Uji daya hasil pendahuluan 100 galur zuriat F5 padi tipe baru hasil dari 3 kombinasi persilangan IPB117-F-5-1-1 X IR64, IPB98-F-5-1-1 X IR64, dan Cimelati X IPB97-F-31-1-1

UJI DA
AYA HAS
SIL PEND
DAHULU
UAN 100 GALUR
G
Z
ZURIAT F5
PADI TIIPE BARU
U HASIL
L DARI 3 KOMBIN
NASI
PERSIL
LANGAN
N IPB117--F-5-1-1 X IR64, IP
PB98-F-55-1-1 X IR
R64,
DA
AN CIME
ELATI X IPB97-F
F-31-1-1

AR
RINA SA
ANIATY
A24080
0162

DE
EPARTEM
MEN AGR
RONOMII DAN HO
ORTIKU
ULTURA
FAKU
ULTAS PE
ERTANIA
AN
IN
NSTITUT
T PERTA
ANIAN BO
OGOR
2012
2

Uji Daya Hasil Pendahuluan 100 Galur Zuriat F5 Padi Tipe Baru Hasil dari 3
Kombinasi Persilangan IPB117-F-5-1-1 X IR64, IPB98-F-5-1-1 X IR64, dan
Cimelati X IPB97-F-31-1-1

Preleminary Yield Trials of 100 F5 Line New Plant Type Rice Selected from 3
Crosses IPB117-F-5-1-1 X IR64, IPB98-F-5-1-1 X IR64, and
Cimelati X IPB97-F-31-1-1
Arina Saniaty1, Hajrial Aswidinnoor2
1
2

Mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB

Staf Pengajar Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB

Abstract
Rice is an important crop in Indonesia. Preliminary yield trial is
alternative technology for increasing national rice production. The experiment was
conducted using Augmented design. Plant materials were 100 F5 Lines of New
Plant Type and three check varities i.e. IR64, Ciherang, and IPB4S. The results
showed that plant height ranged from 71-120 cm, number of grain per panicle from
96-274, percentage of grain content form 22-75%, and weight of 1000 grains from
16.04 to 32.36 gram. Lines IPB158-E-5, IPB158-E-15, IPB158-E-27, IPB159-E26, IPB159-E-27, and IPB159-E-30 have important caracters of New Plant Type,
so could be tested in advance yield trial.

Abstrak
Padi merupakan tanaman pangan penting di Indonesia. Uji daya hasil
pendahuluan ini adalah salah satu alternatif teknologi untuk meningkatkan
produksi padi nasional. Penelitian ini menggunakan rancangan augmented. Bahan
yang digunakan adalah 100 galur F5 padi tipe baru serta 3 varietas pembanding
yaitu IR64, Ciherang, dan IPB4S. Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman
berkisar berkisar 71-120 cm, jumlah gabah per malai berkisar 96-274, persentase
gabah isi berkisar 22-75%, dan bobot 1000 butir berkisar 16.04-32.36 gram. Galurgalur IPB158-E-5, IPB158-E-15, IPB158-E-27, IPB159-E-26, IPB159-E-27, dan
IPB159-E-30 menunjukkan sifat penting padi tipe baru sehingga dapat diuji pada
uji daya hasil lanjutan.
Keywords: Augmented design, new plant type, preliminary yield

RINGKASAN
ARINA SANIATY. Uji Daya Hasil Pendahuluan 100 Galur Zuriat F5 Padi
Tipe Baru Hasil Dari 3 Kombinasi Persilangan IPB117-F-5-1-1 X IR64,
IPB98-F-5-1-1 X IR64, Dan Cimelati X IPB97-F-31-1-1. (Dibimbing oleh
HAJRIAL ASWIDINNOOR).

Padi (Oryza sativa) merupakan salah satu tanaman pangan pokok yang
sangat penting karena menjadi bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia.
Kebutuhan terhadap padi setiap tahun meningkat seiring dengan meningkatnya
penduduk Indonesia, namun telah terjadi pelandaian produktivitas padi nasional
dalam sepuluh tahun terakhir karena telah tercapainya potensi hasil optimum dari
varietas unggul baru (VUB) yang ditanam oleh petani. Dibutuhkan perakitan
varietas padi dengan potensi hasil yang lebih tinggi untuk mencukupi kebutuhan
pangan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil galur-galur padi tipe
baru dan mengidentifikasi galur-galur padi tipe baru yang berpotensi dilepas
sebagai varietas. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat galur-galur yang
memiliki daya hasil tinggi dan terdapat galur yang memiliki sifat baik untuk
dikembangkan lebih lanjut dalam program pemuliaan padi sawah tipe baru.
Penelitian ini dilaksanakan di Sindang Barang, Bogor pada bulan Februari sampai
dengan Juni 2012.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan augmented. Pada
rancangan ini setiap perlakuan yang dicobakan tidak mengalami pengulangan dan
pengulangan hanya diberlakukan bagi varietas pembanding yang diulang
sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 118 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan
ditanam dalam satu petak berukuran 5 x 1 m2 dengan jarak tanam 20 x 20 cm2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa galur yang diuji
menunjukkan daya hasil yang tinggi. Galur-galur IPB158-E-5, IPB158-E-15,
IPB158-E-27, IPB159-E-26, IPB159-E-27, IPB159-E-30, dan IPB160-E-2
menunjukkan sifat penting padi tipe baru antara lain memiliki jumlah anakan
produktif 10-13 anakan, jumlah gabah total per malai, jumlah gabah isi per malai,
persentase gabah isi per malai, bobot 1000 butir, dan produktivitas (ton/ha) yang

tinggi. Secara umum beberapa galur yang diuji sudah menunjukkan beberapa
keunggulan penting padi tipe baru, tetapi pada penelitian ini masih menunjukkan
persentase gabah isi yang rendah atau tingginya persentase gabah hampa.

UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN 100 GALUR ZURIAT F5
PADI TIPE BARU HASIL DARI 3 KOMBINASI
PERSILANGAN IPB117-F-5-1-1 X IR64, IPB98-F-5-1-1 X IR64,
DAN CIMELATI X IPB97-F-31-1-1

Skripsi sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian
pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

ARINA SANIATY
A24080162

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

 
 

Judul

:

UJI

DAYA

HASIL

PENDAHULUAN

100

GALUR ZURIAT F5 PADI TIPE BARU HASIL
DARI

3

KOMBINASI

PERSILANGAN

IPB117-F-5-1-1 X IR64, IPB98-F-5-1-1 X IR64,
DAN CIMELATI X IPB97-F-31-1-1
Nama

:

Arina Saniaty

NRP

:

A24080162

Menyetujui,

Dosen Pembimbing

Dr. Ir. Hajrial Aswidinnoor, M.Sc.
NIP. 19590929 198303 1 008

Mengetahui,
Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura
Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Dr. Ir Agus Purwito, M.Sc.Agr.
NIP. 19611101 198703 1 003
Tanggal Lulus :

 
 

RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Sukabumi, Jawa Barat pada tanggal 2 Juli 1990.
Penulis merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Mukhtar dan Ibu Tien
Hartini.
Tahun 2002 penulis lulus dari SD Negeri Cijurey 02, Jawa Barat. Pada
tahun yang sama penulis melanjutkan studi di SMP Negeri 1 Gegerbitung, Jawa
Barat dan lulus pada tahun 2005. Kemudian penulis melanjutkan studi di SMAN 1
Sukabumi, Jawa Barat dan lulus pada tahun 2008. Tahun 2008 penulis diterima di
IPB melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).
Penulis diterima sebagai mahasiswa program studi Agronomi dan Hortikultura,
Fakultas Pertanian dan memilih Kewirausahaan sebagai bidang keahlian
pelengkap (minor) dari Departemen Agribisnis.
Selama menjadi mahasiswa IPB penulis aktif di kegiatan non akademik.
Pada tahun 2008-2009 penulis menjadi staf PSDM BEM TPB, tahun 2009-2010
penulis menjadi Sekretaris PSDM BEM Faperta, tahun 2010-2011 penulis
menjadi Ketua Departemen Internal Faperta, dan tahun 2011-2012 penulis
menjadi Sekretaris Biro Pengembangan Internal BEM KM IPB. Penulis mengikuti
Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai DIKTI tahun 2012 dan Program
Pengabdian Masyarakat IPB Goes to field di tahun 2010. Penulis menjadi asisten
praktikum mata kuliah Pendidikan Agama Islam, Biologi Dasar, dan Dasar
Teknologi Benih.

 
 

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kehadirat Allah, Tuhan semesta alam yang
memberikan kasih sayang-Nya sehingga penulis dapat menyusun skripsi
penelitian berjudul Uji Daya Hasil Pendahuluan 100 Galur Zuriat F5 Padi Tipe
Baru

Hasil

Dari

3

Kombinasi

Persilangan

IPB117-F-5-1-1

X

IR64,

IPB98-F-5-1-1 X IR64, Dan Cimelati X IPB97-F-31-1-1
Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. Ir. Hajrial Aswidinnoor, M.Sc. selaku dosen pembimbing yang telah
memberikan bimbingan, kritik, saran, serta motivasi.
2. Dr. Sugyanta serta Dr. M. Syukur selaku dosen penguji yang telah
memberikan masukan dan saran dalam penulisan skripsi.
3. Dr. Trikoesoemaningtyas selaku dosen pembimbing akademik yang telah
membimbing penulis selama menempuh perkuliahan.
4. Bapak, Ibu, dan keluarga besar yang telah memberikan do’a dan semangat
kepada penulis dalam menyelesaikan studi.
5. Siti Nurhidayah dan Rafiatul Rahma sebagai tim penelitian padi.
6. Pimpinan BEM dan DPM KM IPB tahun 2012 yang senantiasa
memberikan bantuan dan motivasi dalam penelitian ini.
7. Farida, Anisa, Septina, Estriana, Af’ida, Asiah, Nana yang senantiasa
memberikan motivasi kepada penulis.
8. Eka, Elsa, Elysa, Saroh, Leli, Khusnul, Adisti, Arif, Ana, Dania, dan
semua sahabatku yang telah membantu sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pengembangan
ilmu pengetahuan serta memajukan pertanian Indonesia.

Bogor, Oktober 2012

Arina Saniaty

 
 

viii

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL ........................................................................................

ix

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................

x

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................

xi

PENDAHULUAN .......................................................................................

1

Latar Belakang ........................................................................................
Tujuan Percobaan ....................................................................................
Hipotesis ..................................................................................................

1
2
2

TINJAUAN PUSTAKA ..............................................................................
Padi Tipe Baru .........................................................................................
Metode Pemuliaan Padi ...........................................................................
Uji Daya Hasil Pendahuluan ...................................................................

3
3
4
5

BAHAN DAN METODE .............................................................................
Waktu dan Tempat ..................................................................................
Bahan dan Alat ........................................................................................
Metode Percobaan ...................................................................................
Analisis Data ...........................................................................................
Pelaksanaan Penelitian ..............................................................................

6
6
6
6
8
9

HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................................

12

Kondisi Umum Penelitian ........................................................................
Keragaan Galur-Galur Padi Tipe Baru ................................................ ..
Karakter Vegetatif Galur-Galur Padi Tipe Baru ...................................
Tinggi Tanaman .............................................................................. ..
Panjang Daun Bendera ................................................................... ..
Jumlah Anakan Total ...................................................................... ..
Jumlah Anakan Produktif ............................................................... ..
Karakter Generatif Galur-Galur Padi Tipe Baru ......................................
Panjang Malai ......................................................................................
Jumlah Gabah Total, Gabah Isi, Gabah Hampa ..................................
Persentase Gabah Isi ............................................................................
Bobot 1000 butir ..................................................................................
Umur Berbunga dan Umur Panen .......................................................
Produktivitas ........................................................................................
Keragaman Genetik dan Heritabilitas ......................................................

12
13
14
14
17
18
18
19
19
23
26
27
28
28
29

KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................... .

31

Kesimpulan .............................................................................................

31

 

 
 

ix

Saran ......................................................................................................

31

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................

32

LAMPIRAN ..................................................................................................

35

 
 

x

DAFTAR TABEL
Nomor

Halaman

1. Galur-galur padi tipe baru F5 dan varietas pembanding ....................

7

2. Analisis ragam ....................................................................................

8

3. Rekapitulasi sidik ragam ....................................................................

14

4. Nilai tengah tinggi tanaman dan panjang daun bendera ....................

16

5. Nilai tengah karakter gabah total, gabai isi, persentase gabah isi,
bobot 1000 butir, bobot petakan, dan umur panen .............................

21

6. Nilai duga ragam genetik, ragam fenotipe, dan heritabilitas..............

30

 
 

xi

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor

Halaman

1. Sidik ragam tinggi tanaman ...............................................................

36

2. Sidik ragam jumlah anakan total ........................................................

36

3. Sidik ragam jumlah anakan produktif ................................................

36

4. Sidik ragam panjang daun bendera ....................................................

37

5. Sidik ragam panjang malai .................................................................

37

6. Sidik ragam jumlah gabah total..........................................................

37

7. Sidik ragam jumlah gabah isi .............................................................

38

8. Sidik ragam gabah hampa ..................................................................

38

9. Sidik ragam persentase gabah isi .......................................................

38

10. Sidik ragam bobot 1000 butir .............................................................

39

11. Sidik ragam produktivitas ..................................................................

39

12. Sidik ragam umur panen ....................................................................

39

13. Persemaian galur PTB tetua IPB98-F-5-1-1 x IR64 ..........................

40

14. Penampilan galur IPB159-E-13 pada saat menjelang panen ...........

40

15. Penampilan galur IPB160-E-4 dan IPB160-E-5 saat menjelang
panen ................................................................................................

40

 
 

xii

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Halaman

1. Penyakit pada padi .............................................................................

13

2. Sebaran jumlah galur yang diuji berdasarkan tinggi tanaman ...........

15

3. Sebaran jumlah galur yang diuji berdasarkan panjang daun bendera

17

4. Sebaran jumlah galur yang diuji berdasarkan jumlah anakan
produktif .............................................................................................

19

5. Penampilan malai beberapa galur dengan varietas pembanding ........

20

6. Sebaran jumlah galur berdasarkan panjang malai ..............................

20

7. Sebaran jumlah galur yang diuji berdasarkan gabah total per malai..

24

8. Sebaran jumlah galur berdasarkan gabah isi per malai ......................

25

9. Sebaran jumlah galur berdasarkan jumlah gabah hampa ...................

25

10. Sebaran jumlah galur berdasarkan persentase gabah isi ....................

26

11. Sebaran jumlah galur berdasarkan bobot 1000 butir..........................

27

12. Sebaran jumlah galur berdasarkan produktivitas (ton/ha)..................

29

 
 

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Padi (Oryza sativa) merupakan salah satu tanaman pangan pokok yang
sangat penting karena menjadi bahan makanan pokok bagi setengah populasi
dunia (Singh et al., 2008). Indonesia merupakan salah satu negara yang
menjadikan padi sebagai tanaman pangan pokok. Penanaman padi di Indonesia
akan terus dilakukan oleh petani selama kebutuhan air tetap terpenuhi, karena
bertanam padi sudah menjadi bagian hidup petani Indonesia. Produksi padi
Indonesia masih mengandalkan Pulau Jawa sebagai penghasil utama (56%),
diikuti oleh Pulau Sumatera (22%), Pulau Sulawesi (10%), dan Kalimantan (5%)
(Malian et al., 2004).
Produksi padi pada tahun 2011 sebesar 65,39 juta ton Gabah Kering Giling
(GKG). Produksi padi tersebut mengalami penurunan sebanyak 1,08 juta ton
(1,63%) dibandingkan tahun 2010 (BPS, 2011). Salah satu penyebab pelandaian
produksi padi nasional yang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir karena telah
tercapainya potensi hasil optimum dari varietas unggul baru (VUB) yang ditanam
oleh petani seperti IR64 (Abdullah et al., 2008). Dibutuhkan perakitan varietas
padi dengan potensi hasil yang lebih tinggi untuk mencukupi kebutuhan pangan
(Hanarida, 2002). Peningkatan potensi hasil masih menjadi fokus utama dalam
pemuliaan padi karena tingginya permintaan beras tidak diiringi dengan tingginya
produktivitas, bahkan produktivitas cenderung menurun (Puroja and Majumder,
2009).
Lembaga Internasional Penelitian Padi atau International Rice Research
Institute (IRRI) telah menginisiasi untuk perakitan padi dengan tipe baru yang
dikenal dengan new plant type of rice (NPT) atau padi tipe baru (PTB) (Ken,
2003). Pengembangan padi tipe baru akan meningkatkan produktivitas padi
nasional serta produksi benih lebih murah karena padi tipe baru merupakan padi
non hibrida.
Padi tipe baru memiliki sifat-sifat penting yaitu: anakan produktif sedikit
(8-10 batang), malai lebat (200-250 gabah/malai) dan bernas, tinggi tanaman
sedang (80-100 cm), daun tegak, tebal, dan berwarna hijau tua, umur sedang,
 
 

2

perakaran dalam, serta tahan terhadap hama dan penyakit utama padi (Peng et al.,
2008). Sifat-sifat dari padi tipe baru tersebut diharapkan mempunyai potensi hasil
9-13 ton GKG/ha (Abdullah et al., 2008).
Untuk dapat menghasilkan varietas-varietas padi tipe baru yang
diinginkan, perlu dilakukan beberapa proses pemuliaan yakni hibridisasi yang
bertujuan untuk membentuk keragaman genetik dan menggabungkan sifat-sifat
yang baik. Selanjutnya adalah seleksi yang bertujuan untuk memilih tanaman
yang berdaya hasil tinggi dan mampu beradaptasi dengan lingkungan. Setelah itu
dilakukan uji daya hasil dan diikuti oleh pelepasan varietas.
Penelitian ini merupakan pengujian daya hasil pendahuluan untuk generasi
F5. Uji daya hasil pendahuluan ini diharapkan akan diperoleh galur-galur yang
berpotensi dilepas sebagai varietas.

Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Menguji daya hasil galur-galur padi tipe baru
2. Mengidentifikasi galur-galur padi tipe baru yang berpotensi dilepas
sebagai varietas

Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1. Terdapat galur-galur yang memiliki daya hasil tinggi
2. Terdapat galur yang memiliki sifat yang baik untuk dikembangkan lebih
lanjut dalam program pemuliaan padi sawah tipe baru. 

 
 

3

TINJAUAN PUSTAKA

Padi Tipe Baru
Beras merupakan bahan pangan pokok lebih dari 95 persen penduduk
Indonesia. Usaha tani padi menyediakan lapangan pekerjaan dan sebagai sumber
pendapatan bagi 21 juta rumah tangga pertanian (Swastika et al., 2007). Oleh
karena itu, tidak mengherankan jika peran pemerintah sangat besar dalam upaya
peningkatan produksi dan stabilitas harga padi. Peranan yang sangat besar dari
pemerintah telah mampu mewujudkan swasembada beras pada tahun 1984,
namun hal tersebut tidak berlangsung lama, sehingga Indonesia masih tergantung
kepada impor.
Pelandaian dalam produktivitas padi telah terjadi dalam beberapa tahun
terakhir. Salah satu penyebabnya adalah telah tercapainya potensi hasil optimum
dari varietas unggul baru (VUB) seperti IR64 (Abdullah et al., 2008). VUB yang
telah berkembang tidak mampu berproduksi lebih tinggi karena keterbatasan
kemampuan genetik. Untuk itu, diperlukan adanya pengembangan varietas padi
yang mempunyai potensi hasil tinggi sehingga mampu meningkatkan total
produksi padi (Yang et al., 2007). Perbaikan potensi hasil pun diperlukan untuk
menutupi kebutuhan beras dalam negeri (Hanarida, 2002).
Potensi hasil padi merupakan fungsi dari total biomassa dan indeks panen.
Sehingga untuk meningkatkan potensi hasil, maka total biomasa dan indeks panen
pun harus ditingkatkan. Pembentukan tanaman yang kokoh dapat menyerap
nutrisi dengan baik merupakan cara untuk meningkatkan total biomasa. Adapun
peningkatan jumlah bulir per malai dan banyaknya bulir per gabah yang bernas
merupakan cara untuk meningkatkan indeks panen (Kush, 2001; Peng and Kush,
2003).
Program pemuliaan tanaman padi untuk meningkatkan potensial hasil
dilakukan dengan pengembangan padi tipe baru. Pembentukan padi tipe baru di
Indonesia dimulai pada tahun 1995 dengan mengintroduksi galur padi tipe baru
dari IRRI. Galur-galur padi tipe baru memiliki pertumbuhan yang baik serta
mampu berproduksi 5-10% lebih tinggi dibanding dengan varietas IR64 dan
Ciherang (Abdullah, 2008).
 
 

4

Sifat-sifat vegetatif penting yang dimiliki padi tipe baru sehingga mampu
berproduksi lebih tinggi adalah anakan produktif sedikit, malai lebat (200-250
gabah/malai) dan bernas, tinggi tanaman sedang (80-100 cm), daun tegak, tebal,
dan berwarna hijau tua, umur sedang, perakaran dalam, serta tahan terhadap hama
dan penyakit utama padi (Yang et al., 2007). Sifat-sifat dari padi tipe baru tersebut
diharapkan mempunyai potensi hasil 9-13 ton GKG/ha (Abdullah et al., 2008).

Metode Pemuliaan Padi
Pemuliaan tanaman mempunyai tujuan untuk merakit suatu varietas
unggul yang memiliki produktivitas dan kualitas hasil lebih baik serta memiliki
ketahanan baik terhadap cekaman biotik maupun abiotik (Sasmita, 2008).
Kegiatan pemuliaan padi diawali dengan beberapa kegiatan seperti: 1) koleksi
plasma nutfah sebagai sumber keragaman, 2) identifikasi dan karakterisasi, 3)
induksi keragaman, seperti melalui persilangan atau transfer gen, 4) proses
seleksi, 5) pengujian dan evaluasi, dan 6) pelepasan varietas. Teknik persilangan
yang diikuti dengan proses seleksi merupakan teknik yang paling banyak
digunakan dalam perakitan kultivar unggul baru. Pemuliaan tanaman menerapkan
prinsip-prinsip genetika untuk perbaikan varietas tanaman dalam pengaplikasian
ilmu agronomi, botani, genetika, sitogenetika, genetika molekuler, fisiologi,
entomologi, biokimia, dan sitogenetika.
Keragaman pada populasi awal diperlukan untuk mendukung tercapainya
tujuan pemuliaan tanaman. Proses seleksi akan terjadi ketika tingginya keragaman
dalam suatu populasi. Harahap dan Silitonga (1993) menyatakan metode seleksi
yang digunakan dalam pemuliaan padi adalah metode bulk dan pedigree. Roy
(2000) menyatakan metode bulk merupakan metode seleksi yang relatif mudah
dan tidak memerlukan tenaga ahli. Pemilihan tanaman individu dalam metode
bulk dimulai pada F6 sesudah dilakukan observasi galur-galur terpilih selama 2-3
musim. Metode pedigree efektif digunakan dalam pemilihan tanaman-tamanan
yang memiliki sifat dengan heritabilitas tinggi seperti umur, tinggi tanaman, serta
ketahanan terhadap hama dan penyakit. Pemilihan tanaman dilakukan pada F2
berdasarkan penampilan tanaman yang menonjol. Pemilihan pada generasi
berikutnya (F3-F6) selalu berdasarkan penampilan lapang. Metode pedigree perlu
 
 

5

didukung oleh tenaga terlatih. Dibandingkan dengan metode seleksi pedigree,
metode seleksi bulk sangat sederhana, tidak memerlukan tenaga kerja banyak,
penurunan segregasinya cepat, dan biaya yang dikeluarkan lebih sedikit.
Kegiatan

pemuliaan

tanaman

padi

umumnya

bertujuan

untuk

meningkatkan produktivitas diantaranya dengan meningkatkan jumlah bulir per
malai (Purohit and Majumder, 2009). Hal tersebut terjadi karena peningkatan
produktivitas akan menguntungkan secara ekomoni. Disamping itu dilakukan pula
pemuliaan tanaman untuk peningkatan kualitas dan daya tahan terhadap hama dan
penyakit serta toleran terhadap cekaman lingkungan seperti kekeringan, Al, dan
Fe tinggi.

Uji Daya Hasil Pendahuluan
Uji daya hasil merupakan rangkaian kegiatan penelitian yang menentukan
dalam kegiatan pemuliaan padi tipe baru. Uji daya hasil bertujuan untuk
mengidentifikasi potensi hasil dan daya adaptasi galur-galur padi tipe baru
terhadap kondisi lingkungan tumbuh yang berbeda. Padi tipe baru harus
dibudidayakan pada lingkungan yang mendukung untuk mencapai potensi hasil
yang tinggi. Faktor lingkungan yang mempengaruhi produksi padi tipe baru
seperti faktor fisik dan kimia tanah yang subur, ketersediaan air yang cukup, serta
iklim yang kondusif.
Curah hujan dan sifat fisik tanah selain menentukan ketersediaan air tanah,
juga mempengaruhi intensitas sinar radiasi matahari yang sampai ke tajuk
tanaman. Adapun elemen-elemen iklim yang mempengaruhi meliputi faktor
radiasi surya, suhu udara, dan curah hujan yang akan menentukan kecepatan
proses fisiologi tanaman yang bersama faktor genetik akan menentukan besarnya
potensi hasil. Galur-galur padi yang belum mencapai produksi maksimum atau
masih berflukturasi kemungkinan disebabkan oleh iklim makro dan mikro,
agroklimat, dan serangan hama penyakit ditempat pengujian. Oleh sebab itu,
lokasi untuk uji daya hasil hendaknya mewakili agroklimat atau pusat produksi,
sehingga lokasi yang dipilih ideal untuk pengujian (Sudarna, 2010). Pada uji daya
hasil pendahuluan, jumlah galur yang diseleksi banyak, tetapi benih yang dimiliki
masih sedikit sehingga uji ini hanya dilakukan pada satu lokasi saja.
 
 

6

BAHAN DAN METODE
Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2012 di Sindang
Barang, Bogor.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 100 galur padi hasil
seleksi yang berasal dari tiga persilangan yakni IPB117-F-5-1-1 x IR64,
IPB98-F-5-1-1 x IR64, dan Cimelati x IPB97-F-31-11 dan tiga varietas unggul
yakni IR64, Ciherang, dan IPB4S sebagai varietas pembanding. Galur-galur yang
diuji dan varietas pembanding disajikan pada Tabel 1. Dosis pupuk yang
digunakan adalah 150 kg/ha SP 36, 175 kg/ha Urea, dan 100 kg/ha KCl.

Metode Penelitian
Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan augmented. Pada
rancangan ini setiap perlakuan yang dicobakan tidak mengalami pengulangan dan
pengulangan hanya diberlakukan bagi kontrol yang diulang sebanyak 6 kali,
sehingga terdapat 118 satuan percobaan. Model matematika yang digunakan
adalah:
Yij

= μ + βi +

Yij

= Nilai pengamatan pada blok ke-i perlakuan ke-j

μ

= Rataan umum pengamatan

βi

= Pengaruh blok ke-i
= Pengaruh perlakuan ke-j
= Pengaruh galat pada blok ke-i dan perlakuan ke-j
i : 1,2,...,6

j : 1,2,....,100

 
 
 
 
 

7

Tabel 1. Galur-galur padi tipe baru F5 dan varietas pembanding
Tetua Persilangan
IPB117-F-5-1-1 x IR64

IPB98-F-5-1-1 x IR64

CimelatixIPB97-F-31-1-1

IPB158-E-1
IPB158-E-2
IPB158-E-3
IPB158-E-4
IPB158-E-5
IPB158-E-6
IPB158-E-7
IPB158-E-8
IPB158-E-9
IPB158-E-10
IPB159-E-1
IPB159-E-2
IPB159-E-3
IPB159-E-4
IPB159-E-5
IPB159-E-6
IPB159-E-7
IPB159-E-8
IPB159-E-9
IPB159-E-10
IPB160-E-1
IPB160-E-2
IPB160-E-3
IPB160-E-4
IPB160-E-5
IPB160-E-6
IPB160-E-7
IPB160-E-8
IPB160-E-9
IPB160-E-10
IPB160-E-11
IPB160-E-12
IPB160-E-13
IPB160-E-14
IPB160-E-15
Ciherang
IPB4S
IR64

Galur
IPB158-E-11
IPB158-E-12
IPB158-E-13
IPB158-E-14
IPB158-E-15
IPB158-E-16
IPB158-E-17
IPB158-E-18
IPB158-E-19
IPB158-E-20
IPB159-E-11
IPB159-E-12
IPB159-E-13
IPB159-E-14
IPB159-E-15
IPB159-E-16
IPB159-E-17
IPB159-E-18
IPB159-E-19
IPB159-E-20
IPB160-E-16
IPB160-E-17
IPB160-E-18
IPB160-E-19
IPB160-E-20
IPB160-E-21
IPB160-E-22
IPB160-E-23
IPB160-E-24
IPB160-E-25
IPB160-E-26
IPB160-E-27
IPB160-E-28
IPB160-E-29
IPB160-E-30

IPB158-E-21
IPB158-E-22
IPB158-E-23
IPB158-E-24
IPB158-E-25
IPB158-E-26
IPB158-E-27
IPB158-E-28
IPB158-E-29
IPB158-E-30
IPB159-E-21
IPB159-E-22
IPB159-E-23
IPB159-E-24
IPB159-E-25
IPB159-E-26
IPB159-E-27
IPB159-E-28
IPB159-E-29
IPB159-E-30
IPB160-E-31
IPB160-E-32
IPB160-E-33
IPB160-E-34
IPB160-E-35
IPB160-E-36
IPB160-E-37
IPB160-E-38
IPB160-E-39
IPB160-E-40

 
 

8

Lahan pengujian dibagikan ke dalam petak yang berukuran 5 m2. Setiap
petak ditanami satu galur dengan jarak tanam 20 x 20cm dan 1 bibit/lubang.
Varietas pembanding ditanam pada luas petak yang sama dengan galur dan
diulang sebanyak 6 kali.
Penentuan tanaman contoh dilakukan pada saat tanaman menjelang panen.
Penentuan tanaman contoh dilakukan dengan memilih 5 tanaman kompetitif dari
baris tanaman tersebut. Pengambilan contoh tanaman didasarkan bahwa
disamping tanaman contoh tersebut terdapat tanaman lain. Tujuannya untuk
mengurangi efek lingkungan dan melibatkan kemampuan bersaing tanaman.

Analisis data
Data yang diperoleh dianalisa untuk melihat keragaan galur-galur F5,
menduga parameter genetik, serta menghitung heritabilitas. Analisa keragaan
melalui Analisis Ragam (ANOVA) dan Uji Beda Nyata Terkecil atau Least
Significant

Difference

(LSD)

pada

taraf

5%

yang

bertujuan

untuk

membandingkan nilai tengah dari galur yang diuji dengan nilai tengah varietas
pembanding.

Tabel 2. Analisis ragam
Sumber
Derajat
Jumlah
Kuadrat
Nilai Harapan
Keragaman
Bebas (db) Kuadrat (JK) Tengah (KT) Kuadrat Tengah
(SK)
E(KT)
Perlakuan
(g+k)-1
JKp
KTp
Galur (G)
g-1
JKg
KTg
σ2 e + σ2 g
Kontrol(K)
k-1
JKk
KTk
σ2 e + r σ2 k
GxK
1
JKgxk
KTgxk
k(r-1)
Jke
Kte
Error
σ2 e
Keterangan: r = ulangan, k = kontrol/varietas pembanding, g = galur yang diuji,
σ2g = ragam genetik, σ2k = ragam kontrol, σ2e = ragam galat
σ2e = KT galat σ2g = (KT genotipe - KT galat)
r
r
2
2
2
σ p= σ g+ σ e
h2bs = (σ2g/σ2p) x 100%
Keterangan: h2bs = heritabilitas arti luas, σ2p = ragam fenotipe

 
 

9

Hasil komponen ragam digunakan untuk menduga parameter genetik.
Komponen ragam yang diduga adalah nilai ragam genetik, ragam fenotipik, dan
ragam galat. Pendugaan komponen ragam dilakukan pada kuadrat tengahnya
(Tabel 2) (Syukur et al., 2010). Kriteria heritabilitas terbagi menjadi tiga yaitu
heritabilitas tinggi (h2bs>0,5), heritabilitas sedang (0,2≤h2bs≥0,5) dan heritabilitas
rendah (h2bs20%) (Alnopri, 2004).
KKG = √ σ2g x 100%
x
2
Keterangan: σ g = ragam genetik
x = rataan galur

Pelaksanaan Penelitian
Pra Tanam
Lahan diolah kemudian diberakan selama beberapa hari. Penyemaian
dilakukan pada petakan dengan luas 1 x 2 m2 untuk setiap tetua persilangan
(Lampiran 13).

Tanam
Benih disemaikan selama 19 hari, bibit hasil persemaian dipindahkan ke
dalam petakan yang berukuran 5 x 1 m2 sebanyak 1 bibit per lubang dengan jarak
tanam 20 x 20 cm2. Dosis pupuk yang diberikan pada saat tanam adalah SP 36
sebanyak 150 kg/ha dan KCl sebanyak 100 kg/ha. Pemupukan urea dilakukan
dengan dosis 175 kg/ha dan dilaksanakan pada tiga tahap yaitu 1 MST dengan
dosis 75 kg/ha, 4 MST dengan dosisi 50 kg/ha, serta 8 MST dengan dosis 50
kg/ha.
Pemeliharaan dilakukan 1 MST sehingga kondisi lingkungan tumbuh
optimal. Kegiatan pemeliharaan ini meliputi pengendalian gulma, hama, penyakit

 
 

10

baik secara manual atau kimiawi. Pengendalian gulma dilakukan kembali setelah
3 MST secara manual dengan mencabut gulma sampai akarnya dan
membuangnya, serta pengendalian kimiawi dapat menggunakan insektisida.
Pemeliharaan meliputi pengairan sawah yang intensif setinggi 5 cm dan
mengurangi genangan air saat menjelang panen.

Panen
Padi yang siap dipanen ditandai dengan 90% bulir padi telah menguning
sekitar 14-15 MST. Pemanenan dilakukan secara manual dengan memotong
pangkal malai dengan gunting dan sabit kemudian dipisahkan antar petak dan
antar galur. Padi yang dipanen berasal dari ubinan dalam petakan dengan luas
ubinan berkisar 1-3 m2. Pengambilan tanaman contoh dilakukan secara acak
dengan memilih 5 tanaman dalam satu petak. Tanaman bulir padinya yang
diserang hama tidak digunakan sebagai contoh maupun tanaman yang dihitung
bobot ubinan dalam petakan tersebut.

Pengamatan
a. Pengamatan petakan dilakukan ketika menjelang panen
1. Umur berbunga, diukur saat 80% seluruh galur berbunga
2. Produktivitas (ton/ha)
b. Pengamatan tanaman contoh, dilakukan dengan mengambil 5 tanaman
contoh untuk setiap galur. Karakter-karakter yang diamati yaitu:
1. Tinggi tanaman (cm), diukur dari permukaan tanah sampai daun
bendera yang masih tegak
2. Umur bunga (HSS), diukur saat 80% masing-masing galur berbunga
3. Umur panen (HSS), dihitung saat 90% bulir yang ada dalam setiap
galur telah masak
4. Jumlah anakan total, dihitung pada satu rumpun tanaman
5. Jumlah anakan produktif, diamati saat panen
6. Panjang malai (cm), diukur dari buku terakhir malai sampai diujung
malai

 
 

11

7. Bobot 1000 butir (gram)
8. Jumlah gabah hampa per malai
9. Persentase gabah per malai
10. Jumlah gabah yang bernas, dihitung dari pengurangan gabah total
dengan hampa
11. Pengamatan hama dan penyakit tanaman sebagai data tambahan

 
 

12

HASIL DAN PEMBAHASAN
Kondisi Umum Penelitian
Lokasi penelitian terletak di Sindang Barang Bogor. Selama penelitian
suhu rata-rata 26,1 0C, kelembaban nisbi udara rata-rata 87% serta curah hujan
rata-rata 317,3 mm/bulan.
Penelitian ini menggunakan galur-galur padi tipe baru yang telah diseleksi
pada generasi sebelumnya. Galur-galur padi tipe baru yang ditanam berjumlah
100

galur

yang

berasal

dari

tiga

tetua

yang

berbeda-beda

yakni

IPB117-F-5-1-1 x IR64, IPB98-F-5-1-1 x IR64, dan Cimelati x IPB97-F-31-11,
serta ditanam tiga varietas unggul yakni IR64, Ciherang, dan IPB4S sebagai
varietas pembanding.
Pada saat tanaman berumur 8 HST terjadi banjir yang disebabkan oleh
rusaknya terasering. Hal tersebut mengakibatkan tanaman padi tipe baru
mengalami kerusakan. Galur yang mengalami kerusakan tersebut adalah
IPB159-E-10,

IPB159-E-11,

IPB159-E-12,

IPB159-E-13,

IPB159-E-14,

IPB159-E-5, IPB159-E-26, IPB159-E-27, IPB159-E-28, IPB159-E-29, dan
IPB159-E-30.
Penyakit tanaman yang menyerang adalah tungro, blas, dan hawar daun.
Penyakit tungro (Gambar 1) mulai menyerang pada 3 MST dan mengakibatkan
pertumbuhan padi terhambat dan warna daun berubah menjadi kuning. Padi yang
terkena tungro dikendalikan dengan penyemprotan dan pencabutan tanaman yang
terkena tungro. Pada 5 MST terjadi serangan tungro secara besar-besaran yang
mengakibatkan hampir seluruh galur dengan tetua IPB117-F-5-1-1 x IR64 terkena
tungro. Tanaman juga terserang penyakit neck blast mulai menyerang pada
13 MST (Gambar 1) dan hawar daun bakteri (Gambar 1). Hasil pengamatan
menunjukkan terdapat galur-galur yang tidak terkena terhadap hawar daun yaitu
IPB158-E-7, IPB158-E-8, IPB158-E-10, IPB159-E-6, IPB159-E-7, IPB159-E-12,
IPB159-E-13,

IPB159-E-14,

IPB159-E-15,

IPB159-E-26,

IPB159-E-27,

IPB159-E-28, IPB159-E-29, dan IPB159-E-30.
Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang pada saat padi berumur 13
MST (Gambar 1) menyebabkan 7 galur yaitu IPB160-E-1, IPB160-E-2, IPB160-

 
 

13

E-3, IPB160-E-4, IPB160-E-5, IPB160-E-6, dan IPB160-E-7 rebah. Kerebahan
menyebabkan perkembangan dan pengisian malai terhambat, sehingga banyak
gabah menjadi hampa.

b

a

c

d

Gambar 1. Penyakit pada padi: a) penyakit hawar daun bakteri, b) penyakit tungro, c) penyakit
neck blast, d) galur padi rebah

Keragaan Galur-Galur Padi Tipe Baru
Karakter yang diamati pada fase vegetatif meliputi tinggi tanaman, jumlah
anakan total, jumlah anakan produktif, dan panjang daun bendera. Karakter yang
diamati pada fase generatif meliputi panjang malai, jumlah gabah total per malai,
jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai, persentase gabah isi
per malai, bobot 1000 butir, dan produktivitas (ton/ha).
Hasil sidik ragam yang disajikan pada Tabel 3 menunjukkan bahwa galur
berpengaruh tidak nyata untuk karakter jumlah anakan, jumlah anakan produktif,
dan panjang malai. Galur berpengaruh sangat nyata untuk karakter bobot 1000
butir, sementara itu galur berpengaruh nyata untuk karakter tinggi tanaman,
panjang daun bendera, gabah isi, gabah hampa, persentase gabah isi,
produktivitas, umur berbunga, dan umur panen. Karakter yang menunjukkan

 
 

14

perbedaan nyata dan sangat nyata menunjukkan bahwa terdapat keragaman
diantara galur-galur padi tipe baru yang diuji.

Tabel 3. Rekapitulasi sidik ragam
Karakter
Tinggi tanaman (cm)
Panjang malai (cm)
Panjang daun bendera (cm)
Jumlah anakan total
Jumlah anakan produktif
Gabah isi per malai
Gabah hampa per malai
Gabah total per malai
Persentase gabah isi per malai
Bobot 1000 butir (gram)
Produktivitas (ton/ha)
Umur berbunga (HSS)
Umur panen (HSS)
Keterangan:

* **

F hitung
4,18*
1,75tn
3,08*
0,75tn
0,15tn
5,57*
5,57*
6,92*
5,47*
5,62**
13,54*
3,36*
4,46*

; berturut-turut berbeda nyata pada taraf
nyata.

KK (%)
4,28
5,80
20,19
25,00
60,85
13,50
14,91
8,28
13,90
5,17
17,87
2,45
1,22
5% dan

%, tn = tidak berbeda

Nilai koefisien keragaman (KK) menunjukkan tingkat ketepatan dengan
perlakuan yang diperbandingkan dan merupakan indeks yang baik dari keadaan
percobaan (Gomez dan Gomez, 1995). Nilai KK yang rendah menunjukkan
derajat ketelitian yang tinggi. Nilai KK yang terlalu rendah menyebabkan terlalu
banyak perlakuan-perlakuan yang menonjol, dan sebaliknya nilai KK terlalu besar
akan menyebabkan tidak adanya perlakuan yang menonjol. Nilai koefisien
keragaman tertinggi terdapat pada karakter jumlah anakan porduktif, sedangkan
koefisien keragaman terendah terdapat pada karakter umur panen.

Karakter Vegetatif Galur-galur Padi Tipe Baru
Tinggi tanaman
Hasil analisis ragam untuk karakter tinggi berbeda nyata pada uji F
(Lampiran 1) . Hal tersebut menunjukkan adanya keragaman tanaman antar galurgalur padi tipe baru yang diuji (Lestari et al., 2007). Tinggi tanaman dipengaruhi
oleh jarak tanam, pemberian unsur hara, dan suhu. Jarak tanam yang rapat,
pemberian unsur hara serta suhu yang tinggi mengakibatkan bertambahnya
 
 

15

panjang ruas batang (Irawan dan Purbayanti, 2008) Padi tipe baru umumnya
9 cm (Susanto et al., 2003).

mempunyai tinggi 80-100 cm atau

Pengukuran dilakukan dengan mengukur tinggi tanaman dari permukaan
tanah sampai ujung daun tertinggi. Tinggi tanaman galur-galur yang diuji berkisar
antara 71 cm – 120 cm. Adapun tinggi rata-rata dari varietas IR64, Ciherang dan
IPB4S secara berturut-turut adalah 92 cm, 102 cm, dan 105 cm.

33

33

35

Jumlah galur

30
25
20

11

15

9

10

2

5
0
110

Tinggi tanaman (cm)
Gambar 2. Sebaran jumlah galur yang diuji berdasarkan tinggi tanaman

Secara umum dari hasil penggolongan (Gambar 2) dapat diketahui bahwa
sembilan galur mempunyai tinggi lebih dari 100 cm, 33 galur mempunyai tinggi
100-110 cm dan 90-100 cm, 11 galur mempunyai tinggi 80-90 cm, dan dua galur
mempunyai tinggi kurang dari 80 cm. Galur-galur yang menunjukkan hasil di atas
rata-rata

varietas

pembanding

menandakan

seleksi

dapat

meningkatkan

penampilan dari galur-galur yang diuji. Hasil uji lanjut BNT karakter tinggi
tanaman (Tabel 4) menunjukkan galur IPB160-E-24 memiliki tinggi tanaman
yang paling tinggi (120 cm) daripada tiga varietas pembanding. Tanaman yang
terlalu

tinggi

akan

berpotensi

mengalami

kerebahan.

Kerebahan

akan

mengakibatkan turunnya hasil panen, meningkatkan respirasi, menurunkan
translokasi nutrisi, serta rentan terhadap hama dan penyakit (Peng and Senadhira,
1998).

 
 

16

Tabel 4. Nilai tengah tinggi tanaman, panjang daun bendera, dan jumlah
anakan produktif
Galur
IPB158-E-1
IPB158-E-2
IPB158-E-3
IPB158-E-4
IPB158-E-5
IPB158-E-6
IPB158-E-7
IPB158-E-8
IPB158-E-9
IPB158-E-10
IPB158-E-11
IPB158-E-12
IPB158-E-13
IPB159-E-1
IPB159-E-2
IPB159-E-5
IPB159-E-6
IPB159-E-7
IPB159-E-8
IPB-159-E-9
IPB159-E-10
IPB159-E-11
IPB159-E-12
IPB159-E-13
IPB159-E-14
IPB159-E-15
IPB160-E-1
IPB160-E-2
IPB160-E-3
IPB160-E-5
IPB160-E-6
IPB160-E-8
IPB160-E-9
IPB160-E-10
IPB160-E-11
IPB160-E-12
IPB160-E-13
IPB160-E-14
IPB160-E-16
IPB160-E-17
IPB160-E-18
IPB160-E-19
IPB160-E-20
IPB160-E-21

TT
106 a
88
87
99
103
105a
97
100
96
94
105
103
92
97
97
93
96
109a
108a
97
106a
102
111a
112a
104a
115a
99
101
99
96
100
101
92
102
94
100
100
112a
104
101
90
100
86
111a

PDB
43abc
30
26
25
29
32
29
31
30
30
37ab
35a
31
31
31
35a
31
35a
36ab
30
31
37ab
34ab
36a
33
34a
31
35a
25
31
30
30
29
33
29
35a
29
33
34a
25
30
32
28
32

JAP
9
18
14
9
13
9
13
9
12
14
17
8
10
13
10
12
13
11
12
15
8
13
12
14
17
11
13
10
9
9
12
11
7
10
7
12
13
11
12
5
12
13
12
15

Galur
IPB158-E-14
IPB158-E-15
IPB158-E-16
IPB158-E-17
IPB158-E-18
IPB158-E-19
IPB158-E-20
IPB158-E-22
IPB158-E-23
IPB158-E-25
IPB158-E-27
IPB158-E-29
IPB158-E-30
IPB159-E-16
IPB159-E-17
IPB159-E-19
IPB159-E-20
IPB159-E-21
IPB159-E-22
IPB159-E-23
IPB159-E-25
IPB159-E-26
IPB159-E-28
IPB159-E-27
IPB159-E-29
IPB159-E-30
IPB160-E-22
IPB160-E-23
IPB160-E-24
IPB160-E-25
IPB160-E-26
IPB160-E-27
IPB160-E-28
IPB160-E-29
IPB160-E-30
IPB160-E-31
IPB160-E-32
IPB160-E-33
IPB160-E-34
IPB160-E-35
IPB160-E-36
IPB160-E-38
IPB160-E-39
IPB160-E-40

TT
101
109a
100
93
90
93
94
99
89
99
101
91
104
101
113a
96
96
98
104
96
84
106a
109a
89
113a
111a
98
80
120abc
91
97
71
89
88
105
86
98
104
100
89
91
103
73
95

PDB
30
32
31
32
32
36ab
30
30
32
26
32
27
31
36a
37ab
33
35a
31
30
34
33
33
29
30
37ab
37ab
27
29
39ab
25
33
24
27
25
31
37ab
28
29
29
31
31
38ab
29
34

JAP
21
12
12
11
15
11
12
16
13
13
15
16
17
11
15
16
12
9
9
11
12
9
12
10
16
20
10
10
9
9
10
12
9
7
11
15
10
12
9
13
11
13
14
13

 
 

17

Tabel lanjutan
IR64
Ciherang
IPB4S

TT

PDB

92
102
105

28
29
34

JAP
16
18
10

Keterangan: TT = tinggi tanaman (cm), PDB = panjang daun bendera (cm), dan JAP = jumlah
anakan total. Angka yang diikuti huruf a, b, c masing-masing nyata lebih tinggi dari
pada varietas IR64, Ciherang, IPB4S.

Panjang daun bendera
Daun bendera sangat berpengaruh terhadap hasil panen padi karena
merupakan pemasok hasil fotosintesis yang berhubungan langsung dengan malai
padi (Jennings et al., 1979). Disamping itu bentuk daun bendera yang lurus, akan
membantu melindungi gabah dari serangan burung. Seleksi terhadap daun bendera
dilakukan untuk daun bendera dengan panjang lebih dari 30 cm atau melebihi
panjang malainya karena hal tersebut dapat meningkatkan potensi hasil.

45

Jumlah galur

50
40

25

30

17

20
10

1

0
35

Panjang daun bendera (cm)
Gambar 3. Sebaran jumlah galur yang diuji berdasarkan panjang daun bendera

Hasil pengamatan menunjukkan (Gambar 3) tujuh galur memiliki panjang
daun bendera lebih dari 35 cm dan 45 galur memiliki panjang daun bendera 3035 cm. Galur-galur dengan panjang daun bendera ≥ 30 cm dan tegak berpotensi
untuk diseleksi dan dilakukan uji lebih lanjut. Galur IPB158-E-1 memiliki daun
bendera terpanjang (43 cm) yang lebih panjang dibanding tiga varietas
pembanding (Tabel 4).

 
 

18

Jumlah anakan total
Jumlah anakan padi ditentukan oleh periode pilokron tanaman padi yang
dimilikinya hingga mengeluarkan malai (Sumardi, 2010). Jumlah anakan juga
akan maksimal ketika kesuburan tanah dan ruang tumbuhnya optimal.
Padi tipe baru mempunyai jumlah anakan total rendah dibandingkan
varietas padi yang ada yakni sekitar 6-10 anakan (Khush, 2001). Peningkatan
potensi hasil dilakukan dengan meningkatkan kapasitas sink. Proses seleksi dan
pemuliaan untuk meningkatkan sink dilakukan dengan menurunkan jumlah
anakan total. Varietas padi yang sudah ada umumnya mempunyai anakan total
20-25 anakan, namun hanya 14-15 anakan yang memproduksi malai (anakan
produktif) dan selebihnya adalah anakan tidak produktif. Anakan tidak produktif
akan tetap mendapatkan asupan nutrisi serta sinar matahari sehingga akan terjadi
persaingan dengan anakan produktif. Penurunan jumlah anakan tidak produktif
akan meningkatkan aliran nutrisi pada pembentukan malai (Khush, 1996).
Banyaknya jumlah anakan akan menjadikan lingkungan lembab sehingga rentan
terhadap penyakit.
Jumlah anakan total pada galur-galur yang diuji berkisar antara 11-20
anakan dengan rata-rata 14 anakan. Adapun jumlah anakan total rata-rata pada
IR64, Ciherang, dan IPB4S adalah 19, 14, dan 11 anakan. Jumlah anakan total
pada varietas pembanding tidak sesuai dengan deskripsi varietas yang dikeluarkan
oleh Departemen Pertanian.

Jumlah anakan produktif
Jumlah anakan produktif sangat menentukan jumlah malai, jumlah gabah
total, dan jumlah gabah isi yang merupakan faktor penting dalam menentukan
hasil panen.

 
 

Jumlah galur

19

40
35
30
25
20
15
10
5
0

36
23
19
10

8-9 anakan

10-12
anakan

13-15
anakan

> 15
anakan

Jumlah anakan produktif
Gambar 4. Sebaran jumlah galur yang diuji berdasarkan jumlah anakan produktif

Hasil pengamatan menunjukkan sebanyak 36 galur mempunyai anakan
produktif berkisar antara 10-12 anakan, 23 galur mempunyai anakan produktif
13-15 anakan, dan 10 galur mempunyai anakan lebih dari 15 anakan (Gambar 4).
Galur-galur yang diuji mempunyai anakan tidak produktif berkisar antara 1-3
anakan dari jumlah anakan total, sehingga persaingan dalam mendapatkan nutrisi,
sinar matahari, dan ruang tumbuh cukup rendah. Adapun jumlah anakan produktif
rata-rata pada varietas IR64, Ciherang, dan IPB4S adalah 16, 18, dan 11.

Karakter Generatif Galur-Galur Padi Tipe Baru
 

Panjang malai
Hasil pengamatan menunjukkan panjang malai galur-galur yang diuji
berkisar 21,5-34 cm dan hasil uji lanjut menunjukkan galur IPB158-E-1 dan
IPB158-E-13 mempunyai panjang malai yang nyata lebih tinggi dibandingkan
tiga varietas pembanding (Tabel 5). Panjang malai dibagi ke dalam beberapa kelas
yakni: 20-23 cm, 24-26 cm, 27-29 cm, dan lebih dari 29 cm.

 
 

20

B

C

A

D

E

F

G

Gambar 5. Penampilan malai beberapa galur dengan varietas pembanding. Galur IPB160-E-26
(A), GalurIPB158-E-27 (B), Galur IPB159-E-16 (C), Galur IPB159-E-17 (D),
Varietas IPB4S (E), Varietas Ciherang (F), Varietas IR64 (G)

46

Jumlah galur

50
40

29

30
20
10

10
3

0
20-23

23-26
26-29
Panjang malai (cm)

>29

Gambar 6. Sebaran jumlah galur berdasarkan panjang malai

Galur-galur yang diuji mempunyai panjang dan bentuk yang berbeda-beda
(Gambar 5). Hasil pengamatan menunjukkan sebanyak tiga galur mempunyai
panjang malai 20-23 cm, 46 galur mempunyai panjang malai 26-29 cm, 29 galur
mempunyai panjang malai 23-26 cm, dan 10 galur yang mempunya panjang
malai lebih dari 29 cm (Gambar 6). Panjang malai berkolerasi positif dengan
tinggi tanaman, tetapi tanaman padi yang tinggi akan rentan terhadap kerebahan
yang akan menurunkan potensi hasil panen (Yang et al., 2007).

 
 

21

Tabel 5. Nilai tengah karakter gabah total, gabai isi, persentase gabah isi,
bobot 1000 butir, bobot petakan, dan umur panen
Galur
IPB158-E-1
IPB158-E-2
IPB158-E-3
IPB158-E-4
IPB158-E-5
IPB158-E-6
IPB158-E-7
IPB158-E-8
IPB158-E-9
IPB158-E-10
IPB158-E-11
IPB158-E-12
IPB158-E-13
IPB158-E-14
IPB158-E-15
IPB158-E-16
IPB158-E-17
IPB158-E-18
IPB158-E-19
IPB158-E-20
IPB158-E-22
IPB158-E-23
IPB158-E-25
IPB158-E-27
IPB158-E-29
IPB158-E-30
IPB159-E-1
IPB159-E-2
IPB159-E-5
IPB159-E-6
IPB159-E-7
IPB159-E-8
IPB-159-E-9
IPB159-E-10
IPB159-E-11
IPB159-E-12
IPB159-E-13
IPB159-E-14
IPB159-E-15
IPB159-E-16
IPB159-E-17
IPB159-E-19
IPB159-E-20
IPB159-E-21

GT
274abc
140
148
141
179a
233abc
132
178a
209ab
129
232abc
213ab
218ab
213ab
233abc
220ab
224ab
234abc
270abc
143
218ab
191ab
156a
227ab
146
211ab
186a
219ab
195ab
182a
191ab
225ab
168a
199ab
180a
215ab
236abc
167a
233abc
235abc
159a
194ab
196ab
175a

GI
76
83
93
101a
120ab
162abc
67
103a
103a
72
57
98a
164abc
121a
157abc
143abc
140abc
149abc
130ab
91
114ab
48
92a
114ab
106a
118ab
56
50
58
98a
105a
120ab
72
115ab
77
105a
122ab
74
100
80
105a
93
103a
100a

PGI
27
59
62
71b
67
69
50
57
49
55
24
45
75abc
56
67
65
62
63
48
63
52
25
58
50
72b
55
30
22
29
53
55
53
43
57
42
48
51
44
43
34
66
47
52
57

B1000
23,3
25,5
21,3
20,1
23,8
25,4
26,3
21,8
25,5
26,4
30,6b
25,9
25,6
24,7
26,0
28,7
23,7
24,3
24,5
26,1
26,0
16,8
17,3
28,7
27,8
26,4
28,0
25,0
27,3
28,5
26,7
23,3
19,3
31,6bc
26,6
28,3
25,2
31,4c
26,6
29,5
27,7
31,6bc
24,3
28,7

Prd
8,07ac
3,92
12,33abc
5,63
9,09ac
7,12
6,08
8,14ac
6,05
7,39
7,30
9,65abc
6,35
3,18
8,75ac
4,85
6,91
6,01
8,30ac
9,01ac
4,57
6,12
7,73a
8,93ac
4,26
3,63
6,30
10,62ac
9,13ac
5,48
3,28
4,53
6,40
5,64
4,72
4,97
3,18
5,38
5,44
6,13
5,44
4,20
2,43
3,92

UP
119c
120c
117c
117c
117c
117c
117c
117c
117c
116c
116c
119c
119c
121c
119c
123c
123c
123c
123c
119c
122c
119c
119c
121c
117c
123c
119c
119c
119c
120c
119c
119c
120c
120c
121c
121c
119c
121c
121c
122c
122c
121c
120c
121c

 
 

22

Tabel lanjutan
Galur
IPB159-E-22
IPB159-E-23
IPB159-E-25
IPB159-E-26
IPB159-E-27
IPB159-E-28
IPB159-E-29
IPB159-E-30
IPB160-E-1
IPB160-E-2
IPB160-E-3
IPB160-E-5
IPB160-E-6
IPB160-E-8
IPB160-E-9
IPB160-E-10
IPB160-E-11
IPB160-E-12
IPB160-E-13
IPB160-E-14
IPB160-E-16
IPB160-E-17
IPB160-E-18
IPB160-E-19
IPB160-E-20
IPB160-E-21
IPB160-E-22
IPB160-E-23
IPB160-E-24
IPB160-E-25
IPB160-E-26
IPB160-E-27
IPB160-E-28
IPB160-E-29
IPB160-E-30
IPB160-E-31
IPB160-E-32
IPB160-E-33
IPB160-E-34
IPB160-E-35
IPB160-E-36
IPB160-E-38
IPB160-E-39
IPB160-E-40

GT
218ab
185a
267abc
272abc
220a
189ab
248abc
238abc
192ab
141
142
191ab
180a
157a
149
193ab
153
152
147
244abc
219ab
185a
166a
154
204ab
189a
172a
241abc
242abc
149
161a
100
97
114
152
175a
179a
138
221ab
140
143
219ab
118
125

GI
161abc
113ab
126ab
136abc
100a
97a
179abc
152abc
96a
104a
79
130abc
106a
98a
96a
115ab
85
96a
68
84
68
76
92a
71
68
116ab
135ab
112ab
126ab
163abc
72
57
27
66
90
83
90
57
115a
33
48
111ab
50
67

PGI
73ab
61
47
50
45
51
72b
63
50
73ab
55
68
58
62
64
59
55
63
46
34
34
49
42
44
57
71b
65
52
67b
48
50
57
28
58
59
47
50
41
52
24
33
50
42
53

B1000
25,5
29,5
32,4bc
28,7
24,9
29,4
28,3
26,0
25,4
26,4
26,7
23,8
26,6
26,0
21,4
28,3
26,7
27,4
30,4b
26,0
29,7
28,2
26,3
27,9
28,2
25,6
23,3
25,3
16,0
22,3
29,5
26,9
22,6
28,8
30,6b
24,0
25,8
20,4
27,9
29,2
24,7
25,7
23,7
28,8

Prd
3,69
5,01
2,91
7,92ac
12,05abc
6,53
6,70
8,05a
4,93
9,18ac
6,87
6,03
10,50abc
4,47
1,61
2,82
1,16
3,67
5,14
4,63
6,89
3,70
3,07
5,23
8,55ac
6,00
5,97
2,77
6,55
2,96
6,18
6,86
1,48
1,87
7,88a
3,00
2,79
4,76
3,61
1,56
1,57
3,65
2,62
7,00

UP
122c
123c
122c
122c
120c
119c
117c
117c
115c
115c
115c
116c
117c
118c
119c
119c
118c
117c
121c
119c
121c
121c
120c
120c
122c
120c
122c
119c
122c
119c

Dokumen yang terkait

Uji daya hasil pendahuluan 100 galur zuriat F5 padi tipe baru hasil dari 3 kombinasi persilangan IPB117-F-5-1-1 X IR64, IPB98-F-5-1-1 X IR64, dan Cimelati X IPB97-F-31-1-1