SISTEM INFORMASI GEREJA GBI THE NEW CHURCH SIDOARJO MENGGUNAKAN CODEIGNITER.

(1)

SKRIPSI

Oleh :

IGNATIUS OSWALD NAINGGOLAN

NPM. 0735010078

PROGRAM STUDI SISTEM INFROMASI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ” VETERAN ” JATIM SURABAYA


(2)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan

Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Program Studi Sistem Informasi

Disusun Oleh :

IGNATIUS OSWALD NAINGGOLAN NPM. 0735010078

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

JAWA TIMUR

SURABAYA

2012


(3)

SISTEM INFORMASI GEREJA GBI THE NEW CHURCH

SIDOARJO MENGGUNAKAN CODEIGNITER

Disusun Oleh :

IGNATIUS OSWALD NAIGGOLAN NPM. 0735010078

Telah disetujui untuk mengikuti Ujian Negara Lisan Gelombang V Tahun Akademik 2011/2012

Pembimbing,

DR. Ronny, SKom, MKom, MH

NIDN. 0930097101

Mengetahui

Ketua Program Studi Sistem Informasi UPN “Veteran” Jawa Timur

Nur Cahyo Wibowo, S.Kom, M.Kom NPT : 279 030 440 197


(4)

SIDOARJO MENGGUNAKAN CODEIGNITER

Disusun Oleh :

IGNATIUS OSWALD NAINGGOLAN NPM : 0735010078

Telah dipertahankan dihadapan dan diterima oleh Tim Penguji Skripsi Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Pada tanggal 13 April 2012

PEMBIMBING : 1.

DR. Ronny, SKom, MKom, MH NIDN. 0930097101

TIM PENGUJI : 1.

Nur Cahyo Wibowo, SKom, MKom NPT. 279 030 440 197

2.

Moh. Irwan Afandi, ST, MSc NPT. 276 070 740 220 3.

Intan Yuniar P. SKom, MSc NPT. 3 8006 04 019801 Mengetahui

Dekan Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Surabaya

Ir. Sutiyono, MT


(5)

ii

kehidupan dan kekuatan untuk penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir dengan judul:

SISTEM INFORMASI GEREJA GBI THE NEW CHURCH SIDOARJO BERBASIS WEB MENGGUNAKAN CODEIGNITER

Tugas akhir ini terwujud karena bantuan dan dukungan dari berbagai pihak yang telah meluangkan waktu, jiwa, dan pikirannya bagi penulis untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Tugas akhir ini penulis dedikasikan kepada kedua orangtua penulis yang terkasih, yaitu Bapak Busmin Nainggolan dan Ibu Tiakdur Sianturi, S.Pd yang telah sabar dan mencurahkan segala kasih sayangnya kepada penulis, serta dukungan material dan spiritual selama masa studi. Pada kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak di bawah ini, yaitu:

• Bapak Dr. Ronny, S.Kom, M.Kom, MH selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama proses penyusunan skripsi ini.

• Bapak Nur Cahyo Wibowo, SKom, MKom selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi yang selalu memberikan dukungan kepada penulis.

• Seluruh dosen pengajar yang selama ini memberikan bimbingan dan pengarahan dalam proses akademik selama ini.


(6)

iii

• Terimakasih untuk Bapak Gembala gereja GBI The New Church. Bapak Pdt. Petrus Soebyantoro atas dukungna doanya dan juga nasehat yang telah diberikan kepada penulis. Serta tim pelayanan gereja GBI The New Church. Terimakasih untuk doanya dan kerjasamanya.

• Kalian yang telah membuat saya bisa bertahan dan semangat menuntut ilmu di UPN : Ade Perdhana Aprianto H.L, Dhiparendra P.A, Edi Saktia, Dany Safrian Syah, Abdur Rohman, Awaluddin Rizal, Diah Putri S, Rinta Samsul Arifin, Risky Agus, Rigtianto, Yenni Zaqiyah, Suheil, Muchsin, Dhean Rizky, Ahmad Herianto, Riduk, Indra Yahya, Rosida, Nikma, Dwi Hastuti, Dwi Prayoga, Amirul, Rama, Avid, Andre, Firmansyah, Fitriansyah, Fadli, Praba Dimas, Aprangga, Ari Setiawan, dan seluruh mahasiswa Sistem Informasi Angkatan 2007.

Special thanks to: Ferdind, Ricky Fristianto, S.Kom, Fista Rizky dan

Sofia Rizani, thanks for your support, for the help, thanks for the our friendship and for everything we’ve been through. God bless you guys. Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masih banya terdapat kekurangan. Karena itu penulis menerima segala kritik dan saran demi kesempurnaan penulisan skripsi ini.

Surabaya, Juni 2012


(7)

viii

Gambar 2.1. Konsep Dasar Sistem ... 8

Gambar 2.2. Karakteristik Sistem ... 12

Gambar 2.3. Konsep Dasar Informasi ... 16

Gambar 2.4. Siklus Informasi ... 17

Gambar 2.5. Komponen Kualitas Informasi ... 18

Gambar 2.6. Perbedaan Notasi ERD dengan Power Designer ... 29

Gambar 3.1. Diagram Jenjang ... 34

Gambar 3.2. Data flow diagram context ... 37

Gambar 3.3. Data Flow Diagram Level 1 ... 38

Gambar 3.4. Data Flow Diagram Level 2 Absensi ... 39

Gambar 3.5. Data Flow Diagram Level 2 Jadwal ... 40

Gambar 3.6. Conceptual Data Model Aplikasi Web ... 42

Gambar 3.7. Pysical Data Model Aplikasi Web ... 43

Gambar 3.8. Design interface ... 48

Gambar 3.9. Design interface Halaman Admin ... 49

Gambar 4.1. Tampilan Halaman utama ... 52

Gambar 4.2. Tampilan Halaman Jadwal ... 52

Gambar 4.3. Tampilan Halaman Pengumuman ... 53

Gambar 4.4. Tampilan Halaman Agenda ... 54

Gambar 4.5. Tampilan Halaman Renungan ... 54


(8)

ix

Gambar 4.10. Tampilan kategori jadwal ... 58

Gambar 4.11. Tampilan untuk menambah kategori jadwal ... 58

Gambar 4.12. Tampilan Halaman Pengumuman ... 59

Gambar 4.13. Tampilan untuk menambahkan pengumuman ... 59

Gambar 4.14. Tampilan Halaman Agenda ... 60

Gambar 4.15. Tampilan untuk menambahkan agenda ... 60

Gambar 4.16. Tampilan Halaman upload ... 61

Gambar 4.17. Tampilan Halaman Pendeta ... 62

Gambar 4.18. Tampilan halaman absensi ... 62

Gambar 4.19. Tampilan halaman pengumuman ... 63

Gambar 5.1. Tampilan FormLogin ... 65

Gambar 5.2. Halaman Admin ... 66

Gambar 5.3. Halaman tambah jadwal ... 67

Gambar 5.4. Halaman jadwal setelah melakukan inputan ... 67

Gambar 5.5. Halaman Pengumuman ... 68

Gambar 5.6. Halaman Pengumuman ... 68

Gambar 5.7. Halaman untuk menambah agenda ... 69


(9)

iii

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI... iii

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 2

1.3. Batasan Masalah... 3

1.4. Tujuan Penelitian ... 3

1.5. Manfaat Penelitian ... 4

1.6. Metodologi Penelitian ... 4

1.7. Sistematika Penulisan ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7

2.1. Sejarah Gereja Bethel Indonesia ... 7

2.2. Visi dan Misi Gereja GBI The New Church ... 8

2.3. Kegiatan Gereja GBI The New Church ... 8

2.4. Struktur Organisasi Gereja GBI The New Church ... 11

2.5. Konsep Dasar Sistem ... 12

2.5.1. Karakteristik Sistem ... 13

2.5.2. Klasifikasi Sistem ... 17


(10)

iv

2.8.2. Kelebihan PHP Dari Bahasa Pemrograman Lain ... 26

2.8.3. Code Igniter ... 27

2.8.4. Pengertian Framework... 28

2.8.5. Langkah-langkah Membuat website menggunakan CodeIngiter ... 32

2.9. MySQL ... 35

2.10. Xampp ... 35

2.11. Power Designer ... 37

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM ... 38

3.1. Pengumpulan Materi ... 38

3.2. Analisa Permasalahan ... 38

3.3. Analisa Kebutuhan ... 39

3.3.1. Identifikasi User ... 39

3.4. Analisa Sistem ... 40

3.4.1. Perancangan Sistem ... 41

3.4.2. Diagram Jenjang ... 41

3.4.3. Desain Sistem DFD (Data Flow Diagaram) ... 42

3.4.3.1. Context Diagram ... 42

3.4.3.2. DFD Level 1 ... 44

3.4.3.3. DFD Level 2 ... 46

3.4.3.4. DFD Level 2 Absensi ... 46


(11)

v

3.5.3. PDM (Pysical Data Model) ... 50

3.5.4 Daftar Tabel ... 51

3.6. Perancangan Interface (Perancangan Antarmuka) ... 56

3.6.1. Perancangan Antarmuka Beranda ... 57

3.6.2. Perancangan Antarmuka Halaman Admin ... 57

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM ... 59

4.1. Kebutuhan Sistem ... 59

4.2. Implementasi ... 60

4.2.1. Halaman Utama ... 60

4.2.2. Halaman Jadwal ... 61

4.2.3. Halaman Kegiatan ... 61

4.2.4 Halaman Renungan ... 62

4.2.5. Halaman Tentang Kami ... 63

4.2.6. Halaman Administrator ... 63

4.2.7. Halaman Administrator Bagian Jadwal ... 64

4.2.8. Halaman Administrator Bagian Pengumuman ... 66

4.2.9. Halaman Administrator Bagian Agenda ... 67

4.2.10. Halaman Administrator Bagian Upload ... 68

4.2.11. Halaman Pendeta ... 68

4.2.12. Halaman Pendeta Bagian Absensi ... 69


(12)

vi

5.2. Uji Coba Login ... 71

5.3. Uji Coba Input Jadwal ... 72

5.4. Uji Coba Pengumuman... 73

5.5. Uji Coba Agenda ... 74

BAB VI PENUTUP ... 76

6.1. Kesimpulan ... 76

6.2. Saran ... 77


(13)

vii

Tabel 3.1. Tabel Renungan ... 44

Tabel 3.2. Tabel Isi Renungan ... 44

Tabel 3.3. Tabel Pengumuman ... 45

Tabel 3.4. Tabel Tabel Agenda ... 45

Tabel 3.5. Tabel Absen ... 46

Tabel 3.6. Tabel User ... 46

Tabel 3.7. Tabel Jadwal ... 47

Tabel 3.8. Tabel Isi Jadwal ... 47


(14)

ABSTRAK

Pertumbuhan suatu gereja dapat dilihat dari banyaknya jemaat di gereja tersebut. Makin banyak jemaat yang dimilikinya, dapat dikatakan gereja tersebut makin maju. Faktor utama yang menjadi daya tarik bagi jemaat untuk datang ke gereja adalah Pendeta, sebab kotbah yang menarik akan membuat jemaat betah mengikuti kebaktian. Tetapi selain faktor tersebut masih terdapat lagi faktor faktor lain yang mempengaruhinya, seperti gedung gereja yang nyaman, pelayanan yang baik, rasa kekeluargaan yang terjalin antar jemaat, majelis dan pendeta, dan lain lain. Oleh sebab itu maka gereja berusaha untuk terus meningkatkan pelayanannya, baiik yang bersifat internal maupun eksternal.

Salah satu upaya GBI The New Church Sidoarjo untuk meningkatkan pelayanan adalah dengan lebih mengenal para jemaat yang aktif atau tidak. karena itu segala informasi tentang jemaat dan yang diberikan pada jemaat harus selalu up to date. Disisi lain, pengolahan data jemaat dan gereja selama ini dilakukan secara manual akibatnya banyak terjadi kelemahan, hal ini disebabkan jumlah data jemaat yang ditangani sangat banyak. Untuk itulah perlu diterapkan sistem baru yang terkomputerisasi, yang lebih relevan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai oleh gereja. Penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam mengerjakan pekerjaan rutin memang sangat membantu, terutama dari segi pengolahan data dan absensi jemaat


(15)

1

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini kebutuhan manusia akan informasi memacu pesatnya perkembangan teknologi di bidang informasi dan teknologi dan telekomunikasi. Teknologi yang semakin meningkat didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, membuktikan bahwa kini informasi telah menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Sistem informasi dan teknolgi informasi dalam hal ini berfungsi sebagai pendukung untuk mengambil keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang tersedia.

Dengan perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini manusia dapat melakukan pengolahan data dengan mudah, dapat menghasilkan suatu informasi yang dibutuhkan dengan akurat dan mengefektifkan waktu, serta dengan biaya yang dikeluarkan lebih efesien. Keunggulan inilah yang menjadikan teknologi informasi saat ini banyak berperan serta dalam segala bidang dan aspek kehidupan yang ada, dan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dari perusahaan, institusi, sampai tempat ibadah yang dahulu hanya menerapkan sistem manual (non-komputerisasi) mulai bergeser melakukan komputerisasi di berbagai bidang. Hal ini juga terjadi pada sebuah gereja. Penerapan sistem terkomputerisasi juga terbukti menghasilkan banyak sekali fungsi dari jemaat sampai pekerja kantor gereja.


(16)

Sistem informasi juga suatu perangkat lunak yang diciptakan sebagai sarana untuk membantu mempermudah proses bisnis, salah satu sistem informasi yang banyak diimplementasikan adalah sistem berbasis web. Di dalam permasalahan yang ada pada gereja GBI The New Church penulis mengambil sebuah gambaran dari permasalahan absensi,data jemaat, dan pertumbuhan jemaat yang menunjukkan grafik meningkat. Sebelumnya, di gereja GBI The New Church masih menggunakan sistem non-kumputerisasi untuk absensi dan pencatatan data jemaat. sehingga untuk mengetahui perkembangan jumlah jemaat dan mengetahui jumlah jemaat yang aktif dalam kegiatan gereja akan mengalami kesulitan. Sehingga diperlukan sistem informasi yang tidak membutuhkan banyak waktu dan efesien serta mudah diterima dimanapun dan kapanpun. Dengan melihat beberapa kekurangan dalam bidang pemasaran diatas, maka dari itu penulis mencoba memberikan pandangan dan solusi dengan membuat Sistem Informasi Gereja GBI The New Church Sidoarjo berbasis Web Dengan Menggunakan Codeingiter.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan beberapa alasan yang telah dipaparkan diatas, maka beberapa masalah pun muncul dan perlu dijawab dalam serangkaian penelitian ini. Adapun permasalahan tersebut adalah :

- Bagaimana dapat membuat sistem informasi gereja yang dapat mencatat absensi jemaat dalam ibadah, mencatat data jemaat, mengatur jadwal ibadah dan kegiatan gereja?


(17)

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang timbul diatas maka perlu adanya batasan-batasan yang jelas dalam penelitian atau pembuatan tugas akhir ini, yaitu :

a. Sistem ini tidak membahas keamanan (security) internal sistem secara mendalam

b. Pencatatan absensi hanya untuk jemaat yang telah menjadi anggota gereja. c. Pencatatan absensi dalam sebuah ibadah hanya untuk jemaat yang

menghadiri ibadah tersebut.

d. Pencatatan data jemaat hanya untuk jemaat yang telah menjadi anggota gereja GBI The New Church Sidoarjo.

e. Sistem dikerjakan menggunakan arsitektur web dengan CodeIgniter.

1.4 Tujuan Penelitian

Dengan adanya Sistem Informasi yang penulis buat ini, diharapkan agar jemaat gereja mengetahui kegiatan apa saja yang dilaksanakan di gereja dan diharapkan dapat membantu mempermudah memantau keaktifan jemaat dalam ibadah yang ada maupun kegiatan yang diadakan serta mempublikasikan gereja GBI The New Church Sidoarjo kepada masyarakat.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini untuk gereja agar lebih mudah dalam melaksanakan kegiatan yang ada di dalamnya dan lebih mudah dalam pengaturan pelaksanaan


(18)

kegiatan organisasinya. Selain itu juga menyajikan informasi yang lebih cepat mengenai keaktifan jemaat bedasarkan data yang akurat.

1.6 Metodologi Penelitian 1. Survei / Wawancara

Dalam tahap ini penulis melakukan survei awal guna mengetahui kinerja gereja selama ini beserta masalah-masalah yang timbul.

2. Studi Literatur

Dalam tahap ini dilakukan pengumpulan bahan-bahan yang lebih bersifat teori sebagai tambahan informasi.

3. Analisa Sistem

Dalam tahap ini dilakukan analisis terhadap kebutuhan sistem dan kemampuan / fasilitas yang diperlukan pada proses pembuatan aplikasi. 4. Desain Sistem

Dalam tahap ini dilakukan perancangan sistem untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada berdasarkan hasil analisis.

5. Implementasi dan Evaluasi

Dalam tahap ini dilakukan pengujian selama kurang lebih 2 bulan terhadap sistem yang dihasilkan dan penanganan kesalahan serta membantu proses pembelajaran staf gereja dalam memahami aplikasi yang dihasilkan.


(19)

6. Pembuatan Laporan

Dalam tahap ini dilakukan proses dokumentasi dari seluruh hasil kerja yang telah dilakukan.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan tugas akhir ini dibagi dalam beberapa bab dengan pokok pembahasan, yang diantaranya sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisi hal-hal yang melatarbelakangi dan perumusan masalah, menentukan batasan masalahnya disertai tujuan dan manfaat dari penelitian yang akan dihasilkan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi teori pendukung yang berhubungan dengan pembangunan sistem informasi yang akan dibuat.

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Mengemukakan sejarah dan analisa berupa gambaran umum dan sistem yang berlaku pada gereja serta diarahkan pada proses analisis dan desain sistem serta rancangan user interface yang akan digunakan pada sistem.

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM

Berisi penjelasan tentang spesifikasi dan kemampuan sistem yang dibuat serta disain antar muka dari aplikasi yang dibuat.


(20)

BAB V UJI COBA DAN EVALUASI

Berisi tentang hasil yang didapat dari sistem yang telah diimplementasikan.

BAB VI PENUTUP

Berisi kesimpulan dan saran dari penulis yang merupakan hasil akhir penelitian.


(21)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah Gereja Bethel Indonesia

Berdirinya Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Petamburan dimulai dari persekutuan rumah tangga di rumah keluarga Thio Song Goan sekitar tahun 1942 dengan Gembala Sidang pertama Pdt A. Aroen. Pada waktu itu jemaat ini masih berada dalam organisasi Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI). GBI Jemaat Petamburan mengalami proses beberapa kali pergantian Gembala Sidang (pemimipin). Kira-kira tahun 1950-an Pdt A. Aroen digantikan oleh Pdt Liem Toan Tjhay dengan dibantu oleh Pdt Kwe Hok To. Ketika mereka berdua mengundurkan diri maka Tua-Tua Sidang meminta Pdt H.L. Senduk untuk menjadi Gembala Sidang yang dibantu oleh Pdt Go Tjeng Hoa. Pdt Kwe Hok To kemudian mendirikan GPdI di Kebon Kacang.

Pada tahun 1952, Pdt H.L. Senduk memisahkan diri dari Gereja Pantekosta di Indonesia dan menjadi Gereja Bethel Indonesia Injil Sepenuh (GBIS). Dalam perkembangan selanjutnya, Pdt Go Tjeng Hoa mendirikan GBIS di Rawa Kemiri, Kebayoran Lama. Pada 6 Oktober 1970, di Sukabumi, Jawa Barat, Pdt. H.L. Senduk (yang juga dikenal sebagai Oom Ho) dan rekan-rekannya membentuk sebuah organisasi gereja baru bernama Gereja Bethel Indonesia (GBI). Gereja ini diakui oleh


(22)

Pemerintah secara resmi melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 41 tanggal 9 Desember 1972.

Sedangkan Gereja Bethel Indonesia (GBI) The New Church sendiri merupakan gereja yang berada di jalan Palem II blok TE – 37 kompleks pertokoan Pondok Tjandra Sidoarjo. Gereja yang berdiri sejak 11 November 1990 ini awalnya bernama GBI Victorious saat ini memiliki jemaat yang berjumlah kurang lebih sekitar 200 orang.

2.2 Visi dan Misi Gereja GBI The New Church Visi

Bertumbuh, Berakar, dan Mendewasakan Dalam Pergerakan Allah Misi

- Menjadikan semua bangsa murid Kristus - Memiliki seribu jiwa

- Memiliki gedung baru dengan kapasitas seribu orang

2.3 Kegiatan Gereja GBI The New Church

Di dalam gereja GBI The New Church sendiri memiliki dua jenis kegiatan yaitu kegiatan atau ibadah yang secara rutin berlangsung dalam satu minggu dan kegiatan atau ibadah yang dilaksanakan sekali dalam setahun.


(23)

- Kebaktian Tengah Minggu (KTM)

Kebaktian ini dilaksanakan setiap hari sabtu pada pukul 19.00 Wib. Dalam gereja GBI The New Church, KTM merupakan pilar kedua setelah ibadah raya dalam pertumbuhan kerohanian.

- Home Cell atau Gereja Rumah

Kebaktian ini dilaksanakan setiap hari jum’at pukul 19.00 Wib yang berlangsung di rumah jemaat dan setiap minggunya akan berpindah-pindah. Kebaktian ini bertujuan untuk mengaplikasikan Firman yang di kotbahkan pada ibadah raya minggu.

- Wanita Bethel Indonesia (WBI)

Kebaktian ini dilaksanakan setiap hari sabtu pukul 18.30 Wib. Kebaktian ini di khususkan untuk para ibu-ibu atau wanita dewasa yang bertujuan untuk membentuk pribadi wanita-wanita ini menjadi pribadi wanita yang sesuai dengan Firman Tuhan didalam Alkitab.

- Youth Ministry atau Kaum Muda

Kebaktian youth ministry dilaksanakan pada hari sabtu pukul 18.30 Wib bersamaan dengan WBI. Kebaktian ini di khususkan pada kaum muda – mudi yang bertujuan membentuk karakter sesuai dengan Firman Tuhan yang ada didalam Alkitab.

- Sekolah Minggu atau Sunday School

Kebaktian ini dilaksanakan pada hari minggu pada pukul 09.00 Wib. Kebaktian ini ditujukan untuk anak – anak usia dibawah 15 tahun.


(24)

- Ibadah Raya

Merupakan pusat dari segala kebaktian yang ada didalam gereja. Ibadah raya juga merupakan pilar utama dalam sebuah gereja. Ibadah raya yang ada didalam GBI The New Church dibagi menjadi dua sesi, sesi yang pertama dilaksanakan pada pukul 08.00 Wib dan sesi yang kedua dilaksanakan pada pukul 17.00 Wib. Ibadah raya ini merupakan ibadah yang ditujukan untuk seluruh anggota jemaat.

b. Kegiatan yang dilaksanakan sekali dalam setahun

Berikut ini merupakan kegiatan atau ibadah yang dilakukan sekali dalam setahun oleh GBI The New Church, yaitu:

- Valentine’s Day

Merupakan kegiatan kaum muda – mudi untuk memperingati hari kasih sayang.

- Ibadah Jum’at Agung

Ibadah untuk memperingati kematian Tuhan Yesus Kristus. - Ibadah Paskah

Ibadah untuk memperingati kebangkitan Tuhan Yesus Kristus - Kegiatan Ice Cream Party dan Jajanan Tradisional

Kegiatan yang diawali dengan ibadah kemudian dilanjutkan dengan makan ice cream dan jajan tradisional sepuasnya.


(25)

Kegiatan yang biasa dilaksanakan pada libur Idul Fitri. Merupakan kegiatan untuk seluruh anggota jemaat gereja bersama-sama pergi menuju sebuah villa untuk melakukan ibadah selam tiga hari berturut-turut.

- Ibadah Natal

Ibadah yang diadakan untuk memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus kebumi.

2.4 Struktur Organisasi Gereja GBI The New Church


(26)

2.5 Konsep Dasar Sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan, suatu sistem betapapun kecilnya selalu mengandung komponen-komponen, dimana komponen-komponen dapat berupa subsistem-subsistem atau bagian dari sistem yang mempunyai sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Di bawah ini terdapat beberapa konsep dasar di dalam menentukan sistem. Menurut Azhar Susanto :

“Sistem adalah kumpulan atau group dari bagian atau komponen apapun baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu”.

Menurut Jerry Fitz Gerald, dalam Jogiyanto, H.M. :

“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu“

Sedangkan menurut Heyel, dalam Witarto :

“Suatu sistem adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan yang saling bergantung dan prosedur-prosedur yang berhubungan, yang melaksanakan dan memudahkan pelaksanaan kegiatan utama dari suatu organisasi”

Dari ketiga definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem merupakan kumpulan dari komponen atau beberapa prosedur yang saling berhubungan yang disusun secara terpadu dengan memiliki tujuan untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan atau fungsi utama dari suatu organisasi atau perusahaan.


(27)

Gambar 2.1. Konsep Dasar Sistem 2.5.1 Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu sebagai berikut : a. Komponen Sistem ( Components )

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artiya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian dari sistem dimana suatu sistem tidak peduli betapa pun kecilnya selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.


(28)

Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan dimana batas suatu sistem menunjukkan ruang ringkup ( scope ) dari sistem tersebut.

c. Lingkungan Luar Sistem ( Environments )

Lingkungan luar dari sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat jiga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.

d. Penghubung ( Interface ) Sistem

Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran ( output ) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input ) untuk subsistem yang lainnya dengan melaui penghubung dimana penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.


(29)

Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan ( maintenance input ) dan masukan sinyal ( signal input ). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Sebagai contoh di dalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input yang diolah menjadi informasi.

f. Keluaran ( Output ) Sistem

Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

g. Pengolah ( Process ) Sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran barang jadi.


(30)

Suatu sistem pasti memilki tujuan atau sasaran karena apabila suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuannya.

Perbedaan suatu sasaran (objectives) dan suatu tujuan (goal) adalah goal biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Bila merupakan suatu sistem utama maka istilah goal lebih tepat digunakan.

Karakteristik sistem dapat digambarkan sebagai berikut :


(31)

2.5.2 Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah:

a. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.

b. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Sistem buatan menusia adalah sistem yang dirancang manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human machine sistem atau ada yang menyebut dengan machine system. c. Sistem Tertentu dan Sistem Tak Tentu

Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

d. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luar. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luar.


(32)

2.6 Sistem Informasi

Sistem berasal dari bahasa Latin ( systema ) dan bahasa Yunani ( sustema ) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada di negara tersebut.

Kata sistem banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka. Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen :

1. Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel. Ia dapat benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus; tergantung kepada sifat sistem tersebut.

2. Atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan obyeknya.

3. Hubungan internal, di antara objek-objek di dalamnya. 4. Lingkungan, tempat di mana sistem berada.


(33)

Sedangkan pengertian Sistem informasi itu sendiri adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi meliputi, operasi, instalasi, perawatan komputer, perangkat lunak, dan data.

a. Analisis Sistem

Analisis Sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.

Tugas utama dari menganalisis sistem meliputi : a. Menentukan lingkup sistem

b. Mengumpulkan Fakta c. Menganalisis Fakta

d. Mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui laporan analisis sistem.

Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah: a. Identity, mengidentifikasi masalah

Identity, atau mengenal (mengidentifikasi) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem. Masalah dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang ingin dipecahkan.

Diantaranya yaitu : mengidentifikasi penyebab masalah, mengidentifikasi titik keputusan, dan mengidentifikasi personil kunci.


(34)

b. Understand, memahami kerja sistem yang adaLangkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Diperlukan data yang diperoleh dengan cara penelitian, yang bersifat penelitian terperinci (Detailed Survey). Seorang analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan, kelemahan dan kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi pemecahannya. Sejumlah data perlu dikumpulkan, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang ada yaitu wawancara, observasi, daftar pertanyaan dan pengambilan sampel. Tugas yang perlu dilakukan pada langkah ini adalah menentukan jenis penelitian, merencanakan jadwal penelitian (mengatur jadwal wawancara, mengatur jadwal observasi, dan mengatur jadwal pengambilan sampel), membuat

penugasan penelitian, membuat agenda wawancara, mengumpulkan hasil penelitian.

c. Analyze, menganalisis sistem

Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diantaranya menganalisis kelemahan sistem. Sasaran yang diinginkan oleh sistem yang baru ditentukan oleh kriteria penilaian sebagai berikut : relevance, capacity, efficiency, timeless, accessibility, flexibility, accuracy, reliability, security, economy, simplicity.


(35)

Analisis yang dilakukan meliputi distribusi pekerjaan, pengukuran pekerjaan, keandalan, dokumen, laporan, teknologi.

d. Report, membuat laporan hasil analisis

Semua hasil yang didapat dari penelitian perlu dilampirkan pada laporan hasil analisis ini, sehingga manajemen dan user dapat memeriksa kembali kebenaran data yang telah diperoleh.

Dalam perkembangannya sistem informasi sangat erat hubungannya dengan teknologi komputer. Konsep dasar informasi dapat dilihat dari gambar 2.3.

Gambar 2.3. Konsep Dasar Informasi

Penggunaan teknologi komputer sangat diperlukan untuk membantu pengolahan data yang bersifat rutin dan membutuhkan ketelitian yang tinggi diantaranya: siklus informasi, kualitas informasi, nilai informasi.

a. Siklus Informasi

Data merupakan bentuk yang masih mentah sehingga perlu diolah untuk proses lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi. Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model proses

Sum ber Daya Dalam Suat u Pengelolaan

4 M + 1 I M anusia

M at erial M esin M odal Inform asi Pengelolaan Inform asi


(36)

tetentu agar dapat lebih berguna dalam bentuk informasi. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan dan menghasilkan suatu tindakan yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali melalui suatu model sampai mmbentuk suatu siklus informasi.

Gambar 2.4. Siklus Informasi b. Kualitas Informasi

Kualitas informasi merupakan bagian dari karakteristik informasi,diukur berdasarkan Relevansi, Tepat waktu, dan Akurasi hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.5 dibawah ini

Proses

Out put Input

Penerim a Dat a

Keput usan Hasil

Tindakan

Dasar Dat a


(37)

Gambar 2.5. Komponen Kualitas Informasi c. Nilai Informasi

Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan, sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah tertentu dengan biaya untuk memperolehnya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis Cost Effectiveness atau Cost Benefit.

2.7 Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem (System development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut :

R E L E V A N S I T E P A T W A K T U A K U R A S I


(38)

1. Adanya permasalahan (Problems) yang timbul di sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa : ketidakberesan pada sistem yang lama dan menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan, pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru.

2. Untuk meraih kesempatan (Opportunisties) 3. Adanya instruksi-instruksi (Directives)

Karena adanya permasalahan, kesempatan dan instruksi, maka sistem yang baru perlu dikembangkan untuk memecahkan permasalahan yang timbul, meraih kesempatan yang ada atau memenuhi instruksi yang diberikan.

Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan di sistem yang baru. Peningkatan ini berhubungan dengan kemudahan sistem itu sendiri, diantaranya :

1. Performance (Kinerja), Kinerja dapat diukur dari Throughput dan Response Time. Throughput adalah jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. Response Time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi.

2. Information (Informasi), peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan.

3. Economy (Ekonomis), peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau

keuntungan-keuntungan dan penurunan biaya yang terjadi.

4. Control (Pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi

dan memperbaiki kesalahan-kesalahan.


(39)

6. Service (Pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.

2.8 Pengertian PHP

PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP banyak dipakai untuk memprogram situs web dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain. Contoh terkenal dari aplikasi PHP adalah phpBB dan MediaWiki (software di belakang Wikipedia). PHP juga dapat dilihat sebagai pilihan lain dari ASP.NET/C#/VB.NET Microsoft, ColdFusion Macromedia, JSP/Java Sun Microsystems, dan CGI/Perl. Contoh aplikasi lain yang lebih kompleks berupa CMS yang dibangun menggunakan PHP adalah Mambo, Joomla!, Postnuke, Xaraya, dan lain-lain.

2.8.1 Sejarah PHP

PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI, kependekan dari Hypertext Preprocessing’/Form Interpreter. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP. Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini


(40)

disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0. Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi. Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

2.8.2 Kelebihan PHP Dari Bahasa Pemrograman Lain

- Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.

- Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana – mana dari mulai IIS sampai dengan apache, dengan konfigurasi yang relatif mudah. - Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis – milis


(41)

- Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena referensi yang banyak.

- PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.

2.8.3 Code Igniter

Code Igniter adalah aplikasi open source yang berupa framework dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP. CodeIgniter memudahkan developer untuk membuat aplikasi web dengan cepat dan mudah dibandingkan dengan membuatnya dari awal.

PHP adalah sebuah bahasa pemrograman web yang popular, tangguh dan dapat di peroleh secara gratis. Untuk mempermudah dan mempercepat pengembangan aplikasi dengan PHP, banyak bermunculan framework PHP, satu di antaranya adalah Code Igniter. Image Library Code Igniter menyediakan fungsi resize dan crop image secara terpisah, namun terkadang kita membutuhkan fungsi yang dapat langsung resize dan sekaligus crop ke dimensi persis tertentu yang kita inginkan, misal jika kita memiliki file berukuran 800x600 pixel, dan kita menginginkan image tersebut diproses ke ukuran 320x200, perlu dilakukan proses resize dan crop terhadap image tersebut. R&OS Library adalah library untuk


(42)

membuat file PDF. dalam librari ini juga terdapat fungsi2 layaknya engine report seperti, setting margin, page orientation, page number, menambah image, garis, dll.

Jquery merupakan salah satu ajax framework yang cukup populer. Daripada membangun sistem ajax dari awal (create from scratch) PHP libchart adalah sebuah library untuk membuat sebuah chart pada PHP berbasis GD.

2.8.4 Pengertian Framework

Framework secara sederhana dapat diartikan kumpulan dari fungsi-fungsi/prosedur-prosedur dan class-class untuk tujuan tertentu yang sudah siap digunakan sehingga bisa lebih mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang pemrograman, tanpa harus membuat fungsi atau class dari awal. Framework bisa diartikan sebagai alat yang digunakan untuk membantu pekerjaan. Karena untuk pembuatan website maka framework disini dapat diartikan sebagai alat yang dapat digunakan untuk mempermudah pembuatan website. Jika dengan menggunankan CMS (Content Management System) maka hanya dengan menjalankan saja tidak perlu lagi memikirkan untuk menulis kode program, tetapi tidak demikian dengan framework. Menggunakan framework masih harus menulis kode, bedanya kode-kode yang ditulis harus menyesuaikan dengan lingkungan framework yang digunakan.

Sebuah framework selain menyediakan lingkungan pengembangan sendiri-sendiri juga menyediakan berbagai macam fungsi siap pakai yang dapat digunakan dalam pembuatan website. Sehingga nantinya akan banyak kode atau fungsi yang


(43)

terlihat tidak seperti biasanya, karena fungsi fungsi tersebut merupakan fungsi bawaan framework dan bukan fungsi asli dari PHP. Fungsi tersebut terkadang merupakan pengembangan atau penyesuaian fungsi asli PHP agar lebih mudah digunakan atau agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Ada beberapa alasan mengapa menggunakan Framework:

• Mempercepat dan mempermudah pembangunan sebuah aplikasi web. • Relatif memudahkan dalam proses maintenance karena sudah ada pola

tertentu dalam sebuah framework (dengan syarat programmer mengikuti pola standar yang ada)

• Umumnya framework menyediakan fasilitas-fasilitas yang umum dipakai sehingga kita tidak perlu membangun dari awal (misalnya validasi, ORM, pagination, multiple database, scaffolding, pengaturan session, error handling, dll

• Lebih bebas dalam pengembangan jika dibandingkan CMS pengertian VMC (Model View Controller).

Model View Controller merupakan suatu konsep yang cukup populer dalam pembangunan aplikasi web, berawal pada bahasa pemrograman Small Talk, MVC memisahkan pengembangan aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi seperti manipulasi data, user interface, dan bagian yang menjadi


(44)

kontrol aplikasi. Terdapat 3 jenis komponen yang membangun suatu MVC pattern dalam suatu aplikasi yaitu :

View, merupakan bagian yang menangani presentation logic. Pada suatu aplikasi web bagian ini biasanya berupa file template HTML, yang diatur oleh controller. View berfungsi untuk menerima dan merepresentasikan data kepada user. Bagian ini tidak memiliki akses langsung terhadap bagian model.

Model, biasanya berhubungan langsung dengan database untuk memanipulasi data (insert, update, delete, search), menangani validasi dari bagian controller, namun tidak dapat berhubungan langsung dengan bagian view.

Controller, merupakan bagian yang mengatur hubungan antara bagian model dan bagian view, controller berfungsi untuk menerima request dan data dari user kemudian menentukan apa yang akan diproses oleh aplikasi. Dengan menggunakan prinsip MVC suatu aplikasi dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan developernya, yaitu programmer yang menangani bagian model dan controller, sedangkan designer yang menangani bagian view, sehingga penggunaan arsitektur MVC dapat meningkatkan maintenance ability dan organisasi kode. Walaupun demikian dibutuhkan komunikasi yang baik antara programmer dan designer dalam menangani variabel-variabel yang akan ditampilkan..


(45)

Ada beberapa kelebihan CodeIgniter (CI) dibandingkan dengan Framework PHP lain :

Performa sangat cepat : salah satu alasan tidak menggunakan framework adalah karena eksekusinya yang lebih lambat daripada PHP from the scracth, tapi Codeigniter sangat cepat bahkan mungkin bisa dibilang codeigniter merupakan framework yang paling cepat dibanding framework yang lain.

Konfigurasi yang sangat minim (nearly zero configuration) : tentu saja untuk menyesuaikan dengan database dan keleluasaan routing tetap diizinkan melakukan konfigurasi dengan mengubah beberapa file konfigurasi seperti database.php atau autoload.php, namun untuk menggunakan codeigniter dengan setting standard, anda hanya perlu merubah sedikit saja file pada folder config.

Banyak komunitas: dengan banyaknya komunitas CI ini, memudahkan kita untuk berinteraksi dengan yang lain, baik itu bertanya atau teknologi terbaru.

Dokumentasi yang sangat lengkap : Setiap paket instalasi codeigniter sudah disertai user guide yang sangat bagus dan lengkap untuk dijadikan permulaan, bahasanya pun mudah dipahami.


(46)

2.8.5 Langkah – Langkah Membuat Website Menggunakan CodeIgniter

Berikut ini adalah langkah – langkah yang digunakan untuk membuat sebuah website menggunakan codeigniter

a. Melakukan konfigurasi

Melakukan konfigurasi pada halaman config.php, database.php,

autoload.php dan route.php yang ada pada folder

system/application/config. Berikut adalah cara untuk melakukan konfigurasi.

Config.php

$config['base_url']= "http://localhost/namaWeb/"; //ganti dengan nama folder web

Database.php

$db['default']['hostname'] = "localhost";

$db['default']['username'] = "root"; //ganti dengan username db $db['default']['password'] = ""; //ganti dengan password db

$db['default']['database'] = "namaDb"; // ganti dengan nama database yang digunakan untuk web

Autoload.php

$autoload['helper'] = array('url'); //diperlukan untuk fungsi base_url()

Route.php

$route['default_controller'] = "web"; //controller default (akan dibuat nantinya)


(47)

b. Membuat Controller Utama

controller utama ini digunakan untuk ditampilkan di halaman awal, yang secara default akan di load (pada route.php) jika ada orang yang membuka alamat website.

<?php if (!defined('BASEPATH')) exit('No direct script access allowed');

class Web extends Controller { function Web()

{

parent::Controller(); }

function index() {

$data['title']="Welcome to My Website"; // data untuk variabel $title

$data['content']="Ini halaman Content Awal"; // data untuk variabel $content

$this->load->view('main',$data); // load main.php (yang akan dibuat nanti) dengan beban data

} }

Setelah itu langkah selanjutnya membuat tampilan halaman awal. File ini disimpan pada folder application/views/

<?php if (!defined('BASEPATH')) exit('No direct script access allowed');

$this->load->view('header'); $this->load->view('content'); $this->load->view('footer');


(48)

Pada dasarnya, semua yang ingin ditampilkan di halaman website adalah sebuah permainan database biasa. Entah itu recent post, recent comment, dan sebagainya.

-- Table structure for table `posting` --

CREATE TABLE `posting` (

`posting_id` int(5) NOT NULL auto_increment,

`posting_judul` varchar(100) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`posting_isi` longtext collate latin1_general_ci NOT NULL, `posting_tanggal` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`posting_aktif` int(1) NOT NULL default '1', `posting_hits` int(100) NOT NULL,

PRIMARY KEY (`posting_id`)

) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1

COLLATE=latin1_general_ci AUTO_INCREMENT=1 ;

Selanjutnya, modifikasi juga view ‘content.php’, karena view yang akan di load (main.php) memanggil file content.php untuk menjadi jadi tampilan content.

<div id='content'>

<?php foreach($content->result() as $row):?> <h3><?=$row->posting_judul?></h3>

<p class="post-info">

Oleh Admin | <?=$row->posting_hits?> hits </p>

<p>

<?=word_limiter($row->posting_isi,30)?> </p> <!-- batasi tampilan hanya 30 kata -->


(49)

<span class="date"><?=date('d F Y',$row->posting_tanggal)?></span>

</p>

<?php endforeach< span class="phpScriptTag">?> </div>

2.9 My SQL

MySQL adalah database yang cepat dan tangguh, sangat cocok jika digabungkan dengan PHP, database dapat menyimpan, mencari dan mengklasifikasikan data dengan lebih akurat dan professional. MySQL menggunakan SQL language (Structur Query Language) artinya MySQL menggunakan query atau bahasa pemprogaman yang sudah standar di dalam dunia database.

Berikut ini k merupakan kelebihan MySQL, diantaranya :

- Dari segi performa, MySQL tidak bisa diragukan, pemprosesan database sangat cepat

- Open source

- Mudah untuk dipelajari

- Kompabilitas dengan berbagai system operasi dan web server yang ada.

2.10 Xampp

XAMPP merupakan pengembangan dari LAMP (Linux Apache, MySQL, PHP and PERL), XAMPP ini merupakan project non-profit yang di kembangkan oleh Apache Friends yang didirikan Kai 'Oswalad' Seidler dan Kay Vogelgesang pada


(50)

tahun 2002, project mereka ini bertujuan mempromosikan pengunaan Apache web server.

Berikut detail paket installasi yang disertakan pada XAMPP 1.6.4 yang digunakan untuk aplikasi ini:

1. Apache 2.2.3 2. MySQL 5.0.27

3. PHP 5.2.0 + PHP 4.4.7 + PEAR 4. PHP-Switch win32 1.0

5. XAMPP Control Version 2.3 from www.nat32.com 6. XAMPP Security 1.0

XAMPP merupakan salah satu paket installasi Apache, PHP dan MySQL instant yang dapat kita gunakan untuk membantu proses installasi ketiga produk tersebut. Selain paket installasi instant XAMPP versi 1.5.5 juga memberikan fasiltias pilihan pengunaan PHP4 atau PHP5. Untuk berpindah versi PHP yang ingin digunakan juga sangat mudah dilakukan dengan mengunakan bantuan PHP-Switch yang telah disertakan oleh XAMPP, dan yang terpenting XAMPP bersifat free atau gratis untuk digunakan.


(51)

2.11 Power Designer

Bentuk notasi Elmasri adalah bentuk Entity Relationship Diagram (ERD) yang sederhana, yang menerjemahkan konsep persepsi manusia tentang suatu sistem kedalam bentuk tertulis yang mudah dipahami. Power Designer memiliki notasi tersendiri yang berbeda dengan notasi Elmasri, sehingga untuk dapat membuat ERD dalam atau menggunakan Power Designer diperlukan suatu konversi notasi.

Berikut ini merupakan beberapa contoh perbedaan notasi antara Elmasri dengan power designer:


(52)

BAB III

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Untuk membuat aplikasi pada proyek akhir ini terlebih dahulu dilakukan analisa sistem, kemudian analisa kebutuhan dan perancangan sistem dan terakhir perancangan antarmuka. Analisa sistem berguna untuk mengetahui data apa saja yang dibutuhkan dalam proses yang dikerjakan. Analisa kebutuhan berguna untuk melakukan identifikasi user dan menentukan variabel kebutuhan untuk input dan output user. Perancangan sistem berguna untuk mengintegrasikan semua proses yang terjadi kemudian dilakukan perancangan database. Sedangkan perancangan antarmuka bertujuan untuk digunakan sebagai jembatan antara pengguna dengan sistem aplikasi yang dibuat, sehingga pengguna dapat mengoperasikan aplikasi yang dibuat.

3.1 Pengumpulan Materi

Pengumpulan materi dalam penyusunan laporan ini dilakukan dengan survei di GBI The New Church Sidoarjo itu sendiri, dan dengan membaca buku-buku yang berhubungan dengan bidang database dan perancangan tabel administrasi.

3.2 Analisa Permasalahan

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan maka yang menjadi permasalahan pokok yang kiranya dapat diselesaikan dengan sistem ini adalah sebagai berikut :


(53)

- Kendala absensi pada setiap ibadah KTM, Youth Ministry dan Ibadah Raya yang ada diadakan gereja.

- Sulitnya mengetahui jemaat yang aktif dalam kegiatan yang diadakan gereja dan aktifitas jemaat

- Jumlah jemaat yang terus meningkat, dan saat ini jemat GBI The New Church berjumlah ± 200 orang

- Sulitnya mengetahui perkembangan jumlah jemaat yang terdaftar sebagai anggota gereja GBI The New Church

3.3 Analisa Kebutuhan

Dari masalah masalah yang telah disebutkan penulis mencoba menemukan sebuah kesimpulan sistem yang mungkin dapat memberi solusi bagi masalah masalah tersebut, yaitu :

- Absensi yang dengan user interface yang mudah, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mendata jemaat.

- Adanya jadwal ibadah, agenda, pengumuman detail untuk memberitahukan kegiatan yang diadakan oleh gereja

3.3.1 Identifikasi User

Sebenarnya setiap jemaat dapat menjadi user di sistem ini, tetapi dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu :


(54)

Administrator memiliki hak akses penuh dengan keseluruhan sistem, dari pemberian hak akses untuk user lainnya, memasukkan jadwal ibadah, memasukkan pengumuman, agenda dan renungan

2. Pendeta

Pendeta, adalah pemimpin dalam sebuah gereja. Namun dalam struktur

organisasi gereja selain pendeta / gembala sidang terdapat pendeta muda dan pendeta pembantu.

3. Jemaat

Jemaat sendiri adalah user terpenting dalam sebuah gereja, tetapi disini jemaat tidak dapat menggunakan sistem secara keseluruhan, tetapi dapat melihat kegiatan yang akan diadakan dan jadwal ibadah.

3.4 Analisa Sistem

Sistem administrasi gereja ini dirancang untuk mempermudah alur kerja, ataupun pengaturan keuangan serta melihat kehadiran jemaat pada suatu kegiatan yang diadakan gereja. Sistem administrasi gereja ini dirancang sesederhana mungkin sehingga mudah dimengerti penggunaannya dan juga dapat menyediakan informasi sebaik mungkin.

Dalam perancangan sistem administrasi ini, penulis akan melakukan langkah secara berurut didasarkan atas metode waterfall, dimulai dari pengumpulan materi, analisa kebutuhan, membuat DFD dan ERD yang termasuk dalam perancangan sistem dan rancangan desain sistem.


(55)

3.4.1 Perancangan Sistem

Didalam rancang bangun web ini, dibuat beberapa peracangan yang menjelaskan penggambaran sistem secara umum dan menyeluruh, sitem perancangan tersebut diantaranya Diagram jenjang, Diagram context, Data Flow Diagram (DFD), Conceptual Data Model (CDM), Physical Data Model (PDM), Perancangan database.

3.4.2 Diagram Jenjang

1 Sistem Informasi Gereja

2 Beranda 3 Jadwal 4 Kegiatan 5 Renungan 6 About us 7 KTM 8 Home Cell 9 WBI 10 Youth Ministry 11 Ibadah Raya 12 Pengumuman 13 Agenda 14 harian 15 mingguan 16 Bulanan 17 insert 18 up date 19 delete

Gambar 3.1 Diagram Jenjang

Diagram jenjang (gambar 3.1) diatas menjelaskan tentang proses Sistem Informasi Management Hubungan Jemaat Pada Gereja GBI The New Church Sidoarjo.


(56)

3.4.3 Desain Sistem DFD (Data Flow Diagram)

DFD (Data Flow Diagram) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.

DFD dibagi kedalam beberapa level-level yang lebih rendah untuk membatasi agar diagram tidak menjadi terlalu detail dan sulit dibaca. Hanya dengan empat simbol DFD dapat menggambarkan sebuah system, baik secara fisik maupun konseptual. Empat symbol DFD yaitu sumber/tujuan data, proses, penyimpanan data, dan arus data.

3.4.3.1 Context Diagram

Level tertinggi dalam DFD disebut Context Diagram. Context Diagram memberikan gambaran besar tentang sebuah system serta lingkungan eksternalnya, dari mana input system itu berasal dan output system itu akan dikirim ke mana. Setiap Context Diagram hanya mewakili satu proses yang mewakili seluruh system. Bila proses yang ada dinilai perlu untuk digambarkan secara detail lagi, maka detil tesebut akan digambarkan pada diagram level selanjutnya. Level –level setelah Context Diagram dinomori secara urut dari level 0, 1, 2, dan seterusnya.


(57)

Pada hal ini DFD level conctext terdapat beberapa pelaku utama yang berhubungan erat dengan aplikasi ini, yaitu: pendeta, admin dan jemaat. Dengan pejelasan sebagai berikut:

a. Pendeta

Dalam aplikasi ini pendeta menerima dan melihat laporan yang ada, yaitu : laporan pengumuman, laporan agenda, laporan jadwal. Selain itu pendeta memasukkan data absensi

b. Admin

Dalam aplikasi ini admin memberikan data agenda, data renungan, data jadwal dan data pengumuman.

c. Jemaat

Dalam aplikasi jemaat memasukkan data diri sebagai data jemaat untuk dimasukkan kedalam sistem informasi gereja. Jemaat dapat melihat laporan pengumuman, laporan agenda, laporan renungan dan laporan jadwal.


(58)

lap. pengumuman lap. renungan lap. agenda lap absensi

data agenda

data renungan data keg. jemaat

data agenda

data jemaat

laporan pengumuman laporan absensi laporan agenda laporan keg. jemaat laporan data jemaat

data absensi

jemaat

pastoral admin

pendeta

1

sistem informasi gereja

Gambar 3.2 Data flow diagram context

3.4.3.2 DFD Level 1

DFD level 1 ada DFD lanjutan dari DFD context yang telah dilakukan decompose pada DFD level context agar dapat membuat analisa proses sistem yang lebih mendetail dan menyeluruh. Proses di pecah menjadi beberapa sub-proses. Seperti yang tampak pada gambar dibawah ini.


(59)

lap. jadwal data jadwal laporan agenda data agenda lap. pengumuman data pengumuman data renungan laporan renungan laporan absensi data absensi lap. renungan data jadwal laporan jadwal data inputan absensi laporan absensi data inputan

renungan data inputan pengumuman laporan pengumuman data inputan agenda laporan agenda pendeta admin 1 absensi 2 renungan 3 Pengumuman 4 agenda 1 masukkan data 5 jadwal

Gambar 3.3 Data Flow Diagram Level 1

Pada DFD level ini merupakan penjabaran dari diagram context yang sebelumnya telah dijelaskan dengan cara decompose, kemudian dibuat beberapa proses yang kesemua proses tersebut masih merupakan bagian dari proses inti yaitu proses sistem informasi management jemaat gereja pada GBI The New Church Sidoarjo. Pada DFD level ini dapat lebih menjelaskan darimana asal data sehingga memuculkan sebuah data store. Seperti yang terlihat pada tabel yang diatas terdapat proses memasukkan data. Pada proses tersebut dapat dijelaskan bahwa:


(60)

Pada proses memasukkan data ini, semua data yaitu: data absensi, data renungan, data pengumuman, data agenda dan data jadwal. Semua data tersebut dimasukkan dalam tabel-tabel yang berhubungan, seperti data absensi dimasukkan dalam tabel absensi

3.4.3.3 DFD Level 2

DFD Level 2 menjelaskan lebih lanjut mengenai proses-proses yang terjadi pada DFD Level 1.

3.4.3.4 DFD Level 2 Absensi

Pada DFD Level 2 absensi terdapat tiga proses yaitu absensi KTM, absensi Youth Ministry, dan absensi Ibadah Raya. Dari situ petugas memasukkan data absensi KTM, absensi Youth Ministry, dan absensi Ibadah Raya yang selanjutnya akan disimpan pada tabel absen. Seperti yang digambarkan pada gambar 3.4


(61)

laporan absensi laporan absensi data absensi data absensi laporan absensi laporan absensi laporan absensi data absensi data absensi data absensi data absensi data absensi laporan absensi laporan absensi data inputan absensi data inputan absensi data inputan absensi laporan absensi laporan absensi laporan absensi pendeta pembantu 1 absensi KTM 2

absensi Youth Ministry

3

absensi Ibadah Raya

1 absensi_1

2 absensi_2 4

absensi Doa fajar

5 absensi Home cell

Gambar 3.4 Data Flow Diagram Level 2 Absensi 3.4.3.5. DFD Level 2 Jadwal

Pada DFD Level 2 jadwal terdapat lima proses yaitu jadwal KTM, jadwal Home Cell, jadwal WBI, jadwal Youth Ministry, dan jadwal Ibadah Raya. Dari situ petugas memasukkan data jadwal KTM, jadwal Home Cell, jadwal WBI, jadwal Youth Ministry, dan jadwal Ibadah Raya yang selanjutnya akan disimpan pada tabel jadwal. Seperti yang digambarkan pada gambar 3.5


(62)

laporan jadwal laporan jadwal laporan jadwal laporan jadwal data jadwal data jadwal data jadwal data jadwal

data jadwal data jadwal

data jadwal data jadwal data jadwal data jadwal laporan jadwal laporan jadwal laporan jadwal laporan jadwal laporan jadwal admin 1 jadwal KTM 2 jadwal Home Cell

3 jadwal WBI

4 jadwal Youth Ministry

5 jadwal Ibadah Raya

1 jadwal_1

2 jadwal_2

Gambar 3.5 Data Flow Diagram Level 2 Jadwal

3.5 Perancangan Database

Disini dirancang sebuah susunan kerangka database dan sebagai awalnya dibuat Conceptual Data Model (CDM) setelah itu diubah menjadi Pysical Data Model (PDM) .

3.5.1 ERD (Entity Relation Diagram)

Entity Relation Diagaram adalah merupakan suatu model untuk menjelaskan

hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan.


(63)

a. Entiti

Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.

b. Atribut

Setiap entitas pasti memiliki elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut memiliki sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.

c. Hubungan / Relasi

Hubungan antara sejumla entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.

3.5.2 Conceptual Data Model (CDM)

Conceptual data model adalah kerangka awal dari penyusunan database dengan mebuat tabel – tabel yang dibutuhkan oleh sistem sesuai dengan data flow diagram (DFD) yang ada.


(64)

mempunyai ada terdapat punya memiliki renungan id_kategori_download nama_kategori_download <pi> Integer Variable characters (20)

<M> id_kategori_download <pi> isi renungan id_download judul_file nama_file author <pi> Integer Variable characters (200) Variable characters (200) Variable characters (20)

<M> id_download <pi> pengumuman id_pengumuman judul_pengumuman phone tanggal penulis <pi> Integer Variable characters (200) Variable characters (15) Date

Variable characters (100) <M> id_pengumuman <pi> isi jadwal id_berita jdul_berita phone gambar tanggal waktu <pi> Integer Variable characters (100) Variable characters (15) Variable characters (100) Date Time <M> id_berita <pi> jadwal id_kategori nama_kategori <pi> Integer

Variable characters (20) <M> nama_kategori <pi> agenda id_agenda phone jenis_kelamin alamat tempat jam keterangan <pi> Integer Variable characters (15) Variable characters (10) Variable characters (100) Variable characters (150) Time

Long variable characters <M> id_agenda <pi> user username pswd nama email absen status idlink

<pi> Variable characters (100) Long variable characters Variable characters (100) Variable characters (90) Characters (3) Variable characters (20) Variable characters (10)

<M> username <pi> absen id_absensi tgl bulan tahun absen <pi> Integer Integer Integer Integer Characters (3) <M> id_absensi <pi> jemaat nama_jemaat phone jenis_kelamin alamat status

<pi> Variable characters (200) Variable characters (15) Variable characters (10) Variable characters (100) Variable characters (20)

<M>

nama_jemaat <pi>

lingkungan nama_lingkungan keterangan

<pi> Variable characters (100) Long variable characters

<M> nama_lingkungan <pi>

Gambar 3.6 CDM Aplikasi web

3.5.3 Pysical Data Model (PDM)

Pysical data model merupakan hasil generate dari conceptual data model dan komposisinya tidak jauh berbeda jika dilihat dari susunan tabel dan relasi – relasinya, hanya saja komposisi jumlah atribut dari tabel mengalami sedikit perubahan.


(65)

FK_ISI_RENU_MEMPUNYAI_RENUNGAN FK_ABSEN_ADA_JADWAL FK_ISI_JADW_TERDAPAT_JADWAL FK_ABSEN_PUNYA_JEMAAT FK_JEMAAT_MEMILIKI_LINGKUNG renungan id_kategori_download nama_kategori_download int varchar(20) <pk> isi renungan id_download id_kategori_download judul_file nama_file author int int varchar(200) varchar(200) varchar(20) <pk> <fk> pengumuman id_pengumuman judul_pengumuman phone tanggal penulis int varchar(200) varchar(15) datetime varchar(100) <pk> isi jadwal id_berita nama_kategori jdul_berita phone gambar tanggal waktu int varchar(20) varchar(100) varchar(15) varchar(100) datetime datetime <pk> <fk> jadwal id_kategori nama_kategori int varchar(20) <pk> agenda id_agenda phone jenis_kelamin alamat tempat jam keterangan int varchar(15) varchar(10) varchar(100) varchar(150) datetime varchar(1) <pk> user username pswd nama email absen status idlink varchar(100) varchar(1) varchar(100) varchar(90) char(3) varchar(20) varchar(10) <pk> absen id_absensi nama_kategori nama_jemaat tgl bulan tahun absen int varchar(20) varchar(200) int int int char(3) <pk> <fk1> <fk2> jemaat nama_jemaat nama_lingkungan phone jenis_kelamin alamat status varchar(200) varchar(100) varchar(15) varchar(10) varchar(100) varchar(20) <pk> <fk> lingkungan nama_lingkungan keterangan varchar(100) varchar(1) <pk>

Gambar 3.7 PDM aplikasi web

3.5.4 Daftar Tabel

Berikut ini adalah database relational berdasarakan struktur tabel yang telah di generate dari pysical data model yang telah dibuat:

1. Tabel Renungan

Pada tabel 3.1 tabel renungan terdapat 2 entitas dari tabel tersebut, diantaranya adalah id_renungan yang berfungsi sebagai primary key dan nama_kategori_download sebagai entitas biasa.


(66)

Tabel 3.1 Tabel Renungan

Nama Kolom Batasan Data Type Id_kat egori_dow nload PK Int eger (5) Nam a_kat egori_dow nload Varchar2 (20)

2. Tabel Isi Renungan

Pada tabel 3.2 tabel isi renungan terdapat 5 entitas yaitu id_download yang berfungsi sebagai primary key dan entitas lainnya adalah judul_file, nama_file, tgl_posting, author. Tabel isi renungan merupakan penjelasan secara detail dari tabel renungan.

Tabel 3.2 Tabel Isi Renungan

Nama Kolom Batasan Data Type Id_dow nload PK Int eger (5)

Judul_file Varchar2 (200) Nam a_file Varchar2 (200)

Tgl_post ing Dat e

Aut hor Varchar2 (20)

3. Tabel Pengumuman

Pada tabel 3.3 tabel pengumuman terdapat lima entitas yaitu id_pengumuman yang berfungsi sebagai primary key dan entitas lainnya adalah judul_pengumuman, isi, tgl_pengumuman dan penulis.


(67)

Tabel 3.3 Tabel Pengumuman

Nama Kolom Batasan Data Type Id_pengum um an PK Int eger (5) Judul_pengum um an Varchar2 (100)

Isi Text

Tgl_pengum um an Dat e

Penulis Varchar (100)

4. Tabel Agenda

Pada tabel 3.4 tabel agenda terdapat sembilan entitas yaitu id_agenda yang berfungsi sebagai primary key dan entitas lainnya merupakan entitas biasa.

Tabel 3.4. Tabel Agenda

Nama Kolom Batasan Data Type Id_agenda PK Int eger (5) Tema_agenda Varchar2 (100)

Isi Text

Tgl_m ulai Dat e

Tgl_selesai Dat e

Tgl_post ing Dat e

Tem pat _agenda Varchar2 (20 Byt e)

Wakt u Tim e


(68)

5. Tabel Absen

Pada tabel 3.5 tabel absen terdapat limaentitas yaitu id_absen yang berfungsi sebagai primary key dan entitas yang lainnya adalah entitas biasa.

Tabel 3.5 Tabel Absen

Nama Kolom Batasan Data Type Id_absen PK Int eger (5)

Tanggal Int eger (2)

Bulan Int eger (2)

Tahun Int eger (2)

Absen Varchar2 (2)

6. Tabel User

Pada tabel 3.6 tabel user terdapat tujuh entitas yaitu usernamer yang berfungsi sebagai primary key dan entitas lainnya adalah entitas biasa.

Tabel 3.6 Tabel User

Nama Kolom Batasan Data Type usernam e PK Varchar (100)

Psw d Text

Nam a Varchar2 (50)

Em ail Varchar2 (5)

Absen Char (3)

St at us Varchar (50)


(69)

7. Tabel Jadwal

Pada tabel 3.7 terdapat dua entitas yaitu id_kategori yang berfungsi sebagai primary key dan nama_kategori adalah entitas biasa.

Tabel 3.7 Tabel Jadwal

Nama Kolom Batasan Data Type Id_kat egori PK Int eger (10) Nam a_kat egori Varchar2 (20)

8. Tabel Isi Jadwal

Pada tabel 3.8. tabel petugas terdapat lima entitas yaitu id_berita yang berfungsi sebagai primary key dan yang lainnya merupakan entitas biasa.

Tabel 3.8 Tabel Isi Jadwal

Nama Kolom Batasan Data Type Id_berit a PK Int eger (5)

Isi Text

Gam bar Varchar2 (50)

Tanggal Dat e

Wakt u Tim e

9. Tabel Jemaat

Pada tabel 3.9 tabel jemaat terdapat enam entitas yaitu id_jemaat yang berfungsi sebagai primary key dan yang lainnya merupakan entitas biasa.


(70)

Tabel 3.9 Tabel Jemat

Nama Kolom Batasan Data Type Id_jem aat PK Int eger (5) Nam a_jem aat Varchar2 (100)

Phone Varchar2 (15)

Jenis_kelam in Varchar2 (10)

Alam at Varchar2 (150)

St at us Varchar2 (10)

10.Tabel Lingkungan

Pada tabel 3.10 tabel Lingkungan terdapat 2 entitas yaitu nama_lingkungan yang berfungsi sebagai primary key dan keterangan sebagai entitas biasa.

Tabel 3.10 Tabel Lingkungan

Nama Kolom Batasan Data Type Nam a_lingkungan PK Varchar2 (100)

Ket erangan Varchar2 (100)

3.7 Perancangan Interface (Perancangan Antarmuka)

Dalam sub bab ini akan dijelaskan tentang perancangan antarmuka untuk website yang akan dibuat.


(71)

3.6.1 Perancangan Antarmuka Beranda

Perancangan halaman utama dari sistem informasi management hubungan jemaat pada gereja GBI The New Church akan menampilkan menu yang ada didalam website tersebut. Halaman ini adalah halaman awal sebelum mengakses ke halaman selanjutnya.

Beranda Jadwal Kegiatan Renungan About Us

GBI THE NEW CHURCH

IMAGE

Login

Gambar 3.8 Design interface

3.6.2 Perancangan Halaman Admin

Perancangan halaman admin dari sistem informasi management hubungan jemaat pada gereja GBI The New Church akan menampilkan menu yang ada didalam website tersebut. Halaman ini adalah halaman admin untuk mengakses keseluruhan dari web ini.


(72)

Perancangan halaman utama dari sistem informasi management hubungan jemaat pada gereja GBI The New Church akan menampilkan menu yang ada didalam website tersebut. Halaman ini adalah halaman awal sebelum mengakses ke halaman selanjutnya.

GBI The New Church

Beranda jadwal Pengumuman agenda renungan Profil Jemaat Absensi Log out


(73)

BAB IV

IMPLEMENTASI SISTEM

Berdasarkan hasil analisis yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya mengenai Sistem Informasi Gereja, maka pada bab ini akan dibahas lebih lanjut mengenai disain program yang merupakan implementasi dari sistem tersebut.

4.1 Kebutuhan Sistem

Untuk implementasi aplikasi Sistem Informasi Gereja GBI The New Church memerlukan perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) pendukung, Agar sistem dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

a. Sistem Operasi Microsoft Windows 7 Ultimate

b. Database untuk pengolahan data menggunakan MySql Versi 5.1.30

c. Aplikasi pengembang menggunakan Macromedia Dreamweaver 8, Xampp 1.7.0, PhpMyadmin, Sybase PowerDesigner 12.5, dan Google Crome Perangkat keras (hardware) yang dapat digunakan untuk mendukung perangkat lunak diatas yaitu:

a. Toshiba Portege M 300 Notebook Laptop, intel centrino b. Memori 1 GB


(74)

4.2 Implementasi

Pada sub bab Implementasi aplikasi desain antarmuka ini, menjelaskan apa saja yang terlibat dalam sistem yang telah dibuat bedasarkan perancangan yang telah di bahas pada bab III. Pada sistem ini terdapat beberapa menu utama dari Sistem Informasi Gereja GBI The New Church antara lain yaitu:

1. Halaman tampilan utama website GBI The New Church 2. Halaman Jadwal

3. Halaman kegiatan 4. Halaman Renungan 5. Halaman About us 6. Halaman Admin 7. Halaman Pendeta 4.2.1 Halaman Utama

Pada halaman utama dari aplikasi ini, terdapat lima menu utama pada sistem yaitu: menu beranda, jadwal, kegiatan, renungan, tentang kami dan menu login untuk user. Seperti pada Gambar 4.1 dan berikut adalah tampilan utama dari aplikasi:


(75)

4.2.2 Halaman Jadwal

Pada halaman jadwal, user dapat melihat jadwal ibadah yang ada di gereja GBI The New Church secara keseluruhan. Seperti pada Gambar 4.2 dan berikut adalah isi dari menu jadwal GBI The New Church:

Gambar 4.2 Tampilan Halaman Jadwal 4.2.3 Halaman kegiatan

Pada halaman kegiatan terdapat dua menu yaitu menu pengumuman yang berisi tentang informasi yang bersifat mengumumkan. Seperti pengumuman pernikahan, pengumuman kematian. Seperti pada Gambar 4.3 dan berikut adalah gambar dari halaman pengumuman:


(76)

Dan juga terdapat menu kegiatan yang digunakan untuk menginformasi kepada user tentang rencana kegiatan yang akan diselenggarakan GBI The New Church. Seperti pada Gambar 4.4 dan berikut adalah tampilan dari halaman agenda:

Gambar 4.4 Tampilan Halaman Agenda

4.2.4 Halaman Renungan

Pada halaman renungan ini terdapat renungan yang ditujukkan untuk user. Seperti pada Gambar 4.5 dan berikut adalah tampilan dari halaman renungan.


(77)

4.2.5 Halaman Tentang Kami

Pada halaman tentang kami user dapat melihat profil dari gereja GBI The New Church. Seperti pada Gambar 4.6 dan berikut adalah tampilan dari halaman tentang kami.

Gambar 4.6 Tampilan Halaman Tentang Kami 4.2.6 Halaman Administrator

Pada halaman administrator ini adalah tampilan pertama yang akan dijumpai ketika berhasil login kedalam sistem informasi gereja sebagai administrator. Halaman admin berfungsi untuk menginputkan pengumuman, agenda, renungan, profil jemaat. Seperti pada Gambar 4.7 dan berikut adalah tampilan halaman administrator:


(78)

4.2.7. Halaman Administrator Bagian Jadwal

Pada halaman jadwal, user dapat melihat jadwal ibadah yang ada di gereja GBI The New Church secara keseluruhan. Seperti pada Gambar 4.8 dan berikut adalah isi dari menu jadwal GBI The New Church:

Gambar 4.8 Tampilan Halaman Jadwal

Pada halaman jadwal terdapat menu untuk menambah jadwal. Seperti pada Gambar 4.9 berikut adalah gambar dari menu yang ada di halaman jadwal untuk menambah jadwal.


(79)

Selain untuk melihat jadwal secara keseluruhan dan menambahkan jadwal, pada halaman jadwal juga terdapat menu untuk kategori jadwal dan juga menu untuk menambah kategori jadwal. Seperti pada Gambar 4.10 dan 4.11 berikut adalah menu kategori dan menambah kategori jadwal

Gambar 4.10 Tampilan Kategori Jadwal


(80)

4.2.8 Halaman Administrator Bagian Pengumuman

Pada halaman pengumuman berisi tentang informasi yang bersifat mengumumkan. Seperti pengumuman pernikahan, pengumuman kematian. Seperti pada Gambar 4.12 dan berikut adalah gambar dari halaman pengumuman:

Gambar 4.12 Tampilan Halaman Pengumuman

Selain menampilkan pengumuman, pada halaman pengumuman terdapat menu menambahkan pengumuman. Seperti pada Gambar 4.13 berikut adalah tampilan untuk menambahkan pengumuman.


(81)

4.2.9 Halaman Administrator Bagian Agenda

Pada halaman ini digunakan untuk menginformasi kepada user tentang rencana kegiatan yang akan diselenggarakan GBI The New Church. Seperti pada Gambar 4.14 dan berikut adalah tampilan dari halaman agenda:

Gambar 4.14 Tampilan Halaman Agenda

Di dalam halaman agenda terdapat juga menu untuk menambahkan agenda. Seperti pada Gambar 4.15


(82)

4.2.10 Halaman Administrator Bagian Upload

Pada halaman upload ini berfungsi mengunggah renungan yang ditujukkan untuk user. Seperti pada Gambar 4.16 berikut adalah tampilan dari halaman renungan.

Gambar 4.16 Tampilan Halaman Upload

4.2.11 Halaman Pendeta

Pada halaman ini user berhasil melakukan login sebagai pendeta. Seperti pada Gambar 4.17 berikut adalah tampilan halaman pendeta


(83)

4.2.12 Halaman Pendeta Bagian Abensi

Pada halaman ini pendeta dapat melihat absensi di dalam ibadah yang ada di GBI The New Church dan juga melakukan absensi. Seperti pada Gambar 4.18 berikut adalah tampilan halaman absensi

Gambar 4.18 Tampilan Halaman Absensi

4.2.13 Halaman Pendeta Bagian Pengumuman

Pada halaman ini pendeta dapat melakukan input kedalam pengumuman yang kegiatannya berhubungan dengan ibadah. Seperti pada Gambar 4.19 berikut adalah tampilan halaman pengumuman


(84)

BAB V

UJI COBA DAN EVALUASI

Pada bab ini akan membahas tentang uji coba dan evaluasi program aplikasi Sistem Informasi Management Hubungan Jemaat Pada Gereja GBI The New Church Menggunakan Codeigniter yang telah dibuat dan selanjutnya akan dibuat evasluasi dari hasil uji coba tersebut. Uji coba dilaksanakan untuk mengetahui apakah aplikasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan perancangan yang dibuat. Evaluasi dilakukan untuk menetukan tingkat keberhasilan dari aplikasi yang dibuat.

5.1 Uji Coba

Uji coba ini bertujuan untuk memastikan bahwa aplikasi yang telah dibuat ini sesuai dengan kebutuhan atau tujuan yang diharapkan.

5.1.1 Uji Coba Sistem

Adapun uji coba didalam Sistem Informas Management Hubungan Jemaat ini yaitu uji coba halaman dari semua menu yang ada.

Untuk memeriksa sistem berjalan dengan lancar dan sesuai denga proses yang telah dijelaskan pada bab – bab sebelumnya maka dibuat skenario yang terdiri dair beberapa uji coba diantaranya:


(1)

{

$ta=$this->db->query("select * from agenda"); return $ta;

}

function Simpan_Agenda($in) {

$kat=$this->db->insert('agenda',$in); return $kat;

}

function Edit_Agenda($id) {

$ed=$this->db->query("select * from agenda where id_agenda='$id'"); return $ed;

}

function Update_Agenda($in) {

$this->db->where('id_agenda',$in['id_agenda']); $this->db->update('agenda',$in);

}

function Delete_Agenda($id) {

$this->db->where('id_agenda',$id); $this->db->delete('agenda'); }

ABSENSI

View Untuk Halaman Absensi Pada Pendeta

<div id="kiri"><h2>Selamat Datang di Control Panel PENDETA</h2> <div id="isi">

<?php echo form_open('pendeta/saveabsensi') ?>

<table width="600px;" border="0" cellspacing="2" cellpadding="1" align="center"> <tr>

<td><label style="color:#F00; font-weight:bold;">Nama</label></td><td> <select name="username">


(2)

$kat=$this->pendeta_model->absen();

foreach($kat->result() as $kategori):

if($kategori_id==$kategori->id){ $select="selected='elected'";

} else { $select=""; } ?>

<option value="<?php echo $kategori->nama;?>" <?php echo $select;?>><?php echo $kategori->nama?></option> <?php endforeach; ?>

</select></td></tr>

<tr><td><label style="color:#F00; font-weight:bold;" id="tam">Kategori</label></td><td><select name="kategori"> <?php

$kat=$this->pendeta_model->absenjad();

foreach($kat->result() as $kategori):

if($kategori_id==$kategori->id){ $select="selected='elected'";

} else { $select=""; } ?>

<option value="<?php echo >nama_kategori;?>" <?php echo $select;?>><?php echo $kategori->nama_kategori?></option>

<?php endforeach;?> </select></td></tr></td> </tr>

<tr><td><label style="color:#F00; font-weight:bold;">Waktu</label></td>

<td><label style="color:#F00; font-weight:bold;">Tanggal</label><input style="width:50px;" type="text" name="tanggal" /> <label style="color:#F00; font-weight:bold;">Bulan</label><input style="width:50px;" type="text" name="bulan" />

<label style="color:#F00; font-weight:bold;">Tahun</label><input style="width:50px;" type="text" name="tahun" /></td> </tr>

<tr>


(3)

<option><?php echo "ada"; ?></option> <option><?php echo "Tidak ada"; ?></option> </select></td></tr>

<br/> <tr>

<td><input type="submit" value="save Absensi" class="submitButton" /></td> <td><input type="reset" value="reset" class="submitButton" /></td>

</tr>

<?php echo form_close(); ?> </table>

Model Halaman Absensi Pada Pendeta

function absen() {

return $this->db->get('jemaat'); }

function bogel($id) {

$ricky = $this->db->get('absen',$id); return ricky();

}

function sofie() {

return $this->db->get('jemaat'); }

function absenjad() {

return $this->db->get('jadwal'); }

function input_absen($data) {

$this->db->insert('absen',$data); return;


(4)

function Tampil_Tutorial($username,$limit,$ofset) {

$t=$this->db->query("select * from tbltutorial left join jadwaltutorial on tbltutorial.id_kategori_tutorial=jadwaltutorial.id_kategori_tutorial where

author='$username' LIMIT $ofset,$limit"); return $t;

}

function Total_Tutorial($username) {

$t=$this->db->query("select * from tbltutorial left join jadwaltutorial on tbltutorial.id_kategori_tutorial=jadwaltutorial.id_kategori_tutorial where

author='$username'"); return $t;

}

function Kat_Tutorial() {

$kat=$this->db->query("select * from jadwaltutorial"); return $kat;

}

function Simpan_Tutorial($in) {

$kat=$this->db->insert('tbltutorial',$in); return $kat;

}

function Edit_Tutorial($id,$username) {

$ed=$this->db->query("select * from tbltutorial left join jadwaltutorial on tbltutorial.id_kategori_tutorial=jadwaltutorial.id_kategori_tutorial where

author='$username' and id_tutorial='$id'"); return $ed;

}

function simpan_data($query) {

$this->db->insert('absen',$query); }


(5)

function absensi() {

$datestring = "Login : %d-%m-%Y pukul %h:%i %a"; $time = time();

$data = array();

$session=isset($_SESSION['username_belajar']) ? $_SESSION['username_belajar']:''; if($session!=""){

$pecah=explode("|",$session); $data["username"]=$pecah[0]; $data["nama"]=$pecah[1]; $data["status"]=$pecah[3];

$data['scriptmce'] = $this->scripttiny_mce(); $data["kategori"] = $this->pendeta_model->absen();

if($data["status"]=="PA"){

$data["tanggal"] = mdate($datestring, $time); $this->load->view('pendeta/bg_atas',$data); $this->load->view('pendeta/bg_menu'); $this->load->view('pendeta/absensi',$data); $this->load->view('pendeta/bg_bawah'); }

else{ ?>

<script type="text/javascript" language="javascript">

alert("Anda tidak berhak masuk ke Control Panel Pendeta...!!!"); </script>

<?php

echo "<meta http-equiv='refresh' content='0; url=".base_url()."index.php/'>"; }

} else{

?>

<script type="text/javascript" language="javascript">

alert("Anda belum Log In...!!!\nAnda harus Log In untuk mengakses halaman ini...!!!"); </script>

<?php


(6)

} }