Dampak liberalisasi perdagangan dan perubahan iklim pada komoditi pangan di berbagai negara terhadap makro dan sektoral ekonomi Indonesia: pendekatan model ekonomi keseimbangan umum

DAMPAK LIBERALISASI PERDAGANGAN DAN PERUBAHAN IKLIM
PADA KOMODITI PANGAN DI BERBAGAI NEGARA TERHADAP
MAKRO DAN SEKTORAL EKONOMI INDONESIA :
PENDEKATAN MODEL EKONOMI
KESEIMBANGAN UMUM

DISERTASI

KAS AN

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

SURAT PERNYATAAN

Saya menyataka n de ngan sebe nar-benarnya bahwa segala pernyataan
dalam

disertasi

saya

PERDAGANGAN
PANGAN

DI

SEKTORAL

yang

DAN

PERUBAHAN

BERBAGAI
EKONOMI

berjudul:

NEGARA
INDONESIA

“DAMPAK
IKLIM

LIBERALISASI

PADA

TERHADAP
:

KOMODITI

MAKRO

PENDEKATAN

DAN

MODEL

EKONOMI KESEIMBANGAN UMUM” merupaka n gagasan atau hasil
penelitian disertasi saya sendiri dengan bimbingan Komisi Pembimbing, kecuali
yang dengan jelas rujukannya. Disertasi ini belum pernah diajukan untuk
memperoleh gelar pada program sejenis di perguruan tinggi lain.
Semua sumber data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan secara
jelas dan dapat diperiksa kebenarannya.

Bogor,

Januari 2012

KASAN
H361064094

ABSTRACT
KASAN. 2012. The Impact of Trade Liberalization and Climate Change in
Agriculture Commodities in Various Countries on Macro and Economic Sector of
Indonesia: General Equilibrium Economic Model Approach. (RINA
OKTAVIANI as a Chair, MANGARA TAMBUNAN and POS
MARODJAHAN HUTABARAT as Members of the Advisory Committee).

The objectives of study are to analysis: (1) the impact of climate change
on agriculture commod ities prod uctivity in various countries including Indo nesia;
(2) the impact of trade liberalization of agriculture sector on macro economic
performance in main producer and importer of agriculture commodities and
particularly on macro and economic sector of Indonesia; and (3) the combination
impact of trade liberalization and climate change in agriculture commodities on
macro economic performance in producer and importer countries and specific
impact on macro and economic sector of Indo nesia. Econometric mode l is used to
estimate the impact of climate change on productivity of agriculture commodities
at region or country level includ ing Indo nesia, and the multiregional, multisector
computable general equilibrium mode l is used to assess the impact of trade
liberalization on macro and economic sector in main producer and importer of
agriculture commodities including Indo nesia. The similar tools analysis was also
used to analysis the combination impact of trade liberalization and climate change
on macro and economic sector in main producer and importer of agriculture
commod ities. Climate change affected to reduce productivity of paddy rice,
wheat and maize in all countries except Russia. Climate change gave negative
impact and more dominant to influence gross domestic product in all countries
than trade liberalization. Developed countries gain from trade liberalization in
agriculture sector for theirs gross domestic product, export, and welfare. In
contrary, developing countries including Indonesia lost for their welfare, trade
balance and investment. Furthermore, the combination impact of trade
liberalization and climate change will push relocation of input factor from
agriculture sector to manufacture sector in Indonesia, and it will increase
urbanization. The combination impact of climate change and trade liberalization
also effected to decrease of employment in all agriculture sectors. The
Government of Indonesia should establish the adaptation strategy by diversifying
local food consumption to compensate the decreasing of global food production.
The Government of Indo nesia should increase implementation of non tariff
measures in agriculture sector to reduce the potential lost as a results of
agriculture sector liberalization. Both of the government and pr ivate should
improve agriculture sector infrastructure such as irrigation facilities, on and off
farm technology to reduce the impact of climate change.

Keywords:

Trade Liberalization, Climate Change, Econometric Model,
Agricultural Productivity, General Equilibrium Model, Macro and
Economic Sector.

RINGKASAN
KASAN. 2012. Dampak Liberalisasi Perdagangan dan Perubahan Iklim pada
Komoditi Pangan di Berbagai Negara terhadap Makro dan Sektoral Ekonomi
Indonesia: Pendekatan Model Ekonomi Keseimbangan Umum. (RINA
OKTAVIANI seba gai Ketua, MANGARA TAMBUNAN dan POS
MARODJAHAN HUTABARAT sebagai Anggota Komisi Pembimbing).

Selama tiga dekade terakhir isu perubahan iklim (climate change) sudah
menjadi salah satu isu utama pada setiap pertemuan internasional. Laporan
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2007 memprediksikan
peningkatan suhu bumi rata-rata 2,8 0 C selama abad 21 disebabkan oleh
meningkatnya konsentrasi CO 2 . Selama 140 tahun terakhir (1840-2005), suhu
global terus meningkat, demikian pula 100 tahun ke depan rata-rata suhu global
diperkirakan terus meningkat.
Berdasarkan beberapa hasil studi menunjukkan bahwa perubahan iklim
menyebabkan perubahan produktivitas di sektor pertanian, kehutanan, perikanan
dan tenaga kerja yang pada akhirnya membawa konsekuensi kepada kondisi
ekonomi maupun sosial dalam jangka panjang (Zhai Fan et al, 2009). Khusus di
sektor pertanian perubahan cuaca dan iklim yang sangat mempengaruhi
produktivitas antara lain perubahan suhu dan pola curah hujan, maupun dampak
resultan dari ketersediaan air, pestisida, penyakit dan terjadinya cuaca yang
ekstrim (Zhai Fan et al, 2009). Sektor pertanian di beberapa negara berkembang
seperti India, Brazil, Afrika Selatan, dan Indonesia diperkirakan juga akan
dipengaruhi oleh terjadinya perubahan iklim tersebut.
Selain perubahan iklim yang diperkirakan berdampak pada produktivitas
sektor pertanian, isu lainnya yang saat ini juga terus menjadi perhatian masyarakat
global adalah liberalisasi perdagangan khususnya sektor pertanian. Liberalisasi
perda gangan sektor pertanian (kerangka multilateral/WTO) akan mempengaruhi
pola perdagangan komoditi pertanian di berbagai kawasan. Berdasarkan beberapa
hasil studi yang dilakukan, misalnya hasil penelitian Rahmanto, B (2005)
menunjukkan bahwa pengaruh liberalisasi perdagangan global dalam rentang
waktu 1995-2002 memberikan sumbangan nyata secara statistik, baik dalam hal
meningkatkan surplus maupun meningkatkan defisit perdagangan pada sebagian
besar kelompok komoditi. Selama 1961-2008, defisit neraca perdagangan produk
pertanian dunia terus meningkat, terutama gandum dan jagung.
Penelitian ini be rtujuan untuk: (1) Mengkaji dampak perubahan iklim
terhadap produktivitas komoditi pangan di berba gai negara termasuk Indo nesia;
(2) Menganalisis dampak liberalisasi perdagangan sektor pertanian terhadap
kondisi makro ekonomi di negara-negara prod usen maupun importir komoditi
pangan termasuk Indonesia dan secara khususnya dampaknya terhadap sektoral
ekonomi Indo nesia; (3) Menganalisis dampak kombinasi liberalisasi perdagangan
dan pe ruba han iklim pada komoditi pangan terhadap kondisi makro ekonomi di
beberapa negara prod usen maupun impor tir komoditi pangan termasuk Indo nesia
dan secara khusus dampaknya terhadap sektoral ekonomi Indonesia. Simulasi
berbagai kebijakan dilakukan dengan menggunakan Computable General
Equilibrium (CGE) mode l Global Trade Analysis Project (GTAP) versi 7 untuk

menganalisis dampaknya secara makro dan sektoral ekonomi ke negara-negara
produsen dan importir pangan termasuk Indonesia.
Beberapa kesimpulan utama dari penelitian adalah: Peruba ha n iklim
berdampak pada penurunan produktivitas padi dan jagung di hampir semua negara
yang diteliti kecuali Rusia yang masing- masing meningkat sebesar 12,12 persen
dan 102,55 persen. Peruba han iklim juga berdampak pada penurunan
produktivitas gandum di hampir semua negara yang d iteliti kecuali di Rusia yang
meningkat sebesar 10,09 persen dan Thailand (24,55 persen).
Perubahan iklim berdampak pada penurunan produktivitas gandum di hampir
semua negara prod usen utama dunia yaitu EU25, India, Amerika Serikat, China
dan Australia, sehingga akan mempe ngaruhi ketahanan pangan global. Bagi
Indonesia sebagai negara pengimpor gandum utama dunia, penurunan
produktivitas gandum di negara produsen utama akan mempengaruhi impor
gandum secara positif.
Liberalisasi perdagangan di sektor pertanian menguntungkan negara maju
dalam hal PDB, kesejahteraan, da n ekspor, tetapi merugikan negara berkembang
termasuk Indonesia dalam hal kesejahteraan, neraca perdagangan, da n investasi.
Liberalisasi perdagangan sektor pertanian berdampak terhadap penurunan
output sektor pertanian Indonesia, tetapi menyebabkan peningkatan output di
sektor manufaktur, karena terjadi realokasi sumber daya input (faktor produksi)
dari sektor pertanian ke sektor manufaktur. Berdasarkan hasil simulasi
menunjukkan bahwa perubahan iklim berdampak negatif dan lebih dominan
mempengaruhi PDB semua negara yang diteliti dibandingkan dampak liberalisasi
perdagangan.
Kombinasi dampak perubahan iklim dan liberalisasi perdagangan akan
berdampak pada penurunan penyerapan tenaga kerja baik yang terlatih maupun
tidak terlatih di Indonesia pada seluruh sektor pertanian dan terjadinya relokasi
faktor produksi dari sektor pertanian ke sektor manufaktur di Indonesia, sehingga
akan meningkatkan urbanisasi. Kombinasi dampak perubahan iklim dan
liberalisasi perdagangan berdampak pada peningkatan GDP dan kesejahteraan di
Rusia, EU-25, dan Vietnam, tetapi berdampak negatif terhadap negara lainnya
termasuk I ndo nesia.
Beberapa implikasi kebijakan yang perlu dilakukan oleh Pemerintah
Indo nesia adalah: Pertama, untuk mengantisipasi ancaman terhadap ketahanan
pangan nasional, Pemerintah harus menyusun stratagi adaptasi dengan melakukan
diversifikasi konsumsi pangan lokal sebagai kompensasi atas ancaman
menurunnya produksi pangan global seperti padi, jagung dan gandum yang
selama ini banyak diimpor untuk memenuhi ketahanan pangan nasional.
Pemerintah dan swasta harus segera menyiapkan dan meningkatkan
infrastruktur pertanian seperti sarana irigasi, teknologi pembenihan, teknologi
pengolahan tanah da n teknologi pasca pa nen produk pertanian untuk dapat
mengurangi dampak perubahan iklim. Untuk mengantisipasi potensi penurunan
produksi pangan nasional dan global, maka perlu diwujudkan program
diversifikasi pangan lokal dan pengembangan atau perluasan industri olahan
pangan di pedesaan. Pemerintah Indonesia harus tetap melindungi sektor
pertanian dari tekanan liberalisasi dalam bentuk kebijakan non tarif agar terhindar
dari potensi kerugian yang lebih besar akibat liberalisasi perdagangan sektor
pertanian tersebut.

@Hak Cipta Milik IPB, tahun 2012.
Hak Cipta dilindungi Undang-undang.
1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa
mencantumkan atau menyebutkan sumber.
a. Pengutipa n

hanya

untuk

kepe ntingan

pendidikan,

penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan,
penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah.
b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB.
2. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau
seluruh karya tulis dalam bentuk apapun tanpa seizin IPB.

DAMPAK LIBERALISASI PERDAGANGAN DAN PERUBAHAN IKLIM
PADA KOMODITI PANGAN DI BERBAGAI NEGARA TERHADAP
MAKRO DAN SEKTORAL EKONOMI INDONESIA :
PENDEKATAN MODEL EKONOMI
KESEIMBANGAN UMUM

KAS AN

Disertasi
Sebagai salah satu syarat untuk me menuhi program
Doktor
pada
Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian

SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

Penguji Luar Komisi Ujian Tertutup :
1.

Dr. Ir. Parulian Hutagaol, MS
Staf Pengajar, Departemen Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

2.

Dr. Ir. Sri Hartoyo, MS
Staf Pengajar, Departemen Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Penguji Luar Komisi Ujian Terbuka :
1.

Dr. Ir. Dedi Budiman Hakim, M.Ec
Staf Pengajar, Departemen Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

2.

Dr. Ir. Deddy Saleh, MS
Direktur Jenderal Perda gangan Luar Negeri
Kementerian Perdagangan RI

Judul Disertasi

: Dampak Liberalisasi Perdagangan dan Perubahan
Iklim pada Komoditi Pangan di Berbagai Negara
terhadap Makro dan Sektoral Ekonomi Indo nesia:
Pendeka tan Model Ekonomi Keseimbangan
Umum

Nama

: Kasan

Nomor Pokok

: H361064094

Program Studi

: Ilmu Ekonomi Pertanian

Menyetujui,
1. Komisi Pembimbing

Prof. Dr. Ir. Rina Oktaviani, MS
Ketua

Prof. Dr. Ir. Mangara Tambunan, M.Sc

Dr. Ir. Pos Marodjahan Hutabarat, MA, M.Sc

Anggota

Anggota

Mengetahui,

2. Ketua Program Studi
Ilmu Ekonomi Pertanian

3. Dekan Sekolah Pascasarjana
Institut Pe rtanian Bogo r

Prof. Dr. Ir. Bonar M. Sinaga, MA

Dr. Ir. Dahrul Syah, M.Sc. Agr.

Tanggal Ujian : 13 Januari 2012

Tanggal Lulus :

KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan
hidayahnya-Nya kepada penulis untuk dapat menyelesaikan disertasi dengan
judul: Dampak Liberalisasi Perdagangan dan Perubahan Iklim Pada Komoditi
Pangan di Berbagai Negara Terhadap Makro dan Sektoral Ekonomi Indonesia:
Pendekatan Model Ekonomi Keseimbangan Umum.
Selama tiga dekade terakhir isu perubahan iklim (climate change) sudah
menjadi salah satu isu utama pada setiap pertemuan internasional. Laporan
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2007 juga memprediksikan
peningkatan suhu bumi selama abad 21 disebabkan oleh meningkatnya
konsentrasi CO 2 . Selama abad mendatang suhu global diperkirakan terus
meningkat. Selain perubahan iklim yang diperkirakan berdampak pada
produktivitas komoditi pangan, isu lainnya yang saat ini juga terus menjadi
perhatian masyarakat global adalah liberalisasi perdagangan khususnya sektor
pertanian. Liberalisasi perdagangan sektor pertanian berdampak pada aliran
perdagangan komoditi pertanian primer terutama dari Negara berkembang ke
Negara- negara maju. Dengan menggunakan model ekonomi keseimbangan
umum, penelitian ini ingin menjawab dampak perubahan iklim pada komoditi
pangan dan liberalisasi perdagangan sektor pertanian terhadap makro da n sektoral
ekonomi di Negara prod usen da n importer komoditi pangan termasuk Indo nesia.
Pada kesempatan ini penulis secara tulus mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada para pembimbing, yaitu: Prof. Dr. Ir. Rina Oktaviani,
MS. selaku Ketua Komisi Pembimbing; Prof. Dr. Ir. Mangara Tambunan, M.Sc.
dan Dr. Ir. Pos Marodjahan Hutabarat, MA, M.Sc,

masing- masing sebagai

Anggota Komisi Pembimbing, yang telah banyak meluangkan waktunya untuk
membimbing penulis sejak penyusunan proposal penelitian hingga penyelesaian
disertasi ini. Selanjutnya ucapan terima kasih dan penghargaan juga ingin penulis
sampaikan kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ir. Bonar M. Sinaga, MA., Ketua Program Studi Ilmu
Ekonomi Pertanian (EPN) yang telah banyak memberikan arahan dan
dor ongan semangat yang sangat berharga.
2. Seluruh staf Pengajar Program Studi Ilmu Ekonmi Pertanian IPB yang telah
memberikan bekal teori dan ilmu pengetahuan bagi penulis dalam
menyelesaikan studi.
3. Rekan-rekan program studi EPN angkatan 2006 atas dorongan moril dan
semangat kepada penulis untuk menyelesaikan studi.
4. Bapak Herry Soetanto-Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan
Kebijakan Perdagangan, (BPPKP) Kemendag RI, Bapak Muchtar-Ketua
Komite Anti Dumping Indonesia, Bapak Erwidodo-Duta Besar RI untuk
WTO, Bapak Arief Adang-Sekretaris BPPKP yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan studi serta semangat dan
dorongan yang sangat berharga.
5. Sekretariat Program Ilmu Ekonomi Pertanian, khususnya Mbak Ruby, Mbak
Yani yang telah membantu penulis dalam kelancaran penyelesaian
administrasi selama Penulis mengikuti studi.
6. Ibu Widyastutik, Mbak Lea, Mas Herry, serta tak lupa rekan-rekan semua di
Puska Kebijakan Perdagangan Luar Negeri khususnya, Pak Tarmo, Pak Umar,
Bu Enda ng, Mas Adit, Mbak Reni, Mbak Hasni, Mbak Ayu, Mbak Tika,

Mbak Layla yang telah dengan ikhlas meluangkan waktunya untuk membantu
penulis dalam penyelesaian proses penyusunan disertasi ini.
Penulis menyadari bahwa dengan segala keterbatasan yang dimiliki
penulis, penelitian ini jauh dari sempurna. Walaupun demikian, penulis berharap
semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi pihak yang memerlukannya.

Bogor, Januari 2012

Kasan

RIWAYAT HIDUP
Penulis lahir pada tanggal 27 Juli 1966 di Sumedang, Jawa Barat, sebagai
putra keenam dari Sembilan bersaudara putera-puteri keluarga Bapak Muhri dan
Ibu Misrem. Penulis menikah dengan Ir. Dyah Susilowati, dikaruniai dua orang
anak yaitu : Annisa Maulidina dan Rizki Firmansyah.
Penulis lulus SDN Babakan Bandung Kecamatan Situraja, Kabupaten
Sumedang tahun 1979, SMPN I Situraja tahun 1982 dan SMAN Situraja,
Kabupaten Sumedang Jawa Barat tahun 1985. Pada tahun 1985 penulis diterima
sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui program Penelusuran
Minat dan Kemampuan (PMDK) dan lulus Sarjana Pertanian, Fakultas Pertanian
IPB tahun 1989.
Pada tahun 1990, penulis mulai bekerja sebagai staf pada Pusat Penelitian
dan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Badan Litbang Perdagangan
Departemen Perdagangan RI di Jakarta. Sejak bulan September 2010 sampai
sekarang penulis mendapat tugas sebagai Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan
Luar Negeri, Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan,
Kementerian Perdagangan RI.
Pada tahun 1996 penulis memperoleh beasiswa dari Bank Dunia yang
dikelola oleh Departemen Keuangan RI untuk melanjutkan pendidikan program
Magister Manajemen di bidang Manajemen Internasional di Universitas
Indonesia, lulus dan memperoleh gelar Magister Manajemen (MM) pada tahun
1998. Pada tahun 2006, penulis memperoleh beasiswa dari Departemen
Perdagangan RI untuk melanjutkan pendidikan Program Doktor (S3) di bidang
Ilmu Ekonomi Pertanian pada Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL.........................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. vii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ix
I.

PENDAHULUAN ..........................................................................................1
1.1 Latar Belakang .........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................7
1.3 Tujuan Penelitian ...................................................................................25
1.4 Ruang Lingkup Penelitian .....................................................................26
1.5 Manfaat Penelitian .................................................................................29

II.

TINJAUAN PUSTAKA ...............................................................................30
2.1. Kebijaka n Perda gangan Bebas ..............................................................30
2.2. Peruba ha n Iklim da n Perkiraan Peruba han Suhu di Indo nesia .............43
2.3. Perubahan Iklim Globa l dan Produktivitas Pertanian ...........................45
2.4. Produksi dan Perdagangan Komoditi Pertanian di Pasar Global ..........49
2.5. Peranan Sektor Pertanian terhadap Produk Domestik Bruto
Indo nesia ..............................................................................................54
2.6. Tinjauan Studi Terdahulu ......................................................................57
2.7. Kebaruan (Novelty) ..............................................................................63

III. KERANGKA TEORITIS ...........................................................................65
3.1. Teor i Peruba han Iklim...........................................................................65
3.2. Teori Produksi .......................................................................................71
3.3. Teori Produktivitas ................................................................................74
3.3.1. Average Physical Productivity ..................................................74
3.3.2. Marginal Productivity ...............................................................74
3.4. Mode l Estimasi Dampak Perubahan Iklim terhadap Produktivitas
Pertanian ................................................................................................77
3.5. Teor i Perda gangan Internasional...........................................................84
3.6. Teori Keseimbangan Umum .................................................................95
3.6.1. Keseimba ngan Prod uksi ...........................................................96

3.6.2. Keseimbangan Sektor Produksi dan Konsumsi .......................99
3.7. Model Computable General Equilibrium Statis dan Dinamis ............100
IV. METODOLOGI PENELITIAN ...............................................................103
4.1. Kerangka Pemikiran ............................................................................103
4.2. Hipot esis Pene litian .............................................................................106
4.3. Alat Analisis ........................................................................................106
4.3.1. Konsep Dasar Global Trade Analysis Project ........................106
4.3.2. Struktur Model Global Trade Analysis Project Standar .........119
4.3.3. Perilaku Produsen Dalam Model Global Trade Analysis
Project .....................................................................................134
4.3.4. Perilaku Konsumen Dalam Model Global Trade Analysis
Project .....................................................................................144
4.3.5. Pembentukan Modal Tetap dan Alokasi Investasi antar
Negara ....................................................................................157
4.3.6. Hubungan Antara Harga dan Penerimaan Pajak dalam
Model Global Trade Analysis Project ...................................162
4.3.7. Agregasi dan Disagregasi Sektor dan Region .........................173
4.3.8. Penutup Makro Ekonomi Jangka Panjang ..............................178
4.3.9. Estimasi Dampak Perubahan Iklim terhadap Produktivitas
Pertanian .................................................................................181
4.3.10. Formula Penurunan Tarif Produk Pertanian dalam
Kerangka World Trade Organization ....................................182
4.4. Sumber Data ........................................................................................183
4.5. Simulasi Kebijakan .............................................................................183
V.

HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................................185
5.1. Mode l Estimasi Dampak Perubahan Iklim terhadap Produktivitas
Pertanian .............................................................................................185
5.2. Kondisi Dasar di Negara Prod usen da n Impo rtir Komod iti Pangan ...189
5.3. Dampak Perubahan Iklim terhadap Kondisi Makro Ekonomi di
Negara Produsen dan Importir Komoditi Pangan ..............................192
5.4. Dampak Perubahan Iklim terhadap Produktivitas Pertanian di
Negara Produsen Utama Padi, Gandum dan Jagung..........................199
5.5. Dampak Peruba han Iklim terhadap Sektoral Ekonomi Indonesia .....207

ii

5.6. Dampak Liberalisasi Perdagangan Komoditi Pangan terhadap
Kondisi Makro Eko nomi di Negara Prod usen dan Importir
Komoditi Pangan ................................................................................212
5.7. Dampak Liberalisasi Perdagangan terhadap Sektoral Ekonomi
Negara Produsen dan Importir Utama Padi, Gandum dan Jagung.....219
5.8. Dampak Liberalisasi Perdagangan Sektor Pertanian terhadap
Kondisi Sektoral Ekonomi Indonesia................................................227
5.9. Dampak Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan terhadap
Makro Ekonomi Negara Produsen dan Importir Komoditi Pangan ...230
5.10. Dampak Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan terhadap
Sektoral Ekonomi Indonesia ..............................................................235
5.11. Dampak Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan Terhadap
Sektoral Ekonomi Produsen Utama ...................................................239
VI. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN .................................245
6.1. Kesimpulan ..........................................................................................245
6.2. Implikasi Kebijakan .............................................................................247
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................249
LAMPIRAN .…………………………………………………………… 260

iii

DAFTAR TABEL
Nomor

Halaman

1. Produksi Beberapa Komoditi Pertanian Indonesia ...........................................3
2. Kinerja Ekspor Produk Pertanian Indonesia .....................................................5
3. Kontribusi Sektor Pertanian terhadap Produk Domestik Bruto........................6
4. Perkiraan Rata-Rata Suhu Udara berdasarkan Estimasi
Intergovernmental Panel on Climate Change ..................................................8
5. Rata-rata Suhu Saat ini dan yang Akan Datang di Beberapa Negara .............11
6. Perkembangan Produktivitas Jagung, Gandum, Kedelai dan Beras Dunia
Tahun 1961-1983 dan Tahun 1984-2005 .......................................................12
7. Proyeksi Perubahan Produktivitas Pertanian tahun 2050 Akibat
Peruba ha n Iklim ..............................................................................................13
8. Perkembangan Produksi Produk Pertanian Dunia ..........................................14
9. Perkembangan Produktivitas Beberapa Komoditi Pertanian Nasional ..........16
10. Perkembangan Produksi Beberapa Produk Pertanian Indonesia ....................17
11. Perkembangan Ekspor dan Impo r Prod uk-Prod uk Pertanian Indo nesia.........19
12. Putaran Perundinga n General Agreement on Tariff and Trade ......................42
13. Distribus i Penj ualan Barang i yang Diprod uksi di Wilayah r ke Pasar
Wilayah s ......................................................................................................125
14. Sumber Pengeluaran Rumahtangga dan Pemerintah untuk Barang i di
Wilayah s ......................................................................................................127
15. Sumber Pengeluaran Sektor j dari Barang i atau Faktor Primer i.................129
16. Sumber Pendapatan Faktor Jasa Rumahtangga untuk Faktor i ....................130
17. Disposisi dan Sumber Pendapatan Regional ................................................131
18. Sektor Transportasi Global ...........................................................................132
19. Permintaan untuk Barang-barang Investasi Regional...................................133
20. Agregasi Sektoral dan Region/Negara..........................................................174

iv

21. Agregasi Region ...........................................................................................175
22. Agregasi Sektor ............................................................................................176
23. Penutup Jangka Panjang ...............................................................................180
24. Hasil Estimasi Tingkat Produktivitas Padi, Jagung dan Gandum
Tahun 2070 ...................................................................................................188
25. Produsen Utama Padi, Gandum dan Jagung Dunia ......................................190
26. Eksportir Utama Padi, Gandum, dan Jagung di Dunia .................................191
27. Impor tir Utama Padi, Gandum, dan Jagung di Dunia ..................................191
28. Bea Masuk Impor Beberapa Prod uk Pangan di Indo nesia ...........................192
29. Dampak Skenario Perubahan Iklim terhadap Keragaan Makroekonomi .....198
30. Dampak Perubahan Iklim terhadap Sektoral Eko nomi Negara Prod usen
Padi ...............................................................................................................200
31. Dampak Peruba han Iklim terhadap Sektoral Eko nomi Negara Prod usen
Gandum.........................................................................................................203
32. Dampak Perubahan Iklim terhadap Sektoral Ekonomi Negara
Produsen Jagung ...........................................................................................207
33. Produksi Perika nan Tangkap Dunia Menurut Negara Asal, 2003 – 2007 ....210
34. Dampak Ske nario Perubahan Iklim terhadap Keragaan Sektoral Eko nomi
Indonesia Tahun 2070...................................................................................211
35. Dampak Skenario Perubahan Iklim terhadap Kondisi Penyerapa n Tenaga
Kerja Indonesia Tahun 2070.........................................................................212
36. Dampak Skenario Liberalisasi Perdagangan terhadap Keragaan
Makroekonomi..............................................................................................214
37. Dampak Liberalisasi Perdagangan terhadap Sektoral Ekonomi Prod usen
dan Importir Padi ..........................................................................................222
38. Dampak Liberalisasi Perdagangan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di
Negara Produsen dan Importir Padi..............................................................222
39. Dampak Liberalisasi Perdagangan terhadap Sektoral Ekonomi Prod usen
dan Importir Gandum ...................................................................................224

v

40. Dampak Liberalisasi Perdagangan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di
Negara Produsen dan Importir Gandum .......................................................224
41. Dampak Liberalisasi Perdagangan terhadap Sektoral Ekonomi Prod usen
dan Importir Jagung ......................................................................................226
42. Dampak Liberalisasi Perdagangan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di
Negara Produsen dan Importir Jagung .........................................................227
43. Dampak Skenario Liberalisasi Perdagangan terhadap Keragaan Sektoral
Eko nomi Indo nesia .......................................................................................227
44. Dampak Skenario Liberalisasi Perdagangan terhadap Kondisi
Penyerapan Tenaga Kerja Indo nesia ............................................................229
45. Dampak Skenario Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan
Terhadap Keragaan Makroekonomi .............................................................234
46. Dampak Skenario Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan
terhadap Keragaan Sektoral Eko nomi Indo nesia..........................................237
47. Dampak Skenario Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan
terhadap Kondisi Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia ................................238
48. Dampak Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan terhadap
Sektoral Ekonomi Negara Produsen Padi .....................................................240
49. Dampak Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan terhadap
Penyerapa n Tenaga Kerja di Negara Produsen Padi ....................................241
50. Dampak Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan terhadap
Sektoral Eko nomi Negara Produsen Jagung.................................................243
51. Dampak Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan terhadap
Penyerapan Tenaga Kerja di Negara Produsen Jagung ................................243
52. Dampak Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan terhadap
Sektoral Ekonomi Negara Prod usen Gandum ..............................................244
53. Dampak Perubahan Iklim dan Liberalisasi Perdagangan terhadap
Penyerapan Tenaga Kerja di Negara Produsen Gandum..............................244

vi

DAFTAR GAMBAR
Nomor

Halaman

1. Perkembangan Rata-Rata Temperatur Permukaan Global.................................8
2. Neraca Perdagangan Produk-produk Pertanian Dunia dan Indonesia
Periode 1961-2008 ...........................................................................................18
3. Neraca Perdagangan Beras, Gandum dan Jagung Dunia dan Indonesia
Periode 1961-2008 ...........................................................................................18
4. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto, Investasi,Volume Perdagangan dan
Perkembangan Tingkat Inflasi Dunia Tahun 1980-2010 ................................23
5. Perkembangan Produk Domestik Bruto Dunia Tahun 1999-2009...................31
6. Perkembangan Ekspor dan Total perdagangan Dunia Tahun 1999-2009........32
7. Struktur Dasar dari Global Trade Analysis Projects........................................48
8. Skema Tinjauan Komponen Sistem Iklim Global Prosesnya dan
Interaksinya dan Beberapa Aspek yang Kemungkinan Merubahnya ..............69
9. Fungsi Produksi Leontief .................................................................................72
10. Kurva Isoproduksi Fungsi Reduced Form Mendelsohn-Schlesinger...............79
11. Proses Terjadinya Perdagangan Antara Dua Negara .......................................87
12. Dampak Tarif Pada Model Keseimbangan Umum untuk Kasus Negara
Kecil .................................................................................................................92
13. Dampak Tarif Pada Model Keseimbangan Umum untuk Kasus Negara
Besar .................................................................................................................94
14. Diagram Kotak Edgeworth pada Kasus Dua Komoditi dan Dua Faktor
Produksi............................................................................................................97
15. Kurva Kemungkina n Prod uks i .........................................................................98
16. Keseimbangan Sektor Produksi dan Konsumsi .............................................100
17. Mode l Komparatif Statik................................................................................101
18. Kerangka Pemikiran da n Alur Tahapan Pelaksanaan Penelitian ...................105
19. Model Kasus Satu Wilayah, Perekonomian Tertutup, Tanpa Pajak ..............109
vii

20. Model Multi Wilayah, Perekonomian Terbuka, Tanpa Intervensi
Pemerintah......................................................................................................113
21. Model Satu Wilayah, Perekonomian Tertutup, de ngan Pajak .......................114
22. Efek Pajak terhadap Output............................................................................116
23. Efek Subsidi terhadap Output ........................................................................117
24. Linearisasi untuk Persamaan-persamaan yang Non Linear ...........................118
25. Proses Multistep untuk Menurunkan Error Pada Linearisasi.........................119
26. Neraca Pemerintah dan Pengeluaran Pada Sistem Ekonomi Terbuka ...........122
27. Ilustrasi Diagram Pohon Prod uks i..................................................................135
28. Sluggish Endowment ......................................................................................139
29. Pembelian di dalam Model Global Trade Analysis Project...........................140
30. Input Antara yang Bersumber dari Dalam Negeri dan Barang Impor
da lam Model Global Trade Analysis Project.................................................142
31. Stuktur Impor Model Global Trade Analysis Project ....................................144
32. Komponen-Komponen Permintaan Akhir Rumahtangga Regional...............145
33. Rumahtangga Regional Didalam Model Global Trade Analysis Project
Serta Keunggulan dan Kelemahannya ...........................................................146
34. Sistem Permintaan Konsumen .......................................................................147
35. Struktur Konsumsi dalam Model Global Trade Analysis Project .................156
36. Struktur Permintaan Investasi ........................................................................158
37. Dampak Intervensi di Dalam Model Global Trade Analysis Project ............163
38. Keterkaitan Harga Barang di Rumahtangga Swasta ......................................164
39. Keterkaitan Antar Harga ................................................................................165
40. Keterkaitan Antar Nilai ..................................................................................168

viii

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor

Halaman

1. Data Produktivitas Tahunan Padi, Gandum, dan Jagung Periode
1991-2000 di Berbagai Negara ......................................................................260
2. Data Suhu Rata-Rata, Presipitasi Rata-Rata Tahunan, da n Konsentrasi
Karbon Tahunan di Berbagai Negara .............................................................261
3. Hasil Estimasi Mode l Eko nometrik Produktivitas Padi .................................262
4. Hasil Estimasi Mode l Eko nometrik Produktivitas Jagung.............................263
5. Hasil Estimasi Mode l Ekonometrik Produktivitas Gandum ..........................264
6. Hasil Uji Asumsi Model Produktivitas Padi .................................................265
7. Hasil Uji Asumsi Model Produktivitas Jagung .............................................267
8. Hasil Uji Asumsi Model Produktivitas Gandum...........................................269

ix

I.

1.1

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Selama tiga dekade terakhir isu perubahan iklim (climate change) sudah

menjadi salah isu utama yang dibahas pada setiap pertemuan internasional.
Pembahasan tersebut di tingkat global terakhir kali dilakukan pada Konferensi
Tingkat Tinggi (KTT) Peruba ha n Iklim atau Conference of Parties The United
Nations Framework Convention on Climate Change (COP-UNFCCC) ke-15 yang
berlangsung pada tanggal 7-18 Desember 2009 di Copenhagen, Denmark. Namun
demikian, COP ke-15 tersebut tidak menghasilkan kesepakatan yang mengikat
secara hukum negara-negara maju untuk ikut mematuhi kesepakatan internasional
da lam penanggulangan pemanasan global. Oleh karena itu, KTT tersebut
dianggap gagal menciptakan suatu kesepakatan yang mewajibkan kepada seluruh
pihak di dunia untuk mengendalikan perubahan iklim.
Banyak pa ra pihak yang mengkhawatirkan ba hwa kegagalan dalam upaya
penanggulangan perubahan iklim akan semakin menyudutkan ne gara-negara
berkembang yang selama ini dituduh sebagai salah satu sumber terjadinya
pemanasan global. Hal tersebut sangat beralasan apabila melihat laporan
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2007 yang memprediksika n
bahwa akan terjadi peningkatan suhu bumi rata-rata 2.80 C selama abad 21 dengan
perkiraan peningkatan suhu antara 1.8 sampai dengan 4. 0 C yang disebabkan oleh
meningkatnya konsentrasi CO 2, sehingga menghasilkan efek gas rumah kaca di
atmospir. Kondisi tersebut diperkirakan akan semakin memburuk karena sampai
saat ini tidak ada kebijakan yang mengontrol terjadinya emisi tersebut. Kondisi

2

seperti itu aka n berdampak pada berbagai aspek seperti meningkatnya frekuens i
terjadinya suhu ekstrim, da n peningkatan permukaan air laut. Peruba hanperubahan tersebut menyebabkan peruba han produktivitas di sektor pertanian,
kehutanan, perikanan dan tenaga kerja yang pada akhirnya membawa ko nsekuens i
kepada kondisi ekonomi maupun sosial dalam jangka panjang (Zhai Fan et al,
2009).
Khusus di sektor pertanian peruba han cuaca dan iklim yang sangat
mempengaruhi produktivitas antara lain peruba han suhu dan po la curah hujan,
maupun dampak resultan dari ketersediaan air, pestisida, penyakit dan terjadinya
cuaca yang eks trim (Zhai Fan et al, 2009). Hasil studi Zhai Fan et al. yang
dilakukan untuk sektor pertanian di China, mengindikasikan juga bahwa hal
tersebut akan terjadi di seluruh dunia. Hal ini dapat dilihat dalam studi yang
dilakuka n oleh Clien (2007) yang menemukan bahwa pemanasan global akan
berdampak negatif terhadap pertanian global secara agregat. Studi tersebut juga
menemukan bahwa dampak perubahan iklim atau pemanasan global akan lebih
besar pada negara-negara berkembang, terutama ne gara-negara Afrika, Amerika
Latin dan India.
Sektor pertanian di beberapa negara berkembang seperti India, Brazil,
Afrika Selatan, dan Indonesia aka n dipengaruhi oleh terjadinya perubahan iklim
tersebut (Cline, 2007). Perubahan iklim juga berdampak terhadap berbagai aspek
kehidupan dan aktivitas manusia. Sektor pertanian sebagai salah satu sektor
penyebab dan memberikan kontribusi terhadap peruba han iklim, ternyata juga
merupaka n sektor yang menjadi korban dan paling rentan (vulnerabel) terhadap
perubahan iklim (Irianto, 2008). Irianto (2008), lebih lanjut menjelaskan bahwa,

3

bagi Indo nesia, perubahan iklim diperkirakan akan menurunkan produktvitas dan
produksi produk pertanian di masa depan. Hal ini diperkirakan akan menjadi
masalah karena konsumsi produk pertanian diperkirakan meningkat dimasa
mendatang akibat peningkatan populasi dan meningkatnya pendapatan per kapita.
Hal ini mengingat bahwa sektor pertanian selain berperan penting dalam
pemenuhan ketahanan pangan juga berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan
kontribusinya cukup signifikan terhadap pe reko nomian nasional.
Selama hampir tiga dekade produksi komoditi sektor pertanian Indo nesia
sebagian besar terus mengalami peningkatan kecuali ubi jalar (sweet potatoes) dan
kedelai trend produksinya masing- nasing turun sebesar 0.7 persen da n 2.6 persen
(BPS dan Kementan, 2010). Beberapa produk pertanian yang trend produksinya
mengalami peningkatan selama periode 1984-2008 hanya naik rata-rata dibawah
10 persen per tahun. Produk pertanian yang trend produksinya meningkat cukup
signifikan selama periode 1984-2008 antara lain minyak kelapa sawit (10.3
persen), biji sawit (10.2 persen), coklat (4.9 persen). Sedangkan komoditi pangan
lainnya seperti beras, kedelai, dan ubi kayu hanya meningkat rata-rata kurang dari
2 persen per tahun selama periode yang sama seperti yang terlihat pada Tabel 1.
Tabe l 1. Produksi Beberapa Komoditi Pertanian Indonesia
(Ribu T on)

Komoditi

1984

2004

2005

2006

Ubi Kayu
14 167.0
19 24.0
19 321.0 19 986.0
Ubi Jalar
2 157.0
1 901.0
1 857.0
1 854.0
Kacang tanah
535.0
837.0
836.0
838.0
Kedelai
769.0
723.0
808.0
747.0
Sumber: Kementerian Pertanian, 2010 dan BPS, 2010

2007

2008

19 988.0
1 886.0
789.0
592.0

20794.0
1 906.0
771.0
723.0

Trend
(% )
84-08
1.4
-0.7
1.6
-2.6

4

Tabe l 1. Produksi Beberapa Komoditi Pertanian Indonesia (Lanjutan)
(Ribu Ton)
1984

2004

2005

2006

2007

2008

38 136.4

54 089.0

54 151.1

54 454.9

57 157.4

60 325.9

Trend
(% )
84-08
1.6

Padi lahan kering

2 119.1

2 879.0

2 833.0

2 807,0

2 958.0

3 149.0

1.4

Padi lahan basah

36 017.3

51210

51 318.0

51 647.0

54 200.0

57 102.0

1.6

304.8

341.3

415.5

450.4

445.6

452.1

1.3

1 080.5

5 409.1

9 247.4

10 869.4

11 809.9

12 248.9

10.3

229.5

1 270.4

2 115.9

2 315.8

2 592.2

2 846.5

10.2

20

57.1

57.1

55.6

59.1

56.1

4.9

Kopi

22.8

28.9

28.8

25.1

22.6

22.9

1.3

Teh

99.8

134.4

122.3

114.4

128.5

128.0

1.2

1 499.9

2 161.8

2 205.4

2 266.7

2 587.6

2 256.9

0.9

Komoditi
Beras :

Karet
Minyak Sawit
Biji Sawit
Coklat

Gu la Tebu

Sumber: Kementerian Pertanian, 2010 dan BPS, 2010

Terjadinya perlambatan laju pertumbuhan produksi pertanian atau bahkan
penurunan akan

berdampak

pada

menurunnya

suplai,

sehingga

akan

menyebabkan kenaikan harga produk pertanian. Selanjutnya, jika permintaan
diasumsikan tetap atau bahkan meningkat, maka untuk mencukupi kelebihan
permintaan biasanya dipenuhi melalui impor produk pertanian dari sumber lain
atau negara lain. Hal ini berarti bahwa penurunan produksi pertanian akan
mempengaruhi perdagangan (ekspor/impor) produk pertanian tersebut. Kinerja
ekspor produk pertanian selama satu dekade nilainya terus mengalami
peningkatan cukup signifikan. Pada tahun 2000 nilai ekspor produk pertanian
hanya tercatat sebesar US$ 2.7 milyar meningkat menjadi US$ 4.3 milyar pada
tahun 2009. Namun demikian, selama periode tersebut kontribusinya terhadap
total ekspor non migas terus menurun dari 5.67 persen pada tahun 2000 menjadi
4.46 persen pada tahun 2009 seperti terlihat pada Tabel 2.

5

Tabe l 2. Kinerja Ekspor Produk Pertanian Indonesia
(US$ Juta)
No

Uraian

Ekspor Non Migas
1

Pertanian

2

Industri

3

Pertambangan

47 757.4

66 428.4

107 894.1

97 491.7

Trend
(%)
00-09
11.56

2 709.1

2 880.2

4 584.6

4 352.8

7.19

4.46

42 002.9

55 593.6

88 393.5

73 435.8

10.13

75.33

3 045.3

7 954.6

14 916.1

19 703.1

24.52

20.21

2000

2005

2008

2009

Pangsa
(%)
2009
100.00

Sumber: BPS, 2010

Terkait de ngan perda gangan komoditi pertanian tersebut, liberalisasi
perda gangan komoditi pertanian baik dalam kerangka multilateral, regional dan
bilateral juga mempengaruhi pola perdagangan komoditi pertanian di berbagai
kawasan. Berdasarkan hasil penelitian Rahmanto (2005) menunjukkan bahwa
dampak liberalisasi perdagangan selama periode 1995-2002 berkontribusi
terhadap meningkatkan surplus maupun defisit perdagangan pada sebagian besar
kelompok komoditi. Misalnya untuk komoditi sereal, gula, susu, hewan hidup,
dan beberapa produk residu dari industri penggilingan, dampaknya sangat nyata
terhadap meningkatnya defisit neraca perdagangan komoditi tersebut. Sebaliknya
pada kelompok komoditi perikanan, perkebunan, dan industri olahan justru
mampu meningkatkan surplus perdagangan komoditi tersebut.
Lebih lanjut hasil penelitian Rahmanto (2005) menunjukkan bhawa
liberalisasi perdaganga n regional yang telah diimplementasikan oleh Indonesia
melalui ASEAN Free Trade Area (AFTA), ASEAN-China FTA (CAFTA) dan
Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) berdampak pada
peningkatan ekspor produk pertanian Indonesia dengan negara-negara mitra FTA
tersebut. Namun demikian, impo r Indo nesia untuk komoditi pertanian dengan

6

mitra FTA tersebut juga mengalami peningkatan yang jauh lebih tinggi dari
peningkatan ekspornya. Dengan demikian, neraca pe rda gangan komoditi
pertanian Indonesia dengan negara mitra FTA secara umum menngalami defisit.
Sementara itu, bila dilihat peranannya terhadap perekonomina nasional,
sampai saat ini pangsa sektor pertanian terhadap total Produk Domestik Bruto
(PDB) Indonesia terus menurun dari 41 persen pada tahun 1970 menjadi 13.61
persen pada tahun 2009 sebagaimana terlihat pada Tabel 3. Pada tahun 1999
sektor pertanian Indonesia dengan kontribusi sebesar 19.6 persen masih mampu
menyerap lapangan kerja sebesar 43.2 persen dari seluruh sektor yang ada dan
pada tahun 2009 dengan kontribusi tinggal 13.61 persen mampu menyerap
lapangan kerja sebanyak 41.2 persen dari seluruh sektor ekonomi nasional (BPS,
2010). Menurut Todaro dan Smith (2006), menurunnya pangsa sektor pertanian
tersebut adalah sebagai dampak dari serangkaian kebijakan dan strategi
pembangunan ekonomi yang dilakukan pemerintah Indo nesia yang lebih berpihak
pada sektor non pertanian yang dilakuka n sejak tahun 1990-an.

Tabe l 3. Kontribusi Sektor Pertanian terhadap Produk Domestik Bruto
Kontribusi terhadap PDB Pertanian (%)
Sub Sektor
1970

1980

1990

1996

1999

2002

2006

2009

Tanaman Bahan M akanan

61.3

60.7

60.6

52.8

52.34

50.64

49.61

50.17

Tanaman Perkebunan

17.2

18.8

16.7

16.2

16.49

16.65

14.57

15.48

Peternakan

5.8

6.1

10.4

11.2

10.09

11.08

11.93

12.40

Perikanan

9.3

5.4

7.8

9.8

11.00

11.85

16.97

16.28

Kehut anan

6.4

9.0

4.5

10.0

9.68

9.78

6.97

5.67

Sumber: BPS, 2009 dan SAKERNAS, 2009.

7

Tabe l 3. Kontribusi Sektor Pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (Lanjutan)
Kontribusi terhadap PDB Pertanian (%)
Sub Sektor
1970
Pangsa Pertanian Thd
Total PDB
Pangsa Lapangan Kerja
Pertanian

1980

1990

1996

1999

2002

2006

2009

41.0

30.7

21.5

15.4

19.6

17.5

12.90

13.61

66.4

54.8

53.9

44.0

43.2

44.3

43.3

41.2

Sumber: BPS, 2009 dan SAKERNAS, 2009

1.2

Rumusan Masalah
Terjadinya peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer

mengakibatkan rata-rata temperatur bumi meningkat. Peningkatan temperatur
permukaan bumi diakibatkan oleh dua faktor yaitu faktor alami dan faktor
antropogenik atau aktifitas manusia (IPCC, 2007). Faktor alami terdiri dari faktor
sirkulasi lautan, gunung meletus dan faktor radiasi matahari yaitu radiasi
gelombang panjang yang terperangkap di gas rumah kaca (Marpaung et al, 2008).
Sedangkan faktor antrofogenik terdiri dari aktifitas manusia dalam konsumsi
energi terutama yang berasal dari bahan bakar fosil dan perubahan tata guna lahan
seperti pembukaan hutan untuk lahan perkebunan, pertanian dan pemukiman yang
menghasilkan gas rumah kaca ke atmos fer (Marpaung et al, 2008).
Meningkatnya suhu rata-rata global (pemanasan global) telah diakui oleh
berbagai ilmuwan sebagai pemicu terjadinya perubahan iklim atau perubahan
iklim dengan dampak yang lebih besar (IPCC, 2007). Berdasarkan data IPCC
(2007) menunjukkan bahwa dari observasi yang telah teramati selama lebih dari
170 tahun (1840-2010) menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan rata-rata
temperatur global yang signifikan sebagaimana terlihat pada Gambar 1.

8

Sumber: Intergovernmental Panel on Climate Change, 2007

Gambar 1. Perkembangan Rata-Rata Temperatur Permukaan Global
Disamping itu, berdasarkan hasil estimasi yang juga dilakuka n oleh IPCC
hingga tahun 2100 menunjukkan bahwa perkiraan naiknya suhu global dengan
beberapa skenario estimasi akan meningkat cukup signifikan seperti yang terlihat
pada Tabe l 4.
Tabel 4. Perkiraan Rata-Rata Suhu Udara berdasarkan Estimasi Intergovernmental
Panel on Climate Change
(0C)

Tahun

A1B

A1T

A1F1

A2

B1

B2

1750-1990

0.33

0.33

0.33

0,33

0.33

0.33

1990

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

2000

0.16

0.16

0.16

0.16

0.16

0.16

2010

0.30

0.40

0.32

0.35

0.34

0.39

2020

0.52

0.71

0.55

0.50

0.55

0.66

2030

0.85

1.03

0.85

0.73

0.77

0.93

Sumber: Intergovernmental Panel on Climate Change, 2001

9

Tabel 4. Perkiraan Rata-Rata Suhu Udara berdasarkan Estimasi Intergovernmental
Panel on

Dokumen yang terkait

Dokumen baru