Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks.

Digital Repository Universitas Jember

IDENTIFIKASI JENIS KAYU YANG DIMANFAATKAN UNTUK PEMBUATAN
PERAHU TRADISIONAL NELAYAN MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI
DAN PEMANFAATANYA SEBAGAI BUKU NONTEKS

SKRIPSI

Oleh:
Nuris Auliya Dwi Riansah
NIM 100210103033

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015

Digital Repository Universitas Jember

PERSEMBAHAN

Bersama rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan
jalan untuk penyelesaian skripsi ini, saya persembahkan skripsi ini kepada.
1) Kedua orang tuaku, Almarhum Drs. Sahlan Isnadi dan Ibunda Dra. Suharnanik
Choiriyah, yang senantiasa menemani siang-malam bersama rangkaian doa dan
ikhtiarnya, jalan itu akan tetap kulanjutkan sampai seberapa lama waktu itu tersisa
dan seberapa kuat tubuh ini terjaga.
2) Semua guru dan dosenku dari masa ke masa, terima kasih untuk setiap huruf dan
cerita yang telah Bapak-Ibu berikan dengan ikhlas dan penuh perjuangan.
3) Almamater yang kubanggakan.

ii

Digital Repository Universitas Jember

MOTTO

“Segala sesuatu mungkin tidak dapat berjalan sesuai rencana, tapi kita harus tetap
jalani hidup ini karena hidup tidak akan menunggu kita untuk membuat rencana
baru.” *)
“Its every shamefull fall, every mistake that i’ve made these are the scars that have
brought me where I am today.” **)

*)

Penulis

**)

Nano
iii

Digital Repository Universitas Jember

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
nama

: Nuris Auliya Dwi R

NIM

: 100210103033

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Identifikasi
Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan
Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks ”, adalah
benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan
sumbernya, dan belum pernah diajukan dalam institusi mana pun serta bukan karya
jiplakan. Saya bertanggungjawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan
sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa adanya tekanan
dan paksaan dari pihak manapun dan bersedia mendapat sanksi akademik jika
ternyata di kemudian hari pernyataan ini tidak benar.

Jember, Mei 2015
Yang menyatakan,

Nuris Auliya Dwi R
NIM 100210103033
iv

Digital Repository Universitas Jember

SKRIPSI

IDENTIFIKASI JENIS KAYU YANG DIMANFAATKAN UNTUK
PEMBUATAN PERAHU TRADISIONAL NELAYAN MUNCAR
KABUPATEN BANYUWANGI DAN PEMANFAATANYA SEBAGAI BUKU
NONTEKS

Oleh
Nuris Auliya Dwi R
NIM 100210103033

Pembimbing

Dosen Pembimbing I

: Dr. Iis Nur Asyiah, S.P,M.P.

Dosen Pembimbing II

: Sulifah Apriliya, H., Spd, M.pd.
v

Digital Repository Universitas Jember

PENGESAHAN
Skripsi berjudul “Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan
Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya
Sebagai Buku Nonteks” telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Jember pada:
hari, tanggal

:

tempat

: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Tim Penguji
Ketua,

Sekretaris,

Dr. Iis Nur Asyiah, S.P,M.P.
1973061420080 1 008

Sulifah Apriliya, H., Spd, M.pd.
19790415200312 2 003

Anggota I,

Anggota II

Dra. Pujiastuti, M.Si.
19610222198702 2 001

Siti Murdiyah. Spd, M.pd
19790503200604 2 001

Mengesahkan,
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Prof. Dr. Sunardi, M.Pd.
NIP 19540501198303 1 005
vi

Digital Repository Universitas Jember

RINGKASAN

Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu
Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya
Sebagai Buku Nonteks. Nuris Auliya Dwi R, 100210103033; 2015: 80 halaman;
Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan MIPA, Universitas Jember.
Muncar merupakan sebuah kecamatan yang terletak pada Kabupaten
Banyuwangi, berbatasan langsung dengan Selat Bali dan menjadikanya sebagai
daerah operasional. Sebagai salah satu daerah perikanan terbesar di Jawa Timur,
hampir semua nelayan yang beroperasi di pelabuhan ikan Muncar masih
menggunakan perahu tradisional yang terbuat dari kayu sebagai alat tangkap utama.
Nelayan Muncar telah lama memanfaatkan kayu sebagai bahan pembuatan perahu
tradisional tetapi belum ada data tertulis mengenai jenis perahu, jenis kayu yang
digunakan, cara perawatan perahu, dan cara pembuatan perahu. Tujuan dari penelitian
ini untuk menyediakan data tertulis mengenai jenis kayu yang dimanfaatkan sebagai
bahan pembuatan perahu serta jenis-jenis perahu yang biasa digunakan oleh nelayan
muncar yang nantinya hasil dari penelitian akan disusun menjadi buku nonteks yang
bertujuan untuk mendapatkan data tertulis mengenai jenis kayu yang dimanfaatkan
sebagai bahan pembuatan perahu serta jenis-jenis perahu yang biasa digunakan oleh
nelayan muncar serta diharapkan buku yang disusun mampu melestarikan kearifan
lokal mengenai perahu tradisional.
Pengambilan data jenis kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan perahu
tradisional dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan kuesioner terhadap para
nelayan yang dianggap mengetahui seluk-beluk perkapalan dengan menggunakan
metode Snowball Sampling di daerah pelabuhan ikan Muncar Kecamatan Muncar
Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 7 jenis tumbuhan
berkayu yang biasa dimanfaatkan oleh nelayan Muncar dalam pembuatan perahu
vii

Digital Repository Universitas Jember

tradisional yaitu akasia (Acacia mangium Willd), bayur (Pterospermum javanicum
Jungh), bendo (Artocarpus elasticus Reinw), jati (Tectona grandis L.f.), kesambi
(Schleichera oleosa Lour), mahoni (Swietenia mahagonia L. Jacq) nyamplung
(Calophlum inophylum L) dan 2 jenis tumbuhan rumput-rumputan bambu ori
(Bambusa bambos Voss) dan bambu petung (Dendrocalmus asper Backer). Proses
pembuatan perahu tradisional nelayan Muncar ada dua cara yaitu dengan cara
melubangi kayu gelondong utuh pada bagian tengah hingga membentuk badan perahu
dan dengan cara merakit papan-papan kayu. Perawatan perahu dilakukan dengan cara
Membersihkan perahu dari sisa air laut, lumut, dan binatang laut yang menempel
pada perahu, Mendempul bagian perahu yang bocor, Mengecat bagian perahu, dan
Penggantian bagian perahu yang rusak
Hasil penelitian yang didapatkan disusun menjadi buku nonteks, yang
ditujukan tidak hanya pada masyarakat umum tapi juga ditujukan untuk proses
pembelajaran. Dalam pengembangan buku nonteks yang dibuat, buku nonteks
tersebut menggunakan pengembangan buku ADDIE (Analyze, Design, Develop,
Implementation, dan Evaluation). Uji validasi buku dilakukan oleh masyarakat sekitar
daerah pelabuhan ikan Muncar yang dianggap mengetahui seluk beluk perahu
nelayan. Nilai rata-rata yang didapatkan nilai rata-rata yaitu 92,3 dari skala maksimal
100 yang menyatakan buku direkomendasikan sebagai salah satu buku referensi yang
dapat digunakan sebagai sumber belajar.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat
disimpulkan (1) Terdapat 7 jenis tumbuhan berkayu dan 2 jenis tumbuhan rumputrumputan yang biasa dimanfaatkan oleh nelayan Muncar dalam pembuatan perahu
tradisional; (2) Terdapat dua cara pembuatan perahu tradisional nelayan Muncar yaitu
dengan cara melubagi kayu gelondong dan dengan cara merakit papan-papan kayu;
(3) Buku nonteks yang telah disusun dapat direkomendasikan sebagai salah satu buku
referensi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar di sekolah terutama sekolah
berbasis kelautan.
viii

Digital Repository Universitas Jember

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmad-Nya sehingga penulisan skripsi dengan judul “Identifikasi Jenis Kayu Yang
Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten
Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks” dapat terselesaikan. Skripsi
ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat penyelesaian pendidikan S1 pada
Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Sunardi, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jember;
2. Dr. Dwi Wahyuni, M.Kes, selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA;
3. Dr. Suratno, M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP
Universitas Jember;
4. Dr. Iis Nur Asyiah, S.P,M.P., selaku Dosen Pembimbing Akademik dan Dosen
Pembimbing I serta Sulifah Apriliya, H., Spd, M.pd. selaku Dosen Pembimbing II
yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan perhatian dalam penulisan skripsi ini;
5. Dra. Pujiastuti, M.Si.dan Siti Murdiyah. Spd, M.pd selaku Dosen Penguji sidang
skripsi;
6. Orang tua saya dan segenap keluarga yang selalu memberikan dukungan dan
doanya;
7. Teman-teman seperjuangan, yaitu Tama, Irfan, Iyek, Abob, Mustain, Haqqi, Puja,
Deni, Abob, Ferdi, Irfan, Apris, Riyan, Risky, Martin, Tanti, Enat dan semua
teman-teman di FKIP Biologi. Serta saudara-saudara seperjuangan kos Bangka
United, Angga, Bang Iqbal, Mas Rizki, Topik, Bowo, Roni, Diki, Tian Agung,
Akbar, dan Mas Galih yang menemani penulis selama hidup di Jember;
ix

Digital Repository Universitas Jember

8. Bapak Sunaryo berserta keluarga yang mengijinkan penulis tinggal dirumahnya
selama penelitian; dan
9. semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu
terselesaikannya skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Penulis
mengharapkan saran dan kritik yang membangun guna penyempurnaan skripsi ini.
Semoga skripsi ini bisa bermanfaat sebagaimana mestinya.

Jember, Mei, 2015
Penulis

x

Digital Repository Universitas Jember

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL .........................................................................................

i

HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................

ii

HALAMAN MOTTO .......................................................................................

iii

HALAMAN PERYATAAN .............................................................................

iv

HALAMAN PEMBIMBINGAN .....................................................................

v

HALAMAN PENGESAHAN ..........................................................................

vi

RINGKASAN ....................................................................................................

vii

PRAKATA .........................................................................................................

x

DAFTAR ISI .....................................................................................................

xii

DAFTAR TABEL .............................................................................................

xv

DAFTAR GAMBAR .........................................................................................

xvi

DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................................

xviii

BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................

1

1.1 Latar Belakang ..............................................................................

1

1.2 Rumusan Masalah ........................................................................

4

1.3 Batasan Masalah ...........................................................................

5

1.4 Tujuan Penelitian ..........................................................................

5

1.5 Manfaat Penelitian ........................................................................

5

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................

7

2.1

Pelabuhan Ikan Muncar .................................................................

7

2.2 Kayu Sebagai Bahan Pembuatan Perahu Tradisional...................

10

2.2.1 Karakteristik Kayu................................................................

11

2.3 Perahu Tradisional.........................................................................

13

2.3.1 Karakteristik perahu Tradisional..........................................

13

2.3.2 Pembuatan Perahu Tradisional.............................................

14

xi

Digital Repository Universitas Jember

2.3.3 Perawatan Perahu Tradisional..............................................

17

2.4 Buku Nonteks Sebagai Media Pembelajaran.................................

18

2.4.1 Pengertian Buku Nonteks .. .................................................

21

2.5.2 Ciri-ciri Buku Nonteks ........................................................

22

BAB 3. METODE PENELITIAN ....................................................................

23

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ......................................................

23

3.1.1 Tempat Penelitian ..............................................................

23

3.1.2 Waktu Penelitian..................................................................

23

3.2 Alat dan Bahan Penelitian ..........................................................

23

3.3 Definisi Operasional ....................................................................

23

3.4 Desain Penelitian...........................................................................

24

3.4.1 Penentuan Daerah Penelitian ..............................................

24

3.4.2 Teknik Pengambilan Data...................................................

26

3.5 Prosedur Penelitian.....................................................................

26

3.6 Pemanfaatan Hasil Penelitian dalam Penyusunan Buku Nonteks.

27

3.7 Analisis Data................................................................................

27

3.8 Alur Penelitian ..............................................................................

29

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN ...........................................................

30

4.1 Jenis-Jenis Tumbuhan Yang Dimanfaatkan Sebagai Bahan Baku

30

Perahu.............................................................................................
4.2 Jenis-Jenis Perahu Tradisional Nelayan Muncar Dan Bagianbagianya .......................................................................................

32

4.3 Bagian-Bagian Perahu Tradisional ..............................................

59

4.4 Proses Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar .............

65

4.5 Perawatan Perahu Secara Tradisional ...........................................

68

4.6 Buku Nonteks Pemanfaatan Kayu Untuk Perahu Tradisional ......

70

4.7 Pembahasan ...................................................................................

71

xii

Digital Repository Universitas Jember

BAB 5. PENUTUP ............................................................................................

75

5.1 Kesimpulan ...................................................................................

75

5.2 Saran .............................................................................................

76

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................

77

xiii

Digital Repository Universitas Jember

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1

Kriteria Kelas Kayu ........................................................................

Tabel 4.1

Tabel 4.2

Jenis-Jenis Tumbuhan Yang Dimanfaatkan Oleh Nelayan
Pelabuhan Ikan Muncar Untuk Bahan Pembuatan Perahu
Tradisional ......................................................................................
Jenis Perahu dan Bagian-Bagianya .................................................

Tabel 4.3

Data dan Hasil Validasi ..................................................................

xiv

11
31
33
71

Digital Repository Universitas Jember

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 3.1 Peta Kabupaten Banyuwangi ...................................................

25

Gambar 3.2 Denah lokasi Pelabuhan ikan Muncar ......................................

26

Gambar 3.3 Diagram Alur Penelitian .........................................................

29

Gambar 4.1 Daun Akasia Mangium............................................................

46

Gambar 4.2 Batang Akasia Mangium..........................................................

46

Gambar 4.4 Bambu Petung ...... ...................................................................

47

Gambar 4.5 Bambu Ori ...............................................................................

48

Gambar 4.6 Kayu Bayur........... .................................................................

49

Gambar 4.7 Pohon Bendo ............................................................................

50

Gambar 4.8 Pohon Jati .................................................................................

52

Gambar 4.9 Kayu Jati ...................................................................................

52

Gambar 4.10 Pohon kesambi .......................................................................

53

Gambar 4.11 Pohon mahoni .......................................................................

54

Gambar 4.12 Pohon Nyamplung .................................................................

55

Gambar 4.13 Perahu Selerek ........................................................................

56

Gambar 4.14 Perahu Jukung ........................................................................

57

Gambar 4.15 Perahu Gardan ........................................................................

58

Gambar 4.16 Perahu Kapal ..........................................................................

59

Gambar 4.17 Kondisi dalam Oma-omahan ................................................

64

Gambar 4.18 Pengecatan Perahu..................................................................

59

Gambar 4.19 Penggantian bagian perahu yang rusak...................................

60

xv

Digital Repository Universitas Jember

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran A. Daftar Pertanyaan Inti Wawancara

81

Lampiran B. Draft Buku Nonteks Keanekaragaman Kayu Yang

82

dimanfatkan Sebagai Perahu Tradisional Nelayan Muncar
Lampiran C. Instrumen Penilaian Buku Suplemen

83

Lampiran D. Biodata Informan

93

Lampiran E. Klasifikasi Tumbuhan

95

Lampiran F. Produk Buku Nonteks

99

Lampiran G. Berkas Penelitian

100

Lampiran H. Lembar Konsultasi Penyusunan Skripsi

107

xvi

Digital Repository Universitas Jember

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia karena memiliki luas laut
dan jumlah pulau yang besar. Panjang pantai Indonesia mencapai 95.181 km dengan
luas wilayah laut 5,8 juta km2, mendominasi total luas territorial Indonesia sebesar
7,7 juta km2. Potensi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki
keanekaragaman hayati dan non hayati kelautan terbesar ( Pusat Data, Statistik dan
Informasi, 2010). Potensi sumberdaya kelautan Indonesia meliputi : Sumber Daya
Ikan (SDI) pelagis besar, SDI pelagis kecil, sumberdaya udang panid dan krustasea
lainya, SDI demersal, sumberdaya moluska dan teripang, sumberdaya benih alam
komersial, sumberdaya ikan hias, sumberdaya penyu laut, sumberdaya mamalia laut,
dan sumberdaya rumput laut (Mallawa, 2006).
Secara umum pemanfaatan sumberdaya kelautan di Indonesia sampai
saat ini belum optimal dan masih berpeluang untuk dikembangkan. Salah satu
pengembangannya adalah melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana dan
prasarana di bidang perikanan yang diharapkan mampu meningkatkan usaha
perikanan tangkap baik untuk skala kecil maupun besar yang nantinya dapat
menghidupkan sektor perekonomian bagi penduduk di sekitar wilayah pelabuhan
perikanan ( Kusumastanto, 2001).
Menurut Pusat Data, Statistik dan Informasi pada tahun 2010 di Jawa Timur
sendiri terdapat beberapa pelabuhan ikan yang tersebar di penjuru Jawa Timur
diantaranya adalah Lamongan, Surabaya, Probolinggo, Bawean, dan Muncar di
Banyuwangi. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010
menyatakan bahwa kawasan pelabuhan Muncar adalah kawasan yang kaya akan
keanekaragaman hayatinya dan telah sejak lama terkenal sebagai salah satu daerah
penghasil ikan terbesar di Indonesia setelah pelabuhan ikan Bagan Siapi-api di Riau.

1

Digital Repository Universitas Jember
2

Pada pelabuhan ikan Muncar terdapat sekitar 1.328 nelayan dengan alat
tangkap ikan sejumlah 1.932 serta 1.506 armada kapal, dengan hasil utama dari para
nelayan pelabuhan Muncar meliputi ikan lemuru, tongkol, dan teri (Nur, 2013). Akan
tetapi dari sekian banyak nelayan yang menggantungkan mencari ikan sebagai mata
pencaharian utama merupakan nelayan tradisional. Menurut Adisanjaya (2010),
Sebagian besar nelayan masih merupakan nelayan tradisional, armada perikanan
yang masih didominasi oleh skala kecil/tradisional dengan kemampuan IPTEK
yang rendah, sumber data perikanan yang kurang memadai, masih rendahnya
kemampuan penanganan dan pengolahan hasil perikanan dan masih banyak
permasalahan lain yang masih belum mendapatkan penanganan yang serius dari
departemen terkait demikian pula dengan mayoritas nelayan Muncar. Sebagian besar
penangkapan ikan yang

dilakukan

oleh

masyarakat

pesisir

Muncar

masih

menggunakan alat sederhana yaitu menggunakan perahu tradisional, perahu tanpa
motor dan perahu bermotor tempel.
Menurut Adrianto dkk 2011, yang disebut perahu tradisional merupakan
perahu yang terbuat dari kayu dan masih mengandalkan angin sebagai penggerak
utama, apabila sebuah perahu menggunakan mesin sebagai penggerak utama maka
perahu tersebut sudah tidak dapat disebut sebagai perahu tradisional melainkan
perahu mesin. Menurut Kusumanti 2009, perahu tradisional adalah perahu yang
terbuat dari kayu dan dalam teknik pembuatanya masih menggunakan pengetahuan
yang diturunkan dari para pendahulu. Perahu tradisional pada tiap daerah memiliki
ciri khsus tersendiri yang membedakanya dengan perahu tradisional dari daerah lain,
yang menyebabkan adanya perbedaan tersebut adalah proses pembuatanya serta
budaya dari masyarakat nelayan tersebut. Menurut Batubara (2002), penggunaan
kayu sebagai bahan utama pembuatan perahu tradisional sudah dilakukan semenjak
zaman purba dimana bahkan terkenal kapal Pinisi, kapal yang menjadi salah satu
bukti penggunaan kayu sejak zaman nenek moyang. Kebutuhan kayu tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari, baik untuk kebutuhan dalam
rumah maupun di luar rumah, seperti konstruksi rumah, perabot rumah tangga, pagar

Digital Repository Universitas Jember
3

rumah, jembatan, serta berbagai alat transportasi seperti kapal kayu, perahu dan
gerobak. Menurut Rogers (1996), perahu tertua yang tercatat dalam sejarah
ditemukan di Mesir pada tahun 1987. Perahu tersebut terbuat dari kayu dan berasal
lebih dari sekitar 2000 tahun sebelum masehi. Di Indonesia sejarah perahu kayu dapat
dilacak semenjak zaman Kerajaan Mataram kuno hingga zaman Kerajaan Majapahit.
Menurut Djafar (2009), penggunaan perahu tersebut dibuktikan dengan ditemukanya
beberapa prasati yang turut membuktikan penggunaan perahu pada zaman tersebut.
Kayu merupakan bahan yang didapatkan dari tumbuh-tumbuhan (dalam) alam
termasuk vegetasi hutan. Tumbuh-tumbuhan yang dimaksud disini adalah pohonpohonan (trees) (Soeryanto, 1974). Akan tetapi menurut Kusumanti (2009), tidak
semua

kayu

dapat

digunakan

sebagai

material

pembuat

kapal. Sebelum

memutuskan untuk membangun atau membuat kapal, pemilihan dan penentuan
kayu yang akan dipakai menjadi hal yang penting. Ada beberapa macam kayu
yang cocok untuk membuat perahu yang berdasarkan penggolongan kekuatan dan
keawetan

kayu

yang

telah

ditentukan

oleh

Lembaga

Pusat Penyelidikan

Kehutanan. Salah satu contoh dari jenis kayu yang digunakan adalah kayu Jati,
penggunaan kayu jati sebagai bahan pembuatan perahu dapat ditemukan di hampir
seluruh daerah Pesisir. Alasan dari penggunaan kayu Jati sebagai bahan pembuatan
perahu disebabkan karena kekuatan, keawetan, serta kelenturan kayu yang bagus
sehingga menjadi salah satu pilihan utama sebagai bahan baku pembuatan perahu
(Lisbijanto,2009).
Selama ini telah banyak penelitian yang dilakukan dan berfokus pada
pemanfaatan kayu dalam pembuatan perahu. Diantaranya adalah penelitian yang
dilakukan oleh Kusumanti (2009) tentang Pemanfaatan Material Kayu pada
Pembuatan Gading-gading di Galangan Kapal Rakyat Bulukumba, Kurni (2013)
Teknik Pembuatan perahu Tradisional Masyarakat Kampung Rayori Papua, Lestari
dkk (2010) Identifikasi Perahu Kayu di Kepulauan Spermonde.
Penelian yang selama ini dilakukan di Muncar, belum pernah ada penelitian
mengenai jenis kayu yang digunakan sebagai bahan pembuatan perahu tradisional

Digital Repository Universitas Jember
4

nelayan Muncar. Dalam membuat sebuah perahu, nelayan Muncar masih
mengandalkan pengetahuan yang diturunkan dari pendahulunya dan tidak ada catatan
tertulis mengenai pembuatan perahu tradisional tersebut. Melihat fenomena tersebut
maka penulis berusaha menggali pengetahuan masyarakat akan berbagai jenis kayu
yang digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan perahu tradisional nelayan
Muncar untuk melestarikan pengetahuan lokal mengenai pembuatan perahu
tradisional nelayan Muncar.
Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam penyusunan Buku Nonteks
Keanekaragaman jenis kayu yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan perahu
yang ada di kawasan tersebut. Buku nonteks yang dihasilkan dapat memberikan
pengetahuan kepada mengenai jenis kayu yang digunakan dakam pembuatan perahu,
serta mampu melestarikan pengetahuan mengenai perahu tradisional nelayan Mucar.
Selain dapat digunakan oleh masyarakat, buku nonteks yang disusun juga dapat
digunakan sebagai buku pengayaan pengetahuan untuk sub materi Klasifikasi Plantae
di SMA. Buku nonteks tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan bagi
pembacanya untuk memperluas pengetahuannya tentang keanekaragaman tumbuhan
berkayu yang biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan perahu tradisional
nelayan Kabupaten Banyuwangi. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 2 tahun 2008 pasal 6 (2) yang menyatakan bahwa “Selain buku teks
pelajaran, pendidik dapat menggunakan buku panduan pendidik, buku pengayaan,
dan buku referensi dalam proses pembelajaran”.
Dari latar belakang yang telah dijelaskan di atas maka perlu dilakukan penelitian
dengan judul “Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu
Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi Dan Pemanfaatanya Sebagai
Buku Nonteks”

Digital Repository Universitas Jember
5

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah:
a.

Apa saja jenis kayu yang biasa dimanfaatkan oleh nelayan pelabuhan Muncar
dalam pembuatan kapal tradisional?

b.

Bagaimana proses pembuatan perahu tradisional oleh nelayan Muncar?

c. Bagaimana kelayakan dari buku nonteks keanekaragaman kayu yang digunakan
dalam pembuatan perahu tradisional nelayan Muncar?
1.3 Batasan Masalah
Untuk mempermudah pembahasan dan menghindari kesalahan dalam
menafsirkan masalah yang terkandung di dalam penelitian ini, maka permasalahan
yang dibahas dibatasi dalam:
a. Pengambilan sampel dilakukan di pelabuhan ikan muncar.
b. Jenis perahu yang tradisional di maksud adalah perahu tradisonal yang bahan
utama pembuatanya terbuat dari kayu .
c. Pengambilan data validasi hanya dilakukan pada masyarakat sekitar pelabuhan
Muncar yang memiliki pengetahuan mengenai perahu.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Tersedianya informasi tertulis mengenai keanekaragaman tumbuhan berkayu
yang dimanfaatkan oleh nelayan Muncar dalam pembuatan perahu.
b. Tersedianya informasi tertulis tentang proses pembuatan perahu tradisional
nelayan Muncar.
c. Menguji kelayakan buku nonteks keanekaragaman tumbuhan berkayu yang
disusun berdasarkan hasil penelitian di pelabuhan Muncar sebagai buku referensi
tentang tumbuhan berkayu yang dimanfaatkan sebagai perahu di kawasan
tersebut.

Digital Repository Universitas Jember
6

1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bagi ilmu pengetahuan, sebagai wadah penerapan dan pengembangan ilmu
pengetahuan serta sebagai acuan penelitian selanjutnya tentang anggota kelas
Plantae.
b. Bagi guru dan siswa, sebagai salah satu sumber belajar biologi yang dapat
diamati secara langsung.
c. Bagi Masyarakat, sebagai sumber pengetahuan tentang tumbuhan berkayu dan
untuk melestarikan pengetahuan mengenai perahu tradisional.
d. Bagi Peneliti, mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh serta menambah
wawasan ilmu pengetahuan tentang Tumbuhan berkayu, serta sebagai partisipasi
menjadi anggota masyarakat ilmiah.

Digital Repository Universitas Jember

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pelabuhan Ikan Muncar
Salah satu ruang yang memiliki potensi cukup besar dalam pembangunan
wilayah adalah wilayah pesisir dan laut. Wilayah pesisir memiliki sumber daya
alam yang kaya dan beragam, baik sumber daya yang dapat diperbaharui
maupun sumber daya yang tidak diperbaharui (Dahuri, 2001). Indonesia adalah
negara kepulauan terbesar di dunia karena memiliki luas laut dan jumlah pulau yang
besar. Panjang pantai Indonesia mencapai 95.181 km dengan luas wilayah laut 5,8
juta km2, mendominasi total luas territorial Indonesia sebesar 7,7 juta km2. Potensi
tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman
hayati dan non hayati kelautan terbesar (Pusat Data, Statistik dan Informasi, 2010).
Potensi sumberdaya kelautan Indonesia meliputi : Sumber Daya Ikan (SDI) pelagis
besar, SDI pelagis kecil, sumberdaya udang panid dan krustasea lainya, SDI
demersal, sumberdaya moluska dan teripang, sumberdaya benih alam komersial,
sumberdaya ikan hias, sumberdaya penyu laut, sumberdaya mamalia laut, dan
sumberdaya rumput laut (Mallawa, 2006).
Secara umum pemanfaatan sumberdaya ikan di Indonesia sampai saat
ini belum optimal dan masih berpeluang untuk dikembangkan. Salah satu
pengembangannya adalah melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana dan
prasarana di bidang perikanan yang diharapkan mampu meningkatkan usaha
perikanan tangkap baik untuk skala kecil maupun besar yang nantinya dapat
menghidupkan sektor perekonomian bagi penduduk di sekitar wilayah pelabuhan
perikanan ( Kusumastanto, 2001).
Menurut Pusat Data, Statistik dan Informasi pada tahun 2010 di Jawa Timur
sendiri terdapat beberapa pelabuhan ikan yang tersebar di penjuru Jawa Timur
diantaranya adalah Brondong, Surabaya, Probolinggo, Bawean, dan Muncar di

7

Digital Repository Universitas Jember
8

Banyuwangi. Diantara semua pelabuhan tersebut, pelabuhan Ikan Muncar Merupakan
pelabuhan ikan yang memiliki letak terdekat dengan Jember.
Pelabuhan ikan Muncar merupakan pelabuhan ikan yang terletak di di daerah
pesisir timur Jawa Timur yaitu daerah kabupaten Banyuwangi. Menurut Departemen
Pekerjaan Umum (2012), Banyuwangi Memiliki luas 5.782,50 km2 yang merupakan
daerah kawasan hutan, mencapai 183.396,34 ha atau sekitar 31,72%, persawahan
sekitar 66.152 ha atau 11,44%, perkebunan dengan luas sekitar 82.143,63 ha atau
14,21% dan garis pantai sepanjang 175,8 km yang disertai dengan sekitar 10 pulau
kecil di sekitarnya menjadikan Banyuwangi sebagai kota yang kaya akan sumber
daya alam.
Secara geografis Kabupaten Banyuwangi terletak di ujung timur Pulau Jawa.
Daerahnya terbagi atas dataran tinggi yang berupa daerah pegunungan, merupakan
daerah penghasil berbagai produksi perkebunan. Daratan yang datar dengan berbagai
potensi yang berupa produksi tanaman pertanian, serta daerah sekitar garis pantai
yang membujur dari arah Utara ke Selatan yang merupakan daerah penghasil
berbagai biota laut. Berdasarkan garis batas koordinatnya, posisi Kabupaten
Banyuwangi terletak diantara 7 43’ - 8 46’ Lintang Selatan dan 113 53’ - 114 38’
Bujur Timur. Secara administratif sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten
Situbondo, sebelah timur Selat Bali, sebelah selatan Samudera Indonesia serta
sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Jember dan Bondowoso (DPU, 2012)
Kabupaten Banyuwangi terdiri dari 24 kecamatan yang dibagi menjadi 4
bagian atau cluster berdasarkan letak geografisnya keempat cluster tersebut adalah
cluster Banyuwangi utara, cluster Banyuwangi tengah timur, clustre Banyuwangi
tengah barat, dan cluster Banyuwangu selatan. Kempat cluster tersebut memiliki
kharakteristik pertumbuhan dan fungsi yang berbeda (DPU, 2012). Diantara keempat
cluster tersebut, cluster banyuwangi tengah timur memiliki salah satu fungsi berupa
perikanan, adannya peran berupa perikanan tersebut disebabkan adanya pelabuhan
perikanan yang berada di dalamnya, pelabuhan perikanan tersebut merupakan
pelabuhan perikanan muncar yang terletak di kecamatan muncar.

Digital Repository Universitas Jember
9

Kecamatan muncar sebagai sentra penghasil ikan terbesar di Kabupaten
Banyuwangi memiliki 10 desa yang berada di dalamnya. Berdasarkan DPU (2012)
kecamatan Muncar memiliki luas sekitar 146,07 km2 yaitu sekitar 2,5% dari total luas
Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan sensus pada tahun 2010 kecamatan Muncar
memiliki jumlah penduduk sekitar 135.668 jiwa dengan jumlah kepala keluarga (KK)
sebanyak 36.713, jumlah tersebut diproyeksikan dapat terus bertambah tiap tahun.
Berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk, kecamatan Muncar pada tahun 2014
memiliki jumlah penduduk mencapai 147.772 jiwa dan KK sebanyak 67.169 kk,
jumlah tersebut didapatkan dengan asumsi pertumbuhan yang stabil sebanyak 0,21%
dengan mortalitas dan natalitas yang sebanding.
Pelabuhan ikan Muncar berbatasan langsung dengan Selat Bali dan
menggunakanya sebagai daerah operasional mencari ikan. Menurut Wibawa (2010),
Selat Bali merupakan wilayah perairan yang subur dan unik, hal tersebut disebabkan
adanya upwelling di Samudra Hindia selatan Jawa dan Bali dan menyebabkan
terjadinya indirect upwelling atau upwelling secara tidak langsung. Terjadinya
upwelling ini menjadikan daerah Selat Bali sebagai daerah dengan tingkat kadar
fitoplankton dan zooplankton yang tinggi, dengan tingginya kadar plankton
menyebabkan kayanya jumlah ikan yang mengkonsumsi plankton tersebut di daerah
Selat Bali.
Pada pelabuhan ikan Muncar terdapat sekitar 1.328 nelayan dengan alat
tangkap ikan sejumlah 1.932 serta 1.506 armada kapal, dengan hasil utama dari dari
para nelayan pelabuhan Muncar meliputi ikan lemuru, tongkol, dan teri (Nur.2013).
Akan tetapi dari sekian banyak nelayan yang menggantungkan mencari ikan sebagai
mata pencaharian utama merupakan nelayan tradisional. Menurut Adisanjaya (2010)
Sebagian besar nelayan masih merupakan nelayan tradisional, armada perikanan
yang masih didominasi oleh skala kecil/tradisional dengan kemampuan IPTEK
yang rendah, sumber data perikanan yang kurang memadai, masih rendahnya
kemampuan penanganan dan pengolahan hasil perikanan dan masih banyak
permasalahan lain yang masih belum mendapatkan penanganan yang serius dari

Digital Repository Universitas Jember
10

departemen terkait demikian pula dengan mayoritas nelayan Muncar. Sebagian besar
penangkapan ikan yang

dilakukan

oleh

masyarakat

pesisir

Muncar

masih

menggunakan alat sederhana yaitu menggunakan perahu, perahu tanpa motor dan
perahu bermotor tempel.

2.2 Kayu Sebagai Bahan Pembuatan Perahu Tradisional
Tidak semua kayu dapat digunakan sebagai bahan baku atau material
dalam pembuatan perahu tradisional. Kayu yang digunakan dalam pembuatan perahu
atau kapal-kapal tradisional harus memiliki beberapa persyaratan khusus untuk bisa
digunakan. Menurut Kusumanti (2009), Sebelum memutuskan untuk membangun
atau membuat kapal, pemilihan dan penentuan kayu yang akan dipakai menjadi
hal yang penting. Ada beberapa macam kayu yang cocok untuk membuat perahu
yang berdasarkan penggolongan kekuatan

dan

keawetan

kayu

yang

telah

ditentukan oleh Lembaga Pusat Penyelidikan Kehutanan. Setelah kita menentukan
kayu apa yang akan kita pakai, barulah kita menentukan ukuran-ukuran yang
diperlukan menurut jenis kapal yang akan dibuat.
Jenis kayu yang digunakan menjadi hal yang penting karena merupakan
salah satu aspek yang perlu diperhatikan guna memperoleh umur teknis yang lama
dari kapal penangkap ikan (Pasaribu, 1987). Kapal yang dibuat dari kayu harus
memiliki kekuatan tinggi dan ketahanan terhadap serangan organisme laut
sehingga diharapkan dapat beroperasi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Secara umum, pembuatan kapal perikanan di Indonesia menggunakan kayu
sebagai material utama sehingga dibutuhkan ketersediaan kayu dalam jumlah
yang besar.
Menurut Kurni (2013), kriteria kayu yang baik untuk digunakan sebagai
bahan baku pembuatan perahu tradisional adalah, kayu harus kuat, tidak mudah
pecah, lurus, tahan terhadap serangan organisme perusak kayu khusunya binatang
laut. Dalam pemilihanya kayu yang di pilih biasanya dipilih dari pohon yang
memiliki batang bebas cabang dan yang cukup panjang, hal ini untuk memudahkan

Digital Repository Universitas Jember
11

kayu untuk dibentuk. Selain itu kayu harus memiliki berat yang ringan agar memiliki
daya apung yang cukup untuk digunakan sebagai perahu.
2.2.1 Karakteristik Kayu
Kayu memiliki beberapa kharakteristik yang nantinya menentukan kekuatan
kayu, keawetan kayu dll dalam suatu produk kayu. Diantaranya adalah sifat fisis,
mekanik, dan sifat komponen kimia (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil
Hutan, 2008)
a. Sifat fisis
Sifat fisis pada kayu dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Berat Jenis
Yang dimaksud dengan berat jenis dalam hal ini adalah perbandingan berat
dan volume kayu dalam keadaan kering udara dengan kadar air sekitar 15
persen.
2. Kelas Kuat
Keterangan tentang kelas kuat kayu dicantumkan di belakang nilai berat jenis.
Sebagaimana diketahui pada umumnya dapat dikatakan bahwa hampir
semua sifat fisis kayu berbanding lurus dengan berat jenisnya.
Tabel 2.1: Kriteria Kelas Kayu
Kelas kuat
Berat Jenis
Keteguhan Lentur
Mutlak
I
>0,9
>1100
II
0,6-0,9
725-1100
III
0,4-0,6
500-725
IV
0,3-0,4
360-500
V

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

69 1617 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 416 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 376 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 237 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 345 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 487 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 429 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 276 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 446 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 511 23