Oriented Strand Board Bermutu Tinggi dari Bambu

PENGGUNAAN BOM CLUSTER PADA AGRESI MILITER
ISRAEL KE PALESTINA TAHUN 2009 DITINJAU DARI
STATUTA ROMA DAN HUKUM HUMANITER
INTERNASIONAL

Disusun untuk
Memperoleh Gelar Sarjana S 1
Oleh :

Imam Wahyudi
NIM:05020157

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

1
Lembar Pengesahan
PENGGUNAAN BOM CLUSTER PADA AGRESI MILITER ISRAEL KE
PALESTINA TAHUN 2009 DITINAU DARI STATUTA ROMA DAN HUKUM
HUMANITER INTERNASIONAL
Disusun untuk
Memperoleh Gelar sarjana S1
Oleh:
Imam Wahyudi
NIM: 050200157
di ketahui dan di sahkan oleh:
Ketua Jurusan

Sutiarnoto.MS.SH.M.Hum
NIP 19561010101986031003
Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Sutiarnoto.MS.S.H.,M.Hum
NIP 19561010101986031003

Arif.S.H.,M.Hum
NIP 1964033001993031002

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

2

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur, Penulis haturkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, atas
berkat dan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.Adapun
tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana
hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Medan.
Judul skripsi ini adalah “Penggunaan Bom Cluster Pada Agresi Militer Israel Ke
Palestina Tahun 2009 Ditinjau Dari Statuta Roma Dan Hukum Humaniter Internasional”.
Penulis telah berusaha mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki dalam
penulsan skripsi ini.Akan tetapi penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak luput dari
kekurangan bahkan mungkin masih jauh dari kesempurnaan.Untuk itu tidak tetutup bagi
penulis untuk menerima berbagai kritikan dan saran yang membangun untuk
kesempurnaan skripsi ini.

Pada kesempatan ini, dengan segala hormat dan kerendahan hati, Penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kedua orang tua penulis, H.Sugianto S.H. dan Hj Susilawati; serta adikku Rafika
Hadiati yang telah membantu,memberi dukungan dan doanya ataupun menjadi
inspiratif Penulis dalam menyelesaikan dan menghargai karya tulis ini.
2. Bapak Prof. Dr. Runtung S.H., M.Hum, selaku Dekan Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara, Medan.
3. Bapak Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H. Selaku Pembantu Dekan I; Bapak Syafruddin
Hasibuan, S.H., M.H. DFM selaku Pembantu Dekan II; dan Bapak M. Husni,
S.H., M.Hum selaku Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sumatera
Utara, Medan.
4. Bapak Sutiarnoto MS, S.H., M.Hum selaku Ketua Departemen Hukum
Internasional sekaligus selaku Dosen Pembimbing I, yang telah meluangkan
waktunya untuk membimbing saya hingga sampai pada tahap penyelesaian
penulisan skripsi ini.
5. Bapak Arif, S.H., M.Hum selaku Dosen Pembimbing II, yang telah meluangkan
waktunya untuk membimbing saya untuk memberikan bimbingan dan arahan
serta memberikan masukan-masukan dalam penulisan skripsi ini.
6. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen dan Staf Pengajar Fakultas Hukum yang telah
memberikan ilmunya serta mendidikdan Membimbing penulis selama mengikuti
perkuliahan sampai penulis dapat menyelesaikan studi di Fakultas Hukum dengan
baik.Serta Bapak dan Ibu staf Administrasi(Pegawai Tata Usaha).
7. Kekasihku Nia yang selama ini telah banyak berjasa dan menjadi motivasi dan
inspirasi bagi Penulis.
8. Teman-teman anggota “Monyonk Ploes”:Ari, Pai, Doni, Boncel, Putri, Mui,
Bimbi, Indra, Faisal, Febri, Sandri, Ipin, Desi, Andi, Ogik, Bang Dani dan Bu
Dewi yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan berbagai
permasalahan yang dihadapi Penulis.
9. Teman-teman yang pernah satu kost dengan Penulis: Beka, Seno, Dedi, Riki,
Putera, Widi, Bob, Diki, dan Si Lek yang telah sering membantu Penulis selama
Berada di Kota Medan.

Universitas Sumatera Utara

3
10. Teman-teman Penulis di Kampus: Reza”Pak Bos”, Arfan, David van rodo, Cindi,
Puput, Lona, Andri “Cibong”, Buday, Pangeran Andre, Omry Gea, Arif, Bang
Angga, dan yang lainnya yang tidak sempat disebut namanya, terima kasih karena
telah banyak membantu dan memberi semangatnya.
11. Om Regar dan Bu Indri yang telah banyak membantu penulis.

Medan, Februari 2010
Penulis,

Imam Wahyudi

Universitas Sumatera Utara

4

PENGGUNAAN BOM CLUSTER PADA AGRESI MILITER ISRAEL
KE PALESTINA TAHUN 2009 DITINJAU DARI STATUTA ROMA
DAN HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL
DAFTAR ISI
Kata pengantar…………………………………………………………………………iv
ABSTRAKSI…………………………………………………………………………..v
BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penulisan……………………………………………………...1
B. Permasalahan…………………………………………………………………..7
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan………………………………………………....8
D. Keaslian Penulisan……………………………………………………………..10
E. Tinjauan Kepustakaan………………………………………………………….10
F. Metode Penulisan………………………………………………………………12
G. Sistematika Penulisan…………………………………………………………..12
BAB II: TINJAUAN UMUM TERHADAP PENGGUNAAN BOM CLUSTER…….15
A. Defenisi Bom Cluster…………………………………………………………..15
B. Sejarah Penggunaan Bom Cluster………………………………………………25
C. Negara-Negara Yang Memproduksi dan Mengembangkan Bom Cluster………31
BAB III: PENGGUNAAN BOM CLUSTER OLEH MILITER ISRAEL DI PALESTINA
PADA TAHUN 2009……………………………………………………………………39
A. Pelanggaran Penggunaan Bom Cluster Pada Wilayah Palestina Oleh Militer
Israel……………………………………………………………………………..39
B. Dampak Penggunaan Bom Cluster Terhadap Rakyat Palestina…………………45
C. Pandangan Masyarakat Internasional Mengenai Penggunaan Bom Cluster di
Palestina………………………………………………………………………….50
BAB IV: PENGATURAN BOM CLUSTER DALAM HUKUM HUMANITER
INTERNASIONAL DAN STATUTA ROMA………………………………………….56
A. Pelanggaran Protokol Tambahan Dalam Konvensi Jenewa da Konvensi Lainnya
Tentang Penggunaan Senjata Konvensional Tertentu (Certain Conventional
Weapon)………………………………………………………………………….57
B. Pengaturan Masalah Ganti Kerugian Terhadap Korban Kejahatan Perang Yang
Diatur Dalam Statuta
Roma……………………………………………………………………………..59
C. Pengaturan Masalah Pemberian Hukuman Terhadap Pelaku Kejahatan Perang
Yang Diatur Dalam Statuta
Roma……………………………………………………………………………..61
D. Upaya-Upaya Yang Dilakukan Dalam Pencegahan, Pembuatan, dan
Pengembangan Bom Cluster……………………………………………………..71
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan………………………………………………………………………77
B. Saran……………………………………………………………………………..78
Daftar Pustaka………………………………………………………………………..80

Universitas Sumatera Utara

5

ABSTRAKSI

Israel dan Palestina adalah dua Negara yang saling bertikai sejak zaman dahulu
sampai sekarang.Sudah sangat banyak jumlah korban yang berjatuhan hanya untuk
memperebutkan sepetak wilayah di jazirah arab ini.Walaupun telah banyak yang menjadi
korban konflik kedua Negara tersebut tetapi tampaknya sampai sekarang pun belum ada
kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan ini selamanya.
Dalam berperang kedua Negara ini menggunakan senjata yang canggih dengan
tujuan untuk menghancurkan kekuatan satu sama lain.Namun yang dilakukan Israel pada
awal tahun 2009 adalah hal yang bisa dikatakan tindakan yang biadab karena dengan
segala cara menggunakan cara untuk memenangkan perang dengan Palestina,militer
Israel menggunakan bom cluster yang nyata-nyata dilarang oleh hukum humaniter
internasional dan statua roma.
Berbagai kritikan pun bermunculan dari dunia internasional namun tetap saja
Israel tidak peduli dengan hal itu.Bahkan mereka pun menggunakan senjata-senjata
barunya yang tidak berperikemanusiaan dan di uji cobakan kepada rakyat Palestina di
wilayah jalur gaza.
Pengunaan akan bom cluster sebenarnya telah menjadi perdebatan di berbagai
Negara karena bahaya yang ditimbulkan oleh bom tersebut terbilang luar biasa hebatnya
jika dibandingkan dengan penggunaan ranjau darat.ini dikarenakan bentuk dari anak bom
tersebut berbentuk kaleng makanan dan kotak mainan sehingga rawan akan disentuh oleh
anak-anak ataupun warga sipil.
Dilihat dari penggunaan bom cluster yang dilakukan militer Israel, yang menjadi
perdebatan adalah apakah bom cluster dapat dikategorikan sebagai inhumans weapon ?
Apakah penggunaan bom cluster termasuk dalam kejahatan tehadap kemanusiaan ?
Sanksi-sanksi apakah yang dapat dijatuhkan terhadap Israel atas penggunaan bom cluster
ini menurut aturan hukum internasional ? Dan ganti kerugian apakah yang seharusnya
diterima korban kejahatan perang dalam hal ini rakyat Palestina yang telah di invasi oleh
militer Israel dengan senjata yang anti kemanusiaan?

Universitas Sumatera Utara

5

ABSTRAKSI

Israel dan Palestina adalah dua Negara yang saling bertikai sejak zaman dahulu
sampai sekarang.Sudah sangat banyak jumlah korban yang berjatuhan hanya untuk
memperebutkan sepetak wilayah di jazirah arab ini.Walaupun telah banyak yang menjadi
korban konflik kedua Negara tersebut tetapi tampaknya sampai sekarang pun belum ada
kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan ini selamanya.
Dalam berperang kedua Negara ini menggunakan senjata yang canggih dengan
tujuan untuk menghancurkan kekuatan satu sama lain.Namun yang dilakukan Israel pada
awal tahun 2009 adalah hal yang bisa dikatakan tindakan yang biadab karena dengan
segala cara menggunakan cara untuk memenangkan perang dengan Palestina,militer
Israel menggunakan bom cluster yang nyata-nyata dilarang oleh hukum humaniter
internasional dan statua roma.
Berbagai kritikan pun bermunculan dari dunia internasional namun tetap saja
Israel tidak peduli dengan hal itu.Bahkan mereka pun menggunakan senjata-senjata
barunya yang tidak berperikemanusiaan dan di uji cobakan kepada rakyat Palestina di
wilayah jalur gaza.
Pengunaan akan bom cluster sebenarnya telah menjadi perdebatan di berbagai
Negara karena bahaya yang ditimbulkan oleh bom tersebut terbilang luar biasa hebatnya
jika dibandingkan dengan penggunaan ranjau darat.ini dikarenakan bentuk dari anak bom
tersebut berbentuk kaleng makanan dan kotak mainan sehingga rawan akan disentuh oleh
anak-anak ataupun warga sipil.
Dilihat dari penggunaan bom cluster yang dilakukan militer Israel, yang menjadi
perdebatan adalah apakah bom cluster dapat dikategorikan sebagai inhumans weapon ?
Apakah penggunaan bom cluster termasuk dalam kejahatan tehadap kemanusiaan ?
Sanksi-sanksi apakah yang dapat dijatuhkan terhadap Israel atas penggunaan bom cluster
ini menurut aturan hukum internasional ? Dan ganti kerugian apakah yang seharusnya
diterima korban kejahatan perang dalam hal ini rakyat Palestina yang telah di invasi oleh
militer Israel dengan senjata yang anti kemanusiaan?

Universitas Sumatera Utara

6

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Penulisan

Peperangan dan konflik bersenjata dari masa ke masa sudah merupakan suatu hal
yang biasa bagi peradaban umat manusia, karena selama masih adanya perbedaanperbedaan diantara manusia maka perang dan konflik bersenjata tersebut akan tetap
ada.Hal ini dapat kita telusuri dari sejarah yang telah terjadi sejak zaman yunani kuno.
Pada zaman yunani kuno, perang merupakan suatu alasan untuk mencari
kemenangan,kehormatan,dan kejayaan bagi Negara yang juga merupakan cara untuk
menyebarkan pengaruh ataupun ideologi tertentu.Hal-hal itulah yang menjadi faktor
utama mengapa mereka melakukan perang.Namun pada saat masuknya ajaran samawi ke
umat manusia,alasan manusia untuk berperang kian bertambah dan serta merta
menciptakan metode-metode perang yang baru dimana menyangkut aturan yang sudah
menjadi kebiasaan pada saat perang seperi just war 1 atau perang yang adil.Didalam
penerapannya dapat kita lihat didalam perang salib I dan II dimana perlindungan terhadap
tawanan perang sudah menjadi kebiasaan.
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi,manusia berusaha untuk
menciptakan dan mengembangkan alat-alat pembunuh.Dimulai dari alat-alat berupa kayu
hingga yang jauh lebih canggih seperti sekarang yaitu berupa senjata api.Manusia pun
1

Arlina permana sari,dkk,pengantar hukum humaniter,internasional committee of the red cross,Jakarta
1999,hal 1

Universitas Sumatera Utara

7
juga berusaha mengembangkan sejata-senjata yang mampu membunuh secara masal
contoh pembuatan trebuchet atau yang lebih dikenal sebagai altileri kuno abad
pertengahan yang digunakan untuk menghantam kota-kota Negara yang berperang
bahkan Negara Turki pada saat perang salib mampu membuat senjata penyembur api.
Penggunaan senjata-senjata tersebut juga digunakan untuk menjatuhkan moral
tentara musuh.Hal tersebut terus berkembang pada sampai saat ini, dimana perlombaan
senjata digunakan untuk menjatuhkan moral musuh.Pertanyaannya adalah apakah
penggunaan senjata tersebut ada diatur dalam hukum perang?Jawabannya adalah
ada,apalagi sekarang sudah diatur dalam hukum humaniter internasional dan statute
roma.
Namun sebenarnya hukum perang itu sudah dikenal sejak zaman romawi.Dimana
bangsa romawi telah membuat aturan-aturan tentang perlindungan rakyat sipil, dimana
bahwa apabila terjadinya suatu konflik maka para tentara tidak diperbolehkan untuk
menyerang warga sipil apabila dia bukan merupakan suatu partisan.
Didalam kitab suci umat muslim yaitu alqur’an juga menyebutkan bahwa apabila
didalam terjadinya keadaan perang maka orang tua, wanita dan anak-anak wajib
dilindungi terlebih dahulu dan tidak boleh disakiti dan kedua hal tersebut telah menjadi
pedoman Negara-negara yang ada di dunia pada saat itu, terutama Negara yang mayoritas
penduduknya muslim.Namun kelemahannya pada saat itu belum ada perangkat peraturan
yang mengatur tentang perang dan sejata-senjata apa yang dilarang dalam perang.
Pengaturan pelarangan penggunaan senjata-senjata tertentu sama sekali belum
pernah dibuat secara terperinci sampai pada abad ke 19.Hal ini dikarenakan perangkatperangkat pendukung seperti lembaga Henry dunant yang mencetuskan tentang palang

Universitas Sumatera Utara

8
merah internasional belum terbentuk.Setelah terbentuknya lembaga ini dan juga didukung
oleh metode-metode peperangan yang baru maka barulah dibuat peraturan tentang
pelarangan penggunaan senjata tertentu,seperti Declaration of st Petersburg 1868,Hague
Convention dan konvensi-konvensi lainnya.
Perkembangan

hukum

internasional

juga

semakin

berkembang

seiring

perkembangan metode peperangan yang baru seperti azas peprangan didarat oleh Lieber
yang dikenal dengan lieber code dan teknologi senjata baru yang kian mematikan dan
berbahaya dimana banyak terdapat senjata-senjata inhuman weapons atau senjata-senjata
yang tidak berprikemanusiaan dan yang menyebabkan penderitaan yang berkepanjangan
dan penghancur yang berlebihan.
Perang sampai kapan pun akan terus menimbulkan

penderitaan terutaa bagi

rakyat sipil,hal ini terus terjadi dari masa ke masa dimana collateral damage dalam
perang tidak dapat dihindari lagi.Tetapi bagaimana pun caranya untuk meminimalisir
korban sipil dalam perang.Itulah berbagai alasan mengapa perlunya pengaturan tentang
senjata-senjata apa saja yang diperbolehkan dalam perang mengingat utuk meminimalisir
korban sipil dalm perang.
Peperangan yang terjadi pada abad ke 20 dengan abad sebelumnya jelas berbeda
jauh,dimana perang dinilai merupakan menjadi sarana tunggangan politik penguasa untuk
mencapai keinginannya dan ambisi untuk menyebarkan pengaruh ke seluruh dunia.Hal
ini dapat kita lihat dari perang-perang yang telah dilakoni oleh Negara-negara yang
memiliki yang memiliki kekuatan militer yang kuat.Contohnya dapat kita lihat pada
agresi militer Israel ke Pelestina pada bulan januari tahun 2009.Walaupun banyak menuai
kritikan dari Negara lain karena isreal pada saat itu tidak mendapat mandat dari PBB dan

Universitas Sumatera Utara

9
Israel juga menggunakan bom fosporus putih yang termasuk kedalam jenis bom
cluster.Bukan hanya itu Israel pada agresinya tersebut bukan hanya menyerang militer
palestina tapi juga menyerang warga sipil yang tidak bersalah.Hal ini sejalan dengan
pendapat Karl von clausewitz 2 yang menyebutkan bahwa perang bukanlah semata-semata
merupakan suatu tindakan politik melainkan merupakan instrument politik untuk
pencapaian-pencapaian tujuan tujuan tertentu.Dalam perang ini dapat kita ketahui tujuantujuan terselubung yan dilakukan Israel yaitu untuk memperluas wilayah kedaulatannya
dan juga untuk menunjukkan eksistensi zionis di dunia ini.mereka ingin dipandang
sebagai bangsa yang hebat dan berkuasa seperti halnya sekutu terdekatnya yaitu Amerika
serikat,walupun

dengan

cara-cara

yang

melanggar

kaedah-kaedah

hukum

internasional,dimana Israel sendiri terbukti memiliki ratusan bahkan ribuan senjatasenjata yang berbahaya bagi kemanusiaan dan lingkungan.
Namun jika kita lihat dari sejarahnya,sebenarnya perkembangan penggunaan
senjata yang berbahaya ini terjadi pada masa perang dingin.Dimana tanpa ada pengawasa
yang tegas oleh PBB muncul lah bom-bom gas,bakteriologi dan nuklir serta senjatasenjata

konvensional

lainnya

yang

menyebabkan

penderitaan

yang

berkepanjangan.Walupun telah ada peraturan-peraturan tentang penggunaan senjata
tersebut seperti tercantum dalam konvensi-konvensi dan traktat-traktat yang telah ada.
Agresi militer Israel ke Palestina pada bulan januari tahun 2009 ini memang serta
merta melanggar kaedah-kaedah dan peraturan-peraturan hukum internasional

dan

mencoreng kredibilitas PBB karena perang tersebut bukanlah untuk membela diri,hal ini
bertentangan dengan prinsip keputusan pengadilan Nurenberg dan Tokyo dimana bahwa

2

Starke,J.G.Hukum internasional 2;1977.Hal 35
Hukum internasioanl 2

Universitas Sumatera Utara

10
tindakan-tindakan perencanaan,persiapan,prakarsa dan penyulutan perang ataupun agresi
yang melanggar traktat-traktat internasional merupakan suatu kejahatan internasional dan
melibatkan individu-individu yang menggerakkan peperangan itu sesuai yang tercantum
didalam Briand kellog pact atau Paris pact tahun 1928.
Dan yang lebih parahnya lagi dalam melakuan agresinya,militer Israel
menggunakan jenis senjata yang tergolong inhuman weapons yaitu penggunaan bom
cluster.Bom ini merupakan ancaman yang sangat serius apabila teradi salah sasaran dan
mengenai rakyat sipil yang tidak berdosa di Palestina.
Seperti yang kita ketahui dalam protocol tambahan dalam konvensi jenewa 1949 3
yaitu:
1. Protocol I tentang non-detectable fragments.
2. Protocol II tentang prohibition or restriction on use of mines bobby trap and other
device.
3. Protocol III tentang prohibition or restriction on the use of incendiary weapons.
Protocol ini menyatakan secara tegas menentang penggunaan senjata-senjata yang
termasuk didalam kategori protocol tersebut dan pada point III juga menambahkan
larangan penggunaan senjata dan metode peperangan atu armed conflict yang
menyebabkan kerusakan hebat dan yang tidak selayaknya dan menambahkan suatu
larangan tersebut penggunaan metode-metode atau cara yang dimaksudkan atau
diharapkan akan menimbulkan kerusakan luas berjangka waktu lama dan dahsyat
terhadap lingkungan alam (pasal 35).
Bom cluster yang digunakan militer Israel merupakan suatu ancaman bagi
kemanusiaan karena bom tersebut bersifat multifungsi dan bentuknya tersamar sehingga
3

Add protocol Geneva convention 1977

Universitas Sumatera Utara

11
sulit dibedakan 4.Bom cluster apabila dijatuhkan pada ketinggian tertentu antara 300
sampai 3000 kaki maka ia akan pecah menjadi beberapa bagian-bagian bom yang
ukurannya sangat kecil namun mematikan.Secara teorinya bom tersebut akan meledak
apabila menyentuh tanah dan bom-bom kecil yang tidak meledak tadi akan beralih fungsi
menjadi ranjau.Hal tersebut merupakan ancaman yang sangat serius bagi rakyat sipil.
Atas dasar inilah perlu adanya diadakan suatu regulasi baru yang mengikat untuk
melindungi rakyat sipil dai ancaman penggunaan senjata-senjata berbahaya seperti bom
ini dengan dibentuk lembaga Arms control.Arms control merujuk pada suatu tindakan
pengaturan

yang

diakui

hanya

dalam

hal

arahan-arahan

khusus

mengenai

penyebaran,penghapusan,pengurangan atau pembatasan dan larangan pembuatan
beberapa jenis senjata tertentu.Berkaitan debgan hal tersebut tujuan dari Arms control ini
adalah untuk memulihkan keseimbangan atau untuk mengurangi resiko jatuhnya korban
sipil dalam perang dalam jumlah yang sangat banyak.
Ini juga diperkuat dengan instrument hukum internasional yaitu tiga protocol
tambahan dalam konvensi jenewa 1949 yakni protocol I,II,dan III yang melarang
penggunaan senjata-senjata yang akibatnya mencelakai dengan pecahan-pecahan,ujung
yang tidak dapat dideteksi dan juga masalah penggunaan ranjau dalam perang.Sejalan
dengan hukum humaniter,didalam statute roma juga diatur lebih lanjut mengenai masalah
ini.
Namun didalam konflik bersenjata hanya sebagian saja yang efektif dari peraturan
ini.Seorang pakar bernama W.J. Tenrick 5 dalam tulisannya “New developments in the
concerting the use of conventional weapons in armed conflict” menyebutkan bahwa

4
5

http:en.wikipedia.org/wiki/cluster-bomb
Haryo mataram,KGPH.Pengantar hukum humaniter.rajawali press,Jakarta 2005

Universitas Sumatera Utara

12
konvensi dan protocol tambahan tersebut memiliki sedikit dampak terhadap penggunaan
efektif senjata-senjata konvensional modern.Seperti halnya penggunaan bom cluster oleh
Israel dan Negara-negara lainnya yang masih menggunakan bom tersebut,mengingat
dampak yang ditimbulkan dari penggunaannya dapat membahayakan rakyat sipil.

B.Permasalahan

Pandangan dari sumber-sumber hukum humaniter internasional dan statuta roma
tentang penggunaan senjata-senjata berbahaya atau inhumans weapons?
1. Apakah bom cluster dapat dikategorikan sebagai inhumans wepons?
2. Apakah

penggunaan

bom

cluster

termasuk

dalam

kejahatan

terhadap

kemanusiaan?
3. Sanksi-sanksi apakah yang dapat dijatuhkan kepada Negara-negara yang dalam
kasus ini adalah Israel yang telah memproduksi dan menggunakan bom cluster
tersebut terkait dengan pelanggaran konvensi-konvensi tentang penggunaan
senjata konvensional tertentu?
4. Ganti kerugian apa sajakah yang didapatkan oleh korban kejahatan perang dalam
hal ini rakyat palestina yang telah di invasi oleh militer Israel dengan senjata yg
anti kemanusiaan?

Universitas Sumatera Utara

13

C.Tujuan dan Manfaat Penulisan

C.1.Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian,latar belakang,serta sumber-sumber hukum
humaniter internasional dan statuta roma tentang penggunaan bom cluster.
2. Untuk mengetahui apakah penggunaan bom cluster dapat dikategorikan sebagai
pelanggaran atas kemanusiaan.
3. Untuk mengetahui sanksi-sansi apa yang seharusnay diterima Israel atas
penggunaannya bom cluster di wilayah palestina.
4. Untuk mengetahui ganti kerugian apa yang seharusnya didapatkan rakyat
palestina karena telah menjadi korban kejahatan perang oleh militer Israel.

C.2.Manfaat Penulisan
Dalam skripsi ini manfaatnya ialah membuat kita sadar akan berbagai jenis
pelanggaran

kemanusiaan dengan menggunakan senjata biolgis.Dilain pihak dengan

seiring perkembangan zaman yang modern diharapkan kita para mahasiswa dapat lebih
peka untuk menilai akan sesuatu hal yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap
kemanusiaan terutama tentang perkembangan penggunaan senjata konvensional yang
sekarang ini perkembangannya daya hancur dan efeknya hamper sama dengan bom
nuklir atau senjata biologis lainnya.

Universitas Sumatera Utara

14

C.2.1.Manfaat Teoritis
Didalam penulisan ini manfaat teoritis yang dapat kita ambil ialah bahwa
penggunaan akan bom cluster adalah suatu hal yang mutakhir dan merupakan salah satu
dari penggunaan senjata konvensional yang berbahaya.Ini juga menjadi penambah
wawasan dan pengetahuan khususnya di bidang hukum internasional khususnya huku
humaniter dimana perkembangan senjata konvensional.Penulisan ini juga berguna bagi
para hukum internasional khususnya hukum humaniter

dalam merumuskan suatu

perangkat hukum baru di bidang humaniter.

C.2.2.Manfaat Praktis
Manfaat praktis dari penulisan ini adalah sebagai pedoman awal bagi para
pembaca dan ahli militer dalam menerapkan suatu peralatan persenjataan dimana
perkembangan akan senjata konvensional yang kian dinamis dan berkembang secara
pesat yang membutuhkan kepekaan atas permasalahan penggunaan bom cluster ini.Hal
ini dikarenakan penggunaan akan bom ini masih dibilang baru dan merupakan senjata
yang kontroversial dan juga menjadi suatu tolak ukur awal didalam penerapannya terkait
pelanggaran akan kemanusiaan yang diakibatkan oleh penggunaan bom tersebut
dilapangan.

Universitas Sumatera Utara

15

D.Keaslian Penulisan
Dalam pembuatan skripsi ini penulis mengambil judul tersebut dikarenakan
bahwa penggunaan bom cluster oleh militer Israel tersebut merupakan salah satu alat
persenjataan modern yang merupakan salah satu persenjataan konvensional yang sangat
berbahaya terhadap kemanusiaan.Adapun penulis mengambil judul tersebut dikarenakan
penggunaan bom cluster oleh militer Israel tersebut merupakan benar-benar kejahatan
kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.Dan adapun skripsi ini dibuat untuk menambah
wawasan serta ilmu bagi semua pembaca.

E.Tinjauan Kepustakaan
Penulisan ini dilakukan atas dasar latar belakang bahwa bom cluster yang
digunakan militer Israel merupakan senjata yang sangat berbahaya dan terbilang
kontroversial.Bom tersebut menjadi kontroversial dikarenakan system kerjanya bom dan
yang menjadi perhatian serius ialah bahwa tidak semua anak bom tersebut meledak jika
menyentuh tanah dan anak bom tersebut beralih fungsi menjadi ranjau darat 6.
Seperti yang kita ketahui penggunaan akan ranjau darat telah dilarang,hal ini
dapat kita lihat dalam beberapa konvensi seperti konvensi jenewa protocol tambahan
tahun 1977 serta konvensi PBB mengenai senjata konvensional tertentu(UNCWWUnited Nation Convention on Certain Conventional Weapon) dimana penggunaan bom
tersebut secara terang-terangan oleh militer Israel telah melanggar poin-poin penting
yang ada didalam konferensi tersebut yakni tentang penggunaan senjata yang

6

http://wwww.stopclustermunitions.org/info.aspa?c=14&id=28

Universitas Sumatera Utara

16
mengakibatkan penderitaan yang tidak perlu,non detectable fragment,dan perusakan
secara berlebihan.
Selain itu yang menjadi permasalahan dan perumusannya ialah penggunaan akan
bom tersebut juga telah menjadi perdebatan di berbagai Negara terkait dengan
penggunaannya karena bahaya yang ditimbulkan dari bom tersebut tebilang luar biasa
hebatnya dibandingkan dengan penggunaan ranjau darat.ini dikarenakan bentuk dari anak
bom cluster tersebut bentuknya seperti kaleng makanan dan kotak mainan sehingga
rawan untuk disentuh anak-anak 7.
Dilihat dari latar penggunaannya yang menjadi perdebatan ialah apakah bom yang
digunakan militer Israel itu termasuk dalam kategori inhuman weapon?.Apakah
penggunaan bom tersebut termasuk dalam kejahatan terhadap kemanusiaan?.Sanksisanksi apa yang seharusnya didapatkan Israel atas tindakannya ersebut?.Serta apakah
ganti kerugian yang seharusnya didapatkan Palestina sebagai korban kejahatan perang?.
Didalam penulisan ini walaupun belum ada yang secara khusus membahas
peraturan mengenai bom cluster,penulis mengambil bebeapa peraturan yang mendekati
dengan pelanggaran yang diakibatkan oleh penggunaan bom cluster yaitu :
1. Protocol of St Petersburg 1868
2. Hague convention 1899-1907
3. Konvensi jenewa 1949 dan Protocol tambahan I sampai dengan IV 1977
4. Convention of certain conventional weapons 1980
5. Ottawa treaty 1977 Convention on the Prohibition of the use,Stock piling
Production and Transfer of Anti Personnel Mines on Their Destruction.
6. Statuta roma 1998.
7

http://www.icrc .com/ihl/weapon/cluster-bomb

Universitas Sumatera Utara

17
Dan penulisan ini data-datanya juga diperoleh dai media elektronik,media cetak dan
beberapa referensi dari buku terkait mengenai senjat konvensional.

F.Metode Penulisan
Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis menggunakan metode penulisan
normatif,dimana penulis melakukan pendekatan melalui kerangka peraturan hukum
humaniter

internasional,stauta

roma

dan

konvensi-konvensi

serta

beberapa

liteatur.Penulisan ini menggunakan pengambilan data melalui riset kepustakaan atau
library research yaitu dengan mengumpulkan atau mengambil bahan-bahan dari teoriteori maupun intisari dari tulisan-tulisan para ahli yang kompeten dibidangnya yang
tertuang dalam buku-buku yang berupa karangan ilmiah,artikel-artikel di majalah
maupun surat kabarataupun tabloid-tabloid.Penulis juga banyak mengambil dan memakai
beberapa artikel-artikel dari internet yang berhubungan dengan skripsi ini serta penulis
juga mengambil atau memakai konvensi-konvensi yang bersifat internasional.

G.Sistematika Penulisan
Dalam menyusun skripsi ini penulis membaginya dalam 5 bab diamana setiap bab
memiliki sub-sub bab yang akan menguraikan secara rinci dari tulisan bab per
bab.Adapun sistematika bab tersebut adalah:
Bab I dibuat dengan judul pendahuluan yang terdiri dari:
A. Latar belakang penulisan
B. Permasalahan
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan

Universitas Sumatera Utara

18
D. Keaslian penulisan
E. Tinjauan kepustakaan
F. Metode penulisan
G. Sistematika penulisan
Bab II dibuat dengan judul Tinjauan umum terhadap penggunaan bom cluster
yang terdiri dari 3 sub bab yaitu:
A. Defenisi bom cluster
B. Sejarah penggunanaan bom cluster
C. Negara-negara yang memproduksi dan mengembangkam bom cluster
Bab III dibuat dengan judul Penggunaan bom cluster oleh militer Israel di
Palestina pada tahun 2009 yang terdiri dari 3 sub bab yaitu:
A. Pelanggaran penggunaan bom cluster pada wilayah Palestina oleh militer
Israel
B. Dampak penggunaan bom cluster terhadap rakyat Palestina
C. Pandangan masyarakat internasional mengenai penggunaan bom cluster di
Palestina
Bab IV dibuat dengan judul Pengaturan bom cluster dalam hukum humaniter
internasional dan statuta roma terdiri dari 4 sub bab yaitu:
A. Pelanggaran protokol tambahan daam konvensi jenewa dan konvensi
lainnya tentang penggunaan senjata konvensional tertentu(Certain
Conventional Weapon)
B. Pengaturan masalah ganti kerugian terhadap korban kejahatan perang yang
diatur dalam statuta roma

Universitas Sumatera Utara

19
C. Pengaturan masalah pemberian hukuman terhadap pelaku kejahatan
perang yang diatur dengan statute roma
D. Upaya-upaya yang dilakukan dalam pencegahan,penggunaan,pembuatan
dan pengembanganbom cluster
Bab V dibuat dengan tulisan :Kesimpulan dan Saran yng terdiri dari dua sub bab
yaitu kesimpulan dan saran penulis untuk menutup skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

20

BAB II
TINJAUAN UMUM TERHADAP PENGGUNAAN
BOM CLUSTER

A.Defenisi Bom Cluster
Bom cluster adalah sejenis bom yang dijatuhkan dari udara yang kinerjanya
mempunyai beberapa bagian-bagian kecil atau pecah menjadi beberapa bagian apabila
telah ditembakkan dari udara tau lebih dikenal dengan bom curah.Penggunaanya sendiri
bertujuan

untuk

membunuh

pasukan

musuh

dan

menghancurkan

kendaraan

musuh.Bagian-bagian kecil bom cluster yang telah ditembakkan di udara biasanya
digunakan untuk menghancurkan landasan udara,menghancurkan sarana transmisi
elektronik,sebagai pengantar atau wadah dari senjata biologis dan kimia atau digunakan
untuk menyebarkan ranjau darat dan dari semua jenis bom cluster tersebut telah
diproduksi oleh beberapa Negara didunia.Dalam pengembangannya bom ini merupakan
salah satu senjata konvensional yg digunakan untuk meminimalisir korban sipil 8.
Munisi Cluster merupakan benda yang dijatuhkan dari udara (melalui bom) atau
ditembakan dari darat (munisi artileri) berupa submunisi atau bomblet dalam jumlah

8

Human Right Watch(HRW),Timeline of cluster munition use,February 2007
Http://hrw.org/backgrounder/arms/cluster0207/3.htm

Universitas Sumatera Utara

21
ratusan sampai ribuan ditujukan untuk menghancurkan kekuatan pasukan infanteri atau
obyek militer.Satu bom atau munisi cluster berisikan puluhan sampai ribuan submunisi.
Munisi artileri juga dikembangkan dengan prinsip yang sama, disebut sebagai
penyempurnaan munisi konvesional atau ICM (Improved Conventional Munitions),
dalam dialek militer Amerika disebut sebagai munisi "firecracker" atau "popcorn".
Dispenser diklasifikasikan sebagai jenis lain dari senjata peledak yang dijatuhkan
dari udara.Seperti bom, Dispenser ini yang bersisikan submunisi dalam jumlah banyak
bergantung kepada ukurannya. Beberapa jenis dispenser dapat digunakan secara
berulang, jenis pemasangan tetap pada pesawat (attached dispenser atau single-piece
dispenser).Namun lebih banyak yang hanya satu kali pakai, berupa bom (Dropped
dispencer).
Dispenser jenis bom (sistem jatuh) akan melayang dengan stabil menuju target,
karena dilengkapi dengan sirip.Dropped dispenser dapat terdiri dari unit tunggal ataupun
multi. Semua dropped dispenser memiliki sumbu ledak (fuze), dari jenis mekanikal
maupun proximity.Sumbu ledak ini yang akan menentukan kapan atau pada ketinggian
berapa meter dari target dispenser akan melontarkan isian bomlet-nya.Pada Single-piece
dispenser, pelontaran submunisi dilakukan setelah fungsi sumbu diaktifkan.
Sedangkan subminisi pada bom cluster digunakan untuk menghancurkan musuh
ditempatnya (impact) atau menghambat gerak majunya (area denial).Impact submunisi
impact akan meledak saat menyentuh darat/target.Submunisi area-denial, termasuk
FASCAM, memiliki keterbatasan masa aktifnya dan akan mengancurkan diri setelah
masa aktifnya kadaluarsa.

Universitas Sumatera Utara

22
Jenis submunisi bola umumya jenis APERS.Berukuran sangat kecil dan akan
menyebar dalam jumlah banyak disautu area, dan seperti ranjau darat, baru akan meledak
setelah diinjak atau tersenggol.Namun ada juga jenis bom/proyektil yang meledak setelah
menyentuh tanah dan baru memuntahkan submunisi. Submunisi APERS area-denial
(FASCAM) dijatuhkan untuk menjadi ranjau darat. Saat menyentuh tanah, trip wire akan
mental setinggi kira-kira 20 kaki dari ranjau. Semua submunisi area-denial menggunakan
sumbu jenis antidisturbance dengan sumbu cadangan jenis self-destruct.Jenis sumbu selfdestruct akan meledak dalam waktu yang bervariasi, dari hitungan jam sampai hari.
Submunisi AMAT dan/atau AT dirancang untuk menghancurkan target benda
keras seperti peralatan atau kendaraan.Dilontarkan dari dispenser yang dijatuhkan oleh
pesawat udara dan baru berfungsi saat menghantam target atau tanah.Saat terbang menuju
sasaran, kestabilan submunisi jenis ini dibantu dengan Drogue parachute.Submunisi jenis
ini juga digunakan untuk menghancurkan target keras berupa peralatan atau kendaraan.
Submunisi jenis AT area-denial dapat dilepas dari pesawat udara, meriam artileri
dan beberapa jenis dari kendaraan berat Zeni.Semua submunisi FASCAM ini memiliki
jenis sumbu magnetic.Baru akan berfungsi setelah menerima sinyal dari obyek
metal.Sama halnya dengan submunisi jenis APERS area-denial, sumbunisi AT ini juga
memiliki sumbu antidisturbance dan self-destruct.
Kebanyakan

airframes

memiliki

kemampuan

membawa

berbagai

jenis

submunisi.Daerah berbahaya akan bergantung kepada submunisi, profil misi, jenis target,
dan jumlah sortie.Kekuatan penerbangan Angkatan Udara dan Angkatan Laut
menggunakan jenis CBU (cluster bomb unit) yang berisikan submunisi dengan hasil area
bahaya yang sama luasnya dengan efek penembakan submunisi melalui MLRS/kanon

Universitas Sumatera Utara

23
artileri.Canister yang dijatuhkan dari udara berisikan berbagai jumlah CBU.Satu unit
CBU-58 atau tiga unit CBU-87/CBU-52 berisikan sekitar jumlah yang sama dengan satu
roket MLRS dengan 644 submunisi. Pesawat pembom B-52 menjatuhkan muatan penuh
45 unit CBUs (sebuah CBU-58/CBU-71 berisikan 650 submunition) akan menghasilkan
daerah berbahaya yang lebih besar dari yang dihasilkan oleh penembakan melalui
MLRS.Jenis pesawat tempur F-16 dalam misi dukungan tembakan terbuka (close air
support/CAS) terhadap point target akan menjatuhkan dua buah CBU per pesawat per
misi, daerah bahaya yang dihasilkan relatif rendah.
Submunisi

dalam

satu

bom

cluster

diharapkan

95

persen

berfungsi

(meledak).Dengan tingkat submunisi yang berfungsi mencapai 95 persen tersebut, satu
buah CBU-58 (berisi 650 submunisi) akan menghasilkan setidaknya 38 submunisi yang
tidak meledak (dud).Sebuah pesawat pembom B-52 bermuatan penuh akan menjatuhkan
45 buah bom CBU-58/CBU-71, setiap bom bermuatan 650 submunisi, akan
menghasilkan sekitar 1700 submunisi dud.
Bom Cluster sangat mengancam kalangan sipil, dengan dua alasan; efek arealnya
sangat luas, dan akan meninggalkan banyaknya bomlet yang tidak meledak sehingga
sangat membahayakan jiwa manusia.
Areal bahaya yang dapat diakibatkan oleh satu munisi cluster, atau disebut
sebagai jejak-kaki/footprint, dapat mencapai dua atau tiga kali lapangan sepak
bola.Senjata ini akan memiliki efek area yang luas, maka wilayah sasaran tembak bom
cluster pasti akan berakibat pada jatuhnya korban non-militer.
Problema serius lainnya adalah efek dari bomlet yang tidak meledak (UXO –
unexploded ordnance), bomlet yang bentuknya unik dan berwarna cerah seperti CBU-87

Universitas Sumatera Utara

24
dapat menarik perhatian anak-anak karena dikira mainnan, hal ini dapat mengakibatkan
jatuhnya korban yang tidak berdosa.Di Lebanon seperti yang pernah ditayangkan di
televisi, terjadi korban anak-anak akibat mengira bomlet sebagai mainan.
Walaupun bom cluster telah dirancang agar semua submunisi yang dibawanya
akan meledak, namun kenyataannya banyak bomlet yang tidak meledak (UXO) dan
bomlet semacam ini akan lebih berbahaya dari ranjau darat.Senjata peluncur roket multi
laras (MLRS) buatan Amerika dengan hulu ledak M26 dan submunisi M77 diperkirakan
memiliki tingkat rata-rata sub munisi yang tidak meledak (dud-rate) sebesar 5 persen,
namun kenyataan dilapangan dud-rate ini mencapai 16 persen.Tingkat dud-rate pada
masa perang teluk bahkan mencapai 23 persen.Bahkan untuk bom cluster yang
ditembakan dari senjata artileri memiliki dud-rate sebesar 14 persen.
Bom cluster bersisikan ratusan sampai ribuan bomlet, walaupun titik jatuhnya
diperkirakan tepat sasaran, namun akan meninggalkan ribuan UXO yang menyebar di
areal target pengeboman. Contohnya, setelah konflik Israel-Lebanon, tenaga ahli
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan banyak sekali UXO yang ditinggalkan
diwilayah target-target pengeboman Israel di Lebanon.
Pihak militer Amerika mengklaim bahwa bom cluster yang dikembangkan
dewasa ini memiliki tingkat dud-rate kurang dari satu persen. Namun hal ini dapat
dikatakan sebagai suatu spekulasi, bukti dari kebenaran klaim tersebut baru akan
diketahui setelah dioperasikan dan jatuhnya korban sipil lagi.
Korban Sipil (meninggal) akibat bomlet cluster yang tidak meledak:
• Di Vietnam, masih jatuh korban sipil akibat cluster bom atau obyek lain yang
ditinggalkan

militer

Amerika.Diperkirakan

lebih

dari

300

jiwa

per

tahun.

Universitas Sumatera Utara

25
• Paska perang Kosovo bomlet cluster yang tidak meledak mengakibatkan banyaknya
warga sipil yang menjadi korban meninggal dibandingkan korban akibat ranjau darat.
• Di Lebanon diperkirakan 40% bomlet yang dijatuhkan tidak meledak sejak pengeboman
dengan cluster bom oleh Israel pada musim panas 2006.Selama ofensif ke Lebanon,
Israel menembakan tidak kurang dari 1.800 cluster bom, bermuatan lebih dari 1,2 juta
bomlet. Menurut data yang penulis dapatkan, pihak Israel telah memberikan peta
penjatuhan bom/roket yang berisikan bomlet cluster kepada pihak Perserikatan bangsabangsa (UNIFIL).
Areal yang signifikan bermasalah dengan Cluster Bomb yang tidak meledak
(UXO-Unexploded Ordnance):


Lebanon



Indochina, terutama Laos dan lokasi bekas zona demilitarisasi di Vietnam



Kosovo



Afghanistan



Irak



Palestina

Negara/Wilayah yang sudah mengalami efek Cluster Bomb (cluster munition):
Afghanistan, Albania, Bosnia & Herzegovina, Chad, Croatia, Eritrea, Ethiopia, Iraq,
Israel, Kamboja, Kuwait, Laos, Lebanon, Montenegro, Pakistan, Russia (Chechnya),
Saudi Arabia, Serbia (termasuk Kosovo), Sierra Leone, Sudan, Siria, Tajikistan, Vietnam.
Salah satu contoh bom tandan.CBU-59 APAM Rockeye II.CBU-59 APAM
merupakan senjata antipersonil, antimaterial dikembangkan pada era 1970an sebagai
penyempurnaan dari Rockeye. Menggunakan dispenser yang sama dengan Rockeye,

Universitas Sumatera Utara

26
namun memiliki 717 bomblet yang lebih kecil BLU-77.Juga memiliki efek fragmentasi
anti-personil dan efek bakar (incendiary) selain efek penembusan baja (armorpiercing).Selama perang teluk diperkirakan 186 bom CBU-59 dijatuhkan.

Ada beberapa jenis dari bom cluster yaitu:
PENYEBAR API
Bom cluster jenis ini digunakan untuk memicu api atau juga bom api
konvensional.spesifikasinya didesain untuk penggunaan ini,yaitu dengan bahan peledak
fosfor putih atau napalm.Digunakan untuk menahan laju gerak pasukan musuh yang
ditujukan untuk pasukan darat dan kendaraan lapis baja.Ketika digunakan dalam perang
kota ,bom ini biasanya menggunakan bahan konvensional biasa untuk menghancurkan
atap-atap dandinding dari bangunan dan seterusnya memicu kebakaran hebat.Awalnya
bom ini digunakan oleh Uni soviet yang disebut bom keranjang Molotov pada perag
musim dingin tahun 1939-1940.Tipe dari bahan ini sering digunakan oleh kedua belah
phak yang bertikai pada saat perang.Bom tipe ini digunakan biasanya untuk menciptakan
badai api seperti yang terjadi pada saat pemboman di kota Dresden pada perang dunia
kedua dan pemboman Tokyo dengan api.

ANTI PERSONEL
Bom cluster jenis ini menggunakan bahan peledak yang memecah menjadi
beberapa kepingan untuk membunuh prajurit musuh dan kendaraan ringan.Sejalan
dengan tipe bo cluster tipe penyebar api, bom jenis ini juga merupakan bentuk pertama
dari bom cluster tersebut.Yang pada saat itu di produksi oleh Jerman dan digunakan pada

Universitas Sumatera Utara

27
perang dunia II.Bom ini mulia dikenal pada waktu serangan kilat Jerman kepada Polandia
tahun 1939 dengan kombinasi pemicu pengukur waktu dan pemicu jebakan apabila
disentuh.Bom tersebut juga menggunakan pemicu kontak apabila digunakan untuk
menyerang pertahanan musuh.

ANTI TANK
Kebanyakan bom cluster jenis ini berisi bahan peledak dan pemicu yang telah
dipadatkan agar dapat menembus lapisan baja dari sebuah tank dan kendaraan
tempur.Dari beberapa kasus penuntun digunakan untuk meningkatkan kemampuan untuk
menghantam sebuah kendaraan.Subminisi modern yang berpenuntun dari bom cluster
seperti yang ditemukan dalam bom CBU-97 dapat juga menggunakan bahan peledak dan
pemicu yang sudah dipadatkan sebagai alat penetrasi.Bom cluster berisi bahan peledak
dan pemicu yang suah dipadatkan namun yang tidxak berpenuntun didesain untuk
melawan atau menghancurkan pos pertahanan.Ini digunakan untuk menyokong dan
meningkatkan efektifitas peperangan dengan menggunakan sebuah tipe dari bom ini
untuk menyerang target yang dekat,subminisi yang mempunyai pecahan dan peledak yan
telah dipadatkan diproduksi oleh angkatan bersenjata Amerika serikat dan artileri
lapangan korps marinir Amerika serikat dan biasanya digunakan untuk peperangan darat.

PENGHANCUR LANDASAN UDARA
Bom jenis ini dirancang untuk melakukan penetrasi kedalam lapisan landasan
sebelum meledak,yang menyebabkan bom tersebut dapat mengoyak dan memecah
permukaan landasan pacu.Dalam kasus bom cluster Inggris JPP 233 penghancuran

Universitas Sumatera Utara

28
lapisan aspal pada landasan acu menggunakan dua tahap pengahancuran yaitu dari
kombinasi dari peledak yang dipadatkan dengan peledak konvensional biasa.Bahan
peledak yang sudah dipadatkan dan dipertajam akan membuat ledakan awal dan
membuat celah didalam lapisan aspal landasan pacu dan kemudian peledak konvensional
diunakan untuk memperbesar celah atau kawah yang diakbatkan ledakan sebelumnya.
Berikut ini beberapa contoh dari bom cluster:

Universitas Sumatera Utara

29

Spesifikasi bom cluster Amerika serikat:
Contractor
Weight

927 pounds

Length

92 inches

Diameter

16 inches

Guidance

none

Control

none

Universitas Sumatera Utara

30
Auto pilot

none

Propulsion

none

Warhead

SUU-66/B Tactical Munition Dispenser 10 BLU-108/B
submunition[@4projectiles]

Fuse

Integral part of Dispenser
FZU-39/B proximity sensor

Air craft

12 F-15E
4 F-16
10 A-10
30 B-1
34 B-2
16 B-52

Limitations

200 feet 200.000 feet(above ground level)

Delivey envelope

250 knots -650 knots

Unit cost

$360,000-baseline
$260,000-PEP $ 39,963[$FYGO]
500 in USAF objective is 5,000
(17.000 originally planned)

B.Sejarah Penggunaan Bom Cluster
Bom cluster pertama kali digunakan dan dioperasikan oleh tentara pasukan
Jerman pada perang dunia kedua yaitu bom SD-2 sprengbombe dickwandig 2kg,atau
yang lebih dikenal dengan butterfly bomb atau bom kupu-kupu.Sering digunakan pada

Universitas Sumatera Utara

31
saat masa perang dunia II untuk menyerang target militer dan target sipil.Dan pada saat
sekarang teknologi tersebut dikembangkan oleh pemerintah Amerika serikat,China,Italia
dan India.Dan sekarang ini bom cluster tesebut telah menjadi bom standar militer bagi
Negara yang menggunakannya yang ada diseluruh dunia,dengan jenis-jenis yang
berbeda 9.
Pada dasarnya bom cluster tersebut merupakan sebuah tabung(biasanya bentukya
kecil-kecil apabila bom tersebut dibawa oleh pesawat yang berkecepatan tinggi) dan
tabung-tabung tersebut diisi oleh beberapa bahan peledak yang kecil-kecil sekitar 200
buah.
Beberapa tipe dari bom ini ada yang biasanya didesain agar tetap menempel di
pesawat setelah melepaskan beberapa bahan peledak yang terkandung dalam bom
tersebut.Bahan-bahan peledak yang kecil tersebut biasnya dipasangkan oleh parasutparasut kecil agar dapat memperlambat laju jatuh bom tersebut ke sasaran.Hal ini
dilakukan apabila dalam pemboman pada ketinggian rendah pesawat dapat selamat dari
ledakan yang ditimbulkan oleh bom tersebut.Mesin dari bom cluster modern dan bahan
peledaknya sekarang menjadi senjata multifungsional yaitu mengandung bahan
campuran.Untuk

menghancurkan

kendaraan

lapis

baja,anti

personel,dan

untuk

penghancuran bahan material seperti gedung dan banker.
Trend yang berkembang dalam desain bom cluster modern ialah penggunaan
bahan peledak yang pintar yaitu dengan menggunakan sirkuit penuntun untuk mencari
lokasi dan menyerang target tertentu,biasanya digunakan untuk menyerang kendaraan
lapis baja.Tipe dari senjata ini adalah CBU-97 yang di produksi oleh Amerika serikat
yang memiliki kelebihan dengan adanya sensor pemicu.Penggunaannya pertama kali
9

http://www.wikipedia.com/wiki/cluster-bomb

Universitas Sumatera Utara

32
digunakan dalam invansi Amerika serikat ke Irak tahun 2003 lalu.Peledak-peledak yang
ada didalam bom tersebut difungsikan untuk menyerang kendaraan lapis baja dan diset
untuk meledak sendiri apabila telah menyentuh permukaan tanah tanpa mencari lokasi
dari target.Secar teori bom ini digunakan dan diset untuk mengurangi apa yang disebut
dengan collateral damage atau korban sipil dan bukan target militer.Dan yang jadi
pembatasan dalam pembuatan bom cluster ini ialah masalah biaya karena bom cluster
terbaru ini lebih mahal dari bom cluster standard an pembuatannya lebih murah dan lebih
simple dari bom cluster modern.

B.1.Sejarah Pembuatan Bom Cluster Dalam Konflik di Timur Tengah
Dari zaman ke zaman daerah timur tengah selalu mendapatkan perhatian
dunia.Hal

ini

dikarenakan

daerah

tersebut

tidak

lepas

dari

konflik

dan

permasalahan.Konflik yang berkepanjangan ini terjadi dikarenakan adanya kepentingan
dari dua belah pihak yaitu timur dan barat.
Dengan adanya kepentingan akan penguasaan regional atas timur tengah baik itu
penguasaan teritorial atau penguasaan ideologi kepada suatu Negara,maka semua hal
tersebut haruslah dibayar dengan harga yang sangat mahal yaitu dengan mengorbankan
darah.Hal itu semakin rasional semenjak merdekanya Israel pada tahun 1947 dimana
kemerdekaan tersebut mendapat pertentanan dari bangsa-bangsa arab yang telah
menduduki daerah timur tengah selama berabad-abad.Hal ini ditandai dengan pecahnya
perang antara pihak Negara-negara arab dengan Israel.Dalam perang ini Israel keluar
sebagai pemenang.

Universitas Sumatera Utara

33
Pada awal perang enam hari Amerika belum menunjukkan kedekatannya dengan
pihak Israel.Namun setelah perang usai Amerika serikat melihat Israel merupakan salah
satu sekutu yang paling penting di regional timur tengah.Pada saat itu juga kekhawatiran
Amerika serikat mengenai harga minyak belumlah ada.Namun setelah pecahnya perang
yom kippur 1979 antara Israel dan Negara-negara arab membuat Amerika serikat
kelabakan mengenai hal ini karena Mesir menggunakan strategi embargo minyak untuk
menekan Amerika serikat agar memberhentikan bantuan militernya kepada Israel dan
memaksa Negara yahudi itu ke meja perundingan dan dengan adanya embargo minyak
yang dilakukan oleh Mesir membuat Amerika serikat setidaknya harus dapat
mempengaruhi dan menguasai kawasan kaya minyak tersebut,hal ini terbukti dengan
kuatnya pengaruh Amerika serikat di kerajaan Arab Saudi dan penguasaan atas
semenanjung Persia yang pada saat ini hanya berhasil menguasai Irak.

B.2.Sejarah Penggunaan Bom Cluster OLeh Israel
Dalam penggunaannya dilihat dalam konflik yang terjadi di timiur tengah,dari
perang yom kippur dapat kiat lihat dan tercatat bahwa Israel pertama kali menggunakan
bom cluster tersebut untuk menyerang situ-situs pertahanan udara dan situs radar
Mesir.Dalam perang tersebut tercatat bahwa Israel menyebar lebih dari ratusan ribu
bomlet dari bom cluster di sepanjang lebah bekaa dan didekat semenanjung sinai.Dalam
perang tersebut Israel