN

  b. Menghubungkan antara PKN dan PKW;

  c. Menghubungkan PKN dan/atau PKW/PKWp dengan bandar udara pusat penyebaran skala pelayanan primer/sekunder/ tersier dan pelabuhan /nasional;

  d. Berupa jalan umum yang melayani angkutan utama;

  e. Melayani perjalanan jarak jauh;

  f. Memungkinkan untuk lalu-lintas dengan kecepatan rata-rata tinggi; dan; g. Jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.

  2. Jalan kolektor primer dikembangkan untuk menghubungkan antar kota dalam provinsi, dengan kriteria sebagai berikut : a. Menghubungkan antar-PKW/ PKWp;

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  b. Menghubungkan antara PKW/PKWp dengan PKL;

  c. Berupa jalan umum yang melayani angkutan pengumpul atau pembagi;

  d. Malayani perjalanan jarak sedang;

  e. Memungkinkan untuk lalu-lintas dengan kecepatan rata-rata sedang; dan; f. Membatasi jumlah jalan masuk.

  3. Jalan Lokal Primer dikembangkan untuk menghubungkan antar kota dalam kabupaten, dengan kriteria sebagai berikut: a. Menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan; antar ibukota kecamatan; ibukota kabupaten dengan PKL/PKLp; dan antar-

  PKL/PKLp.

  b. Berupa jalan umum yang melayani angkutan setempat;

  c. Malayani perjalanan jarak dekat;

  d. Memungkinkan untuk lalu-lintas dengan kecepatan rata-rata rendah; e. Jumlah jalan masuk tidak dibatasi. Lebih lengkapnya rencana pengembangan ruas jalan menurut fungsi tersebut diatas dapat dilihat pada Tabel 3.3 dan Gambar 3.2

  

A. Pengembangan Ruas Jalan “Triple Axis” Utama dan “Feeder” Wilayah

Tengah Selatan

  Dalam rencana pengembangan jaringan jalan di Kabupaten Solok, juga akan dikembangkan ruas jalan yang disebut sebagai “Triple Axes” atau 3 (tiga) poros utama dan “feeder” atau ruas-ruas penghubungnya untuk menjaga aksesibilitas pada wilayah bagian tengah dan selatan di Kabupaten Solok. Rencana pengembangan ruas jalan ini selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.3 dan Gambar 3.3 .

  

B. Pengembangan Ruas Jalan/Jalur Evakuasi Bencana Letusan Gunung Api)

(Gunung Talang)

  Pada letusan gunung api, bencana dapat ditimbulkan oleh jatuhan material letusan, awan panas, aliran lava, gas beracun, abu gunung api, dan bencana sekunder berupa aliran Iahar. Guna menghindari dan meminimalisir dampak bencana tersebut, perlu disiapkan dan dikembangkan rencana jalur evakuasi yang terintegrasi dengan sistem jaringan jalan yang ada di Kabupaten Solok. Rencana pengembangan ruas jalan sebagai jalur evakuasi bencana gunung api di Gunung Talang dan sekitarnya, diantaranya meliputi:

  1. Peningkatan Jalan Arteri Primer (Jalan Nasional) antara Padang-Arosuka-Kota Solok

  2. Peningkatan Jalan Kolektor Primer (Jalan Provinsi) antara Lubuk Selasih – Padang Aro (Kab Solok Selatan) – Batas Prov Jambi

  3. Peningkatan Jalan Kolektor Primer (Jalan Provinsi) antara Solok - Kubang Duo - Alahan Panjang, yang menjadi akses utama dengan tujuan evakuasi:

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  a. Ke arah utara, yaitu ke arah Kota Sawahlunto dan atau Kota Solok via Sirukam dan Sungai Lasi

  b. Ke arah Selatan, yaitu ke Padang Aro (Kab Solok Selatan) via Alahan Panjang dan Surian

  4. Peningkatan ruas jalan lokal primer (Jalan Kabupaten) antara Sukarami – Batu bajanjang (no ruas 74) yang menghubungkan Kec Gn Talang dengan kecamatan Lembang Jaya. Ruas ini juga sekaligus berfungsi sebagai jalan penghubung atau “feeder” antara poros barat dengan poros timur pada ruas “Triple Axis”. Ruas jalan Sukarami – Batu Bajanjang akan menjadi akses/jalur evakuasi dengan tujuan: a. Ke Arah Utara-Timur, yaitu ke Kota Solok via Muara Panas dan Koto Anau

  b. Ke Arah Selatan-Timur, yaitu ke Alahan Panjang via Kampung Batu Dalam (Kec Danau Kembar)

  Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3.1 Peta Rencana Jalur Evakuasi Bencana Letusan Gunung Api (Gn Talang).

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah KABUPATEN SOLOK Gambar 3.1 Peta Rencana Jalur Evakuasi Bencana Letusan Gunung Api (Gn Talang).

BAB III - 10

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

Tabel 3.2. Rencana Pengembangan Jaringan Jalan Kabupaten Solok Tahun 2031

  Kota/Simpul Pusat Kegiatan yang Keterangan No Ruas Jalan Dihubungkan (Rencana Pengembangan)

  A Jalan Arteri Primer (Jalan Nasional) Mengacu pada Kepmen 630 Tahun 2009

  1. Bts Kota Solok - Lubuk Selasih (ruas 042) Kota Solok – Kabupaten Solok jaringan jalan arteri primer 2.

  Kabupaten Solok – Kota Padang jaringan jalan arteri primer Lubuk Selasih - Bts Kota Padang (ruas 043)

  3. Bts Kab. Tanah Datar - Bts Kota Solok (ruas 009) Kab Tanah Datar - Kab Solok – Kota Solok jaringan jalan arteri primer (via Kec X Koto Singkarak,Kab Solok)

  4. Bts Kota Solok-Bts Kota Sawahlunto/MA. Kalaban Kota Solok – Kab Solok – Kota Sawahlunto jaringan jalan arteri primer (ruas 010)

  (via Kec X Koto Sungai Lasi, Kab Solok) B Jalan Kolektor Primer (Jalan Provinsi)

  Mengacu pada RTRW Prov Sumbar 2009-2029

  1. Lubuk Minturun – Paninggahan Kota Padang - Kab. Solok Pembangunan jaringan jalan kolektor primer

  2. Pasar Baru - Alahan Panjang Kab. Pesisir Selatan - Kab. Solok Pembangunan jaringan jalan kolektor primer

  3. Alahan Panjang - Kiliran Jao Kab. Solok – Kab Sijunjung Pembangunan jaringan jalan kolektor primer

  4. Solok - Kubang Duo - Alahan Panjang Kota Solok - Alahan Panjang (Kab. Solok) Peningkatan jaringan jalan kolektor primer

  5. Lubuk Selasih – Padang Aro – Batas Prov Jambi Kab Solok-Kab Solok Selatan-Bts.Prov.Jambi Peningkatan jaringan jalan kolektor primer

  6. Arteri Ibukota-Pt. Angin Lb. Saiyo (KM 20 Solok) Arteri Ibu Kota Arosuka Peningkatan jaringan jalan By Pass Arosuka

  C Jalan Lokal Primer (Jalan Kabupaten) Menghubungkan pusat-pusat kegiatan di Kabupaten Solok

  1. Kec Junjung Sirih: Sumani (Kec X Koto Singkarak) – Baing (No Antara PPK Paninggahan – PPL Parumahan Peningkatan jaringan jalan lokal primer

  Ruas 16) Antara PPK Paninggahan – PPL Marapi Utara Peningkatan jaringan jalan lokal primer

  Gando – Tambak (154)

  2. Kec X. Koto Singkarak Koto Sani – Saning Bakar (97) Antara PKLp Sumani – PPL Saningbakar Peningkatan jaringan jalan lokal primer Sumani – Terminal Sumani (170)

BAB III - 11

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  Kota/Simpul Pusat Kegiatan yang Keterangan No Ruas Jalan Dihubungkan (Rencana Pengembangan)

  Singkarak – Tj Alai ( 12) Antara PKLp Sumani – PPL Pintu Rayo (Tj Peningkatan jaringan jalan lokal primer Sp IV Aripan – Tj Alai (98) Alai) Aripan – Tikalak (228) Singkarak – Sp Aripan (13)

  3. Kec. X Koto Diatas Tanjung Balit – Sulit Air (3) Antara PPK Tanjung Balit – PPL Sulit Air Peningkatan jaringan jalan lokal primer Sp IV Aripan – Tj Balit (4) Antara PPK Tanjung Balit – PPL Kuncir Peningkatan jaringan jalan lokal primer Paninjauan-Kuncir (10)

  4. Kec.IX Koto Sungai Lasi Sei Lasi – Bukit Bais (39) Antara PPK Sungai Lasi – PPL Bukit Bais Peningkatan jaringan jalan lokal primer Sungai Lasi –Indudur (99) Antara PPK Sungai Lasi – PPL Kt Lawas Peningkatan jaringan jalan lokal primer Koto Lawas – Indudur (100) Guguk Sarai – Koto Lawas (101)

  5. Kec Kubung Selayo – Gantung Ciri (20) Antara PPK Selayo – PPL Sawah Suduik Peningkatan jaringan jalan lokal primer Selayo – Gantung Ciri (20) Antara PPK Selayo – PPL Lurah Nan Tigo Peningkatan jaringan jalan lokal primer Cupak – Gantung Ciri (26)

  6. Kec Bukik Sundi Muaro Panas – Koto Anau(29) Antara PKLp Muaro Panas – PPL Koto Anau Peningkatan jaringan jalan lokal primer Muaro Panas – Parambahan (30)

  Antara PKLp Muaro Panas – PPL Kenari Peningkatan jaringan jalan lokal primer Parambahan – Dilam (104)

  7. Kec Payung Sekaki Sirukam – Supayang (41) Antara PPK Sirukam – PPL Supayang Peningkatan jaringan jalan lokal primer Tabek – Supayang (35)

  Antara PPK Sirukam – PPL Koto Ib Pulai Peningkatan jaringan jalan lokal primer Koto Tingga – Sirukam (143)

  8. Kec Lembang Jaya Batu Banyak – Bukit Sileh (51) Antara PPK Bukit Sileh – PPL Batu banyak Peningkatan jaringan jalan lokal primer Batu bajanjang- Korong Lembah (131) Antara PPK Bukit Sileh – PPL Limau Lunggo Peningkatan jaringan jalan lokal primer

  9. Kec Gunung Talang

BAB III - 12

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  12. Kec Pantai Cermin Jln kolektor primer Alahan Panjang(via Lolo)-Surian Antara PPK Surian – PPL Lolo Peningkatan jaringan jalan kolektor primer

  Antara PPK Batu Bajanjang – Garabak Peningkatan jaringan jalan lokal primer

  Antara PPK Batu Bajanjang – PPL Sumiso Peningkatan jaringan jalan lokal primer Batu Bajanjang – Sabi Air (162) Sabi Air - Garabak (207) Sumiso – Garabak (111)

  14. Kec Tigo Lurah Rangkiang Tulus – Batu Bajanjang (57) Rangkiang Tulus – Sumiso (109) Sumiso – Garabak Data (111)

  Peningkatan jaringan jalan lokal primer

  Antara PPK Talang Babungo – PPL Sungaiabu

  Talang Babungo – Suriak Alahan Tigo (60) Suriak Alahan Tigo – Sungai abu (62)

  Alahan III Peningkatan jaringan jalan lokal primer

  13. Kec Hiliran Gumanti Talang Babungo – Suriak Alahan Tigo (60) Antara PPK Talang Babungo-PPL Surik

  Peningkatan jaringan jalan kolektor primer

  (Rencana Pengembangan)

  Antara PKLp Alahan Panjang – PPL Aia Dingin

  Peningkatan jaringan jalan kolektor dan lokal primer Jalan kolektor primer Alahan Panjang (via Aia Dingin) – Surian – Padang Aro (Kab Solok Selatan)

  Antara PKLp Alahan Panjang – PPL Sungai Nanam

  Duo-Kota Solok Salimpat – Limpet Pageh (59)

  11. Kec Lembah Gumanti Jalan Kolektor Primer Alahan Panjang –Kb Nan

  Peningkatan jaringan jalan lokal primer Antara PPK Sp Tj Nan IV – PPL Paubungan Peningkatan jaringan jalan lokal primer

  Antara PPK Sp Tj Nan IV – PPL Kampuang Batu Dalam

  10. Kec Danau Kembar Ps Sp Tj Nan IV – Kp Batu (55) Kp Batu – Kp Batu Dalam (177) Sp Tj Nan IV – Air Barak (108)

  Antara PKL Arosuka – PPL Kayu Jao Peningkatan jaringan jalan lokal primer Jalan arteri primer Padang – Arosuka – Kota Solok Antara PKL Arosuka – PPL Lubuk Selasih Peningkatan jaringan jalan arteri primer

  Kayu Aro – Kayu Jao (155) Sp Kayu Jao – Pabrik Teh (167)

BAB III - 13 No Ruas Jalan Kota/Simpul Pusat Kegiatan yang Dihubungkan Keterangan

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  I Feeder antara poros Barat dengan Poros Tengah

  Kb. Nan Duo – Sirukam (89) Peningkatan jalan lokal primer

  Kb Nan Duo- Bukik Sileh(145) Peningkatan jalan lokal primer

  Kec Gn Talang – Lb Jaya – Payung Sekaki Peningkatan jalan lokal primer

  2. Arosuka (Sukarami) – Kb Nan Duo – Sirukam Sukarami – Bt Bajanjang (74)

  Muara Panas – Panyakalan (86) Peningkatan jalan lokal primer

  Kec Gn Talang – Kec Bukik Sundi Peningkatan jalan lokal primer

  1. Cupak – Muara Panas Cupak – Muara Panas (27)

  E Jalan Penghubung (Feeder) dari “Triple Axis” Utama Wilayah Tengah Selatan

  (Rencana Pengembangan) D Ruas Jalan “Triple Axis” Utama Wilayah Tengah Selatan

  Peningkatan jaringan jalan lokal primer

  Kec Sei Lasi – Kec Payung Sekaki – Kec Tigo Lurah

  3 Poros Timur (jalan lokal primer/jalan kabupaten): Sei Lasi - Bukit Bais (39) Bukit Bais – Sei Durian (38) Sei Durian – Sp.Subalin (37) Supayang – Sp Subalin (81) Sp Supayang – Sirukam (41) Sirukam - Rangkiang Lulus (42) Rangkiang Lulus – Batu Bajanjang (57) Batu Bajanjang – Sabi Air (162) Sabi Air – Garabak (207)

  Peningkatan jaringan jalan kolektor primer

  Batas Kota Solok – Kec Kubung – Kec Bukik Sundi – Kec Payung Sekaki – Kec Lembah Gumanti – Kec Hiliran Gumanti

  2 Poros Tengah (jln kolektor primer/jalan provinsi): Batas Kota Solok – Tabek – Kb Nan Duo –Sei Nanam – Alahan Panjang – Talang Babungo – Sarik Alahan Tigo- Sungai abu

  Peningkatan jaringan jalan kolektor primer

  Kec Gunung Talang-Kec Danau Kembar-Kec Lembah Gumanti – Kec Pantai Cermin – Padang Aro (Kab Solok Selatan)

  1 Poros Barat (jalan kolektor primer/jalan provinsi): Lubuk Selasih - Sp Tj Nan IV - Alahan Panjang – Surian – Batas Kab Solok ke Arah Padang Aro (Solok Selatan)

BAB III - 14 No Ruas Jalan Kota/Simpul Pusat Kegiatan yang Dihubungkan Keterangan

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  II Feeder antara poros Tengah dengan Poros Timur

  Sumber: RTRW Provinsi Sumbar 2009-2029 dan Hasil Rencana, 2010

  8. Tabek – Supayang (35) Kec. Payung Sekaki Peningkatan jalan lokal primer

  Peningkatan jalan lokal primer

  Kec Lembah Gumanti - Kec Payung Sekaki – Kec Tigo Lurah

  7. Limau Puruik-Kp Baru-Kapujan-Batu Bajanjang: Lk Bt Gadang (Llimau Puruik) – Kp. Baru (187) Kp. Baru - Kapujan (46) Kp Tangah -Kapujan(173) Sp Kapujan - Kapujan(192)

  6. Talang Babungo – Garabak (112) Kec. Hiliran Gumanti – Kec Tigo Lurah Peningkatan jalan kolektor primer

  5. Alahan Panjang– Talang Babungo (53) Kec. Lembah Gumanti - Kec. Hiliran Gumanti Peningkatan jalan kolektor primer

  (Rencana Pengembangan)

  Pinti Kayu – Sp. Pinti Kayu (201) Peningkatan jalan lokal primer

  Lubuk Muaro – Pinti Kayu Pembangunan jalan lokal primer

  Kec Pantai Cermin – Kec Hiliran Gumanti Peningkatan jalan lokal primer

  4. Pintu Rimbo/Lolo – Sp Pinti Kayu : Lolo – Pintu Rimbo (63) Ps Lolo – Lubuk Muaro (82)

  Kulemban – Sungai Abu Pembangunan jalan lokal primer

  Kec Pantai Cermin – Kec Hiliran Gumanti Peningkatan jalan lokal primer

  3. Pasar Surian – Sungai Abu : Belakang Pasar – Kulemban (219)

BAB III - 15 No Ruas Jalan Kota/Simpul Pusat Kegiatan yang Dihubungkan Keterangan

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  2 2 . . P P e e n n g g e e m m b b a a n n g g a a n n S S i i s s t t e e m m T T e e r r m m i i n n a a l l

  Rencana pengembangan terminal di wilayah Kabupaten Solok diarahkan pada pengembangan terminal penumpang regional tipe B hingga tipe C dan terminal barang. Pengembangan terminal tipe B di Kabupaten Solok didasarkan pada kriteria:

  1) Lokasi terletak di PKW/ PKWp dan/atau di PKL dalam jaringan trayek antar kota, antar provinsi (AKAP); Dalam hal ini diarahkan pada lokasi di PKL Arosuka, sebagai pusat pelayanan utama kabupaten Solok

  2) Terletak di jalan arteri/kolektor primer dengan kelas jalan minimum IIIB; 3) Jarak antara terminal regional tipe B dan/atau antara terminal regional tipe B dengan terminal regional tipe A sekurang-kurangnya 15 km; 4) Luas minimum 3 ha; 5) Mempunyai akses masuk atau keluar jalan dari terminal minimum 50 m; 6) Berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan AKDP, Angkutan Perkotaan, serta Angkutan Pedesaan.

  Sedangkan untuk pengembangan terminal tipe C didasarkan pada kriteria berikut: 1) Lokasi terletak di PPK dalam jaringan trayek antar kota, antar provinsi (AKAP); 2) Terletak di jalan arteri atau kolektor primer dengan kelas jalan minimum III C; 3) Jarak antara terminal regional tipe B dan/atau antara terminal regional tipe B dengan terminal regional tipe A sekurang-kurangnya 15 km; 4) Luas minimum 1 ha; 5) Mempunyai akses masuk atau keluar jalan dari terminal minimum 50 m; dan 6) Berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan AKDP, Angkutan Perkotaan, serta Angkutan Pedesaan.

  3 3 . . S S i i s s t t e e m m J J a a r r i i n n g g a a n n K K e e r r e e t t a a A A p p i i

  Rencana pengembangan jaringan jalur kereta api di Kabupaten Solok sesuai dengan rencana jaringan kereta api pada lintas barat Sumatera (berdasarkan RTRW Provinsi Sumbar 2009-2029). Pengembangan jaringan jalur kereta api berikut prasarananya tersebut, melintasi jalur yang menghubungkan antara : Padang (Teluk Bayur) - Lubuk Alung - Padang Panjang

  • – Solok - Sawahlunto dan Rencana pembangunan jalur short cut Pauh Limo (Padang)
  • – Solok

  4 . S i s t e m J a r i n g a n S u n g a i , D a n a u , d a n P e n y e b e r a n g a n 4 . S i s t e m J a r i n g a n S u n g a i , D a n a u , d a n P e n y e b e r a n g a n

  Rencana pengembangan jaringan transportasi sungai, danau dan penyeberangan di Kabupaten Solok diwujudkan melalui pengembangan angkutan danau untuk menunjang kegiatan pariwisata yang ada di Danau Singkarak, Danau Diatas dan Danau Dibawah.

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  Selain angkutan danau, juga diarahkan pada pengembangan prasarana pelabuhan danau yang lebih ditekankan pada peningkatan dan optimalisasi fungsi pelabuhan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para wisatawan. Rencana Pengembangan sistem transportasi air di Danau Singkarak, Danau Diatas dan Danau di Bawah untuk mendukung kegiatan ekonomi wilayah dan pariwisata, dilakukan melalui:

1. Pembangunan Dermaga pelabuhan barang dan penumpang di Kawasan Danau

  Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak

  2. Penyediaan Kapal perintis penyeberangan danau yang melayani rute-rute yang menghubungkan simpul-simpul pusat kegiatan, meliputi: a. Kabupaten Tanah Datar dengan Kecamatan X Koto Singkarak (via Danau

  Singkarak)

  b. Paninggahan (Kec Junjung Sirih) dengan Sumani (Kecamatan X Koto Singkarak

  c. Jorong-jorong (desa) di sebelah barat Danau Diatas dan Danau Dibawah dengan jorong di sebelah timur danau, yang menghubungkan antara Kecamatan Lembah Gumanti dengan Kecamatan Danau Kembar:

3. Pembangunan dermaga pelabuhan wisata di 3 (tiga) kawasan danau, meliputi:

  a. Danau Singkarak (Kec.X Koto Singkarak)

  b. Danau Diatas (Kec Danau Kembar)

  c. Danau Dibawah (Kec Danau Kembar)

  5 5 . . R R e e n n c c a a n n a a S S i i s s t t e e m m J J a a r r i i n n g g a a n n E E n n e e r r g g i i / / K K e e l l i i s s t t r r i i k k a a n n

  Sampai dengan tahun 2008, penyediaan energi listrik yang bersumber dari PLN Cabang Solok memiliki kapasitas terbangkitkan sebesar 94.859.860 Kwh atau sekitar 94.859,86 Mwh. Berdasarkan perhitungan kebutuhan energi listrik hingga tahun 2030, diperkirakan Kabupaten Solok membutuhkan kapasitas energi listrik hingga 127.387.391 Kwh (127.387,39), sehingga terdapat sekitar defisit energi listrik sebesar 32.527,53 Mwh atau sekitar 25,53 % dari prediksi kebutuhan hingga tahun 2030.

  Arahan pengembangan sistem jaringan energi/kelistrikan di Kabupaten Solok, dilakukan melalui: a. Dengan meningkatkan pasokan listrik yang bersumber dari PLN Cabang Solok secara bertahap hingga menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Solok

b. Peningkatan kapasitas pembangkit listrik eksisiting, meliputi

  Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Sungaiabu (Kec Hiliran Gumanti) Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Surian (Kec Pantai Cermin)

  c. Mengembangkan prasarana pembangkit baru dengan alternatif sumber energi yang belum dimanfaatkan secara optimal, yaitu meliputi: Potensi Pengembangan sumber energi panas bumi di Gunung Talang, untuk

  Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB), dengan potensi kapasitas 94 RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  MW. Mengacu pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN 2009-2018, akan dikembangkan transmisi 150 KV dari PLTP Gunung Talang ke Solok dengan target pada tahun 2017 Pembangunan pembangkit mikro hidro di Kec. Tigo Lurah Bajanjang, dan Kec.

  Hiliran Gumanti, serta Kec. X Koto Diatas

  d. Peningkatan jaringan distribusi listrik untuk mendukung kegiatan industri pada pusat kegiatan utama Kabupaten (Aro-Suka, Alahan Panjang, Selayo, Sumani, dan Muara Panas )

  e. Peningkatan jaringan distribusi listrik utama ke pusat kecamatan di Kab. Solok Arahan pengembangan sistem jaringan energi listrik mencakup kebijakan pengembangan sistem jaringan listrik/energi untuk meningkatkan ketersediaan energi/ listrik bagi kegiatan permukiman dan kegiatan non permukiman. Sistem jaringan energi listrik dikembangkan untuk mendukung sistem aktivitas pada sentra-sentra kegiatan dan produksi. Oleh karena itu, pengembangannya dilakukan melalui pengembangan kelistrikan yang mampu mendukung kegiatan perekonomian, pengembangan kawasan andalan, kawasan tertentu, dan kawasan tertinggal. Pengembangan sistem jaringan energi untuk peningkatan kapasitas pembangkit listrik dilakukan dengan kriteria : a. Mendukung ketersediaan pasokan tenaga listrik untuk kepentingan di kawasan permukiman perkotaan dan kawasan permukiman perdesaan; b. Mendukung pemanfaatan teknologi tinggi yang mampu menghasilkan energi untuk mengurangi ketergantungan sumber energi tak terbaharukan; c. Berada di lokasi aman dari bencana alam dan aman terhadap kegiatan lain; d. Tidak berada pada kawasan lindung.

  Sedangkan pengembangan sistem jaringan energi listrik ditetapkan dengan kriteria :

  a. Mendukung ketersediaan pasokan tenaga listrik untuk kepentingan di kawasan permukiman perkotaan dan kawasan permukiman perdesaan; b. Melintasi kawasan permukiman, wilayah sungai, laut, hutan, pertanian, dan jalur transportasi; c. Mendukung pemanfaatan teknologi tinggi yang mampu menghasilkan energi untuk mengurangi ketergantungan sumber energi tak terbarukan;

  6 6 . . R R e e n n c c a a n n a a S S i i s s t t e e m m J J a a r r i i n n g g a a n n T T e e l l e e k k o o m m u u n n i i k k a a s s i i

  Telekomunikasi merupakan prasarana penting dalam mendukung kegiatan sosial- ekonomi masyarakat, kegiatan pemerintahan serta kegiatan lainnya. Penyediaan telepon sampai saat ini masih didominasi oleh PT. Telkom Tbk melalui penyediaan beberapa Sentral Telepon Otomatis (STO) yang tersebar pada seluruh Kecamatan.

  Sistem jaringan telekomunikasi yang dikembangkan, meliputi sistem kabel, sistem seluler dan sistem satelit. Prasarana telekomunikasi dikembangkan hingga ke pelosok wilayah yang belum terjangkau sarana prasarana telekomunikasi, sehingga kebutuhan telekomunikasi dapat dipenuhi.

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  Arahan pengembangan sistem jaringan telekomunikasi secara umum dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Mempertahankan dan memelihara jaringan telekomunikasi melalui integrasi dengan sistem komunikasi lain dan dengan sistem permukiman. 2) Mengembangkan jaringan komunikasi dengan cara :

  a. Mengembangkan jaringan telekomunikasi untuk meningkatkan keterkaitan antar wilayah.

  b. Mengembangkan jaringan telekomunikasi sampai ke Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) yang merupakan Nagari dan Jorong sebagai pusat kegiatan dan pelayanan antar Nagari atau Jorong (desa), serta dalam rangka meningkatkan keterkaitan kota-desa.

  c. Mengembangkan jaringan telekomunikasi untuk mendukung pengembangan kota-kota dan kawasan strategis. 3) Mengembangkan jaringan telekomunikasi secara berkesinambungan untuk pelayanan di seluruh wilayah yang terpadu dengan sistem jaringan telekomunikasi nasional, baik berupa jaringan terestrial maupun jaringan satelit. Pengembangan jaringan telekomunikasi dengan sistem terestrial memiliki kriteria :

  a. Jaringan dikembangkan secara berkesinambungan dan terhubung dengan jaringan nasional; b. Menghubungkan antar pusat kegiatan; dan c. Mendukung kawasan pengembangan ekonomi.

  Sedangkan pengembangan jaringan sistem satelit ditetapkan dengan kriteria :

  a. Mendukung dan melengkapi pengembangan jaringan terestrial;

  b. Mendukung pengembangan telekomunikasi seluler; dan c. Pemanfaatan bersama menara untuk minimal 3 (tiga) operator setiap menara.

  Rencana pengembangan sistem jaringan telekomunikasi di Kabupaten Solok, diantaranya melalui: (1) Pengembangan Sistem Komunikasi wilayah Kabupaten yang lebih diutamakan pada pengembangan jaringan komunikasi seluler yang mencakup keseluruhan wilayah Kab. Solok, yang diimplementasikan dengan pembangunan Tower BTS Bersama pada semua wilayah Kecamatan. Menara BTS Bersama penunjang Jaringan Telekomunikasi Seluler yang mencakup seluruh wilayah kabupaten

  (2) Peningkatan jaringan telekomunikasi kabel terutama untuk layanan kegiatan industri pada Pusat Kegiatan Utama Kabupaten (PKL dan PKLp), yang diimplementasikan dengan Peningkatan jaringan telekomunikasi kabel mendukung peruntukan industri di Kec. Gunung Talang, Kec. Lembah Gumanti, dan Kec. Kubung RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

Gambar 3.2. Peta Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Telekomunikasi

BAB III - 20

  RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

KABUPATEN SOLOK

  Rencana pengembangan sistem jaringan sumberdaya air di Kabupaten Solok diarahkan melalui : a. Konservasi dan pengelolaan secara terpadu : Wilayah Sungai (WS)/ Daerah Aliran

  14. Junjung Sirih 10 910,59

  Sumber: Peta Infrastruktur PU Tahun 2006

  9. Sopan Ky Manang 1.160 Ha

  8. Bdr Lawas Sirukam 2890Ha

  7. Bdr Ubo 600 Ha

  6. Muara Danau 1068Ha

  5. Batang Lembang 750 Ha

  4. Bdr Kota Gaek 652 Ha

  3. Gr Panjang 834 Ha

  2. Bdr Gadang 1.525 Ha

  1. Bdr Halim 638 Ha

  No Bendung Luas Layanan (Ha) No Bendung Luas Layanan (Ha)

Tabel 3.4. Bendung dan Luas Layanannya di Kabupaten Solok

  d. Rencana pengelolaan dan konservasi bendung sebagai bangunan penampung air untuk penyediaan air baku alternatif. Berdasarkan data peta Infrastruktur PU, terdapat 9 (sembilan) bendung yang ada di Kab Solok, yaitu:

  Total 499 37.805,80 Sumber : Daftar Inventarisasi Daerah Irigasi PU Wewenang Kab Solok Tahun 2010

  13. X Koto Singkarak 37 2.852,75

  Sungai (DAS) lintas provinsi yang meliputi : Indragiri (Provinsi Sumatera Barat – Provinsi Riau), Batanghari (Provinsi Sumatera Barat – Provinsi Jambi)

  4. Payung Sekaki 16 3.531,00

  b. Konservasi dan pengelolaan secara terpadu, serta pengamanan abrasi : Danau Singkarak, dan Danau Kembar (D. Diatas dan Dibawah)

Lanjutkan membaca

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

56 1234 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 346 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 285 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4 197 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 268 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 363 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 331 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 190 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 343 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 385 23