PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI dan BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KATA PENGANTAR - Marketing Information System TELKOM

  

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Marketing Information System

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk

  

“Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen ”

Dosen Mata Kuliah :

  

Chairul Furqon S.Sos, MM

Disusun Oleh :

  

Ahyar Suhendar 0707516

Ajeng Nurnidaningsih 0707562

Andriatma Nugraha 0707725

Amanda Octriana 0707432

Dwisany Rahmayani 0707608

Fitry Lestari 0707687

Fanny Via Dianawaty 0704562

Indra Saputra 0707616

Haqie Alaik P 0704712

M Rizal S 0707589

Rida Solena 0707612

Wina Novia P 0707556

  

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI dan BISNIS

  

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

KATA PENGANTAR

  Tiada kata yang pantas penulis ucapkan selain mengucapkan rasa syukur kepada Alloh SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah, yang memberikan bimbingan, memberikan pengetahuan serta kekuatan kepada penulis, sehingga ditengah-tengah kesibukan penulis yang padat penulis dapat menyelesaikan Makalah tentang “Marketing Information system, An Reasearch by observation to PT. Telekomunikasi Indonesia TBK”. Makalah ini Penulis buat guna memenuhi tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen juga sebagai sarana untuk menambah pengetahuan..

  Selanjutnya pada kesempatan ini pula kami juga menyampaikan rasa terima kasih kami kepada :

  1. Chairul Furqon S.Sos, MM selaku Dosen Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen yang telah banyak membantu baik dari sistematika hingga kelengkapan literatur juga persiapan sebelum melakukan observasi perusahaan.

  2. Chief Exetuvive Officer PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk dan PT. Dirgantara Indonesia Tbk berserta jajarannya yang telah memberikan izin dalam penyusunan Marketing Information system ini.

  3. Krisnan dan Revina Sita selaku marketing PT. Telekomunikasi Indonesia yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan selama melakukan observasi perusahaan.

  4. Seluruh partisipant yang sudah banyak membantu penulis baik dari segi moril maupun materil yang tidak dapat penulis sebut satu persatu karena keterbatasan ruang.

  Makalah ini membahas mengenai Sistem Informasi Manajemen khususnya Pemasaran dari perusahaan di bidang jasa dan perakitan produk yaitu PT. Telekomunikasi Indonesia dan PT. Dirgantara Indonesia TBK sebagai salah satu industri memiliki andil yang sangat besar dalam berbagai hal. Dalam hal ini penulis membahas mengenai bagaimana Industri baru dapat memanfaatkan salah satu teknologi untuk mengembangkan menjadi suatu sistem guna untuk memasarkan atau melakukan proses marketing sehingga bisa menjadi Bank dengan kualifikasi baik. Dalam Makalah ini juga penulis buat Study kasus juga mencari referensi study kasus lain yang berkaitan juga melakukan beberapa observasi sederhana untuk mendapatkan data yang valid. Dalam pemaparannya, Penulis membahas dimulai dengan latar belakang, juga dilengkapi dengan hasil observasi selama kunjuangan perusahaan dan conclusionnya . Untuk mempermudah pembaca penulis juga melampirkan company profile juga dokumen lain seperti gambar dan lain sebagainya yang berguna bagi para pembaca sekalian.

  Penulis menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Seperti kata pepatah indonesia ” Tak ada gading yang tak retak” atau ”Nobody’s perfect”. Maish banyak kekurangan yang terdapat pada Makalah ini, mulai dari kesalahan penulisan sampai isi yang kurang sempurna. Untuk memperbaiki kualitas Makalah, maka penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca sekalian.

  Atas perhatian dan apreasinya terhadap makalah ini, penulis haturkan terima kasih.

  Bandung, Oktober 2009 Penulis

  ( MIS Group )

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Persaingan dalam bisnis baik layanan berupa produk maupun jasa di berbagai bidang pada masa sekarang benar-benar berkembang pesat. Banyak perusahaan yang ikut serta meramaikan bisnis ini dan saling bersaing untuk mendapatkan pelanggan yang sebanyak- banyaknya dengan berbagai macam cara dan strategi yang digunakan. Mulai dari harga produk maupun jasa yang murah sampai dengan program pelayanan yang baik yang ditujukan untuk kepuasan pelanggan yang menggunakan jasa mereka.

  Dengan adanya persaingan yang semakin ketat pada era globalisasi seperti sekarang ini maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang canggih, yang tentu saja sesuai dengan perkembangan jaman saat ini. Sistem informasi tersebut harus mampu mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran aktivitas di dalam perusahaan.

  Begitu pula dengan PT Dirgantara Indonesia dan juga PT TELKOM yang masing- masing bergerak di bidang pelayanan jasa transportasi penerbangan dan pelayanan jasa telekomunikasi bagi masyarakat luas yang dalam kegiatan usahanya menggunakan suatu sistem informasi manajemen yang mana dengan adanya sistem informasi manajemen ini dapat mengantisipasi perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis pada saat ini.

  Industri pesawat terbang merupakan salah satu industri yang dianggap penting dan strategis bagi bangsa Indonesia. Industri ini menjadi penting artinya bagi pembangunan ekonomi Indonesia mengingat negeri yang terbentang dari Sabang sampai Marauke ini memiliki wilayah yang luas dan secara alamiah terdiri dari beribu-ribu pulau dengan kondisi geografis beserta kesulitan yang berbeda-beda sehingga membutuhkan sarana transportasi yang memadai. Pesawat sarana transportasi darat dan laut, sehingga mampu menunjang mobilitas aktivitas para pelaku usaha dalam menjalankan bisnis dan warga negara yang membutuhkan alat tranportasi yang cepat.

  Industri pesawat terbang juga sangat strategis bagi bangsa Indonesia karena sebagai industri yang berbasis teknologi tinggi atau high technology, industri ini bisa mengantar bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang sudah maju, bila kita mampu mengusainya. Ini dimungkinkan karena prinsip teknologi yang digunakan pesawat terbang merupakan salah satu tingkatan tertinggi capaian manusia dalam teknologi. Dengan kata lain, bila kita mampu memproduksi pesawat terbang, kita berpotensi untuk mampu memproduksi teknologi-teknologi yang lain.

  Didasari pandangan tersebut, pemerintah Indonesia mengembangkan industri ini sebagai wahana proses alih teknologi. PT Dirgantara Indonesia (PT DI) adalah satu-satunya industri pesawat terbang di Indonesia yang mengemban semua misi yang telah disebutkan di atas. PT DI atau Indonesian Aerospace (IAe) adalah nama yang diresmikan oleh Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid di Bandung, pada tanggal 24 Agustus 2000 bagi sebuah industri pesawat terbang di Indonesia yang menggantikan nama PT IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) yang sudah dirintis sejak kurang lebih 25 tahun yang lalu.

  Pesawat udara merupakan suatu sistem yang terdiri atas beberapa subsistem atau komponen, dan setiap komponen dibagi lagi menjadi beberapa elemen. Setiap komponen atau elemen merupakan sub-sub-sistem sendiri seperti misalnya: subsistem pembangkit listrik, subsistem roda pendarat, subsistem propulsi, subsistem kendali terbang, subsistem avionika dan sub-sub-sistem lainnya. Sub-sub-sistem tersebut pada umumnya terdiri dari perangkat-perangkat hardware, software dan firmware yang sangat kompleks dan menuntut kehandalan tinggi karena menyangkut keselamatan manusia. Perangkat semacam ini menuntut proses rekayasa yang sangat terkendali dan harus memenuhi kualitas tertentu.

  Tulisan ini hanya akan difokuskan kepada masalah software, karena penggunaan software atau perangkat lunak di lingkungan industri dirgantara pada saat ini semakin kompleks dengan makin pesatnya perkembangan komputer dan teknologi pesawat udara. Hal ini menyebabkan penanganan proses di dalam suatu industri dirgantara seperti proses rancang bangun pesawat udara menuntut suatu formalisasi dokumentasi yang lengkap dan konsisten yang pada akhirnya akan membantu memudahkan industri manufaktur pesawat udara seperti PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam proses perolehan sertifikasi produk.

  1.2 Rumusan Masalah

  Dari uraian penulis diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

  1. Bagaimana pelaksanaan Sistem informasi manajemen pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT TELKOM ?

  2. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi Sistem informasi manajemen pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT TELKOM ?

  3. Elemen-elemen utama apakah yang dibutuhkan dalam Sistem informasi manajemen pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT TELKOM ?

  1.3 Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk :

  1. Untuk menganalisis sejauh mana Sistem informasi manajemen pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT TELKOM dalam mendukung kegiatan pelayanan jasa bagi masyarakat,

  2. Untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor dalam Sistem informasi manajemen pemasaran dalam sebuah kegiatan bisnis,

  3. Untuk mengetahui elemen-elemen utama yang dibutuhkan pada kegiatan pelayanan jasa transportasi dan jasa telekomunikasi pada masyarakat dalam kaitannya dengan Sistem informasi manajemen pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT TELKOM

  1.4 Manfaat Penelitian

  Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menambah wawasan kita mengenai sistem informasi manajemen pemasaran dan kegunaannya bagi kegiatan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pada masa globalisasi seperti sekarang ini. Selain semua mengenai sistem informasi manajemen pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT TELKOM.

BAB 2 LANDASAN TEORI Pemasaran merupakan area fungsional pertama yang menunjukan minat pada SIM. Setelah konsep SIM muncul,para pemasar menyesuaikannya ke area aplikasi mereka dan disebut

  dengan Sistem Informasi pemasaran. Model grafis MKIS (marketing information system) menjadi dasar untuk mengorganisasikan semua system informasi fungsional.

  Subsistem yang digunakan adalah subsistem input yang merupakan pengumpulan data dan informasi dari dalam perusahaan dan lingkungan. Database dan subsistem output yang mengubah data menjadi informasi.

  Sistem Informasi Pemasaran terdiri dari tiga subsistem input: SIA, Penelitian Pemasaran, dan Intelejen pemasaran. Subsistem output mengarahkan kebutuhan informasi dari empat unsure bauran pemasaran (produk, tempat, promosi dan harga) datambah intelejensi kesempatan.

  

Sistem Informasi Fungsional

Mencerminkan Sistem Fisik Fungsional

Sistem Informasi Fungsional

  Sistem Sistem

Sistem

  Sistem Informasi Informasi Sistem

  

Informasi

Sumber Daya Sumber Daya Informasi Informasi

  

Keuangan

Manusia Informasi Pemasaran Manufaktur Fungsi Sumber Fungsi Fungsi Fungsi Fungsi Daya Manusia Jasa Pemasaran Manufaktur Keuangan Informasi

  

Sistem Fisik Perusahaan

  3 KAJIAN PUSTAKA

2.1 Definisi

  Adapun mengenai pengertian sistem informasi dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini dibawah ini :

  Pengertian Data

  Data adalah bahan yang akan diolah atau diproses yang bisa berupa angka-angka,huruf-huruf, simbol-simbol yang menunjukan suatu situasi dan lain-lain yang berdiri sendiri atau merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Menurut Robert N.antony dan John Dearden , Data adalah : ‘ Bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data-item’.

  

“ Data Merupakan kenyataan yang menggambarkansuatu kejadian-kejadian dan kesatuan

nyata.” (Jogyanto, Analisis dan desain Sistem Informasi;8 ).

  Keberadaan suatu data sangat menunjang terhadap informasi ,karena data merupakan bahan mentah yang diperlukan oleh pengambil keputusan . untuk lebih meeyakinkan bahwa data tidak dapat terlepas dari dari informasi dapat dilihat dari definisi mengenai informasi.

  Pengertian sistem

  Suatu sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintahan , karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan atau instansi pemerintah , baik yang berskala kecil maupun besar. Supaya dapat berjalan dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsure-unsur yang terkait dalam sistem tersebut.

  Ada berbagai pendapat yang mendefinisikan pengertian sistem ,seperti dibawah ini : “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan ,

  

berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu

sasaran yang tertentu”.(Jogiyanto,2005,1).

  Masih dalam buku ‘Analisia dan Desain sistem informasi’ karangan jogiyanto menerangkan:

  “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.(Jogiyanto,2005,2).

  Pengertian informasi

  Dalam manajemen , informasi merupakan data yang telah diproses sehingga mempunyai arti tertentu bagi penerimanya.Sumber dari informasi adalah Data, sedangkan Data itu sendiri adalah Kenyataan yang menggambarkanm suatu kejadian, sedangkan kejadian itu merupakan suatu peristiwa yang terjadi pada waktu tertentu .dalam hal ini informasi dan data saling berkaitan.

  Menurut Jogiyanto dalam buku ‘Analisis dan desain sistem informasi’ adalah :

  

“Informasi diartikan sebagai data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih

berarti bagi yang menerimanya” . (Jogiyanto,2005; 8).

  Menurut George M.Scott dalam buku ‘prinsip-prinsip Sistem Informasi Manajemen’ pengertian sistem informasi adalah;

  

‘Sistem informasi adalah sistem yang diciptakan oleh para analisis dan manajer guna

melaksanakan tugas khusus tertentu yang sangat esensial bagi berfungsinya organisasi’.

  (George M.Scott,2001;4)

  Sedangkan definisi dari Robert A.leitch dan K.Roscoe davis sebagai berikut:

  

‘Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan

kebutuhan pengolahan transaksi harian , mendukung operasi ,bersifat manajerial dan kegiatan

strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan

yang diperlukan’. (Jogiyanto,2005;11)

  Pengertian Informasi selalu dikaitkan dengan data, namun arti dari masing-masing kata dalam pengertian tersebut berbeda. Keberadaan suatu data sangat menunjang terhadap informasi , karena data merupakan bahan mentah yang diperlukan untuk mengambil keputusan. Dibawah ini dapat dilihat gambar mengenai keterkaitan data dengan informasi.

  Proses data menjadi informasi

  Komponen sistem informasi

  Komponen – komponen yang ada dalam sistem informasi meliputi beberapa blok, yaitu :

  Blok masukan ini mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk Metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan , yang dapat berupa dokumen - dokumen dasar.

  2 . Blok Model Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur,logika dan model matematika yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

  3. Blok keluaran (output) Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkat manajemen serta semua pemakai sistem.

  4. Blok Teknologi Teknologi merupakan alat yang digunakan untuk menerima masukan,menjalankan model,menyimpan dan mengakses data,menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu Teknisi,perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

  5. Blok Basis Data. Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras computer, basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan paket perangkat lunak yang disebut data base manajemen sistem ( DBMS ).

  6. Blok kendali Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem bisa dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

  Sistem informasi manajemen

  Menurut Barry E.Cushing, SIM adalah :

  

‘Suatu sistem informasi manajemen adalah Kumpulan dari manusia dan sumber daya modal di

dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk

mengahasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan

perencanaan dan pengendalian’. (Jogiyanto,2005,14).

  Menurut Frederick H.Wu SIM adalah :

  

‘Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan-kumpulan dari sistem-sistem yang menyediakan

informasi untuk mendukung manajemen’. (Jogiyanto,2005,14).

  Menurut Gordon B.Davis dalam buku ‘Kerangka dasar SIM’, SIM adalah :

  

‘ Sistem Informasi Manajemen adalah Suatu serapan teknologi baru kepada persoalan

keorganisasian dalam pengolahan transaksi dan pemberian informasi bagi kepentingan

keorganisasian’. (Gordon B.Davis,1985;23).

  Masih menurut Gordon.B Davis, dalam buku ‘Analisis dan Desain informasi’ SIM’, adalah :

  ‘Sistem Informasi Manajemen merupakan suatu sistem yang melakukan fungsi-fungsi

untuk menyediakan semua informasi yang mempengaruhi semua operasi

organisas’i.Jjogiyanto,2005,15).

  Menurut George M.Scott, dalam buku ‘Prinsip-prinsip SIM’ adalah :

  ‘Sistem Informasi Manajemen adalah serangkaian Sub-sistem informasi yang

menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu yang mampu

mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan

produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar criteria mutu yang telah

ditetapkan’.

  Jadi dari beberapa definisi tersebut,dapat dirangkum bahwa Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen.

  Peranan sistem informasi bagi manajemen

  Manajemen menbutuhkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang akan dilakukan sumber informasi eksternal dan informasi internal. Informasi internal dapat diperoleh dari sistem informasi berupa informasi yang dihasilkan dari operasi pengolahan data elektrnik (PDE) dan informasi Non PDE.

  Analisis sistem

  Tahap analisis dilakukan setelah tahap perencanaan sistem (system planing) Dan sebelum tahap perancangan.Tahap analisis sistem merupakan tahap yang kritis dan sangat penting , karena kesalahan didalam tahap ini akan menyebabkan kesalahan ditahap berikutnya.

  Analisis sistem (system analisis) dapat didefinisikan sebagai :

  

“ Analisis Sistem yaitu Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-

bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-

permasalahan , kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-

kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya”.

  (jogiyanto,2005;129).

  Juga dapat didefinisikan juga seperti dalam buku Prinsip-prinsip SIM sebagai berikut.

  “Analisis sistem (systems analysis) adalah kegiatan yang berorientasi pada manusia dan

bersifat tidak terstuktur ,yang melibatkan perkiraan (estimates) dan negoisasi,”(George

  M.Scott,2001; 535).

  Langkah-langkah Analisis Sistem

  Didalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analisis sistem sebagai berikut :

  1. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah.

  2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.

  3. Analyze, yaitu menganalisis sistem.

  4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.

  Pendekatan Sistem Terhadap Analisis dan Perancangan Sistem Informasi.

  Suatu sistem informasi cukup tersatu padukan dan saling berhubungan sehingga sistem informasi tersebut dipandang sebagai sistem tunggal,tetapi juga cukup kompleks sehingga perlu diuraikan menjasi subsistem-subsistem untuk perencanaan dan pengendalian pengembangan serta untuk pengendalian operasinya.

  Hakikat proyek sistem dari penerapan pengolahan informasi berarti bahwa, Pendekatan sistem terhadap pengendalian proyek pada umumnya tepat.

  Hal ini menunjukan penerapan paham sistem dalam pengembangan proyek sistem informasi : 1. Sistem informasi dirumuskan dan tanggung jawab sepenuhnya dibebankan pada satu orang.

  2. Subsistem-subsistem pengolahan informasi yang penting dirumuskan. Batas-batas dan interface-interface diuraikan dengan jelas.

  3. Suatu penjadwalan pengembangan disiapkan.

  4. Setiap subsistem, apabila tellah siap untuk dikembangkan, diserahkan kepada suatu proyek.

  5. Sistem kontrol dipergunakan untuk memonitor proses pengembangannya.

  Perancangan sistem

  Tahapan perancangan sistem dilakukan setelah tahapan analisis sistem dilakukan, maka analisis sistem telah mendapat gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Dan bagi analisis untuk memikirkan bagaimana membentuk suatu sistem tersebut. Definisi perancangan sistem menurut para ahli :

  

“Perancangan sistem adalah Menentukan bagaimana mencapai sasaran yang ditetapkan yang

melibatkan pembentukan (configuring) perangkat lunak dan komponen perangkat keras sistem

dimana setelah pemasangan sistem akan memenuhi spesifikasi yang dibuat pada akhir fase

analisis sistem.”. (Prinsip-prinsip sistem informasi manajemen : George M.Scott,2001.534).

  Tujuan perancangan sistem 1. untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem.

  2. untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemograman komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.

  3. membentuk sistem agar dapat diterima dengan baik oleh pengguna sistem maupun operator.

  Sebagai SUBYEK, Manajemen adalah orang ( atau orang – orang ) yang melaksanakan kegiatan tersebut.. Jadi, SISTEM INFORMASI MANAJEMEN adalah Jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dlm suatu sistem ( terintegrasi ) dengan maksud memberikan informasi ( yang bersifat intern dan ekstern ) kepada manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan

  Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen di dalam organisasi perusahaan, SIM digunakan untuk mendukung informasi informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. Kumpulan dan interaksi sistem- sistem informasi yang yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang barguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan pelaksanaan dan pengendalian

  Sumber daya fisik akan dikelola setelah diperoleh, agar saat diperlukan sumber daya tersebut siap digunakan secara maksimal, bila perlu diganti sebelum sumber daya tersebut menjadi tidak efesien / usang. Contoh penggantian sumber daya : upgrade mesin, rekruitmen pegawai baru, dsb

  Tugas Manajer Meliputi : 1) Pengelolaan sumber daya fisik dan mencakup pengelolaan sumber daya konseptual 2) Mendapatkan data mentah lalu mengolahnya sehingga menghasilkan informasi yang berguna, baru setelah itu memanfaatkan secara efektif untuk mengambil keputusan dan jika perlu mengganti informasi yang usang

  3) Titik kontak dimana sistem komputer memberikan informasi kepada manajer atau dimana manajer memberikan data kepada sistem komputer. 4) Bentuk komunikasi antara manajer dan komputer :

  1. Pengembangan program komputer

  2. Dialog atau menyelami file

  3. Mengakses data

4. Memasukkan input

  

Manajemen Informasi adalah “ Seluruh kegiatan memperoleh informasi, menggunakan

seefektif mungkin dan membuangnya disaat yang tepat”

  Semua sistem Informasi memiliki 3 (tiga) unsur atau kegiatan utama,yaitu :

  1. Menerima data sebagai masukan ( input)

  2. Memproses data dengan melakukan perhitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran perkiraan dan lain-lain.

  3. Memperoleh informasi sebagai keluaran (output). Prinsip ini berlaku baik untuk sistem informasi manual, elektromekanismaupun komputer

  Nilai suatu informasi berhubungan dengan keputusan. Hal ini berati bahwa bila tidak ada pilihan atau keputusan, informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan berulang yang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang. Sedangkan parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi tersebut, ditentukan dari dua hal pokok yaitu Manfaat (benefit) dan Biaya (cost).

  Sedangkan kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh 3 hal pokok, yaitu relevancy,accuracy dan timelinness.

  a. Relevancy Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Pengukuran nilai relevansi, akan terlihat dari jawaban atas pertanyaan “how is the message used for

  problem solving (decision masking)?”Informasi akan relevan jika memberikan manfaat bagi pemakainya.

  b. Akurasi Sebuah informasi dapat dikatakan akurat jika informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.

  Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi al:  Kelengkapan Informasi  Kebenaran Informasi  Keamanan Informasi

  c. Timeless ( tepat waktu )

  How quickly is input transformed to correct output?” Bahwa informasi yang dihasilkan

  dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dapat menimbulkan kesalahan dalam tindakan yang akan diambil.

  2. 2 Pengintegrasian Sistem Informasi Manejemen Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari SIM.

  Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara yang sesuai keperluannya.

  2. 2. 1 Sifat Integrasi SIM

  Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis yaitu pada tingkat transaksi akan sebaliknya. Interaksi hirarkis adalah paling banyak diidentifikasikan dan diintegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada dalam sistemnya.

  2. 2. 2 Keuntungan dari Integrasi  Membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi.

   Mendorong manajer untuk membagikan informasi yang dihasilkan oleh departemennya agar secara rutin mengalir ke sistem yang lain yang memerlukan.

  Banyaknya organisasi yang gagal membangun SIM karena,  Kurang organisasi yang wajar  Kurangnya perencanaan yang memadai  Kurang personil yang handal  Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat SIM berhubungan dengan pengolahan informasi yang didasarkan oleh computer (user) yang menghasilkan sebuah informasi. Dilihat dari besar atau kecilnya sebuah organisasi perusahaan Sistem Informasi Manajemen meliputi :

  1. Sistem Informasi Keuangan dan Akuntansi yang berfungsi menyediakan informasi mengenai keuangan.

  2. Sistem Informasi Pemasaran (Marketing) yang berrfungsi menyediakan informasi mengenai pemasaran sebuah organisasi perusahaan. Berdasarkan perkembangan saat ini, perusahaan menggunakan TPS (transaction processing unit), database yang ada dapat digabungkan dengan database non transaksinyang berasal dari system informasi fungsional. Gabungan database ini dapat digunakan oleh semua

  Top

  menajer level untuk membuat laporan, salah satu system fungsional yang akan dibahas adalah

  Management

  mengenai system informasi pemasaran .

  Production/ Human Finance Marketing Operation Resource Sistem Informasi pemasaran menurut Philip Kotler , 2003 adalah Suatu sistem berbasis komputer yang bekerja sama dengan sistem informasi fungsional lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pemasaran produk

  Sistem informasi Pemasaran menyediakan informasi yang berhubungan dengan aktivitas- aktivitas pemasaran perusahaan. Dalam Sistem Informasi Pemasaran terdapat input dan output. Setiap output subsistem menyediakan informasi mengenai elemen penting atau elemen penentu (critical elemen) dalam marketing mix atau pemasarn campuran. Pemasaran campuran terdiri dari empat bagian utamaaaaaayang harus dikelola oleh manajemen agar sesuai dengan kebutuhan dan permintaan konsumen serta menguntungkan bagi perusahaan.

  Karakteristik Sistem Informasi Pemasaran :

  1. Marketing information system (MIS): meliputi detail transaksi penjualan hari demi hari, memanajemenkan dan mengontrol operasi marketing, serta merencanakan penjualan dan berbagai strategi di masa datang

  2. MIS berhubungan dengan market dan produk saat ini, serta rencana-rencana utk market dan produk di masa datang

  3. MIS bergantung pada TPS (Transaction processing system), MIS (management

  information system) dan DDS 4. MIS dapat terbagi menjadi dua sub sistem : sistem penjualan dan sistem pemasaran.

  5. Sistem penjualan : mencatat data mengenai transaksi penjualan tiap hari (misal nama pelanggan, jumlah item, jumlah yg dipesan, pembayaran dan alamat pengepakan).

  Transaksi demikian tercatat oleh TPS

  6. Sistem marketing : memfokuskan pada perencanaan dan pengawasan/kontrol dan bergantung pada MIS dan DDS

  7. Dengan MIS data dihasilkan oleh sistem sales untuk menyediakan informasi tentang kondisi produk dan tugas dari staff penjualan

  8. DDS : membantu merencanakan untuk kedepan, dengan membimbing pada berbagai pekerjaan seperti meramalkan penjualna, merencanakan berbagai harga, merancang strategi promosi

  9. Sistem informasi pemasaran juga dapat disusun dalam beberapa sub-sistem yg meliputi :

  a. Sistem order entry,

  b. Sistem customer profile

  c. Sistem product management

  d. Sistem sales forecasting

  e. Sistem advertising

  f. Market research syste 2.2 3 Sub Sistem Market Research ( Penelitian Pemasaran )

  Market research digunakan untuk mendapatkan data atau informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan. Data yang didapatkan dapat beruapa :Data Primer

  

dan Sekunder . Fungsi utama Market reaseach adalah Penelitian Pemasaran untuk

  Mengumpulkan Data Sekunder Dan Penelitian Pemasaran untuk mengumpulkan Data Primer

  • Wawancara Mendalam (in-dept interview)
  • Pengamatan (observation)
  • Pengujian Terkendali (controlled experiment

  2.2. 4 Sub Sistem Produk

  Keputusan untuk mengembangkan produk baru harus dipertimbangkan secara matang, banyak produk baru harus mengembangkan suatu prosedur formal yang memepertimbangkan faktor-faktor seperti potensi tingkat keuangan dan efesiensi penggunaan sumber daya manusia Perusahaan dapat memiliki komite produk baru (new product committee), yang melakukan fungsi seleksi dengan menggunakan model evaluasi produk baru (new product

  evaluation model) untuk menghitung nilai bagi calon produk baru 2.2. 5 Sub Sistem Tempat

  Berbagai saluran distribusi yang digunakan perusahaan untuk menyalurkan produknya ke konsumen merupakan unsur tempat dalam bauran pemasaran Produk atau material bisa mengalir melalui suatu saluran yang mencakup pemasok, perusahaan manufaktur, pedagang besar, pengecer dan konsumen Arus uang adalah kebalikannya dan saluran informasi menyediakan arus dua arah yang menghubungkan semua peserta.

  2.2. 6 Subsistem Promosi

  Jika perusahaan ingin melengkapi tenaga penjualnya dengan cara komunikasi yang fleksible, hal ini dapat dicapai dengan komputer mikro portable dan menggunakanya untuk:

  1. Menggali informasi pada database untuk menjawab pertanyaan yang diajukan konsumen

  2. Memasukan data pesanan penjualan ke dalam sistem entry pesanan

  3. Menyerahkan laporan kunjungan yang mengithisarkan tiap kunjungan pejualan, memeriksa siapa yang dihubungi, apa yang dibahas, apa tujuan penjualan selanjutnya, dsb Sistem informasi pemasaran selalu digunakan oleh bagian pemasaran dalam sebuah perusahaan untuk membesarkan produk-produk perusahaan tersebut. Sistem informasi tersebut mrupakan gabungan dari keputusan yang berkaitan dengan :

  1. Produk, Subsistem produk menyediakan informasi tentang produk-produk

  2. Tempat, Subsistem tempat menyediakan informasi mengenai jaringan distribusi perusahaan.

  3. Promosi, subsistem promosi menyediakan informasi mengenai kegiatan pengiklanan dan penjualan produk perusahaan.

  4. Harga produk, Subsistem harga yang bertugas membantu manajer membuat keputusan- keputusan yang berhubungan dengan harga produk.

  Sebagai tambahan, ada subsistem kelima yang disebut dengan subsistem campuran integrasi, yaitu subsistem yang memyngkinkan maanajer untuk mengembangkan strategi yang menggabungkan dan mempertimbangkan berbagai informasi yang diperoleh melalui keempat system diatas. Sebagai contoh, informasi yang disediakan oeh subsistem campuran integrasi adalah informasi mengenai ramalan atau perkiraan penjualan, informasi ini di dapatkan dengan mempartimbangkan interaksi antara subsistem-subsistem pemasaran campuran.

  Fungsi bagian penjualan dan pemasaran adalah: 1) Bertanggung jawab dalam menjual produk-produk atau layanan perusahaan.

  2) Mengidentifikasi pelanggan dengan pproduk atau layanan perusahaan, mengetahui apa yang mereka butuhkan,merencanakan dan mengembangkan produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 3) Menghubungi pelanggan, menjual produk dan jasa, menerima pesanan, dan menindaklanjuti penjualan. System penjualan dan pemasaran mendukung aktivitas-aktivitas tersebut. Menurut McLeod (2000),system informasi pemasaran terdiri dari beberapa subsistem antara lain:

  1. Subsistem riset pemasaran, merupakan system yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan calon ppelanggan dan calon pelanggan.

  2. Subsistem informasi pemasaran, merupakan subsistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis terhadap pesaing.

  3. Subsistem pemprosesan transaksi, merupakan subsistem berupa system informasi akuntansi.

  4. Subsistem Produk, berguna untuk membuat rencana produk baru.

  5. Subsistem tempat, berguna untuk pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yang sesuai dengan pelemparan produk yang dihasilkan.

  6. Subsistem promosi, berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yang dilakukan untuk melakukan penjualan.

  7. Subsistem harga, berfungsi sebagai pembantu dalam penetapan harga terhadap produk yang dihasilkan.

  8. Subsistem peramalan penjualan, untuk melakukan peramalan penjualan.

2.2 Komponen Sistem Informasi Pemasaran

  System informasi pemasaran mempunyai komponen yang sama dengan system informasi secara umum, yaitu komponen-komponen input, model, output, basis data, teknologi dan control. Perbedaan komponen-komponen ini antar sistem-sistem informasi lainnya adalah konteks letak dari system informasinya. Misalnya untuk Sistem Informasi Pemasaran ini, maka komponen inputnya adalah iput tentang data pemasaran dan outputnya adalah laporan-laporan berisi informasi pemasaran.

  1. Komponen Input Pemasaran Sistem informasi pemasaran mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan. Subsistem intelejen pemasaran mengumulkan informasi darii lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi pemasaran.

  2. Komponen Model Pemasaran Model digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan yang sesuai dengan kebutuhan pemakai sistemnya.

  Model merupakan cetakan yang merubah bentuk input menjadi output. Model system informasi pemasaran banyak digunakan untuk menghasilkan laporan keperluan anggaran operasi, strategi penentuan harga produk, evaluasi produk baru, pemilihan lokasi fasilitas, evaluasi penghapusan produk lama, penunjukan salesman, penentuan rute pengiriman yang paling optimal, pemilihan medeia iklan yang paling efektif dan untuk persetujuan kredit.

  3. Komponen Basis Data Pemasaran

  Data yang digunakan oleh subsistem output berasal dari data base. Beberapa data dalam database adalah unik bagi fungsi pemasaran, tetapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain.

  4. Komponen Output Pemasaran Tiap subsistem output menyediakan informasi tentang subsistem itu sebagai bagian dari bauran subsistem produk yang menyediakan informasi mengenai kegiatan periklanan perusahaan dan penjualan langsung. Subsistem harga membantu manajer untuk membuat keputusan harga.

2.3 Subsistem Sistem Informasi Pemasaran

  1. Subsistem Penellitian Pemasaran (Riset Pemasaran)

  Subsistem penelitian pemasaran merupakan system yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan calon pelanggan. Manajer pemasaran dapat menggaunakan penelitian pemasaran untuk pengumpulan segala jenis informasi tetapi sebagian kegiatan ditujukan pada pelanggan dan calon pelanggan.

  Data Primer dan Sekunder

  Data primer adalah data yang dikumpulkan perusahaan sendiri. Sedangkan data sekunder aalah data yang dikumpulkan oleh pihak lain dan digunakan oleh perusahaan untuk kepentingan perusahaan.

  2. Subsistem Intelejen Pemasaran

  Tiap arena fungsional bertanggung jawab untuk menghubungkan perusahaan dengan elemen-elemen tertentu di lingkungan pemasaran yang memiliki tanggunng jawab utama pad pelenggan dan pesaing. Seperti arena fungsional lainnya, pemasaran juga mempunyai tanggung jawab pada pemerintah dan komunitas global.

  3. Subsustem Pokok Subsistem produk berguna untuk membuat rencana produk baru.

a) Siklus hidup produk

  Tugas manajemen pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik menjadi suatu rencana pemasaran yang menyeluruh. Suatu kerangka kerja yang disebut siklus hidup mengarahkan manajer dalam membuat keputusan- keputusan seperti arti nama siklus hidup.

b) Model evaluasi produk baru

  Keputusan untuk mengembangkan produk baru harus dipertimbangkan secara matang dan dengan dasar keuangan yang baik dan dibuat oleh eksekutif. Perusahaan yang memperkenalkan banyak produk baru mengembangkan suatu prosedur formal yang mempertimbangkan factor-faktor seperti potensi tingkat keuntungan dan efisiensi penggunaan suumber daya.

  4. Subsistem Tempat

  Pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yang sesuai dengan pelemparan produk yang dihasilkan sangat menentukan tingkat penjualan produk. Untuk itu, posisi subsistem ini sangat vital dalam keberadaannya.

  5. Subsistem Promosi

  Subsistem promosi berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan.

  6. Subsistem Harga

  Subsistem harga berfungsi untuk membantu penetapan harga terhadap produk yang dihasilkan.

  a. Penentuan harga berdasarkan biaya

  Beberapa perusahaan menggunakan penentuan harga berdasarkan biaya dengan menentukan biaya–biaya meraka dan menambahkan markup yang diinginkan. Jika perusahaan memiliki SIA (Sistem Informasi Akuntansi) yang baik, tersedia data biaya yang akurat, sehingga tugas subsistem harga menjadi lebih mudah dan mendukung penentuan harga berdasarkan biaya.

  b. Penentuan harga berdasarkan permintaan

  Kebijakan harga yang kurang berhati-hati adalah penentuan harga berdasarkan permintaan yang menetapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap produk. Pada tahun 1966 profesor Philip Kotler dari Northweastern University menggunakan istilah pusat syaraf pemasaran (marketing nerve centre). Ia mengidentifikasikan tiga jenis informasi pemasaran :

  Intelejen pemasaran (marketing intelegence) informasi yang mengalir kepada perusahaan dari lingkungan. Informasi pemasaran intern (internal marketing information) informasi yang dikumpulkan dari dalam perusahaan. Komunikasi Pemasaran (marketing comunication) informasi yang mengalir keluar perusahaan.

  Model Sistem Informasi Pemasaran ( Marketing Information System

BAB 3 PROFIL PERUSAHAAN

1. PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK 1. 1 Sekilas Telkom

  PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) merupakan perusahaan penyelenggara bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainmet) yang terbesar di Indonesia. Pengabdian TELKOM berawal pada 23 Oktober 1856, tepat saat dioperasikannya layanan telekomunikasi pertama dalam bentuk pengiriman telegraf dari Batavia (Jakarta) ke Buitenzorg (Bogor). Selama itu pula TELKOM telah mengalami berbagai transformasi.

  Transformasi terakhir sekaligus yang disebut dengan NEW TELKOM Indonesia adalah transformasi dalam bisnis, transformasi infrastruktur, transformasi sistem dan model operasi dan transformasi sumber daya manusia. Transformasi tersebut resmi diluncurkan kepada pihak eksternal bersamaan dengan New Corporate Identity TELKOM pada tanggal 23 Oktober 2009, pada hari ulang tahun TELKOM yang ke 153. TELKOM juga memiliki tagline baru, The World in Your Hand.

  Sampai dengan 31 Desember 2008 jumlah pelanggan TELKOM tumbuh 37% dari tahun sebelumnya sebanyak 68,6 juta pelanggan yang terdiri dari pelanggan telepon tidak bergerak kabel sejumlah 8,6 juta, pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel sejumlah 12,7 juta pelanggan dan 65,3 juta pelanggan jasa telepon bergerak.

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

110 3486 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 890 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 802 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 524 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 675 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1172 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1065 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 669 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 946 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 1162 23