Fenomena Gaya Hidup Penggunaan Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung

  DI KOTA BANDUNG (Studi Deskriptif Tentang Gaya Hidup Pengguna Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung) SKRIPSI Diajukan Untuk Menempuh Ujian Sarjana (S1) Pada Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Humas

MAKRO MIKRO

  Bagaimana Fenomena Gaya Hidup Pengguna Behel Gigi Pada Kalangan mahasiswa Di Kota Bandung ?

  

1. Bagaimana Aktivitas pengguna behel gigi pada kalangan

Mahasiswa di Kota Bandung ?

  

2. Bagaimana Minat pengguna behel gigi pada kalangan

Mahasiswa di Kota Bandung ?

  

3. Bagaimana Opini pengguna behel gigi pada kalangan

Mahasiswa di Kota Bandung ?

  Gaya hidup pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa Kota Bandung MODEL ALUR PEMIKIRAN PENELITI

  

REFERENSI

BUKU

SKRIPSI

PENELITIAN

TERDAHULU

  

INTERNET

SEARCHING

WAWANCARA

OBSERVASI

PARTISIPAN

DOKUMENTASI

  “ Peneliti menentukan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling

   NO. NAMA UMUR JURUSAN

  1 Desi Hastuti

  20 Akuntansi

  

2 Septi Iman Wijaya

  21 Teknik Informatika

  3 Ika Puspita

  21 Sastra Inggris

  

4 Letty Oktiana

  21 FKIP PGSD DAFTAR INFORMAN PENELITIAN KEY INFORMAN NO. NAMA PEKERJAAN 1 drg. Anne Ustane Yustisia Dokter Gigi

2 Ida Weti M.Psi Psikolog

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

  Aktivitas Minat Opini Imitasi Pro Kontra

  Perawatan K.A.P Eksistensi

LOKASI PENELITIAN

  Lokasi penelitian ini bertempat di Bandung. Peneliti berdomisili di Bandung yang memungkinkannya untuk melakukan penelitian secara efektif dan efisien karena peneliti berada langsung dalam wilayah penelitian. Penelitian dilakukan oleh peneliti di kampus-kampus di Kota Bandung, dengan target sasaran Mahasiswa dan Mahasiswi yang menggunakan behel gigi.

  W AKTU PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan selama 6 (enam bulan) tepatnya terhitung mulai tanggal 18 Juni 2012 sampai

  7 Juli 2012 selama 3 minggu. Waktu pelaksanaan dimulai dari persiapan, penelitian lapangan, penyusunan, dan tahap terakhir penelitian sampai sidang dilaksanakan.

  KESIMPULAN Gaya hidup pengguna behel gigi sebagai ajang gaya adalah dengan berkembangnya jaman, behel dijadikan sebagai ajang penunjang penampilan. Bagaimana gaya hidup pengguna behel gigi dalam bentuk kepercayaan diri dan mengelola diri dalam setiap proses komunikasi dan interaksi yang tidak terelakan baik dalam intra maupun ekstra komunikasi mereka. Fenomena tersebut tidak lepas dari berbagai proses seperti proses komunikasi non-verbal melalui fashion style atau lifestyle mereka sebagai bentuk dari pengaktualisasian dan eksistensi diri bagi pengguna behel gigi tersebut yang sangat mengikuti perkembangan jaman.

  Aktivitas pengguna behel gigi sama seperti orang normal yang tidak memakai behel gigi, yaitu beraktivitas seperti biasa yaitu : menggosok gigi tiga kali sehari, menghindari makanan yang keras- keras agar tidak menempel pada bracket mereka, mengganti karet behel dan bracket mereka dengan rutin. Walaupun hal tersebut dilakukan hanya untuk kesenangan tersendiri saja, karena mereka memakai behel gigi ini hanya sebagai ajang gaya hidup mereka.

  Minat pengguna behel gigi adanya rasa ketertarikan bagi pengguna behel gigi yang mereka jadikan sebagai ajang trend atau gaya, karena selain sebagai ajang trend pengunaan behel-pun bisa menaikkan dan meningkatkan status sosial seseorang dalam lingkungan sosialnya.

  Opini Aktivitas Minat Opini yang bermunculan dari masyarakat yaitu penggunaan behel gigi sebagai ajang gaya hidup, merupakan bagian dari berbagai macam spekulasi pro dan kontra. Penggunaan behel gigi sebagai gaya-gayaan ini menimbulkan pengaruh positif dan juga negatif. dengan berkembangnya zaman behel menjadi ajang gaya-gayaan dan sudah disalah artikan oleh penggunanya.

  DOKUMENTASI

TERIMA KASIH

  FENOMENA GAYA HIDUP PENGGUNA BEHEL GIGI PADA KALANGAN MAHASISWA DI KOTA BANDUNG (Studi Deskriptif Tentang Gaya Hidup Pengguna Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung) SKRIPSI Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) pada Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Humas

  Oleh : Dine Ermayani NIM : 41808022 PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI KONSENTRASI HUMAS

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

  2012

ABSTRAK FENOMENA GAYA HIDUP PENGGUNAAN BEHEL GIGI PADA KALANGAN MAHASISWA DI KOTA BANDUNG

  Oleh: DINE ERMAYANI NIM 41808022

  Skripsi ini dibawah bimbingan, Drs. Manap Solihat M.Si. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya hidup pengguna behel gigi dengan menjawab tujuan penelitian yang terdiri dari aktivitas, minat, dan opini pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa di Kota Bandung.

  Objek primer dalam penelitian ini adalah Mahasiswa dan Mahasiswi yang berada di Bandung. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 4 orang dan 2 orang Key Informan. Untuk meneliti fenomena ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif (Descriptive

  

Research) yaitu suatu metode yang dilakukan untuk mendeskripsikan suatu

  situasi tertentu yang bersifat faktual dan akurat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Studi Pustaka yaitu Referensi buku, Skripsi peneliti terdahulu, Internet Searching dan Studi lapangan yaitu Wawancara, Observasi Partisipan, Dokumentasi.

  Hasil penelitian yang didapatkan ialah aktivitas pengguna behel gigi sebagai ajang gaya hidup sama seperti orang normal yang tidak memakai

  

behel gigi, minat sebagai rasa ketertarikan bagi penggunanya, opini timbul

  dari masing-masing pemikiran masyarakat, gaya hidup di pandang sebagai suatu ciri dari Negara yang Modern sudah berkembang.

  Dalam kesimpulan akhir, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengaruh perkembangan jaman dan kecenderungan penggunaan behel gigi telah menjadi gaya hidup dikalangan Mahasiswa. Dengan fenomena pemakaian behel sebagai ajang gaya hidup merupakan bentuk pengaktualisasian dan eksistensi diri bagi Mahasiswa.

  Saran Bagi Peneliti Diharapkan dapat berguna bagi peneliti sebagai pengetahuan wawasan baru bagi peneliti akan berbagai perilaku sosial yang ada dalam masyarakat dengan komunikasi sebagai perantaranya. Penelitian ini dapat dijadikan pengalaman dalam mengaplikasikan ilmu komunikasi yang selama ini diterima secara teori, khususnya tentang fenomena gaya hidup

  

ABSTRACT

PHENOMENON OF TEETH LIFESTYLE

AMONG STUDENTS IN BANDUNG

By :

DINE ERMAYANI

  

NIM 41808022

Under guidance by :

Drs. Manap Solihat M.Si.

  The purpose of this study was to determine the extent to which the teeth

lifestyle by answering the purpose of research consisting of activities, interests,

opinions and lifestyle of student in Bandung.

  The primary object in this study were students in Bandung. The informants

in this study are numbered 4 people and 2 Key Informants. To investigate this

phenomenon used a qualitative approach with descriptive methods (Descriptive

Research). This is a method of describing a situation or a specific population area

that is factual and accurate in the system. Data collection techniques used the

Library Studies Reference books, Thesis previous research, Internet searches and

field studies that interview, Participant Observation, Documentation.

  The results obtained are dental stirrup user activity as a lifestyle event like

a normal person who does not wear stirrup gear, interest as an interest to users,

opinion arising from their respective communities of thinking, way of life in

perspective as a feature of the Modern State.

  In final conclusion from the above description it can be concluded that

the influence of the changing times and trends of use of dental stirrup has become

a lifestyle for students. With this phenomenon as a platform stirrup lifestyle is a

form of self actualizing and existence for the student.

  Suggestions for researchers expected to be useful for researchers as a

knowledge of new insights for researchers will be a variety of social behaviors

that exist in society with communication as the intermediary. This study can be

used as experience in applying the science of communication that has been

accepted in theory, in particular on the phenomenon of user lifestyle in the stirrup

dental students in Bandung.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur peneliti panjatkan atas kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya yang telah meridhoi segala jalan dan upaya peneliti dalam menyelesaikan penelitian skripsi ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.

  Dalam melakukan penelitian skripsi ini tidak sedikit peneliti menghadapi kesulitan serta hambatan baik tekhnis maupun non tekhnis.

  Namun atas izin Allah SWT, juga berkat usaha, doa, semangat, bantuan, bimbingan serta dukungan yang peneliti terima baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan penelitian skripsi ini.

  Ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya peneliti tujukan kepada kedua orang tua yang selalu membantu dan memberikan dukungan baik moral, spiritual, dan material serta doa kepada peneliti hingga detik ini. Doa ananda, semoga ananda dapat membahagiakan Mama dan Papa serta menjadi seperti apa yang Mama dan Papa harapkan untuk menjadi manusia yang berguna setidaknya untuk hidup ananda sendiri. Amiien.

  Melalui kesempatan ini pula, dengan segala kerendahan hati peneliti ingin menyampaikan rasa hormat, terimakasih, dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Bapak Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redjo, Drs.,MA. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unikom, yang telah memberikan perijinan untuk melakukan penelitian ke lapangan dan pengalaman non akademis yang sangat berharga bagi peneliti melaksanakan kegiatan kuliah di Universitas Komputer Indonesia.

  2. Yth. Drs. Manap Solihat M.Si. selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi dan Public Relations dan dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi, nasehat, arahan penelitian, pengesahan dan masukan kepada peneliti.

  3. Yth. Ibu Melly Maulin P. S.Sos, M.Si, selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi dan Public Relations yang memberikan dukungan dalam setiap perkuliahan untuk menjadikan peneliti sukses dalam menjalankan perkuliahan.

  4. Ibu Rismawaty, S.Sos., M.Si., selaku Dosen Wali yang telah banyak membantu saat peneliti melakukan kegiatan perkuliahan dan memberikan motivasi untuk terus maju.

  5. Ibu Desayu Eka Surya S. Sos., M,Si., selaku Dosen Kemahasiswaan yang telah banyak memberikan masukan dan bimbingan, berbagi ilmu serta wawasan selama peneliti melakukan perkuliahan.

  6. Staf Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Bpk. Sangra Juliano, S.I.Kom., Ibu Tine Agustin Wulandari, S.I.Kom., Bpk. Inggar Prayoga, S.I.Kom., Bpk.

  Adiyana Slamet, S.IP., M.Si., Bapak Arie Prasetyo, S.Sos., M.Si., dan Bpk. Yadi Supriadi, S.Sos.,M.Phil yang telah memberikan ilmu dan pengetahuannya kepada peneliti.

  7. Sekretariat Program Studi Ilmu Komunikasi, Ibu Astri Ikawati, Amd. Kom., Mbak Intan yang telah banyak membantu dalam mengurus surat perizinan yang berkaitan dengan perkuliahan, serta usulan penelitian yang peneliti laksanakan.

8. Terima Kasih kepada Keluarga besar Bpk. M. Sophian. SE, Papa Sophian, Ibu Dewi, Aa tuthuy, Teteh Nichole, A‟parin, terima kasih banyak supportnya.

  9. Terima kasih untuk seluruh keluarga besar Alm. H. Salmon Kelana Saputra dan Kartini, yang sudah mensupport dalam mengerjakan skripsi ini.

  10. Buat temen-temen terutama Banana : Totti, Alin, Aleldul, Ndu, Citra, BossAgung, Ianmarkoyan, Gitong dan Ibay. Terima kasih teman-teman sudah mensupport terutama dikala sedang galau tentang penyusunan skripsi ini.

  11. Teman-teman anak Bimbingan Pak Manap : Akuz, Alfaris, Gea, Mona, Adi, teh Ika, Ovi dan Meilin terima kasih atas sharingnya selama ini.

  12. Buat temen-temen Yetii : Azhar dan Tatang yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama ini kepada peneliti.

  13. Terima kasih untuk seluruh teman-teman kelas IK-Humas 2, khususnya Firman, Mita, Septian “apenk”, Oki, Erikza, Yona.

  14. Buat Key Informan dan Informan terima atas bantuan kalian jika tidak ada kalian maka peneliti tidak akan bisa menyelesaikan usulan penelitian ini.

  Serta saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah mendorong peneliti selama proses penelitian ini berlangsung sampai tersusunnya tulisan ini. Peneliti memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang telah diperbuat, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Semoga allah SWT memberikan balasan yang berlimpah bagi orang- orang yang telah membantu peneliti untuk kesempurnaan penelitian ini, Peneliti senantiasa menanti kritik dan saran dari semua pihak dalam penyusunan usulan penelitian ini. Akhir kata peneliti berharap semoga usulan penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terimakasih.

  Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  Bandung, Agustus 2012 Peneliti

  

DAFTAR ISI

Hal

LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... i

SURAT PERNYATAAN ............................................................................... ii

LEMBAR PERSEMBAHAN ........................................................................ iii

ABSTRAK ....................................................................................................... iv

ABSTRACK .................................................................................................... v

KATA PENGANTAR .................................................................................... vi

DAFTAR ISI ................................................................................................... x

DAFTAR TABEL .......................................................................................... xv

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvi

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xvii

  BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah.............................................................

  1 1.2 Rumusan Masalah ......................................................................

  9 1.2.1 Makro ...............................................................................

  9 1.2.2 Mikro ................................................................................

  9

  1.3 Maksud Dan Tujuan Penelitian.................... .............................. 10

  1.3.1 Maksud Penelitian ............................................................ 10

  2.1.2.6 Fungsi-fungsi Komunikasi Antarpribadi ............. 27

  2.1.1.3 Fungsi Komunikasi ............................................. 15

  2.1.2.5 Jenis-jenis Komunikasi Antarpribadi ................... 26

  2.1.2.4 Hakekat Komunikasi Antarpribadi ....................... 25

  2.1.2.3 Faktor

  2.1.2.2 Ciri

  2.1.2.1 Definisi Komunikasi Antarpribadi ....................... 22

  2.1.2 Tinjauan Tentang Komunikasi Antar Pribadi ................. 22

  2.1.1.5 Unsur-unsur Komunikasi .................................... 18

  2.1.1.4 Proses Komunikasi .............................................. 17

  2.1.1.2 Tujuan Komunikasi ............................................ 15

  1.4 Kegunaan Penelitian................. ................................................. 11

  2.1.1.1 Definisi Komunikasi ........................................... 13

  2.1.1 Tinjauan Tentang Komunikasi ......................................... 13

  2.1 Tinjauan Pustaka ........................................................................ 13

  BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

  1.4.2.3 Masyarakat ...................................................... 12

  1.4.2.2 Program Studi ................................................... 12

  1.4.2.1 Peneliti .............................................................. 11

  1.4.1 Kegunaan Praktis ............................................................. 11

  1.4.1 Kegunaan Teoritis ............................................................ 11

  • – ciri Komunikasi Antarpribadi…………….. 23
  • –faktor Pembentuk KAP ………………… 24

  2.1.2.1 Klarifikasi Pesan Nonverbal .............................. 31

  2.2.1 Kerangka Teoritis …………………………………. 45

  3.1.4 Fungsi Pemakaian Behel Gigi .......................................... 62

  3.1.3 Jenis-jenis Behel Gigi ..................................................... 58

  3.1.2 Pengertian Behel Gigi ..................................................... 56

  3.1.1 Sejarah Perawatan Orthodontic ....................................... 55

  3.1 Objek Penelitian ........................................................................ 55

  BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

  2.2.2 Kerangka Konseptual ……………………………... 51

  2.2 Kerangka Pemikiran ................................................................... 45

  2.1.2.2 Fungsi Pesan Nonverbal ..................................... 34

  2.1.8 Teori Imitasi ...................................................................... 41

  2.1.7 Tinjauan Tentang Mahasiswa ........................................... 39

  2.1.6.1 Pengertian Eksistensi …………….…………… 37

  2.1.6 Tinjauan Mengenai Eksistensi …………………..……… 37

  2.1.5.1 Pengertian Fenomena ........................................... 37

  2.1.5 Tinjauan Mengenai Fenomena .......................................... 37

  2.1.4.1 Definisi Gaya Hidup ………………………….... 35

  2.1.4 Tinjauan Tentang Gaya Hidup ........................................ 35

  3.1.5 Tips Perawatan Behel Gigi ............................................... 65

  3.1.7 Bahaya Menggunakan Behel Palsu ................................... 68

  3.2 Metode Penelitian ...................................................................... 69

  3.2.1 Desain Penelitian ............................................................. 69

  3.2.2 Teknik Pengumpulan Data ............................................... 71

  3.2.2.1 Studi Pustaka ......................................................... 71

  a. Referensi buku ………………………….…….. 72

  b. Skripsi peneliti terdahulu ………..……………. 72

  c. Internet Searching ……………………………. 72

  3.2.2.2 Studi Lapangan …………...……………………. 73

  1. Wawancara …………….……………………. 73 2.

  Observasi Partisipan ………………………… 74 3. Dokumentasi ………………………………... 74

  3.2.3 Teknik Penentuan Informan ............................................. 74

  3.2.3.1 Informan ………………………………............. 74

  3.2.3.2 Informan Kunci ……………………………...… 76

  3.2.4 Teknik Analisa Data......................................................... 76

  3.2.5 Uji Keabsahan Data ........................................................... 79

  3.2.6 Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................... 81

  3.2.6.1 Lokasi Penelitian ................................................. 81

  3.2.6.2 Waktu Penelitian ................................................. 82

  BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan

  4.2 Pembahasan Hasil Penelitian ...................................................... 116

  5.2.3 Saran Bagi Masyarakat ....................................................... 125

  5.2.2 Saran Bagi Peneliti Selanjutnya ......................................... 124

  5.2.1 Saran Bagi Pengguna Behel Gigi ....................................... 124

  5.2 Saran ............................................................................................ 124

  5.1 Kesimpulan .................................................................................. 122

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  4.2.3 Opini Mayarakat Pada Pengguna Behel Gigi .................... 113

  4.1 Deskripsi Identitas Informan dan Key Informan

  4.2.2 Minat Pengguna Behel Gigi ................................................ 107

  4.2.1 Aktivitas Pengguna Behel Gigi .......................................... 98

  4.1 Analisis Hasil Penelitian .............................................................. 98

  4.1.2 B. Informan Kunci (KeyInforman) ....................................... 95

  4.1.1 A. Informan Penelitian …………………………………… 88

  ………………….. 87

  DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..... 126 LAMPIRAN ……………...……………………………………………....... 130

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Manusia hidup di bumi dengan berbagai macam budaya dan kepercayaan serta kebiasaan dan lingkungan yang berbeda-beda, itulah yang sebagian besar mempengaruhi gaya hidup masyarakat di dunia. Manusia dan kehidupannya yang memiliki gaya hidup yang berbeda-beda memberi warna tersendiri dalam kehidupan didunia dan memberikan banyak pengaruh dalam merubah wajah dunia. Gaya hidup memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

  Gaya hidup merupakan ciri sebuah Negara modern, yang biasa juga disebut modernitas. Maksudnya adalah siapa pun yang hidup dalam masyarakat modern akan menggunakan gagasan tentang gaya hidup untuk menggambarkan tindakannya sendiri maupun orang lain. Gaya hidup bagian dari kehidupan sosial sehari-hari dunia modern, gaya hidup berfungsi dalam interaksi dengan cara-cara yang mungkin tidak dapat dipahami oleh mereka yang hidup dalam masyarakat modern.

  Kaum Stoic berpendapat sebagaimana yang dijelaskan oleh David Schneider (1976), yang dikutip oleh Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku “Psikologi Sosial: Individu dan Teori-

  Teori Psikologi Sosial” bahwa ada dua pendapat yang bertentangan tentang sifat manusia sebagai makhluk sosial bahwa, ”Manusia adalah bagian dari dunia keteraturan yang alamiah dan rasional sehingga mempunyai

  2

  tanggung jawab satu dengan yang lain dan secara bersama-sama mengejar kebahagiaan. Karena itu, manusia bersifat kooperatif, etis, altruis (suka menolong), dan penuh cinta kasih.” (Sarwono, 1999 : 37)

  Manusia memiliki kepentingan-kepentingan atau motif pribadi sebagai makhluk individual dan untuk mencapai kepentingannya tersebut manusia harus melewati tahapan sebagai makhluk sosial yang berperan dalam pembentukan karakter. Telah menjadi sifat alamiah manusia untuk saling membutuhkan keberadaan orang lain dan berbagai penunjangnya untuk dapat bertahan sebagai manusia yang seutuhnya. Selain itu juga manusia merupakan bagian dari objek perubahan- perubahan sosial.

  Ketergantungan satu sama lain antar manusia memungkinkan adanya kehidupan sosial yang mengarah kepada proses interaksi dengan berbagai tujuan yang dengan atau tanpa disadari mengarah kepada pembentukan manusia yang opportunist (mencari keuntungan). Tanpa berusaha menyangkal atau merasa naif dengan tujuan- tujuan manusia yang majemuk, sosialitas yang terjalin dibentuk atas dasar adanya kepentingan-kepentingan yang mendasar dari individu yang opportunist, sebagai penggambaran manusia individualistis dengan sosialitas sebagai jembatannya.

  Bagaimanapun juga setiap individu memiliki hasrat yang sama untuk dapat memperoleh dan memenuhi kebutuhan pribadi dari berbagai tendensi kepentingan dengan jalan dan proses yang berbeda.

  Menurut Sarwono (1995) dan dikutip ulang dalam buku “Psikologi Sosial

  3

  “Thibaut dan Kelley adalah peneliti-peneliti psikologi yang mengembangkan teori tentang hukum ekonomi dalam psikologi. Teori yang dinamakannya teori timbal-balik (exchange theory) ini menjelaskan adanya prinsip untung-rugi (reward- cost ratio) dalam interaksi manusia.” (Sarwono, 1999: 41). Kehidupan sosial yang baik merupakan esensi dari proses pembentukan individu sebagai makhluk sosial. Sangat mendasar apabila kita dapat mengerti dan memahami sifat alamiah sebagai makhluk sosial yang terdapat berbagai macam interaksi didalamnya dengan berbagai kondisi yang berbeda antar individu dengan satu alat yang sama untuk menumbuhkan proses sosialisasi tersebut yakni komunikasi.

  Kehidupan didunia mahasiswa diwarnai dengan berbagai gaya hidup yang berbeda-beda. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh mereka yang sangat tertarik untuk mengikuti perkembangan jaman atau trend yang sedang mewabah, berbagai cara dilakukan untuk memenuhi hasrat tersebut, seperti halnya yang sedang marak terjadi saat ini yaitu fenomena penggunaan behel gigi sebagai pendukung penampilan atau gaya bukan dipakai untuk kesehatan. Inilah yang sedang melanda generasi muda kita yang senang mengikuti trend jaman. Bisa dibilang jika kita tidak menggunakan

behel gigi yang saat ini sedang trend, mungkin akan terlihat sedikit ketinggalan trend.

  Dampak dari perkembangan jaman membuat manusia berupaya memenuhi hasratnya untuk menjadi lebih baik atau sekedar untuk memunculkan eksistensi diri.

  4

  Eksistensi berperan sebagai suatu pengaktualisasian diri dalam mendapatkan kepercayaan akan pengakuan bahwa hal tersebut ada dan berharap mendapatkan sosialitas serupa untuk pemenuhan hasratnya. Lantas agar eksistensi para follower atau pengikut trend diakui oleh sesamanya, perlu diadakan komunikasi untuk memberikan penjelasan dengan menjembatani eksistensi melalui interaksi dalam proses komunikasi yang terjadi. Komunikasi dan eksistensi kemudian saling mengisi karena saling terkait dalam kebutuhannya. Komunikasi membantu dalam berinteraksi, sedangkan interaksi digunakan untuk menunjukan dan mendapatkan pengakuan bahwa behel gigi merupakan bagian dari trend atau gaya hidup.

  Behel gigi bukan hanya untuk merapihkan gigi, akan tetapi dapat digunakan

  sebagai Fashion atau gaya-gayaan. Dalam kondisi terpasang, sangat mirip dengan aslinya terbuat dari kawat steril dan manik lucu berwarna-warni. Tidak perlu ke Dokter atau tukang gigi, bisa dipasang dan dilepas sendiri. Sangat praktis buat yang modis. Tidak hanya itu saja dengan menggunakan behel seseorang merasa percaya diri, karena selain sebagai ajang trend pengunaan behel-pun bisa menaikkan dan meningkatkan status sosial seseorang dalam lingkungan sosialnya. Saat menggunakan barang mahal, membuat status orang di masyarakat terangkat. Tak jarang orang-orang berduit menjadikan barang-barang mahal sebagai salah satu identitas diri untuk

  5

  menunjukan martabatnya di mata orang lain. Hal ini juga berlaku pada penggunaan

  1 behel gigi.

  Penggunaan behel gigi sebagai gaya-gayaan ini menimbulkan pengaruh positif dan juga negatif. Dampak positif dari penggunaan behel gigi ini, dimana kita mendapatkan suatu identitas, disini kita lihat dari sudut pandang gaya hidupnya yang termasuk kedalam gaya-gaya warna-warni karet behel akan membuat menjadi lebih kreatif dan lebih variatif dalam menciptakan suatu pribadi yang unik dan berbeda dengan yang lainnya, yang tentu saja sesuai dengan kepribadian. Ini adalah masalah kesepahaman setiap orang dimana gaya hidup tersebut dapat mempengaruhi seseorang secara positif. Namun ada pula sisi negatif dari penggunaan behel gigi sebagai gaya-gayaan ini sendiri dimana, semula behel hanya untuk diperuntukan bagi orang yang mempunyai bentuk gigi yang tidak rata, dengan berkembangnya zaman

  behel gigi menjadi ajang gaya-gayaan dan sudah disalah artikan.

  Setiap orang yang menggunakan behel gigi sebagai ajang gaya hidupnya melibatkan perilaku yang di sengaja dikarenakan pada setiap tahapan prosesnya, sengaja mengirimkan sejumlah besar pesan non verbal dimana pesan tersebut memiliki makna bagi orang lain. Menurut Larry A Samovar dan Richard E Porter (dalam Mulyana, 2000) :

  1

  6

  “Pesan komunikasi non verbal mencakup semua rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu setting komunikasi, yang dihasilkan oleh individu dan penggunaan lingkungan oleh individu, yang mempunyai nilai pesan potensia l bagi pengirim atau penerima”

  Pesan ini mencakup perilaku yang disengaja dan tidak disengaja sebagai bagian dari peristiwa komunikasi secara keseluruhan, mengirim banyak pesan non verbal tanpa menyadari bahwa pesan tersebut bermakna bagi orang lain.

  Pesan non verbal mempunyai klarifikasinya dalam pesan nonverbal itu sendiri yang banyak menciptakan paradigma dari para ahli, yang sebagaimana tercantum menurut Lary A. Samovar dan Richard E. Porter mengklarifikasikan pesan-pesan non verbal kedalam 2 kategori utama, yaitu :

  1. Perilaku yang terdiri dari penampilan dan pakaian, gerakan, dan postur tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, sentuhan, bau-bauan, dan parabahasa.

  2. Ruang, waktu, dan diam. (Larry A Samovar dan Richard E Porter dalam Mulyana, 2000)

  Disini peneliti lebih memfokuskan kepada komunikasi antarpribadi, sehingga peneliti ingin lebih lanjut mengenai proses komunikasi antarpribadi pada penggunaan

  

behel gigi. Komunikasi antarpribadi didefinisikan oleh Joseph A. Devito dalam

  bukunya

  “The Interpersonal Communication Book”. ( Devito, 1989 : 4 ), sebagai:

  “Proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau di antara

  7

  sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika”. (Devito, dalam Effendy, 2003 : 59).

  Pada pernyataan di atas disebutkan bahwa proses komunikasi antarpribadi dapat dilakukan oleh dua orang atau sekelompok kecil secara langsung tanpa melalui media. Hal ini salah satu menjadi komunikasi yang paling efektif karena umpan balik dapat langsung diterima. Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi antarpribadi seringkali dilakukan oleh kita mulai dari bangun hingga kita tidur, misalnya seorang tukang behel gigi dengan calon pemasangnya, komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi antarpribadi secara langsung (tatap muka), efek yang ditimbulkannya adalah respon yang disampaikan dapat diterima langsung tanpa membutuhkan waktu yang lama.

  Behel gigi sudah masuk Indonesia sejak 1970-an, tapi kawat gigi atau behel,

  baru menjadi tren pada tahun 1990-an. Bahkan, belakangan ini booming pemakai

  

behel gigi dengan alasan sebagai gaya-gayaan. Berbanding terbalik dengan tahun-

  tahun sebelumnya, dimana behel tidak terlalu terkenal dan tidak jarang untuk dihindari. Ada dua tujuan pemasangan behel gigi, pertama untuk memperbaiki bentuk gigi yang tidak teratur yang berdampak fungsi pengunyahan makanan kurang baik. Dan kedua, adalah untuk estetika berkaitan dengan penampilan. Itulah yang menjadi faktor utama pasien memasang behel. Padahal, kedua tujuan tersebut tidak dapat dipisahkan.

  8

  Gaya hidup menurut Kotler (2002 : 192) adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opini. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Minor dan Mowen (2002:282), gaya hidup adalah menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktu. Selain itu, gaya hidup menurut Suratno dan Rismiati (2001 : 174) adalah pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapat yang bersangkutan. Gaya hidup mencerminkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan.

  Secara umum gaya hidup dapat diartikan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktifitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini).

  Gaya hidup mencerminkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan. Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapatnya.

  Dari wacana di atas yang sudah dijelaskan, dan dapat di tarik sebuah permasalahan tentang Gaya Hidup yang digunakan oleh pengguna behel, yaitu tentang aktivitas, minat dan opini pada pengguna behel gigi. Mengangkat pembahasan tentang pengguna behel ini menarik untuk diteliti

  9

  Fenomena ini sangat menarik untuk dikaji lebih dalam. Isu behel gigi mengandung kekhasan, yaitu aspek klinis atau yang biasa disebut aspek medis, sedangkan satunya lagi aspek fenomena sosial atau kemanusiaan. Aspek sosial merupakan yang paling penting menurut peneliti, lebih menekankan pada permasalahan sosial yang menimpa seseorang dengan berbagai persepsi yang muncul dari lingkungan sekitarnya. Anggapan baru dan pandangan baru akan dirinya oleh masyarakat. Dengan begitu akan mempengaruhi pula bagaimana penggunaan behel memandang dirinya sendiri. Apakah tepat jika behel gigi ternyata dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan oleh penggunanya, sekaligus dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Manusia tidak dapat melakukan segala sesuatu jika tidak bermakna baginya.

1.2 Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan oleh peneliti, maka telah diterapkan rumusah masalah dalam penelitian sebagai berikut :

1.2.1 Makro :

  Bagaimana Fenomena Gaya Hidup Pengguna Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung ?

1.2.2 Mikro :

  1. Bagaimana Aktivitas pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa di

  10

  2. Bagaimana Minat pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa di kota Bandung ?

  3. Bagaimana Opini pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa di kota Bandung ?

1.3 Maksud dan Tujuan

  1.3.1 Maksud Penelitian

  Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang Fenomena Gaya Hidup Pengguna Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung (Studi Deskriptif tentang gaya hidup pengguna behel gigi pada kalangan mahasiswa di kota Bandung).

  Penelitian ini menjelaskan tentang pengguna behel ditinjau dari gaya hidup sebagai bentuk dari eksistensi diri di kota Bandung dalam tatanan masyarakat secara objektif

  1.3.2 Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui Aktivitas pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa di kota Bandung.

  2. Untuk mengetahui Minat pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa di kota Bandung.

  3. Untuk mengetahui Opini pengguna behel gigi pada kalangan

  11

1.4 Kegunaan Penelitian

  1.4.1 Kegunaan Teoritis

  Secara teoritis peneliti berharap agar penelitian ini dapat mengembangkan kajian studi ilmu komunikasi secara umum dan khususnya mengenai Fenomena Gaya Hidup Pengguna Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung dan dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan studi deskriptif, khususnya yang berkaitan dengan fenomena komunikasi dalam konteks komunikasi antarpribadi. Namun didalam penelitiannya peneliti juga menemukan aspek-aspek yang berkaitan dengan komunikasi nonverbal. Selain itu pula dapat menjadi acuan dan dapat memperdalam pengetahuan dan teori mengenai informasi-informasi yang berhubungan dengan studi ilmu komunikasi.

  1.4.2 Kegunaan Praktis

  Secara praktis, kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.4.2.1 Peneliti

  Penelitian ini berguna bagi peneliti sebagai pengetahuan wawasan baru bagi peneliti akan berbagai perilaku sosial yang ada dalam masyarakat dengan komunikasi sebagai perantaranya. Penelitian ini dapat dijadikan pengalaman dalam mengaplikasikan ilmu komunikasi yang selama ini

  12

  diterima secara teori, khususnya tentang fenomena gaya hidup pengguna behel gigi pada kalangan mahasiswa di kota Bandung.

  1.4.2.2 Program Studi

  Penelitian ini berguna bagi mahasiswa di kota Bandung secara umum, Ilmu Komunikasi secara khusus mengenai tinjauan fenomena gaya hidup pengguna behel gigi pada kalangan mahasiswa di kota Bandung, sebagai litelatur bagi peneliti selanjutnya terutama yang melakukan penelitian dengan kajian yang sama.

  1.4.2.3 Masyarakat

  Semoga penelitian ini dapat memberikan wacana tentang ajang trend atau gaya-gayaan dalam sosialitas secara jelas dan transparan yang ditinjau dari proses komunikasi dan eksistensi diri para pengguna behel gigi di kalangan mahasiswa di kota Bandung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wacana pola pikir yang objektif dari sosialitas terhadap gaya hidup atau trend di kalangan mahasiswa di kota Bandung.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Tinjauan Pustaka

2.1.1 Tinjauan Tentang Komunikasi

2.1.1.1 Definisi Komunikasi

  Istilah komunikasi atau dalam bahasa inggris “communication berasal dari bahasa latin atau

  “communicatio dan bersumber dari kata “communis” yang berarti sama. Sama disini maksudnya adalah satu makna.

  Jadi, jika dua orang terlibat dalam komunikasi maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang di komunikasikan, yakni baik si penerima maupun si pengirim sepaham dari suatu pesan tertentu (Effendy, 2002: 9).

  Thoha menyatakan bahwa “Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan informasi dari seseorang kepada orang lain.” (Thoha, 1996: 145).

  Membahas tentang definisi komunikasi, tidak ada definisi yang benar atau juga definisi yang salah. Sama hal nya seperti model atau teori, definisi harus dilihat dari kemanfaatan untuk menjelaskan sesuatu yang didefinisikan dan mengevaluasinya. Beberapa definisi mungkin terlalu sempit, misalnya Komunikasi adalah penyampaian pesan melalui media dua pihak atau lebih sehingga peserta komunikasi memahami pesan yang disampaikan. Dalam penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain, bukanlah hal yang mudah, sebab apabila mudah tidak akan mungkin terjadinya komunikasi yang meleset. Pada saat dua orang berkomunikasi, ibarat dua dunia yang berbeda bertemu sebab masing-masing individu memiliki pengalaman yang berbeda atau latar belakang yang berbeda.

  Dalam proses penyampaian juga harus bisa menimbulkan kesamaan makna mengenai apa yang ada dibahas. Kesamaan makna dapat terlihat dari mengerti bahasa yang digunakan dan mengerti makna dari hal yang dipercakapkan. Dengan adanya kesamaan tersebut maka akan memudahkan penerimaan informasi dari orang yang kita ajak berkomunikasi.

  Dalam buku Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek komunikasi dari Onong Uchana Effendy, yang dikutip dari Hovland mengatakan bahwa komunikasi adalah :

  “Proses mengubah perilaku orang lain (communication is the

  procces to modify the behaviour of other individuals) Jadi dalam

Dokumen yang terkait

Fenomena Penggunaan Facebook Di Kalangan Mahasiswa

28 216 92

Fenomena Gaya Hidup Penggunaan Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung

2 39 120

Gaya Hidup Hedonisme Di Kalangan Remaja Kota Bandung (Studi Fenomenologi Tentang Gaya Hidup Hedonisme Di Kalangan Remaja Kota Bandung Untuk Meningkatkan Eksistensinya)

10 40 135

Fenomena Gaya Hidup Pengguna Balckberry Smartphone Di Kalangan Mahasiswa Kota Bandung

1 36 182

FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Remaja Pengguna Behel Gigi dalam Analisis Interaksionisme Simbolik di Kota Surabaya)

0 1 13

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang - FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Remaja Pengguna Behel Gigi dalam Analisis Interaksionisme Simbolik d

0 1 38

BAB II TINJAUAN HISTORIS TENTANG PENGGUNAAN BEHEL GIGI DI KALANGAN REMAJA II.1. Sejarah Perawatan Orthodontic (Kawat Gigi Behel Gigi) - FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi De

0 0 23

BAB III TREND PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL REMAJA DI KOTA SURABAYA - FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Remaja Pengguna Behel

0 1 49

BAB IV FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Interpretasi Teoritik) - FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Remaja Pen

0 0 26

PEDOMAN WAWANCARA Subjek: Pengguna Behel Gigi Kata Pengantar - FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Remaja Pengguna Behel Gigi dalam Analisis Int

0 0 24

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3865 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1026 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 924 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 617 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 772 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1320 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1214 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 803 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1084 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1315 23