PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA: Penelitian Tindakan Kelas pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN Jenet Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur Tahun Pelajaran 2012-2

(1)

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN

HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA

(Penelitian Tindakan Kelas pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN Jenet Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur Tahun Pelajaran 2012-2013)

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Pada Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh

Muhammad Didan Alawi 0908184


(2)

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa 2013

Penerapan Metode Eksperimen

pada Pembelajaran IPA untuk

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

pada Materi Pesawat Sederhana

Oleh

Muhammad Didan Alawi

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

© Muhammad Didan Alawi 2013 Universitas Pendidikan Indonesia

Juli 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian, dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis.


(3)

(4)

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa ABSTRAK

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Peswat Sederhana (Penelitian Tindakan Kelas Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN Jenet Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur)

Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Jenet Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur tahun pelajaran 2012/ 2013 yang terdiri dari 37 siswa.

Penelitian ini bertitik tolak dari hasil pengamatan dan observasi awal selama mengajar di kelas V SD Negeri Jenet Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur. Dari hasil penelitian awal tersebut didapat bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas V sangat rendah. hal tersebut ditunjukan dengan hanya 35% atau hanya 13 orang dari 37 orang yang tuntas belajar mencapai KKM yang ditetapkan yakni 65.

Dari masalah tersebut, peneliti merasa perlu memperbaiki pembelajaran dengan menerapkan metode Eksperimen dalam pembelajaran IPA materi pesawat sederhana merumuskan sub pokok bahasan menjadi : Bagaimana perencanaan

pembelajaran IPA menggunakan Metode Eksperimen pada materi “Pesawat Sederhana” di kekas V SDN Jenet?. Bagaimana penerapan metode eksperimen

dalam pembelajaran IPA tentang materi “Pesawat sederhana di kelas V SDN

Jenet?. Apakah Penerapan metode eksperimen mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA tentang pesawat sederhana di kelas V SD?

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif analisis dengan model penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus penelitian yang meliputi empat langkah inti dalam setiap siklus nya yaitu perencaan (plan), tindakan (act), observasi (observe) dan refleksi (reflection). Serta menggunakan instrumen penelitian berupa RPP, tes, pedoman observasi, dan pedoman wawancara.

Dari hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN Jenet ialah kurang menariknya pembelajaran yang dilaksanakan sebelumnya. kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil perbanbingan antara prosentase hasil belajar siswa sebelum diterapkan metode eksperimen dan dapat disimpulkan juga bahwa penerapan metode eksperimen efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Jenet Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur.

Berikut adalah prosentase hasil belajar siswa setelah menerapkan metode observasi : siklus I 13 orang siswa 35%, Siklus II 23 orang siswa atau 62%, dan Siklus III 36 orang siswa atau 97 % siswa yang berhasil mencapai target KKM.


(5)

ABSTRACT

Application of Experimental Methods In Learning Science to Improve Student Results on Simple peswat Materials (Classroom Action Research In Science Subjects in Class V SDN Jenet Cikalongkulon Cianjur District).

The subject of the study is the fifth grade students of elementary school Jenet Cikalongkulon Cianjur District school year 2012/2013 which consisted of 37 students.

This study starts from the observation and preliminary observations during teaching in the fifth grade elementary school Jenet Cikalongkulon Cianjur District. From the results of these early studies found that student learning outcomes in science learning in class V is very low. it is shown with only 35% or only 13 people of the 37 people who thoroughly studied the reach set KKM 65.

Of these problems, researchers feel the need to improve learning by applying the method of experiment in science teaching materials to formulate a simple plane into sub subject: How science lesson plans using the method of experiment on matter "Plane Simple" in Kekas SDN Jenet?. How the application of the experimental method in science teaching on the matter "a simple aircraft in class V SDN Jenet?. Is the application of experimental methods to improve student learning outcomes in science learning about simple machines in class V SD?

In this study, the authors use descriptive research analysis with a model classroom action research (CAR), which consisted of three cycles of study which includes four core steps in each of its cycle ie planning (plan), action (act), observation (observe) and reflection (reflection). And using research tools such as lesson plans, tests, observation, and interview guides.

From these results we concluded that the factors leading to low yields Elementary fifth grade students are less interesting learning Jenet implemented previously. The conclusions derived from the results of perbanbingan between the percentage of student learning outcomes before implementation and experimental methods can also be concluded that the application of the experimental method is effective in improving student learning outcomes SDN classes Jenet Cikalongkulon Cianjur district.

Here is the percentage of student learning outcomes after applying the method of observation: first cycle 13 students 35%, Cycle II 23 students or 62%, and Cycle III 36 students or 97% of students who managed to reach the target


(6)

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa DAFTAR ISI

ABSTARK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

UCAPAN TERIMA KASIH ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GRAFIK ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 6

D. Manfaat Penelitian ... 6

E. Hipotesis Tindakan ... 8

F. Definisi Operasional ... 8

BAB II PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ... 9


(7)

1. Pengertian IPA ... 9

2. Tujuan IPA Diajarkan di Sekolah Dasar ... 11

3. Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Alam ... 12

B. Penerapan Metode Eksperimen pada Pembelajaran IPA ... 14

1. Pengertian Metode Eksperimen ... 14

2. Keunggulan Metode Eksperimen ... 15

3. Kelemahan Metode Eksperimen ... 16

4. Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menggunakan Metode Eksperimen ... 17

5. Prosedur Pengguunaan Metode Eksperimen ... 18

6. Tahapan Eksperimen ... 19

C. Hasil Belajar Siswa... 20

D. Materi Pembelajaran tentang Pesawat Sederhana ... 23

1. Pengertian Pesawat Sederhana ... 23

2. Pengungkit ... 24

E. Keraangka Berpikir Penelitian ... 26

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 27


(8)

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

F. Instrumen ... 34

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 36

A. Deskripsi Tentang Sekolah ... 36

1. Sejarah Berdirinya SD Negeri Jenet ... 36

2. Keadaan Guru SD Negeri Jenet ... 36

3. Keadaan Siswa SD Negeri Jenet ... 37

4. Keadaan Sarana dan Prasarana ... 38

5. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ... 39

B. Hasil Penelitian ... 39

1. Siklus I ... 39

2. Siklus II ... 48

3. Siklus III ... 56

C. Pembahasan ... 66

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI ... 70

A. Simpulan ... 70

B. Rekomendasi ... 71

DAFTAR PUSTAKA ... 73

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 75


(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Keadaan Guru SD Negeri Jenet ... 37

Tabel 4.2 Keadaan Siswa SD Negeri Jenet ... 38

Tabel 4.3 Keadaan Sarana dan Prasarana ... 38

Tabel 4.4 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ) ... 39

Tabel 4.5 Tanggapan Observer Terhadap Aktifitas Guru pada Siklus I ... 44

Tabel 4.6 T nggapan Observer Terhadap Aktivitas Siswa pada Siklus I ... 44

Tabel 4.7 Daftar Nilai Hasil Tes Siklus I ... 47

Tabel 4.8 Tanggapan Observer Terhadap Aktifitas Guru pada Siklus II ... 52

Tabel 4.9 T nggapan Observer Terhadap Aktivitas Siswa pada Siklus II ... 53

Tabel 4.10 Daftar Nilai Hasil Tes Siklus II ... 55

Tabel 4.11 Tanggapan Observer Terhadap Aktifitas Guru pada Siklus III ... 60

Tabel 4.12 T nggapan Observer Terhadap Aktivitas Siswa pada Siklus III ... 61

Tabel 4.13 Daftar Nilai Hasil Tes Siklus III ... 63


(10)

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa DAFTAR GRAFIK

Grafik 4.1 Perolehan Siswa pada Siklus I ... 48

Grafik 4.2 Perolehan Siswa pada Siklus II ... 56

Grafik 4.3 Perolehan Siswa pada Siklus III ... 64


(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Pengunggkit Jenis Pertama ... 25

Gambar 2.2 Pengunggkit Jenis Kedua ... 25

Gambar 2.3 Pengunggkit Jenis Ketiga ... 26


(12)

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran-lampiran ... 76

Lampiran 1 ... 76

- Perijinan ... 76

- Sk Penelitian ... 78

- Kartu Bimbingan ... 80

Lampiran 2 ( Dokumen Siklus I) ... 82

- Silabus ... 84

- Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 85

- LKS ... 90

- Tes Formatif ... 95

- Lembar Observasi ... 98

- Lembar Wawancara ... 100

- Dokumentasi ... 101

Lampiran 2 ( Dokumen Siklus II) ... 102

- Silabus ... 104

- Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 105

- LKS ... 111

- Tes Formatif ... 114

- Lembar Observasi ... 118

- Lembar Wawancara ... 120

- Dokumentasi ... 121

Lampiran 2 ( Dokumen Siklus III) ... 122

- Silabus ... 124


(13)

- LKS ... 130

- Tes Formatif ... 136

- Lembar Observasi ... 142

- Lembar Wawancara ... 145


(14)

1

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari waktu ke waktu begitu pesat, sehingga berdampak kepada jalannya proses penerapan pendidikan. Pendidikan yang dilaksanakan harus mampu mengikuti perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi tersebut. Proses menerapkan ilmu pengetahuan serta teknologi kepada peserta didik dalam pelaksanaannya diperlukan adanya suatu strategi, penggunaan pendekatan yang tepat, lingkungan belajar yang nyaman, serta penggunaan pendekatan yang relevan, serta mampu membangkitkan motivasi kepada peserta didik.

Dalam proses pendidikan selalu terjadi perubahan tingkah laku, bukan saja perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, tetapi lebih dari itu perubahan yang diharapkan meliputi prubahan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.

Seorang guru mengajarkan IPA bukan hanya mentransferkan materi yang termuat dalam teks IPA yang merupakan dimensi “produk” saja, tetapi ada yang teramat

penting yaitu dimensi “proses” yang harus dilaksanakan melalui penelitian dan

percobaan.

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam sebagai bagian dari pendidikan umumnya, memiliki peran penting dalam menghasilkan manusia yang berkualitas, mampu berpikir kritis, kreatif, logis, dan berinisiatif dalam mengembangkan daya cipta dan minat siswa secara dini pada alam.


(15)

2

Salah satu usaha yang dilakukan dalam pembelajran IPA adalah melakukan pendekatan keterampilan proses untuk membuktikan sesuatu hal yang kurang dimengerti, dipahami, dan masih menimbulkan rasa kurang percaya. Dengan pendekatan keterampilan proses peserta didik dapat mengembangkan ide dan konsep yang belum diketahui secara bersama-sama.

Pada umumnya pembelajaran IPA khususnya di SDN Jenet disajikan secara verbal melalui kegiatan ceramah dengan keterlibatan siswa secara minim dan kurang menarik minat siswa. Upaya melibatkan siswa melakukan percobaan masih kurang, mengembangkan diskusi kelompok maupun diskusi kelas juga masih kurang, sehingga pemahaman siswa terhadap suatu konsep masih rendah. Penggunaan strategi pembelajaran yang konvensional dimana guru berperan sebagai pusat ilmu pengetahuan proses pembelajaran hanya sebatas transfer of knowlegde.

Rendahnya hasil pembelajaran siswa pada materi pembelajaran pesawat sederhana dimungkinkan oleh hal-hal sebagai berikut:

1. Penggunaan strategi pembelajaran yang berpusat pada guru. 2. Keterlibatan siswa selama pembelajaran kurang aktif. 3. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar kurang


(16)

3

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dari Kriteria Ketuntasan Minimal 65 yang mencapai KKM 10 orang. Salah satu faktor yang mempengaruhi pembelajaran IPA guru lebih banyak berceramah sehingga siswa menjadi cepat bosan dan menyebabkan hasil belajar IPA rendah. Hal itu ditambah dengan pendapat siswa bahwa pelajaran IPA dianggap sulit, sehingga tidak menarik untuk belajar dan berdampak pada rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa.

Hal tersebut, diperkirakan karena kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep belajar siswa. Mereka menggangap pelajaran IPA sulit dipahami. Untuk anak-anak yang taraf berpikirnya masih pada tingkat konkret, maka semua yang diamati, diraba, dicium, dilihat, didengar, dan dikecap akan kurang berkesan kalau sesuatu itu diceritakan, karena merka belum dapat menyerap hal yang bersifat abstrak. Perlu diketahui bahwa tingkat pemahaman tiap-tiap siswa tidak sama, sehingga kecepatan siswa dalam mencerna bahan pengajaran berbeda. Berdasarkan pengamatan awal peneliti di SDN Jenet , dalam proses pembelajaran IPA kurang adanya pendekatan, media, dan metode yang tepat, sehingga cenderung guru yang aktif dan siswa pasif. Tugas utama guru adalah mengelola proses belajar dan mengajar, sehingga terjadi interaksi aktif antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa. Interaksi tersebut sudah barang tentu akan mengoptimalkan pencapaian tujuan yang dirumuskan. Usman (2000:4) menyatakan bahwa proses belajar dan mengajar adalah suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk tujuan tertentu. Senadan dengan Usman, Suryosubroto (1997:19) mengatakan bahwa proses belajar dan mengajar meliputi kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan


(17)

4

kegiatan sampai evaluasi dan program tindak lanjut yang berlangsung dalam suatu edukatif untuk mencapai tujuan tertentu yakni pengajaran. Mengacu dari kedua pendapat tersebut, maka proses belajar mengajar yang aktif ditandai dengan adanya keterlibatan siswa secara komperhensif, baik fisik, mental, maupun emosionalnya. Pelajaran IPA misalnya diperlukan kemampuan guru dalam mengelola proses belajar dan mengajar sehingga keterlibatan siswa dapat optimal, yang pada akhirnya berdampak perolehan hasil belajar. Hal tersebut, sangat penting karena dalam kehidupan sehari-hari, siswa tidak akan pernah lepas dengan dunia IPA, yang dekat dengan aktifitas kehidupan mereka.

Salah satau hasil penelitian yang dilakukan oleh Senior Secondary Education Project 2006 memperlihatkan bahwa dalam proses belajar dan mengajar, guru berperan dominan dan informasi hanya berjalan satu arah dari guru ke siswa, sehingga siswa sangat pasif. Untuk itu dalam pembelajaran diperlukan metode yang sesuai dengan tingak perkembangan siswa. Dengan demikian pemilihan metode yang tepat dan efektif sangat diperlukan. Sebagaimana pendapat Sudjana (1987:76), bahwa peranan metode mengajar sebagai alat untuk menciptakan proses belajar dan mengajar.

Dalam metode eksperimen, guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental, serta emosional siswa. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih


(18)

5

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif.

Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar siswa untuk belajar konsep fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan fisika. Siswa belajar secara aktif dengan mengikuti tahap-tahap pembelajarannya. Dengan demikian, siswa akan menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran IPA yang membawa siswa belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan. Siswa akan lebig bebas dalam menemukan berbagai pengalaman baru dalam belajarnya, sehingga diharapkan dapat tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa.

Dalam kegiatan belajar siswa, guru berperan sebagi penggerak atau pembimbing, sedangkan siswa berperan sebagai penerima atau dibimbing (Bobby dan Herrnacki, 2001:14). Proses interaksi ini akan berjalan baik apabila siswa banyak aktif dibandingkan guru. Sehubungan dengan hal tersebut dalam kesempatan ini akan dicobakan Metode Eksperimen untuk pembelajaran IPA kelas V di SDN Jenet Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : “Bagaimana penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pesawat sederhana?”


(19)

6

1. Bagaimana perencanaan pembelajaran IPA menggunakan penerapan Metode Eksperimen pada materi “Pesawat Sederhana” di kelas V SDN Jenet?

2. Bagaimana pelaksanaan Pembelajaran IPA dengan menerapkan metode

eksperimen tentang materi “Pesawat sederhana di kelas V SDN Jenet?

3. Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa kelas di kelas V setelah mengikuti pembelajaran IPA materi Pesawat Sederhana melalui penerapan metode eksperimen ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan, yaitu ;

1. Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran IPA menggunakan penerapan Metode Eksperimen pada materi “Pesawat Sederhana” di kekas V SDN Jenet?

2. Mendeskripsikan pelaksanaan Pembelajaran IPA dengan menggunakan penerapan metode eksperimen tentang materi “Pesawat sederhana di kelas V SDN Jenet?


(20)

7

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan pembelajaran IPA di sekolah dasar pada umumnya dan pada pembelajran “pesawat sederhana” khususnya. Manfaat penelitian ini diantaranya adalah:

1. Manfaat penelitian bagi Siswa :

a. Menumbuhkan dan meningkatkan prestasi belajar.

b. Mendorong aktivitas siswa untuk terlibat secara fisik, mental dan emosional dalam pembelajaran.

c. Menumbuhkan keberanian bertanya dan mengeluarkan pendapat. 2. Manfaat penelitian bagi Guru :

a. Sebagai wahana bagi guru untuk meningkatkan kesadaran dalam memperbaiki kualitas pembelajaran.

b. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengaktifkan siswa.

c. Meningkatkan kualitas profesionalisme guru dalam pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.

3. Manfaat penelitian bagi Sekolah :

a. Dapat dipergunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian sejenis sesuai konteks dalam penelitian ini.

b. Dapat meningkatkan kualitas sekolah. 4. Manfaat penelitian bagi Peneliti :

a. Meningkatkan pemahaman dan pengalaman guru dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas.

b. Meningkatkan kemampuan dalam menganalisa permasalahan yang timbul dalam kelas yang dibimbingnya.


(21)

8

c. Mengakomodasi berbagai permasalahan yang terjadi dalam kelas yang dibimbingnya sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.

E. Hipotesis Tindakan

Terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan metode eksperimen dapat memudahkan hasil belajar siswa pada Pembelajaran IPA pada materi Pesawat Sederhana.

F. Definisi Operasional

Untuk menghindari penafsiran yang berbeda terhadap definisi yang disajikan dalam judul penelitian, maka penulis perlu mengklarifikasikan konsep dari variabel- variabel yang ada sebagai berikut :

1. Metode Eksperimen adalah metode belajar mengajar yang sesuai untuk pembelajaran sains dimana siswa diberi kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir dan kreativitas secara optimal. Hal itu terjadi karena siswa diberi kesempatan untuk melakukan percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya dan menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan


(22)

9

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa adalah bidang studi yang mempelajari dan menelaah serta menganalisa masalah sosial di masyarakat ditinjau dari berbagai aspek kehidupan secara terpadu.

3. Hasil belajar adalah suatu akibat dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukuran yaitu berupa tes yang disusun secara terencana, baik tes tertulis, tes lisan maupun tes perbuatan.

4. Pesawat sederhana adalah alat yang dapat membantu dan meringankan pekerjaan manusia. Pesawat sederhana meliputi tuas/ pengungkit, bidang miring, katrol, roda berporos.


(23)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penggunaan PTK ini diharapkan dapat mengembangkan profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan IPA di SD, serta mampu menjalin kemitraan antara peneliti dengan guru SD dalam memecahkan masalah aktual pembelajaran IPA di lapangan. Penelitian ini pada situasi kelas yang lazim disebut Classroom Action Research. Penelitian tindakan kelas ini merupakan penelitian reflektif yang dilakuan oleh guru sendiri. Penelitian ini berupa tindakan-tindakan yang direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi (Suyanto, 1997:3).

Sedangkan model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis dan MC Taggrat dengan pertimbangan model penelitian ini adalah model yang mudah dipahami dan sesuai dengan rencana kegiatan yang akan dilakukan peneliti yaitu siklus tindakan. Adapun alur tahapan atau fase pada setiap siklus sebagai berikut:

1. Perencanaan (Plan) 2. Pelaksanaan (Action) 3. Observasi (Observe)


(24)

28

Muhammad Didan Alawi, 2013

kualitas pengajaran yang lebih bermutu. Manfaat diadakannya penelitian tindakan kelas ini adalah inofasi pembelajaran, pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas, peningkatan profesionalisme guru (Suyanto: 1997:9). Menurut Borg (Suyanto: 1997:8) tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah pengembangan keterampilan guru berdasarkan persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi guru di kelasnya sendiri. Adapun menurut Kasbolah (1999:32) tujuan akhir dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kualitas praktek pembelajaran di sekolah, relevansi pendidikan dan efisiensi pendidikan.

B. Langkah-Langkah Penelitian

Langkah-langkah penelitian ini menggunakan model siklus. Model siklus yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan (silkus spiral). Silkus spiral ini mempunyai arti pada setiap tindakan dihadapkan semakin meningkat pencapaian hasilnya. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan melalui beberapa siklus sebagai upaya untuk menelaah secara menyeluruh masalah yang terjadi fokus penelitian. Peneliti juga menganalisa dari hasil obeservasi pada setiap siklus dan merefleksikan permasalahn demi permasalahan untuk dijadikan acuan dalam melakukan perbaikan pada siklus berikutnya. Model siklus yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk spiral seperti yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart (Kasbolah, 1998:13) yang terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan (plan), pelaksaaan/tindakan (act), pengawasan (observe), dan refleksi.


(25)

29

Pelaksanaan

Perencanaan

Refleksi

Observasi

Siklus 1

Perencanaan

Observasi

Refleksi

Siklus 2

Pelaksanaan

Perencanaan

Pelaksanaan

Refleksi

Observasi

Siklus 3


(26)

30

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 1. Perencanaan

Pada tahap ini dilakukan pemantaun keadan siswa yang akan diteliti dan mempersiapkan semua instrumen. Pada penelitian tindakan kelas ini, digunakan instrumen yaitu:

a. Studi pendahuluan: orentasi, identifikasi masalh, analisis masalah, dan penyusunan proposal penelitian.

b. Penyerahan dan penanda tanganan proposal kepada dewan skripsi untuk mendapatkan persetujuan melaksanakan penelitian.

c. Pengajuan SK pembimbing dan SK penelitian dari fakultas, setelah itu di lapangan menetapkan peneliti mitra (observer), membangun kesepahaman antara peneliti dengan observer tentang konsep dan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas, topik yang diangkat dalam proses pembelajaran, serta penentuan waktu pelaksanaan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas.

d. Rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan tindakan yang akan dilakukan

e. Bahan ajar yang akan disampaikan f. Media ajar yang akan dipergunakan g. Lembar observasi guru dan siswa h. Wawancara dengan siswa i. Angket siswa.

j. Mempersiapkan alat evaluasi yang memadai sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan (Tes Formatif)


(27)

31

2. Pelaksanaan Tindakan

Penelitian dipusatkan pada serangkaian pembelajaran yang dipilih ke dalam tiga siklus tindakan. Pada setiap siklus tindakan diobservasi, dievaluasi dan direfleksi data-data atau temuan yang berhubungan dengan kinerja guru dalam menggunakan metode eksperimen, dan kinerja siswa mengikuti pembelajaran meliputi:

a. Menyamakan persepsi antara peneliti dengan teman sejawat tentang konsep dan tujuan perbaikan pembelajaran yaitu bagaimana upaya guru untuk meningkatkan pemahaman sebuah cerita secara utuh melalui penggunaan Metode Eksperimen .

b. Secara kolaboratif menyusun rencana tindakan pembelajaran .

c. Guru mempersiapkan sumber /sarana pembelajara pendukung kegiatan percobaan pada setiap siklus dengan kegiatan KBM berupa tugas untuk membawa beberapa contoh peralatan yang termasuk jenis pengungkit, buku pelengkap.

d. Menyusun alat observasi berupa lembar observasi terstruktur e. Menyusun skenario pembelajaran.

3. Observasi


(28)

Aspek-32

Muhammad Didan Alawi, 2013

4. Refleksi

Hasil yang didapat dalam tahap observasi dikumpulkan serta dianalisis sehingga diperoleh hasil refleksi kegiatan yang telah dilakukan. Untuk memperkuat hasil refleksi kegiatan yang telah dilakukan digunakan data yang berasal dari data observasi. Hasil analisis data yang dilaksanakan dalam tahap ini digunakan sebagai acuan untuk merencanakan siklus berikutnya.

C. Setting Penelitian 1. Lokasi

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bangunan sekolah menghadap timur dan barat, memiliki halaman yang cukup luas. Gedung yang dimiliki SD Negeri Jenet enam ruang kelas, satu ruang kantor guru yang jadi satu dengan ruang UKS, dua ruang WC, satu ruang kepala sekolah, satu gedung penjaga sekolah, satu gedung perpustakaan. Tahun berdiri 1981. Mengalami renovasi terakhir 2010 yang menggunakan dana APBD.

2. Kelas

Kelas yang dijadikan penelitian ini adalah kelas V yang berjumlah 37 orang yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 18 orang perempuan.

3. Waktu

Keseluruhan dalam melaksanakan kegiatan penelitian ini terbagi menjadi tiga siklus. Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2013 pada jam


(29)

33

kedua, siklus kedua pada tanggal 15 Mei 2013 pada jam pertama dan siklus ketiga pada tanggal 18 Mei 2013 pada jam kedua.

D. Subjek Penelitian

Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam pembelajaran IPA di kelas V Sekolah Dasar Negeri Jenet Pusat Pembinaan TK/SD Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, semester Genap tahun 2012. Jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian sebanyak 37 orang terdiri dari 19 orang siswa laki-laki dan 18 orang siswa perempuan yang dicantumkan dengan nama insialnya saja supaya kerahasiaan tetap terjaga.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menelaah semua data yang diperoleh melalui hasil tes, angket, lembar observasi, dan catatan lapangan. Data yang diperoleh pada setiap tindakan menggunakan prinsip triangulasi yaitu sebagai berikut:

1. Data penilaian sebagai sumber.

2. Melakukan studi kasus dari fakta berdasarkan masing-masing sumber data. 3. Melihat hubungan dari fakta yang satu dan yang lain.

Beberapa langkah yang harus ditempuh dalam menganalisa data dengan menggunakan prinsip triangulasi adalah sebagai berikut :


(30)

34

Muhammad Didan Alawi, 2013

3. Mentabulasi data, untuk mengetahui frekwensi masing-masing alternatif jawaban yang satu dengan yang lainnya, mempermudah dalam membaca data.

4. Menafsir data, digunakan rumus sebagai berikut: P= (f/n) x 100% P= Persentase jawaban

f= Frekwensi jawaban

n= Banyak respon

F. Instrumen

Untuk pengumpulan data proses dalam tindakan, pengaruh pelaksanaan tindakan dan mengetahui hasil setelah pelaksanaan tindakan di gunakan catatan yang dikembangkan dalam beberapa instrumen sebagai berikut:

1. RPP, dilakukan guru dalam merencanakan menentukan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sebelum pelaksanaan penelitian atau pembelajaran.

2. Tes, yang dilakukan dalam penelitian ini ada dua yaitu tes tertulis dan tes unjuk kerja. Tes tertulis bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa mengenai pesawat sederhana berupa soal-soal yang harus dijawab. Tes yang kedua yaitu tes unjuk kerja yang bertujuan untuk mengatahui kemampuan siswa dalam memahami pesawat sederhana yaitu berupa pedoman penilaian unjuk kerja.

3. Pedoman Observasi, yang dilakukan peneliti, untuk mengamati seluruh kegiatan yang berlangsung baik dari kinerja guru maupun aktivitas siswa, mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran IPA


(31)

35

tentang pesawat sederhana. Tujuan tindakan observasi adalah untuk memperoleh data perilaku siswa sehingga didapatkan hasil perubahan perilaku siswa dalam memperbaiki pembelajaran (format observasi terlampir).

4. Pedoman wawancara, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Yang diwawancarai oleh peneliti adalah guru dan siswa. Pedoman wawancara ini bisa mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan. Tujuan diadakannya wawancara adalah untuk memperoleh data verbal atau konfirmasi dari siswa dan guru mengenai penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi “Pesawat Sederhana” di kelas V SD Negeri Jenet.


(32)

70

Muhammad Didan Alawi, 2013

BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran IPA dengan Menerapkan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan hasil Belajar Siswa di Kelas V SDN Jenet, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur dilaksanakan melalui tiga siklus dalam tiga tindakan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disusun sedemikian rupa berdasarkan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, dan Tujuan Pembelajaran yang mencakup dan disesuaikan dengan materi Pesawat Sederhana yang dikembangkan dengan metode eksperimen.

2. Pelaksanaan penelitian ini yakni peserta didik dibimbing, diarahkan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena tentang materi atau sub pokok bahasan yaitu pesawat sederhana dan peserta didik tersebut diarahkan untuk mencari informasi tentang materi terkait IPA yakni jenis-jenis pengungkit.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas V SDN Jenet pada pembelajaran IPA materi Pesawat Sederhana melalui metode eksperimen, siswa begitu antusias terhadap cara


(33)

71

pembelajaran yang disajikan pada pelaksanaan pembelajaran dan dapat dikatakan mendukung pada proses tersebut. Semua siswa berperan aktif dalam menyimak pembelajaran yang disampaikan. 3. Pada BAB IV diuraikan dalam grafik ketuntasan tiap siklus terlihat

peningkatan yang signifikan dari siklus I, siswa yang dikatakan tuntas belajar hanya 13 orang dan pada siklus III meningkat sampai dengan 36 orang yang berhasil tuntas setelah melaksanakan tes evaluasi. Jadi dari data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan metode eksperimen pada pembelajaran IPA materi Pesawat Sederhana dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar.

B. Rekomendasi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap upaya peningkatan pembelajaran baik pada mata pelajaran IPA maupun mata pelajaran lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penulis selaku peneliti sekaligus guru di sekolah yang menjadi subyek penelitian merekomendasikan:


(34)

72

Muhammad Didan Alawi, 2013

penunjang dan pelengkap pembelajaran, supaya pembelajaran dapat terarah dan terkontrol dengan baik.

2. Untuk Guru:

Guru harus dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode pembelajaran yang digunakan. Mungkin bagi guru kelas V yang ingin mencoba menerapkan penggunaan metode eksperimen pada materi pesawat sederhana di kelas V tidak ada salahnya digunakan, hanya mungkin dalam pelaksanaannya membutuhkan tenaga yang cukup banyak agar dapat mengoptimalkan penggunaan metode ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

3. Untuk Siswa:

Dalam kegitan pembelajaran hendaknya siswa untuk mampu mengungkapkan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa akan mampu mengkontruksikan pengalamannya ke dalam konsep pelajaran yang sedang dipelajarinya.

4. Untuk Peneliti:

Dalam Penelitian Tindakan Kelas dapat meningkatkan pemahaman dan pengalaman dan kemampuan dalam menganalisa permasalahan yang timbul dalam kelas yang dibimbingnya dan mengakomodasi berbagai permasalahan yang terjadi dalam kelas yang dibimbingnya sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.


(35)

DAFTAR PUSTAKA

Abimanyu, Soli, dkk (2010) Strategi Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Aunurrahman, dkk (2010) Penelitian Pendidikan SD. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan nasional.

B. Suryosubroto. (1997). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Bobby dan Mike Hernacki. 1999. Quantum Learning:Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.

Darmodjo, H dan Kaligis. J.R. (1992). Pendidikan IPA II. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Depdiknas, (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Kerangka Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum.

Depdiknas, (2006). KTSP: Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Kurikulum.

Kasbolah, K. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.

Makmun, Abin Syamsuddin. (1986). Efektivitas Proses Belajar Mengajar Dengan Menggunakan Tiga Model Strategi Pendekatan Manajemen Sistem Instruksional Dan Mengidahkan Tiga Kategori Belajar Siswa. Bandung : FPS-IKIP Bandung.

Nabisi Lapono, dkk (2010) Belajar Dan Pembelajaran SD. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Nana Sudjana. (1987). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.


(36)

74

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Purwanto, M. (1986). Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung

: Remaja Rosdakarya.

Ruhiana, Wiwi (2011). Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pesawat Sederhana: Tidak Diterbitkan.

Rukiah, Hj (2011). Penerapan Metode Observasi pada Pembelajarab IPS Materi Jenis-Jenis Koperasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar: Tidak Diterbitkan.

Slamet,Adeng, dkk (2009) Praktikum IPA. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan nasional.

S. Rositawati – Aris muharam (2008), Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Kelas V Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Jakarta: Pusat Pembukuan Pendidikan Nasional.

Sudjana, nana (1989), Cara Belajar Siswa Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Ideal.

Suyanto. ( 1997 ). Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Depdikbud.

Roestiyah. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta

Sumantri, Mulyani, dkk (1999), Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbub Syaiful Bahri Djamarah,(1995). Strategi Belajar Mengajar. Banjarmasin: Rineka

Cipta.

Usman, Moh. Uzer. (1992). Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya.


(1)

35

tentang pesawat sederhana. Tujuan tindakan observasi adalah untuk memperoleh data perilaku siswa sehingga didapatkan hasil perubahan perilaku siswa dalam memperbaiki pembelajaran (format observasi terlampir).

4. Pedoman wawancara, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Yang diwawancarai oleh peneliti adalah guru dan siswa. Pedoman wawancara ini bisa mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan. Tujuan diadakannya wawancara adalah untuk memperoleh data verbal atau konfirmasi dari siswa dan guru mengenai penyebab kesulitan siswa dalam memahami materi “Pesawat Sederhana” di kelas V SD Negeri Jenet.


(2)

70

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pesawat Sederhana

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran IPA dengan Menerapkan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan hasil Belajar Siswa di Kelas V SDN Jenet, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur dilaksanakan melalui tiga siklus dalam tiga tindakan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disusun sedemikian rupa berdasarkan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, dan Tujuan Pembelajaran yang mencakup dan disesuaikan dengan materi Pesawat Sederhana yang dikembangkan dengan metode eksperimen.

2. Pelaksanaan penelitian ini yakni peserta didik dibimbing, diarahkan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena tentang materi atau sub pokok bahasan yaitu pesawat sederhana dan peserta didik tersebut diarahkan untuk mencari informasi tentang materi terkait IPA yakni jenis-jenis pengungkit.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas V SDN Jenet pada pembelajaran IPA materi Pesawat Sederhana melalui metode eksperimen, siswa begitu antusias terhadap cara


(3)

71

pembelajaran yang disajikan pada pelaksanaan pembelajaran dan dapat dikatakan mendukung pada proses tersebut. Semua siswa berperan aktif dalam menyimak pembelajaran yang disampaikan. 3. Pada BAB IV diuraikan dalam grafik ketuntasan tiap siklus terlihat

peningkatan yang signifikan dari siklus I, siswa yang dikatakan tuntas belajar hanya 13 orang dan pada siklus III meningkat sampai dengan 36 orang yang berhasil tuntas setelah melaksanakan tes evaluasi. Jadi dari data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan metode eksperimen pada pembelajaran IPA materi Pesawat Sederhana dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar.

B. Rekomendasi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap upaya peningkatan pembelajaran baik pada mata pelajaran IPA maupun mata pelajaran lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penulis selaku peneliti sekaligus guru di sekolah yang menjadi subyek penelitian merekomendasikan:

1. Untuk Sekolah

Hendaknya mengetahui metode apa saja yang sering di terapkan para guru dalam proses pembelajaran karena metode eksperimen merupakan


(4)

72

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pesawat Sederhana

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

penunjang dan pelengkap pembelajaran, supaya pembelajaran dapat terarah dan terkontrol dengan baik.

2. Untuk Guru:

Guru harus dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode pembelajaran yang digunakan. Mungkin bagi guru kelas V yang ingin mencoba menerapkan penggunaan metode eksperimen pada materi pesawat sederhana di kelas V tidak ada salahnya digunakan, hanya mungkin dalam pelaksanaannya membutuhkan tenaga yang cukup banyak agar dapat mengoptimalkan penggunaan metode ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

3. Untuk Siswa:

Dalam kegitan pembelajaran hendaknya siswa untuk mampu mengungkapkan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa akan mampu mengkontruksikan pengalamannya ke dalam konsep pelajaran yang sedang dipelajarinya.

4. Untuk Peneliti:

Dalam Penelitian Tindakan Kelas dapat meningkatkan pemahaman dan pengalaman dan kemampuan dalam menganalisa permasalahan yang timbul dalam kelas yang dibimbingnya dan mengakomodasi berbagai permasalahan yang terjadi dalam kelas yang dibimbingnya sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.


(5)

73

Muhammad Didan Alawi, 2013

DAFTAR PUSTAKA

Abimanyu, Soli, dkk (2010) Strategi Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Aunurrahman, dkk (2010) Penelitian Pendidikan SD. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan nasional.

B. Suryosubroto. (1997). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Bobby dan Mike Hernacki. 1999. Quantum Learning:Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.

Darmodjo, H dan Kaligis. J.R. (1992). Pendidikan IPA II. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Depdiknas, (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Kerangka Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum.

Depdiknas, (2006). KTSP: Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Kurikulum.

Kasbolah, K. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.

Makmun, Abin Syamsuddin. (1986). Efektivitas Proses Belajar Mengajar Dengan Menggunakan Tiga Model Strategi Pendekatan Manajemen Sistem Instruksional Dan Mengidahkan Tiga Kategori Belajar Siswa. Bandung : FPS-IKIP Bandung.

Nabisi Lapono, dkk (2010) Belajar Dan Pembelajaran SD. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Nana Sudjana. (1987). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Nasution S. (1986), Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bina Aksara.

Prayekti (1997). Pembelajaran Tentang Konsep Pesawat Sederhana Di SD Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep, Sikap Dan Kreativitas Siswa SD. Tesis IPA Program Pasca Sarjana UPI, Bandung: Tidak Diterbitkan


(6)

74

Muhammad Didan Alawi, 2013

Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pesawat Sederhana

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Purwanto, M. (1986). Prinsip-Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Ruhiana, Wiwi (2011). Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pesawat Sederhana: Tidak Diterbitkan.

Rukiah, Hj (2011). Penerapan Metode Observasi pada Pembelajarab IPS Materi Jenis-Jenis Koperasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar: Tidak Diterbitkan.

Slamet,Adeng, dkk (2009) Praktikum IPA. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan nasional.

S. Rositawati – Aris muharam (2008), Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Kelas V Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Jakarta: Pusat Pembukuan Pendidikan Nasional.

Sudjana, nana (1989), Cara Belajar Siswa Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Ideal.

Suyanto. ( 1997 ). Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Depdikbud.

Roestiyah. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta

Sumantri, Mulyani, dkk (1999), Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbub Syaiful Bahri Djamarah,(1995). Strategi Belajar Mengajar. Banjarmasin: Rineka

Cipta.

Usman, Moh. Uzer. (1992). Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya.


Dokumen yang terkait

PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA PADA SISWA Penerapan Metode Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ipa Pada Siswa Kelas V Sdn 3 Gabus Kabupaten Grobogan Tahun Aja

0 1 13

PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA PADA SISWA Penerapan Metode Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ipa Pada Siswa Kelas V Sdn 3 Gabus Kabupaten Grobogan Tahun Aj

0 0 19

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN CARD SORT DAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI PESAWAT SEDERHANA (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas V SDN Binaharapan 3 Kota Bandung Tahun Pelajaran 2013-2014).

0 2 34

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG SIFAT-SIFAT CAHAYA DENGAN METODE DEMONSTRASI DI SDN CIKALONGKULON IV CIANJUR : Penelitian Tindakan kelas Pada Siswa Kelas V SDN Cikalongkulon IV Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur.

0 0 41

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA TENTANG KONSEP PESAWAT SEDERHANA : Penelitian Tindakan Kelas di SDN 2 Cibungur Kelas V Semester II Tahun Pelajaran 2012/2013 Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Bar

0 1 35

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA TENTANG KONSEP PESAWAT SEDERHANA: Penelitian Tindakan Kelas di SDN 2 CibungurKelas V Semester II Tahun Pelajaran 2012/2013 Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat

0 0 44

PENERAPAN METODE PROYEK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPA MATERI PESAWAT SEDERHANA : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V Sekolah Dasar Negeri Cimacan 2 Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur Tahun Pelajaran 2012/2013.

0 1 50

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG MATERI PERUBAHAN BENDA SISWA KELAS V SDN CILANGLA : Penelitian Tindakan Kelas pada siswa Kelas V SDN Cilangla Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi.

0 0 34

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPA TENTANG KONSEP SIFAT-SIFAT BENDA DI KELAS IV SD : Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV SDN Cidomba Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur.

0 0 29

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V TAHUN PELAJARAN 20122013 Erha Guru SDN 012 Lebuh Lurus Kecamatan Inuman erha372gmail.com ABSTRAK - PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL B

0 2 12